PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Mengapa Mengendalikan Kemarahan Anda?
    Sedarlah!—1997 | 8 Juni
    • PERISTIWA yang tidak menyenangkan berikut ini baru permulaannya. ”Karena sekarang sayalah kepala di rumah ini, kamu tidak boleh mempermalukan saya kalau saya terlambat,” bentak Tomi kepada wanita yang baru dinikahinya, Sri.a Selama lebih dari 45 menit ia marah-marah kepada Sri seraya memaksanya untuk tetap duduk di sofa. Caci maki menjadi makanan sehari-hari dalam perkawinan mereka. Sungguh menyedihkan, perilaku Tomi yang penuh kemarahan semakin menjadi-jadi. Ia membanting pintu, menggebrak meja dapur, dan mengemudi dengan ugal-ugalan sambil memukul-mukul setir, sehingga membahayakan jiwa orang lain.

  • Mengapa Mengendalikan Kemarahan Anda?
    Sedarlah!—1997 | 8 Juni
    • Juga, manusia pada umumnya gagal mempertimbangkan konsekuensinya. Akan ada akibat buruknya bila kita gagal mengendalikan kemarahan kita. Misalnya, apa konsekuensi yang paling jelas jika seorang suami meluapkan kemarahan kepada istrinya sampai-sampai ia menghantam dinding hingga berlubang? Rumahnya rusak. Boleh jadi tangannya cedera. Tetapi lebih jauh lagi, bagaimana pengaruh ledakan kemarahannya terhadap kasih dan respek istrinya kepada dia? Dinding dapat diperbaiki dalam beberapa hari, dan tangannya dapat sembuh dalam beberapa minggu; tetapi berapa lama dibutuhkan untuk mendapatkan kembali kepercayaan dan respek dari istrinya?

  • Mengapa Mengendalikan Kemarahan Anda?
    Sedarlah!—1997 | 8 Juni
    • Apakah Tomi, yang disebutkan di awal, berupaya mengendalikan emosinya? Apakah ia sanggup mengendalikan diri sehingga tidak terjerumus dengan cepat menuju bencana? Sungguh disesalkan, ia kini bukan hanya membentak melainkan juga mendorong dengan penuh kekerasan. Tudingan jarinya mengarah kepada hantaman fisik yang mengakibatkan babak belur. Tomi dengan hati-hati menghindari daerah-daerah memar yang dapat terlihat dengan mudah dan mencoba menyembunyikan perilakunya. Namun, pada akhirnya, ia mulai menendang, meninju, menjambak, dan melakukan yang lebih buruk lagi. Sekarang Sri berpisah dengan Tomi.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan