PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Bila Ketenteraman Perkawinan Terancam
    Menara Pengawal—1988 (Seri 54) | Menara Pengawal—1988 (Seri 54)
    • Jika suami yang tidak beriman mencoba mencegah istri Kristennya melayani Yehuwa, sang istri dapat berupaya untuk berunding dengan dia, dengan bijaksana menyatakan bahwa ia mengakui kebebasan suaminya dalam beragama dan secara masuk akal ia selayaknya juga mendapat perlakuan yang sama. (Matius 7:12) Walaupun ia harus tunduk secara relatif kepada suaminya yang tidak beriman, kehendak Allah yang harus dilaksanakan jika ada konflik. (1 Korintus 11:3; Kisah 5:29) Tentu, menghadiri perhimpunan tiga kali seminggu tidak berlebih-lebihan. Namun istri yang beriman mungkin mendapati bijaksana untuk berada di rumah pada petang hari lainnya dan merencanakan sebagian besar dari dinas pengabarannya pada saat suaminya sedang bekerja dan anak-anak ada di sekolah. Dengan akal sehat dan perencanaan yang baik, ia tidak perlu ’jemu-jemu berbuat baik.’—Galatia 6:9.

      21 Akal sehat juga berlaku untuk soal-soal lain. Misalnya, seseorang berhak mempraktekkan agama tertentu. Namun masuk akal dan bijaksana bagi seorang istri Kristen untuk tidak menaruh Alkitab dan alat-alat bantuan Alkitab miliknya di sembarang tempat, bila suami yang sangat menentang agamanya merasa keberatan. Konflik dapat dihindari jika publikasi-publikasi tersebut disimpan bersama milik pribadinya dan ia belajar pada waktu sedang sendirian. Tentu, ia tidak akan berkompromi dalam prinsip-prinsip yang benar.—Matius 10:16.

      22. Apa yang dapat dilakukan jika ketentraman dalam rumah tangga terganggu hanya karena anak-anak mendapat pengajaran agama?

      22 Jika ketentraman dalam rumah tangga dirusak karena anak-anak mendapat pengajaran agama, istri yang beriman dapat dengan bijaksana mengatur agar anak-anak menemani dia ke perhimpunan dan dalam dinas pengabaran. Namun jika suami dan ayah yang tidak beriman mencegah hal ini, ia dapat mengajar anak-anak prinsip-prinsip Alkitab sehingga bila mereka menjadi dewasa dan meninggalkan rumah, kemungkinan besar mereka akan menganut ibadat yang sejati.

  • Apakah Allah Memanggil Saudara untuk Hidup dalam Damai?
    Menara Pengawal—1988 (Seri 54) | Menara Pengawal—1988 (Seri 54)
    • 4. (a) Dengan singkat ringkaskan apa yang Paulus katakan kepada orang Kristen yang sudah menikah dalam 1 Korintus 7:10-16. (b) Bilamana dapat dikatakan: ”Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera”?

      4 Seperti telah kita perhatikan dalam artikel sebelumnya, rasul Paulus menganjurkan orang Kristen yang sudah menikah agar tidak meninggalkan pasangan mereka. (1 Korintus 7:10-16) Mengingat kata-kata Paulus, jika pasangan yang tidak beriman memutuskan untuk tinggal bersama teman hidup Kristennya, pihak yang beriman harus berupaya untuk membantunya secara rohani. (1 Petrus 3:1-4) Pertobatannya akan sangat membantu menjadikan rumah suatu tempat yang tenang dan tentram. Namun, jika pihak yang tidak beriman dengan keras menentang iman teman hidupnya yang beriman sehingga ia memutuskan untuk berpisah, apa yang dapat dilakukan orang Kristen tersebut? Jika pihak yang beriman berupaya memaksa untuk tetap tinggal bersama, pihak yang tidak beriman mungkin akan membuat keadaan begitu tidak menyenangkan sehingga orang Kristen itu sama sekali akan kehilangan ketenteraman. Jadi demi kedamaian, pihak yang beriman dapat membiarkan pihak yang tidak beriman pergi. (Matius 5:9) Hanya bila teman hidup yang tidak beriman pergi dapat dikatakan: ”Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.”

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan