PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Pemabuk-Pemabuk Rohani​—Siapa Mereka?
    Menara Pengawal—1991 | 1 Juni
    • Pemabuk-Pemabuk Rohani​—Siapa Mereka?

      ”Celaka atas mahkota kemegahan pemabuk-pemabuk Efraim.”​—YESAYA 28:1.

      1. Optimisme apa yang dirasakan oleh banyak orang, tetapi apakah harapan mereka akan terwujud?

      KITA sekarang hidup dalam zaman yang menggetarkan. Banyak orang digemparkan oleh perubahan-perubahan politik yang dramatis di seputar dunia dan semakin terlibatnya Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada bulan Desember 1989 Detroit Free Press berkata, ”Seraya planet kita memasuki tahun 1990-an, perdamaian muncul.” Sebuah majalah Soviet mengumumkan, ”Kita bersiap untuk menempa pedang-pedang menjadi mata bajak,” sedangkan sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa mengumumkan, ”Kita tidak lagi dalam perang dingin.” Ya, harapan melambung tinggi, dan tidak diragukan, keadaan dunia memang sedang berubah. Baru-baru ini, perang Teluk menggambarkan betapa cepatnya perubahan dapat terjadi. Tetapi apakah dunia yang sekarang ini akan pernah mewujudkan masa yang benar-benar damai dan aman, dengan semua manfaat yang menyertainya? Jawabannya adalah tidak. Sebenarnya, suatu krisis yang sangat serius akan terjadi, yang akan mengguncang dunia ini sampai ke dasar-dasarnya! Itu adalah krisis yang sangat melibatkan agama.

      2. Bagaimana keadaan sekarang dibandingkan dengan keadaan di Israel dan Yehuda zaman dulu?

      2 Krisis ini digambarkan sebelumnya oleh peristiwa-peristiwa di Israel dan Yehuda zaman dulu pada abad kedelapan dan ketujuh S.M. Pada zaman itu, orang-orang juga berpikir bahwa mereka telah mencapai perdamaian. Tetapi Allah, melalui Yesaya nabi-Nya, memperingatkan bahwa harapan mereka akan perdamaian hanya suatu khayalan yang segera akan disingkapkan. Dengan cara yang sama dewasa ini, Yehuwa, melalui Saksi-Saksi-Nya, memperingatkan umat manusia bahwa mereka akan tertipu jika mereka mengharapkan akan mencapai perdamaian yang bertahan lama melalui upaya manusia. Mari kita membaca peringatan Yehuwa yang bersifat nubuat dan melihat bagaimana hal itu berlaku dewasa ini. Ini terdapat dalam pasal ke-28 dari buku Yesaya dan ditulis sebelum tahun 740 S.M., kemungkinan selama pemerintahan Raja Pekah yang jahat dari Israel dan Raja Ahas yang memberontak dari Yehuda.

      ”Pemabuk-Pemabuk Efraim”

      3. Apa kutukan yang mengejutkan yang disampaikan oleh Yesaya?

      3 Dalam ayat 1 dari pasal 28, kita diguncang oleh suatu pernyataan yang mengejutkan, ”Celaka atas mahkota kemegahan pemabuk-pemabuk Efraim, atas bunga yang sudah mulai layu di perhiasan kepala mereka yang indah-indah​—yaitu kota yang terletak tinggi di atas bukit, di atas lembah yang subur yang penuh peminum anggur yang sudah pening—!” Betapa kaget orang Israel tentunya mendengar kutukan yang keras itu! Siapakah ”pemabuk-pemabuk Efraim” itu? Apa gerangan ”mahkota kemegahan” mereka? Apa yang dimaksud dengan ’kepala yaitu kota yang terletak tinggi di atas lembah yang subur’? Yang lebih penting, apa implikasi dari kata-kata ini bagi kita dewasa ini?

      4. (a) Siapa gerangan Efraim dan kepala di atas lembah yang subur itu? (b) Mengapa Israel merasa aman?

      4 Karena Efraim adalah suku yang paling besar dari kesepuluh suku Israel, istilah ”Efraim” kadang-kadang memaksudkan seluruh kerajaan utara. Jadi ”pemabuk-pemabuk Efraim” sebenarnya adalah pemabuk-pemabuk Israel. Ibu kota Israel adalah Samaria, yang terletak di tempat yang tinggi di atas kepala sebuah lembah yang subur. Maka ungkapan ’kepala yaitu kota yang terletak tinggi di atas lembah yang subur’ memaksudkan Samaria. Ketika kata-kata ini ditulis, kerajaan Israel, sudah sangat bejat secara agama. Selain itu, ia telah mengadakan persekutuan politik dengan Aram atau Siria melawan Yehuda dan sekarang merasa sangat aman. (Yesaya 7:1-9) Hal itu akan berubah. Suatu krisis sedang mendekat. Itulah sebabnya Yehuwa menyatakan ”celaka atas mahkota kemegahan pemabuk-pemabuk Efraim”.

      5. (a) Apa mahkota kemegahan dari Israel? (b) Siapakah para pemabuk Efraim itu?

      5 Apa gerangan ”mahkota kemegahan” itu? Mahkota adalah lambang dari wewenang kerajaan. Jelas, ”mahkota kemegahan” adalah kedudukan Israel sebagai suatu kerajaan yang berdiri sendiri, terlepas dari Yehuda. Sesuatu akan terjadi yang akan menghancurkan keadaan Israel yang independen sebagai kerajaan itu. Maka, siapakah ”pemabuk-pemabuk Efraim”? Tidak diragukan, ada pemabuk-pemabuk harfiah di Israel, karena Samaria adalah pusat dari ibadat kafir yang tak bermoral. Namun, Alkitab berbicara tentang jenis kemabukan yang lebih buruk. Dalam Yesaya 29:9, kita membaca, ”Jadilah mabuk, tetapi bukan karena anggur, jadilah pusing, tetapi bukan karena arak!” Ini adalah kemabukan rohani, keadaan mabuk yang najis dan mematikan. Para pemimpin Israel—khususnya para pemimpin agamanya—jelas mengalami kemabukan rohani persis seperti itu.

      6. Apa yang membuat Israel purba mabuk?

      6 Apa yang menjadi penyebab kemabukan rohani Israel purba? Pada dasarnya, itu adalah persekutuannya dengan Siria melawan Yehuda, yang memberikan kepada pemimpin-pemimpin bangsa itu perasaan senang karena aman. Kemabukan rohani ini mengakibatkan Israel tidak melihat kenyataan. Seperti seorang pemabuk harfiah, ia optimis, walaupun tidak ada alasan untuk merasa demikian. Selain itu, Israel merasa bangga dengan persekutuannya yang memabukkan dengan Siria, seolah-olah mengenakannya seperti karangan bunga perhiasan kepala yang indah. Tetapi, seperti dikatakan Yesaya, ini adalah karangan bunga yang sudah mulai layu yang tidak akan bertahan lebih lama lagi.

      7, 8. Meskipun merasa aman, apa yang bakal dialami oleh Israel purba?

      7 Yesaya menandaskan ini dalam pasal 28, ayat 2, ”Sesungguhnya, pada [Yehuwa] ada seorang yang kuat dan tegap, seorang yang seperti angin ribut disertai hujan batu, yakni badai yang membinasakan, seorang yang seperti angin ribut disertai air hujan yang hebat menghanyutkan; ia akan menghempaskan mereka ke tanah dengan kekerasan.” Siapakah ”seorang yang kuat dan tegap” ini? Pada zaman Israel purba ini adalah Imperium Asyur yang kuat. Kuasa dunia yang kejam tanpa belas kasihan ini akan menyerang Israel seperti angin ribut disertai air hujan yang hebat menghanyutkan. Dengan akibat apa?

      8 Yesaya selanjutnya berkata, ”Mahkota kemegahan pemabuk-pemabuk Efraim itu akan diinjak-injak dengan kaki, dan bunga yang sudah mulai layu di perhiasan kepala mereka yang indah-indah itu—yaitu kota yang terletak tinggi di atas bukit, di atas lembah yang subur—nasibnya akan seperti nasib buah ara yang masak duluan sebelum musim kemarau: baru saja dilihat orang terus dipetik dan ditelan.” (Yesaya 28:3, 4) Ibu kota Israel, Samaria, adalah seperti buah ara yang masak bagi Asyur, siap untuk dipetik dan ditelan. Persekutuan Israel dengan Siria yang bagaikan karangan bunga perhiasan kepala akan diinjak-injak. Tidak akan ada nilainya bila hari perhitungan tiba. Lebih buruk lagi, kemuliaannya yang bagaikan mahkota yaitu keadaannya yang independen akan dihancurkan di bawah kaki musuh, orang Asyur. Benar-benar suatu bencana!

      ’Imam-Imam dan Nabi-Nabi Telah Sesat’

      9. Mengapa Yehuda mengharapkan berita yang lebih baik dari Yehuwa daripada yang diterima oleh Israel?

      9 Ya, suatu perhitungan yang mengerikan menantikan Israel, dan sebagaimana diperingatkan oleh Allah Yehuwa, perhitungan tersebut tiba pada tahun 740 S.M. ketika Samaria dibinasakan oleh Asyur dan kerajaan bagian utara tidak lagi menjadi bangsa yang independen. Apa yang telah terjadi atas Israel purba menjadi peringatan yang suram bagi agama palsu yang tidak setia dewasa ini, seperti akan kita lihat. Tetapi bagaimana dengan saudara perempuan Israel, yaitu kerajaan Yehuda di sebelah selatan? Pada zaman Israel bait Yehuwa masih berfungsi di Yerusalem, ibu kota Yehuda. Imamat masih berfungsi di sana, dan nabi-nabi seperti Yesaya, Hosea, dan Mikha berbicara atas nama Yehuwa. Maka, berita apa yang ingin Yehuwa sampaikan kepada Yehuda?

      10, 11. Keadaan apa yang menjijikkan terdapat di Yehuda?

      10 Yesaya selanjutnya berkata, ”Orang-orang di sinipun [yaitu, imam-imam dan nabi-nabi di Yerusalem] pening [”sesat”, Klinkert] karena anggur dan pusing karena arak. Baik imam maupun nabi pening karena arak.” (Yesaya 28:7a) Ternyata para pemimpin agama di Yehuda juga mabuk. Seperti halnya di Israel, ada yang kemungkinan mabuk secara harfiah, dan jika demikian, ini benar-benar memalukan. Taurat Allah secara spesifik melarang imam-imam minum minuman keras pada waktu melayani di bait. (Imamat 10:8-11) Kemabukan secara harfiah dalam rumah Allah merupakan pelanggaran yang memuakkan terhadap Taurat Allah.

      11 Namun, lebih serius lagi, ada kemabukan rohani di Yehuda. Sama seperti Israel bersekutu dengan Siria melawan Yehuda, demikian pula Yehuda mencari keamanan melalui persekutuan dengan Asyur. (2 Raja 16:5-9) Meskipun adanya bait Allah dan nabi-nabi-Nya, Yehuda menaruh kepercayaan kepada manusia padahal ia seharusnya menaruh keyakinannya dalam Yehuwa. Lagi pula, karena telah mengadakan persekutuan yang tidak bijaksana itu, para pemimpin merasa tenteram sama seperti tetangga mereka yang mabuk rohani di sebelah utara. Tetapi sikap mereka yang tidak bertanggung jawab itu menjijikkan bagi Yehuwa.

      12. Apa akibat kemabukan rohani dari Yehuda?

      12 Yesaya selanjutnya mengatakan, ”Kacau oleh anggur; mereka pusing oleh arak, pening [”sesat”, Klinkert] pada waktu melihat penglihatan, goyang pada waktu memberi keputusan. Sungguh, segala meja penuh dengan muntah, kotoran, sehingga tidak ada tempat yang bersih lagi.” (Yesaya 28:7b, 8) Mungkin, dalam keadaan mabuk secara harfiah, ada yang benar-benar muntah di bait. Tetapi yang lebih buruk lagi, imam-imam dan nabi-nabi yang seharusnya memberikan bimbingan agama memuntahkan kotoran rohani. Selain itu, dengan pengecualian beberapa orang yang setia, keputusan para nabi menyesatkan, dan mereka meramalkan hal-hal yang palsu bagi bangsa itu. Yehuwa akan menghukum Yehuda untuk kenajisan rohani ini.

      Pemabuk-Pemabuk Rohani Dewasa Ini

      13. Keadaan apa yang terdapat pada abad pertama M. yang sama dengan keadaan di Yehuda, dan keadaan yang sama apa terdapat sekarang?

      13 Apakah nubuat-nubuat Yesaya hanya digenapi atas Israel dan Yehuda purba? Sama sekali tidak. Yesus dan juga rasul Paulus mengutip kata-katanya tentang kemabukan rohani dan menerapkannya pada para pemimpin agama pada zaman mereka. (Yesaya 29:10, 13; Matius 15:8, 9; Roma 11:8) Dewasa ini juga terdapat keadaan seperti pada zaman Yesaya—kali ini dalam Susunan Kristen, suatu organisasi agama seluas dunia yang mengaku mewakili Allah. Sebaliknya dari mengambil sikap teguh membela kebenaran dan bersandar pada Yehuwa, Susunan Kristen, Katolik dan Protestan, menaruh imannya dalam dunia. Maka ia terhuyung-huyung dan goyah seperti pemabuk-pemabuk dari Israel dan Yehuda. Pemabuk-pemabuk rohani dari bangsa-bangsa pada zaman dulu itu dengan tepat menggambarkan para pemimpin rohani dari Susunan Kristen dewasa ini. Mari kita lihat bagaimana persisnya.

      14. Bagaimana para pemimpin agama Susunan Kristen sama mabuknya dengan para pemimpin Samaria dan Yehuda purba?

      14 Seperti Samaria dan Yerusalem, Susunan Kristen telah banyak minum anggur persekutuan politik. Pada tahun 1919 ia termasuk di antara pendukung utama Liga Bangsa-Bangsa. Meskipun Yesus berkata bahwa umat Kristiani tidak akan menjadi bagian dari dunia, para pemimpin Susunan Kristen memupuk hubungan dengan para pemimpin politik. (Yohanes 17:14-16) Anggur simbolik dari kegiatan semacam itu merangsang kaum pendeta. (Bandingkan Wahyu 17:4.) Mereka senang dimintai nasihat oleh para politikus dan bergaul dengan orang-orang terkemuka dari dunia ini. Akibatnya, mereka tidak dapat memberikan bimbingan rohani yang sejati. Mereka memuntahkan kenajisan dan tidak mengucapkan berita kebenaran yang murni. (Zefanya 3:9) Dengan penglihatan mereka yang kabur dan kacau, mereka bukan pembimbing yang dapat diandalkan bagi umat manusia.—Matius 15:14.

      ”Hukum Bertambah Hukum”

      15, 16. Bagaimana tanggapan orang-orang di zaman Yesaya atas peringatan yang ia berikan?

      15 Pada abad kedelapan S.M., Yesaya menyingkapkan haluan yang salah dari para pemimpin rohani di Yehuda khususnya. Bagaimana tanggapan mereka? Mereka sangat benci disingkapkan! Ketika Yesaya bertekun mengumumkan peringatan Allah, para pemimpin agama menjawab dengan pedas, ”Kepada siapakah dia ini mau mengajarkan pengetahuannya dan kepada siapakah ia mau menjelaskan nubuat-nubuatnya? Seolah-olah kepada anak yang baru disapih, dan yang baru cerai susu!” (Yesaya 28:9) Ya, apakah Yesaya pikir ia berbicara kepada bayi-bayi? Para pemimpin agama Yerusalem menganggap diri mereka orang dewasa, sanggup sepenuhnya membuat keputusan bagi diri sendiri. Mereka tidak perlu mendengarkan peringatan-peringatan Yesaya yang terus mengganggu.

      16 Para pemimpin agama tersebut bahkan membuat lelucon tentang pekerjaan pengabaran Yesaya. Mereka bernyanyi-nyanyi kepadanya, ”Karena adalah hukum bertambah hukum dan hukum bertambah hukum, syarat bertambah syarat dan syarat bertambah syarat, di sini sedikit, di sana sedikit.” (Yesaya 28:10, Klinkert) ’Yesaya terus mengulang-ulangi kata-katanya,’ kata mereka. ’Ia terus saja berkata, ”Inilah yang Yehuwa perintahkan! Inilah yang Yehuwa perintahkan! Ini standar Yehuwa! Ini standar Yehuwa!”’ Dalam bahasa Ibrani aslinya, Yesaya 28:10 merupakan suatu sajak yang diulang-ulangi, mirip seperti sajak taman kanak-kanak. Demikianlah Yesaya dalam pandangan para pemimpin agama, terus mengulang-ulang kata-katanya dan kekanak-kanakan.

      17. Bagaimana tanggapan banyak orang dewasa ini terhadap berita peringatan yang diumumkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa?

      17 Pada abad pertama M., pengabaran Yesus dan murid-muridnya juga kedengaran diulang-ulangi dan tidak canggih. Mereka yang mengikuti Yesus dianggap oleh para pemimpin agama Yahudi sebagai orang dusun yang terkutuk, tidak canggih, orang biasa yang tidak terpelajar. (Yohanes 7:47-49; Kisah 4:13) Saksi-Saksi Yehuwa dewasa ini sering dipandang dengan cara yang sama. Mereka tidak sekolah di seminari-seminari Susunan Kristen, dan mereka tidak menggunakan gelar-gelar yang muluk-muluk atau istilah-istilah teologi seperti kaum pendeta. Maka orang-orang terkemuka dalam Susunan Kristen memandang rendah mereka, merasa bahwa mereka harus tahu diri dan lebih menghormati pemimpin-pemimpin agama ini.

      18. Apa yang diabaikan oleh para pemimpin agama sekarang?

      18 Tetapi, ada sesuatu yang diabaikan oleh para pemimpin agama itu. Meskipun orang-orang terkemuka pada zaman Yesaya menolak beritanya, ia mengatakan kebenaran, dan peringatan-peringatannya digenapi! Demikian pula, peringatan-peringatan yang diucapkan Saksi-Saksi Yehuwa dewasa ini benar, dengan kokoh didasarkan atas Firman kebenaran Allah, Alkitab. (Yohanes 17:17) Maka, ini akan digenapi.

      Perhitungan

      19. Bagaimana Yehuda dipaksa mendengar kepada orang-orang asing yang mengucapkan logat yang ganjil?

      19 Di Yesaya 28:11, kita membaca, ”Oleh orang-orang yang berlogat ganjil dan oleh orang-orang yang berbahasa asing [Ia] akan berbicara kepada bangsa ini.” Ajaran Yesaya kedengaran seperti ocehan asing bagi Yehuda. Meskipun Yehuda selamat dari ancaman Asyur yang melanda Israel, pada waktunya Yehuwa akan berurusan dengan Yehuda melalui seorang asing yang lain, yaitu Nebukadnezar. (Yeremia 5:15-17) Bahasa Babel kedengaran kasar dan ganjil di telinga orang Ibrani. Tetapi mereka dipaksa mendengarkan itu ketika Yerusalem dan baitnya dihancurkan pada tahun 607 S.M. dan penduduknya diseret ke pembuangan di Babel. Dengan cara yang sama dewasa ini, Susunan Kristen tidak lama lagi harus menderita karena, seperti Yehuda zaman dulu, ia mengabaikan nasihat Yehuwa.

      20, 21. Apa yang dengan tidak henti-hentinya diumumkan oleh Saksi-Saksi, namun apa yang tidak mau dilakukan oleh para pemimpin Susunan Kristen?

      20 Nubuat tersebut mengatakan tentang orang-orang demikian, ’Ia sudah berfirman kepada mereka itu demikian: Bahwa inilah perhentian; berikanlah perhentian kepada orang yang lelah; dan di sini adalah kesenangan! tetapi tiada mereka itu mau mendengarkan. Maka sebab itu firman Yehuwa jadi baginya akan hukum bertambah hukum, hukum bertambah hukum, syarat bertambah syarat, syarat bertambah syarat, di sini sedikit, di sana sedikit, supaya mereka itu pergi dan tergelincuh ke belakang dan kena luka dan jerat lalu ditangkap.’—Yesaya 28:12, 13, Klinkert.

      21 Tanpa henti-hentinya, sebagaimana Yesaya menyampaikan berita Allah, Saksi-Saksi Yehuwa memberi tahu Susunan Kristen agar menaruh harapannya dalam Kerajaan Allah. Tetapi ia tidak mau mendengarkan. Bagi dia, Saksi-Saksi kelihatan seperti mengoceh dalam bahasa asing. Mereka berbicara dalam bahasa yang tidak dapat ia mengerti. Susunan Kristen menolak untuk memberikan perhentian atau harapan kepada orang yang lelah dengan memberitakan tentang Kerajaan Allah dan dunia baru yang akan datang. Sebaliknya, ia mabuk dengan anggur, yaitu hubungannya dengan dunia. Ia lebih suka mendukung pemecahan secara politik untuk problem-problem umat manusia. Seperti orang-orang Yahudi di zaman Yesus, ia sendiri tidak mencari tempat perhentian Kerajaan, dan ia tidak memberi tahu orang lain tentang itu.—Matius 23:13.

      22. Mengenai apa Yehuwa memberi tahu para pemimpin Susunan Kristen?

      22 Maka, kata-kata nubuat Yesaya memberi tahu kaum pendeta bahwa Yehuwa tidak akan selalu berbicara melalui Saksi-Saksi-Nya yang tidak berbahaya. Tidak lama lagi, Yehuwa akan melaksanakan ”hukum bertambah hukum, syarat bertambah syarat”-Nya dan akibatnya adalah bencana besar bagi Susunan Kristen. Para pemimpin agamanya dan kawanannya akan ’kena luka, terjerat lalu ditangkap’. Ya, seperti Yerusalem purba, sistem-sistem agama Susunan Kristen akan dihancurkan secara total. Benar-benar suatu perkembangan yang mengejutkan dan tidak terduga kelak! Benar-benar akibat yang mengerikan karena kaum pendeta lebih menyukai kemabukan rohani, daripada peringatan-peringatan Yehuwa!

  • Perlindungan Mereka​—Suatu Dusta!
    Menara Pengawal—1991 | 1 Juni
    • Perlindungan Mereka​—Suatu Dusta!

      ”Kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri.”​—YESAYA 28:15.

      1, 2. (a) Organisasi mana dewasa ini seharusnya memperhatikan apa yang telah terjadi atas kerajaan Yehuda purba? (b) Keyakinan yang salah tempat apa yang dipegang oleh Yehuda?

      APAKAH kata-kata tersebut berlaku atas Susunan Kristen pada zaman kita sebagaimana halnya atas kerajaan Yehuda dua suku pada zaman dulu? Pastilah demikian! Persamaan itu merupakan tanda yang tidak baik bagi Susunan Kristen zaman modern. Ini berarti bahwa organisasi agama yang murtad itu akan segera ditimpa bencana.

      2 Di sebelah utara Yehuda terdapat kerajaan Israel sepuluh suku. Ketika Israel terbukti tidak setia, Yehuwa membiarkan dia ditaklukkan oleh Asyur pada tahun 740 S.M. Saudara perempuannya di sebelah selatan, kerajaan Yehuda, menyaksikan peristiwa tragis ini tetapi dengan yakin merasa hal semacam itu tidak pernah akan terjadi atasnya. ’Ya,’ para pemimpinnya membual, ’bukankah bait Yehuwa berada di Yerusalem? Bukankah kami umat yang diperkenan Allah? Bukankah imam-imam dan nabi-nabi kami berbicara atas nama Yehuwa?’ (Bandingkan Yeremia 7:4, 8-11.) Para pemimpin agama tersebut yakin bahwa mereka aman. Tetapi mereka keliru! Mereka tidak setia sama seperti kerabat mereka di utara. Jadi, apa yang terjadi atas Samaria juga akan terjadi atas Yerusalem.

      3. Mengapa Susunan Kristen merasa yakin akan masa depan, namun apakah ada alasan yang baik untuk keyakinan mereka?

      3 Dengan cara yang sama, Susunan Kristen mengaku mempunyai hubungan istimewa dengan Allah. ’Ya,’ ia membual, ’kami memiliki puluhan ribu gereja, dan kaum pendeta yang profesional, maupun ratusan juta penganut. Kami juga memiliki Alkitab, dan kami menggunakan nama Yesus dalam ibadat kami. Kami pasti diperkenan Allah!’ Tetapi, apa yang terjadi atas Yerusalem purba merupakan peringatan keras. Meskipun ada perkembangan politik yang luar biasa baru-baru ini, kita tahu bahwa tidak lama lagi Yehuwa akan bertindak dengan tegas terhadap Susunan Kristen dan semua agama palsu lain.

      ”Perjanjian dengan Maut”

      4. Perjanjian apa yang Yehuda pikir telah ia adakan?

      4 Pada zaman purba dulu, Yerusalem yang tidak setia mendapat banyak peringatan melalui nabi-nabi sejati dari Allah, tetapi ia tidak mempercayai peringatan tersebut. Sebaliknya, Yerusalem menyombongkan diri bahwa kematian tidak akan pernah membawanya ke Sheol, yaitu kuburan, seperti yang dialami kerajaan Israel di sebelah utara. Yesaya sang nabi diilhami untuk mengatakan kepada Yehuda, ”Sebab itu dengarlah firman [Yehuwa], hai orang-orang pencemooh [”pembual”, NW], hai orang-orang yang memerintah rakyat yang ada di Yerusalem ini! Karena kamu telah berkata: ’Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut [Sheol] kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya [”banjir besar datang sekonyong-konyong”, NW], kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri.’”—Yesaya 28:14, 15.

      5. (a) Apa perjanjian yang katanya dibuat oleh Yehuda dengan maut? (b) Peringatan apa, yang diberikan kepada Raja Asa, telah dilupakan oleh Yehuda?

      5 Ya, para pemimpin Yerusalem mengira telah mengikat perjanjian, seolah-olah, dengan kematian dan Sheol agar kota mereka dilindungi. Tetapi apakah perjanjian yang katanya dibuat oleh Yerusalem dengan maut berarti bahwa ia telah bertobat dari dosa-dosanya dan sekarang percaya kepada Yehuwa untuk mendapat keselamatan? (Yeremia 8:6, 7) Sama sekali tidak! Sebaliknya, ia berpaling kepada para penguasa politik untuk mendapatkan bantuan. Tetapi keyakinannya kepada sekutu-sekutu duniawi merupakan khayalan, suatu dusta. Orang-orang dunia yang ia percayai tidak dapat menyelamatkan dia. Karena Yerusalem meninggalkan Yehuwa, Yehuwa meninggalkan dia. Halnya terjadi tepat seperti telah diperingatkan oleh nabi Azaria kepada Raja Asa, ”[Yehuwa] beserta dengan kamu bilamana kamu beserta dengan Dia. Bilamana kamu mencariNya, Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi bilamana kamu meninggalkanNya, kamu akan ditinggalkanNya.”—2 Tawarikh 15:2.

      6, 7. Langkah-langkah apa yang diambil oleh Yehuda untuk memastikan keselamatannya, tetapi dengan hasil akhir apa?

      6 Yakin akan persekutuan politik mereka, para pemimpin Yerusalem merasa pasti bahwa tidak akan ada ’banjir besar yang datang sekonyong-konyong’ berupa bala tentara yang menyerbu, yang akan mengganggu perdamaian dan keamanan mereka. Ketika ia diancam oleh liga antara Israel dan Siria, Yerusalem berpaling kepada Asyur untuk mendapatkan bantuan. (2 Raja 16:5-9) Kemudian, ketika diancam oleh pasukan tentara Babel, ia meminta dukungan dari Mesir. Firaun menanggapinya dengan mengirimkan tentara Mesir untuk membantu.—Yeremia 37:5-8; Yehezkiel 17:11-15.

      7 Tetapi pasukan Babel terlalu kuat, dan pasukan Mesir harus mengundurkan diri. Keyakinan Yerusalem akan Mesir ternyata suatu kekeliruan, dan pada tahun 607 S.M. Yehuwa meninggalkan dia untuk dihancurkan tepat seperti yang telah Ia nubuatkan. Jadi para penguasa dan imam-imam Yerusalem ternyata keliru! Kepercayaan mereka dalam persekutuan duniawi untuk mendapatkan perdamaian dan keamanan adalah ”suatu dusta” yang disapu bersih oleh banjir sekonyong-konyong berupa pasukan tentara Babel.

      Menolak ”Batu Penjuru”

      8. Bagaimana Susunan Kristen telah mengambil pendirian yang mirip sekali dengan pendirian Yehuda purba?

      8 Apakah ada keadaan yang serupa dewasa ini? Jelas ada! Kaum pendeta Susunan Kristen juga merasa bahwa mereka tidak akan ditimpa bencana. Sebenarnya, mereka berkata seperti dinubuatkan oleh Yesaya, ”Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut [Sheol] kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya [”banjir besar datang sekonyong-konyong”, NW], kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri.” (Yesaya 28:15) Seperti Yerusalem purba, Susunan Kristen berpaling kepada persekutuan duniawi untuk memperoleh keamanan, dan kaum pendetanya tidak mau mencari perlindungan kepada Yehuwa. Ya, mereka bahkan tidak mau menggunakan nama-Nya, dan mereka mengejek serta menganiaya orang-orang yang menghormati nama itu. Perbuatan kaum pendeta Susunan Kristen tepat seperti yang dilakukan imam-imam kepala Yahudi pada abad pertama ketika mereka menolak Kristus. Sebenarnya, mereka mengatakan, ”Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!”—Yohanes 19:15.

      9. (a) Siapa yang memperingatkan Susunan Kristen sekarang dengan cara yang sama seperti Yesaya memperingatkan Yehuda? (b) Kepada siapa Susunan Kristen hendaknya berpaling?

      9 Dewasa ini, Saksi-Saksi Yehuwa memperingatkan bahwa suatu banjir berupa pasukan eksekutor akan segera melanda Susunan Kristen. Selain itu, mereka menunjukkan tempat perlindungan sejati dari banjir itu. Mereka mengutip Yesaya 28:16, yang berbunyi, ”Beginilah firman Tuhan ALLAH [Yehuwa]: ’Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah [”panik”, NW]!’” Siapakah ”batu penjuru yang mahal” ini? Rasul Petrus mengutip kata-kata ini dan menerapkannya kepada Kristus Yesus. (1 Petrus 2:6) Jika Susunan Kristen berupaya berdamai dengan Kristus Yesus, Raja dari Yehuwa, maka dia dapat terhindar dari banjir sekonyong-konyong yang akan menimpa.—Bandingkan Lukas 19:42-44.

      10. Keterlibatan apa yang dipupuk oleh Susunan Kristen?

      10 Akan tetapi ia tidak berbuat demikian. Sebaliknya, dalam mengejar perdamaian dan keamanan, dengan lihai ia berupaya mendapatkan perkenan para pemimpin politik dari bangsa-bangsa—melakukan ini meskipun Alkitab memperingatkan bahwa persahabatan dengan dunia berarti permusuhan dengan Allah. (Yakobus 4:4) Selain itu, pada tahun 1919 ia dengan tegas mendukung Liga Bangsa-Bangsa sebagai harapan yang terbaik bagi manusia untuk perdamaian. Sejak 1945, ia menaruh harapannya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Bandingkan Wahyu 17:3, 11.) Seberapa luaskah keterlibatannya dengan organisasi ini?

      11. Perwakilan apa yang dimiliki agama dalam PBB?

      11 Sebuah buku baru-baru ini memberikan pandangan, ”Tidak kurang dari dua puluh empat organisasi Katolik diwakili di PBB. Beberapa di antara para pemimpin agama dunia telah mengunjungi organisasi internasional tersebut. Yang paling mengesankan adalah kunjungan Yang Mulia Paus Paulus VI pada sidang umum tahun 1965 dan kunjungan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1979. Banyak agama memiliki permohonan, doa, hymne dan kebaktian khusus bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Yang paling penting adalah contoh-contoh dari agama Katolik, Unitarian-Universalist, Baptis dan gerakan Bahai.”

      Harapan yang Sia-Sia untuk Perdamaian

      12, 13. Meskipun harapan yang meluas bahwa perdamaian sudah dekat, mengapa Saksi-Saksi Yehuwa yakin bahwa peringatan yang mereka berikan itu benar?

      12 Salah seorang pemimpin politik yang paling berkuasa di dunia menggemakan harapan dari banyak orang ketika ia berkata, ”Generasi manusia di bumi ini sekarang dapat menyaksikan datangnya masa damai yang tidak dapat diubah dalam sejarah peradaban.” Apakah ia benar? Apakah perkembangan baru-baru ini berarti bahwa peringatan yang diucapkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa mengenai pelaksanaan hukuman Yehuwa atas bangsa-bangsa tidak akan terjadi? Apakah Saksi-Saksi Yehuwa keliru?

      13 Tidak, mereka tidak keliru. Mereka tahu bahwa mereka mengatakan kebenaran karena mereka menaruh kepercayaan kepada Yehuwa dan kepada Alkitab, yang adalah Firman kebenaran dari Allah sendiri. Titus 1:2 (BIS) berkata, ”Allah . . . tidak mungkin berdusta.” Maka mereka mempunyai keyakinan penuh bahwa bila nubuat Alkitab mengatakan suatu hal akan terjadi, maka hal itu pasti akan terjadi. Yehuwa sendiri berkata, ”Demikianlah firmanKu yang keluar dari mulutKu: ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki.”—Yesaya 55:11.

      14, 15. (a) Apa yang diumumkan oleh para pemimpin Yehuda tidak lama sebelum kehancuran Yerusalem pada tahun 607 S.M.? (b) Apa yang Paulus nubuatkan akan diumumkan sebelum kebinasaan tiba-tiba menimpa dunia ini? (c) Apa yang dapat kita harapkan pada klimaks dari pengumuman yang dinubuatkan di 1 Tesalonika 5:3?

      14 Dalam tahun-tahun sebelum kehancuran Yerusalem pada tahun 607 S.M., Yeremia melaporkan bahwa para pemimpin berseru, ”Damai sejahtera! Damai sejahtera!” (Yeremia 8:11) Namun, itu suatu dusta. Yerusalem dihancurkan sebagai penggenapan atas peringatan terilham dari nabi-nabi Yehuwa yang benar. Rasul Paulus memperingatkan bahwa sesuatu yang sama akan terjadi pada zaman kita. Ia berkata bahwa manusia akan meneriakkan ”Semuanya damai dan aman!” Tetapi kemudian, katanya, ”tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan [dalam waktu sekejap, NW]”.—1 Tesalonika 5:3.

      15 Seraya kita memasuki tahun 1990-an, surat kabar dan majalah di mana-mana mengatakan bahwa Perang Dingin sudah lewat dan bahwa perdamaian dunia akhirnya mulai tampak. Namun kemudian perang meletus di Timur Tengah. Akan tetapi, cepat atau lambat situasi dunia akan berkembang menuju titik manakala seruan ”Semuanya damai dan aman!” yang dinubuatkan di 1 Tesalonika 5:2, 3 akan meningkat menuju suatu klimaks. Dengan harapan yang terpancang kuat pada Firman Allah, kita mengetahui bahwa, bila klimaks tersebut tercapai, penghukuman Allah akan dilaksanakan dengan cepat dan tanpa kekeliruan. Pengumuman damai dan aman apapun yang palsu, hendaknya tidak membuat kita berpikir bahwa kebinasaan yang dinubuatkan oleh Allah tidak akan datang. Penghukuman Yehuwa tanpa dapat diubah dicatat dalam Firman-Nya, Alkitab. Susunan Kristen, bersama semua agama palsu lainnya, akan dibinasakan. Setelah itu penghukuman yang membinasakan dari Yehuwa akan dinyatakan terhadap sisa dari dunia Setan. (2 Tesalonika 1:6-8; 2:8; Wahyu 18:21; 19:19-21) Karena Saksi-Saksi Yehuwa yakin bahwa Yehuwa akan menepati janji-Nya, mereka terus berjaga-jaga di bawah bimbingan golongan hamba yang setia dan bijaksana dan dengan saksama memperhatikan bagaimana peristiwa-peristiwa dunia berkembang. (Matius 24:45-47) Pasti, upaya apapun dari manusia untuk menciptakan perdamaian hendaknya tidak membuat kita berpikir bahwa Yehuwa telah melupakan maksud-tujuan-Nya untuk mendatangkan banjir kebinasaan yang sekonyong-konyong atas Susunan Kristen yang penuh dosa.

      ’Allah Adalah Perlindungan Kita’

      16, 17. Bagaimana tanggapan Saksi-Saksi Yehuwa jika ada yang tersinggung oleh keterusterangan berita mereka?

      16 Beberapa orang mungkin tersinggung oleh keterusterangan Saksi-Saksi Yehuwa dalam mengumumkan hal ini. Namun, bila mereka mengatakan bahwa para penguasa yang religius dari Susunan Kristen telah mencari perlindungan dalam suatu penyelenggaraan yang bersifat dusta, mereka hanya menyampaikan apa yang Alkitab katakan. Bila mereka mengatakan bahwa Susunan Kristen layak dihukum karena telah menjadi bagian dari dunia, mereka hanya melaporkan apa yang Allah sendiri katakan dalam Alkitab. (Filipi 3:18, 19) Selain itu, karena Susunan Kristen telah menaruh kepercayaannya dalam rencana-rencana yang diusulkan oleh dunia ini, ia sebenarnya mendukung ilah dunia ini, yaitu Setan si Iblis, yang menurut Yesus adalah bapak segala dusta.—Yohanes 8:44; 2 Korintus 4:4, NW.

      17 Karena itu, Saksi-Saksi Yehuwa menyatakan: Berkenaan kami, kami tidak menganjurkan harapan palsu mengenai perdamaian dunia dengan adanya perubahan dalam keadaan politik. Sebaliknya, kami menggemakan kata-kata pemazmur, ”Allah ialah tempat perlindungan kita. . . . Hanya angin saja orang-orang yang hina, suatu dusta saja orang-orang yang mulia. Pada neraca . . . mereka sekalian lebih ringan dari pada angin.” (Mazmur 62:9, 10) Upaya manusia untuk memajukan dan mempertahankan Susunan Kristen serta sisa lainnya dari sistem ini adalah suatu kepalsuan, suatu dusta! Mereka semua bila digabungkan, tidak mempunyai kuasa untuk menggagalkan maksud-tujuan Yehuwa, sama seperti angin belaka!

      18. Peringatan apa dari pemazmur cocok dewasa ini?

      18 Saksi-Saksi Yehuwa juga mengutip Mazmur 33, ayat 17 sampai 19, yang berbunyi, ”Kuda [dari Mesir, yang melambangkan peperangan] adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan [”keselamatan”, NW] yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan. Sesungguhnya, mata [Yehuwa] tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.” Dewasa ini, umat Kristiani sejati percaya kepada Yehuwa dan Kerajaan surgawi-Nya, yaitu satu-satunya penyelenggaraan yang dapat mendatangkan perdamaian abadi.

      Susunan Kristen ”Diinjak-injak”

      19. Mengapa bersandar pada organisasi-organisasi politik untuk mendatangkan perdamaian dunia merupakan khayalan?

      19 Dengan percaya kepada pengganti Kerajaan Allah bikinan manusia, mereka menjadikan pengganti itu sebagai suatu patung, suatu obyek penyembahan. (Wahyu 13:14, 15) Jadi, menganjurkan agar percaya kepada lembaga-lembaga politik, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk memperoleh perdamaian dan keamanan ini, merupakan khayalan, suatu dusta. Mengenai obyek-obyek harapan palsu semacam itu, Yeremia berkata, ”Patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya, semuanya adalah kesia-siaan, pekerjaan yang menjadi buah ejekan, dan yang akan binasa pada waktu dihukum.” (Yeremia 10:14, 15) Karena itu, kuda-kuda perang dari Mesir imbangan, yaitu, kekuatan politik-militer dari bangsa-bangsa dewasa ini, tidak akan melindungi wilayah agama dari Susunan Kristen pada hari kemalangannya. Persekutuan antar agama-agama Susunan Kristen dengan dunia ini pasti akan gagal melindungi mereka.

      20, 21. (a) Apa yang terjadi atas Liga Bangsa-Bangsa, dan mengapa nasib Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak akan lebih baik? (b) Bagaimana Yesaya memperlihatkan bahwa persekutuan Susunan Kristen dengan dunia ini tidak akan menyelamatkan dia?

      20 Susunan Kristen menaruh harapannya kepada Liga Bangsa-Bangsa, namun badan itu digulingkan bahkan tanpa kedatangan Armagedon. Sekarang ia mengalihkan kesetiaannya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa. Namun badan itu segera harus menghadapi ’peperangan pada hari besar Allah yang Mahakuasa’, dan ia tidak akan bertahan. (Wahyu 16:14) Bahkan PBB yang dibangun kembali tidak pernah dapat mendatangkan perdamaian dan keamanan. Firman nubuat dari Allah memperlihatkan bahwa organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa beserta bangsa-bangsa anggotanya ”akan berperang melawan Anak Domba [Kristus dalam kuasa Kerajaan]. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja”.—Wahyu 17:14.

      21 Saksi-Saksi Yehuwa dengan yakin mengatakan bahwa tidak ada keselamatan bagi Susunan Kristen dalam persekutuannya dengan dunia Setan. Bila mereka mengatakan hal ini, mereka hanya menunjukkan apa yang Alkitab sendiri katakan. Yesaya 28:17, 18 mengutip firman Yehuwa, ”Aku akan membuat keadilan menjadi tali pengukur, dan kebenaran menjadi tali sipat; hujan batu akan menyapu bersih perlindungan bohong, dan air lebat akan menghanyutkan persembunyian. Perjanjianmu dengan maut itu akan ditiadakan, dan persetujuanmu dengan dunia orang mati itu [Sheol] tidak akan tetap berlaku; apabila cemeti berdesik-desik dengan kerasnya [”banjir besar datang sekonyong-konyong”, NW], kamu akan hancur diinjak-injak.”

      22. Pada waktu keadilan yang sempurna diterapkan atas Susunan Kristen, apa hasilnya?

      22 Bila vonis Yehuwa dilaksanakan, ini adalah sesuai dengan keadilan yang sempurna. Selain itu, dasar keyakinan Susunan Kristen, yaitu ’perjanjiannya dengan maut’, akan disapu bersih seolah-olah dengan banjir besar yang sekonyong-konyong datang. Yesaya selanjutnya berkata, ”Pagi demi pagi ia akan datang, pada waktu siang dan pada waktu malam; maka adalah semata-mata kengerian untuk mengerti [”membuat orang mengerti”, NW] firman yang didengar itu.” (Yesaya 28:19) Betapa mengerikan bagi para pengamat, menyaksikan kuasa penuh dari penghukuman Yehuwa! Betapa dahsyat bagi kaum pendeta Susunan Kristen dan para pengikut mereka, mendapati namun sudah terlambat, bahwa mereka telah menaruh kepercayaan dalam suatu dusta!

      Nama Yehuwa ”Menara yang Kuat”

      23, 24. Sebaliknya daripada mencari keamanan di dunia ini, apa yang akan dilakukan oleh Saksi-Saksi Yehuwa?

      23 Tetapi bagaimana dengan Saksi-Saksi Yehuwa? Sekalipun menghadapi kebencian dan penganiayaan secara internasional, mereka bertekun dengan tetap memelihara diri terpisah dari dunia. Mereka tidak pernah melupakan kata-kata Yesus tentang para pengikutnya, ”Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.” (Yohanes 17:16) Sepanjang hari-hari terakhir ini, mereka menaruh kepercayaan mereka dalam Kerajaan Yehuwa, bukan dalam rencana-rencana manusia. Karena itu, bencana atas Susunan Kristen tidak akan membuat Saksi-Saksi Yehuwa takut. Seperti dinubuatkan Yesaya, ”Siapa yang percaya, tidak akan gelisah [”panik”, NW].”—Yesaya 28:16.

      24 Amsal 18:10 berbunyi, ”Nama [Yehuwa] adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.” Karena itu kami mengundang semua orang yang seperti domba untuk mencari perlindungan dalam Yehuwa dan dalam Kerajaan-Nya di tangan Kristus. Sebagai tempat perlindungan, Yehuwa bukan suatu tipu daya! Kerajaan-Nya di bawah Kristus bukan suatu dusta! Perlindungan dari Susunan Kristen adalah suatu dusta, tetapi perlindungan umat Kristiani sejati adalah kebenaran.

  • Teruslah Peringatkan tentang Perbuatan Yehuwa yang Ajaib
    Menara Pengawal—1991 | 1 Juni
    • Teruslah Peringatkan tentang Perbuatan Yehuwa yang Ajaib

      ”[Yehuwa] akan bangkit seperti di gunung Perasim, Ia akan mengamuk seperti di lembah dekat Gibeon.”—YESAYA 28:21.

      1, 2. Pekerjaan ajaib apa yang Yehuwa lakukan demi kepentingan umat-Nya pada zaman Daud?

      SUATU perbuatan ganjil! Suatu perbuatan yang sangat ajaib! Itulah yang Yehuwa lakukan demi kepentingan umat-Nya pada zaman purba pada abad ke-11 S.M. Perbuatan yang ganjil ini merupakan pola bagi suatu tindakan yang lebih ajaib lagi yang akan Ia laksanakan di masa depan yang dekat. Apa gerangan perbuatan itu pada zaman dulu? Tidak lama setelah Daud dinobatkan sebagai raja di Yerusalem, bangsa tetangga mereka, orang-orang Filistin, melancarkan serangan, dan inilah yang menggerakkan perbuatan Yehuwa yang ganjil. Mula-mula orang Filistin mulai menyerang di Lembah Refraim. Daud memohon kepada Yehuwa apa yang harus ia lakukan dan mendapat perintah untuk melancarkan serangan. Daud menaati nasihat Yehuwa, dan di Baal-Perasim ia secara total mengalahkan pasukan Filistin yang kuat itu. Tetapi orang Filistin tidak mau menyerah begitu saja. Tidak lama kemudian mereka datang kembali untuk memorak-porandakan dan melakukan lebih banyak penjarahan di Lembah Refraim. Sekali lagi, Daud meminta petunjuk Yehuwa.

      2 Kali ini ia diberi tahu agar pergi ke belakang pasukan orang Filistin bersama pasukannya. Yehuwa berkata, ”Bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engkau bertindak cepat, sebab pada waktu itu [Yehuwa] telah keluar berperang di depanmu untuk memukul kalah tentara orang Filistin.” Itulah yang terjadi. Daud menunggu sampai Yehuwa menimbulkan bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau—mungkin melalui angin kencang. Segera, Daud dan pasukannya keluar dari tempat persembunyian dan menyerang orang-orang Filistin yang disimpangkan perhatiannya, mengalahkan mereka dengan pembunuhan besar-besaran. Berhala-berhala yang ditinggalkan berserakan oleh orang Filistin di medan pertempuran, dikumpulkan semuanya dan dimusnahkan.—2 Samuel 5:17-25; 1 Tawarikh 14:8-17.

      3. Mengapa perbuatan Yehuwa yang ganjil penting bagi orang-orang Yahudi pada zaman Yesaya, dan mengapa hal itu penting bagi Susunan Kristen dewasa ini?

      3 Ini suatu perbuatan yang ajaib, suatu tindakan yang ganjil, yang dilaksanakan oleh Yehuwa melawan orang-orang Filistin dan demi kepentingan raja yang Ia urapi. Perbuatan hebat ini khususnya penting karena nabi Yesaya memperingatkan bahwa Yehuwa akan melakukan sesuatu yang juga ganjil dan penuh kuasa melawan pemabuk-pemabuk rohani Yehuda. Jadi, para pemimpin agama yang tidak setia pada zaman Yesaya perlu memperhatikan. Susunan Kristen hendaknya juga memperhatikan karena apa yang terjadi atas Yehuda merupakan pola dari nasib akhir Susunan Kristen.

      ”Tempat Tidur Akan Kurang Panjang”

      4, 5. (a) Bagaimana Yesaya dengan jelas menggambarkan keadaan yang tidak menguntungkan dari para pemimpin agama pada zamannya? (b) Apa penyebab keadaan yang tidak menguntungkan dari Susunan Kristen sekarang?

      4 Pertama-tama, Yesaya menyingkapkan kenyataan bahwa perjanjian-perjanjian yang begitu dipercayai oleh pemabuk-pemabuk rohani zaman dulu merupakan suatu tipu daya, suatu dusta. Kemudian ia dengan sangat jelas menggambarkan keadaan yang sangat tidak menguntungkan dari orang-orang yang berharap kepada dusta itu. Ia berkata, ”Tempat tidur akan kurang panjang untuk dipakai membujurkan diri dan selimut akan kurang lebar untuk dipakai menyelubungi diri.” (Yesaya 28:20) Bila seseorang membujurkan dirinya di atas tempat tidur yang terlalu pendek, maka kakinya akan menjulur keluar dan kedinginan. Sebaliknya, jika ia menekuk lututnya supaya cocok dengan ukuran tempat tidur itu, ternyata selimut kurang lebar. Sebagian besar dari tubuhnya tidak akan tertutup. Tidak soal apa yang akan ia lakukan, sebagian dari tubuhnya akan kedinginan.

      5 Demikianlah keadaan secara simbolik dari orang-orang pada zaman Yesaya yang menaruh kepercayaan dalam perlindungan yang adalah suatu dusta. Demikian pulalah keadaan yang tidak menguntungkan dari mereka dewasa ini yang menaruh kepercayaan dalam perlindungan Susunan Kristen yang adalah suatu dusta. Mereka seolah-olah dalam kedinginan. Sekarang bukanlah waktunya untuk mencari penghiburan dalam penyelenggaraan perdamaian dan keamanan dari dunia ini. Di bawah bayangan tindakan penghukuman yang akan datang dari Allah, persekutuan dengan para penguasa politik akan terbukti bukan suatu penghiburan yang akan menyenangkan bagi Susunan Kristen.

      Perbuatan Ganjil dari Yehuwa

      6. Bagaimana Yehuwa akan bertindak melawan Yehuda, dan bagaimana Ia akan bertindak melawan Susunan Kristen?

      6 Setelah Yesaya dengan jelas sekali menggambarkan keadaan yang tidak menguntungkan dari Yerusalem yang tidak setia pada zamannya—dan keadaan Susunan Kristen yang tidak setia pada zaman modern—ia selanjutnya berkata, ”[Yehuwa] akan bangkit seperti di gunung Perasim, Ia akan mengamuk seperti di lembah dekat Gibeon, untuk melakukan perbuatanNya—ganjil perbuatanNya itu; dan untuk mengerjakan pekerjaanNya—ajaib pekerjaanNya itu!” (Yesaya 28:21) Ya, Yesaya memperingatkan, tidak lama lagi Yehuwa akan bangkit seperti yang Ia lakukan di Baal-Perasim. Tetapi kali ini Ia akan bertindak melawan umatNya yang tidak setia, dan Ia akan melakukan hal tersebut seperti banjir air yang tidak dapat dibendung yang tercurah melalui lubang di suatu bendungan yang sedang runtuh. Perjanjian Yerusalem dengan maut akan ternyata sia-sia dan tidak ada gunanya. Dengan cara yang sama tidak lama lagi Yehuwa akan bertindak melawan Susunan Kristen, dan ia akan mendapati bahwa semua perjanjiannya yang memabukkan dengan dunia ini tidak ada artinya.Seluruh organisasinya yang sangat besar itu akan dihancurkan dan para penganutnya dicerai-beraikan. Ilah-ilah palsunya kan dibakar habis.

      7. Mengapa maksud-tujuan Yehuwa sehubungan dengan Yehuda disebut ”ganjil” dan ”ajaib”?

      7 Mengapa Yesaya menyebut tindakan Yehuwa melawan Yerusalem suatu perbuatan yang ganjil dan ajaib? Ya, Yerusalem adalah pusat dari ibadat kepada Yehuwa dan kota dari raja yang diurapi Yehuwa (Mazmur 132:11-18) Karena alasan itu, Yerusalem sebelumnya tidak pernah dihancurkan. Baitnya tidak pernah dibakar. Dinasti Raja Daud, yang pernah didirikan di Yerusalem, tidak pernah digulingkan. Hal-hal semacam itu tidak terbayangkan. Benar-benar sangat ajaib bahwa Yehuwa bermaksud untuk membiarkan hal-hal semacam itu terjadi.

      8. Peringatan apa yang diberikan Yehuwa tentang tindakan ajaib yang akan Ia lakukan?

      8 Akan tetapi Yehuwa bertindak adil dengan memberikan peringatan melalui nabi-nabi-Nya bahwa kejadian-kejadian yang mengejutkan bakal terjadi. (Mikha 3:9-12) Misalnya, nabi Habakuk, yang hidup pada abad ketujuh S.M., berkata, ”Lihatlah di antara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, jadilah heran dan tercengang-cengang, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai, jika diceritakan. Sebab, sesungguhnya, Akulah yang membangkitkan orang Kasdim, bangsa yang garang dan tangkas itu, yang melintasi lintang bujur bumi untuk menduduki tempat kediaman, yang bukan kepunyaan mereka. Bangsa itu dahsyat dan menakutkan.”—Habakuk 1:5-7.

      9. Dengan cara apa Yehuwa menggenapi peringatan-Nya kepada Yerusalem?

      9 Pada tahun 607 S.M. Yehuwa menggenapi peringatan-Nya. Karena mengizinkan pasukan tentara Babel menyerbu Yerusalem, Ia membiarkan mereka menghancurkan kota dan bait juga. (Ratapan 2:7-9) Selain itu, Ia membiarkan Yerusalem dihancurkan untuk kedua kali. Mengapa? Ya, setelah masa pembuangan 70 tahun, orang-orang Yahudi yang bertobat kembali ke tanah air mereka, dan akhirnya sebuah bait lain dibangun di Yerusalem. Tetapi, sekali lagi orang Yahudi menjauh dari Yehuwa. Pada abad pertama M., Paulus mengutip kata-kata Habakuk kepada orang-orang Yahudi pada zamannya, dengan demikian memperingatkan bahwa nubuat ini akan digenapi lebih jauh. (Kisah 13:40,41) Yesus sendiri secara spesifik memperingatkan bahwa Yerusalem beserta baitnya akan dihancurkan karena kurangnya iman di pihak orang-orang Yahudi. (Matius 23:37–24:2) Apakah orang-orang Yahudi pada abad pertama memperhatikan? Tidak. Seperti nenek moyang mereka, mereka sama sekali menolak peringatan Yehuwa. Maka, Yehuwa mengulangi perbuatan-Nya yang ganjil. Yerusalem beserta baitnya dihancurkan pada tahun 70 M. melalui pasukan tentara Roma.

      10. Bagaimana Yehuwa tidak lama lagi bertindak melawan Susunan Kristen?

      10 Jadi, apakah seseorang harus berpikir bahwa Yehuwa tidak akan melakukan sesuatu yang serupa pada zaman kita? Kenyataannya ialah, Ia akan memenuhi maksud-tujuan-Nya meskipun kelihatannya ganjil dan ajaib bagi orang-orang yang meragukannya. Kali ini sasaran dari tindakan-Nya adalah Susunan Kristen, yang seperti Yehuda zaman dulu, mengaku menyembah Allah tetapi telah menjadi bejat tanpa dapat diperbaiki. Melalui Daud-Nya yang Lebih Besar, Yesus Kristus, Yehuwa akan menyerang ”orang-orang Filistin” Susunan Kristen pada saat yang tidak mereka duga. Ia akan melaksanakan pekerjaan-Nya yang ajaib dengan menyapu bersih sisa-sisa terakhir dari sistem-sistem agama Susunan Kristen.—Matius 13:36-43; 2 Tesalonika 1:6-10.

      Peringatan tentang Tindakan Yehuwa

      11, 12. Bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa memberi peringatan tentang penghukuman mendatang dari Yehuwa?

      11 Selama bertahun-tahun, umat Yehuwa telah memberi peringatan tentang tindakan penghukuman Yehuwa yang akan datang. Mereka telah menegaskan bahwa kehancuran Yerusalem beserta baitnya pada tahun 607 S.M. dan sekali lagi pada tahun 70 M. merupakan peringatan yang bersifat nubuat mengenai apa yang akan terjadi atas Susunan Kristen. Selain itu, mereka telah memperlihatkan bahwa Susunan Kristen, karena kemurtadannya, telah menjadi bagian dari imperium agama palsu sedunia, Babel Besar. Karena hal ini, penghukuman Allah atas Babel Besar khusus akan ditimpakan ke atas Susunan Kristen, mengingat dia adalah bagian yang paling bersalah dari organisasi besar yang sangat jahat itu.—Wahyu 19:1-3.

      12 Saksi-Saksi Yehuwa telah menunjuk kepada nubuat peringatan Alkitab bahwa pada waktu yang tepat dari Yehuwa, para kekasih politik dari Babel Besar akan berbalik melawannya. Buku Wahyu melambangkan mereka sebagai sepuluh tanduk seekor binatang buas berwarna merah ungu, dan memperingatkan, ”Kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu [Babel Besar] dan mereka akan membuat dia sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api.” (Wahyu 17:16) Agama-agama Susunan Kristen akan dibakar dan dihancurkan bersama semua agama palsu lainnya. Inilah perbuatan Yehuwa yang ganjil, pekerjaan-Nya yang ajaib pada zaman kita.

      13. Bagaimana reaksi atas peringatan Yehuwa dewasa ini sama dengan apa yang dihadapi oleh Yesaya?

      13 Bila Saksi-Saksi Yehuwa menyampaikan peringatan tentang bencana yang akan datang ini, mereka sering ditertawakan dan diejek. Orang-orang bertanya-tanya siapa mereka sebenarnya sehingga bisa mengatakan hal-hal semacam itu. Susunan Kristen kelihatan begitu stabil, begitu kokoh. Ya, ada yang merasa kedudukannya kini malah lebih baik. Pemerintahan-pemerintahan yang dulu menindasnya baru-baru ini telah memberinya lebih banyak kebebasan bertindak! Tetapi, dalam kenyataannya, Susunan Kristen seharusnya mengindahkan nasihat Yesaya, ”Janganlah kamu mencemooh, supaya tali belenggumu jangan semakin keras, sebab kudengar kebinasaan yang sudah pasti yang datang dari Tuhan ALLAH [Yehuwa] semesta alam atas seluruh negeri itu.”—Yesaya 28:222; 2 Petrus 3:3, 4.

      14. Bagaimana belenggu Susunan Kristen akan menjadi lebih kuat dan lebih ketat?

      14 Yang terutama, Susunan Kristen akan terus bersikap bermusuhan terhadap sang Raja dan Kerajaan itu. (2 Tesalonika 2:3, 4, 8) Tetapi, pada waktu yang sama, belenggu mereka akan menjadi lebih kuat dan lebih ketat. Dengan kata lain, kehancuran mereka akan lebih pasti lagi. Yehuwa tidak akan undur dari keputusan-Nya untuk menghancurkan Susunan Kristen sama seperti Ia tidak akan undur dari keputusan-Nya untuk membiarkan Yerusalem beserta baitnya dihancurkan pada tahun 607 S.M.

      ”Keluarlah dari Padanya”

      15. Jalan kelepasan apa terbuka bagi orang-orang berhati jujur?

      15 Bagaimana seseorang dapat luput dari nasib Susunan Kristen? Pada zaman Israel dulu, Yehuwa mengutus nabi-nabi yang setia untuk memanggil kembali orang-orang yang berhati jujur, kepada ibadat yang murni. Dewasa ini, Ia membangkitkan Saksi-Saksi-Nya, yang sekarang berjumlah jutaan, dengan tujuan serupa. Mereka tanpa gentar menyingkapkan keadaan Susunan Kristen yang mati secara rohani. Dalam melakukan hal itu, mereka dengan setia menggemakan pengumuman-pengumuman yang bagaikan tulah dari tiupan sangkakala para malaikat dalam Wahyu pasal 8 dan 9. Selain itu, mereka dengan rajin mengumumkan desakan yang dicatat dalam Wahyu 18:4 (Bode), ’Hai umatKu, keluarlah daripadanya supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.’ ”Nya” yang dimaksud di sini ialah Babel Besar, imperium agama palsu sedunia, dengan anggota terkemuka Susunan Kristen.

      16. Dengan cara apa jutaan orang lari dari agama palsu?

      16 Sejak 1919, dan khususnya sejak 1922, suatu kumpulan banyak orang yang lemah lembut yang semakin bertambah jumlahnya, menyambut desakan itu, meninggalkan Babel Besar. Mula-mula ribuan, kemudian ratusan ribu, dan sekarang jutaan orang telah memisahkan diri dari agama palsu, khususnya Susunan Kristen, dan lari kepada ibadat yang murni. (Yesaya 2:2-4) Mereka tahu bahwa hanya dengan meninggalkan Babel Besar mereka dapat menghindari malapetaka-malapetakanya, yang akan mencapai puncak dalam kehancurannya bila waktu Yehuwa tiba untuk melaksanakan pekerjaan-Nya yang ajaib.

      17, 18. Bagaimana Yehuwa menjadi mahkota kepermaian dan perhiasan yang indah bagi umat-Nya?

      17 Nabi Yesaya menggambarkan keadaan yang bahagia dari mereka yang berpihak kepada ibadat yang murni. Ia berkata, ”Pada waktu itu [Yehuwa] semesta alam akan menjadi mahkota kepermaian dan perhiasan kepala yang indah-indah bagi sisa umatNya, akan menjadi roh keadilan bagi orang yang duduk mengadili, dan menjadi roh kepahlawanan bagi orang yang memukul mundur peperangan ke arah pintu gerbang.”—Yesaya 28:5, 6.

      18 Karena loyalitas mereka kepada kebenaran, Yehuwa menjadi mahkota kemuliaan yang tidak pernah akan layu bagi para anggota golongan hamba yang setia dan bijaksana. Ini khususnya demikian sejak 1926. Pada tahun itu, The Watch Tower terbitan 1 Januari menandaskan sangat perlunya memuliakan nama Yehuwa dalam artikel yang menggugah berjudul ”Siapa Akan Menghormati Yehuwa?” Sejak itu, orang-orang Kristiani yang terurap telah mengumumkan nama itu ke seluruh dunia seperti belum pernah sebelumnya. Pada tahun 1931 mereka makin dikenal sebagai umat dari Yehuwa dengan menerima nama Saksi-Saksi Yehuwa. Selain itu suatu kumpulan besar domba-domba lain juga telah keluar dari Susunan Kristen dan sisa Babel Besar. Mereka juga menyandang nama Allah. Hasilnya? Yehuwa sendiri—dan bukan kemerdekaan nasional manapun yang bersifat sementara—telah menjadi mahkota kepermaian dan perhiasan kepala yang indah bagi lebih dari empat juta orang dalam lebih dari 212 negeri dan kepulauan. Benar-benar suatu kehormatan bagi mereka untuk menyandang nama dari satu-satunya Allah yang hidup dan benar!—Wahyu 7:3 , 4, 9, 10; 15:4.

      ”Roh [Yehuwa] Akan Ada Padanya”

      19. Siapa pribadi yang duduk mengadili, dan bagaimana Yehuwa menjadi roh keadilan bagi dia?

      19 Bagi Yesus, yaitu ”orang yang duduk mengadili”, Yehuwa telah menjadi ”roh keadilan”. Ketika Yesus berada di bumi, ia menolak untuk dikalahkan oleh roh yang memabukkan berupa persekutuan duniawi. Dewasa ini, sebagai Raja yang telah dinobatkan oleh Yehuwa, Yesus dipenuhi dengan roh kudus, dan roh ini membimbing dia dalam membuat keputusan yang seimbang dan penuh pengertian. Dalam diri Yesus nubuat berikut ini digenapi, ”Roh [Yehuwa] akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan [Yehuwa].” (Yesaya 11:2) Sesungguhnya, melalui Yesus, Yehuwa akan ”membuat keadilan menjadi tali pengukur, dan kebenaran menjadi tali sipat”. (Yesaya 28:17) Pada waktu musuh-musuh yang mabuk secara rohani dikalahkan dalam kehancuran, keadilan akan dilaksanakan atas nama Yehuwa yang suci dan kedaulatan universal-Nya.

      20, 21. Dengan cara apa kata-kata Yesaya 28:1-22 mempengaruhi saudara?

      20 Maka, betapa menakjubkan arti dari nubuat Yesaya pasal 28 bagi kita zaman sekarang! Jika kita tetap menjauhkan diri dari para pemabuk rohani Susunan Kristen dan berpaut kepada ibadat yang murni, kita akan dilindungi pada waktu Yehuwa melakukan pekerjaan-Nya yang ganjil dan ajaib. Betapa sukacita kita mengetahui hal ini! Betapa berbahagia kita memikirkan bahwa bila hal-hal ini terjadi, setiap orang akan dipaksa mengetahui bahwa Yehuwa semesta alam telah bertindak demi kepentingan umat-Nya yang setia dan demi pembenaran diri-Nya sendiri melalui Yesus Kristus!—Mazmur 83:18, 19.

      21 Maka semoga semua orang Kristiani sejati terus tanpa gentar memberikan peringatan tentang perbuatan Yehuwa yang ganjil. Biarlah mereka bertekun menceritakan tentang pekerjaan-Nya yang ajaib. Sambil melakukan itu, biarlah mereka mengumumkan kepada semua orang bahwa harapan kita yang tak tergoyahkan adalah dalam Kerajaan Allah di bawah Raja yang Ia tahtakan. Semoga gairah, tekad, dan loyalitas mereka menyumbang kepada pujian yang kekal bagi Allah kita yang mahakuasa, Yehuwa.—Mazmur 146:1, 2, 10.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan