PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Yehuwa Selalu Memberkati Kerelaan Saya
    Kisah Hidup Saksi-Saksi Yehuwa
    • Di kelasnya, ada salah satu teman sekelas saya di Gilead dulu, yaitu seorang saudara muda bernama Fu-lone Liang. Pada waktu itu, dia sedang melayani di Hong Kong. Tapi, dia kembali diundang ke Gilead untuk mendapat pelatihan yang berhubungan dengan tanggung jawab di kantor cabang.a Fu-lone menanyakan kepada Ramón kabar saya di Peru, dan setelah itu, saya dan Fu-lone mulai berkirim surat.

      Sejak awal, Fu-lone sudah memperjelas bahwa dengan berkirim surat, itu berarti kami sudah mulai berpacaran. Di Hong Kong, Saudara Harold King, yang juga seorang utusan injil, sering pergi ke kantor pos. Dia mau membantu Fu-lone mengirimkan surat-suratnya untuk saya. Di amplop surat-surat itu, Harold sering membuat gambar-gambar kecil dan menulis pesan singkat seperti, ”Saya akan menyuruh dia untuk lebih sering mengirim surat.”

      Bersama Fu-lone

      Setelah berkirim surat selama kurang lebih 18 bulan, saya dan Fu-lone memutuskan untuk menikah. Saya pun meninggalkan Peru setelah melayani di sana selama kira-kira tujuh tahun.

      Kehidupan Baru di Hong Kong

      Pada 17 November 1965, saya dan Fu-lone menikah. Saya sangat menikmati kehidupan baru saya di Hong Kong. Saya tinggal di kantor cabang bersama dengan suami saya dan dua pasangan lainnya. Dari pagi sampai sore hari, Fu-lone bekerja sebagai penerjemah di kantor cabang, dan saya berdinas. Bahasa Kanton adalah bahasa yang sulit dipelajari. Tapi, saudari-saudari utusan injil lainnya dan suami saya dengan sabar membantu saya. Selama belajar bahasa itu, saya memandu pelajaran Alkitab dengan anak-anak. Itu membuat saya tidak terlalu tertekan.

      Keenam anggota keluarga Betel di Hong Kong pada tahun 1960-an. Saya dan Fu-lone di tengah.

      Beberapa tahun kemudian, saya dan Fu-lone pindah untuk tinggal di rumah utusan injil di Kwun Tong, daerah lain di Hong Kong. Kami pindah ke sana supaya Fu-lone bisa mengajarkan bahasa Kanton kepada para utusan injil yang baru datang.b

  • Yehuwa Selalu Memberkati Kerelaan Saya
    Kisah Hidup Saksi-Saksi Yehuwa
    • Setelah beberapa tahun tinggal di Kwun Tong, kami kembali untuk tinggal di kantor cabang, dan Fu-lone mulai melayani sebagai anggota Panitia Cabang Hong Kong. Di kantor cabang, saya pernah bekerja sebagai penata griya dan sebagai resepsionis. Kadang, Fu-lone harus pergi ke daerah lain untuk tugas yang konfidensial, dan saya tidak bisa menemani dia. Tapi, saya sangat senang karena bisa mendukung dia menjalankan semua tanggung jawabnya.

      Fu-lone merilis buku Nubuat Yesaya jilid kedua dalam bahasa Mandarin tradisional dan yang disederhanakan

      Perubahan yang Tidak Terduga

      Pada tahun 2008, hidup saya berubah dalam sekejap. Fu-lone, yang pada waktu itu sedang pergi ke daerah lain, tiba-tiba meninggal. Itu terjadi tidak lama sebelum Peringatan kematian Yesus.

  • Yehuwa Selalu Memberkati Kerelaan Saya
    Kisah Hidup Saksi-Saksi Yehuwa
    • a Untuk membaca tentang bagaimana Fu-lone Liang mengenal kebenaran, silakan lihat 1974 Yearbook of Jehovah’s Witnesses, halaman 51.

      b Untuk membaca tentang salah satu pengalaman Fu-lone di Kwun Tong, silakan lihat 1974 Yearbook of Jehovah’s Witnesses, halaman 63.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan