-
Yehuwa Merendahkan Kota yang AngkuhNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
-
-
’Beristirahatlah dari Kesakitanmu’
17, 18. Berkat-berkat apa yang akan diterima Israel karena kekalahan Babilon?
17 Kejatuhan Babilon akan memberikan kelegaan bagi Israel. Itu berarti kebebasan dari penawanan dan kesempatan untuk kembali ke Tanah Perjanjian. Oleh karena itu, Yesaya sekarang berkata, ”Yehuwa akan memperlihatkan belas kasihan kepada Yakub, dan ia pasti masih memilih Israel; dan ia akan memberi mereka kedamaian di atas tanah mereka, dan penduduk asing akan bergabung dengan mereka, dan mereka akan mengikatkan diri dengan keturunan Yakub. Bangsa-bangsa akan membawa dan mengantarkan mereka ke tempat mereka sendiri, dan keturunan Israel akan mengambil mereka menjadi milik di atas tanah Yehuwa untuk dijadikan hamba-hamba lelaki dan hamba-hamba perempuan; dan mereka akan menjadi penawan orang-orang yang menawan mereka, dan mereka akan menundukkan orang yang menekan mereka untuk bekerja.” (Yesaya 14:1, 2) ”Yakub” di sini memaksudkan Israel secara keseluruhan—ke-12 sukunya. Yehuwa akan menunjukkan belas kasihan kepada ”Yakub” dengan mengizinkan bangsa itu pulang. Mereka akan disertai oleh ribuan orang asing, kebanyakan di antaranya akan melayani orang Israel sebagai hamba-hamba di bait. Ada orang-orang Israel yang bahkan akan berkuasa atas orang-orang yang sebelumnya menawan mereka.c
18 Penderitaan akibat hidup di pembuangan akan berlalu. Sebagai gantinya, Yehuwa akan memberikan kepada umat-Nya ”istirahat dari kesakitan dan keresahan [mereka] dan dari pekerjaan yang sangat berat yang untuknya [mereka] diperbudak”. (Yesaya 14:3) Setelah dibebaskan dari belenggu perbudakan secara fisik, Israel tidak akan lagi mengalami kesakitan dan keresahan karena hidup di antara para penyembah allah-allah palsu. (Ezra 3:1; Yesaya 32:18) Dalam mengomentari hal ini, buku Lands and Peoples of the Bible mengatakan, ”Bagi orang Babilonia, allah-allahnya sama seperti dirinya, sampai ke sifat-sifatnya yang terburuk. Allah-allah itu pengecut, pemabuk dan dungu.” Sungguh lega rasanya karena dapat keluar dari lingkungan keagamaan yang bobrok seperti itu!
19. Apa yang diperlukan jika Israel ingin mendapatkan pengampunan Yehuwa, dan apa yang dapat kita pelajari dari hal ini?
19 Sekalipun demikian, belas kasihan Yehuwa bukanlah tanpa syarat. Umat-Nya harus mempertunjukkan penyesalan yang dalam atas kefasikan mereka yang telah menyebabkan Allah memberi mereka hukuman berat. (Yeremia 3:25) Pengakuan yang jujur dan sungguh-sungguh akan mendatangkan pengampunan Yehuwa. (Lihat Nehemia 9:6-37; Daniel 9:5.) Prinsip yang sama berlaku dewasa ini. Karena ”tidak ada orang yang tidak berbuat dosa”, kita semua membutuhkan belas kasihan Yehuwa. (2 Tawarikh 6:36) Yehuwa, Allah yang berbelas kasihan, dengan pengasih menganjurkan kita untuk mengakui dosa-dosa kita kepada-Nya, untuk bertobat dan berhenti dari haluan yang salah, agar kita dapat disembuhkan. (Ulangan 4:31; Yesaya 1:18; Yakobus 5:16) Hal ini tidak hanya membantu kita memperoleh kembali perkenan-Nya tetapi juga menghibur kita.—Mazmur 51:1; Amsal 28:13; 2 Korintus 2:7.
Sebuah ”Peribahasa” untuk Babilon
20, 21. Bagaimana bangsa-bangsa tetangga Babilon bergembira atas kejatuhannya?
20 Lebih dari 100 tahun sebelum bangkitnya Babilon sebagai kuasa dunia utama, Yesaya menubuatkan reaksi dunia terhadap kejatuhannya. Dalam nubuatnya, ia menyuruh orang Israel yang sudah dilepaskan dari penawanan Babilon, ”Engkau akan menyatakan peribahasa ini kepada raja Babilon dan mengatakan, ’Berakhirlah sudah orang yang menekan orang lain untuk bekerja, penindasan akhirnya berhenti! Yehuwa telah mematahkan tongkat orang-orang fasik, tongkat orang-orang yang berkuasa, yaitu yang memukul bangsa-bangsa dalam kemurkaan dengan pukulan yang tidak putus-putusnya, yang menaklukkan bangsa-bangsa dalam kemarahan dengan penganiayaan tanpa ada yang menahan.’” (Yesaya 14:4-6) Babilon telah dikenal sebagai penakluk, penindas yang membuat orang merdeka menjadi budak. Tentu saja kejatuhannya akan dirayakan dengan sebuah ”peribahasa” yang khususnya ditujukan kepada dinasti Babilon—mulai dari Nebukhadnezar dan berakhir dengan Nabonidus dan Belsyazar—yang memimpin selama masa kejayaan kota yang besar itu!
21 Betapa besar pengaruh kejatuhannya! ”Seluruh bumi telah menjadi tenang, bebas dari gangguan. Orang-orang menjadi gembira dengan seruan sukacita. Bahkan pohon-pohon juniper juga bersukacita karena engkau, juga pohon-pohon aras Lebanon, dengan mengatakan, ’Semenjak engkau terbaring, tidak ada pemotong kayu yang datang kepada kami.’” (Yesaya 14:7, 8) Bagi para penguasa Babilon, raja-raja dari bangsa-bangsa di sekelilingnya bagaikan pohon-pohon yang akan ditebang dan digunakan untuk keperluan mereka. Namun, semua itu telah berakhir. Tamatlah riwayat Babilon, si pemotong kayu itu.
22. Dengan gambaran yang puitis, bagaimanakah pengaruh kejatuhan dinasti Babilon atas Syeol?
22 Kejatuhan Babilon begitu mencengangkan sampai kuburan pun bereaksi, ”Bahkan Syeol di bawah menjadi guncang karenamu untuk menyongsongmu pada waktu engkau datang. Karena engkau ia membangunkan orang-orang yang tidak berdaya dalam kematian, semua pemimpin di bumi yang seperti kambing. Ia membuat semua raja bangsa-bangsa bangkit dari takhta mereka. Mereka semua berbicara dan mengatakan kepadamu, ’Apakah engkau juga dibuat lemah seperti kami? Apakah dengan kami engkau telah disamakan? Ke Syeol kesombonganmu dibawa turun, juga suara bising alat-alat musikmu yang bersenar. Di bawahmu, belatung dihamparkan sebagai pembaringan, dan bernga menjadi penutupmu.’” (Yesaya 14:9-11) Sungguh suatu gambaran puitis yang jitu! Seolah-olah kuburan umum umat manusia membangunkan semua raja yang telah mati mendahului dinasti Babilon sehingga mereka dapat menyambut si pendatang baru. Mereka mencemooh Babilon, si penguasa, yang sekarang tidak berdaya, terbaring di atas hamparan belatung sebaliknya dari dipan yang mewah, diselimuti bernga sebaliknya dari linen yang mahal.
”Seperti Bangkai yang Diinjak-injak”
23, 24. Keangkuhan ekstrem yang bagaimana diperlihatkan oleh raja-raja Babilon?
23 Yesaya melanjutkan peribahasa itu, demikian, ”Oh, engkau benar-benar telah jatuh dari langit, engkau yang bersinar, putra fajar! Engkau benar-benar telah ditebang ke bumi, engkau yang melumpuhkan bangsa-bangsa!” (Yesaya 14:12) Kesombongan yang mementingkan diri mendorong raja-raja Babilon untuk meninggikan diri di atas orang-orang yang berada di sekeliling mereka. Seperti bintang yang bersinar terang di langit pada waktu fajar, mereka menggunakan kekuatan dan wewenang dengan angkuh. Salah satu sumber kebanggaan mereka yang istimewa adalah kemenangan Nebukhadnezar atas Yerusalem, suatu prestasi yang tidak dapat dicapai Asiria. Ucapan peribahasa itu melukiskan bahwa dinasti Babilon yang pongah itu mengatakan, ”Ke langit aku akan naik. Jauh di atas bintang-bintang Allah aku akan mengangkat takhtaku, dan aku akan duduk di atas gunung pertemuan, di bagian yang paling jauh di utara. Aku akan naik melebihi tempat-tempat yang tinggi di awan; aku akan membuat diriku mirip Yang Mahatinggi.” (Yesaya 14:13, 14) Adakah gagasan yang lebih gila daripada ini?
24 Dalam Alkitab, raja-raja dari dinasti Daud diumpamakan seperti bintang-bintang. (Bilangan 24:17) Mulai dari Daud dan seterusnya, ”bintang-bintang” memerintah dari Gunung Zion. Setelah Salomo membangun bait di Yerusalem, Zion menjadi nama untuk seluruh kota itu. Di bawah perjanjian Hukum, setiap pria Israel berkewajiban untuk pergi ke Zion tiga kali setahun. Oleh karena itu, kota tersebut menjadi ”gunung pertemuan”. Dengan bertekad untuk menaklukkan raja-raja Yehuda dan kemudian menyingkirkan mereka dari gunung tersebut, Nebukhadnezar menyatakan maksudnya untuk meninggikan diri di atas ”bintang-bintang” itu. Ia tidak memberikan pujian kepada Allah untuk kemenangannya atas mereka. Dengan angkuhnya ia malah menyetarakan diri dengan Yehuwa.
25, 26. Bagaimana dinasti Babilon sampai mengalami akhirnya yang hina?
25 Justru kebalikannyalah yang menanti dinasti Babilon yang sombong itu! Babilon sama sekali tidak akan ditinggikan di atas bintang-bintang Allah. Yehuwa berkata, ”Ke Syeol engkau akan dibawa turun, ke bagian lubang kubur yang paling dalam. Mereka yang melihatmu akan menatapmu; mereka akan memeriksamu dengan cermat, dan mengatakan, ’Inikah orang yang mengguncangkan bumi, yang membuat kerajaan-kerajaan bergoyang dengan keras, yang membuat tanah yang produktif bagaikan padang belantara dan yang merobohkan kota-kotanya, yang tidak membuka jalan pulang bahkan bagi para tahanannya?’” (Yesaya 14:15-17) Dinasti yang ambisius itu akan turun ke Hades (Syeol), tepat seperti manusia-manusia yang lain.
26 Lalu, di mana kelak sang penakluk kerajaan-kerajaan itu, yang menghancurkan tanah yang produktif, dan yang menggulingkan banyak sekali kota? Di mana kelak kuasa dunia yang membawa banyak tawanan dan tidak pernah mengizinkan mereka pulang? Dinasti Babilon bahkan tidak akan mendapatkan penguburan yang layak! Yehuwa mengatakan, ”Semua raja bangsa-bangsa yang lain, ya, mereka semua, telah berbaring dalam kemuliaan, masing-masing di rumahnya. Tetapi mengenai engkau, engkau dibuang tanpa ada kuburan bagimu, seperti tunas yang sangat dibenci, ditutupi dengan orang-orang yang dibunuh dengan tikaman pedang, yang jatuh ke batu-batu dalam sebuah lubang kubur, seperti bangkai yang diinjak-injak. Engkau tidak akan dipersatukan dengan mereka dalam kuburan, sebab engkau membinasakan negerimu sendiri, engkau membunuh bangsamu sendiri. Sampai waktu yang tidak tertentu keturunan para pelaku kejahatan tidak akan disebut-sebut.” (Yesaya 14:18-20) Pada zaman dahulu, adalah suatu keaiban bila seorang raja tidak dimakamkan secara terhormat. Jadi, bagaimana dengan dinasti Babilon? Memang benar bahwa setiap rajanya dimakamkan dengan terhormat, namun dinasti keturunan Nebukhadnezar akan dibuang ”seperti tunas yang sangat dibenci”. Dinasti itu seakan-akan dilemparkan begitu saja ke dalam liang kubur—seperti serdadu yang dibantai dalam pertempuran. Benar-benar suatu penghinaan!
27. Dengan cara bagaimana generasi-generasi Babilon di kemudian hari menderita akibat kesalahan bapak-bapak leluhur mereka?
27 Peribahasa itu berakhir dengan perintah-perintah terakhir untuk Media dan Persia yang berjaya, ”Hai, kamu sekalian, siapkanlah balok pembantaian bagi putra-putranya karena kesalahan bapak-bapak leluhur mereka, agar mereka tidak bangkit dan mengambil bumi menjadi milik dan memenuhi permukaan tanah yang produktif dengan kota-kota.” (Yesaya 14:21) Kejatuhan Babilon bersifat permanen. Dinasti Babilon akan dicabut sampai ke akar-akarnya. Ia tidak akan bangkit kembali. Generasi-generasi Babilon di kemudian hari akan menderita karena ”kesalahan bapak-bapak leluhur mereka”.
28. Apa yang menjadi akar dosa raja-raja Babilon, dan apa yang kita pelajari dari hal ini?
28 Penghakiman yang dinyatakan terhadap dinasti Babilon memberi kita pelajaran yang bagus. Dosa raja-raja Babilon berakar dari ambisi mereka yang tak ada batasnya. (Daniel 5:23) Hati mereka selalu haus kekuasaan. Mereka ingin mendominasi orang lain. (Yesaya 47:5, 6) Dan, mereka bernafsu untuk mendapatkan kemuliaan dari manusia, yang sebenarnya adalah milik Allah. (Penyingkapan 4:11) Hal ini merupakan peringatan bagi siapa pun yang mempunyai wewenang—bahkan dalam sidang Kristen. Ambisi dan kesombongan adalah sifat-sifat yang tidak akan ditoleransi oleh Yehuwa, baik dalam diri orang perorangan maupun bangsa-bangsa.
29. Apa yang dicerminkan oleh kesombongan dan ambisi para penguasa Babilon?
29 Kesombongan para penguasa Babilon adalah cerminan semangat ”allah sistem ini”, yaitu Setan si Iblis. (2 Korintus 4:4) Ia juga haus kekuasaan dan berhasrat untuk menempatkan diri di atas Allah Yehuwa. Sebagaimana halnya dengan raja Babilon dan orang-orang yang ditaklukkannya, ambisi Setan yang fasik telah mengakibatkan kesengsaraan dan penderitaan bagi seluruh umat manusia.
30. Babilon lain apa yang disebutkan dalam Alkitab, dan semangat apa yang ia tunjukkan?
30 Selanjutnya, dalam buku Penyingkapan, kita membaca mengenai Babilon yang lain—”Babilon Besar”. (Penyingkapan 18:2) Organisasi ini, imperium agama palsu sedunia, juga telah memperlihatkan semangat yang angkuh, menindas, dan kejam. Sebagai akibatnya, ia juga harus menghadapi ”hari Yehuwa” dan akan dimusnahkan pada waktu yang ditetapkan Allah. (Yesaya 13:6) Sejak tahun 1919, di seluas dunia telah dikumandangkan berita, ”Babilon Besar telah jatuh!” (Penyingkapan 14:8) Ketika ia tidak lagi dapat menahan umat Allah dalam penawanan, ia sebenarnya telah jatuh. Ia akan segera dimusnahkan sama sekali. Mengenai Babilon zaman dahulu, Yehuwa memerintahkan, ”Balaslah dia sesuai dengan perbuatannya. Sesuai dengan semua yang telah dia lakukan, lakukan itu terhadapnya. Sebab terhadap Yehuwa-lah ia telah bertindak lancang, yaitu terhadap Pribadi Kudus Israel.” (Yeremia 50:29; Yakobus 2:13) Babilon Besar akan menerima penghakiman yang serupa.
31. Apa yang akan segera terjadi atas Babilon Besar?
31 Oleh karena itu, pernyataan akhir Yehuwa untuk nubuat ini di buku Yesaya tidak hanya diterapkan pada Babilon zaman dahulu tetapi juga pada Babilon Besar, ”Aku akan bangkit melawan mereka . . . Aku akan melenyapkan dari Babilon, nama dan orang-orang yang tersisa dan anak-anak dan cucu cicit . . . Aku akan membuat dia menjadi milik landak dan menjadi kolam air, dan aku akan menyapu dia dengan sapu pemusnahan.” (Yesaya 14:22, 23) Reruntuhan Babilon zaman dahulu menunjukkan apa yang akan segera Yehuwa lakukan terhadap Babilon Besar. Sungguh, suatu penghiburan besar bagi para pencinta ibadat sejati! Hal ini benar-benar menganjurkan kita untuk terus berupaya keras agar sifat-sifat setan berupa kesombongan, keangkuhan atau kekejaman tidak pernah berkembang dalam diri kita!
-
-
Yehuwa Merendahkan Kota yang AngkuhNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
-
-
[Gambar di hlm. 186]
Seperti Babilon zaman dahulu, Babilon Besar akan menjadi timbunan reruntuhan
-
-
Keputusan Yehuwa atas Bangsa-BangsaNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
-
-
1. Apa pernyataan penghakiman terhadap Asiria yang dicatat oleh Yesaya?
YEHUWA dapat menggunakan bangsa-bangsa untuk mendisiplin umat-Nya atas kefasikan mereka. Meskipun demikian, Dia tidak begitu saja mengampuni bangsa-bangsa itu atas kekejaman mereka yang keterlaluan, kesombongan mereka, dan kebencian mereka terhadap ibadat sejati. Oleh karena itu, jauh di muka, Dia mengilhami Yesaya untuk mencatat ”maklumat terhadap Babilon”. (Yesaya 13:1) Akan tetapi, saat itu Babilon belum merupakan ancaman. Pada zaman Yesaya, Asiria-lah yang menindas umat perjanjian Allah. Asiria membinasakan kerajaan Israel di utara dan menghancurkan banyak daerah di Yehuda. Tetapi, kemenangan Asiria terbatas sifatnya. Yesaya menulis, ”Yehuwa yang berbala tentara telah bersumpah, dengan mengatakan, ’Sesungguhnya, tepat seperti yang telah aku maksudkan, demikianlah itu harus terjadi . . . untuk menghancurkan orang Asiria di negeriku dan agar aku dapat menginjak-injaknya di gunung-gunungku; dan agar kuknya meninggalkan mereka dan agar tanggungannya meninggalkan bahu mereka.’” (Yesaya 14:24, 25) Tidak lama setelah Yesaya mengucapkan nubuat itu, Asiria tidak lagi menjadi ancaman bagi Yehuda.
2, 3. (a) Pada zaman dahulu, Yehuwa mengacungkan tangan-Nya melawan siapa? (b) Apa artinya Yehuwa mengacungkan tangan-Nya melawan ”semua bangsa”?
2 Namun, bagaimana dengan bangsa-bangsa lain yang memusuhi umat perjanjian Allah? Mereka juga harus dihakimi. Yesaya menyatakan, ”Itulah keputusan yang telah diputuskan atas seluruh bumi, dan itulah tangan yang teracung melawan semua bangsa. Karena Yehuwa yang berbala tentara telah memutuskan, dan siapa yang dapat menggagalkannya? Tangannyalah yang teracung, dan siapa yang dapat menariknya kembali?” (Yesaya 14:26, 27) ”Keputusan” Yehuwa adalah ketentuan-Nya yang tegas, ketetapan-Nya. (Yeremia 49:20, 30) ”Tangan” Allah adalah kuasa yang Dia kerahkan. Dalam ayat-ayat terakhir di Yesaya pasal 14 serta pasal 15 sampai 19, terdapat keputusan Yehuwa atas Filistia, Moab, Damaskus, Etiopia, dan Mesir.
3 Akan tetapi, Yesaya mengatakan bahwa tangan Yehuwa teracung melawan ”semua bangsa”. Jadi, meskipun nubuat-nubuat Yesaya pertama-tama digenapi pada zaman dahulu, nubuat-nubuat tersebut juga berlaku secara prinsip pada ”zaman akhir” manakala Yehuwa mengacungkan tangan-Nya melawan semua kerajaan di bumi. (Daniel 2:44; 12:9; Roma 15:4; Penyingkapan 19:11, 19-21) Jauh sebelumnya, Allah Yang Mahakuasa, Yehuwa, dengan yakin menyingkapkan keputusan-Nya atau rancangan-Nya. Tidak ada yang dapat menarik kembali tangan-Nya yang teracung.—Mazmur 33:11; Yesaya 46:10.
”Ular Beracun yang Terbang” Melawan Filistia
4. Apa beberapa perincian dalam maklumat Yehuwa terhadap Filistia?
4 Perhatian pertama-tama diarahkan kepada orang Filistin. ”Pada tahun ketika Raja Ahaz mati, maklumat ini datang, ’Jangan bersukacita, hai, Filistia, siapa pun dari antara kamu, hanya karena tongkat orang yang memukulmu telah dipatahkan. Karena dari akar ular akan muncul ular berbisa, dan buahnya ialah ular beracun yang terbang.’”—Yesaya 14:28, 29.
5, 6. (a) Bagaimana Uzzia bagaikan seekor ular bagi orang Filistin? (b) Bagi Filistia, Hizkia menjadi seperti apa?
5 Raja Uzzia cukup kuat untuk menangkis ancaman yang dilancarkan Filistia. (2 Tawarikh 26:6-8) Bagi Filistia, Uzzia bagaikan seekor ular, dan tongkatnya terus memukul negara tetangga yang tidak bersahabat itu. Setelah Uzzia mati—’tongkatnya dipatahkan’—Yotam yang setia memerintah, tetapi ”bangsa itu masih bertindak bejat”. Berikutnya, Ahaz menjadi raja. Situasinya berubah, dan orang Filistin berhasil dalam serangan-serangan militer mereka atas Yehuda. (2 Tawarikh 27:2; 28:17, 18) Namun kini, situasinya berubah lagi. Pada tahun 746 SM, Raja Ahaz mati dan Hizkia yang masih muda naik takhta. Jika orang Filistin mengira bahwa keberuntungan masih ada di pihak mereka, mereka sama sekali keliru. Ternyata Hizkia adalah musuh yang mematikan. Sebagai keturunan Uzzia (’buah’ dari ’akarnya’), Hizkia bagaikan ”ular beracun yang terbang”—menyerang dengan tiba-tiba, memagut secepat kilat, dan menimbulkan sengatan yang menyakitkan, ibarat memasukkan racun ke tubuh korbannya.
6 Ini merupakan gambaran yang cocok sekali bagi raja baru tersebut. ”[Hizkia]-lah yang memukul kalah orang Filistin sampai ke Gaza dan juga daerah-daerahnya.” (2 Raja 18:8) Menurut catatan sejarah Raja Sanherib dari Asiria, orang Filistin tunduk kepada Hizkia. ”Orang-orang kecil”—kerajaan Yehuda yang telah berkurang kekuatannya—menikmati keamanan dan kemakmuran, sedangkan Filistia menderita bala kelaparan.—Baca Yesaya 14:30, 31.
7. Pernyataan iman apa harus Hizkia sampaikan kepada duta-duta yang datang ke Yerusalem?
7 Tampaknya ada duta-duta yang datang ke Yehuda—mungkin karena ingin beraliansi melawan Asiria. Apa yang harus diberitahukan kepada mereka? ”Apa yang akan dikatakan orang sebagai jawaban kepada utusan bangsa itu?” Apakah Hizkia harus mencari keamanan melalui aliansi dengan negara-negara asing? Tidak! Ia harus mengatakan kepada utusan-utusan itu, ”Yehuwa sendiri telah meletakkan fondasi Zion, dan di sana orang-orang yang menderita di antara umatnya akan berlindung.” (Yesaya 14:32) Raja harus percaya sepenuhnya kepada Yehuwa. Fondasi Zion kuat. Kota itu akan tetap menjadi tempat berlindung terhadap ancaman Asiria.—Mazmur 46:1-7.
8. (a) Bagaimana beberapa bangsa dewasa ini seperti Filistia? (b) Sebagaimana yang Yehuwa lakukan pada zaman dahulu, apa yang Dia lakukan untuk mendukung umat-Nya dewasa ini?
8 Seperti Filistia, ada bangsa-bangsa yang dewasa ini menentang para penyembah Allah dengan sengit. Orang Kristen Saksi-Saksi Yehuwa telah dijebloskan ke dalam penjara dan kamp konsentrasi. Mereka dilarang. Beberapa dibunuh. Para penentang terus ”mengadakan serangan-serangan tajam terhadap jiwa orang adil-benar”. (Mazmur 94:21) Kelompok Kristen ini tampaknya ”kecil” dan ”miskin” di mata musuh mereka. Akan tetapi, dengan dukungan Yehuwa, mereka menikmati kemakmuran rohani, selagi musuh-musuh mereka menderita bala kelaparan. (Yesaya 65:13, 14; Amos 8:11) Sewaktu Yehuwa mengacungkan tangan-Nya melawan orang Filistin zaman modern, ”orang-orang kecil” ini akan aman. Di mana? Dalam persatuan dengan ”rumah tangga Allah”, dan Yesus-lah batu penjuru fondasinya yang kokoh. (Efesus 2:19, 20) Dan, mereka akan dilindungi oleh ”Yerusalem surgawi”, Kerajaan surgawi Yehuwa, yang Rajanya adalah Yesus Kristus.—Ibrani 12:22; Penyingkapan 14:1.
-