PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Nabi Masa Lampau dengan Berita Modern
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Satu

      Nabi Masa Lampau dengan Berita Modern

      Yesaya 1:1

      1, 2. (a) Keadaan-keadaan menyedihkan apa yang kita lihat di dunia dewasa ini? (b) Bagaimana seorang senator AS mengungkapkan keprihatinannya tentang kemerosotan kehidupan masyarakat?

      SIAPAKAH dewasa ini yang tidak mendambakan kelegaan dari problem-problem yang dihadapi umat manusia? Namun, betapa sering harapan kita tidak terpenuhi! Kita mendambakan perdamaian, tetapi peperanganlah yang terjadi. Kita menghargai hukum dan ketertiban, tetapi kita tidak dapat membendung semakin meningkatnya perampokan, pemerkosaan, dan pembunuhan. Kita ingin mempercayai tetangga kita, tetapi kita harus mengunci pintu rumah demi keamanan. Kita mencintai anak-anak kita dan berupaya menanamkan nilai-nilai moral yang bagus dalam diri mereka, tetapi sering kali kita tidak berdaya melihat mereka menyerah kepada pengaruh buruk dari teman-teman sebaya mereka.

      2 Kemungkinan besar kita sependapat dengan Ayub yang menyatakan bahwa kehidupan manusia yang singkat ini ”kenyang dengan keresahan”. (Ayub 14:1) Kenyataannya memang demikian dewasa ini karena kehidupan masyarakat sedang merosot dalam skala yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Seorang senator AS menyatakan, ”Perang Dingin memang sudah berakhir, tetapi sangat disesalkan, kini dunia menjadi lahan yang subur bagi aksi balas dendam dan tindakan biadab atas nama etnik, suku, dan agama. . . . Kita telah mengencerkan standar moral kita sedemikian rupa sehingga banyak di antara anak-anak muda menjadi bingung, tawar hati dan terjerumus dalam kesulitan besar. Apa yang kita tuai adalah kelalaian orang-tua, perceraian, penganiayaan anak, kehamilan remaja, putus sekolah, obat bius yang ilegal, dan tindak kekerasan yang merajalela di jalan-jalan. Halnya seolah-olah rumah kita, setelah luput dari gempa bumi hebat yang kita sebut Perang Dingin, kini sedang digerogoti rayap.”

      3. Buku mana dalam Alkitab yang khususnya menawarkan harapan akan masa depan?

      3 Akan tetapi, keadaan kita bukannya tanpa harapan. Sekitar 2.700 tahun yang lalu, Allah mengilhami seorang pria di Timur Tengah untuk mengucapkan serangkaian nubuat yang memiliki makna khusus bagi zaman kita. Berita-berita ini dicatat dalam Alkitab di buku yang menyandang nama sang nabi—Yesaya. Siapakah Yesaya, dan mengapa kita dapat mengatakan bahwa nubuatnya, yang dicatat hampir tiga milenium yang lalu, memberikan terang bagi umat manusia dewasa ini?

      Pria Adil-Benar pada Masa Penuh Gejolak

      4. Siapakah Yesaya, dan kapan ia melayani sebagai nabi Yehuwa?

      4 Di ayat pertama dari bukunya, Yesaya memperkenalkan dirinya sebagai ”putra Amoz”,a dan ia memberi tahu kita bahwa ia melayani sebagai nabi Allah ”pada zaman Uzzia, Yotam, Ahaz dan Hizkia, raja-raja Yehuda”. (Yesaya 1:1) Ini berarti Yesaya terus melayani sebagai nabi Allah bagi suku Yehuda tidak kurang dari 46 tahun, kemungkinan besar sejak akhir pemerintahan Uzzia—sekitar tahun 778 SM.

      5, 6. Apa yang dapat kita simpulkan mengenai kehidupan keluarga Yesaya, dan mengapa?

      5 Jika dibandingkan dengan apa yang kita ketahui mengenai beberapa nabi lainnya, hanya sedikit yang kita ketahui mengenai kehidupan pribadi Yesaya. Kita memang tahu bahwa ia sudah menikah dan bahwa ia menyebut istrinya sebagai ”nabiah”. (Yesaya 8:3) Menurut Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature karya McClintock dan Strong, sebutan ini menunjukkan bahwa kehidupan perkawinan Yesaya ”bukan hanya sejalan, tetapi terjalin erat dengan panggilan hidupnya”. Boleh jadi, seperti halnya beberapa wanita saleh lain di Israel kuno, istri Yesaya juga diberi tugas untuk bernubuat.​—Hakim 4:4; 2 Raja 22:14.

      6 Yesaya dan istrinya memiliki paling tidak dua putra, masing-masing diberi nama yang bermakna nubuat. Putra sulung mereka, Syear-yasyub, menyertai Yesaya sewaktu ia menyampaikan berita dari Allah kepada Raja Ahaz yang fasik. (Yesaya 7:3) Jelaslah, Yesaya dan istrinya menjadikan ibadat kepada Allah sebagai kepentingan keluarga—suatu teladan yang bagus bagi pasangan suami-istri dewasa ini!

      7. Lukiskan keadaan di Yehuda pada zaman Yesaya.

      7 Yesaya dan keluarganya hidup pada periode yang penuh gejolak dalam sejarah Yehuda. Pergolakan politik sudah tidak asing lagi, suap-menyuap menodai proses pengadilan, dan kemunafikan mencabik-cabik struktur keagamaan dalam masyarakat. Mezbah-mezbah untuk dewa-dewi palsu memenuhi puncak-puncak bukit. Bahkan ada raja-raja yang memajukan ibadat kafir. Misalnya, Ahaz, ia tidak sekadar mentoleransi penyembahan berhala di kalangan rakyatnya, melainkan secara pribadi terlibat di dalamnya, bahkan anaknya sendiri ’dilewatkan melalui api’ dalam suatu upacara pengorbanan kepada dewa Kanaan, Molekh.b (2 Raja 16:3, 4; 2 Tawarikh 28:3, 4) Dan, semua ini terjadi di kalangan umat yang sudah terikat dalam hubungan perjanjian dengan Yehuwa!​—Keluaran 19:5-8.

      8. (a) Teladan apa yang diberikan Raja Uzzia dan Raja Yotam, dan apakah rakyat mengikuti contoh mereka? (b) Bagaimana Yesaya memperlihatkan keberanian di tengah-tengah bangsa yang suka memberontak?

      8 Patut dipuji, beberapa orang yang hidup sezaman dengan Yesaya—termasuk beberapa penguasa—berupaya memajukan ibadat sejati. Di antaranya adalah Raja Uzzia, yang melakukan ”apa yang benar di mata Yehuwa”. Sekalipun demikian, selama pemerintahannya, orang-orang tetap ”mempersembahkan korban dan membuat asap korban di tempat-tempat tinggi”. (2 Raja 15:3, 4) Raja Yotam juga ”terus melakukan apa yang benar di mata Yehuwa”. Akan tetapi, ”bangsa itu masih bertindak bejat”. (2 Tawarikh 27:2) Ya, selama sebagian besar masa pelayanan Yesaya sebagai nabi, kerajaan Yehuda berada dalam keadaan rohani dan moral yang memprihatinkan. Pada umumnya, rakyat mengabaikan pengaruh yang baik dari raja-raja mereka. Tidak heran, menyampaikan berita dari Allah kepada bangsa yang keras kepala ini bukanlah tugas yang mudah. Meskipun demikian, Yesaya tidak ragu-ragu sewaktu Yehuwa mengajukan pertanyaan, ”Siapakah yang akan kuutus, dan siapakah yang akan pergi untuk kami?” Ia berseru, ”Ini aku! Utuslah aku.”​—Yesaya 6:8.

      Berita Keselamatan

      9. Apa arti nama Yesaya, dan bagaimana ini berhubungan dengan tema bukunya?

      9 Nama Yesaya berarti ”Keselamatan dari Yehuwa”, dan arti nama ini bisa dikatakan menjadi tema beritanya. Memang, beberapa nubuat Yesaya berisi pokok-pokok tentang penghakiman. Namun, tema keselamatan terdengar lantang dan jelas. Berulang-ulang, Yesaya menceritakan bahwa pada waktunya Yehuwa akan membebaskan orang-orang Israel dari penawanan di Babilon, dengan mengizinkan suatu sisa untuk kembali ke Zion dan memulihkan kesemarakan negeri itu. Hak istimewa untuk mengucapkan dan menulis nubuat-nubuat sehubungan dengan pemulihan Yerusalem yang dikasihinya pastilah mendatangkan sukacita yang besar bagi Yesaya!

      10, 11. (a) Mengapa buku Yesaya menarik minat kita dewasa ini? (b) Bagaimana buku Yesaya mengarahkan perhatian kepada Mesias?

      10 Tetapi, apa hubungannya berita-berita penghakiman dan keselamatan ini dengan kita? Syukurlah, Yesaya tidak bernubuat semata-mata demi kepentingan kerajaan Yehuda dua suku. Sebaliknya, beritanya memiliki makna khusus untuk zaman kita. Yesaya memberikan gambaran yang menakjubkan tentang bagaimana Kerajaan Allah akan segera mendatangkan berkat-berkat yang mulia untuk bumi kita. Sehubungan dengan ini, sebagian besar tulisan Yesaya berfokus pada Mesias yang dinubuatkan, yang akan memerintah sebagai Raja Kerajaan Allah. (Daniel 9:25; Yohanes 12:41) Pasti bukanlah suatu kebetulan jika nama Yesus dan Yesaya menyatakan gagasan yang hampir sama, karena nama Yesus berarti ”Yehuwa Adalah Keselamatan”.

      11 Memang, Yesus baru dilahirkan sekitar tujuh abad setelah zaman Yesaya. Namun, nubuat-nubuat mengenai Mesias yang terdapat dalam buku Yesaya begitu terperinci dan akurat, seolah-olah itu adalah laporan saksi mata tentang kisah kehidupan Yesus di bumi. Sebuah sumber menyatakan bahwa oleh karena hal ini, buku Yesaya kadang-kadang dijuluki sebagai ”Injil Kelima”. Maka, tidak mengherankan jika Yesaya menjadi buku Alkitab yang paling sering dikutip oleh Yesus dan para rasulnya untuk menjelaskan identitas Mesias.

      12. Mengapa kita bersemangat untuk mempelajari buku Yesaya?

      12 Dengan kata-kata, Yesaya memberikan gambaran yang menakjubkan tentang ”langit baru dan bumi baru” tempat ”seorang raja akan memerintah demi keadilbenaran” dan para pembesar akan berkuasa demi keadilan. (Yesaya 32:1, 2; 65:17, 18; 2 Petrus 3:13) Jadi, buku Yesaya menandaskan harapan yang menghangatkan hati tentang Kerajaan Allah, di bawah sang Mesias, Yesus Kristus, sebagai Raja yang ditakhtakan. Sungguh membesarkan hati bila kita dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan penantian yang penuh sukacita akan ”keselamatan dari [Yehuwa]”! (Yesaya 25:9; 40:28-31) Oleh karena itu, marilah kita dengan penuh semangat memeriksa berita berharga dalam buku Yesaya. Seraya kita melakukannya, kepercayaan kita akan janji-janji Allah akan sangat dikuatkan. Lagi pula, kita akan dibantu untuk mengembangkan keyakinan kita bahwa Yehuwa sesungguhnya adalah Allah keselamatan kita.

  • Bapak yang Putra-Putranya Suka Memberontak
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Dua

      Bapak yang Putra-Putranya Suka Memberontak

      Yesaya 1:2-9

      1, 2. Jelaskan bagaimana sampai Yehuwa mempunyai putra-putra yang suka memberontak.

      DIA memenuhi segala kebutuhan anak-anaknya, seperti halnya semua orang-tua yang pengasih. Selama bertahun-tahun, Dia memastikan agar mereka mendapat sandang, pangan, dan papan. Bila perlu, Dia mendisiplin mereka. Akan tetapi, penghukuman yang mereka terima tidak pernah berlebihan; itu selalu dijalankan ”sampai taraf yang patut”. (Yeremia 30:11) Oleh karena itu, kita dapat membayangkan kepedihan yang dirasakan sang bapak yang pengasih ini sewaktu harus membuat pernyataan, ”Putra-putra telah aku besarkan dan asuh, tetapi mereka memberontak terhadap aku.” ​—Yesaya 1:2b.

      2 Putra-putra yang suka memberontak tersebut adalah orang-orang Yehuda, dan bapak yang merasa sedih itu adalah Allah Yehuwa. Benar-benar tragis! Yehuwa telah memelihara orang-orang Yehuda dan membesarkan mereka hingga mereka mempunyai kedudukan tinggi di antara bangsa-bangsa. ”Aku mengenakan pakaian bersulam kepadamu dan mengenakan sepatu kulit anjing laut kepadamu dan menyelubungi engkau dengan linen halus dan menyelimuti engkau dengan kain yang mahal,” demikianlah Dia kemudian mengingatkan mereka melalui nabi Yehezkiel. (Yehezkiel 16:10) Namun, pada umumnya, orang-orang Yehuda tidak menghargai apa yang telah Yehuwa lakukan bagi mereka. Mereka malah memberontak, atau membangkang.

      3. Mengapa Yehuwa meminta langit dan bumi memberikan kesaksian tentang pemberontakan Yehuda?

      3 Sungguh beralasan jika Yehuwa mengawali pernyataan sehubungan dengan putra-putra-Nya yang suka memberontak itu dengan kata-kata berikut, ”Dengarlah, hai, langit, dan berilah telinga, hai, bumi, karena Yehuwa telah berfirman.” (Yesaya 1:2a) Berabad-abad sebelumnya, langit dan bumi seakan-akan mendengar ketika orang Israel menerima peringatan yang jelas sehubungan dengan akibat ketidaktaatan. Musa berkata, ”Aku menjadikan langit dan bumi sebagai saksi sehubungan dengan kamu pada hari ini, bahwa kamu pasti akan lenyap dengan segera dari negeri yang akan kamu masuki dengan menyeberangi Sungai Yordan untuk mengambilnya sebagai milik.” (Ulangan 4:26) Kini, pada zaman Yesaya, Yehuwa meminta langit yang tidak kelihatan dan bumi yang kelihatan untuk memberikan kesaksian tentang pemberontakan Yehuda.

      4. Yehuwa memilih untuk membawakan diri-Nya sebagai apa bagi Yehuda?

      4 Situasi yang serius ini perlu langsung diatasi. Namun, sungguh menggugah—dan menghangatkan hati—bahwa Yehuwa, bahkan dalam keadaan yang parah ini, membawakan diri-Nya sebagai orang-tua yang pengasih bagi Yehuda dan bukan sekadar sebagai pribadi yang telah membeli serta memiliki mereka. Sebenarnya, Yehuwa meminta umat-Nya untuk mempertimbangkan pokok permasalahannya dari sudut pandang seorang bapak yang sangat sedih karena putra-putra-Nya yang suka melawan. Barangkali beberapa orang-tua di Yehuda secara pribadi bahkan dapat merasakan hal yang sama dan tergugah oleh analogi tersebut. Bagaimanapun, Yehuwa akan segera mengemukakan perkaranya sehubungan dengan Yehuda.

      Binatang Tidak Berakal Saja Tahu Balas Budi

      5. Berbeda dengan Israel, bagaimana lembu dan keledai dapat dikatakan menunjukkan suatu bentuk kesetiaan?

      5 Melalui Yesaya, Yehuwa berfirman, ”Lembu mengenal baik pembelinya, dan keledai mengenal palungan pemiliknya; sedangkan Israel tidak mengenalnya, umatku berperilaku tanpa pengertian.” (Yesaya 1:3)a Lembu dan keledai adalah binatang beban yang tidak asing lagi bagi orang-orang yang tinggal di Timur Tengah. Ya, orang-orang Yehuda tidak dapat menyangkal bahwa binatang-binatang yang hina ini saja dapat menunjukkan suatu bentuk kesetiaan, suatu kesadaran bahwa mereka adalah milik tuannya. Sehubungan dengan hal ini, perhatikan apa yang disaksikan oleh seorang peneliti Alkitab pada waktu senja di sebuah kota di Timur Tengah, ”Segera setelah kawanan binatang tersebut memasuki kota, masing-masing pun berpencar. Setiap lembu tahu betul siapa pemiliknya, dan jalan menuju rumahnya, dan sedikit pun ia tidak bingung sekalipun harus melalui gang-gang sempit yang rumit dan berliku-liku. Sedangkan keledai, ia berjalan langsung ke pintu, menuju ’palungan tuannya’.”

      6. Bagaimana orang-orang Yehuda gagal bertindak dengan pengertian?

      6 Pemandangan seperti itu pasti sangat umum pada zaman Yesaya, maka inti berita dari Yehuwa jelas: Jika binatang yang tidak berakal saja bisa mengenali tuannya dan palungannya, dalih apa lagi yang bisa dikemukakan orang Yehuda karena telah meninggalkan Yehuwa? Sesungguhnya, mereka telah ”berperilaku tanpa pengertian”. Halnya seolah-olah mereka tidak sadar akan fakta bahwa kemakmuran dan keberadaan mereka bergantung pada Yehuwa. Benar-benar suatu bukti belas kasihan bahwa Yehuwa masih menyebut orang-orang Yehuda sebagai ”umatku”!

      7. Dengan cara apa saja kita dapat memperlihatkan penghargaan atas persediaan-persediaan Yehuwa?

      7 Tentunya, kita tidak akan pernah mau berperilaku tanpa pengertian dengan tidak memperlihatkan penghargaan atas semua yang telah Yehuwa lakukan demi kita. Sebaliknya, kita hendaknya meniru Daud, sang pemazmur, yang berkata, ”Aku akan menyanjungmu, oh, Yehuwa, dengan segenap hatiku; aku akan menyatakan semua pekerjaanmu yang menakjubkan.” (Mazmur 9:1) Kita akan terdorong untuk melakukan hal ini jika kita terus mencari pengetahuan tentang Yehuwa, karena Alkitab menyatakan bahwa ”pengetahuan tentang Pribadi Yang Mahakudus adalah pengertian”. (Amsal 9:10) Dengan setiap hari merenungkan berkat-berkat Yehuwa, kita akan dibantu untuk memiliki rasa syukur dan menghargai Bapak surgawi kita. (Kolose 3:15) ”Orang yang mempersembahkan ucapan syukur sebagai korbannya adalah orang yang memuliakan aku,” firman Yehuwa, ”dan mengenai orang yang memelihara jalan, aku akan menyebabkan dia melihat penyelamatan oleh Allah.”​—Mazmur 50:23.

      Penghinaan yang Keterlaluan terhadap ”Pribadi Kudus Israel”

      8. Mengapa orang Yehuda dapat disebut ”bangsa yang penuh dosa”?

      8 Yesaya melanjutkan beritanya kepada bangsa Yehuda dengan kata-kata yang keras, ”Celaka bagi bangsa yang penuh dosa, orang-orang yang sarat dengan kesalahan, benih yang melakukan kejahatan, putra-putra yang bejat! Mereka telah meninggalkan Yehuwa, mereka telah memperlakukan Pribadi Kudus Israel dengan tidak hormat, mereka telah berbalik membelakangi dia.” (Yesaya 1:4) Perbuatan-perbuatan fasik bisa bertumpuk sehingga menjadi beban yang sangat mengimpit. Pada zaman Abraham, dosa-dosa Sodom dan Gomora digambarkan oleh Yehuwa sebagai ”sangat berat”. (Kejadian 18:20) Hal yang serupa kini jelas terlihat di kalangan orang Yehuda, karena Yesaya mengatakan bahwa mereka ”sarat dengan kesalahan”. Selain itu, ia menyebut mereka ”benih yang melakukan kesalahan, putra-putra yang bejat”. Ya, orang Yehuda berlaku seperti anak durhaka. Mereka telah ”berbalik membelakangi”, atau sebagaimana dikatakan New Revised Standard Version, mereka ”benar-benar terpisah” dari Bapak mereka.

      9. Apa makna ungkapan ”Pribadi Kudus Israel”?

      9 Dengan menempuh haluan suka melawan, orang Yehuda benar-benar bersikap tidak hormat terhadap ”Pribadi Kudus Israel”. Apa makna ungkapan itu, yang terdapat 25 kali dalam buku Yesaya? Kudus berarti bersih dan murni. Yehuwa kudus pada tingkat yang paling tinggi. (Penyingkapan [Wahyu] 4:8) Orang Israel diingatkan akan fakta itu setiap kali mereka melihat kata-kata ”Yehuwa adalah Kudus” yang terukir di atas lempeng emas yang berkilap pada serban imam besar. (Keluaran 39:30) Jadi, dengan menyebut Yehuwa sebagai ”Pribadi Kudus Israel”, Yesaya menandaskan betapa seriusnya dosa Yehuda. Ya, para pemberontak ini jelas-jelas melanggar perintah yang diberikan kepada bapak leluhur mereka, ”Kamu harus menyucikan dirimu dan kamu harus menjadi kudus, karena aku kudus”!​—Imamat 11:44.

      10. Bagaimana kita menghindari sikap tidak hormat terhadap ”Pribadi Kudus Israel”?

      10 Orang Kristen dewasa ini harus berupaya sebisa-bisanya untuk tidak mengikuti sikap tidak hormat yang Yehuda perlihatkan terhadap ”Pribadi Kudus Israel”. Mereka harus meniru kekudusan Yehuwa. (1 Petrus 1:15, 16) Dan, mereka perlu ’membenci apa yang jahat’. (Mazmur 97:10) Praktek-praktek najis seperti perbuatan seksual yang amoral, penyembahan berhala, pencurian, dan pemabukan dapat merusak sidang Kristen. Itulah sebabnya mereka yang tidak mau berhenti mempraktekkan hal-hal ini dipecat dari sidang. Akhirnya, mereka yang terus mengikuti haluan yang najis dan tidak bertobat, tidak akan menikmati berkat-berkat dari pemerintahan Kerajaan Allah. Ya, semua praktek fasik demikian merupakan penghinaan yang keterlaluan terhadap ”Pribadi Kudus Israel”.​—Roma 1:26, 27; 1 Korintus 5:6-11; 6:9, 10.

      Sakit dari Kepala sampai Kaki

      11, 12. (a) Gambarkan keadaan buruk yang dialami Yehuda. (b) Mengapa kita tidak perlu mengasihani Yehuda?

      11 Yesaya kemudian berupaya keras untuk mengajak orang Yehuda bernalar dengan menunjukkan kepada mereka keadaan mereka yang sakit. Ia berkata, ”Di mana lagi kamu akan dipukul, karena kamu menambah pemberontakan?” Sebenarnya, yang Yesaya tanyakan kepada mereka ialah, ’Belum cukupkah penderitaanmu? Mengapa kamu masih mendatangkan celaka bagi dirimu dengan terus memberontak?’ Yesaya selanjutnya berkata, ”Seluruh kepala berada dalam keadaan sakit, dan seluruh hati lemah. Dari telapak kaki bahkan sampai kepala, tidak ada bagian yang sehat darinya.” (Yesaya 1:5, 6a) Keadaan Yehuda sangat menjijikkan dan berpenyakitan—sakit secara rohani dari kepala sampai kaki. Benar-benar diagnosis yang menyedihkan!

      12 Apakah kita perlu mengasihani Yehuda? Sama sekali tidak! Berabad-abad sebelumnya, segenap bangsa Israel telah diberi peringatan yang sepatutnya sehubungan dengan akibat ketidaktaatan. Antara lain, mereka diberi tahu, ”Yehuwa akan memukulmu dengan bisul yang ganas pada kedua lutut dan kakimu, yang tidak akan dapat disembuhkan, dari telapak kakimu sampai puncak kepalamu.” (Ulangan 28:35) Secara kiasan, Yehuda kini sedang menderita hal-hal itu sebagai akibat dari haluannya yang keras kepala. Dan, semua ini sebenarnya dapat dihindari kalau saja orang-orang Yehuda menaati Yehuwa.

      13, 14. (a) Cedera apa yang ditimpakan ke atas Yehuda? (b) Apakah penderitaan Yehuda menggerakkannya untuk memikirkan kembali haluannya yang suka memberontak?

      13 Yesaya selanjutnya menggambarkan keadaan Yehuda yang memprihatinkan, ”Luka-luka, memar, dan bilur-bilur baru—tidak dipijit atau dibalut, ataupun dibuat lembut dengan minyak.” (Yesaya 1:6b) Di sini, sang nabi berbicara tentang tiga jenis cedera: luka-luka (sayatan, seperti yang disebabkan oleh pedang atau pisau), memar (bengkak-bengkak akibat pukulan), dan bilur-bilur baru (luka baru yang menganga yang tampaknya tak tersembuhkan). Gagasan yang disajikan di sini adalah tentang seseorang yang dianiaya habis-habisan dengan segala cara yang bisa dibayangkan, dan tidak satu pun bagian tubuhnya yang terluput. Yehuda benar-benar babak belur.

      14 Apakah kondisi Yehuda yang mengenaskan menggerakkannya untuk kembali kepada Yehuwa? Tidak! Yehuda seperti pemberontak yang digambarkan di Amsal 29:1, ”Orang yang berulang-ulang ditegur tetapi mengeraskan lehernya akan dengan mendadak dipatahkan, dan itu tidak dapat disembuhkan.” Bangsa itu tampaknya tak mungkin sembuh. Sebagaimana digambarkan Yesaya, luka Yehuda ”tidak dipijit atau dibalut, ataupun dibuat lembut dengan minyak”.b Dengan kata lain, Yehuda bagaikan luka menganga yang tidak diperban dan rasa sakitnya menjalar ke seluruh tubuh.

      15. Bagaimana kita dapat melindungi diri agar tidak sakit secara rohani?

      15 Kita dapat menarik pelajaran dari Yehuda, bahwa kita harus waspada agar tidak sakit secara rohani. Seperti halnya penyakit jasmani, itu dapat menjangkiti siapa pun di antara kita. Bukankah tidak ada seorang pun di antara kita yang kebal terhadap keinginan daging? Ketamakan dan hasrat untuk memperoleh kesenangan yang berlebihan dapat berakar dalam hati kita. Oleh karena itu, kita perlu melatih diri agar ’muak terhadap apa yang fasik’ dan ’berpaut pada apa yang baik’. (Roma 12:9) Kita juga perlu memupuk buah-buah roh Allah dalam kehidupan sehari-hari. (Galatia 5:22, 23) Dengan melakukan hal ini, kita akan terhindar dari keadaan yang dialami Yehuda—yaitu, sakit secara rohani dari kepala sampai kaki.

      Negeri yang Ditelantarkan

      16. (a) Bagaimana Yesaya menggambarkan keadaan tanah Yehuda? (b) Mengapa ada yang mengatakan bahwa kata-kata ini mungkin diucapkan pada masa pemerintahan Ahaz, tetapi dengan cara bagaimana kata-kata tersebut dapat kita pahami?

      16 Yesaya kini beralih dari analogi medisnya ke keadaan tanah Yehuda. Seolah-olah ia sedang menatap suatu dataran yang diporak-porandakan peperangan, dan berkata, ”Negerimu adalah tempat yang tandus dan telantar, kota-kotamu dibakar dengan api; tanahmu—di hadapanmu orang asing memakannya sampai habis, dan keadaannya yang telantar adalah bagaikan digulingkan oleh orang asing.” (Yesaya 1:7) Beberapa pakar mengatakan bahwa sekalipun terdapat di awal buku Yesaya, kata-kata tersebut mungkin diucapkan belakangan dalam masa pelayanannya sebagai nabi, barangkali pada masa pemerintahan Raja Ahaz yang fasik. Mereka menyatakan dengan yakin bahwa tidak mungkin uraian yang suram semacam itu diucapkan pada masa pemerintahan Uzzia yang makmur. Memang, tidak dapat dipastikan apakah buku Yesaya disusun secara kronologis. Akan tetapi, kata-kata Yesaya tentang keadaan yang telantar bisa jadi bersifat nubuat. Sewaktu mengucapkan pernyataan di atas, kemungkinan besar Yesaya sedang menggunakan teknik yang biasa terdapat dalam Alkitab—teknik menggambarkan peristiwa di masa depan seolah-olah itu sudah terjadi, dengan demikian menekankan kepastian digenapinya nubuat tersebut.​—Bandingkan Penyingkapan 11:15.

      17. Mengapa gambaran nubuat tentang keadaan yang telantar seharusnya tidak mengejutkan orang Yehuda?

      17 Bagaimanapun, gambaran nubuat tentang keadaan Yehuda yang telantar seharusnya tidak mengejutkan bangsa yang keras kepala dan tidak taat ini. Berabad-abad sebelumnya, Yehuwa memperingatkan mereka tentang apa yang akan terjadi jika mereka memberontak. Dia berfirman, ”Aku, aku akan membiarkan negeri itu telantar, dan musuh-musuhmu yang tinggal di sana akan tercengang. Dan kamu akan kuserakkan di antara bangsa-bangsa, dan aku akan menghunus pedang di belakang kamu; dan negerimu akan menjadi tempat yang tandus dan telantar, dan kota-kotamu akan menjadi puing yang telantar.”​—Imamat 26:32, 33; 1 Raja 9:6-8.

      18-20. Kapan kata-kata di Yesaya 1:7, 8 tergenap, dan dengan cara bagaimana Yehuwa ’meninggalkan beberapa orang selamat’ pada waktu itu?

      18 Kata-kata di Yesaya 1:7 tampaknya tergenap sewaktu Asiria melakukan penyerbuan-penyerbuan yang mengakibatkan kehancuran Israel serta kebinasaan dan penderitaan yang meluas di Yehuda. (2 Raja 17:5, 18; 18:11, 13; 2 Tawarikh 29:8, 9) Akan tetapi, Yehuda tidak disapu bersih. Yesaya berkata, ”Putri Zion dibiarkan tinggal seperti pondok di kebun anggur, seperti pondok pengamat di ladang mentimun, seperti kota yang diblokade.”​—Yesaya 1:8.

      19 Di tengah-tengah segala kehancuran itu, ”putri Zion”, Yerusalem, akan dibiarkan berdiri. Tetapi dia akan terlihat sangat rapuh—seperti sebuah gubuk di kebun anggur atau seperti pondok penjaga di ladang mentimun. Dalam perjalanan menyusuri Sungai Nil, seorang pakar pada abad ke-19 teringat akan kata-kata Yesaya sewaktu ia melihat pondok-pondok yang serupa, yang ia gambarkan ”sedikit lebih kuat daripada pagar yang ditiup angin utara”. Di Yehuda, setelah musim panen, pondok-pondok tersebut dibiarkan rusak dan runtuh. Namun, serapuh-rapuhnya Yerusalem di mata pasukan-penakluk Asiria, ia akan bertahan hidup.

      20 Yesaya mengakhiri pernyataan yang bersifat nubuat ini, ”Jika Yehuwa yang berbala tentara tidak meninggalkan bagi kita beberapa orang saja yang selamat, kita pasti sudah menjadi seperti Sodom, kita sudah pasti serupa dengan Gomora.” (Yesaya 1:9)c Untuk menghadapi keperkasaan Asiria, Yehuwa akhirnya menolong Yehuda. Yehuda tidak akan musnah seperti Sodom dan Gomora. Ia akan tetap ada.

      21. Setelah Babilon menghancurkan Yerusalem, mengapa Yehuwa ’meninggalkan beberapa orang selamat’?

      21 Lebih dari 100 tahun kemudian, Yehuda sekali lagi terancam. Bangsa itu tidak menarik pelajaran dari disiplin yang diberikan melalui Asiria. ”Tetapi mereka terus mempermainkan para utusan dari Allah yang benar itu dan memandang rendah firmannya serta mencemooh nabi-nabinya.” Sebagai akibatnya, ”kemurkaan Yehuwa bangkit terhadap umatnya, hingga tidak dapat disembuhkan lagi”. (2 Tawarikh 36:16) Nebukhadnezar, raja Babilonia, menaklukkan Yehuda, dan kali ini, tidak ada yang dibiarkan tertinggal ”seperti pondok di kebun anggur”. Bahkan Yerusalem dihancurkan. (2 Tawarikh 36:17-21) Namun, Yehuwa ’meninggalkan beberapa orang selamat’. Meskipun Yehuda harus menahan penderitaan selama 70 tahun dalam pembuangan, Yehuwa memastikan kelangsungan hidup bangsa itu, khususnya garis keturunan Daud, yang akan menurunkan Mesias yang dijanjikan.

      22, 23. Pada abad pertama, mengapa Yehuwa ’meninggalkan beberapa orang selamat’?

      22 Pada abad pertama, Israel mengalami krisisnya yang terakhir sebagai umat perjanjian Allah. Sewaktu Yesus tampil sebagai Mesias yang dijanjikan, bangsa itu menolaknya, dan sebagai akibatnya, Yehuwa menolak mereka. (Matius 21:43; 23:37-39; Yohanes 1:11) Apakah itu berarti tidak ada lagi bangsa yang istimewa bagi Yehuwa di bumi? Tidak demikian. Rasul Paulus memperlihatkan bahwa Yesaya 1:9 masih akan digenapi di kemudian hari. Ia mengutip dari terjemahan Septuaginta ketika menulis, ”Sebagaimana dikatakan oleh Yesaya dahulu kala, ’Jika Yehuwa yang berbala tentara tidak meninggalkan suatu benih bagi kita, kita pasti sudah menjadi seperti Sodom, dan kita sudah pasti dibuat menjadi seperti Gomora.’”​—Roma 9:29.

      23 Kali ini, yang selamat adalah orang-orang Kristen terurap, yang menaruh iman kepada Yesus Kristus. Mereka ini, mula-mula terdiri atas orang-orang Yahudi yang percaya. Belakangan, orang-orang Kafir yang percaya bergabung. Mereka bersama-sama membentuk Israel yang baru, ”Israel milik Allah”. (Galatia 6:16; Roma 2:29) ”Benih” ini selamat dari pembinasaan sistem Yahudi pada tahun 70 M. Sesungguhnya, ”Israel milik Allah” masih ada bersama kita dewasa ini. Kelompok ini sekarang disertai oleh jutaan orang yang percaya dari berbagai bangsa, yang membentuk ”suatu kumpulan besar dari orang-orang yang jumlahnya tidak seorang pun dapat menghitungnya, dari semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa”.​—Penyingkapan 7:9.

      24. Apa yang hendaknya diperhatikan oleh semua orang jika mereka ingin selamat melewati krisis terbesar yang akan dialami umat manusia?

      24 Segera dunia ini akan menghadapi perang Armagedon. (Penyingkapan 16:14, 16) Ini akan menjadi krisis yang lebih besar daripada penyerbuan Asiria maupun Babilonia ke Yehuda, bahkan lebih besar daripada penghancuran Roma atas Yudea pada tahun 70 M, tetapi akan ada orang-orang yang selamat. (Penyingkapan 7:14) Oleh karena itu, semua orang harus memperhatikan dengan saksama kata-kata Yesaya kepada Yehuda! Kata-kata Yesaya itu mendatangkan keselamatan bagi orang-orang yang setia pada zaman dahulu. Dan, itu dapat mendatangkan keselamatan bagi orang-orang yang percaya dewasa ini.

      [Catatan Kaki]

      a Dalam konteks ini, ”Israel” memaksudkan kerajaan Yehuda dua suku.

      b Kata-kata Yesaya memberikan petunjuk tentang praktek medis pada zamannya. Peneliti Alkitab, E. H. Plumptre, berkomentar, ”Proses yang pertama-tama dicoba adalah ’menutup’ atau ’memencet’ luka bernanah untuk mengeluarkan nanahnya; kemudian, seperti dalam kasus Hizkia (psl. xxxviii. Yesaya 38:21), luka tersebut ’dibalut’ dengan tuam (obat kompres), lalu minyak gosok atau salep, mungkin, seperti di Lukas x. 34, minyak dan anggur digunakan untuk membersihkan borok itu.”

      c Commentary on the Old Testament, oleh C. F. Keil dan F. Delitzsch, mengatakan, ”Amanat sang nabi untuk bagian ini sudah selesai. Di sini amanat tersebut dibagi menjadi dua bagian; fakta ini ditunjukkan oleh adanya jarak antara ayat 9 dan 10 pada teks itu. Cara ini, yaitu memisahkan bagian-bagian yang lebih besar atau lebih kecil dengan spasi atau dengan memenggal barisnya, lebih kuno daripada simbol dan aksen huruf hidup; dan cara ini didasarkan atas tradisi yang paling kuno.”

      [Gambar di hlm. 20]

      Berbeda dengan Sodom dan Gomora, Yehuda tidak akan selama-lamanya tanpa penghuni

  • ”Mari Kita Meluruskan Perkara-Perkara”
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Tiga

      ”Mari Kita Meluruskan Perkara-Perkara”

      Yesaya 1:10-31

      1, 2. Dengan siapa Yehuwa menyamakan para penguasa serta penduduk Yerusalem dan Yehuda, dan mengapa ini beralasan?

      PENDUDUK Yerusalem mungkin cenderung membenarkan diri setelah mendengar kecaman yang dicatat di Yesaya 1:1-9. Dengan bangga, mereka pasti ingin merujuk ke semua korban yang mereka persembahkan kepada Yehuwa. Akan tetapi, ayat 10 sampai 15 memuat tanggapan Yehuwa yang jitu terhadap sikap semacam itu. Demikianlah kata pengantarnya, ”Dengarlah firman Yehuwa, hai, diktator-diktator Sodom. Berilah telingamu kepada hukum Allah kita, hai, orang-orang Gomora.”​—Yesaya 1:10.

      2 Sodom dan Gomora dihancurkan tidak saja karena perilaku seksual mereka yang menyimpang, tetapi juga karena mereka keras hati dan angkuh. (Kejadian 18:20, 21; 19:4, 5, 23-25; Yehezkiel 16:49, 50) Orang-orang yang mendengarkan kata-kata Yesaya pasti terpukul sewaktu disamakan dengan penduduk kota-kota yang terkutuk itu.a Akan tetapi, memang demikianlah pandangan Yehuwa terhadap umat-Nya, dan Yesaya tidak mengencerkan berita dari Allah hanya untuk ”menggelitik telinga mereka”.​—2 Timotius 4:3.

      3. Apa yang Yehuwa maksudkan sewaktu Dia mengatakan bahwa Dia ”telah jemu” dengan korban-korban dari bangsa itu, dan mengapa demikian?

      3 Perhatikan bagaimana perasaan Yehuwa terhadap ibadat umat-Nya yang hanya bersifat formalitas. ”’Apa manfaatnya korban-korbanmu yang banyak itu bagiku?’ kata Yehuwa. ’Aku telah jemu dengan persembahan bakaran yang utuh dari domba jantan dan lemak binatang-binatang yang gemuk; dan kepada darah lembu jantan muda dan anak domba jantan dan kambing jantan aku tidak suka.’” (Yesaya 1:11) Bangsa itu lupa bahwa Yehuwa tidak bergantung pada korban-korban mereka. (Mazmur 50:8-13) Dia tidak memerlukan apa pun yang dapat dipersembahkan manusia kepada-Nya. Maka, jika bangsa itu berpikir bahwa mereka berbuat baik kepada Yehuwa dengan persembahan-persembahan yang diberikan dengan setengah hati, mereka keliru. Yehuwa menggunakan gaya bahasa yang keras. Pernyataan ”Aku telah jemu” dapat juga diterjemahkan menjadi ”Aku jenuh” atau ”Aku terlalu kenyang”. Pernahkah saudara merasa muak melihat makanan karena saudara sudah terlalu kenyang? Demikianlah perasaan Yehuwa terhadap persembahan-persembahan tersebut—benar-benar muak!

      4. Bagaimana Yesaya 1:12 menyingkapkan betapa sia-sianya kehadiran bangsa itu di bait Yerusalem?

      4 Yehuwa selanjutnya berfirman, ”Pada waktu kamu sekalian terus datang untuk melihat mukaku, siapa yang menuntutnya dari tanganmu, untuk menginjak-injak halamanku?” (Yesaya 1:12) Bukankah hukum Yehuwa sendiri yang menuntut agar bangsa itu ’datang untuk melihat muka-Nya’, yaitu untuk hadir di bait-Nya di Yerusalem? (Keluaran 34:23, 24) Ya, tetapi mereka datang ke sana hanya sebagai formalitas, sekadar menjalankan ibadat murni secara mekanis, tanpa motif yang murni. Bagi Yehuwa, kunjungan mereka yang berkali-kali ke halaman-Nya dianggap seperti ”menginjak-injak” saja, tidak menghasilkan apa-apa kecuali merusak lantai.

      5. Apa beberapa tindakan ibadat yang dilakukan orang-orang Yehuda, dan mengapa ini menjadi ”beban” bagi Yehuwa?

      5 Tidak heran jika Yehuwa kini menggunakan ragam bahasa yang bahkan lebih keras. ”Jangan lagi membawa persembahan biji-bijian yang tidak bernilai. Dupa—itu merupakan sesuatu yang memuakkan bagiku. Bulan baru dan hari sabat, panggilan untuk pertemuan—aku tidak tahan melihat penggunaan tenaga gaib bersamaan dengan pertemuan yang khidmat. Bulan-bulan barumu dan musim-musim perayaanmu, jiwaku membencinya. Bagiku itu semua menjadi beban; aku lelah menanggungnya.” (Yesaya 1:13, 14) Persembahan biji-bijian, dupa, hari Sabat, dan pertemuan yang khidmat, semuanya merupakan bagian dari Hukum Allah bagi Israel. Hukum hanya menyatakan agar ’bulan-bulan baru’ dirayakan, tetapi tradisi-tradisi yang sehat lambat laun berkembang di seputar perayaan tersebut. (Bilangan 10:10; 28:11) Bulan baru dianggap sebagai sabat bulanan. Pada waktu itu orang-orang berhenti bekerja dan bahkan berkumpul untuk mendengarkan pengajaran dari para nabi dan imam. (2 Raja 4:23; Yehezkiel 46:3; Amos 8:5) Perayaan semacam itu tidak salah. Masalahnya, mereka melakukan ini sekadar untuk pamer. Selain itu, orang-orang Yehuda berpaling kepada ”tenaga gaib”, praktek-praktek spiritisme, sambil melaksanakan Hukum Allah sebagai formalitas.b Dengan demikian, tindakan ibadat mereka kepada Yehuwa menjadi ”beban” bagi-Nya.

      6. Dalam pengertian apa Yehuwa menjadi ”lelah”?

      6 Namun, bagaimana Yehuwa bisa merasa ”lelah”? Bagaimanapun, Dia memiliki ’energi dinamis yang berlimpah . . . Dia tidak lelah atau menjadi letih’. (Yesaya 40:26, 28) Yehuwa menggunakan gaya bahasa yang hidup agar kita dapat memahami perasaan-Nya. Pernahkah saudara memikul beban yang berat begitu lama sehingga saudara menjadi sangat letih dan ingin membuangnya? Demikianlah perasaan Yehuwa terhadap tindakan ibadat munafik yang dilakukan umat-Nya.

      7. Mengapa Yehuwa berhenti mendengarkan doa-doa umat-Nya?

      7 Yehuwa kini berbicara tentang tindakan ibadat yang paling intim dan pribadi. ”Pada waktu kamu menadahkan tanganmu, aku menyembunyikan mataku darimu. Walaupun kamu banyak berdoa, aku tidak mendengarkan; dengan pertumpahan darah tanganmu telah dipenuhi.” (Yesaya 1:15) Menadahkan tangan, yaitu merentangkan tangan dengan telapak tangan terbuka, adalah isyarat untuk memohon. Bagi Yehuwa, sikap tubuh seperti ini tidak ada maknanya, karena tangan orang-orang ini penuh dengan pertumpahan darah. Kekerasan merajalela di negeri itu. Penindasan terhadap orang-orang yang lemah sudah lumrah. Sungguh menjijikkan, orang-orang yang kejam dan mementingkan diri seperti itu berdoa kepada Yehuwa dan meminta berkat. Tidak heran, Yehuwa berfirman, ”Aku tidak mendengarkan”!

      8. Kesalahan apa yang dibuat Susunan Kristen dewasa ini, dan bagaimana beberapa orang Kristen terjerumus ke dalam perangkap yang serupa?

      8 Pada zaman kita, Susunan Kristen juga gagal memperoleh perkenan Allah melalui doa-doanya yang sia-sia, yang terus-menerus diulangi, maupun melalui ”perbuatan” religiusnya yang lain. (Matius 7:21-23) Sangat penting agar kita tidak terjerumus ke dalam perangkap yang sama. Kadang-kadang, seorang Kristen tergelincir ke dalam praktek dosa yang serius, kemudian berpikir bahwa jika ia menyembunyikan tindakannya dan meningkatkan aktivitasnya dalam sidang Kristen, perbuatannya itu dengan satu atau lain cara dapat mengimbangi dosanya. Perbuatan-perbuatan yang bersifat formalitas seperti itu tidak menyenangkan Yehuwa. Hanya ada satu obat untuk sakit rohani, sebagaimana diperlihatkan oleh ayat-ayat berikutnya di Yesaya.

      Obat untuk Sakit Rohani

      9, 10. Seberapa pentingkah kebersihan dalam ibadat kita kepada Yehuwa?

      9 Yehuwa, Allah yang beriba hati, kini berbicara dengan nada yang lebih hangat dan lebih menggugah. ”Basuhlah dirimu; bersihkanlah dirimu; singkirkan keburukan tindak-tandukmu dari depan mataku; jangan melakukan apa yang buruk lagi. Belajarlah melakukan apa yang baik; carilah keadilan; luruskan penindas; laksanakan penghakiman bagi anak lelaki yatim; belalah perkara janda.” (Yesaya 1:16, 17) Di sini kita melihat sembilan kewajiban, atau perintah. Empat perintah yang pertama bernada negatif karena berkaitan dengan penyingkiran dosa; lima perintah yang terakhir merupakan tindakan positif yang dapat membuat seseorang menerima berkat Yehuwa.

      10 Pembasuhan dan kebersihan selalu menjadi bagian penting dalam ibadat murni. (Keluaran 19:10, 11; 30:20; 2 Korintus 7:1) Akan tetapi, Yehuwa ingin agar pembersihan itu mencakup bagian yang lebih dalam, yaitu sampai ke lubuk hati para penyembah-Nya. Yang terpenting adalah kebersihan moral maupun rohani, dan inilah yang Yehuwa maksudkan. Kedua perintah pertama di ayat 16 bukan sekadar pengulangan. Seorang pakar tata bahasa Ibrani mengomentari bahwa perintah pertama, ”basuhlah dirimu”, memaksudkan tindakan pembersihan awal, sedangkan perintah kedua, ”bersihkanlah dirimu”, memaksudkan upaya terus-menerus untuk mempertahankan keadaan bersih tersebut.

      11. Untuk memerangi dosa, apa yang harus kita lakukan, dan apa yang tidak boleh kita lakukan?

      11 Kita tidak dapat menyembunyikan apa pun dari Yehuwa. (Ayub 34:22; Amsal 15:3; Ibrani 4:13) Maka perintah-Nya yang berbunyi, ”Singkirkan keburukan tindak-tandukmu dari depan mataku,” hanya dapat memiliki satu makna—berhenti melakukan apa yang buruk. Artinya, kita tidak boleh berupaya menyembunyikan dosa-dosa yang serius karena berbuat demikian sama saja dengan berdosa. Amsal 28:13 memperingatkan, ”Ia yang menutupi pelanggaran-pelanggarannya tidak akan berhasil, tetapi ia yang mengakui dan meninggalkannya akan mendapat belas kasihan.”

      12. (a) Mengapa penting untuk ’belajar melakukan apa yang baik’? (b) Bagaimana para penatua khususnya menerapkan perintah untuk ’mencari keadilan’ dan ’meluruskan penindas’?

      12 Ada banyak hal yang dapat dipelajari dari tindakan-tindakan positif yang Yehuwa perintahkan di Yesaya pasal 1 ayat 17. Perhatikan bahwa Dia tidak sekadar mengatakan ”lakukan apa yang baik” tetapi ”belajarlah melakukan apa yang baik”. Seseorang perlu mempelajari Firman Allah secara pribadi untuk dapat memahami apa yang baik di mata Allah dan memiliki hasrat untuk melakukannya. Selain itu, Yehuwa tidak sekadar mengatakan ”laksanakan keadilan” tetapi ”carilah keadilan”. Bahkan para penatua yang berpengalaman perlu menyelidiki Firman Allah dengan saksama agar dapat menemukan haluan yang patut ditempuh dalam beberapa perkara yang pelik. Mereka juga bertanggung jawab untuk ’meluruskan penindas’, sebagaimana yang diperintahkan Yehuwa selanjutnya. Perintah-perintah ini penting bagi para gembala Kristen dewasa ini karena mereka ingin melindungi kawanan dari ”serigala-serigala yang menindas”.​—Kisah 20:28-30.

      13. Bagaimana kita dewasa ini dapat menerapkan perintah-perintah sehubungan dengan anak lelaki yatim dan janda?

      13 Dua perintah yang terakhir berkaitan dengan kaum yang lebih lemah di kalangan umat Allah—anak yatim piatu dan janda. Dunia cenderung mengambil keuntungan dari orang-orang demikian; tetapi, hal ini tidak boleh terjadi di kalangan umat Allah. Para penatua yang pengasih ’melaksanakan penghakiman’ bagi anak-anak yatim di sidang, lelaki maupun perempuan, membantu mereka memperoleh keadilan dan perlindungan di dunia yang ingin mengambil keuntungan dari mereka dan merusak kehidupan mereka. Para penatua ’membela perkara’ janda; dan, kata Ibraninya dapat juga berarti ”berjuang” demi kepentingannya. Sesungguhnya, semua orang Kristen ingin menjadi sumber perlindungan, penghiburan, dan keadilan bagi orang-orang yang kekurangan di antara kita karena mereka berharga bagi Yehuwa.​—Mikha 6:8; Yakobus 1:27.

      14. Berita positif apa yang disampaikan di Yesaya 1:16, 17?

      14 Alangkah tegas dan positif pesan yang Yehuwa sampaikan melalui kesembilan perintah ini! Kadang-kadang, mereka yang terlibat dosa meyakinkan diri bahwa mereka sebenarnya tidak mampu melakukan apa yang benar. Pikiran semacam itu mengecilkan hati, dan keliru. Yehuwa tahu—dan ingin agar kita tahu—bahwa dengan bantuan-Nya, siapa pun yang berdosa dapat menghentikan haluan hidupnya yang berdosa, berbalik, dan selanjutnya melakukan apa yang benar.

      Permohonan yang Adil dan Penuh Keibaan Hati

      15. Bagaimana ungkapan ”mari kita meluruskan perkara-perkara di antara kita” kadang-kadang disalahartikan, dan apa makna sesungguhnya?

      15 Nada bicara Yehuwa kini bahkan lebih hangat dan beriba hati. ”’Marilah, kamu sekalian, mari kita meluruskan perkara-perkara di antara kita,’ firman Yehuwa. ’Walaupun dosa-dosamu seperti bahan berwarna merah marak, itu akan dibuat putih seperti salju; walaupun itu merah seperti kain kirmizi, itu akan menjadi seperti wol.’” (Yesaya 1:18) Undangan yang mengawali ayat yang indah ini sering kali disalahartikan. Sebagai contoh, The New English Bible mengatakan, ”Mari kita membahasnya bersama”—seolah-olah kedua belah pihak harus memberikan kelonggaran agar kesepakatan dapat tercapai. Namun, bukan begitu! Yehuwa sama sekali tidak dapat dipersalahkan, terlebih lagi dalam cara Dia berurusan dengan bangsa yang suka memberontak dan munafik ini. (Ulangan 32:4, 5) Ayat itu tidak berbicara tentang pembahasan antara pihak-pihak yang sederajat untuk mencapai suatu kata mufakat, tetapi tentang suatu forum untuk menegakkan keadilan. Halnya seolah-olah Yehuwa menggugat Israel ke pengadilan.

      16, 17. Bagaimana kita tahu bahwa Yehuwa bersedia mengampuni dosa-dosa yang serius sekalipun?

      16 Konsep demikian mungkin tampaknya menakutkan, tetapi Yehuwa adalah Hakim yang paling berbelaskasihan dan beriba hati. Kapasitas-Nya untuk memberikan pengampunan tak tertandingi. (Mazmur 86:5) Hanya Dia yang dapat menyingkirkan dosa-dosa Israel yang ”seperti bahan berwarna merah marak” dan membersihkannya, membuatnya ”putih seperti salju”. Tidak satu pun upaya manusia, perbuatan amal tertentu, korban, atau doa yang dapat menyingkirkan noda dosa. Hanya pengampunan Yehuwa-lah yang dapat menghapus dosa. Allah memberikan pengampunan demikian berdasarkan syarat-syarat yang Dia tetapkan, yang mencakup pertobatan yang tulus dan sepenuh hati.

      17 Kebenaran ini begitu penting sehingga Yehuwa mengulanginya dalam bentuk yang puitis—dosa yang ’merah kirmizi’ akan menjadi seperti wol yang baru, putih, dan belum diwarnai. Yehuwa ingin agar kita tahu bahwa Dia benar-benar Pengampun dosa, bahkan dosa-dosa yang paling serius, asalkan Dia mendapati kita sungguh-sungguh bertobat. Mereka yang sulit percaya bahwa ini berlaku bagi mereka dapat memperhatikan apa yang terjadi atas diri Manasye. Ia melakukan dosa yang sangat mengerikan—selama bertahun-tahun. Namun, ia bertobat dan diampuni. (2 Tawarikh 33:9-16) Yehuwa ingin agar kita semua, termasuk orang-orang yang telah melakukan dosa-dosa serius, tahu bahwa belum terlambat bagi kita untuk ”meluruskan perkara-perkara” dengan Dia.

      18. Apa saja pilihan yang dihadapkan Yehuwa kepada umat-Nya yang suka memberontak?

      18 Yehuwa mengingatkan umat-Nya bahwa mereka mempunyai pilihan. ”Jika kamu sekalian memperlihatkan kerelaan dan mendengarkan, hal yang baik dari negeri akan kamu makan. Tetapi jika kamu sekalian menolak dan suka menentang, dengan pedang kamu akan habis dimakan; karena mulut Yehuwa-lah yang telah mengatakannya.” (Yesaya 1:19, 20) Di sini, Yehuwa menandaskan perlunya mengambil sikap, dan untuk itu Dia juga menggunakan gaya bahasa yang hidup. Yehuda boleh memilih: Makan atau dimakan. Jika mereka rela mendengarkan dan menaati Yehuwa, mereka akan memakan hasil yang baik dari negeri itu. Akan tetapi, jika mereka berkeras dengan sikap mereka yang suka memberontak, mereka akan dimakan—oleh pedang musuh-musuh mereka! Tampaknya, hampir tak masuk akal jika suatu bangsa lebih memilih pedang musuh-musuh mereka daripada belas kasihan dan kelimpahan dari Allah yang suka mengampuni. Meskipun demikian, itulah yang terjadi dengan Yerusalem, sebagaimana diperlihatkan ayat-ayat selanjutnya di Yesaya.

      Nyanyian Ratapan untuk Kota Tercinta

      19, 20. (a) Bagaimana Yehuwa mengungkapkan perasaan dikhianati yang dialami-Nya? (b) Dengan cara bagaimana ’keadilbenaran tinggal di Yerusalem’?

      19 Di Yesaya 1:21-23, kita melihat seluruh kefasikan Yerusalem pada waktu itu. Yesaya kini memulai sebuah syair terilham dalam bentuk nyanyian ratapan, atau ungkapan perkabungan, ”Oh, bagaimana kota yang setia itu telah menjadi pelacur! Dahulu ia penuh dengan keadilan; keadilbenaran tinggal di dalamnya, tetapi sekarang, para pembunuh.”​—Yesaya 1:21.

      20 Ya, kota itu, Yerusalem, telah jatuh! Ia dahulu adalah istri yang setia, tetapi kini ia menjadi pelacur. Kata-kata apa lagi yang dapat dengan lebih ampuh mengungkapkan perasaan dikhianati dan dikecewakan yang dialami Yehuwa? ”Dahulu . . . keadilbenaran tinggal di” dalam kota ini. Kapan? Bahkan sebelum Israel ada, pada zaman Abraham, kota ini disebut Salem. Kota ini diperintah oleh seorang pria yang memiliki kedudukan sebagai raja maupun imam. Namanya, Melkhizedek, berarti ”Raja Keadilbenaran”, dan nama ini benar-benar cocok untuknya. (Ibrani 7:2; Kejadian 14:18-20) Sekitar 1.000 tahun setelah pemerintahan Melkhizedek, Yerusalem mencapai puncak kejayaannya, di bawah kekuasaan Raja Daud dan Raja Salomo. ”Dahulu . . . keadilbenaran tinggal di dalamnya”, terutama sewaktu raja-rajanya memberikan teladan kepada rakyat dengan berjalan di jalan Yehuwa. Namun, pada zaman Yesaya, masa-masa itu tinggal kenangan.

      21, 22. Apa yang dimaksudkan dengan sanga dan bir yang diencerkan, dan mengapa para pemimpin Yehuda layak digambarkan demikian?

      21 Tampaknya, para pemimpin bangsa itulah penyebab sebagian besar problem. Yesaya melanjutkan ratapannya, ”Perakmu telah menjadi sanga yang berbuih. Bir gandummu diencerkan dengan air. Para pemimpinmu keras kepala dan bersekutu dengan para pencuri. Mereka semua mencintai suap dan mengejar pemberian. Bagi anak lelaki yatim mereka tidak melaksanakan penghakiman; dan bahkan kasus hukum para janda tidak mereka terima.” (Yesaya 1:22, 23) Dua ilustrasi hidup yang langsung dipaparkan secara beruntun, menyiapkan benak para pembaca untuk apa yang dibahas selanjutnya. Di bengkelnya, pandai logam mencedok sanga yang dihasilkan dari perak yang dilebur dan membuangnya. Para pemimpin dan hakim Israel dapat disamakan dengan sanga tersebut, bukan dengan peraknya. Mereka harus dicampakkan. Mereka tidak berguna lagi, seperti bir yang telah diencerkan dengan air dan kehilangan rasanya. Minuman seperti itu hanya cocok untuk dibuang!

      22 Ayat 23 memperlihatkan mengapa para pemimpin itu layak digambarkan seperti itu. Hukum Musa meninggikan umat Allah, memisahkan mereka dari bangsa-bangsa lainnya. Sebagai contoh, hukum itu menitahkan agar yatim piatu dan para janda dilindungi. (Keluaran 22:22-24) Tetapi, pada zaman Yesaya, harapan anak yatim untuk memperoleh keadilan sangat tipis. Sedangkan seorang janda, tidak seorang pun bahkan mau mendengarkan kasusnya, apalagi berjuang demi kepentingannya. Tidak, para hakim dan pemimpin ini terlalu sibuk mengurus kepentingan mereka sendiri—meminta suap, mengejar hadiah, serta menjadi sekutu para pencuri, yaitu dengan melindungi para penjahat dan membiarkan para korbannya menderita. Yang lebih buruk lagi, mereka ”keras kepala”, atau berkeras, dalam haluan mereka yang salah. Benar-benar mengenaskan!

      Yehuwa Akan Memurnikan Umat-Nya

      23. Perasaan apa saja yang Yehuwa perlihatkan terhadap musuh-musuh-Nya?

      23 Yehuwa tidak akan selama-lamanya mentoleransi penyalahgunaan kekuasaan demikian. Yesaya selanjutnya berkata, ”Oleh karena itu, ucapan Tuan yang benar, Yehuwa yang berbala tentara, Pribadi Yang Penuh Kuasa dari Israel, adalah, ’Ha! Aku akan melegakan diri dari lawan-lawanku, dan aku akan melakukan pembalasanku atas musuh-musuhku.’” (Yesaya 1:24) Di sini Yehuwa mendapat tiga gelar, yang menandaskan pertuanan-Nya yang sah dan kekuasaan-Nya yang sangat besar. Seruan ”Ha!” agaknya memaksudkan bahwa keibaan Yehuwa kini bercampur dengan tekad untuk bertindak sesuai dengan kemurkaan-Nya. Pasti, ada alasan untuk itu.

      24. Yehuwa bermaksud melakukan proses pemurnian apa atas umat-Nya?

      24 Umat Yehuwa sendiri telah menjadikan diri mereka musuh-Nya. Mereka sepenuhnya layak mendapat pembalasan ilahi. Yehuwa akan ”melegakan”, atau membebaskan, diri-Nya dari mereka. Apakah itu berarti umat yang menyandang nama-Nya akan dilenyapkan secara lengkap dan permanen? Tidak, karena Yehuwa selanjutnya berfirman, ”Aku akan membalikkan tanganku melawan engkau, dan aku akan melebur sangamu yang berbuih seperti dengan garam alkali, dan aku akan menyingkirkan semua limbahmu.” (Yesaya 1:25) Yehuwa kini menggunakan proses pemurnian sebagai ilustrasi. Seorang pemurni pada zaman dahulu sering menambahkan garam alkali untuk membantu memisahkan sanga dari logam berharga. Demikian pula, Yehuwa, yang melihat bahwa umat-Nya tidak sepenuhnya fasik, akan ’mendera mereka sampai taraf yang patut’. Dari antara mereka, Dia hanya akan menyingkirkan ’limbah’—orang-orang yang keras kepala dan tidak diinginkan, yang menolak untuk menerima pengajaran dan memperlihatkan ketaatan.c (Yeremia 46:28) Melalui kata-kata inilah Yesaya mendapat hak istimewa untuk menuliskan sejarah sebelum itu terjadi.

      25. (a) Bagaimana Yehuwa memurnikan umat-Nya pada tahun 607 SM? (b) Kapan Yehuwa memurnikan umat-Nya pada zaman modern?

      25 Yehuwa memang memurnikan umat-Nya, dengan menyingkirkan sanga berupa para pemimpin yang bejat dan para pemberontak lainnya. Pada tahun 607 SM, lama setelah zaman Yesaya, Yerusalem dihancurkan dan penduduknya digiring untuk dibuang selama 70 tahun di Babilon. Dalam beberapa segi, hal ini paralel dengan tindakan yang Allah lakukan lama setelah itu. Nubuat di Maleakhi 3:1-5, yang ditulis lama setelah pembuangan di Babilon, memperlihatkan bahwa Allah sekali lagi akan melakukan pekerjaan pemurnian. Nubuat itu menunjuk ke suatu masa manakala Allah Yehuwa akan datang ke bait rohani-Nya disertai ”utusan perjanjian”-Nya, Yesus Kristus. Berdasarkan bukti yang ada, itu terjadi pada akhir Perang Dunia I. Yehuwa menginspeksi semua orang yang mengaku Kristen, menyaring yang benar dari yang palsu. Apa hasilnya?

      26-28. (a) Apa penggenapan pertama Yesaya 1:26? (b) Bagaimana nubuat ini digenapi pada zaman kita? (c) Bagaimana nubuat ini bermanfaat bagi para penatua dewasa ini?

      26 Yehuwa menjawab, ”Aku akan membawa kembali hakim-hakim bagimu seperti semula, dan penasihat-penasihat bagimu seperti pada mulanya. Sesudah itu engkau akan disebut Kota Keadilbenaran, Kota Setia. Dengan keadilan Zion akan ditebus, dan mereka yang kembali kepadanya, dengan keadilbenaran.” (Yesaya 1:26, 27) Penggenapan pertama dari nubuat ini terjadi atas Yerusalem kuno. Setelah orang-orang buangan itu kembali ke kota mereka yang tercinta pada tahun 537 SM, sekali lagi ada para hakim dan penasihat yang setia seperti pada masa lampau. Nabi Hagai dan nabi Zakharia, imam Yosua, penulis Ezra, serta gubernur Zerubabel, semuanya bertindak untuk menuntun dan membimbing kaum sisa yang setia yang kembali, agar mereka berjalan di jalan Allah. Akan tetapi, penggenapan yang bahkan lebih penting terjadi pada abad ke-20.

      27 Pada tahun 1919, umat Yehuwa zaman modern tampil setelah mengalami masa pengujian. Mereka dibebaskan dari belenggu rohani Babilon Besar, imperium agama palsu sedunia. Perbedaan antara kaum sisa terurap yang setia dan pemimpin agama yang murtad dalam Susunan Kristen menjadi jelas. Allah sekali lagi memberkati umat-Nya, ’membawa kembali hakim-hakim dan penasihat-penasihat’—pria-pria setia yang menasihati umat Allah menurut Firman-Nya, dan bukan menurut tradisi manusia. Dewasa ini, terdapat ribuan pria semacam itu di antara ”kawanan kecil” yang jumlahnya semakin berkurang dan di antara rekan-rekannya, jutaan ”domba-domba lain” yang jumlahnya semakin bertambah.​—Lukas 12:32; Yohanes 10:16; Yesaya 32:1, 2; 60:17; 61:3, 4.

      28 Para penatua hendaknya ingat bahwa mereka kadang-kadang bertindak sebagai ’hakim’ di sidang untuk menjaganya tetap bersih secara moral dan rohani serta untuk mengoreksi para pelaku kesalahan. Mereka sungguh-sungguh berminat melakukan segala hal sesuai dengan cara Allah, meniru rasa keadilan-Nya yang berbelaskasihan dan seimbang. Namun, pada umumnya, mereka melayani sebagai ’penasihat’. Tentu, peranan ini sangat berbeda dengan menjadi pemimpin atau penguasa yang lalim, dan mereka berupaya sebisa-bisanya agar tidak menimbulkan bahkan kesan ”memerintah atas mereka yang adalah milik pusaka Allah”.​—1 Petrus 5:3.

      29, 30. (a) Pernyataan apa yang Yehuwa buat kepada orang-orang yang menolak untuk memperoleh manfaat dari proses pemurnian? (b) Dalam pengertian apa orang-orang menjadi ”malu” karena pohon-pohon dan kebun-kebun mereka?

      29 Bagaimana dengan ’sanga’ yang disebutkan dalam nubuat Yesaya? Apa yang terjadi dengan orang-orang yang menolak untuk memperoleh manfaat dari proses pemurnian Allah? Yesaya selanjutnya berkata, ”Tetapi para pemberontak dan orang-orang yang penuh dosa akan dihancurkan bersama-sama, dan mereka yang meninggalkan Yehuwa akan sampai pada kesudahannya. Sebab mereka akan merasa malu karena pohon-pohon perkasa yang kamu sekalian inginkan, dan kamu akan tersipu-sipu karena kebun yang kaupilih.” (Yesaya 1:28, 29) Orang-orang yang membangkang dan berdosa terhadap Yehuwa, yang mengabaikan berita peringatan dari para nabi-Nya hingga semuanya sudah terlambat, pasti akan ”dihancurkan” dan ”sampai pada kesudahannya”. Ini terjadi pada tahun 607 SM. Akan tetapi, apa yang dimaksudkan dengan disebutkannya pohon dan kebun?

      30 Penyembahan berhala terus-menerus menjadi problem orang-orang Yehuda. Pohon, kebun, dan hutan sering kali berperan dalam praktek-praktek bejat mereka. Sebagai contoh, para penyembah Baal dan kekasihnya, Astoret, percaya bahwa pada musim kemarau, dewa dan dewi itu mati dan dikuburkan. Untuk membuat mereka bangun dan kawin, serta mendatangkan kesuburan tanah, para penyembah berhala tersebut berkumpul untuk melakukan perbuatan seksual yang menyimpang di bawah pohon-pohon ”keramat” yang terdapat di hutan ataupun di kebun. Sewaktu hujan turun dan tanah menjadi subur, dewa-dewi palsu itulah yang dianggap berjasa; para penyembah berhala semakin yakin akan takhayul mereka. Akan tetapi, sewaktu Yehuwa menghancurkan para penyembah berhala yang suka memberontak itu hingga tuntas, tak ada ilah-ilah berhala yang melindungi mereka. Para pemberontak ”merasa malu” karena pohon-pohon dan kebun-kebun yang tak berdaya ini.

      31. Apa hal yang lebih buruk daripada rasa malu yang dihadapi para penyembah berhala?

      31 Namun, orang-orang Yehuda yang menyembah berhala tersebut menghadapi sesuatu yang lebih buruk daripada rasa malu. Dengan menggunakan ilustrasi lain, kini Yehuwa menyamakan penyembah berhala dengan pohon. ”Karena kamu akan menjadi seperti pohon besar yang dedaunannya menjadi layu, dan seperti kebun yang tidak ada airnya.” (Yesaya 1:30) Ilustrasi ini sangat cocok dengan daerah Timur Tengah, yang iklimnya panas dan kering. Tidak satu pun pohon maupun kebun yang dapat bertahan lama tanpa persediaan air yang tetap. Karena telah mengering, tumbuh-tumbuhan demikian khususnya mudah terbakar. Oleh karena itu, wajar jika ini diikuti oleh ilustrasi di ayat 31.

      32. (a) Siapakah ”pria yang penuh semangat” yang dimaksudkan di ayat 31? (b) Dalam pengertian apa ia akan menjadi ”tali pengeret”, dan ”bunga api” apa yang akan menyulutnya, dan dengan akibat apa?

      32 ”Maka pria yang penuh semangat pasti akan menjadi tali pengeret, dan hasil kegiatannya menjadi bunga api; keduanya pasti akan terbakar pada waktu yang sama, tanpa ada yang memadamkannya.” (Yesaya 1:31) Siapakah ”pria yang penuh semangat” ini? Ungkapan bahasa Ibraninya mengandung gagasan kekuatan dan kekayaan. Tampaknya ungkapan ini memaksudkan pengikut dewa-dewi palsu yang makmur dan percaya diri. Pada zaman Yesaya, sebagaimana pada zaman kita, ada banyak orang yang menolak Yehuwa dan ibadat-Nya yang murni. Beberapa bahkan tampak berhasil dalam kehidupan. Namun, Yehuwa memperingatkan bahwa orang-orang semacam itu akan menjadi seperti ”tali pengeret”, serat atau rami linen kasar yang begitu rapuh dan kering sehingga, dapat dikatakan, langsung putus sewaktu terkena api yang sangat kecil sekalipun. (Hakim 16:8, 9) Hasil atau produk dari kegiatan si penyembah berhala—entah itu berupa ilah-ilah berhala, kekayaan, atau apa pun yang disembahnya selain Yehuwa—akan menjadi seperti ”bunga api” yang menyulut kobaran api. Bunga api maupun tali pengeret akan dilalap habis, hancur, dalam api yang tak terpadamkan. Tidak satu pun kuasa di alam semesta yang dapat menggagalkan penghakiman Yehuwa yang sempurna.

      33. (a) Bagaimana peringatan dari Allah tentang penghakiman yang akan datang juga menunjukkan belas kasihan-Nya? (b) Kesempatan apa kini diulurkan Yehuwa kepada umat manusia, dan bagaimana ini mempengaruhi kita?

      33 Apakah berita terakhir ini sejalan dengan berita tentang belas kasihan dan pengampunan di ayat 18? Tentu saja! Yehuwa memerintahkan agar peringatan-peringatan demikian ditulis dan disampaikan oleh hamba-hamba-Nya karena Dia berbelaskasihan. Bagaimanapun, ”ia tidak ingin seorang pun dibinasakan tetapi ingin agar semuanya bertobat”. (2 Petrus 3:9) Benar-benar suatu hak istimewa bagi setiap orang Kristen dewasa ini untuk mengumumkan berita peringatan dari Allah kepada umat manusia, sehingga orang-orang yang bertobat dapat memperoleh manfaat dari pengampunan-Nya yang berlimpah dan hidup selama-lamanya. Alangkah baiknya Yehuwa sehingga Dia memberi umat manusia kesempatan untuk ”meluruskan perkara-perkara” dengan Dia sebelum terlambat!

      [Catatan Kaki]

      a Menurut kisah turun-temurun Yahudi kuno, Raja Manasye yang fasik memerintahkan agar Yesaya dieksekusi, dipotong-potong dengan gergaji. (Bandingkan Ibrani 11:37.) Sebuah sumber mengatakan bahwa untuk memastikan agar Yesaya dijatuhi hukuman mati, seorang nabi palsu melancarkan tuduhan berikut ini terhadapnya, ”Ia menjuluki Yerusalem Sodom, serta para pemimpin Yehuda dan Yerusalem ia nyatakan sebagai penduduk Gomora.”

      b Kata Ibrani untuk ”tenaga gaib” juga diterjemahkan ”apa yang menyakitkan”, ”apa yang gaib”, dan ”yang salah”. Menurut Theological Dictionary of the Old Testament, para nabi Ibrani menggunakan kata itu untuk mengecam ”malapetaka yang disebabkan oleh penyalahgunaan kekuasaan”.

      c Ungkapan ”Aku akan membalikkan tanganku melawan engkau” berarti Yehuwa akan berganti peranan, dari pendukung umat-Nya menjadi pendera mereka.

  • Rumah Yehuwa Ditinggikan
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Empat

      Rumah Yehuwa Ditinggikan

      Yesaya 2:1-5

      1, 2. Kata-kata apa terukir pada tembok plaza Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan dari mana sumbernya?

      ”MEREKA akan menempa pedang-pedang mereka menjadi mata bajak. Dan tombak-tombak mereka menjadi pisau pemangkas: bangsa tidak akan mengangkat pedang melawan bangsa. Mereka juga tidak akan belajar perang lagi.” Kata-kata ini terukir pada tembok plaza Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York City. Selama beberapa dekade, sumber kutipan itu tidak diberitahukan. Karena tujuan PBB adalah mengupayakan perdamaian global, masuk akal untuk menyimpulkan bahwa kata-kata itu berasal dari para pendiri PBB, pada tahun 1945.

      2 Akan tetapi, pada tahun 1975, nama Yesaya dipahatkan pada tembok itu tepat di bawah kutipan tersebut. Jelaslah bahwa kata-kata tersebut tidak berasal dari zaman modern. Sebenarnya, kata-kata itu telah ditulis sebagai suatu nubuat lebih dari 2.700 tahun yang lalu dalam apa yang kini adalah pasal 2 dari buku Yesaya. Selama ribuan tahun, para pencinta perdamaian merenungkan bagaimana dan kapan hal-hal yang Yesaya nubuatkan ini akan terjadi. Namun, kita tidak perlu bertanya-tanya. Dewasa ini, kita melihat penggenapan yang menakjubkan dari nubuat kuno ini tepat di hadapan kita.

      3. Siapakah bangsa-bangsa yang menempa pedang-pedang mereka menjadi mata bajak?

      3 Siapakah bangsa-bangsa yang menempa pedang-pedang mereka menjadi mata bajak? Pastilah, mereka bukan bangsa dan pemerintahan politik zaman modern. Hingga sekarang, bangsa-bangsa itu telah mengembangkan pembuatan pedang, atau persenjataan, baik untuk berperang maupun untuk memelihara ”perdamaian” melalui kekuatan persenjataan. Sebenarnya, bangsa-bangsa malah selalu cenderung menempa mata bajak mereka menjadi pedang! Nubuat Yesaya digenapi dalam diri wakil-wakil dari segala bangsa, orang-orang yang menyembah Yehuwa, ”Allah kedamaian”.​—Filipi 4:9.

      Bangsa-Bangsa yang Berduyun-duyun Menjalankan Ibadat Murni

      4, 5. Apa yang dinubuatkan ayat-ayat pembukaan Yesaya pasal 2, dan apa yang menandaskan bahwa kata-kata tersebut dapat diandalkan?

      4 Yesaya pasal 2 diawali dengan kata-kata ini, ”Hal yang dilihat Yesaya putra Amoz dalam penglihatan tentang Yehuda dan Yerusalem: Pasti terjadi pada akhir masa itu bahwa gunung rumah Yehuwa akan berdiri teguh mengatasi puncak gunung-gunung, dan akan ditinggikan mengatasi bukit-bukit; dan ke sana semua bangsa akan berduyun-duyun.”​—Yesaya 2:1, 2.

      5 Perhatikan bahwa apa yang Yesaya nubuatkan bukanlah sekadar spekulasi. Yesaya diperintahkan untuk mencatat peristiwa-peristiwa yang ”pasti terjadi”—yang tidak akan gagal. Apa pun maksud-tujuan Yehuwa, ini pasti akan ”berhasil”. (Yesaya 55:11) Tampaknya, untuk menandaskan bahwa janji-Nya dapat diandalkan, Allah mengilhami nabi Mikha, yang sezaman dengan Yesaya, untuk mencatat dalam bukunya, nubuat yang sama dengan yang dipaparkan di Yesaya 2:2-4.​—Mikha 4:1-3.

      6. Kapan nubuat Yesaya digenapi?

      6 Kapan nubuat Yesaya digenapi? ”Pada akhir masa itu.” Terjemahan Baru berbunyi, ”Pada hari-hari yang terakhir.” Kitab-Kitab Yunani Kristen menubuatkan corak-corak yang akan mencirikan periode ini. Di antaranya ialah peperangan, gempa bumi, sampar, kekurangan makanan, dan ”masa kritis yang sulit dihadapi”.a (2 Timotius 3:1-5; Lukas 21:10, 11) Digenapinya nubuat-nubuat itu memberikan bukti yang limpah bahwa kita sedang hidup ”pada akhir masa itu”, hari-hari terakhir sistem dunia sekarang ini. Kalau begitu, masuk akal apabila kita berharap untuk melihat bahwa hal-hal yang Yesaya nubuatkan akan tergenap pada zaman kita.

      Gunung Tempat Beribadat

      7. Gambaran nubuat apa yang Yesaya lukiskan?

      7 Dengan sedikit kata-kata, Yesaya memberikan gambaran nubuat yang hidup. Kita melihat sebuah gunung yang tinggi, dan di puncaknya terdapat rumah yang agung, bait Yehuwa. Gunung ini menjulang di atas gunung-gunung dan bukit-bukit yang ada di sekitarnya. Namun, gunung ini tidak berkesan angker atau menakutkan; gunung ini memikat hati. Orang-orang dari segala bangsa ingin sekali naik ke gunung rumah Yehuwa; mereka berduyun-duyun ke sana. Memang mudah membayangkannya, tetapi apa artinya?

      8. (a) Pada zaman Yesaya, bukit dan gunung dihubungkan dengan apa? (b) Apa yang dilukiskan dengan berduyun-duyunnya bangsa-bangsa ke ”gunung rumah Yehuwa”?

      8 Pada zaman Yesaya, bukit dan gunung sering kali dihubungkan dengan ibadat. Sebagai contoh, di sanalah lokasi penyembahan berhala dan tempat suci dewa-dewi palsu. (Ulangan 12:2; Yeremia 3:6) Akan tetapi, rumah atau bait Yehuwa menghiasi puncak Gunung Moria di Yerusalem. Orang-orang Israel yang setia mengadakan perjalanan ke Yerusalem tiga kali setahun dan naik ke Gunung Moria untuk beribadat kepada Allah yang benar. (Ulangan 16:16) Jadi, berduyun-duyunnya bangsa-bangsa ke ”gunung rumah Yehuwa” melukiskan dikumpulkannya banyak orang ke dalam ibadat sejati.

      9. Apa yang digambarkan oleh ”gunung rumah Yehuwa”?

      9 Tentu, dewasa ini umat Allah tidak berkumpul di suatu gunung harfiah dengan baitnya yang terbuat dari batu. Bait Yehuwa di Yerusalem dihancurkan oleh pasukan Romawi pada tahun 70 M. Selain itu, rasul Paulus menyatakan dengan jelas bahwa bait di Yerusalem dan tabernakel yang ada sebelumnya hanya bersifat gambaran. Semua itu menggambarkan realitas rohani yang lebih besar, ”kemah sejati, yang didirikan oleh Yehuwa, dan bukan oleh manusia”. (Ibrani 8:2) Kemah rohani itu adalah penyelenggaraan untuk menghampiri Yehuwa dalam ibadat berdasarkan korban tebusan Yesus Kristus. (Ibrani 9:2-10, 23) Selaras dengan ini, ”gunung rumah Yehuwa” yang disebutkan di Yesaya 2:2 menggambarkan ibadat kepada Yehuwa pada zaman kita, ibadat yang murni dan ditinggikan. Para pemeluk ibadat yang murni tidak berkumpul di suatu lokasi geografis tertentu; mereka berkumpul dalam persatuan ibadat.

      Ibadat Murni Ditinggikan

      10, 11. Dalam pengertian apa ibadat kepada Yehuwa ditinggikan pada zaman kita?

      10 Sang nabi mengatakan bahwa ”gunung rumah Yehuwa”, atau ibadat yang murni, akan ”berdiri teguh mengatasi puncak gunung-gunung” dan akan ”ditinggikan mengatasi bukit-bukit”. Lama sebelum zaman Yesaya, Raja Daud membawa tabut perjanjian ke Gunung Zion di Yerusalem, yang letaknya 760 meter di atas permukaan laut. Tabut tersebut tetap berada di sana sampai dipindahkan ke bait yang sudah dirampungkan di Gunung Moria. (2 Samuel 5:7; 6:14-19; 2 Tawarikh 3:1; 5:1-10) Jadi, pada zaman Yesaya, tabut suci telah ditinggikan secara fisik dan ditempatkan di bait, pada posisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan banyak bukit di sekitarnya yang digunakan untuk ibadat palsu.

      11 Memang, dalam pengertian rohani, ibadat kepada Yehuwa senantiasa lebih unggul daripada praktek-praktek keagamaan yang dilakukan orang-orang yang melayani dewa-dewi palsu. Akan tetapi, pada zaman kita, Yehuwa telah meninggikan ibadat kepada-Nya sampai setinggi langit, di atas segala bentuk ibadat yang najis, ya, jauh di atas semua ’bukit’ dan ”puncak gunung-gunung”. Bagaimana? Yaitu dengan dikumpulkannya orang-orang yang ingin menyembah Dia ”dengan roh dan kebenaran”.​—Yohanes 4:23.

      12. Siapa ”putra-putra kerajaan”, dan pengumpulan apa yang telah berlangsung?

      12 Kristus Yesus menyebutkan bahwa ”penutup sistem ini” adalah masa panen manakala para malaikat akan mengumpulkan ”putra-putra kerajaan”—orang-orang yang memiliki harapan untuk memerintah bersama Yesus dalam kemuliaan surgawi. (Matius 13:36-43) Sejak tahun 1919, Yehuwa telah memberikan kuasa kepada ”orang-orang yang masih tersisa” dari antara putra-putra ini untuk ikut bersama para malaikat dalam pekerjaan penuaian. (Penyingkapan 12:17) Jadi, sebagai permulaan, ”putra-putra kerajaan” itulah yang dikumpulkan, yaitu saudara-saudara Yesus yang terurap. Kemudian mereka ikut dalam pekerjaan pengumpulan lebih lanjut.

      13. Bagaimana Yehuwa telah memberkati kaum sisa terurap?

      13 Selama masa panen ini, Yehuwa secara progresif telah membantu kaum sisa terurap memahami dan menerapkan Firman-Nya, Alkitab. Hal ini juga turut berperan dalam meninggikan ibadat murni. Meskipun ’kegelapan menutupi bumi, dan kesuraman menutupi kelompok-kelompok bangsa’, kaum terurap ”bersinar sebagai penerang” di antara umat manusia, setelah dibersihkan dan dimurnikan oleh Yehuwa. (Yesaya 60:2; Filipi 2:15) Karena ”dipenuhi dengan pengetahuan yang saksama tentang kehendaknya dengan segala hikmat dan pemahaman rohani”, orang-orang yang diurapi dengan roh ini ”bersinar secemerlang matahari dalam kerajaan Bapak mereka”.​—Kolose 1:9.

      14, 15. Selain pengumpulan ”putra-putra kerajaan”, pengumpulan apa yang telah berlangsung, dan bagaimana hal ini dinubuatkan oleh Hagai?

      14 Selain itu, ada lagi yang telah berduyun-duyun datang ke ”gunung rumah Yehuwa”. Mereka ini disebut oleh Yesus sebagai ”domba-domba lain” miliknya dan mereka ini memiliki harapan untuk hidup selama-lamanya di bumi firdaus. (Yohanes 10:16; Penyingkapan 21:3, 4) Awalnya, pada tahun 1930-an anggota kelompok ini hanya ribuan, namun kemudian berkembang menjadi ratusan ribu, dan kini jutaan! Dalam penglihatan yang diberikan kepada rasul Yohanes, mereka digambarkan sebagai ”suatu kumpulan besar dari orang-orang yang jumlahnya tidak seorang pun dapat menghitungnya, dari semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa”.​—Penyingkapan 7:9.

      15 Nabi Hagai menubuatkan munculnya kumpulan besar ini. Ia menulis, ”Inilah firman Yehuwa yang berbala tentara, ’Sekali lagi—sedikit waktu lagi—aku akan mengguncangkan langit dan bumi dan laut dan tanah yang kering. Aku akan mengguncangkan semua bangsa, dan barang-barang yang berharga dari semua bangsa [mereka yang bergabung dengan orang-orang Kristen terurap dalam ibadat murni] pasti akan masuk; dan aku akan memenuhi rumah ini dengan kemuliaan,’ kata Yehuwa yang berbala tentara.” (Hagai 2:6, 7) Keberadaan ”kumpulan besar” yang terus bertambah jumlahnya dan rekan-rekan mereka yang terurap ini meninggikan, ya, memuliakan, ibadat murni di rumah Yehuwa. Belum pernah sebelumnya tercatat begitu banyak orang yang bersatu dalam ibadat kepada Allah yang benar, dan ini mendatangkan kemuliaan kepada Yehuwa dan Raja-Nya yang telah ditakhtakan, Yesus Kristus. Raja Salomo menulis, ”Besarnya jumlah rakyat merupakan perhiasan seorang raja.”​—Amsal 14:28.

      Ibadat Ditinggikan dalam Kehidupan Manusia

      16-18. Perubahan apa yang telah dibuat beberapa orang agar dapat beribadat kepada Yehuwa dengan cara yang diperkenan?

      16 Yehuwa layak memperoleh segala hormat dan puji atas ditinggikannya ibadat murni pada zaman kita. Namun, mereka yang menghampiri Dia mendapat hak istimewa untuk ambil bagian dalam pekerjaan ini. Sebagaimana dibutuhkan upaya untuk mendaki gunung, demikian pula, dibutuhkan upaya untuk belajar dan hidup selaras dengan standar-standar Allah yang adil-benar. Seperti orang-orang Kristen di abad pertama, hamba-hamba Allah dewasa ini telah meninggalkan gaya hidup dan praktek-praktek yang tidak selaras dengan ibadat sejati. Pelaku percabulan, penyembah berhala, pezina, pencuri, orang yang tamak, pemabuk, dan lain-lainnya telah mengubah cara hidup mereka dan telah ”dicuci bersih” dalam pandangan Allah.​—1 Korintus 6:9-11.

      17 Pengalaman wanita muda berikut ini bukanlah hal baru. Ia menulis, ”Saya dahulu tersesat tanpa harapan. Saya menjalani kehidupan yang amoral dan suka bermabuk-mabukan. Saya terkena penyakit-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Saya juga menjual narkoba dan tidak peduli akan apa pun.” Setelah belajar Alkitab, ia membuat perubahan besar agar dapat hidup selaras dengan standar-standar Allah. Kini ia berkata, ”Saya menikmati kedamaian pikiran, harga diri, harapan akan masa depan, keluarga yang sesungguhnya dan, yang terbaik dari semuanya, hubungan baik dengan Bapak kita, Yehuwa.”

      18 Bahkan setelah mendapat kedudukan yang diperkenan di hadapan Yehuwa, semua harus terus meninggikan ibadat murni dengan menaruhnya di tempat yang paling utama dalam kehidupan mereka. Ribuan tahun yang lalu, melalui Yesaya, Yehuwa menyatakan keyakinan-Nya bahwa dewasa ini akan ada sejumlah besar orang yang sangat antusias untuk menjadikan ibadat kepada-Nya perkara yang terpenting dalam kehidupan mereka. Apakah saudara ada di antara mereka?

      Suatu Umat yang Diajari Jalan Yehuwa

      19, 20. Apa yang diajarkan kepada umat Allah, dan di mana?

      19 Yesaya memberi kita gambaran lebih lanjut mengenai orang-orang yang memeluk ibadat murni dewasa ini. Ia berkata, ”Banyak suku bangsa pasti akan pergi dan mengatakan, ’Marilah, kamu sekalian, mari kita naik ke gunung Yehuwa, ke rumah Allah Yakub; dan ia akan mengajar kita tentang jalan-jalannya, dan kita akan berjalan di jalan-jalannya.’ Karena hukum akan keluar dari Zion, dan firman Yehuwa dari Yerusalem.”​—Yesaya 2:3.

      20 Yehuwa tidak membiarkan umat-Nya mengembara seperti domba yang tersesat. Melalui Alkitab dan publikasi-publikasi berdasarkan Alkitab, Dia memberi mereka ”hukum”-Nya dan ”firman”-Nya agar mereka dapat mempelajari jalan-jalan-Nya. Pengetahuan ini memperlengkapi mereka untuk ”berjalan di jalan-jalannya”. Dengan hati yang penuh penghargaan dan selaras dengan pengarahan ilahi, mereka berbicara tentang jalan-jalan Yehuwa kepada satu sama lain. Mereka berkumpul di kebaktian besar dan dalam kelompok yang lebih kecil—di Balai Kerajaan maupun di rumah pribadi—untuk mendengarkan dan mempelajari jalan-jalan Allah. (Ulangan 31:12, 13) Dengan demikian, mereka meniru pola orang-orang Kristen yang mula-mula, yang berkumpul untuk menganjurkan dan menggerakkan satu sama lain agar berlimpah dalam ”kasih dan perbuatan yang baik”.​— Ibrani 10:24, 25.

      21. Hamba-hamba Yehuwa ambil bagian dalam pekerjaan apa?

      21 Mereka mengundang orang-orang lain untuk ”naik”, yaitu melaksanakan ibadat yang ditinggikan kepada Allah Yehuwa. Ini benar-benar selaras dengan perintah yang Yesus berikan kepada murid-muridnya tepat sebelum ia naik ke surga! Ia memberi tahu mereka, ”Karena itu pergilah dan buatlah orang-orang dari segala bangsa menjadi murid, baptislah mereka dengan nama Bapak dan Putra dan roh kudus, ajarlah mereka untuk menjalankan semua perkara yang aku perintahkan kepadamu.” (Matius 28:19, 20) Disertai dukungan ilahi, Saksi-Saksi Yehuwa dengan taat pergi ke seluruh bumi, mengajar dan menjadikan murid, serta membaptis mereka.

      Pedang Menjadi Mata Bajak

      22, 23. Apa yang dinubuatkan Yesaya 2:4, dan apa yang dikatakan seorang pejabat PBB sehubungan dengan hal itu?

      22 Kini kita sampai ke ayat berikutnya, yang sebagian kata-katanya terukir pada tembok plaza PBB. Yesaya menulis, ”Ia pasti akan melaksanakan penghakiman di antara bangsa-bangsa dan meluruskan perkara-perkara sehubungan dengan banyak suku bangsa. Mereka akan menempa pedang-pedang mereka menjadi mata bajak dan tombak-tombak mereka menjadi pisau pemangkas. Bangsa tidak akan mengangkat pedang melawan bangsa, mereka juga tidak akan belajar perang lagi.”​—Yesaya 2:4.

      23 Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah dicapai. Federico Mayor, direktur jenderal Organisasi Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa pernah mengatakan, ”Semua kebejatan perang, yang kini hadir di rumah kita melalui perangkat audiovisual, tampaknya tidak sanggup menghentikan melajunya mesin perang raksasa yang dibuat dan dipertahankan selama berabad-abad. Generasi sekarang mendapat tugas berdasarkan Alkitab, yang hampir mustahil dijalankan, untuk ’menempa pedang-pedang mereka menjadi mata bajak’ dan beralih dari naluri berperang—yang sudah berkembang sejak zaman dahulu—ke sifat suka damai. Bila tercapai, ini adalah tindakan yang paling baik dan paling mulia yang dapat dilaksanakan oleh ’perkampungan global’ ini, dan warisan yang paling berharga bagi keturunan kita.”

      24, 25. Dalam diri siapakah kata-kata Yesaya tergenap, dan dengan cara bagaimana?

      24 Bangsa-bangsa secara keseluruhan tidak akan pernah mencapai tujuan yang mulia ini. Ini berada di luar jangkauan mereka. Kata-kata Yesaya digenapi oleh orang-orang dari banyak bangsa, yang bersatu dalam ibadat murni. Yehuwa telah ”meluruskan perkara-perkara” di antara mereka. Dia telah mengajar umat-Nya untuk hidup damai satu sama lain. Sesungguhnya, dalam dunia yang terpecah-belah dan penuh pertikaian ini, mereka ibaratnya telah menempa ”pedang-pedang mereka menjadi mata bajak dan tombak-tombak mereka menjadi pisau pemangkas”. Bagaimana?

      25 Antara lain, mereka tidak berpihak dalam peperangan bangsa-bangsa. Tidak lama sebelum kematian Yesus, orang-orang bersenjata datang untuk menangkapnya. Sewaktu Petrus tiba-tiba menyerang dengan pedang untuk membela Majikannya, Yesus mengatakan kepadanya, ”Kembalikan pedangmu ke tempatnya, karena semua orang yang mengangkat pedang akan binasa oleh pedang.” (Matius 26:52) Sejak itu, para pengikut jejak Yesus telah menempa pedang mereka menjadi mata bajak dan menolak mengangkat senjata untuk membunuh sesama mereka dan menolak mendukung peperangan dengan cara lain apa pun. Mereka ’mengejar perdamaian dengan semua orang’.​—Ibrani 12:14.

      Mengejar Jalan Perdamaian

      26, 27. Bagaimana umat Allah ”mencari perdamaian dan mengejarnya”? Berikan contoh.

      26 Perdamaian di antara umat Allah lebih daripada sekadar menolak untuk terlibat dalam peperangan. Meskipun mereka ada di lebih dari 230 negeri dan mewakili begitu banyak bahasa dan kebudayaan, mereka menikmati perdamaian antara satu sama lain. Mereka adalah penggenapan modern atas kata-kata Yesus, yang mengatakan kepada murid-muridnya pada abad pertama, ”Dengan inilah semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridku, jika kamu mempunyai kasih di antara kamu.” (Yohanes 13:35) Orang-orang Kristen zaman sekarang adalah ”pembawa damai”. (Matius 5:9, catatan kaki NW Ref.) Mereka ”mencari perdamaian dan mengejarnya”. (1 Petrus 3:11) Penunjang mereka adalah Yehuwa, ”Allah yang memberikan kedamaian”.​—Roma 15:33.

      27 Ada beberapa contoh dramatis dari orang-orang yang telah belajar untuk menjadi pembawa damai. Seorang pemuda menulis tentang masa kecilnya, ”Pengalaman hidup yang keras mengajar saya bagaimana membela diri. Saya menjadi orang yang garang dan marah terhadap kehidupan. Akibatnya, saya selalu berkelahi. Setiap hari, saya berkelahi dengan anak yang berbeda-beda di lingkungan rumah saya, kadang menggunakan tinju, kadang menggunakan batu atau botol. Saya menjadi orang yang sangat beringas.” Akan tetapi, akhirnya ia menyambut undangan untuk pergi ke ”gunung rumah Yehuwa”. Ia mempelajari jalan-jalan Allah dan menjadi hamba Allah yang suka damai.

      28. Apa yang dapat dilakukan orang Kristen untuk mengupayakan perdamaian?

      28 Sebagian besar hamba Yehuwa tidak berasal dari latar belakang yang keras seperti itu. Namun, bahkan dalam hal-hal yang relatif kecil—tindakan kebaikan hati, sifat suka mengampuni, dan empati—mereka berupaya untuk menggalang perdamaian dengan orang lain. Meskipun tidak sempurna, mereka berupaya menerapkan nasihat Alkitab untuk ’terus bersabar seorang terhadap yang lain dan mengampuni satu sama lain dengan lapang hati jika ada yang mempunyai alasan untuk mengeluh sehubungan dengan orang lain’.​—Kolose 3:13.

      Masa Depan yang Damai

      29, 30. Ada prospek apa bagi bumi?

      29 Yehuwa telah melakukan hal yang menakjubkan pada ”akhir masa” ini. Dia telah mengumpulkan orang-orang yang ingin melayani Dia dari segala bangsa. Dia telah mengajar mereka untuk berjalan di jalan-jalan-Nya, jalan perdamaian. Mereka inilah yang akan selamat dari ”kesengsaraan besar” yang akan datang serta masuk ke dunia baru yang penuh damai, dan di sini peperangan akan ditiadakan untuk selama-lamanya.​—Penyingkapan 7:14.

      30 Pedang—persenjataan—tidak akan ada lagi. Sehubungan dengan masa itu, sang pemazmur menulis, ”Mari, kamu sekalian, lihatlah kegiatan Yehuwa, bagaimana ia telah menetapkan peristiwa-peristiwa yang mencengangkan di bumi. Ia menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi. Busur ia patahkan dan tombak ia potong; pedati-pedati ia bakar dalam api.” (Mazmur 46:8, 9) Mengingat prospek ini, desakan berikut dari Yesaya benar-benar cocok dewasa ini sama seperti pada waktu ia menulisnya, ”Hai, kamu sekalian keturunan Yakub, datanglah dan mari kita berjalan dalam terang Yehuwa.” (Yesaya 2:5) Ya, semoga terang Yehuwa menyinari jalan kita sekarang, dan kita akan berjalan di jalan-Nya untuk selama-lamanya.​—Mikha 4:5.

      [Catatan Kaki]

      a Lihat buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? pasal 9, ”Apakah Kita Hidup pada ’Hari-Hari Terakhir’?” yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.

  • Yehuwa Merendahkan Orang yang Meninggikan Diri
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Lima

      Yehuwa Merendahkan Orang yang Meninggikan Diri

      Yesaya 2:6–4:1

      1, 2. Mengapa berita nubuat yang disampaikan Yesaya kepada orang Yehuda pada zamannya menarik minat kita?

      KARENA merasa jijik terhadap keadaan Yerusalem dan Yehuda, nabi Yesaya kini berpaling kepada Allah Yehuwa dan menyatakan, ”Engkau telah meninggalkan umatmu, keturunan Yakub.” (Yesaya 2:6a) Mengapa Allah terdorong untuk menolak bangsa yang telah dipilih-Nya sendiri sebagai ”milik yang istimewa”?​—Ulangan 14:2.

      2 Kecaman Yesaya terhadap orang-orang Yehuda pada zamannya sangat menarik minat kita. Mengapa? Karena keadaan Susunan Kristen dewasa ini dan vonis yang Yehuwa jatuhkan atasnya sangat serupa dengan apa yang terjadi pada bangsa Yesaya. Dengan memperhatikan apa yang Yesaya umumkan, kita akan mendapatkan pengertian yang jelas tentang apa yang Allah kutuk dan hal ini akan membantu kita untuk menjauhi praktek-praktek yang tidak Ia perkenan. Oleh karena itu, marilah kita membahas firman nubuat Yehuwa yang tercatat di Yesaya 2:6–4:1 dengan penuh minat.

      Dengan Sombong Mereka Membungkuk

      3. Kesalahan apa yang Yesaya akui telah dilakukan bangsanya?

      3 Yesaya mengakui kesalahan bangsanya dengan mengatakan, ”Mereka telah menjadi penuh dengan apa yang berasal dari Timur, dan mereka adalah orang-orang yang mempraktekkan ilmu gaib seperti orang Filistin, dan mereka berlimpah dengan anak-anak orang asing.” (Yesaya 2:6b) Sekitar 800 tahun sebelumnya, Yehuwa memerintahkan umat pilihan-Nya, ”Jangan menajiskan diri dengan perkara-perkara itu, sebab dengan semua perkara itu bangsa-bangsa yang akan kuhalau dari hadapan kamu telah menajiskan diri.” (Imamat 18:24) Sehubungan dengan orang-orang yang Dia pilih sebagai milik yang istimewa, Yehuwa memaksa Bileam untuk mengatakan, ”Dari puncak gunung batu aku melihat mereka, dari bukit-bukit aku memandang mereka. Di sana, sebagai suatu bangsa mereka berdiam secara terasing, mereka tidak menganggap diri sebagai bagian dari bangsa-bangsa.” (Bilangan 23:9, 12) Namun, pada zaman Yesaya, umat pilihan Yehuwa telah mengikuti praktek-praktek yang menjijikkan dari bangsa-bangsa di sekitar mereka dan ”penuh dengan apa yang berasal dari Timur”. Sebaliknya dari beriman kepada Yehuwa dan firman-Nya, mereka mempraktekkan ”ilmu gaib seperti orang Filistin”. Mereka sama sekali tidak terpisah dari bangsa-bangsa, sebab negeri itu ”berlimpah dengan anak-anak orang asing”—yang tentunya adalah orang asing yang memperkenalkan praktek-praktek yang tidak saleh kepada umat Allah.

      4. Sebaliknya dari menggerakkan mereka untuk bersyukur kepada Yehuwa, bagaimana kekayaan dan kekuatan militer mempengaruhi orang-orang Yehuda?

      4 Ketika mengomentari kemakmuran ekonomi dan kekuatan militer yang mereka nikmati pada saat itu di bawah pemerintahan Uzzia, Yesaya menyatakan, ”Negeri mereka penuh dengan perak dan emas, dan tidak terbatas harta mereka. Negeri mereka penuh dengan kuda, dan tidak terbatas kereta-kereta mereka.” (Yesaya 2:7) Apakah bangsa itu bersyukur kepada Yehuwa atas kekayaan dan kekuatan militer tersebut? (2 Tawarikh 26:1, 6-15) Sama sekali tidak! Sebaliknya, mereka menaruh kepercayaan pada kekayaan itu sendiri dan berpaling dari Sumbernya, yaitu Allah Yehuwa. Apa akibatnya? ”Negeri mereka penuh dengan allah-allah yang tidak bernilai. Kepada buatan tangan orang, mereka membungkuk, kepada yang dibuat dengan jari tangan. Manusia membungkuk, manusia merendahkan diri, dan engkau tidak mungkin mengampuni mereka.” (Yesaya 2:8, 9) Mereka memalingkan muka mereka dari Allah yang hidup dan membungkuk kepada berhala-berhala yang tak bernyawa.

      5. Mengapa membungkuk kepada berhala bukanlah suatu tindakan yang memperlihatkan kerendahan hati?

      5 Membungkuk bisa menjadi tanda kerendahan hati. Tetapi membungkuk kepada benda-benda mati adalah sia-sia, dan si penyembah berhala itu menjadi ’rendah’, merosot akhlaknya. Bagaimana mungkin Yehuwa mengampuni dosa seperti itu? Apa yang akan dilakukan para penyembah berhala ini pada waktu Yehuwa meminta pertanggungjawaban mereka?

      ’Mata yang Angkuh Akan Direndahkan’

      6, 7. (a) Pada hari penghakiman Yehuwa, apa yang akan terjadi dengan orang-orang yang meninggikan diri? (b) Atas apa dan siapa Yehuwa akan mempertunjukkan kemarahan-Nya, dan mengapa?

      6 Yesaya selanjutnya berkata, ”Masuklah ke dalam gunung batu dan sembunyikanlah dirimu dalam debu karena kegentaran akan Yehuwa, dan karena semarak keunggulannya.” (Yesaya 2:10) Akan tetapi, tidak ada gunung batu yang cukup besar untuk melindungi mereka atau sesuatu yang cukup tebal untuk menutupi dan menyembunyikan mereka dari Yehuwa, Yang Mahakuasa. Pada waktu Dia datang untuk melaksanakan penghakiman-Nya, ”mata manusia yang angkuh akan direndahkan, dan kesombongan manusia akan membungkuk; hanya Yehuwa yang akan ditinggikan pada hari itu”.​—Yesaya 2:11.

      7 ”Hari Yehuwa yang berbala tentara” segera datang. Itulah waktu manakala Allah mempertunjukkan kemarahan-Nya ”atas semua pohon aras Lebanon yang tinggi dan menjulang, semua pohon raksasa di Basyan; atas semua gunung yang tinggi dan semua bukit yang menjulang; atas semua menara yang tinggi dan semua tembok yang kuat; atas semua kapal Tarsyis dan semua perahu yang indah”. (Yesaya 2:12-16) Ya, pada hari kemurkaan Yehuwa, perhitungan akan diadakan dengan setiap organisasi yang didirikan oleh manusia sebagai lambang kesombongannya dan dengan setiap orang yang tidak saleh. Demikianlah, ”keangkuhan manusia akan membungkuk, kesombongan orang akan direndahkan; hanya Yehuwa yang akan ditinggikan pada hari itu”.​—Yesaya 2:17.

      8. Bagaimana hari penghakiman yang dinubuatkan itu menimpa Yerusalem pada tahun 607 SM?

      8 Hari penghakiman yang dinubuatkan itu menimpa orang Yehuda pada tahun 607 SM ketika Raja Nebukhadnezar dari Babilonia menghancurkan Yerusalem. Penduduknya menyaksikan bagaimana kota mereka yang tercinta dimakan api, bangunan-bangunannya yang megah dihancurleburkan, dan tembok-temboknya yang kokoh diruntuhkan. Bait Yehuwa telah menjadi puing-puing. Harta benda maupun kereta perang mereka tidak ada artinya pada ”hari Yehuwa yang berbala tentara”. Bagaimana dengan berhala-berhala mereka? Nasib mereka persis seperti yang dinubuatkan Yesaya, ”Allah-allah yang tidak bernilai akan lenyap sama sekali.” (Yesaya 2:18) Orang Yehuda—termasuk para pemimpin dan orang-orang perkasa—dibawa ke pembuangan di Babilon. Yerusalem akan dibiarkan telantar selama 70 tahun.

      9. Bagaimana keadaan Susunan Kristen serupa dengan keadaan Yerusalem dan Yehuda pada zaman Yesaya?

      9 Alangkah mirip keadaan Susunan Kristen dengan keadaan Yerusalem dan Yehuda pada zaman Yesaya! Susunan Kristen jelas telah membina hubungan yang akrab dengan bangsa-bangsa di dunia ini. Dengan antusias ia mendukung Perserikatan Bangsa-Bangsa dan memenuhi rumahnya dengan berhala dan praktek yang tidak sesuai dengan Alkitab. Para penganutnya materialistis dan mengandalkan keperkasaan militer. Dan, bukankah mereka menganggap pemimpin agama mereka patut mendapat kedudukan terkemuka, dan memberi mereka gelar-gelar dan kehormatan? Keangkuhan Susunan Kristen pasti akan dilenyapkan. Tetapi kapan?

      ”Hari Yehuwa” yang Segera Datang

      10. Paulus dan Petrus menunjuk ke ”hari Yehuwa” yang mana?

      10 Alkitab menunjuk ke ”hari Yehuwa” yang akan jauh lebih penting daripada hari penghakiman yang menimpa Yerusalem dan Yehuda kuno. Di bawah ilham, rasul Paulus menghubungkan kedatangan ”hari Yehuwa” dengan kehadiran Raja Yesus Kristus yang telah ditakhtakan. (2 Tesalonika 2:1, 2) Petrus menghubungkan hari itu dengan terwujudnya ’langit baru dan bumi baru yang di dalamnya keadilbenaran akan tinggal’. (2 Petrus 3:10-13) Pada hari itulah Yehuwa akan melaksanakan penghakiman-Nya atas seluruh sistem yang fasik ini, termasuk Susunan Kristen.

      11. (a) Siapa yang dapat ”bertahan” menghadapi ”hari Yehuwa” yang akan datang? (b) Bagaimana kita dapat menjadikan Yehuwa perlindungan kita?

      11 ”Aduh, hari itu,” kata nabi Yoel, ”karena hari Yehuwa sudah dekat, dan seperti penjarahan oleh Pribadi Yang Mahakuasa, itu akan datang!” Mengingat ”hari” itu sudah sangat dekat, tidakkah seharusnya setiap orang memikirkan keselamatan pada saat yang menakutkan itu? ”Siapa yang dapat bertahan?” tanya Yoel. Ia menjawab, ”Yehuwa akan menjadi perlindungan bagi umatnya.” (Yoel 1:15; 2:11; 3:16) Apakah Allah Yehuwa akan menjadi perlindungan bagi orang-orang yang angkuh dan yang mengandalkan kekayaan, keperkasaan militer, dan allah-allah buatan manusia? Tidak mungkin! Allah bahkan meninggalkan umat pilihan-Nya sewaktu mereka bertindak demikian. Jadi, semua hamba Allah harus ’mencari keadilbenaran, mencari kelembutan hati’ dan memeriksa dengan serius seberapa pentingkah ibadat kepada Yehuwa dalam kehidupan mereka!​—Zefanya 2:2, 3.

      ”Kepada Tikus Celurut dan kepada Kelelawar”

      12, 13. Mengapa sudah sepantasnya para penyembah berhala itu melemparkan allah-allah mereka ”kepada tikus celurut dan kepada kelelawar” pada hari Yehuwa?

      12 Bagaimana pandangan para penyembah berhala terhadap berhala mereka pada hari besar Yehuwa? Yesaya menjawab, ”Orang akan masuk ke dalam gua-gua di gunung batu dan ke dalam lubang-lubang di tanah karena kegentaran akan Yehuwa dan semarak keunggulannya, pada waktu ia bangkit mengguncangkan bumi. Pada hari itu manusia akan melemparkan kepada tikus celurut dan kepada kelelawar, allah-allah peraknya yang tidak berguna dan allah-allah emasnya yang tidak bernilai . . . agar dapat masuk ke lubang-lubang di gunung batu dan ke dalam celah-celah tebing batu, karena kegentaran akan Yehuwa dan semarak keunggulannya, pada waktu ia bangkit mengguncangkan bumi. Demi dirimu sendiri, janganlah mempercayai manusia, yang napasnya ada pada lubang hidungnya, karena atas dasar apakah ia dapat diperhitungkan?”​—Yesaya 2:19-22.

      13 Tikus celurut hidup di lubang-lubang di dalam tanah, dan kelelawar bergelantungan dalam kegelapan dan di gua-gua yang sunyi. Lagi pula, jika ada sejumlah besar kelelawar yang bergelantungan di satu tempat, biasanya tercium bau yang memuakkan dan terdapat timbunan kotoran. Sudah sepantasnya berhala-berhala dilemparkan ke tempat seperti itu. Di tempat yang gelap dan najis itulah seharusnya mereka berada. Sedangkan orang-orang, mereka akan mencari perlindungan dalam gua-gua dan celah-celah di gunung batu pada hari penghakiman Yehuwa. Jadi, berhala-berhala itu dan para penyembahnya akan mengalami nasib yang sama. Sesuai dengan nubuat Yesaya, berhala-berhala yang tak bernyawa itu tidak menyelamatkan baik para penyembahnya maupun Yerusalem dari tangan Nebukhadnezar pada tahun 607 SM.

      14. Pada hari penghakiman Yehuwa atas imperium agama palsu sedunia, apa yang akan dilakukan oleh orang-orang yang berpikiran duniawi?

      14 Apa yang akan dilakukan orang selama hari penghakiman Yehuwa atas Susunan Kristen dan elemen-elemen lain dari imperium agama palsu sedunia? Karena dihadapkan pada keadaan yang terus memburuk di seluas bumi, kebanyakan orang kelihatannya akan menyadari bahwa berhala-berhala mereka tidak ada nilainya. Sebagai gantinya, wajarlah jika mereka mencari perlindungan dari organisasi-organisasi nonspiritual di bumi, mungkin termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, ”binatang buas berwarna merah marak” di Penyingkapan pasal 17. Itu adalah ”kesepuluh tanduk” pada binatang buas simbolis yang akan menghancurkan Babilon Besar, imperium agama palsu sedunia, dan Susunan Kristen yang merupakan bagian penting darinya.​—Penyingkapan 17:3, 8-12, 16, 17.

      15. Mengapa hanya Yehuwa yang akan ”ditinggikan” pada hari penghakiman-Nya?

      15 Meskipun penghancuran dan pembakaran Babilon Besar bisa jadi adalah perbuatan langsung dari kesepuluh tanduk simbolis tersebut, itu sebenarnya adalah pelaksanaan penghakiman Yehuwa. Mengenai Babilon Besar, Penyingkapan 18:8 menyatakan, ”Itulah sebabnya dalam satu hari tulah-tulahnya akan datang, kematian dan perkabungan dan bala kelaparan, dan dia akan dibakar habis dengan api, karena Allah Yehuwa, yang menghakimi dia, adalah kuat.” Jadi, Allah Yehuwa Yang Mahakuasa layak menerima segala hormat dan puji karena telah membebaskan umat manusia dari kekuasaan agama palsu. Sebagaimana yang dikatakan Yesaya, ”Hanya Yehuwa yang akan ditinggikan pada hari itu. Karena itu adalah hari Yehuwa yang berbala tentara.”​—Yesaya 2:11b, 12a.

      ’Para Pemimpin Menyebabkan Engkau Menyimpang’

      16. (a) ”Bantuan dan sokongan” bagi masyarakat terdiri dari apa saja? (b) Bagaimana bangsa Yesaya akan menderita karena disingkirkannya ”bantuan dan sokongan” dari masyarakat mereka?

      16 Agar tetap stabil, masyarakat harus mendapat ”bantuan dan sokongan”—kebutuhan-kebutuhan seperti makanan dan air dan, yang lebih penting, pemimpin yang dapat dipercaya, yang sanggup membimbing rakyat dan menjaga ketertiban sosial. Namun sehubungan dengan Israel kuno, Yesaya menubuatkan, ”Lihat! Tuan yang benar, Yehuwa yang berbala tentara, menyingkirkan dari Yerusalem dan dari Yehuda bantuan dan sokongan, seluruh bantuan roti dan seluruh bantuan air, orang yang perkasa dan pejuang, hakim dan nabi, tukang tenung dan pria tua, kepala atas lima puluh, orang yang sangat direspek, penasihat, ahli ilmu gaib, dan tukang mantra yang ahli.” (Yesaya 3:1-3) Anak kecil akan menjadi pemimpin dan memerintah sesuka hati. Bukan hanya para penguasa yang menindas rakyat, melainkan ”orang akan memperlakukan orang lain dengan lalim . . . Mereka akan menyerang dengan ganas, anak yang masih muda melawan orang tua, dan orang yang kurang dihargai melawan orang yang dihormati”. (Yesaya 3:4, 5) Anak-anak ”menyerang” orang-orang tua ”dengan ganas”, tidak merespek mereka. Begitu merosotnya kondisi kehidupan sehingga orang akan berkata kepada orang lain yang sebenarnya tidak memenuhi syarat untuk memimpin, ”Engkau mempunyai mantel. Hendaklah engkau menjadi diktator atas kami, dan tumpukan puing ini akan berada di bawah tanganmu.” (Yesaya 3:6) Akan tetapi, orang-orang yang diminta untuk menjadi pemimpin itu akan menolak, mereka berkeras bahwa mereka tidak mempunyai kesanggupan untuk menyembuhkan negeri yang terluka itu ataupun kekayaan untuk memikul tanggung jawab tersebut. Mereka akan berkata, ”Aku tidak mau menjadi orang yang membalut luka; dan di rumahku tidak ada roti ataupun mantel. Jangan menetapkan aku menjadi diktator atas rakyat itu.”​—Yesaya 3:7.

      17. (a) Bagaimana dosa Yerusalem dan Yehuda ”seperti dosa Sodom”? (b) Siapa yang Yesaya persalahkan atas keadaan bangsanya?

      17 Yesaya melanjutkan, ”Yerusalem telah tersandung, dan Yehuda pun telah terjatuh, karena lidah dan tindak tanduk mereka melawan Yehuwa, dengan memberontak di hadapan mata kemuliaannya. Air muka mereka memberikan kesaksian tentang mereka, dan mengenai dosa mereka yang seperti dosa Sodom, mereka pun bercerita. Mereka tidak menyembunyikannya. Celakalah bagi jiwa mereka! Karena mereka telah mendatangkan malapetaka kepada diri mereka sendiri.” (Yesaya 3:8, 9) Umat Allah telah memberontak terhadap Allah yang benar dengan kata-kata dan perbuatan. Bahkan air muka mereka, yang menunjukkan sikap tak tahu malu dan tidak bertobat, menyingkapkan dosa-dosa mereka yang menjijikkan, sama seperti dosa-dosa Sodom. Mereka terikat dalam perjanjian dengan Allah Yehuwa, namun Dia tidak akan mengubah standar-standar-Nya demi mereka. ”Orang yang adil-benar akan baik keadaannya, karena mereka akan memakan hasil dari tindak-tanduk mereka. Celakalah bagi orang fasik!​—Malapetaka; karena perlakuan tangannya sendiri akan diberikan kepadanya! Mengenai umatku, orang-orang yang memberi mereka tugas berlaku keras, dan wanita semata akan berkuasa atasnya. Hai, umatku, mereka yang memimpinmu menyebabkan engkau menyimpang, dan jalan yang kautempuh telah mereka kacaukan.”​—Yesaya 3:10-12.

      18. (a) Bagaimana Yehuwa menghakimi para tua-tua dan pemimpin di zaman Yesaya? (b) Pelajaran apa yang dapat kita tarik dari penghakiman Yehuwa atas para tua-tua dan pemimpin?

      18 Atas para tua-tua dan pemimpin di Yehuda, Yehuwa ”menjatuhkan vonis” dan ”mengadakan penghakiman”, ”Kamulah yang telah membakar habis kebun anggur. Apa yang dirampok dari orang yang menderita ada di rumahmu. Apa yang kamu sekalian maksudkan dengan meremukkan umatku, dan dengan menggiling muka orang yang menderita?” (Yesaya 3:13-15) Para pemimpin tidak mengupayakan kesejahteraan rakyat, sebaliknya mereka melakukan praktek-praktek penipuan. Mereka menyalahgunakan wewenang dengan memperkaya diri dan merebut milik orang yang miskin dan yang kekurangan. Tetapi para pemimpin ini harus bertanggung jawab kepada Yehuwa yang berbala tentara karena mereka telah menindas orang yang menderita. Hal ini benar-benar menjadi peringatan bagi orang-orang yang dewasa ini mengemban tanggung jawab! Semoga mereka terus berhati-hati agar tidak menyalahgunakan wewenang mereka.

      19. Susunan Kristen bersalah atas penindasan dan penganiayaan apa?

      19 Susunan Kristen—khususnya para pemimpin agama dan tokoh-tokohnya—dengan curang mendapatkan banyak hal yang seharusnya menjadi milik kaum awam, yang telah dan akan terus ia tindas. Ia juga memukuli, menganiaya, dan memperlakukan umat Allah dengan kasar, serta mendatangkan celaan hebat atas nama Yehuwa. Pada waktu yang Dia tetapkan, Yehuwa pasti akan menghakiminya.

      ”Tanda Selar sebagai Ganti Kecantikan”

      20. Mengapa Yehuwa mengecam ”putri-putri Zion”?

      20 Setelah mengecam kesalahan para pemimpin, Yehuwa beralih kepada wanita-wanita Zion, atau Yerusalem. Kelihatannya, untuk mengikuti mode, ”putri-putri Zion” mengenakan ”rantai kaki”—gelang rantai yang dipasang pada pergelangan kaki—yang menghasilkan bunyi gemerincing yang merdu. Para wanita itu sengaja berjalan dengan langkah-langkah pendek dan ”dengan langkah-langkah yang ringan dan cepat”, dengan gaya yang mungkin dianggap anggun dan feminin. Apa yang salah dengan hal ini? Yang salah adalah sikap wanita-wanita ini. Yehuwa berkata, ”Putri-putri Zion telah menjadi angkuh dan mereka berjalan dengan memanjangkan leher dan mengerlingkan mata.” (Yesaya 3:16) Keangkuhan seperti itu tidak luput dari hukuman.

      21. Bagaimana penghakiman Yehuwa atas Yerusalem mempengaruhi wanita-wanita Yehuda?

      21 Oleh karena itu, pada waktu penghakiman Yehuwa dilaksanakan atas negeri itu, ”putri-putri Zion” yang angkuh ini akan kehilangan segala-galanya—bahkan kecantikan yang begitu mereka banggakan. Yehuwa bernubuat, ”Yehuwa juga akan membuat puncak kepala putri-putri Zion berkerak, dan Yehuwa sendiri akan mencukur dahi mereka. Pada hari itu Yehuwa akan mengambil keindahan gelang keroncong, ikat kepala, perhiasan berbentuk bulan, anting gantung, gelang tangan, selubung, tudung kepala, rantai kaki, ikat pinggang, ’rumah jiwa’ [mungkin wadah wewangian], kerang jimat, cincin jari, anting hidung, jubah kenegaraan, baju luar, jubah, pundi-pundi, cermin tangan, baju dalam, serban, dan selubung besar.” (Yesaya 3:17-23; lihat catatan kaki ”NW Ref.”) Keadaannya benar-benar berbalik secara tragis!

      22. Selain perhiasan mereka, apa lagi yang hilang dari wanita-wanita Yerusalem?

      22 Berita nubuat itu berlanjut, ”Sebagai ganti minyak balsam akan ada bau apak; sebagai ganti sabuk, tali; sebagai ganti penataan rambut yang berseni, kebotakan; sebagai ganti pakaian mewah, kain goni yang diikatkan; dan tanda selar sebagai ganti kecantikan.” (Yesaya 3:24) Pada tahun 607 SM, wanita-wanita Yerusalem yang sombong itu jatuh miskin. Mereka kehilangan kemerdekaan mereka dan menerima ”tanda selar” perbudakan.

      ”Ia Pasti Akan Dikosongkan”

      23. Apa yang diserukan Yehuwa sehubungan dengan Yerusalem?

      23 Kini Yehuwa berbicara kepada kota Yerusalem, seru-Nya, ”Oleh pedang pria-priamu akan jatuh, dan keperkasaanmu oleh perang. Pintu-pintu masuknya akan berkabung dan berdukacita, dan ia pasti akan dikosongkan. Ia akan duduk di atas tanah.” (Yesaya 3:25, 26) Pria-pria Yerusalem, bahkan orang-orang yang perkasa, akan dibantai dalam pertempuran. Kota itu akan diratakan sampai ke tanah. Bagi ”pintu-pintu masuknya”, ini akan menjadi waktu untuk ”berkabung dan berdukacita”. Yerusalem akan ”dikosongkan” dan dibiarkan telantar.

      24. Kematian para pria oleh pedang mengakibatkan perubahan drastis apa bagi para wanita Yerusalem?

      24 Kematian para pria oleh pedang akan mengakibatkan perubahan yang drastis bagi para wanita Yerusalem. Sambil mengakhiri bagian ini dalam buku nubuatnya, Yesaya bernubuat, ”Tujuh wanita akan dengan cepat memegang satu orang pria, dan mengatakan, ’Kami akan makan roti kami sendiri dan mengenakan mantel kami sendiri; asalkan kami dipanggil menurut namamu untuk menyingkirkan cela atas kami.’” (Yesaya 4:1) Jumlah pria yang dapat dikawini akan menjadi sangat sedikit sehingga beberapa wanita akan mengikatkan diri pada seorang pria agar dapat dipanggil menurut nama pria itu—yaitu agar dikenal umum sebagai istrinya—sehingga bebas dari celaan karena tidak bersuami. Hukum Musa mewajibkan seorang suami menyediakan makanan dan pakaian bagi istrinya. (Keluaran 21:10) Akan tetapi, dengan setuju untuk ’makan roti mereka sendiri dan mengenakan mantel mereka sendiri’, wanita-wanita ini bersedia membebaskan pria itu dari kewajiban hukum. Ini benar-benar situasi tanpa harapan bagi ”putri-putri Zion” yang tadinya angkuh itu!

      25. Apa yang telah menanti orang yang meninggikan diri?

      25 Yehuwa merendahkan orang-orang yang meninggikan diri. Pada tahun 607 SM, Ia benar-benar membuat keangkuhan umat pilihan-Nya ”membungkuk” dan menyebabkan ”kesombongan” mereka ”direndahkan”. Semoga orang Kristen sejati tidak pernah lupa bahwa ”Allah menentang orang yang angkuh, tetapi kepada orang yang rendah hati ia memberikan kebaikan hati yang tidak selayaknya diperoleh”.​—Yakobus 4:6.

      [Gambar di hlm. 50]

      Berhala, kekayaan, dan kekuatan militer tidak menyelamatkan Yerusalem pada hari penghakiman Yehuwa

      [Gambar di hlm. 55]

      Pada ”hari Yehuwa”, imperium agama palsu sedunia akan dihancurkan

  • Allah Yehuwa Berbelaskasihan kepada Suatu Sisa
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Enam

      Allah Yehuwa Berbelaskasihan kepada Suatu Sisa

      Yesaya 4:2-6

      1, 2. Apa yang dinubuatkan nabi Yesaya sehubungan dengan Yehuda dan Yerusalem?

      BADAI yang hebat melanda suatu daerah yang padat penduduknya. Angin kencang, hujan deras, dan banjir besar menyapu seluruh daerah itu, menghancurkan rumah-rumah, merusak ladang, dan merenggut banyak nyawa. Namun, tidak lama kemudian, badai itu berlalu, dan suasana pun kembali tenang. Bagi orang-orang yang selamat, inilah waktu untuk pemulihan dan pembangunan kembali.

      2 Nabi Yesaya menubuatkan sesuatu yang mirip dengan hal itu sehubungan dengan Yehuda dan Yerusalem. Awan badai penghakiman ilahi yang menakutkan sedang bergerak mendekat—namun untuk alasan yang baik! Kesalahan bangsa itu sudah berat. Baik penguasa maupun rakyatnya telah memenuhi negeri itu dengan ketidakadilan dan pertumpahan darah. Melalui Yesaya, Yehuwa menyingkapkan kesalahan Yehuda dan memperingatkan bahwa Dia akan melaksanakan penghakiman atas bangsa yang suka melawan itu. (Yesaya 3:25) Badai ini akan mengakibatkan negeri Yehuda sama sekali telantar. Prospek itu tentu membuat Yesaya sedih.

      3. Kabar baik apa yang terdapat dalam berita terilham di Yesaya 4:2-6?

      3 Tetapi, ada kabar baik! Badai penghakiman yang adil-benar dari Yehuwa akan berlalu, dan suatu sisa akan selamat. Ya, penghakiman Yehuwa atas Yehuda akan diimbangi dengan belas kasihan! Berita terilham dari Yesaya, yang dicatat di Yesaya 4:2-6, memberikan gambaran di muka tentang masa yang menyenangkan ini. Halnya seolah-olah matahari menyembul dari balik awan; situasinya berubah dari pemandangan dan bunyi penghakiman—sebagaimana dilukiskan di Yesaya 2:6–4:1—menjadi negeri dan rakyat yang diperbarui dengan indah.

      4. Mengapa kita hendaknya membahas nubuat Yesaya tentang dipulihkannya suatu sisa?

      4 Nubuat Yesaya tentang dipulihkannya suatu sisa dan keamanan yang mereka nikmati sesudahnya digenapi juga pada zaman kita—yaitu ”pada akhir masa itu”. (Yesaya 2:2-4) Mari kita membahas berita yang tepat waktu ini, sebab hal ini bukan saja memiliki makna nubuat tetapi juga mengajar kita tentang belas kasihan Yehuwa dan bagaimana kita secara pribadi dapat menerimanya.

      ’Pertumbuhan dari Yehuwa’

      5, 6. (a) Bagaimana Yesaya menggambarkan masa penuh damai setelah badai yang mendatang itu berlalu? (b) Apa artinya istilah ’tunas’, dan apa yang ditunjukkan oleh hal ini berkenaan dengan negeri Yehuda?

      5 Gaya penulisan Yesaya mencerminkan kehangatan seraya ia memandang ke masa yang lebih damai setelah badai hebat yang mendatang itu berlalu. Ia menulis, ”Pada waktu itu apa yang Yehuwa buat bertunas [”pertumbuhan (tunas) dari Yehuwa”, catatan kaki ”NW Ref.”] akan menjadi hiasan dan kemuliaan, dan hasil tanah akan menjadi sesuatu untuk dibanggakan dan sesuatu yang indah bagi orang Israel yang terluput.”​—Yesaya 4:2.

      6 Di sini Yesaya berbicara tentang pemulihan. Kata benda Ibrani yang diterjemahkan ’tunas’ memaksudkan ’sesuatu yang tumbuh, cabang muda, dahan’. Ini dikaitkan dengan kemakmuran, pertambahan, dan berkat dari Yehuwa. Jadi, Yesaya memberikan gambaran tentang harapan—bahwa keadaan telantar yang segera terjadi itu tidak akan berlangsung selama-lamanya. Dengan berkat Yehuwa, negeri Yehuda yang pernah makmur itu sekali lagi akan memberikan hasil yang limpah.a—Imamat 26:3-5.

      7. Bagaimana pertumbuhan dari Yehuwa akan ”menjadi hiasan dan kemuliaan”?

      7 Yesaya menggunakan kata-kata yang hidup untuk menggambarkan hebatnya transformasi yang akan terjadi. Pertumbuhan dari Yehuwa akan ”menjadi hiasan dan kemuliaan”. Kata ”hiasan” mengingatkan mereka akan keindahan Tanah Perjanjian pada waktu Yehuwa memberikannya kepada Israel berabad-abad sebelumnya. Negeri itu begitu indah sehingga dianggap sebagai ”hiasan [”permata”, New American Bible] di antara semua negeri”. (Yehezkiel 20:6) Dengan demikian, kata-kata Yesaya memberikan jaminan kepada orang-orang bahwa negeri Yehuda akan dipulihkan sehingga mulia dan indah seperti dahulu. Ya, negeri itu akan menjadi seperti permata yang sangat indah di atas bumi.

      8. Siapa yang akan berada di sana untuk menikmati keindahan negeri yang dipulihkan, dan bagaimana Yesaya menggambarkan perasaan mereka?

      8 Akan tetapi, siapakah yang akan berada di sana untuk menikmati keindahan negeri yang sudah dipulihkan itu? ”Orang Israel yang terluput,” tulis Yesaya. Ya, ada yang akan selamat dari kebinasaan memalukan yang telah dinubuatkan tadi. (Yesaya 3:25, 26) Suatu sisa dari orang-orang yang selamat akan kembali ke Yehuda dan ambil bagian dalam pemulihannya. Bagi orang-orang yang kembali ini—”orang-orang yang terluput”—hasil yang limpah dari negeri mereka yang sudah dipulihkan itu akan menjadi ”sesuatu untuk dibanggakan dan sesuatu yang indah”. (Yesaya 4:2; catatan kaki NW Ref.) Kehinaan akibat kehancuran itu akan berubah menjadi kebanggaan yang baru.

      9. (a) Sebagai penggenapan kata-kata Yesaya, apa yang terjadi pada tahun 537 SM? (b) Mengapa dapat dikatakan bahwa ”orang-orang yang terluput” mencakup beberapa orang yang lahir di pembuangan? (Lihat catatan kaki.)

      9 Sesuai dengan kata-kata Yesaya, badai penghakiman tiba pada tahun 607 SM sewaktu orang-orang Babilonia menghancurkan Yerusalem dan banyak orang Israel tewas. Ada orang-orang yang masih hidup dan mereka dibawa ke pembuangan di Babilon. Akan tetapi, jika bukan karena belas kasihan Allah, tidak akan ada satu pun yang terluput. (Nehemia 9:31) Akhirnya, Yehuda sama sekali ditelantarkan. (2 Tawarikh 36:17-21) Lalu, pada tahun 537 SM, Allah yang berbelas kasihan memungkinkan ”orang-orang yang terluput” untuk kembali ke Yehuda agar dapat memulihkan ibadat sejati.b (Ezra 1:1-4; 2:1) Pertobatan yang sepenuh hati dari orang-orang buangan yang kembali ini dengan indah diekspresikan dalam Mazmur 137, yang mungkin ditulis selama penawanan atau tidak lama setelahnya. Di Yehuda, mereka menggarap tanah dan menabur benih di ladang. Bayangkan bagaimana perasaan mereka sewaktu melihat bahwa Allah memberkati usaha mereka sehingga tanah itu menghasilkan tunas seperti ”taman Eden” yang subur!​—Yehezkiel 36:34-36.

      10, 11. (a) Bagaimana Siswa-Siswa Alkitab berada dalam penawanan ”Babilon Besar” pada awal abad ke-20? (b) Bagaimana Yehuwa memberkati kaum sisa Israel rohani?

      10 Pemulihan serupa telah terjadi pada zaman kita. Pada awal abad ke-20, Siswa-Siswa Alkitab, sebutan bagi Saksi-Saksi Yehuwa pada waktu itu, berada dalam penawanan rohani oleh ”Babilon Besar”, imperium agama palsu sedunia. (Penyingkapan 17:5) Meskipun sudah menolak banyak ajaran agama palsu, Siswa-Siswa Alkitab masih ternoda oleh beberapa gagasan dan praktek yang bersifat Babilon. Sebagai akibat dari tentangan yang didalangi para pemimpin agama, beberapa di antara mereka mengalami pemenjaraan harfiah. Negeri rohani mereka—kawasan keagamaan, atau rohani, mereka—dibiarkan telantar.

      11 Tetapi pada musim semi tahun 1919, Yehuwa berbelaskasihan kepada sisa Israel rohani ini. (Galatia 6:16) Dia melihat pertobatan mereka dan hasrat mereka untuk menyembah Dia dengan kebenaran, maka Dia membebaskan mereka dari pemenjaraan harfiah dan, yang lebih penting lagi, dari penawanan rohani. ”Orang-orang yang terluput” ini dipulihkan ke kawasan rohani yang Allah berikan kepada mereka dan yang Allah buat bertunas dengan limpah. Kawasan rohani ini kelihatan menarik dan mengundang perhatian sehingga jutaan orang lain yang takut akan Allah tertarik untuk bergabung dengan kaum sisa dalam ibadat sejati.

      12. Bagaimana kata-kata Yesaya mengagungkan belas kasihan Yehuwa kepada umat-Nya?

      12 Kata-kata Yesaya di ayat tersebut mengagungkan belas kasihan Allah kepada umat-Nya. Walaupun bangsa Israel secara keseluruhan berpaling dari Yehuwa, Dia berbelaskasihan kepada sisanya yang bertobat. Kita dapat terhibur karena mengetahui bahwa orang-orang yang membuat kesalahan serius sekalipun dapat kembali kepada Yehuwa dengan berpengharapan. Orang-orang yang bertobat tidak perlu merasa bahwa mereka tidak layak mendapat belas kasihan Yehuwa, sebab Dia tidak pernah menolak hati yang sedih serta menyesal. (Mazmur 51:17) Alkitab memberikan jaminan kepada kita, ”Yehuwa itu berbelaskasihan dan murah hati, lambat marah dan berlimpah dengan kebaikan hati yang penuh kasih. Seperti seorang bapak memperlihatkan belas kasihan kepada putra-putranya, Yehuwa memperlihatkan belas kasihan kepada orang-orang yang takut akan dia.” (Mazmur 103:8, 13) Allah yang begitu berbelaskasihan tentu layak menerima segala pujian kita!

      Suatu Sisa Menjadi Kudus bagi Yehuwa

      13. Seperti yang tercatat di Yesaya 4:3, bagaimana Yesaya menggambarkan kaum sisa yang akan mendapat belas kasihan Yehuwa?

      13 Kita telah diperkenalkan dengan kaum sisa yang akan mendapat belas kasihan Yehuwa, tetapi kini Yesaya menggambarkan mereka secara lebih terperinci. Ia menulis, ”Pasti terjadi bahwa orang-orang yang tertinggal di Zion dan orang-orang yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus baginya, setiap orang yang tercatat untuk hidup di Yerusalem.”​—Yesaya 4:3.

      14. Siapakah ”orang-orang yang tertinggal” dan ”orang-orang yang tersisa”, dan mengapa Yehuwa akan berbelaskasihan kepada mereka?

      14 Siapakah ”orang-orang yang tertinggal” dan ”orang-orang yang tersisa” itu? Mereka adalah orang-orang yang terluput yang disebutkan di ayat sebelumnya—orang-orang Yahudi buangan yang akan diperbolehkan pulang ke Yehuda. Kini Yesaya menunjukkan mengapa Yehuwa akan berbelaskasihan kepada mereka—mereka akan menjadi ”kudus baginya”. Kekudusan berarti ”kebersihan atau kemurnian yang berkaitan dengan agama; kesucian”. Menjadi kudus berarti bersih, atau murni, dalam perkataan dan tindakan, selaras dengan standar-standar Yehuwa sehubungan dengan apa yang benar dan patut. Ya, Yehuwa akan berbelaskasihan kepada orang-orang yang ”kudus baginya”, dan akan memperbolehkan mereka pulang ke ”kota kudus”, yaitu Yerusalem.​—Nehemia 11:1.

      15. (a) Ungkapan ”tercatat untuk hidup di Yerusalem” mengingatkan kita akan kebiasaan apa dari orang Yahudi? (b) Peringatan apa yang tersirat dalam kata-kata Yesaya?

      15 Apakah kaum sisa yang setia ini akan tetap tinggal di sana? Mereka akan ”tercatat untuk hidup di Yerusalem”, demikian janji Yesaya. Hal ini mengingatkan kita akan kebiasaan orang Yahudi untuk menyimpan catatan yang berisi daftar keluarga dan suku Israel, yang dibuat dengan teliti. (Nehemia 7:5) Jika nama seseorang masih terdaftar, berarti ia masih hidup, sebab jika seseorang sudah mati, namanya akan dihapus. Di bagian lain dalam Alkitab, kita membaca tentang sebuah daftar atau buku kiasan yang memuat nama orang-orang yang mendapat imbalan kehidupan dari Yehuwa. Tetapi, nama-nama dicatat dalam buku itu berdasarkan persyaratan tertentu, sebab Yehuwa dapat ’menghapus’ nama-nama tersebut. (Keluaran 32:32, 33; Mazmur 69:28) Jadi, kata-kata Yesaya menyiratkan suatu peringatan yang membuat kita berpikir—orang-orang yang kembali tersebut dapat tetap tinggal di negeri mereka yang dipulihkan hanya jika mereka tetap kudus dalam pandangan Allah.

      16. (a) Apa yang Yehuwa tuntut dari orang-orang sebelum mereka diperbolehkan pulang ke Yehuda pada tahun 537 SM? (b) Mengapa dapat dikatakan bahwa belas kasihan Yehuwa kepada kaum sisa terurap dan ”domba-domba lain” tidak sia-sia?

      16 Pada tahun 537 SM, kaum sisa yang kembali ke Yerusalem pulang dengan motif yang murni—untuk memulihkan ibadat sejati. Orang-orang yang tercemar oleh praktek-praktek agama kafir atau oleh tingkah laku najis, yang telah Yesaya peringatkan dengan sangat tegas, tidak berhak untuk kembali. (Yesaya 1:15-17) Hanya orang-orang yang Yehuwa pandang kudus yang dapat pulang ke Yehuda. (Yesaya 35:8) Demikian pula sejak bebas dari penawanan rohani pada tahun 1919, kaum sisa terurap, yang sekarang disertai oleh jutaan ”domba-domba lain”—orang-orang yang memiliki harapan untuk hidup abadi di bumi—telah berupaya sebisa-bisanya untuk menjadi kudus dalam pandangan Allah. (Yohanes 10:16) Mereka telah membersihkan diri dari ajaran-ajaran dan praktek-praktek yang bersifat Babilon. Secara pribadi, mereka berjuang untuk berpegang pada standar-standar Allah yang tinggi berkenaan dengan moralitas. (1 Petrus 1:14-16) Belas kasihan Yehuwa kepada mereka tidaklah sia-sia.

      17. Nama siapa saja yang Yehuwa catat dalam ”buku kehidupan”-Nya, dan apa yang hendaknya menjadi tekad kita?

      17 Ingatlah bahwa Yehuwa memperhatikan orang-orang yang kudus di Israel dan bahwa Dia ’mencatat nama mereka untuk hidup’. Dewasa ini juga, Yehuwa mengamati upaya kita untuk menjaga pikiran dan tubuh kita bersih seraya kita ’mempersembahkan tubuh kita sebagai korban yang hidup, kudus, diperkenan Allah’. (Roma 12:1) Dan, semua yang mengikuti haluan hidup demikian dicatat oleh Allah dalam ”buku kehidupan”-Nya—catatan kiasan yang memuat nama orang-orang yang akan menerima kehidupan abadi, entah itu di surga atau di bumi. (Filipi 4:3; Maleakhi 3:16) Oleh karena itu, marilah kita berbuat sebisa-bisanya untuk tetap kudus dalam pandangan Allah, sebab dengan demikian kita dapat mempertahankan nama kita dalam ”buku” yang berharga itu.​—Penyingkapan 3:5.

      Janji untuk Memberikan Perhatian yang Pengasih

      18, 19. Menurut Yesaya 4:4, 5, pembersihan apa yang dilaksanakan oleh Yehuwa, dan bagaimana itu akan dilaksanakan?

      18 Berikutnya, Yesaya memperlihatkan bagaimana penduduk negeri yang sudah dipulihkan itu akan menjadi kudus dan apa berkat-berkat yang menanti mereka. Ia berkata, ”Apabila Yehuwa telah mencuci bersih tinja putri-putri Zion dan ia membilas bersih bahkan pertumpahan darah Yerusalem dari dalamnya dengan roh penghakiman dan dengan roh yang membakar, Yehuwa juga pasti akan menciptakan di atas setiap tempat yang tetap di Gunung Zion dan di atas tempat pertemuannya suatu awan pada siang hari dan asap, dan kecemerlangan api yang menyala pada malam hari; karena di atas semua kemuliaan akan ada naungan.”​—Yesaya 4:4, 5.

      19 Sebelumnya, Yesaya menghardik ”putri-putri Zion”, yang kerusakan moralnya tersembunyi di balik perhiasan-perhiasan mereka yang mencolok. Ia juga menyingkapkan utang darah orang-orang pada umumnya dan mendesak mereka untuk membasuh diri. (Yesaya 1:15, 16; 3:16-23) Namun di ayat itu, ia berbicara tentang masa depan manakala Allah telah ”mencuci bersih tinja”, atau kotoran moral dan ”membasuh segala noda darah”. (Yesaya 4:4, Terjemahan Baru) Bagaimana pembersihan ini akan dilaksanakan? Dengan ”roh penghakiman” dan dengan ”roh yang membakar”. Pembinasaan yang akan datang atas Yerusalem dan pembuangan di Babilon akan menjadi ledakan penghakiman Yehuwa dan kemarahan yang menyala-nyala atas suatu bangsa yang najis. Kaum sisa yang selamat dari malapetaka-malapetaka ini dan kembali, sudah direndahkan, dimurnikan. Itulah sebabnya mereka akan menjadi kudus bagi Yehuwa dan menerima belas kasihan.​—Bandingkan Maleakhi 3:2, 3.

      20. (a) Kata-kata ”awan”, ”asap”, dan ”api yang menyala” mengingatkan mereka akan hal apa? (b) Mengapa orang-orang buangan yang telah dibersihkan itu tidak perlu takut?

      20 Melalui Yesaya, Yehuwa berjanji akan memberikan perhatian-Nya yang pengasih kepada kaum sisa yang telah dibersihkan ini. Kata-kata ”awan”, ”asap”, dan ”api yang menyala” mengingatkan mereka bahwa Yehuwa memperhatikan bangsa Israel setelah mereka meninggalkan Mesir. ”Tiang api dan awan” melindungi mereka dari kejaran orang Mesir, juga menuntun mereka di padang belantara. (Keluaran 13:21, 22; 14:19, 20, 24) Pada waktu Yehuwa menyatakan diri-Nya di Gunung Sinai, gunung itu ”seluruhnya ditutupi asap”. (Keluaran 19:18) Jadi, orang-orang buangan yang telah dibersihkan itu tidak perlu takut. Yehuwa akan menjadi Pelindung mereka. Dia akan menyertai mereka pada waktu mereka berkumpul di rumah mereka masing-masing ataupun saat mereka berkumpul dalam pertemuan kudus.

      21, 22. (a) Pondok atau gubuk sering kali dibangun untuk tujuan apa? (b) Prospek apa terbentang di hadapan kaum sisa yang telah dibersihkan?

      21 Yesaya mengakhiri gambarannya mengenai perlindungan ilahi dengan menyoroti kehidupan sehari-hari. Ia menulis, ”Akan ada pondok untuk naungan pada siang hari dari panas terik, dan untuk perlindungan dan tempat persembunyian dari badai hujan dan dari curah hujan.” (Yesaya 4:6) Sebuah pondok, atau gubuk, sering dibangun di sebuah kebun anggur atau ladang untuk memberikan pernaungan yang sangat dibutuhkan dari sinar matahari yang panas terik di musim kering dan dari hawa dingin serta badai di musim hujan.​—Bandingkan Yunus 4:5.

      22 Sewaktu menghadapi panasnya api penganiayaan dan badai perlawanan, kaum sisa yang telah dibersihkan ini akan mendapati bahwa Yehuwa adalah Sumber perlindungan, keamanan, dan pernaungan mereka. (Mazmur 91:1, 2; 121:5) Jadi, prospek yang indah terbentang di hadapan mereka: Jika mereka meninggalkan kepercayaan dan praktek Babilon yang najis, menyerahkan diri untuk dibersihkan oleh penghakiman Yehuwa, dan berupaya tetap kudus, mereka akan tetap aman, seakan-akan berada dalam ”pondok” perlindungan ilahi.

      23. Mengapa Yehuwa memberkati kaum sisa terurap dan rekan-rekan mereka?

      23 Perhatikan bahwa setelah dibersihkan, barulah berkat tiba. Demikian pula halnya pada zaman kita. Pada tahun 1919, kaum sisa terurap dengan rendah hati menyerahkan diri untuk dimurnikan, dan Yehuwa ”mencuci bersih” kenajisan mereka. Sejak saat itu, ”kumpulan besar” dari domba-domba lain juga memberikan diri mereka untuk dibersihkan oleh Yehuwa. (Penyingkapan 7:9) Setelah dibersihkan, kaum sisa dan rekan-rekan mereka mendapat berkat—Yehuwa memberikan kepada mereka perhatian-Nya yang bersifat melindungi. Dia tidak secara mukjizat mencegah panasnya penganiayaan atau badai perlawanan atas mereka. Tetapi, Dia melindungi mereka, seolah-olah mendirikan ’pondok untuk naungan dan untuk tempat persembunyian dari badai hujan’ bagi mereka. Bagaimana?

      24. Apa buktinya Yehuwa telah memberkati umat-Nya sebagai suatu organisasi?

      24 Coba pikirkan: Beberapa pemerintah yang paling berkuasa dalam sejarah telah melarang pekerjaan pengabaran Saksi-Saksi Yehuwa atau telah mencoba melenyapkan mereka sama sekali. Namun, Saksi-Saksi tetap teguh dan terus mengabar tanpa henti! Mengapa bangsa-bangsa yang perkasa tidak sanggup menghentikan kegiatan kelompok yang relatif kecil dan tampak tak berdaya ini? Karena Yehuwa telah menempatkan hamba-hamba-Nya yang bersih ini dalam ”pondok” perlindungan yang tidak dapat dirobohkan oleh seorang manusia pun!

      25. Bagi kita secara pribadi, apa artinya memiliki Yehuwa sebagai Pelindung kita?

      25 Bagaimana dengan kita secara pribadi? Memiliki Yehuwa sebagai Pelindung kita tidak berarti hidup kita bebas dari problem dalam sistem ini. Banyak orang Kristen yang setia menghadapi kesengsaraan yang hebat, seperti kemiskinan, bencana alam, perang, penyakit, dan kematian. Jika menghadapi kesusahan seperti itu, jangan pernah lupa bahwa Allah menyertai kita. Dia melindungi kita secara rohani, menyediakan apa yang kita butuhkan—bahkan ”kuasa yang melampaui apa yang normal”—untuk bertahan menghadapi pencobaan-pencobaan dengan setia. (2 Korintus 4:7) Selama Dia bersama kita, kita akan aman dan tidak perlu takut. Bagaimanapun, selama kita berbuat sebisa-bisanya untuk menjaga diri tetap kudus dalam pandangan-Nya, tidak ada yang ”akan sanggup memisahkan kita dari kasih Allah”.​—Roma 8:38, 39.

      [Catatan Kaki]

      a Beberapa pakar berpendapat bahwa frase ’tunas dari Yehuwa’ secara tidak langsung menunjuk kepada Mesias, yang baru akan muncul setelah pemulihan Yerusalem. Dalam Targum-Targum Aram, ungkapan itu disadur demikian, ”Mesias [Kristus] dari Yehuwa.” Menarik, kata benda Ibrani yang sama (tseʹmakh) belakangan digunakan oleh Yeremia pada waktu ia berbicara tentang Mesias sebagai ”tunas yang adil-benar” yang dibangkitkan bagi Daud.​—Yeremia 23:5; 33:15.

      b ”Orang-orang yang terluput” mencakup beberapa yang lahir di pembuangan. Mereka ini dapat dianggap ”terluput” karena mereka tidak akan pernah lahir seandainya nenek moyang mereka tidak selamat dari pembinasaan.​—Ezra 9:13-15; bandingkan Ibrani 7:9, 10.

      [Gambar di hlm. 63]

      Suatu badai penghakiman ilahi akan melanda Yehuda

  • Celaka bagi Kebun Anggur yang Tidak Setia!
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Tujuh

      Celaka bagi Kebun Anggur yang Tidak Setia!

      Yesaya 5:1-30

      1, 2. Apa yang dimiliki oleh Pribadi ’yang dikasihi’ itu, tetapi bagaimana hasilnya ternyata mengecewakan?

      ”DARI segi keindahan berbahasa serta kemahiran berkomunikasi dengan efektif, parabel (perumpamaan) ini hampir-hampir tidak tertandingi.” Demikian yang dikatakan seorang komentator Alkitab sehubungan dengan ayat-ayat pembukaan di Yesaya pasal 5. Lebih daripada sekadar karya seni, kata-kata Yesaya memberikan gambaran yang menyentuh hati tentang perhatian Yehuwa yang penuh kasih kepada umat-Nya. Pada waktu yang sama, kata-kata ini memperingatkan kita terhadap hal-hal yang tidak Dia sukai.

      2 Inilah awal perumpamaan Yesaya, ”Aku hendak menyanyi untuk orang yang kukasihi, nyanyian orang yang kukasihi tentang kebun anggurnya. Ada kebun anggur yang dimiliki oleh orang yang kukasihi di lereng bukit yang subur. Ia mulai mencangkulinya dan membuang batu-batunya dan menanaminya dengan tanaman anggur merah pilihan, dan membangun menara di tengah-tengahnya. Di sana ia menggali untuk tempat pemerasan anggur. Ia terus berharap agar kebun itu menghasilkan buah anggur, namun buah anggur liar yang dihasilkannya.”​—Yesaya 5:1, 2; bandingkan Markus 12:1.

      Mengurus Kebun Anggur

      3, 4. Bagaimana kebun anggur itu dipelihara dengan penuh kasih?

      3 Tidak soal apakah Yesaya benar-benar menyanyikan parabel ini bagi para pendengarnya atau tidak, parabel ini pasti menawan perhatian mereka. Sebagian besar dari mereka mungkin tidak merasa asing lagi dengan pekerjaan membuat kebun anggur, dan Yesaya menggambarkannya dengan hidup dan realistis. Seperti petani anggur dewasa ini, pemilik kebun anggur itu tidak menanam biji-biji anggur, tetapi ”tanaman anggur merah pilihan” atau yang bermutu tinggi—berupa setek atau tunas dari tanaman anggur lain. Ia membuat kebun anggurnya di tempat yang tepat, yaitu ”di lereng bukit yang subur”, sehingga tanaman anggur dapat tumbuh dengan baik.

      4 Perlu kerja keras agar kebun anggur membuahkan hasil. Yesaya menggambarkan si pemilik ”mencangkulinya dan membuang batu-batunya”—pekerjaan yang membosankan dan melelahkan! Kemungkinan, batu-batu yang besar digunakannya untuk ”membangun menara”. Di zaman dahulu, menara seperti itu berfungsi sebagai pos bagi orang-orang yang menjaga tanaman anggur dari pencuri dan binatang.a Selain itu, ia juga membangun tembok batu di sekeliling teras-teras kebun anggur itu. (Yesaya 5:5) Ini umumnya dilakukan agar lapisan humus yang sangat dibutuhkan tidak tererosi.

      5. Apa yang sewajarnya diharapkan si pemilik dari kebun anggurnya, tetapi apa yang dia dapatkan?

      5 Setelah bekerja begitu keras untuk melindungi kebun anggurnya, sudah sewajarnya jika si pemilik mengharapkan kebun ini membuahkan hasil. Untuk mengantisipasi hal ini, ia menggali tempat pemerasan anggur. Tetapi, apakah panen yang diharapkan itu terwujud? Tidak, kebun anggur itu malah menghasilkan buah anggur liar.

      Kebun Anggur dan Pemiliknya

      6, 7. (a) Siapakah pemilik kebun anggur, dan apa yang dimaksud dengan kebun anggur? (b) Penghakiman apa yang diminta oleh si pemilik?

      6 Siapakah si pemilik, dan apa yang dimaksud dengan kebun anggur itu? Si pemilik kebun anggur menunjukkan jawabannya pada waktu ia berkata, ”Sekarang, hai, penduduk Yerusalem dan orang-orang Yehuda, jadilah hakim antara aku dan kebun anggurku. Masih adakah yang harus dilakukan bagi kebun anggurku yang belum kulakukan baginya? Aku berharap ia menghasilkan buah anggur, namun mengapa ia menghasilkan buah anggur liar? Maka sekarang, aku hendak memberi tahu kamu sekalian apa yang akan kulakukan terhadap kebun anggurku: Pagarnya akan disingkirkan dan ditentukan untuk dibakar habis. Tembok batunya akan dirobohkan, dan ia ditentukan menjadi tempat untuk diinjak-injak.”​—Yesaya 5:3-5.

      7 Ya, Yehuwa adalah pemilik kebun anggur itu, dan Dia seolah-olah telah berdiri di sebuah ruang pengadilan, meminta agar penghakiman dijalankan antara diri-Nya dan kebun anggur yang mengecewakan itu. Jadi, apa yang dimaksud dengan kebun anggur? Si pemilik menjelaskan, ”Kebun anggur Yehuwa yang berbala tentara adalah keturunan Israel, dan orang Yehuda adalah perkebunan yang sangat disukainya.”​—Yesaya 5:7a.

      8. Apa yang diperlihatkan oleh fakta bahwa Yesaya memanggil Yehuwa ”yang kukasihi”?

      8 Yesaya menyebut Yehuwa, pemilik kebun anggur itu, sebagai ”yang kukasihi”. (Yesaya 5:1) Yesaya dapat berbicara tentang Allah dengan cara yang begitu akrab hanya karena ia memiliki hubungan yang dekat dengan Dia. (Bandingkan Ayub 29:4; Mazmur 25:14.) Tetapi, kasih sang nabi kepada Allah tidaklah seberapa dibandingkan dengan kasih Allah kepada ”kebun anggur”-Nya—bangsa yang telah Dia ’tanam’.​—Bandingkan Keluaran 15:17; Mazmur 80:8, 9.

      9. Bagaimana Yehuwa telah memperlakukan bangsa-Nya bagaikan kebun anggur yang berharga?

      9 Yehuwa ”menanam” bangsa-Nya di tanah Kanaan dan memberi mereka hukum-hukum dan peraturan-peraturan-Nya, yang berfungsi sebagai tembok pelindung agar mereka tidak dirusak oleh bangsa-bangsa lain. (Keluaran 19:5, 6; Mazmur 147:19, 20; Efesus 2:14) Selain itu, Yehuwa memberi mereka para hakim, imam, dan nabi untuk mengajar mereka. (2 Raja 17:13; Maleakhi 2:7; Kisah 13:20) Pada waktu Israel diancam oleh agresi musuh, Yehuwa memberikan pembebas. (Ibrani 11:32, 33) Maka, beralasan bila Yehuwa bertanya, ”Masih adakah yang harus dilakukan bagi kebun anggurku yang belum kulakukan baginya?”

      Mengenali Kebun Anggur Allah Dewasa Ini

      10. Parabel apa diceritakan Yesus sehubungan dengan suatu kebun anggur?

      10 Yesus bisa jadi sedang memikirkan kata-kata Yesaya pada waktu ia menceritakan parabel tentang para penggarap yang kejam, ”Ada seorang pria, seorang tuan rumah, yang membuat kebun anggur, memasang pagar di sekelilingnya, menggali lubang tempat pemerasan anggur di sana, mendirikan sebuah menara, lalu menyewakannya kepada penggarap-penggarap, dan mengadakan perjalanan ke luar negeri.” Sayang sekali, para penggarap itu mengkhianati si pemilik kebun anggur, bahkan membunuh putranya. Yesus selanjutnya memperlihatkan bahwa perumpamaan ini tidak saja melibatkan Israel jasmani pada waktu ia berkata, ”Kerajaan Allah akan diambil darimu [Israel jasmani] dan diberikan kepada suatu bangsa yang menghasilkan buahnya.”​—Matius 21:33-41, 43.

      11. Kebun anggur rohani apa ada pada abad pertama, tetapi apa yang terjadi setelah kematian para rasul?

      11 ”Bangsa” baru itu rupanya adalah ”Israel milik Allah”—suatu bangsa rohani yang terdiri dari orang-orang Kristen terurap yang seluruhnya berjumlah 144.000 orang. (Galatia 6:16; 1 Petrus 2:9, 10; Penyingkapan 7:3, 4) Yesus menyamakan murid-muridnya ini dengan ’cabang-cabang’ pada ”tanaman anggur yang benar”, yaitu dirinya. Tentu saja, cabang-cabang ini diharapkan menghasilkan buah. (Yohanes 15:1-5) Mereka harus memperlihatkan sifat-sifat seperti Kristus dan ikut dalam pekerjaan memberitakan ”kabar baik kerajaan ini”. (Matius 24:14; Galatia 5:22, 23) Tetapi, sejak kematian kedua belas rasul, sebagian besar dari mereka yang mengaku sebagai cabang-cabang ”tanaman anggur yang benar” itu ternyata palsu—menghasilkan buah anggur liar dan bukan buah yang bagus.​—Matius 13:24-30, 38, 39.

      12. Bagaimana kata-kata Yesaya menghukum Susunan Kristen, dan pelajaran apa yang terkandung di dalamnya bagi orang Kristen sejati?

      12 Oleh karena itu, kata-kata penghukuman Yesaya terhadap Yehuda berlaku dewasa ini untuk Susunan Kristen. Dengan menyelidiki sejarahnya—perangnya, perang salibnya, Inkwisisi-nya—terungkaplah betapa asamnya buah yang telah ia hasilkan. Meskipun demikian, kebun anggur yang benar, yaitu orang Kristen terurap dan ”kumpulan besar” yang menyertai mereka harus mengindahkan kata-kata Yesaya. (Penyingkapan 7:9) Jika mereka ingin menyenangkan hati pemilik kebun anggur, mereka harus, secara pribadi dan sebagai kelompok, menghasilkan buah-buah yang menyenangkan Dia.

      ”Buah Anggur Liar”

      13. Apa yang akan Yehuwa lakukan terhadap kebun anggur-Nya karena menghasilkan buah yang buruk?

      13 Setelah mengerahkan begitu banyak upaya yang luar biasa untuk menggarap dan memupuk kebun anggur-Nya, sewajarnyalah jika Yehuwa mengharapkannya menjadi ”kebun anggur dengan anggur yang berbusa!” (Yesaya 27:2) Akan tetapi, sebaliknya dari menghasilkan buah yang berguna, kebun itu menghasilkan ”buah anggur liar”, yang secara harfiah berarti ”sesuatu yang berbau busuk” atau ”buah busuk”. (Yesaya 5:2; catatan kaki NW Ref.; Yeremia 2:21) Oleh karena itu, Yehuwa mengumumkan bahwa Dia akan menyingkirkan ’pagar’ perlindungan-Nya dari sekeliling bangsa itu. Bangsa itu akan ’ditetapkan sebagai sesuatu yang akan dibinasakan’ dan akan ditelantarkan serta mengalami kekeringan. (Baca Yesaya 5:6.) Musa telah memperingatkan bahwa mereka akan mengalami hal-hal seperti itu jika mereka tidak menaati Hukum Allah.​—Ulangan 11:17; 28:63, 64; 29:22, 23.

      14. Buah apa yang Yehuwa harapkan dari bangsa-Nya, tetapi apa yang dihasilkannya?

      14 Allah mengharapkan bangsa itu menghasilkan buah yang bagus. Mikha, yang hidup sezaman dengan Yesaya, menyatakan, ”Apa yang Yehuwa minta sebagai balasan darimu selain menjalankan keadilan dan mengasihi kebaikan hati dan bersahaja dalam berjalan dengan Allahmu?” (Mikha 6:8; Zakharia 7:9) Tetapi, bangsa itu tidak mengindahkan desakan Yehuwa. ”[Allah] terus mengharapkan keadilan, tetapi, lihat! pelanggaran hukum; mengharapkan keadilbenaran, tetapi, lihat! keluhan.” (Yesaya 5:7b) Musa meramalkan bahwa bangsa yang tidak setia itu akan menghasilkan buah anggur beracun dari ”tanaman anggur Sodom”. (Ulangan 32:32) Jadi, mungkin perbuatan seksual yang amoral seperti homoseksualitas, termasuk dalam penyimpangan mereka dari Hukum Allah. (Imamat 18:22) Ungkapan ”pelanggaran hukum” dapat juga diterjemahkan ”penumpahan darah”. Perlakuan brutal demikian tidak diragukan menimbulkan ”keluhan” dari orang-orang yang teraniaya—keluhan yang telah mencapai telinga Pembuat kebun anggur itu.​—Bandingkan Ayub 34:28.

      15, 16. Bagaimana caranya agar orang Kristen sejati tidak menghasilkan buah-buah buruk yang dihasilkan Israel?

      15 Allah Yehuwa adalah ”pencinta keadilbenaran dan keadilan”. (Mazmur 33:5) Ia memerintahkan orang Yehuda, ”Kamu sekalian, jangan melakukan ketidakadilan dalam penghakiman. Jangan memperlakukan orang kecil dengan berat sebelah, dan jangan lebih menyukai orang besar. Dengan keadilan engkau harus menghakimi rekanmu.” (Imamat 19:15) Karena itu, kita harus menjauhi sikap berat sebelah dalam hubungan kita satu sama lain; jangan pernah membiarkan hal-hal seperti ras, usia, kekayaan, atau kemiskinan mempengaruhi penilaian kita tentang orang lain. (Yakobus 2:1-4) Khususnya bagi orang yang melayani dalam kedudukan pengawas, penting agar ia ”tidak melakukan sesuatu pun dengan pilih kasih”, namun selalu berupaya untuk mendengarkan kedua belah pihak sebelum menghakimi.​—1 Timotius 5:21; Amsal 18:13.

      16 Selain itu, orang Kristen yang hidup di tengah-tengah dunia yang penuh pelanggaran hukum ini dapat dengan mudah memperkembangkan sikap yang negatif atau yang suka memberontak terhadap standar-standar ilahi. Tetapi, orang Kristen sejati harus ”siap untuk taat” pada hukum Allah. (Yakobus 3:17) Meskipun banyaknya perbuatan seksual yang amoral dan kekerasan dalam ”sistem fasik yang ada sekarang”, mereka perlu ’terus memperhatikan dengan cermat bagaimana mereka berjalan, yaitu bukan sebagai orang yang tidak berhikmat melainkan sebagai orang yang berhikmat’. (Galatia 1:4; Efesus 5:15) Mereka hendaknya menjauhi pandangan yang serba boleh berkenaan dengan seks, dan bila timbul perselisihan, mereka harus menyelesaikan hal ini tanpa ”kemarahan dan murka dan teriakan serta cacian”. (Efesus 4:31) Dengan memperkembangkan keadilbenaran, orang Kristen sejati mendatangkan hormat bagi Allah dan memperoleh perkenan-Nya.

      Akibat Ketamakan

      17. Tingkah laku fasik apa yang dikutuk dalam celaka pertama yang Yesaya sampaikan?

      17 Di ayat 8, Yesaya tidak lagi mengutip kata-kata Yehuwa. Sewaktu menyatakan penghukuman bagi sebagian dari ”buah anggur liar” yang dihasilkan di Yehuda, ia secara pribadi menyatakan celaka yang pertama dari antara enam celaka, ”Celaka bagi mereka yang terus menambah rumah demi rumah, dan mereka yang menyerobot ladang demi ladang sampai tidak ada lagi tempat dan kamu dibuat tinggal sendirian di tengah-tengah negeri! Di telingaku Yehuwa yang berbala tentara telah bersumpah bahwa banyak rumah, walaupun besar dan bagus, akan menjadi sesuatu yang mencengangkan, tanpa penghuni. Karena sepuluh ekar kebun anggur hanya akan menghasilkan satu takaran bat, dan satu takaran homer benih hanya akan menghasilkan satu takaran efa.”​—Yesaya 5:8-10.

      18, 19. Bagaimana orang-orang yang hidup sezaman dengan Yesaya mengabaikan hukum-hukum Yehuwa tentang tanah milik dan bangunan, dan apa akibat yang akan mereka terima?

      18 Di Israel kuno, semua lahan pada dasarnya adalah milik Yehuwa. Setiap keluarga mendapatkan milik pusaka dari Allah, yang dapat mereka sewakan atau kontrakkan, tetapi tidak boleh mereka jual ”untuk seterusnya”. (Imamat 25:23) Hukum itu mencegah tindakan yang sewenang-wenang, seperti monopoli lahan dan bangunan. Itu juga melindungi keluarga-keluarga agar tidak terpuruk ke dalam kemiskinan yang sangat parah. Akan tetapi, ada beberapa orang di Yehuda yang dengan tamak melanggar hukum Allah tentang tanah milik dan bangunan. Mikha menulis, ”Mereka telah menginginkan ladang-ladang dan merampasnya; juga rumah-rumah, dan mengambilnya; dan mereka mencurangi seorang laki-laki dan rumah tangganya, seorang pria dan milik pusakanya.” (Mikha 2:2) Tetapi, Amsal 20:21 memberikan peringatan, ”Warisan diperoleh dengan ketamakan pada mulanya, tetapi masa depannya sendiri tidak akan diberkati.”

      19 Yehuwa berjanji akan melucuti kekayaan orang-orang tamak ini, yang mereka peroleh secara tidak jujur. Rumah-rumah yang mereka rampas akan ’tidak berpenghuni’. Ladang-ladang yang mereka ingini hanya akan menghasilkan sebagian dari kapasitasnya. Tidak dinyatakan bagaimana dan kapan tepatnya kutukan ini akan tergenap. Mungkin, kutukan ini, atau paling tidak sebagian darinya, mengacu pada kondisi yang masih akan terjadi karena pembuangan di Babilon.​—Yesaya 27:10.

      20. Bagaimana orang Kristen dewasa ini bisa menghindari sikap tamak yang diperlihatkan beberapa orang di Israel?

      20 Orang Kristen dewasa ini harus muak terhadap ketamakan yang tak terpuaskan seperti ketamakan yang diperlihatkan beberapa orang Israel pada waktu itu. (Amsal 27:20) Jika hal-hal materi menjadi terlalu penting, kita akan mudah menyerah pada cara-cara yang tidak bermoral untuk mendapatkan uang. Seseorang dapat dengan mudah terjerat dalam urusan-urusan bisnis yang ilegal atau rencana-rencana yang tidak masuk akal untuk bisa cepat kaya. ”Ia yang terburu-buru untuk memperoleh kekayaan tidak akan tetap bebas dari kesalahan.” (Amsal 28:20) Maka, betapa pentingnya untuk puas dengan apa yang kita miliki!​—1 Timotius 6:8.

      Jerat Hiburan yang Meragukan

      21. Dosa-dosa apa dikutuk dalam celaka kedua yang Yesaya sampaikan?

      21 Yesaya selanjutnya menyampaikan celaka yang kedua, ”Celaka bagi mereka yang bangun pagi-pagi sekali agar mereka dapat mencari minuman yang memabukkan, yang duduk-duduk hingga larut malam sampai anggur mengobarkan mereka! Harpa dan alat musik bersenar, rebana dan seruling, dan anggur ada di pesta-pesta mereka; tetapi kegiatan Yehuwa tidak mereka pandang dan pekerjaan tangannya tidak mereka lihat.”​—Yesaya 5:11, 12.

      22. Pengendalian diri dalam hal apa yang tidak dimiliki Israel, dan apa akibatnya bagi bangsa itu?

      22 Yehuwa adalah ”Allah yang bahagia” dan tidak kesal jika hamba-hamba-Nya melakukan rekreasi yang masuk akal. (1 Timotius 1:11) Akan tetapi, para pencari kesenangan ini sudah benar-benar keterlaluan! ”Orang yang mabuk, biasanya mabuk pada waktu malam,” kata Alkitab. (1 Tesalonika 5:7) Tetapi, orang-orang yang berpesta pora dalam nubuat ini memulai pesta mabuk-mabukan mereka sejak fajar dan terus minum sampai malam! Mereka berperilaku seolah-olah Allah tidak ada, seolah-olah Dia tidak akan meminta pertanggungjawaban atas tindakan mereka. Yesaya meramalkan masa depan yang suram bagi orang-orang seperti itu. ”Umatku harus dibawa ke pembuangan karena kurang pengetahuan; dan orang-orang mereka yang mulia akan kelaparan, kumpulan mereka akan menjadi gersang karena rasa haus.” (Yesaya 5:13) Karena menolak untuk bertindak sesuai dengan pengetahuan yang benar, umat perjanjian Allah—orang besar dan kecil—akan turun ke Syeol.​—Baca Yesaya 5:14-17.

      23, 24. Orang Kristen diminta untuk memperlihatkan pengendalian diri dan kesahajaan dalam hal apa?

      23 ”Pesta pora”, atau ”pesta liar”, juga menjadi problem di antara beberapa orang Kristen pada abad pertama. (Galatia 5:21; Byington; 2 Petrus 2:13) Maka, tidaklah mengherankan jika beberapa orang Kristen yang berbakti dewasa ini pun kurang bijaksana sehubungan dengan acara ramah tamah. Penggunaan minuman keras tanpa kendali telah menyebabkan beberapa orang berbicara dengan berteriak-teriak dan ribut. (Amsal 20:1) Ada yang bahkan berlaku amoral karena pengaruh alkohol yang berlebihan, dan beberapa acara ramah tamah dibiarkan berlangsung hampir sepanjang malam, sehingga mengganggu kegiatan Kristen di hari berikutnya.

      24 Akan tetapi, orang Kristen yang seimbang akan menghasilkan buah yang saleh dan menjalankan pengendalian diri serta kesahajaan dalam memilih rekreasi. Mereka mengindahkan saran Paulus yang terdapat di Roma 13:13, ”Seperti pada siang hari, biarlah kita berjalan dengan sopan, tidak dengan pesta pora dan bermabuk-mabukan.”

      Membenci Dosa dan Mengasihi Kebenaran

      25, 26. Pemikiran fasik apa di pihak orang Israel yang disingkapkan Yesaya dalam celaka ketiga dan keempat yang disampaikannya?

      25 Sekarang, dengarlah Yesaya menyampaikan celaka yang ketiga dan keempat, ”Celaka bagi mereka yang menarik kesalahan dengan tali ketidakjujuran, dan menarik dosa seperti dengan tali pedati; mereka yang mengatakan, ’Biarlah pekerjaannya dipercepat; biarlah itu datang dengan segera, agar kita melihatnya; dan biarlah rancangan Pribadi Kudus Israel mendekat dan datang, agar kita mengetahuinya!’ Celaka bagi mereka yang mengatakan kebaikan itu jahat dan kejahatan itu baik, mereka yang menempatkan kegelapan sebagai ganti terang, dan terang sebagai ganti kegelapan, mereka yang memandang pahit itu manis dan manis itu pahit!”​—Yesaya 5:18-20.

      26 Sungguh jelas gambaran tentang orang-orang yang mempraktekkan dosa ini! Mereka terikat pada dosa seperti halnya binatang beban terikat pada pedati. Orang-orang berdosa ini tidak takut akan hari penghakiman mana pun. Dengan nada mencemooh, mereka berkata, ”Biarlah [pekerjaan Allah] datang dengan segera!” Sebaliknya dari tunduk kepada Hukum Allah, mereka memutarbalikkan segala sesuatu, menyatakan bahwa ”kebaikan itu jahat dan kejahatan itu baik”.​—Bandingkan Yeremia 6:15; 2 Petrus 3:3-7.

      27. Bagaimana orang Kristen dewasa ini dapat menghindari sikap yang diperlihatkan orang Israel?

      27 Orang Kristen dewasa ini harus sama sekali menghindari sikap demikian. Sebagai contoh, mereka tidak mau menganut pandangan dunia yang menganggap percabulan dan homoseksualitas sebagai sesuatu yang dapat diterima. (Efesus 4:18, 19) Memang, seorang Kristen dapat ’salah langkah’ yang dapat menjurus ke dosa yang serius. (Galatia 6:1) Para penatua di sidang siap untuk membantu mereka yang jatuh dan membutuhkan pertolongan. (Yakobus 5:14, 15) Dengan bantuan doa dan nasihat berdasarkan Alkitab, seseorang dapat sembuh secara rohani. Kalau tidak, ada bahaya menjadi ”budak dosa”. (Yohanes 8:34) Sebaliknya dari mencemoohkan Allah dan kehilangan kewaspadaan akan hari penghakiman yang akan datang, orang Kristen berupaya untuk ”tidak bernoda dan tidak bercacat” di hadapan Yehuwa.​—2 Petrus 3:14; Galatia 6:7, 8.

      28. Dosa-dosa apa yang dikutuk dalam celaka terakhir yang Yesaya sampaikan, dan bagaimana orang Kristen dewasa ini dapat menghindari dosa-dosa demikian?

      28 Dengan tepat, Yesaya menambahkan celaka-celaka terakhir ini, ”Celaka bagi mereka yang berhikmat di mata mereka sendiri dan bijaksana di hadapan muka mereka sendiri! Celaka bagi orang-orang yang perkasa dalam hal minum anggur, dan bagi pria-pria yang penuh energi hidup untuk mencampur minuman yang memabukkan, mereka yang menyatakan orang fasik adil-benar karena mempertimbangkan suap, dan mereka yang bahkan mengambil keadilbenaran dari orang yang adil-benar!” (Yesaya 5:21-23) Kata-kata ini kelihatannya ditujukan kepada orang-orang yang melayani sebagai hakim di negeri itu. Para penatua sidang dewasa ini menghindari sikap ”berhikmat di mata mereka sendiri”. Dengan rendah hati, mereka menerima nasihat dari sesama penatua dan berpaut erat pada instruksi-instruksi organisasi. (Amsal 1:5; 1 Korintus 14:33) Mereka bersahaja dalam penggunaan minuman beralkohol, dan tidak pernah minum-minum sewaktu akan melaksanakan tanggung jawab sidang. (Hosea 4:11) Para penatua juga tidak memperlihatkan sikap pilih kasih. (Yakobus 2:9) Betapa berbedanya mereka dengan para pemimpin agama Susunan Kristen! Banyak di antara para pemimpin agama ini menutupi kesalahan orang-orang berdosa yang berpengaruh dan kaya di kalangan mereka. Hal ini sangat bertentangan dengan peringatan rasul Paulus di Roma 1:18, 26, 27; 1 Korintus 6:9, 10; dan Efesus 5:3-5.

      29. Malapetaka apa akan mengakhiri kebun-anggur-Israel milik Yehuwa?

      29 Yesaya menutup berita nubuatnya dengan menggambarkan malapetaka yang akan mengakhiri orang-orang yang ”telah menolak hukum Yehuwa” dan yang gagal menghasilkan buah yang adil-benar. (Yesaya 5:24, 25; Hosea 9:16; Maleakhi 4:1) Ia menyatakan, ”[Yehuwa] telah menaikkan tanda bagi suatu bangsa yang jauh, dan ia telah bersuit kepadanya di ujung bumi; dan lihat! dengan sangat cepat ia akan datang.”​—Yesaya 5:26; Ulangan 28:49; Yeremia 5:15.

      30. Siapa yang akan mengerahkan ”suatu bangsa” besar melawan umat Yehuwa, dan apa hasilnya?

      30 Pada zaman dahulu, sebuah tiang di atas tempat yang tinggi dapat menjadi ”tanda”, atau pusat untuk mengerahkan orang-orang atau tentara. (Bandingkan Yesaya 18:3; Yeremia 51:27.) Kini Yehuwa sendiri akan mengerahkan ”bangsa” besar yang tak bernama ini untuk melaksanakan penghakiman-Nya.b Ia akan ”bersuit kepadanya”, menarik perhatiannya kepada umat-Nya yang suka melawan sebagai sasaran yang pantas ditaklukkan. Sang nabi selanjutnya menggambarkan serangan yang sangat cepat dan menakutkan dari penakluk yang bagaikan singa ini, yang akan ”menangkap mangsa”, yaitu bangsa milik Allah, dan ”membawanya pergi dengan aman” ke penawanan. (Baca Yesaya 5:27-30a.) Dan, betapa menyedihkan akibatnya bagi negeri umat Yehuwa! ”Orang akan menatap negeri itu, dan lihat! ada kegelapan yang menyesakkan; dan bahkan terang menjadi gelap karena titik-titik air yang jatuh di atasnya.”​—Yesaya 5:30b.

      31. Bagaimana orang Kristen sejati dapat terhindar dari hukuman yang dilaksanakan terhadap kebun-anggur-Israel milik Yehuwa?

      31 Ya, kebun anggur yang telah Allah buat dengan penuh kasih terbukti tidak produktif—hanya pantas untuk dibinasakan. Kata-kata Yesaya benar-benar mengandung pelajaran yang jitu bagi semua yang mau melayani Yehuwa dewasa ini! Semoga mereka berjuang untuk menghasilkan buah yang adil-benar saja, demi pujian kepada Yehuwa dan demi keselamatan mereka sendiri!

      [Catatan Kaki]

      a Beberapa pakar berpendapat bahwa bangunan-bangunan sementara yang lebih murah, seperti pondok, atau gubuk, jauh lebih umum daripada menara batu. (Yesaya 1:8) Adanya sebuah menara menunjukkan bahwa si pemilik telah mengerahkan upaya yang luar biasa demi ”kebun anggur” miliknya itu.

      b Dalam nubuat-nubuat lainnya, Yesaya mengidentifikasi Babilon sebagai bangsa yang melaksanakan penghakiman Yehuwa yang menghancurkan Yehuda.

      [Gambar di hlm. 83]

      Orang yang berdosa terikat pada dosa seperti binatang beban terikat pada pedati

      [Gambar penuh di hlm. 85]

  • Allah Yehuwa Ada dalam Bait-Nya yang Kudus
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Delapan

      Allah Yehuwa Ada dalam Bait-Nya yang Kudus

      Yesaya 6:1-13

      1, 2. (a) Kapan nabi Yesaya mendapat penglihatan tentang bait? (b) Mengapa Raja Uzzia kehilangan perkenan Yehuwa?

      ”PADA tahun Raja Uzzia mati, aku melihat Yehuwa, duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan punca bajunya memenuhi baitnya.” (Yesaya 6:1) Kata-kata sang nabi tersebut membuka pasal ke-6 buku Yesaya. Waktu itu tahun 778 SM.

      2 Keberhasilan yang luar biasa menandai sebagian besar dari 52 tahun masa pemerintahan Uzzia sebagai raja Yehuda. Karena melakukan ”apa yang benar di mata Yehuwa”, ia menikmati dukungan Yehuwa dalam upaya-upayanya di bidang militer, pembangunan, dan pertanian. Tetapi, keberhasilannya ini juga yang menghancurkan dia. Belakangan, hatinya menjadi angkuh, ”sehingga ia bertindak tidak setia terhadap Yehuwa, Allahnya, dan masuk ke dalam bait Yehuwa untuk membakar dupa”. Karena tindakan yang lancang ini dan kemurkaannya terhadap para imam yang menegur dia, Uzzia menderita kusta sampai hari kematiannya. (2 Tawarikh 26:3-22) Kira-kira pada waktu inilah Yesaya memulai pelayanannya sebagai nabi.

      3. (a) Apakah Yesaya benar-benar melihat Yehuwa? Jelaskan. (b) Pemandangan apa yang Yesaya lihat, dan untuk alasan apa?

      3 Kita tidak diberi tahu di mana Yesaya berada pada waktu ia mendapat penglihatan. Tetapi, apa yang ia lihat dengan mata jasmaninya pastilah suatu penglihatan; ia tidak benar-benar melihat Pribadi Yang Mahakuasa, sebab ”tidak seorang pun pernah melihat Allah”. (Yohanes 1:18; Keluaran 33:20) Namun, melihat Yehuwa, sang Pencipta, sekalipun dalam penglihatan, merupakan pemandangan yang luar biasa. Penguasa Universal dan Sumber semua pemerintah yang sah tersebut duduk di atas takhta yang tinggi, yang melambangkan peranan-Nya sebagai Raja dan Hakim yang abadi! Punca jubah-Nya yang panjang dan terjurai memenuhi bait. Yesaya dipanggil untuk melayani sebagai nabi yang akan mengagungkan kuasa dan keadilan Yehuwa yang tak ada bandingnya. Sebagai persiapan, Yesaya akan diberi penglihatan tentang kekudusan Allah.

      4. (a) Mengapa gambaran mengenai Yehuwa yang terdapat dalam penglihatan dan yang dicatat dalam Alkitab pasti bersifat simbolis? (b) Apa yang kita pelajari mengenai Yehuwa dari penglihatan Yesaya?

      4 Yesaya tidak menggambarkan penampilan Yehuwa yang muncul dalam penglihatannya—tidak seperti penglihatan-penglihatan yang dilaporkan oleh Yehezkiel, Daniel, dan Yohanes. Semua catatan itu pun menceritakan hal yang berbeda-beda sehubungan dengan apa yang terlihat di surga. (Yehezkiel 1:26-28; Daniel 7:9, 10; Penyingkapan 4:2, 3) Akan tetapi, kita harus selalu mengingat sifat dan tujuan penglihatan-penglihatan tersebut, bahwa itu bukan gambaran harfiah tentang pribadi Yehuwa. Mata jasmani tidak dapat melihat makhluk roh; dan pikiran manusia yang terbatas pun tidak dapat memahami alam roh. Jadi, penglihatan-penglihatan itu menyajikan informasi dalam bentuk yang dapat dimengerti manusia. (Bandingkan Penyingkapan 1:1.) Dalam penglihatan Yesaya, gambaran tentang penampilan Allah tidak diperlukan. Penglihatan itu memberi tahu Yesaya bahwa Yehuwa ada dalam bait-Nya yang kudus dan bahwa Dia kudus dan penghakiman-Nya murni.

      Para Serafim

      5. (a) Siapakah para serafim, dan apa artinya kata itu? (b) Mengapa para serafim menyembunyikan muka dan kaki mereka?

      5 Dengar! Yesaya melanjutkan, ”Para serafim berdiri di sebelah atas dia. Masing-masing mempunyai enam sayap. Dengan dua sayap ia menutupi mukanya, dan dengan dua sayap ia menutupi kakinya, dan dengan dua sayap ia terbang ke sana kemari.” (Yesaya 6:2) Yesaya pasal 6 adalah satu-satunya pasal dalam Alkitab yang menyebutkan para serafim. Yang jelas, mereka adalah malaikat-malaikat yang melayani Yehuwa dan mempunyai hak istimewa serta kehormatan yang sangat tinggi tingkatannya, karena mereka berada di sekeliling takhta surgawi Yehuwa. Tidak seperti Raja Uzzia yang sombong, para serafim memegang jabatan mereka dengan sangat rendah hati dan bersahaja. Karena berada di dekat Penguasa surgawi, mereka menutupi muka mereka dengan sepasang sayap; dan untuk menghormati tempat kudus itu, mereka menutupi kaki mereka dengan sepasang sayap lainnya. Mengingat posisi mereka yang dekat dengan Penguasa Universal, para serafim itu semakin merendah, agar perhatian kepada kemuliaan pribadi Allah tidak teralih. Kata ”serafim” berarti ”yang bernyala-nyala” atau ”yang berkobar-kobar” dan hal ini menunjukkan bahwa mereka memancarkan terang; namun mereka menyembunyikan muka mereka dari kecemerlangan dan kemuliaan Yehuwa yang lebih besar.

      6. Di manakah posisi para serafim dalam kaitannya dengan Yehuwa?

      6 Para serafim menggunakan sepasang sayap lain, yang ketiga, untuk terbang ke sana kemari dan tentunya untuk terbang di tempat, atau ”tetap berada” pada posisi mereka. (Bandingkan Ulangan 31:15.) Mengenai posisi mereka, Profesor Franz Delitzsch berkomentar, ”Para serafim tidak akan terbang melebihi kepala Dia yang duduk di atas takhta, tetapi mereka menempatkan diri di atas jubah kepunyaan-Nya yang memenuhi tempat itu.” (Commentary on the Old Testament) Hal ini tampak masuk akal. Mereka ”berdiri di sebelah atas”, bukan pada kedudukan yang lebih unggul daripada Yehuwa, melainkan dalam posisi menunggu perintah dari-Nya, taat dan siap melayani.

      7. (a) Apa tugas yang dilaksanakan oleh para serafim? (b) Mengapa para serafim mengumumkan kekudusan Allah sebanyak tiga kali?

      7 Sekarang, dengarkan perkataan para serafim yang mempunyai hak istimewa besar itu! ”Yang satu berseru kepada yang lain dan mengatakan, ’Kudus, kudus, kuduslah Yehuwa yang berbala tentara. Seluruh bumi penuh dengan kemuliaannya.’” (Yesaya 6:3) Tugas mereka adalah memastikan agar kekudusan Yehuwa diumumkan dan agar kemuliaan-Nya diakui di seluruh alam semesta, termasuk bumi. Kemuliaan-Nya terlihat dalam semua karya ciptaan-Nya dan akan segera dipahami oleh semua penduduk bumi. (Bilangan 14:21; Mazmur 19:1-3; Habakuk 2:14) Pernyataan rangkap tiga ”kudus, kudus, kudus” bukanlah bukti adanya Tritunggal. Sebaliknya, itu adalah penandasan rangkap tiga berkenaan dengan kekudusan Allah. (Bandingkan Penyingkapan 4:8.) Yehuwa kudus pada tingkat yang tertinggi.

      8. Apa hasil pengumuman para serafim itu?

      8 Walaupun jumlah serafim tidak disebutkan, bisa jadi ada beberapa kelompok serafim di dekat takhta. Dengan nyanyian yang merdu, mereka silih berganti mengulangi pengumuman tentang kekudusan dan kemuliaan Allah. Apa hasilnya? Dengarkan lagi apa yang selanjutnya Yesaya katakan, ”Poros ambang pintu itu pun mulai bergerak-gerak disebabkan oleh suara pribadi yang berseru itu, dan rumah itu pun akhirnya penuh dengan asap.” (Yesaya 6:4) Dalam Alkitab, asap atau suatu awan sering menjadi bukti yang kelihatan dari kehadiran Allah. (Keluaran 19:18; 40:34, 35; 1 Raja 8:10, 11; Penyingkapan 15:5-8) Asap itu menunjukkan kemuliaan yang tidak dapat dihampiri oleh manusia.

      Tidak Layak, namun Dibuat Tahir

      9. (a) Apa pengaruh penglihatan itu pada diri Yesaya? (b) Apa perbedaan yang nyata antara Yesaya dan Raja Uzzia?

      9 Penglihatan tentang takhta Yehuwa ini memberikan pengaruh yang luar biasa atas diri Yesaya. Ia mencatat, ”Lalu aku mengatakan, ’Celaka bagiku! Sebab aku sama saja seperti telah dibungkam, karena aku seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di antara suatu bangsa yang najis bibir; karena mataku telah melihat sang Raja, Yehuwa yang berbala tentara!’” (Yesaya 6:5) Betapa berbedanya Yesaya dan Raja Uzzia! Uzzia merebut kedudukan imam yang terlantik dan dengan tidak sopan memasuki ruang Kudus di bait. Walaupun Uzzia melihat kaki-kaki pelita dari emas, mezbah dupa dari emas, dan meja untuk ”roti Kehadiran”, ia tidak melihat muka perkenan Yehuwa ataupun menerima tugas khusus dari Dia. (1 Raja 7:48-50; catatan kaki NW Ref.) Sebaliknya, nabi Yesaya tidak mengesampingkan keimaman atau masuk ke dalam bait tanpa izin. Namun, ia mendapat penglihatan tentang Yehuwa yang ada dalam bait-Nya yang kudus dan mendapat kehormatan dengan diberi tugas langsung dari Allah. Para serafim tidak berani memandang Tuan yang bertakhta di bait itu, tetapi Yesaya diperbolehkan, dalam penglihatan, untuk memandang ”sang Raja, Yehuwa yang berbala tentara!”

      10. Mengapa Yesaya merasa takut sewaktu ia mendapat penglihatan itu?

      10 Perbedaan yang Yesaya lihat antara kekudusan Allah dan keadaan dirinya yang berdosa membuat dia merasa sangat najis. Seraya diliputi ketakutan, ia mengira bahwa ia akan mati. (Keluaran 33:20) Ia mendengar para serafim memuji Allah dengan bibir yang tahir, tetapi bibirnya sendiri najis, dan diperburuk lagi oleh najisnya bibir orang-orang yang ada di sekitarnya dan yang perkataannya ia dengar. Yehuwa itu kudus, dan para hamba-Nya harus mencerminkan sifat yang sama. (1 Petrus 1:15, 16) Meskipun Yesaya telah dipilih sebagai juru bicara Allah, ia merasa terpukul karena menyadari keadaannya yang berdosa dan karena tidak mempunyai bibir yang tahir sebagaimana layaknya seorang juru bicara dari Raja yang mulia dan kudus. Apa tanggapan dari surga?

      11. (a) Apa yang dilakukan oleh salah satu serafim, dan apa yang dilambangkan oleh tindakan ini? (b) Dengan merenungkan apa yang dikatakan serafim itu kepada Yesaya, bagaimana kita dapat dibantu jika kita merasa tidak layak menjadi hamba Allah?

      11 Yesaya, orang yang statusnya rendah itu, tidak disingkirkan dari hadirat Yehuwa, sebaliknya para serafim bertindak untuk membantu dia. Catatan itu menyatakan, ”Maka salah satu dari antara para serafim itu terbang kepadaku, dan di tangannya ada bara menyala yang diambilnya dengan jepitan dari mezbah. Lalu ia menyentuh mulutku dan mengatakan, ’Lihat! Ini telah menyentuh bibirmu, dan kesalahanmu telah lenyap dan dosamu telah ditutup dengan pendamaian.’” (Yesaya 6:6, 7) Secara simbolis, api mempunyai daya untuk memurnikan. Pada saat bibir Yesaya dikenai bara yang menyala dengan api kudus dari mezbah, para serafim meyakinkan Yesaya bahwa dosa-dosanya telah diampuni sejauh yang diperlukan untuk dapat menerima perkenan Allah dan suatu tugas. Hal ini sungguh menenteramkan hati kita! Kita juga berdosa dan tidak layak menghampiri Allah. Tetapi, kita telah ditebus dengan korban tebusan Yesus dan dapat menerima perkenan Allah dan menghampiri Dia dalam doa.​—2 Korintus 5:18, 21; 1 Yohanes 4:10.

      12. Mezbah apa yang Yesaya lihat, dan apa fungsi api?

      12 Ada lagi yang mengingatkan kita bahwa ini adalah suatu penglihatan, yaitu disebutkannya ”mezbah”. (Bandingkan Penyingkapan 8:3; 9:13.) Terdapat dua mezbah dalam bait di Yerusalem. Tepat di depan tirai ruang Mahakudus, ada mezbah kecil untuk dupa, dan di depan pintu masuk tempat suci terdapat mezbah besar untuk korban persembahan, yang apinya dijaga tetap menyala. (Imamat 6:12, 13; 16:12, 13) Tetapi, mezbah-mezbah yang ada di bumi ini merupakan bayangan, atau gambaran dari sesuatu yang lebih besar. (Ibrani 8:5; 9:23; 10:5-10) Api dari langit melalap korban bakaran di atas mezbah pada waktu bait diresmikan oleh Raja Salomo. (2 Tawarikh 7:1-3) Dan sekarang, api yang berasal dari mezbah yang sejati di surga menyingkirkan kenajisan di bibir Yesaya.

      13. Apa pertanyaan yang Yehuwa ajukan, dan siapa yang Dia ikut sertakan sewaktu Dia mengatakan ”kami”?

      13 Mari kita ikut mendengarkan bersama Yesaya. ”Aku mendengar suara Yehuwa yang mengatakan, ’Siapakah yang akan kuutus, dan siapakah yang akan pergi untuk kami?’ Lalu aku mengatakan, ’Ini aku! Utuslah aku.’” (Yesaya 6:8) Pertanyaan yang diajukan oleh Yehuwa ini jelas dirancang untuk memancing jawaban dari Yesaya, sebab tidak ada nabi manusia lain yang muncul dalam penglihatan itu. Tidak salah lagi, itu adalah undangan bagi Yesaya untuk menjadi utusan Yehuwa. Tetapi, mengapa Yehuwa bertanya, ”Siapakah yang akan pergi untuk kami?” Dengan mengubah kata ganti orang bentuk tunggal ’aku’ menjadi bentuk jamak ”kami”, Yehuwa sekarang mengikutsertakan sedikitnya satu pribadi lain bersama-Nya. Siapakah dia? Bukankah itu satu-satunya Putra yang diperanakkan, yang di kemudian hari menjadi manusia Yesus Kristus? Benar, kepada Putra yang sama itulah Allah berfirman, ”Mari kita membuat manusia menurut gambar kita.” (Kejadian 1:26; Amsal 8:30, 31) Ya, satu-satunya Putra yang diperanakkan ada bersama Yehuwa di surga.​—Yohanes 1:14.

      14. Bagaimana Yesaya menanggapi undangan Yehuwa, dan teladan apa yang ia berikan bagi kita?

      14 Yesaya tidak ragu-ragu untuk menjawab! Tanpa mempersoalkan isi beritanya, ia segera menjawab, ”Ini aku! Utuslah aku.” Ia juga tidak bertanya apa yang akan ia dapatkan jika ia menerima tugas itu. Semangat kerelaannya menjadi teladan bagi semua hamba Allah dewasa ini, yang mendapatkan tugas untuk memberitakan ’kabar baik kerajaan ini di seluruh bumi yang berpenduduk’. (Matius 24:14) Seperti Yesaya, mereka dengan setia berpaut pada tugas mereka dan memberikan ”kesaksian kepada semua bangsa”, sekalipun menjumpai sikap apatis di mana-mana. Dan, mereka maju dengan yakin, seperti Yesaya, karena mengetahui bahwa tugas mereka berasal dari kewenangan tertinggi.

      Tugas Yesaya

      15, 16. (a) Apa yang harus Yesaya katakan kepada ”bangsa ini”, dan apa tanggapan mereka? (b) Apakah Yesaya dapat dipersalahkan atas reaksi bangsa itu? Jelaskan.

      15 Yehuwa sekarang menguraikan apa yang harus Yesaya katakan dan tanggapan apa yang akan ia terima, ”Pergilah, dan engkau harus mengatakan kepada bangsa ini, ’Dengarlah berulang-kali, hai, kamu sekalian, tetapi jangan mengerti; dan lihatlah berulang-kali, tetapi jangan memperoleh pengetahuan.’ Buatlah hati bangsa ini tertutup, dan buatlah telinga mereka tidak tanggap, dan rekatkan mata mereka, agar mereka tidak melihat dengan mata mereka dan tidak mendengar dengan telinga mereka, dan agar hati mereka tidak mengerti dan agar mereka tidak berbalik dan memperoleh kesembuhan bagi diri mereka.” (Yesaya 6:9, 10) Apakah artinya Yesaya harus berbicara blak-blakan tanpa mempertimbangkan perasaan orang Yahudi, sehingga membuat mereka jengkel dan tetap bermusuhan dengan Yehuwa? Sama sekali tidak! Mereka adalah bangsa Yesaya sendiri dan ia peduli kepada mereka. Tetapi, firman Yehuwa menunjukkan bagaimana bangsa itu akan menanggapi beritanya, tidak soal seberapa setia Yesaya melaksanakan tugasnya.

      16 Kesalahan ada pada bangsa itu. Yesaya akan berbicara kepada mereka ”berulang-kali”, tetapi mereka tidak akan menerima berita itu ataupun memperoleh pengertian. Kebanyakan akan berkeras kepala dan tidak tanggap, seolah-olah mereka buta dan tuli sama sekali. Dengan berulang-ulang mendatangi mereka, Yesaya akan membuat ”bangsa ini” memperlihatkan bahwa mereka tidak mau mendapatkan pengertian. Akan terbukti bahwa mereka menutup pikiran dan hati mereka terhadap berita Yesaya—berita Allah—untuk mereka. Demikian juga orang-orang dewasa ini! Ada banyak yang tidak mau mendengarkan Saksi-Saksi Yehuwa pada waktu mereka memberitakan kabar baik tentang Kerajaan Allah yang akan datang.

      17. Apa yang Yesaya maksudkan pada waktu ia bertanya, ”Berapa lama?”

      17 Yesaya prihatin, ”Mendengar itu aku mengatakan, ’Berapa lama, oh, Yehuwa?’ Kemudian ia mengatakan, ’Sampai kota-kota hancur menjadi puing, tanpa penduduk, dan rumah-rumah tanpa manusia, dan tanah pun rusak menjadi tempat yang tandus dan telantar; dan Yehuwa akan menyingkirkan manusia jauh-jauh, dan sangat luaslah bagian di negeri itu yang ditinggalkan.’” (Yesaya 6:11, 12) Dengan bertanya, ”Berapa lama?” Yesaya tidak sedang menanyakan berapa lama ia harus terus mengabar kepada orang-orang yang tidak tanggap. Sebaliknya, ia prihatin terhadap orang-orang itu dan menanyakan berapa lama mereka akan berada dalam keadaan rohani yang buruk itu dan berapa lama nama Yehuwa akan dihina di atas bumi. (Lihat Mazmur 74:9-11.) Jadi, berapa lamakah keadaan yang buruk ini akan terus berlangsung?

      18. Sampai kapan keadaan rohani yang buruk dari bangsa itu akan berlangsung, dan apakah Yesaya masih hidup pada waktu nubuat itu tergenap sepenuhnya?

      18 Celaka, jawaban Yehuwa memperlihatkan bahwa keadaan rohani yang buruk dari bangsa itu akan berlangsung sampai mereka menerima semua akibat ketidaktaatan mereka kepada Allah, sebagaimana diuraikan dalam perjanjian-Nya. (Imamat 26:21-33; Ulangan 28:49-68) Bangsa itu akan binasa, rakyatnya akan dibuang, dan negeri itu akan dibiarkan telantar. Walaupun Yesaya akan bernubuat selama lebih dari 40 tahun, sampai pada masa pemerintahan Hizkia, cicit Raja Uzzia, Yesaya tidak akan melihat pembinasaan Yerusalem dan baitnya oleh pasukan Babilonia pada tahun 607 SM. Namun, Yesaya akan tetap setia menjalankan tugasnya sampai ia mati, lebih dari 100 tahun sebelum bencana nasional itu terjadi.

      19. Walaupun bangsa itu akan ditumbangkan seperti pohon, jaminan apa yang Allah berikan kepada Yesaya?

      19 Pembinasaan yang akan membuat Yehuda ”rusak menjadi tempat yang tandus dan telantar” itu pasti akan terjadi, tetapi masih ada harapan. (2 Raja 25:1-26) Yehuwa meyakinkan Yesaya, ”Masih ada sepersepuluh lagi di dalamnya, dan itu akan dibakar habis, seperti pohon besar dan pohon raksasa yang apabila ditebang, masih ada tunggulnya; benih yang kudus akan menjadi tunggulnya.” (Yesaya 6:13) Ya, ”sepersepuluh . . . benih yang kudus”, akan tetap ada, sama seperti tunggul dari pohon raksasa yang ditebang. Tak diragukan, jaminan ini menghibur Yesaya—akan ada kaum sisa yang kudus di antara bangsanya. Walaupun bangsa itu akan dibakar sekali lagi, seperti sebatang pohon besar yang ditebang untuk kayu bakar, tunggul yang penting dari pohon simbolis Israel akan tetap ada. Itu akan menjadi benih, atau keturunan, yang kudus bagi Yehuwa. Pada waktunya, tunggul itu akan bertunas lagi, dan pohon itu akan tumbuh kembali.​—Bandingkan Ayub 14:7-9; Daniel 4:26.

      20. Bagaimana bagian akhir dari nubuat Yesaya digenapi untuk pertama kalinya?

      20 Apakah kata-kata nubuat itu menjadi kenyataan? Ya. Tujuh puluh tahun setelah tanah Yehuda ditelantarkan, kaum sisa yang takut akan Allah pulang dari pembuangan di Babilon. Mereka membangun kembali bait dan kota itu, dan mereka memulihkan ibadat sejati di negeri itu. Kepulangan orang Yahudi ke tanah air yang merupakan pemberian Allah bagi mereka, memungkinkan terjadinya penggenapan kedua dari nubuat yang Yehuwa berikan kepada Yesaya. Apakah itu?​—Ezra 1:1-4.

      Penggenapan-Penggenapan Lain

      21-23. (a) Atas siapa nubuat Yesaya digenapi pada abad pertama, dan bagaimana? (b) Siapakah ”benih yang kudus” pada abad pertama, dan bagaimana mereka terpelihara hidup?

      21 Tugas Yesaya untuk bernubuat menggambarkan pekerjaan yang akan dilakukan oleh sang Mesias, Yesus Kristus, sekitar 800 tahun kemudian. (Yesaya 8:18; 61:1, 2; Lukas 4:16-21; Ibrani 2:13, 14) Walaupun lebih hebat daripada Yesaya, Yesus menunjukkan kerelaan yang sama untuk diutus oleh Bapak surgawinya; ia mengatakan, ”Lihat! Aku datang untuk melakukan kehendakmu.”​—Ibrani 10:5-9; Mazmur 40:6-8.

      22 Seperti Yesaya, Yesus dengan setia melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya dan mendapatkan reaksi yang sama. Sama seperti orang Yahudi yang mendapat pengabaran dari Yesaya, orang Yahudi pada zaman Yesus pun tidak bersedia menerima berita yang ia bawakan. (Yesaya 1:4) Selama pelayanannya, Yesus sering menggunakan perumpamaan. Hal ini mendorong murid-muridnya untuk bertanya, ”Mengapa engkau berbicara kepada mereka dengan menggunakan perumpamaan?” Yesus menjawab, ”Kepadamu diberikan karunia untuk mengerti rahasia-rahasia suci kerajaan surga, tetapi kepada orang-orang itu, tidak diberikan. Inilah sebabnya aku berbicara kepada mereka dengan menggunakan perumpamaan, karena, seraya memandang, mereka memandang dengan sia-sia, dan seraya mendengar, mereka mendengar dengan sia-sia, mereka juga tidak mengerti maknanya; dan atas mereka nubuat Yesaya tergenap, yang bunyinya, ’Dengan mendengar, kamu akan mendengar tetapi tidak akan mengerti maknanya; dan, seraya memandang, kamu akan memandang tetapi tidak melihat. Sebab hati bangsa ini telah tertutup, dan dengan telinga mereka, mereka telah mendengar tanpa tanggapan, dan mereka telah menutup mata mereka; agar mereka tidak sekali-kali melihat dengan mata mereka dan mendengar dengan telinga mereka dan mengerti maknanya dengan hati mereka dan berbalik, dan aku menyembuhkan mereka.’”​—Matius 13:10, 11, 13-15; Markus 4:10-12; Lukas 8:9, 10.

      23 Dengan mengutip kata-kata Yesaya, Yesus memperlihatkan bahwa nubuat itu digenapi pada zamannya. Bangsa itu secara keseluruhan memiliki sikap hati seperti yang dimiliki oleh orang-orang Yahudi pada zaman Yesaya. Mereka membuat diri mereka buta dan tuli terhadap beritanya, karena itu mereka juga akan dibinasakan. (Matius 23:35-38; 24:1, 2) Hal ini terjadi sewaktu pasukan Romawi di bawah Jenderal Titus datang menyerang Yerusalem pada tahun 70 M dan menghancurleburkan kota itu beserta baitnya. Namun, ada orang-orang yang mendengarkan Yesus dan menjadi muridnya. Yesus menyatakan bahwa orang-orang tersebut ’berbahagia’. (Matius 13:16-23, 51) Ia telah memberi tahu mereka bahwa apabila mereka melihat ”Yerusalem dikepung oleh bala tentara yang berkemah”, mereka harus ”mulai melarikan diri ke pegunungan”. (Lukas 21:20-22) Dengan demikian, selamatlah ”benih yang kudus” yang telah memperlihatkan iman dan yang telah dibentuk menjadi bangsa rohani, ”Israel milik Allah”.a—Galatia 6:16.

      24. Bagaimana Paulus menerapkan nubuat Yesaya, dan apa yang ditunjukkan oleh hal ini?

      24 Sekitar tahun 60 M, rasul Paulus menjadi tahanan rumah di Roma. Di sana, ia mengadakan pertemuan dengan ”pria-pria terkemuka bangsa Yahudi” dan dengan orang-orang lain untuk memberikan ”kesaksian yang saksama tentang kerajaan Allah” kepada mereka. Sewaktu banyak di antara mereka tidak mau menerima beritanya, Paulus menjelaskan bahwa itu adalah penggenapan nubuat Yesaya. (Kisah 28:17-27; Yesaya 6:9, 10) Jadi, murid-murid Yesus melaksanakan tugas yang sama seperti tugas Yesaya.

      25. Apa yang dipahami oleh Saksi-Saksi Allah pada zaman modern, dan bagaimana tanggapan mereka?

      25 Demikian pula, Saksi-Saksi Yehuwa dewasa ini memahami bahwa Allah Yehuwa ada dalam bait-Nya yang kudus. (Maleakhi 3:1) Seperti Yesaya, mereka berkata, ”Ini aku! Utuslah aku.” Dengan penuh gairah, mereka mengumumkan peringatan tentang mendekatnya akhir sistem fasik ini. Akan tetapi, sebagaimana ditunjukkan oleh Yesus, hanya ada relatif sedikit orang yang membuka mata serta telinga mereka untuk melihat dan mendengar dan diselamatkan. (Matius 7:13, 14.) Ya, berbahagialah orang-orang yang mencondongkan hati mereka untuk mendengarkan dan ”memperoleh kesembuhan bagi diri mereka”!​—Yesaya 6:8, 10.

      [Catatan Kaki]

      a Pada tahun 66 M, untuk memadamkan pemberontakan orang Yahudi, pasukan Romawi di bawah Cestius Gallus mengepung Yerusalem dan menerobos kota itu sampai di tembok bait. Kemudian mereka mundur, sehingga murid-murid Yesus dapat melarikan diri ke pegunungan di Perea sebelum orang Romawi kembali pada tahun 70 M.

      [Gambar di hlm. 94]

      ”Ini aku! Utuslah aku.”

      [Gambar di hlm. 97]

      ”Sampai kota-kota hancur menjadi puing, tanpa penduduk”

  • Percaya kepada Yehuwa sewaktu Menghadapi Kesulitan
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Sembilan

      Percaya kepada Yehuwa sewaktu Menghadapi Kesulitan

      Yesaya 7:1–8:18

      1. Mengapa akan bermanfaat jika orang Kristen dewasa ini memeriksa Yesaya pasal 7 dan 8?

      YESAYA pasal 7 dan 8 mengkaji dua sikap yang sangat berbeda. Yesaya dan Ahaz sama-sama berasal dari bangsa yang dibaktikan kepada Yehuwa; keduanya mendapat tugas dari Allah, yang satu sebagai nabi, yang lain sebagai raja Yehuda; dan keduanya menghadapi ancaman yang sama—serbuan dari musuh yang lebih kuat ke Yehuda. Meskipun demikian, Yesaya percaya kepada Yehuwa sewaktu menghadapi ancaman tersebut, sedangkan Ahaz menyerah kepada rasa takut. Mengapa mereka memberikan reaksi yang berbeda? Mengingat orang Kristen dewasa ini juga dikelilingi oleh kekuatan-kekuatan yang tidak bersahabat, ada baiknya mereka memeriksa dua pasal di buku Yesaya ini untuk menarik pelajaran darinya.

      Keputusan Harus Diambil

      2, 3. Ringkasan apa yang Yesaya berikan dalam kata-kata pembukaannya?

      2 Seperti seorang seniman yang memulai lukisannya dengan membuat sketsa, Yesaya memulai kisahnya dengan beberapa pernyataan umum yang menandai permulaan dan akhir dari peristiwa yang akan ia ceritakan, ”Pada zaman Ahaz putra Yotam putra Uzzia, raja Yehuda, datanglah Rezin, raja Siria, dan Pekah putra Remalia, raja Israel, ke Yerusalem untuk berperang melawannya, namun ia tidak sanggup berperang melawannya.”​—Yesaya 7:1.

      3 Ini terjadi pada abad kedelapan SM. Ahaz telah menggantikan ayahnya, Yotam, sebagai raja Yehuda. Rezin, raja Siria, dan Pekah, raja kerajaan Israel di utara, menyerbu Yehuda, dan pasukan mereka menyerang dengan ganas. Dan akhirnya, mereka pun akan mengepung Yerusalem. Akan tetapi, pengepungan itu akan gagal. (2 Raja 16:5, 6; 2 Tawarikh 28:5-8) Mengapa? Kita akan mengetahuinya nanti.

      4. Mengapa hati Ahaz dan rakyatnya dipenuhi rasa takut?

      4 Di awal perang itu, ”suatu laporan disampaikan kepada keturunan Daud, bunyinya, ’Siria telah bersandar pada Efraim.’ Maka hatinya dan hati rakyatnya gemetar, seperti bergetarnya pohon-pohon di hutan karena angin”. (Yesaya 7:2) Ya, Ahaz dan rakyatnya merasa ketakutan ketika mengetahui bahwa orang Siria dan orang Israel telah bersekutu dan bahwa bala tentara mereka pada saat itu telah berkemah di tanah Efraim (Israel). Jaraknya hanya dua atau tiga hari perjalanan dari Yerusalem!

      5. Bagaimana umat Allah dewasa ini sama dengan Yesaya?

      5 Yehuwa memberi tahu Yesaya, ”Pergilah, temui Ahaz, engkau dan Syear-yasyub, putramu, di ujung saluran kolam atas di tepi jalan raya di daerah penatu.” (Yesaya 7:3) Coba bayangkan! Pada saat seperti itu, seharusnya raja yang mencari nabi Yehuwa dan meminta petunjuk, tetapi justru sang nabi yang harus pergi menemui raja! Meskipun demikian, Yesaya menaati Yehuwa dengan rela. Begitu pula dewasa ini, umat Yehuwa dengan senang hati pergi mencari orang-orang yang ketakutan karena tekanan dunia ini. (Matius 24:6, 14) Sungguh memuaskan bahwa setiap tahun, ratusan ribu orang menyambut kunjungan para pemberita kabar baik ini dan menyambut uluran tangan perlindungan Yehuwa!

      6. (a) Apa pesan yang menghangatkan hati yang disampaikan sang nabi kepada Raja Ahaz? (b) Situasi apa ada dewasa ini?

      6 Yesaya menemukan Ahaz di luar tembok Yerusalem; di sana raja sedang memeriksa persediaan air kota, sebagai persiapan bila terjadi pengepungan. Yesaya menyampaikan kepadanya pesan dari Yehuwa, ”Jagalah dirimu dan tetaplah tenang. Jangan takut, dan jangan biarkan hatimu menjadi kecut karena kedua ujung batang kayu yang berasap ini, karena kemarahan dari Rezin dan Siria dan putra Remalia yang berkobar itu.” (Yesaya 7:4) Pada waktu para penyerang mengobrak-abrik Yehuda sebelumnya, kemarahan mereka sepanas kobaran api. Kini, mereka hanyalah ’dua ujung batang kayu yang berasap’. Ahaz tidak perlu gentar terhadap Raja Rezin dari Siria atau Raja Pekah putra Remalia, dari Israel. Halnya serupa dewasa ini. Selama berabad-abad, para pemimpin Susunan Kristen telah menekan orang-orang Kristen sejati dengan api penganiayaan. Namun sekarang, Susunan Kristen hanyalah seperti batang kayu yang sudah hampir habis terbakar. Kesudahannya sudah di ambang pintu.

      7. Mengapa nama Yesaya dan nama putranya memberikan harapan?

      7 Pada zaman Ahaz, selain berita Yesaya, arti nama Yesaya dan nama putranya pun memberikan harapan kepada setiap orang yang percaya kepada Yehuwa. Memang, Yehuda sedang dalam bahaya, tetapi nama Yesaya, yang berarti ”Keselamatan dari Yehuwa”, menandakan bahwa Yehuwa akan memberikan kelepasan. Yehuwa memberi tahu Yesaya untuk mengajak Syear-yasyub, putranya, yang namanya berarti ”Hanya Suatu Sisa Akan Kembali”. Bahkan sewaktu kerajaan Yehuda akhirnya jatuh, Allah dengan penuh belas kasihan akan membawa suatu sisa kembali ke negeri itu.

      Lebih daripada Perang Antarbangsa

      8. Mengapa serangan atas Yerusalem lebih daripada perang antarbangsa?

      8 Yehuwa, melalui Yesaya, menyingkapkan strategi yang digunakan musuh-musuh Yehuda. Inilah yang mereka rencanakan: ”Mari kita menyerang Yehuda dan mengacaukannya dan menerobos untuk mengambilnya bagi kita; dan mari kita mengangkat raja lain di dalamnya, yaitu putra Tabeel.” (Yesaya 7:5, 6) Persekutuan Siria-Israel mempunyai rencana untuk menaklukkan Yehuda dan mengganti Ahaz, putra Daud, dengan orang pilihan mereka. Jelaslah, serangan atas Yerusalem kini lebih daripada perang antarbangsa. Itu telah menjadi pertempuran antara Setan dan Yehuwa. Mengapa? Karena Allah Yehuwa mengadakan perjanjian dengan Raja Daud, yang memberikan jaminan kepadanya bahwa putra-putranya akan memerintah umat Yehuwa. (2 Samuel 7:11, 16) Benar-benar suatu kemenangan bagi Setan jika ia dapat mendudukkan seseorang dari dinasti lain di takhta Yerusalem! Ia bahkan bisa menggagalkan maksud-tujuan Yehuwa untuk menghasilkan ahli waris yang permanen, yaitu ”Pangeran Perdamaian”, dari garis keturunan Daud.​—Yesaya 9:6, 7.

      Jaminan yang Penuh Kasih dari Yehuwa

      9. Jaminan apa yang seharusnya memberikan keberanian kepada Ahaz dan juga kepada orang Kristen dewasa ini?

      9 Apakah rencana Siria dan Israel akan berhasil? Tidak. Yehuwa menyatakan, ”Itu tidak akan bertahan, dan juga tidak akan terjadi.” (Yesaya 7:7) Melalui Yesaya, Yehuwa berfirman bahwa bukan hanya pengepungan atas Yerusalem yang akan gagal, tetapi ”hanya dalam waktu enam puluh lima tahun Efraim akan dihancurkan sehingga tidak menjadi bangsa lagi”. (Yesaya 7:8) Ya, dalam waktu 65 tahun, Israel tidak akan ada lagi sebagai suatu bangsa.a Jaminan ini, dengan jadwal waktunya yang spesifik, seharusnya memberi Ahaz keberanian. Dengan cara yang sama, umat Allah dewasa ini merasa dikuatkan karena mengetahui bahwa waktu yang tersisa bagi dunia Setan sudah hampir habis.

      10. (a) Bagaimana orang Kristen sejati dewasa ini dapat meniru Yehuwa? (b) Apa yang Yehuwa tawarkan kepada Ahaz?

      10 Mungkin raut muka Ahaz menunjukkan ketidakpercayaan, sehingga Yehuwa, melalui Yesaya, berfirman, ”Jika kamu sekalian tidak mempunyai iman, maka dalam hal ini kamu tidak akan bertahan untuk waktu yang lama.” Dengan sabar, Yehuwa ”berbicara lagi kepada Ahaz”. (Yesaya 7:9, 10) Benar-benar teladan yang baik! Dewasa ini, walaupun banyak orang tidak langsung menyambut berita Kerajaan, hendaklah kita meniru Yehuwa dengan ”berbicara lagi” seraya kita berulang-ulang berkunjung. Yehuwa kemudian memberi tahu Ahaz, ”Mintalah bagi dirimu suatu tanda dari Yehuwa, Allahmu, dengan membuatnya sedalam Syeol atau membuatnya setinggi wilayah atas.” (Yesaya 7:11) Ahaz boleh meminta tanda, dan Yehuwa akan mengadakannya sebagai jaminan bahwa Dia akan melindungi keturunan Daud.

      11. Jaminan apa yang terkandung dalam ungkapan ”Allahmu” yang Yehuwa ucapkan?

      11 Perhatikan bahwa Yehuwa berfirman, ’Mintalah suatu tanda dari Allahmu.’ Yehuwa sungguh baik. Telah dilaporkan bahwa Ahaz menyembah allah-allah palsu dan mengikuti praktek-praktek kafir yang menjijikkan. (2 Raja 16:3, 4) Meskipun demikian, dan meskipun Ahaz ketakutan, Yehuwa tetap menyebut diri-Nya Allah dari Ahaz. Hal ini memberikan jaminan kepada kita bahwa Yehuwa tidak terburu-buru menolak manusia. Ia bersedia mengulurkan bantuan kepada orang-orang yang bersalah atau yang imannya melemah. Apakah jaminan kasih Allah ini menggerakkan Ahaz untuk menyambut uluran tangan Yehuwa?

      Ragu-Ragu, kemudian Tidak Taat

      12. (a) Sikap angkuh apa Ahaz perlihatkan? (b) Sebaliknya dari berpaling kepada Yehuwa, kepada siapa Ahaz meminta bantuan?

      12 Ahaz menolak, jawabnya, ”Aku tidak mau meminta, aku juga tidak mau menguji Yehuwa.” (Yesaya 7:12) Dengan mengatakan hal ini, Ahaz bukannya sedang mematuhi hukum yang berbunyi, ”Jangan menguji Yehuwa, Allahmu.” (Ulangan 6:16) Berabad-abad kemudian, Yesus mengutip hukum yang sama pada waktu Setan menggodanya. (Matius 4:7) Namun, dalam kasus Ahaz, Yehuwa mengundang dia untuk berbalik kepada ibadat sejati dan menawarkan suatu tanda untuk menguatkan imannya. Akan tetapi, Ahaz memilih untuk mencari perlindungan di tempat lain. Mungkin, pada saat itulah raja mengirimkan sejumlah besar uang kepada Asiria, guna mencari bantuan untuk melawan musuh-musuhnya yang berasal dari utara. (2 Raja 16:7, 8) Sementara itu, pasukan gabungan Siria-Israel mengitari Yerusalem dan mulai mengepungnya.

      13. Perubahan apa kita perhatikan di ayat 13, dan apa artinya?

      13 Sambil memikirkan ketiadaan iman sang raja, Yesaya mengatakan, ”Dengarkanlah, hai, keturunan Daud. Apakah suatu hal kecil bagimu bahwa engkau telah membuat orang lelah, sehingga kamu harus membuat Allahku lelah juga?” (Yesaya 7:13) Ya, Yehuwa dapat menjadi lelah dalam arti jemu karena terus-menerus ditolak. Perhatikan juga bahwa sang nabi kini berkata ”Allahku” dan bukan ”Allahmu”. Ini perubahan yang menandakan bahaya! Pada waktu Ahaz menolak Yehuwa dan berpaling kepada Asiria, ia kehilangan kesempatan yang baik untuk memulihkan hubungannya dengan Yehuwa. Semoga kita tidak pernah mengorbankan hubungan kita dengan Allah karena mengkompromikan keyakinan kita yang didasarkan atas Alkitab demi mendapatkan keuntungan-keuntungan sementara.

      Tanda Imanuel

      14. Bagaimana Yehuwa memperlihatkan kesetiaan-Nya kepada perjanjian-Nya dengan Daud?

      14 Yehuwa tetap setia kepada perjanjian-Nya dengan Daud. Ia telah menawarkan tanda, dan tanda akan diberikan! Yesaya selanjutnya mengatakan, ”Yehuwa sendiri akan memberikan suatu tanda kepada kamu sekalian: Lihat! Gadis itu akan menjadi hamil, dan ia akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamai dia Imanuel. Mentega dan madu akan ia makan pada waktu ia tahu bagaimana menolak apa yang jahat dan memilih apa yang baik. Sebab sebelum anak laki-laki itu tahu bagaimana menolak apa yang jahat dan memilih apa yang baik, tanah yang kedua rajanya membuat engkau merasa gentar sampai mual, akan ditinggalkan.”​—Yesaya 7:14-16.

      15. Dua pertanyaan apa dijawab oleh nubuat tentang Imanuel?

      15 Inilah kabar baik bagi siapa pun yang takut kalau-kalau para penyerbu akan mengakhiri dinasti Daud. ”Imanuel” berarti ”Beserta Kitalah Allah”. Allah menyertai Yehuda dan tidak akan membiarkan perjanjian-Nya dengan Daud dibatalkan. Selain itu, Ahaz dan rakyatnya tidak hanya diberi tahu apa yang akan Allah lakukan, tetapi juga kapan Dia akan melaksanakannya. Sebelum anak laki-laki yang bernama Imanuel itu cukup besar untuk membedakan antara yang baik dan yang jahat, bangsa-bangsa musuh sudah akan dihancurkan. Dan, hal ini memang terjadi!

      16. Apa yang mungkin menyebabkan Yehuwa tidak menyingkapkan identitas Imanuel pada zaman Ahaz?

      16 Alkitab tidak menyingkapkan anak siapa sebenarnya Imanuel itu. Tetapi, karena Imanuel kecil akan menjadi tanda dan Yesaya belakangan menyatakan bahwa ia dan anak-anaknya ”adalah tanda-tanda”, Imanuel mungkin adalah salah satu putra sang nabi. (Yesaya 8:18) Yehuwa mungkin tidak memberi tahu identitas Imanuel pada zaman Ahaz agar generasi-generasi di masa mendatang tidak disimpangkan dari Imanuel yang Lebih Besar. Siapakah dia?

      17. (a) Siapakah Imanuel yang Lebih Besar, dan apa makna kelahirannya? (b) Mengapa umat Allah dewasa ini dapat berseru, ”Beserta kitalah Allah”?

      17 Di luar buku Yesaya, nama Imanuel hanya muncul satu kali dalam Alkitab, yaitu di Matius 1:23. Yehuwa mengilhami Matius untuk menerapkan nubuat tentang kelahiran Imanuel pada kelahiran Yesus, Ahli Waris yang sah atas takhta Daud. (Matius 1:18-23) Kelahiran Imanuel yang pertama adalah tanda bahwa Allah tidak akan meninggalkan keturunan Daud. Demikian pula, kelahiran Yesus, Imanuel yang Lebih Besar, adalah tanda bahwa Allah tidak meninggalkan umat manusia atau perjanjian Kerajaan-Nya dengan keturunan Daud. (Lukas 1:31-33) Karena pada waktu itu wakil utama Yehuwa ada di antara umat manusia, Matius dapat dengan benar mengatakan, ’Beserta kitalah Allah.’ Dewasa ini, Yesus memerintah sebagai Raja surgawi dan menyertai sidang jemaatnya di atas bumi. (Matius 28:20) Tentu, umat Allah mempunyai alasan tambahan untuk berseru dengan berani, ”Beserta kitalah Allah!”

      Lebih Banyak Lagi Akibat Ketidaksetiaan

      18. (a) Mengapa kata-kata Yesaya selanjutnya membuat para pendengarnya merasa ngeri? (b) Perubahan keadaan apa akan segera terjadi?

      18 Walaupun kata-kata terakhirnya terdengar menghibur, pernyataan Yesaya selanjutnya membuat para pendengarnya merasa ngeri, ”Yehuwa akan mendatangkan ke atasmu dan ke atas bangsamu dan ke atas keluarga bapakmu hari-hari seperti yang belum pernah terjadi sejak waktu Efraim berpaling dari Yehuda, yaitu raja Asiria.” (Yesaya 7:17) Ya, malapetaka akan datang, dan datangnya dari tangan raja Asiria. Ahaz dan rakyatnya tentu sering tidak bisa tidur karena membayangkan dominasi orang Asiria yang terkenal kejam. Ahaz berpikir bahwa dengan bersahabat dengan Asiria, ia akan bebas dari Israel dan Siria. Memang, raja Asiria akan menanggapi permohonan Ahaz dengan menyerang Israel dan Siria. (2 Raja 16:9) Mungkin, itulah sebabnya Pekah dan Rezin terpaksa menghentikan pengepungan atas Yerusalem. Jadi, persekutuan Siria-Israel akan terbukti tidak sanggup merebut Yerusalem. (Yesaya 7:1) Namun sekarang, Yesaya memberi tahu pendengarnya yang sedang terkejut bahwa Asiria, pelindung yang mereka harap-harapkan itu, akan menjadi penindas mereka!​—Bandingkan Amsal 29:25.

      19. Drama historis ini mengandung peringatan apa bagi orang Kristen dewasa ini?

      19 Kisah sejarah ini mengandung suatu peringatan bagi orang Kristen dewasa ini. Pada waktu mengalami tekanan, kita mungkin tergoda untuk mengkompromikan prinsip-prinsip Kristen, dengan demikian menolak perlindungan Yehuwa. Ini pandangan yang picik, bahkan sama dengan bunuh diri, sebagaimana nyata dari kata-kata Yesaya selanjutnya. Sang nabi selanjutnya menggambarkan akibat serangan Asiria atas negeri itu dan penduduknya.

      20. Siapakah ”lalat-lalat” dan ”lebah-lebah”, dan apa yang akan mereka lakukan?

      20 Yesaya membagi pernyataannya menjadi empat bagian, masing-masing menubuatkan apa yang akan terjadi ”pada hari itu”—yaitu pada hari Asiria menyerang Yehuda. ”Pasti terjadi pada hari itu bahwa Yehuwa akan bersuit memanggil lalat-lalat yang ada di ujung saluran air Sungai Nil di Mesir dan lebah-lebah yang ada di tanah Asiria, dan mereka pasti akan datang dan menetap, mereka semua, di wadi-wadi yang terjal dan di celah-celah gunung-gunung batu dan di semua belukar berduri dan di semua tempat mengambil air.” (Yesaya 7:18, 19) Bala tentara Mesir dan Asiria, seumpama kawanan lalat dan lebah, akan mengarahkan perhatian mereka ke Tanah Perjanjian. Ini bukanlah serangan sambil lalu. ”Lalat-lalat” dan ”lebah-lebah” akan menetap, bercokol di setiap lubang dan celah di negeri itu.

      21. Bagaimana raja Asiria akan menjadi seperti pisau cukur?

      21 Yesaya melanjutkan, ”Pada hari itu, dengan pisau cukur yang disewa di wilayah Sungai, yaitu melalui raja Asiria, Yehuwa akan mencukur kepala dan bulu kaki, dan itu bahkan akan menyapu bersih janggut.” (Yesaya 7:20) Sekarang hanya Asiria yang disebutkan, sebab ia adalah ancaman utama. Ahaz mengupah raja Asiria untuk ”mencukur” Siria dan Israel. Akan tetapi, ”pisau cukur yang disewa” dari wilayah Efrat ini akan berpindah ke ”kepala” Yehuda dan mencukurnya sampai habis, bahkan sampai ke janggutnya!

      22. Contoh-contoh apa yang Yesaya gunakan untuk memperlihatkan akibat penyerbuan Asiria yang sudah mendekat?

      22 Apa akibatnya? ”Pasti terjadi pada hari itu bahwa setiap orang akan membiarkan hidup seekor sapi muda dari ternak dan dua ekor domba. Juga pasti terjadi bahwa karena berlimpah hasil susunya, ia akan makan mentega; sebab mentega dan madu adalah apa yang akan dimakan oleh semua orang yang masih tertinggal di dalam negeri itu.” (Yesaya 7:21, 22) Setelah Asiria ”mencukur” negeri itu, hanya ada sedikit sekali orang yang tersisa sehingga tidak banyak binatang yang dibutuhkan untuk bahan makanan. ”Mentega dan madu” akan dimakan—tidak ada yang lain, tidak ada anggur, roti, atau bahan makanan lain. Seakan-akan untuk menandaskan parahnya ketandusan, tiga kali Yesaya mengatakan bahwa di tempat yang dahulunya adalah tanah yang berharga dan produktif, kini yang ada hanyalah semak berduri dan lalang. Siapa pun yang berani mengambil risiko untuk berjalan-jalan di daerah pedesaan akan memerlukan ”anak-anak panah dan busur” untuk melindungi diri terhadap binatang buas yang mengintai di balik semak belukar. Ladang-ladang yang sudah dibersihkan kini menjadi tanah yang diinjak-injak lembu dan domba. (Yesaya 7:23-25) Nubuat ini mulai tergenap pada masa hidup Ahaz sendiri.​—2 Tawarikh 28:20.

      Ramalan yang Tepat

      23. (a) Apa yang kini diperintahkan kepada Yesaya? (b) Bagaimana tanda berupa lempeng itu diteguhkan?

      23 Yesaya kini beralih ke situasi yang sedang terjadi. Sementara Yerusalem dikepung oleh gabungan Siria-Israel, Yesaya melaporkan, ”Lalu Yehuwa berfirman kepadaku, ’Ambillah sebuah lempeng besar dan dengan pena dari manusia yang berkematian tulislah di atasnya, ”Maher-syalal-has-baz”. Biarlah aku mendapat pengesahan bagi diriku dari saksi-saksi yang setia, imam Uria dan Zakharia putra Yeberekhia.’” (Yesaya 8:1, 2) Nama Maher-syalal-has-baz berarti ”Bergegaslah, Hai, Jarahan! Ia Cepat-Cepat Menuju Rampasan”. Yesaya meminta dua pria yang disegani dalam masyarakat untuk mengesahkan penulisan nama ini di atas sebuah lempeng besar, sehingga mereka di kemudian hari dapat meneguhkan keautentikan dokumen tersebut. Tetapi, tanda ini akan diteguhkan dengan tanda yang kedua.

      24. Tanda Maher-syalal-has-baz seharusnya memberikan pengaruh apa kepada penduduk Yehuda?

      24 Yesaya berkata, ”Kemudian aku menghampiri nabiah itu, dan ia menjadi hamil dan setelah suatu waktu melahirkan seorang anak laki-laki. Lalu Yehuwa berfirman kepadaku, ’Namailah dia Maher-syalal-has-baz, sebab sebelum anak laki-laki itu bisa memanggil, ”Bapakku!” dan ”Ibuku!” orang akan membawa pergi kekayaan Damaskus dan jarahan Samaria di hadapan raja Asiria.’” (Yesaya 8:3, 4) Baik lempeng besar maupun anak laki-laki yang baru lahir itu akan menjadi tanda bahwa Asiria akan segera menjarah para penindas Yehuda, yaitu Siria dan Israel. Seberapa cepatkah itu terjadi? Sebelum anak laki-laki itu dapat mengucapkan kata-kata pertama yang dipelajari kebanyakan bayi—’Bapak’ dan ’Ibu’. Ramalan yang begitu terperinci seharusnya menambah keyakinan umat itu kepada Yehuwa. Atau, itu malah membuat beberapa orang mengejek Yesaya dan putra-putranya. Apa pun yang terjadi, kata-kata nubuat Yesaya menjadi kenyataan.​—2 Raja 17:1-6.

      25. Apa persamaan antara zaman Yesaya dan zaman sekarang?

      25 Orang Kristen dapat belajar dari peringatan yang Yesaya ulang-ulangi. Rasul Paulus menyingkapkan kepada kita bahwa dalam drama historis ini, Yesaya adalah gambaran untuk Yesus Kristus, dan putra-putra Yesaya adalah gambaran untuk murid-murid Yesus yang terurap. (Ibrani 2:10-13) Melalui para pengikutnya yang terurap di bumi, Yesus telah mengingatkan orang Kristen sejati perlunya ’tetap sadar’ selama masa yang kritis ini. (Lukas 21:34-36) Pada waktu yang sama, para penentang yang tidak bertobat diperingatkan bahwa mereka akan dibinasakan, walaupun peringatan itu sering disambut dengan ejekan. (2 Petrus 3:3, 4) Digenapinya nubuat-nubuat yang berkaitan dengan waktu di zaman Yesaya merupakan jaminan bahwa jadwal waktu Allah untuk zaman kita juga ”pasti akan menjadi kenyataan. Ia tidak akan terlambat”.​—Habakuk 2:3.

      ”Air” yang Membinasakan

      26, 27. (a) Peristiwa-peristiwa apa dinubuatkan Yesaya? (b) Apa yang ditunjukkan oleh kata-kata Yesaya bagi hamba-hamba Yehuwa dewasa ini?

      26 Yesaya melanjutkan peringatannya, ”Oleh karena bangsa ini telah menolak air Syiloa yang mengalir dengan lembut, dan ada kesukaan besar atas Rezin dan putra Remalia; oleh karena itu, lihat! Yehuwa mendatangkan ke atas mereka air Sungai yang kuat dan besar, raja Asiria dan seluruh kemuliaannya. Ia pasti akan meluap melampaui semua saluran airnya dan melampaui semua tepinya dan bergerak terus melintasi Yehuda. Ia akan membanjir dan meluap. Ia akan mencapai leher. Dan bentangan sayapnya akan menutupi seluruh negerimu, hai, Imanuel!”​—Yesaya 8:5-8.

      27 ”Bangsa ini”, kerajaan Israel di utara, menolak perjanjian Yehuwa dengan Daud. (2 Raja 17:16-18) Dalam pandangan mereka, perjanjian itu lemah seperti aliran lembut dari air Syiloa, persediaan air Yerusalem. Mereka sangat bersukacita karena berperang melawan Yehuda. Tetapi, penghinaan ini tidak akan dibiarkan tanpa hukuman. Yehuwa akan membiarkan Asiria ’membanjiri’, atau menyerbu, Siria dan Israel, sebagaimana Yehuwa akan segera membiarkan elemen politik dunia sekarang ini membanjiri wilayah agama palsu. (Penyingkapan 17:16; bandingkan Daniel 9:26.) Selanjutnya, kata Yesaya, ”air” yang banyak itu akan ”bergerak terus melintasi Yehuda”, hingga ”mencapai leher”, sampai ke Yerusalem, tempat kepala (raja) Yehuda memerintah.b Pada zaman kita, kelompok politik yang akan mengeksekusi agama palsu juga akan mengepung hamba-hamba Yehuwa, mengelilingi mereka hingga ”mencapai leher”. (Yehezkiel 38:2, 10-16) Apa hasilnya? Nah, apa yang terjadi pada masa Yesaya? Apakah orang Asiria berhasil menembus tembok-tembok kota dan menyapu bersih umat Allah? Tidak. Allah menyertai umat-Nya.

      Jangan Takut—”Allah Menyertai Kami!”

      28. Meskipun ada upaya gigih dari musuh-musuh mereka, jaminan apa yang Yehuwa berikan kepada Yehuda?

      28 Yesaya memperingatkan, ”Datangkanlah celaka, hai, bangsa-bangsa [yang menentang umat perjanjian Allah], dan hancurlah; berilah telinga, kamu semua di segala pelosok bumi! Kenakan ikat pinggang, dan hancurlah! Kenakan ikat pinggang, dan hancurlah! Buatlah siasat, dan itu akan gagal! Katakan apa saja, dan itu tidak akan bertahan, karena Allah menyertai kami!” (Yesaya 8:9, 10) Beberapa tahun kemudian, pada masa pemerintahan putra Ahaz, Hizkia yang setia, kata-kata ini menjadi kenyataan. Pada waktu orang Asiria mengancam Yerusalem, malaikat Yehuwa membunuh 185.000 tentara mereka. Jelas, Yehuwa menyertai umat-Nya dan dinasti Daud. (Yesaya 37:33-37) Selama pertempuran Armagedon kelak, Yehuwa juga akan mengutus Imanuel yang Lebih Besar, tidak hanya untuk menghancurkan musuh-musuh-Nya, tetapi juga untuk menyelamatkan semua orang yang percaya kepada-Nya.​—Mazmur 2:2, 9, 12.

      29. (a) Bagaimana orang Yahudi pada zaman Ahaz berbeda dari orang Yahudi pada zaman Hizkia? (b) Mengapa hamba-hamba Yehuwa dewasa ini tidak mau mengadakan persekutuan keagamaan dan politik?

      29 Tidak seperti orang Yehuda pada zaman Hizkia, orang-orang yang hidup pada zaman Ahaz tidak beriman akan perlindungan Yehuwa. Mereka lebih memilih bersekutu, atau ’bersekongkol’, dengan orang Asiria sebagai dinding pertahanan melawan persekutuan Siria-Israel. Akan tetapi, ”tangan” Yehuwa mendesak Yesaya untuk berbicara menentang ”jalan bangsa ini”, atau haluan yang populer. Ia memperingatkan, ”Apa yang mereka takuti jangan kamu takuti, juga jangan gemetar kepadanya. Yehuwa yang berbala tentara—dialah Pribadi yang harus kamu kuduskan, dan dialah yang harus kamu takuti, dan dia yang harus menjadi Pribadi yang membuat kamu gemetar.” (Yesaya 8:11-13) Dengan mengingat hal ini, hamba-hamba Yehuwa dewasa ini dapat waspada agar tidak bersekongkol atau menaruh kepercayaan pada dewan-dewan keagamaan dan persekutuan politik. Hamba-hamba Yehuwa memiliki keyakinan penuh akan kuasa perlindungan Allah. Bagaimanapun, jika ’Yehuwa ada di pihak kita, apa yang dapat dilakukan manusia terhadap kita?’​—Mazmur 118:6.

      30. Nasib apa akan dialami orang-orang yang tidak percaya kepada Yehuwa?

      30 Yesaya selanjutnya menegaskan kembali bahwa Yehuwa akan terbukti menjadi ”tempat suci”, atau perlindungan, bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Sebaliknya, orang-orang yang menolak Dia ”pasti akan tersandung dan jatuh dan dipatahkan, dan terjerat dan tertangkap”—lima kata kerja yang lugas, membuat kita tidak ragu-ragu lagi akan nasib orang-orang yang tidak percaya kepada Yehuwa. (Yesaya 8:14, 15) Pada abad pertama, orang-orang yang menolak Yesus pun tersandung dan jatuh. (Lukas 20:17, 18) Akibat serupa menanti orang-orang yang dewasa ini tidak mau memberikan pembaktian kepada Raja surgawi yang telah ditakhtakan, Yesus.​—Mazmur 2:5-9.

      31. Bagaimana orang Kristen sejati dewasa ini dapat meniru teladan Yesaya dan teladan orang-orang yang mendengarkan ajarannya?

      31 Pada zaman Yesaya, tidak semua orang tersandung. Yesaya mengatakan, ”Gulunglah pengesahan itu, meteraikan hukum itu di antara murid-muridku! Dan aku akan tetap menantikan Yehuwa, yang menyembunyikan mukanya dari keturunan Yakub, dan aku akan berharap kepadanya.” (Yesaya 8:16, 17) Yesaya dan mereka yang mengindahkan ajarannya tidak akan meninggalkan Hukum Allah. Mereka tetap percaya kepada Yehuwa, sekalipun rekan-rekan sebangsa mereka yang suka melanggar, menolak untuk melakukannya, sehingga membuat Yehuwa menyembunyikan muka-Nya dari mereka. Semoga kita mengikuti teladan mereka yang percaya kepada Yehuwa dan mempunyai tekad yang sama untuk berpaut pada ibadat murni!​—Daniel 12:4, 9; Matius 24:45; bandingkan Ibrani 6:11, 12.

      ”Tanda-Tanda” dan ”Mukjizat-Mukjizat”

      32. (a) Siapakah yang dewasa ini menjadi ”tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat”? (b) Mengapa orang Kristen harus berbeda dari dunia ini?

      32 Sekarang Yesaya berseru, ”Lihat! Aku dan anak-anak yang telah Yehuwa berikan kepadaku adalah tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat di Israel dari Yehuwa yang berbala tentara, yang tinggal di Gunung Zion.” (Yesaya 8:18) Ya, Yesaya, Syear-yasyub, dan Maher-syalal-has-baz adalah tanda-tanda maksud-tujuan Yehuwa bagi Yehuda. Demikian pula dewasa ini, Yesus dan saudara-saudaranya yang terurap menjadi tanda. (Ibrani 2:11-13) Dan, ”suatu kumpulan besar” dari ”domba-domba lain” bergabung dengan mereka dalam pekerjaan yang mereka lakukan. (Penyingkapan 7:9, 14; Yohanes 10:16) Tentu saja, suatu tanda akan berguna jika terlihat jelas di antara hal-hal yang ada di sekelilingnya. Demikian pula orang Kristen, mereka memenuhi tugas sebagai tanda hanya jika terlihat berbeda dari dunia ini, menaruh keyakinan penuh kepada Yehuwa dan dengan berani mengumumkan maksud-tujuan-Nya.

      33. (a) Apa tekad orang-orang Kristen sejati? (b) Mengapa orang Kristen sejati akan sanggup berdiri teguh?

      33 Maka, marilah kita semua menjalankan standar-standar Allah, dan bukan standar-standar dunia ini. Tetaplah berani untuk terlihat berbeda—sebagai tanda-tanda—melanjutkan tugas yang diberikan kepada Yesaya yang Lebih Besar, Yesus Kristus, ”Mengumumkan tahun perkenan . . . dan hari pembalasan Allah kita.” (Yesaya 61:1, 2; Lukas 4:17-21) Ya, pada waktu banjir Asiria melanda seluruh bumi—bahkan jika itu mencapai leher kita—orang Kristen tidak akan hanyut. Kita akan berdiri teguh karena ’Allah menyertai kita’.

      [Catatan Kaki]

      a Untuk perincian lebih lanjut tentang penggenapan nubuat ini, lihat Insight on the Scriptures, Jilid 1, halaman 62 dan 758, diterbitkan oleh Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc.

      b Asiria juga disamakan dengan seekor burung yang bentangan sayapnya ”menutupi seluruh negerimu”. Jadi, seberapa pun luasnya negeri itu, itu dapat dijangkau oleh bala tentara Asiria.

      [Gambar di hlm. 103]

      Yesaya mengajak Syear-yasyub sewaktu menyampaikan pesan Yehuwa kepada Ahaz

      [Gambar di hlm. 111]

      Mengapa Yesaya menuliskan ”Maher-syalal-has-baz” pada sebuah lempeng besar?

  • Janji tentang Pangeran Perdamaian
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Sepuluh

      Janji tentang Pangeran Perdamaian

      Yesaya 8:19–9:7

      1. Apa yang telah dialami umat manusia sejak zaman Kain?

      SEKITAR enam ribu tahun yang lalu, lahirlah bayi manusia yang pertama. Namanya Kain, dan kelahirannya sangat istimewa. Orang-tuanya, para malaikat, bahkan sang Pencipta belum pernah melihat bayi manusia sebelumnya. Bayi yang baru lahir ini sebenarnya bisa membawa harapan bagi ras manusia yang terkutuk. Namun, sungguh mengecewakan, ketika sudah dewasa, ia menjadi seorang pembunuh! (1 Yohanes 3:12) Sejak saat itu, umat manusia telah menyaksikan banyak pembunuhan lain. Manusia, yang cenderung berbuat jahat, tidak berdamai satu dengan yang lain, maupun dengan Allah.​—Kejadian 6:5; Yesaya 48:22.

      2, 3. Prospek-prospek apa yang terbuka karena Yesus Kristus, dan apa yang harus kita lakukan untuk menerima berkat-berkat itu?

      2 Kira-kira empat milenium setelah kelahiran Kain, seorang bayi lain lahir. Namanya Yesus, dan kelahirannya juga sangat istimewa. Melalui roh kudus, ia dilahirkan oleh seorang perawan —satu-satunya kelahiran semacam itu dalam sejarah. Pada waktu ia lahir, sejumlah besar malaikat yang bersukacita menyanyikan puji-pujian kepada Allah, demikian, ”Kemuliaan bagi Allah di tempat tertinggi di atas, dan damai di bumi di antara orang-orang yang mendapat perkenan.” (Lukas 2:13, 14) Yesus bukanlah seorang pembunuh, sebaliknya ia membuka jalan agar manusia dapat berdamai dengan Allah dan memperoleh kehidupan abadi.​—Yohanes 3:16; 1 Korintus 15:55.

      3 Yesaya menubuatkan bahwa Yesus akan disebut ”Pangeran Perdamaian”. (Yesaya 9:6) Ia akan menyerahkan kehidupannya sendiri demi umat manusia, dengan demikian dosa dapat diampuni. (Yesaya 53:11) Dewasa ini, perdamaian dengan Allah dan pengampunan dosa dapat diperoleh atas dasar iman kepada Yesus Kristus. Namun berkat seperti itu tidak datang secara otomatis. (Kolose 1:21-23) Mereka yang menginginkannya harus belajar menaati Allah Yehuwa. (1 Petrus 3:11; bandingkan Ibrani 5:8, 9.) Pada zaman Yesaya, Israel dan Yehuda justru melakukan hal yang sebaliknya.

      Berpaling kepada Hantu-Hantu

      4, 5. Bagaimana keadaan pada zaman Yesaya, dan kepada siapa orang-orang berpaling?

      4 Karena ketidaktaatan mereka, orang-orang yang sezaman dengan Yesaya berada dalam keadaan moral yang mengenaskan, seolah-olah dalam jurang kegelapan rohani. Bahkan di kerajaan Yehuda di selatan, tempat bait Allah berada, tidak ada damai. Sebagai akibat ketidaksetiaan mereka, bangsa Yehuda terancam serangan orang Asiria, dan masa yang sulit pun menanti. Kepada siapa mereka berpaling untuk meminta pertolongan? Sungguh menyedihkan, banyak yang berpaling kepada Setan, bukan kepada Yehuwa. Mereka memang tidak memohon langsung kepada Setan. Tetapi, seperti Raja Saul pada zaman dahulu, mereka melibatkan diri dalam spiritisme, mencari jalan keluar bagi problem-problem mereka dengan berupaya berkomunikasi dengan orang-orang mati.​—1 Samuel 28:1-20.

      5 Bahkan ada yang menganjurkan praktek ini. Yesaya merujuk kepada kemurtadan tersebut sewaktu ia berkata, ”Jika mereka mengatakan kepada kamu sekalian, ’Bertanyalah kepada para cenayang atau kepada orang-orang yang mempunyai roh peramal yang menciap-ciap dan mengeluarkan ucapan dengan nada rendah’, bukankah kepada Allahnya suatu bangsa harus bertanya? Haruskah orang bertanya kepada orang mati demi kepentingan orang yang hidup?” (Yesaya 8:19) Cenayang dapat mengelabui orang, ”menciap-ciap dan mengeluarkan ucapan dengan nada rendah”. Efek suara seperti itu, yang katanya berasal dari roh-roh orang mati, dapat dihasilkan dari teknik suara perut (ventriloquism) oleh seorang medium yang hidup. Namun kadang-kadang, hantu-hantu dapat terlibat langsung dan berpura-pura menjadi orang yang sebenarnya sudah mati, sebagaimana yang tampaknya terjadi ketika Saul meminta keterangan dari tukang sihir di Endor.​—1 Samuel 28:8-19.

      6. Mengapa orang Israel yang mengandalkan spiritisme memang patut dipersalahkan?

      6 Semua ini berlangsung di Yehuda sekalipun Yehuwa telah melarang praktek spiritisme. Di bawah Hukum Musa, hal ini merupakan pelanggaran yang dapat dikenai hukuman mati. (Imamat 19:31; 20:6, 27; Ulangan 18:9-12) Mengapa bangsa yang merupakan milik istimewa Yehuwa melakukan pelanggaran separah itu? Karena mereka membelakangi Hukum serta nasihat Yehuwa dan mereka telah ”dikeraskan oleh tipu daya dosa”. (Ibrani 3:13) ”Hati mereka sudah tidak berperasaan seperti lemak”, dan mereka telah terasing dari Allah mereka.​—Mazmur 119:70.a

      7. Bagaimana banyak orang dewasa ini meniru orang Israel pada zaman Yesaya, dan apa yang akan menimpa orang-orang ini jika mereka tidak bertobat?

      7 Mungkin mereka bernalar, ’Apa gunanya Hukum Yehuwa sewaktu kita sedang terancam serangan orang Asiria?’ Mereka menginginkan jalan keluar yang cepat dan mudah dari keadaan mereka yang genting dan tidak bersedia menunggu Yehuwa melaksanakan kehendak-Nya. Pada zaman kita juga, banyak orang mengabaikan hukum Yehuwa dan mengunjungi cenayang, mencari keterangan dari horoskop, dan mengandalkan bentuk-bentuk lain dari ilmu gaib untuk mengatasi problem mereka. Tetapi, alangkah bodohnya jika orang hidup mencari jalan keluar dari orang mati, baik dewasa ini ataupun pada masa lampau. Orang-orang yang terus mempraktekkan hal-hal seperti itu dan tidak bertobat akan mengalami nasib yang sama dengan para ”pembunuh, orang yang melakukan percabulan, . . . penyembah berhala, dan semua pendusta”. Mereka tidak mempunyai prospek kehidupan di kemudian hari.​—Penyingkapan 21:8.

      ’Hukum dan Pengesahan’ Allah

      8. Kepada ”hukum” dan ”pengesahan” apa kita hendaknya berpaling untuk mendapatkan bimbingan dewasa ini?

      8 Tidaklah sulit bagi orang Yehuda untuk mengetahui hukum Yehuwa yang melarang spiritisme serta perintah-perintah-Nya yang lain. Hukum itu dilestarikan dalam bentuk tulisan. Dewasa ini, Firman-Nya sudah tersedia lengkap secara tertulis. Itu adalah Alkitab, yang bukan hanya terdiri dari kumpulan hukum dan peraturan ilahi, tetapi juga suatu catatan tentang cara Allah berurusan dengan umat-Nya. Catatan Alkitab tentang urusan-urusan Yehuwa ini menjadi suatu pengesahan, atau bukti, yang mengajar kita tentang kepribadian Yehuwa dan sifat-sifat-Nya. Sebaliknya dari meminta nasihat kepada orang mati, ke mana seharusnya orang Israel berpaling untuk mencari bimbingan? Yesaya menjawab, ”Kepada hukum dan kepada pengesahan!” (Yesaya 8:20a) Ya, mereka yang mencari penerangan sejati harus berpaling kepada Firman Allah yang tertulis.

      9. Apakah ada gunanya jika para pedosa yang tidak bertobat sekali-sekali mencuplik Alkitab?

      9 Orang-orang Israel yang mencoba-coba spiritisme mungkin mengaku merespek Firman Allah yang tertulis. Tetapi, itu pengakuan yang semu dan munafik. Yesaya mengatakan, ”Pasti mereka akan terus mengatakan apa yang sesuai dengan pernyataan ini yang tidak mempunyai cahaya fajar.” (Yesaya 8:20b) Pernyataan apa yang Yesaya maksudkan di sini? Mungkin pernyataan, ”Kepada hukum dan kepada pengesahan!” Mungkin saja orang Israel yang murtad mengacu kepada Firman Allah, sebagaimana orang murtad dewasa ini mungkin mencuplik Alkitab. Tetapi, ini kata-kata belaka. Dengan mencuplik Alkitab, seseorang tidak akan dibimbing kepada ”cahaya fajar”, atau penerangan dari Yehuwa, jika ia tidak melakukan kehendak Yehuwa dan menjauhi praktek-praktek yang tidak bersih.b

      ”Bala Kelaparan, Bukan akan Roti”

      10. Bagaimana orang-orang Yehuda menderita karena menolak Yehuwa?

      10 Ketidaktaatan kepada Yehuwa mengakibatkan kegelapan mental. (Efesus 4:17, 18) Secara rohani, bangsa Yehuda telah menjadi buta, tanpa pengertian. (1 Korintus 2:14) Yesaya menggambarkan keadaan mereka, ”Masing-masing akan berjalan melintasi negeri dengan sangat tertekan dan lapar.” (Yesaya 8:21a) Karena ketidaksetiaan bangsa itu—terutama selama pemerintahan Raja Ahaz—keberadaan Yehuda sebagai kerajaan independen terancam. Bangsa itu dikelilingi oleh banyak musuh. Tentara Asiria menyerang kota-kota Yehuda satu per satu. Musuh menelantarkan tanah yang produktif, sehingga makanan sulit didapat. Banyak orang ”sangat tertekan dan lapar”. Tetapi kelaparan jenis lain juga melanda negeri itu. Beberapa puluh tahun sebelumnya, Amos bernubuat, ”’Lihat! Akan datang masanya,’ demikian ucapan Tuan Yang Berdaulat Yehuwa, ’bahwa aku akan mengirimkan bala kelaparan ke negeri itu, bala kelaparan, bukan akan roti, dan rasa haus, bukan akan air, tetapi untuk mendengar firman Yehuwa.’” (Amos 8:11) Sekarang, kelaparan rohani seperti itulah yang sedang melanda Yehuda!

      11. Apakah Yehuda akan belajar dari disiplin yang ia terima?

      11 Apakah Yehuda akan belajar dari pengalamannya dan kembali kepada Yehuwa? Apakah rakyatnya akan berpaling dari spiritisme serta penyembahan berhala dan kembali ”kepada hukum dan kepada pengesahan”? Yehuwa meramalkan reaksi mereka, ”Pasti terjadi bahwa karena ia lapar dan telah membuat dirinya merasa marah, ia pasti akan menyumpahi rajanya dan Allahnya dan akan memandang ke atas.” (Yesaya 8:21b) Ya, banyak orang akan menyalahkan raja manusia mereka karena telah membawa mereka ke dalam situasi ini. Bahkan akan ada yang dengan bodoh mempersalahkan Yehuwa atas malapetaka yang menimpa mereka! (Bandingkan Yeremia 44:15-18.) Dewasa ini, banyak orang memberikan tanggapan dengan cara yang sama, yaitu mempersalahkan Allah atas tragedi yang disebabkan oleh kefasikan manusia.

      12. (a) Apa yang dialami Yehuda karena berpaling dari Allah? (b) Apa sajakah pertanyaan penting yang diajukan?

      12 Apakah penduduk Yehuda akan memperoleh damai dengan menyumpahi Allah? Tidak. Yesaya menubuatkan, ”Ke bumi ia akan melihat, dan, wai! penderitaan dan kegelapan, kekelaman, masa yang sukar dan kesuraman tanpa terang.” (Yesaya 8:22) Setelah melayangkan pandangan mereka ke langit untuk menyalahkan Allah, mereka kembali melihat ke bumi, kepada keadaan mereka yang tanpa harapan. Malapetaka datang karena mereka berpaling dari Allah. (Amsal 19:3) Namun bagaimana dengan janji-janji yang Allah adakan dengan Abraham, Ishak, dan Yakub? (Kejadian 22:15-18; 28:14, 15) Apakah Yehuwa akan ingkar janji? Apakah orang Asiria atau kekuatan militer lainnya akan mengakhiri dinasti yang dijanjikan kepada Yehuda dan Daud? (Kejadian 49:8-10; 2 Samuel 7:11-16) Apakah orang Israel akan selamanya terhukum dalam kegelapan?

      Negeri yang ’Diperlakukan dengan Hina’

      13. Apa yang dimaksud dengan ”Galilea bangsa-bangsa”, dan bagaimana wilayah ini ’diperlakukan dengan hina’?

      13 Sekarang Yesaya menyinggung salah satu bencana terburuk yang menimpa keturunan Abraham, ”Kekelaman itu tidak akan sama seperti ketika negeri itu mengalami tekanan, sebagaimana dahulu ketika orang memperlakukan tanah Zebulon dan tanah Naftali dengan hina dan ketika setelah itu orang menyebabkan itu dihormati—jalan di tepi laut, di wilayah Sungai Yordan, Galilea bangsa-bangsa.” (Yesaya 9:1) Galilea adalah suatu daerah di kerajaan Israel di utara. Dalam nubuat Yesaya, daerahnya mencakup ”tanah Zebulon dan tanah Naftali” serta ”jalan di tepi laut”, yakni jalan pada zaman dahulu di tepi Laut Galilea dan menuju ke Laut Tengah. Pada zaman Yesaya, wilayah itu disebut ”Galilea bangsa-bangsa”, mungkin karena banyak di antara kota-kotanya ditinggali oleh orang-orang non-Israel.c Bagaimana dapat dikatakan bahwa negeri ini ’diperlakukan dengan hina’? Orang Asiria yang kafir menaklukkannya, membawa orang Israel ke pembuangan, dan memenuhi wilayah itu dengan orang kafir, yang bukan keturunan Abraham. Demikianlah kerajaan sepuluh suku di utara lenyap dari sejarah sebagai suatu bangsa!​—2 Raja 17:5, 6, 18, 23, 24.

      14. Dalam arti apa ”kekelaman” Yehuda tidak akan seburuk yang dialami kerajaan sepuluh suku?

      14 Yehuda juga mendapat tekanan dari Asiria. Apakah ia akan tenggelam ke dalam ”kekelaman” untuk selamanya, seperti halnya kerajaan sepuluh suku yang diwakili Zebulon dan Naftali? Tidak. Pada suatu waktu ”setelah itu”, Yehuwa akan mendatangkan berkat ke atas wilayah kerajaan Yehuda di selatan dan bahkan ke atas negeri yang sebelumnya dikuasai oleh kerajaan utara. Dengan cara bagaimana?

      15, 16. (a) Apa yang dimaksud dengan waktu ”setelah itu” ketika keadaan akan berubah bagi ”tanah Zebulon dan tanah Naftali”? (b) Bagaimana negeri yang diperlakukan dengan hina ini kemudian dihormati?

      15 Rasul Matius menjawab pertanyaan ini dalam catatannya yang terilham mengenai pelayanan Yesus di bumi. Pada waktu menggambarkan masa awal dari pelayanan itu, Matius mengatakan, ”Setelah meninggalkan Nazaret, [Yesus] datang dan diam di Kapernaum di tepi laut di distrik Zebulon dan distrik Naftali, agar tergenap apa yang diucapkan melalui nabi Yesaya, yang bunyinya, ’Oh, tanah Zebulon dan tanah Naftali, di sepanjang jalan di tepi laut, di seberang Sungai Yordan, Galilea bangsa-bangsa! orang-orang yang duduk dalam kegelapan melihat terang yang besar, sedangkan mengenai mereka yang duduk di daerah bayangan kematian, terang terbit ke atas mereka.’”​—Matius 4:13-16.

      16 Ya, masa ”setelah itu” yang dinubuatkan Yesaya memaksudkan masa pelayanan Kristus di bumi. Sebagian besar dari kehidupan Yesus sewaktu di bumi dilewatkan di Galilea. Di distrik Galilea-lah ia memulai pelayanannya dan mulai mengumumkan, ”Kerajaan surga sudah dekat.” (Matius 4:17) Di Galilea, ia menyampaikan khotbahnya yang terkenal di atas gunung, memilih rasul-rasulnya, mengadakan mukjizatnya yang pertama, dan muncul di hadapan 500 pengikutnya setelah ia dibangkitkan. (Matius 5:1–7:27; 28:16-20; Markus 3:13, 14; Yohanes 2:8-11; 1 Korintus 15:6) Dengan demikian, Yesus menggenapi nubuat Yesaya dengan menghormati ”tanah Zebulon dan tanah Naftali”. Tentu saja Yesus tidak membatasi pelayanannya kepada orang-orang Galilea. Dengan memberitakan kabar baik ke seluruh negeri, Yesus menyebabkan seluruh bangsa Israel, termasuk Yehuda, ’dihormati’.

      ”Terang yang Besar”

      17. Bagaimana ”terang yang besar” bersinar di Galilea?

      17 Namun, apa maksudnya ”terang yang besar” di Galilea yang disebutkan oleh Matius? Ini pun kutipan dari nubuat Yesaya. Yesaya menulis, ”Orang-orang yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang yang besar. Mengenai mereka yang tinggal di negeri yang tertutup bayang-bayang yang kelam, terang telah bersinar ke atas mereka.” (Yesaya 9:2) Sampai abad yang pertama M, terang kebenaran tertutupi kepalsuan ajaran-ajaran kafir. Para pemimpin agama Yahudi telah memperbesar problem yang ada dengan berpegang pada tradisi agama yang membuat ”firman Allah tidak berlaku”. (Matius 15:6) Orang-orang yang rendah hati merasa tertekan dan bingung, karena mengikuti ”penuntun-penuntun buta”. (Matius 23:2-4, 16) Sewaktu Yesus sang Mesias muncul, mata orang-orang yang rendah hati terbuka secara menakjubkan. (Yohanes 1:9, 12) Pekerjaan Yesus sewaktu berada di bumi dan berkat-berkat yang dihasilkan oleh pengorbanannya dengan tepat digambarkan sebagai ”terang yang besar” dalam nubuat Yesaya.​—Yohanes 8:12.

      18, 19. Alasan apa dimiliki orang-orang yang menyambut terang itu untuk bersukacita?

      18 Orang-orang yang menyambut terang itu memiliki banyak alasan untuk bersukacita. Selanjutnya Yesaya mengatakan, ”Engkau telah membuat bangsa itu banyak penduduknya; untuknya engkau telah membuat sukacita besar. Mereka bersukacita di hadapanmu seperti sukacita pada waktu panen, seperti mereka yang bergembira pada waktu membagi-bagi jarahan.” (Yesaya 9:3) Sebagai hasil dari kegiatan pengabaran Yesus dan para pengikutnya, terkumpullah orang-orang yang berhati jujur, yang memperlihatkan keinginan untuk beribadat kepada Yehuwa dengan roh dan kebenaran. (Yohanes 4:24) Dalam waktu kurang dari empat tahun, sejumlah besar orang memeluk Kekristenan. Tiga ribu orang dibaptis pada hari Pentakosta tahun 33 M. Tidak lama setelah itu, ”jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu pria”. (Kisah 2:41; 4:4) Seraya para murid dengan bergairah memantulkan terang itu, ”jumlah murid semakin berlipat ganda secara luar biasa di Yerusalem; dan sekumpulan besar imam mulai taat kepada iman itu”.​—Kisah 6:7.

      19 Seperti orang-orang yang bersukacita atas panenan yang limpah atau bergembira karena mendapat bagian jarahan yang berharga setelah kemenangan besar dalam peperangan, para pengikut Yesus pun bersukacita atas pertambahan ini. (Kisah 2:46, 47) Pada waktunya, Yehuwa membuat terang itu bersinar di antara bangsa-bangsa. (Kisah 14:27) Maka, orang-orang dari segala suku bangsa bersukacita karena jalan untuk mendekati Yehuwa telah terbuka bagi mereka.​—Kisah 13:48.

      ”Seperti pada Hari Midian”

      20. (a) Dengan cara apa sajakah orang Midian menjadi musuh orang Israel, dan bagaimana Yehuwa mengakhiri ancaman mereka? (b) Pada ”hari Midian” kelak, bagaimana Yesus akan mengakhiri ancaman musuh-musuh umat Allah?

      20 Kegiatan sang Mesias membawa pengaruh yang permanen, sebagaimana kita lihat dari perkataan Yesaya berikutnya, ”Kuk tanggungan mereka dan tongkat di bahu mereka, tongkat orang yang menekan mereka untuk bekerja, telah kauhancurkan seperti pada hari Midian.” (Yesaya 9:4) Berabad-abad sebelum zaman Yesaya, orang Midian berkomplot dengan orang Moab untuk memikat Israel kepada dosa. (Bilangan 25:1-9, 14-18; 31:15, 16) Kemudian, orang Midian meneror orang Israel dengan menyergap dan menjarah desa-desa serta ladang-ladang mereka selama tujuh tahun. (Hakim 6:1-6) Namun kemudian, Yehuwa, melalui hamba-Nya, Gideon, mengacaubalaukan tentara Midian. Setelah ”hari Midian” itu, tidak ada bukti bahwa umat Yehuwa pernah menderita lagi di tangan orang Midian. (Hakim 6:7-16; 8:28) Dalam waktu dekat, Yesus Kristus, Gideon yang lebih besar, akan memberikan pukulan maut kepada musuh-musuh umat Yehuwa di zaman modern. (Penyingkapan 17:14; 19:11-21) Pada waktu itu, ”seperti pada hari Midian”, kemenangan yang tuntas akan diperoleh, bukan karena ketangguhan manusia, melainkan karena kuasa Yehuwa. (Hakim 7:2-22) Umat Allah tidak akan pernah lagi menderita di bawah kuk penindasan!

      21. Apa yang dinyatakan nubuat Yesaya sehubungan dengan nasib peperangan?

      21 Pertunjukan kuasa ilahi tidak berarti pengagungan peperangan. Yesus yang sudah dibangkitkan adalah Pangeran Perdamaian, dan dengan membinasakan musuh-musuhnya, ia akan mendatangkan perdamaian abadi. Sekarang Yesaya berbicara tentang perlengkapan tentara yang sama sekali dimusnahkan api, ”Setiap sepatu bot dari orang yang menjejakkan kaki dengan getaran dan mantel yang bergulingan dalam darah akan dibakar sebagai makanan api.” (Yesaya 9:5) Orang tidak akan lagi merasakan getaran akibat entakan sepatu bot tentara yang sedang berbaris. Seragam yang berlumuran darah dari para pejuang yang telah dikeraskan oleh pertempuran tidak akan terlihat lagi. Peperangan tidak akan ada lagi!​—Mazmur 46:9.

      ”Penasihat yang Menakjubkan”

      22. Apa nama majemuk yang bersifat nubuat yang diberikan kepada Yesus dalam buku Yesaya?

      22 Pada waktu kelahirannya yang ajaib, pribadi yang lahir untuk menjadi Mesias dinamai Yesus, yang berarti ”Yehuwa Adalah Keselamatan”. Tetapi, ia mempunyai nama-nama lain yang bersifat nubuat dan yang menggambarkan peran utamanya serta kedudukannya yang ditinggikan. Salah satunya adalah Imanuel, artinya ”Beserta Kitalah Allah”. (Yesaya 7:14, catatan kaki NW Ref.) Yesaya sekarang menguraikan nama lain lagi yang bersifat nubuat, ”Seorang anak telah lahir bagi kita, seorang putra telah diberikan kepada kita; dan kekuasaan sebagai pangeran akan ada di atas bahunya. Ia akan dinamai Penasihat yang Menakjubkan, Allah yang Perkasa, Bapak yang Kekal, Pangeran Perdamaian.” (Yesaya 9:6) Perhatikan nama majemuk yang bersifat nubuat dan kaya makna ini.

      23, 24. (a) Mengapa Yesus disebut sebagai ”Penasihat yang Menakjubkan”? (b) Bagaimana para penasihat Kristen dewasa ini dapat meniru teladan Yesus?

      23 Penasihat adalah seseorang yang memberikan nasihat, atau petuah. Sewaktu berada di bumi, Yesus Kristus memberikan nasihat yang menakjubkan. Dalam Alkitab, kita membaca bahwa ”kumpulan orang itu terpukau oleh cara ia mengajar”. (Matius 7:28) Ia adalah Penasihat yang bijaksana dan berempati, yang sangat mengerti watak manusia. Nasihatnya tidak hanya dalam bentuk teguran yang keras atau kecaman. Lebih sering, itu disampaikan dalam bentuk pengajaran dan petunjuk yang pengasih. Nasihat Yesus menakjubkan karena selalu bijaksana, sempurna, dan tidak pernah salah. Jika diikuti, nasihatnya membimbing kepada kehidupan abadi.​—Yohanes 6:68.

      24 Nasihat Yesus bukanlah sekadar hasil pemikirannya yang cemerlang. Sebaliknya, ia mengatakan, ”Apa yang aku ajarkan bukanlah milikku, melainkan milik dia yang telah mengutus aku.” (Yohanes 7:16) Seperti pada kasus Salomo, Allah Yehuwa adalah Sumber hikmat Yesus. (1 Raja 3:7-14; Matius 12:42) Teladan Yesus hendaknya memotivasi para guru dan penasihat dalam sidang Kristen untuk selalu menggunakan Firman Allah sebagai dasar pengajaran mereka.​—Amsal 21:30.

      ”Allah yang Perkasa” dan ”Bapak yang Kekal”

      25. Dari nama ”Allah yang Perkasa”, apa yang dapat kita simpulkan mengenai Yesus yang sudah berada di surga?

      25 Yesus juga disebut ”Allah yang Perkasa” dan ”Bapak yang Kekal”. Ini tidak berarti bahwa ia merebut wewenang dan kedudukan Yehuwa, yang adalah ”Allah, Bapak kita”. (2 Korintus 1:2) Ia ”tidak pernah mempertimbangkan untuk merebut kedudukan, yakni agar ia setara dengan Allah”. (Filipi 2:6) Ia disebut Allah yang Perkasa, bukan Allah yang Mahakuasa. Yesus tidak pernah menganggap dirinya Allah yang Mahakuasa, karena ia berbicara mengenai Bapaknya sebagai ”satu-satunya Allah yang benar”, yaitu satu-satunya Allah yang harus disembah. (Yohanes 17:3; Penyingkapan 4:11) Dalam Alkitab, kata ”allah” dapat berarti ”yang perkasa” atau ”yang kuat”. (Keluaran 12:12; Mazmur 8:5; 2 Korintus 4:4) Sebelum Yesus datang ke bumi, ia adalah ”suatu allah”, ”ada dalam wujud Allah”. Setelah kebangkitannya, ia kembali untuk memegang kedudukan yang bahkan lebih tinggi di surga. (Yohanes 1:1; Filipi 2:6-11) Selanjutnya, gelar ”allah” mengandung implikasi tambahan. Para hakim di Israel disebut ”allah-allah”, bahkan Yesus pernah menyebut mereka demikian. (Mazmur 82:6; Yohanes 10:35) Yesus adalah Hakim yang ditunjuk Yehuwa, ”ditentukan untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati”. (2 Timotius 4:1; Yohanes 5:30) Jelaslah, ia cocok disebut Allah yang Perkasa.

      26. Mengapa Yesus dapat disebut sebagai ”Bapak yang Kekal”?

      26 Gelar ”Bapak yang Kekal” menunjukkan kuasa dan wewenang sang Raja Mesias untuk memberi manusia prospek kehidupan abadi di bumi. (Yohanes 11:25, 26) Warisan dari orang-tua kita yang pertama, Adam, adalah kematian. Yesus, Adam yang terakhir, ”menjadi roh yang memberikan kehidupan”. (1 Korintus 15:22, 45; Roma 5:12, 18) Sebagaimana Yesus, Bapak yang Kekal, akan hidup selamanya, demikian juga umat manusia yang taat akan menikmati untuk selamanya manfaat-manfaat dari kedudukannya sebagai bapak.​—Roma 6:9.

      ”Pangeran Perdamaian”

      27, 28. Apa manfaat luar biasa yang dinikmati rakyat ”Pangeran Perdamaian” sekarang dan di masa yang akan datang?

      27 Selain kehidupan abadi, manusia juga membutuhkan perdamaian, baik dengan Allah maupun dengan sesamanya. Bahkan dewasa ini, mereka yang tunduk kepada peraturan ”Pangeran Perdamaian” telah ”menempa pedang-pedang mereka menjadi mata bajak dan tombak-tombak mereka menjadi pisau pemangkas”. (Yesaya 2:2-4) Mereka tidak menyimpan kebencian karena perbedaan politik, teritorial, rasial, atau ekonomi. Mereka bersatu dalam ibadat kepada satu-satunya Allah yang benar, Yehuwa, dan mereka berupaya memelihara hubungan damai dengan orang lain, baik yang di dalam maupun di luar sidang Kristen.​—Galatia 6:10; Efesus 4:2, 3; 2 Timotius 2:24.

      28 Pada waktu yang ditentukan Allah, Kristus akan mewujudkan perdamaian global di atas bumi, mengokohkannya secara permanen. (Kisah 1:7) ”Kekuasaannya yang sangat besar sebagai pangeran, dan perdamaian tidak akan ada akhirnya, atas takhta Daud dan atas kerajaannya agar itu ditetapkan dengan kokoh dan ditunjang dengan keadilan dan dengan keadilbenaran, dari sekarang sampai waktu yang tidak tertentu.” (Yesaya 9:7a) Dalam menjalankan wewenangnya sebagai Pangeran Perdamaian, Yesus tidak akan menggunakan cara-cara yang lalim. Kebebasan memilih tidak akan dirampas dari rakyatnya; dan mereka tidak akan ditaklukkan secara paksa. Sebaliknya, ia akan melaksanakan segalanya ”dengan keadilan dan dengan keadilbenaran”. Suatu perubahan yang sungguh menyegarkan!

      29. Apa yang hendaknya kita lakukan jika kita ingin menikmati berkat perdamaian abadi?

      29 Mengingat hal-hal menakjubkan yang terkait dalam nama Yesus yang bersifat nubuat, kata-kata penutup Yesaya untuk bagian nubuat ini sungguh menggetarkan. Ia menulis, ”Gairah Yehuwa yang berbala tentara akan melakukan hal ini.” (Yesaya 9:7b) Ya, Yehuwa bertindak dengan bergairah. Tidak ada yang Dia kerjakan dengan setengah hati. Kita bisa yakin bahwa apa pun yang Dia janjikan akan Dia penuhi seluruhnya. Maka, jika ada yang mendambakan perdamaian yang abadi, hendaknya ia melayani Yehuwa dengan segenap hati. Seperti Allah Yehuwa dan Yesus, sang Pangeran Perdamaian, semoga semua hamba Allah ”bergairah untuk pekerjaan yang baik”.​—Titus 2:14.

      [Catatan Kaki]

      a Banyak orang berpendapat bahwa Mazmur 119 ditulis oleh Hizkia sebelum ia menjadi raja. Jika benar demikian, mungkin Mazmur ini ditulis pada masa Yesaya bernubuat.

      b Frase ”pernyataan ini” di Yesaya 8:20 mungkin memaksudkan pernyataan mengenai spiritisme, yang dikutip di Yesaya 8:19. Jika memang demikian, maksud kata-kata Yesaya adalah orang-orang yang menganjurkan spiritisme di Yehuda akan terus mendorong orang-orang lain untuk memohon kepada para cenayang sehingga mereka tidak akan menerima penerangan dari Yehuwa.

      c Ada yang berpendapat bahwa ke-20 kota di Galilea yang diserahkan Raja Salomo kepada Hiram, raja Tirus, mungkin didiami oleh orang-orang non-Israel.​—1 Raja 9:10-13.

      [Peta/Gambar di hlm. 122]

      (Untuk keterangan lengkap, lihat publikasinya)

      Khorazin

      Betsaida

      Kapernaum

      Dataran Genesaret

      Laut Galilea

      Magadan

      Tiberias

      Sungai Yordan

      GADARA

      Gadara

      [Gambar di hlm. 119]

      Kelahiran Kain dan Yesus sama-sama istimewa. Hanya kelahiran Yesus-lah yang akhirnya menghasilkan kebahagiaan

      [Gambar di hlm. 121]

      Akan ada bala kelaparan yang jauh lebih buruk daripada kelaparan akan roti dan haus akan air

      [Gambar di hlm. 127]

      Yesus adalah terang di negeri itu

  • Celaka bagi Para Pemberontak!
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Sebelas

      Celaka bagi Para Pemberontak!

      Yesaya 9:8–10:4

      1. Apa kesalahan fatal yang Yeroboam lakukan?

      SEWAKTU umat perjanjian Yehuwa terbagi menjadi dua kerajaan, kerajaan utara sepuluh suku diperintah oleh Yeroboam. Raja baru ini adalah penguasa yang cakap dan energik. Tetapi, ia tidak benar-benar beriman kepada Yehuwa. Oleh karena itu, ia melakukan kesalahan fatal yang benar-benar mencoreng sejarah kerajaan utara. Di bawah Hukum Musa, orang Israel diperintahkan untuk pergi tiga kali setahun ke bait di Yerusalem, yang saat itu berada di wilayah kerajaan Yehuda di selatan. (Ulangan 16:16) Yeroboam takut kalau-kalau perjalanan dengan jadwal yang tetap seperti itu akan membuat rakyatnya berpikir untuk bersatu kembali dengan saudara-saudara mereka di selatan; oleh karena itu, ia ”membuat dua anak lembu emas dan mengatakan kepada rakyat, ’Terlalu berat bagimu untuk pergi ke Yerusalem. Inilah Allahmu, hai, Israel, yang telah membawamu keluar dari tanah Mesir.’ Lalu ia menempatkan yang satu di Betel, dan yang lain ditaruhnya di Dan”.​—1 Raja 12:28, 29.

      2, 3. Apa pengaruh kesalahan Yeroboam atas Israel?

      2 Untuk sementara waktu, rencana Yeroboam tampaknya berhasil. Lambat laun rakyat tidak lagi pergi ke Yerusalem dan mulai beribadat di hadapan kedua anak lembu itu. (1 Raja 12:30) Akan tetapi, praktek keagamaan yang murtad itu merusak kerajaan sepuluh suku. Bertahun-tahun kemudian, bahkan Yehu, yang memperlihatkan gairah yang terpuji dalam menyingkirkan penyembahan Baal dari Israel, tetap menyembah patung-patung anak lembu emas itu. (2 Raja 10:28, 29) Apa lagi akibat keputusan Yeroboam yang sangat buruk itu? Ketidakstabilan politik dan penderitaan rakyat.

      3 Karena Yeroboam murtad, Yehuwa berfirman bahwa benihnya tidak akan memerintah negeri itu, dan bahwa pada akhirnya kerajaan utara akan mengalami bencana yang mengerikan. (1 Raja 14:14, 15) Firman Yehuwa terbukti benar. Tujuh raja Israel hanya memerintah selama dua tahun atau kurang—bahkan ada yang hanya beberapa hari. Salah seorang rajanya bunuh diri, dan enam lainnya dibunuh oleh pria-pria ambisius yang ingin merebut takhta. Khususnya setelah masa pemerintahan Yeroboam II, yang berakhir sekitar tahun 804 SM sewaktu Uzzia memerintah di Yehuda, Israel dirongrong oleh kerusuhan, kekerasan, dan banyak pembunuhan. Di tengah-tengah keadaan inilah Yehuwa melalui Yesaya mengirimkan suatu peringatan langsung, atau ”firman”, kepada kerajaan utara. ”Ada firman yang disampaikan Yehuwa kepada Yakub, dan itu menimpa Israel.”​—Yesaya 9:8.a

      Keangkuhan dan Sifat Tinggi Hati Mendatangkan Murka Allah

      4. Apa ”firman” yang Yehuwa kirimkan kepada Israel, dan mengapa?

      4 ”Firman” Yehuwa tidak mungkin diabaikan. ”Bangsa itu pasti akan mengetahuinya, bahkan mereka semua, Efraim dan penduduk Samaria, karena . . . angkuh dan tinggi hati.” (Yesaya 9:9) ”Yakub”, ”Israel”, ”Efraim”, dan ”Samaria”, semuanya memaksudkan kerajaan Israel di utara, mengingat Efraim adalah suku utama di sana dan Samaria adalah ibu kotanya. Firman Yehuwa untuk kerajaan itu merupakan pernyataan hukum yang tegas, sebab Efraim telah berkeras dalam kemurtadan dan ia berani menghina Yehuwa. Allah tidak akan melindungi orang-orang itu dari akibat haluan mereka yang fasik. Mereka akan dipaksa mendengar atau memperhatikan firman Allah.​—Galatia 6:7.

      5. Bagaimana orang Israel menunjukkan bahwa mereka tidak terpengaruh oleh tindakan penghakiman Yehuwa?

      5 Seraya keadaan memburuk, orang-orang kehilangan banyak hal, termasuk rumah mereka—yang umumnya terbuat dari batu bata dan kayu murahan. Apakah hal itu membuat hati mereka lembut? Apakah mereka akan mengindahkan nabi-nabi Yehuwa dan kembali kepada Allah yang benar?b Yesaya mencatat tanggapan orang-orang yang tinggi hati itu, ”Batu-batu bata telah jatuh, tetapi dengan batu potongan, kami akan membangun. Pohon-pohon ara hutan telah ditebang, tetapi dengan pohon-pohon aras, kami akan menggantinya.” (Yesaya 9:10) Orang Israel menantang Yehuwa dan menolak nabi-nabi-Nya yang memberi tahu mereka mengapa mereka mengalami kesulitan-kesulitan tersebut. Dengan kata lain, orang-orang itu mengatakan, ’Kami mungkin kehilangan rumah yang terbuat dari batu bata yang rapuh serta kayu yang murah, tetapi sebagai gantinya, kami justru akan membangun kembali rumah-rumah kami dengan bahan-bahan yang lebih bagus—batu potongan dan kayu aras!’ (Bandingkan Ayub 4:19.) Karena sikap mereka ini, Yehuwa mau tidak mau mendisiplin mereka lebih jauh.​—Bandingkan Yesaya 48:22.

      6. Bagaimana Yehuwa menggagalkan rencana yang dibuat oleh aliansi Siria-Israel terhadap Yehuda?

      6 Yesaya melanjutkan, ”Yehuwa akan meninggikan lawan-lawan Rezin melawan dia.” (Yesaya 9:11a) Raja Pekah dari Israel beraliansi dengan Raja Rezin dari Siria. Mereka mengatur siasat untuk menaklukkan kerajaan Yehuda dua suku dan menempatkan seorang raja boneka—seseorang yang disebut ”putra Tabeel”—di atas takhta Yehuwa di Yerusalem. (Yesaya 7:6) Tetapi, komplotan tersebut pasti akan gagal. Rezin mempunyai musuh-musuh yang kuat, dan Yehuwa akan ”meninggikan” musuh-musuh ini untuk melawan ”dia”, yaitu Israel. Kata ”meninggikan” berarti mengizinkan mereka melancarkan peperangan yang efektif, yang akan menghancurkan aliansi itu dan tujuan-tujuannya.

      7, 8. Bagi Israel, apa akibat kemenangan Asiria atas Siria?

      7 Aliansi ini mulai runtuh ketika Asiria menyerang Siria. ”Raja Asiria pun maju ke Damaskus [ibu kota Siria], merebutnya dan menggiring penduduknya ke pembuangan di Kir, dan Rezin dibunuhnya.” (2 Raja 16:9) Setelah kehilangan sekutunya yang kuat itu, Pekah menyadari bahwa rencana-rencananya atas Yehuda telah gagal. Malah, tidak lama setelah kematian Rezin, Pekah sendiri dibunuh oleh Hosyea, yang kemudian merebut takhta Samaria.​—2 Raja 15:23-25, 30.

      8 Siria, bekas sekutu Israel, sekarang tunduk di bawah Asiria, penguasa yang dominan di wilayah itu. Yesaya menubuatkan bagaimana Yehuwa akan menggunakan keadaan politik yang baru itu, ”Musuh-musuhnya [Israel] akan ia [Yehuwa] gerakkan, Siria dari timur dan orang Filistin dari belakang, dan mereka akan memakan habis Israel dengan mulut terbuka. Mengingat semua ini, kemarahannya belum surut, tetapi tangannya tetap teracung.” (Yesaya 9:11b, 12) Ya, sekarang Siria adalah musuh Israel, dan Israel harus bersiap-siap menghadapi serangan dari Asiria dan Siria. Penyerbuan itu berhasil. Asiria membuat Hosyea, si perebut takhta itu, menjadi hambanya dan menuntut upeti yang sangat berat. (Beberapa puluh tahun sebelumnya, Asiria menerima upeti yang besar jumlahnya dari raja Israel, Menahem.) Sungguh benar kata-kata nabi Hosea, yang berbunyi, ”Orang-orang yang tidak dikenal telah memakan habis kekuatannya [Efraim]”!​—Hosea 7:9; 2 Raja 15:19, 20; 17:1-3.

      9. Mengapa kita dapat mengatakan bahwa orang Filistin menyerang ”dari belakang”?

      9 Tidakkah Yesaya juga mengatakan bahwa orang Filistin akan menyerbu ”dari belakang”? Ya. Sebelum kompas magnet ditemukan, orang Ibrani menentukan arah dari sudut pandangan seseorang yang menghadap ke arah matahari terbit. Jadi, ”timur” adalah depan, sedangkan barat, yaitu daerah pesisir tempat tinggal orang Filistin, adalah bagian ”belakang”. ”Israel” yang disebutkan di Yesaya 9:12 dapat mencakup Yehuda, karena orang Filistin menyerbu Yehuda pada masa pemerintahan Ahaz yang sezaman dengan Pekah; mereka merebut dan menduduki sejumlah kota dan benteng di Yehuda. Seperti Efraim yang ada di utara, Yehuda pantas mendapat disiplin itu dari Yehuwa, sebab kemurtadan pun telah menyebar di sana.​—2 Tawarikh 28:1-4, 18, 19.

      Dari ’Kepala hingga Ekor’—Bangsa Pemberontak

      10, 11. Hukuman apa yang akan Yehuwa datangkan atas Israel karena mereka terus memberontak?

      10 Walaupun sudah mengalami semua penderitaan itu—dan meskipun adanya pernyataan-pernyataan tegas dari nabi-nabi Yehuwa—kerajaan utara terus memberontak terhadap Yehuwa. ”Bangsa ini tidak kembali kepada Pribadi yang memukul mereka, dan Yehuwa yang berbala tentara tidak mereka cari.” (Yesaya 9:13) Oleh karena itu, sang nabi berkata, ”Yehuwa akan memotong dari Israel kepala dan ekor, cabang muda dan tangkai kercut, dalam satu hari. Orang yang sudah berumur dan sangat direspek adalah kepala, dan nabi yang memberikan pengajaran palsu adalah ekor. Mereka yang memimpin bangsa ini ternyata adalah orang-orang yang menyebabkan bangsa ini menyimpang; dan orang-orang yang dipimpin adalah orang-orang yang dikacaukan.”​—Yesaya 9:14-16.

      11 ”Kepala” dan ”cabang muda” menggambarkan ”orang yang sudah berumur dan sangat direspek”—para pemimpin bangsa itu. ”Ekor” dan ”tangkai kercut” memaksudkan nabi-nabi palsu yang mengucapkan kata-kata yang menyenangkan kepada para pemimpin mereka. Seorang pakar Alkitab menulis, ”Nabi-nabi palsu disebut ekor, sebab secara moral mereka adalah bagian yang paling dasar dari bangsa itu, dan karena mereka adalah orang-orang yang dengan munafik mengikuti dan mendukung para penguasa yang fasik.” Profesor Edward J. Young mengatakan tentang nabi-nabi palsu ini, ”Mereka bukanlah pemimpin, melainkan ekor anjing yang mengibas-ngibas, karena mereka hanya bisa menyanjung dan menjilat serta mengekor para pemimpin.”​—Bandingkan 2 Timotius 4:3.

      ’Janda dan Anak Lelaki Yatim’ pun Memberontak

      12. Seberapa jauh kerusakan telah menggerogoti masyarakat Israel?

      12 Yehuwa adalah Pejuang hak-hak para janda dan anak-anak yatim. (Keluaran 22:22, 23) Namun, dengarlah apa yang sekarang dikatakan Yesaya, ”Yehuwa tidak akan bersukacita bahkan atas pemuda-pemudanya, dan kepada anak-anak lelaki yatimnya dan kepada janda-jandanya ia tidak akan menaruh belas kasihan; sebab mereka semua adalah orang-orang murtad dan para pelaku kejahatan dan setiap mulut membicarakan hal yang tidak berakal. Mengingat semua ini kemarahannya belum surut, tetapi tangannya tetap teracung.” (Yesaya 9:17) Kemurtadan telah merusak semua lapisan masyarakat, termasuk para janda dan anak-anak yatim! Dengan sabar, Yehuwa mengutus para nabi-Nya, dengan harapan bahwa umat-Nya akan berubah haluan. Sebagai contoh, Hosea memohon, ”Hai, Israel, kembalilah kepada Yehuwa, Allahmu, karena engkau telah tersandung dalam kesalahanmu.” (Hosea 14:1) Betapa pedih hati sang Pejuang hak-hak para janda dan anak-anak yatim itu, karena Dia harus melaksanakan penghakiman atas mereka juga!

      13. Apa yang dapat kita pelajari dari situasi pada zaman Yesaya?

      13 Seperti Yesaya, kita hidup pada masa kritis menjelang hari penghakiman Yehuwa atas orang fasik. (2 Timotius 3:1-5) Jadi, bagaimana pun situasi kehidupan orang Kristen sejati, mereka sangat perlu tetap bersih secara rohani, moral, dan mental, agar tetap diperkenan Allah. Marilah kita masing-masing waspada untuk terus menjaga hubungan kita dengan Yehuwa. Jangan sampai orang yang telah melarikan diri dari ”Babilon Besar” kembali ”mengambil bagian bersama dia dalam dosa-dosanya”.​—Penyingkapan 18:2, 4.

      Ibadat Palsu Menghasilkan Kekerasan

      14, 15. (a) Apa hasil dari ibadat kepada hantu-hantu? (b) Berdasarkan nubuat Yesaya, penderitaan apa akan terus dialami Israel?

      14 Ibadat palsu pada dasarnya adalah ibadat kepada hantu-hantu. (1 Korintus 10:20) Sebagaimana nyata pada zaman sebelum Air Bah, pengaruh hantu-hantu menghasilkan kekerasan. (Kejadian 6:11, 12) Jadi, tidaklah mengherankan kalau kekerasan dan kefasikan merajalela di negeri itu sewaktu orang Israel menjadi murtad dan mulai beribadat kepada hantu-hantu.​—Ulangan 32:17; Mazmur 106:35-38.

      15 Dengan kata-kata kiasan yang hidup, Yesaya menggambarkan bagaimana kefasikan dan kekerasan menyebar ke seluruh Israel, ”Kefasikan sudah menyala seperti api; semak berduri dan lalang akan dimakannya sampai habis. Itu akan terbakar dalam belukar di hutan, dan mereka akan dibawa ke atas seperti gumpalan asap. Dalam kemurkaan Yehuwa yang berbala tentara, negeri itu telah dibakar, dan bangsa itu akan menjadi seperti makanan api. Tidak seorang pun akan memperlihatkan keibaan hati bahkan kepada saudaranya. Orang akan memotong di sebelah kanan dan pasti lapar; dan orang akan makan di sebelah kiri, dan mereka pasti tidak kenyang. Mereka masing-masing akan makan daging lengannya sendiri, Manasye memakan Efraim, dan Efraim memakan Manasye. Mereka bersama-sama akan melawan Yehuda. Mengingat semua ini, kemarahannya belum surut, tetapi tangannya tetap teracung.”​—Yesaya 9:18-21.

      16. Bagaimana kata-kata di Yesaya 9:18-21 tergenap?

      16 Seperti nyala api yang menyebar dari satu semak berduri ke semak berduri lainnya, kekerasan menjalar tanpa kendali dan dengan cepat mencapai ”belukar di hutan” sehingga seluruh hutan terbakar oleh api kekerasan. Keil dan Delitzsch, komentator Alkitab, menggambarkan tingkat kekerasan itu sebagai ”penghancuran diri sendiri yang paling tidak berperi kemanusiaan selama suatu perang saudara yang anarkis. Tanpa belas kasihan, mereka melahap satu sama lain dan tidak pernah puas”. Kemungkinan besar, suku Efraim dan Manasye khususnya disebutkan di ayat ini karena mereka adalah wakil-wakil utama dari kerajaan utara dan, sebagai keturunan dari kedua putra Yusuf, merekalah yang paling erat hubungannya di antara kesepuluh suku itu. Meskipun demikian, kekerasan antarsaudara ini terhenti hanya pada waktu mereka berperang melawan Yehuda di selatan.​—2 Tawarikh 28:1-8.

      Hakim-Hakim yang Korup Dihakimi

      17, 18. Hal korup apakah yang ada dalam sistem hukum dan administrasi Israel?

      17 Yehuwa selanjutnya mengarahkan mata penghakiman-Nya kepada para hakim dan pejabat-pejabat lain yang korup di Israel. Mereka menyalahgunakan kekuasaan mereka dengan menjarah rakyat kecil dan orang-orang yang menderita yang datang kepada mereka untuk mencari keadilan. Yesaya berkata, ”Celaka bagi mereka yang menetapkan peraturan-peraturan yang mencelakakan dan mereka yang, senantiasa menulis, menulis kesusahan belaka, untuk menyingkirkan orang kecil dari kasus hukum dan merampas keadilan dari orang-orang yang menderita di antara umatku, agar janda-janda menjadi jarahan mereka, dan agar mereka menjarah bahkan anak-anak lelaki yatim!”​—Yesaya 10:1, 2.

      18 Hukum Yehuwa melarang segala bentuk ketidakadilan, ”Kamu sekalian, jangan melakukan ketidakadilan dalam penghakiman. Jangan memperlakukan orang kecil dengan berat sebelah, dan jangan lebih menyukai orang besar.” (Imamat 19:15) Para pejabat itu mengabaikan hukum tersebut dan menyusun sendiri ”peraturan-peraturan yang mencelakakan” untuk membenarkan apa yang pada hakikatnya sama dengan pencurian yang paling kejam—mengambil milik yang sedikit jumlahnya dari para janda dan anak-anak yatim. Dewa-dewi palsu di Israel tentu saja buta terhadap ketidakadilan itu, tetapi tidak demikian halnya dengan Yehuwa. Melalui Yesaya, Yehuwa kini memusatkan perhatian-Nya kepada hakim-hakim fasik tersebut.

      19, 20. Perubahan keadaan apa akan dialami para hakim Israel yang korup itu, dan apa yang akan terjadi dengan ’kemuliaan’ mereka?

      19 ”Apa yang akan kamu sekalian lakukan pada waktu perhatian diarahkan kepadamu dan pada saat kebinasaan, yang datang dari jauh? Kepada siapa kamu akan lari meminta bantuan, dan di mana kamu akan meninggalkan kemuliaanmu, selain dari ini: orang akan membungkuk di antara para tahanan dan orang-orang akan berjatuhan di antara mereka yang telah dibunuh?” (Yesaya 10:3, 4a) Tidak ada hakim yang jujur tempat para janda dan anak-anak yatim dapat mengadu. Maka, cocok sekali jika kepada hakim-hakim Israel yang korup itu Yehuwa sekarang bertanya ke manakah mereka akan berpaling jika Yehuwa menuntut pertanggungjawaban mereka. Ya, mereka akan mengetahui ”betapa menakutkan untuk jatuh ke tangan Allah yang hidup”.​—Ibrani 10:31.

      20 ’Kemuliaan’ para hakim yang fasik ini—prestise duniawi, kehormatan, dan kekuasaan yang mereka peroleh karena kekayaan dan kedudukan mereka—tidak akan bertahan lama. Ada yang akan menjadi tawanan perang, ”membungkuk” atau mendekam di antara tahanan-tahanan lainnya, sedangkan sisanya akan dibunuh, dan mayat mereka tertimbun korban-korban perang. ’Kemuliaan’ mereka juga mencakup kekayaan yang diperoleh secara tidak jujur, dan itu akan dijarah oleh musuh mereka.

      21. Mengingat segala hukuman yang telah Israel terima, apakah Yehuwa tidak marah lagi kepada mereka?

      21 Yesaya menutup bait terakhir ini dengan peringatan yang tegas, ”Mengingat semua ini [semua celaka yang sejauh ini telah diderita oleh bangsa itu] kemarahannya belum surut, tetapi tangannya tetap teracung.” (Yesaya 10:4b) Ya, masih ada lagi yang akan Yehuwa katakan kepada Israel. Tangan Yehuwa yang teracung tidak akan ditarik sampai Dia mengayunkan hantaman terakhir yang menghancurkan kerajaan utara yang suka memberontak itu.

      Jangan Termakan oleh Kepalsuan dan Kepentingan Pribadi

      22. Apa yang dapat kita pelajari dari pengalaman Israel?

      22 Firman Yehuwa melalui Yesaya menimpa Israel dengan telak dan ’tidak kembali kepadanya tanpa hasil’. (Yesaya 55:10, 11) Sejarah mencatat akhir yang tragis dari kerajaan Israel di utara, dan kita hanya dapat membayangkan betapa hebat penderitaan yang harus ditanggung penduduknya. Firman Allah juga pasti akan digenapi atas sistem sekarang ini, khususnya atas Susunan Kristen yang murtad. Jadi, betapa pentingnya bagi orang Kristen untuk tidak mendengarkan propaganda anti-Allah yang penuh dusta! Berkat Firman Allah, strategi-strategi Setan yang licik telah lama disingkapkan sehingga kita tidak perlu termakan oleh hal-hal itu sebagaimana yang terjadi dengan orang-orang di Israel kuno. (2 Korintus 2:11) Semoga kita tidak pernah berhenti menyembah Yehuwa ”dengan roh dan kebenaran”. (Yohanes 4:24) Dengan demikian, tangan-Nya yang teracung tidak akan menghantam para penyembah-Nya seperti yang terjadi atas Efraim yang suka memberontak; lengan-Nya akan dengan hangat merangkul umat-Nya, dan Dia akan membantu mereka di sepanjang jalan menuju kehidupan abadi di bumi firdaus.​—Yakobus 4:8.

      [Catatan Kaki]

      a Yesaya 9:8–10:4 terdiri dari empat bait (bagian dari suatu syair yang berirama), yang masing-masing diakhiri dengan refrein yang memuat ancaman ini, ”Mengingat semua ini kemarahannya belum surut, tetapi tangannya tetap teracung.” (Yesaya 9:12, 17, 21; 10:4) Teknik sastra ini menjalin Yesaya 9:8–10:4 menjadi satu ”firman” majemuk. (Yesaya 9:8) Perhatikan juga bahwa ’tangan Yehuwa tetap teracung’, bukan untuk mengajak berdamai, melainkan untuk menghakimi.​—Yesaya 9:13.

      b Nabi-nabi Yehuwa untuk kerajaan Israel di utara antara lain ialah Yehu (yang bukan raja), Elia, Mikaya, Elisa, Yunus, Oded, Hosea, Amos, dan Mikha.

      [Gambar di hlm. 139]

      Kefasikan dan kekerasan merambah seluruh Israel seperti kebakaran hutan

      [Gambar di hlm. 141]

      Yehuwa akan menuntut pertanggungjawaban dari orang-orang yang memangsa orang lain

  • Jangan Takut kepada Asiria
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Dua Belas

      Jangan Takut kepada Asiria

      Yesaya 10:5-34

      1, 2. (a) Dari sudut pandang manusia, mengapa tampaknya Yunus mempunyai alasan yang masuk akal untuk enggan menerima tugasnya, yaitu membawa berita kepada orang Asiria? (b) Bagaimana reaksi orang Niniwe terhadap berita yang disampaikan Yunus?

      PADA pertengahan abad kesembilan SM, nabi Ibrani Yunus, putra Amitai, mengambil risiko untuk pergi ke Niniwe, ibu kota Imperium Asiria. Ia mempunyai berita yang sangat penting untuk disampaikan. Yehuwa mengatakan kepadanya, ”Bangkitlah, pergilah ke Niniwe, kota besar itu, dan umumkanlah kepadanya bahwa kejahatan mereka telah naik ke hadapanku.”​—Yunus 1:2, 3.

      2 Sewaktu mula-mula menerima tugasnya, Yunus lari ke arah yang berlawanan, menuju Tarsyis. Ditinjau dari sudut pandang manusia, Yunus mempunyai alasan untuk merasa enggan. Asiria adalah bangsa yang kejam. Perhatikan bagaimana seorang raja Asiria memperlakukan musuh-musuhnya, ”Aku memenggal-menggal anggota tubuh para perwira . . . Banyak tawanan kubakar dengan api, dan banyak yang kubawa hidup-hidup. Beberapa dari mereka kupotong tangannya dan jari-jarinya, yang lain-lain kupotong hidungnya.” Namun, ketika akhirnya Yunus menyampaikan berita dari Yehuwa, orang Niniwe bertobat dari dosa mereka dan pada waktu itu Yehuwa tidak jadi membinasakan kota tersebut.​—Yunus 3:3-10; Matius 12:41.

      Yehuwa Mengambil ”Tongkat”

      3. Bagaimana reaksi orang Israel terhadap peringatan yang disampaikan oleh nabi-nabi Yehuwa berbeda dengan reaksi orang Niniwe?

      3 Apakah orang Israel memberikan sambutan ketika Yunus menyampaikan berita kepada mereka? (2 Raja 14:25) Tidak. Mereka membelakangi ibadat murni. Malah, mereka sudah menyimpang sangat jauh sampai mereka ”membungkuk kepada seluruh bala tentara langit dan melayani Baal”. Selain itu, ”mereka terus melewatkan putra-putri mereka melalui api dan mempraktekkan tenung dan mencari pertanda, dan mereka terus menjual diri mereka untuk melakukan apa yang buruk di mata Yehuwa, untuk menyakiti hatinya”. (2 Raja 17:16, 17) Tidak seperti orang Niniwe, Israel tidak menyambut ketika Yehuwa mengirimkan nabi-nabi untuk memperingatkan mereka. Oleh karena itu, Yehuwa memutuskan untuk bertindak lebih keras.

      4, 5. (a) Apa yang dimaksud dengan ”orang Asiria”, dan bagaimana Yehuwa menggunakan dia sebagai ”tongkat”? (b) Kapan Samaria jatuh?

      4 Beberapa waktu setelah kunjungan Yunus ke Niniwe, agresi Asiria berkurang.a Namun, pada permulaan abad kedelapan SM, Asiria kembali tampil sebagai kekuatan militer, dan Yehuwa menggunakan hal ini dengan cara yang luar biasa. Nabi Yesaya menyampaikan peringatan Yehuwa kepada kerajaan Israel di utara, demikian, ”Ha, orang Asiria, tongkat kemarahanku, dan tongkat pengecamanku yang ada di tangan mereka! Aku akan mengutus dia untuk melawan bangsa yang murtad, dan aku akan mengeluarkan perintah kepada dia untuk melawan orang-orang yang kumurkai, untuk mengambil banyak jarahan, untuk mengambil banyak rampasan, dan untuk menjadikannya tempat untuk diinjak-injak seperti tanah liat di jalan.”​—Yesaya 10:5, 6.

      5 Benar-benar penghinaan bagi orang Israel! Allah memakai suatu bangsa kafir—”orang Asiria”—sebagai ”tongkat” untuk menghukum mereka. Pada tahun 742 SM, Raja Syalmaneser V dari Asiria mengepung Samaria, ibu kota bangsa Israel yang murtad. Dari posisinya yang strategis di atas bukit yang tingginya kira-kira 90 meter, Samaria dapat bertahan terhadap musuh ini selama tiga tahun. Tetapi, tidak ada strategi manusia yang dapat menghalangi maksud-tujuan Allah. Pada tahun 740 SM, Samaria jatuh, diinjak-injak Asiria.​—2 Raja 18:10.

      6. Dengan cara bagaimana orang Asiria bertindak melebihi apa yang Yehuwa maksudkan untuknya?

      6 Sekalipun orang Asiria digunakan Yehuwa untuk memberikan pelajaran kepada umat-Nya, mereka sendiri tidak mengakui Yehuwa. Oleh karena itu, Dia selanjutnya mengatakan, ”Walaupun [orang Asiria] tidak bermaksud demikian, dia akan cenderung berbuat demikian; walaupun hatinya tidak demikian, dia akan mengatur siasat, sebab yang ada di dalam hatinya adalah untuk memusnahkan, dan untuk melenyapkan tidak sedikit bangsa.” (Yesaya 10:7) Yehuwa bermaksud menjadikan Asiria sebagai alat di tangan ilahi. Tetapi, Asiria cenderung untuk menjadi sesuatu yang lain. Hatinya mendesaknya untuk merencanakan sesuatu yang lebih besar—menaklukkan dunia yang dikenal pada waktu itu!

      7. (a) Jelaskan pernyataan ”Bukankah para pembesarku juga adalah raja-raja?” (b) Apa yang harus diperhatikan oleh mereka yang mengabaikan Yehuwa dewasa ini?

      7 Banyak kota di luar Israel telah ditaklukkan oleh Asiria; kota-kota ini sebelumnya diperintah oleh raja-raja. Sekarang para mantan raja ini harus tunduk sebagai pembesar-pembesar bawahan kepada raja Asiria, sehingga dia benar-benar dapat menyombongkan diri, begini, ”Bukankah para pembesarku juga adalah raja-raja?” (Yesaya 10:8) Allah-allah palsu dari kota-kota utama milik bangsa-bangsa ini tidak dapat menyelamatkan para penyembah mereka dari kebinasaan. Allah-allah yang disembah penduduk Samaria, seperti Baal, Molekh, dan anak-anak lembu emas, tidak akan melindungi kota itu. Karena telah meninggalkan Yehuwa, Samaria tidak berhak untuk mengharapkan campur tangan-Nya. Siapa pun yang mengabaikan Yehuwa dewasa ini, perhatikanlah nasib Samaria! Mengenai Samaria dan kota-kota lain yang telah ia taklukkan, Asiria dapat menyombongkan diri, dengan mengatakan, ”Bukankah Kalno sama seperti Karkhemis? Bukankah Hamat sama seperti Arpad? Bukankah Samaria sama seperti Damaskus?” (Yesaya 10:9) Mereka semua dianggap sama oleh Asiria—jarahan.

      8, 9. Mengapa kesombongan Asiria benar-benar keterlaluan sewaktu ia berencana untuk menaklukkan Yerusalem?

      8 Namun, kesombongan Asiria sudah keterlaluan. Ia berkata, ”Setiap kali tanganku menjamah kerajaan-kerajaan dari allah yang tidak bernilai, yang patung ukirannya lebih banyak daripada yang ada di Yerusalem dan Samaria, masakan aku tidak akan melakukan terhadap Yerusalem dan berhala-berhalanya sebagaimana yang kulakukan terhadap Samaria dan semua allahnya yang tidak bernilai?” (Yesaya 10:10, 11) Kerajaan-kerajaan yang sudah dikalahkan Asiria memiliki jauh lebih banyak berhala daripada Yerusalem ataupun Samaria. Ia berpikir, ’Apa yang mencegah aku untuk memperlakukan Yerusalem seperti aku memperlakukan Samaria?’

      9 Dasar pembual! Yehuwa tidak akan mengizinkan dia merebut Yerusalem. Memang, Yehuda tidak mempunyai catatan yang bersih dalam hal mendukung ibadat yang sejati. (2 Raja 16:7-9; 2 Tawarikh 28:24) Yehuwa telah memperingatkan bahwa Yehuda, karena ketidaksetiaannya, akan banyak menderita selama penyerbuan Asiria. Tetapi, Yerusalem akan luput. (Yesaya 1:7, 8) Sewaktu Asiria menyerbu, Hizkia-lah raja di Yerusalem. Hizkia tidak seperti bapaknya, Ahaz. Pada bulan pertama dari masa pemerintahannya, Hizkia membuka kembali pintu-pintu bait dan memulihkan ibadat yang murni.​—2 Tawarikh 29:3-5.

      10. Apa yang Yehuwa janjikan sehubungan dengan Asiria?

      10 Jadi, rencana serangan Asiria terhadap Yerusalem tidak mendapat persetujuan Yehuwa. Yehuwa berjanji akan mengadakan perhitungan dengan kuasa dunia yang suka menghina itu, kata-Nya, ”Pasti terjadi bahwa pada waktu Yehuwa mengakhiri semua pekerjaannya di Gunung Zion dan di Yerusalem, aku akan membuat perhitungan atas akibat dari sikap tinggi hati raja Asiria serta matanya yang congkak dan sombong.”​—Yesaya 10:12.

      Maju ke Yehuda dan Yerusalem!

      11. Mengapa Asiria berpikir bahwa Yerusalem akan menjadi mangsa yang empuk?

      11 Delapan tahun setelah kerajaan utara jatuh pada tahun 740 SM, raja Asiria yang baru, Sanherib, maju untuk menyerang Yerusalem. Yesaya secara puitis menggambarkan rencana angkuh Sanherib, demikian, ”Aku akan menyingkirkan batas-batas bangsa-bangsa, dan barang-barangnya yang disimpan akan kujarah, dan seperti orang kuat, aku akan menundukkan penduduknya. Seperti menjangkau sebuah sarang, tanganku akan menjangkau kekayaan bangsa-bangsa; dan sama seperti pada waktu orang mengumpulkan telur-telur yang telah ditinggalkan, aku pun akan meraup bahkan seluruh bumi, dan tidak ada satu pun yang akan mengibas-ngibaskan sayapnya atau membuka mulutnya atau menciap-ciap.” (Yesaya 10:13, 14) Sanherib berpikir bahwa kota-kota lain telah jatuh dan Samaria sudah tidak ada lagi, jadi Yerusalem akan menjadi mangsa yang empuk! Kota ini mungkin akan memberikan sedikit perlawanan, namun dengan mudah, boleh dikata tanpa bunyi ciapan, penduduknya akan ditaklukkan dengan cepat, kekayaan mereka akan diambil, seperti telur-telur diambil dari sarang yang ditinggalkan.

      12. Menurut Yehuwa, apa sudut pandang yang benar sehubungan dengan bualan-bualan Asiria?

      12 Namun, Sanherib melupakan sesuatu. Samaria yang murtad memang patut menerima hukuman itu. Akan tetapi, di bawah pemerintahan Raja Hizkia, Yerusalem sekali lagi menjadi kubu bagi ibadat yang murni. Siapa pun yang ingin menjamah Yerusalem harus berurusan dengan Yehuwa! Dengan marah Yesaya bertanya, ”Apakah kapak akan meninggikan diri atas orang yang menggunakannya, atau gergaji mengagungkan diri atas orang yang menggerak-gerakkannya, seolah-olah tongkat menggerak-gerakkan orang-orang yang mengangkatnya, seolah-olah tongkat mengangkat dia yang bukan kayu?” (Yesaya 10:15) Imperium Asiria hanyalah sebuah alat di tangan Yehuwa, sama seperti kapak, gergaji, atau tongkat yang digunakan tukang kayu, tukang gergaji, atau gembala. Betapa lancangnya tongkat itu karena ia merasa lebih besar daripada pemakainya!

      13. Jelaskan apa yang dimaksud dan apa yang terjadi dengan (a) ”orang-orangnya yang gemuk”. (b) ’lalang-lalang dan semak-semak berduri’. (c) ”kemuliaan hutannya”.

      13 Apa yang akan terjadi dengan Asiria? ”Tuan yang benar, Yehuwa yang berbala tentara, akan terus mengirim penyakit yang melemahkan kepada orang-orangnya yang gemuk, dan di bawah kemuliaannya, sesuatu yang terbakar akan terus menyala seperti kobaran api. Maka Terang Israel akan menjadi api, dan Pribadi Kudusnya, suatu nyala api; dan itu akan berkobar dan memakan habis lalang-lalangnya dan semak-semak berdurinya dalam satu hari. Kemuliaan hutannya dan kebun buah-buahannya akan Ia akhiri, bahkan dari jiwa sampai ke daging, dan itu akan menjadi seperti merananya orang yang sakit-sakitan sampai mati. Dan pohon-pohon yang masih tersisa di hutannya—jumlahnya akan begitu sedikit sehingga seorang anak pun dapat menuliskannya.” (Yesaya 10:16-19) Ya, Yehuwa meraut ”tongkat” itu, yaitu Asiria, sehingga menjadi kecil! ”Orang-orangnya yang gemuk”, yaitu tentara Asiria yang kekar, akan ditimpa ”penyakit yang melemahkan”. Mereka tidak akan kelihatan begitu kuat! Seperti lalang-lalang dan semak-semak berduri, para prajuritnya akan dibakar oleh Terang Israel, Allah Yehuwa. Dan ”kemuliaan hutannya”, yaitu perwira-perwira militernya, akan menemui akhir mereka. Sewaktu Yehuwa selesai berurusan dengan Asiria, perwira yang tersisa hanya tinggal sedikit sekali sehingga seorang anak pun dapat menghitung mereka dengan jarinya!—Lihat juga Yesaya 10:33, 34.

      14. Gambarkan gerak maju pasukan Asiria di tanah Yehuda pada tahun 732 SM.

      14 Akan tetapi, orang-orang Yehuda yang tinggal di Yerusalem pada tahun 732 SM pasti sulit untuk percaya bahwa Asiria akan dikalahkan. Pasukan Asiria yang sangat besar terus maju. Dengarlah nama kota-kota Yehuda yang telah jatuh, ”Ia telah datang ke Ayat . . . Migron . . . Mikhmash . . . Geba . . . Rama . . . Gibeah-Saul . . . Galim . . . Laisya . . . Anatot . . . Madmena . . . Gebim . . . Nob.” (Yesaya 10:28-32a)b Akhirnya para penyerbu tiba di Lakhis, yang jauhnya hanya 50 kilometer dari Yerusalem. Segera pasukan Asiria mengancam kota itu. ”Dengan gerakan mengancam ia mengacung-acungkan tangannya kepada gunung putri Zion, bukit Yerusalem.” (Yesaya 10:32b) Apa yang dapat menghentikan Asiria?

      15, 16. (a) Mengapa Raja Hizkia membutuhkan iman yang kuat? (b) Apa dasar iman Hizkia bahwa Yehuwa akan menolongnya?

      15 Di dalam istananya di kota itu, Raja Hizkia menjadi resah. Ia mengoyak pakaiannya dan menyelubungi dirinya dengan kain goni. (Yesaya 37:1) Dia mengutus beberapa orang menemui nabi Yesaya untuk bertanya kepada Yehuwa demi Yehuda. Mereka segera kembali dengan membawa jawaban Yehuwa, demikian, ”Jangan takut . . . aku pasti akan membela kota ini.” (Yesaya 37:6, 35) Namun, orang Asiria masih mengancam dan sangat yakin akan kekuatan mereka.

      16 Iman—itulah yang akan menguatkan Raja Hizkia melewati krisis ini. Iman adalah ”bukti yang jelas dari kenyataan-kenyataan walaupun tidak kelihatan”. (Ibrani 11:1) Itu berarti melihat di balik apa yang kelihatan. Tetapi, iman didasarkan atas pengetahuan. Hizkia tentunya ingat bahwa Yehuwa pernah mengucapkan kata-kata yang menghibur ini, ”Jangan takut, hai, umatku yang tinggal di Zion, oleh karena orang Asiria . . . Sebentar lagi—dan pengecaman akan berakhir, serta kemarahanku, pada waktu mereka terkikis. Yehuwa yang berbala tentara pasti akan mengayunkan cambuk kepadanya sebagaimana pada waktu kekalahan Midian di gunung batu Oreb; dan tongkatnya akan direntangkan ke atas di laut, dan ia pasti akan mengangkatnya dengan cara seperti yang dilakukannya kepada Mesir.” (Yesaya 10:24-26)c Ya, umat Allah pernah berada dalam situasi-situasi yang sulit. Kekuatan nenek moyang Hizkia kalah jauh dibandingkan dengan keperkasaan bala tentara Mesir di Laut Merah. Berabad-abad sebelum zaman Hizkia, Gideon menghadapi jumlah tentara yang jauh lebih besar sewaktu Midian dan Amalek menyerbu Israel. Namun, Yehuwa menyelamatkan umat-Nya pada kedua kesempatan tersebut.​—Keluaran 14:7-9, 13, 28; Hakim 6:33; 7:21, 22.

      17. Bagaimana kuk yang dibebankan Asiria ”dihancurkan”, dan mengapa?

      17 Apakah Yehuwa akan mengulangi apa yang telah Dia lakukan pada kesempatan-kesempatan sebelumnya? Ya. Yehuwa berjanji, ”Pasti terjadi pada hari itu bahwa tanggungan yang ia bebankan akan meninggalkan bahumu, dan kuknya meninggalkan lehermu, dan kuk itu akan dihancurkan karena minyak.” (Yesaya 10:27) Kuk yang dibebankan Asiria akan diangkat dari bahu dan leher umat perjanjian Allah. Sesungguhnya, kuk itu akan ”dihancurkan”—dan itulah yang terjadi! Dalam satu malam, malaikat Yehuwa membunuh 185.000 tentara Asiria. Ancaman disingkirkan, dan orang Asiria meninggalkan tanah Yehuda untuk selamanya. (2 Raja 19:35, 36) Mengapa? ”Karena minyak”. Ini bisa jadi memaksudkan minyak yang digunakan untuk mengurapi Hizkia sebagai raja keturunan Daud. Dengan demikian, Yehuwa menggenapi janji-Nya, ”Aku pasti akan membela kota ini untuk menyelamatkannya demi diriku dan demi Daud, hambaku.”​—2 Raja 19:34.

      18. (a) Apakah nubuat Yesaya mempunyai lebih dari satu penggenapan? Jelaskan. (b) Organisasi apa dewasa ini dapat disamakan dengan Samaria zaman dahulu?

      18 Catatan Yesaya yang dibicarakan dalam pasal ini berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Yehuda lebih dari 2.700 tahun yang lalu. Tetapi, peristiwa-peristiwa itu sangat relevan dewasa ini. (Roma 15:4) Apakah ini berarti bahwa para pelaku utama dalam narasi yang mendebarkan ini—penduduk Samaria dan Yerusalem serta Asiria—ada padanannya di zaman modern? Ya, benar. Seperti Samaria yang menyembah berhala, Susunan Kristen mengaku menyembah Yehuwa, tetapi dia murtad sampai ke akar-akarnya. Dalam An Essay on the Development of Christian Doctrine, John Henry Cardinal Newman, seorang Katolik Roma, mengakui bahwa benda-benda yang selama berabad-abad digunakan Susunan Kristen seperti kemenyan, lilin, air suci, jubah imam, dan patung, ”semuanya memiliki asal-usul kafir”. Sama seperti Yehuwa tidak senang dengan penyembahan berhala di Samaria, Dia pun tidak senang dengan ibadat Susunan Kristen yang berbau kafir.

      19. Peringatan apa telah disampaikan kepada Susunan Kristen, dan oleh siapa?

      19 Selama bertahun-tahun, Saksi-Saksi Yehuwa memperingatkan Susunan Kristen mengenai ketidaksenangan Yehuwa. Misalnya pada tahun 1955, khotbah umum berjudul ”Susunan Kristen atau Kekristenan—Yang Mana Adalah ’Terang Dunia’?” disampaikan di seluas dunia. Khotbah ini dengan gamblang menerangkan bagaimana Susunan Kristen telah menyimpang dari doktrin dan praktek Kekristenan sejati. Setelah itu, salinan-salinan dari ceramah yang ampuh ini dikirimkan kepada para pemimpin agama di banyak negeri. Sebagai suatu organisasi, Susunan Kristen gagal memperhatikan peringatan itu. Karena itu, Yehuwa mau tidak mau harus mendisiplin dia dengan ”tongkat”.

      20. (a) Siapa yang akan bertindak sebagai Asiria zaman modern, dan bagaimana ia akan digunakan sebagai ”tongkat”? (b) Sampai sejauh mana Susunan Kristen akan didisiplin?

      20 Siapa yang akan Yehuwa gunakan untuk mendisiplin Susunan Kristen yang suka memberontak? Kita menemukan jawabannya di buku Penyingkapan pasal 17. Di situ kita diperkenalkan kepada sundal ”Babilon Besar”, yang menggambarkan semua agama palsu di dunia, termasuk Susunan Kristen. Sundal itu menunggangi seekor binatang buas berwarna merah marak yang mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk. (Penyingkapan 17:3, 5, 7-12) Binatang buas itu menggambarkan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.d Sebagaimana bangsa Asiria dahulu menghancurkan Samaria, binatang buas berwarna merah marak itu ”akan membenci sundal itu dan akan menghancurkan dia dan membuatnya telanjang, dan akan memakan habis bagian-bagiannya yang berdaging dan akan membakar dia seluruhnya dengan api”. (Penyingkapan 17:16) Oleh karena itu, Asiria zaman modern (bangsa-bangsa yang tergabung dalam PBB) akan menghantam Susunan Kristen dengan suatu pukulan keras dan akan meremukkan dia sampai binasa.

      21, 22. Siapa yang akan memotivasi binatang buas untuk menyerang umat Allah?

      21 Apakah Saksi-Saksi yang setia dari Yehuwa akan binasa bersama Babilon Besar? Tidak. Allah tidak marah terhadap mereka. Ibadat yang murni akan tetap ada. Namun, binatang buas yang membinasakan Babilon Besar juga melayangkan pandangannya dengan rakus ke arah umat Yehuwa. Pada saat itu, yang dilaksanakan binatang itu bukanlah kehendak Yehuwa, melainkan kehendak oknum yang lain. Siapakah dia? Setan si Iblis.

      22 Yehuwa menyingkapkan rancangan Setan yang angkuh, demikian, ”Pada hari itu pastilah timbul niat dalam hatimu [Setan], dan engkau pasti akan memikirkan rancangan yang mencelakakan; dan engkau akan berkata, ’Aku akan . . . mendatangi orang-orang yang hidup tenang, yang tinggal dengan aman, mereka semuanya tinggal tanpa tembok [perlindungan] . . . ’ Tujuanmu adalah untuk mendapat jarahan yang besar dan untuk melakukan banyak perampasan.” (Yehezkiel 38:10-12) Setan akan berpikir, ’Ya, mengapa aku tidak menggerakkan bangsa-bangsa untuk menyerang Saksi-Saksi Yehuwa? Mereka lemah, tanpa perlindungan, dan tidak mempunyai pengaruh politik. Mereka tidak akan memberikan perlawanan. Betapa mudahnya untuk mengambil mereka, seperti mengambil telur-telur dari sarang yang tidak dijaga!’

      23. Mengapa Asiria zaman modern tidak bisa memperlakukan umat Allah seperti ia memperlakukan Susunan Kristen?

      23 Tetapi awas, hai, bangsa-bangsa! Ketahuilah bahwa jika kalian menjamah umat Yehuwa, kalian akan berurusan dengan Allah sendiri! Yehuwa mengasihi umat-Nya, dan Dia akan berjuang demi mereka sebagaimana Dia berjuang demi Yerusalem pada zaman Hizkia. Ketika Asiria zaman modern berupaya untuk melenyapkan hamba-hamba Yehuwa kelak, ia sebenarnya berperang melawan Allah Yehuwa dan Anak Domba, Yesus Kristus. Itulah perang yang tidak dapat dimenangkan oleh Asiria. ”Anak Domba itu akan menaklukkan mereka,” kata Alkitab, ”karena ia adalah Tuan atas segala tuan dan Raja atas segala raja.” (Penyingkapan 17:14; bandingkan Matius 25:40.) Seperti Asiria pada zaman dahulu, binatang buas berwarna merah marak itu akan ”menuju kebinasaan”. Tidak ada yang akan takut kepadanya lagi.​—Penyingkapan 17:11.

      24. (a) Sebagai persiapan masa depan, orang-orang Kristen sejati bertekad untuk melakukan apa? (b) Bagaimana Yesaya melihat jauh ke depan? (Lihat kotak di halaman 155.)

      24 Orang-orang Kristen sejati dapat menyongsong masa depan tanpa rasa takut jika mereka tetap memelihara hubungan yang erat dengan Yehuwa dan jika mereka berupaya melakukan kehendak-Nya sebagai hal utama dalam kehidupan mereka. (Matius 6:33) Dengan demikian, mereka ”tidak takut yang jahat”. (Mazmur 23:4) Melalui mata iman, mereka akan melihat tangan Allah yang perkasa diangkat tinggi-tinggi, bukan untuk menghukum mereka, tetapi untuk melindungi mereka dari musuh-musuh-Nya. Dan, telinga mereka akan mendengar kata-kata yang menenteramkan hati, ”Jangan takut.”​—Yesaya 10:24.

      [Catatan Kaki]

      a Lihat Insight on the Scriptures, Jilid 1, halaman 203.

      b Supaya jelas, Yesaya 10:28-32 dibahas sebelum Yesaya 10:20-27.

      c Untuk pembahasan Yesaya 10:20-23, lihat ”Yesaya Melihat Jauh ke Depan”, di halaman 155.

      d Keterangan tambahan mengenai identitas sundal dan binatang buas berwarna merah marak tersebut terdapat di pasal 34 dan 35 dari buku Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!, diterbitkan oleh Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc.

      [Kotak/Gambar di hlm. 155, 156]

      YESAYA MELIHAT JAUH KE DEPAN

      Yesaya 10:20-23

      Yesaya pasal 10 khususnya berbicara tentang bagaimana Yehuwa akan menggunakan penyerbuan Asiria untuk melaksanakan penghukuman atas Israel dan tentang janji-Nya untuk membela Yerusalem. Karena ayat 20 sampai 23 terletak di tengah-tengah nubuat ini, bisa dianggap bahwa ayat-ayat tersebut secara umum digenapi dalam periode yang sama. (Bandingkan Yesaya 1:7-9.) Namun, kata-katanya menunjukkan bahwa ayat-ayat ini mempunyai penerapan yang lebih spesifik di masa kemudian pada waktu Yerusalem juga harus mempertanggungjawabkan dosa-dosa penduduknya.

      Raja Ahaz berupaya mencari keamanan dengan meminta bantuan Asiria. Nabi Yesaya menubuatkan bahwa di kemudian hari, orang-orang yang selamat dari antara keturunan Israel tidak akan pernah lagi mengejar haluan yang sebodoh itu. Yesaya 10:20 mengatakan bahwa mereka akan ”bersandar pada Yehuwa, Pribadi Kudus Israel, dalam kebenaran”. Tetapi, ayat 21 memperlihatkan bahwa hanya sejumlah kecil yang akan berbuat demikian, dikatakan, ”Hanya suatu sisa akan kembali.” Ini mengingatkan kita kepada putra Yesaya, Syear-yasyub, yang merupakan suatu tanda di Israel dan yang namanya berarti ”Hanya Suatu Sisa Akan Kembali”. (Yesaya 7:3) Ayat 22 dari pasal 10 memperingatkan akan datangnya ”pembasmian” yang telah diputuskan. Pembasmian semacam itu bersifat adil-benar karena merupakan hukuman yang setimpal bagi bangsa yang suka memberontak. Sebagai akibatnya, dari antara bangsa yang padat penduduknya ”sebanyak butir-butir pasir di laut”, hanya suatu sisa yang akan kembali. Ayat 23 memperingatkan bahwa pembasmian yang mendatang ini akan mempengaruhi seluruh negeri. Kali ini Yerusalem pun tidak akan luput.

      Ayat-ayat ini dengan jelas menggambarkan apa yang terjadi pada tahun 607 SM pada waktu Yehuwa menggunakan Imperium Babilonia sebagai ”tongkat”-Nya. Seluruh negeri itu, termasuk Yerusalem, jatuh ke tangan si penyerbu. Orang-orang Yehuda dibawa sebagai tawanan ke Babilon selama 70 tahun. Namun setelah itu, ada orang-orang—sekalipun ”hanya suatu sisa”—yang kembali untuk memulihkan ibadat sejati di Yerusalem.

      Nubuat di Yesaya 10:20-23 digenapi lebih lanjut pada abad pertama, sebagaimana diperlihatkan di Roma 9:27, 28. (Bandingkan Yesaya 1:9; Roma 9:29.) Paulus menjelaskan bahwa secara rohani, ”sisa” dari orang-orang Yahudi ”kembali” kepada Yehuwa pada abad pertama M, yaitu sejumlah kecil orang Yahudi yang menjadi pengikut Yesus Kristus dan mulai menyembah Yehuwa ”dengan roh dan kebenaran”. (Yohanes 4:24) Orang-Orang Kafir yang percaya kemudian bergabung dengan mereka dan terbentuklah suatu bangsa rohani, ”Israel milik Allah”. (Galatia 6:16) Pada kesempatan inilah kata-kata Yesaya 10:20 digenapi, bahwa suatu bangsa yang dibaktikan kepada Yehuwa ”tidak akan pernah” berpaling lagi dari Dia untuk mencari bantuan dari manusia.

      [Gambar di hlm. 147]

      Sanherib berpikir bahwa mengumpulkan bangsa-bangsa sama mudahnya seperti mengumpulkan telur dari sebuah sarang

  • Keselamatan dan Sukacita di bawah Pemerintahan Mesias
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Tiga Belas

      Keselamatan dan Sukacita di bawah Pemerintahan Mesias

      Yesaya 11:1–12:6

      1. Gambarkan keadaan rohani umat perjanjian Allah pada zaman Yesaya.

      PADA zaman Yesaya, keadaan rohani umat perjanjian Allah benar-benar buruk. Bahkan di bawah pemerintahan raja-raja yang setia, seperti Uzzia dan Yotam, banyak orang beribadat di tempat-tempat tinggi. (2 Raja 15:1-4, 34, 35; 2 Tawarikh 26:1, 4) Sewaktu Hizkia menjadi raja, ia harus menyingkirkan dari negeri itu segala sesuatu yang berkaitan dengan penyembahan Baal. (2 Tawarikh 31:1) Tidak heran, Yehuwa mendesak umat-Nya untuk kembali kepada-Nya dan memperingatkan mereka tentang disiplin yang akan datang!

      2, 3. Anjuran apa yang Yehuwa berikan kepada orang-orang yang ingin melayani Dia sekalipun adanya ketidaksetiaan di mana-mana?

      2 Namun, tidak semuanya memberontak. Yehuwa mempunyai nabi-nabi yang setia, dan tentu ada orang Yehuda yang mendengarkan mereka. Yehuwa mempunyai kata-kata penghiburan bagi orang-orang itu. Setelah menggambarkan penjarahan habis-habisan yang akan dialami Yehuda selama penyerbuan Asiria, nabi Yesaya diilhami untuk menulis salah satu bagian yang paling indah dalam seluruh Alkitab, yaitu gambaran tentang berkat-berkat yang akan datang di bawah pemerintahan Mesias.a Beberapa aspek dari berkat-berkat ini ternyata digenapi dalam skala kecil pada waktu orang Yahudi kembali dari penawanan di Babilon. Tetapi secara keseluruhan, nubuat itu terutama digenapi pada masa sekarang. Memang, berkat-berkat ini tidak terjadi pada masa hidup Yesaya dan orang-orang Yehuda lain yang setia di zamannya. Akan tetapi, mereka mengharapkan semua itu dengan iman dan akan menyaksikan penggenapan kata-kata Yesaya setelah mereka dibangkitkan.​—Ibrani 11:35.

      3 Umat Yehuwa di zaman modern juga membutuhkan anjuran. Mereka semua menghadapi tantangan berupa nilai-nilai moral yang merosot dengan cepat di dunia ini, tentangan yang sengit terhadap berita Kerajaan, dan kelemahan pribadi. Kata-kata Yesaya yang sangat bagus sehubungan dengan Mesias dan pemerintahannya dapat menguatkan dan membantu umat Allah menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

      Mesias—Pemimpin yang Cakap

      4, 5. Apa yang Yesaya nubuatkan tentang kedatangan Mesias, dan bagaimana Matius menerapkan kata-kata Yesaya?

      4 Berabad-abad sebelum zaman Yesaya, orang-orang Ibrani lain yang menulis Alkitab telah menunjuk kepada kedatangan Mesias, Pemimpin sejati, yang akan Yehuwa utus kepada Israel. (Kejadian 49:10; Ulangan 18:18; Mazmur 118:22, 26) Sekarang, melalui Yesaya, Yehuwa menambahkan perincian-perincian lebih lanjut. Yesaya menulis, ”Suatu ranting akan keluar dari tunggul Isai; dan dari akarnya suatu tunas akan berbuah.” (Yesaya 11:1; bandingkan Mazmur 132:11.) ”Ranting” maupun ”tunas” menunjukkan bahwa Mesias adalah keturunan Isai melalui putranya, Daud, yang diurapi dengan minyak sebagai raja Israel. (1 Samuel 16:13; Yeremia 23:5; Penyingkapan 22:16) Sewaktu Mesias sejati itu datang, ”tunas” ini, yang berasal dari keluarga Daud, akan menghasilkan buah yang baik.

      5 Mesias yang dijanjikan itu ialah Yesus. Penulis injil, Matius, menyinggung kata-kata di Yesaya 11:1 ketika ia mengatakan bahwa Yesus yang disebut ”orang Nazaret” menggenapi perkataan para nabi. Yesus dibesarkan di kota Nazaret, itulah sebabnya ia disebut orang Nazaret, sebutan yang tampaknya berkaitan dengan kata Ibrani yang digunakan di Yesaya 11:1 untuk ”tunas”.b—Matius 2:23, catatan kaki NW Ref.; Lukas 2:39, 40.

      6. Mesias dinubuatkan akan menjadi penguasa yang seperti apa?

      6 Penguasa seperti apakah Mesias itu kelak? Apakah ia akan menjadi seperti orang Asiria yang kejam dan bertindak semaunya, yang menghancurkan kerajaan Israel sepuluh suku di utara? Tentu saja tidak. Mengenai Mesias, Yesaya berkata, ”Roh Yehuwa akan menetap padanya, roh hikmat dan roh pengertian, roh nasihat dan roh keperkasaan, roh pengetahuan dan roh takut akan Yehuwa; ia memperoleh kesenangan dalam hal takut akan Yehuwa.” (Yesaya 11:2, 3a) Mesias diurapi bukan dengan minyak, melainkan dengan roh kudus Allah. Hal ini terjadi pada saat Yesus dibaptis, sewaktu Yohanes Pembaptis melihat roh kudus Allah turun ke atas Yesus dalam bentuk seekor merpati. (Lukas 3:22) Roh Yehuwa ’menetap pada’ Yesus, dan ini terbukti dari segala tindakannya yang didasarkan atas hikmat, pengertian, nasihat, keperkasaan, dan pengetahuan. Sifat-sifat yang sangat bagus untuk dimiliki seorang penguasa!

      7. Apa yang Yesus janjikan kepada para pengikutnya yang setia?

      7 Para pengikut Yesus juga dapat menerima roh kudus. Dalam salah satu khotbahnya, Yesus menyatakan, ”Jika kamu, walaupun fasik, tahu caranya memberikan pemberian yang baik kepada anak-anakmu, terlebih lagi Bapak di surga akan memberikan roh kudus kepada mereka yang meminta kepadanya!” (Lukas 11:13) Jadi, jangan pernah ragu untuk meminta roh kudus kepada Allah dan kita pun hendaknya tidak berhenti memperkembangkan buah-buah roh yang luhur—”kasih, sukacita, damai, kepanjangsabaran, kebaikan hati, kebaikan, iman, kelemahlembutan, pengendalian diri”. (Galatia 5:22, 23) Yehuwa berjanji untuk mengabulkan permintaan para pengikut Yesus yang ingin memperoleh ”hikmat yang datang dari atas” untuk membantu mereka mengatasi problem-problem kehidupan dengan berhasil.​—Yakobus 1:5; 3:17.

      8. Bagaimana Yesus dapat menemukan sukacita dalam hal takut akan Yehuwa?

      8 Bagaimana Mesias memperlihatkan rasa takut akan Yehuwa? Yesus tentu tidak merasa ngeri akan Allah, atau takut pada penghukuman-Nya. Sebaliknya, Mesias menyegani Allah dengan penuh respek, menghormati Dia dengan penuh kasih. Orang yang takut akan Allah selalu ingin ”melakukan hal-hal yang menyenangkan dia”, seperti yang dilakukan Yesus. (Yohanes 8:29) Melalui perkataan dan teladan, Yesus mengajarkan bahwa sukacita terbesar hanya dapat kita peroleh dengan berjalan dalam takut yang sehat kepada Yehuwa setiap hari.

      Hakim yang Adil-Benar dan Berbelaskasihan

      9. Apa teladan Yesus bagi orang-orang yang harus menghakimi masalah-masalah dalam sidang Kristen?

      9 Yesaya menubuatkan lebih banyak hal tentang sifat-sifat Mesias, ”Ia tidak akan menghakimi berdasarkan apa yang tampak di matanya saja, ataupun menegur menurut apa yang didengar oleh telinganya saja.” (Yesaya 11:3b) Seandainya saudara harus diadili di sebuah persidangan, tidakkah saudara akan bersyukur bila mendapat hakim yang seperti itu? Dalam peranannya sebagai Hakim atas seluruh umat manusia, Mesias tidak digoyahkan oleh argumen-argumen palsu, taktik-taktik licik di ruang pengadilan, kabar angin, atau faktor-faktor lahiriah, seperti kekayaan. Ia dapat mendeteksi tipu daya dan melihat apa yang ada di balik penampilan lahiriah yang tidak menarik, ia memahami ”manusia batiniah yang tersembunyi”. (1 Petrus 3:4) Teladan Yesus yang unggul dapat menjadi model bagi semua orang yang harus menghakimi masalah-masalah dalam sidang Kristen.​—1 Korintus 6:1-4.

      10, 11. (a) Bagaimana Yesus mengoreksi para pengikutnya? (b) Bagaimana Yesus menghakimi orang fasik?

      10 Bagaimana sifat-sifat Mesias yang unggul itu mempengaruhi keputusan hukumnya? Yesaya menjelaskan, ”Ia akan menghakimi orang kecil dengan keadilbenaran, dan dengan kelurusan hati ia akan memberikan teguran demi orang-orang yang lembut hati di bumi. Ia akan memukul bumi dengan tongkat dari mulutnya; dan dengan embusan bibirnya ia akan membunuh orang fasik. Keadilbenaran akan menjadi sabuk di pinggangnya, dan kesetiaan menjadi sabuk di pinggangnya.”​—Yesaya 11:4, 5.

      11 Jika para pengikutnya perlu dikoreksi, Yesus melakukannya dengan cara yang paling berfaedah untuk mereka—teladan bagi para penatua Kristen. Di pihak lain, orang-orang yang mempraktekkan kejahatan pasti mendapat hukuman berat. Pada waktu Allah menuntut pertanggungjawaban sistem ini, Mesias akan ”memukul bumi” dengan suaranya yang berwibawa, menyatakan penghakiman untuk membinasakan semua orang fasik. (Mazmur 2:9; bandingkan Penyingkapan 19:15.) Akhirnya, tidak akan ada lagi orang fasik yang dapat mengganggu ketenteraman umat manusia. (Mazmur 37:10, 11) Yesus, yang berikatkan keadilbenaran dan kesetiaan pada pinggangnya, mempunyai kuasa untuk melaksanakan hal ini.​—Mazmur 45:3-7.

      Keadaan Bumi Berubah

      12. Apa saja yang mungkin dipertimbangkan oleh seorang Yahudi sewaktu ia berpikir untuk kembali dari Babilon ke Tanah Perjanjian?

      12 Coba bayangkan seorang Israel yang baru saja mendengar tentang dekret Kores yang memperbolehkan orang Yahudi pulang ke Yerusalem dan membangun kembali bait. Apakah ia akan meninggalkan kemapanan di Babilon dan mengadakan perjalanan yang jauh ke negerinya? Ladang-ladang yang terbengkalai di sana tentu sudah penuh dengan lalang, karena orang Israel telah meninggalkannya selama 70 tahun. Serigala, macan tutul, singa, dan beruang kini berkeliaran dengan bebas di ladang-ladang tersebut. Ular kobra pun bersarang di sana. Kehidupan orang-orang Yahudi yang pulang itu pasti akan bergantung pada ternak—kambing-domba dan lembu-sapi yang menghasilkan susu, wol serta daging, dan lembu untuk menarik bajak. Apakah binatang-binatang itu akan menjadi korban binatang pemangsa? Apakah anak-anak kecil akan dipagut ular? Bagaimana dengan bahaya penyergapan selama di perjalanan?

      13. (a) Gambaran yang menghangatkan hati apa diberikan oleh Yesaya? (b) Bagaimana kita tahu bahwa perdamaian yang digambarkan Yesaya itu bukan sekadar aman dari binatang buas?

      13 Yesaya sekarang memberikan gambaran yang menghangatkan hati tentang keadaan yang akan Allah wujudkan di negeri itu. Ia mengatakan, ”Serigala akan berdiam sebentar dengan anak domba jantan, dan macan tutul akan berbaring dengan anak kambing, dan anak lembu dan singa muda yang bersurai dan binatang yang gemuk, semua bersama-sama; dan seorang anak kecil akan menjadi pemimpinnya. Sapi dan beruang akan makan bersama-sama; anak-anak mereka akan berbaring bersama-sama. Bahkan singa akan makan jerami seperti lembu jantan. Anak yang masih menyusu akan bermain-main dekat liang ular kobra; dan anak yang disapih akan meletakkan tangannya pada lubang cahaya dari liang seekor ular berbisa. Mereka tidak akan melakukan apa pun yang membawa celaka atau menimbulkan kerusakan di seluruh gunung kudusku; karena bumi pasti akan dipenuhi dengan pengetahuan akan Yehuwa seperti air menutupi dasar laut.” (Yesaya 11:6-9) Tidakkah kata-kata itu menghangatkan hati? Perhatikanlah bahwa kedamaian yang digambarkan di ayat itu adalah hasil dari pengetahuan akan Yehuwa. Jadi, ini bukan sekadar aman dari binatang buas. Pengetahuan tentang Yehuwa tidak akan mengubah perangai binatang, tetapi itu mempengaruhi manusia. Selama perjalanan pulang ataupun di negeri mereka yang dipulihkan, orang Israel tidak perlu takut kepada binatang buas atau kepada orang-orang yang berperangai seperti binatang.​—Ezra 8:21, 22; Yesaya 35:8-10; 65:25.

      14. Bagaimana Yesaya 11:6-9 mengalami penggenapan yang lebih besar?

      14 Akan tetapi, nubuat ini memiliki penggenapan yang lebih besar. Pada tahun 1914, Yesus, sang Mesias, ditakhtakan di Gunung Zion surgawi. Pada tahun 1919, kaum sisa dari ”Israel milik Allah” bebas dari penawanan Babilon dan turut memulihkan ibadat sejati. (Galatia 6:16) Hasilnya, terbukalah jalan untuk penggenapan zaman modern atas nubuat Yesaya tentang Firdaus. ”Pengetahuan yang saksama”, yaitu pengetahuan tentang Yehuwa, telah mengubah kepribadian. (Kolose 3:9, 10) Orang-orang yang tadinya bengis kini menjadi suka damai. (Roma 12:2; Efesus 4:17-24) Perkembangan tersebut kini telah mempengaruhi jutaan orang karena nubuat Yesaya juga melibatkan orang Kristen yang memiliki harapan hidup di bumi, yang jumlahnya meningkat pesat. (Mazmur 37:29; Yesaya 60:22) Orang-orang ini telah belajar untuk menantikan masa manakala seluruh bumi akan dipulihkan menjadi firdaus yang aman dan damai, selaras dengan maksud-tujuan Allah yang semula.​—Matius 6:9, 10; 2 Petrus 3:13.

      15. Secara masuk akal, dapatkah kita mengharapkan bahwa kata-kata Yesaya akan digenapi secara harfiah di dunia baru? Jelaskan.

      15 Dalam Firdaus yang dipulihkan, apakah nubuat Yesaya akan mengalami penggenapan lebih jauh, mungkin secara lebih harfiah? Tampaknya masuk akal untuk berpikir demikian. Kepada semua orang yang akan hidup di bawah pemerintahan Mesias, nubuat itu memberikan jaminan yang sama seperti yang diberikannya kepada orang Israel yang kembali; mereka dan anak-anak mereka tidak akan merasa terancam bahaya dari sumber mana pun—manusia atau binatang. Di bawah pemerintahan Kerajaan Mesias, seluruh penduduk bumi akan menikmati keadaan damai seperti yang pernah dinikmati oleh Adam dan Hawa di Eden. Memang, Alkitab tidak menyingkapkan setiap perincian tentang kehidupan di Eden pada waktu itu—atau tentang kehidupan di Firdaus kelak. Namun, kita dapat yakin bahwa di bawah pemerintahan Raja Yesus Kristus yang bijaksana dan penuh kasih, segalanya pasti berjalan dengan baik.

      Ibadat Murni Dipulihkan melalui Mesias

      16. Apa yang berdiri sebagai tanda bagi umat Allah pada tahun 537 SM?

      16 Ibadat murni pertama-tama diserang di Eden ketika Setan berhasil mempengaruhi Adam dan Hawa untuk tidak menaati Yehuwa. Sampai hari ini, Setan belum berhenti mengejar tujuannya untuk memalingkan sebanyak mungkin orang dari Allah. Tetapi Yehuwa tidak akan pernah membiarkan ibadat murni lenyap dari muka bumi. Nama-Nya tersangkut, dan Dia peduli kepada orang-orang yang melayani Dia. Oleh karena itu, Dia membuat sebuah janji yang luar biasa melalui Yesaya, ”Pasti terjadi pada hari itu bahwa akar Isai akan tampil dan berdiri sebagai tanda bagi bangsa-bangsa. Kepadanya bahkan bangsa-bangsa akan berpaling untuk meminta keterangan, dan tempat peristirahatannya akan menjadi mulia.” (Yesaya 11:10) Pada tahun 537 SM dahulu, kota yang dijadikan ibu kota nasional oleh Daud, yaitu Yerusalem, berfungsi sebagai tanda yang memanggil sisa yang setia dari orang-orang Yahudi yang terpencar untuk pulang dan membangun kembali bait.

      17. Bagaimana Yesus ”bangkit untuk memerintah atas bangsa-bangsa” pada abad pertama dan pada zaman kita?

      17 Akan tetapi, nubuat itu menunjuk kepada lebih banyak hal lagi. Sebagaimana telah diperlihatkan, nubuat itu menunjuk kepada pemerintahan Mesias, satu-satunya Pemimpin sejati bagi orang-orang dari segala bangsa. Rasul Paulus mengutip Yesaya 11:10 untuk memperlihatkan bahwa pada zamannya, orang-orang dari berbagai bangsa akan mendapat bagian dalam sidang Kristen. Dengan mengutip ayat ini dari terjemahan Septuaginta, ia menulis, ”Yesaya mengatakan, ’Akar Isai akan tampil dan suatu pribadi akan bangkit untuk memerintah atas bangsa-bangsa; pada dia bangsa-bangsa akan menaruh harapan mereka.’” (Roma 15:12) Selain itu, nubuat tersebut jangkauannya lebih jauh lagi—sampai ke zaman kita manakala orang-orang dari berbagai bangsa memperlihatkan kasih mereka kepada Yehuwa dengan mendukung saudara-saudara terurap dari sang Mesias.​—Yesaya 61:5-9; Matius 25:31-40.

      18. Pada zaman kita, bagaimana Yesus telah menjadi pusat pengerahan?

      18 Dalam penggenapannya pada zaman modern, ”hari itu”, yang disebutkan oleh Yesaya, dimulai ketika Mesias ditakhtakan sebagai Raja Kerajaan surgawi Allah pada tahun 1914. (Lukas 21:10; 2 Timotius 3:1-5; Penyingkapan 12:10) Sejak itu, Yesus Kristus menjadi tanda yang jelas, pusat untuk mengerahkan Israel rohani dan orang-orang dari segala bangsa yang merindukan pemerintahan yang adil-benar. Di bawah pengarahan Mesias, kabar baik Kerajaan telah disampaikan kepada semua bangsa, seperti yang Yesus nubuatkan. (Matius 24:14, Markus 13:10) Kabar baik ini kuat pengaruhnya. ”Suatu kumpulan besar dari orang-orang yang jumlahnya tidak seorang pun dapat menghitungnya, dari semua bangsa” tunduk kepada Mesias dan bergabung dengan kaum sisa terurap dalam ibadat murni. (Penyingkapan 7:9) Seraya banyak orang baru terus bergabung dengan kaum sisa dalam ’rumah doa’ yang bersifat rohani milik Yehuwa, mereka menambah kemuliaan ’tempat peristirahatan’ Mesias, atau bait rohani Allah yang agung.​—Yesaya 56:7; Hagai 2:7.

      Umat yang Bersatu Melayani Yehuwa

      19. Dalam dua kesempatan apa Yehuwa memulihkan suatu sisa dari umat-Nya yang tersebar di seluruh bumi?

      19 Selanjutnya, Yesaya mengingatkan orang Israel bahwa Yehuwa pernah menyelamatkan mereka pada waktu bangsa itu menghadapi penindasan dari musuh yang kuat. Bagian itu dalam sejarah Israel—pembebasan bangsa itu dari penawanan Mesir oleh Yehuwa—selalu dikenang oleh semua orang Yahudi yang setia. Yesaya menulis, ”Pasti terjadi pada hari itu bahwa Yehuwa akan memberikan tangannya lagi, untuk kedua kali, untuk mendapatkan kembali sisa dari umatnya yang masih tertinggal, dari Asiria, Mesir, Patros, Kus, Elam, Syinar, Hamat, dan dari pulau-pulau di laut. Ia pasti akan mengangkat suatu tanda bagi bangsa-bangsa dan mengumpulkan orang-orang Israel yang tercerai-berai; dan orang-orang Yehuda yang terserak akan ia kumpulkan dari keempat ujung bumi.” (Yesaya 11:11, 12) Seolah-olah dengan menggandeng tangan mereka, Yehuwa akan menuntun suatu sisa yang setia dari orang-orang Israel maupun Yehuda untuk keluar dari bangsa-bangsa tempat mereka tersebar dan akan membawa mereka pulang dengan selamat. Dalam skala kecil, hal itu terjadi pada tahun 537 SM. Namun, penggenapan utamanya jauh lebih mulia! Pada tahun 1914, Yehuwa mengangkat Yesus yang telah ditakhtakan sebagai ”suatu tanda bagi bangsa-bangsa”. Mulai tahun 1919, kaum sisa dari ”Israel milik Allah” mulai datang menuju tanda tersebut, dengan bergairah ambil bagian dalam ibadat murni di bawah pemerintahan Kerajaan Allah. Bangsa rohani yang unik ini berasal ”dari setiap suku dan bahasa dan umat dan bangsa”.​—Penyingkapan 5:9.

      20. Persatuan apa akan dinikmati umat Allah sekembalinya mereka dari Babilon?

      20 Kini Yesaya menggambarkan persatuan dari bangsa yang dipulihkan itu. Dengan menyebut kerajaan utara sebagai Efraim dan kerajaan selatan sebagai Yehuda, ia berkata, ”Kecemburuan Efraim akan berlalu, bahkan mereka yang memperlihatkan permusuhan terhadap Yehuda akan dimusnahkan. Efraim tidak akan cemburu kepada Yehuda, dan Yehuda juga tidak akan memperlihatkan permusuhan terhadap Efraim. Mereka akan menyambar ke barat ke lereng Filistin; bersama-sama mereka akan menjarah putra-putra di Timur. Edom dan Moab akan menjadi sasaran tangan mereka yang dikedangkan, dan putra-putra Ammon akan menjadi orang-orang yang tunduk kepada mereka.” (Yesaya 11:13, 14) Pada waktu orang Yahudi kembali dari Babilon, mereka tidak lagi terbagi dalam dua bangsa. Orang-orang dari semua suku Israel akan bersatu dan kembali ke negeri mereka. (Ezra 6:17) Mereka tidak akan saling membenci dan saling memusuhi lagi. Sebagai bangsa yang bersatu, mereka akan menang melawan musuh-musuh yang ada di antara bangsa-bangsa di sekeliling mereka.

      21. Bagaimana persatuan umat Allah dewasa ini benar-benar luar biasa?

      21 Namun, persatuan ”Israel milik Allah” lebih mengesankan lagi. Ke-12 suku simbolis Israel rohani telah menikmati persatuan yang didasarkan atas kasih akan Allah dan akan saudara-saudari rohani mereka selama hampir 2.000 tahun. (Kolose 3:14; Penyingkapan 7:4-8) Dewasa ini, umat Yehuwa—baik Israel rohani maupun orang-orang yang memiliki harapan hidup di bumi—menikmati perdamaian dan persatuan seluas dunia di bawah pemerintahan Mesias, keadaan yang tidak dikenal dalam gereja-gereja Susunan Kristen. Saksi-Saksi Yehuwa membentuk front rohani yang terpadu melawan upaya-upaya Setan untuk mengganggu ibadat mereka. Sebagai umat yang bersatu, mereka melaksanakan tugas dari Yesus untuk memberitakan dan mengajarkan kabar baik tentang Kerajaan Mesias di semua bangsa.​—Matius 28:19, 20.

      Rintangan Akan Teratasi

      22. Bagaimana Yehuwa akan ”memotong teluk Mesir yang sempit” dan ”mengacungkan tangannya kepada Sungai”?

      22 Ada banyak rintangan, secara harfiah maupun kiasan, yang menghalangi orang Israel sewaktu kembali dari pembuangan. Bagaimana mereka mengatasinya? Yesaya berkata, ”Yehuwa pasti akan memotong teluk Mesir yang sempit, dan mengacungkan tangannya kepada Sungai dengan nyala rohnya. Ia akan memukulnya pada ketujuh alirannya yang deras, dan ia akan membuat orang berjalan dengan mengenakan kasut mereka.” (Yesaya 11:15) Yehuwa-lah yang akan menyingkirkan semua gangguan yang menghalangi umat-Nya untuk kembali. Seolah-olah, bahkan rintangan yang mengecilkan hati seperti teluk yang sempit di Laut Merah (seperti Teluk Suez) atau rintangan yang tak terlewati seperti Sungai Efrat akan dikeringkan, sehingga seseorang dapat menyeberang tanpa harus melepaskan sandalnya!

      23. Apa yang dimaksud dengan ’akan ada jalan raya dari Asiria’?

      23 Pada zaman Musa, Yehuwa mempersiapkan jalan bagi Israel untuk keluar dari Mesir dan pergi ke Tanah Perjanjian. Sekarang, Dia akan melakukan sesuatu yang serupa, ”Dari Asiria akan ada jalan raya bagi sisa dari umatnya yang masih tertinggal, sama seperti bagi Israel pada waktu ia keluar dari tanah Mesir.” (Yesaya 11:16) Yehuwa akan membimbing orang-orang yang kembali dari tempat pembuangan, seolah-olah mereka berjalan melalui jalan raya, pulang ke tanah air mereka. Para penentang akan berupaya menghentikan mereka, tetapi Allah mereka, Yehuwa, akan menyertai mereka. Orang Kristen terurap dan rekan-rekan mereka dewasa ini juga mendapat serangan yang ganas, tetapi mereka terus maju dengan berani! Mereka telah keluar dari Asiria modern, dunia Setan, dan mereka membantu orang-orang lain melakukan hal yang sama. Mereka tahu bahwa ibadat murni akan berhasil dan berkembang. Itu bukan pekerjaan manusia, melainkan pekerjaan Allah.

      Sukacita yang Tiada Akhir bagi Rakyat Sang Mesias!

      24, 25. Dengan pernyataan pujian dan syukur apa umat Yehuwa akan berseru?

      24 Dengan kata-kata yang penuh sukacita, Yesaya kini menggambarkan kesukaan besar umat Yehuwa karena penggenapan janji-Nya, ”Pada hari itu engkau pasti akan mengatakan, ’Aku mau bersyukur kepadamu, oh, Yehuwa, karena meskipun engkau berang terhadapku, kemarahanmu perlahan-lahan surut, lalu engkau menghibur aku.’” (Yesaya 12:1) Yehuwa memberikan disiplin keras kepada umat-Nya yang suka melawan. Namun, disiplin itu mencapai tujuannya, yaitu untuk memperbaiki hubungan bangsa itu dengan diri-Nya dan untuk memulihkan ibadat murni. Yehuwa meyakinkan para penyembah-Nya yang setia bahwa akhirnya Dia akan menyelamatkan mereka. Tidak heran jika mereka amat bersyukur!

      25 Orang Israel yang dipulihkan benar-benar diteguhkan keyakinannya kepada Yehuwa, dan mereka berseru, ”’Lihat! Allah adalah keselamatanku. Aku akan mempercayainya dan tidak gentar; karena Yah Yehuwa adalah kekuatanku dan keperkasaanku, dan ia menjadi keselamatanku.’ Dengan kesukaan besar kamu sekalian pasti akan menimba air dari mata air keselamatan.” (Yesaya 12:2, 3) Kata Ibrani yang diterjemahkan ’keperkasaan’ di ayat 2 dibuat menjadi ”pujian” dalam terjemahan Septuaginta. Para penyembah mulai menyanyikan pujian dengan nyaring karena keselamatan dari ”Yah Yehuwa”. Sebagai kependekan dari nama Yehuwa, ”Yah” digunakan dalam Alkitab untuk mengungkapkan pujian dan syukur dengan perasaan yang lebih dalam. Dengan menggunakan pernyataan ”Yah Yehuwa”—pergandaan nama ilahi—intensitas pujian kepada Allah lebih diperbesar.

      26. Siapakah yang dewasa ini memberitahukan perbuatan-perbuatan Allah di antara bangsa-bangsa?

      26 Para penyembah Yehuwa yang tulus tidak dapat menyimpan sukacita mereka bagi diri sendiri saja. Yesaya menubuatkan, ”Pada hari itu kamu pasti akan mengatakan, ’Ucapkanlah syukur kepada Yehuwa, kamu sekalian! Berserulah kepada namanya. Beri tahukanlah perbuatan-perbuatannya di antara bangsa-bangsa. Nyatakanlah bahwa namanya telah ditinggikan. Lantunkanlah melodi bagi Yehuwa, karena pekerjaannya sangat unggul. Ini diberitahukan di seluruh bumi.’” (Yesaya 12:4, 5) Sejak tahun 1919, orang Kristen terurap—dan belakangan dibantu oleh rekan-rekan mereka, ”domba-domba lain”—telah ’menyiarkan keluhuran pribadi yang memanggil mereka keluar dari kegelapan ke dalam terangnya yang menakjubkan’. Mereka adalah ”ras yang dipilih, . . . bangsa yang kudus” yang dipisahkan untuk melaksanakan tujuan tersebut. (Yohanes 10:16; 1 Petrus 2:9) Kaum terurap menyerukan bahwa nama kudus Yehuwa itu tinggi luhur dan mereka turut memberitahukan hal itu di seluruh bumi. Mereka memimpin semua penyembah Yehuwa untuk menyatakan sukacita akan persediaan-Nya berupa keselamatan mereka. Halnya sama dengan apa yang Yesaya serukan, ”Bersoraklah dengan nyaring dan berteriaklah karena sukacita, hai, wanita penduduk Zion, karena besarlah Pribadi Kudus Israel yang ada di tengah-tengahmu”! (Yesaya 12:6) Pribadi Kudus Israel adalah Allah Yehuwa sendiri.

      Pandanglah Masa Depan dengan Yakin!

      27. Sambil menantikan perwujudan harapan mereka, orang Kristen yakin akan hal apa?

      27 Dewasa ini, jutaan orang telah berduyun-duyun menuju ”tanda bagi bangsa-bangsa”—Yesus Kristus yang telah ditakhtakan dalam Kerajaan Allah. Mereka bersukacita karena menjadi rakyat Kerajaan itu dan tergetar karena dapat mengenal Allah Yehuwa dan Putra-Nya. (Yohanes 17:3) Mereka menemukan kebahagiaan besar dalam persaudaraan Kristen mereka yang bersatu dan berupaya keras untuk memelihara perdamaian yang merupakan ciri hamba-hamba Yehuwa yang sejati. (Yesaya 54:13) Karena percaya bahwa Yah Yehuwa adalah Allah yang memenuhi janji-janji-Nya, mereka yakin akan harapan mereka dan senang menceritakannya kepada orang lain. Semoga setiap penyembah Yehuwa terus menggunakan segenap kekuatannya untuk melayani Allah dan membantu orang lain melakukan hal yang sama. Hendaklah semua mencamkan kata-kata Yesaya dan bersukacita atas keselamatan melalui Mesias yang Yehuwa sediakan!

      [Catatan Kaki]

      a ”Mesias” berasal dari kata Ibrani ma·syiʹakh, yang artinya ”Pribadi Terurap”. Padanannya dalam bahasa Yunani ialah Khri·stosʹ, atau ”Kristus”.​—Matius 2:4, catatan kaki NW Ref.

      b Kata Ibrani untuk ”tunas” adalah neʹtser, dan untuk ”orang Nazaret” adalah Nots·riʹ.

      [Gambar di hlm. 158]

      Mesias adalah ”ranting” yang berasal dari Isai, melalui Raja Daud

      [Gambar penuh di hlm. 162]

      [Gambar di hlm. 170]

      Yesaya 12:4, 5, sebagaimana tertera dalam Gulungan-Gulungan Laut Mati (Nama Allah ditandai)

  • Yehuwa Merendahkan Kota yang Angkuh
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Empat Belas

      Yehuwa Merendahkan Kota yang Angkuh

      Yesaya 13:1–14:23

      1. Seberapa jauhkah masa yang ditinjau buku Yesaya?

      BUKU nubuat Yesaya ditulis pada abad kedelapan SM selama penyerbuan Asiria ke Tanah Perjanjian. Sebagaimana yang dapat dilihat di pasal-pasal yang terdahulu dalam bukunya, Yesaya menubuatkan jalannya peristiwa-peristiwa dengan kesaksamaan yang menakjubkan. Namun, buku ini meninjau ke masa yang lebih jauh daripada masa berkuasanya Asiria. Buku ini menubuatkan kembalinya umat perjanjian Yehuwa dari pembuangan di berbagai negeri, antara lain Syinar, yaitu lokasi Babilon. (Yesaya 11:11) Di Yesaya pasal 13, kita menemukan nubuat yang luar biasa, yang penggenapannya akan membuka kesempatan bagi mereka untuk kembali. Kata-kata berikut mengantar nubuat ini, ”Maklumat terhadap Babilon yang dilihat Yesaya putra Amoz dalam penglihatan.”​—Yesaya 13:1.

      ’Keangkuhan Akan Aku Rendahkan’

      2. (a) Bagaimana Hizkia bisa terlibat dengan Babilon? (b) Apa ”tanda” yang akan diangkat itu?

      2 Selama masa hidup Yesaya, Yehuda berurusan dengan Babilon. Raja Hizkia menderita penyakit yang parah dan kemudian sembuh. Duta-duta dari Babilon datang untuk memberikan selamat kepadanya atas kesembuhannya, mungkin dengan maksud tersembunyi untuk mengajak Hizkia bergabung dalam peperangan mereka melawan Asiria. Raja Hizkia bertindak tidak bijaksana dengan memperlihatkan semua hartanya kepada mereka. Akibatnya, Yesaya memberi tahu Hizkia bahwa setelah kematian sang raja, seluruh kekayaan tersebut akan diangkut ke Babilon. (Yesaya 39:1-7) Hal ini tergenap pada tahun 607 SM ketika Yerusalem dihancurkan dan bangsa itu dibawa ke pembuangan. Tetapi, umat pilihan Allah tidak akan berada di Babilon untuk selamanya. Yehuwa menubuatkan bagaimana Ia akan membuka jalan agar mereka bisa kembali. Ia mulai dengan mengatakan, ”Di atas gunung batu yang gundul, angkatlah sebuah tanda, hai, kamu sekalian. Berserulah kepada mereka, lambaikan tangan, agar mereka masuk ke pintu-pintu gerbang para bangsawan.” (Yesaya 13:2) ”Tanda” itu adalah kuasa dunia yang sedang bangkit yang akan menggeser Babilon dari posisi kejayaannya. Tanda ini akan dipasang di ”atas gunung batu yang gundul”—terlihat jelas dari kejauhan. Sewaktu dipanggil untuk menyerang Babilon, kuasa dunia yang baru ini akan menerobos ”pintu-pintu gerbang para bangsawan”, gerbang-gerbang kota besar itu, dan akan mengalahkannya.

      3. (a) Siapa ’orang-orang yang dipisahkan’ yang akan Yehuwa tunjuk? (b) Dalam arti apa bala tentara kafir ”dipisahkan”?

      3 Yehuwa sekarang mengatakan, ”Aku sendiri telah mengeluarkan perintah kepada orang-orangku yang dipisahkan. Aku juga telah memanggil orang-orangku yang perkasa untuk menyatakan kemarahanku, orang-orangku yang sangat bersukacita. Dengarkan! Kumpulan orang banyak di gunung, sesuatu seperti bangsa yang besar! Dengarkan! Huru-hara dari kerajaan-kerajaan, dari bangsa-bangsa yang berkumpul! Yehuwa yang berbala tentara sedang mengerahkan pasukan perang.” (Yesaya 13:3, 4) Siapakah ’orang-orang yang dipisahkan’ ini, yang ditunjuk untuk merendahkan Babilon yang angkuh? Mereka adalah gabungan berbagai pasukan tentara nasional, ”bangsa-bangsa yang berkumpul”. Dari wilayah pegunungan yang jauh, mereka turun untuk menyerang Babilon. ”Mereka datang dari negeri yang jauh, dari ujung langit.” (Yesaya 13:5) Dalam arti apa mereka dipisahkan? Tentu saja bukan dalam arti dikuduskan. Mereka adalah bala tentara bangsa kafir yang tidak mempunyai minat untuk melayani Yehuwa. Namun, Yehuwa dapat memisahkan bala tentara bangsa-bangsa dengan memanfaatkan ambisi mereka yang mementingkan diri untuk menyatakan kemarahan-Nya. Dia telah menggunakan Asiria dengan cara ini. Dia akan menggunakan Babilon dengan cara yang sama. (Yesaya 10:5; Yeremia 25:9) Dan, Dia akan menggunakan bangsa-bangsa lain untuk menghukum Babilon.

      4, 5. (a) Apa yang Yehuwa nubuatkan tentang Babilon? (b) Apa yang harus dihadapi oleh mereka yang menyerang Babilon?

      4 Pada waktu itu, Babilon belum menjadi kuasa dunia yang dominan. Akan tetapi, sewaktu mengeluarkan pernyataan melalui Yesaya, Yehuwa sudah dapat melihat ke depan, ke masa manakala Babilon menempati posisi tersebut, dan Dia menubuatkan kejatuhannya. Dia mengatakan, ”Menangislah meraung-raung, hai, kamu sekalian, karena hari Yehuwa sudah dekat! Seperti penjarahan dari Yang Mahakuasa, itu akan datang.” (Yesaya 13:6) Ya, bualan Babilon akan digantikan oleh raungan tangis kesedihan. Mengapa? Karena ”hari Yehuwa”, hari manakala Yehuwa melaksanakan hukuman terhadapnya.

      5 Namun, bagaimana mungkin Babilon dijarah? Ketika tiba waktu Yehuwa untuk ini, kota itu tampak begitu aman. Bala tentara yang menyerbu harus terlebih dahulu mengatasi pertahanan alam, yaitu Sungai Efrat, yang mengalir melalui pusat kota itu, dan yang airnya disalurkan untuk mengisi parit perlindungan dan untuk persediaan air minum kota itu. Babilon juga dikelilingi dua lapis tembok yang kokoh, yang seolah-olah tak mungkin ditembus. Selain itu, kota tersebut berlimpah dengan persediaan makanan. Buku Daily Bible Illustrations mengatakan bahwa Nabonidus—raja Babilon yang terakhir—”berupaya sekeras-kerasnya untuk memenuhi kota itu dengan perbekalan, dan diperkirakan ada cukup [makanan] untuk memelihara kelangsungan hidup seluruh penduduknya selama dua puluh tahun”.

      6. Apa yang tanpa terduga akan terjadi sewaktu serangan yang dinubuatkan atas Babilon datang?

      6 Namun, penampilan bisa menipu. Yesaya mengatakan, ”Itulah sebabnya semua tangan akan terkulai, dan segenap hati manusia yang berkematian akan mencair karena takut. Orang telah menjadi gelisah. Kejang-kejang dan sakit bersalin mencengkeram; seperti wanita yang sedang melahirkan, mereka merasakan sakit bersalin. Mereka saling berpandangan dengan heran. Muka mereka menyala.” (Yesaya 13:7, 8) Pada waktu pasukan penakluk tersebut menyerbu kota itu, kenyamanan penduduknya akan digantikan oleh rasa nyeri yang menusuk dan menimpa secara mendadak seperti yang dialami seorang wanita yang sedang bersalin. Hati mereka mencair karena ketakutan. Karena terkejut, tangan mereka akan terkulai, tidak dapat mengadakan perlawanan. Muka mereka akan ”menyala” karena rasa takut dan penderitaan. Dalam kebingungan mereka akan saling memandang, terheran-heran bagaimana kota mereka yang kokoh itu bisa jatuh.

      7. Apa ”hari Yehuwa” yang akan datang itu, dan apa akibat-akibatnya bagi Babilon?

      7 Sekalipun demikian, kota itu tetap akan jatuh. Babilon akan menghadapi hari perhitungan, ”hari Yehuwa”, yang akan benar-benar menyakitkan. Sang Hakim agung akan mempertunjukkan kemarahan-Nya dan akan mendatangkan hukuman yang setimpal atas penduduk Babilon yang berdosa. Nubuat itu mengatakan, ”Lihat! Hari Yehuwa datang, kejam dengan kemurkaan dan kemarahan yang menyala-nyala, untuk membuat negeri itu menjadi sesuatu yang mencengangkan, dan agar itu memusnahkan orang-orang berdosa negeri itu dari sana.” (Yesaya 13:9) Masa depan Babilon suram. Matahari, bulan, dan bintang, semuanya seakan-akan berhenti memberikan cahaya. ”Karena bintang-bintang di langit dan konstelasi-konstelasi bintang Kesil-nya tidak akan memancarkan cahaya mereka; matahari akan menjadi gelap pada waktu keluar, dan bulan tidak akan memancarkan terangnya.”​—Yesaya 13:10.

      8. Mengapa Yehuwa menetapkan kejatuhan Babilon?

      8 Mengapa nasib seperti itu menimpa kota yang sombong ini? Yehuwa mengatakan, ”Aku pasti akan menimpakan kejahatannya sendiri sebagai pembalasan ke atas tanah yang produktif, dan kesalahan mereka sendiri, ke atas orang fasik. Aku akan benar-benar menghentikan kesombongan orang yang lancang, dan keangkuhan orang lalim akan aku rendahkan.” (Yesaya 13:11) Pencurahan kemurkaan Yehuwa merupakan hukuman atas kekejaman Babilon terhadap umat Allah. Seluruh negeri akan menderita karena kejahatan orang Babilon. Orang-orang lalim yang sombong ini tidak akan berani menantang Yehuwa lagi!

      9. Apa yang menanti Babilon pada hari penghakiman Yehuwa?

      9 Yehuwa mengatakan, ”Aku akan membuat manusia yang berkematian lebih langka daripada emas yang dimurnikan, dan manusia lebih langka daripada emas Ofir.” (Yesaya 13:12) Ya, kota itu akan ditelantarkan dan penduduknya akan menjadi jarang. Selanjutnya Yehuwa mengatakan, ”Itulah sebabnya aku akan membuat langit berguncang, dan bumi akan bergoyang dengan keras hingga keluar dari tempatnya karena kemurkaan Yehuwa yang berbala tentara dan pada hari kemarahannya yang menyala-nyala.” (Yesaya 13:13) ”Langit” Babilon, yaitu dewa-dewinya yang banyak itu, akan menjadi resah, tidak dapat menolong kota itu pada waktu memerlukan bantuan. ”Bumi”, Imperium Babilonia, akan diguncang hingga keluar dari tempatnya, sehingga tinggal sejarah seperti imperium-imperium lain yang telah punah. ”Pasti terjadi bahwa seperti kijang yang dihalau dan seperti kambing-domba tanpa seorang pun yang mengumpulkannya, mereka akan berpaling, masing-masing kepada bangsanya sendiri; dan mereka akan melarikan diri, masing-masing ke negerinya sendiri.” (Yesaya 13:14) Semua bangsa asing yang mendukung Babilon akan meninggalkan dia dan lari; mereka berharap untuk menjalin hubungan baru dengan kuasa dunia lain yang sedang berjaya. Akhirnya Babilon akan mengalami penderitaan sebagai kota yang dikalahkan, penderitaan yang ia timpakan atas begitu banyak kota lain sewaktu ia sedang berjaya, ”Setiap orang yang ditemukan akan ditusuk, dan setiap orang yang tertangkap akan tewas oleh pedang; dan anak-anak mereka akan dihancurkan di depan mata mereka. Rumah-rumah mereka akan dijarah, dan istri mereka akan diperkosa.”​—Yesaya 13:15, 16.

      Alat Allah untuk Membinasakan

      10. Siapa yang akan Yehuwa gunakan untuk mengalahkan Babilon?

      10 Penguasa mana yang akan Yehuwa gunakan untuk menjatuhkan Babilon? Kira-kira 200 tahun sebelum peristiwanya, Yehuwa menyingkapkan jawabannya, ”Lihat, aku akan membangkitkan orang Media melawan mereka, yang menganggap perak tidak berarti dan sehubungan dengan emas, mereka tidak menyukainya. Busur mereka bahkan akan menghancurkan orang-orang muda. Mereka tidak akan mengasihani buah kandungan, mata mereka tidak akan menaruh kasihan kepada putra-putra. Dan Babilon, hiasan kerajaan-kerajaan, keindahan dari kebanggaan orang Khaldea, akan menjadi seperti pada waktu Allah meruntuhkan Sodom dan Gomora.” (Yesaya 13:17-19) Babilon yang megah akan jatuh, dan alat yang Yehuwa gunakan untuk mewujudkan hal ini adalah bala tentara dari negeri Media yang jauh di wilayah pegunungan.a Akhirnya, Babilon akan hancur seperti kota Sodom dan kota Gomora yang sangat amoral.​—Kejadian 13:13; 19:13, 24.

      11, 12. (a) Bagaimana Media dapat menjadi kuasa dunia? (b) Apa sifat aneh tentara Media yang disebutkan nubuat itu?

      11 Pada zaman Yesaya, baik Media maupun Babilon berada di bawah kuk Asiria. Kira-kira satu abad kemudian, pada tahun 632 SM, Media dan Babilon menggabungkan kekuatan untuk menggulingkan Niniwe, ibu kota Asiria. Ini membuka kesempatan bagi Babilon untuk menjadi kuasa dunia utama. Namun ia sama sekali tidak sadar bahwa 100 tahun setelah itu, Media akan menghancurkannya! Siapa kecuali Allah Yehuwa yang bisa membuat ramalan yang berani seperti itu?

      12 Ketika Yehuwa mengidentifikasi alat pembinasa pilihan-Nya, Dia mengatakan bahwa bala tentara Media ”menganggap perak tidak berarti dan sehubungan dengan emas, mereka tidak menyukainya”. Sungguh, suatu sifat yang aneh dari tentara yang keras karena ditempa peperangan! Pakar Alkitab, Albert Barnes, mengatakan, ”Sedikit sekali bala tentara yang tidak punya keinginan untuk menjarah.” Apakah bala tentara Media membuktikan bahwa Yehuwa benar dalam hal ini? Ya. Perhatikanlah komentar berikut ini yang terdapat dalam The Bible-Work, yang disusun oleh J. Glentworth Butler, ”Tidak seperti kebanyakan bangsa yang pernah terjun dalam peperangan, orang Media, dan terutama orang Persia, menganggap kemenangan dan kemuliaan lebih berharga daripada emas.”b Mengingat hal ini, tidaklah mengherankan bahwa ketika membebaskan Israel dari pembuangan di Babilon, penguasa Persia, Kores, mengembalikan kepada orang Israel ribuan bejana emas dan perak yang dijarah Nebukhadnezar dari bait Yerusalem.​—Ezra 1:7-11.

      13, 14. (a) Sekalipun tidak berminat akan jarahan, para pejuang Media dan Persia berambisi untuk mendapatkan apa? (b) Bagaimana Kores mengatasi pertahanan yang dibangga-banggakan oleh Babilon?

      13 Sekalipun kurang menyukai jarahan, para pejuang Media dan Persia sangat berambisi. Mereka tidak mau terus berada di tempat kedua di panggung dunia. Selain itu, Yehuwa membangkitkan mereka untuk melawan para penindas umat-Nya. Maka, dengan busur yang kuat—yang digunakan untuk melepaskan anak panah yang akan ”menghancurkan” tentara-tentara musuh, yaitu anak-anak dari para ibu Babilon—mereka bertekad untuk menaklukkan Babilon.

      14 Kores, pemimpin bala tentara Media-Persia, tidak gentar menghadapi pertahanan Babilon. Pada malam tanggal 5/6 Oktober 539 SM, ia memerintahkan agar air Sungai Efrat dialihkan. Seraya permukaan air sungai turun, para penyerbu dengan diam-diam memasuki kota itu, berjalan di dasar sungai yang airnya setinggi paha. Penduduk Babilon tidak siap, dan Babilon pun jatuh. (Daniel 5:30) Allah Yehuwa mengilhami Yesaya untuk menubuatkan peristiwa-peristiwa ini, maka pastilah Dia yang mengarahkan segala perkara.

      15. Apa masa depan yang menanti Babilon?

      15 Seberapa tuntaskah kebinasaan Babilon itu kelak? Dengarkanlah maklumat Yehuwa, kata-Nya, ”Ia tidak akan pernah didiami, juga tidak akan ada lagi dari generasi ke generasi. Orang Arab tidak akan mendirikan kemahnya di sana, dan para gembala tidak akan membiarkan kambing-dombanya berbaring di sana. Di sana para penghuni wilayah yang gersang akan berbaring, dan rumah mereka pasti akan dipenuhi dengan burung hantu elang. Di sana burung unta akan tinggal, dan hantu-hantu berbentuk kambing akan melompat-lompat di sana. Anjing hutan akan meraung di menara-menara tempat tinggalnya, dan ular besar itu akan ada dalam istana-istananya yang sangat menyenangkan. Waktu baginya sudah dekat, dan hari-harinya tidak akan ditangguhkan.” (Yesaya 13:20-22) Kota itu akan benar-benar ditelantarkan.

      16. Keyakinan apa yang dapat kita miliki bila mengingat keadaan Babilon dewasa ini?

      16 Hal ini tidak langsung terjadi pada tahun 539 SM. Akan tetapi, dewasa ini sangatlah jelas bahwa semua yang dinubuatkan Yesaya tentang Babilon telah menjadi kenyataan. Babilon ”sekarang, dan sudah selama berabad-abad, merupakan daerah luas yang tandus, dan merupakan timbunan reruntuhan”, kata seorang komentator Alkitab. Kemudian ia menambahkan, ”Kita tidak mungkin melihat pemandangan ini tanpa teringat akan betapa tepatnya penggenapan ramalan-ramalan Yesaya dan Yeremia.” Jelaslah, tidak ada seorang pun pada zaman Yesaya yang dapat menubuatkan kejatuhan dan ketandusan yang akhirnya menimpa Babilon. Dan, patut diperhatikan bahwa jatuhnya Babilon ke tangan Media dan Persia terjadi sekitar 200 tahun setelah Yesaya menulis bukunya! Dan, ketandusannya terjadi berabad-abad kemudian. Tidakkah hal ini menguatkan iman kita pada Alkitab sebagai Firman Allah yang terilham? (2 Timotius 3:16) Selain itu, karena Yehuwa telah menggenapi banyak nubuat pada waktu lampau, kita dapat yakin sepenuhnya bahwa nubuat-nubuat Alkitab yang belum digenapi akan terwujud pada waktu yang ditentukan Allah.

      ’Beristirahatlah dari Kesakitanmu’

      17, 18. Berkat-berkat apa yang akan diterima Israel karena kekalahan Babilon?

      17 Kejatuhan Babilon akan memberikan kelegaan bagi Israel. Itu berarti kebebasan dari penawanan dan kesempatan untuk kembali ke Tanah Perjanjian. Oleh karena itu, Yesaya sekarang berkata, ”Yehuwa akan memperlihatkan belas kasihan kepada Yakub, dan ia pasti masih memilih Israel; dan ia akan memberi mereka kedamaian di atas tanah mereka, dan penduduk asing akan bergabung dengan mereka, dan mereka akan mengikatkan diri dengan keturunan Yakub. Bangsa-bangsa akan membawa dan mengantarkan mereka ke tempat mereka sendiri, dan keturunan Israel akan mengambil mereka menjadi milik di atas tanah Yehuwa untuk dijadikan hamba-hamba lelaki dan hamba-hamba perempuan; dan mereka akan menjadi penawan orang-orang yang menawan mereka, dan mereka akan menundukkan orang yang menekan mereka untuk bekerja.” (Yesaya 14:1, 2) ”Yakub” di sini memaksudkan Israel secara keseluruhan—ke-12 sukunya. Yehuwa akan menunjukkan belas kasihan kepada ”Yakub” dengan mengizinkan bangsa itu pulang. Mereka akan disertai oleh ribuan orang asing, kebanyakan di antaranya akan melayani orang Israel sebagai hamba-hamba di bait. Ada orang-orang Israel yang bahkan akan berkuasa atas orang-orang yang sebelumnya menawan mereka.c

      18 Penderitaan akibat hidup di pembuangan akan berlalu. Sebagai gantinya, Yehuwa akan memberikan kepada umat-Nya ”istirahat dari kesakitan dan keresahan [mereka] dan dari pekerjaan yang sangat berat yang untuknya [mereka] diperbudak”. (Yesaya 14:3) Setelah dibebaskan dari belenggu perbudakan secara fisik, Israel tidak akan lagi mengalami kesakitan dan keresahan karena hidup di antara para penyembah allah-allah palsu. (Ezra 3:1; Yesaya 32:18) Dalam mengomentari hal ini, buku Lands and Peoples of the Bible mengatakan, ”Bagi orang Babilonia, allah-allahnya sama seperti dirinya, sampai ke sifat-sifatnya yang terburuk. Allah-allah itu pengecut, pemabuk dan dungu.” Sungguh lega rasanya karena dapat keluar dari lingkungan keagamaan yang bobrok seperti itu!

      19. Apa yang diperlukan jika Israel ingin mendapatkan pengampunan Yehuwa, dan apa yang dapat kita pelajari dari hal ini?

      19 Sekalipun demikian, belas kasihan Yehuwa bukanlah tanpa syarat. Umat-Nya harus mempertunjukkan penyesalan yang dalam atas kefasikan mereka yang telah menyebabkan Allah memberi mereka hukuman berat. (Yeremia 3:25) Pengakuan yang jujur dan sungguh-sungguh akan mendatangkan pengampunan Yehuwa. (Lihat Nehemia 9:6-37; Daniel 9:5.) Prinsip yang sama berlaku dewasa ini. Karena ”tidak ada orang yang tidak berbuat dosa”, kita semua membutuhkan belas kasihan Yehuwa. (2 Tawarikh 6:36) Yehuwa, Allah yang berbelas kasihan, dengan pengasih menganjurkan kita untuk mengakui dosa-dosa kita kepada-Nya, untuk bertobat dan berhenti dari haluan yang salah, agar kita dapat disembuhkan. (Ulangan 4:31; Yesaya 1:18; Yakobus 5:16) Hal ini tidak hanya membantu kita memperoleh kembali perkenan-Nya tetapi juga menghibur kita.​—Mazmur 51:1; Amsal 28:13; 2 Korintus 2:7.

      Sebuah ”Peribahasa” untuk Babilon

      20, 21. Bagaimana bangsa-bangsa tetangga Babilon bergembira atas kejatuhannya?

      20 Lebih dari 100 tahun sebelum bangkitnya Babilon sebagai kuasa dunia utama, Yesaya menubuatkan reaksi dunia terhadap kejatuhannya. Dalam nubuatnya, ia menyuruh orang Israel yang sudah dilepaskan dari penawanan Babilon, ”Engkau akan menyatakan peribahasa ini kepada raja Babilon dan mengatakan, ’Berakhirlah sudah orang yang menekan orang lain untuk bekerja, penindasan akhirnya berhenti! Yehuwa telah mematahkan tongkat orang-orang fasik, tongkat orang-orang yang berkuasa, yaitu yang memukul bangsa-bangsa dalam kemurkaan dengan pukulan yang tidak putus-putusnya, yang menaklukkan bangsa-bangsa dalam kemarahan dengan penganiayaan tanpa ada yang menahan.’” (Yesaya 14:4-6) Babilon telah dikenal sebagai penakluk, penindas yang membuat orang merdeka menjadi budak. Tentu saja kejatuhannya akan dirayakan dengan sebuah ”peribahasa” yang khususnya ditujukan kepada dinasti Babilon—mulai dari Nebukhadnezar dan berakhir dengan Nabonidus dan Belsyazar—yang memimpin selama masa kejayaan kota yang besar itu!

      21 Betapa besar pengaruh kejatuhannya! ”Seluruh bumi telah menjadi tenang, bebas dari gangguan. Orang-orang menjadi gembira dengan seruan sukacita. Bahkan pohon-pohon juniper juga bersukacita karena engkau, juga pohon-pohon aras Lebanon, dengan mengatakan, ’Semenjak engkau terbaring, tidak ada pemotong kayu yang datang kepada kami.’” (Yesaya 14:7, 8) Bagi para penguasa Babilon, raja-raja dari bangsa-bangsa di sekelilingnya bagaikan pohon-pohon yang akan ditebang dan digunakan untuk keperluan mereka. Namun, semua itu telah berakhir. Tamatlah riwayat Babilon, si pemotong kayu itu.

      22. Dengan gambaran yang puitis, bagaimanakah pengaruh kejatuhan dinasti Babilon atas Syeol?

      22 Kejatuhan Babilon begitu mencengangkan sampai kuburan pun bereaksi, ”Bahkan Syeol di bawah menjadi guncang karenamu untuk menyongsongmu pada waktu engkau datang. Karena engkau ia membangunkan orang-orang yang tidak berdaya dalam kematian, semua pemimpin di bumi yang seperti kambing. Ia membuat semua raja bangsa-bangsa bangkit dari takhta mereka. Mereka semua berbicara dan mengatakan kepadamu, ’Apakah engkau juga dibuat lemah seperti kami? Apakah dengan kami engkau telah disamakan? Ke Syeol kesombonganmu dibawa turun, juga suara bising alat-alat musikmu yang bersenar. Di bawahmu, belatung dihamparkan sebagai pembaringan, dan bernga menjadi penutupmu.’” (Yesaya 14:9-11) Sungguh suatu gambaran puitis yang jitu! Seolah-olah kuburan umum umat manusia membangunkan semua raja yang telah mati mendahului dinasti Babilon sehingga mereka dapat menyambut si pendatang baru. Mereka mencemooh Babilon, si penguasa, yang sekarang tidak berdaya, terbaring di atas hamparan belatung sebaliknya dari dipan yang mewah, diselimuti bernga sebaliknya dari linen yang mahal.

      ”Seperti Bangkai yang Diinjak-injak”

      23, 24. Keangkuhan ekstrem yang bagaimana diperlihatkan oleh raja-raja Babilon?

      23 Yesaya melanjutkan peribahasa itu, demikian, ”Oh, engkau benar-benar telah jatuh dari langit, engkau yang bersinar, putra fajar! Engkau benar-benar telah ditebang ke bumi, engkau yang melumpuhkan bangsa-bangsa!” (Yesaya 14:12) Kesombongan yang mementingkan diri mendorong raja-raja Babilon untuk meninggikan diri di atas orang-orang yang berada di sekeliling mereka. Seperti bintang yang bersinar terang di langit pada waktu fajar, mereka menggunakan kekuatan dan wewenang dengan angkuh. Salah satu sumber kebanggaan mereka yang istimewa adalah kemenangan Nebukhadnezar atas Yerusalem, suatu prestasi yang tidak dapat dicapai Asiria. Ucapan peribahasa itu melukiskan bahwa dinasti Babilon yang pongah itu mengatakan, ”Ke langit aku akan naik. Jauh di atas bintang-bintang Allah aku akan mengangkat takhtaku, dan aku akan duduk di atas gunung pertemuan, di bagian yang paling jauh di utara. Aku akan naik melebihi tempat-tempat yang tinggi di awan; aku akan membuat diriku mirip Yang Mahatinggi.” (Yesaya 14:13, 14) Adakah gagasan yang lebih gila daripada ini?

      24 Dalam Alkitab, raja-raja dari dinasti Daud diumpamakan seperti bintang-bintang. (Bilangan 24:17) Mulai dari Daud dan seterusnya, ”bintang-bintang” memerintah dari Gunung Zion. Setelah Salomo membangun bait di Yerusalem, Zion menjadi nama untuk seluruh kota itu. Di bawah perjanjian Hukum, setiap pria Israel berkewajiban untuk pergi ke Zion tiga kali setahun. Oleh karena itu, kota tersebut menjadi ”gunung pertemuan”. Dengan bertekad untuk menaklukkan raja-raja Yehuda dan kemudian menyingkirkan mereka dari gunung tersebut, Nebukhadnezar menyatakan maksudnya untuk meninggikan diri di atas ”bintang-bintang” itu. Ia tidak memberikan pujian kepada Allah untuk kemenangannya atas mereka. Dengan angkuhnya ia malah menyetarakan diri dengan Yehuwa.

      25, 26. Bagaimana dinasti Babilon sampai mengalami akhirnya yang hina?

      25 Justru kebalikannyalah yang menanti dinasti Babilon yang sombong itu! Babilon sama sekali tidak akan ditinggikan di atas bintang-bintang Allah. Yehuwa berkata, ”Ke Syeol engkau akan dibawa turun, ke bagian lubang kubur yang paling dalam. Mereka yang melihatmu akan menatapmu; mereka akan memeriksamu dengan cermat, dan mengatakan, ’Inikah orang yang mengguncangkan bumi, yang membuat kerajaan-kerajaan bergoyang dengan keras, yang membuat tanah yang produktif bagaikan padang belantara dan yang merobohkan kota-kotanya, yang tidak membuka jalan pulang bahkan bagi para tahanannya?’” (Yesaya 14:15-17) Dinasti yang ambisius itu akan turun ke Hades (Syeol), tepat seperti manusia-manusia yang lain.

      26 Lalu, di mana kelak sang penakluk kerajaan-kerajaan itu, yang menghancurkan tanah yang produktif, dan yang menggulingkan banyak sekali kota? Di mana kelak kuasa dunia yang membawa banyak tawanan dan tidak pernah mengizinkan mereka pulang? Dinasti Babilon bahkan tidak akan mendapatkan penguburan yang layak! Yehuwa mengatakan, ”Semua raja bangsa-bangsa yang lain, ya, mereka semua, telah berbaring dalam kemuliaan, masing-masing di rumahnya. Tetapi mengenai engkau, engkau dibuang tanpa ada kuburan bagimu, seperti tunas yang sangat dibenci, ditutupi dengan orang-orang yang dibunuh dengan tikaman pedang, yang jatuh ke batu-batu dalam sebuah lubang kubur, seperti bangkai yang diinjak-injak. Engkau tidak akan dipersatukan dengan mereka dalam kuburan, sebab engkau membinasakan negerimu sendiri, engkau membunuh bangsamu sendiri. Sampai waktu yang tidak tertentu keturunan para pelaku kejahatan tidak akan disebut-sebut.” (Yesaya 14:18-20) Pada zaman dahulu, adalah suatu keaiban bila seorang raja tidak dimakamkan secara terhormat. Jadi, bagaimana dengan dinasti Babilon? Memang benar bahwa setiap rajanya dimakamkan dengan terhormat, namun dinasti keturunan Nebukhadnezar akan dibuang ”seperti tunas yang sangat dibenci”. Dinasti itu seakan-akan dilemparkan begitu saja ke dalam liang kubur—seperti serdadu yang dibantai dalam pertempuran. Benar-benar suatu penghinaan!

      27. Dengan cara bagaimana generasi-generasi Babilon di kemudian hari menderita akibat kesalahan bapak-bapak leluhur mereka?

      27 Peribahasa itu berakhir dengan perintah-perintah terakhir untuk Media dan Persia yang berjaya, ”Hai, kamu sekalian, siapkanlah balok pembantaian bagi putra-putranya karena kesalahan bapak-bapak leluhur mereka, agar mereka tidak bangkit dan mengambil bumi menjadi milik dan memenuhi permukaan tanah yang produktif dengan kota-kota.” (Yesaya 14:21) Kejatuhan Babilon bersifat permanen. Dinasti Babilon akan dicabut sampai ke akar-akarnya. Ia tidak akan bangkit kembali. Generasi-generasi Babilon di kemudian hari akan menderita karena ”kesalahan bapak-bapak leluhur mereka”.

      28. Apa yang menjadi akar dosa raja-raja Babilon, dan apa yang kita pelajari dari hal ini?

      28 Penghakiman yang dinyatakan terhadap dinasti Babilon memberi kita pelajaran yang bagus. Dosa raja-raja Babilon berakar dari ambisi mereka yang tak ada batasnya. (Daniel 5:23) Hati mereka selalu haus kekuasaan. Mereka ingin mendominasi orang lain. (Yesaya 47:5, 6) Dan, mereka bernafsu untuk mendapatkan kemuliaan dari manusia, yang sebenarnya adalah milik Allah. (Penyingkapan 4:11) Hal ini merupakan peringatan bagi siapa pun yang mempunyai wewenang—bahkan dalam sidang Kristen. Ambisi dan kesombongan adalah sifat-sifat yang tidak akan ditoleransi oleh Yehuwa, baik dalam diri orang perorangan maupun bangsa-bangsa.

      29. Apa yang dicerminkan oleh kesombongan dan ambisi para penguasa Babilon?

      29 Kesombongan para penguasa Babilon adalah cerminan semangat ”allah sistem ini”, yaitu Setan si Iblis. (2 Korintus 4:4) Ia juga haus kekuasaan dan berhasrat untuk menempatkan diri di atas Allah Yehuwa. Sebagaimana halnya dengan raja Babilon dan orang-orang yang ditaklukkannya, ambisi Setan yang fasik telah mengakibatkan kesengsaraan dan penderitaan bagi seluruh umat manusia.

      30. Babilon lain apa yang disebutkan dalam Alkitab, dan semangat apa yang ia tunjukkan?

      30 Selanjutnya, dalam buku Penyingkapan, kita membaca mengenai Babilon yang lain—”Babilon Besar”. (Penyingkapan 18:2) Organisasi ini, imperium agama palsu sedunia, juga telah memperlihatkan semangat yang angkuh, menindas, dan kejam. Sebagai akibatnya, ia juga harus menghadapi ”hari Yehuwa” dan akan dimusnahkan pada waktu yang ditetapkan Allah. (Yesaya 13:6) Sejak tahun 1919, di seluas dunia telah dikumandangkan berita, ”Babilon Besar telah jatuh!” (Penyingkapan 14:8) Ketika ia tidak lagi dapat menahan umat Allah dalam penawanan, ia sebenarnya telah jatuh. Ia akan segera dimusnahkan sama sekali. Mengenai Babilon zaman dahulu, Yehuwa memerintahkan, ”Balaslah dia sesuai dengan perbuatannya. Sesuai dengan semua yang telah dia lakukan, lakukan itu terhadapnya. Sebab terhadap Yehuwa-lah ia telah bertindak lancang, yaitu terhadap Pribadi Kudus Israel.” (Yeremia 50:29; Yakobus 2:13) Babilon Besar akan menerima penghakiman yang serupa.

      31. Apa yang akan segera terjadi atas Babilon Besar?

      31 Oleh karena itu, pernyataan akhir Yehuwa untuk nubuat ini di buku Yesaya tidak hanya diterapkan pada Babilon zaman dahulu tetapi juga pada Babilon Besar, ”Aku akan bangkit melawan mereka . . . Aku akan melenyapkan dari Babilon, nama dan orang-orang yang tersisa dan anak-anak dan cucu cicit . . . Aku akan membuat dia menjadi milik landak dan menjadi kolam air, dan aku akan menyapu dia dengan sapu pemusnahan.” (Yesaya 14:22, 23) Reruntuhan Babilon zaman dahulu menunjukkan apa yang akan segera Yehuwa lakukan terhadap Babilon Besar. Sungguh, suatu penghiburan besar bagi para pencinta ibadat sejati! Hal ini benar-benar menganjurkan kita untuk terus berupaya keras agar sifat-sifat setan berupa kesombongan, keangkuhan atau kekejaman tidak pernah berkembang dalam diri kita!

      [Catatan Kaki]

      a Yang disebutkan Yesaya hanyalah Media, tetapi sejumlah bangsa akan bersekutu untuk melawan Babilon—Media, Persia, Elam, dan bangsa-bangsa lain yang lebih kecil. (Yeremia 50:9; 51:24, 27, 28) Bangsa-bangsa tetangga menyebut gabungan Media dan Persia sebagai ”Media”. Selain itu, pada zaman Yesaya, Media-lah penguasa yang dominan. Persia menjadi dominan pada waktu diperintah oleh Kores.

      b Namun belakangan, kelihatannya orang Media dan Persia mulai menyenangi kemewahan.​—Ester 1:1-7.

      c Misalnya, Daniel ditunjuk sebagai pejabat tinggi di Babilon oleh pemerintahan Media dan Persia. Dan sekitar 60 tahun kemudian, Ester menjadi permaisuri Raja Ahasweros dari Persia, dan Mordekai menjadi perdana menteri atas seluruh Imperium Persia.

      [Gambar di hlm. 178]

      Babilon yang sudah jatuh akan menjadi tempat makhluk-makhluk gurun berkeliaran

      [Gambar di hlm. 186]

      Seperti Babilon zaman dahulu, Babilon Besar akan menjadi timbunan reruntuhan

  • Keputusan Yehuwa atas Bangsa-Bangsa
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Lima Belas

      Keputusan Yehuwa atas Bangsa-Bangsa

      Yesaya 14:24–19:25

      1. Apa pernyataan penghakiman terhadap Asiria yang dicatat oleh Yesaya?

      YEHUWA dapat menggunakan bangsa-bangsa untuk mendisiplin umat-Nya atas kefasikan mereka. Meskipun demikian, Dia tidak begitu saja mengampuni bangsa-bangsa itu atas kekejaman mereka yang keterlaluan, kesombongan mereka, dan kebencian mereka terhadap ibadat sejati. Oleh karena itu, jauh di muka, Dia mengilhami Yesaya untuk mencatat ”maklumat terhadap Babilon”. (Yesaya 13:1) Akan tetapi, saat itu Babilon belum merupakan ancaman. Pada zaman Yesaya, Asiria-lah yang menindas umat perjanjian Allah. Asiria membinasakan kerajaan Israel di utara dan menghancurkan banyak daerah di Yehuda. Tetapi, kemenangan Asiria terbatas sifatnya. Yesaya menulis, ”Yehuwa yang berbala tentara telah bersumpah, dengan mengatakan, ’Sesungguhnya, tepat seperti yang telah aku maksudkan, demikianlah itu harus terjadi . . . untuk menghancurkan orang Asiria di negeriku dan agar aku dapat menginjak-injaknya di gunung-gunungku; dan agar kuknya meninggalkan mereka dan agar tanggungannya meninggalkan bahu mereka.’” (Yesaya 14:24, 25) Tidak lama setelah Yesaya mengucapkan nubuat itu, Asiria tidak lagi menjadi ancaman bagi Yehuda.

      2, 3. (a) Pada zaman dahulu, Yehuwa mengacungkan tangan-Nya melawan siapa? (b) Apa artinya Yehuwa mengacungkan tangan-Nya melawan ”semua bangsa”?

      2 Namun, bagaimana dengan bangsa-bangsa lain yang memusuhi umat perjanjian Allah? Mereka juga harus dihakimi. Yesaya menyatakan, ”Itulah keputusan yang telah diputuskan atas seluruh bumi, dan itulah tangan yang teracung melawan semua bangsa. Karena Yehuwa yang berbala tentara telah memutuskan, dan siapa yang dapat menggagalkannya? Tangannyalah yang teracung, dan siapa yang dapat menariknya kembali?” (Yesaya 14:26, 27) ”Keputusan” Yehuwa adalah ketentuan-Nya yang tegas, ketetapan-Nya. (Yeremia 49:20, 30) ”Tangan” Allah adalah kuasa yang Dia kerahkan. Dalam ayat-ayat terakhir di Yesaya pasal 14 serta pasal 15 sampai 19, terdapat keputusan Yehuwa atas Filistia, Moab, Damaskus, Etiopia, dan Mesir.

      3 Akan tetapi, Yesaya mengatakan bahwa tangan Yehuwa teracung melawan ”semua bangsa”. Jadi, meskipun nubuat-nubuat Yesaya pertama-tama digenapi pada zaman dahulu, nubuat-nubuat tersebut juga berlaku secara prinsip pada ”zaman akhir” manakala Yehuwa mengacungkan tangan-Nya melawan semua kerajaan di bumi. (Daniel 2:44; 12:9; Roma 15:4; Penyingkapan 19:11, 19-21) Jauh sebelumnya, Allah Yang Mahakuasa, Yehuwa, dengan yakin menyingkapkan keputusan-Nya atau rancangan-Nya. Tidak ada yang dapat menarik kembali tangan-Nya yang teracung.​—Mazmur 33:11; Yesaya 46:10.

      ”Ular Beracun yang Terbang” Melawan Filistia

      4. Apa beberapa perincian dalam maklumat Yehuwa terhadap Filistia?

      4 Perhatian pertama-tama diarahkan kepada orang Filistin. ”Pada tahun ketika Raja Ahaz mati, maklumat ini datang, ’Jangan bersukacita, hai, Filistia, siapa pun dari antara kamu, hanya karena tongkat orang yang memukulmu telah dipatahkan. Karena dari akar ular akan muncul ular berbisa, dan buahnya ialah ular beracun yang terbang.’”​—Yesaya 14:28, 29.

      5, 6. (a) Bagaimana Uzzia bagaikan seekor ular bagi orang Filistin? (b) Bagi Filistia, Hizkia menjadi seperti apa?

      5 Raja Uzzia cukup kuat untuk menangkis ancaman yang dilancarkan Filistia. (2 Tawarikh 26:6-8) Bagi Filistia, Uzzia bagaikan seekor ular, dan tongkatnya terus memukul negara tetangga yang tidak bersahabat itu. Setelah Uzzia mati—’tongkatnya dipatahkan’—Yotam yang setia memerintah, tetapi ”bangsa itu masih bertindak bejat”. Berikutnya, Ahaz menjadi raja. Situasinya berubah, dan orang Filistin berhasil dalam serangan-serangan militer mereka atas Yehuda. (2 Tawarikh 27:2; 28:17, 18) Namun kini, situasinya berubah lagi. Pada tahun 746 SM, Raja Ahaz mati dan Hizkia yang masih muda naik takhta. Jika orang Filistin mengira bahwa keberuntungan masih ada di pihak mereka, mereka sama sekali keliru. Ternyata Hizkia adalah musuh yang mematikan. Sebagai keturunan Uzzia (’buah’ dari ’akarnya’), Hizkia bagaikan ”ular beracun yang terbang”—menyerang dengan tiba-tiba, memagut secepat kilat, dan menimbulkan sengatan yang menyakitkan, ibarat memasukkan racun ke tubuh korbannya.

      6 Ini merupakan gambaran yang cocok sekali bagi raja baru tersebut. ”[Hizkia]-lah yang memukul kalah orang Filistin sampai ke Gaza dan juga daerah-daerahnya.” (2 Raja 18:8) Menurut catatan sejarah Raja Sanherib dari Asiria, orang Filistin tunduk kepada Hizkia. ”Orang-orang kecil”—kerajaan Yehuda yang telah berkurang kekuatannya—menikmati keamanan dan kemakmuran, sedangkan Filistia menderita bala kelaparan.​—Baca Yesaya 14:30, 31.

      7. Pernyataan iman apa harus Hizkia sampaikan kepada duta-duta yang datang ke Yerusalem?

      7 Tampaknya ada duta-duta yang datang ke Yehuda—mungkin karena ingin beraliansi melawan Asiria. Apa yang harus diberitahukan kepada mereka? ”Apa yang akan dikatakan orang sebagai jawaban kepada utusan bangsa itu?” Apakah Hizkia harus mencari keamanan melalui aliansi dengan negara-negara asing? Tidak! Ia harus mengatakan kepada utusan-utusan itu, ”Yehuwa sendiri telah meletakkan fondasi Zion, dan di sana orang-orang yang menderita di antara umatnya akan berlindung.” (Yesaya 14:32) Raja harus percaya sepenuhnya kepada Yehuwa. Fondasi Zion kuat. Kota itu akan tetap menjadi tempat berlindung terhadap ancaman Asiria.​—Mazmur 46:1-7.

      8. (a) Bagaimana beberapa bangsa dewasa ini seperti Filistia? (b) Sebagaimana yang Yehuwa lakukan pada zaman dahulu, apa yang Dia lakukan untuk mendukung umat-Nya dewasa ini?

      8 Seperti Filistia, ada bangsa-bangsa yang dewasa ini menentang para penyembah Allah dengan sengit. Orang Kristen Saksi-Saksi Yehuwa telah dijebloskan ke dalam penjara dan kamp konsentrasi. Mereka dilarang. Beberapa dibunuh. Para penentang terus ”mengadakan serangan-serangan tajam terhadap jiwa orang adil-benar”. (Mazmur 94:21) Kelompok Kristen ini tampaknya ”kecil” dan ”miskin” di mata musuh mereka. Akan tetapi, dengan dukungan Yehuwa, mereka menikmati kemakmuran rohani, selagi musuh-musuh mereka menderita bala kelaparan. (Yesaya 65:13, 14; Amos 8:11) Sewaktu Yehuwa mengacungkan tangan-Nya melawan orang Filistin zaman modern, ”orang-orang kecil” ini akan aman. Di mana? Dalam persatuan dengan ”rumah tangga Allah”, dan Yesus-lah batu penjuru fondasinya yang kokoh. (Efesus 2:19, 20) Dan, mereka akan dilindungi oleh ”Yerusalem surgawi”, Kerajaan surgawi Yehuwa, yang Rajanya adalah Yesus Kristus.​—Ibrani 12:22; Penyingkapan 14:1.

      Moab Dibungkam

      9. Maklumat berikutnya ditujukan terhadap siapa, dan bagaimana bangsa itu memusuhi umat Allah?

      9 Di sebelah timur Laut Mati terdapat negara tetangga Israel lainnya—Moab. Tidak seperti orang Filistin, Moab masih berkerabat dengan Israel, sebab mereka adalah keturunan Lot, kemenakan Abraham. (Kejadian 19:37) Meskipun demikian, Moab selalu memusuhi Israel. Pada zaman Musa, contohnya, raja Moab mengupah nabi Bileam dengan harapan agar dia mengutuk orang Israel. Sewaktu rencana itu gagal, Moab menggunakan perbuatan amoral dan penyembahan Baal untuk menjerat Israel. (Bilangan 22:4-6; 25:1-5) Maka, tidak heran jika Yehuwa kini mengilhami Yesaya untuk menulis ”maklumat terhadap Moab”!​—Yesaya 15:1a.

      10, 11. Apa yang akan terjadi atas Moab?

      10 Nubuat Yesaya ditujukan kepada beberapa kota dan tempat di Moab, antara lain Ar, Kir (atau Kir-hareset), dan Dibon. (Yesaya 15:1b, 2a) Orang Moab akan berkabung karena kue kismis Kir-hareset, yang mungkin adalah hasil utama kota itu. (Yesaya 16:6, 7) Sibma dan Yazer, yang terkenal dengan penggarapan anggurnya, akan dihantam. (Yesaya 16:8-10) Eglat-syelisia, yang namanya mungkin berarti ”Sapi Dara Berumur Tiga Tahun”, akan seperti sapi muda yang mengeluarkan lenguh penderitaan yang memilukan. (Yesaya 15:5) Rumput di negeri itu akan mengering sementara ”mata air Dimon” menjadi penuh dengan darah oleh karena pembantaian orang Moab. ”Mata air Nimrim” akan menjadi ”gersang”, secara kiasan maupun secara harfiah—mungkin karena pasukan musuh membendung alirannya.​—Yesaya 15:6-9.

      11 Pada pinggang mereka, orang Moab akan mengikatkan kain goni, pakaian perkabungan. Mereka akan mencukur kepala mereka sampai botak sebagai tanda perasaan malu dan kesedihan. Janggut mereka akan ”dipotong”, untuk menunjukkan dukacita yang mendalam dan keadaan yang sangat direndahkan. (Yesaya 15:2b-4) Yesaya sendiri merasakan kepedihan yang dalam, karena ia tahu bahwa penghakiman itu pasti digenapi. Seperti bergetarnya senar harpa, batinnya tergugah oleh rasa kasihan karena berita celaka atas Moab.​—Yesaya 16:11, 12.

      12. Bagaimana kata-kata Yesaya terhadap Moab digenapi?

      12 Kapan nubuat itu akan digenapi? Segera. ”Itulah firman yang Yehuwa katakan dahulu mengenai Moab. Maka sekarang Yehuwa berbicara, demikian, ’Dalam waktu tiga tahun, menurut tahun-tahun seorang buruh upahan, kemuliaan Moab juga akan diaibkan dengan segala macam kegemparan besar, dan mereka yang masih tertinggal hanya suatu jumlah kecil yang tidak berarti, tidak perkasa.’” (Yesaya 16:13, 14) Selaras dengan hal ini, terdapat bukti arkeologis yang menunjukkan bahwa selama abad kedelapan SM, Moab ditimpa penderitaan hebat dan banyak daerah di sana kehilangan penduduknya. Tiglat-pileser III menyebut Salamanu dari Moab sebagai salah satu penguasa yang membayar upeti kepadanya. Sanherib menerima upeti dari Kamusunadbi, raja Moab. Raja-raja Asiria, Esar-hadon dan Asyurbanipal, menyebut Raja Musuri dan Raja Kamasyaltu dari Moab sebagai bawahan mereka. Berabad-abad yang lalu, bangsa Moab lenyap. Reruntuhan yang dianggap sebagai kota-kota Moab telah ditemukan, tetapi hanya ada sedikit bukti fisik yang sejauh ini telah ditemukan melalui penggalian sehubungan dengan bangsa yang pernah menjadi musuh kuat Israel itu.

      ”Moab” Zaman Modern Lenyap

      13. Organisasi apa dewasa ini dapat disamakan dengan Moab?

      13 Dewasa ini, ada sebuah organisasi seluas dunia yang mirip dengan Moab kuno. Itu adalah Susunan Kristen, bagian utama ”Babilon Besar”. (Penyingkapan 17:5) Baik Moab maupun Israel adalah keturunan Terah, ayah Abraham. Seperti halnya jemaat orang Kristen terurap dewasa ini, Susunan Kristen pun mengaku berasal dari jemaat Kristen abad pertama. (Galatia 6:16) Tetapi Susunan Kristen—seperti Moab—rusak akhlaknya, mendukung perbuatan amoral rohani serta beribadat kepada allah-allah lain dan bukan kepada satu-satunya Allah yang benar, Yehuwa. (Yakobus 4:4; 1 Yohanes 5:21) Sebagai suatu golongan, para pemimpin Susunan Kristen menentang orang-orang yang memberitakan kabar baik Kerajaan.​—Matius 24:9, 14.

      14. Meskipun Yehuwa memutuskan untuk membinasakan ”Moab” zaman modern, apa harapan bagi pribadi-pribadi dalam organisasi tersebut?

      14 Moab akhirnya dibungkam. Hal yang sama akan menimpa Susunan Kristen. Pada zaman modern ini, Yehuwa akan membinasakan dia dengan menggunakan padanan Asiria. (Penyingkapan 17:16, 17) Akan tetapi, masih ada harapan bagi orang-orang yang berada dalam ”Moab” zaman modern ini. Di tengah-tengah nubuatnya tentang Moab, Yesaya berkata, ”Dengan kebaikan hati yang penuh kasih, suatu takhta akan ditetapkan dengan kokoh; dan seseorang akan duduk di atasnya dengan kebenaran di kemah Daud, menghakimi dan mengupayakan keadilan dan bertindak cepat dengan keadilbenaran.” (Yesaya 16:5) Pada tahun 1914, Yehuwa meneguhkan takhta Yesus, Penguasa dari dinasti Raja Daud. Pemerintahan Yesus adalah ungkapan kebaikan hati Yehuwa yang penuh kasih dan akan bertahan selama-lamanya, sesuai dengan perjanjian yang Allah adakan dengan Raja Daud. (Mazmur 72:2; 85:10, 11; 89:3, 4; Lukas 1:32) Banyak orang lembut hati yang telah meninggalkan ”Moab” zaman modern dan menundukkan diri kepada Yesus agar dapat memperoleh kehidupan. (Penyingkapan 18:4) Mereka ini tentu sangat terhibur karena mengetahui bahwa Yesus akan ’membuat jelas bagi bangsa-bangsa apa keadilan itu’!​—Matius 12:18; Yeremia 33:15.

      Damaskus Menjadi Puing yang Hancur

      15, 16. (a) Tindakan-tindakan apa dilakukan oleh Damaskus dan Israel untuk melawan Yehuda, dan apa akibatnya bagi Damaskus? (b) Siapa yang tercakup dalam maklumat terhadap Damaskus? (c) Orang Kristen dewasa ini dapat mengambil pelajaran apa dari contoh Israel?

      15 Selanjutnya, Yesaya mencatat ”maklumat terhadap Damaskus”. (Baca Yesaya 17:1-6.) Damaskus, yang terletak di sebelah utara Israel, adalah ”kepala Siria”. (Yesaya 7:8) Selama pemerintahan Raja Ahaz dari Yehuda, Rezin dari Damaskus bersekutu dengan Pekah dari Israel untuk menyerbu Yehuda. Akan tetapi, atas permintaan Ahaz, Tiglat-pileser III dari Asiria menyerang Damaskus, menaklukkannya dan membawa banyak penduduknya ke pembuangan. Setelah itu, Damaskus tidak lagi menjadi ancaman bagi Yehuda.​—2 Raja 16:5-9; 2 Tawarikh 28:5, 16.

      16 Kemungkinan besar karena Israel beraliansi dengan Damaskus, maklumat Yehuwa terhadap Damaskus juga mencakup pernyataan penghakiman terhadap kerajaan utara yang tidak setia itu. (Yesaya 17:3-6) Israel akan menjadi seperti ladang di waktu panen yang biji-bijiannya tinggal sedikit sekali atau seperti pohon zaitun yang sebagian besar buahnya telah diguncangkan dari dahan-dahannya. (Yesaya 17:4-6) Contoh ini benar-benar menggugah orang-orang yang berbakti kepada Yehuwa untuk berpikir! Dia mengharapkan pengabdian yang eksklusif dan hanya menerima dinas suci yang sepenuh hati. Dia juga membenci orang-orang yang memusuhi saudara-saudara mereka.​—Keluaran 20:5; Yesaya 17:10, 11; Matius 24:48-50.

      Yakin Sepenuhnya kepada Yehuwa

      17, 18. (a) Bagaimana beberapa orang Israel menanggapi maklumat Yehuwa, namun apa tanggapan orang pada umumnya? (b) Bagaimana keadaan dewasa ini serupa dengan keadaan pada zaman Hizkia?

      17 Sekarang Yesaya berkata, ”Pada hari itu manusia akan menengadah kepada Pembuatnya, dan matanya akan menatap Pribadi Kudus Israel. Ia tidak akan memandang ke mezbah-mezbah, buatan tangannya; dan ia tidak akan menatap apa yang dibuat oleh jari tangannya; baik tonggak suci ataupun kaki pedupaan.” (Yesaya 17:7, 8) Ya, ada orang-orang di Israel yang mengindahkan maklumat peringatan Yehuwa. Contohnya, sewaktu Hizkia mengirimkan undangan kepada penduduk Israel untuk bergabung dengan Yehuda dalam perayaan Paskah, beberapa orang Israel menyambut dan pergi ke selatan untuk bergabung dengan saudara-saudara mereka dalam ibadat murni. (2 Tawarikh 30:1-12) Namun, sebagian besar penduduk Israel mencemooh para utusan yang membawa undangan tersebut. Negeri itu sudah tidak dapat disembuhkan dari kemurtadannya. Karena itu, keputusan Yehuwa atas negeri itu dilaksanakan. Asiria menghancurkan kota-kota Israel, negeri itu menjadi telantar, dan padang rumputnya menjadi tandus.​—Baca Yesaya 17:9-11.

      18 Bagaimana dewasa ini? Dahulu, Israel adalah bangsa yang murtad. Karena itu, upaya Hizkia untuk membantu pribadi-pribadi dalam bangsa itu agar kembali kepada ibadat sejati mengingatkan kita akan upaya orang Kristen sejati dewasa ini untuk membantu pribadi-pribadi dalam organisasi Susunan Kristen yang murtad. Sejak tahun 1919, para utusan dari ”Israel milik Allah” telah menjelajahi Susunan Kristen, mengundang orang-orang untuk ikut dalam ibadat murni. (Galatia 6:16) Sebagian besar menolak. Banyak yang mencemooh para utusan itu. Namun, ada yang menyambut. Sekarang jumlah mereka sudah mencapai jutaan, dan mereka gembira karena dapat ”menatap Pribadi Kudus Israel”, yakni dididik oleh-Nya. (Yesaya 54:13) Mereka meninggalkan ibadat di mezbah-mezbah yang tidak kudus—pengabdian dan kepercayaan kepada allah-allah buatan manusia—dan dengan bergairah berpaling kepada Yehuwa. (Mazmur 146:3, 4) Seperti Mikha yang hidup sezaman dengan Yesaya, mereka masing-masing mengatakan, ”Tetapi aku, aku akan terus mengamati Yehuwa. Aku akan memperlihatkan sikap menanti Allah keselamatanku. Allahku akan mendengar aku.”​—Mikha 7:7.

      19. Siapa yang akan Yehuwa hardik, dan apa artinya ini bagi mereka?

      19 Betapa berbedanya mereka dengan orang-orang yang mengandalkan manusia yang fana! Gelombang kekerasan dan pergolakan terus menghantam umat manusia pada hari-hari terakhir ini. ”Laut” umat manusia yang resah dan suka memberontak itu menimbulkan ketidakpuasan dan revolusi. (Yesaya 57:20; Penyingkapan 8:8, 9; 13:1) Yehuwa akan ’menghardik’ orang-orang yang ribut ini. Kerajaan surgawi-Nya akan menghancurkan setiap organisasi dan pribadi yang membuat onar, dan mereka akan ”melarikan diri jauh-jauh . . . seperti rumput duri yang menggelinding ditiup angin badai”.​—Yesaya 17:12, 13; Penyingkapan 16:14, 16.

      20. Sekalipun ’dirampok’ oleh bangsa-bangsa, keyakinan apa yang dimiliki orang Kristen sejati?

      20 Apa akibatnya? Yesaya berkata, ”Pada waktu senja, lihat! ada kengerian yang datang tiba-tiba. Sebelum pagi—itu tidak ada lagi. Itulah bagian untuk mereka yang menjarah kita, dan hasil pengundian untuk orang-orang yang merampok kita.” (Yesaya 17:14) Banyak yang merampok umat Yehuwa, memperlakukan mereka dengan kasar dan tanpa respek. Karena mereka bukan—dan tidak mau menjadi—bagian dari agama-agama utama dunia ini, orang Kristen sejati dianggap sebagai mangsa empuk bagi para kritikus yang berat sebelah dan para penentang yang fanatik. Tetapi, umat Allah yakin bahwa ”pagi” manakala kesengsaraan mereka berakhir, akan segera tiba.​—2 Tesalonika 1:6-9; 1 Petrus 5:6-11.

      Etiopia Membawa Pemberian bagi Yehuwa

      21, 22. Bangsa mana yang berikutnya mendapat maklumat penghakiman, dan bagaimana kata-kata Yesaya yang terilham digenapi?

      21 Setidaknya dalam dua peristiwa, Etiopia yang terletak di sebelah selatan Mesir terlibat dalam aksi militer melawan Yehuda. (2 Tawarikh 12:2, 3; 14:1, 9-15; 16:8) Sekarang, Yesaya meramalkan penghakiman atas bangsa itu, ”Wahai, negeri yang penuh dengan dengungan serangga bersayap, yang berada di wilayah sungai-sungai Etiopia!” (Baca Yesaya 18:1-6.)a Yehuwa menetapkan bahwa Etiopia akan ’dipotong, disingkirkan, dan ditebas’.

      22 Sejarah sekuler memberi tahu kita bahwa pada tahun-tahun terakhir abad kedelapan SM, Etiopia menaklukkan Mesir dan menguasainya selama kira-kira 60 tahun. Setelah itu, para penguasa Asiria, Esar-hadon dan Asyurbanipal, menyerbu Mesir. Dengan dihancurkannya Tebes oleh Asyurbanipal, Asiria menaklukkan Mesir dan mengakhiri dominasi Etiopia atas Lembah Nil. (Lihat juga Yesaya 20:3-6.) Bagaimana pada zaman modern?

      23. Apa yang dilakukan oleh ”Etiopia” zaman modern, dan mengapa ia akan menemui akhirnya?

      23 Nubuat Daniel mengenai ”zaman akhir” menggambarkan bahwa Etiopia dan Libia ’mengikuti langkah’ dari ”raja utara” yang agresif, dengan kata lain, mereka mengikuti pengarahannya. (Daniel 11:40-43) Selain itu, Etiopia disebutkan tergabung dalam pasukan tempur ”Gog dari tanah Magog”. (Yehezkiel 38:2-5, 8) Pasukan Gog, termasuk raja utara, akan menemui akhir mereka pada waktu mereka menyerang bangsa kudus Yehuwa. Karena itu, tangan Yehuwa juga akan teracung melawan ”Etiopia” zaman modern karena ia menentang kedaulatan Yehuwa.​—Yehezkiel 38:21-23; Daniel 11:45.

      24. Bagaimana Yehuwa menerima ”pemberian” dari bangsa-bangsa?

      24 Namun, nubuat itu juga mengatakan, ”Pada waktu itu suatu pemberian akan dibawa kepada Yehuwa yang berbala tentara, dari bangsa yang jangkung dan berkulit mengilap, yaitu dari bangsa yang membangkitkan rasa takut di mana-mana . . . ke tempat nama Yehuwa yang berbala tentara, Gunung Zion.” (Yesaya 18:7) Meskipun bangsa-bangsa tidak mengakui kedaulatan Yehuwa, tindakan mereka kadang-kadang menguntungkan umat Yehuwa. Di beberapa negeri, kalangan berwenang memberlakukan undang-undang dan mengeluarkan keputusan-keputusan pengadilan yang memberikan hak-hak hukum kepada para penyembah setia Yehuwa. (Kisah 5:29; Penyingkapan 12:15, 16) Dan, ada lagi pemberian-pemberian lain. ”Raja-raja akan membawa pemberian kepadamu. . . . Barang-barang perunggu akan datang dari Mesir; Kus [Etiopia] akan dengan cepat mengulurkan tangannya membawa pemberian kepada Allah.” (Mazmur 68:29-31) Dewasa ini, jutaan ”orang Etiopia” zaman modern yang takut akan Yehuwa membawa ”pemberian” berupa ibadat. (Maleakhi 1:11) Mereka ambil bagian dalam tugas besar memberitakan kabar baik Kerajaan di seluruh bumi. (Matius 24:14; Penyingkapan 14:6, 7) Benar-benar pemberian yang bagus untuk Yehuwa!​—Ibrani 13:15.

      Hati Orang Mesir Menjadi Takut

      25. Sebagai penggenapan Yesaya 19:1-11, apa yang terjadi atas Mesir kuno?

      25 Negara tetangga yang berada persis di sebelah selatan Yehuda adalah Mesir, musuh bebuyutan umat perjanjian Allah. Yesaya pasal 19 menceritakan pergolakan yang terjadi di Mesir selama masa hidup Yesaya. Terjadi perang saudara di Mesir, ”kota melawan kota, kerajaan melawan kerajaan”. (Yesaya 19:2, 13, 14) Para sejarawan memberikan bukti tentang adanya persaingan antardinasti yang menguasai wilayah yang berlainan di negeri itu pada waktu yang sama. Hikmat yang dibangga-banggakan oleh Mesir, serta ’allah-allah yang tidak bernilai dan tukang-tukang mantra’-nya, tidak menyelamatkan negeri itu dari ”tangan majikan yang keras”. (Yesaya 19:3, 4) Mesir dikalahkan secara berturut-turut oleh Asiria, Babilon, Persia, Yunani, dan Roma. Semua peristiwa ini menggenapi nubuat-nubuat di Yesaya 19:1-11.

      26. Sebagai penggenapan yang lebih besar, bagaimana penduduk ”Mesir” zaman modern menanggapi tindakan penghakiman Yehuwa?

      26 Akan tetapi, dalam Alkitab, Mesir sering kali melambangkan dunia Setan. (Yehezkiel 29:3; Yoel 3:19; Penyingkapan 11:8) Oleh karena itu, apakah ”maklumat terhadap Mesir” yang Yesaya ucapkan mempunyai penggenapan yang lebih besar? Tentu saja! Nubuat itu dimulai dengan kata-kata yang seharusnya membuat setiap orang menaruh perhatian, ”Lihat! Yehuwa mengendarai awan yang cepat dan datang ke Mesir. Dan allah-allah Mesir yang tidak bernilai pasti akan gemetar karena dia, dan hati orang Mesir akan menjadi takut.” (Yesaya 19:1) Yehuwa akan segera bergerak melawan organisasi Setan. Pada saat itu, akan nyata bahwa allah-allah sistem ini tidak bernilai. (Mazmur 96:5; 97:7) ”Hati orang Mesir akan menjadi takut.” Yesus bernubuat tentang masa itu, ”Bangsa-bangsa sangat menderita, tidak tahu jalan keluarnya karena deru laut dan geloranya, seraya orang-orang menjadi pingsan karena takut dan karena mengantisipasi perkara-perkara yang menimpa bumi yang berpenduduk.”​—Lukas 21:25, 26.

      27. Perpecahan internal apa yang dinubuatkan atas ”Mesir”, dan bagaimana hal itu digenapi dewasa ini?

      27 Mengenai masa menjelang pelaksanaan penghakiman-Nya, Yehuwa bernubuat, ”Aku akan menggerakkan orang Mesir melawan orang Mesir, dan mereka pasti akan berperang, masing-masing melawan saudaranya, dan masing-masing melawan temannya, kota melawan kota, kerajaan melawan kerajaan.” (Yesaya 19:2) Sejak berdirinya Kerajaan Allah pada tahun 1914, ”tanda kehadiran [Yesus]” telah terlihat dengan bangkitnya bangsa melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Pembasmian suku, genosida yang kejam, dan apa yang disebut sapu bersih etnik telah merenggut jutaan nyawa selama hari-hari terakhir ini. ”Sengat-sengat penderitaan” demikian akan terus memburuk seraya akhir itu mendekat.​—Matius 24:3, 7, 8.

      28. Pada hari penghakiman, apa yang dapat dilakukan oleh agama palsu untuk menyelamatkan sistem ini?

      28 ”Semangat orang Mesir akan menjadi goyah, dan aku akan mengacaukan rancangannya sendiri. Mereka pasti akan meminta bantuan kepada allah-allah yang tidak bernilai dan kepada tukang-tukang mantra dan kepada para cenayang serta para juru ramal peristiwa.” (Yesaya 19:3) Sewaktu Musa menghadap Firaun, imam-imam Mesir dipermalukan karena tidak sanggup menandingi kuasa Yehuwa. (Keluaran 8:18, 19; Kisah 13:8; 2 Timotius 3:8) Demikian pula pada hari penghakiman, agama palsu tidak akan sanggup menyelamatkan sistem yang korup ini. (Bandingkan Yesaya 47:1, 11-13.) Akhirnya, Mesir berada di bawah ”majikan yang keras”, yaitu Asiria. (Yesaya 19:4) Hal ini menggambarkan masa depan yang suram bagi sistem ini.

      29. Pada waktu hari Yehuwa datang, apa gunanya para politisi?

      29 Namun, bagaimana dengan para pemimpin politik? Dapatkah mereka membantu? ”Para pembesar Zoan benar-benar bodoh. Mengenai orang-orang berhikmat dari antara para penasihat Firaun, nasihat mereka tidak masuk akal.” (Baca Yesaya 19:5-11.) Sungguh tidak masuk akal untuk berharap bahwa para penasihat manusia akan berguna pada hari penghakiman! Meskipun mereka bisa saja menggunakan segala pengetahuan yang ada di dunia, mereka tidak mempunyai hikmat ilahi. (1 Korintus 3:19) Mereka telah menolak Yehuwa dan berpaling pada apa yang disebut ilmu pengetahuan, filsafat, uang, kesenangan, dan allah-allah pengganti lainnya. Akibatnya, mereka tidak mempunyai pengetahuan akan maksud-tujuan Allah. Mereka tertipu dan kalut. Apa yang mereka lakukan sia-sia belaka. (Baca Yesaya 19:12-15.) ”Orang-orang berhikmat menjadi malu. Mereka menjadi sangat takut dan mereka akan tertangkap. Lihat! Mereka telah menolak firman Yehuwa, maka hikmat apa yang mereka miliki?”​—Yeremia 8:9.

      Tanda dan Saksi bagi Yehuwa

      30. Dengan cara bagaimana ’tanah Yehuda menjadi penyebab Mesir sempoyongan’?

      30 Akan tetapi, meskipun para pemimpin ”Mesir” lemah ”seperti wanita”, masih ada orang-orang yang mencari hikmat ilahi. Kaum terurap milik Yehuwa dan rekan-rekan mereka ’menyiarkan keluhuran Allah’. (Yesaya 19:16; 1 Petrus 2:9) Mereka berbuat sebisanya untuk memperingatkan orang-orang tentang kehancuran yang akan dialami organisasi Setan. Sambil memikirkan keadaan itu, Yesaya berkata, ”Bagi Mesir, tanah Yehuda akan menjadi penyebab ia sempoyongan. Semua orang yang mendengar hal itu dinyatakan kepadanya merasa gentar karena keputusan Yehuwa yang berbala tentara yang diputuskannya terhadapnya.” (Yesaya 19:17) Para utusan Yehuwa yang setia pergi untuk memberi tahu orang-orang tentang kebenaran—termasuk mengumumkan tulah-tulah yang Yehuwa nubuatkan. (Penyingkapan 8:7-12; 16:2-12) Hal ini meresahkan para pemimpin agama di dunia.

      31. Bagaimana sampai ”bahasa Kanaan” digunakan di kota-kota di Mesir (a) pada zaman dahulu? (b) pada zaman modern?

      31 Apa hasil yang mengejutkan dari pekerjaan pemberitaan ini? ”Pada hari itu akan ada lima kota di tanah Mesir yang berbicara dalam bahasa Kanaan dan bersumpah demi nama Yehuwa yang berbala tentara. Salah satu akan disebut Kota Reruntuhan.” (Yesaya 19:18) Pada zaman dahulu, nubuat ini tampaknya digenapi pada waktu bahasa Ibrani digunakan di kota-kota di Mesir oleh orang Yehuda yang melarikan diri ke sana. (Yeremia 24:1, 8-10; 41:1-3; 42:9–43:7; 44:1) Dewasa ini, ada orang-orang di wilayah ”Mesir” zaman modern yang telah belajar untuk berbicara ”bahasa yang murni”, yaitu kebenaran Alkitab. (Zefanya 3:9) Salah satu di antara lima kota kiasan itu disebut ”Kota Reruntuhan”; ini menunjukkan bahwa sebagian dari ”bahasa yang murni” itu berkaitan dengan menyingkapkan dan ’meruntuhkan’ organisasi Setan.

      32. (a) ”Mezbah” apa ada di tengah-tengah tanah Mesir? (b) Bagaimana kaum terurap menjadi seperti ”suatu pilar” di sisi perbatasan Mesir?

      32 Berkat pekerjaan pemberitaan umat Yehuwa, nama-Nya yang agung pasti akan dikenal dalam sistem ini. ”Pada hari itu akan ada mezbah bagi Yehuwa di tengah-tengah tanah Mesir, dan suatu pilar bagi Yehuwa di sisi perbatasannya.” (Yesaya 19:19) Kata-kata ini menunjukkan kedudukan orang Kristen terurap, yang ada dalam hubungan perjanjian dengan Allah. (Mazmur 50:5) Sebagai ”mezbah”, mereka mempersembahkan korban; sebagai ”pilar dan penopang kebenaran”, mereka memberikan kesaksian tentang Yehuwa. (1 Timotius 3:15; Roma 12:1; Ibrani 13:15, 16) Mereka berada ”di tengah-tengah tanah”—beserta rekan-rekan mereka, ”domba-domba lain”—yaitu di lebih dari 230 negeri dan kepulauan. Tetapi, mereka ”bukan bagian dari dunia”. (Yohanes 10:16; 17:15, 16) Mereka seolah-olah berdiri di perbatasan antara dunia ini dan Kerajaan Allah, siap menyeberangi perbatasan itu dan menerima imbalan surgawi mereka.

      33. Bagaimana kaum terurap menjadi ”tanda” dan ”saksi” di ”Mesir”?

      33 Yesaya selanjutnya berkata, ”Mezbah itu akan menjadi tanda dan saksi bagi Yehuwa yang berbala tentara di tanah Mesir; karena mereka akan berseru kepada Yehuwa oleh karena para penindas, dan ia akan mengutus seorang penyelamat kepada mereka, yaitu yang agung, yang akan membebaskan mereka.” (Yesaya 19:20) Sebagai ”tanda” dan ”saksi”, kaum terurap memimpin pekerjaan pengabaran dan mengagungkan nama Yehuwa dalam sistem ini. (Yesaya 8:18; Ibrani 2:13) Di seluruh penjuru dunia terdengar teriakan dari orang-orang yang tertindas, tetapi pada umumnya, pemerintahan manusia tidak dapat menolong mereka. Akan tetapi, Yehuwa akan mengutus Juru Selamat Agung, Raja Yesus Kristus, untuk membebaskan semua orang yang lembut hati. Pada waktu hari-hari terakhir ini mencapai klimaksnya di perang Armagedon, ia akan mendatangkan kelegaan dan berkat abadi bagi manusia yang takut akan Allah.​—Mazmur 72:2, 4, 7, 12-14.

      34. (a) Bagaimana Yehuwa akan dikenal oleh ”orang Mesir”, dan korban serta pemberian apa yang akan mereka berikan kepada-Nya? (b) Kapan Yehuwa akan memukul ”Mesir”, dan penyembuhan apa akan terjadi sesudahnya?

      34 Sementara itu, Allah menghendaki agar segala macam orang memperoleh pengetahuan yang saksama dan diselamatkan. (1 Timotius 2:4) Karena itu, Yesaya menulis, ”Yehuwa pasti akan dikenal oleh orang Mesir; dan orang Mesir akan mengenal Yehuwa pada hari itu, dan mereka akan memberikan korban dan pemberian dan akan membuat ikrar kepada Yehuwa dan membayarnya. Yehuwa pasti akan memukul Mesir. Akan ada pemukulan dan penyembuhan; dan mereka akan kembali kepada Yehuwa, dan ia akan membiarkan mereka memohon kepadanya serta menyembuhkan mereka.” (Yesaya 19:21, 22) Orang-orang dari segala bangsa di dunia Setan, ”orang Mesir” secara perorangan, akan mengenal Yehuwa dan memberikan korban kepada-Nya, yaitu ”buah-buah bibir yang membuat pernyataan tentang namanya di hadapan umum”. (Ibrani 13:15) Mereka berikrar kepada Yehuwa dengan membaktikan diri kepada-Nya, dan ikrar tersebut mereka penuhi dengan melayani Allah dengan loyal. Setelah Yehuwa ”memukul” sistem ini di Armagedon, Dia akan menggunakan kerajaan-Nya untuk menyembuhkan umat manusia. Selama Pemerintahan Milenium Yesus, umat manusia akan diangkat menuju kesempurnaan rohani, mental, moral, dan fisik—kesembuhan total!​—Penyingkapan 22:1, 2.

      ”Diberkatilah Kiranya Umatku”

      35, 36. Sebagai penggenapan Yesaya 19:23-25, hubungan apa terjalin pada zaman dahulu antara Mesir, Asiria, dan Israel?

      35 Kemudian, sang nabi menubuatkan suatu perkembangan yang luar biasa, ”Pada hari itu akan ada jalan raya dari Mesir ke Asiria, dan Asiria akan masuk ke Mesir, dan Mesir ke Asiria; dan mereka akan beribadat, Mesir bersama Asiria. Pada hari itu Israel akan menjadi yang ketiga bersama Mesir dan Asiria, yaitu suatu berkat di tengah-tengah bumi, sebab Yehuwa yang berbala tentara akan memberkatinya, dengan mengatakan, ’Diberkatilah kiranya umatku, Mesir, dan pekerjaan tanganku, Asiria, dan milikku, Israel.’” (Yesaya 19:23-25) Ya, pada suatu hari, Mesir akan bersahabat dengan Asiria. Bagaimana?

      36 Sewaktu Yehuwa menyelamatkan umat-Nya dari bangsa-bangsa pada waktu yang silam, seolah-olah Dia membuat bagi mereka jalan raya menuju kebebasan. (Yesaya 11:16; 35:8-10; 49:11-13; Yeremia 31:21) Secara terbatas, nubuat ini terjadi setelah kekalahan Babilon, pada waktu orang-orang buangan dari Asiria dan Mesir, dan juga dari Babilon, dipulangkan ke Tanah Perjanjian. (Yesaya 11:11) Namun, bagaimana pada zaman modern ini?

      37. Bagaimana seolah-olah ada jalan raya antara ”Asiria” dan ”Mesir” bagi jutaan orang dewasa ini?

      37 Dewasa ini, kaum sisa orang Israel terurap merupakan ”suatu berkat di tengah-tengah bumi”. Mereka memajukan ibadat sejati dan mengumumkan berita Kerajaan kepada orang-orang di segala bangsa. Beberapa di antara bangsa-bangsa ini seperti Asiria, sangat militeristis. Yang lain lebih liberal, mungkin seperti Mesir—pernah menjadi ”raja selatan” dalam nubuat Daniel. (Daniel 11:5, 8) Jutaan orang dari bangsa-bangsa yang militeristis dan dari bangsa-bangsa yang lebih liberal telah menempuh haluan ibadat sejati. Jadi, orang-orang dari segala bangsa bersatu untuk ”beribadat”. Tidak ada perpecahan nasionalistis di antara orang-orang ini. Mereka saling mengasihi, dan benar-benar dapat dikatakan bahwa ’Asiria masuk ke Mesir, dan Mesir ke Asiria’. Seolah-olah ada jalan raya yang menghubungkan keduanya.​—1 Petrus 2:17.

      38. (a) Bagaimana Israel akan ”menjadi yang ketiga bersama Mesir dan Asiria”? (b) Mengapa Yehuwa mengatakan, ”Diberkatilah kiranya umatku”?

      38 Namun, bagaimana ”Israel akan menjadi yang ketiga bersama Mesir dan Asiria”? Pada awal ”zaman akhir”, sebagian besar dari orang-orang yang melayani Yehuwa di bumi adalah anggota ”Israel milik Allah”. (Daniel 12:9; Galatia 6:16) Sejak tahun 1930-an, muncullah suatu kumpulan besar dari ”domba-domba lain” yang memiliki harapan hidup di bumi. (Yohanes 10:16a; Penyingkapan 7:9) Mereka berasal dari bangsa-bangsa—yang digambarkan oleh Mesir dan Asiria—dan mereka berduyun-duyun datang ke rumah ibadat Yehuwa dan mengundang orang-orang lain untuk bergabung. (Yesaya 2:2-4) Mereka melakukan pekerjaan pengabaran yang sama seperti yang dilakukan oleh saudara-saudara mereka yang terurap, bertekun menahan ujian-ujian yang serupa, memperlihatkan kesetiaan dan integritas yang sama, dan makan di meja rohani yang sama. Ya, kaum terurap dan ”domba-domba lain” adalah ”satu kawanan, satu gembala”. (Yohanes 10:16b) Dapatkah seorang pun ragu bahwa Yehuwa, yang melihat kegairahan dan ketekunan mereka, senang dengan kegiatan mereka? Tidak heran jika Dia mengucapkan berkat bagi mereka, ”Diberkatilah kiranya umatku”!

      [Catatan Kaki]

      a Beberapa pakar berpendapat bahwa kata-kata ”negeri yang penuh dengan dengungan serangga bersayap” memaksudkan belalang-belalang yang kadang-kadang beterbangan di Etiopia. Ada juga yang menunjukkan bahwa kata Ibrani untuk ”dengungan”, tsela·tsalʹ, mirip bunyinya dengan tsaltsalya, yaitu nama yang diberikan untuk lalat tsetse oleh orang Gala, bangsa Hamitik yang tinggal di Etiopia modern.

      [Gambar di hlm. 191]

      Para pejuang Filistin menyerbu musuh mereka (Pahatan Mesir dari abad ke-12 SM)

      [Gambar di hlm. 192]

      Relief batu bergambar seorang pejuang atau dewa Moab (antara abad ke-11 dan ke-8 SM)

      [Gambar di hlm. 196]

      Pejuang Siria mengendarai unta (abad kesembilan SM)

      [Gambar di hlm. 198]

      ”Laut” umat manusia yang suka memberontak menimbulkan ketidakpuasan dan revolusi

      [Gambar di hlm. 203]

      Imam-imam Mesir tidak sanggup menandingi kuasa Yehuwa

  • Percaya kepada Yehuwa untuk Bimbingan dan Perlindungan
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Enam Belas

      Percaya kepada Yehuwa untuk Bimbingan dan Perlindungan

      Yesaya 20:1-6

      1, 2. Bahaya apa dihadapi umat Allah pada abad kedelapan SM, dan banyak di antara mereka cenderung berpaling meminta perlindungan kepada siapa?

      SEBAGAIMANA terlihat di pasal-pasal sebelumnya dalam buku ini, umat Allah menghadapi ancaman yang mengerikan pada abad kedelapan SM. Asiria yang haus darah memorak-porandakan banyak negeri, satu demi satu, dan tinggal menunggu waktu saja sebelum mereka menyerang kerajaan Yehuda di selatan. Kepada siapa penduduk negeri itu akan berpaling meminta perlindungan? Mereka memiliki hubungan perjanjian dengan Yehuwa dan seharusnya mengandalkan bantuan dari-Nya. (Keluaran 19:5, 6) Itulah yang dilakukan Raja Daud. Ia menyatakan, ”Yehuwa adalah tebing batuku dan bentengku dan Pribadi yang meluputkan aku.” (2 Samuel 22:2) Namun, ternyata banyak orang pada abad kedelapan SM tidak percaya kepada Yehuwa sebagai benteng mereka. Mereka lebih cenderung untuk berpaling kepada Mesir dan Etiopia, sambil berharap agar kedua bangsa ini menjadi dinding pertahanan mereka terhadap ancaman serbuan Asiria. Mereka keliru.

      2 Melalui nabi-Nya, Yesaya, Yehuwa memperingatkan bahwa upaya mencari perlindungan dari Mesir atau Etiopia akan mendatangkan bencana. Kata-kata sang nabi yang terilham memberikan pelajaran berguna bagi orang-orang sezamannya dan mengandung pelajaran berharga bagi kita sehubungan dengan pentingnya percaya kepada Yehuwa.

      Negeri Penumpahan Darah

      3. Gambarkan bagaimana Asiria mengutamakan kekuatan militer.

      3 Asiria terkenal dengan keperkasaan militernya. Dalam buku Ancient Cities dinyatakan, ”Mereka memuja kekuatan, dan hanya mau mengucapkan doa-doa mereka di hadapan arca-arca raksasa, singa dan banteng yang mempunyai anggota-anggota badan yang besar, sayap rajawali, dan kepala manusia, yang melambangkan kekuatan, keberanian, dan kemenangan. Bertempur adalah pekerjaan sehari-hari bangsa itu, dan para imamnya terus menghasut mereka untuk berperang.” Sungguh beralasan bila nabi Nahum dalam Alkitab menggambarkan Niniwe, ibu kota Asiria, sebagai ”kota penumpahan darah”.​—Nahum 3:1.

      4. Bagaimana orang Asiria membuat bangsa-bangsa lain gentar?

      4 Taktik perang orang Asiria sangat kejam. Relief-relief yang berasal dari zaman itu memperlihatkan para pejuang Asiria yang sedang menyeret para tawanan dengan kait-kait yang dicocokkan pada hidung atau bibir. Ada tawanan yang mereka tusuk matanya dengan tombak hingga buta. Sebuah inskripsi menceritakan bahwa dalam salah satu penaklukan, pasukan Asiria memotong-motong anggota badan para tawanannya dan membuat dua tumpukan di luar kota—yang satu tumpukan kepala dan yang lain tumpukan anggota badan. Anak-anak di negeri taklukan dibakar. Kekejaman demikian menimbulkan rasa takut yang menjadi keuntungan militer bagi Asiria, sebab pihak lawan merasa enggan untuk menghalangi pasukan mereka.

      Perang Melawan Asdod

      5. Siapakah penguasa Asiria yang kuat pada zaman Yesaya, dan bagaimana catatan Alkitab tentang dia dinyatakan benar?

      5 Pada zaman Yesaya, Imperium Asiria mencapai puncak kejayaannya di bawah pemerintahan Raja Sargon.a Selama bertahun-tahun, para kritikus meragukan eksistensi penguasa ini, sebab mereka tidak menemukan catatan tentang raja ini dalam sumber-sumber sekuler. Akan tetapi, akhirnya para arkeolog menggali reruntuhan istana Sargon, dan catatan Alkitab dinyatakan benar.

      6, 7. (a) Kemungkinan besar, untuk alasan apa saja Sargon memerintahkan penyerangan atas Asdod? (b) Apa dampak kejatuhan Asdod atas negeri-negeri tetangga Filistia?

      6 Secara singkat, Yesaya menggambarkan salah satu kampanye militer Sargon, ”Pada tahun datangnya Tartan ke Asdod, ketika Sargon, raja Asiria, mengutus dia, lalu ia berperang melawan Asdod dan merebutnya.” (Yesaya 20:1)b Mengapa Sargon memerintahkan penyerangan atas Asdod, kota orang Filistin? Salah satu alasannya ialah karena Filistia merupakan sekutu Mesir, dan Asdod, kota tempat kuil Dagon, terletak di jalan yang menyusuri pesisir dari Mesir sampai ke Palestina. Jadi, kota ini terletak di lokasi yang strategis. Direbutnya kota itu dapat dianggap sebagai langkah awal untuk menaklukkan Mesir. Selain itu, catatan Asiria melaporkan bahwa Azuri, raja Asdod, berkomplot melawan Asiria. Oleh karena itu, Sargon menyuruh agar raja yang memberontak itu disingkirkan dan adik sang raja, Ahimiti, ditakhtakan. Namun, hal itu tidak membereskan masalah. Pemberontakan lain pecah, dan kali ini Sargon mengambil tindakan yang lebih keras. Ia memerintahkan penyerangan atas Asdod, yang kemudian dikepung dan ditaklukkan. Kemungkinan besar, peristiwa inilah yang disinggung dalam Yesaya 20:1.

      7 Kejatuhan Asdod merupakan tanda bahaya bagi negeri-negeri tetangganya, terutama Yehuda. Yehuwa tahu bahwa umat-Nya cenderung mengandalkan ”lengan daging”, seperti Mesir, atau Etiopia di sebelah selatan. Karena itu, Dia menitahkan Yesaya untuk melakonkan suatu peringatan yang sangat serius.​—2 Tawarikh 32:7, 8.

      ”Dengan Telanjang dan Kaki Telanjang”

      8. Apa nubuat terilham yang harus dilakonkan oleh Yesaya?

      8 Yehuwa memberi tahu Yesaya, ”Pergilah, dan engkau harus melepaskan kain goni dari pinggangmu; dan kasutmu harus kautanggalkan dari kakimu.” Yesaya mematuhi perintah Yehuwa. ”Lalu ia melakukan hal itu, berjalan ke sana kemari dengan telanjang dan kaki telanjang.” (Yesaya 20:2) Kain goni adalah pakaian dari bahan kasar yang sering dikenakan para nabi, kadang-kadang ada hubungannya dengan berita peringatan. Kain goni juga dikenakan di masa krisis atau setelah mendengar berita malapetaka. (2 Raja 19:2; Mazmur 35:13; Daniel 9:3) Apakah Yesaya benar-benar berjalan ke sana kemari dengan telanjang bulat, tanpa penutup apa pun? Tentu tidak. Kata Ibrani yang diterjemahkan ”telanjang” dapat juga digunakan untuk menggambarkan orang yang berpakaian minim. (1 Samuel 19:24, catatan kaki NW Ref.) Maka, bisa jadi Yesaya hanya melepaskan pakaian luarnya, namun tetap mengenakan jubah pendek yang biasanya digunakan sebagai pakaian dalam. Para tawanan laki-laki sering digambarkan berpakaian seperti ini pada pahatan-pahatan Asiria.

      9. Apa makna nubuat tindakan Yesaya?

      9 Makna tindakan Yesaya yang tidak lazim ini tentu ada penjelasannya, ”Selanjutnya Yehuwa berfirman, ’Sebagaimana hambaku, Yesaya, berjalan ke sana kemari dengan telanjang dan kaki telanjang selama tiga tahun sebagai tanda dan pertanda bagi Mesir dan bagi Etiopia, demikianlah raja Asiria akan menggiring orang Mesir yang menjadi tawanan dan orang-orang Etiopia yang menjadi orang buangan, anak-anak lelaki dan pria-pria tua, dengan telanjang dan kaki telanjang, dan dengan pantat tidak ditutupi; itulah keadaan telanjang Mesir.’” (Yesaya 20:3, 4) Ya, orang Mesir dan orang Etiopia akan segera dibawa sebagai tawanan. Tidak ada yang akan luput. Bahkan ”anak-anak lelaki dan pria-pria tua”—anak kecil dan orang lanjut usia—akan dilucuti segala miliknya dan dibawa ke pembuangan. Melalui gambaran yang suram ini, Yehuwa memperingatkan penduduk Yehuda bahwa sia-sia saja mereka percaya kepada Mesir dan Etiopia. Kejatuhan bangsa-bangsa ini akan membuat mereka ”telanjang”—benar-benar suatu kehinaan!

      Harapan Runtuh, Keindahan Pudar

      10, 11. (a) Bagaimana tanggapan Yehuda sewaktu menyadari bahwa Mesir dan Etiopia tidak berdaya menghadapi Asiria? (b) Apa yang bisa jadi menyebabkan penduduk Yehuda cenderung untuk percaya kepada Mesir dan Etiopia?

      10 Selanjutnya, Yehuwa secara nubuat menggambarkan tanggapan umat-Nya sewaktu mereka menyadari bahwa Mesir dan Etiopia, yang mereka harapkan sebagai pelindung, ternyata tidak berdaya menghadapi Asiria. ”Mereka pasti akan merasa takut dan malu karena Etiopia, yang menjadi harapan yang mereka dambakan dan karena Mesir, keindahan mereka. Dan pada hari itu penduduk daerah pesisir ini pasti akan mengatakan, ’Begitulah jadinya harapan yang kami dambakan, yang kepadanya kami lari meminta bantuan, agar dapat dilepaskan dari raja Asiria! Bagaimana kami sendiri akan dapat luput?’”—Yesaya 20:5, 6.

      11 Yehuda hanyalah seperti daerah pesisir yang sempit jika dibandingkan dengan Mesir dan Etiopia. Mungkin beberapa di antara penduduk ”daerah pesisir ini” terpesona oleh keindahan Mesir—piramida-piramidanya yang mengesankan, kuil-kuilnya yang menjulang tinggi, dan vila-vilanya yang luas dengan taman, kebun buah, dan kolam di sekelilingnya. Karya-karya arsitektur Mesir yang megah seolah-olah menjadi bukti kestabilan dan kelanggengan. Tentulah negeri ini tidak dapat dihancurkan! Kemungkinan besar, orang Yehuda juga terkesan akan para pemanah, kereta-kereta perang, dan para penunggang kuda Etiopia.

      12. Kepada siapa Yehuda seharusnya percaya?

      12 Mengingat peringatan yang dilakonkan Yesaya dan kata-kata nubuat Yehuwa, setiap orang yang mengaku sebagai umat Allah namun cenderung untuk percaya kepada Mesir dan Etiopia perlu berpikir dengan serius. Betapa jauh lebih baik untuk percaya kepada Yehuwa daripada kepada manusia! (Mazmur 25:2; 40:4) Seraya waktu berlalu, Yehuda mengalami penderitaan hebat di tangan raja Asiria, dan belakangan, bait serta ibu kota Yehuda dihancurkan oleh Babilon. Namun, ada ”sepersepuluh”, ”benih yang kudus”, yang tersisa, seperti tunggul sebatang pohon raksasa. (Yesaya 6:13) Apabila waktunya tiba, berita Yesaya akan sangat menguatkan iman kelompok kecil yang tetap percaya kepada Yehuwa itu!

      Percayalah kepada Yehuwa

      13. Tekanan-tekanan apa mempengaruhi semua orang—baik orang yang beriman maupun yang tidak beriman—dewasa ini?

      13 Peringatan dalam buku Yesaya bahwa sia-sia saja untuk percaya kepada Mesir dan Etiopia, bukanlah sekadar sejarah mati, tetapi mempunyai nilai praktis bagi zaman kita. Kita hidup pada ”masa kritis yang sulit dihadapi”. (2 Timotius 3:1) Bencana keuangan, kemiskinan di mana-mana, ketidakpastian politik, pergolakan sipil, perang berskala besar atau kecil telah berdampak buruk—tidak hanya atas orang-orang yang memandang rendah kekuasaan Allah tetapi juga atas para penyembah Yehuwa. Pertanyaan yang harus dijawab setiap orang ialah, ’Kepada siapa saya akan berpaling meminta pertolongan?’

      14. Mengapa kita seharusnya hanya percaya kepada Yehuwa?

      14 Ada yang mungkin terkesan akan para pakar keuangan, politisi, dan ilmuwan, yang berbicara tentang jalan keluar bagi problem-problem umat manusia dengan kecerdasan dan teknologi manusia. Akan tetapi, Alkitab menyatakan dengan jelas, ”Lebih baik berlindung kepada Yehuwa daripada percaya kepada para bangsawan.” (Mazmur 118:9) Semua rancangan manusia untuk perdamaian dan keamanan akan sia-sia karena alasan yang dengan tepat dinyatakan oleh nabi Yeremia, ”Aku tahu benar, oh, Yehuwa, bahwa manusia tidak mempunyai kuasa untuk menentukan jalannya sendiri. Manusia, yang berjalan, tidak mempunyai kuasa untuk mengarahkan langkahnya.”​—Yeremia 10:23.

      15. Siapakah satu-satunya harapan bagi umat manusia yang menderita?

      15 Oleh karena itu, penting agar hamba-hamba Allah tidak terlalu terkesan akan apa pun yang tampaknya merupakan kekuatan atau hikmat dunia ini. (Mazmur 33:10; 1 Korintus 3:19, 20) Satu-satunya harapan bagi umat manusia yang menderita adalah Yehuwa, sang Pencipta. Orang-orang yang percaya kepada-Nya akan diselamatkan. Sebagaimana yang ditulis oleh rasul Yohanes di bawah ilham, ”dunia ini sedang berlalu, demikian pula keinginannya, tetapi ia yang melakukan kehendak Allah akan tetap hidup untuk selamanya”.​—1 Yohanes 2:17.

      [Catatan Kaki]

      a Para sejarawan menyebut raja ini Sargon II. Sebutan ”Sargon I” tidak ditujukan kepada raja Asiria, tetapi kepada raja Babilon yang hidup sebelumnya.

      b ”Tartan” bukan nama, melainkan gelar komandan bala tentara Asiria; dalam hal kekuasaan, ia kemungkinan besar adalah orang nomor dua di imperium tersebut.

      [Gambar di hlm. 209]

      Orang Asiria biasa membutakan tawanan mereka

      [Gambar di hlm. 213]

      Prestasi manusia mungkin mengesankan, tetapi lebih baik percaya kepada Yehuwa

  • ”Babilon Sudah Jatuh!”
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Tujuh Belas

      ”Babilon Sudah Jatuh!”

      Yesaya 21:1-17

      1, 2. (a) Apa tema seluruh Alkitab, tetapi apa tema pendukung yang penting dalam buku Yesaya? (b) Bagaimana Alkitab memperkembangkan tema tentang kejatuhan Babilon?

      ALKITAB dapat diumpamakan dengan sebuah karya musik indah yang mempunyai melodi utama dan melodi-melodi pendukung yang turut memberikan ciri khas kepada karya itu secara keseluruhan. Demikian pula, Alkitab mempunyai sebuah tema utama—pembenaran kedaulatan Yehuwa melalui pemerintahan Kerajaan Mesianik. Alkitab juga mempunyai tema-tema penting lain yang muncul berulang-ulang. Salah satunya adalah tentang kejatuhan Babilon.

      2 Tema itu muncul untuk pertama kalinya di Yesaya pasal 13 dan 14, lalu muncul lagi di pasal 21, dan kemudian di pasal 44 dan 45. Satu abad kemudian, Yeremia menguraikan tema yang sama ini lebih lanjut, dan buku Penyingkapan menjabarkan akhirnya yang luar biasa. (Yeremia 51:60-64; Penyingkapan 18:1–19:4) Setiap pelajar Alkitab yang serius perlu memikirkan tema pendukung yang penting dalam Firman Allah ini. Yesaya pasal 21 membantu kita dalam hal ini, sebab pasal tersebut menyediakan perincian-perincian yang sangat menarik tentang kejatuhan kuasa dunia yang hebat itu sebagaimana telah dinubuatkan. Nanti kita akan melihat bahwa Yesaya pasal 21 menandaskan tema lain yang penting dalam Alkitab—tema yang akan membantu kita menilai kesiagaan kita sebagai orang Kristen dewasa ini.

      ”Penglihatan yang Bersifat Keras”

      3. Mengapa Babilon disebut ”padang belantara di tepi laut”, dan sebutan itu menjadi pertanda apa mengenai masa depannya?

      3 Yesaya pasal 21 dimulai dengan pernyataan pertanda bahaya, ”Maklumat terhadap padang belantara di tepi laut: Seperti angin badai di selatan yang bergerak maju, dari padang belantara ia datang, dari negeri yang membangkitkan rasa takut.” (Yesaya 21:1) Babilon terletak di Sungai Efrat; setengah bagian dari daerahnya yang ada di sebelah timur terletak di antara dua sungai besar, Efrat dan Tigris. Jaraknya masih agak jauh dari laut. Kalau begitu, mengapa ia disebut ”padang belantara di tepi laut”? Karena dahulu, setiap tahun daerah Babilon selalu dilanda banjir, sehingga terbentuklah ”laut” rawa yang luas. Akan tetapi, orang Babilon dapat mengendalikan padang belantara berair ini dengan membuat suatu sistem penyaluran air: parit, pintu air, dan kanal, yang rumit. Dengan cerdik mereka menggunakan air itu sebagai bagian dari sistem pertahanan kota. Sekalipun demikian, tidak ada upaya manusia yang dapat menyelamatkan Babilon dari penghakiman ilahi. Dahulu ia adalah padang belantara—dan ia akan menjadi padang belantara lagi. Malapetaka sedang mendekat, siap melanda bagaikan badai dahsyat yang kadang-kadang menyerang Israel dari padang belantara yang menakutkan di sebelah selatan.​—Bandingkan Zakharia 9:14.

      4. Bagaimana penglihatan di buku Penyingkapan tentang ”Babilon Besar” menyertakan elemen ”air” dan ”padang belantara”, dan apa artinya ”air”?

      4 Sebagaimana telah kita pelajari di Pasal 14 buku ini, Babilon kuno mempunyai padanan di zaman modern—”Babilon Besar”, imperium agama palsu sedunia. Di buku Penyingkapan, Babilon Besar juga digambarkan ada kaitannya dengan ”padang belantara” dan ”air”. Rasul Yohanes dibawa pergi ke padang belantara untuk melihat Babilon Besar. Ia diberi tahu bahwa Babilon Besar ”duduk di atas air yang banyak” yang memaksudkan ”berbagai umat dan kumpulan orang dan bangsa-bangsa dan bahasa-bahasa”. (Penyingkapan 17:1-3, 5, 15) Dukungan orang banyak selama ini telah menjadi kunci kelangsungan hidup agama palsu, tetapi ”air” tersebut pada akhirnya tidak akan melindungi dia. Seperti padanannya di zaman dahulu, dia akhirnya akan kosong, telantar, dan hancur.

      5. Bagaimana Babilon mendapatkan reputasi sebagai ”pengkhianat” dan ”penjarah”?

      5 Pada zaman Yesaya, Babilon belum menjadi kuasa dunia yang dominan, tetapi Yehuwa telah melihat di muka bahwa pada waktunya, dia akan menyalahgunakan kekuasaannya. Yesaya selanjutnya berkata, ”Ada suatu penglihatan yang bersifat keras yang telah diberitahukan kepadaku: Pengkhianat berkhianat, dan penjarah menjarah.” (Yesaya 21:2a) Babilon benar-benar akan menjarah dan berkhianat, atau berlaku licik, terhadap bangsa-bangsa taklukannya, termasuk Yehuda. Orang Babilon akan melucuti Yerusalem, menjarah baitnya, dan membawa penduduknya ke pembuangan di Babilon. Di sana, para tawanan yang tak berdaya itu akan diperlakukan dengan licik, diejek karena kepercayaan mereka, dan tidak diberi harapan untuk pulang ke tanah air mereka.​—2 Tawarikh 36:17-21; Mazmur 137:1-4.

      6. (a) Apa keluh kesah yang akan Yehuwa hentikan? (b) Bangsa-bangsa mana dinubuatkan akan menyerang Babilon, dan bagaimana hal ini digenapi?

      6 Ya, Babilon sangat pantas menerima ”penglihatan yang bersifat keras” itu, artinya, dia akan mengalami masa-masa yang sulit. Yesaya melanjutkan, ”Naiklah, hai, Elam! Kepunglah, hai, Media! Semua keluh kesah oleh karena dia telah kuhentikan.” (Yesaya 21:2b) Orang-orang yang ditindas oleh imperium yang licik ini akan mendapat kelegaan. Berakhirlah sudah keluh kesah mereka! (Mazmur 79:11, 12) Bagaimana caranya kelegaan ini datang? Yesaya menyebutkan dua bangsa yang akan menyerang Babilon: Elam dan Media. Dua abad kemudian, pada tahun 539 SM, Kores dari Persia akan memimpin pasukan gabungan Media dan Persia melawan Babilon. Mengenai Elam, raja-raja Persia telah menduduki setidaknya sebagian dari negeri itu sebelum tahun 539 SM.a Jadi, orang Elam pasti termasuk dalam pasukan Persia.

      7. Bagaimana dampak penglihatan Yesaya atas dirinya, dan apa artinya hal ini?

      7 Perhatikan bagaimana Yesaya menggambarkan dampak penglihatan itu pada dirinya, ”Itulah sebabnya pinggulku sakit sekali. Kejang-kejang mencengkeram aku, seperti kejang-kejang wanita yang sedang melahirkan. Aku menjadi kalut sehingga tidak mendengar; aku menjadi cemas sehingga tidak melihat. Hatiku mengembara; kegentaran membuat aku takut. Senja yang pernah kusukai kini membuatku gentar.” (Yesaya 21:3, 4) Tampaknya sang nabi menikmati senja hari sebagai saat yang menyenangkan untuk mengadakan renungan dengan senyap. Tetapi, senja hari kini telah kehilangan pesonanya, dan hanya mendatangkan rasa takut, kepedihan, dan kegentaran. Ia menderita kejang-kejang seperti yang dirasakan seorang wanita yang sedang bersalin, dan hatinya ”mengembara”. Seorang pakar menerjemahkan frase ini ”jantungku berdebar tak keruan”, sambil menyatakan bahwa kata-kata ini memaksudkan ”denyut nadi yang tidak stabil dan tidak beraturan”. Mengapa ia sampai merasakan derita seperti itu? Jelaslah perasaan Yesaya ini bersifat nubuat. Pada malam tanggal 5/6 Oktober 539 SM, orang Babilon akan mengalami kegentaran serupa.

      8. Sebagaimana dinubuatkan, apa yang dilakukan orang Babilon, meskipun musuh-musuh mereka sudah ada di luar tembok?

      8 Ketika hari mulai gelap di malam yang menentukan itu, orang Babilon sama sekali tidak mempunyai alasan untuk takut. Kira-kira dua abad sebelumnya, Yesaya menubuatkan, ”Biarlah meja ditata, tempat-tempat duduk diatur, orang makan, minum!” (Yesaya 21:5a) Ya, Raja Belsyazar yang angkuh itu sedang mengadakan pesta. Tempat-tempat duduk diatur untuk ribuan pembesarnya, juga untuk banyak istri dan gundik. (Daniel 5:1, 2) Orang-orang yang berpesta pora itu tahu bahwa ada pasukan yang mengancam di luar tembok, tetapi mereka yakin kota mereka tak mungkin diterobos. Tembok-tembok raksasa dan parit-paritnya yang dalam membuat kota itu tampak mustahil ditaklukkan; banyaknya dewa-dewi di kota itu juga membuat hal itu tampak tidak mungkin. Maka, biarlah ”orang makan, minum!” Belsyazar minum sampai mabuk, dan mungkin bukan dia saja yang mabuk. Sebagaimana diperlihatkan oleh kata-kata nubuat Yesaya yang berikutnya, para pejabat tinggi perlu dibangunkan, dan ini menyiratkan bahwa mereka pun sedang mabuk.

      9. Mengapa perlu untuk ’mengurapi perisai’?

      9 ”Bangkitlah, hai, para pemimpin, urapi perisai.” (Yesaya 21:5b) Tiba-tiba, pesta berakhir. Para pembesar itu harus bangun! Nabi Daniel yang lanjut usia telah dipanggil, dan ia melihat bagaimana Yehuwa membuat raja Babilon, Belsyazar, ketakutan seperti yang pernah digambarkan Yesaya. Para pembesar raja menjadi bingung seraya pasukan gabungan dari Media, Persia, dan Elam menerobos pertahanan kota. Babilon jatuh dengan cepat! Namun, apa artinya ’mengurapi perisai’? Dalam Alkitab, seorang raja kadang-kadang disebut sebagai perisai negerinya karena ia adalah pembela dan pelindung negeri itu.b (Mazmur 89:18) Maka, ayat di Yesaya ini agaknya menubuatkan tentang perlunya seorang raja baru. Mengapa? Karena Belsyazar dibunuh ”malam itu juga”. Jadi, perlu untuk ’mengurapi perisai’, atau mengangkat seorang raja baru.​—Daniel 5:1-9, 30.

      10. Penghiburan apa yang bisa didapat oleh para penyembah Yehuwa dari penggenapan nubuat Yesaya tentang pengkhianat itu?

      10 Semua pencinta ibadat sejati mendapat penghiburan dari kisah ini. Babilon zaman modern, Babilon Besar, adalah pengkhianat dan penjarah yang licik, seperti padanannya di zaman dahulu. Sampai hari ini, para pemimpin agama bersiasat agar Saksi-Saksi Yehuwa dilarang, dianiaya, atau dikenai hukuman pajak. Tetapi, sebagaimana nubuat itu mengingatkan kita, Yehuwa melihat semua perbuatan licik itu, dan Dia tidak akan membiarkannya bebas dari hukuman. Dia akan mengakhiri semua agama yang menyalahgambarkan diri-Nya dan menganiaya umat-Nya. (Penyingkapan 18:8) Apakah hal tersebut mungkin? Untuk membangun iman kita, kita hanya perlu melihat penggenapan atas peringatan-Nya sehubungan dengan kejatuhan Babilon kuno maupun padanannya pada zaman modern.

      ”Dia Telah Jatuh!”

      11. (a) Apa tanggung jawab seorang penjaga, dan siapakah yang aktif berjaga-jaga dewasa ini? (b) Apa yang digambarkan oleh kereta perang dengan keledai-keledai dan dengan unta-unta?

      11 Yehuwa kini berbicara kepada sang nabi. Yesaya melaporkan, ”Inilah firman Yehuwa kepadaku, ’Pergilah, tempatkan pengamat agar ia memberitahukan apa yang dilihatnya.’” (Yesaya 21:6) Kata-kata ini menjadi pengantar sebuah tema penting lainnya di pasal ini—tema tentang seorang pengamat, atau penjaga. Hal ini menarik minat semua orang Kristen sejati dewasa ini, sebab Yesus mendesak para pengikutnya untuk ’tetap berjaga-jaga’. ”Budak yang setia dan bijaksana” tidak pernah berhenti memberitahukan apa yang dilihatnya sehubungan dengan dekatnya hari penghakiman Allah dan bahaya-bahaya dari dunia yang korup ini. (Matius 24:42, 45-47) Apa yang dilihat oleh penjaga dalam penglihatan Yesaya ini? ”Ia melihat kereta perang dengan sepasang kuda perang, kereta perang dengan keledai-keledai, kereta perang dengan unta-unta. Ia memperhatikan dengan saksama, dengan penuh perhatian.” (Yesaya 21:7) Kemungkinan besar, setiap kereta perang ini menggambarkan barisan-barisan kereta yang maju dalam formasi tempur dengan kecepatan seperti kuda-kuda perang yang terlatih. Kereta perang dengan keledai-keledai dan dengan unta-unta cocok untuk menggambarkan dua kekuatan, Media dan Persia, yang akan bersatu untuk melancarkan serangan ini. Selain itu, sejarah meneguhkan bahwa pasukan Persia menggunakan keledai dan unta dalam peperangan.

      12. Sifat-sifat apa diperlihatkan oleh penjaga dalam penglihatan Yesaya, dan siapa yang perlu memiliki sifat-sifat itu dewasa ini?

      12 Maka, penjaga itu terdorong untuk membuat laporan. ”Lalu ia berseru seperti singa, ’Di atas menara pengawal, oh, Yehuwa, aku senantiasa berdiri pada waktu siang, dan di pos jagaku aku berdiri setiap malam. Dan sekarang, lihat, sebuah kereta perang dengan sejumlah orang di dalamnya, ditarik oleh sepasang kuda perang!’” (Yesaya 21:8, 9a) Penjaga dalam penglihatan itu berseru dengan berani, ”seperti singa”. Dibutuhkan keberanian untuk menyerukan berita penghakiman terhadap bangsa yang begitu tangguh seperti Babilon. Ada lagi yang juga dituntut—ketekunan. Sang penjaga tetap berdiri di posnya siang dan malam, dan tidak pernah membiarkan kesiagaannya menurun. Demikian pula, golongan penjaga di hari-hari terakhir ini membutuhkan keberanian dan ketekunan. (Penyingkapan 14:12) Semua orang Kristen sejati membutuhkan sifat-sifat ini.

      13, 14. (a) Bagaimana nasib Babilon kuno, dan dalam arti apa berhala-berhalanya dipecahkan? (b) Bagaimana dan kapan Babilon Besar mengalami kejatuhan yang serupa?

      13 Penjaga dalam penglihatan Yesaya melihat sebuah kereta perang bergerak maju. Apa beritanya? ”Ia berseru, demikian, ’Dia telah jatuh! Babilon sudah jatuh, dan semua patung ukiran allah-allahnya telah ia pecahkan ke tanah!’” (Yesaya 21:9b) Ini benar-benar laporan yang menggetarkan! Akhirnya, penjarah yang memperlakukan umat Allah dengan licik itu telah jatuh!c Namun, dalam arti apa patung-patung ukiran dan berhala-berhala di Babilon dipecahkan? Apakah para penyerbu dari Media-Persia itu akan mendatangi kuil-kuil Babilon dan menghancurkan berhala yang tak terhitung banyaknya itu? Tidak, hal semacam itu tidak perlu. Ilah-ilah berhala Babilon akan dipecahkan dalam arti bahwa mereka ternyata tidak berdaya melindungi kota itu. Dan, Babilon akan mengalami kejatuhan pada waktu dia tidak dapat terus menindas umat Allah.

      14 Bagaimana dengan Babilon Besar? Dengan merekayasa penindasan terhadap umat Allah selama Perang Dunia I, ia berhasil menahan mereka dalam pembuangan selama suatu waktu. Pekerjaan pengabaran mereka nyaris terhenti. Presiden dan pejabat-pejabat terkemuka lain dari Lembaga Menara Pengawal dipenjarakan atas tuduhan palsu. Tetapi, pada tahun 1919, terjadilah perubahan yang menakjubkan. Para pejabat itu dibebaskan dari penjara, kantor pusat dibuka kembali, dan pekerjaan pengabaran dimulai lagi. Dengan demikian, Babilon Besar jatuh dalam arti bahwa kekuasaannya atas umat Allah telah dipatahkan.d Di buku Penyingkapan, kejatuhan ini diserukan dua kali oleh malaikat yang menggunakan kata-kata pengumuman di Yesaya 21:9.​—Penyingkapan 14:8; 18:2.

      15, 16. Dalam arti apa bangsa Yesaya menjadi ’orang-orang yang diirik’, dan apa yang dapat kita pelajari dari sikap Yesaya terhadap mereka?

      15 Yesaya mengakhiri berita nubuat ini dengan nada iba terhadap bangsanya sendiri. Ia berkata, ”Hai, orang-orangku yang diirik dan putra lantai pengirikanku, apa yang aku dengar dari Yehuwa yang berbala tentara, Allah Israel, telah kulaporkan kepadamu.” (Yesaya 21:10) Dalam Alkitab, pengirikan sering kali melambangkan disiplin dan pemurnian umat Allah. Umat perjanjian Allah akan menjadi ’putra-putra lantai pengirikan’, tempat gandum dipisahkan secara paksa dari sekam, sehingga yang tersisa hanyalah biji-bijian yang bagus dan murni. Yesaya tidak bergembira atas disiplin ini. Sebaliknya, ia beriba hati kepada orang-orang yang kelak akan menjadi ’putra-putra lantai pengirikan’, yang beberapa di antaranya akan menjadi tawanan di negeri asing sepanjang hidupnya.

      16 Hal ini dapat menjadi pengingat yang berguna bagi kita semua. Dalam sidang Kristen dewasa ini, beberapa orang mungkin cenderung untuk tidak memiliki keibaan hati terhadap para pelaku kesalahan. Dan, orang-orang yang menerima disiplin sering kali cenderung merasa kesal terhadap disiplin itu. Akan tetapi, jika kita selalu ingat bahwa Yehuwa mendisiplin umat-Nya untuk memurnikan mereka, kita tidak akan meremehkan disiplin maupun orang-orang yang dengan rendah hati menjalaninya, dan kita sendiri pun tidak akan menolak disiplin. Marilah kita menerima disiplin ilahi sebagai pernyataan kasih Allah.​—Ibrani 12:6.

      Bertanya kepada Sang Penjaga

      17. Mengapa cocok jika Edom disebut ”Duma”?

      17 Berita nubuat kedua di Yesaya pasal 21 menampilkan sosok sang penjaga. Berita itu dimulai demikian, ”Maklumat terhadap Duma: Kepadaku ada orang yang berseru dari Seir, ’Penjaga, bagaimana halnya dengan malam ini? Penjaga, bagaimana halnya dengan malam ini?’” (Yesaya 21:11) Di mana letak Duma? Ada beberapa kota di zaman Alkitab yang memiliki nama itu, tetapi tidak satu pun yang dimaksud di ayat ini. Duma tidak ada di Seir, yang adalah nama lain Edom. ”Duma” di sini berarti ”Kesunyian”. Jadi kelihatannya, seperti halnya dalam maklumat sebelumnya, wilayah itu diberi nama yang menunjukkan masa depannya. Edom, musuh bebuyutan yang selalu menaruh dendam terhadap umat Allah, akan berakhir dengan kesunyian—kesunyian dalam kematian. Namun, sebelum hal itu terjadi, ada orang yang ingin sekali bertanya tentang masa depan.

      18. Bagaimana maklumat, ”Pagi pasti datang, dan juga malam”, digenapi atas Edom kuno?

      18 Pada masa penulisan buku Yesaya, Edom termasuk di antara bangsa-bangsa yang akan ditaklukkan pasukan Asiria yang kuat. Beberapa orang di Edom berhasrat untuk mengetahui kapan malam penindasan akan berakhir bagi mereka. Jawabannya? ”Penjaga itu mengatakan, ’Pagi pasti datang, dan juga malam.’” (Yesaya 21:12a) Itu bukan pertanda baik bagi Edom. Secercah cahaya pagi akan muncul di cakrawala, tetapi hanya singkat dan semu. Malam—masa penindasan lain yang gelap—akan segera menggantikan pagi. Gambaran yang sangat tepat untuk masa depan Edom! Penindasan oleh Asiria akan berakhir, tetapi Babilon akan menggantikan Asiria sebagai kuasa dunia dan akan menghancurkan sebagian besar dari Edom. (Yeremia 25:17, 21; 27:2-8) Siklus ini akan berulang. Penindasan oleh Babilon akan diikuti penindasan oleh Persia dan kemudian Yunani. Kemudian akan ada ”pagi” yang singkat selama zaman Roma, sewaktu para Herodes—yang berasal dari bangsa Edom—berkuasa di Yerusalem. Tetapi ”pagi” itu akan segera berakhir. Akhirnya, Edom akan turun ke dalam kesunyian untuk selamanya, lenyap ditelan sejarah. Nama Duma akan cocok sekali menggambarkan keadaan akhir Edom.

      19. Sewaktu sang penjaga berkata, ”Jika kamu ingin bertanya, bertanyalah. Datanglah lagi!” apa yang ia maksudkan?

      19 Sang penjaga mengakhiri beritanya yang singkat dengan kata-kata, ”Jika kamu ingin bertanya, bertanyalah. Datanglah lagi!” (Yesaya 21:12b) Pernyataan ”Datanglah lagi!” dapat menunjuk kepada ’malam-malam’ yang akan terus menimpa Edom secara berturut-turut. Atau, karena pernyataan itu bisa juga diterjemahkan ”kembalilah”, sang nabi mungkin menyiratkan bahwa orang Edom yang ingin luput dari kebinasaan bangsa itu harus bertobat dan ’kembali’ kepada Yehuwa. Yang mana pun yang dimaksud, sang penjaga mengundang orang untuk bertanya lebih lanjut.

      20. Mengapa maklumat yang dicatat di Yesaya 21:11, 12 penting bagi umat Yehuwa dewasa ini?

      20 Maklumat singkat ini mengandung makna yang dalam bagi umat Yehuwa pada zaman modern.e Kita tahu bahwa umat manusia sudah jauh memasuki malam yang gelap, yaitu kebutaan rohani dan keadaan terasing dari Allah yang akan berakhir dengan kebinasaan sistem ini. (Roma 13:12; 2 Korintus 4:4) Selama waktu malam ini, secercah harapan apa pun yang ada, bahwa manusia dengan satu atau lain cara dapat mewujudkan perdamaian dan keamanan, adalah seperti cahaya fajar yang semu yang hanya akan diikuti oleh kegelapan yang lebih pekat lagi. Fajar sejati hampir tiba—fajar Pemerintahan Milenium Kristus atas bumi ini. Tetapi, selama hari masih malam, kita harus mengikuti golongan penjaga dengan tetap waspada secara rohani dan dengan berani mengumumkan dekatnya akhir sistem yang korup ini.​—1 Tesalonika 5:6.

      Malam Tiba di Dataran Gurun

      21. (a) Permainan kata apa mungkin digunakan dalam frase ”maklumat terhadap dataran gurun”? (b) Apa yang dimaksud dengan kafilah-kafilah orang Dedan?

      21 Maklumat terakhir dalam Yesaya pasal 21 ditujukan kepada ”dataran gurun”. Maklumat itu dimulai demikian, ”Maklumat terhadap dataran gurun: Di hutan di dataran gurun kamu akan bermalam, hai, kafilah-kafilah orang Dedan.” (Yesaya 21:13) Dataran gurun yang dimaksud adalah negeri Arab, sebab maklumat itu ditujukan kepada sejumlah suku Arab. Kata ”dataran gurun” kadang-kadang diterjemahkan ”senja”, kata yang sangat mirip dalam bahasa Ibrani. Beberapa orang berpendapat bahwa ini adalah permainan kata, seolah-olah senja yang gelap—masa kesusahan—akan segera menimpa wilayah itu. Maklumat itu dimulai dengan suatu pemandangan di malam hari tentang kafilah-kafilah orang Dedan, salah satu suku yang terkemuka di Arab. Kafilah-kafilah itu mengikuti rute perdagangan dari satu oasis ke oasis berikutnya di padang gurun, sambil membawa rempah-rempah, mutiara, dan barang-barang berharga lainnya. Tetapi, di ayat ini kita melihat bahwa mereka terpaksa meninggalkan jalur yang sudah biasa dilalui dan bermalam di tempat persembunyian. Mengapa?

      22, 23. (a) Tekanan-tekanan hebat apa akan segera menimpa suku-suku Arab, dan apa pengaruhnya atas mereka? (b) Seberapa cepatkah bencana ini akan datang, dan melalui tangan siapa?

      22 Yesaya menjelaskan, ”Untuk menyongsong orang yang haus bawalah air. Hai, penduduk negeri Tema, temuilah orang yang melarikan diri dengan membawa roti baginya. Sebab mereka melarikan diri karena pedang yang terhunus, dan karena busur yang dilengkungkan dan karena hebatnya peperangan.” (Yesaya 21:14, 15) Ya, tekanan yang hebat akibat perang akan menimpa suku-suku Arab itu. Tema, yang terletak di salah satu oasis yang paling banyak airnya di wilayah itu, terpaksa membawakan air dan roti bagi para pengungsi perang yang malang. Kapan kesusahan ini akan datang?

      23 Yesaya meneruskan, ”Inilah firman Yehuwa kepadaku, ’Dalam waktu setahun, menurut tahun seorang buruh upahan, semua kemuliaan Kedar akan berakhir. Dan para pemanah yang masih tersisa, pria-pria yang perkasa dari putra-putra Kedar, akan menjadi sedikit, karena Yehuwa, Allah Israel, telah mengatakannya.’” (Yesaya 21:16, 17) Kedar adalah suku yang sangat terkemuka sehingga kadang-kadang digunakan untuk mewakili seluruh negeri Arab. Yehuwa telah menentukan bahwa para pemanah dan pria-pria perkasa dari suku ini akan menyusut jumlahnya hingga tersisa sedikit saja. Kapan? ”Dalam waktu setahun”, tidak lebih, seperti seorang buruh upahan yang hanya bekerja selama waktu yang untuknya ia dibayar. Bagaimana persisnya semua ini tergenap tidak diketahui dengan pasti. Dua penguasa Asiria—Sargon II dan Sanherib—mengaku menaklukkan Arab. Kemungkinan besar, kedua penguasa itu mengalahkan sebagian besar dari suku-suku Arab ini, sebagaimana dinubuatkan.

      24. Bagaimana kita dapat merasa pasti bahwa nubuat Yesaya tentang negeri Arab telah tergenap?

      24 Akan tetapi, kita dapat merasa pasti bahwa nubuat ini digenapi sampai pada hal-hal yang terkecil. Tidak ada yang dapat lebih menandaskan hal itu selain kata-kata penutup maklumat itu, ”Yehuwa, Allah Israel, telah mengatakannya.” Bagi orang-orang di zaman Yesaya, tampaknya tidak mungkin bahwa Babilon akan mengungguli Asiria dan kemudian digulingkan dari kekuasaan dalam satu malam ketika menikmati pesta pora yang bejat. Dan, tampaknya juga tidak mungkin bahwa Edom yang kuat itu berakhir dengan kesunyian dalam kematian atau bahwa suku-suku Arab yang kaya akan ditimpa malam yang penuh kesusahan serta penderitaan. Tetapi, Yehuwa mengatakan bahwa itu akan terjadi, dan itu menjadi kenyataan. Dewasa ini, Yehuwa memberi tahu kita bahwa imperium agama palsu sedunia akan dilenyapkan. Ini bukan sekadar kemungkinan; ini pasti terjadi. Yehuwa sendiri telah mengatakannya!

      25. Bagaimana kita dapat meniru teladan sang penjaga?

      25 Jadi, marilah kita menjadi seperti sang penjaga. Marilah kita tetap siaga, seolah-olah berdiri di menara pengawal yang tinggi, mengamati cakrawala kalau-kalau ada bahaya yang mendekat. Marilah kita berpaut erat pada golongan penjaga yang setia, orang-orang Kristen terurap yang masih tersisa di bumi dewasa ini. Marilah kita bergabung dengan mereka untuk dengan berani menyerukan apa yang kita lihat—banyaknya bukti bahwa Kristus sedang memerintah di surga; bahwa ia akan segera mengakhiri malam yang panjang dan gelap berupa keadaan terasing dari Allah; dan sesudahnya ia akan mendatangkan fajar yang sejati, Pemerintahan Milenium atas bumi firdaus!

      [Catatan Kaki]

      a Raja Persia, Kores, kadang-kadang disebut ”Raja Ansyan”—Ansyan adalah daerah atau kota di Elam. Orang Israel pada zaman Yesaya—abad kedelapan SM—mungkin tidak begitu mengenal Persia, tetapi mereka mengenal Elam. Mungkin itulah sebabnya mengapa di ayat itu Yesaya menyebutkan Elam dan bukan Persia.

      b Banyak komentator Alkitab berpendapat bahwa kata-kata ”urapi perisai” merujuk pada kebiasaan militer di zaman dahulu untuk meminyaki perisai-perisai kulit sebelum pertempuran sehingga kebanyakan hantaman dapat terpantul. Meskipun ini mungkin dapat ditafsirkan demikian, patut diperhatikan bahwa pada malam kota itu jatuh, nyaris tidak ada waktu bagi orang Babilon untuk mengadakan perlawanan, apalagi untuk bersiap-siap dengan meminyaki perisai mereka!

      c Nubuat Yesaya tentang kejatuhan Babilon begitu akurat sehingga beberapa kritikus Alkitab berteori bahwa nubuat itu pasti ditulis setelah peristiwanya terjadi. Tetapi, seperti yang dinyatakan seorang pakar bahasa Ibrani, F. Delitzsch, spekulasi seperti itu tidak perlu jika kita percaya bahwa seorang nabi dapat diilhami untuk meramalkan peristiwa-peristiwa dua ratus tahun di muka.

      d Lihat Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!, halaman 164-9.

      e Selama 59 tahun pertama penerbitannya, majalah Menara Pengawal telah menonjolkan Yesaya 21:11 pada sampul depannya. Ayat ini juga menjadi tema dari khotbah terakhir yang ditulis oleh Charles T. Russell, presiden pertama Lembaga Menara Pengawal. (Lihat ilustrasi di halaman sebelah.)

      [Gambar di hlm. 219]

      ”Biarlah . . . orang makan, minum!”

      [Gambar di hlm. 220]

      Sang penjaga ”berseru seperti singa”

      [Gambar di hlm. 222]

      ”Aku senantiasa berdiri pada waktu siang, dan . . . setiap malam”

  • Menarik Pelajaran dari Ketidaksetiaan
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Delapan Belas

      Menarik Pelajaran dari Ketidaksetiaan

      Yesaya 22:1-25

      1. Kira-kira bagaimana rasanya berada di dalam kota kuno yang sedang dikepung?

      COBA bayangkan bagaimana rasanya berada di sebuah kota kuno yang sedang dikepung. Di luar tembok ada musuh—kuat dan kejam. Saudara tahu bahwa kota-kota lain sudah jatuh ke tangannya. Sekarang ia bertekad untuk menaklukkan dan menjarah kota saudara dan memperkosa serta membunuh penduduknya. Bala tentara musuh terlalu kuat untuk dihadapi dengan pertempuran frontal; saudara hanya dapat berharap agar tembok kota itu akan terus menahan mereka di luar. Dari atas tembok, saudara dapat melihat menara-menara pengepungan yang dibawa oleh musuh. Mereka juga memiliki alat pelontar yang dapat menembakkan batu-batu besar untuk menghancurkan sarana pertahanan saudara. Tampak juga balok penggempur dan tangga, pasukan pemanah dan kereta perang mereka, pasukan tentara mereka yang besar. Sungguh mengerikan!

      2. Kapan pengepungan yang digambarkan Yesaya pasal 22 terjadi?

      2 Di Yesaya pasal 22, kita membaca tentang pengepungan seperti itu—pengepungan terhadap Yerusalem. Kapan hal itu terjadi? Sulit untuk menentukan pengepungan mana yang memiliki semua ciri yang digambarkan tadi. Berdasarkan fakta yang ada, nubuat itu sebaiknya diartikan sebagai gambaran umum tentang berbagai pengepungan yang akan menimpa Yerusalem, suatu peringatan umum tentang apa yang akan terjadi.

      3. Bagaimana reaksi penduduk Yerusalem terhadap pengepungan yang digambarkan Yesaya?

      3 Sewaktu menghadapi pengepungan yang diuraikan Yesaya, apa yang dilakukan penduduk Yerusalem? Sebagai umat perjanjian Allah, apakah mereka berseru kepada Yehuwa supaya menyelamatkan mereka? Tidak, mereka malah memperlihatkan sikap yang tidak bijaksana, seperti yang dewasa ini diperlihatkan banyak orang yang mengaku menyembah Allah.

      Kota yang Sedang Dikepung

      4. (a) Apakah yang dimaksud dengan ”lembah penglihatan”, dan mengapa namanya demikian? (b) Bagaimana keadaan rohani penduduk Yerusalem?

      4 Dalam Yesaya pasal 21, ketiga berita penghakiman itu masing-masing didahului kata ”Maklumat”. (Yesaya 21:1, 11, 13) Pasal 22 dimulai dengan cara yang sama, ”Maklumat tentang lembah penglihatan: Ada apa denganmu, sehingga kamu semua naik ke atap?” (Yesaya 22:1) ”Lembah penglihatan” memaksudkan Yerusalem. Sekalipun tinggi letaknya, kota itu disebut lembah karena dikelilingi gunung-gunung yang lebih tinggi. Kota itu dikaitkan dengan ”penglihatan” karena banyak penglihatan dan penyingkapan ilahi diberikan di sana. Oleh karena itu, penduduk kota itu seharusnya memperhatikan firman Yehuwa. Namun, mereka mengabaikan Dia dan menyimpang kepada ibadat palsu. Musuh yang sedang mengepung kota itu adalah alat yang digunakan Allah untuk menghakimi umat-Nya yang suka melawan.​—Ulangan 28:45, 49, 50, 52.

      5. Mengapa orang-orang naik ke atap rumah mereka?

      5 Perhatikanlah bahwa seluruh penduduk Yerusalem telah ”naik ke atap” rumah mereka. Pada waktu lampau, rumah orang Israel atapnya datar, dan keluarga mereka sering berkumpul di sana. Yesaya tidak mengatakan mengapa mereka berbuat demikian pada kesempatan ini, tetapi tersirat dalam kata-katanya bahwa ia tidak senang. Jadi, mungkin mereka naik ke atap untuk memohon kepada allah-allah palsu mereka. Inilah kebiasaan mereka selama tahun-tahun menjelang kehancuran Yerusalem pada tahun 607 SM.​—Yeremia 19:13; Zefanya 1:5.

      6. (a) Bagaimana keadaan di dalam kota Yerusalem? (b) Mengapa ada yang bersukaria, namun apa yang akan terjadi?

      6 Yesaya selanjutnya mengatakan, ”Engkau penuh dengan kericuhan, kota yang ribut, kota yang bersukaria. Orang-orangmu tewas bukan karena pedang, juga tidak mati dalam pertempuran.” (Yesaya 22:2) Banyak orang berduyun-duyun datang ke kota, sehingga terjadilah kericuhan. Orang di jalan-jalan gaduh dan ketakutan. Namun, ada yang bersukaria, mungkin karena mereka merasa aman atau mereka menganggap bahaya telah berlalu.a Tetapi, bodoh sekali untuk bersukaria pada waktu ini. Banyak orang di kota akan mati dengan cara yang lebih mengerikan daripada mati dengan mata pedang. Kota yang dikepung terputus hubungannya dengan sumber-sumber makanan di luar. Persediaan perbekalan di dalam kota menipis. Orang-orang yang kelaparan dan keadaan yang penuh sesak menyebabkan epidemi. Oleh karena itu, banyak orang di Yerusalem akan mati karena kelaparan dan sampar. Ini terjadi baik pada tahun 607 SM maupun pada tahun 70 M.​—2 Raja 25:3; Ratapan 4:9, 10.b

      7. Apa yang dilakukan para penguasa Yerusalem selama dikepung, dan apa yang terjadi atas mereka?

      7 Dalam krisis seperti ini, contoh apa yang diberikan para penguasa Yerusalem? Yesaya menjawab, ”Semua diktatormu melarikan diri pada waktu yang sama. Busur tidak dibutuhkan untuk menawan mereka. Kamu semua yang telah ditemukan, ditawan bersama-sama. Mereka telah melarikan diri jauh.” (Yesaya 22:3) Para penguasa dan orang-orang perkasa melarikan diri dan kemudian ditangkap! Sebuah busur pun tidak dibutuhkan untuk menangkap dan menggiring mereka sebagai tawanan. Ini terjadi pada tahun 607 SM. Setelah tembok Yerusalem bobol, Raja Zedekia melarikan diri pada malam hari bersama orang-orangnya yang perkasa. Pihak musuh mengetahui hal ini dan mengejar serta menyusul mereka di dataran Yerikho. Orang-orang yang perkasa itu pun terpencar. Zedekia ditangkap, matanya dibutakan, kakinya diikat dengan belenggu tembaga, lalu ia diseret ke Babilon. (2 Raja 25:2-7) Ketidaksetiaannya benar-benar berakibat tragis!

      Cemas akan Malapetaka

      8. (a) Bagaimana reaksi Yesaya terhadap nubuat yang meramalkan malapetaka atas Yerusalem? (b) Kelak, bagaimana keadaan Yerusalem?

      8 Nubuat ini membuat Yesaya merasa sangat getir. Ia mengatakan, ”Alihkanlah tatapanmu dariku. Aku akan memperlihatkan kepahitan dengan menangis. Jangan berkeras untuk menghiburku atas penjarahan putri bangsaku.” (Yesaya 22:4) Yesaya merasa sedih atas nasib Moab dan Babilon. (Yesaya 16:11; 21:3) Sekarang, kecemasan dan ratapannya bahkan lebih kuat sewaktu memikirkan malapetaka yang datang menimpa bangsanya sendiri. Ia tidak bisa dihibur. Mengapa? ”Karena itu adalah hari ketika Tuan Yang Berdaulat, Yehuwa yang berbala tentara, membuat kekacauan dan menginjak-injak dan membuat kebingungan di lembah penglihatan. Tembok dihancurleburkan, dan orang berteriak kepada gunung.” (Yesaya 22:5) Kebingungan yang tidak menentu akan meliputi Yerusalem. Orang-orang akan berjalan ke sana kemari, panik tanpa tujuan. Pada waktu musuh mulai menerobos tembok-tembok kota, akan ada ’teriakan kepada gunung’. Apakah ini berarti penduduk kota akan berseru kepada Allah di bait-Nya yang suci di Gunung Moria? Mungkin. Namun, mengingat ketidaksetiaan mereka, itu mungkin hanya teriakan ketakutan yang akan menggema di gunung-gunung sekelilingnya.

      9. Gambarkan bala tentara yang mengancam Yerusalem.

      9 Musuh macam apakah yang mengancam Yerusalem? Yesaya memberi tahu kita, ”Elam telah mengambil tabung panah, yang dibawa oleh pasukan kereta perang berkuda; dan Kir telah membuka tutup perisai.” (Yesaya 22:6) Musuh–musuh bersenjata lengkap. Para pemanah mempunyai tabung yang penuh dengan anak panah. Para pejuang mempersiapkan perisai mereka untuk berperang. Ada banyak kuda yang terlatih untuk bertempur dan kereta. Bala tentara itu mencakup serdadu dari negeri Elam, yang terletak di sebelah utara teluk yang dewasa ini disebut Teluk Persia, dan serdadu dari negeri Kir, yang mungkin terletak dekat Elam. Disebutkannya kedua negeri itu menunjukkan bahwa para penyerbu datang dari tempat yang sangat jauh. Hal itu juga menunjukkan bahwa para pemanah Elam mungkin termasuk dalam pasukan yang mengancam Yerusalem pada zaman Hizkia.

      Upaya-Upaya Pertahanan

      10. Perkembangan apa merupakan pertanda buruk bagi kota itu?

      10 Yesaya melukiskan perkembangan situasinya, ”Pasti terjadi bahwa lembah-lembahmu yang terbaik akan penuh dengan kereta-kereta perang, dan kuda-kuda perang pasti akan siap di gerbang, dan orang akan menyingkirkan penyekat Yehuda.” (Yesaya 22:7, 8a) Kereta dan kuda memenuhi dataran di luar kota Yerusalem dan mengambil posisi siap menyerang gerbang-gerbang kota itu. Apa yang dimaksudkan dengan ”penyekat Yehuda” yang disingkirkan? Bisa jadi itu adalah gerbang kota, yang jika direbut merupakan pertanda buruk bagi pihak yang diserang.c Ketika penyekat pelindung ini disingkirkan, kota itu terbuka bagi para penyerangnya.

      11, 12. Tindakan apa saja yang dilakukan penduduk Yerusalem untuk mempertahankan diri?

      11 Sekarang Yesaya menyoroti berbagai upaya orang untuk mempertahankan diri. Yang langsung terpikir oleh mereka—senjata! ”Pada hari itu engkau akan berpaling kepada persediaan persenjataan di rumah hutan, dan kamu sekalian akan melihat bahwa ada banyak retak di tembok Kota Daud. Dan kamu akan mengumpulkan air dari kolam bawah.” (Yesaya 22:8b, 9) Senjata disimpan di gudang persenjataan di rumah hutan. Gudang itu dibangun oleh Salomo. Karena dibuat dari kayu aras Lebanon, tempat itu dikenal sebagai ”Rumah Hutan Lebanon”. (1 Raja 7:2-5) Retak-retak pada tembok diperiksa. Air dikumpulkan—suatu tindakan yang penting untuk pertahanan. Air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup. Tanpa air, kota tidak akan dapat bertahan. Namun perhatikan, tidak ada keterangan sama sekali bahwa mereka berpaling kepada Yehuwa untuk mencari kelepasan. Sebaliknya, mereka mengandalkan sumber-sumber daya mereka sendiri. Semoga kita tidak akan pernah membuat kesalahan itu!​—Mazmur 127:1.

      12 Apa yang dilakukan terhadap retak-retak pada tembok kota itu? ”Rumah-rumah di Yerusalem akan kamu hitung. Kamu juga akan merobohkan rumah-rumah agar tembok tidak dapat dicapai.” (Yesaya 22:10) Rumah-rumah diperiksa untuk melihat mana yang bisa dihancurkan supaya bahan bangunannya dapat digunakan untuk memperbaiki retak-retak itu. Ini adalah upaya untuk mencegah musuh menguasai tembok sepenuhnya.

      Bangsa yang Tidak Beriman

      13. Bagaimana orang-orang memastikan adanya persediaan air, namun siapa yang mereka lupakan?

      13 ”Kamu akan membuat tempat penampung di antara kedua tembok untuk air dari kolam lama. Tetapi kamu pasti tidak akan memandang kepada Pembuatnya yang Agung, dan Pribadi yang membentuknya di masa lampau tidak akan kamu lihat.” (Yesaya 22:11) Upaya untuk mengumpulkan air, yang digambarkan di ayat ini dan juga di ayat 9, mengingatkan kita akan tindakan Raja Hizkia untuk melindungi kota tersebut terhadap serbuan orang Asiria. (2 Tawarikh 32:2-5) Namun, penduduk kota yang dirujuk dalam nubuat Yesaya itu benar-benar tidak beriman. Tidak seperti Hizkia, mereka tidak mengingat sang Pencipta dalam upaya mereka mempertahankan kota itu.

      14. Sekalipun ada berita peringatan dari Yehuwa, sikap tidak bijaksana apa diperlihatkan orang-orang?

      14 Yesaya selanjutnya mengatakan, ”Pada hari itu Tuan Yang Berdaulat, Yehuwa yang berbala tentara, akan berseru agar orang menangis dan berkabung dan digunduli dan mengikatkan kain goni pada pinggangnya. Tetapi, lihat! kesukaan besar dan sukacita, pembantaian lembu dan penyembelihan domba, makan daging dan minum anggur, ’Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita akan mati.’” (Yesaya 22:12, 13) Penduduk Yerusalem tidak menunjukkan penyesalan atas pemberontakan mereka terhadap Yehuwa. Mereka tidak menangis, memotong rambut mereka, atau mengenakan kain goni sebagai tanda pertobatan. Seandainya mereka melakukan hal-hal itu, kemungkinan besar Yehuwa akan menghindarkan mereka dari kengerian yang akan datang itu. Sebaliknya, mereka memikirkan kenikmatan jasmani semata. Dewasa ini, sikap serupa dimiliki banyak orang yang tidak menaruh iman kepada Allah. Karena mereka tidak mempunyai harapan—baik harapan kebangkitan dari antara orang mati maupun kehidupan di bumi Firdaus kelak—mereka mengejar kesenangan pribadi, dengan mengatakan, ”Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita akan mati.” (1 Korintus 15:32) Mereka benar-benar picik! Kalau saja mereka percaya kepada Yehuwa, mereka akan memiliki harapan yang sejati!​—Mazmur 4:6-8; Amsal 1:33.

      15. (a) Apa berita penghakiman Yehuwa atas Yerusalem, dan siapa yang melaksanakan penghukuman-Nya? (b) Mengapa Susunan Kristen akan mengalami nasib yang sama dengan Yerusalem?

      15 Penduduk Yerusalem yang dikepung itu tidak akan mengecap keamanan. Yesaya mengatakan, ”Yehuwa yang berbala tentara telah menyingkapkan hal ini ke telingaku, ’”Kesalahan ini tidak akan ditutup demi kepentinganmu sampai kamu sekalian mati,” kata Tuan Yang Berdaulat, Yehuwa yang berbala tentara.’” (Yesaya 22:14) Karena kedegilan hati bangsa itu, tidak akan ada pengampunan. Kematian akan datang tanpa dapat dielakkan. Itu pasti. Tuan Yang Berdaulat, Yehuwa yang berbala tentara, telah mengatakannya. Dalam penggenapan kata-kata nubuat Yesaya, malapetaka datang dua kali atas Yerusalem yang tidak setia. Kota itu dihancurkan oleh bala tentara Babilon dan belakangan oleh pasukan Romawi. Demikian juga, malapetaka akan menimpa Susunan Kristen yang tidak setia, yang para anggotanya mengaku menyembah Allah, tetapi sebenarnya menyangkal Dia dengan perbuatan mereka. (Titus 1:16) Dosa Susunan Kristen, bersama dosa agama-agama lain di dunia yang mencemooh jalan-jalan Allah yang adil-benar, telah ”bertimbun-timbun sampai ke langit”. Seperti kesalahan Yerusalem yang murtad, kesalahan mereka terlalu besar untuk diampuni melalui pendamaian.​—Penyingkapan 18:5, 8, 21.

      Pengurus yang Mementingkan Diri

      16, 17. (a) Sekarang, siapa yang menerima berita peringatan dari Yehuwa, dan mengapa? (b) Karena hasratnya untuk mendapat kemuliaan, apa yang akan terjadi atas Syebna?

      16 Sang nabi kini mengalihkan perhatiannya dari bangsa yang tidak setia kepada pribadi yang tidak setia. Yesaya menulis, ”Inilah firman Tuan Yang Berdaulat, Yehuwa yang berbala tentara, ’Pergilah, masuklah menghadap pengurus ini, kepada Syebna, yang menjadi pengawas istana itu, ”Apa kepentinganmu di sini, dan dengan siapa engkau berkepentingan, sehingga engkau menggali kuburan bagimu di sini?” Di tempat yang tinggi ia menggali kuburannya; di tebing batu ia memahat tempat kediaman bagi dirinya.’”​—Yesaya 22:15, 16.

      17 Syebna adalah ’pengurus istana’, mungkin pengawas istana Raja Hizkia. Dengan demikian, posisinya sangat berpengaruh, yaitu orang kedua setelah raja. Dia mempunyai banyak tanggung jawab. (1 Korintus 4:2) Namun, sewaktu ia harus mengutamakan kepentingan bangsa, Syebna malah mengejar kemuliaan bagi dirinya. Ia membangun makam yang mewah bagi dirinya—seperti milik seorang raja—dipahat di tebing batu. Sewaktu melihat hal ini, Yehuwa mengilhami Yesaya untuk memperingatkan pengurus yang tidak setia ini, ”Lihat! Yehuwa mencampakkan engkau ke bawah dengan keras, hai, laki-laki, dan memegangmu dengan kuat. Ia pasti akan membungkusmu rapat-rapat, menjadi seperti bola untuk tanah yang luas. Di sana engkau akan mati, dan di sana kereta-kereta kemuliaanmu akan menjadi kehinaan bagi keluarga tuanmu. Aku akan mengusirmu dari kedudukanmu; dan dari kedudukanmu yang resmi orang akan meruntuhkan engkau.” (Yesaya 22:17-19) Karena berfokus pada diri sendiri, Syebna bahkan tidak akan mendapat makam untuk orang kebanyakan di Yerusalem. Sebaliknya, ia akan dilemparkan seperti sebuah bola, untuk mati di negeri yang jauh. Ini menjadi peringatan bagi semua orang yang menerima wewenang di kalangan umat Allah. Penyalahgunaan kekuasaan akan mengakibatkan ia kehilangan wewenang dan mungkin diusir.

      18. Siapakah pengganti Syebna, dan apa artinya orang ini akan menerima pakaian resmi seorang pengurus dan kunci rumah Daud?

      18 Namun, bagaimana caranya Syebna diturunkan dari kedudukannya? Melalui Yesaya, Yehuwa menjelaskan, ”Pasti terjadi pada hari itu bahwa aku akan memanggil hambaku, yaitu Eliakim putra Hilkia. Aku akan mengenakan jubahmu padanya, dan sabukmu akan kuikatkan dengan kuat padanya, dan kekuasaanmu akan kuserahkan ke tangannya; dan ia akan menjadi bapak bagi penduduk Yerusalem dan bagi keturunan Yehuda. Aku akan menaruh kunci rumah Daud di atas bahunya, dan ia pasti akan membuka tanpa ada yang dapat menutup, dan ia akan menutup tanpa ada yang dapat membuka.” (Yesaya 22:20-22) Sebagai pengganti Syebna, Eliakim akan diberi pakaian resmi seorang pengurus beserta kunci rumah Daud. Alkitab menggunakan istilah ”kunci” untuk melambangkan wewenang, pemerintahan, atau kekuasaan. (Bandingkan Matius 16:19.) Pada zaman dahulu, seorang penasihat raja, yang dipercayai untuk memegang kunci, mungkin secara umum mengawasi semua ruangan istana, bahkan menentukan orang-orang yang boleh melayani raja. (Bandingkan Penyingkapan 3:7, 8.) Jadi, jabatan pengurus sangatlah penting, dan orang yang menduduki jabatan tersebut mempunyai banyak tanggung jawab. (Lukas 12:48) Syebna mungkin saja cakap, namun ia tidak setia, maka Yehuwa akan menggantinya dengan orang lain.

      Dua Pasak Simbolis

      19, 20. (a) Bagaimana Eliakim terbukti menjadi berkat bagi bangsanya? (b) Apa yang akan terjadi atas orang-orang yang terus berharap kepada Syebna?

      19 Akhirnya, Yehuwa menggunakan bahasa lambang untuk menggambarkan pengalihan kekuasaan dari Syebna kepada Eliakim. Ia mengatakan, ”’Aku akan menancapkan dia [Eliakim] seperti pasak di tempat yang bertahan lama, dan ia akan menjadi seperti takhta kemuliaan bagi keluarga bapaknya. Dan mereka akan menggantungkan padanya semua kemuliaan keluarga bapaknya, keturunan dan cabang, semua bejana jenis kecil, bejana-bejana jenis mangkuk maupun semua bejana berbentuk tempayan yang besar. Pada hari itu,’ demikian ucapan Yehuwa yang berbala tentara, ’pasak [Syebna] yang ditancapkan di tempat yang bertahan lama akan disingkirkan, dan itu pasti akan dipotong dan jatuh, dan beban yang ada di atasnya akan dimusnahkan, karena Yehuwa-lah yang telah mengatakannya.’”​—Yesaya 22:23-25.

      20 Dalam ayat-ayat itu, pasak yang pertama adalah Eliakim. Ia akan menjadi ”takhta kemuliaan” bagi keluarga bapaknya, Hilkia. Tidak seperti Syebna, ia tidak akan mempermalukan keluarga maupun reputasi bapaknya. Eliakim akan menjadi pendukung yang gigih bagi bejana-bejana rumah tangga, yakni orang-orang yang melayani raja. (2 Timotius 2:20, 21) Sebagai kontras, pasak yang kedua memaksudkan Syebna. Sekalipun ia tampak tak tergoyahkan, ia akan diturunkan. Siapa pun yang terus berharap kepadanya akan jatuh.

      21. Pada zaman modern, siapa yang diganti seperti Syebna, mengapa, dan oleh siapa?

      21 Pengalaman Syebna mengingatkan kita bahwa di antara orang-orang yang mengaku menyembah Allah, orang-orang yang menerima hak istimewa dinas harus menggunakannya untuk melayani orang lain dan untuk mendatangkan kepujian bagi Yehuwa. Mereka tidak boleh menyalahgunakan kedudukan mereka untuk memperkaya diri atau untuk menonjolkan diri. Misalnya, Susunan Kristen sudah lama mengangkat dirinya menjadi pengurus yang terlantik, wakil Yesus Kristus di bumi. Akan tetapi, sebagaimana Syebna mendatangkan kehinaan atas bapaknya dengan mencari kemuliaan bagi dirinya, para pemimpin Susunan Kristen telah mendatangkan kehinaan atas sang Pencipta dengan menghimpun kekayaan dan kekuasaan bagi diri sendiri. Maka, pada waktu penghakiman ”dimulai dengan rumah Allah” pada tahun 1918, Yehuwa menyingkirkan Susunan Kristen. Pengurus lain diperkenalkan—”pengurus yang setia, yang bijaksana”—dan diangkat untuk mengawasi rumah tangga Yesus di bumi. (1 Petrus 4:17; Lukas 12:42-44) Kelompok ini telah membuktikan diri layak untuk memikul tanggung jawab memegang ”kunci” kerajaan dari rumah Daud. Sebagai ”pasak” yang dapat dipercaya, dia sudah terbukti menjadi pendukung yang andal bagi berbagai ”bejana”, yaitu orang-orang Kristen terurap dengan beragam tanggung jawab yang mengandalkannya untuk mendapat makanan rohani. ”Domba-domba lain” juga seperti ’penduduk asing yang tinggal dalam gerbang’ Yerusalem kuno, bergantung pada ”pasak” ini, Eliakim zaman modern.​—Yohanes 10:16; Ulangan 5:14.

      22. (a) Mengapa penggantian Syebna sebagai pengurus itu tepat waktu? (b) Pada zaman modern, mengapa pengangkatan ”pengurus yang setia, yang bijaksana” itu tepat waktu?

      22 Eliakim menggantikan Syebna ketika Sanherib dan gerombolannya mengancam Yerusalem. Demikian juga, ”pengurus yang setia, yang bijaksana” telah diangkat untuk melayani selama zaman akhir, yang akan berakhir ketika Setan dan pasukannya bergerak untuk mengadakan serangan terakhir terhadap ”Israel milik Allah” dan rekan-rekan mereka, domba-domba lain. (Galatia 6:16) Sebagaimana pada zaman Hizkia, serangan itu akan berakhir dengan kehancuran musuh-musuh keadilbenaran. Orang-orang yang bertopang pada ”pasak di tempat yang bertahan lama”, yaitu pengurus yang setia, akan selamat, sebagaimana penduduk Yerusalem yang setia selamat dari serangan Asiria terhadap Yehuda. Sangatlah bijaksana untuk tidak berpaut pada ”pasak” Susunan Kristen yang sudah direndahkan!

      23. Apa yang akhirnya terjadi atas Syebna, dan apa yang dapat kita pelajari dari hal ini?

      23 Apa yang terjadi dengan Syebna? Tidak ada catatan tentang bagaimana nubuat di Yesaya 22:18 digenapi. Ketika ia meninggikan dirinya dan kemudian dipermalukan, ia seperti Susunan Kristen, tetapi ia mungkin belajar dari disiplin yang diterimanya. Dalam hal ini, ia sangat berbeda dari Susunan Kristen. Ketika Rabsyake dari Asiria menuntut agar Yerusalem menyerah, pengurus baru Hizkia, Eliakim, memimpin delegasi yang keluar untuk menemuinya. Namun, sebagai sekretaris raja, Syebna mendampingi dia. Jelaslah bahwa Syebna masih melayani raja. (Yesaya 36:2, 22) Benar-benar suatu pelajaran bagus bagi orang-orang yang kehilangan kedudukannya dalam dinas di organisasi Allah! Daripada menjadi getir dan mendendam, mereka hendaknya terus melayani Yehuwa dalam kapasitas apa pun yang Ia izinkan. (Ibrani 12:6) Dengan demikian, mereka akan terhindar dari malapetaka yang akan menimpa Susunan Kristen. Mereka akan menikmati perkenan dan berkat Allah untuk selama-lamanya.

      [Catatan Kaki]

      a Pada tahun 66 M, banyak orang Yahudi bersukaria ketika bala tentara Romawi yang mengepung Yerusalem ditarik mundur.

      b Menurut Yosefus, sejarawan abad pertama, pada tahun 70 M, kelaparan di Yerusalem sangatlah parah sehingga orang-orang memakan kulit binatang, rumput, dan jerami. Pernah dilaporkan, seorang ibu memanggang dan memakan putranya sendiri.

      c ”Penyekat Yehuda” dapat juga memaksudkan hal-hal lain yang melindungi kota itu, seperti benteng tempat penyimpanan senjata dan bermarkasnya tentara.

      [Gambar di hlm. 231]

      Ketika Zedekia melarikan diri, ia ditangkap dan dibutakan

      [Gambar di hlm. 232, 233]

      Prospek suram bagi orang Yehuda yang terjebak di Yerusalem

      [Gambar di hlm. 239]

      Eliakim dijadikan ”pasak di tempat yang bertahan lama” oleh Hizkia

      [Gambar di hlm. 241]

      Seperti Syebna, banyak pemimpin Susunan Kristen mendatangkan kehinaan atas sang Pencipta karena menghimpun kekayaan

      [Gambar di hlm. 242]

      Pada zaman modern, golongan pengurus yang setia telah diangkat untuk mengawasi rumah tangga Yesus

  • Yehuwa Mematahkan Kesombongan Tirus
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Sembilan Belas

      Yehuwa Mematahkan Kesombongan Tirus

      Yesaya 23:1-18

      1, 2. (a) Seperti apakah kota Tirus kuno itu? (b) Apa yang Yesaya nubuatkan bagi Tirus?

      ’KEINDAHANNYA sempurna’ dan ia mempunyai ”segala macam harta” dengan berlimpah. (Yehezkiel 27:4, 12, Terjemahan Baru) Armada kapalnya yang besar mengarungi lautan sampai ke tempat-tempat yang jauh. Ia menjadi ”sangat mulia di jantung laut lepas”, dan dengan ’barangnya yang bernilai’, ia ”membuat raja-raja di bumi menjadi kaya”. (Yehezkiel 27:25, 33) Pada abad ketujuh SM, demikianlah reputasi Tirus—sebuah kota di Fenisia di ujung timur Laut Tengah.

      2 Akan tetapi, kehancuran Tirus sudah di ambang pintu. Sekitar 100 tahun sebelum Yehezkiel memberikan gambaran tentang Tirus, nabi Yesaya telah menubuatkan kejatuhan kubu pertahanan Fenisia itu dan duka cita yang akan dialami mereka yang mengandalkan dia. Yesaya juga bernubuat bahwa beberapa waktu setelah itu, Allah akan mengarahkan perhatian-Nya kepada kota tersebut, dengan memberikan kemakmuran lagi kepadanya. Bagaimana kata-kata sang nabi tergenap? Dan, apa yang dapat kita pelajari dari semua hal yang menimpa Tirus? Jika kita memahami dengan jelas apa yang menimpanya dan mengapa hal-hal seperti itu terjadi, iman kita kepada Yehuwa dan janji-janji-Nya akan dikuatkan.

      ”Menangislah Meraung-raung, hai, Kapal-Kapal Tarsyis!”

      3, 4. (a) Di manakah Tarsyis, dan apa hubungan antara Tirus dan Tarsyis? (b) Mengapa para pelaut yang berdagang dengan Tarsyis akan mempunyai alasan untuk ’menangis meraung-raung’?

      3 Di bawah judul ”Maklumat tentang Tirus”, Yesaya berseru, ”Menangislah meraung-raung, hai, kapal-kapal Tarsyis! karena ia telah dijarah sehingga tidak lagi menjadi pelabuhan, tidak lagi menjadi tempat untuk masuk.” (Yesaya 23:1a) Ada yang berpendapat bahwa Tarsyis adalah bagian dari Spanyol, jauh dari Tirus yang terletak di bagian timur Laut Tengah.a Namun, orang Fenisia adalah pelaut ulung, dan kapal mereka besar-besar serta laik laut. Beberapa sejarawan berpendapat bahwa orang Fenisia-lah yang pertama-tama memperhatikan adanya kaitan antara bulan dan pasang-surut air laut serta menggunakan astronomi untuk membantu navigasi. Jadi, jarak yang jauh antara Tirus dan Tarsyis bukanlah halangan bagi mereka.

      4 Pada zaman Yesaya, Tarsyis yang jauh itu adalah pasar bagi Tirus, mungkin merupakan sumber utama kekayaannya selama suatu waktu dalam sejarah Tirus. Spanyol memiliki tambang-tambang yang kaya dengan persediaan perak, besi, timah putih, dan logam-logam lain. (Bandingkan Yeremia 10:9; Yehezkiel 27:12.) ”Kapal-kapal Tarsyis”, yang mungkin adalah kapal-kapal dari Tirus yang berdagang dengan Tarsyis, akan mempunyai alasan yang kuat untuk ’menangis meraung-raung’, meratapi kehancuran pangkalan kapal mereka.

      5. Di mana para pelaut yang datang dari Tarsyis akan mengetahui kejatuhan Tirus?

      5 Bagaimana para pelaut yang sedang berlayar itu mengetahui kejatuhan Tirus? Yesaya menjawab, ”Dari tanah Kitim hal itu telah disingkapkan kepada mereka.” (Yesaya 23:1b) ”Tanah Kitim” agaknya memaksudkan Pulau Siprus, kira-kira 100 kilometer di sebelah barat pesisir Fenisia. Pulau ini adalah persinggahan terakhir bagi kapal-kapal yang berlayar ke arah timur dari Tarsyis sebelum berlabuh di Tirus. Jadi, para pelaut itu akan menerima kabar tentang runtuhnya pangkalan kapal mereka yang tercinta itu pada waktu mereka singgah di Siprus. Mereka pasti sangat terkejut! Karena dirundung duka cita, mereka akan ’menangis meraung-raung’ dengan penuh kecemasan.

      6. Gambarkan hubungan antara Tirus dan Sidon.

      6 Orang-orang di pesisir Fenisia pun akan merasa cemas. Sang nabi berkata, ”Diamlah, hai, penduduk daerah pesisir. Para saudagar dari Sidon, mereka yang menyeberangi laut—mereka telah memenuhimu. Melalui air yang banyak, benih Syihor dibawa, panenan Nil, pendapatannya; dan itu menjadi keuntungan bagi bangsa-bangsa.” (Yesaya 23:2, 3) ”Penduduk daerah pesisir”—para tetangga Tirus—akan terdiam karena sangat terkejut akan kejatuhan Tirus yang mendatangkan malapetaka. Siapakah ”para saudagar dari Sidon” yang ’telah memenuhi’ atau membuat kaya penduduk daerah itu? Pada mulanya, Tirus adalah koloni kota pelabuhan Sidon, yang hanya 35 kilometer di sebelah utaranya. Pada uang-uang logamnya, Sidon menggambarkan dirinya sebagai ibu Tirus. Meskipun dalam hal kekayaan, Tirus telah mengungguli Sidon, Tirus tetap merupakan ’anak Sidon’, dan penduduknya masih menyebut diri orang Sidon. (Yesaya 23:12) Jadi, kata-kata ”para saudagar dari Sidon” mungkin memaksudkan penduduk Tirus yang suka berdagang.

      7. Bagaimana para saudagar Sidon membagikan kekayaan?

      7 Karena berkecimpung dalam dunia perdagangan, para saudagar Sidon yang kaya itu bolak-balik mengarungi Laut Tengah. Ke banyak tempat, mereka membawa benih atau biji-bijian dari Syihor, cabang Sungai Nil yang paling timur di delta Mesir. (Bandingkan Yeremia 2:18.) ”Panenan Nil” juga mencakup hasil bumi lain dari Mesir. Dengan memperdagangkan dan mempertukarkan barang-barang itu, para saudagar yang sering berlayar ini mendapat keuntungan besar, demikian pula bangsa-bangsa yang mengadakan bisnis dengan mereka. Para pedagang Sidon itu memperkaya Tirus. Tentu saja, mereka akan berduka cita atas kehancurannya!

      8. Apa dampak kehancuran Tirus atas Sidon?

      8 Selanjutnya, Yesaya berbicara kepada Sidon, demikian, ”Kau harus malu, hai, Sidon; oleh karena laut, hai, engkau benteng laut, yang mengatakan, ’Aku tidak pernah merasakan sakit bersalin, dan aku tidak pernah melahirkan, ataupun membesarkan orang-orang muda, mengasuh perawan-perawan.’” (Yesaya 23:4) Setelah kehancuran Tirus, garis pantai tempat kota itu sebelumnya berdiri akan tampak tandus dan telantar. Laut akan terlihat menangis karena sangat sedih, bagaikan ibu yang begitu putus asa karena kehilangan anak-anaknya sehingga ia tidak mengakui bahwa ia pernah melahirkan mereka. Sidon akan merasa malu sehubungan dengan apa yang terjadi pada anaknya.

      9. Duka cita yang dialami orang-orang setelah kejatuhan Tirus dapat disamakan dengan kengerian setelah peristiwa-peristiwa lain apa?

      9 Ya, berita tentang kehancuran Tirus akan mengakibatkan duka cita di mana-mana. Yesaya mengatakan, ”Sama seperti ketika orang mendengar laporan tentang Mesir, demikian pula orang akan merasakan kesakitan yang hebat mendengar laporan mengenai Tirus.” (Yesaya 23:5) Kepedihan orang-orang yang berkabung itu dapat disamakan dengan kepedihan akibat laporan tentang Mesir. Laporan mana yang sang nabi maksudkan? Mungkin penggenapan atas ”maklumat terhadap Mesir” yang ia sampaikan sebelumnya.b (Yesaya 19:1-25) Atau, mungkin sang nabi memaksudkan laporan tentang kebinasaan bala tentara Firaun pada zaman Musa, yang mendatangkan kengerian di mana-mana. (Keluaran 15:4, 5, 14-16; Yosua 2:9-11) Bagaimanapun, mereka yang mendengar laporan tentang kehancuran Tirus akan merasakan kepedihan yang hebat. Mereka diimbau untuk melarikan diri ke Tarsyis yang jauh guna mendapatkan perlindungan dan mereka diperintahkan untuk mengungkapkan duka cita dengan nyaring, ”Menyeberanglah ke Tarsyis; menangislah meraung-raung, hai, penduduk daerah pesisir.”​—Yesaya 23:6.

      Bersukaria ”Sejak Purbakala”

      10-12. Gambarkan kekayaan, usia, dan pengaruh kota Tirus.

      10 Tirus adalah kota yang sudah ada sejak zaman dahulu; kita diingatkan akan hal ini oleh Yesaya ketika ia bertanya, ”Inikah kotamu yang selalu bersukaria sejak masa lampau, sejak purbakala?” (Yesaya 23:7a) Menurut sejarah, Tirus sudah makmur setidaknya sejak zaman Yosua. (Yosua 19:29) Seraya tahun-tahun berlalu, Tirus terkenal sebagai penghasil barang-barang logam, perabotan kaca, dan bahan pewarna ungu. Jubah dari kain ungu buatan Tirus sangat tinggi harganya, dan kain yang mahal buatan Tirus diburu para bangsawan. (Bandingkan Yehezkiel 27:7, 24.) Tirus juga merupakan pusat perdagangan bagi kafilah-kafilah dan juga depot ekspor-impor yang besar.

      11 Kota itu juga kuat secara militer. L. Sprague de Camp menulis, ”Meskipun tidak secara khusus menyukai peperangan—mereka pedagang, bukan prajurit—orang Fenisia membela kota-kota mereka dengan keberanian dan kegigihan yang fanatik. Sifat-sifat ini, disertai keperkasaan angkatan laut mereka, membuat orang Tirus dapat bertahan terhadap pasukan Asiria, yang terkuat pada waktu itu.”

      12 Ya, Tirus disegani di kawasan Laut Tengah. ”Kakinya biasa membawanya ke tempat yang jauh untuk berdiam di sana sebagai orang asing.” (Yesaya 23:7b) Orang Fenisia bepergian ke tempat-tempat yang jauh, mendirikan pos-pos perdagangan dan tempat-tempat persinggahan, yang kadang-kadang berkembang menjadi koloni. Sebagai contoh, Kartago di pesisir utara Afrika adalah salah satu koloni Tirus. Akhirnya, dalam hal pengaruh, Kartago mengungguli Tirus dan menyaingi Roma di kawasan Laut Tengah.

      Kesombongannya Akan Dipatahkan

      13. Mengapa diajukan pertanyaan mengenai siapa yang berani menyatakan penghukuman atas Tirus?

      13 Mengingat bahwa Tirus kaya dan sudah ada sejak zaman dahulu, pertanyaan berikut cocok, ”Siapakah yang memutuskan hal ini terhadap Tirus, yang membagikan mahkota-mahkota, yang para saudagarnya adalah pembesar-pembesar, yang para pedagangnya adalah orang-orang yang terhormat di bumi?” (Yesaya 23:8) Siapa yang berani berbicara melawan kota yang telah mengangkat orang-orang yang berkuasa untuk menduduki jabatan tinggi di koloni-koloninya dan di tempat-tempat lain—dengan demikian ”membagikan mahkota-mahkota”? Siapa yang berani berbicara melawan kota metropolitan yang saudagarnya adalah pembesar-pembesar dan yang pedagangnya adalah orang-orang yang terhormat? Maurice Chehab, mantan direktur bagian kepurbakalaan di Museum Nasional Beirut, Lebanon, mengatakan, ”Dari abad kesembilan sampai keenam SM, Tirus menduduki posisi penting seperti halnya London pada permulaan abad kedua puluh.” Jadi, siapa yang berani berbicara melawan kota itu?

      14. Siapa yang menyatakan penghukuman atas Tirus, dan mengapa?

      14 Jawaban yang terilham akan membuat Tirus merasa ngeri. Yesaya mengatakan, ”Yehuwa yang berbala tentaralah yang telah memutuskan hal ini, untuk menodai kesombongan dari semua keindahan, untuk memperlakukan dengan hina semua orang yang terhormat di bumi.” (Yesaya 23:9) Mengapa Yehuwa menyatakan penghukuman atas kota kuno yang kaya itu? Apakah karena penduduknya menyembah dewa palsu Baal? Apakah karena ada kaitan antara Tirus dengan Izebel—putri Raja Etbaal dari Sidon dan Tirus—yang menikah dengan Raja Ahab dari Israel dan membantai nabi-nabi Yehuwa? (1 Raja 16:29, 31; 18:4, 13, 19) Jawaban untuk kedua pertanyaan itu adalah tidak. Tirus akan dihukum karena kesombongannya—ia telah menggemukkan diri dengan mengorbankan bangsa-bangsa lain, termasuk bangsa Israel. Pada abad kesembilan SM, melalui nabi Yoel, Yehuwa berfirman kepada Tirus dan kota-kota lainnya, ”Putra-putra Yehuda dan putra-putra Yerusalem telah kamu jual kepada putra-putra orang Yunani, dengan maksud menyingkirkan mereka jauh dari daerah mereka sendiri.” (Yoel 3:6) Dapatkah Allah mengabaikan Tirus yang memperlakukan umat perjanjian-Nya sebagai barang dagangan belaka?

      15. Bagaimana tanggapan Tirus sewaktu Yerusalem jatuh ke tangan Nebukhadnezar?

      15 Berlalunya waktu seratus tahun tidak akan mengubah Tirus. Pada waktu bala tentara Raja Nebukhadnezar dari Babilon menghancurkan Yerusalem pada tahun 607 SM, Tirus akan bersukaria, ”Ha! Ia [Yerusalem], pintu bangsa-bangsa, telah dipecahkan! Segalanya pasti akan beralih kepadaku. Aku akan menjadi penuh—ia telah dihancurkan.” (Yehezkiel 26:2) Tirus akan bergembira, mengharapkan keuntungan dari kebinasaan Yerusalem. Karena ibu kota Yehuda tidak lagi menjadi saingannya, Tirus berharap dapat lebih menguasai perdagangan. Yehuwa akan memperlakukan dengan hina orang-orang yang mengaku sebagai ”orang yang terhormat”, yang dengan sombong berpihak kepada musuh-musuh umat-Nya.

      16, 17. Sewaktu Tirus jatuh, apa yang terjadi dengan penduduknya? (Lihat catatan kaki.)

      16 Yesaya melanjutkan vonis Yehuwa atas Tirus, ”Lintasilah negerimu seperti Sungai Nil, hai, putri Tarsyis. Tidak ada lagi galangan kapal. Tangannya ia rentangkan ke atas laut; ia menyebabkan kerajaan-kerajaan berguncang. Yehuwa memberikan perintah menentang Fenisia, agar benteng-bentengnya dimusnahkan. Dan ia berfirman, ’Engkau tidak boleh lagi bersukaria, hai, orang yang tertindas, anak dara Sidon. Bangkitlah, menyeberanglah ke Kitim. Bahkan di sana tidak ada ketenangan bagimu.’”​—Yesaya 23:10-12.

      17 Mengapa Tirus disebut ”putri Tarsyis”? Mungkin karena setelah Tirus dikalahkan, Tarsyis akan menjadi lebih kuat daripada Tirus.c Penduduk kota Tirus yang telah runtuh akan terpencar seperti sungai yang banjir, yang tepi-tepinya bobol dan airnya meluap ke seluruh dataran di sekitarnya. Berita Yesaya untuk ”putri Tarsyis” menandaskan bahwa apa yang akan menimpa Tirus sangatlah parah. Yehuwa sendiri merentangkan tangan-Nya dan memberikan perintah. Tidak ada yang dapat mengubah hasil akhirnya.

      18. Mengapa Tirus disebut ”anak dara Sidon”, dan bagaimana keadaannya akan berubah?

      18 Yesaya juga menyebut Tirus sebagai ”anak dara Sidon”, yang menunjukkan bahwa Tirus belum pernah diduduki atau dijarah oleh penakluk asing dan tidak pernah ditundukkan. (Bandingkan 2 Raja 19:21; Yesaya 47:1; Yeremia 46:11.) Tetapi, ia sekarang akan dimusnahkan, dan seperti pengungsi, sebagian penduduknya akan menyeberang ke koloni Fenisia di Kitim. Meskipun demikian, karena telah kehilangan kekuatan ekonomi, mereka tidak akan menemukan ketenangan di sana.

      Orang Khaldea Akan Menjarahnya

      19, 20. Siapa yang dinubuatkan akan menaklukkan Tirus, dan bagaimana nubuat itu digenapi?

      19 Kekuatan politik mana yang akan melaksanakan penghakiman Yehuwa atas Tirus? Yesaya berseru, ”Lihat! Negeri orang Khaldea. Inilah bangsa itu—Asiria ternyata bukan bangsa itu—mereka mendirikan itu bagi para penghuni gurun. Mereka telah mendirikan menara pengepungan; mereka telah melucuti habis menara-menara tempat tinggalnya; seseorang telah menjadikannya keping-keping puing. Menangislah meraung-raung, hai, kapal-kapal Tarsyis, karena bentengmu telah dijarah.” (Yesaya 23:13, 14) Orang Khaldea—bukan orang Asiria—akan menaklukkan Tirus. Mereka akan mendirikan menara-menara pengepungan, meratakan tempat-tempat tinggal di Tirus, dan membuat kubu pertahanan bagi kapal-kapal Tarsyis itu menjadi tumpukan puing.

      20 Sesuai dengan nubuat itu, tidak lama setelah kejatuhan Yerusalem, Tirus memberontak terhadap Babilon, dan Nebukhadnezar mengepung kota itu. Karena mengira bahwa dirinya tak terkalahkan, Tirus mengadakan perlawanan. Selama pengepungan itu, kepala para prajurit Babilon ”menjadi botak” karena bergesekan dengan ketopong mereka dan bahu mereka ”tergosok sampai lecet” karena memikul bahan-bahan yang digunakan untuk membangun kubu pengepungan. (Yehezkiel 29:18) Bagi Nebukhadnezar, pengepungan ini mahal. Kota Tirus di daratan telah dihancurkan, tetapi jarahannya gagal ia dapatkan. Sebagian besar harta Tirus telah dipindahkan ke sebuah pulau kecil yang berjarak kira-kira 800 meter dari pantai. Karena tidak mempunyai armada kapal, raja Khaldea tidak dapat menaklukkan pulau itu. Setelah 13 tahun, Tirus pun menyerah, tetapi dia akan tetap hidup dan melihat penggenapan nubuat-nubuat selanjutnya.

      ”Ia Akan Kembali kepada Keadaannya sebagai Orang Upahan”

      21. Dengan cara bagaimana Tirus ”dilupakan”, dan untuk berapa lama?

      21 Selanjutnya, Yesaya bernubuat, ”Pasti terjadi pada hari itu bahwa Tirus akan dilupakan selama tujuh puluh tahun, sama seperti umur seorang raja.” (Yesaya 23:15a) Setelah kota Tirus di daratan dihancurkan oleh orang Babilon, kota-pulau Tirus akan ”dilupakan”. Sesuai dengan nubuat itu, selama masa pemerintahan ”seorang raja”—Imperium Babilonia—kota-pulau Tirus tidak akan menjadi kekuatan finansial yang penting. Melalui Yeremia, Yehuwa menyatakan bahwa Tirus termasuk di antara bangsa-bangsa yang disisihkan untuk meminum anggur kemurkaan-Nya. Ia mengatakan, ”Bangsa-bangsa ini harus melayani raja Babilon selama tujuh puluh tahun.” (Yeremia 25:8-17, 22, 27) Memang, kota-pulau Tirus tidak berada di bawah kekuasaan Babilon selama 70 tahun penuh, karena Imperium Babilonia jatuh pada tahun 539 SM. Tentu, ke-70 tahun itu menunjukkan periode kejayaan Babilonia—sewaktu dinasti Babilon membual telah mengangkat takhtanya bahkan di atas ”bintang-bintang Allah”. (Yesaya 14:13) Berbagai bangsa telah didominasi oleh kerajaan itu pada waktu yang berbeda-beda. Tetapi, pada akhir 70 tahun tersebut, dominasi itu akan runtuh. Lalu, bagaimana nasib Tirus?

      22, 23. Apa yang akan terjadi atas Tirus sewaktu ia tidak lagi dikuasai Babilon?

      22 Yesaya melanjutkan, ”Pada akhir dari tujuh puluh tahun itu, apa yang akan terjadi atas Tirus adalah seperti dalam nyanyian seorang pelacur, ’Ambillah harpa, kelilingilah kota, hai, pelacur yang dilupakan. Mainkanlah alat-alat musik bersenar dengan sebaik-baiknya; nyanyikanlah banyak nyanyian, supaya engkau diingat.’ Pasti terjadi pada akhir tujuh puluh tahun bahwa Yehuwa akan memalingkan perhatiannya kepada Tirus, dan ia akan kembali kepada keadaannya sebagai orang upahan dan melakukan pelacuran dengan semua kerajaan di bumi di atas permukaan tanah.”​—Yesaya 23:15b-17.

      23 Setelah kejatuhan Babilon pada tahun 539 SM, Fenisia menjadi salah satu distrik di Imperium Media-Persia. Raja Persia, Kores Agung, adalah penguasa yang toleran. Di bawah pemerintahan baru itu, Tirus akan memulai lagi kegiatan yang ia lakukan dahulu dan berupaya keras untuk kembali diakui sebagai pusat perdagangan dunia—persis seperti seorang pelacur yang telah dilupakan dan telah kehilangan kliennya berupaya menarik klien-klien baru dengan pergi berkeliling kota, sambil memainkan harpanya dan melantunkan nyanyian-nyanyiannya. Apakah Tirus akan meraih sukses? Ya, Yehuwa akan memberinya kesuksesan. Akhirnya, kota-pulau itu akan menjadi begitu makmur sehingga menjelang akhir abad keenam SM, nabi Zakharia akan berkata, ”Tirus membangun kubu, dan menimbun perak seperti debu dan emas seperti kubangan di jalan-jalan.”​—Zakharia 9:3.

      ’Keuntungannya Akan Menjadi Sesuatu yang Kudus’

      24, 25. (a) Bagaimana keuntungan Tirus menjadi sesuatu yang kudus bagi Yehuwa? (b) Walaupun Tirus membantu umat Allah, nubuat apa yang Allah ilhamkan sehubungan dengan Tirus?

      24 Kata-kata nubuat berikut ini benar-benar luar biasa! ”Keuntungan dan upahnya akan menjadi sesuatu yang kudus bagi Yehuwa. Itu tidak akan disimpan, ataupun ditimbun, karena upahnya adalah untuk mereka yang tinggal di hadapan Yehuwa, agar mereka makan sampai kenyang dan mempunyai baju yang bagus.” (Yesaya 23:18) Bagaimana keuntungan materi Tirus bisa menjadi sesuatu yang kudus? Yehuwa mengatur keadaan sehingga harta itu digunakan sesuai dengan kehendak-Nya—agar umat-Nya dapat makan sampai kenyang dan mempunyai pakaian. Hal itu terjadi setelah orang Israel kembali dari pembuangan di Babilon. Orang Tirus membantu mereka dengan menyediakan kayu-kayu aras untuk membangun kembali bait. Mereka juga kembali membuka hubungan dagang dengan kota Yerusalem.​—Ezra 3:7; Nehemia 13:16.

      25 Meskipun demikian, Yehuwa mengilhamkan maklumat lain terhadap Tirus. Zakharia bernubuat tentang kota-pulau yang sekarang sudah kaya itu, ”Lihat! Yehuwa akan merampas miliknya, dan ia pasti akan memukul kalah pasukan militernya ke dalam laut; dan dia akan dilalap api.” (Zakharia 9:4) Ini digenapi pada bulan Juli 332 SM ketika Aleksander Agung menghancurleburkan ratu laut yang sombong itu.

      Hindarilah Materialisme dan Kesombongan

      26. Mengapa Allah menghukum Tirus?

      26 Yehuwa menghukum Tirus karena kesombongannya, salah satu sifat yang Dia pandang hina. ”Mata sombong” tercantum di urutan pertama di antara tujuh hal yang Yehuwa benci. (Amsal 6:16-19) Paulus mengaitkan kesombongan dengan Setan si Iblis, dan gambaran Yehezkiel tentang Tirus yang sombong mengandung elemen-elemen yang menggambarkan Setan sendiri. (Yehezkiel 28:13-15; 1 Timotius 3:6) Mengapa Tirus sombong? Yehezkiel, ketika berbicara kepada Tirus, mengatakan, ”Hatimu mulai menjadi angkuh karena kekayaanmu.” (Yehezkiel 28:5) Kota itu semata-mata untuk perdagangan dan pengumpulan uang. Sukses Tirus dalam hal ini telah membuatnya angkuh tiada tara. Melalui Yehezkiel, Yehuwa mengatakan kepada ”pemimpin Tirus”, ”Hatimu telah menjadi angkuh, dan engkau terus berkata, ’Aku adalah allah. Aku duduk di kursi allah.’”​—Yehezkiel 28:2.

      27, 28. Ke dalam perangkap apa manusia dapat jatuh, dan bagaimana Yesus menggambarkan hal ini?

      27 Bangsa-bangsa dapat takluk kepada kesombongan dan pandangan yang salah akan kekayaan—demikian pula pribadi-pribadi. Yesus memberikan parabel (perumpamaan) yang memperlihatkan betapa halus jerat ini. Ia berbicara tentang orang kaya yang tanahnya sangat produktif. Karena merasa sangat senang, orang ini berencana untuk membangun gudang-gudang yang lebih besar guna menyimpan hasil buminya dan dengan bahagia berharap untuk hidup nyaman selama waktu yang panjang. Tetapi hal itu tidak menjadi kenyataan. Allah berfirman kepadanya, ”Orang yang bersikap tidak masuk akal, malam ini mereka menuntut jiwamu darimu. Maka siapa yang akan memiliki perkara-perkara yang engkau timbun?” Ya, orang itu mati, dan kekayaannya sama sekali tidak berguna baginya.​—Lukas 12:16-20.

      28 Yesus mengakhiri parabelnya dengan berkata, ”Demikianlah jadinya dengan orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri tetapi tidak kaya terhadap Allah.” (Lukas 12:21) Menjadi kaya tidaklah salah, dan mempunyai panenan yang berlimpah bukanlah dosa. Kesalahan orang itu adalah bahwa ia mengutamakan hal-hal ini dalam kehidupannya. Ia hanya mengandalkan kekayaannya. Ketika merencanakan masa depannya, ia mengabaikan Allah Yehuwa.

      29, 30. Bagaimana Yakobus memperingatkan kita terhadap sifat mengandalkan diri sendiri?

      29 Yakobus menegaskan kembali pokok itu. Ia mengatakan, ”Hai, kamu yang mengatakan, ’Hari ini atau besok kami akan bepergian ke kota ini dan tinggal di sana selama satu tahun, dan kami akan melakukan bisnis dan menghasilkan keuntungan’, padahal kamu tidak tahu bagaimana hidupmu besok. Sebab kamu adalah kabut yang muncul sebentar dan kemudian lenyap. Sebaliknya, kamu seharusnya mengatakan, ’Jika Yehuwa menghendakinya, kami akan hidup dan juga melakukan ini atau itu.’” (Yakobus 4:13-15) Kemudian, Yakobus memperlihatkan hubungan antara kekayaan dan kesombongan atau kebanggaan sewaktu ia selanjutnya mengatakan, ”Kamu bangga akan bualan-bualanmu yang congkak. Semua kebanggaan demikian adalah fasik.”​—Yakobus 4:16.

      30 Sekali lagi, mengadakan bisnis bukanlah dosa. Yang disebut sebagai dosa adalah kesombongan, keangkuhan, sifat mengandalkan diri sendiri yang dapat timbul karena menimbun kekayaan. Betapa bijaksana pernyataan dalam peribahasa kuno ini, ”Jangan beri aku kemiskinan ataupun kekayaan.” Kemiskinan dapat membuat hidup ini getir. Tetapi kekayaan dapat membuat orang ”menyangkal [Allah] serta berkata, ’Siapakah Yehuwa?’”—Amsal 30:8, 9.

      31. Pertanyaan-pertanyaan apa yang sebaiknya diajukan seorang Kristen kepada dirinya sendiri?

      31 Kita hidup dalam suatu dunia yang kebanyakan orangnya telah takluk kepada ketamakan dan sifat mementingkan diri. Karena semangat komersial begitu meluas, kekayaan dianggap sangat penting. Oleh karena itu, seorang Kristen sebaiknya memeriksa diri untuk memastikan bahwa ia tidak jatuh ke dalam perangkap yang telah menjerat kota perdagangan Tirus. Apakah ia menghabiskan terlalu banyak waktu dan energi untuk mengejar hal-hal materi sehingga ia sebenarnya menjadi budak kekayaan? (Matius 6:24) Apakah ia dengki terhadap orang-orang yang memiliki barang yang lebih banyak atau yang lebih bagus daripadanya? (Galatia 5:26) Jika ia memang kaya, apakah ia dengan sombong merasa bahwa ia sepantasnya mendapat lebih banyak perhatian atau hak-hak istimewa dibandingkan dengan orang lain? (Bandingkan Yakobus 2:1-9.) Jika ia tidak kaya, apakah ia ”bertekad untuk menjadi kaya”, apa pun yang harus ia korbankan? (1 Timotius 6:9) Apakah ia begitu sibuk dengan urusan-urusan bisnis sehingga hanya tersisa sedikit sekali waktu untuk melayani Allah? (2 Timotius 2:4) Apakah ia mati-matian mengejar kekayaan sehingga ia mengabaikan prinsip-prinsip Kristen dalam urusan bisnisnya?​—1 Timotius 6:10.

      32. Apa peringatan yang diberikan Yohanes, dan bagaimana kita dapat menerapkannya?

      32 Bagaimanapun keadaan ekonomi kita, Kerajaan Allah seharusnya selalu ada di tempat pertama dalam kehidupan kita. Penting sekali agar kita tidak pernah melupakan kata-kata rasul Yohanes, ”Jangan mengasihi dunia maupun perkara-perkara yang ada di dunia. Jika seseorang mengasihi dunia, kasih akan Bapak tidak ada dalam dirinya.” (1 Yohanes 2:15) Memang, untuk bertahan hidup, kita harus menggunakan sistem ekonomi dunia ini. (2 Tesalonika 3:10) Jadi, kita ”menggunakan dunia ini”—tetapi kita tidak menggunakannya ”sepenuhnya”. (1 Korintus 7:31) Jika kita terlalu mengasihi perkara-perkara materi—perkara-perkara dalam dunia ini—kita tidak lagi mengasihi Yehuwa. Mengejar ”keinginan daging, keinginan mata, dan pameran sarana kehidupan seseorang”, tidaklah sejalan dengan melakukan kehendak Allah.d Dan, hanya dengan melakukan kehendak Allah-lah kita dapat dibimbing kepada kehidupan abadi.​—1 Yohanes 2:16, 17.

      33. Bagaimana orang Kristen dapat menghindari perangkap yang menjerat Tirus?

      33 Mengutamakan perkara materi di atas perkara lain telah menjadi perangkap yang menjerat Tirus. Ia sukses secara materi, menjadi sangat sombong, dan dihukum karena kesombongannya. Ia menjadi contoh peringatan bagi bangsa-bangsa dan pribadi-pribadi dewasa ini. Jauh lebih baik jika kita mengikuti pengingat yang diberikan rasul Paulus! Ia mendesak orang Kristen agar ”tidak tinggi hati, dan menaruh harapan mereka, bukan pada kekayaan yang tidak pasti, tetapi pada Allah, yang memberikan segala sesuatu dengan limpah kepada kita untuk kesenangan kita”.​—1 Timotius 6:17.

      [Catatan Kaki]

      a Beberapa pakar menyamakan Tarsyis dengan Sardinia, sebuah pulau di Laut Tengah sebelah barat. Sardinia pun jauh dari Tirus.

      b Lihat Pasal 15, halaman 200-207, di buku ini.

      c Selain itu, ”putri Tarsyis” dapat memaksudkan penduduk Tarsyis. Sebuah karya referensi menyatakan, ”Penduduk Tarsyis kini bebas bepergian dan berdagang, sebebas Sungai Nil pada waktu airnya mengalir ke segala arah.” Namun, hal ini tetap menandaskan hebatnya dampak kejatuhan Tirus.

      d ”Pameran” adalah terjemahan dari kata Yunani a·la·zo·niʹa, yang digambarkan sebagai ”kepongahan yang tak berdasar dan tidak saleh, yang mengandalkan kemapanan hal-hal duniawi”.​—The New Thayer’s Greek-English Lexicon.

      [Peta di hlm. 256]

      (Untuk keterangan lengkap, lihat publikasinya)

      EROPA

      SPANYOL (Mungkin lokasi TARSYIS)

      LAUT TENGAH

      SARDINIA

      SIPRUS

      ASIA

      SIDON

      TIRUS

      AFRIKA

      MESIR

      [Gambar di hlm. 250]

      Tirus akan tunduk kepada Babilon, bukan kepada Asiria

      [Gambar di hlm. 256]

      Koin bergambar Melkart, dewa utama Tirus

      [Gambar di hlm. 256]

      Model sebuah kapal Fenisia

  • Yehuwa Adalah Raja
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Dua Puluh

      Yehuwa Adalah Raja

      Yesaya 24:1-23

      1, 2. (a) Siapa yang akan mengalami kemurkaan Yehuwa? (b) Apakah Yehuda akan dibebaskan dari hukuman, dan bagaimana kita dapat mengetahui hal itu?

      BABILON, Filistia, Moab, Siria, Etiopia, Mesir, Edom, Tirus, Asiria—semuanya akan mengalami kemurkaan Yehuwa. Yesaya telah menubuatkan malapetaka yang akan menimpa bangsa-bangsa dan kota-kota yang kejam ini. Namun, bagaimana dengan Yehuda? Apakah penduduk Yehuda akan dibebaskan dari hukuman atas haluan mereka yang berdosa? Catatan sejarah menjawab dengan tegas, tidak!

      2 Coba pikirkan apa yang terjadi dengan Samaria, ibu kota kerajaan Israel sepuluh suku. Bangsa itu tidak memegang perjanjiannya dengan Allah. Mereka tidak menjauhkan diri dari praktek-praktek cabul bangsa-bangsa di sekeliling mereka. Sebaliknya, penduduk Samaria ”terus melakukan hal-hal buruk untuk menyakiti hati Yehuwa . . . Karena itu, Yehuwa sangat berang terhadap Israel, sehingga ia menyingkirkan mereka dari hadapannya”. ”Israel dibawa dari tanahnya sendiri ke pembuangan di Asiria”, ya, mereka disingkirkan dari negeri mereka sendiri. (2 Raja 17:9-12, 16-18, 23; Hosea 4:12-14) Apa yang terjadi dengan Israel merupakan pertanda buruk bagi saudara perempuannya, yaitu kerajaan Yehuda.

      Yesaya Menubuatkan Kehancuran Yehuda

      3. (a) Mengapa Yehuwa meninggalkan kerajaan Yehuda dua suku? (b) Apa yang pasti Yehuwa lakukan?

      3 Ada raja-raja Yehuda yang setia, tetapi kebanyakan dari mereka tidak. Bahkan di bawah pemerintahan raja yang setia, seperti Yotam, bangsa itu tidak sepenuhnya berbalik dari ibadat palsu. (2 Raja 15:32-35) Puncak kefasikan Yehuda terjadi selama pemerintahan Raja Manasye yang haus darah, yang menurut kisah turun-temurun orang Yahudi, membunuh nabi Yesaya yang setia dengan memerintahkan agar ia digergaji. (Bandingkan Ibrani 11:37.) Raja yang sangat jahat ini ”terus membujuk Yehuda dan penduduk Yerusalem untuk berbuat lebih buruk daripada bangsa-bangsa yang telah Yehuwa musnahkan dari hadapan putra-putra Israel”. (2 Tawarikh 33:9) Di bawah kekuasaan Manasye, negeri itu menjadi lebih tercemar daripada sewaktu orang Kanaan menguasainya. Oleh karena itu, Yehuwa mengatakan, ”Lihat, aku akan mendatangkan malapetaka atas Yerusalem dan Yehuda, dan siapa pun yang mendengar tentang hal itu, kedua telinganya akan berdenging. . . . aku akan menghapus bersih Yerusalem sama seperti orang menghapus bersih mangkuk tanpa pegangan, yang dihapus bersih dan dibalikkan. Dan aku sesungguhnya akan meninggalkan sisa milik pusakaku dan menyerahkan mereka ke tangan musuh mereka, dan mereka akan menjadi rampasan dan jarahan semata bagi semua musuh mereka, oleh karena mereka melakukan apa yang buruk di mataku dan terus menyakiti hatiku.”​—2 Raja 21:11-15.

      4. Apa yang akan Yehuwa lakukan terhadap Yehuda, dan bagaimana nubuat ini digenapi?

      4 Seperti mangkuk yang dibalikkan agar seluruh isinya tumpah, demikian pula, negeri ini akan dikosongkan, tidak lagi berpenduduk. Kehancuran Yehuda dan Yerusalem yang mendatang ini kembali menjadi pokok nubuat Yesaya. Ia mulai, ”Lihat! Yehuwa mengosongkan negeri itu dan menelantarkannya, dan ia memutarbalikkan permukaannya dan menyerakkan penduduknya.” (Yesaya 24:1) Nubuat ini digenapi ketika Yerusalem dan baitnya dihancurkan bala tentara Babilon yang menyerbu di bawah perintah Raja Nebukhadnezar dan ketika sebagian besar penduduk Yehuda dibinasakan oleh pedang, kelaparan dan sampar. Kebanyakan orang Yehuda yang masih hidup dibawa sebagai tawanan ke Babilon, dan segelintir orang yang tertinggal melarikan diri ke Mesir. Jadi, negeri Yehuda hancur dan benar-benar kosong. Bahkan tidak ada binatang peliharaan yang tertinggal. Negeri yang ditelantarkan itu menjadi padang belantara dengan puing-puing mengenaskan yang hanya dihuni binatang buas dan burung.

      5. Apakah ada yang akan dibebaskan dari penghukuman Yehuwa? Jelaskan.

      5 Apakah akan ada yang menerima perlakuan istimewa di Yehuda selama penghukuman itu kelak? Yesaya menjawab, ”Keadaannya pasti sama bagi rakyat maupun imam; bagi hamba maupun tuannya; bagi hamba perempuan maupun majikan perempuannya; bagi pembeli maupun penjual; bagi pemberi pinjaman maupun peminjam; bagi orang yang menarik bunga maupun orang yang membayar bunga. Negeri itu pasti akan dikosongkan, dan pasti akan dirampok, karena Yehuwa-lah yang telah mengucapkan firman ini.” (Yesaya 24:2, 3) Kekayaan dan hak istimewa melayani di bait tidak akan ada pengaruhnya. Tidak ada perkecualian. Negeri itu begitu bejat sehingga setiap orang yang masih hidup—imam, pelayan dan majikan, pembeli dan penjual—harus pergi ke pembuangan.

      6. Mengapa Yehuwa menarik kembali berkat-Nya dari negeri itu?

      6 Agar tidak ada kesalahpahaman, Yesaya menggambarkan kedahsyatan malapetaka yang mendatang ini dan menjelaskan alasannya, ”Negeri itu berkabung, memudar. Tanah yang produktif menjadi gersang, memudar. Petinggi-petinggi rakyat negeri itu telah menjadi layu. Negeri itu telah dicemari oleh penduduknya, karena mereka telah melangkahi hukum, mengubah peraturan, mengingkari perjanjian yang berlaku sampai waktu yang tidak tertentu. Itulah sebabnya kutukan telah memakan habis negeri itu, dan mereka yang mendiaminya dianggap bersalah. Itulah sebabnya penduduk negeri itu berkurang jumlahnya, dan sangat sedikit manusia yang berkematian yang masih tersisa.” (Yesaya 24:4-6) Ketika orang Israel menerima tanah Kanaan, mereka mendapati ”negeri yang berlimpah dengan susu dan madu”. (Ulangan 27:3) Sekalipun demikian, mereka terus bergantung pada berkat Yehuwa. Jika mereka dengan setia mematuhi ketetapan dan perintah-Nya, tanah itu akan ”memberikan hasilnya”, tetapi jika mereka melangkahi hukum dan perintah-Nya, mereka akan mengolah tanah itu ”tanpa mendapatkan apa-apa” dan bumi ”tidak akan memberikan hasilnya”. (Imamat 26:3-5, 14, 15, 20) Kutukan Yehuwa akan ’memakan habis negeri itu’. (Ulangan 28:15-20, 38-42, 62, 63) Maka, Yehuda kini seharusnya menyadari bahwa kutukan itu akan menimpa mereka.

      7. Bagaimana perjanjian Hukum akan menjadi berkat bagi orang Israel?

      7 Kira-kira 800 tahun sebelum zaman Yesaya, orang Israel bersedia memasuki hubungan perjanjian dengan Yehuwa dan setuju untuk memenuhinya. (Keluaran 24:3-8) Dalam syarat-syarat perjanjian Hukum itu dinyatakan bahwa jika mereka menaati perintah-perintah Yehuwa, mereka akan menerima berkat-Nya yang limpah, tetapi jika mereka melanggar perjanjian itu, mereka akan kehilangan berkat-Nya dan akan ditawan oleh musuh-musuh mereka. (Keluaran 19:5, 6; Ulangan 28:1-68) Perjanjian Hukum ini, yang diberikan melalui Musa, diadakan dengan maksud agar terus berlaku sampai waktu yang tidak tertentu, tidak disebut secara spesifik lamanya. Perjanjian ini akan melindungi orang Israel sampai munculnya Mesias.​—Galatia 3:19, 24.

      8. (a) Bagaimana bangsa itu ”melangkahi hukum” dan ”mengubah peraturan”? (b) ”Petinggi-petinggi” adalah yang pertama-tama menjadi ”gersang”; bagaimana terjadinya hal ini?

      8 Akan tetapi, bangsa itu telah ”mengingkari perjanjian yang berlaku sampai waktu yang tidak tertentu”. Mereka telah melangkahi hukum-hukum ilahi, mengabaikannya. Mereka telah ”mengubah peraturan”, dengan mempraktekkan hal-hal yang tidak sejalan dengan hukum yang Yehuwa berikan. (Keluaran 22:25; Yehezkiel 22:12) Oleh karena itu, bangsa itu akan disingkirkan dari negerinya. Tidak akan ada belas kasihan bagi mereka dalam penghukuman yang mendatang. Orang-orang pertama yang menjadi ”gersang” karena Yehuwa menarik kembali perlindungan dan perkenan-Nya antara lain adalah ”petinggi-petinggi”, yakni kaum bangsawan. Selama penggenapan hal ini, seraya kehancuran Yerusalem mendekat, pertama-tama orang Mesir dan kemudian orang Babilon menjadikan raja-raja Yehuda taklukan mereka. Setelah itu, Raja Yehoyakhin dan anggota-anggota lain dari keluarga raja menjadi orang-orang pertama yang dibawa ke Babilon sebagai tawanan.​—2 Tawarikh 36:4, 9, 10.

      Sukacita Meninggalkan Negeri Itu

      9, 10. (a) Apa peranan pertanian di Israel? (b) Apa yang dimaksud dengan setiap orang ’duduk di bawah tanaman anggurnya sendiri dan di bawah pohon aranya sendiri’?

      9 Bangsa Israel adalah masyarakat agraris. Sejak orang-orang Israel masuk ke Tanah Perjanjian, mereka telah menjalani kehidupan bercocok tanam dan memelihara ternak. Oleh karena itu, pertanian merupakan elemen penting dalam undang-undang yang diberikan kepada Israel. Perhentian Sabat diwajibkan bagi negeri itu setiap tahun ketujuh agar kesuburan tanah dapat pulih. (Keluaran 23:10, 11; Imamat 25:3-7) Tiga perayaan tahunan yang harus dirayakan bangsa itu bertepatan waktunya dengan musim-musim dalam dunia pertanian.​—Keluaran 23:14-16.

      10 Kebun-kebun anggur terdapat di mana-mana di negeri itu. Alkitab menyebutkan minuman anggur, yang merupakan hasil dari tanaman anggur, sebagai pemberian Allah yang ”membuat hati manusia yang berkematian bersukacita”. (Mazmur 104:15) Setiap orang ’duduk di bawah tanaman anggurnya sendiri dan di bawah pohon aranya sendiri’; ini menunjukkan kemakmuran, kedamaian, dan keamanan di bawah pemerintahan Allah yang benar. (1 Raja 4:25; Mikha 4:4) Musim anggur yang sukses dianggap sebagai suatu berkat dan adalah alasan untuk bernyanyi dan bersukacita. (Hakim 9:27; Yeremia 25:30) Sebaliknya, jika tanaman anggur layu atau tidak menghasilkan buah dan kebun anggur menjadi telantar dan penuh tanaman berduri, itu merupakan bukti bahwa Yehuwa telah menarik kembali berkat-Nya—waktu untuk bersedih.

      11, 12. (a) Bagaimana Yesaya menggambarkan keadaan-keadaan akibat penghukuman Yehuwa? (b) Prospek suram apa yang digambarkan Yesaya?

      11 Maka, sepantasnyalah jika Yesaya menggunakan kebun anggur dan produk-produknya untuk menggambarkan keadaan setelah Yehuwa menarik kembali berkat-Nya dari negeri itu, ”Anggur baru kini berkabung, tanaman anggur menjadi layu, semua yang gembira hatinya sekarang berkeluh kesah. Kesukaan besar karena rebana berhenti, kegaduhan orang yang bersukaria tidak ada lagi, kesukaan besar karena harpa berhenti. Tanpa nyanyian mereka minum anggur; minuman yang memabukkan menjadi pahit bagi yang meminumnya. Kota yang ditinggalkan telah dirobohkan; semua rumah tertutup, tidak dapat dimasuki. Ada jeritan di jalan-jalan karena kebutuhan akan anggur. Semua sukacita telah berlalu; kesukaan besar di negeri itu telah lenyap. Di dalam kota, hanya keadaan yang mencengangkan yang tertinggal; gerbang telah diremukkan menjadi tumpukan reruntuhan belaka.”​—Yesaya 24:7-12.

      12 Rebana dan harpa adalah alat-alat musik merdu yang digunakan untuk memuji Yehuwa dan menyatakan sukacita. (2 Tawarikh 29:25; Mazmur 81:2) Musik dari alat-alat itu tidak akan terdengar pada waktu penghukuman ilahi ini. Tidak akan ada panen anggur yang menggembirakan. Tidak akan ada suara-suara bahagia di antara reruntuhan Yerusalem yang hancur, yang gerbangnya ”diremukkan menjadi tumpukan reruntuhan belaka” dan rumah-rumahnya ”tertutup”, sehingga tidak dapat dimasuki. Sungguh suram prospek penduduk negeri yang sebenarnya begitu subur!

      Suatu Sisa ”Bersorak dengan Sukacita”

      13, 14. (a) Apa hukum-hukum Yehuwa sehubungan dengan memanen? (b) Bagaimana Yesaya menggunakan hukum-hukum tentang memanen untuk mengilustrasikan bahwa akan ada yang selamat dari penghukuman Yehuwa? (c) Sekalipun akan datang masa-masa pencobaan yang menyedihkan, tentang apa orang-orang Yehuda yang setia dapat yakin?

      13 Pada waktu memanen buah zaitun, orang Israel memukul-mukul pohon dengan tongkat sehingga buah-buahnya berjatuhan. Menurut Hukum Allah, mereka tidak boleh memeriksa lagi dahan-dahannya untuk memetik buah-buah yang tertinggal. Mereka juga tidak boleh mengumpulkan buah-buah anggur yang tersisa setelah memanen anggur. Buah yang tersisa setelah panen harus ditinggalkan agar dapat dipungut fakir miskin—”untuk penduduk asing, untuk anak lelaki yatim dan janda”. (Ulangan 24:19-21) Berdasarkan hukum-hukum yang terkenal ini, Yesaya mengilustrasikan kenyataan yang menghibur tentang adanya orang-orang yang selamat dari penghakiman Yehuwa yang mendatang, ”Karena demikianlah keadaannya kelak di tengah-tengah negeri, di antara bangsa-bangsa, seperti pohon zaitun yang dipukul-pukul, seperti sisa panen pada waktu panen anggur berakhir. Mereka akan berseru, mereka akan bersorak dengan sukacita. Tentang keunggulan Yehuwa mereka pasti akan bersorak dengan nyaring dari laut. Itulah sebabnya di wilayah terang mereka akan memuliakan Yehuwa, di pulau-pulau di laut, nama Yehuwa, Allah Israel. Dari ujung negeri ada melodi yang kami dengar, ’Hiasan yang indah bagi Pribadi Yang Adil-Benar!’”—Yesaya 24:13-16a.

      14 Sama seperti beberapa buah yang tertinggal di pohon atau pada tanaman anggur setelah panen, demikian juga akan ada yang tersisa setelah pelaksanaan penghukuman Yehuwa—”sisa panen pada waktu panen anggur berakhir”. Sebagaimana dicatat dalam ayat 6, sang nabi telah menyebutkan hal ini, dengan mengatakan bahwa ”sangat sedikit manusia yang berkematian yang masih tersisa”. Namun, sekalipun sedikit, ada orang-orang yang selamat dari kebinasaan Yerusalem dan Yehuda, dan kemudian suatu sisa akan pulang dari penawanan untuk kembali mendiami negeri itu. (Yesaya 4:2, 3; 14:1-5) Sekalipun orang-orang yang berhati jujur akan mengalami masa-masa pencobaan yang menyedihkan, mereka dapat yakin bahwa akan ada kelepasan dan sukacita di hadapan mereka. Orang-orang yang selamat ini akan melihat tersingkapnya perkataan nubuat Yehuwa dan akan menyadari bahwa Yesaya adalah nabi Allah yang sejati. Mereka akan penuh dengan sukacita seraya mereka menyaksikan penggenapan nubuat-nubuat tentang pemulihan. Dari tempat pengasingan mana pun mereka datang—apakah itu dari pulau-pulau di Laut Tengah di Barat, Babilon di ”wilayah terang” (matahari terbit, atau Timur), atau tempat jauh lainnya—mereka akan memuji Allah karena mereka telah dilindungi, dan mereka akan menyanyi, ”Hiasan yang indah bagi Pribadi Yang Adil-Benar!”

      Tidak Dapat Lari dari Penghukuman Yehuwa

      15, 16. (a) Bagaimana perasaan Yesaya terhadap apa yang akan terjadi atas bangsanya? (b) Apa yang akan menimpa penduduk yang tidak setia di negeri itu?

      15 Namun sekarang, terlalu dini untuk bersukacita. Yesaya membawa orang-orang sezamannya kembali ke masa mereka, dengan mengatakan, ”Tetapi aku mengatakan, ’Aku kurus, aku kurus! Celaka bagiku! Pengkhianat terus berkhianat. Ya, dengan pengkhianatan, mereka terus berkhianat.’ Kegentaran dan lubang dan perangkap menimpa kamu, hai, penduduk negeri. Pasti terjadi bahwa orang yang melarikan diri dari bunyi perkara yang ditakuti akan jatuh ke dalam lubang, dan orang yang keluar dari dalam lubang akan tertangkap dalam perangkap. Karena pintu-pintu air di tempat yang tinggi akan dibuka, dan fondasi-fondasi tanah akan bergoyang dengan keras. Tanah terbelah, tanah diguncang, tanah dibuat terhuyung-huyung. Tanah terhuyung-huyung seperti orang mabuk, dan bergoyang ke sana kemari seperti pondok pengamat. Dan pelanggarannya menjadi berat atasnya, dan ia pasti akan jatuh, dan tidak akan bangkit lagi.”​—Yesaya 24:16b-20.

      16 Yesaya dirundung duka cita karena apa yang akan menimpa bangsanya. Keadaan di sekelilingnya membuatnya terganggu dan susah hati. Orang licik ada di mana-mana dan membuat penduduk negeri itu merasa takut. Sewaktu Yehuwa menarik kembali perlindungan-Nya, penduduk Yehuda yang tidak setia akan sangat ketakutan baik siang maupun malam. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi dengan nyawa mereka. Tidak ada yang dapat melarikan diri dari malapetaka yang akan menimpa mereka karena meninggalkan perintah Yehuwa dan mengabaikan hikmat ilahi. (Amsal 1:24-27) Bencana akan datang sekalipun orang-orang licik di negeri itu, karena berupaya meyakinkan orang-orang bahwa semuanya aman-aman saja, menggunakan dusta dan tipu daya untuk membawa orang-orang ini kepada haluan kebinasaan. (Yeremia 27:9-15) Musuh dari luar akan masuk dan merampok mereka dan membawa mereka sebagai tawanan. Semua ini membuat Yesaya sangat tertekan.

      17. (a) Mengapa tidak ada yang dapat melarikan diri? (b) Pada waktu kekuatan penghukuman Yehuwa dilepaskan dari langit, apa yang akan terjadi atas negeri itu?

      17 Namun, sang nabi harus mengumumkan bahwa tidak akan ada yang dapat melarikan diri. Ke mana pun orang-orang berupaya lari, mereka akan tertangkap. Mungkin ada yang dapat luput dari suatu malapetaka, tetapi ia akan tertimpa malapetaka lain—tidak akan ada keamanan. Sama halnya dengan seekor binatang buruan yang lolos dari lubang perangkap, namun kemudian terkena jerat. (Bandingkan Amos 5:18, 19.) Kekuatan penghukuman Yehuwa akan dilepaskan dari langit dan akan mengguncangkan dasar-dasar bumi. Seperti orang mabuk, negeri itu sempoyongan dan jatuh, berat karena banyak kesalahan dan tidak dapat bangkit kembali. (Amos 5:2) Penghukuman Yehuwa sudah dijatuhkan. Pembinasaan dan kehancuran total akan menimpa negeri itu.

      Yehuwa Akan Memerintah dalam Kemuliaan

      18, 19. (a) Apa yang dimaksud dengan ”bala tentara tempat tinggi”, dan bagaimana mereka ini dikumpulkan ”dalam penjara bawah tanah”? (b) Kemungkinan besar, bagaimana ”lama setelah itu” perhatian diarahkan kepada ”bala tentara tempat tinggi”? (c) Bagaimana Yehuwa mengarahkan perhatian kepada ”raja-raja bumi”?

      18 Sekarang jangkauan nubuat Yesaya lebih luas lagi, yaitu menunjuk kepada pelaksanaan akhir dari maksud-tujuan Yehuwa, ”Pasti terjadi pada hari itu bahwa Yehuwa akan memalingkan perhatiannya kepada bala tentara tempat tinggi di tempat yang tinggi, dan kepada raja-raja bumi di atas bumi. Mereka pasti akan dikumpulkan seperti tahanan yang dikumpulkan ke dalam lubang, dan dikurung dalam penjara bawah tanah; dan lama setelah itu mereka akan diperhatikan. Bulan purnama menjadi tersipu-sipu, dan matahari yang membara menjadi malu, karena Yehuwa yang berbala tentara telah menjadi raja dengan kemuliaan di Gunung Zion dan di Yerusalem dan di hadapan para tua-tuanya.”​—Yesaya 24:21-23.

      19 ”Bala tentara tempat tinggi” mungkin memaksudkan ”para penguasa dunia dari kegelapan ini, . . . kumpulan roh yang fasik di tempat-tempat surgawi”. (Efesus 6:12) Roh-roh ini mempunyai pengaruh yang kuat atas kuasa-kuasa dunia. (Daniel 10:13, 20; 1 Yohanes 5:19) Tujuan mereka adalah untuk memalingkan orang-orang dari Yehuwa dan dari ibadat murni. Mereka sangat berhasil membujuk Israel untuk mengikuti praktek-praktek bejat bangsa-bangsa di sekelilingnya sehingga pantas mendapat penghukuman ilahi! Namun, Setan dan hantu-hantunya harus memberikan pertanggungjawaban kepada Allah apabila akhirnya Ia mengarahkan perhatian-Nya kepada mereka dan kepada para penguasa di bumi, ”raja-raja bumi di atas bumi”, yang telah mereka pengaruhi untuk berpaling dari Allah dan untuk melanggar hukum-hukum-Nya. (Penyingkapan 16:13, 14) Secara simbolis, Yesaya mengatakan bahwa mereka akan dikumpulkan dan ”dikurung dalam penjara bawah tanah”. ”Lama setelah itu”, mungkin ketika Setan dan hantu-hantunya (tetapi bukan ”raja-raja bumi di atas bumi”) dilepaskan untuk sementara pada akhir Pemerintahan Seribu Tahun Yesus Kristus, Allah akan melaksanakan hukuman terakhir yang pantas mereka terima.​—Penyingkapan 20:3, 7-10.

      20. Baik pada zaman dahulu maupun modern, bagaimana dan kapan Yehuwa ”menjadi raja”?

      20 Jadi, bagian nubuat Yesaya ini memberikan jaminan yang luar biasa kepada orang Yahudi. Pada waktu yang Yehuwa tentukan, Ia akan mewujudkan kejatuhan Babilon kuno dan memulihkan orang-orang Yahudi ke tanah asal mereka. Pada tahun 537 SM, ketika Ia mempertunjukkan kekuasaan dan kedaulatan-Nya dengan cara ini demi umat-Nya, benar-benar dapat dikatakan kepada mereka, ”Allahmu telah menjadi raja!” (Yesaya 52:7) Di zaman modern, Yehuwa ”menjadi raja” pada tahun 1914 ketika Ia mentakhtakan Yesus Kristus sebagai Raja Kerajaan Surgawi-Nya. (Mazmur 96:10) Ia juga ”menjadi raja” pada tahun 1919 sewaktu Ia mempertunjukkan kuasa-Nya sebagai raja dengan membebaskan Israel rohani dari belenggu Babilon Besar.

      21. (a) Bagaimana ”bulan purnama menjadi tersipu-sipu, dan matahari yang membara menjadi malu”? (b) Seruan apa akan menggema dan akan mengalami penggenapan yang paling agung?

      21 Yehuwa akan ”menjadi raja” lagi pada waktu Ia mengakhiri riwayat Babilon Besar dan bagian-bagian lain dari sistem yang jahat ini. (Zakharia 14:9; Penyingkapan 19:1, 2, 19-21) Setelah itu, pemerintahan Kerajaan Yehuwa akan menjadi sangat megah sehingga baik kilauan cahaya bulan purnama di waktu malam maupun terang matahari di tengah hari tidak akan dapat menandingi kemuliaannya. (Bandingkan Penyingkapan 22:5.) Mereka seolah-olah akan malu untuk dibandingkan dengan Allah yang mulia, Yehuwa yang berbala tentara. Yehuwa akan memerintah sepenuhnya dengan kuasa tertinggi. Kemahakuasaan serta kemuliaan-Nya akan nyata kepada semua makhluk. (Penyingkapan 4:8-11; 5:13, 14) Sungguh suatu prospek yang luar biasa! Pada waktu itu, seruan di Mazmur 97:1 akan menggema di seluruh bumi dalam penggenapannya yang paling agung, ”Yehuwa telah menjadi raja! Biarlah bumi bergembira. Biarlah banyak pulau bersukacita.”

      [Gambar di hlm. 262]

      Musik dan sukacita tidak akan terdengar lagi di negeri itu

      [Gambar di hlm. 265]

      Ada yang akan selamat dari penghukuman Yehuwa, seperti buah yang tertinggal di pohon setelah panen

      [Gambar di hlm. 267]

      Yesaya dirundung duka cita karena apa yang akan menimpa bangsanya

      [Gambar di hlm. 269]

      Baik matahari maupun bulan tidak akan dapat menandingi kemuliaan Yehuwa

  • Tangan Yehuwa Diangkat Tinggi
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Dua Puluh Satu

      Tangan Yehuwa Diangkat Tinggi

      Yesaya 25:1–27:13

      1. Mengapa Yesaya menghargai Yehuwa?

      YESAYA sangat mengasihi Yehuwa dan senang memuji Dia. Ia berseru, ”Oh, Yehuwa, engkaulah Allahku. Aku meninggikan engkau, aku menyanjung namamu.” Apa yang membuat sang nabi begitu menghargai Penciptanya? Faktor utamanya ialah pengetahuan yang ia miliki tentang Yehuwa dan tindakan-tindakan-Nya. Hal itu terbukti dari kata-kata Yesaya selanjutnya, ”Karena engkau telah melakukan hal-hal yang menakjubkan, rancangan-rancangan sejak purbakala, dengan setia dan dapat dipercaya.” (Yesaya 25:1) Seperti Yosua yang hidup sebelum dia, Yesaya tahu bahwa Yehuwa setia dan dapat dipercaya dan bahwa semua ’rancangan-Nya’—segala maksud-tujuan-Nya—akan terwujud.​—Yosua 23:14.

      2. Rancangan Yehuwa yang mana kini diserukan Yesaya, dan apa tujuan rancangan ini?

      2 Yang tercakup dalam rancangan Yehuwa ialah pernyataan penghukuman-Nya atas musuh-musuh Israel. Yesaya kini menyerukan salah satu di antaranya, ”Engkau telah membuat kota menjadi timbunan batu, kota berbenteng menjadi keping-keping puing, menara tempat tinggal orang asing tidak lagi menjadi kota, yang tidak akan dibangun kembali bahkan sampai waktu yang tidak tertentu.” (Yesaya 25:2) Apa kota yang tidak disebutkan namanya ini? Yesaya mungkin sedang berbicara tentang Ar-Moab—Moab, musuh bebuyutan umat Allah.a Atau, ia mungkin sedang berbicara tentang kota lain yang lebih kuat—Babilon.​—Yesaya 15:1; Zefanya 2:8, 9

      3. Dengan cara apa musuh-musuh Yehuwa akan memuliakan Dia?

      3 Bagaimana reaksi musuh-musuh Yehuwa, sewaktu rancangan-Nya atas kota-kota mereka menjadi kenyataan? ”Mereka yang adalah bangsa yang kuat akan memuliakan engkau; kota bangsa-bangsa yang lalim, mereka akan takut kepadamu.” (Yesaya 25:3) Dapat dimengerti jika musuh-musuh Allah Yang Mahakuasa takut kepada-Nya. Namun, bagaimana mereka memuliakan Dia? Apakah mereka akan meninggalkan allah-allah palsu mereka dan menganut ibadat murni? Tentu tidak! Justru sebaliknya, seperti Firaun dan Nebukhadnezar, mereka memuliakan Yehuwa sewaktu mereka terpaksa mengakui keunggulan-Nya yang tak tertandingi.​—Keluaran 10:16, 17; 12:30-33; Daniel 4:37.

      4. Apa ”kota bangsa-bangsa yang lalim” yang ada dewasa ini, dan bagaimana kota itu pun harus memuliakan Yehuwa?

      4 Dewasa ini, ”kota bangsa-bangsa yang lalim” adalah ”kota besar yang mempunyai kerajaan atas raja-raja di bumi”, yaitu ”Babilon Besar”, imperium agama palsu sedunia. (Penyingkapan 17:5, 18) Bagian utama imperium itu adalah Susunan Kristen.b Bagaimana para pemimpin agama Susunan Kristen memuliakan Yehuwa? Dengan mengakui, walaupun dengan geram, hal-hal menakjubkan yang Allah laksanakan demi kepentingan Saksi-Saksi-Nya. Khususnya pada tahun 1919, sewaktu Yehuwa memulihkan hamba-hamba-Nya sehingga dapat kembali melakukan kegiatan yang dinamis setelah mereka dibebaskan dari penawanan rohani Babilon Besar, para pemimpin itu ”menjadi takut dan memuliakan Allah yang berkuasa atas surga”.​—Penyingkapan 11:13.

      5. Bagaimana Yehuwa melindungi orang-orang yang sepenuhnya mengandalkan Dia?

      5 Walaupun dianggap menakutkan oleh musuh-musuh-Nya, Yehuwa adalah perlindungan bagi orang-orang yang lembut dan rendah hati yang ingin melayani Dia. Orang-orang yang lalim dari kalangan politik dan agama mungkin mencoba segala macam cara untuk mematahkan iman para penyembah sejati, tetapi mereka gagal karena para penyembah ini percaya sepenuhnya kepada Yehuwa. Akhirnya, Dia membungkam para penentang-Nya dengan mudah; halnya seperti Dia sedang menutupi panas teriknya matahari di gurun dengan awan atau menghalangi kekuatan badai hujan dengan tembok.​—Baca Yesaya 25:4, 5.

      ’Perjamuan bagi Semua Bangsa’

      6, 7. (a) Yehuwa mengadakan pesta macam apa, dan bagi siapa? (b) Apa yang digambarkan oleh perjamuan yang dinubuatkan Yesaya?

      6 Seperti ayah yang pengasih, Yehuwa tidak saja melindungi tetapi juga memberi makan anak-anak-Nya, khususnya secara rohani. Setelah membebaskan umat-Nya pada tahun 1919, Dia menghidangkan di hadapan mereka jamuan kemenangan, makanan rohani yang berlimpah-limpah, ”Yehuwa yang berbala tentara pasti akan membuat bagi semua bangsa, di gunung ini, suatu perjamuan dengan hidangan yang berlemak, suatu perjamuan dengan anggur yang diendapkan, hidangan yang berlemak dan bersumsum, anggur yang diendapkan, disaring.”​—Yesaya 25:6.

      7 Perjamuan itu diadakan di ”gunung” Yehuwa. Gunung apakah itu? Itu adalah ”gunung rumah Yehuwa” dan ke sana semua bangsa datang berduyun-duyun ”pada akhir masa itu”. Itu adalah ’gunung kudus’ Yehuwa dan di sana para penyembah-Nya yang setia tidak melakukan apa pun yang mencelakakan atau yang merusak. (Yesaya 2:2; 11:9) Di tempat ibadat yang tinggi-luhur itulah Yehuwa mengadakan perjamuan yang limpah ruah bagi orang-orang yang setia. Dan, hal-hal baik rohaniah yang disediakan dengan begitu limpah sekarang menggambarkan bahwa hal-hal baik lahiriah akan diberikan sewaktu Kerajaan Allah menjadi pemerintah tunggal umat manusia. Saat itu, kelaparan tidak akan ada lagi. ”Akan ada banyak biji-bijian di bumi; di puncak pegunungan akan ada kelimpahan.”​—Mazmur 72:8, 16.

      8, 9. (a) Apa dua musuh besar umat manusia yang akan disingkirkan? Jelaskan. (b) Apa yang akan Allah lakukan untuk menyingkirkan celaan terhadap umat-Nya?

      8 Orang-orang yang sekarang ambil bagian dalam pesta rohani yang Allah adakan mempunyai prospek yang gemilang. Dengarkanlah kata-kata Yesaya berikutnya. Ia mengumpamakan dosa dan kematian dengan ”hasil tenunan” atau ”selubung” yang mencekik, demikian, ”Di gunung ini [Yehuwa] akan menelan selubung yang menyelubungi semua bangsa, dan hasil tenunan yang melilit semua bangsa. Ia akan menelan kematian untuk selama-lamanya, dan Tuan Yang Berdaulat Yehuwa pasti akan menghapus air mata dari semua muka.”​—Yesaya 25:7, 8a.

      9 Ya, tidak ada lagi dosa ataupun kematian! (Penyingkapan 21:3, 4) Selain itu, celaan palsu yang dihadapi hamba-hamba Yehuwa selama ribuan tahun juga akan disingkirkan. ”Cela umatnya akan ia singkirkan dari seluruh bumi, karena Yehuwa-lah yang telah mengatakannya.” (Yesaya 25:8b) Bagaimana hal ini dapat terjadi? Yehuwa akan menyingkirkan sumber celaan itu, yaitu Setan dan benihnya. (Penyingkapan 20:1-3) Tidak mengherankan jika umat Allah akan tergugah untuk berseru, ”Lihat! Inilah Allah kita. Kita berharap kepadanya, dan ia akan menyelamatkan kita. Inilah Yehuwa. Kita berharap kepadanya. Marilah kita bergembira dan bersukacita atas keselamatan darinya.”​—Yesaya 25:9.

      Yang Angkuh Direndahkan

      10, 11. Tindakan keras apa yang Yehuwa siapkan bagi Moab?

      10 Yehuwa menyelamatkan umat-Nya yang rendah hati. Akan tetapi, negara tetangga Israel, Moab, bersikap sombong, dan Yehuwa membenci kesombongan. (Amsal 16:18) Karena itu, Moab pasti akan direndahkan. ”Tangan Yehuwa akan menetap di gunung ini, dan Moab akan diinjak-injak di tempatnya seperti pada waktu tumpukan jerami diinjak-injak di tempat pupuk. Ia akan mengibaskan tangannya di tengah-tengahnya seperti pada waktu perenang mengibaskan tangannya pada waktu berenang, dan ia akan merendahkan keangkuhannya dengan gerakan-gerakan tangannya yang tangkas. Dan kota berbenteng itu, dengan tembok-tembok pengamanmu yang tinggi, akan ia rendahkan; ia akan merendahkannya, meratakannya sampai ke tanah, sampai ke debu.”​—Yesaya 25:10-12.

      11 Tangan Yehuwa akan ”menetap” di gunung kudus-Nya sebagai pelindung. Akan tetapi, Moab yang angkuh akan dikibaskan dan diinjak-injak seperti ”di tempat pupuk”. Pada zaman Yesaya, pupuk dibuat dengan cara menginjak-injakkan jerami pada tumpukan kotoran binatang; jadi, Yesaya bernubuat bahwa Moab akan direndahkan, tidak soal ia mempunyai tembok-tembok tinggi yang kelihatannya aman.

      12. Mengapa Moab disisihkan untuk mendapat pernyataan penghukuman Yehuwa?

      12 Mengapa Yehuwa menyisihkan Moab untuk mendapat rancangan penghukuman seperti itu? Bangsa Moab adalah keturunan Lot, kemenakan Abraham dan seorang penyembah Yehuwa. Jadi, mereka tidak saja bertetangga dengan umat perjanjian Allah tetapi juga berkerabat. Meskipun demikian, mereka menyembah allah-allah palsu dan menjadi musuh bebuyutan Israel. Mereka pantas menerima kesudahan demikian. Dalam hal ini, Moab dapat disamakan dengan para musuh hamba-hamba Yehuwa dewasa ini. Moab khususnya dapat disamakan dengan Susunan Kristen yang mengaku berasal dari sidang Kristen abad pertama; tetapi, sebagaimana yang dapat kita perhatikan di atas, ia adalah bagian utama Babilon Besar.

      Nyanyian Keselamatan

      13, 14. ”Kota yang kuat” apa dimiliki umat Allah dewasa ini, dan siapa yang diperbolehkan masuk?

      13 Bagaimana dengan umat Allah? Karena tergetar atas perkenan dan perlindungan Yehuwa, mereka pun mulai menyanyi. ”Pada waktu itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda, ’Kita mempunyai kota yang kuat. Ia memasang keselamatan menjadi tembok dan kubu. Bukalah gerbang-gerbang, hai, kamu sekalian, agar bangsa yang adil-benar dan bertingkah laku setia dapat masuk.’” (Yesaya 26:1, 2) Kata-kata itu tentu digenapi pada zaman dahulu, namun kata-kata itu juga jelas digenapi dewasa ini. ”Bangsa yang adil-benar” milik Yehuwa, Israel rohani, dianugerahi organisasi yang kuat dan bagaikan kota. Mereka sungguh mempunyai alasan untuk bersukacita, untuk menyanyi!

      14 Orang-orang macam apa yang datang ke ”kota” ini? Nyanyian itu memberikan jawabannya, ”Kecenderungan yang didukung dengan baik akan [Allah] lindungi dengan kedamaian yang berkesinambungan, sebab kepadamulah orang menjadi percaya. Kamu sekalian, percayalah kepada Yehuwa sepanjang zaman, karena Yah Yehuwa adalah Gunung Batu untuk waktu yang tidak tertentu.” (Yesaya 26:3, 4) ”Kecenderungan” yang didukung oleh Yehuwa adalah hasrat untuk menaati prinsip-prinsip-Nya yang adil-benar dan untuk percaya kepada-Nya, bukan kepada sistem agama, perdagangan, dan politik yang tidak stabil di dunia ini. ”Yah Yehuwa” adalah satu-satunya Gunung Batu yang aman. Orang-orang yang sepenuhnya mengandalkan Yehuwa akan dilindungi dan menikmati ”kedamaian yang berkesinambungan”.​—Amsal 3:5, 6; Filipi 4:6, 7.

      15. Bagaimana ”kota yang ditinggikan” telah direndahkan dewasa ini, dan bagaimana ”kaki orang yang menderita” akan menginjak-injaknya?

      15 Sungguh berbeda dengan apa yang terjadi atas musuh-musuh umat Allah! ”Ia telah merendahkan orang yang mendiami tempat yang tinggi, kota yang ditinggikan. Ia merendahkannya, ia merendahkannya sampai ke tanah, ia membuatnya menyentuh debu. Kaki akan menginjak-injaknya, kaki orang yang menderita, jejak orang kecil.” (Yesaya 26:5, 6) Sekali lagi, di ayat ini Yesaya mungkin berbicara tentang ”kota yang ditinggikan” di Moab, atau ia mungkin memaksudkan kota lainnya, seperti Babilon, yang memang tinggi hati. Apa pun yang dimaksud, Yehuwa telah mengubah keadaan ”kota yang ditinggikan” itu, dan kota itu diinjak-injak oleh ’orang-orang kecil yang menderita’ milik-Nya. Dewasa ini, nubuat itu cocok sekali untuk Babilon Besar, khususnya Susunan Kristen. Pada tahun 1919, ”kota yang ditinggikan” itu dipaksa untuk melepaskan umat Yehuwa—kejatuhan yang memalukan—dan kemudian, umat Yehuwa mulai menginjak-injak bekas penawan mereka. (Penyingkapan 14:8) Bagaimana? Dengan memberitakan kepada umum tentang pembalasan Yehuwa yang akan menimpa Babilon Besar.​—Penyingkapan 8:7-12; 9:14-19.

      Berhasrat untuk Menjadi Adil-Benar dan ”Mengingat” Yehuwa

      16. Apa teladan pengabdian yang Yesaya berikan?

      16 Setelah nyanyian kemenangan ini, Yesaya menyingkapkan tingkat pengabdian dirinya dan upah bagi orang yang melayani Allah keadilbenaran. (Baca Yesaya 26:7-9.) Sang nabi memberikan teladan untuk ’berharap kepada Yehuwa’ dan memiliki hasrat yang besar akan ’nama’ Yehuwa dan untuk ”mengingat”-Nya. Apa artinya mengingat Yehuwa? Keluaran 3:15 menyatakan, ”Yehuwa . . . namaku sampai waktu yang tidak tertentu, dan dengan inilah aku akan diingat, dari generasi ke generasi.” Yesaya sangat menghargai nama Yehuwa dan segala yang tercakup di dalamnya, termasuk standar-standar-Nya yang adil-benar dan jalan-jalan-Nya. Siapa pun yang memupuk kasih seperti itu kepada Yehuwa pasti mendapat berkat-Nya.​—Mazmur 5:8; 25:4, 5; 135:13; Hosea 12:5.

      17. Apa hak-hak istimewa yang tidak akan dimiliki orang fasik?

      17 Akan tetapi, tidak semua orang mengasihi Yehuwa dan standar-standar-Nya yang luhur. (Baca Yesaya 26:10.) Orang fasik, sekalipun diundang, dengan keras kepala menolak untuk belajar tentang keadilbenaran agar dapat memasuki ”negeri yang benar”, yaitu negeri yang didiami oleh hamba-hamba Yehuwa yang benar secara moral dan rohani. Oleh karena itu, orang fasik ”tidak akan melihat kehebatan Yehuwa”. Mereka tidak akan terus hidup untuk menikmati berkat-berkat yang akan mengalir kepada umat manusia setelah nama Yehuwa disucikan. Bahkan di dunia baru, sewaktu seluruh bumi menjadi ”negeri yang benar”, akan ada orang-orang yang tidak menyambut kebaikan hati Yehuwa yang penuh kasih. Nama orang-orang seperti itu tidak akan tertulis dalam buku kehidupan.​—Yesaya 65:20; Penyingkapan 20:12, 15.

      18. Bagaimana beberapa orang pada zaman Yesaya memilih untuk menjadi buta, dan kapan mereka akan dipaksa untuk ”melihat” Yehuwa?

      18 ”Oh, Yehuwa, tanganmu telah menjadi tinggi, tetapi mereka tidak melihatnya. Mereka akan melihat dan merasa malu karena gairah bagi umatmu. Ya, api bagi lawan-lawanmu akan memakan habis mereka.” (Yesaya 26:11) Pada zaman Yesaya, tangan Yehuwa terbukti diangkat tinggi sewaktu Yehuwa melindungi umat-Nya dengan bertindak melawan musuh-musuh mereka. Tetapi, kebanyakan orang tidak mengakui hal ini. Orang-orang seperti itu, yang memilih untuk buta secara rohani, pada akhirnya akan dipaksa untuk ”melihat”, atau mengakui, Yehuwa pada waktu mereka dilalap oleh api gairah-Nya. (Zefanya 1:18) Allah belakangan berfirman kepada Yehezkiel, ”Mereka akan mengetahui bahwa akulah Yehuwa.”​—Yehezkiel 38:23.

      ”Yehuwa Mendisiplin Orang yang Ia Kasihi”

      19, 20. Mengapa dan bagaimana Yehuwa mendisiplin umat-Nya, dan siapa yang mendapat manfaat dari disiplin seperti itu?

      19 Yesaya tahu bahwa kedamaian dan kemakmuran apa pun yang dinikmati oleh rekan-rekan sebangsanya adalah berkat Yehuwa. ”Oh, Yehuwa, engkau memutuskan untuk memberikan kedamaian kepada kami, karena bahkan semua pekerjaan kami, telah kaulaksanakan bagi kami.” (Yesaya 26:12) Masa lalu Yehuda tidaklah selalu baik, meskipun bangsa itu telah diberkati dan telah diberi kesempatan oleh Yehuwa untuk menjadi ”suatu kerajaan imam dan suatu bangsa yang kudus”. (Keluaran 19:6) Berkali-kali rakyatnya berpaling kepada penyembahan allah-allah palsu. Akibatnya, dari waktu ke waktu mereka mendapat disiplin. Akan tetapi, disiplin demikian adalah bukti kasih Allah karena ”Yehuwa mendisiplin orang yang ia kasihi”.​—Ibrani 12:6.

      20 Sering kali, Yehuwa mendisiplin umat-Nya dengan membiarkan bangsa-bangsa lain, ”majikan-majikan lain”, menguasai mereka. (Baca Yesaya 26:13.) Pada tahun 607 SM, Dia membiarkan orang Babilon membawa mereka ke pembuangan. Apakah hal ini ada manfaatnya bagi mereka? Penderitaan itu sendiri tidak ada manfaatnya. Akan tetapi, jika orang yang menderita itu belajar dari apa yang terjadi, bertobat, dan memberikan kepada Yehuwa pengabdian yang eksklusif, barulah ia mendapat manfaat. (Ulangan 4:25-31) Apakah ada orang Yehuda yang memperlihatkan pertobatan yang saleh? Ya! Yesaya bernubuat, katanya, ”Hanya oleh pertolonganmu kami akan menyebutkan namamu.” Setelah kembali dari pembuangan pada tahun 537 SM, orang Yahudi sering memerlukan disiplin untuk dosa-dosa lainnya, tetapi mereka tidak pernah jatuh lagi kepada penyembahan allah-allah dari batu.

      21. Apa yang akan terjadi atas penindas umat Allah?

      21 Bagaimana dengan bangsa yang menawan Yehuda? ”Mereka tidak berdaya dalam kematian, dan tidak akan bangkit. Oleh karena itu, engkau telah memalingkan perhatianmu agar engkau dapat memusnahkan mereka sehingga mereka tidak disebut-sebut lagi.” (Yesaya 26:14) Babilon akan menderita karena kekejamannya atas bangsa pilihan Yehuwa. Melalui orang Media dan Persia, Yehuwa akan menjungkirbalikkan Babilon yang sombong dan membebaskan umat-Nya yang ada di pembuangan. Kota besar itu, Babilon, akan dibuat tidak berdaya, seperti mati. Dan akhirnya, dia pun akan lenyap.

      22. Di zaman modern, bagaimana umat Allah telah diberkati?

      22 Dalam penggenapan modern, suatu sisa Israel rohani yang telah dimurnikan dibebaskan dari Babilon Besar dan kembali melayani Yehuwa pada tahun 1919. Setelah dibangkitkan kembali semangatnya, orang-orang Kristen terurap dengan bergairah mengabdikan diri kepada pekerjaan pengabaran. (Matius 24:14) Selanjutnya, Yehuwa memberkati mereka dengan pertambahan, bahkan membawa kumpulan besar ”domba-domba lain” untuk melayani bersama mereka. (Yohanes 10:16) ”Engkau telah menambahkan kepada bangsa itu; oh, Yehuwa, engkau telah menambahkan kepada bangsa itu; engkau telah memuliakan dirimu. Engkau telah memperluas semua batas negeri itu sampai jauh. Oh, Yehuwa, mereka memalingkan perhatian kepadamu selama kesesakan; mereka telah mencurahkan bisikan doa pada waktu mereka mendapat disiplin darimu.”​—Yesaya 26:15, 16.

      ’Mereka Akan Bangun’

      23. (a) Pertunjukan kuasa Yehuwa yang luar biasa apa terjadi pada tahun 537 SM? (b) Pertunjukan serupa apa terjadi pada tahun 1919 M?

      23 Yesaya kembali ke situasi yang dihadapi Yehuda sewaktu masih ditawan Babilon. Ia menyamakan bangsa itu dengan seorang wanita yang bersalin, tetapi yang tidak dapat melahirkan kecuali ada yang menolong. (Baca Yesaya 26:17, 18.) Pertolongan itu datang pada tahun 537 SM, dan umat Yehuwa pulang ke tanah asal mereka, penuh semangat untuk membangun kembali bait dan memulihkan ibadat sejati. Pada dasarnya, bangsa itu dibangkitkan dari kematian. ”Orang-orangmu yang mati akan hidup. Mayat-mayat kami—itu akan bangun. Bangunlah dan bersoraklah dengan sukacita, kamu penghuni debu! Karena embunmu adalah seperti embun tanaman malow, dan bumi akan membiarkan lahir bahkan orang-orang yang tidak berdaya dalam kematian.” (Yesaya 26:19) Ini benar-benar pertunjukan kuasa Yehuwa yang luar biasa! Selanjutnya, pertunjukan yang sungguh luar biasa diperlihatkan sewaktu kata-kata itu digenapi secara rohani pada tahun 1919. (Penyingkapan 11:7-11) Kita benar-benar mengharapkan saat manakala kata-kata itu digenapi secara harfiah di dunia baru dan orang-orang yang tidak berdaya dalam kematian ’mendengar suara Yesus lalu keluar’ dari makam-makam peringatan!​—Yohanes 5:28, 29.

      24, 25. (a) Bagaimana orang Yehuda pada tahun 539 SM menaati perintah Yehuwa untuk bersembunyi? (b) Apa yang bisa jadi dimaksudkan dengan ’kamar-kamar dalam’ pada zaman modern, dan sikap apa yang harus kita perkembangkan sehubungan dengannya?

      24 Akan tetapi, jika orang-orang yang setia ingin menikmati berkat-berkat rohani yang dijanjikan melalui Yesaya, mereka harus menaati perintah-perintah Yehuwa, ”Pergilah, umatku, masuklah ke kamar-kamar dalammu dan tutuplah pintu-pintu di belakangmu. Bersembunyilah untuk sesaat saja sampai pengecaman berlalu. Karena, lihat! Yehuwa keluar dari tempatnya untuk meminta pertanggungjawaban atas kesalahan penduduk negeri terhadapnya, dan negeri itu pasti akan menyingkapkan pertumpahan darahnya dan tidak menutup-nutupi lagi orang-orangnya yang terbunuh.” (Yesaya 26:20, 21; bandingkan Zefanya 1:14.) Ayat-ayat ini bisa jadi mengalami penggenapan pertamanya sewaktu orang Media dan Persia, di bawah pimpinan Raja Kores, menaklukkan Babilon pada tahun 539 SM. Menurut sejarawan Yunani, Xenofon, pada waktu Kores memasuki Babilon, ia memerintahkan setiap orang untuk tidak keluar dari rumah mereka sebab prajurit kavalerinya mendapat ”perintah untuk membunuh semua yang ada di luar rumah”. Dewasa ini, ’kamar-kamar dalam’ di nubuat itu dapat dikaitkan dengan puluhan ribu sidang umat Yehuwa di seputar dunia. Sidang-sidang itu akan terus memainkan peranan penting dalam hidup kita, bahkan selama dan setelah ”kesengsaraan besar”. (Penyingkapan 7:14) Penting sekali agar kita mempertahankan sikap yang benar terhadap sidang dan secara tetap tentu menghadiri perhimpunan sidang!​—Ibrani 10:24, 25.

      25 Segera dunia Setan akan berakhir. Bagaimana Yehuwa akan melindungi umat-Nya selama masa yang membangkitkan rasa takut itu, kita belum tahu. (Zefanya 2:3) Akan tetapi, yang pasti, kita tahu bahwa keselamatan kita bergantung pada iman kita kepada Yehuwa dan keloyalan serta ketaatan kita kepada-Nya.

      26. Apa gerangan ”Lewiatan” pada zaman Yesaya dan pada zaman kita, dan apa yang akan terjadi atas ”makhluk laut raksasa yang ada di laut itu”?

      26 Tentang masa itu Yesaya bernubuat, ”Pada hari itu Yehuwa, dengan pedangnya yang keras, besar dan kuat, akan memalingkan perhatiannya kepada Lewiatan, ular yang meluncur, ya, kepada Lewiatan, ular yang bengkok, dan ia pasti akan membunuh makhluk laut raksasa yang ada di laut itu.” (Yesaya 27:1) Dalam penggenapan pertamanya, ”Lewiatan” memaksudkan negeri-negeri tempat Israel terserak, seperti Babilon, Mesir, dan Asiria. Negeri-negeri ini tidak dapat mencegah umat Yehuwa pulang ke tanah asal mereka pada waktunya. Namun, siapakah Lewiatan zaman modern? Kelihatannya itu adalah Setan—”ular yang semula”—dan sistemnya yang fasik di bumi ini, yaitu alat yang ia gunakan untuk memerangi Israel rohani. (Penyingkapan 12:9, 10; 13:14, 16, 17; 18:24) ”Lewiatan” tidak dapat mengekang lagi umat Allah pada tahun 1919, dan segera ia pasti akan lenyap sama sekali sewaktu Yehuwa ”membunuh makhluk laut raksasa yang ada di laut itu”. Sementara itu, upaya apa pun yang mungkin dilakukan ”Lewiatan” untuk melawan umat Yehuwa, tidak ada yang akan sungguh-sungguh berhasil.​—Yesaya 54:17.

      ”Kebun Anggur dengan Anggur yang Berbusa”

      27, 28. (a) Kebun anggur Yehuwa telah memenuhi seluruh bumi dengan apa? (b) Bagaimana Yehuwa melindungi kebun anggur-Nya?

      27 Dengan sebuah nyanyian lain, Yesaya sekarang menggambarkan dengan indah bagaimana umat Yehuwa yang telah dibebaskan itu membuahkan banyak hasil, ”Pada hari itu menyanyilah bagi wanita itu, hai, kamu sekalian, ’Suatu kebun anggur dengan anggur yang berbusa! Aku, Yehuwa, menjaganya. Setiap saat aku menyiraminya. Agar tidak seorang pun memalingkan perhatiannya untuk melawan dia, aku akan menjaganya bahkan malam dan siang.’” (Yesaya 27:2, 3) Kaum sisa Israel rohani dan rekan-rekan mereka yang suka bekerja keras benar-benar telah memenuhi seluruh bumi dengan hasil-hasil rohani. Ini benar-benar menjadi alasan untuk mengadakan perayaan—untuk menyanyi! Segala hormat dan puji hanya bagi Yehuwa, yang dengan pengasih mengurus kebun anggur-Nya.​—Bandingkan Yohanes 15:1-8.

      28 Ya, kemarahan Yehuwa telah digantikan oleh sukacita! ”Tidak ada murka padaku. Siapa yang akan memberiku semak berduri dan lalang dalam pertempuran? Aku akan menginjaknya. Aku akan membakarnya sekaligus. Jika tidak, biarlah ia memegang erat bentengku, biarlah ia berdamai denganku; ya, biarlah ia berdamai denganku.” (Yesaya 27:4, 5) Untuk memastikan bahwa tanaman anggur-Nya terus menghasilkan berlimpah ”anggur yang berbusa”, Yehuwa menghancurkan dan melalap, seolah-olah dengan api, segala pengaruh yang seperti lalang yang dapat merusak kebun anggurnya. Oleh karena itu, jangan sampai seorang pun membahayakan kesejahteraan sidang Kristen! Sebaliknya, marilah kita semua ’memegang erat benteng Yehuwa’, mencari perkenan dan perlindungan-Nya. Dengan melakukan hal itu, mereka berdamai dengan Allah—sesuatu yang begitu penting sehingga Yesaya mengulanginya. Apa hasilnya? ”Pada hari-hari yang akan datang Yakub akan berakar, Israel akan berbunga dan bertunas; dan mereka akan memenuhi permukaan tanah yang produktif dengan hasil.” (Yesaya 27:6)c Penggenapan ayat ini benar-benar membuktikan kuasa Yehuwa! Sejak tahun 1919, orang Kristen terurap telah memenuhi bumi dengan ”hasil” berupa makanan rohani yang bergizi. Sebagai hasilnya, jutaan domba-domba lain yang loyal telah bergabung dengan mereka dan turut ”memberikan dinas suci kepada [Allah] siang dan malam”. (Penyingkapan 7:15) Di tengah-tengah dunia yang bejat ini, mereka dengan bersukacita mempertahankan standar-standar-Nya yang tinggi. Dan, Yehuwa terus memberkati mereka dengan pertambahan. Semoga kita tidak pernah melupakan hak istimewa besar untuk menyantap ”hasil” itu dan membagikannya kepada orang-orang lain melalui seruan pujian kita sendiri!

      [Catatan Kaki]

      a Nama Ar mungkin berarti ”Kota”.

      b Lihat Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!, halaman 170.

      c Yesaya 27:7-13 dibahas dalam kotak di halaman 285.

      [Kotak di hlm. 285]

      ”Tanduk Besar” Mengumandangkan Kebebasan

      Pada tahun 607 SM, kepedihan Yehuda bertambah sewaktu Yehuwa mendisiplin bangsa-Nya yang suka melawan itu dengan memukulnya ke pembuangan. (Baca Yesaya 27:7-11.) Kesalahan bangsa itu sudah terlalu besar untuk diampuni melalui pendamaian dengan korban binatang. Jadi, seperti orang yang menceraiberaikan domba atau kambing dengan ”teriakan yang menakutkan” atau yang menyerakkan daun-daun dengan ’embusan yang keras’, Yehuwa menghalau Israel dari tanah asalnya. Setelah itu, bahkan bangsa-bangsa yang lemah, yang digambarkan sebagai wanita, dapat mengeksploitasi apa yang tersisa di negeri itu.

      Akan tetapi, tiba waktunya bagi Yehuwa untuk melepaskan umat-Nya dari penawanan. Ia membebaskan mereka, seperti seorang petani yang membebaskan buah-buah zaitun yang seolah-olah ditawan di pohon. ”Pasti terjadi pada hari itu bahwa Yehuwa akan memukul-mukul pohon agar buahnya jatuh, dari aliran air Sungai [Efrat] sampai ke Wadi Mesir, dan kamu pun akan diambil satu demi satu, oh, putra-putra Israel. Pasti terjadi bahwa pada hari itu tanduk besar akan ditiup, dan mereka yang binasa di tanah Asiria dan mereka yang tercerai-berai di tanah Mesir akan datang dan membungkuk kepada Yehuwa di gunung kudus di Yerusalem.” (Yesaya 27:12, 13) Setelah kemenangannya pada tahun 539 SM, Kores mengeluarkan dekret untuk membebaskan semua orang Yahudi yang ada di imperiumnya, termasuk mereka yang ada di Asiria dan Mesir. (Ezra 1:1-4) Halnya seolah-olah sebuah ”tanduk besar” ditiup, mengumandangkan nyanyian kebebasan bagi umat Allah.

      [Gambar di hlm. 275]

      ”Perjamuan dengan hidangan yang berlemak”

      [Gambar di hlm. 277]

      Babilon diinjak-injak oleh bekas tawanannya

      [Gambar di hlm. 278]

      ”Masuklah ke kamar-kamar dalammu”

  • Yesaya Menubuatkan ’Perbuatan Aneh’ Yehuwa
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Dua Puluh Dua

      Yesaya Menubuatkan ’Perbuatan Aneh’ Yehuwa

      Yesaya 28:1–29:24

      1, 2. Mengapa Israel dan Yehuda merasa aman?

      UNTUK waktu yang singkat, Israel dan Yehuda merasa aman. Dalam upaya mencari keamanan di dunia yang berbahaya, para pemimpin mereka telah membentuk aliansi politik dengan bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat. Samaria, ibu kota Israel, berpaling kepada negara tetangganya, Siria, sedangkan Yerusalem, ibu kota Yehuda, telah menaruh harapannya pada Asiria yang kejam.

      2 Selain menaruh kepercayaan pada sekutu-sekutu politik mereka yang baru, ada orang-orang di kerajaan utara yang berharap kepada Yehuwa untuk melindungi mereka—sekalipun mereka terus menggunakan anak lembu emas dalam ibadat. Yehuda juga yakin bahwa mereka bisa mengandalkan perlindungan Yehuwa. Kenyataannya, bukankah bait Yehuwa berada di Yerusalem, ibu kota mereka? Akan tetapi, ada kejadian-kejadian yang akan menimpa kedua bangsa itu tanpa mereka duga. Yehuwa mengilhami Yesaya untuk menubuatkan perkembangan-perkembangan yang kelihatannya benar-benar aneh bagi umat-Nya yang suka melawan. Dan, kata-katanya mengandung pelajaran penting bagi kita semua dewasa ini.

      ”Pemabuk-Pemabuk Efraim”

      3, 4. Apa yang dibanggakan kerajaan Israel di utara?

      3 Nubuat Yesaya dimulai dengan kata-kata yang mengejutkan, ”Celaka bagi mahkota yang megah dari pemabuk-pemabuk Efraim, dan bunga yang mulai layu pada hiasannya yang indah di atas kepala lembah yang subur milik orang-orang yang dikuasai anggur! Lihat! Pada Yehuwa ada seseorang yang kuat dan penuh semangat. Seperti badai hujan es yang mengguntur, . . . ia pasti akan mencampakkan mereka ke tanah dengan kuat. Dengan kaki, mahkota-mahkota yang megah dari pemabuk-pemabuk Efraim akan diinjak-injak.”​—Yesaya 28:1-3.

      4 Efraim, yang paling menonjol dari antara kesepuluh suku di utara, dianggap mewakili seluruh kerajaan Israel. Ibu kotanya, Samaria, terletak di lokasi yang indah dan menarik di ”atas kepala lembah yang subur”. Para pemimpin Efraim bangga akan ”mahkota-mahkota yang megah”, yaitu keadaan yang independen dari kekuasaan dinasti Daud di Yerusalem. Namun, mereka adalah ”pemabuk-pemabuk”, yang mabuk secara rohani karena telah beraliansi dengan Siria untuk melawan Yehuda. Setiap hal yang mereka banggakan akan segera diinjak-injak oleh kaki para penyerbu.​—Bandingkan Yesaya 29:9.

      5. Mengapa posisi Israel dapat dikatakan berada dalam bahaya, tetapi harapan apa yang disampaikan Yesaya?

      5 Efraim tidak sadar bahwa ia berada dalam posisi yang berbahaya. Yesaya selanjutnya mengatakan, ”Bunga yang mulai layu pada hiasannya yang indah di atas kepala lembah yang subur akan menjadi seperti buah ara awal sebelum musim panas, yang akan ditelan sementara masih berada di telapak tangan orang yang melihatnya.” (Yesaya 28:4) Efraim akan jatuh ke tangan Asiria, bagaikan sepotong makanan enak yang habis sekali telan. Jadi, apakah sudah tidak ada harapan lagi? Sebagaimana biasanya, nubuat-nubuat Yesaya tentang penghakiman diwarnai dengan harapan. Sekalipun bangsa ini akan jatuh, orang-orang yang setia akan luput, dengan pertolongan Yehuwa. ”Yehuwa yang berbala tentara akan menjadi seperti mahkota hiasan dan seperti hiasan kepala yang indah bagi orang-orang yang tersisa dari umatnya, dan sebagai roh keadilan bagi orang yang duduk menghakimi, dan sebagai keperkasaan bagi mereka yang menjauhkan pertempuran dari gerbang.”​—Yesaya 28:5, 6.

      ”Mereka Tersesat”

      6. Kapan Israel akan runtuh, namun mengapa Yehuda hendaknya tidak bergembira atas kemalangan Israel?

      6 Hari perhitungan untuk Samaria tiba pada tahun 740 SM ketika Asiria menghancurkan negeri itu dan kerajaan utara tidak lagi menjadi bangsa yang independen. Bagaimana dengan Yehuda? Negerinya akan diserbu Asiria, dan kemudian ibu kotanya akan dihancurkan oleh Babilon. Namun, selama masa hidup Yesaya, bait Yehuda dan keimamannya masih berfungsi dan nabi-nabinya akan terus bernubuat. Apakah Yehuda seharusnya bergembira atas kemalangan negara tetangganya di utara? Tentu saja tidak! Yehuwa juga akan mengadakan perhitungan dengan Yehuda dan pemimpin-pemimpinnya karena mereka tidak taat dan tidak beriman.

      7. Dalam arti apa para pemimpin Yehuda mabuk, dan apa hasilnya?

      7 Selanjutnya, Yesaya mengarahkan beritanya kepada Yehuda, ”Namun mereka juga—karena anggur, mereka tersesat, dan karena minuman yang memabukkan, mereka menyimpang. Imam dan nabi—mereka tersesat karena minuman yang memabukkan, mereka bingung akibat anggur, mereka menyimpang akibat minuman yang memabukkan; penglihatan mereka sesat, keputusan mereka goyah. Karena semua meja telah penuh dengan muntahan yang kotor—tidak ada tempat yang bersih.” (Yesaya 28:7, 8) Sungguh menjijikkan! Mabuk secara harfiah di rumah Allah sudah merupakan hal yang buruk; apalagi para imam dan nabi ini mabuk secara rohani—tidak bisa berpikir jernih karena terlalu mengandalkan aliansi dengan manusia. Mereka telah menipu diri dengan berpikir bahwa mereka telah mengambil satu-satunya haluan yang praktis, mungkin menganggap bahwa mereka sekarang mempunyai rencana cadangan jika ternyata perlindungan Yehuwa tidak memadai. Dalam keadaan mabuk rohani, para pemimpin agama ini memuntahkan pernyataan-pernyataan najis yang bersifat memberontak yang menyingkapkan parahnya keadaan mereka, yakni tidak mempunyai iman yang sejati akan janji-janji Allah.

      8. Bagaimana berita Yesaya ditanggapi?

      8 Bagaimana para pemimpin Yehuda menanggapi peringatan Yehuwa? Mereka mengejek Yesaya, menuduh bahwa dia menganggap mereka bayi sewaktu berbicara kepada mereka, ”Siapakah yang akan diajar dengan pengetahuan, dan siapakah yang akan diberi pengertian tentang apa yang telah didengar? Mereka yang disapih dari susu, mereka yang dijauhkan dari buah dada? Karena itu adalah ’perintah demi perintah, perintah demi perintah, tali pengukur demi tali pengukur, tali pengukur demi tali pengukur, di sini sedikit, di sana sedikit.’” (Yesaya 28:9, 10) Kata-kata Yesaya terdengar sangat repetitif dan aneh bagi mereka! Berulang-ulang ia mengatakan, ’Inilah perintah Yehuwa! Inilah perintah Yehuwa! Inilah standar Yehuwa! Inilah standar Yehuwa!’a Tetapi, Yehuwa akan segera ”berbicara” kepada penduduk Yehuda melalui tindakan. Ia akan mengirimkan bala tentara Babilon untuk melawan mereka—orang-orang asing yang benar-benar berbicara dengan bahasa lain. Bala tentara itu dengan pasti akan melaksanakan ”perintah demi perintah” dari Yehuwa, dan Yehuda akan jatuh.​—Baca Yesaya 28:11-13.

      Pemabuk Rohani Dewasa Ini

      9, 10. Kapan saja dan bagaimana kata-kata Yesaya mempunyai arti bagi generasi-generasi kemudian?

      9 Apakah nubuat-nubuat Yesaya digenapi hanya atas Israel dan Yehuda pada zaman dahulu? Tentu saja tidak! Yesus dan Paulus, keduanya mengutip kata-kata Yesaya dan menerapkannya kepada bangsa pada zaman mereka. (Yesaya 29:10, 13; Matius 15:8, 9; Roma 11:8) Dewasa ini, situasinya telah berkembang seperti pada zaman Yesaya.

      10 Sekarang ini, yang menaruh iman pada politik adalah pemimpin agama Susunan Kristen. Mereka melangkah dengan sempoyongan, seperti para pemabuk di Israel dan Yehuda, ikut campur dalam urusan politik, bergembira karena dimintai nasihat oleh orang-orang yang disebut hebat di dunia ini. Yang mereka bicarakan bukanlah kebenaran Alkitab yang murni, melainkan hal-hal yang najis. Visi rohani mereka kabur, dan mereka bukan pembimbing yang dapat dipercaya bagi umat manusia.​—Matius 15:14.

      11. Bagaimana para pemimpin Susunan Kristen menanggapi kabar baik Kerajaan Allah?

      11 Bagaimana tanggapan para pemimpin Susunan Kristen ketika Saksi-Saksi Yehuwa menarik perhatian mereka kepada satu-satunya harapan yang sejati, Kerajaan Allah? Mereka tidak mengerti. Bagi mereka, Saksi-Saksi Yehuwa seolah-olah terus mengocehkan hal yang sama, seperti bayi. Para pemimpin agama menghina para pembawa berita ini dan mengejek mereka. Seperti orang Yahudi pada zaman Yesus, mereka sendiri tidak menginginkan Kerajaan Allah, dan tidak mau kawanan mereka mendengar tentang hal ini. (Matius 23:13) Jadi, para pemimpin itu telah diberi tahu bahwa Yehuwa tidak akan selalu berbicara melalui pembawa berita yang tidak berbahaya. Akan tiba waktunya ketika orang-orang yang tidak menundukkan diri kepada Kerajaan Allah ”dipatahkan, dijerat dan ditangkap”, ya, dihancurkan sama sekali.

      ”Perjanjian dengan Kematian”

      12. Seharusnya, apa arti ”perjanjian dengan Kematian” bagi Yehuda?

      12 Yesaya melanjutkan maklumatnya, ”Kamu sekalian mengatakan, ’Kami telah mengadakan perjanjian dengan Kematian; dan bersama Syeol kami telah menghasilkan suatu penglihatan; banjir bandang yang meluap, andaikata itu lewat, tidak akan menimpa kami, karena kami telah menjadikan dusta sebagai perlindungan dan dalam kepalsuan kami bersembunyi.’” (Yesaya 28:14, 15) Para pemimpin Yehuda membual bahwa aliansi politik menghindarkan mereka dari kekalahan. Mereka merasa bahwa mereka telah mengadakan ”perjanjian dengan Kematian” untuk tidak mengganggu mereka. Namun, perlindungan mereka yang semu tidak akan memberi mereka keluputan. Aliansi mereka adalah suatu dusta, kepalsuan. Demikian juga dewasa ini, persahabatan Susunan Kristen dengan para pemimpin dunia tidak akan melindungi dia sewaktu tiba saat Yehuwa untuk mengadakan perhitungan dengannya. Hal itu malah akan menjadi kebinasaan bagi dia.​—Penyingkapan 17:16, 17.

      13. Siapakah ”batu yang teruji”, dan bagaimana Susunan Kristen menolak dia?

      13 Kalau begitu, ke mana seharusnya para pemimpin agama ini mencari perlindungan? Sekarang Yesaya menuliskan janji Yehuwa, ”Lihat, aku meletakkan sebuah batu sebagai fondasi di Zion, sebuah batu yang teruji, batu penjuru yang berharga dari sebuah fondasi yang pasti. Tidak seorang pun yang memperlihatkan iman akan menjadi panik. Dan aku akan membuat keadilan menjadi tali pengukur dan keadilbenaran menjadi alat pengukur kedataran; hujan es akan menyapu bersih perlindungan dusta, dan air pun akan membanjiri tempat persembunyian.” (Yesaya 28:16, 17) Tidak lama setelah Yesaya menyampaikan kata-kata ini, Raja Hizkia yang setia ditakhtakan di Zion, dan kerajaannya diselamatkan, bukan oleh negara tetangga yang menjadi sekutunya, melainkan oleh karena Yehuwa turun tangan. Namun, kata-kata terilham ini tidak digenapi atas diri Hizkia. Rasul Petrus, sewaktu mengutip kata-kata Yesaya, menunjukkan bahwa Yesus Kristus, keturunan Hizkia, adalah ”batu yang teruji” itu dan bahwa tidak seorang pun yang menjalankan iman kepada-Nya perlu takut. (1 Petrus 2:6) Sungguh menyedihkan bahwa para pemimpin Susunan Kristen melakukan hal-hal yang ditolak oleh Yesus sendiri, padahal mereka mengaku diri Kristen. Mereka tidak menantikan Yehuwa untuk mewujudkan Kerajaan-Nya di bawah Yesus Kristus, sang Raja, namun sebaliknya, mencari kedudukan dan kuasa di dunia ini.​—Matius 4:8-10.

      14. Kapan ’perjanjian Yehuda dengan Kematian’ akan berakhir?

      14 Pada waktu ”banjir bandang yang meluap” berupa bala tentara Babilon melanda negeri itu, Yehuwa akan menyingkapkan bahwa perlindungan politik Yehuda adalah dusta. ”Perjanjianmu dengan Kematian pasti akan diakhiri,” kata Yehuwa. ”Pada waktu banjir bandang yang meluap datang, kamu akan menjadi tempat untuk diinjak-injaknya. Setiap kali datang, . . . itu semata-mata akan menjadi alasan untuk gemetar, untuk membuat orang lain mengerti apa yang telah didengar.” (Yesaya 28:18, 19) Ya, ada hal penting yang dapat dipelajari dari kejadian yang menimpa orang-orang yang mengaku melayani Yehuwa padahal menaruh kepercayaan pada aliansi bangsa-bangsa.

      15. Bagaimana Yesaya menggambarkan perlindungan Yehuda yang tidak memadai?

      15 Coba pikirkan posisi para pemimpin Yehuda itu sekarang. ”Pembaringan ternyata terlalu pendek bagi orang untuk membujurkan diri, dan kain tenunan pun terlalu kecil untuk menyelubungi diri.” (Yesaya 28:20) Seolah-olah mereka ingin berbaring untuk beristirahat, tetapi tidak bisa. Jika kaki mereka direntangkan, akan terjulur kedinginan, atau jika ditarik, kain penutupnya terlalu sempit untuk membuatnya hangat. Ini merupakan keadaan yang tidak nyaman pada zaman Yesaya. Dan dewasa ini, itulah keadaan orang-orang yang percaya kepada perlindungan semu Susunan Kristen. Sebagai akibat keikutsertaan mereka dalam politik, beberapa pemimpin agama Susunan Kristen terlibat dalam kekejaman yang mengerikan, seperti sapu bersih etnik dan genosida. Sungguh menjijikkan!

      ’Perbuatan Aneh’ Yehuwa

      16. Apakah ’perbuatan aneh’ Yehuwa, dan mengapa pekerjaan ini tidak lazim?

      16 Hasil akhir semua perkara ini akan benar-benar bertolak belakang dengan apa yang diharapkan oleh para pemimpin agama Yehuda. Yehuwa akan melakukan sesuatu yang aneh atas para pemabuk rohani Yehuda. ”Yehuwa akan bangkit seperti di Gunung Perazim, dan ia akan dibuat marah seperti di lembah dekat Gibeon, agar ia dapat melaksanakan perbuatannya—perbuatannya aneh—dan agar ia dapat melakukan pekerjaannya—pekerjaannya luar biasa.” (Yesaya 28:21) Pada zaman Raja Daud, Yehuwa memberi umat-Nya kemenangan besar atas orang Filistin di Gunung Perazim dan di Lembah Gibeon. (1 Tawarikh 14:10-16) Pada zaman Yosua, Dia membuat matahari tidak bergerak di atas Gibeon sehingga tuntaslah kemenangan Israel atas orang Amori. (Yosua 10:8-14) Hal itu sangat tidak lazim! Sekarang Yehuwa akan kembali bertindak, tetapi kali ini, melawan orang-orang yang mengaku diri umat-Nya. Adakah yang lebih aneh atau yang lebih tidak lazim daripada hal ini? Tidak, mengingat bahwa Yerusalem adalah pusat ibadat kepada Yehuwa dan kota tempat raja yang diurapi Yehuwa. Sampai saat itu, dinasti Daud di Yerusalem belum pernah digulingkan. Meskipun demikian, Yehuwa pasti akan melaksanakan ’perbuatan-Nya yang aneh’.​—Bandingkan Habakuk 1:5-7.

      17. Apa pengaruh cemoohan atas penggenapan nubuat Yesaya?

      17 Oleh karena itu, Yesaya memberikan peringatan, ”Jangan mencemooh, agar pengikatmu tidak menjadi kuat, karena seluruh negeri akan dibasmi, yaitu sesuatu yang telah diputuskan, yang telah kudengar dari Tuan Yang Berdaulat, Yehuwa yang berbala tentara.” (Yesaya 28:22) Sekalipun para pemimpin mencemooh, berita Yesaya benar. Ia mendengarnya dari Yehuwa, yang mempunyai hubungan perjanjian dengan para pemimpin itu. Demikian pula dewasa ini, para pemimpin agama Susunan Kristen mencemooh sewaktu mendengar tentang ’perbuatan aneh’ Yehuwa. Mereka bahkan berkoar-koar menentang Saksi-Saksi Yehuwa. Tetapi, berita yang diserukan Saksi-Saksi itu benar. Berita itu berasal dari Alkitab, dan para pemimpin itu mengaku mewakilinya.

      18. Bagaimana Yesaya menggambarkan sikap Yehuwa yang seimbang sewaktu menjalankan disiplin?

      18 Orang-orang tulus yang tidak mengikuti para pemimpin itu, akan Yehuwa bawa ke jalan yang benar sehingga dapat kembali memperoleh perkenan-Nya. (Baca Yesaya 28:23-29.) Sebagaimana seorang petani menggunakan cara-cara yang lebih lembut untuk mengirik biji-bijian yang halus seperti jintan putih, demikian pula Yehuwa menggunakan disiplin yang sesuai dengan orang dan keadaannya. Dia tidak pernah berbuat seenaknya atau bertindak keras, tetapi selalu mengingat potensi orang-orang yang bersalah untuk diperbaiki. Ya, jika orang-orang menyambut imbauan Yehuwa, ada harapan untuk mereka. Demikian pula dewasa ini, nasib Susunan Kristen secara keseluruhan sudah tidak dapat diganggu gugat, namun setiap pribadi yang mau menundukkan diri kepada Kerajaan Yehuwa dapat menghindari penghukuman.

      Celaka bagi Yerusalem!

      19. Dengan cara apa Yerusalem menjadi ”perapian mezbah”, dan kapan serta bagaimana hal ini terjadi?

      19 Namun, apa yang sedang Yehuwa bicarakan? ”Celaka bagi Ariel, bagi Ariel, kota tempat Daud berkemah! Tambahkanlah tahun demi tahun, kamu sekalian; biarlah perayaan-perayaan berjalan silih berganti. Aku akan membuat keadaannya sesak bagi Ariel, dan akan ada perkabungan dan ratapan, dan bagiku ia akan menjadi seperti perapian mezbah Allah.” (Yesaya 29:1, 2) ”Ariel” bisa jadi berarti ”Perapian Mezbah Allah”, dan di sini pastilah memaksudkan Yerusalem. Di sanalah letak bait dan mezbah korbannya. Orang-orang Yehuda secara rutin mengadakan perayaan dan mempersembahkan korban di sana, namun Yehuwa tidak menyukai ibadat mereka. (Hosea 6:6) Sebaliknya, Dia menetapkan bahwa kota itu akan menjadi ”perapian mezbah” dalam arti yang berbeda. Seperti mezbah, kota itu akan berlumur darah dan dilalap api. Yehuwa bahkan menggambarkan bagaimana hal ini akan terjadi, ”Aku akan berkemah di segala sisi untuk melawanmu, dan aku akan mengepungmu dengan pagar kayu runcing dan mendirikan kubu untuk mengepungmu. Maka engkau akan menjadi rendah sehingga engkau akan berbicara dari dalam tanah, dan perkataanmu akan terdengar lemah seperti dari dalam debu.” (Yesaya 29:3, 4) Ini digenapi atas Yehuda dan Yerusalem pada tahun 607 SM ketika bala tentara Babilon mengepung dan menghancurkan kota itu dan membakar baitnya. Yerusalem dijadikan sama rata dengan tanah tempat ia dibangun.

      20. Apa nasib akhir musuh-musuh Allah?

      20 Sebelum waktu yang menentukan itu, Yehuda dari waktu ke waktu mempunyai raja yang taat pada Hukum Yehuwa. Lalu apa yang terjadi? Yehuwa bertindak membela umat-Nya. Sekalipun musuh meliputi negeri itu, mereka menjadi seperti ”serbuk halus” dan ”sekam”. Pada waktu yang Ia tentukan, Yehuwa mencerai-beraikan mereka ”melalui guntur, gempa, bunyi yang hebat, angin topan dan badai yang hebat, dan nyala api yang memakan habis”.​—Yesaya 29:5, 6.

      21. Jelaskan ilustrasi di Yesaya 29:7, 8.

      21 Bala tentara musuh bisa jadi ingin sekali menjarah Yerusalem dan melahap barang-barang rampasan perang. Namun, tiba-tiba mereka akan disadarkan! Seperti orang kelaparan yang bermimpi bahwa ia sedang berpesta pora dan kemudian terbangun dalam keadaan sangat lapar, musuh-musuh Yehuda tidak akan menikmati pesta yang mereka damba-dambakan itu. (Baca Yesaya 29:7, 8.) Coba pikirkan apa yang terjadi atas bala tentara Asiria di bawah pimpinan Sanherib ketika mereka mengancam Yerusalem pada zaman Raja Hizkia yang setia. (Yesaya, pasal 36 dan 37) Dalam satu malam, tanpa perlu mengangkat satu tangan manusia pun, langkah pasukan Asiria yang tak kenal lelah dan menakutkan itu dihentikan—185.000 pejuangnya yang gagah berani tewas! Impian untuk mendapatkan kemenangan akan sirna lagi ketika pasukan tempur Gog dari Magog bersiap-siap untuk melawan umat Yehuwa di hari-hari mendatang ini.​—Yehezkiel 38:10-12; 39:6, 7.

      22. Bagaimana pengaruh kemabukan rohani Yehuda atas dirinya?

      22 Pada waktu Yesaya menyampaikan bagian nubuat ini, para pemimpin Yehuda tidak mempunyai iman seperti Hizkia. Mereka telah menjadi sangat mabuk secara rohani karena aliansi mereka dengan bangsa-bangsa yang tidak saleh. ”Tinggallah sebentar, dan biarlah kamu sekalian merasa heran; butakanlah dirimu, dan biarlah kamu dibutakan. Mereka menjadi mabuk, tetapi bukan karena anggur; mereka terhuyung-huyung, tetapi bukan karena minuman yang memabukkan.” (Yesaya 29:9) Dalam keadaan mabuk secara rohani, para pemimpin itu tidak akan dapat memahami makna penglihatan yang diberikan kepada nabi-nabi Yehuwa yang sejati. Yesaya mengatakan, ”Karena ke atas kamu sekalian Yehuwa telah mencurahkan roh tidur nyenyak; dan ia menutup matamu, yakni para nabi, dan ia bahkan menyelubungi kepalamu, yakni para pelihat. Maka bagi kamu sekalian penglihatan mengenai segala sesuatu menjadi seperti kata-kata dari buku yang termeterai, yang mereka berikan kepada orang yang mengenal tulisan, dengan mengatakan, ’Bacalah ini dengan suara keras’, dan ia mengatakan, ’Aku tidak dapat, karena itu termeterai’; dan buku itu diberikan kepada orang yang tidak mengenal tulisan, dan seseorang mengatakan, ’Bacalah ini dengan suara keras’, dan ia mengatakan, ’Aku sama sekali tidak mengenal tulisan.’”​—Yesaya 29:10-12.

      23. Mengapa Yehuwa akan mengadakan perhitungan dengan Yehuda, dan bagaimana Dia melakukannya nanti?

      23 Para pemimpin agama Yehuda mengaku bijaksana secara rohani, tetapi mereka telah meninggalkan Yehuwa. Mereka malah mengajarkan gagasan-gagasan mereka sendiri yang menyimpang tentang apa yang benar dan salah, membenarkan kegiatan-kegiatan mereka yang tidak beriman dan amoral serta membuat orang-orang kehilangan perkenan Allah. Melalui ”sesuatu yang menakjubkan”—‘perbuatan-Nya yang aneh’—Yehuwa akan mengadakan perhitungan dengan mereka karena kemunafikan mereka. Ia berfirman, ”Karena umat ini datang mendekat dengan mulut mereka, dan mereka memuliakan aku hanya dengan bibir mereka, dan mereka telah menjauhkan hati mereka dariku, dan rasa takut mereka kepadaku menjadi sekadar perintah manusia yang diajarkan, maka inilah aku, Pribadi yang kembali akan bertindak secara menakjubkan kepada umat ini, dengan cara yang menakjubkan dan dengan sesuatu yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan lenyap, dan pengertian orang-orangnya yang bijaksana akan bersembunyi.” (Yesaya 29:13, 14) Hikmat serta pengertian ala Yehuda akan lenyap pada waktu Yehuwa memanuver keadaan agar seluruh sistem agamanya yang murtad disapu bersih oleh Kuasa Dunia Babilon. Hal yang sama terjadi pada abad pertama setelah pemimpin agama Yahudi yang mengaku dirinya berhikmat menyesatkan bangsa itu. Hal yang sama akan terjadi atas Susunan Kristen pada zaman kita.​—Matius 15:8, 9; Roma 11:8.

      24. Orang-orang Yehuda tidak memiliki rasa takut yang saleh, bagaimana hal ini bisa tersingkap?

      24 Namun sekarang, para pemimpin Yehuda yang suka membual itu percaya bahwa karena kepintaran mereka, penyimpangan mereka dari ibadat sejati tidak akan ketahuan. Benarkah demikian? Yesaya membuka kedok mereka, menyingkapkan bahwa mereka tidak memiliki rasa takut yang benar kepada Allah sehingga tidak memiliki hikmat yang benar, ”Celaka bagi mereka yang bertindak sangat jauh dengan menyembunyikan rancangan dari Yehuwa, dan yang perbuatan-perbuatannya terjadi di tempat gelap, sambil mengatakan, ’Siapa yang melihat kita, dan siapa yang tahu tentang kita?’ Betapa sesatnya kamu sekalian! Apakah tukang tembikar layak dianggap sama dengan tanah liat? Karena apakah barang yang dibuat layak mengatakan mengenai pembuatnya, ’Ia tidak membuat aku’? Dan apakah barang yang dibentuk mengatakan mengenai pembentuknya, ’Ia tidak memperlihatkan pengertian’?” (Yesaya 29:15, 16; bandingkan Mazmur 111:10.) Mereka mengira bahwa mereka bisa menyembunyikan diri dengan baik, namun sebenarnya, mereka ”telanjang dan terbuka” di mata Allah.​—Ibrani 4:13.

      ”Orang-Orang Tuli Akan Mendengar”

      25. Apa artinya ”orang-orang tuli” akan mendengar?

      25 Akan tetapi, ada keselamatan bagi orang-orang yang memperlihatkan iman. (Baca Yesaya 29:17-24; bandingkan Lukas 7:22.) ”Orang-orang tuli akan mendengar kata-kata dari buku itu”, yaitu berita dari Firman Allah. Ya, ini bukan penyembuhan orang tuna rungu secara lahiriah, melainkan penyembuhan rohani. Yesaya sekali lagi menunjuk ke masa depan, ketika Kerajaan Mesianik didirikan dan ibadat sejati dipulihkan di bumi di bawah pemerintahan Mesias. Hal ini sudah terjadi pada zaman kita ini, dan jutaan orang yang tulus telah membuka diri untuk dikoreksi Yehuwa dan belajar untuk memuji Dia. Sungguh, penggenapan yang mendebarkan hati! Akhirnya, akan tiba harinya manakala setiap makhluk yang bernapas, akan memuji Yehuwa dan menyucikan nama-Nya yang kudus.​—Mazmur 150:6.

      26. Pengingat rohani apa saja yang didengar oleh ”orang-orang tuli” dewasa ini?

      26 Apa yang dipelajari ”orang-orang tuli” tersebut dewasa ini? Bahwa semua orang Kristen, terutama yang dianggap sebagai teladan dalam sidang jemaat, harus benar-benar menjaga diri agar tidak ’tersesat karena minuman yang memabukkan’. (Yesaya 28:7) Selain itu, kita hendaknya tidak pernah berhenti mendengarkan pengingat-pengingat dari Allah, yang akan membantu kita memiliki pandangan rohani dalam segala hal. Memang, orang Kristen memperlihatkan ketundukan yang sepatutnya kepada kalangan berwenang pemerintah dan mengharapkan pelayanan-pelayanan tertentu dari mereka, namun keselamatan tidak datang dari dunia sekuler, tetapi dari Allah Yehuwa. Hendaknya kita pun tidak pernah lupa bahwa seperti penghakiman Allah atas Yerusalem yang murtad, penghakiman Allah atas generasi ini pun pasti datang. Dengan pertolongan Yehuwa, kita dapat terus mengumumkan peringatan-Nya, sebagaimana Yesaya melakukannya, sekalipun adanya tentangan.​—Yesaya 28:14, 22; Matius 24:34; Roma 13:1-4.

      27. Orang Kristen dapat menarik pelajaran apa saja dari nubuat Yesaya?

      27 Penatua dan orang-tua dapat belajar dari cara Yehuwa menjalankan disiplin, Dia selalu berupaya agar pelaku kesalahan mendapatkan kembali perkenan Allah, dan tidak semata-mata menghukum mereka. (Yesaya 28:26-29; bandingkan Yeremia 30:11.) Kita semua, termasuk orang-orang muda, diingatkan bahwa melayani Yehuwa dari hati sangat penting, jangan hanya berpura-pura menjadi orang Kristen karena ingin menyenangkan manusia. (Yesaya 29:13) Kita harus memperlihatkan bahwa tidak seperti penduduk Yehuda yang tidak beriman, kita memiliki rasa takut yang sehat kepada Yehuwa dan respek yang sangat dalam kepada-Nya. (Yesaya 29:16) Lagi pula, kita perlu memperlihatkan bahwa kita bersedia dikoreksi oleh Yehuwa dan belajar dari-Nya.​—Yesaya 29:24.

      28. Bagaimana para hamba Yehuwa memandang tindakan-tindakan-Nya untuk menyelamatkan?

      28 Sungguh penting untuk memiliki iman dan kepercayaan akan Yehuwa dan cara kerja-Nya! (Bandingkan Mazmur 146:3.) Bagi kebanyakan orang, berita peringatan yang kita serukan terdengar kekanak-kanakan. Kebinasaan yang akan datang atas suatu organisasi, Susunan Kristen, yang mengaku melayani Allah merupakan konsep yang aneh, tidak lazim. Namun, Yehuwa akan melaksanakan ’perbuatan-Nya yang aneh’. Tidak ada keraguan mengenai hal itu. Oleh karena itu, seraya menjalani hari-hari terakhir sistem ini, hamba-hamba Allah menaruh kepercayaan penuh kepada Kerajaan-Nya dan Raja-Nya yang terlantik, Yesus Kristus. Mereka tahu bahwa tindakan Yehuwa untuk menyelamatkan—yang dilaksanakan bersama ’perbuatan-Nya yang aneh’—akan mendatangkan berkat-berkat abadi bagi seluruh umat manusia yang taat.

      [Catatan Kaki]

      a Dalam bahasa Ibrani aslinya, Yesaya 28:10 merupakan sajak yang diulang-ulangi, seperti pantun kanak-kanak. Oleh karena itu, berita Yesaya kedengaran repetitif dan kekanak-kanakan bagi para pemimpin agama.

      [Gambar di hlm. 289]

      Susunan Kristen lebih mengandalkan aliansi dengan penguasa manusia daripada mengandalkan Allah

      [Gambar di hlm. 290]

      Yehuwa melaksanakan ’perbuatan-Nya yang aneh’ sewaktu Dia mengizinkan Babilon menghancurkan Yerusalem

      [Gambar di hlm. 298]

      Orang-orang yang tadinya tuli secara rohani dapat ”mendengar” Firman Allah

  • Terus Menantikan Yehuwa
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Dua Puluh Tiga

      Terus Menantikan Yehuwa

      Yesaya 30:1-33

      1, 2. (a) Apa isi Yesaya pasal 30? (b) Pertanyaan-pertanyaan apa akan kita bahas sekarang?

      DALAM Yesaya pasal 30, kita membaca lebih lanjut tentang maklumat ilahi terhadap orang fasik. Meskipun demikian, bagian nubuat Yesaya ini menonjolkan beberapa sifat Yehuwa yang menghangatkan hati. Malah, sifat-sifat Yehuwa digambarkan dengan kata-kata yang sangat gamblang sehingga kita seolah-olah dapat melihat pribadi-Nya yang menghibur, mendengar suara-Nya yang membimbing, dan merasakan sentuhan-Nya yang menyembuhkan.​—Yesaya 30:20, 21, 26.

      2 Meskipun demikian, rekan-rekan sebangsa Yesaya, penduduk Yehuda yang murtad, tidak mau kembali kepada Yehuwa. Sebaliknya, mereka percaya kepada manusia. Bagaimana perasaan Yehuwa sehubungan dengan hal ini? Dan, bagaimana bagian nubuat Yesaya ini membantu orang Kristen zaman sekarang untuk terus menantikan Yehuwa? (Yesaya 30:18) Mari kita periksa.

      Tindakan yang Bodoh dan Fatal

      3. Apa siasat yang disingkapkan oleh Yehuwa?

      3 Selama beberapa waktu, para pemimpin Yehuda secara diam-diam mengatur siasat, mencari jalan untuk menghindari kuk Asiria. Akan tetapi, Yehuwa melihat hal ini. Dan sekarang, Dia menyingkapkan siasat mereka, ”’Celaka bagi putra-putra yang keras kepala,’ demikian ucapan Yehuwa, ’mereka yang cenderung melaksanakan rancangan, tetapi bukan rancanganku; dan mencurahkan persembahan berupa cairan, tetapi tidak dengan rohku, sehingga menambah dosa ke atas dosa; mereka yang berangkat ke Mesir.’”​—Yesaya 30:1, 2a.

      4. Bagaimana umat yang suka memberontak itu menggantikan Allah dengan Mesir?

      4 Alangkah terkejutnya para pemimpin yang bersiasat itu sewaktu mendengar rencana mereka disingkapkan! Kepergian mereka ke Mesir untuk mengadakan aliansi bukan sekadar tindakan provokasi terhadap Asiria; itu adalah pemberontakan terhadap Allah Yehuwa. Pada zaman Raja Daud, bangsa itu memandang Yehuwa sebagai benteng dan mencari perlindungan ’dalam naungan sayap-Nya’. (Mazmur 27:1; 36:7) Sekarang, mereka ”mencari penaungan di benteng Firaun” dan ”mencari perlindungan di bawah bayang-bayang Mesir”. (Yesaya 30:2b) Mereka telah menggantikan Allah dengan Mesir! Benar-benar pengkhianatan!—Baca Yesaya 30:3-5.

      5, 6. (a) Mengapa aliansi dengan Mesir adalah kesalahan yang fatal? (b) Perjalanan apa dahulu pernah diadakan oleh umat Allah, yang menonjolkan betapa bodohnya perjalanan menuju Mesir itu?

      5 Yesaya memberikan lebih banyak perincian, seakan-akan untuk membantah gagasan bahwa misi ke Mesir itu hanyalah kunjungan yang tidak terencana. ”Maklumat terhadap binatang-binatang di selatan: Melalui negeri kesesakan dan keadaan yang sukar, tempat singa dan macan tutul menggeram, tempat ular berbisa dan ular beracun yang terbang, di atas punggung keledai dewasa mereka mengangkut kekayaan mereka, dan di atas ponok unta, persediaan mereka.” (Yesaya 30:6a) Jelas, perjalanan itu direncanakan dengan matang. Para utusan menyiapkan kafilah yang terdiri dari unta-unta dan keledai-keledai, yang mereka muati dengan barang-barang mahal dan kemudian mereka bawa ke Mesir melalui padang belantara yang tandus dan penuh dengan singa yang menggeram serta ular berbisa. Akhirnya, para utusan itu sampai di tujuan dan menyerahkan harta benda mereka kepada orang Mesir. Mereka telah membeli perlindungan—atau setidaknya itulah anggapan mereka. Tetapi, Yehuwa berfirman, ”Bagi bangsa itu, semuanya tidak bermanfaat. Orang Mesir adalah kesia-siaan belaka, dan pertolongan mereka sia-sia. Karena itu aku menyebutnya, ’Rahab—mereka lebih suka duduk diam.’” (Yesaya 30:6b, 7) ”Rahab”, seekor ”makhluk laut raksasa”, melambangkan Mesir. (Yesaya 51:9, 10) Ia menjanjikan banyak hal tetapi tidak berbuat apa-apa. Aliansi Yehuda dengannya adalah kesalahan yang fatal.

      6 Seraya Yesaya menggambarkan perjalanan utusan-utusan itu, para pendengarnya mungkin teringat akan perjalanan serupa pada zaman Musa. Para leluhur mereka melintasi ’padang belantara yang membangkitkan rasa takut’ itu juga. (Ulangan 8:14-16) Akan tetapi, pada zaman Musa, orang Israel pergi dari Mesir dan keluar dari perbudakan. Kali ini, para utusan itu mengadakan perjalanan menuju Mesir, dan sebenarnya untuk ditundukkan. Benar-benar bodoh! Semoga kita tidak pernah mengambil keputusan buruk demikian dan menukarkan kemerdekaan rohani kita dengan perbudakan!​—Bandingkan Galatia 5:1.

      Tentangan terhadap Berita Sang Nabi

      7. Mengapa Yehuwa menyuruh Yesaya menuliskan peringatan-Nya kepada Yehuda?

      7 Yehuwa memberi tahu Yesaya untuk menuliskan berita yang baru saja ia sampaikan agar ”itu berguna di hari depan, sebagai kesaksian sampai waktu yang tidak tertentu”. (Yesaya 30:8) Yehuwa tidak senang bila hamba-hamba-Nya lebih memilih untuk beraliansi dengan manusia daripada bersandar kepada-Nya, dan hal itu harus dicatat demi generasi-generasi mendatang—termasuk generasi kita sekarang. (2 Petrus 3:1-4) Tetapi, catatan tertulis diperlukan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak. ”Ini adalah bangsa pemberontak, putra-putra yang tidak dapat dipercaya, putra-putra yang tidak mau mendengar hukum Yehuwa.” (Yesaya 30:9) Bangsa itu tidak mau mendengarkan perkataan Yehuwa. Jadi, hal itu harus dicatat agar kelak mereka tidak dapat mengatakan bahwa mereka belum mendapat peringatan yang sepatutnya.​—Amsal 28:9; Yesaya 8:1, 2.

      8, 9. (a) Dengan cara apa para pemimpin Yehuda mencoba merusak nabi-nabi Yehuwa? (b) Bagaimana Yesaya menunjukkan bahwa ia tidak mau diintimidasi?

      8 Yesaya sekarang memberikan contoh tentang sikap memberontak bangsa itu. Mereka ”mengatakan kepada orang yang menilik, ’Jangan menilik’, dan kepada orang yang mendapat penglihatan, ’Jangan melihat perkara-perkara yang benar bagi kami. Katakanlah hal-hal yang menyenangkan; lihatlah hal-hal yang bersifat menipu’”. (Yesaya 30:10) Dengan memerintahkan para nabi yang setia untuk berhenti berbicara tentang apa yang ”benar”, dan sebaliknya berbicara tentang apa yang ”menyenangkan” dan ”bersifat menipu”, atau palsu, para pemimpin Yehuda memperlihatkan bahwa mereka ingin digelitik telinganya. Mereka ingin dipuji, bukannya dicela. Menurut mereka, nabi mana pun yang tidak mau bernubuat sesuai dengan selera mereka harus ’berbelok dari jalan; menyimpang dari jalur’. (Yesaya 30:11a) Nabi itu harus mengatakan sesuatu yang enak didengar atau sama sekali berhenti berbicara!

      9 Para penentang Yesaya berkukuh, ”Buatlah Pribadi Kudus Israel tidak ada oleh karena kami.” (Yesaya 30:11b) Biarlah Yesaya tidak lagi berbicara atas nama Yehuwa, ”Pribadi Kudus Israel”! Gelar itu membuat mereka kesal karena standar-standar Yehuwa yang luhur menonjolkan keadaan mereka yang hina. Bagaimana reaksi Yesaya? Ia menyatakan, ”Inilah firman dari Pribadi Kudus Israel.” (Yesaya 30:12a) Tanpa keraguan, Yesaya justru mengucapkan kata-kata yang dibenci para penentangnya. Ia tidak mau diintimidasi. Sungguh bagus teladan itu bagi kita! Sehubungan dengan mengumumkan berita Allah, orang Kristen tidak boleh berkompromi. (Kisah 5:27-29) Seperti Yesaya, mereka terus berseru, ’Inilah firman dari Yehuwa’!

      Akibat Pemberontakan

      10, 11. Apa akibat pemberontakan Yehuda?

      10 Yehuda telah menolak firman Allah, mempercayai dusta, dan mengandalkan ”kecurangan”. (Yesaya 30:12b) Apa akibatnya? Yehuwa tidak akan membiarkan keadaan berkembang sesuai dengan keinginan bangsa itu, sebaliknya, Dia akan meniadakan bangsa itu sama sekali! Hal itu akan terjadi secara tiba-tiba dan total, seperti yang ditandaskan Yesaya dengan sebuah perumpamaan. Pemberontakan bangsa itu seperti ”bagian patah yang akan segera roboh, sesuatu yang tersembul ke luar dari tembok yang tinggi, yang kehancurannya dapat terjadi dengan tiba-tiba, dalam sekejap”. (Yesaya 30:13) Seperti bagian yang tersembul pada sebuah tembok yang tinggi, yang bertambah besar sehingga akhirnya membuat tembok itu runtuh, demikian pula bertambahnya pemberontakan orang-orang yang sezaman dengan Yesaya akan menyebabkan bangsa itu runtuh.

      11 Dengan perumpamaan lain, Yesaya memperlihatkan kehancuran total yang akan datang itu, ”Orang akan memecahkannya seperti memecahkan tempayan besar tukang tembikar, diremukkan sampai berkeping-keping tanpa seorang pun yang merasa sayang, sehingga di antara keping-keping yang remuk itu tidak didapati satu pun pecahan tembikar yang dapat digunakan untuk mengorek api di perapian atau mencedok air dari tempat berpaya.” (Yesaya 30:14) Kehancuran Yehuda begitu total sehingga tidak akan ada lagi sesuatu pun yang berharga—bahkan pecahan tembikar yang cukup besar untuk mencedok abu panas dari perapian atau untuk menciduk air dari rawa-rawa. Benar-benar akhir yang memalukan! Demikian pula, orang-orang yang memberontak terhadap ibadat murni dewasa ini akan ditimpa kehancuran total dengan tiba-tiba.​—Ibrani 6:4-8; 2 Petrus 2:1.

      Tawaran Yehuwa Ditolak

      12. Bagaimana orang Yehuda dapat menghindari kehancuran?

      12 Namun, bagi para pendengar Yesaya, kehancuran itu bukannya tak terelakkan. Ada jalan keluar. Sang nabi menjelaskan, ”Inilah firman Tuan Yang Berdaulat Yehuwa, Pribadi Kudus Israel, ’Dengan kembali dan tinggal diam kamu sekalian akan selamat. Dengan tetap tenang dan percaya penuh, di situlah terletak keperkasaanmu.’” (Yesaya 30:15a) Yehuwa siap menyelamatkan umat-Nya—jika mereka memperlihatkan iman dengan ”tinggal diam”, atau tidak berupaya mencari keselamatan melalui aliansi manusia, dan dengan ”tetap tenang”, atau percaya kepada kuasa perlindungan Allah dengan tidak menyerah pada rasa takut. ”Tetapi,” kata Yesaya kepada orang-orang itu, ”kamu tidak mau.”​—Yesaya 30:15b.

      13. Apa yang diandalkan oleh para pemimpin Yehuda, dan apakah itu ternyata dapat diandalkan?

      13 Lalu Yesaya menjabarkan, ”Lalu kamu mengatakan, ’Tidak, kami akan lari menunggang kuda!’ Maka kamu lari. ’Kami akan menunggang kuda yang bergerak cepat!’ Maka para pengejarmu akan bergerak lebih cepat lagi.” (Yesaya 30:16) Orang Yehuda mengira bahwa kuda yang gesit, dan bukannya Yehuwa, akan menyelamatkan mereka. (Ulangan 17:16; Amsal 21:31) Akan tetapi, sanggah sang nabi, kepercayaan mereka hanyalah ilusi sebab musuh akan menyusul mereka. Bahkan jumlah yang besar tidak akan ada artinya. ”Seribu orang akan gemetar karena hardikan satu orang; karena hardikan lima orang kamu akan lari.” (Yesaya 30:17a) Bala tentara Yehuda akan panik dan lari ketika mendengar teriakan musuh yang hanya sedikit jumlahnya.a Pada akhirnya, hanya sedikit yang tersisa, ditinggalkan sendiri, ”seperti sebuah tiang di puncak gunung dan seperti tanda di atas bukit”. (Yesaya 30:17b) Sesuai dengan nubuat itu, pada waktu Yerusalem dihancurkan pada tahun 607 SM, hanya ada suatu sisa yang terluput.​—Yeremia 25:8-11.

      Penghiburan di tengah-tengah Berita Penghukuman

      14, 15. Bagaimana kata-kata di Yesaya 30:18 menghibur penduduk Yehuda di zaman dahulu dan orang Kristen sejati dewasa ini?

      14 Sementara kata-kata yang menggugah pikiran itu masih terngiang-ngiang di telinga para pendengar Yesaya, nada beritanya berubah. Ancaman bencana berubah menjadi janji tentang berkat-berkat. ”Karena itu Yehuwa akan terus menanti untuk memperlihatkan kebaikan hati kepadamu, dan karena itu ia akan bangkit untuk memperlihatkan belas kasihan kepadamu. Karena Yehuwa adalah Allah keadilan. Berbahagialah semua orang yang terus menantikan dia.” (Yesaya 30:18) Benar-benar menghangatkan hati! Yehuwa adalah Bapak yang beriba hati yang ingin sekali menolong anak-anak-Nya. Dia senang memperlihatkan belas kasihan.​—Mazmur 103:13; Yesaya 55:7.

      15 Kata-kata yang menenteramkan hati itu berlaku bagi sisa orang Yehuda yang, atas belas kasihan Allah, dibiarkan luput sewaktu Yerusalem dihancurkan pada tahun 607 SM, dan berlaku juga bagi segelintir orang yang kembali ke Tanah Perjanjian pada tahun 537 SM. Akan tetapi, kata-kata sang nabi juga menghibur orang Kristen dewasa ini. Kita diingatkan bahwa Yehuwa akan ”bangkit” demi kita, yaitu dengan mengakhiri dunia fasik ini. Para penyembah yang setia dapat yakin bahwa Yehuwa—”Allah keadilan”—tidak akan membiarkan dunia Setan tetap ada satu hari lebih lama daripada yang dituntut oleh keadilan. Karena itu, ”orang yang terus menantikan” Allah mempunyai banyak alasan untuk berbahagia.

      Yehuwa Menghibur Umat-Nya dengan Menjawab Doa

      16. Bagaimana Yehuwa menghibur orang-orang yang berkecil hati?

      16 Namun, ada yang mungkin berkecil hati karena kelepasan tidak datang secepat yang mereka harapkan. (Amsal 13:12; 2 Petrus 3:9) Semoga mereka terhibur oleh kata-kata Yesaya selanjutnya, yang menonjolkan aspek khusus kepribadian Yehuwa. ”Apabila umat yang berada di Zion tinggal di Yerusalem, engkau tidak akan menangis. Ia pasti akan memperlihatkan belas kasihan kepadamu mendengar suara jeritanmu; segera setelah ia mendengarnya ia akan menjawab engkau.” (Yesaya 30:19) Yesaya menyiratkan kelembutan dalam kata-kata itu dengan beralih dari kata ganti jamak ’kamu’ di Yes 30 ayat 18 menjadi kata ganti tunggal ”engkau” di Yes 30 ayat 19. Sewaktu menghibur orang-orang yang menderita, Yehuwa memperhatikan setiap orang secara pribadi. Sebagai Bapak, Dia tidak bertanya kepada putra-Nya yang sedang berkecil hati, ’Mengapa engkau tidak bisa tegar seperti saudaramu?’ (Galatia 6:4) Sebaliknya, Dia mendengarkan setiap orang dengan penuh perhatian. Malah, ”segera setelah ia mendengarnya ia akan menjawab”. Benar-benar menenteramkan hati! Orang-orang yang berkecil hati dapat sangat dikuatkan jika mereka berdoa kepada Yehuwa.​—Mazmur 65:2.

      Dengarkan Bimbingan Allah dengan Membaca Firman-Nya

      17, 18. Bahkan pada masa-masa sulit, bagaimana Yehuwa menyediakan bimbingan?

      17 Seraya Yesaya melanjutkan pernyataannya, ia mengingatkan para pendengarnya tentang penderitaan yang akan datang. Orang-orang akan menerima ”roti penderitaan dan air penindasan”. (Yesaya 30:20a) Penderitaan dan penindasan yang akan mereka alami selama dikepung akan menjadi hal biasa bagi mereka seperti halnya roti dan air. Sekalipun demikian, Yehuwa siap menyelamatkan orang-orang yang berhati jujur. ”Instruktur Agungmu tidak akan bersembunyi lagi, dan matamu akan melihat Instruktur Agungmu. Telingamu akan mendengar perkataan di belakangmu, ’Inilah jalan. Berjalanlah mengikutinya, hai, kamu sekalian’, sekiranya kamu berjalan ke kanan atau sekiranya kamu berjalan ke kiri.”​—Yesaya 30:20b, 21.b

      18 Yehuwa adalah ’Instruktur Agung’. Sebagai guru, Dia tidak ada bandingannya. Namun, bagaimana orang-orang dapat ”melihat” dan ”mendengar” Dia? Yehuwa menyingkapkan diri-Nya melalui nabi-nabi-Nya, dan kata-kata mereka dicatat dalam Alkitab. (Amos 3:6, 7) Dewasa ini, jika para penyembah yang setia membaca Alkitab, halnya seolah-olah suara Allah yang kebapakan memberi tahu mereka jalan yang harus mereka tempuh dan mendesak mereka untuk menyesuaikan haluan tingkah laku mereka agar dapat berjalan di jalan itu. Setiap orang Kristen harus mendengarkan dengan cermat seraya Yehuwa berbicara melalui halaman-halaman Alkitab dan melalui publikasi-publikasi berdasarkan Alkitab yang disediakan oleh ”budak yang setia dan bijaksana”. (Matius 24:45-47) Hendaklah masing-masing mengerahkan diri untuk membaca Alkitab, sebab hal itu ’berarti kehidupannya’.​—Ulangan 32:46, 47; Yesaya 48:17.

      Renungkan Berkat-Berkat Masa Depan

      19, 20. Berkat-berkat apa tersedia bagi orang-orang yang menyambut suara sang Instruktur Agung?

      19 Orang-orang yang menyambut suara sang Instruktur Agung akan membuang patung-patung ukiran mereka, menganggap semua itu menjijikkan. (Baca Yesaya 30:22.) Selanjutnya, orang-orang yang cepat tanggap itu akan menikmati berkat-berkat yang menakjubkan. Berkat-berkat tersebut digambarkan oleh Yesaya, sebagaimana tercatat di Yesaya 30:23-26; ini merupakan nubuat yang menyenangkan tentang pemulihan yang mengalami penggenapan pertamanya sewaktu sisa orang Yahudi kembali dari penawanan pada tahun 537 SM. Dewasa ini, nubuat itu membantu kita melihat berkat-berkat menakjubkan yang diwujudkan oleh Mesias dalam firdaus rohani sekarang dan dalam Firdaus harfiah di masa depan.

      20 ”Ia akan memberikan hujan untuk benih yang kautabur di tanah, dan makanan, sebagai hasil dari tanah, yang gemuk dan berminyak. Ternakmu akan merumput di padang rumput yang luas pada hari itu. Lembu dan keledai dewasa yang menggarap tanah akan memakan makanan ternak, yang dibuang sekamnya dengan sekop dan garpu, dan dibumbui dengan tanaman asam.” (Yesaya 30:23, 24) Makanan yang ”gemuk dan berminyak”—makanan yang sangat bergizi—akan dinikmati manusia setiap hari. Tanah akan memberikan hasil yang begitu berlimpah sehingga binatang pun mendapat faedahnya. Ternak akan diberi ”makanan ternak, yang . . . dibumbui dengan tanaman asam”—makanan lezat yang hanya disediakan pada kesempatan-kesempatan khusus. Makanan itu bahkan telah ”dibuang sekamnya”—pemrosesan biji-bijian yang biasanya hanya dilakukan untuk makanan manusia. Perincian-perincian yang Yesaya sajikan di ayat itu benar-benar menyenangkan! Ini menggambarkan limpahnya berkat Yehuwa bagi umat manusia yang setia.

      21. Gambarkanlah betapa limpahnya berkat-berkat di masa depan.

      21 ”Di atas setiap gunung yang tinggi dan setiap bukit yang tinggi akan ada aliran air.” (Yesaya 30:25a)c Yesaya menyajikan suatu gambaran yang cocok untuk menandaskan limpahnya berkat Yehuwa. Tidak akan ada kekurangan air—komoditi berharga yang akan mengalir bukan saja di dataran rendah, melainkan di setiap gunung, bahkan ”di atas setiap gunung yang tinggi dan setiap bukit yang tinggi”. Ya, kelaparan akan berlalu. (Mazmur 72:16) Selanjutnya, perhatian sang nabi beralih kepada perkara-perkara yang lebih tinggi daripada gunung-gunung. ”Cahaya bulan purnama akan menjadi seperti cahaya matahari yang membara, dan cahaya matahari yang membara akan menjadi tujuh kali lipat terangnya, seperti cahaya tujuh hari, pada waktu Yehuwa membalut kehancuran umatnya dan menyembuhkan bahkan luka parah akibat pukulannya.” (Yesaya 30:26) Benar-benar klimaks yang menggetarkan untuk nubuat gemilang itu! Kemuliaan Allah akan bersinar dengan segala kesemarakannya. Berkat-berkat yang tersedia bagi umat Allah yang setia akan jauh lebih besar—tujuh kali lipat—daripada apa pun yang pernah mereka alami.

      Penghakiman dan Sukacita

      22. Sangat berbeda dengan berkat-berkat di masa depan bagi orang yang setia, apa yang akan Allah lakukan terhadap orang fasik?

      22 Nada berita Yesaya berubah lagi. ”Lihat!” katanya, seakan-akan untuk menarik perhatian pendengarnya. ”Nama Yehuwa datang dari jauh, bernyala-nyala dengan kemarahannya dan dengan awan-awan yang berat. Mengenai bibirnya, itu penuh dengan kecaman, dan lidahnya seperti api yang melalap.” (Yesaya 30:27) Sejauh ini, Yehuwa tidak turut campur, Dia membiarkan musuh-musuh umat-Nya mengikuti haluan mereka masing-masing. Sekarang, Dia datang mendekat—bagaikan badai guntur yang mendekat dengan pasti—untuk melaksanakan penghakiman. ”Rohnya seperti aliran deras yang membanjir hingga setinggi leher, untuk mengayunkan bangsa-bangsa ke sana kemari dengan ayakan kesia-siaan; dan kekang yang menyesatkan akan dipasang di rahang bangsa-bangsa.” (Yesaya 30:28) Musuh-musuh umat Allah akan dikelilingi ”aliran deras yang membanjir”, diguncangkan dengan hebat ”ke sana kemari dengan ayakan”, dan diikat dengan ”kekang”. Mereka akan dibinasakan.

      23. Apa yang membuat orang Kristen dewasa ini memiliki ’hati yang bersukacita’?

      23 Nada berita Yesaya berubah lagi seraya ia menggambarkan keadaan bahagia para penyembah yang setia yang pada suatu hari akan kembali ke negeri mereka. ”Kamu akan bernyanyi seperti pada malam hari ketika orang menyucikan dirinya untuk perayaan, dan hatimu akan bersukacita seperti orang yang berjalan sambil diiringi seruling, menuju gunung Yehuwa, ke Gunung Batu Israel.” (Yesaya 30:29) Orang Kristen sejati dewasa ini juga memiliki ’hati yang bersukacita’ seraya mereka merenungkan penghakiman atas dunia Setan; perlindungan yang diulurkan kepada mereka oleh Yehuwa, ”Gunung Batu Israel”; dan berkat-berkat Kerajaan di masa depan.​—Mazmur 95:1.

      24, 25. Bagaimana nubuat Yesaya menandaskan nyatanya penghukuman yang akan menimpa Asiria?

      24 Setelah ungkapan kegembiraan ini, Yesaya kembali ke tema penghakiman dan mengidentifikasi sasaran murka Allah. ”Yehuwa pasti akan membuat wibawa suaranya terdengar dan akan membuat lengannya yang turun terlihat, dalam amukan kemarahan dan nyala api yang melalap dan hujan lebat dan badai hujan dan hujan batu. Karena oleh suara Yehuwa, Asiria akan ditimpa kegentaran; ia akan memukulnya dengan tongkat.” (Yesaya 30:30, 31) Dengan gambaran yang jelas ini, Yesaya menandaskan nyatanya penghukuman Yehuwa atas Asiria. Seolah-olah Asiria berdiri di hadapan Allah dan gemetar melihat ”lengan [Allah] yang turun” untuk menghukum.

      25 Sang nabi melanjutkan, ”Setiap ayunan tongkat yang ditimpakan Yehuwa untuk mendera Asiria pasti akan diiringi dengan rebana dan harpa; dan ia akan melawan mereka dengan lengan yang diayunkan dalam pertempuran. Karena Tofet-nya baru saja ditata; itu juga disediakan bagi raja. Ia telah membuat timbunan kayunya memenuhi tempat yang dalam. Api dan kayu berlimpah. Napas Yehuwa, yang bagaikan curahan belerang, membakarnya.” (Yesaya 30:32, 33) Tofet, di Lembah Hinom, digunakan di ayat ini sebagai tempat kiasan yang menyala-nyala. Dengan memperlihatkan bahwa Asiria akan berakhir di tempat itu, Yesaya menandaskan bahwa bangsa itu akan ditimpa kebinasaan yang tiba-tiba dan total.​—Bandingkan 2 Raja 23:10.

      26. (a) Pernyataan Yehuwa atas Asiria memiliki penerapan apa di zaman modern? (b) Bagaimana orang Kristen dewasa ini dapat terus menantikan Yehuwa?

      26 Meskipun berita penghakiman ini ditujukan kepada Asiria, nubuat Yesaya mengandung makna yang lebih besar. (Roma 15:4) Sekali lagi, Yehuwa seolah-olah akan datang dari jauh untuk membanjiri, mengguncangkan, dan mengekang semua yang menindas umat-Nya. (Yehezkiel 38:18-23; 2 Petrus 3:7; Penyingkapan 19:11-21) Semoga hari itu datang dengan segera! Sementara itu, orang Kristen dengan antusias menantikan hari kelepasan tersebut. Mereka dikuatkan dengan merenungkan kata-kata yang hidup yang dicatat di Yesaya pasal 30. Kata-kata tersebut menganjurkan hamba-hamba Allah untuk menghargai hak istimewa doa, mengerahkan diri untuk mempelajari Alkitab, dan merenungkan berkat-berkat Kerajaan di masa depan. (Mazmur 42:1, 2; Amsal 2:1-6; Roma 12:12) Dengan demikian, kata-kata Yesaya membantu kita semua untuk terus menantikan Yehuwa.

      [Catatan Kaki]

      a Perhatikan bahwa seandainya Yehuda setia, yang terjadi justru kebalikannya.​—Imamat 26:7, 8.

      b Inilah satu-satunya ayat di Alkitab yang menyebut Yehuwa sebagai ’Instruktur Agung’.

      c Yesaya 30:25b berbunyi, ”Pada hari pembantaian besar pada waktu menara-menara runtuh.” Dalam penggenapan pertamanya, hal itu mungkin memaksudkan kejatuhan Babilon, yang membuka jalan bagi Israel untuk menikmati berkat-berkat yang dinubuatkan di Yesaya 30:18-26. (Lihat paragraf 19.) Hal itu juga dapat memaksudkan pembinasaan di Armagedon, yang akan memungkinkan berkat-berkat itu digenapi secara besar-besaran di dunia baru.

      [Gambar di hlm. 305]

      Pada zaman Musa, orang Israel melarikan diri dari Mesir. Pada zaman Yesaya, Yehuda pergi ke Mesir meminta pertolongan

      [Gambar di hlm. 311]

      ”Di atas . . . setiap bukit yang tinggi akan ada aliran air”

      [Gambar di hlm. 312]

      Yehuwa akan datang ”dengan kemarahannya dan dengan awan-awan yang berat”

  • Dunia Ini Tidak Dapat Menolong
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Dua Puluh Empat

      Dunia Ini Tidak Dapat Menolong

      Yesaya 31:1-9

      1, 2. (a) Mengapa penduduk Yerusalem ketakutan? (b) Mengingat situasi gawat yang dihadapi Yerusalem, pertanyaan-pertanyaan apa cocok untuk diajukan?

      PENDUDUK Yerusalem ketakutan—dan memang beralasan! Asiria, imperium yang paling perkasa pada zaman itu, telah menyerang ”semua kota berbenteng di Yehuda dan merebutnya”. Sekarang, pasukan tempur Asiria sedang mengancam ibu kota Yehuda. (2 Raja 18:13, 17) Apa yang akan dilakukan oleh Raja Hizkia dan penduduk Yerusalem lainnya?

      2 Karena kota-kota lain di negerinya sudah jatuh, Hizkia tahu bahwa Yerusalem bukanlah tandingan pasukan militer Asiria yang kuat. Lagi pula, orang Asiria mempunyai reputasi yang tak tertandingi dalam hal kekejaman dan kebrutalan. Bala tentara bangsa itu sangat membangkitkan rasa takut sehingga lawan-lawan mereka kadang-kadang melarikan diri bahkan sebelum bertempur! Mengingat keadaan genting yang dihadapi Yerusalem, ke mana penduduknya dapat berpaling meminta pertolongan? Dapatkah mereka luput dari bala tentara Asiria? Dan, bagaimana umat Allah bisa berada dalam situasi demikian? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, kita harus meninjau kembali dan melihat bagaimana Yehuwa memperlakukan bangsa perjanjian-Nya pada tahun-tahun sebelumnya.

      Kemurtadan di Israel

      3, 4. (a) Kapan dan bagaimana Israel terbagi menjadi dua kerajaan? (b) Bagaimana kerajaan sepuluh suku mempunyai awal yang buruk di bawah pemerintahan Yeroboam?

      3 Sejak Israel meninggalkan Mesir sampai Salomo, putra Daud, meninggal—jangka waktu yang lamanya hanya 500 tahun lebih—ke-12 suku Israel menikmati persatuan sebagai satu bangsa. Setelah kematian Salomo, Yeroboam memimpin sepuluh suku di sebelah utara untuk memberontak terhadap keluarga Daud, dan sejak itu, bangsa tersebut terbagi menjadi dua kerajaan. Hal itu terjadi pada tahun 997 SM.

      4 Yeroboam adalah raja pertama kerajaan Israel di utara, dan ia memimpin rakyatnya untuk menempuh haluan kemurtadan, yaitu dengan mengganti keimaman Harun serta ibadat yang benar kepada Yehuwa dengan keimaman yang tidak sah serta sistem penyembahan anak lembu. (1 Raja 12:25-33) Hal itu memuakkan bagi Yehuwa. (Yeremia 32:30, 35) Oleh karena hal itu dan alasan-alasan lain, Dia membiarkan Asiria menaklukkan Israel. (2 Raja 15:29) Raja Hosyea mencoba mematahkan kuk Asiria melalui aliansi dengan Mesir, tetapi siasat itu gagal.​—2 Raja 17:4.

      Israel Berpaling kepada Perlindungan Palsu

      5. Kepada siapa Israel berpaling untuk meminta pertolongan?

      5 Yehuwa ingin menyadarkan orang Israel.a Maka, Dia mengutus nabi Yesaya untuk menyampaikan peringatan berikut ini, ”Celaka bagi mereka yang pergi ke Mesir untuk meminta bantuan, mereka yang mengandalkan kuda belaka, dan yang menaruh kepercayaannya pada kereta perang, karena banyak jumlahnya, dan pada kuda perang, karena sangat perkasa, tetapi yang tidak berharap kepada Pribadi Kudus Israel dan tidak mencari Yehuwa.” (Yesaya 31:1) Sungguh tragis! Israel lebih percaya kepada kuda dan kereta perang daripada kepada Allah yang hidup, Yehuwa. Menurut pemikiran Israel yang bersifat lahiriah, kuda-kuda Mesir banyak jumlahnya dan perkasa. Mesir tentu akan menjadi sekutu yang tangguh untuk melawan bala tentara Asiria! Akan tetapi, orang Israel akan segera mendapati bahwa aliansi lahiriah mereka dengan Mesir tidak ada gunanya.

      6. Mengapa tindakan Israel berpaling kepada Mesir memperlihatkan bahwa mereka tidak beriman kepada Yehuwa?

      6 Melalui perjanjian Hukum, baik penduduk Israel maupun Yehuda menikmati hubungan khusus dengan Yehuwa sebagai bangsa yang dibaktikan. (Keluaran 24:3-8; 1 Tawarikh 16:15-17) Dengan berpaling kepada Mesir untuk meminta pertolongan, tersingkaplah bahwa Israel tidak beriman kepada Yehuwa dan mengabaikan hukum-hukum dalam perjanjian kudus itu. Mengapa? Karena dalam syarat-syarat perjanjian itu tercakup janji bahwa Yehuwa akan melindungi umat-Nya jika mereka memberikan pengabdian yang eksklusif kepada-Nya. (Imamat 26:3-8) Sesuai dengan janji tersebut, Yehuwa telah berkali-kali terbukti sebagai ’benteng pada waktu kesesakan’. (Mazmur 37:39; 2 Tawarikh 14:2, 9-12; 17:3-5, 10) Selain itu, melalui Musa, perantara perjanjian Hukum, Yehuwa memberi tahu orang-orang yang menjadi raja Israel di kemudian hari untuk tidak menambah jumlah kuda. (Ulangan 17:16) Ketaatan pada peraturan ini akan memperlihatkan bahwa raja-raja itu berharap kepada ”Pribadi Kudus Israel” untuk mendapatkan perlindungan. Sayang sekali, para penguasa Israel tidak mempunyai iman semacam itu.

      7. Orang Kristen dewasa ini dapat menarik pelajaran apa dari ketiadaan iman Israel?

      7 Hal ini memberikan pelajaran bagi orang Kristen dewasa ini. Israel mengharapkan dukungan yang kelihatan dari Mesir dan bukannya dukungan yang jauh lebih kuat yang Yehuwa sediakan. Demikian pula dewasa ini, orang Kristen mungkin tergoda untuk mengandalkan sumber-sumber keamanan yang bersifat lahiriah—rekening bank, kedudukan sosial, koneksi-koneksi di dunia ini—dan bukannya Yehuwa. Memang, para kepala keluarga Kristen menganggap penting tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan materi keluarganya. (1 Timotius 5:8) Tetapi, mereka tidak menaruh kepercayaan mereka kepada hal-hal materi. Mereka juga waspada terhadap ”setiap jenis keinginan akan milik orang lain”. (Lukas 12:13-21) Satu-satunya ”tempat tinggi yang aman pada masa kesesakan” adalah Allah Yehuwa.​—Mazmur 9:9; 54:7.

      8, 9. (a) Walaupun rencana Israel mungkin tampak seperti strategi yang brilian, apa hasilnya kelak, dan mengapa? (b) Apa bedanya janji manusia dan janji Yehuwa?

      8 Yesaya bisa dikatakan mencemooh para pemimpin Israel yang merancang perjanjian dengan Mesir, demikian, ”Ia berhikmat dan akan mendatangkan malapetaka, dan ia tidak menarik kembali firmannya; dan ia pasti akan bangkit melawan kaum penjahat dan melawan mereka yang membantu orang-orang yang suka mencelakakan.” (Yesaya 31:2) Para pemimpin Israel mungkin mengira diri mereka berhikmat. Tetapi, bukankah Pencipta alam semesta itulah yang paling berhikmat? Secara lahiriah, siasat Israel untuk meminta pertolongan Mesir merupakan strategi yang brilian. Meskipun demikian, dalam pandangan Yehuwa, mengadakan aliansi politik seperti itu sama seperti melakukan perzinaan rohani. (Yehezkiel 23:1-10) Sebagai akibatnya, Yesaya mengatakan bahwa Yehuwa akan ”mendatangkan malapetaka”.

      9 Sudah bukan rahasia lagi bahwa janji manusia tidak dapat diandalkan, dan perlindungan manusia tidak pasti. Sebaliknya, Yehuwa tidak perlu ”menarik kembali firmannya”. Ia pasti melakukan apa yang Ia janjikan. Firman-Nya tidak akan kembali kepada-Nya tanpa hasil.​—Yesaya 55:10, 11; 14:24.

      10. Apa yang akan terjadi atas Mesir maupun Israel?

      10 Apakah Mesir terbukti menjadi perlindungan yang dapat diandalkan bagi Israel? Tidak. Yesaya memberi tahu Israel, ”Orang-orang Mesir, hanyalah manusia, dan bukan Allah; dan kuda-kuda mereka adalah daging, dan bukan roh. Yehuwa akan mengulurkan tangannya, maka ia yang menawarkan bantuan akan tersandung, dan ia yang dibantu akan jatuh, dan mereka semua akan binasa bersama-sama.” (Yesaya 31:3) Baik si penolong (Mesir) dan yang ditolong (Israel) akan tersandung, jatuh, dan binasa ketika Yehuwa mengulurkan tangan-Nya untuk melaksanakan penghukuman-Nya melalui Asiria.

      Kejatuhan Samaria

      11. Apa saja dosa Israel, dan apa hasil akhirnya?

      11 Karena belas kasihan-Nya, Yehuwa berkali-kali mengutus nabi-nabi untuk menganjurkan agar Israel bertobat dan kembali kepada ibadat murni. (2 Raja 17:13) Akan tetapi, selain menyembah anak lembu, orang Israel menambah dosa mereka dengan terlibat dalam tenung, penyembahan yang amoral kepada Baal, dan penggunaan tonggak-tonggak suci dan tempat-tempat tinggi. Orang Israel bahkan ”melewatkan putra-putri mereka melalui api”, mempersembahkan anak-anak mereka sendiri kepada allah-allah hantu. (2 Raja 17:14-17; Mazmur 106:36-39; Amos 2:8) Untuk mengakhiri kefasikan Israel, Yehuwa menetapkan, ”Samaria dan rajanya pasti akan dibungkam, seperti ranting patah di atas permukaan air.” (Hosea 10:1, 7) Pada tahun 742 SM, pasukan Asiria menyerang Samaria, ibu kota Israel. Setelah dikepung selama tiga tahun, Samaria jatuh, dan pada tahun 740 SM, lenyaplah kerajaan sepuluh suku.

      12. Pekerjaan apa telah Yehuwa tugaskan dewasa ini, dan apa yang terjadi atas orang-orang yang mengabaikan peringatan itu?

      12 Pada zaman kita, Yehuwa telah menugaskan pekerjaan pengabaran seluas dunia untuk memperingatkan ”umat manusia bahwa di mana-mana mereka semua harus bertobat”. (Kisah 17:30; Matius 24:14) Siapa pun yang menolak sarana keselamatan dari Allah akan menjadi seperti ”ranting patah”, dihancurkan seperti bangsa Israel yang murtad. Sebaliknya, orang-orang yang berharap kepada Yehuwa ”akan memiliki bumi, dan mereka akan mendiaminya selama-lamanya”. (Mazmur 37:29) Maka, amatlah bijaksana jika kita menghindari kesalahan kerajaan Israel kuno itu! Mari kita mengandalkan Yehuwa sepenuhnya untuk mendapatkan keselamatan.

      Kuasa Penyelamatan Yehuwa

      13, 14. Kata-kata penghiburan apa yang Yehuwa sampaikan kepada Zion?

      13 Yerusalem, ibu kota Yehuda, letaknya hanya beberapa kilometer dari perbatasan selatan Israel. Penduduk Yerusalem tahu betul apa yang terjadi atas Samaria. Sekarang, mereka pun mengalami ancaman musuh yang menakutkan itu, yang telah membinasakan kerajaan tetangga mereka di utara. Apakah mereka akan menarik pelajaran dari apa yang menimpa Samaria?

      14 Penduduk Yerusalem dapat terhibur oleh kata-kata Yesaya selanjutnya. Ia meyakinkan mereka bahwa Yehuwa masih mengasihi umat perjanjian-Nya, dengan mengatakan, ”Inilah firman Yehuwa kepadaku, ’Sama seperti seekor singa, yaitu singa muda bersurai, menggeram mempertahankan mangsanya, pada waktu sepasukan gembala dipanggil untuk melawan dia, ia tidak takut mendengar suara mereka dan tidak mendekam meskipun ada keributan; demikian pula Yehuwa yang berbala tentara akan berperang untuk Gunung Zion dan bukitnya.’” (Yesaya 31:4) Seperti seekor singa muda yang berdiri mempertahankan mangsanya, Yehuwa akan dengan gigih melindungi kota kudus-Nya, Zion. Tidak ada bualan, tidak ada kata-kata ancaman, atau keributan lain apa pun dari pasukan Asiria, yang akan memalingkan Yehuwa dari maksud-tujuan-Nya.

      15. Bagaimana Yehuwa dengan lembut dan penuh keibaan hati memperlakukan penduduk Yerusalem?

      15 Sekarang, perhatikanlah bagaimana Yehuwa dengan lembut dan penuh keibaan hati memperlakukan penduduk Yerusalem, ”Seperti burung yang sedang terbang, demikian pula Yehuwa yang berbala tentara akan membela Yerusalem. Ia akan membelanya, juga membebaskannya. Ia akan mengasihaninya, juga meluputkannya.” (Yesaya 31:5) Seekor induk burung selalu siaga untuk membela anak-anaknya. Dengan sayap terentang, ia terbang mengitari anak-anaknya, dan dengan mata yang waspada, ia mengawasi setiap tanda bahaya. Jika ada pemangsa yang datang mendekat, ia dengan cepat menukik untuk melindungi anak-anaknya. Dengan cara yang serupa, Yehuwa akan dengan lembut memelihara penduduk Yerusalem pada waktu orang Asiria menyerbu.

      ”Kembalilah, hai, Kamu Sekalian”

      16. (a) Imbauan pengasih apa yang Yehuwa sampaikan kepada umat-Nya? (b) Kapan pemberontakan rakyat Yehuda menjadi nyata? Jelaskan.

      16 Yehuwa sekarang mengingatkan umat-Nya bahwa mereka telah berdosa dan menganjurkan agar mereka meninggalkan haluan yang salah, ”Kembalilah, hai, kamu sekalian, kepada Pribadi yang terhadapnya putra-putra Israel telah bertindak jauh dalam pemberontakannya.” (Yesaya 31:6) Bukan kerajaan Israel sepuluh suku saja yang memberontak. Rakyat Yehuda, juga ”putra-putra Israel”, telah ”bertindak jauh dalam pemberontakannya”. Hal ini menjadi sangat nyata tidak lama setelah Yesaya mengakhiri berita nubuatnya, yaitu ketika Manasye, putra Hizkia, menjadi raja. Menurut catatan Alkitab, ”Manasye terus membujuk Yehuda dan penduduk Yerusalem untuk berbuat lebih buruk daripada bangsa-bangsa yang telah Yehuwa musnahkan.” (2 Tawarikh 33:9) Coba bayangkan! Yehuwa memusnahkan bangsa-bangsa kafir karena kenajisan mereka sangat menjijikkan, namun penduduk Yehuda, yang mempunyai hubungan perjanjian dengan Yehuwa, bahkan lebih buruk daripada orang-orang dari bangsa-bangsa itu.

      17. Bagaimana keadaan dewasa ini dapat disamakan dengan keadaan Yehuda pada zaman Manasye?

      17 Pada awal abad ke-21, dalam banyak segi, keadaan dunia ini mirip dengan keadaan di Yehuda pada zaman Manasye. Dunia begitu terpecah-belah oleh kebencian agama, rasial, dan etnik. Perbuatan-perbuatan mengerikan seperti pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan, dan apa yang disebut sapu bersih etnik telah memakan jutaan korban. Jelaslah, orang-orang dan bangsa-bangsa—khususnya bangsa-bangsa Susunan Kristen—telah ”bertindak jauh dalam pemberontakannya”. Akan tetapi, kita dapat yakin bahwa Yehuwa tidak akan membiarkan kefasikan berlangsung terus. Mengapa? Karena apa yang telah terjadi pada zaman Yesaya.

      Yerusalem Diselamatkan

      18. Apa peringatan yang Rabsyake berikan kepada Hizkia?

      18 Raja-raja Asiria menganggap bahwa allah-allah merekalah yang memberi mereka kemenangan di medan pertempuran. Buku Ancient Near Eastern Texts memuat tulisan Asyurbanipal, seorang raja Asiria yang mengaku bahwa ia dibimbing ”oleh Asyur, Bel, Nebo, allah-allah yang agung, tuan-tuan[-nya], yang (selalu) maju mendampingi [dia], [sewaktu dia] mengalahkan tentara-tentara (yang berpengalaman dalam) peperangan . . . dalam perang terbuka yang besar”. Pada zaman Yesaya, Rabsyake, yang mewakili Raja Sanherib dari Asiria, memperlihatkan keyakinan yang sama sehubungan dengan keterlibatan para allah dalam peperangan manusia sewaktu ia berbicara kepada Raja Hizkia. Ia memperingatkan raja Yehuda itu agar tidak mengandalkan Yehuwa untuk mendapatkan keselamatan dan memperlihatkan bahwa allah-allah dari bangsa-bangsa lain ternyata tidak berdaya melindungi umat mereka terhadap pasukan tempur Asiria yang perkasa.​—2 Raja 18:33-35.

      19. Bagaimana Hizkia menanggapi celaan Rabsyake?

      19 Bagaimana tanggapan Raja Hizkia? Kisah Alkitab mengatakan, ”Segera setelah Raja Hizkia mendengar hal itu, ia mengoyak pakaiannya dan menyelubungi dirinya dengan kain goni dan masuk ke rumah Yehuwa.” (2 Raja 19:1) Hizkia menyadari bahwa hanya ada satu Pribadi yang dapat menolongnya dalam situasi yang menakutkan ini. Ia merendahkan diri dan mengharapkan bimbingan Yehuwa.

      20. Bagaimana Yehuwa akan bertindak demi penduduk Yehuda, dan apa yang seharusnya mereka pelajari dari hal ini?

      20 Yehuwa memberikan bimbingan yang Hizkia minta. Melalui nabi Yesaya, Dia berfirman, ”Pada hari itu mereka masing-masing akan membuang allah-allah peraknya yang tidak berguna dan allah-allah emasnya yang tidak bernilai, yang telah dibuat tanganmu sehingga mengakibatkan dosa.” (Yesaya 31:7) Sewaktu Yehuwa bertempur demi umat-Nya, allah-allah Sanherib akan terbuka kedoknya—ternyata mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Hal ini menjadi pelajaran yang harus dicamkan oleh penduduk Yehuda. Meskipun Hizkia adalah raja yang setia, negeri Yehuda, seperti Israel, penuh dengan patung berhala. (Yesaya 2:5-8) Jika ingin membina kembali hubungan dengan Yehuwa, penduduk Yehuda harus bertobat dari dosa-dosa mereka dan membuang ’allah-allahnya yang tidak berguna’.​—Lihat Keluaran 34:14.

      21. Dalam nubuat, bagaimana Yesaya menggambarkan tindakan Yehuwa mengeksekusi Asiria?

      21 Dalam nubuat, Yesaya sekarang menggambarkan tindakan Yehuwa mengeksekusi musuh Yehuda yang menakutkan itu, ”Orang Asiria akan tewas oleh pedang, bukan pedang orang; dan pedang, bukan pedang manusia, akan melahapnya. Maka ia akan melarikan diri oleh karena pedang, dan orang-orang mudanya akan menjadi pekerja paksa.” (Yesaya 31:8) Ketika saat penentuan itu tiba, penduduk Yerusalem bahkan tidak perlu menghunus pedang mereka dari sarungnya. Prajurit-prajurit terbaik Asiria akan dilahap habis, bukan oleh pedang manusia, tetapi oleh pedang Yehuwa. Mengenai Sanherib, raja Asiria, ”ia akan melarikan diri oleh karena pedang”. Setelah 185.000 pejuangnya tewas di tangan malaikat Yehuwa, ia pulang ke negerinya. Belakangan, ketika sedang membungkuk di depan Nisrokh, allahnya, ia dibunuh oleh putra-putranya sendiri.​—2 Raja 19:35-37.

      22. Pelajaran apa dapat diperoleh orang Kristen dewasa ini dari peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan Hizkia dan bala tentara Asiria?

      22 Tidak seorang pun, termasuk Hizkia, dapat mengetahui sebelumnya bagaimana Yehuwa akan menyelamatkan Yerusalem dari bala tentara Asiria. Meskipun demikian, cara Hizkia menangani krisis menjadi contoh yang sangat bagus bagi orang-orang yang menghadapi pencobaan dewasa ini. (2 Korintus 4:16-18) Mengingat reputasi menakutkan yang dimiliki oleh orang Asiria yang mengancam Yerusalem, dapat dimengerti jika Hizkia merasa takut. (2 Raja 19:3) Namun, ia beriman kepada Yehuwa, dan ia mencari bimbingan-Nya, bukan bimbingan manusia. Hal itu benar-benar menjadi berkat bagi Yerusalem! Di bawah tekanan, orang Kristen yang takut akan Allah dewasa ini pun dapat merasa galau. Dalam banyak situasi, dapat dimengerti jika kita merasa takut. Tetapi, jika kita ’melemparkan semua kekhawatiran kita kepada Yehuwa’, Dia akan memelihara kita. (1 Petrus 5:7) Dia akan membantu kita mengatasi ketakutan dan akan menguatkan kita untuk menghadapi situasi yang menyebabkan tekanan itu.

      23. Bagaimana sampai Sanherib, dan bukan Hizkia, yang ketakutan?

      23 Pada akhirnya, Sanherib-lah, bukan Hizkia, yang ketakutan. Kepada siapa ia dapat berpaling? Yesaya bernubuat, ”’Tebing batunya akan lenyap karena ketakutan yang hebat, dan karena tanda itu para pembesarnya akan gentar,’ demikian ucapan Yehuwa, yang terangnya ada di Zion dan yang tanurnya ada di Yerusalem.” (Yesaya 31:9) Allah-allah Sanherib—”tebing batunya”, perlindungan yang dia andalkan—akan mengecewakan dia. Semuanya akan seolah-olah ”lenyap karena ketakutan yang hebat”. Para pembesar Sanherib pun tidak banyak menolong. Mereka juga dicekam ketakutan.

      24. Pesan yang jelas apa dapat dipelajari dari kejadian yang menimpa orang Asiria?

      24 Bagian nubuat Yesaya ini memuat pesan yang jelas bagi siapa pun yang bermaksud menentang Allah. Tidak ada senjata, kekuatan, atau strategi apa pun, yang dapat menggagalkan maksud-tujuan Yehuwa. (Yesaya 41:11, 12) Pada saat yang sama, orang-orang yang mengaku melayani Allah namun berpaling dari-Nya untuk mencari keamanan pada hal-hal jasmani akan kecewa. Siapa pun yang ”tidak berharap kepada Pribadi Kudus Israel” akan melihat Yehuwa ”mendatangkan malapetaka”. (Yesaya 31:1, 2) Ya, satu-satunya perlindungan yang nyata dan bertahan lama adalah Allah Yehuwa.​—Mazmur 37:5.

      [Catatan Kaki]

      a Kemungkinan besar,tiga ayat pertama dalam Yesaya pasal 31 khususnya ditujukan kepada Israel. Enam ayat terakhir tampaknya berlaku untuk Yehuda.

      [Gambar di hlm. 319]

      Orang-orang yang percaya kepada hal-hal materi akan kecewa

      [Gambar di hlm. 322]

      Seperti singa yang menjaga mangsanya, Yehuwa akan melindungi kota kudus-Nya

      [Gambar di hlm. 324]

      Dunia terpecah-belah oleh kebencian agama, rasial, dan etnik

      [Gambar di hlm. 326]

      Hizkia pergi ke rumah Yehuwa untuk meminta pertolongan

  • Raja dan Para Pembesarnya
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Dua Puluh Lima

      Raja dan Para Pembesarnya

      Yesaya 32:1-20

      1, 2. Apa yang dapat saudara katakan tentang teks gulungan Yesaya?

      MENJELANG akhir tahun 1940-an, sekumpulan dokumen yang mengagumkan berupa gulungan-gulungan ditemukan di gua-gua dekat Laut Mati, di Palestina. Kumpulan dokumen itu dikenal sebagai Gulungan-Gulungan Laut Mati dan konon ditulis sekitar tahun 200 SM hingga 70 M. Yang sangat terkenal ialah gulungan Yesaya yang ditulis dalam bahasa Ibrani pada lembaran kulit yang tahan lama. Gulungan ini hampir lengkap, dan sedikit sekali perbedaan teksnya dengan teks yang ada dalam manuskrip-manuskrip Masoret yang ditulis sekitar 1.000 tahun kemudian. Jadi, dari gulungan itu terlihat bahwa penyalinan teks Alkitab telah dilakukan dengan saksama.

      2 Salah satu perincian yang patut diperhatikan tentang gulungan Yesaya itu adalah bahwa bagian yang kini dikenal sebagai Yesaya pasal 32 diberi tanda ”X” pada marginnya oleh seorang penyalin. Kita tidak tahu mengapa si penyalin membuat tanda seperti itu, tetapi kita tahu bahwa tentu ada sesuatu yang istimewa sehubungan dengan bagian ini dalam Kitab Suci.

      Memerintah demi Keadilbenaran dan Keadilan

      3. Pemerintahan apa dinubuatkan dalam buku Yesaya dan buku Penyingkapan?

      3 Yesaya pasal 32 dimulai dengan nubuat yang menggetarkan, yang digenapi secara menakjubkan pada zaman kita, ”Lihat! Seorang raja akan memerintah demi keadilbenaran; dan mengenai para pembesar, mereka akan berkuasa sebagai pembesar demi keadilan.” (Yesaya 32:1) Ya, ”Lihat!” Seruan ini mengingatkan kita kepada seruan serupa yang terdapat dalam buku nubuat terakhir di Alkitab, ”Pribadi yang duduk di atas takhta itu mengatakan, ’Lihat! Aku membuat segala sesuatu baru.’” (Penyingkapan 21:5) Buku Alkitab Yesaya maupun Penyingkapan, yang ditulis dengan jarak waktu sekitar 900 tahun, menyajikan gambaran yang menghangatkan hati tentang suatu pemerintahan baru—”langit baru”, yang terdiri atas Kristus Yesus, sang Raja yang ditakhtakan di surga pada tahun 1914, dan 144.000 rekan penguasanya yang ”dibeli dari antara umat manusia”—bersama ”bumi baru”, suatu masyarakat manusia yang bersatu di seluruh dunia.a (Penyingkapan 14:1-4; 21:1-4; Yesaya 65:17-25) Seluruh penyelenggaraan tersebut dimungkinkan oleh korban tebusan Kristus.

      4. Apa inti bumi baru yang telah ada sekarang?

      4 Dalam penglihatannya, rasul Yohanes melihat tahap akhir pemeteraian 144.000 rekan penguasa tersebut, dan setelah itu ia melaporkan, ”Aku memandang, dan, lihat! suatu kumpulan besar dari orang-orang yang jumlahnya tidak seorang pun dapat menghitungnya, dari semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba.” Inilah inti bumi baru—suatu kumpulan besar yang sekarang berjumlah jutaan, yang telah dikumpulkan untuk bergabung dengan kaum sisa dari 144.000 yang jumlahnya tinggal sedikit dan kebanyakan sudah lanjut usia. Kumpulan besar ini akan selamat melampaui kesengsaraan besar yang mendekat dengan cepat, dan di bumi Firdaus, mereka akan disertai oleh orang-orang setia yang dibangkitkan dan miliaran orang lain yang akan diberi kesempatan untuk memperlihatkan iman. Semua yang berbuat demikian akan mendapat berkat kehidupan abadi.​—Penyingkapan 7:4, 9-17.

      5-7. Dalam kawanan Allah, apa peranan ”para pembesar” yang telah dinubuatkan itu?

      5 Akan tetapi, selama dunia yang penuh kebencian ini masih ada, para anggota kumpulan besar memerlukan perlindungan. Sebagian besar, perlindungan ini diberikan oleh ”para pembesar” yang ”berkuasa . . . demi keadilan”. Ini benar-benar penyelenggaraan yang luar biasa! ”Para pembesar” itu digambarkan lebih jauh dengan kata-kata nubuat Yesaya yang menghangatkan hati ini, ”Masing-masing akan menjadi seperti tempat perlindungan dari angin dan tempat persembunyian dari badai hujan, seperti aliran air di negeri yang gersang, seperti naungan tebing batu yang besar di tanah yang tandus.”​—Yesaya 32:2.

      6 Sekarang ini, kesulitan melanda seluruh dunia, maka diperlukan ”para pembesar”, ya, para penatua yang akan ’memperhatikan segenap kawanan’, yang memperhatikan domba-domba Yehuwa dan menjalankan keadilan selaras dengan prinsip-prinsip Yehuwa yang adil-benar. (Kisah 20:28) ”Para pembesar” itu harus memenuhi persyaratan yang diuraikan di 1 Timotius 3:2-7 dan Titus 1:6-9.

      7 Dalam nubuatnya yang besar tentang ”penutup sistem ini” yang penuh kesulitan, Yesus mengatakan, ”Perhatikan agar kamu tidak takut.” (Matius 24:3-8) Mengapa para pengikut Yesus tidak takut dengan keadaan dunia yang berbahaya sekarang ini? Salah satu alasannya adalah karena ”para pembesar”—baik dari kalangan kaum terurap ataupun ”domba-domba lain”—dengan loyal melindungi kawanan. (Yohanes 10:16) Tanpa gentar mereka memperhatikan saudara-saudari mereka, bahkan ketika menghadapi kengerian seperti perang etnik dan genosida. Dalam dunia yang tandus secara rohani, mereka memastikan bahwa jiwa-jiwa yang masygul disegarkan dengan kebenaran-kebenaran yang membina dari Firman Allah, Alkitab.

      8. Bagaimana Yehuwa melatih dan menggunakan ”para pembesar” yang berasal dari domba-domba lain?

      8 Selama 50 tahun terakhir, ”para pembesar” ini jelas terlihat. ”Para pembesar” yang berasal dari domba-domba lain dilatih untuk menjadi anggota golongan ”pemimpin” yang terus berkembang, agar setelah kesengsaraan besar, orang-orang yang kompeten dari antara mereka siap untuk diangkat dan melayani dengan suatu kedudukan administratif di ”bumi baru”. (Yehezkiel 44:2, 3; 2 Petrus 3:13) Dengan memberikan bimbingan dan penyegaran rohani seraya mereka mengambil pimpinan dalam dinas Kerajaan, mereka terbukti ”seperti naungan tebing batu yang besar”, yang memberikan kelegaan bagi kawanan dalam kawasan ibadatnya.b

      9. Keadaan apa saja yang memperlihatkan bahwa ”para pembesar” diperlukan dewasa ini?

      9 Selama masa genting pada hari-hari terakhir dunia Setan yang fasik ini, orang Kristen yang berbakti sangat memerlukan perlindungan. (2 Timotius 3:1-5, 13) Angin doktrin palsu dan propaganda sesat sedang bertiup kencang. Badai sedang berkecamuk dalam bentuk perang antarbangsa dan perang saudara, dan juga serangan-serangan langsung terhadap para penyembah Allah Yehuwa yang setia. Dalam dunia yang gersang karena kemarau rohani, orang Kristen sangat membutuhkan aliran air yang murni, kebenaran yang tidak dicampur, agar dahaga rohani mereka terpuaskan. Syukurlah, Yehuwa telah berjanji bahwa Raja-Nya yang bertakhta akan memberikan anjuran dan bimbingan kepada orang-orang yang putus asa dan tawar hati pada masa yang genting ini. Hal itu dilakukan melalui saudara-saudara terurap sang raja dan pendukung mereka, yaitu ”para pembesar” dari antara domba-domba lain. Dengan demikian, Yehuwa memastikan bahwa apa yang adil-benar dan adil akan menang.

      Memperhatikan dengan Mata, Telinga, dan Hati

      10. Apa yang telah Yehuwa sediakan agar umat-Nya dapat ”melihat” dan ”mendengar” hal-hal rohani?

      10 Bagaimana kumpulan besar menanggapi penyelenggaraan teokratis Yehuwa? Nubuat itu selanjutnya mengatakan, ”Mata orang yang melihat tidak akan direkatkan, dan telinga orang yang mendengar akan memperhatikan.” (Yesaya 32:3) Selama bertahun-tahun, Yehuwa telah menyediakan sarana untuk mengajar dan membantu hamba-hamba-Nya yang berharga itu mencapai kematangan. Sekolah Pelayanan Teokratis dan perhimpunan-perhimpunan lain yang diselenggarakan di sidang-sidang Saksi-Saksi Yehuwa seluas dunia; kebaktian-kebaktian distrik, nasional, dan internasional; dan juga pelatihan-pelatihan khusus bagi ”para pembesar” untuk memperlakukan kawanan dengan perhatian yang pengasih, semua itu telah turut membina persaudaraan global yang terpadu yang terdiri dari jutaan orang. Di mana pun gembala-gembala ini berada di muka bumi, telinga mereka terbuka lebar untuk mendengar dan menerima penyesuaian-penyesuaian sehubungan dengan pemahaman firman kebenaran yang berkembang. Dengan hati nurani yang terlatih Alkitab, mereka selalu siap untuk mendengar dan taat.​—Mazmur 25:10.

      11. Mengapa umat Allah sekarang dapat berbicara dengan yakin, tidak gagap karena bimbang?

      11 Nubuat itu lalu memperingatkan, ”Hati orang yang terlalu tergesa-gesa akan menimbang-nimbang pengetahuan, dan bahkan lidah orang gagap akan lancar mengucapkan hal-hal yang jelas.” (Yesaya 32:4) Jangan sampai ada yang tergesa-gesa menarik kesimpulan sehubungan dengan apa yang benar dan salah. Alkitab berkata, ”Pernahkah engkau melihat orang yang tergesa-gesa dengan perkataannya? Ada lebih banyak harapan bagi orang yang bebal daripada bagi dia.” (Amsal 29:20; Pengkhotbah 5:2) Sebelum tahun 1919, umat Yehuwa pun dicemari gagasan-gagasan yang bersifat Babilon. Tetapi sejak tahun itu, Yehuwa memberi mereka pengertian yang lebih jelas mengenai maksud-tujuan-Nya. Mereka telah menemukan kebenaran-kebenaran yang Dia singkapkan, tidak secara tergesa-gesa, tetapi melalui pemikiran yang cermat, dan mereka sekarang dapat berbicara dengan keyakinan yang pasti, tidak gagap karena bimbang.

      ”Orang yang Tidak Berakal”

      12. Siapakah ’orang-orang yang tidak berakal’ dewasa ini, dan bagaimana mereka tidak bermurah hati?

      12 Berikutnya, nubuat Yesaya menyatakan suatu kontras, ”Orang yang tidak berakal tidak akan lagi disebut murah hati; dan mengenai pria yang tidak berprinsip, ia tidak akan dikatakan mulia; sebab orang yang tidak berakal akan mengucapkan kata-kata kosong.” (Yesaya 32:5, 6a) Siapakah ”orang yang tidak berakal”? Seakan-akan untuk menandaskan, dua kali Raja Daud memberikan jawabannya, ”Orang yang tidak berakal berkata dalam hatinya, ’Tidak ada Yehuwa.’ Mereka telah bertindak bejat, mereka telah bertindak secara memuakkan dalam tindak-tanduk mereka. Tidak ada yang berbuat baik.” (Mazmur 14:1; 53:1) Orang yang jelas-jelas ateis tentu saja mengatakan bahwa Yehuwa tidak ada. Sebenarnya, demikian juga ”kaum intelektual” dan orang-orang lain yang bertindak seolah-olah Allah tidak ada, yang beranggapan bahwa mereka tidak perlu bertanggung jawab kepada siapa pun. Kebenaran tidak ada pada orang-orang semacam itu. Mereka tidak murah hati. Mereka tidak mempunyai kabar baik tentang kasih. Mereka lamban atau malah sama sekali tidak memenuhi kebutuhan orang-orang yang sedang kesusahan; sungguh berbeda dengan orang Kristen sejati.

      13, 14. (a) Bagaimana orang-orang murtad zaman modern merencanakan hal-hal yang mencelakakan? (b) Orang murtad berupaya merampas apa dari orang yang lapar dan haus, tetapi apa hasil akhirnya?

      13 Banyak orang yang tidak berakal seperti itu membenci orang-orang yang membela kebenaran Allah. ”Hatinya akan merencanakan hal-hal yang mencelakakan, merencanakan kemurtadan dan mengatakan hal-hal yang menyesatkan tentang Yehuwa.” (Yesaya 32:6b) Cocok sekali dengan orang-orang murtad zaman modern! Di beberapa negara Eropa dan Asia, orang murtad telah bersekutu dengan penentang kebenaran lainnya, mereka jelas-jelas mengatakan dusta kepada kalangan berwenang agar Saksi-Saksi Yehuwa dilarang atau dibatasi. Mereka mempertunjukkan semangat ”budak yang jahat”, yang tentangnya Yesus bernubuat, ”Seandainya budak yang jahat itu berkata dalam hatinya, ’Majikanku tertunda’, dan mulai memukul sesama budaknya dan makan dan minum bersama pemabuk-pemabuk, majikan budak itu akan datang pada hari yang tidak dia duga dan pada jam yang tidak dia ketahui, dan akan memberinya hukuman yang paling keras dan akan menempatkan dia bersama orang-orang munafik. Di sanalah kelak dia menangis dan mengertakkan gigi.”​—Matius 24:48-51.

      14 Sementara itu, orang murtad membuat ”jiwa orang yang lapar kosong, dan ia bahkan membuat orang yang haus tanpa minuman”. (Yesaya 32:6c) Musuh-musuh kebenaran berupaya merampas makanan rohani dari orang-orang yang lapar akan kebenaran, dan orang-orang yang haus mereka halang-halangi meminum air yang menyegarkan berupa berita Kerajaan. Tetapi, hasil akhirnya ialah apa yang Yehuwa nyatakan kepada umat-Nya melalui nabi lain, ”Mereka pasti akan memerangi engkau, tetapi mereka tidak akan menang melawan engkau, sebab ’aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau,’ demikian ucapan Yehuwa.”​—Yeremia 1:19; Yesaya 54:17.

      15. Dewasa ini, siapa yang khususnya ”tidak berprinsip”, dan apa saja ”perkataan yang tidak benar” yang mereka promosikan, dan apa akibatnya?

      15 Sejak pertengahan abad ke-20, perbuatan amoral telah merajalela di negeri-negeri Susunan Kristen. Mengapa? Nubuat itu mengemukakan salah satu alasannya, ”Mengenai pria yang tidak berprinsip, sarananya jahat; ia sendiri memberi nasihat untuk bertingkah laku bebas, untuk menghancurkan orang yang menderita dengan perkataan yang tidak benar, bahkan pada waktu orang miskin mengatakan apa yang benar.” (Yesaya 32:7) Sebagai penggenapan kata-kata ini, banyak pemimpin agama khususnya telah menganut sikap serba boleh sehubungan dengan seks pranikah, hidup bersama tanpa menikah, homoseksualitas—ya, ”percabulan dan setiap jenis kenajisan”. (Efesus 5:3) Jadi, mereka ”menghancurkan” domba-domba mereka dengan perkataan yang tidak benar.

      16. Apa yang membuat orang Kristen sejati berbahagia?

      16 Sebaliknya, sungguh menyegarkan penggenapan kata-kata sang nabi berikutnya! ”Mengenai orang yang murah hati, ia akan memberi nasihat tentang kemurahan hati; dan demi kemurahan hati ia akan bangkit.” (Yesaya 32:8) Yesus sendiri menganjurkan kemurahan hati sewaktu ia mengatakan, ”Praktekkanlah hal memberi, dan kamu akan diberi. Mereka akan mencurahkan ke dalam kantong jubahmu dengan takaran yang baik, yang dipadatkan, diguncangkan dan melimpah. Karena dengan takaran yang kamu gunakan untuk menakar, mereka akan menakarkannya kepadamu sebagai balasan.” (Lukas 6:38) Rasul Paulus juga menunjukkan berkat-berkat yang akan diterima orang-orang yang murah hati sewaktu ia mengatakan, ”Mengingat perkataan Tuan Yesus, ketika ia mengatakan, ’Lebih bahagia memberi daripada menerima.’” (Kisah 20:35) Orang Kristen sejati berbahagia, bukan karena memperoleh kekayaan materi atau kedudukan sosial yang terkemuka, tetapi karena bermurah hati—seperti Allah mereka, Yehuwa, juga bermurah hati. (Matius 5:44, 45) Kebahagiaan terbesar didapat dengan melakukan kehendak Allah, dengan murah hati memberi diri untuk memberi tahu orang lain tentang ”kabar baik yang mulia dari Allah yang bahagia”.​—1 Timotius 1:11.

      17. Siapakah yang dewasa ini seperti ”putri-putri yang tidak memiliki kekhawatiran” yang disebutkan oleh Yesaya?

      17 Nubuat Yesaya selanjutnya mengatakan, ”Hai, wanita-wanita yang hidup tenteram, bangkitlah, dengarkan perkataanku! Hai, putri-putri yang tidak memiliki kekhawatiran, berilah telinga kepada perkataanku! Setelah satu tahun dan beberapa hari, kamu yang tidak memiliki kekhawatiran akan menjadi resah, sebab pemetikan anggur akan berakhir dan tidak akan ada panen buah. Gemetarlah, hai, wanita-wanita yang hidup tenteram! Jadilah resah, hai, orang-orang yang tidak memiliki kekhawatiran!” (Yesaya 32:9-11a) Sikap wanita-wanita ini mungkin mengingatkan kita akan orang-orang yang dewasa ini mengaku melayani Allah tetapi tidak bergairah melayani Dia. Orang-orang seperti itu terdapat dalam agama-agama ”Babilon Besar, ibu para sundal”. (Penyingkapan 17:5) Sebagai contoh, para anggota agama-agama Susunan Kristen mirip sekali dengan gambaran Yesaya mengenai ”wanita-wanita” itu. Mereka ”hidup tenteram”, tidak mempedulikan penghakiman dan kesusahan yang akan segera melanda mereka.

      18. Siapa yang diperintahkan untuk ’mengikatkan kain goni di pinggang’, dan mengapa?

      18 Maka, seruan dikumandangkan kepada agama palsu, ”Tanggalkan pakaianmu dan bertelanjanglah, dan ikatkan kain goni di pinggang. Pukuli dadamu seraya meratapi ladang-ladang yang subur, dan tanaman anggur yang menghasilkan buah. Di atas tanah umatku, hanya tanaman berduri dan semak berduri yang tumbuh, sebab itu ada di semua rumah kesukaan, ya, di kota yang bersukaria.” (Yesaya 32:11b-13) Kata-kata ”Tanggalkan pakaianmu dan bertelanjanglah” tampaknya tidak berarti membuka semua pakaian. Orang zaman dahulu biasa mengenakan pakaian luar di atas pakaian sebelah dalam. Pakaian luar sering digunakan sebagai tanda pengenal. (2 Raja 10:22, 23; Penyingkapan 7:13, 14) Jadi, nubuat itu memerintahkan para anggota agama-agama palsu untuk menanggalkan pakaian luar mereka—identitas palsu mereka sebagai pelayan Allah—lalu mengenakan pakaian dari kain goni, lambang perkabungan atas penghukuman yang akan segera menimpa mereka. (Penyingkapan 17:16) Tidak ada buah-buah kesalehan di antara organisasi-organisasi agama Susunan Kristen, yang mengaku sebagai ”kota yang bersukaria”, atau di antara anggota-anggota lainnya dalam imperium agama palsu sedunia. Kegiatan mereka hanya menghasilkan ”tanaman berduri dan semak berduri”, akibat pengabaian dan penelantaran.

      19. Bagaimana Yesaya menyingkapkan keadaan ”Yerusalem” yang murtad?

      19 Gambaran suram ini berlaku untuk semua bagian ”Yerusalem” yang murtad, ”Menara tempat tinggal telah ditelantarkan, keramaian kota telah ditinggalkan; Ofel dan menara pengawal telah menjadi padang belantara, menjadi kesukaan besar bagi zebra, padang rumput bagi kawanan binatang, sampai waktu yang tidak tertentu.” (Yesaya 32:14) Ya, Ofel pun disebutkan. Ofel adalah tempat yang tinggi di Yerusalem yang merupakan posisi pertahanan yang kuat. Dengan mengatakan bahwa Ofel menjadi padang belantara, itu berarti kota tersebut hancur seluruhnya. Kata-kata Yesaya memperlihatkan bahwa ”Yerusalem” yang murtad—Susunan Kristen—tidak peduli untuk melakukan kehendak Allah. Ia tandus secara rohani, jauh dari kebenaran dan keadilan—benar-benar seperti binatang.

      Kontras yang Gemilang!

      20. Apa pengaruh pencurahan roh Allah atas umat-Nya?

      20 Yesaya selanjutnya menyampaikan harapan yang menghangatkan hati bagi orang-orang yang melakukan kehendak Yehuwa. Kehancuran apa pun yang dialami umat Allah hanya akan berlangsung ”sampai roh dicurahkan ke atas kita dari tempat yang tinggi, dan padang belantara menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan dianggap hutan”. (Yesaya 32:15) Syukurlah, sejak tahun 1919, roh Yehuwa telah dicurahkan dengan limpah ke atas umat-Nya, seolah-olah untuk memulihkan kebun buah yang subur, yaitu Saksi-Saksi terurap, yang kemudian dilanjutkan dengan perluasan hutan, yaitu domba-domba lain. Kemakmuran dan pertumbuhan menjadi corak utama organisasi-Nya di bumi dewasa ini. Di firdaus rohani yang telah dipulihkan, ”kemuliaan Yehuwa, semarak Allah kita”, dipantulkan oleh umat-Nya seraya mereka memberitakan di seluas dunia Kerajaan-Nya yang akan datang.​—Yesaya 35:1, 2.

      21. Di manakah kita dapat menemukan keadilbenaran, ketenangan, dan keamanan dewasa ini?

      21 Sekarang, dengarkanlah janji Yehuwa yang mulia, ”Di padang belantara keadilan akan tinggal, dan di kebun buah-buahan keadilbenaran akan berdiam. Keadilbenaran yang sejati mendatangkan perdamaian; dan keadilbenaran yang sejati menghasilkan ketenangan dan keamanan sampai waktu yang tidak tertentu.” (Yesaya 32:16, 17) Cocok sekali untuk menggambarkan keadaan rohani umat Yehuwa dewasa ini! Berbeda dengan sebagian besar umat manusia, yang terbagi-bagi karena kebencian, kekerasan, dan kemiskinan rohani yang parah, orang Kristen sejati dipersatukan di seluruh dunia, walaupun mereka berasal ”dari semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa”. Mereka hidup, bekerja, dan melayani selaras dengan keadilbenaran Allah, dan melakukannya dengan keyakinan bahwa pada akhirnya, mereka akan menikmati perdamaian dan keamanan sejati sampai waktu yang tidak tertentu.​—Penyingkapan 7:9, 17.

      22. Apa bedanya keadaan umat Allah dan keadaan orang-orang dalam agama palsu?

      22 Dalam firdaus rohani, Yesaya 32:18 sudah digenapi. Katanya, ”Umatku akan menetap di tempat tinggal yang penuh damai, di tempat kediaman yang tenteram, di tempat istirahat yang tanpa gangguan.” Tetapi, bagi orang Kristen tiruan, ”hujan es pasti akan turun pada waktu hutan lenyap dan kota akan direndahkan dalam kehinaan”. (Yesaya 32:19) Ya, seperti hujan es yang hebat, penghakiman Yehuwa siap menghantam kota palsu atau agama palsu itu, dengan melenyapkan ”hutan”, yaitu para pendukungnya, menyingkirkan mereka selama-lamanya!

      23. Pekerjaan global apa yang hampir selesai, dan bagaimana perasaan orang-orang yang ikut serta di dalamnya?

      23 Bagian nubuat ini diakhiri dengan kata-kata, ”Berbahagialah kamu sekalian yang menaburkan benih di sepanjang mata air, membiarkan kaki lembu jantan dan keledainya berjalan ke mana-mana.” (Yesaya 32:20) Lembu jantan dan keledai adalah binatang beban yang digunakan oleh umat Allah di zaman dahulu untuk membajak ladang dan menaburkan benih. Dewasa ini, umat Yehuwa menggunakan mesin cetak, alat-alat elektronik, bangunan dan transportasi modern, dan yang terutama, organisasi teokratis yang terpadu, untuk mencetak dan mendistribusikan miliaran publikasi Alkitab. Pekerja-pekerja sukarela menggunakan sarana-sarana ini untuk menaburkan benih Kerajaan di seluruh bumi, secara harfiah ”di sepanjang mata air”. Jutaan pria dan wanita yang takut akan Allah telah dituai, dan sejumlah besar lainnya akan bergabung dengan mereka. (Penyingkapan 14:15, 16) Mereka semua benar-benar dapat dikatakan ’berbahagia’!

      [Catatan Kaki]

      a ”Raja” di Yesaya 32:1 pada mulanya mungkin memaksudkan Raja Hizkia. Akan tetapi, penggenapan utama Yesaya pasal 32 berkaitan dengan sang Raja, Kristus Yesus.

      b Lihat Menara Pengawal, 1 Maret 1999, halaman 13-18, diterbitkan oleh Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc.

      [Gambar di hlm. 331]

      Pada Gulungan-Gulungan Laut Mati, Yesaya pasal 32 diberi tanda ”X”

      [Gambar di hlm. 333]

      Setiap ”pembesar” seperti tempat perlindungan dari angin, naungan dari hujan, air di padang gurun, dan naungan dari sinar matahari

      [Gambar di hlm. 338]

      Seorang Kristen mendapatkan kebahagiaan besar dengan menceritakan kabar baik kepada orang lain

  • ”Tidak Ada Penghuni yang Akan Mengatakan, ’Aku Sakit’”
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Dua Puluh Enam

      ”Tidak Ada Penghuni yang Akan Mengatakan, ’Aku Sakit’”

      Yesaya 33:1-24

      1. Mengapa kata-kata di Yesaya 33:24 memberikan penghiburan?

      ”SEMUA ciptaan sama-sama terus mengerang dan sama-sama berada dalam kesakitan sampai sekarang.” Demikianlah yang dikatakan rasul Paulus. (Roma 8:22) Sekalipun banyak kemajuan dicapai di bidang medis, penyakit dan kematian terus melanda umat manusia. Maka, janji yang menjadi klimaks bagian nubuat Yesaya ini benar-benar menakjubkan! Bayangkan masa manakala ”tidak ada penghuni yang akan mengatakan, ’Aku sakit’”. (Yesaya 33:24) Kapan dan bagaimana janji ini akan digenapi?

      2, 3. (a) Bagaimana bangsa Israel dapat dikatakan sakit? (b) Bagaimana Asiria menjadi ”tongkat” yang Allah gunakan untuk melaksanakan disiplin?

      2 Yesaya menulis pada waktu umat perjanjian Allah sedang sakit secara rohani. (Yesaya 1:5, 6) Mereka sudah menjerumuskan diri begitu jauh ke dalam kemurtadan dan perbuatan amoral, sehingga mereka memerlukan disiplin yang keras dari Allah Yehuwa. Asiria menjadi ”tongkat” yang Yehuwa gunakan untuk melaksanakan disiplin tersebut. (Yesaya 7:17; 10:5, 15) Pertama-tama, kerajaan Israel sepuluh suku di utara jatuh ke tangan orang Asiria pada tahun 740 SM. (2 Raja 17:1-18; 18:9-11) Beberapa tahun kemudian, Raja Sanherib dari Asiria melancarkan serangan habis-habisan terhadap kerajaan Yehuda di selatan. (2 Raja 18:13; Yesaya 36:1) Sewaktu bala tentara Asiria maju untuk menggilas negeri itu, kehancuran total Yehuda pun tampaknya tidak terelakkan.

      3 Tetapi Asiria, yang bertindak melebihi mandat yang diterimanya untuk mendisiplin umat Allah, kini mengejar ambisinya sendiri yang tamak untuk menaklukkan dunia. (Yesaya 10:7-11) Apakah Yehuwa akan membiarkannya bertindak sewenang-wenang dan brutal terhadap umat-Nya tanpa dihukum? Apakah akan ada penyembuhan bagi penyakit rohani bangsa-Nya? Dalam Yesaya pasal 33, kita membaca jawaban Yehuwa untuk pertanyaan-pertanyaan ini.

      Menjarah Si Penjarah

      4, 5. (a) Bagaimana keadaan Asiria akan terbalik? (b) Doa apa dipanjatkan oleh Yesaya demi umat Yehuwa?

      4 Nubuat itu dimulai, ”Celaka bagi kamu yang menjarah, namun tidak dijarah, dan bagi kamu yang berkhianat, namun yang tidak dikhianati orang! Segera setelah kamu tidak lagi menjadi penjarah, kamu akan dijarah. Segera setelah kamu tidak lagi berkhianat, mereka akan berkhianat kepadamu.” (Yesaya 33:1) Yesaya langsung berbicara kepada si penjarah, yaitu Asiria. Pada puncak kekuasaannya, bangsa yang agresif ini seakan-akan tidak terkalahkan. Ia telah ”menjarah, namun tidak dijarah”, menghancurkan kota-kota Yehuda, bahkan melucuti harta benda rumah Yehuwa—dan seakan-akan tanpa dihukum! (2 Raja 18:14-16; 2 Tawarikh 28:21) Namun sekarang, keadaan akan terbalik. ”Kamu akan dijarah,” kata Yesaya dengan berani. Nubuat ini benar-benar menghibur orang-orang yang setia!

      5 Selama periode waktu yang mengerikan itu, para penyembah Yehuwa yang loyal perlu berpaling kepada-Nya untuk mendapat pertolongan. Maka, Yesaya berdoa, ”Oh, Yehuwa, perlihatkanlah belas kasihan kepada kami. Kepadamu kami berharap. Jadilah lengan [yang menguatkan dan mendukung] bagi kami setiap pagi, ya, keselamatan kami pada waktu kesesakan. Pada waktu mendengar suara kericuhan, orang melarikan diri. Pada waktu engkau bangkit, bangsa-bangsa tercerai-berai.” (Yesaya 33:2, 3) Tepatlah jika Yesaya berdoa agar Yehuwa melepaskan umat-Nya sebagaimana Ia telah berkali-kali melakukannya di waktu yang lampau. (Mazmur 44:3; 68:1) Dan, tidak lama setelah Yesaya memanjatkan doa ini, ia menyampaikan jawaban Yehuwa atas doanya!

      6. Apa yang akan terjadi atas Asiria, dan mengapa hal ini pantas?

      6 ”Jarahanmu [jarahan orang Asiria] akan dikumpulkan seperti lipas pada waktu mengumpulkan makanan, seperti serbuan kawanan belalang yang menyerbu.” (Yesaya 33:4) Yehuda sudah terbiasa mendapat serbuan serangga yang menghancurkan. Namun kali ini, musuh Yehuda-lah yang akan dibasmi. Asiria akan menderita kekalahan yang memalukan, dan prajurit-prajuritnya akan dipaksa melarikan diri, meninggalkan banyak barang jarahan sehingga dapat dikumpulkan oleh penduduk Yehuda! Pantaslah jika Asiria, yang dikenal karena kekejamannya, dijarah.​—Yesaya 37:36.

      Asiria Zaman Modern

      7. (a) Siapa yang dewasa ini dapat disamakan dengan bangsa Israel yang sakit secara rohani? (b) Siapa yang akan menjadi ”tongkat” Yehuwa untuk membinasakan Susunan Kristen?

      7 Bagaimana penerapan nubuat Yesaya pada zaman kita? Bangsa Israel yang sakit secara rohani dapat disamakan dengan Susunan Kristen yang tidak setia. Sebagaimana Yehuwa menggunakan Asiria sebagai ”tongkat” untuk menghukum Israel, Yehuwa akan menggunakan sebuah ”tongkat” untuk menghukum Susunan Kristen—juga bagian-bagian lain dari imperium agama palsu sedunia, ”Babilon Besar”. (Yesaya 10:5; Penyingkapan 18:2-8) ”Tongkat” itu adalah bangsa-bangsa anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa—organisasi yang di buku Penyingkapan digambarkan sebagai binatang buas berwarna merah marak yang mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.​—Penyingkapan 17:3, 15-17.

      8. (a) Dewasa ini, siapa yang dapat disamakan dengan Sanherib? (b) Siapakah yang akan dengan berani diserang oleh Sanherib zaman modern, dan apa hasilnya?

      8 Ketika Asiria zaman modern itu mengamuk di kawasan agama palsu, ia seolah-olah tidak akan dapat dihentikan. Setan si Iblis, yang sikapnya seperti Sanherib, dengan berani akan memukul—bukan hanya organisasi-organisasi murtad yang pantas dihukum, tetapi juga orang Kristen sejati. Ada jutaan orang yang berpihak kepada Kerajaan Yehuwa bersama dengan sisa dari putra-putra rohani Yehuwa yang terurap. Mereka ini telah keluar dari dunia Setan yang mencakup Babilon Besar. Karena marah terhadap orang-orang Kristen sejati yang menolak untuk memberikan penghormatan kepada ”allah sistem ini”, Setan akan melancarkan serangan habis-habisan terhadap mereka. (2 Korintus 4:4; Yehezkiel 38:10-16) Sekalipun serangan ini pasti akan sangat dahsyat, umat Yehuwa tidak perlu merasa takut. (Yesaya 10:24, 25) Mereka memiliki jaminan dari Allah bahwa Ia akan menjadi ’keselamatan pada waktu kesesakan’. Ia akan turun tangan, mendatangkan kebinasaan atas Setan dan gerombolannya. (Yehezkiel 38:18-23) Seperti di zaman dahulu, orang-orang yang berupaya menjarah umat Allah akan dijarah! (Bandingkan Amsal 13:22b.) Nama Yehuwa akan disucikan, dan orang-orang yang selamat akan diberi upah karena telah mencari ”hikmat dan pengetahuan [serta] takut akan Yehuwa”.​—Baca Yesaya 33:5, 6.

      Peringatan bagi Orang yang Tidak Beriman

      9. (a) Apa yang akan dilakukan oleh ”pahlawan-pahlawan” dan ”para utusan perdamaian” Yehuda? (b) Bagaimana orang Asiria akan menanggapi prakarsa perdamaian dari Yehuda?

      9 Lalu, bagaimana nasib orang-orang yang tidak beriman di Yehuda? Yesaya memberikan gambaran yang suram tentang kebinasaan mereka kelak di tangan Asiria. (Baca Yesaya 33:7.) ”Pahlawan-pahlawan” militer Yehuda berteriak ketakutan pada waktu Asiria maju menyerang. ”Para utusan perdamaian”, yaitu para diplomat yang diutus untuk merundingkan perdamaian dengan orang Asiria yang suka berperang, menghadapi cemoohan dan penghinaan. Mereka akan menangisi kegagalan mereka dengan getir. (Bandingkan Yeremia 8:15.) Asiria yang brutal tidak akan mengasihani mereka. (Baca Yesaya 33:8, 9.) Tanpa belas kasihan, ia akan mengabaikan perjanjian-perjanjian yang telah dibuatnya dengan penduduk Yehuda. (2 Raja 18:14-16) Asiria akan ”menista kota-kota” Yehuda, memandang mereka rendah dan hina, sama sekali tidak mempedulikan kehidupan manusia. Keadaannya akan sangat menyedihkan sehingga negeri itu sendiri seakan-akan berkabung. Lebanon, Syaron, Basyan, dan Karmel juga akan berkabung karena kehancuran tersebut.

      10. (a) Bagaimana ”pahlawan-pahlawan” Susunan Kristen tidak akan berhasil? (b) Siapa yang akan melindungi orang-orang Kristen sejati pada masa kesesakan Susunan Kristen?

      10 Tidak lama lagi, keadaan yang sama pasti akan berkembang seraya bangsa-bangsa mulai menyerang agama. Seperti pada zaman Hizkia, perlawanan fisik terhadap kekuatan-kekuatan dahsyat ini tidak akan ada gunanya. ”Pahlawan-pahlawan” Susunan Kristen—para politisi, para investor, dan orang-orang lain yang berpengaruh—tidak akan dapat menolongnya. ’Perjanjian-perjanjian’, atau persetujuan-persetujuan, politik dan finansial yang dirancang untuk melindungi kepentingan-kepentingan Susunan Kristen akan dilanggar. (Yesaya 28:15-18) Upaya-upaya yang dilakukan dengan kalang kabut melalui jalur diplomasi untuk mencegah kehancuran tersebut tidak akan berhasil. Kegiatan-kegiatan komersial akan terhenti, karena kekayaan dan investasi Susunan Kristen akan disita atau dimusnahkan. Siapa pun yang masih berbelas kasihan terhadap Susunan Kristen hanya akan berdiri di kejauhan dan berkabung atas kematiannya. (Penyingkapan 18:9-19) Apakah Kekristenan sejati akan dilenyapkan bersama yang palsu? Tidak, karena Yehuwa sendiri telah memberikan jaminan, ”’Sekarang, aku akan bangkit,’ kata Yehuwa, ’aku akan meninggikan diriku; sekarang aku akan mengangkat diriku.’” (Yesaya 33:10) Akhirnya, Yehuwa akan turun tangan demi orang-orang yang setia, seperti Hizkia, dan menghentikan serangan Asiria.​—Mazmur 12:5.

      11, 12. (a) Kapan dan bagaimana kata-kata di Yesaya 33:11-14 digenapi? (b) Kata-kata Yehuwa memberikan peringatan apa dewasa ini?

      11 Orang-orang yang tidak setia tidak dapat mengharapkan perlindungan seperti itu. Yehuwa mengatakan, ”Kamu sekalian mengandung rumput kering; kamu akan melahirkan jerami. Rohmu sendiri, yang seperti api, akan memakanmu sampai habis. Orang akan menjadi seperti sisa-sisa pembakaran kapur. Seperti tanaman berduri yang dipotong, mereka akan dibakar dengan api. Hai, kamu sekalian yang jauh, dengarlah apa yang akan kulakukan! Hai, kamu yang dekat, ketahuilah keperkasaanku. Di Zion orang-orang yang berdosa merasa gentar; orang yang murtad menjadi gemetar, ’Siapa dari antara kita yang dapat berdiam sesaat pun dalam api yang melalap? Siapa dari antara kita yang dapat berdiam sesaat pun dalam kobaran api yang bertahan lama?’” (Yesaya 33:11-14) Kata-kata ini pastilah berlaku ketika Yehuda menghadapi musuh yang baru, Babilon. Setelah kematian Hizkia, Yehuda kembali kepada haluannya yang fasik. Selama beberapa dekade berikutnya, keadaan di Yehuda begitu merosot sampai seluruh bangsa harus menanggung api kemarahan Yehuwa.​—Ulangan 32:22.

      12 Rencana dan rancangan yang jahat dicetuskan oleh orang-orang yang tidak taat untuk mengelak dari penghakiman Allah, namun seperti jerami, ini terbukti tidak berguna. Semangat bangsa itu yang suka memberontak dan sombong malah akan memicu terjadinya peristiwa-peristiwa yang menyebabkan kebinasaannya. (Yeremia 52:3-11) Orang-orang fasik akan ”menjadi seperti sisa-sisa pembakaran kapur”—sama sekali dihancurkan! Seraya mereka membayangkan malapetaka yang mendatang ini, penduduk Yehuda yang suka memberontak benar-benar merasa ngeri. Kata-kata Yehuwa kepada Yehuda yang tidak setia menggambarkan situasi anggota-anggota Susunan Kristen dewasa ini. Jika mereka tidak mengindahkan peringatan Allah, masa depan yang suram menanti mereka.

      ”Berjalan dalam Keadilbenaran yang Tidak Berkesudahan”

      13. Apa yang dijanjikan kepada orang yang ”berjalan dalam keadilbenaran yang tidak berkesudahan”, dan bagaimana ini digenapi pada diri Yeremia?

      13 Dengan menggunakan kontras, Yehuwa selanjutnya mengatakan, ”Ada orang yang berjalan dalam keadilbenaran yang tidak berkesudahan dan mengatakan apa yang benar, yang menolak keuntungan yang tidak benar dari kecurangan, yang mengebaskan tangannya supaya tidak menerima suap, yang menutup telinganya agar tidak mendengarkan pertumpahan darah, dan menutup matanya agar tidak melihat apa yang jahat. Dialah yang akan tinggal di tempat-tempat yang tinggi; tempat tingginya yang aman adalah tempat bertebing batu yang sulit dicapai. Rotinya akan diberikan kepadanya; persediaan airnya tidak akan ada habisnya.” (Yesaya 33:15, 16) Sebagaimana rasul Paulus belakangan menyatakannya, ”Yehuwa tahu bagaimana melepaskan orang-orang yang memiliki pengabdian yang saleh dari cobaan, tetapi menyimpan orang-orang yang tidak adil-benar bagi hari penghakiman untuk dimusnahkan.” (2 Petrus 2:9) Yeremia mengalami kelepasan seperti itu. Selama dikepung Babilon, orang-orang harus ”makan roti yang ditimbang disertai perasaan khawatir”. (Yehezkiel 4:16) Bahkan ada wanita-wanita yang makan daging anak mereka sendiri. (Ratapan 2:20) Akan tetapi, Yehuwa memastikan bahwa Yeremia terlindung.

      14. Bagaimana orang Kristen dewasa ini dapat terus ”berjalan dalam keadilbenaran yang tidak berkesudahan”?

      14 Demikian pula, orang Kristen dewasa ini harus ”berjalan dalam keadilbenaran yang tidak berkesudahan”, dengan melakukan standar Yehuwa setiap hari. (Mazmur 15:1-5) Mereka harus ”mengatakan apa yang benar” dan menolak dusta serta kebohongan. (Amsal 3:32) Kecurangan dan suap mungkin umum di banyak negeri, tetapi hal-hal itu menjijikkan bagi orang yang ”berjalan dalam keadilbenaran yang tidak berkesudahan”. Orang Kristen juga harus mempertahankan ”hati nurani yang jujur” dalam urusan bisnis, berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalam rancangan yang meragukan atau curang. (Ibrani 13:18; 1 Timotius 6:9, 10) Dan, orang yang ”menutup telinganya agar tidak mendengarkan pertumpahan darah, dan menutup matanya agar tidak melihat apa yang jahat” akan berlaku selektif dalam memilih musik dan hiburan. (Mazmur 119:37) Selama hari penghakiman-Nya, Yehuwa akan melindungi dan memelihara para penyembah-Nya, yang hidup selaras dengan standar-standar tersebut.​—Zefanya 2:3.

      Melihat Raja Mereka

      15. Janji apa yang akan menguatkan orang Yehuda yang setia di pembuangan?

      15 Selanjutnya, Yesaya memberikan pandangan sekilas yang gemilang mengenai masa depan, ”Seorang raja yang tampan, itulah yang akan dilihat oleh matamu; yang akan melihat negeri yang jauh. Hatimu akan memberikan komentar dengan nada rendah mengenai hal yang mengerikan, ’Di manakah sekretaris itu? Di manakah orang yang melakukan pembayaran? Di manakah orang yang menghitung menara-menara?’ Bangsa yang suka menghina tidak akan kaulihat, suatu bangsa yang bahasanya terlalu sulit untuk dipahami, dengan lidah yang gagap sehingga tidak kaumengerti.” (Yesaya 33:17-19) Janji tentang Raja Mesianik dan Kerajaannya di masa depan menguatkan orang-orang Yehuda yang setia selama puluhan tahun di pembuangan di Babilon, sekalipun mereka dapat melihat Kerajaan itu dari kejauhan saja. (Ibrani 11:13) Pada waktu pemerintahan Mesias itu akhirnya menjadi kenyataan, kelaliman Babilon sudah terlupakan. Orang-orang yang selamat dari serangan Asiria akan dengan senang bertanya, ”Di manakah para pejabat penguasa lalim itu, yang telah mengenakan pajak pada kita, yang menagih pembayaran, yang menuntut upeti dari kita?”​—Yesaya 33:18, Moffatt.

      16. Sejak kapan umat Allah dapat ’melihat’ Raja Mesianik, dan apa hasilnya?

      16 Sekalipun kata-kata Yesaya menjamin adanya suatu pemulihan dari penawanan Babilon, secara perorangan, orang-orang buangan dari Yehuda harus menunggu sampai tiba saatnya mereka dibangkitkan untuk dapat menikmati penggenapan lengkap dari bagian nubuat ini. Bagaimana dengan hamba-hamba Allah dewasa ini? Sejak tahun 1914, umat Yehuwa sudah dapat ’melihat’ atau memahami, Raja Mesianik, Yesus Kristus, dalam segala keindahannya secara rohani. (Mazmur 45:2; 118:22-26) Hasilnya, mereka telah dibebaskan dari penindasan dan kendali sistem Setan yang fasik. Di bawah Zion, yaitu tempat Kerajaan Allah memerintah, mereka menikmati keamanan sejati secara rohani.

      17. (a) Janji apa saja yang dibuat sehubungan dengan Zion? (b) Bagaimana janji-janji Yehuwa sehubungan dengan Zion digenapi atas Kerajaan Mesianik dan atas para pendukungnya di bumi?

      17 Yesaya selanjutnya mengatakan, ”Pandanglah Zion, kota tempat perayaan-perayaan kita! Matamu akan melihat Yerusalem, kota tempat tinggal yang tanpa gangguan, kemah yang tidak akan dikemasi. Patok-patok kemahnya tidak akan pernah dicabut, dan tidak satu pun dari tali-talinya akan diputuskan menjadi dua. Tetapi di sana, Pribadi Yang Agung, Yehuwa, akan menjadi seperti tempat dengan banyak sungai bagi kita, dengan saluran-saluran air yang lebar. Tidak ada armada kapal dayung yang akan lewat di situ, dan tidak ada kapal agung yang akan melaluinya.” (Yesaya 33:20, 21) Yesaya meyakinkan kita bahwa Kerajaan Mesianik Allah tidak dapat disingkirkan ataupun dihancurkan. Lagi pula, perlindungan semacam itu jelas berlaku bagi para pendukung Kerajaan yang setia di bumi dewasa ini. Bahkan jika banyak orang secara pribadi mengalami ujian berat, warga Kerajaan Allah dapat yakin bahwa upaya untuk melenyapkan mereka sebagai satu sidang tidak akan berhasil. (Yesaya 54:17) Yehuwa akan melindungi umat-Nya sebagaimana parit atau saluran air melindungi sebuah kota. Musuh mana pun yang datang menyerang mereka—meskipun sekuat ”armada kapal dayung” atau ”kapal agung”—akan menghadapi kehancuran!

      18. Tanggung jawab apa yang Yehuwa mau terima?

      18 Namun, mengapa para pencinta Kerajaan Allah dapat merasa begitu yakin akan perlindungan ilahi? Yesaya menjelaskan, ”Yehuwa adalah Hakim kita, Yehuwa adalah Pemberi ketetapan bagi kita, Yehuwa adalah Raja kita; ia akan menyelamatkan kita.” (Yesaya 33:22) Yehuwa mau menerima tanggung jawab untuk melindungi serta membimbing umat-Nya, yang mengakui kedudukan-Nya sebagai Pemegang Kedaulatan Tertinggi. Umat-Nya ini bersedia tunduk kepada pemerintahan-Nya melalui Raja Mesianik-Nya, dengan mengakui bahwa Yehuwa mempunyai wewenang bukan hanya untuk membuat hukum tetapi juga untuk menegakkannya. Namun, karena Yehuwa adalah pencinta keadilbenaran dan keadilan, pemerintahan-Nya, melalui Putra-Nya, tidak menjadi beban bagi para penyembah-Nya. Sebaliknya, dengan tunduk kepada wewenang-Nya, mereka justru ’mendapat manfaat’. (Yesaya 48:17) Ia tidak akan pernah meninggalkan orang-orang-Nya yang setia.​—Mazmur 37:28.

      19. Bagaimana Yesaya menggambarkan kegagalan orang-orang yang memusuhi umat Yehuwa yang setia?

      19 Yesaya memberi tahu orang-orang yang memusuhi umat Yehuwa yang setia, ”Tali-talimu akan tergantung dengan kendur, tidak dapat menahan tiang-tiang kapalnya dengan kencang dan tegak, tidak dapat membentangkan layar. Pada waktu itu, jarahan yang sangat besar harus dibagi-bagi; orang-orang timpang akan menjarah secara besar-besaran.” (Yesaya 33:23) Musuh mana pun yang mendekat akan menjadi lemah dan tidak berdaya melawan Yehuwa, seperti kapal perang yang kendur tali-talinya, goyah tiang kapalnya, dan sudah tidak ada layarnya. Pembinasaan musuh-musuh Allah akan menghasilkan banyak sekali jarahan sehingga orang-orang cacat pun akan turut mengambil jarahan. Oleh karena itu, kita dapat yakin bahwa melalui Raja Yesus Kristus, Yehuwa akan menang atas musuh-musuh-Nya dalam ”kesengsaraan besar” mendatang.​—Penyingkapan 7:14.

      Penyembuhan

      20. Penyembuhan apa yang akan dialami umat Allah, dan kapan?

      20 Bagian ini dari nubuat Yesaya diakhiri dengan janji yang menghangatkan hati, ”Tidak ada penghuni yang akan mengatakan, ’Aku sakit’. Penduduk yang tinggal di negeri itu adalah orang-orang yang diampuni kesalahannya.” (Yesaya 33:24) Penyakit yang Yesaya maksudkan terutama bersifat rohani, karena ada kaitannya dengan dosa, atau ’kesalahan’. Dalam penerapan pertama kata-kata ini, Yehuwa berjanji bahwa setelah mereka dibebaskan dari penawanan Babilon, bangsa itu akan disembuhkan secara rohani. (Yesaya 35:5, 6; Yeremia 33:6; bandingkan Mazmur 103:1-5.) Setelah dosa-dosa mereka yang dahulu diampuni, orang-orang Yahudi yang pulang akan menegakkan kembali ibadat murni di Yerusalem.

      21. Dengan cara apa saja para penyembah Yehuwa dewasa ini mengalami penyembuhan rohani?

      21 Namun, nubuat Yesaya mempunyai penggenapan modern. Umat Yehuwa dewasa ini juga menikmati penyembuhan secara rohani. Mereka telah dibebaskan dari ajaran palsu seperti jiwa yang tidak berkematian, Tritunggal, dan api neraka. Mereka menerima bimbingan moral, yang membuat mereka bebas dari praktek-praktek amoral dan yang membantu mereka membuat keputusan yang baik. Dan, berkat korban tebusan Yesus Kristus, mereka memperoleh kedudukan yang bersih di hadapan Allah dan menikmati hati nurani yang bersih. (Kolose 1:13, 14; 1 Petrus 2:24; 1 Yohanes 4:10) Penyembuhan rohani ini mendatangkan manfaat-manfaat jasmani. Misalnya, dengan menghindari perbuatan seksual yang amoral dan penggunaan tembakau, orang Kristen terlindung dari penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks dan dari jenis-jenis kanker tertentu.​—1 Korintus 6:18; 2 Korintus 7:1.

      22, 23. (a) Bagaimana Yesaya 33:24 digenapi secara besar-besaran di kemudian hari? (b) Apa tekad para penyembah sejati dewasa ini?

      22 Lagi pula, setelah Armagedon, akan ada penggenapan kata-kata di Yesaya 33:24 secara lebih besar, yaitu dalam dunia baru Allah. Di bawah pemerintahan Kerajaan Mesianik, manusia akan mengalami penyembuhan jasmani besar-besaran bersamaan dengan penyembuhan rohani. (Penyingkapan 21:3, 4) Tidak lama setelah kehancuran sistem Setan, mukjizat-mukjizat seperti yang diadakan oleh Yesus ketika ia berada di bumi pasti akan terjadi dalam skala global. Yang buta akan melihat, yang tuli akan mendengar, dan yang timpang akan berjalan! (Yesaya 35:5, 6) Hal ini akan memungkinkan semua orang yang selamat dari kesengsaraan besar untuk ikut serta dalam suatu pekerjaan besar, yakni mengubah keadaan bumi menjadi suatu firdaus.

      23 Kelak, pada waktu kebangkitan dimulai, orang-orang yang dibangkitkan pasti hidup kembali dalam keadaan sehat. Namun, seraya nilai korban tebusan diterapkan dalam lingkup yang lebih luas, semakin banyak manfaat jasmani yang mengalir, sampai umat manusia diangkat kepada taraf kehidupan yang sempurna. Pada waktu itulah, orang-orang yang adil-benar akan ”hidup kembali” dalam arti sepenuhnya. (Penyingkapan 20:5, 6) Pada saat itu, baik secara rohani maupun jasmani, ”Tidak ada penghuni yang akan mengatakan, ’Aku sakit.’” Janji yang sungguh mendebarkan hati! Semoga semua penyembah sejati dewasa ini bertekad untuk berada di antara orang-orang yang akan mengalami penggenapan janji ini!

      [Gambar di hlm. 344]

      Yesaya dengan yakin berdoa kepada Yehuwa

      [Gambar di hlm. 353]

      Berkat korban tebusan, umat Yehuwa memiliki kedudukan yang bersih di hadapan-Nya

      [Gambar di hlm. 354]

      Di dunia baru, akan ada penyembuhan jasmani besar-besaran

  • Kemarahan Yehuwa Tercurah ke atas Bangsa-Bangsa
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Dua Puluh Tujuh

      Kemarahan Yehuwa Tercurah ke atas Bangsa-Bangsa

      Yesaya 34:1-17

      1, 2. Sehubungan dengan pembalasan Yehuwa, mengenai apa kita dapat merasa pasti? (b) Apa yang Allah capai dengan melaksanakan pembalasan?

      ALLAH YEHUWA bersabar tidak hanya terhadap hamba-hamba-Nya yang setia, tetapi juga terhadap musuh-musuh-Nya, sepanjang itu selaras dengan maksud-tujuan-Nya. (1 Petrus 3:19, 20; 2 Petrus 3:15) Musuh-musuh Yehuwa mungkin tidak menghargai kesabaran-Nya dan mungkin menganggap hal itu sebagai ketidakmampuan atau keengganan untuk bertindak. Namun, seperti diperlihatkan oleh pasal ke-34 buku Yesaya, Yehuwa pada akhirnya selalu menuntut pertanggungjawaban musuh-musuh-Nya. (Zefanya 3:8) Untuk sementara, Allah mengizinkan Edom dan bangsa-bangsa lain menentang umat-Nya tanpa rintangan. Tetapi, Yehuwa telah menetapkan waktu untuk memberikan ganjaran. (Ulangan 32:35) Demikian pula, pada waktu yang Dia tetapkan, Yehuwa akan menyatakan pembalasan atas semua elemen dunia yang fasik sekarang ini, yang telah menantang kedaulatan-Nya.

      2 Tujuan utama pelaksanaan pembalasan Allah adalah untuk mempertunjukkan kedaulatan-Nya dan memuliakan nama-Nya. (Mazmur 83:13-18) Ganjaran yang Ia berikan itu juga membuktikan bahwa hamba-hamba-Nya benar, bahwa mereka adalah wakil-wakil-Nya yang sejati; dan itu akan membebaskan mereka dari keadaan yang tidak menyenangkan. Selain itu, pembalasan Yehuwa selalu selaras sepenuhnya dengan keadilan-Nya.​—Mazmur 58:10, 11.

      Perhatikanlah, hai, Bangsa-Bangsa

      3. Undangan apa yang Yehuwa ulurkan kepada bangsa-bangsa, melalui Yesaya?

      3 Sebelum memusatkan perhatian pada ganjaran yang akan Ia berikan kepada Edom, Yehuwa melalui Yesaya mengulurkan undangan yang serius kepada semua bangsa, ”Hai, bangsa-bangsa, mendekatlah untuk mendengar; dan kamu kelompok-kelompok bangsa, perhatikanlah. Biarlah bumi dan segala isinya mendengarkan, tanah yang produktif dan semua hasilnya.” (Yesaya 34:1) Sang nabi telah berulang-ulang mengecam bangsa-bangsa yang tidak saleh. Sekarang, ia hendak meringkaskan kecaman-kecaman ilahi terhadap mereka itu. Apakah peringatan-peringatan ini mempunyai arti penting bagi zaman kita?

      4. (a) Bangsa-bangsa dipanggil untuk melakukan apa, sebagaimana dicatat di Yesaya 34:1? (b) Apakah pernyataan penghukuman Yehuwa atas bangsa-bangsa membuktikan bahwa Ia adalah Allah yang kejam? (Lihat kotak di halaman 363.)

      4 Ya. Ada pertentangan antara Pribadi Yang Berdaulat di alam semesta dengan semua elemen dalam sistem yang fasik ini. Itulah sebabnya, ”kelompok-kelompok bangsa” dan ”bumi” dipanggil untuk mendengar berita berdasarkan Alkitab yang telah diumumkan ke seluruh dunia atas perintah Yehuwa. Dengan kata-kata yang mirip dengan Mazmur 24:1, Yesaya mengatakan bahwa segala bangsa akan mendengar berita itu—nubuat yang tergenap pada zaman kita, ketika Saksi-Saksi Yehuwa mengabar ”sampai ke bagian yang paling jauh di bumi”. (Kisah 1:8) Akan tetapi, bangsa-bangsa tidak mau mendengarkan. Mereka tidak menganggap serius peringatan tentang kehancuran yang akan menimpa mereka. Hal ini tentu saja tidak mencegah Yehuwa menggenapi firman-Nya.

      5, 6. (a) Allah akan menuntut bangsa-bangsa untuk mempertanggungjawabkan apa? (b) Bagaimana dapat dikatakan bahwa ”gunung-gunung akan mencair karena darah mereka”?

      5 Nubuat itu kini menggambarkan prospek suram bagi bangsa-bangsa yang fasik—sangat kontras dengan harapan gemilang bagi umat Allah yang digambarkan belakangan. (Yesaya 35:1-10) Sang nabi menyatakan, ”Yehuwa marah kepada semua bangsa, dan murka kepada segenap tentara mereka. Ia akan membinasakan mereka; ia akan menyerahkan mereka untuk dibantai. Orang-orang mereka yang tewas akan dicampakkan ke luar; dan mengenai bangkai mereka, bau busuknya akan naik; gunung-gunung akan mencair karena darah mereka.”​—Yesaya 34:2, 3.

      6 Perhatian diarahkan kepada utang darah bangsa-bangsa. Dewasa ini, bangsa-bangsa Susunan Kristen-lah yang utang darahnya paling banyak. Dalam dua perang dunia, dan dalam banyak konflik yang lebih kecil, mereka telah membanjiri bumi ini dengan darah manusia. Siapa yang berhak menuntut keadilan atas semua utang darah ini? Tidak lain ialah sang Pencipta, Pemberi Kehidupan yang agung. (Mazmur 36:9) Hukum Yehuwa menetapkan standar ini, ”Engkau harus memberikan jiwa ganti jiwa.” (Keluaran 21:23-25; Kejadian 9:4-6) Sesuai dengan hukum itu, Allah akan membuat darah bangsa-bangsa itu tercurah—sampai mereka mati. Bau busuk dari mayat mereka yang tidak dikubur akan memenuhi udara—benar-benar memalukan! (Yeremia 25:33) Darah yang dituntut sebagai pembayarannya seolah-olah akan cukup untuk mencairkan atau melarutkan gunung-gunung. (Zefanya 1:17) Dengan kehancuran total pasukan militer mereka, bangsa-bangsa di dunia akan melihat kejatuhan pemerintahan mereka, yang dalam nubuat Alkitab kadang-kadang digambarkan sebagai gunung.​—Daniel 2:35, 44, 45; Penyingkapan 17:9.

      7. Apa yang dimaksud dengan ”langit”, dan ”bala tentara langit”?

      7 Yesaya kembali menggunakan gambaran yang hidup seraya ia melanjutkan kata-katanya, ”Segenap bala tentara langit akan membusuk. Langit akan digulung, sama seperti gulungan buku; segenap tentaranya akan menjadi lisut, sama seperti daun-daun yang lisut dan berguguran dari tanaman anggur dan seperti buah-buah yang lisut dan berjatuhan dari pohon ara.” (Yesaya 34:4) Kata-kata ”segenap bala tentara langit” tidak mengartikan bintang dan planet secara harfiah. Ayat 5 dan 6 berbicara tentang sebilah pedang penghukuman yang berlumuran darah di ”langit” tersebut. Jadi, ini pasti melambangkan sesuatu yang ada di alam manusia. (1 Korintus 15:50) Karena kedudukan mereka sebagai kalangan berwenang yang lebih tinggi, pemerintah manusia disamakan dengan langit yang berkuasa atas masyarakat manusia di bumi. (Roma 13:1-4) Jadi, ”segenap bala tentara langit” menggambarkan pasukan gabungan dari pemerintahan-pemerintahan manusia ini.

      8. Bagaimana langit simbolis akan ”sama seperti gulungan buku”, dan apa yang akan terjadi dengan ”bala tentara”-nya?

      8 ”Bala tentara” itu akan ”membusuk”, hancur, seperti halnya sesuatu yang dapat rusak. (Mazmur 102:26; Yesaya 51:6) Bagi mata telanjang, langit harfiah di atas kita kelihatannya melengkung, seperti sebuah gulungan buku kuno, yang tulisannya sering kali ada di sebelah dalam. Bila tulisan di sebelah dalam sebuah gulungan telah dibaca, gulungan yang telah selesai itu akan digulung dan disingkirkan. Demikian pula, ”langit akan digulung, sama seperti gulungan buku”, artinya pemerintahan manusia pasti akan berakhir. Setelah mencapai lembaran terakhir sejarah mereka, mereka pasti akan diakhiri di Armagedon. ”Bala tentara” mereka yang tampak mengesankan akan jatuh bagaikan daun-daun yang layu berguguran dari tanaman anggur atau seperti ”buah-buah yang lisut” berjatuhan dari pohon ara. Mereka akan berlalu.​—Bandingkan Penyingkapan 6:12-14.

      Hari Pengganjaran

      9. (a) Bagaimana asal-usul Edom, dan hubungan apa berkembang antara Israel dan Edom? (b) Apa ketetapan Yehuwa sehubungan dengan Edom?

      9 Sekarang, nubuat itu menyisihkan satu bangsa yang ada pada zaman Yesaya—Edom. Orang Edom adalah keturunan Esau (Edom), yang menjual hak kelahirannya kepada Yakub, saudara kembarnya, seharga roti dan bubur miju. (Kejadian 25:24-34) Karena Yakub mengambil alih kedudukannya sehubungan dengan hak kelahiran, Esau sangat membenci saudaranya. Belakangan, bangsa Edom dan bangsa Israel pun bermusuhan, sekalipun mereka adalah keturunan dari dua saudara kembar. Karena memusuhi umat Allah, Edom mendapat murka Yehuwa, yang sekarang berfirman, ”Di langit pedangku pasti akan basah kuyup. Lihat! Ke atas Edom itu akan turun, dan ke atas bangsa yang akan kubinasakan dengan keadilan. Yehuwa mempunyai sebilah pedang; itu akan penuh darah; itu akan dibuat licin dengan lemak, dengan darah domba jantan muda dan darah kambing jantan, dengan lemak dari ginjal domba jantan. Karena Yehuwa mengadakan korban di Bozra, dan pembantaian besar di tanah Edom.”​—Yesaya 34:5, 6.

      10. (a) Siapa yang akan Yehuwa rendahkan sewaktu Dia mengayunkan pedang-Nya ”di langit”? (b) Sikap apa diperlihatkan oleh Edom ketika Yehuda diserang oleh Babilon?

      10 Edom menempati daerah yang tinggi dan berpegunungan. (Yeremia 49:16; Obaja 8, 9, 19, 21) Meskipun demikian, kubu pertahanan alami itu pun tidak akan menolong mereka pada waktu Allah mengayunkan pedang penghukuman-Nya ”di langit”, merendahkan para penguasa Edom dari tempat mereka yang tinggi. Kekuatan militer Edom sangat hebat, dan angkatan bersenjatanya berbaris melintasi jajaran pegunungan yang tinggi untuk melindungi negeri itu. Tetapi, Edom yang kuat tidak memberikan pertolongan sewaktu Yehuda diserang bala tentara Babilon. Sebaliknya, Edom bergembira melihat kerajaan Yehuda digulingkan dan memberikan semangat kepada sang penakluk. (Mazmur 137:7) Edom bahkan mengejar orang-orang Yehuda yang lari menyelamatkan diri dan menyerahkan mereka kepada orang Babilon. (Obaja 11-14) Orang Edom berniat mengambil alih negeri yang ditinggalkan orang Israel, dan mereka membual menentang Yehuwa.​—Yehezkiel 35:10-15.

      11. Bagaimana Yehuwa akan membalaskan pengkhianatan orang Edom?

      11 Apakah Yehuwa mengabaikan tingkah laku orang Edom yang tidak kenal saudara ini? Tidak. Sebaliknya, Dia bernubuat tentang Edom, ”Lembu-lembu jantan liar akan jatuh bersama mereka, dan lembu-lembu jantan muda bersama orang-orang kuat; tanah mereka akan bersimbah darah, dan debu mereka akan berminyak dengan lemak.” (Yesaya 34:7) Yehuwa berbicara tentang orang besar dan orang kecil dalam bangsa itu yang digambarkan sebagai lembu jantan liar dan lembu jantan muda, sebagai domba jantan muda dan kambing jantan. Negeri bangsa yang berutang darah ini akan bersimbah dengan darah penduduknya sendiri oleh karena ”pedang” penghukuman Yehuwa.

      12. (a) Siapa yang Yehuwa gunakan untuk mendatangkan hukuman atas Edom? (b) Apa yang dinubuatkan nabi Obaja mengenai Edom?

      12 Allah bermaksud menghukum Edom karena perbuatannya yang penuh kebencian terhadap organisasi Allah di bumi yang disebut Zion. Nubuat itu menyatakan, ”Yehuwa mempunyai hari pembalasan, tahun pengganjaran bagi kasus hukum Zion.” (Yesaya 34:8) Tidak lama setelah kehancuran Yerusalem pada tahun 607 SM, Yehuwa mulai menyatakan pembalasan-Nya yang adil-benar atas orang Edom melalui raja Babilon, Nebukhadnezar. (Yeremia 25:15-17, 21) Pada waktu bala tentara Babilon menyerang Edom, tidak ada yang dapat menyelamatkan orang Edom! Itulah ”tahun pengganjaran” bagi negeri pegunungan itu. Yehuwa bernubuat melalui nabi Obaja, ”Karena tindakan kekerasan terhadap saudaramu, Yakub, rasa malu akan menutupimu, dan engkau pasti akan dimusnahkan sampai waktu yang tidak tertentu. . . . Sebagaimana yang telah engkau lakukan, hal itu akan dilakukan terhadapmu. Jenis perlakuan yang kamu berikan akan kembali ke atas kepalamu sendiri.”​—Obaja 10, 15; Yehezkiel 25:12-14.

      Masa Depan yang Suram bagi Susunan Kristen

      13. Dewasa ini, siapa yang seperti Edom, dan mengapa?

      13 Pada zaman modern, ada organisasi yang sejarahnya mirip dengan Edom. Organisasi apa itu? Nah, pada zaman modern ini, siapa yang terutama telah mencerca dan menganiaya hamba-hamba Yehuwa? Bukankah Susunan Kristen, melalui golongan pemimpin agamanya? Ya! Susunan Kristen telah mengangkat dirinya setinggi gunung sehubungan dengan urusan-urusan dunia ini. Ia mengambil kedudukan yang tinggi dalam sistem umat manusia, dan agama-agamanya merupakan bagian yang dominan dalam Babilon Besar. Tetapi, Yehuwa telah menetapkan ”tahun pengganjaran” bagi Edom zaman modern ini oleh karena perbuatannya yang benar-benar tercela terhadap umat-Nya, yaitu Saksi-Saksi-Nya.

      14, 15. (a) Apa yang akan terjadi atas tanah Edom dan juga Susunan Kristen? (b) Minyak ter yang menyala dan asap yang bertahan sampai waktu yang tidak tertentu disebutkan untuk mengartikan apa; dan hal-hal itu tidak mengartikan apa?

      14 Karena itu, seraya kita membahas selebihnya dari nubuat Yesaya ini, kita tidak hanya berpikir tentang Edom kuno tetapi juga tentang Susunan Kristen, ”Aliran-aliran airnya yang deras akan diubah menjadi minyak ter, debunya menjadi belerang, dan tanahnya akan menjadi seperti minyak ter yang menyala-nyala. Pada waktu malam atau siang, itu tidak akan dipadamkan; sampai waktu yang tidak tertentu asapnya akan terus naik.” (Yesaya 34:9, 10a) Tanah Edom akan menjadi begitu gersang hingga debunya seolah-olah adalah belerang dan wadi-wadinya terisi bukan dengan air, melainkan dengan minyak ter. Kemudian bahan-bahan yang mudah terbakar ini disulut!​—Bandingkan Penyingkapan 17:16.

      15 Ada yang berpendapat bahwa disebutkannya api, minyak ter, dan belerang membuktikan adanya neraka yang menyala-nyala. Akan tetapi, Edom tidak dicampakkan ke dalam api neraka yang hanyalah mitos, untuk dibakar selama-lamanya. Sebaliknya, Edom dibinasakan, lenyap dari panggung dunia, seolah-olah dilalap habis oleh api dan belerang. Sebagaimana diperlihatkan oleh nubuat itu selanjutnya, ia tidaklah disiksa selama-lamanya, namun akhirnya ia menjadi ’kosong . . . tidak ada gunanya . . . tidak akan ada lagi’. (Yesaya 34:11, 12) Asapnya yang ’naik sampai waktu yang tidak tertentu’ dengan jelas menggambarkan hal ini. Bila sebuah rumah terbakar, asap akan terus mengepul dari abunya selama beberapa waktu setelah nyala apinya padam sehingga para pengamat tahu bahwa di situ pernah terjadi kebakaran. Karena orang Kristen dewasa ini masih bisa menarik pelajaran dari kehancuran Edom, asap pembakaran Edom bisa dikatakan masih naik.

      16, 17. Bagaimana nasib Edom kelak, dan berapa lama ia akan tetap dalam keadaan seperti itu?

      16 Nubuat Yesaya berlanjut, memberitahukan bahwa Edom tidak akan lagi dihuni manusia tetapi binatang liar, menyiratkan bahwa Edom akan ditelantarkan, ”Dari generasi ke generasi ia akan gersang; kekal selama-lamanya tidak seorang pun akan melintasi dia. Burung pelikan dan landak akan merebutnya, burung hantu bertelinga panjang dan burung gagak besar tinggal padanya; dan ia akan merentangkan tali pengukur berupa kekosongan ke atasnya dan batu-batu yang tidak ada gunanya. Para bangsawannya—tidak seorang pun ada di sana, yang akan mereka tunjuk untuk berkuasa sebagai raja, dan para pembesarnya, semuanya tidak akan ada lagi. Pada menara-menara tempat tinggalnya, tanaman berduri akan tumbuh, tanaman jelatang dan lalang berduri pada tempat-tempatnya yang berbenteng; dan ia akan menjadi tempat tinggal anjing hutan, halaman bagi burung-burung unta. Para penghuni wilayah yang gersang akan bertemu dengan binatang-binatang yang meraung, dan bahkan hantu berbentuk kambing akan memanggil temannya. Ya, di sana burung suara malam akan beristirahat dan menemukan tempat perhentian. Di sana ular panah telah membuat sarangnya dan bertelur.”​—Yesaya 34:10b-15.a

      17 Ya, Edom akan menjadi tanah kosong. Tanah itu akan menjadi lahan tandus yang hanya dihuni oleh binatang liar, burung, dan ular. Kegersangan tanah itu akan berlanjut, sebagaimana dikatakan ayat 10, ”kekal selama-lamanya”. Tidak akan ada pemulihan.​—Obaja 18.

      Firman Yehuwa Pasti Digenapi

      18, 19. Apa yang dimaksud dengan ”buku Yehuwa”, dan apa yang ditetapkan bagi Susunan Kristen dalam ”buku” itu?

      18 Keadaan Edom itu menggambarkan masa depan yang benar-benar tanpa harapan bagi padanannya di zaman modern, Susunan Kristen! Ia telah terbukti sebagai musuh sengit Allah Yehuwa, karena menganiaya Saksi-Saksi-Nya dengan kejam. Tidak ada keraguan bahwa Yehuwa akan menggenapi firman-Nya. Jika nubuat itu dibandingkan dengan penggenapannya, keduanya akan didapati bersesuaian—sama pastinya seperti setiap makhluk yang mendiami Edom yang telantar ”memiliki pasangannya”. Yesaya berpesan kepada orang-orang yang belakangan mempelajari nubuat Alkitab, katanya, ”Carilah sendiri dalam buku Yehuwa dan bacakan dengan suara keras; tidak satu pun dari mereka yang hilang; masing-masing pasti memiliki pasangannya, karena mulut Yehuwa-lah yang telah memberi perintah, dan rohnyalah yang telah mengumpulkan mereka. Dialah yang telah melempar undi bagi mereka, dan tangannyalah yang telah membagi-bagikan tempat itu kepada mereka dengan tali pengukur. Mereka akan memilikinya sampai waktu yang tidak tertentu; dari generasi ke generasi mereka akan berdiam di sana.”​—Yesaya 34:16, 17.

      19 Kehancuran yang segera menimpa Susunan Kristen telah dinubuatkan dalam ”buku Yehuwa”. ”Buku Yehuwa” memerinci perhitungan yang akan Yehuwa adakan dengan musuh-musuh bebuyutan-Nya dan orang-orang yang menentang umat-Nya dan tidak bertobat. Apa yang tertulis mengenai Edom kuno menjadi kenyataan, dan ini menguatkan keyakinan kita bahwa nubuat tentang Susunan Kristen, yang adalah padanan zaman modern dari Edom, juga akan menjadi kenyataan. ”Tali pengukur”, yakni kaidah-kaidah Yehuwa, menjamin bahwa organisasi yang sekarat secara rohani itu akan menjadi tanah tandus yang telantar.

      20. Seperti Edom kuno, apa yang akan dialami Susunan Kristen?

      20 Susunan Kristen berupaya sebisa-bisanya untuk menenangkan sahabat-sahabat politiknya, tetapi tanpa hasil! Menurut Penyingkapan pasal 17 dan 18, Allah Yang Mahakuasa, Yehuwa, akan menaruh dalam hati mereka keinginan untuk bertindak melawan seluruh Babilon Besar, termasuk Susunan Kristen. Tindakan ini akan menyingkirkan Kekristenan palsu dari seluruh bumi. Keadaan Susunan Kristen akan suram seperti yang digambarkan di Yesaya pasal 34. Dia bahkan sudah tidak ada lagi selama ”perang pada hari besar Allah Yang Mahakuasa” yang sangat menentukan! (Penyingkapan 16:14) Seperti Edom kuno, Susunan Kristen akan sama sekali dilenyapkan dari muka bumi, ”kekal selama-lamanya”.

      [Catatan Kaki]

      a Pada zaman Maleakhi, nubuat ini telah digenapi. (Maleakhi 1:3) Maleakhi melaporkan bahwa orang Edom berharap untuk memiliki kembali tanah mereka yang telantar. (Maleakhi 1:4) Akan tetapi, itu bukan kehendak Yehuwa, dan belakangan bangsa lain, kaum Nabatea, mengambil daerah yang tadinya merupakan tanah Edom.

      [Kotak di hlm. 363]

      Allah yang Pemarah?

      Kata-kata seperti yang terdapat di Yesaya 34:2-7 telah membuat banyak orang mengira bahwa Yehuwa, seperti yang digambarkan di Kitab-Kitab Ibrani, adalah Allah yang kejam dan pemarah. Benarkah demikian?

      Tidak. Meskipun Allah memang kadang-kadang menyatakan kemarahannya, kemarahan itu selalu karena alasan yang benar. Itu selalu didasarkan atas prinsip, bukan atas emosi yang tak terkontrol. Lagi pula, itu selalu didasarkan atas hak sang Pencipta untuk menerima pengabdian yang eksklusif dan sifat-Nya yang konsisten untuk menjunjung kebenaran. Kemarahan ilahi dikendalikan oleh kasih Allah akan keadilbenaran maupun oleh kasih-Nya akan orang-orang yang mempraktekkan keadilbenaran. Yehuwa melihat semua segi yang tercakup dalam suatu masalah dan memiliki pengetahuan yang lengkap dan tak terbatas mengenai suatu keadaan. (Ibrani 4:13) Ia dapat membaca hati; ia memperhatikan jika ada kurangnya pengetahuan, kelalaian, atau dosa yang disengaja; dan ia tidak berat sebelah.​—Ulangan 10:17, 18; 1 Samuel 16:7; Kisah 10:34, 35.

      Akan tetapi, Allah Yehuwa ”murah hati, lambat marah dan berlimpah dengan kebaikan hati yang penuh kasih”. (Keluaran 34:6) Orang-orang yang takut akan Dia dan berupaya melakukan keadilbenaran akan menerima belas kasihan, sebab Yang Mahakuasa menyadari ketidaksempurnaan yang diwarisi manusia dan karenanya, Dia memperlihatkan belas kasihan. Sekarang ini, Allah melakukannya atas dasar korban Yesus. (Mazmur 103:13, 14) Pada waktu yang tepat, kemarahan Yehuwa dijauhkan dari orang-orang yang mengakui dosa mereka, bertobat, dan benar-benar melayani Dia. (Yesaya 12:1) Pada dasarnya, Yehuwa bukan Allah yang pemarah melainkan Allah yang bahagia, tidak sulit dihampiri tetapi mudah didekati, dan suka damai terhadap orang-orang yang menghampiri Dia dengan cara yang benar. (1 Timotius 1:11) Ini benar-benar berbeda dengan sifat allah-allah palsu orang kafir yang kejam dan tak berbelaskasihan sebagaimana tercermin pada patung dan gambar allah-allah tersebut.

      [Peta di hlm. 362]

      (Untuk keterangan lengkap, lihat publikasinya)

      Laut Besar

      Damaskus

      Sidon

      Tirus

      ISRAEL

      Dan

      Laut Galilea

      Sungai Yordan

      Megido

      Ramot-gilead

      Samaria

      FILISTIA

      YEHUDA

      Yerusalem

      Libna

      Lakhis

      Beer-syeba

      Kades-barnea

      Laut Garam

      AMMON

      Raba

      MOAB

      Kir-hareset

      EDOM

      Bozra

      Teman

      [Gambar di hlm. 359]

      Susunan Kristen telah membanjiri bumi ini dengan darah

      [Gambar di hlm. 360]

      ”Langit akan digulung, sama seperti gulungan buku”

  • Firdaus Dipulihkan!
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Dua Puluh Delapan

      Firdaus Dipulihkan!

      Yesaya 35:1-10

      1. Mengapa banyak agama menawarkan harapan kehidupan dalam suatu firdaus?

      ”NOSTALGIA akan firdaus adalah salah satu nostalgia yang sangat berpengaruh yang tampaknya tak dapat dilupakan oleh umat manusia. Dari semua nostalgia, ini mungkin merupakan yang paling berpengaruh dan tak kunjung hilang. Suatu bentuk kerinduan akan firdaus nyata pada setiap lapisan masyarakat dalam kehidupan keagamaan.” Demikian kata The Encyclopedia of Religion. Nostalgia seperti itu sangat wajar, karena Alkitab memberi tahu kita bahwa kehidupan manusia dimulai di Firdaus—sebuah taman indah yang bebas dari penyakit dan kematian. (Kejadian 2:8-15) Tidaklah mengherankan bahwa banyak agama dunia menawarkan harapan kehidupan di masa depan dalam suatu bentuk firdaus.

      2. Di mana kita dapat menemukan harapan sejati tentang Firdaus di masa depan?

      2 Dalam banyak bagian Alkitab, kita dapat membaca tentang harapan sejati, yaitu Firdaus di masa depan. (Yesaya 51:3) Misalnya, bagian dari nubuat Yesaya yang dicatat dalam pasal 35 menggambarkan transformasi wilayah padang belantara menjadi taman yang indah dan ladang yang subur. Orang buta melihat kembali, orang bisu dapat berbicara, dan orang tuli dapat mendengar. Dalam Firdaus yang dijanjikan ini, tidak ada kepedihan atau keluh kesah, yang menunjukkan bahwa kematian pun tidak ada lagi. Sungguh, suatu janji yang indah! Apa maksudnya kata-kata ini? Apakah kata-kata ini menawarkan harapan bagi kita dewasa ini? Pembahasan pasal ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

      Tanah yang Tandus Bersukacita

      3. Menurut nubuat Yesaya, transformasi apa yang akan terjadi di negeri itu?

      3 Nubuat terilham Yesaya tentang Firdaus yang dipulihkan dimulai dengan kata-kata ini, ”Padang belantara dan wilayah yang gersang akan bersukaria, dan padang gurun akan bersukacita dan berbunga seperti tanaman kumkuma. Ia pasti akan berbunga, dan ia akan benar-benar bersukacita, dengan kegembiraan dan sorak-sorai. Kemuliaan Lebanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Syaron. Akan ada orang-orang yang akan melihat kemuliaan Yehuwa, semarak Allah kita.”​—Yesaya 35:1, 2.

      4. Kapan dan bagaimana tanah asal orang Yahudi menjadi seperti padang belantara?

      4 Yesaya menulis kata-kata ini sekitar tahun 732 SM. Kira-kira 125 tahun kemudian, orang Babilon membinasakan Yerusalem dan orang Yehuda dibawa ke pembuangan. Tanah asal mereka menjadi tak berpenghuni, ditelantarkan. (2 Raja 25:8-11, 21-26) Dengan demikian, tergenaplah peringatan Yehuwa bahwa orang Israel akan dibawa ke pembuangan jika mereka ternyata tidak setia. (Ulangan 28:15, 36, 37; 1 Raja 9:6-8) Ketika bangsa Ibrani menjadi tawanan di negeri asing, ladang dan kebun buah-buahan mereka yang diairi dengan baik ditinggalkan begitu saja selama 70 tahun dan menjadi seperti padang belantara.​—Yesaya 64:10; Yeremia 4:23-27; 9:10-12.

      5. (a) Bagaimana negeri itu akan dipulihkan laksana firdaus? (b) Dalam arti apa orang-orang ”melihat kemuliaan Yehuwa”?

      5 Namun, kata-kata Yesaya menubuatkan bahwa negeri itu tidak akan ditelantarkan untuk selama-lamanya. Negeri itu akan dipulihkan laksana firdaus. ”Kemuliaan Lebanon” serta ”semarak Karmel dan Syaron” akan diberikan kepadanya.a Bagaimana? Sewaktu mereka kembali dari pembuangan, orang Yahudi dapat menggarap dan mengairi ladang mereka lagi, dan tanah mereka kembali subur seperti semula. Sehubungan dengan hal ini, hanya Yehuwa-lah yang layak menerima hormat dan puji. Orang Yahudi dapat menikmati keadaan seperti firdaus ini karena kehendak-Nya dan karena dukungan serta berkat-Nya. Orang akan dapat melihat ”kemuliaan Yehuwa, semarak Allah [mereka]” jika mereka mengakui bahwa tangan Yehuwa-lah yang mengadakan transformasi menakjubkan atas negeri mereka.

      6. Kata-kata Yesaya mengalami penggenapan penting apa?

      6 Meskipun demikian, di negeri Israel yang dipulihkan, kata-kata Yesaya akan mengalami penggenapan yang lebih penting. Secara rohani, Israel sudah bertahun-tahun seperti gurun gersang. Sementara orang-orang buangan berada di Babilon, ibadat murni sangat dibatasi. Tidak ada bait, atau mezbah, dan tidak ada keimaman yang terorganisasi. Korban-korban persembahan harian terhenti. Sekarang, Yesaya menubuatkan yang sebaliknya. Di bawah kepemimpinan pria-pria seperti Zerubabel, Ezra, dan Nehemia, wakil-wakil dari ke-12 suku Israel pulang ke Yerusalem, membangun kembali bait, dan beribadat kepada Yehuwa dengan bebas. (Ezra 2:1, 2) Ini benar-benar firdaus rohani!

      Semangat yang Berapi-api

      7, 8. Mengapa orang Yahudi buangan perlu memiliki sikap yang positif, dan bagaimana kata-kata Yesaya memberikan anjuran?

      7 Kata-kata di Yesaya pasal 35 bernada gembira. Sang nabi mengumumkan masa depan yang gemilang bagi bangsa yang bertobat itu. Ia berbicara dengan keyakinan dan optimisme. Dua abad kemudian, pada ambang pemulihan mereka, orang Yahudi buangan memerlukan keyakinan dan optimisme yang sama. Melalui Yesaya, Yehuwa secara nubuat memberikan anjuran kepada mereka, ”Hai, kamu sekalian, kuatkanlah tangan yang lemah, dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakan kepada mereka yang khawatir hatinya, ’Jadilah kuat. Jangan takut. Lihat! Allahmu akan datang dengan pembalasan, ya, Allah datang dengan ganjaran. Dia akan datang dan menyelamatkan kamu sekalian.’”​—Yesaya 35:3, 4.

      8 Akhir dari masa pembuangan yang lama itu adalah saat untuk bertindak. Raja Kores dari Persia, alat pembalasan Yehuwa atas Babilon, telah mengumumkan bahwa ibadat Yehuwa akan dipulihkan di Yerusalem. (2 Tawarikh 36:22, 23) Ribuan keluarga Ibrani perlu diorganisasi untuk mengadakan perjalanan yang berbahaya dari Babilon ke Yerusalem. Setibanya di sana, mereka harus membangun fasilitas yang memadai untuk kehidupan dan bersiap-siap untuk melakukan tugas raksasa, yaitu membangun kembali bait dan kota itu. Ada orang Yahudi di Babilon yang menganggap bahwa semua ini tidak mungkin dilakukan. Akan tetapi, waktu itu bukanlah saatnya untuk menjadi lemah atau khawatir. Orang Yahudi harus saling menguatkan dan percaya kepada Yehuwa. Ia meyakinkan mereka bahwa mereka akan diselamatkan.

      9. Janji gemilang apa yang diberikan kepada orang Yahudi yang kembali?

      9 Orang-orang yang dibebaskan dari penawanan di Babilon akan memiliki alasan yang kuat untuk bersukacita, karena masa depan yang gemilang menanti sekembalinya mereka di Yerusalem. Yesaya menubuatkan, ”Pada waktu itu, mata orang buta akan terbuka, dan telinga orang tuli akan dibuka penyumbatnya. Pada waktu itu, orang timpang akan berjalan mendaki seperti rusa jantan, dan lidah orang bisu akan bersorak-sorai.”​—Yesaya 35:5, 6a.

      10, 11. Untuk orang Yahudi yang kembali, mengapa kata-kata Yesaya mempunyai arti rohani, dan apa yang tersirat dari kata-kata tersebut?

      10 Pasti, Yehuwa memaksudkan keadaan rohani umat-Nya. Mereka telah dihukum selama 70 tahun di pembuangan akibat kemurtadan mereka sebelumnya. Sekalipun demikian, sewaktu memberikan disiplin, Yehuwa tidak membuat umat-Nya menjadi buta, tuli, timpang, ataupun bisu. Oleh karena itu, untuk memulihkan bangsa Israel tidak berarti harus ada penyembuhan cacat jasmani. Yehuwa mengembalikan apa yang sudah hilang, yakni kesehatan rohani.

      11 Orang Yahudi yang bertobat disembuhkan dengan memperoleh kembali indra rohani mereka—visi rohani mereka dan kesanggupan mereka untuk mendengar, menaati, dan membicarakan firman Yehuwa. Mereka disadarkan akan perlunya tetap dekat dengan Yehuwa. Melalui kelakuan baik, mereka ”bersorak-sorai” memuji Allah mereka dengan gembira. Orang yang tadinya ”timpang” menjadi bersemangat dan bergairah dalam ibadatnya kepada Yehuwa. Secara kiasan, ia akan ”berjalan mendaki seperti rusa jantan”.

      Yehuwa Menyegarkan Umat-Nya

      12. Seberapa jauh Yehuwa akan memberkati negeri itu dengan air?

      12 Suatu tempat bukanlah suatu firdaus jika tidak ada airnya. Firdaus yang mula-mula di Eden berlimpah dengan air. (Kejadian 2:10-14) Negeri yang diberikan kepada Israel juga adalah ”negeri dengan wadi-wadi yang berair, banyak mata air dan air yang limpah”. (Ulangan 8:7) Maka, cocok jika Yesaya membuat janji yang menyegarkan ini, ”Mata air akan memancar di padang belantara, juga aliran air yang deras di padang gurun. Tanah yang gersang karena panas akan menjadi seperti kolam, dan tanah yang haus menjadi seperti mata air. Di tempat tinggal anjing hutan, di tempat mereka beristirahat, akan ada rumput hijau dengan tumbuhan teberau dan tanaman papirus.” (Yesaya 35:6b, 7) Pada waktu orang Israel kembali menggarap tanah mereka, daerah-daerah tandus yang tadinya adalah tempat anjing hutan berkeliaran akan menjadi hamparan tumbuh-tumbuhan yang hijau dan lebat daunnya. Tanah yang kering dan berdebu akan diubah menjadi ”tempat yang berawa”, tempat tumbuhnya papirus dan tumbuhan air lainnya.​—Ayub 8:11.

      13. Air rohani apa akan tersedia dengan limpah bagi bangsa yang telah dipulihkan?

      13 Namun, yang lebih penting adalah air rohani kebenaran, yang akan dinikmati secara limpah oleh orang Yahudi yang pulang ke tanah asal mereka. Yehuwa akan memberikan pengetahuan, anjuran, dan penghiburan melalui Firman-Nya. Lagi pula, para tua-tua dan pembesar yang setia akan menjadi ”seperti aliran air di negeri yang gersang”. (Yesaya 32:1, 2) Orang-orang seperti Ezra, Hagai, Nehemia, Yesyua, Zakharia, Zerubabel, yang menganjurkan bangsa itu untuk giat dalam ibadat yang murni, benar-benar akan menjadi kesaksian hidup berkenaan dengan penggenapan nubuat Yesaya.​—Ezra 5:1, 2; 7:6, 10; Nehemia 12:47.

      ”Jalan Kekudusan”

      14. Gambarkan perjalanan dari Babilon ke Yerusalem.

      14 Namun, sebelum orang Yahudi buangan dapat menikmati keadaan-keadaan seperti firdaus secara jasmani dan rohani, mereka harus menempuh perjalanan yang jauh dan berbahaya dari Babilon ke Yerusalem. Jika mereka memilih rute yang langsung, mereka harus menempuh jarak sekitar 800 kilometer melalui medan yang sulit dan kering. Rute yang tidak terlalu sulit berjarak 1.600 kilometer. Rute mana pun yang dipilih, perjalanannya akan memakan waktu berbulan-bulan melalui cuaca buruk dan menghadapi bahaya bertemu dengan binatang buas atau orang-orang yang ganas seperti binatang. Tetapi, orang-orang yang percaya akan nubuat Yesaya tidak merasa terlalu khawatir. Mengapa?

      15, 16. (a) Perlindungan apa yang Yehuwa sediakan bagi orang Yahudi yang setia selama perjalanan pulang mereka? (b) Dalam arti apa lagi Yehuwa menyediakan jalan raya yang aman bagi orang Yahudi?

      15 Melalui Yesaya, Yehuwa berjanji, ”Di sana akan ada suatu jalan raya, ya, suatu jalan; dan itu akan dinamai Jalan Kekudusan. Orang najis tidak akan melewatinya. Itu disediakan bagi orang yang mengikuti jalan itu, dan orang bodoh tidak akan mengembara di sana. Tidak akan ada singa di sana, dan binatang buas yang rakus tidak muncul di situ. Tidak satu pun akan didapati di sana; dan orang-orang yang dibeli kembali akan berjalan di sana.” (Yesaya 35:8, 9) Yehuwa telah menebus umat-Nya! Mereka adalah ”orang-orang yang dibeli kembali”, dan Ia memberikan jaminan perlindungan selama perjalanan pulang mereka. Secara harfiah, apakah ada jalan yang sudah diratakan, ditinggikan, dan berpagar dari Babilon menuju Yerusalem? Tidak ada, namun perlindungan Yehuwa atas umat-Nya selama di perjalanan begitu pasti sehingga mereka seakan-akan melewati jalan raya.​—Bandingkan Mazmur 91:1-16.

      16 Orang Yahudi juga dilindungi dari bahaya-bahaya rohani. Jalan raya kiasan itu adalah ”Jalan Kekudusan”. Orang-orang yang tidak merespek perkara suci atau yang najis secara rohani tidak memenuhi syarat untuk menempuh jalan ini. Mereka tidak boleh berada di negeri yang dipulihkan. Orang-orang yang diperkenan mempunyai motivasi yang benar. Mereka kembali ke Yehuda dan Yerusalem bukan karena semangat kebanggaan nasional atau karena mengejar kepentingan pribadi. Orang Yahudi yang berpikiran rohani menyadari bahwa alasan utama mereka pulang adalah untuk menegakkan kembali ibadat murni kepada Yehuwa di negeri itu.​—Ezra 1:1-3.

      Umat Yehuwa Bersukacita

      17. Bagaimana nubuat Yesaya telah menghibur orang Yahudi selama masa pembuangan mereka yang lama?

      17 Pasal 35 dari nubuat Yesaya berakhir dengan catatan yang menggembirakan, ”Orang-orang yang ditebus Yehuwa akan kembali dan datang ke Zion dengan seruan sukacita; dan sukacita sampai waktu yang tidak tertentu akan ada di atas kepala mereka. Kesukaan besar dan sukacita akan mereka peroleh, dan kepedihan dan keluh kesah akan lari.” (Yesaya 35:10) Orang Yahudi tawanan yang mencari penghiburan dan pengharapan dari nubuat ini selama masa pembuangan mungkin bertanya-tanya tentang bagaimana berbagai perincian dalam nubuat itu akan digenapi. Kemungkinan besar, mereka belum mengerti banyak aspek nubuat ini. Sekalipun demikian, mereka tentu tidak pernah meragukan bahwa mereka akan ”kembali dan datang ke Zion”.

      18. Dengan cara apa kepedihan dan keluh kesah di Babilon digantikan dengan kesukaan besar dan sukacita di negeri yang telah dipulihkan?

      18 Oleh karena itu, pada tahun 537 SM, kurang lebih 50.000 pria (termasuk lebih dari 7.000 budak) beserta para wanita dan anak-anak mengadakan perjalanan pulang ke Yerusalem selama empat bulan, dengan kepercayaan penuh kepada Yehuwa. (Ezra 2:64, 65) Dalam beberapa bulan saja, mezbah Yehuwa sudah dibangun kembali; ini merupakan langkah awal sebelum bait direkonstruksi secara lengkap. Tergenaplah nubuat yang disampaikan Yesaya 200 tahun sebelumnya. Kepedihan dan keluh kesah bangsa itu selama di Babilon digantikan dengan kesukaan besar dan sukacita di negeri yang telah dipulihkan. Yehuwa telah menggenapi janji-Nya. Firdaus—harfiah dan rohani—telah dipulihkan!

      Lahirnya Suatu Bangsa Baru

      19. Mengapa dapat dikatakan bahwa nubuat Yesaya hanya digenapi secara terbatas pada abad keenam SM?

      19 Tentu saja, pada abad keenam SM, penggenapan nubuat Yesaya pasal 35 masih terbatas. Keadaan seperti firdaus yang dinikmati orang Yahudi yang pulang ke tanah asal mereka tidak langgeng. Setelah beberapa waktu, ajaran-ajaran agama palsu dan nasionalisme mulai mencemari ibadat murni. Secara rohani, orang Yahudi kembali mengalami kepedihan dan berkeluh kesah. Akhirnya, Yehuwa menolak mereka sebagai umat-Nya. (Matius 21:43) Karena mereka jatuh lagi kepada ketidaktaatan, sukacita mereka pun tidak permanen. Semua ini menunjukkan bahwa Yesaya pasal 35 akan mengalami penggenapan lebih lanjut yang lebih besar.

      20. Apa Israel baru yang muncul pada abad pertama M?

      20 Pada waktu yang Yehuwa tentukan, muncullah Israel yang lain, yaitu Israel rohani. (Galatia 6:16) Yesus mempersiapkan kelahiran Israel yang baru ini selama pelayanannya di bumi. Ia memulihkan ibadat murni, dan melalui ajaran-ajarannya, air kebenaran mulai mengalir kembali. Ia menyembuhkan orang yang sakit secara jasmani maupun rohani. Seruan sukacita berkumandang seraya kabar baik tentang Kerajaan Allah diberitakan. Tujuh minggu setelah kematian dan kebangkitannya, Yesus yang sudah dimuliakan mendirikan sidang Kristen, yaitu Israel rohani yang terdiri dari orang Yahudi dan orang-orang lain yang telah ditebus oleh darah Yesus yang tercurah, yang diperanakkan sebagai putra-putra rohani Allah dan saudara-saudara Yesus, dan diurapi dengan roh kudus.​—Kisah 2:1-4; Roma 8:16, 17; 1 Petrus 1:18, 19.

      21. Sehubungan dengan sidang Kristen pada abad pertama, peristiwa apa saja yang dapat dianggap sebagai penggenapan dari beberapa aspek dalam nubuat Yesaya?

      21 Sewaktu menulis kepada para anggota Israel rohani, rasul Paulus merujuk kepada kata-kata di Yesaya 35:3 dengan mengatakan, ”Luruskanlah tangan yang terkulai dan lutut yang lemah.” (Ibrani 12:12) Maka, jelaslah bahwa pada abad pertama M, ada penggenapan kata-kata Yesaya pasal 35. Secara harfiah, Yesus dan murid-muridnya dengan mukjizat membuat orang buta melihat dan orang tuli mendengar. Mereka membuat ”orang timpang” berjalan dan orang bisu berbicara kembali. (Matius 9:32; 11:5; Lukas 10:9) Lebih penting lagi, orang-orang yang berhati jujur melarikan diri dari agama palsu dan masuk ke sidang Kristen untuk menikmati firdaus rohani. (Yesaya 52:11; 2 Korintus 6:17) Seperti halnya orang Yahudi yang kembali dari Babilon, orang-orang yang melarikan diri ini menyadari bahwa semangat yang positif dan berani sangatlah penting.​—Roma 12:11.

      22. Pada zaman modern, bagaimana orang Kristen yang tulus, para pencari kebenaran, masuk ke penawanan Babilon?

      22 Bagaimana dengan zaman kita? Apakah nubuat Yesaya mempunyai penggenapan lain, yang lebih lengkap sehubungan dengan sidang Kristen dewasa ini? Ya. Setelah kematian para rasul, jumlah orang Kristen terurap banyak berkurang, dan orang Kristen palsu, ”lalang”, tumbuh dengan subur di panggung dunia. (Matius 13:36-43; Kisah 20:30; 2 Petrus 2:1-3) Bahkan selama abad ke-19, sewaktu orang-orang yang tulus hati mulai memisahkan diri dari Susunan Kristen dan mencari ibadat murni, pengertian mereka masih dicemari oleh ajaran-ajaran yang tidak berdasarkan Alkitab. Pada tahun 1914, Yesus ditakhtakan sebagai Raja Mesianik, namun segera setelah itu, keadaan kelihatan suram bagi para pencari kebenaran yang tulus ini. Sebagai penggenapan nubuat, bangsa-bangsa ”memerangi mereka dan menaklukkan mereka”, dan upaya orang Kristen yang tulus ini untuk memberitakan kabar baik dipadamkan. Mereka dapat dikatakan masuk ke penawanan Babilon.​—Penyingkapan 11:7, 8.

      23, 24. Dengan cara apa saja kata-kata Yesaya digenapi di kalangan umat Allah sejak tahun 1919?

      23 Namun, pada tahun 1919, keadaan berubah. Yehuwa membawa umat-Nya keluar dari penawanan. Mereka mulai menolak ajaran-ajaran palsu yang sebelumnya mencemari ibadat mereka. Hasilnya, mereka disembuhkan. Mereka pun menikmati firdaus rohani, yang bahkan pada masa sekarang ini terus menyebar ke seluruh bumi. Secara rohani, orang buta belajar melihat dan orang tuli, mendengar—menjadi sadar sepenuhnya akan bekerjanya roh kudus Allah, terus menyadari perlunya tetap dekat dengan Yehuwa. (1 Tesalonika 5:6; 2 Timotius 4:5) Orang Kristen sejati tidak bisu lagi, dengan bersemangat mereka ”bersorak-sorai”, menyatakan kebenaran Alkitab kepada orang lain. (Roma 1:15) Orang-orang yang lemah secara rohani, atau ”timpang”, sekarang memperlihatkan gairah dan sukacita. Secara kiasan, mereka dapat ”berjalan mendaki seperti rusa jantan”.

      24 Orang Kristen yang telah dipulihkan ini berjalan di ”Jalan Kekudusan”. ”Jalan” ini, yang membawa mereka keluar dari Babilon Besar dan masuk ke firdaus rohani, terbuka bagi semua penyembah yang bersih secara rohani. (1 Petrus 1:13-16) Mereka dapat mengandalkan Yehuwa untuk perlindungan dan yakin bahwa Setan tidak akan berhasil dengan serangan-serangannya yang bersifat binatang untuk melenyapkan ibadat sejati. (1 Petrus 5:8) Orang-orang yang tidak taat dan siapa pun yang berperilaku seperti binatang buas yang ganas tidak diizinkan untuk mencemari orang-orang yang berada di jalan raya kekudusan milik Allah. (1 Korintus 5:11) Dalam lingkungan yang terlindung ini, orang-orang yang telah ditebus Yehuwa—kaum terurap dan ”domba-domba lain”—menemukan sukacita dalam melayani satu-satunya Allah yang benar.​—Yohanes 10:16.

      25. Apakah Yesaya pasal 35 akan digenapi secara jasmani? Jelaskan.

      25 Bagaimana dengan masa depan? Apakah nubuat Yesaya akan digenapi secara jasmani? Ya. Penyembuhan mukjizat oleh Yesus dan para rasulnya pada abad pertama menunjukkan keinginan dan kesanggupan Yehuwa untuk melakukan penyembuhan seperti itu dalam skala besar di masa depan. Mazmur yang terilham berbicara tentang kehidupan abadi dalam keadaan damai di bumi. (Mazmur 37:9, 11, 29) Yesus menjanjikan kehidupan di Firdaus. (Lukas 23:43) Hingga bukunya yang terakhir, Alkitab memberikan harapan akan firdaus harfiah. Pada waktu itu, orang buta, tuli, timpang, dan bisu akan disembuhkan secara jasmani dan secara permanen. Kepedihan dan keluh kesah tidak akan ada lagi. Sukacita akan terus dinikmati sampai waktu yang tidak tertentu, bahkan untuk selama-lamanya.​—Penyingkapan 7:9, 16, 17; 21:3, 4.

      26. Bagaimana kata-kata Yesaya menguatkan orang Kristen dewasa ini?

      26 Sementara orang Kristen sejati menantikan pemulihan Firdaus jasmani di bumi, mereka menikmati berkat-berkat firdaus rohani sekarang ini. Mereka menghadapi pencobaan dan kesengsaraan dengan optimistis. Dengan keyakinan yang teguh kepada Yehuwa, mereka saling menganjurkan, dengan menaati nasihat, ”Hai, kamu sekalian, kuatkanlah tangan yang lemah, dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakan kepada mereka yang khawatir hatinya, ’Jadilah kuat. Jangan takut.’” Mereka percaya sepenuhnya kepada jaminan dalam nubuat, ”Lihat! Allahmu akan datang dengan pembalasan, ya, Allah datang dengan ganjaran. Dia akan datang dan menyelamatkan kamu sekalian.”​—Yesaya 35:3, 4.

      [Catatan Kaki]

      a Alkitab menggambarkan Lebanon kuno sebagai negeri yang subur dengan hutan-hutannya yang lebat dan pohon-pohon arasnya yang megah, mirip Taman Eden. (Mazmur 29:5; 72:16; Yehezkiel 28:11-13) Syaron terkenal akan sungai-sungainya dan hutan pohon ek-nya; Karmel terkenal akan kebun anggur, kebun buah-buahan, dan hamparan bunga yang menutupi lereng-lerengnya.

      [Gambar penuh di hlm. 370]

      [Gambar di hlm. 375]

      Gurun menjadi tanah yang banyak airnya, tempat tumbuhnya teberau dan papirus

      [Gambar di hlm. 378]

      Yesus menyembuhkan orang sakit, secara rohani maupun jasmani

  • Seorang Raja Diberkati karena Imannya
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Dua Puluh Sembilan

      Seorang Raja Diberkati karena Imannya

      Yesaya 36:1–39:8

      1, 2. Bagaimana Raja Hizkia terbukti lebih baik daripada Ahaz?

      HIZKIA berusia 25 tahun ketika ia menjadi raja Yehuda. Ia akan menjadi penguasa seperti apa? Apakah ia akan mengikuti jejak ayahnya, Raja Ahaz, dan mempengaruhi rakyatnya untuk mengikuti allah-allah palsu? Atau, apakah ia akan memimpin rakyat dalam ibadat kepada Yehuwa, sebagaimana Raja Daud, bapak leluhurnya?​—2 Raja 16:2.

      2 Segera setelah Hizkia naik takhta, jelaslah bahwa ia berniat untuk ”melakukan apa yang benar di mata Yehuwa”. (2 Raja 18:2, 3) Pada tahun pertama pemerintahannya, ia menitahkan agar bait Yehuwa diperbaiki dan agar dinas di bait dimulai kembali. (2 Tawarikh 29:3, 7, 11) Kemudian ia menyelenggarakan perayaan Paskah akbar, dan seluruh bangsa diundang untuk menghadirinya—termasuk kesepuluh suku di Israel. Benar-benar pesta yang tak terlupakan! Belum pernah ada hal seperti itu sejak zaman Raja Salomo.​—2 Tawarikh 30:1, 25, 26.

      3. (a) Tindakan apa yang dilakukan oleh penduduk Israel dan Yehuda yang menghadiri Paskah yang diselenggarakan oleh Hizkia? (b) Orang Kristen dewasa ini dapat menarik pelajaran apa dari tindakan tegas yang dilakukan orang-orang yang menghadiri Paskah itu?

      3 Pada akhir perayaan Paskah itu, orang-orang yang hadir tergerak untuk menebang tonggak-tonggak suci, menghancurkan pilar-pilar suci, merobohkan tempat-tempat tinggi serta mezbah-mezbah allah-allah palsu mereka, dan setelah itu mereka pulang ke kota masing-masing, dengan tekad untuk melayani Allah yang benar. (2 Tawarikh 31:1) Ini sungguh berbeda dengan sikap keagamaan mereka sebelumnya! Hal itu mengajarkan kepada orang Kristen sejati dewasa ini pentingnya untuk ’tidak mengabaikan pertemuan mereka’. Pertemuan demikian, baik di sidang-sidang setempat ataupun dalam kebaktian-kebaktian yang lebih besar, sangat penting peranannya dalam membantu mereka menerima anjuran; mereka dapat digugah oleh persaudaraan dan juga oleh roh Allah untuk ”menggerakkan kepada kasih dan perbuatan yang baik”.​—Ibrani 10:23-25.

      Iman Diuji

      4, 5. (a) Bagaimana Hizkia memperlihatkan bahwa ia tidak bergantung pada Asiria? (b) Sanherib mengambil tindakan militer apa terhadap Yehuda, dan langkah-langkah apa yang Hizkia ambil agar Yerusalem tidak langsung diserang? (c) Bagaimana Hizkia bersiap-siap untuk mempertahankan Yerusalem dari orang Asiria?

      4 Cobaan-cobaan serius tengah menanti Yerusalem. Hizkia telah memutuskan aliansi yang dibentuk oleh ayahnya yang tidak beriman, Ahaz, dengan orang Asiria. Ia bahkan menaklukkan orang Filistin, yang merupakan sekutu Asiria. (2 Raja 18:7, 8) Hal itu membuat raja Asiria marah. Oleh karena itu, kita membaca, ”Pada tahun keempat belas pemerintahan Raja Hizkia, majulah Sanherib, raja Asiria, melawan semua kota berbenteng di Yehuda dan merebutnya.” (Yesaya 36:1) Mungkin agar Yerusalem tidak langsung diserang oleh bala tentara Asiria yang tidak kenal ampun, Hizkia setuju untuk membayar upeti yang sangat besar kepada Sanherib, yaitu 300 talenta perak dan 30 talenta emas.a—2 Raja 18:14.

      5 Karena tidak ada cukup emas dan perak dalam perbendaharaan kerajaan untuk membayar upeti itu, Hizkia mengambil logam berharga apa pun yang dapat ia peroleh dari bait. Ia juga mengerat lapisan emas dari pintu-pintu bait, dan mengirimkannya kepada Sanherib. Pemberian itu memuaskan orang Asiria, tetapi hanya untuk sementara. (2 Raja 18:15, 16) Hizkia tentu menyadari bahwa Asiria tidak akan berlama-lama membiarkan Yerusalem. Oleh karena itu, orang-orang harus bersiap-siap. Mereka menutup sumber-sumber air yang dapat dimanfaatkan oleh para penyerbu dari Asiria. Hizkia juga memperkuat pertahanan di Yerusalem dan membuat banyak senjata, termasuk ”senjata lempar dan perisai”.​—2 Tawarikh 32:4, 5.

      6. Kepada siapa Hizkia menaruh kepercayaannya?

      6 Akan tetapi, Hizkia menaruh kepercayaannya, bukan pada strategi perang yang brilian atau pada kubu-kubu pertahanan, melainkan pada Yehuwa yang berbala tentara. Ia mengingatkan para panglima militernya, ”Kamu harus berani dan kuat. Jangan takut ataupun gentar karena raja Asiria dan karena segenap kumpulan orang yang menyertai dia; sebab yang menyertai kita lebih banyak daripada yang menyertai dia. Yang menyertai dia adalah lengan daging, tetapi yang menyertai kita adalah Yehuwa, Allah kita, yang membantu dan bertempur dalam peperangan kita.” Sebagai tanggapannya, rakyat pun ”bersandar pada perkataan Hizkia, raja Yehuda”. (2 Tawarikh 32:7, 8) Bayangkan kejadian-kejadian mendebarkan yang terjadi kemudian seraya kita meninjau pasal 36 sampai 39 dari nubuat Yesaya.

      Rabsyake Mengemukakan Argumennya

      7. Siapakah Rabsyake, dan untuk apa ia diutus ke Yerusalem?

      7 Sanherib mengutus Rabsyake (suatu gelar militer, bukan nama diri) bersama dua petinggi lainnya ke Yerusalem untuk mendesak agar kota itu menyerah. (2 Raja 18:17) Mereka ditemui di luar tembok kota oleh tiga orang wakil Hizkia: Eliakim, sang pengawas rumah tangga Hizkia, Syebna, sang sekretaris, dan Yoah putra Asaf, sang panitera.​—Yesaya 36:2, 3.

      8. Bagaimana Rabsyake mencoba mematahkan perlawanan Yerusalem?

      8 Tujuan Rabsyake sederhana saja—meyakinkan Yerusalem untuk menyerah tanpa bertempur. Dengan bahasa Ibrani, pertama-tama ia berseru, ”Keyakinan apa yang kaupegang ini? . . . Kepada siapa engkau menaruh kepercayaanmu, sehingga engkau memberontak terhadap aku?” (Yesaya 36:4, 5) Lalu Rabsyake mencela orang-orang Yehuda yang ketakutan itu, mengingatkan mereka bahwa mereka sama sekali terisolasi. Kepada siapa mereka dapat berpaling untuk meminta bantuan? Kepada Mesir, ”buluh yang remuk” itu? (Yesaya 36:6) Pada waktu itu, Mesir memang sudah menyerupai buluh yang remuk; bahkan, bekas kuasa dunia tersebut untuk sementara telah ditaklukkan Etiopia, dan Firaun yang saat itu memerintah Mesir, Raja Tirhaka, adalah orang Etiopia, bukan orang Mesir. Dan, raja itu akan segera dikalahkan oleh Asiria. (2 Raja 19:8, 9) Karena Mesir tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, ia tidak akan dapat menolong Yehuda.

      9. Apa yang membuat Rabsyake berkesimpulan bahwa Yehuwa akan meninggalkan umat-Nya, tetapi bagaimana kenyataannya?

      9 Rabsyake sekarang berargumentasi bahwa Yehuwa tidak akan bertempur demi umat-Nya karena Ia tidak senang dengan mereka. Rabsyake berkata, ”Apabila kamu mengatakan kepadaku, ’Kami menaruh kepercayaan kepada Yehuwa, Allah kami,’ bukankah dia itu yang tempat-tempat tingginya dan yang mezbah-mezbahnya telah disingkirkan oleh Hizkia?” (Yesaya 36:7) Tentu saja orang Yehuda tidak menolak Yehuwa; dengan meruntuhkan tempat-tempat tinggi dan mezbah-mezbah di negeri itu, mereka sebenarnya kembali kepada Yehuwa.

      10. Mengapa tidak menjadi soal apakah pembela Yehuda banyak atau sedikit?

      10 Selanjutnya, Rabsyake mengingatkan orang Yehuda bahwa secara militer, mereka sama sekali bukan tandingan Asiria. Ia mengajukan tantangannya yang arogan, ”Aku akan memberikan dua ribu ekor kuda kepadamu untuk melihat apakah engkau, engkau dapat menyediakan penunggang-penunggangnya.” (Yesaya 36:8) Namun, apakah banyak atau sedikitnya pasukan kavaleri yang terlatih di Yehuda sesungguhnya menjadi soal? Tidak, karena keselamatan Yehuda tidak bergantung pada keunggulan kekuatan militer. Amsal 21:31 menjelaskan perkaranya demikian, ”Kuda dipersiapkan untuk hari pertempuran, tetapi keselamatan berasal dari Yehuwa.” Lalu, Rabsyake menyatakan bahwa Yehuwa memberkati orang Asiria, bukan orang Yehuda. Sebab katanya, tidak mungkin Asiria dapat menembus wilayah Yehuda sebegitu jauh jika Yehuwa tidak memberkatinya.​—Yesaya 36:9, 10.

      11, 12. (a) Mengapa Rabsyake berkeras untuk berbicara dalam ”bahasa Yahudi”, dan bagaimana ia mencoba membujuk orang-orang Yehuda yang sedang mendengarkan? (b) Kemungkinan, bagaimana pengaruh kata-kata Rabsyake terhadap orang-orang Yehuda?

      11 Para wakil Hizkia khawatir akan dampak argumen-argumen Rabsyake terhadap orang-orang yang dapat mendengar suaranya dari atas tembok kota. Maka, para pejabat Yehuda itu memohon, ”Berbicaralah kiranya kepada hamba-hambamu dalam bahasa Siria, karena kami mengerti; dan jangan berbicara kepada kami dalam bahasa Yahudi sehingga terdengar di telinga orang-orang yang ada di atas tembok.” (Yesaya 36:11) Tetapi, Rabsyake sama sekali tidak berniat untuk berbicara dalam bahasa Siria. Ia ingin menaburkan benih-benih keraguan dan ketakutan dalam diri orang-orang Yehuda sehingga mereka akan menyerah dan Yerusalem dapat ditaklukkan tanpa pertempuran! (Yesaya 36:12) Maka, orang Asiria itu berbicara lagi dalam ”bahasa Yahudi”. Ia memperingatkan penduduk Yerusalem, ”Jangan biarkan Hizkia menipu kamu sekalian, sebab ia tidak sanggup melepaskan kamu.” Setelah itu, ia mencoba membujuk para pendengarnya dengan menggambarkan kehidupan yang dapat dimiliki orang Yehuda apabila mereka diperintah oleh Asiria, ”Menyerahlah kepadaku dan keluarlah kepadaku dan masing-masing makanlah dari tanaman anggurnya sendiri dan dari pohon aranya sendiri serta masing-masing minumlah air dari periginya sendiri, sampai aku datang dan membawa kamu ke suatu negeri yang seperti negerimu sendiri, suatu negeri dengan biji-bijian dan anggur baru, suatu negeri dengan roti dan kebun anggur.”​—Yesaya 36:13-17.

      12 Tidak akan ada panen bagi orang Yehuda pada tahun tersebut—serbuan orang Asiria telah membuat mereka tidak dapat menanami ladang mereka. Prospek untuk makan buah anggur yang ranum dan minum air yang sejuk pastilah sangat menarik bagi orang-orang yang mendengarkan di atas tembok. Tetapi, Rabsyake belum selesai dalam upayanya melemahkan semangat orang Yehuda.

      13, 14. Tidak soal isi argumen Rabsyake, mengapa yang terjadi atas Samaria tidak relevan dengan keadaan Yehuda?

      13 Dari gudang argumennya, Rabsyake mengambil sebuah senjata lisan lainnya. Ia memperingatkan orang Yehuda agar tidak mempercayai Hizkia jika dia mengatakan, ”Yehuwa akan melepaskan kita.” Rabsyake mengingatkan orang Yehuda bahwa allah-allah Samaria tidak sanggup mencegah orang Asiria menaklukkan kesepuluh suku itu. Dan, bagaimana dengan allah-allah bangsa-bangsa lain yang telah ditaklukkan Asiria? ”Di manakah allah-allah Hamat dan Arpad?” tanyanya. ”Di manakah allah-allah Sefarwaim? Apakah mereka telah melepaskan Samaria dari tanganku?”​—Yesaya 36:18-20.

      14 Rabsyake, yang adalah penyembah allah-allah palsu, tentu saja tidak memahami adanya perbedaan besar antara Samaria yang murtad dan Yerusalem di bawah pemerintahan Hizkia. Allah-allah palsu Samaria tidak berdaya untuk menyelamatkan kerajaan sepuluh suku itu. (2 Raja 17:7, 17, 18) Sebaliknya, Yerusalem di bawah pemerintahan Hizkia telah menolak allah-allah palsu dan telah kembali melayani Yehuwa. Akan tetapi, ketiga wakil Yehuda itu tidak mencoba menjelaskan hal tersebut kepada Rabsyake. ”Mereka tetap diam dan tidak menjawab dia dengan sepatah kata pun, sebab beginilah perintah raja, ’Jangan jawab dia.’” (Yesaya 36:21) Eliakim, Syebna, dan Yoah kembali kepada Hizkia dan menyampaikan laporan resmi tentang kata-kata Rabsyake.​—Yesaya 36:22.

      Hizkia Mengambil Keputusan

      15. (a) Keputusan apa yang sekarang harus diambil Hizkia? (b) Bagaimana Yehuwa meyakinkan umat-Nya?

      15 Sekarang, Raja Hizkia harus mengambil keputusan. Apakah Yerusalem akan menyerah kepada orang Asiria? menggabungkan kekuatan dengan Mesir? atau bertahan dan bertempur? Hizkia benar-benar tertekan. Ia pergi ke bait Yehuwa; sementara itu, ia mengutus Eliakim dan Syebna, beserta para tua-tua dari kalangan imam, untuk meminta petunjuk Yehuwa melalui nabi Yesaya. (Yesaya 37:1, 2) Dengan mengenakan kain goni, para utusan raja itu menghampiri Yesaya dan berkata, ”Hari ini adalah hari kesesakan dan hardikan dan penghinaan yang nista . . . Mungkin Yehuwa, Allahmu, mau mendengar perkataan Rabsyake, yang diutus oleh raja Asiria, tuannya, untuk mencela Allah yang hidup, dan ia akan meminta pertanggungjawaban darinya atas perkataan yang telah didengar oleh Yehuwa, Allahmu.” (Yesaya 37:3-5) Ya, orang Asiria menantang Allah yang hidup! Apakah Yehuwa akan memperhatikan celaan-celaan mereka? Melalui Yesaya, Yehuwa meyakinkan orang Yehuda, ”Jangan takut karena perkataan yang telah engkau dengar, yang diucapkan para pelayan raja Asiria untuk mencaci aku. Lihat, aku menaruh suatu roh dalam dirinya, dan ia akan mendengar suatu laporan dan pulang ke negerinya; dan aku pasti akan membuatnya tewas oleh pedang di negerinya sendiri.”​—Yesaya 37:6, 7.

      16. Surat-surat apa dikirimkan oleh Sanherib?

      16 Sementara itu, Rabsyake dipanggil untuk mendampingi Raja Sanherib yang sedang berperang di Libna. Sanherib akan berurusan dengan Yerusalem nanti. (Yesaya 37:8) Namun, kepergian Rabsyake tidak membuat Hizkia bebas dari tekanan. Sanherib mengirimkan surat-surat ancaman yang menggambarkan apa yang dapat diantisipasi penduduk Yerusalem jika mereka tidak mau menyerah, ”Engkau telah mendengar apa yang dilakukan raja-raja Asiria terhadap semua negeri, bahwa ia telah membinasakan semuanya, maka apakah engkau akan dilepaskan? Apakah allah-allah berbagai bangsa yang telah dibinasakan oleh bapak-bapak leluhurku melepaskan mereka? . . . Di manakah raja Hamat, raja Arpad, dan raja kota Sefarwaim—dari Hena dan dari Iwa?” (Yesaya 37:9-13) Pada dasarnya, orang Asiria itu ingin mengatakan bahwa percuma saja mereka melawan—perlawanan hanya akan mendatangkan lebih banyak kesusahan!

      17, 18. (a) Apa motif Hizkia ketika meminta perlindungan Yehuwa? (b) Bagaimana Yehuwa, melalui Yesaya, menjawab orang Asiria itu?

      17 Karena sangat khawatir akan konsekuensi dari keputusan yang harus diambilnya, Hizkia membentangkan surat-surat Sanherib itu di hadapan Yehuwa di bait. (Yesaya 37:14) Dengan doa yang sepenuh hati, ia memohon agar Yehuwa memberi telinga kepada ancaman-ancaman Asiria, dan ia menutup doanya dengan kata-kata, ”Maka sekarang, oh, Yehuwa, Allah kami, selamatkanlah kami dari tangannya, agar semua kerajaan di bumi mengetahui bahwa engkau, oh, Yehuwa, adalah satu-satunya Allah.” (Yesaya 37:15-20) Dari doanya ini, jelaslah bahwa yang terutama dikhawatirkan Hizkia bukanlah keselamatan dirinya, melainkan celaan yang akan ditimpakan ke atas nama Yehuwa jika Asiria mengalahkan Yerusalem.

      18 Yehuwa menjawab doa Hizkia melalui Yesaya. Yerusalem tidak boleh menyerah kepada Asiria tetapi harus bertahan. Seolah-olah sedang berbicara kepada Sanherib, Yesaya dengan berani menyatakan berita Yehuwa bagi orang Asiria, ”Anak dara Zion memandang rendah engkau, ia mengejek engkau. Di belakangmu putri Yerusalem menggeleng-gelengkan kepalanya [tanda mencemooh].” (Yesaya 37:21, 22) Yehuwa kemudian memberikan tambahan, yang intinya berbunyi, ’Siapakah engkau sehingga berani mencela Pribadi Kudus Israel? Aku tahu perbuatan-perbuatanmu. Engkau mempunyai ambisi besar; engkau membualkan hal-hal besar. Engkau mengandalkan kekuatan militermu dan telah menaklukkan banyak negeri. Tetapi, engkau bukannya tak terkalahkan. Aku akan menggagalkan rencana-rencanamu. Aku akan menaklukkan engkau. Kemudian aku akan memperlakukan engkau sebagaimana engkau telah memperlakukan yang lain-lain. Aku akan memasang kait pada hidungmu dan menggiringmu kembali ke Asiria!’​—Yesaya 37:23-29.

      ”Inilah yang Akan Menjadi Tanda Bagimu”

      19. Tanda apa yang Yehuwa berikan kepada Hizkia, dan apa artinya?

      19 Jaminan apa yang Hizkia miliki bahwa nubuat Yesaya akan digenapi? Yehuwa menjawab, ”Inilah yang akan menjadi tanda bagimu: Pada tahun ini, orang akan makan apa yang tumbuh dari biji-biji yang terjatuh, dan pada tahun kedua, biji-bijian yang tumbuh sendiri; tetapi pada tahun ketiga taburlah benih, hai, kamu sekalian, tuailah, dan buatlah kebun anggur dan makanlah buahnya.” (Yesaya 37:30) Yehuwa akan menyediakan makanan bagi orang Yehuda yang terkepung itu. Walaupun tidak dapat menanam benih karena pendudukan orang Asiria, mereka dapat memakan apa yang tumbuh dari sisa panen tahun sebelumnya. Pada tahun berikutnya, tahun sabat, mereka tidak boleh menggarap ladang-ladang mereka, kendati keadaan mereka sulit. (Keluaran 23:11) Yehuwa berjanji bahwa jika rakyat menaati perkataan-Nya, akan ada cukup biji-bijian yang tumbuh di ladang untuk mereka. Selanjutnya, pada tahun berikutnya, orang-orang boleh menabur benih seperti biasa dan menikmati hasil kerja keras mereka.

      20. Bagaimana orang-orang yang terluput dari serangan Asiria akan ”berakar ke bawah dan menghasilkan buah ke atas”?

      20 Sekarang Yehuwa mengumpamakan umat-Nya dengan tanaman yang tidak mudah dicabut, ”Orang-orang keturunan Yehuda yang terluput . . . pasti akan berakar ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.” (Yesaya 37:31, 32) Ya, orang-orang yang percaya kepada Yehuwa tidak perlu takut. Mereka dan keturunan mereka akan tetap berdiri teguh di negeri itu.

      21, 22. (a) Apa yang dinubuatkan tentang Sanherib? (b) Bagaimana dan kapan firman Yehuwa tentang Sanherib digenapi?

      21 Bagaimana dengan ancaman Asiria terhadap Yerusalem? Yehuwa menjawab, ”Ia tidak akan masuk ke dalam kota ini, ataupun melepaskan anak panah ke sana, ataupun menghadapinya dengan perisai, ataupun mendirikan kubu untuk mengepungnya. Melalui jalan yang ia tempuh pada waktu datang, ia akan kembali, dan ke dalam kota ini ia tidak akan masuk.” (Yesaya 37:33, 34) Ya, sama sekali tidak akan ada pertempuran antara Asiria dan Yerusalem. Secara tidak terduga, orang Asiria-lah yang akan dikalahkan tanpa pertempuran, bukan orang Yehuda.

      22 Sesuai dengan firman-Nya, Yehuwa mengutus seorang malaikat untuk membunuh prajurit-prajurit terbaik Sanherib—185.000 orang. Hal ini tampaknya terjadi di Libna; pada waktu terbangun, Sanherib mendapati bahwa para pemimpin, panglima, dan prajurit-prajurit perkasa dalam bala tentaranya, mati. Dengan malu, ia pulang ke Niniwe, tetapi meskipun sudah kalah telak, ia masih saja berbakti kepada Nisrokh, allah palsunya. Beberapa tahun kemudian, ketika sedang beribadat di kuil Nisrokh, Sanherib dibunuh oleh dua orang putranya. Sekali lagi, Nisrokh, benda mati itu, tidak berdaya memberikan keselamatan.​—Yesaya 37:35-38.

      Iman Hizkia Semakin Dikuatkan

      23. Apa krisis yang dihadapi Hizkia sewaktu Sanherib pertama kali datang menyerang Yehuda, dan apa saja yang tersangkut dalam krisis ini?

      23 Kira-kira pada waktu Sanherib pertama kali datang menyerang Yehuda, Hizkia sakit parah. Yesaya memberi tahu dia bahwa dia akan mati. (Yesaya 38:1) Hancurlah hati raja yang berusia 39 tahun itu. Yang ia risaukan bukan saja kesehatannya sendiri, melainkan juga masa depan rakyat. Yerusalem dan Yehuda berada dalam bahaya diserbu oleh Asiria. Jika Hizkia mati, siapa yang akan memimpin pertempuran? Pada saat itu, Hizkia belum mempunyai anak laki-laki yang dapat mengambil alih pemerintahan. Dalam doa yang khusyuk, Hizkia memohon kepada Yehuwa untuk memperlihatkan belas kasihan kepadanya.​—Yesaya 38:2, 3.

      24, 25. (a) Bagaimana Yehuwa dengan murah hati menjawab doa Hizkia? (b) Mukjizat apa yang Yehuwa adakan, sebagaimana digambarkan di Yesaya 38:7, 8?

      24 Belum lagi Yesaya meninggalkan halaman istana, Yehuwa mengutus dia untuk kembali menemui raja yang terbaring di tempat tidur itu dengan berita lain, ”Aku telah mendengar doamu. Aku telah melihat air matamu. Lihat, aku akan menambahkan lima belas tahun kepada hari-hari kehidupanmu; dan aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari telapak tangan raja Asiria, dan aku akan membela kota ini.” (Yesaya 38:4-6; 2 Raja 20:4, 5) Yehuwa akan meneguhkan janji-Nya dengan sebuah tanda yang luar biasa, ”Lihat, aku akan membuat bayang-bayang anak tangga yang bergerak menuruni anak tangga Ahaz, oleh karena matahari, berbalik mundur sepuluh langkah.”​—Yesaya 38:7, 8a.

      25 Menurut sejarawan Yahudi, Yosefus, terdapat tangga dalam istana raja, dan mungkin ada sebuah pilar di dekatnya. Jika sinar matahari menerpa pilar itu, ada bayang-bayang yang jatuh pada anak-anak tangga tersebut. Seseorang dapat mengetahui waktu dengan mengamati pergerakan bayang-bayang pada anak-anak tangga itu. Sekarang, Yehuwa akan mengadakan sebuah mukjizat. Setelah bergerak menuruni anak-anak tangga itu seperti biasanya, bayang-bayang itu akan berbalik mundur sepuluh langkah. Siapa yang pernah mendengar hal seperti itu? Alkitab menyatakan, ”Dan matahari sedikit demi sedikit mundur sepuluh langkah pada anak tangga yang dituruninya.” (Yesaya 38:8b) Tidak lama setelah itu, Hizkia sembuh dari penyakitnya. Berita tentang hal ini menyebar sampai ke Babilon. Sewaktu raja Babilon mendengarnya, ia mengirimkan utusan ke Yerusalem untuk memastikan hal ini.

      26. Apa salah satu hasil diperpanjangnya masa hidup Hizkia?

      26 Kira-kira tiga tahun setelah kesehatan Hizkia pulih secara mukjizat, lahirlah Manasye, putra sulungnya. Namun setelah dewasa, Manasye tidak menghargai keibaan hati Allah, yang tanpa itu ia mustahil akan terlahir! Selama sebagian besar masa hidupnya, Manasye malah melakukan apa yang buruk di mata Yehuwa dalam skala yang luar biasa.​—2 Tawarikh 32:24; 33:1-6.

      Kesalahan dalam Menilai Situasi

      27. Dengan cara apa saja Hizkia memperlihatkan penghargaan kepada Yehuwa?

      27 Seperti Daud, bapak leluhurnya, Hizkia adalah pria yang beriman. Ia sangat menghargai Firman Allah. Menurut Amsal 25:1, ia memerintahkan penyusunan bahan-bahan yang sekarang terdapat di Amsal pasal 25 sampai 29. Ada anggapan bahwa dia juga menggubah Mazmur 119. Dari nyanyian syukur yang menggugah hati, hasil gubahan Hizkia setelah sembuh dari penyakitnya, terlihat bahwa dia adalah orang yang penuh perasaan. Dalam kata-kata penutupnya dia menyatakan bahwa hal yang paling penting dalam kehidupan adalah dapat memuji Yehuwa di bait-Nya ”sepanjang hari-hari kehidupan kami”. (Yesaya 38:9-20) Semoga kita merasakan hal yang sama sehubungan dengan ibadat murni!

      28. Beberapa waktu setelah Hizkia disembuhkan secara mukjizat, ia melakukan kesalahan apa dalam menilai situasi?

      28 Sekalipun setia, Hizkia tidak sempurna. Beberapa waktu setelah disembuhkan oleh Yehuwa, Hizkia melakukan kesalahan serius dalam menilai situasi. Yesaya menjelaskan, ”Pada waktu itu Merodakh-baladan putra Baladan, raja Babilon, mengirimkan surat dan pemberian kepada Hizkia, setelah ia mendengar bahwa dia sakit namun sudah kuat lagi. Maka bersukacitalah Hizkia karena mereka, lalu memperlihatkan kepada mereka rumah perbendaharaannya, perak, emas, minyak balsam, minyak yang baik, dan seluruh persediaan persenjataannya serta segala yang ada dalam perbendaharaannya. Tidak ada yang tidak Hizkia perlihatkan kepada mereka di istananya dan di seluruh wilayah kekuasaannya.”​—Yesaya 39:1, 2.b

      29. (a) Kemungkinan, apa motif Hizkia sewaktu ia memperlihatkan kekayaannya kepada delegasi dari Babilon? (b) Apa saja akibat kesalahan Hizkia dalam menilai situasi?

      29 Bahkan setelah dikalahkan secara telak oleh malaikat Yehuwa, Asiria terus menjadi ancaman bagi banyak bangsa, termasuk Babilon. Hizkia bisa jadi ingin membuat terkesan raja Babilon, yang mungkin adalah calon sekutunya. Akan tetapi, Yehuwa tidak ingin penduduk Yehuda menjadi rekan musuh-musuh mereka; Ia ingin agar mereka percaya kepada-Nya! Melalui nabi Yesaya, Yehuwa menyingkapkan apa yang akan terjadi di masa depan kepada Hizkia, ”Masanya akan datang, dan semua yang ada di istanamu dan yang telah ditimbun bapak-bapak leluhurmu sampai hari ini, akan diangkut ke Babilon. Tidak ada yang akan ditinggalkan . . . Dan beberapa dari antara putra-putramu sendiri, yaitu keturunan yang kelak kauperoleh, akan dibawa dan menjadi pejabat di istana raja Babilon.” (Yesaya 39:3-7) Ya, bangsa yang dibuat terkesan oleh Hizkia akhirnya akan menjarah harta Yerusalem dan memperbudak penduduknya. Tindakan Hizkia memperlihatkan hartanya kepada orang Babilon hanyalah membangkitkan ketamakan mereka.

      30. Bagaimana Hizkia memperlihatkan sikap yang baik?

      30 Tampaknya, peristiwa Hizkia memperlihatkan hartanya kepada orang Babilon inilah yang sedang dirujuk oleh kata-kata di 2 Tawarikh 32:26, ”Hizkia merendahkan diri dari keangkuhan hatinya, ia dan penduduk Yerusalem, sehingga kemarahan Yehuwa tidak menimpa mereka pada masa hidup Hizkia.”

      31. Bagaimana keadaan Hizkia selanjutnya, dan pelajaran apa yang kita peroleh?

      31 Walaupun tidak sempurna, Hizkia adalah pria yang beriman. Ia mengetahui bahwa Yehuwa, Allahnya, adalah pribadi nyata yang mempunyai perasaan. Sewaktu berada di bawah tekanan, Hizkia berdoa dengan khusyuk kepada Yehuwa, dan Yehuwa menjawab dia. Allah Yehuwa mengaruniakan perdamaian selama sisa hidupnya, dan atas hal itu, Hizkia amat bersyukur. (Yesaya 39:8) Yehuwa seharusnya nyata juga bagi kita dewasa ini. Jika timbul problem, semoga kita, seperti Hizkia, berharap kepada Yehuwa untuk mendapatkan hikmat dan jalan keluar, ”karena dia memberi semua orang dengan murah hati dan tanpa mencela”. (Yakobus 1:5) Jika kita terus bertekun dan memperlihatkan iman kepada Yehuwa, kita dapat yakin bahwa Dia akan ”memberikan upah kepada orang yang dengan sungguh-sungguh mencari dia”, baik sekarang maupun di masa depan.​—Ibrani 11:6.

      [Catatan Kaki]

      a Bernilai lebih dari 9,5 juta dolar AS dalam nilai uang sekarang.

      b Setelah kekalahan Sanherib, bangsa-bangsa tetangga membawa hadiah berupa emas, perak, dan barang-barang berharga lainnya untuk Hizkia. Di 2 Tawarikh 32:22, 23, 27, kita membaca bahwa, ”Hizkia mendapat banyak sekali kekayaan dan kemuliaan” dan bahwa ”dia pun ditinggikan di mata semua bangsa”. Dengan hadiah-hadiah ini, bisa jadi ia dapat mengisi kembali rumah perbendaharaannya, yang telah ia kosongkan sewaktu membayar upeti kepada Asiria.

      [Gambar di hlm. 383]

      Raja Hizkia percaya kepada Yehuwa sewaktu menghadapi keperkasaan Asiria

      [Gambar penuh di hlm. 384]

      [Gambar di hlm. 389]

      Raja mengirim utusan-utusan kepada Yesaya untuk mendapatkan nasihat Yehuwa

      [Gambar di hlm. 390]

      Hizkia berdoa agar nama Yehuwa diagungkan melalui kekalahan Asiria

      [Gambar di hlm. 393]

      Malaikat Yehuwa membunuh 185.000 orang Asiria

  • ”Hiburlah Umat-Ku”
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
    • Pasal Tiga Puluh

      ”Hiburlah Umat-Ku”

      Yesaya 40:1-31

      1. Apa salah satu cara Yehuwa menghibur kita?

      YEHUWA adalah ’Allah yang memberikan penghiburan’. Salah satu cara Ia menghibur kita adalah melalui janji-janji-Nya yang Ia perintahkan agar dicatat dalam Firman-Nya. (Roma 15:4, 5) Misalnya, pada waktu menghadapi kematian seseorang yang saudara kasihi, apa yang bisa lebih menghibur daripada prospek kebangkitan orang yang dikasihi tersebut dalam dunia baru Allah? (Yohanes 5:28, 29) Dan, bagaimana dengan janji Yehuwa bahwa Ia akan segera mengakhiri kejahatan dan mengubah bumi ini menjadi suatu firdaus? Bukankah kita merasa terhibur karena memiliki prospek untuk selamat memasuki Firdaus dan tidak pernah mati?​—Mazmur 37:9-11, 29; Penyingkapan 21:3-5.

      2. Mengapa kita dapat mempercayai janji-janji Allah?

      2 Dapatkah kita benar-benar mempercayai janji-janji Allah? Tentu saja! Pembuat janji-janji itu sangat dapat dipercaya. Ia memiliki kesanggupan dan kemauan untuk melaksanakan firman-Nya. (Yesaya 55:10, 11) Hal ini dengan tandas diperlihatkan sehubungan dengan pernyataan Yehuwa melalui nabi Yesaya bahwa Ia akan memulihkan ibadat sejati di Yerusalem. Mari kita perhatikan nubuat tersebut, yang tercatat di Yesaya pasal 40; dengan demikian, kita dapat memperkuat iman kita kepada Yehuwa, sang Penggenap janji.

      Janji yang Menghibur

      3, 4. (a) Yesaya mencatat kata-kata penghiburan apa yang dibutuhkan umat Allah di kemudian hari? (b) Mengapa penduduk Yehuda dan Yerusalem akan dibawa ke pembuangan di Babilon, dan berapa lama masa perhambaan mereka akan berlangsung?

      3 Pada abad kedelapan SM, nabi Yesaya mencatat kata-kata penghiburan yang dibutuhkan umat Yehuwa di kemudian hari. Segera setelah Yesaya memberi tahu Raja Hizkia tentang kebinasaan mendatang atas Yerusalem dan deportasi orang-orang Yehuda ke Babilon, ia mengemukakan kata-kata Yehuwa yang menjanjikan pemulihan, ”’Hiburlah, hiburlah umatku,’ demikian firman Allahmu. ’Tenangkanlah hati Yerusalem dan berserulah kepadanya bahwa dinas militernya telah dipenuhi, bahwa kesalahannya telah dibayar lunas. Sebab dari tangan Yehuwa ia telah menerima jumlah yang penuh untuk semua dosanya.’”​—Yesaya 40:1, 2.

      4 ”Hiburlah”, kata pembukaan Yesaya pasal 40, dengan jelas menggambarkan berita tentang terang dan harapan yang dimuat di bagian-bagian selebihnya dari buku Yesaya. Karena menjadi murtad, penduduk Yehuda dan Yerusalem akan dibawa ke pembuangan di Babilon pada tahun 607 SM. Namun, orang Yahudi buangan tidak akan melayani orang Babilon untuk selamanya. Tidak, masa perhambaan mereka akan berlangsung hanya sampai kesalahan mereka ”dibayar lunas”. Berapa lamakah itu? Menurut nabi Yeremia, 70 tahun. (Yeremia 25:11, 12) Setelah itu, Yehuwa akan memimpin kaum sisa yang bertobat untuk pulang dari Babilon ke Yerusalem. Pada tahun ke-70 Yehuda ditelantarkan, para tawanan itu akan benar-benar terhibur karena menyadari bahwa saat pembebasan mereka yang dijanjikan sudah dekat!​—Daniel 9:1, 2.

      5, 6. (a) Mengapa perjalanan panjang dari Babilon ke Yerusalem tidak akan menghambat penggenapan janji Allah? (b) Kembalinya orang Yahudi ke tanah asal mereka akan mempunyai pengaruh apa terhadap bangsa-bangsa lain?

      5 Perjalanan dari Babilon ke Yerusalem jauhnya 800 sampai 1.600 kilometer, bergantung pada rute yang diambil. Apakah perjalanan panjang itu akan menghambat penggenapan janji Allah? Tentu saja tidak! Yesaya menulis, ”Dengarkan! Seseorang berseru-seru di padang belantara, ’Kosongkan jalan Yehuwa, hai, kamu sekalian! Luruskan jalan raya melintasi padang gurun bagi Allah kita. Hendaklah setiap lembah diuruk, dan setiap gunung serta bukit dibuat rendah. Tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah datar, dan tanah yang berlekak-lekuk menjadi dataran. Maka kemuliaan Yehuwa pasti akan dinyatakan, dan semua orang akan melihatnya bersama-sama, karena mulut Yehuwa-lah yang telah mengucapkannya.’”​—Yesaya 40:3-5.

      6 Sebelum memulai suatu perjalanan, para penguasa Timur biasanya menyuruh orang untuk mempersiapkan jalan dengan cara menyingkirkan batu-batu besar dan bahkan membangun jalan raya dan meratakan tanah yang berbukit. Sehubungan dengan perjalanan pulang orang Yahudi, seolah-olah Allah sendiri yang berada di depan, menyingkirkan segala penghalang. Orang-orang itu menyandang nama Yehuwa, dan dengan menggenapi janji-Nya untuk memulihkan mereka ke tanah asal mereka, kemuliaan-Nya akan dinyatakan di hadapan semua bangsa. Mau tidak mau, bangsa-bangsa itu akan melihat bahwa Yehuwa adalah Penggenap janji-janji-Nya.

      7, 8. (a) Bagaimana kata-kata di Yesaya 40:3 digenapi pada abad pertama M? (b) Nubuat Yesaya mengalami penggenapan yang lebih besar apa pada tahun 1919?

      7 Pemulihan pada abad keenam SM bukanlah satu-satunya penggenapan nubuat ini. Ada juga penggenapan pada abad pertama M. Yohanes Pembaptis adalah suara orang yang ”berseru-seru di padang belantara”, menggenapi Yesaya 40:3. (Lukas 3:1-6) Di bawah ilham, Yohanes menerapkan kata-kata Yesaya pada dirinya. (Yohanes 1:19-23) Dari tahun 29 M, Yohanes mulai mempersiapkan jalan bagi Yesus Kristus.a Pengumuman di muka oleh Yohanes membangkitkan minat orang untuk mencari Mesias yang dijanjikan sehingga selanjutnya mereka dapat mendengarkan dan mengikuti dia. (Lukas 1:13-17, 76) Melalui Yesus, Yehuwa akan memimpin orang-orang yang bertobat menuju kebebasan yang hanya dapat disediakan Kerajaan Allah—pembebasan dari belenggu dosa dan kematian. (Yohanes 1:29; 8:32) Kata-kata Yesaya mengalami penggenapan yang lebih besar ketika sisa Israel rohani dibebaskan dari Babilon Besar pada tahun 1919 dan ketika ibadat sejati dipulihkan.

      8 Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang akan menerima manfaat dari penggenapan awal janji tersebut—orang Yahudi yang ditawan di Babilon? Dapatkah mereka benar-benar mempercayai janji Yehuwa untuk mengembalikan mereka ke tanah asal yang mereka cintai? Tentu saja! Dengan kata-kata yang jelas dan ilustrasi-ilustrasi yang diambil dari kehidupan sehari-hari, Yesaya memberikan alasan yang menggerakkan mereka untuk yakin sepenuhnya bahwa Yehuwa akan menepati firman-Nya.

      Allah yang Firman-Nya Bertahan Selama-lamanya

      9, 10. Bagaimana Yesaya membandingkan kehidupan manusia yang fana dengan ”firman” Allah yang permanen?

      9 Pertama, firman dari Pribadi yang menjanjikan pemulihan akan bertahan selama-lamanya. Yesaya menulis, ”Dengarkan! Seseorang mengatakan, ’Berserulah!’ Dan orang mengatakan, ’Apa yang akan kuserukan?’ ’Semua orang adalah seperti rumput hijau, dan segenap kebaikan hatinya adalah seperti bunga di padang. Rumput hijau menjadi kering, bunga menjadi layu, karena roh Yehuwa berembus di atasnya. Memang, orang-orang adalah seperti rumput hijau. Rumput hijau menjadi kering, bunga menjadi layu; tetapi mengenai firman Allah kita, itu akan bertahan sampai waktu yang tidak tertentu.’”​—Yesaya 40:6-8.

      10 Orang Israel tahu benar bahwa rumput tidak bertahan untuk selama-lamanya. Selama musim kering, panas teriknya matahari mengubah warnanya, dari hijau menjadi kering kecoklatan. Dalam beberapa aspek, kehidupan manusia seperti rumput—sangat sementara sifatnya. (Mazmur 103:15, 16; Yakobus 1:10, 11) Yesaya membandingkan kehidupan manusia yang fana dengan ”firman” Allah, atau maksud-tujuan-Nya yang dinyatakan, yang permanen. Ya, ”firman Allah kita” bertahan selama-lamanya. Jika Allah berbicara, tidak ada yang dapat membatalkan kata-kata-Nya atau mencegah penggenapan kata-kata itu.​—Yosua 23:14.

      11. Mengapa kita dapat percaya bahwa Yehuwa akan menggenapi janji-janji yang dimuat dalam Firman-Nya yang tertulis?

      11 Dewasa ini, kita memiliki pernyataan maksud-tujuan Yehuwa secara tertulis dalam Alkitab. Alkitab mendapat tentangan yang sengit selama berabad-abad, dan para penerjemah serta orang-orang lainnya yang tak kenal takut telah mempertaruhkan kehidupan mereka demi kelestariannya. Namun, upaya mereka bukanlah satu-satunya alasan mengapa Alkitab terpelihara. Semua pujian atas terpeliharanya buku itu harus ditujukan kepada Yehuwa, ”Allah yang hidup dan kekal” dan Pemelihara Firman-Nya. (1 Petrus 1:23-25) Pertimbangkan ini: Karena Yehuwa telah memelihara Firman-Nya yang tertulis, bukankah kita dapat percaya bahwa Dia akan menggenapi janji-janji yang dimuat di dalamnya?

      Allah yang Kuat, Memelihara Kawanan Domba-Nya dengan Lembut

      12, 13. (a) Mengapa janji pemulihan dapat dipercaya? (b) Ada kabar baik apa untuk orang Yahudi buangan, dan mengapa mereka dapat yakin?

      12 Yesaya memberikan alasan kedua mengapa janji pemulihan itu dapat dipercaya. Pribadi yang berjanji adalah Allah yang kuat yang dengan lembut memelihara umat-Nya. Yesaya melanjutkan, ”Pergilah ke gunung yang tinggi, hai, wanita yang membawa kabar baik bagi Zion. Berserulah dengan sekuat tenaga, hai, wanita yang membawa kabar baik bagi Yerusalem. Berserulah. Jangan takut. Katakanlah kepada kota-kota Yehuda, ’Lihatlah Allahmu.’ Lihat! Tuan Yang Berdaulat Yehuwa akan datang seperti orang yang kuat [”dengan kekuatan”, catatan kaki ”NW Ref.”], dan dengan lengannya ia akan memerintah. Lihat! Upahnya ada besertanya, dan upah yang ia bayarkan ada di hadapannya. Seperti seorang gembala ia akan menggembalakan kawanannya. Dengan lengannya ia akan mengumpulkan anak-anak domba; dan di dadanya ia akan membawa mereka. Mereka yang menyusui akan ia bimbing dengan penuh perhatian.”​—Yesaya 40:9-11.

      13 Pada zaman Alkitab, para wanita mempunyai kebiasaan untuk merayakan kemenangan, menyerukan atau menyanyikan kabar baik bahwa peperangan sudah dimenangkan atau bahwa kelepasan sudah dekat. (1 Samuel 18:6, 7; Mazmur 68:11) Dalam nubuatnya, Yesaya menyatakan bahwa ada kabar baik bagi orang Yahudi buangan, kabar yang dapat diserukan dengan berani, bahkan dari puncak-puncak gunung—Yehuwa akan memimpin umat-Nya kembali ke Yerusalem tercinta! Mereka dapat yakin, karena Yehuwa akan datang ”dengan kekuatan”. Oleh karena itu, tidak ada yang dapat menghalangi Dia menggenapi janji-Nya.

      14. (a) Bagaimana Yesaya menggambarkan cara Yehuwa yang lembut dalam memimpin umat-Nya? (b) Contoh apa menggambarkan bagaimana para gembala dengan lembut memelihara domba-domba mereka? (Lihat kotak di halaman 405.)

      14 Akan tetapi, ada sisi lembut dari Allah yang kuat ini. Yesaya dengan hangat menggambarkan bagaimana Yehuwa akan memimpin umat-Nya kembali ke tanah asal mereka. Bagaikan seorang gembala yang pengasih, Yehuwa mengumpulkan anak-anak domba-Nya dan menggendong mereka di ”dada”-Nya. Kata ”dada” memaksudkan jubah di bagian dada. Karena tidak dapat berjalan secepat kawanan, anak domba yang baru lahir kadang-kadang dimasukkan ke dalam jubah seorang gembala pada bagian dadanya. (2 Samuel 12:3) Gambaran yang menyentuh hati tentang kebiasaan dalam kehidupan para gembala ini pasti meyakinkan umat yang ada di pembuangan bahwa Yehuwa memperhatikan mereka dengan penuh kasih. Pastilah, Allah yang kuat namun lembut ini dapat dipercaya untuk menggenapi janji-Nya kepada mereka!

      15. (a) Kapan Yehuwa datang ”dengan kekuatan”, dan siapakah ’lengannya yang memerintah’? (b) Kabar baik apa yang harus diumumkan tanpa gentar?

      15 Kata-kata Yesaya penuh dengan makna nubuat bagi kita dewasa ini. Pada tahun 1914, Yehuwa datang ”dengan kekuatan” dan mendirikan Kerajaan-Nya di surga. ’Lengannya yang memerintah’ adalah Putra-Nya, Yesus Kristus, yang Yehuwa lantik untuk duduk di takhta surgawi-Nya. Pada tahun 1919, Yehuwa membebaskan hamba-hamba-Nya yang terurap di bumi dari belenggu Babilon Besar dan mulai sepenuhnya memulihkan ibadat murni kepada Allah yang benar dan hidup. Ini adalah kabar baik yang harus diumumkan tanpa gentar, seolah-olah dengan menyerukannya dari puncak-puncak gunung sehingga pengumuman itu terdengar di mana-mana. Maka, marilah kita mengangkat suara dan dengan berani memberitahukan kepada orang lain bahwa Allah Yehuwa telah memulihkan ibadat murni di bumi ini!

      16. Bagaimana Yehuwa memimpin umat-Nya dewasa ini, dan pola apa yang ditetapkan oleh hal ini?

      16 Kata-kata di Yesaya 40:10, 11 mempunyai nilai praktis yang lain bagi kita dewasa ini. Kita merasa terhibur jika memperhatikan bagaimana Yehuwa dengan lembut memimpin umat-Nya. Sebagaimana seorang gembala mengerti kebutuhan setiap domba—termasuk anak-anak domba yang tidak sekuat teman-temannya dalam kawanan—Yehuwa mengerti keterbatasan setiap hamba-Nya yang setia. Selain itu, Yehuwa, sebagai Gembala yang lembut, menetapkan suatu pola bagi para gembala Kristen. Para penatua harus memperlakukan kawanan dengan lembut, meniru perhatian pengasih yang Yehuwa perlihatkan. Mereka harus selalu ingat bagaimana perasaan Yehuwa terhadap setiap anggota kawanan, ”yang dibelinya dengan darah Putranya sendiri”.​—Kisah 20:28.

      Mahakuasa, Mahabijaksana

      17, 18. (a) Bagaimana orang Yahudi buangan dapat yakin akan janji pemulihan? (b) Apa pertanyaan-pertanyaan yang membangkitkan rasa takjub yang diajukan Yesaya?

      17 Orang Yahudi buangan dapat yakin akan janji pemulihan karena Allah mahakuasa dan mahabijaksana. Yesaya mengatakan, ”Siapa yang menakar semua air hanya dengan lekuk tangannya, dan mengukur langit hanya dengan jengkal dan memasukkan semua tanah di bumi dalam suatu takaran, atau menimbang gunung-gunung dengan alat pengukur berat, dan bukit-bukit dengan timbangan? Siapa yang telah mengukur roh Yehuwa, dan siapa sebagai penasihatnya dapat membuat dia mengetahui segala sesuatu? Dengan siapa ia berunding sehingga orang itu membuat dia mengerti, atau siapa yang mengajarkan jalan keadilan kepadanya, atau mengajarkan pengetahuan kepadanya, atau memberitahukan jalan pengertian kepadanya?”​—Yesaya 40:12-14.

      18 Itulah pertanyaan-pertanyaan yang membangkitkan rasa takjub yang harus dipertimbangkan oleh orang Yahudi buangan. Dapatkah manusia mengubah arah gelombang laut yang bergelora? Tentu saja tidak! Namun, bagi Yehuwa, air laut yang menutupi bumi bagaikan setetes air di telapak tangan-Nya.b Dapatkah manusia yang lemah mengukur luas langit yang berbintang dan menimbang gunung dan bukit? Tidak. Namun, Yehuwa dapat mengukur langit semudah manusia mengukur sebuah benda dengan jengkalnya—ukuran sepanjang rentangan antara ujung ibu jari dan ujung kelingking tangan. Allah seolah-olah dapat menimbang gunung dan bukit dengan timbangan. Dapatkah manusia, sekalipun yang paling bijaksana, menasihati Allah tentang apa yang harus Dia lakukan dalam situasi sekarang atau memberi tahu Dia tentang apa yang harus dilakukan di hari depan? Tentu saja tidak!

      19, 20. Untuk menandaskan keagungan Yehuwa, gambaran-gambaran jelas apa yang digunakan Yesaya?

      19 Bagaimana dengan bangsa-bangsa yang perkasa di bumi—dapatkah mereka melawan Allah sewaktu Ia menggenapi janji-Nya? Yesaya menjawabnya dengan menggambarkan bangsa-bangsa sebagai berikut, ”Lihat! Bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dari timba; dan mereka dianggap seperti lapisan tipis debu pada timbangan. Lihat! Ia mengangkat pulau-pulau seperti debu halus belaka. Bahkan Lebanon tidak cukup untuk membuat api tetap menyala, dan binatang-binatang liarnya tidak cukup untuk persembahan bakaran. Semua bangsa seperti sesuatu yang tidak ada di hadapannya; baginya mereka adalah kesia-siaan dan bukan kenyataan.”​—Yesaya 40:15-17.

      20 Bagi Yehuwa, semua bangsa bagaikan setetes air dari timba. Mereka tidak lebih daripada lapisan debu halus yang melekat pada timbangan, tidak ada pengaruhnya.c Sekiranya ada orang yang mendirikan sebuah mezbah raksasa dan ia menggunakan semua pohon yang menutupi gunung-gunung Lebanon sebagai kayu bakarnya. Lalu, sekiranya ia mengorbankan semua binatang yang berkeliaran di gunung-gunung itu. Bahkan persembahan seperti itu tidak akan cukup bagi Yehuwa. Karena bahasa kiasan yang digunakan sejauh ini seolah-olah tidak memadai, Yesaya menggunakan pernyataan yang lebih tegas—semua bangsa ”kurang dari ketiadaan” di mata Yehuwa.​—Yesaya 40:17, New Revised Standard Version.

      21, 22. (a) Bagaimana Yesaya menandaskan bahwa Yehuwa tidak tertandingi? (b) Gambaran Yesaya yang gamblang menuntun kita kepada kesimpulan apa? (c) Nabi Yesaya mencatat pernyataan apa yang saksama secara ilmiah? (Lihat kotak di halaman 412.)

      21 Untuk lebih menandaskan bahwa Yehuwa tidak tertandingi, Yesaya selanjutnya memperlihatkan kebodohan orang-orang yang membuat berhala dari emas, perak, atau kayu. Betapa bodohnya untuk menganggap bahwa berhala seperti itu cocok untuk mewakili ”Pribadi yang tinggal di atas lingkaran bumi” dan yang memegang kendali atas penduduknya!—Baca Yesaya 40:18-24.

      22 Semua gambaran yang gamblang ini menuntun kita kepada satu kesimpulan—tidak ada yang dapat menghalangi Yehuwa yang mahakuasa, mahabijaksana, dan yang tak tertandingi untuk menggenapi janji-Nya. Pastilah, kata-kata Yesaya sangat menghibur dan menguatkan orang Yahudi buangan di Babilon yang rindu untuk pulang ke tanah asal mereka! Dewasa ini, kita pun dapat yakin bahwa janji-janji Yehuwa untuk masa depan kita akan menjadi kenyataan.

      ”Siapa yang Menciptakan Hal-Hal Ini?”

      23. Mengapa orang Yahudi buangan dapat berbesar hati, dan apa yang sekarang Yehuwa tandaskan mengenai diri-Nya?

      23 Masih ada alasan lain mengapa orang Yahudi buangan dapat berbesar hati. Pribadi yang menjanjikan pembebasan adalah Pencipta segala sesuatu dan Sumber semua energi dinamis. Untuk menandaskan kesanggupan-Nya yang menakjubkan, Yehuwa menarik perhatian kepada kesanggupan-Nya yang dimanifestasikan dalam ciptaan-Nya, ”’Dengan siapa kamu dapat menyamakan aku sehingga aku disetarakan dengannya?’ demikian firman Pribadi Kudus itu. ’Layangkanlah pandanganmu ke tempat tinggi dan lihatlah. Siapa yang menciptakan hal-hal ini? Ini adalah Pribadi yang membawa keluar pasukan mereka menurut jumlahnya, yang semuanya ia panggil dengan namanya. Karena energi dinamisnya yang berlimpah, dan kekuasaannya sangat besar, tidak satu pun dari mereka tidak hadir.’”​—Yesaya 40:25, 26.

      24. Berbicara mengenai diri-Nya, bagaimana Yehuwa memperlihatkan bahwa Ia tak tertandingi?

      24 Pribadi Kudus Israel sedang berbicara mengenai diri-Nya. Untuk menunjukkan bahwa Ia tidak tertandingi, Yehuwa mengarahkan perhatian kepada bintang-bintang di langit. Seperti seorang komandan militer dapat mengatur prajurit-Nya, Yehuwa dapat mengendalikan bintang-bintang itu. Kalau Ia mengerahkan mereka, ’tidak satu pun dari mereka yang tidak hadir’. Sekalipun jumlah bintang sangat banyak, Ia dapat memanggil setiap bintang dengan namanya, dengan namanya masing-masing atau dengan nama panggilannya. Seperti prajurit yang taat, mereka tetap di tempatnya masing-masing dan memelihara ketertiban, karena Pemimpin mereka mempunyai ”energi dinamis” yang berlimpah dan ”kekuasaannya sangat besar”. Oleh karena itu, orang Yahudi buangan memiliki alasan untuk merasa yakin. Sang Pencipta, yang dapat memerintah bintang-bintang, mempunyai kuasa untuk mendukung hamba-hamba-Nya.

      25. Bagaimana tanggapan kita terhadap undangan ilahi di Yesaya 40:26, dan apa pengaruhnya?

      25 Siapa di antara kita yang dapat menampik undangan ilahi yang dicatat di Yesaya 40:26, ”Layangkanlah pandanganmu ke tempat tinggi dan lihatlah”? Temuan-temuan para ahli astronomi zaman modern memperlihatkan bahwa langit yang berbintang ternyata bahkan lebih menakjubkan daripada yang kelihatan pada zaman Yesaya. Para ahli astronomi yang mengamati langit dengan teleskop yang sangat kuat memperkirakan bahwa jagat raya yang teramati memuat 125 miliar galaksi. Dan, satu saja dari antaranya—galaksi Bima Sakti—menurut perkiraan, mempunyai lebih dari 100 miliar bintang! Pengetahuan seperti itu seharusnya membuat hati kita tergerak untuk menghormati Pencipta kita dan sepenuhnya mempercayai janji-janji-Nya.

      26, 27. Bagaimana perasaan orang-orang buangan di Babilon digambarkan, dan hal-hal apa yang harus mereka ketahui?

      26 Karena mengetahui bahwa orang Yahudi buangan dapat padam semangatnya karena berada di penawanan selama bertahun-tahun, Yehuwa mengilhami Yesaya untuk mencatat di muka kata-kata yang menguatkan ini, ”Apa alasannya, hai, Yakub, engkau mengatakan, dan engkau, hai, Israel, menyatakan, ’Jalanku tersembunyi dari Yehuwa, dan keadilan bagiku luput dari perhatian Allahku’? Tidakkah kautahu atau tidakkah kaudengar? Yehuwa, Pencipta ujung-ujung bumi, adalah Allah sampai waktu yang tidak tertentu. Ia tidak lelah atau menjadi letih. Tidak terselidiki pengertiannya.”​—Yesaya 40:27, 28.d

      27 Yesaya mencatat kata-kata Yehuwa yang menggambarkan perasaan orang-orang buangan di Babilon yang berada ratusan kilometer dari tanah asal mereka. Ada yang mengira bahwa ’jalan’ mereka—perjalanan hidup mereka yang sulit—tidak dilihat atau diketahui oleh Allah mereka. Mereka mengira bahwa Yehuwa bersikap masa bodoh terhadap ketidakadilan yang mereka derita. Mereka diingatkan tentang hal-hal yang harus mereka ketahui, kalau bukan dari pengalaman pribadi, setidaknya dari keterangan turun-temurun. Yehuwa dapat dan ingin membebaskan umat-Nya. Ia adalah Allah yang kekal dan Pencipta seluruh bumi. Oleh karena itu, Ia masih mempunyai kekuatan yang Ia pertunjukkan dalam penciptaan, dan bahkan Babilon yang perkasa tidak berada di luar jangkauan-Nya. Allah seperti itu tidak dapat menjadi lelah dan mengecewakan umat-Nya. Mereka seharusnya tidak berharap untuk bisa sepenuhnya memahami hal-hal yang dilakukan Yehuwa, karena pengertian-Nya—atau pemahaman dan persepsi-Nya—di luar jangkauan pengertian mereka.

      28, 29. (a) Bagaimana Yehuwa mengingatkan umat-Nya bahwa Ia akan datang membantu yang lelah? (b) Ilustrasi apa yang digunakan untuk memperlihatkan bagaimana Yehuwa memberikan kekuatan kepada hamba-hamba-Nya?

      28 Melalui Yesaya, Yehuwa terus menguatkan orang buangan yang putus asa, ”Ia memberikan kekuatan kepada orang yang lelah; dan ia membuat orang yang tidak memiliki energi dinamis berlimpah dengan keperkasaan. Anak-anak lelaki menjadi lelah, juga letih, dan pria-pria muda pun tersandung, tetapi orang yang berharap kepada Yehuwa akan mendapat kekuatan lagi. Seperti burung elang, mereka akan naik dengan sayapnya. Mereka akan berlari dan tidak menjadi letih; mereka akan berjalan dan tidak menjadi lelah.”​—Yesaya 40:29-31.

      29 Pada waktu berbicara tentang memberikan kekuatan kepada orang yang lelah, Yehuwa mungkin sedang membayangkan perjalanan berat yang perlu ditempuh orang buangan untuk pulang. Yehuwa mengingatkan umat-Nya bahwa Ia selalu membantu orang-orang letih yang mengharapkan dukungan-Nya. Orang-orang yang paling energik sekalipun—”anak-anak lelaki” dan ”pria-pria muda”—bisa kehabisan tenaga karena letih dan tersandung karena kelelahan. Namun, Yehuwa berjanji untuk memberikan kekuatan—kekuatan yang tidak akan pernah habis digunakan untuk berlari dan berjalan—kepada mereka yang percaya kepada-Nya. Melayangnya burung elang, burung yang kuat mengangkasa selama berjam-jam, digunakan untuk menggambarkan bagaimana Yehuwa memberikan kekuatan kepada hamba-hamba-Nya.e Dengan prospek untuk menerima dukungan ilahi seperti itu, orang Yahudi buangan tidak punya alasan untuk berputus asa.

      30. Bagaimana orang Kristen sejati dewasa ini dapat memperoleh penghiburan dari ayat-ayat penutup Yesaya pasal 40?

      30 Ayat-ayat penutup Yesaya pasal 40 ini memuat kata-kata penghiburan bagi orang Kristen sejati yang hidup di hari-hari terakhir sistem fasik ini. Dengan begitu banyaknya tekanan dan problem yang mengecilkan hati, kita merasa dikuatkan kembali karena mengetahui bahwa berbagai kesusahan yang kita tanggung dan ketidakadilan yang kita derita tidak akan dibiarkan begitu saja oleh Allah kita. Kita dapat yakin bahwa Pencipta segala sesuatu, Pribadi yang ”pengertiannya tidak terhingga”, akan membenahi segala ketidakadilan pada waktu dan dengan cara yang telah Ia tetapkan. (Mazmur 147:5, 6) Sementara ini, kita tidak perlu bertahan dengan kekuatan sendiri. Yehuwa, yang memiliki sumber daya yang tidak pernah habis, dapat memberikan kekuatan—bahkan ”kuasa yang melampaui apa yang normal”—kepada hamba-hamba-Nya yang berada dalam pencobaan.​—2 Korintus 4:7.

      31. Janji tentang terang rohani apa dimuat dalam nubuat Yesaya bagi orang Yahudi yang ditawan di Babilon, dan dalam hal apa kita dapat percaya secara mutlak?

      31 Bayangkan keadaan orang-orang Yahudi yang ditawan di Babilon pada abad keenam SM. Ratusan kilometer dari sana, terletak kota Yerusalem yang tercinta dalam keadaan telantar, dan baitnya telah hancur. Bagi mereka, nubuat Yesaya memuat janji tentang terang rohani dan harapan yang menghibur—Yehuwa akan membawa mereka kembali ke tanah asal mereka! Pada tahun 537 SM, Yehuwa membuktikan bahwa Ia adalah Penggenap janji dengan memimpin umat-Nya pulang. Kita pun dapat memiliki keyakinan mutlak kepada-Nya. Janji-janji Kerajaan-Nya, yang dengan begitu indah dinyatakan dalam nubuat Yesaya, akan menjadi kenyataan. Ini benar-benar kabar baik—berita tentang terang bagi seluruh umat manusia!

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan