PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Senangkan Hati Yehuwa dengan Memelihara Integritas!
    Menara Pengawal—1986 (Seri 21) | Menara Pengawal—1986 (Seri 21)
    • Senangkan Hati Yehuwa dengan Memelihara Integritas!

      ”Baik hidup atau mati, kita adalah milik [Yehuwa].”—ROMA 14:8.

      1, 2. (a) Mengapa Saksi-Saksi Yehuwa bertekad untuk memelihara integritas mereka kepada Allah? (b) Tetapi pertanyaan-pertanyaan apa timbul?

      KATA-KATA rasul Paulus di atas dengan bagus menyatakan perasaan dari satu-satunya umat yang memelihara integritas pada abad ke-20 ini! Jika kita mendapat hak istimewa untuk tetap hidup dan menyaksikan sistem yang jahat sekarang ini hancur di depan mata kita, betapa menyenangkan hal itu! Namun jika kita harus mati dalam dinas Allah, apa boleh buat. Bagaimanapun juga, kita bertekad untuk menjadi saksi-saksi yang loyal dari Allah kita, Yehuwa. Kita akan memelihara integritas kepadaNya. Mengapa? Karena hidup atau mati, kita memang milik Yehuwa!

      2 Tetapi, apa gerangan integritas itu? Integritas menuntut apa dari kita? Dan apakah memelihara integritas benar-benar penting bagi Allah?

      Integritas dan Tuntutannya

      3. Menurut Alkitab, apa artinya memelihara integritas?

      3 Dalam Firman Allah, integritas atau ketulusan hati menyatakan kekuatan dan kelengkapan secara moral, tidak bersalah dan tidak bercela. Ini berarti pengabdian yang teguh kepada kebenaran. Sebenarnya, integritas menuntut pengabdian yang tidak terpatahkan kepada suatu pribadi—kepada Allah Yehuwa. Ya, memelihara integritas berarti terus melakukan kehendak yang mulia dari Yehuwa.

      4. Siapakah yang pertama mematahkan integritas, dan ia mendorong pasangan manusia yang pertama untuk berbuat apa?

      4 Pribadi yang pertama mematahkan integritas ialah makhluk roh yang membawa pasangan manusia pertama kepada haluan pemberontakan melawan Pencipta mereka. Adam dan Hawa mempunyai kesempatan untuk menyatakan integritas mereka kepada Yehuwa dengan menghormati larangan Allah mengenai pohon pengetahuan. Tetapi karena ditekan oleh Musuh dengan bujukannya yang bersifat mementingkan diri, mereka mengalah dan menjadi tidak taat. Hati mereka tidak terbukti tidak bercela dalam peraturan-peraturan Yehuwa, dan mereka tidak memelihara integritas kepadaNya.—Mazmur 119:1, 80.

      5. Pemberontakan Setan menimbulkan sengketa apa, dan bagaimana hal ini dibuktikan oleh pengalaman Ayub yang jujur?

      5 Pemberontakan Setan menimbulkan sengketa mengenai sahnya kedaulatan Allah atas semua ciptaanNya, hak Yehuwa untuk menuntut ketaatan mereka sepenuhnya. Jadi keraguan mengenai integritas manusia kepada kehendak Allah yang mulia menjadi bagian penting dari sengketa kedaulatan universal. Bukti mengenai hal ini nyata dalam hal Ayub hamba Yehuwa, seorang pria yang tidak bercela, jujur, dan takut akan Allah. (Ayub 1:1) Ayub tidak menyimpang dari jalan Allah yang benar. Imoralitas seks tidak dapat menyimpangkan dia. Ia tidak pernah berat sebelah dalam penilaian atau berlaku tidak pemurah terhadap janda-janda, anak-anak yatim, atau orang-orang miskin. Ia tidak menaruh keyakinan pada kekayaan materi, melainkan percaya penuh kepada Yang Maha Tinggi. (Ayub 31:7-40) Namun si Iblis menuduh bahwa Ayub melayani Allah untuk alasan-alasan yang mementingkan diri. Meskipun Yehuwa mengijinkan Setan untuk merampas harta benda dan bahkan anak-anak Ayub, Musuh besar itu tidak dapat mematahkan integritas pria yang jujur tersebut. Bahkan penyakit yang parah dan kritikan yang mengecilkan hati dari penghibur-penghibur palsu ternyata gagal, karena Ayub terbukti tetap memelihara integritas.—Ayub 1:6–2:13; 27:5, 6; 31:6; 42:8, 9.

      6. Apa yang dituntut dari mereka yang ”adalah milik [Yehuwa]”?

      6 Maka umat manusia mempunyai hak istimewa yang tidak ternilai untuk menyumbang kepada pengudusan nama suci Allah. Bagaimana? Dengan memelihara integritas, menunjukkan bahwa mereka dengan loyal mendukung kedaulatan universal Yehuwa. Maka, apa yang dituntut dari mereka yang ”adalah milik [Yehuwa]”? Kita harus melayani Allah dengan pengabdian penuh, tidak pernah lupa bahwa Yehuwa adalah ”Allah yang menuntut pembaktian yang eksklusif.”—Keluaran 20:5.

      Kita Dapat Menyenangkan Hati Yehuwa

      7, 8. (a) Karena kita tidak sempurna, bagaimana kita dapat memelihara integritas kita kepada Allah? (b) Jika kita memelihara integritas, bagaimana Amsal 27:11 berlaku atas kita?

      7 Karena kita semua tidak sempurna, kita tidak dapat dengan sempurna memenuhi standar-standar Allah yang benar. Jadi, memelihara integritas tidak berarti tindakan atau tutur kata yang sempurna. Tetapi, ini berarti pembaktian sepenuh hati. Jadi, meskipun Daud melakukan dosa yang serius, ia ’hidup dengan tulus hati.’ (1 Raja 9:4) Ia menerima teguran, memperbaiki haluannya dan dengan demikian membuktikan bahwa hatinya dipenuhi dengan kasih yang sungguh-sungguh untuk Yehuwa. (Mazmur 26:1-12) Kita juga dapat memperlihatkan kasih sedemikian, yaitu bertindak ”dengan ketulusan hati.”—Mazmur 78:72.

      8 Haluan memelihara integritas dapat kita tempuh karena kita mempunyai iman yang dalam kepada Allah Yehuwa dan sepenuhnya percaya kepadaNya dan kekuasaanNya untuk menyelamatkan kita. (Mazmur 25:21; 41:13) Memang tidak mudah untuk memelihara integritas kita, karena Setan si Iblis—musuh terbesar dari Yehuwa dan kita—membutakan pikiran orang-orang yang tidak beriman dan ”menyesatkan seluruh dunia.” (Wahyu 12:9; 2 Korintus 4:4) Namun, seperti Ayub, kita dapat memelihara integritas. Meskipun kita tidak sempurna, kita tetap dapat menyenangkan hati Allah kita yang pengasih. Seperti dikatakan Amsal 27:11, ”Anakku, hendaklah engkau bijak, sukakanlah hatiku, supaya aku dapat menjawab orang yang mencela aku.” Namun, menyenangkan sekali bahwa sebagai hamba-hamba Yehuwa yang loyal, kita dapat memberi Allah suatu jawaban yang jitu kepada MusuhNya yang mencela. Jadi kita perlu sekali memelihara integritas. Sebagai orang-orang yang memelihara integritas, kita dapat menyenangkan hati Yehuwa. Dan hal ini benar-benar mendatangkan sukacita bagi kita!

      Barisan Panjang dari Pemelihara-Pemelihara Integritas

      9. Siapakah beberapa dari ”awan” besar saksi-saksi Yehuwa yang memelihara integritas, dan mereka bertekun menghadapi ujian integritas apa?

      9 Sebenarnya, Saksi-Saksi Yehuwa dewasa ini adalah bagian dari barisan yang panjang dari pemelihara-pemelihara integritas. Barisan ini dapat ditelusuri sampai kepada Habel yang setia. Jadi dalam barisan itu terdapat pria-pria dan wanita-wanita seperti Habel, Henokh, Nuh. Abraham, Sara, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Rahab, Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud, dan Samuel. Pemelihara-pemelihara integritas Sadrakh. Mesakh, dan Abednego, tidak mau menyembah patung yang didirikan oleh raja Babel Nebukadnezar dan dilemparkan ke dalam dapur api yang dipanaskan dengan luar biasa. Jelas bahwa merekalah yang dimaksud ”memadamkan api yang dahsyat.” Saksi-saksi Yehuwa lain dari jaman pra-Kristen ’diejek, dipukuli, dipenjarakan, dirajam, diadili, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kesukaran dan siksaan.’ Tentu kita setuju dengan Paulus, yang menyatakan, ”Dunia ini tidak layak bagi mereka.” Betapa menggembirakan untuk dikelilingi oleh ”awan” yang sedemikian besarnya dari saksi-saksi yang memelihara integritas!—Ibrani 11:1–12:1; lihat juga Daniel, pasal 3.

      10. Bagaimana rasul Paulus menyenangkan hati Yehuwa?

      10 Dengan keberanian dan kekuatan yang diberikan Allah, rasul Paulus dapat bertahan ketika dipenjarakan, dipukuli, mengalami karam kapal, menghadapi banyak bahaya, malam-malam tanpa tidur, lapar, haus, kedinginan, tanpa pakaian, dan ”kerap kali dalam bahaya maut.” (2 Korintus 11:23-27) Ia mengalami keadaan-keadaan sukar tersebut demi pelayanan, dan dalam segala sesuatu ia menyenangkan hati Yehuwa sebagai pemelihara integritas yang gagah berani. Kita juga dapat berbuat demikian.

      11. Dalam hal integritas, teladan apa diberikan oleh Yesus?

      11 Yang paling menonjol di antara pemelihara-pemelihara integritas ialah ”Wakil Utama dan Penyempurna iman kita,” Yesus Kristus. Ketika digoda di padang belantara oleh si Iblis, Yesus tetap memegang teguh integritasnya, dan akhirnya mengatakan, ”Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis, ’Engkau harus menyembah [Yehuwa], Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!’” Karena jelas tidak berdaya menghadapi tekad sedemikian yang berasal dari Allah, si Iblis meninggalkan Yesus. Itu bukanlah serangan Setan yang terakhir atas Yesus, tetapi si Iblis tidak berdaya untuk mematahkan integritas Putra Allah. ’Yesus bertekun memikul tiang siksaan ganti sukacita yang disediakan bagiNya,’ ia tidak pernah gagal memelihara integritas. Semoga kita selalu mengikuti contohnya yang menonjol sekali dan menyenangkan hati Yehuwa sebagai pemelihara-pemelihara integritas.—Ibrani 12:2, 3, NW; Matius 4:1-11.

      12, 13. Ujian integritas apa dapat dihadapi orang-orang Kristen yang mula-mula dengan sukses?

      12 Yesus mengatakan kepada murid-muridnya, ”Kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu.” (Matius 10:22) Hal itu betul-betul terjadi atas orang-orang Kristen sejati! Dalam bukunya Christianity and the Roman Government, E. G. Hardy menulis, ”Nampaknya meyakinkan, dari surat Pliny maupun dekrit resmi dari Trayan, bahwa orang-orang Kristen dapat dihukum hanya karena sebuah nomen [nama] saja, atau hanya karena mengaku Kristen, terlepas dari perincian atau bukti dari kejahatan-kejahatan yang pasti.”

      13 Betapa hebatnya ujian-ujian integritas yang dengan sukses dapat dihadapi orang-orang Kristen yang mula-mula itu dengan kekuatan dari Allah! Misalnya, mengenai mereka dikatakan, ”Kadang-kadang, mereka disiksa dan dilemparkan kepada binatang-binatang buas yang lapar di arena sebagai hiburan bagi masyarakat.” Tetapi, meskipun penderitaan sedemikian, dikatakan bahwa ”penganiayaan justru menguatkan iman mereka dan menghasilkan banyak orang yang bertobat kepada paham mereka.” (From the Old World to the New atau Dari Dunia Tua ke Dunia Baru, oleh Eugene A. Colligan dan Maxwell F. Littwin, 1932, halaman 90-1) Demikian pula dengan saksi-saksi Yehuwa yang memelihara integritas pada abad ke-20 ini. Kaki tangan si Iblis terbukti bukan tandingan mereka.

      14, 15. Siapakah ”dua saksi” itu, dan apa yang mereka alami pada tahun 1918 dan 1919?

      14 Pikirkan apa yang dialami hamba-hamba Yehuwa yang terurap, ”dua saksi” kiasan, pada tahun 1918 dan 1919, ketika musuh-musuh mereka ”merancangkan bencana berdasarkan ketetapan.” (Wahyu 11:3, 7-10; Mazmur 94:20) J. F. Rutherford (pada waktu itu presiden Lembaga Menara Pengawal) dan tujuh rekannya dipenjarakan dengan tidak adil. Pada waktu itu, ’kedua saksi’ tersebut dibunuh, dalam arti pekerjaan bernubuat yang mereka lakukan dihentikan, dan musuh-musuh mereka bersukacita. Dalam bukunya Preachers Present Arms (Senjata Para Pengabar Sekarang), Ray H. Abrams menyatakan, ”Suatu analisa dari seluruh kasus [menyangkut Rutherford dan rekan-rekannya] menghasilkan kesimpulan bahwa gereja-gereja dan kaum ulama sejak semula berada di belakang gerakan untuk membasmi [Siswa-Siswa Alkitab]. . . . Ketika berita tentang hukuman dua puluh tahun sampai pada redaksi-redaksi pers agama, hampir setiap orang dari penerbit-penerbit ini, besar dan kecil, bergembira dengan kejadian tersebut. Saya tidak dapat menemukan kata-kata simpati apapun dalam salah satu dari majalah-majalah agama ortodoks tersebut.”

      15 Tetapi, akhirnya kedelapan Siswa-Siswa Alkitab yang dipenjarakan itu dibebaskan sama sekali dari semua tuduhan, sehingga sangat menjengkelkan Setan dan kaki tangannya. Karena dihidupkan kembali oleh roh Allah ”kedua saksi” itu, balatentara orang-orang terurap yang kecil jumlahnya, sekali lagi berdiri di atas kaki mereka sebagai pemberita-pemberita Kerajaan. (Wahyu 11:11) Dan musuh-musuh Yehuwa dengan sia-sia berjuang melawan pemelihara-pemelihara integritas sedemikian sejak itu.

      16. Bagaimana seorang pemelihara integritas muda menyatakan dirinya?

      16 Sebagai contoh: Pikirkan kata-kata penuh keberanian dari seorang pemuda yang ditujukan kepada keluarganya ketika ia menantikan kematian di tangan para penganiaya Nazi. Ia menulis, ”Kini sudah lewat tengah malam. Masih ada waktu bagi saya untuk mengubah keputusan. Ah! dapatkah saya merasa bahagia lagi dalam dunia ini setelah saya menyangkal Tuhan kita? Pasti tidak! Tetapi kini kalian dapat yakin bahwa saya meninggalkan dunia ini dengan bahagia dan tenang.” Apakah kedengarannya seperti seorang pematah integritas yang lemah, pengecut dan kalah? Tentu tidak!

      17. Apa pengaruh dari penangkapan Saksi-Saksi Yehuwa di Uni Soviet atas kegiatan pemberitaan Kerajaan mereka?

      17 Usaha-usaha untuk mematahkan integritas hamba-hamba Yehuwa terus berlangsung. Misalnya, dalam bukunya Religion in the Soviet Union (Agama di Uni Soviet), wartawan Walter Kolarz menceritakan tentang penangkapan massal atas Saksi-Saksi Yehuwa pada awal tahun 1951 dan mengatakan, ”Saksi-Saksi itu sendiri memperkirakan bahwa jumlah seluruhnya ada 7.000 orang yang dibuang, ke Ural, Siberia, ke ujung sebelah utara (Vorkuta) dan Kazakhstan.” Ia menambahkan, ”Ini bukan akhir dari ’Saksi-Saksi’ di Rusia, melainkan hanya awal dari sebuah pasal baru dalam kegiatan mereka untuk mentobatkan. Mereka bahkan mencoba menyebarkan iman mereka bila mereka berhenti di stasiun-stasiun dalam perjalanan menuju pembuangan. Dalam mengasingkan mereka Pemerintah Soviet benar-benar melakukan sesuatu yang baik sekali bagi penyebaran iman mereka. Dari desa pengasingan mereka ’Saksi-Saksi’ itu dibawa ke suatu dunia yang lebih luas, bahkan meskipun ini hanya dunia yang mengerikan dari kamp-kamp konsentrasi dan kerja paksa.” Di sana hamba-hamba Yehuwa menemukan banyak orang yang dengan penuh sukacita menerima berita Kerajaan yang membesarkan hati.—Bandingkan Kisah 11:19-21.

      Bagaikan Bala Tentara yang Menang

      18, 19. Bagaimana kita dapat menang sebagai pemelihara-pemelihara integritas?

      18 Penganiayaan atas umat Allah terus berlangsung sampai sekarang. Maka bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa dapat menang sebagai pemelihara-pemelihara integritas? Hal itu mungkin karena kita mentaati Firman Allah, dan kita ”mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.” Sebagai saksi-saksi yang loyal dari Yehuwa, kita ’tidak menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubah oleh pembaharuan budi kita.’ Dengan sukacita kita melakukan apa yang menyenangkan Yehuwa, dan Ia memberi kita kemenangan atas musuh-musuh kita, hantu-hantu dan manusia.—Ibrani 5:12-14; Roma 12:1, 2.

      19 Kita yang ”adalah milik [Yehuwa]” dapat disamakan seperti bala tentara yang menang. Perjuangan kita memang secara rohani, dan kita ”kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasaNya.” Kita mengenakan perlengkapan senjata rohani Allah, dan roh suciNya mendukung kita. Karena itu kita ”dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.” (Efesus 6:10-20; 2 Korintus 10:3, 4) Ya, dan karena itu kita akan terus menang sebagai pemelihara-pemelihara integritas.

      20. Bantuan dan jaminan apa yang kita miliki seraya kita berusaha untuk memelihara integritas kita?

      20 Kita pasti merupakan suatu bala tentara yang lain dari yang lain. Ya, di antara kita bahkan terdapat ”wanita-wanita yang membawa kabar baik itu merupakan tentara besar”! (Mazmur 68:11) Meskipun kita menghadapi musuh yang menakutkan, ”lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” (2 Raja 6:16) Para malaikat menyertai kita bila kita memberitakan kabar baik kepada penduduk bumi. (Wahyu 14:6) Dan sebagai pemelihara-pemelihara integritas, kita mempunyai keyakinan bahwa ’setiap senjata yang ditempa terhadap kita tidak akan berhasil.’—Yesaya 54:17.

      21. Meskipun kita mengalami penindasan, apa yang terus berlangsung?

      21 Tidak diragukan lagi, batas-batas pertempuran sudah ditetapkan. Kekuatan Setan bertekad untuk menghentikan pekerjaan kesaksian kita. Maka, kita harus ”memperjuangkan perjuangan yang baik.” (1 Timotius 1:18) Dengan Yesus Kristus yang dimuliakan sebagai Komandan dan Pemimpin kita, marilah kita masing-masing melayani ”sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.” (2 Timotius 2:3, 4) Meskipun kita dipukul dari segala arah, kita harus—dan akan, dengan kasih kemurahan Allah—berdiri teguh sebagai pemelihara-pemelihara integritas. Wajah kita akan berseri-seri melihat pertambahan demi pertambahan. Jumlah yang makin lama makin besar dari ”barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa” masuk dan memenuhi rumah Yehuwa dengan kemuliaan. (Hagai 2:7) Meskipun penganiayaan, pemenjaraan, pemukulan, larangan atas pekerjaan kita di berbagai negeri, dan usaha-usaha yang intensif untuk membungkamkan kita, pekerjaan besar menjadikan murid terus berlangsung dan makin meningkat.—Matius 24:14; 28:19, 20.

      22. Sebagai milik Yehuwa, apa yang harus kita lakukan?

      22 Seraya puji-pujian kepada Yehuwa semakin nyaring, kinilah waktunya setiap orang di bumi harus mengambil keputusan. Betapa besar hak istimewa yang kita miliki untuk menyiarkan kabar baik dan mengajar orang-orang yang menerima ibadat sejati! Maka, seraya ”kumpulan besar” makin berkembang, semoga kita terus bekerja sebagai hamba-hamba yang gagah berani dari Allah Yang Maha Tinggi. (Wahyu 7:9) ”Hidup atau mati, kita adalah milik [Yehuwa].” Jadi marilah kita terus mengejar cita-cita kehidupan, dengan selalu bersyukur atas hak istimewa kita yang mulia untuk menyenangkan hati Yehuwa dengan memelihara integritas!

  • Penghiburan bagi para Pemelihara Integritas
    Menara Pengawal—1986 (Seri 21) | Menara Pengawal—1986 (Seri 21)
    • Penghiburan bagi para Pemelihara Integritas

      ”Engkau menopang aku karena ketulusanku.”—MAZMUR 41:12.

      1. Mengapa umat Yehuwa membutuhkan penghiburan?

      SAKSI-SAKSI Yehuwa yang memelihara integritas membutuhkan penghiburan karena mereka menjadi sasaran penganiayaan. Memang, mereka harus menantikan ujian sedemikian, karena Yesus Kristus mengatakan kepada pengikut-pengikutnya, ”Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu.” (Yohanes 15:20) Terutama sekarang umat Yehuwa membutuhkan penghiburan. Mengapa? Karena oknum yang pertama mematahkan integritas, Setan si Iblis, telah dicampakkan ke wilayah sekitar bumi, dan waktu baginya singkat saja. Jadi, ia menyusun kekuatannya yang terakhir sebagai pejuang yang menentang Allah dan hamba-hambaNya.—Wahyu 12:7-9, 17.

      2. Bagaimana perasaan orang-orang Kristen terhadap penderitaan saudara-saudara seiman mereka?

      2 Sebagai hamba-hamba Yehuwa, kita berdoa dengan sungguh-sungguh bagi saudara-saudari kita yang harus bekerja dalam keadaan dilarang atau diancam dan diperlakukan dengan kejam oleh para penganiaya. (Kisah 12:1; 2 Tesalonika 1:4) Kita memuji orang-orang Kristen yang setia menahan celaan dari mereka yang murtad dan orang-orang lain. (Matius 5:11) Kita mempunyai keprihatinan yang pengasih terhadap saudara-saudara seiman yang ditentang oleh sanak keluarga atau hidup dalam keluarga yang terbagi secara agama. (Matius 10:34-36) Dan kita benar-benar bersimpati terhadap para pemelihara integritas yang menderita kelemahan tubuh dan penyakit yang tak sembuh-sembuh. Namun apa alasan dari semua penderitaan ini? Dan penghiburan apakah yang ada bagi pria-pria dan wanita-wanita yang tulus hati?

      Ingatlah Alasan dan Tempat Berlindung

      3. Setan menggunakan cara-cara penganiayaan dalam usaha apa?

      3 Melalui manusia atau pengaruh hantu-hantu, si Iblis berusaha ’menelan’ orang-orang Kristen. (1 Petrus 5:8) Ya, Setan menggunakan cara penganiayaan dan kesukaran lain dalam usaha untuk merusak hubungan kita dengan Allah Yehuwa, agar kita mematahkan integritas dan tidak loyal. Namun dalam semua hal, apakah kita tidak berdaya? Sama sekali tidak!

      4. Bila menghadapi penganiayaan dan kesukaran lain, para pemelihara integritas dapat yakin akan apa?

      4 Yehuwa akan menjadi Perlindungan kita jika kita sungguh-sungguh mencari bantuanNya. Bila mengalami penganiayaan dan kesukaran lain, kita dapat memohon kepadaNya sama seperti penulis mazmur Daud, ”Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepadaMulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayapMu aku akan berlindung, sampai berlalu penghancuran itu.” (Mazmur 57:2) Sebagai pemelihara integritas, kita dapat yakin bahwa, pada waktunya, pembebasan akan datang dari Yehuwa, Perlindungan kita. Dan kita dapat yakin seperti Daud ketika ia mengatakan dalam doa kepada Allah, ”Tetapi aku, Engkau menopang aku karena ketulusanku, Engkau membuat aku tegak di hadapanMu untuk selama-lamanya.”—Mazmur 41:13.

      5. Sifat apa yang dibutuhkan orang-orang Kristen yang dianiaya, dan harapan apakah yang kita miliki?

      5 Namun, karena ujian-ujian dapat berlangsung untuk suatu waktu lamanya, kita perlu memupuk ketekunan. Rasul Paulus menganjurkan orang-orang Kristen Ibrani untuk ”ingatlah akan masa yang lalu . . . [ketika mereka] banyak menderita oleh karena [mereka] bertahan dalam perjuangan yang berat.” Ia selanjutnya menulis, ”Kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” (Ibrani 10:32-36) Bagi orang-orang Kristen yang terurap, penggenapan janji-janji Allah akan menghasilkan pahala hidup kekal di surga Tetapi bagi ”kumpulan besar,” ada harapan hidup kekal dalam suatu firdaus di bumi. (Wahyu 7:9; Lukas 23:43) Sungguh, keselamatan kepada hidup kekal tidak mustahil bagi semua yang bertekun sampai akhir sebagai pemelihara-pemelihara integritas.—Markus 13:13.

      6. Mengapa ada di kalangan Saksi-Saksi Yehuwa yang terutama membutuhkan ketekunan, dan bantuan apakah yang mereka dapatkan?

      6 Selama puluhan tahun, Saksi-Saksi Yehuwa di beberapa negeri terutama ”memerlukan ketekunan.” Mengapa? Karena mereka harus melaksanakan dinas suci mereka dalam daerah yang sukar atau sambil menghadapi berbagai kesulitan, termasuk larangan pemerintah. Mungkin saudara sendiri harus menderita kesehatan yang tidak baik atau tentangan dari keluarga terhadap tujuan Kristen saudara. Ujian-ujian sedemikian akan menghentikan mereka yang bersandar pada kekuatan manusia belaka, tetapi hal itu tidak akan menghentikan Saksi-Saksi Yehuwa karena ”pertolongan [mereka] ialah dari [Yehuwa], yang menjadikan langit dan bumi.”—Mazmur 121:1-3.

      7. (a) Ujian-ujian yang terus berlangsung memberi kita kesempatan apa? (b) Mengapa kita dapat mempercayai apa yang dikatakan Paulus di Filipi 4:13?

      7 Ada keadaan-keadaan yang mungkin harus kita derita dengan sabar sampai akhir sistem ini. Tetapi ujian yang tak henti-hentinya memberi kita kesempatan untuk membuktikan integritas kita kepada Allah dan menyenangkan hatiNya. (Amsal 27:11) Pada waktu yang sama, Yehuwa memberikan kekuatan yang dibutuhkan untuk bertekun dengan setia. Rasul Paulus menulis, ”Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13) Saudara dapat mempercayai kata-kata yang meyakinkan itu, karena hal itu selalu terbukti benar dalam hal ”semua saudara-saudaramu di seluruh dunia.”—1 Petrus 5:9, 10.

      Pemelihara-Pemelihara Integritas Menganjurkan Kita

      8. Jelaskan bagaimana para pemelihara integritas dalam keluarga yang terbagi dapat diberkati.

      8 Benar-benar suatu sumber anjuran yang besar melihat integritas dipelihara oleh ’semua saudara kita di seluruh dunia.’ Ada yang mendapat pahala limpah karena memelihara integritas mereka kepada Yehuwa dalam keluarga yang terbagi. Misalnya, ketika seorang wanita Katolik di Irlandia mulai belajar Alkitab, suaminya sangat menentang dan mengancam untuk menceraikannya. Meskipun demikian, wanita itu meneruskan pelajaran, dan pada suatu hari ia memberikan kepada suaminya buku Saudara Dapat Hidup Kekal dalam Firdaus di Bumi. Sang suami terkesan akan isinya yang jelas, langsung dan terus terang, dan gambar-gambarnya yang bagus Tidak lama kemudian ia belajar Alkitab dengan, bantuan buku ini. Ia berhenti merokok, dan tidak lama setelah itu pasangan tersebut mengundurkan diri dari Gereja Katolik dan membuang apa yang dianggap gambar-gambar suci. Dalam waktu singkat, wanita itu dibaptis dan ikut ambil bagian dalam pekerjaan perintis ekstra, sedangkan suaminya membuat kemajuan yang baik dalam pelayanan. Pengalaman-pengalaman sedemikian dapat benar-benar menganjurkan mereka dalam keluarga yang terbagi yang bertekun sebagai pemelihara-pemelihara integritas.—1 Korintus 7:12-16.

      9. Bagaimana para pemelihara integritas yang lemah jasmaninya dapat membantu orang-orang lain?

      9 Para pemelihara integritas lain juga terbukti setia meskipun keadaan tubuhnya lemah. Di Inggris, seorang Kristen yang cacat harus memakai kursi roda. Walaupun demikian ia mendapatkan kepuasan dalam pelayanannya. Ia menulis, ”Meskipun saya tidak dapat bekerja duniawi sejak 1949, Yehuwa senang menggunakan saya selama ini. Jadi tahun-tahun berlalu dengan cepat. Saya belajar bahwa bahkan seseorang yang cacat berat dapat memberikan pelayanan yang besar kepada orang lain. Istri saya dan saya menjadi semacam jangkar bagi banyak orang di sidang. Karena keadaan kami, kami selalu ada di sini, selalu siap membantu.” Ya, orang-orang Kristen yang mempunyai gangguan fisik, janganlah merasa kecil hati, karena mereka dapat menjadi sumber anjuran bagi orang lain.

      10. Dengan tidak menyerah kepada penganiayaan, bagaimana para pemelihara integritas dapat membantu saudara-saudara seiman?

      10 Para pemelihara integritas tidak menyerah kepada penganiayaan. Seorang saudara yang dipenjarakan karena mempertahankan kenetralan Kristen, mengatakan, ”Pukulan . . . sudah menjadi bagian yang tetap dari kehidupan saya, makin banyak jumlahnya dan makin hebat. Saya makin lemah hari demi hari, karena mereka sering tidak memberi saya makan. Saya terus berdoa kepada Yehuwa, dan saya dapat mengatakan bahwa Ia tidak meninggalkan saya. Makin banyak mereka memukul saya, makin kurang saya merasakannya.” Meskipun dihukum selama lebih dari dua tahun di penjara, saksi Yehuwa ini mempertahankan kenetralannya. (Yesaya 2:2-4; Yohanes 15:19) Banyak pemelihara integritas lain mengambil pendirian yang sama. Tentu, memelihara integritas demikian merupakan teladan yang menganjurkan yang dapat menggerakkan saudara-saudara seiman untuk tetap setia.

      Penghiburan yang Tak Henti-hentinya

      11. Jaminan penghiburan apa dari Alkitab dimiliki orang-orang Kristen?

      11 Yang disebut tadi hanya beberapa dari banyak sekali pengalaman yang membuktikan bahwa Yehuwa menyertai umatNya yang setia. Ia adalah ”Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami.” (2 Korintus 1:3, 4) Ya, ”Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.” (Mazmur 46:2-4) Betapa menghibur untuk mengetahui bahwa Ia akan mendukung kita dan saudara-saudara seiman kita dalam semua kesukaran yang kita alami.

      12. Bagaimana haluan memelihara integritas dari Paulus mempengaruhi sesama Kristennya?

      12 Kita dapat memperoleh anjuran dengan melihat sesama penyembah Yehuwa bertekun sebagai orang-orang yang loyal meskipun berbagai kesukaran. Itulah yang terjadi ketika orang lain melihat kesetiaan rasul Paulus. Ia menulis, ”Apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, sehingga telah jelas bagi . . . semua orang lain bahwa aku dipenjarakan . . . Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut.”—Filipi 1:12-14.

      13. Apa pengaruhnya jika kita sendiri memelihara integritas?

      13 Ya, bila kita tahu bahwa saksi-saksi Yehuwa lainnya memelihara integritas kepadaNya di bawah penganiayaan, kita dikuatkan untuk tetap setia. Sebaliknya, jika kita sendiri memelihara integritas ketika diuji, kita menganjurkan orang-orang lain untuk memberitakan firman Allah dengan tidak takut. Dan pasti kita dapat memperoleh kepuasan karena mengetahui bahwa kesetiaan kita menjadi sumber anjuran dan berkat bagi mereka.

      14. Sebutkan dua dari antara cara-cara yang Yehuwa gunakan untuk menghibur kita?

      14 Yehuwa mendukung kita melalui roh suciNya. Sebenarnya, seperti Petrus menulis, ’berbahagialah kita, jika kita dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada pada kita.’ (1 Petrus 4:12-16) Allah juga menghibur kita dan saudara-saudara seiman yang menderita dengan menjawab doa-doa kita. ”Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6, 7) Apakah saudara mempunyai keyakinan yang sama kepada ’Pendengar doa’?—Mazmur 65:2.

      Mendapatkan Penghiburan dari Firman Allah

      15. Bagaimana saudara akan melukiskan kebenaran dari Roma 15:4?

      15 Firman Allah yang suci juga suatu sumber penghiburan yang besar. Seperti dinyatakan Paulus, ”Segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.” (Roma 15:4) Misalnya, jika kita membaca tentang pembebasan Israel secara mujizat dari Mesir atau penyelamatan orang-orang Yahudi pada jaman Ratu Ester, tidakkah hal itu menguatkan keyakinan kita kepada Yehuwa sebagai Penyelamat yang tiada bandingnya? Bagaimana dengan catatan tentang Ayub yang memelihara integritas menghadapi kemalangan yang besar? Pasti hal ini menggambarkan bagaimana hamba-hamba Yehuwa pada jaman modern ini dapat menahan penderitaan dengan kekuatan yang Allah sediakan. ”Penghiburan dari Kitab Suci” dapat benar-benar memenuhi para pemelihara integritas dengan harapan dan anjuran.

      16. Jaminan yang menghibur apa terdapat di 1 Petrus 5:6, 7 dan 1 Korintus 10:13?

      16 Namun bagaimana jika problem-problem membuat kita merasa sedih sekali? Jaminan Alkitab yang menghibur pasti dapat membuat kita merasa aman dalam pemeliharaan Yehuwa dan dapat membantu menghilangkan kesedihan kita. Rasul Petrus menulis, ”Rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikanNya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:6, 7) Ya, Yehuwa ”memelihara kamu.” Benar-benar suatu buah pikiran yang menghibur hati! Apapun yang terjadi tidak ada yang tidak dapat dilihatNya atau tidak dapat dikendalikanNya. Selain itu, Paulus memberikan jaminan ini, ”Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan, kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13) Sebagai seseorang yang bertekad menjadi pemelihara integritas, saudara dapat mengandalkan hal itu!

      17. Persediaan lain apa lagi yang ada untuk memberi kita penghiburan?

      17 Dengan sungguh-sungguh mempelajari Firman Allah dan publikasi-publikasi Kristen yang disediakan oleh ”hamba yang setia dan bijaksana” kita dapat memperoleh penghiburan dalam masa kesukaran. (Matius 24:45-47; Mazmur 119:105) Demikian pula nasihat Alkitab yang baik dari penatua-penatua yang ramah di sidang. Antara lain, mereka dituntut untuk ’menghibur mereka yang tawar hati, membela mereka yang lemah, sabar terhadap semua orang.’—1 Tesalonika 5:14.

      18. Jika kita berkekurangan secara materi, penghiburan apa yang ada bagi kita?

      18 Namun penghiburan apakah yang ada jika kita berkekurangan secara materi? Tentu kita akan merasa terhibur karena mengetahui bahwa akan ada perumahan yang baik, berlimpah-limpah makanan, dan berkat-berkat materi lain dalam Orde Baru Allah. (Mazmur 72:16; 2 Petrus 3:13; bandingkan Yesaya 65:17-25.) Tetapi bahkan sekarang kehidupan Kristen dapat mencegah pemborosan uang untuk kebiasaan merokok yang merugikan, memuaskan diri dalam minuman keras, berjudi, dan sebagainya. Uang yang ditabung dengan cara demikian dapat digunakan untuk memberikan manfaat kepada keluarga. Dengan mengikuti Firman Allah, kita juga dibantu untuk merasa puas dengan kekurangan secara materi. Paulus merasa demikian, karena ia mengatakan, ”Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” (1 Timotius 6:6-8; Filipi 4:11, 12) Dengan berkonsentrasi pada hak istimewa kita dalam dinas Yehuwa kita akan mendapat banyak berkat yang membuat kita benar-benar kaya.—Amsal 10:22.

      19. Bagaimana kita dapat menahan penyakit yang tak sembuh-sembuh?

      19 Namun, bagaimana jika kita harus menderita sakit untuk waktu yang lama? Ini dapat kita tahan dengan bantuan dan hiburan dari Yehuwa yang disediakan melalui FirmanNya. Misalnya, penulis mazmur Daud mengatakan, ”Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! . . . [Yehuwa] membantu dia di ranjangnya waktu sakit.” (Mazmur 41:1-3) Kini bukanlah masanya untuk penyembuhan mujizat. Tetapi Yehuwa memberi orang-orang Kristen yang sakit hikmat dan kekuatan yang dibutuhkan untuk mengatasi penyakit mereka seraya mereka mendahulukan kepentingan Kerajaan dalam kehidupan mereka.—Matius 6:33; 2 Korintus 12:7-10.

      20. Bagaimana kita dapat mengatasi kesedihan bila seseorang yang dikasihi meninggal?

      20 Bagaimana kita dapat mengatasi kesedihan yang dialami bila seseorang yang dikasihi meninggal? Penghiburan dapat diperoleh dari harapan kebangkitan dalam Alkitab. (Yohanes 5:28, 29; Kisah 24:15) Jadi, meskipun kita merasa sedih karena seseorang yang dikasihi meninggal, kita ’tidak berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.’ (1 Tesalonika 4:13) Harapan kebangkitan benar-benar memberikan penghiburan kepada para pemelihara integritas!

      Tetap Yakin kepada Allah Penghiburan

      21. Dengan bertekun menghadapi penganiayaan, sering kali menghasilkan apa?

      21 Yakinlah bahwa Yehuwa, ”Allah sumber segala penghiburan,” tidak pernah akan meninggalkan umatNya yang berbakti dan loyal. (2 Korintus 1:3; Mazmur 94:14) Juga ada gunanya untuk mengingat bahwa penganiayaan yang diderita orang-orang Kristen dapat memuliakan Allah. Perlakuan sedemikian akan menarik perhatian kepada umatNya dan pekerjaan pengabaran Kerajaan mereka, dan hal ini sering menghasilkan pertambahan yang lebih besar dalam jumlah pemuji-pemuji Yehuwa.—Bandingkan Kisah 8:4-8; 11:19-21.

      22. Berkenaan integritas, apa seharusnya tekad kita?

      22 Jadi, dengan bantuan Allah, marilah kita, bertekad untuk tidak menyerah kepada siasat Setan untuk mematahkan integritas kita. Dengan bertindak dalam iman, semoga kita terus percaya kepada Yehuwa. Janganlah kita sekali-kali mengabaikan banyak cara yang Yehuwa gunakan dalam memberikan berkat, mendukung, dan menghibur kita sebagai hamba-hambaNya. Semoga kita membuktikan pengabdian kita kepadaNya dan kepada prinsip-prinsipNya yang benar, menjunjung tinggi kedaulatanNya. Ingat pula, bahwa ini adalah soal yang bersifat sangat pribadi. Teruslah lakukan kehendak ilahi seraya saudara bekerja bersama organisasi Yehuwa dalam jaman yang genting ini. Bersukacitalah atas hak istimewa saudara untuk menyenangkan hati Yehuwa dengan tetap setia kepadaNya, dan tidak lupa bahwa Ia pasti akan memberikan penghiburan kepada semua pemelihara integritas.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan