-
Makanan yang BaruBuku Cerita Alkitab
-
-
CERITA 34
Makanan yang Baru
DAPATKAH kau ceritakan apa yang dipungut oleh orang-orang dari tanah? Rupanya seperti embun beku. Warnanya putih, dan bentuknya tipis dan bersisik. Tetapi itu bukannya embun beku; itu adalah sesuatu untuk dimakan.
Baru kira-kira sebulan sejak orang-orang Israel meninggalkan Mesir. Mereka berada di padang gurun. Ada sedikit makanan di sini, dan makanya orang-orang mengeluh, sambil berkata, ’Seandainya kami mati di Mesir. Setidaknya di sana ada semua makanan yang kami inginkan.’
Maka Yehuwa berkata, ’Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu.’ Dan demikianlah yang diperbuat Yehuwa. Esok paginya ketika orang-orang Israel melihat benda-benda putih yang terjatuh, mereka saling bertanya, ’Apakah ini?’
Musa berkata, ’Inilah roti yang Yehuwa berikan kepadamu untuk dimakan.’ Mereka menyebutnya MANNA. Rasanya seperti kue-kue tipis yang dibuat dengan madu.
’Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya,’ Musa berkata. Jadi setiap pagi inilah yang mereka lakukan. Maka, waktu matahari mulai panas, manna yang tertinggal di tanah mencair.
Musa juga berkata,’Tak seorang pun boleh menyimpan manna sampai esok hari.’ Tetapi beberapa orang tidak mendengarkan. Kau tahu apa yang terjadi? Esok harinya manna yang mereka simpan penuh dengan ulat, dan mulai berbau!
Akan tetapi, ada satu hari dalam seminggu yang Yehuwa perintahkan orang-orang untuk mengumpulkan manna dua kali lebih banyak. Ini adalah hari keenam. Dan Yehuwa berkata untuk menyimpan sebagian dari padanya sampai esok harinya, karena Ia tidak akan menyebabkan manna jatuh pada hari yang ketujuh. Ketika mereka menyimpan manna sampai hari yang ketujuh, tidak terdapat ulat dan tidak berbau busuk! Ini adalah mukjizat lain!’
Selama bertahun-tahun di padang gurun, Allah Yehuwa memberi makan orang-orang Israel dengan manna.
-
-
Yehuwa Memberikan Hukum-Hukum-NyaBuku Cerita Alkitab
-
-
CERITA 35
Yehuwa Memberikan Hukum-Hukum-Nya
KIRA-KIRA dua bulan setelah meninggalkan Mesir, orang-orang Israel sampai di Gunung Sinai, yang juga disebut Horeb. Ini adalah tempat yang sama di mana Yehuwa berbicara kepada Musa dari semak duri yang bernyala. Orang-orang berkemah di sini dan tinggal beberapa waktu lamanya.
Seraya orang-orang menunggu di bawah, Musa mendaki gunung itu. Di sana di puncak gunung, Yehuwa memberitahukan Musa bahwa Ia ingin agar orang-orang Israel menaati Dia dan menjadi umat-Nya yang terpilih. Ketika Musa turun, ia memberitahukan orang-orang Israel apa yang Yehuwa katakan. Dan orang-orang Israel berkata bahwa mereka akan menaati Yehuwa, karena mereka ingin menjadi umat-Nya.
Kemudian Yehuwa melakukan suatu hal yang aneh. Ia membuat puncak dari gunung itu berasap, dan menyebabkan guntur yang dahsyat. Ia juga berbicara kepada orang-orang, ’Aku adalah Yehuwa, Allahmu yang membawa kamu keluar dari Mesir.’ Kemudian ia memerintahkan, ’Jangan kamu menyembah allah lain selain Aku.’
Allah memberikan kepada orang-orang Israel sembilan hukum atau perintah lain. Orang-orang sangat takut. Mereka berkata kepada Musa, ’Engkaulah yang berbicara kepada kami, karena jika Allah yang berbicara kepada kami nanti kami mati.’
Belakangan Yehuwa menyuruh Musa, ’Naiklah menghadap Aku ke atas gunung. Aku memberikanmu dua loh batu di atas mana telah Aku tuliskan hukum yang Kuingin manusia mematuhinya.’ Maka Musa sekali lagi naik ke atas gunung. Untuk 40 hari dan malam ia tinggal di sana.
Allah mempunyai banyak, banyak perintah bagi umat-Nya. Musa menulis hukum-hukum ini. Allah juga memberikan kepada Musa kedua loh batu. Di atas ini, Allah sendiri telah menulis ke-10 hukum yang Ia ucapkan kepada seluruh umat-Nya. Perintah-perintah ini disebut Sepuluh Hukum atau Sepuluh Perintah.
Sepuluh Hukum ini merupakan perintah-perintah yang penting. Tetapi demikian juga perintah-perintah lain yang Allah berikan kepada orang-orang Israel. Salah satu dari hukum ini adalah, ’Kasihilah Yehuwa, Allahmu dengan segenap hatimu, segenap pikiranmu, segenap jiwamu dan segenap kekuatanmu.’ Dan yang lain adalah, ’Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.’ Putra Allah, Yesus Kristus berkata bahwa ini adalah dua hukum terbesar yang Yehuwa berikan kepada umat-Nya Israel. Kemudian hari kita akan belajar banyak hal mengenai Putra Allah dan ajaran-ajarannya.
-
-
Anak Lembu EmasBuku Cerita Alkitab
-
-
CERITA 36
Anak Lembu Emas
OH, OH! Orang-orang ini sedang berbuat apa sekarang? Mereka sedang berdoa kepada anak lembu! Mengapa mereka melakukan hal ini?
Ketika Musa untuk waktu yang lama tinggal di atas gunung, orang-orang berkata, ’Kita tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Musa. Maka marilah kita membuat suatu allah untuk memimpin kita keluar dari negeri ini.’
’Baiklah,’ kata Harun saudara dari Musa. ’Tanggalkan anting-anting emasmu, dan bawalah kepadaku.’ Setelah itu, Harun mencairkannya dan membentuk anak lembu emas. Dan orang-orang berkata, ’Inilah Allah kami, yang telah menuntun kami ke luar dari Mesir!’ Kemudian orang-orang Israel mengadakan pesta besar, dan menyembah anak lembu emas itu.
Ketika Yehuwa melihatnya, Ia marah sekali. Kata-Nya kepada Musa, ’Pergilah dan turunlah. Bangsamu telah rusak lakunya. Mereka telah melupakan hukum-Ku dan sujud menyembah kepada anak lembu emas.’
Musa segera turun dari gunung. Dan ketika ia mendekat, inilah yang dilihatnya. Orang-orang sedang bernyanyi dan menari di sekeliling anak lembu emas! Musa begitu marah sehingga melemparkan kedua loh batu di mana tertulis hukum-hukum itu, dan batu tersebut pecah berkeping-keping. Ia kemudian mengambil anak lembu emas itu dan mencairkannya. Kemudian digilingnya sampai halus.
Orang-orang telah berbuat sesuatu yang buruk sekali. Maka Musa memerintahkan beberapa orang untuk mengambil pedang mereka. ’Orang-orang jahat yang menyembah anak lembu emas harus mati,’ kata Musa. Maka mereka membunuh 3.000 orang! Bukankah ini memperlihatkan bahwa kita perlu berhati-hati supaya hanya menyembah Yehuwa, dan bukan allah-allah palsu lainnya?
-
-
Kemah IbadatBuku Cerita Alkitab
-
-
CERITA 37
Kemah Ibadat
TAHUKAH kau bangunan apa ini? Ini adalah sebuah kemah istimewa untuk beribadat kepada Yehuwa. Ini juga disebut tabernakel. Orang-orang Israel selesai membangun kemah ini setahun setelah mereka meninggalkan Mesir. Tahukah kau siapa yang merencanakan pembangunannya?
Ini adalah rencana dari Yehuwa. Sewaktu Musa berada di atas Gunung Sinai, Yehuwa memberitahukan dia bagaimana caranya membangun kemah itu. Ia berkata untuk membuatnya sedemikian rupa supaya mudah dilepas-lepaskan. Dengan cara ini bagian-bagiannya dapat diangkut ke tempat lain, dan di sana dipasang lagi. Jadi sewaktu orang-orang Israel berpindah dari satu tempat ke lain tempat di padang gurun, mereka mengangkut kemah itu bersama mereka.
Jika kau melihat ke dalam ruangan kecil di bagian belakang dari kemah, kau dapat melihat sebuah kotak. Ini disebut peti perjanjian. Ada dua malaikat atau kerub terbuat dari emas, pada kedua ujungnya. Allah menulis lagi Sepuluh Hukum pada dua loh batu, karena Musa telah memecahkan yang pertama. Dan batu ini disimpan dalam peti perjanjian. Juga, sebuah pinggan berisi manna disimpan dalamnya. Kauingatkah apa itu manna?
Harun, saudara dari Musa dipilih Yehuwa untuk menjadi imam besar. Ia memimpin orang-orang dalam beribadat kepada Yehuwa. Dan putra-putranya adalah imam-imam juga.
Sekarang perhatikan ruangan yang lebih besar dari kemah. Besarnya dua kali ruangan yang kecil. Apakah kaulihat kotak kecil itu, dengan asap keluar dari padanya? Ini adalah mezbah di mana imam-imam membakar bahan yang wangi yang disebut kemenyan. Kemudian ada sebuah kaki lampu yang mempunyai tujuh lampu. Benda yang ketiga yang ada di dalam ruangan itu adalah sebuah meja. Di atasnya ditaruh 12 potong roti.
Pada halaman dari tabernakel ada sebuah bejana besar, yang diisi dengan air. Imam-imam memakainya untuk mencuci. Juga terdapat mezbah yang besar. Di sini binatang-binatang mati dibakar sebagai korban bagi Yehuwa. Tabernakel ini terdapat persis di tengah perkemahan, dan orang-orang Israel tinggal di dalam kemah-kemah mereka di sekitarnya.
-
-
Ke-12 PengintaiBuku Cerita Alkitab
-
-
CERITA 38
Ke-12 Pengintai
LIHATLAH buah-buahan yang dipikul oleh orang-orang ini. Lihat betapa besarnya tandan buah anggur. Perlu dua orang untuk memikulnya dengan kayu. Dan lihatlah buah ara dan buah delima. Dari manakah datangnya buah-buahan yang bagus ini? Dari negeri Kanaan. Ingatlah, Kanaan adalah tempat di mana Abraham, Ishak dan Yakub pernah tinggal. Tetapi karena bahaya kelaparan di sana, Yakub serta keluarganya pindah ke Mesir. Sekarang, kira-kira 216 tahun kemudian, Musa sedang memimpin orang-orang Israel kembali ke Kanaan. Mereka sampai di sebuah tempat di padang gurun yang disebut Kadesy.
Orang-orang jahat tinggal di negeri Kanaan. Maka Musa mengutus 12 pengintai, dan berkata kepada mereka, ’Amatilah berapa orang tinggal di sana, dan seberapa kuatnya mereka. Amatilah apakah tanahnya cocok untuk menanam. Dan bawalah sedikit dari buah-buahannya.’
Pada waktu para pengintai kembali ke Kadesy, mereka menceritakan kepada Musa, ’Memang negeri itu menyenangkan.’ Untuk membuktikannya, mereka memperlihatkan kepada Musa beberapa dari buah-buahannya. Tetapi 10 dari para pengintai itu mengatakan, ’Orang-orang yang tinggal di sana, besar-besar dan kuat. Kita akan dibunuh jika kita mencoba mengambil negeri itu.’
Orang-orang Israel menjadi takut ketika mereka mendengar hal ini. ’Lebih baik jika kita mati di Mesir atau bahkan di sini di padang gurun,’ kata mereka. ’Kami akan mati dibunuh dalam peperangan, dan istri-istri dan anak-anak kami akan ditawan. Marilah kita memilih seorang pemimpin yang lain gantinya Musa, dan kembali ke Mesir!’
Tetapi dua dari para pengintai percaya kepada Yehuwa, dan mereka mencoba menenangkan orang-orang. Nama mereka adalah Yosua dan Kaleb. Mereka berkata, ’Jangan takut. Yehuwa beserta kita. Adalah mudah untuk mengambil negeri itu.’ Tetapi orang-orang tidak mendengar. Mereka bahkan mau membunuh Yosua dan Kaleb.
Ini membuat Yehuwa sangat marah, dan Ia berkata kepada Musa, ’Tidak seorang pun dari umur 20 tahun dan lebih akan masuk ke dalam tanah Kanaan. Mereka telah melihat mukjizat-mukjizat yang Kubuat di Mesir dan bahkan di padang gurun, tetapi tetap mereka tidak percaya kepada-Ku. Maka mereka akan mengembara di padang gurun untuk 40 tahun lamanya sampai orang yang terakhir mati. Hanya Yosua dan Kaleb akan masuk ke negeri Kanaan.’
-
-
Tongkat Harun BerbungaBuku Cerita Alkitab
-
-
CERITA 39
Tongkat Harun Berbunga
LIHATLAH bunga dan buah badam yang matang tumbuh dari tongkat ini. Ini adalah tongkat dari Harun. Bunga-bunga ini dan buah-buah yang matang tumbuh dari tongkat Harun hanya dalam satu malam! Marilah kita lihat mengapa.
Orang-orang Israel telah mengembara di padang gurun untuk beberapa waktu sekarang. Beberapa di antara mereka berpikir bahwa Musa tidak patut menjadi pemimpin mereka, atau bahwa Harun tidak patut menjadi imam besar. Korah adalah salah satu yang berpikiran demikian, dan demikian juga Datan dan Abiram dan 250 orang penghulu bangsa itu. Mereka semua datang dan berkata kepada Musa, ’Mengapakah kau meninggikan dirimu di atas kami?’
Musa berkata kepada Korah dan para pengikutnya, ’Besok pagi bawalah perbaraan dan masukkan kemenyan ke dalamnya. Kemudian datanglah ke tabernakel Yehuwa. Kita akan lihat siapa yang Yehuwa pilih.’
Esok harinya Korah dan 250 pengikutnya datang ke tabernakel. Banyak orang datang untuk berpihak kepada mereka. Yehuwa sangat marah. ’Pergilah dari kemah-kemah orang-orang jahat ini,’ kata Musa. ’Jangan kamu kena sesuatu apa pun dari kepunyaan mereka.’ Orang-orang mendengarkan, dan mereka pergi dari kemah-kemah Korah, Datan dan Abiram.
Kemudian Musa berkata, ’Dari hal inilah kamu akan tahu siapa yang dipilih Yehuwa. Tanah akan terbelah dan menelan orang-orang jahat ini.’
Segera setelah Musa berhenti berbicara, tanah terbelah. Kemah Korah dan isinya dan Datan dan Abiram dan orang-orang yang menyertai mereka masuk ke bawah, dan tanah menutup di atas mereka. Sewaktu orang banyak mendengar teriakan dari orang-orang yang masuk ke dalam tanah, mereka berteriak, ’Lari! Jangan-jangan bumi menelan kita juga!’
Korah dan 250 pengikutnya masih tetap berada di dekat tabernakel. Maka Yehuwa mengirimkan api, dan semua mereka habis dimakan api. Kemudian Yehuwa menyuruh Eleazar, putra Harun, untuk mengambil perbaraan dari orang-orang yang telah mati itu dan membuatnya menjadi bahan pelapis mezbah. Pelapis mezbah ini menjadi peringatan kepada orang-orang Israel bahwa tak seorang pun selain Harun dan putra-putranya boleh bertindak sebagai imam-imam bagi Yehuwa.
Tetapi Yehuwa ingin membuatnya jelas bahwa Harun dan putra-putranyalah yang Ia pilih untuk menjadi imam-imam. Maka Ia berkata kepada Musa, ’Suruhlah semua pemimpin dari setiap suku bangsa Israel membawa tongkatnya. Kemudian letakkanlah setiap tongkat di dalam tabernakel di depan peti perjanjian. Pada tongkat dari orang yang Aku pilih sebagai imam akan tumbuh bunga-bunga.’
Ketika Musa melihat keesokan harinya, wah, tongkat dari Harun mempunyai bunga-bunga ini dan buah badam yang matang tumbuh dari padanya! Jadi dapatkah kau mengerti sekarang mengapa Yehuwa membuat tongkat Harun ditumbuhi bunga-bunga?
-
-
Musa Memukul Bukit BatuBuku Cerita Alkitab
-
-
CERITA 40
Musa Memukul Bukit Batu
TAHUN demi tahun berlalu—10 tahun, 20 tahun, 30 tahun, 39 tahun! Dan orang-orang Israel masih tetap di padang gurun. Tetapi sepanjang tahun-tahun ini Yehuwa telah memelihara umat-Nya. Ia memberi mereka makan dengan manna. Ia memimpin mereka selama siang hari dengan tiang awan, dan selama malam dengan tiang api. Dan selama tahun-tahun ini pakaian mereka tidak menjadi rusak dan kaki mereka tidak sakit.
Sekarang adalah bulan pertama dari ke-40 tahun sejak mereka meninggalkan Mesir. Orang-orang Israel kembali berkemah di Kadesy. Inilah tempat mereka berada ketika 12 pengintai diutus untuk mengintai negeri Kanaan hampir 40 tahun sebelumnya. Kakak dari Musa, Miryam, meninggal di Kadesy. Dan sama seperti dahulu, terdapat kesukaran di sini.
Orang-orang tidak dapat menemukan air. Maka mereka mengeluh kepada Musa, ’Lebih baik kita mati. Mengapa kau membawa kami keluar dari Mesir ke tempat celaka ini di mana tidak ada yang dapat tumbuh? Tidak ada tempat menabur, tidak ada buah ara, anggur, delima. Bahkan air minum pun tidak ada.’
Ketika Musa dan Harun pergi ke tabernakel untuk berdoa, Yehuwa berkata kepada Musa, ’Suruhlah umat itu berkumpul. Dan di depan mata mereka katakanlah kepada bukit batu itu. Cukup air akan keluar dari padanya untuk memberi minum umat itu serta ternaknya.’
Demikianlah Musa mengumpulkan orang-orang, dan berkata, ’Dengarkanlah, kalian yang tidak percaya kepada Allah! Apakah Harun dan saya harus mengeluarkan air dari bukit batu ini?’ Kemudian Musa memukul bukit batu itu dua kali dengan sebuah tongkat, dan keluarlah banyak air. Ada cukup air untuk memberi minum seluruh umat itu dan semua ternak mereka.
Tetapi Yehuwa marah dengan Musa dan Harun. Tahukah kau apa sebabnya? Karena Musa dan Harun mengatakan bahwa mereka akan mengeluarkan air dari bukit batu itu. Tetapi sebenarnya Yehuwa yang berbuat itu. Dan karena Musa dan Harun tidak mengatakan hal yang sebenarnya mengenai hal ini, Yehuwa berkata bahwa Ia akan menghukum mereka. ’Kamu tidak akan memimpin umat-Ku ke negeri Kanaan,’ Ia berkata.
Segera orang-orang Israel meninggalkan Kadesy. Tidak berapa lama sampailah mereka di Gunung Hor. Di sini, di puncak gunung ini, Harun meninggal. Ia berumur 123 tahun pada waktu ia meninggal. Orang-orang Israel sangat sedih, maka untuk 30 hari semua menangisi Harun. Putra Harun, Eliazar, menjadi imam besar untuk berikutnya dari bangsa Israel.
-
-
Ular TembagaBuku Cerita Alkitab
-
-
CERITA 41
Ular Tembaga
APAKAH itu rupanya seperti ular sungguh-sungguh yang melingkar pada kayu? Bukan. Ular itu dibuat dari tembaga. Yehuwa menyuruh Musa mendirikannya supaya orang-orang dapat melihat padanya dan tinggal hidup. Tetapi ular-ular yang di tanah itu adalah ular sungguh-sungguh. Ular-ular itu telah menggigit orang-orang dan membuat mereka sakit. Tahukah kau mengapa?
Ialah karena orang-orang Israel telah melawan Yehuwa dan Musa. Mereka mengeluh, ’Mengapa kamu memimpin kami ke luar dari Mesir untuk mati di padang gurun? Tidak ada makanan atau minuman di sini. Dan kami sudah muak makan manna.’
Tetapi manna adalah makanan yang sehat. Dengan mukjizat Yehuwa telah memberikannya kepada mereka. Dan dengan mukjizat Ia juga telah memberikan mereka air. Tetapi orang-orang tidak berterima kasih atas caranya Allah telah memelihara mereka. Maka Yehuwa mengirimkan ular-ular berbisa ini untuk menghukum orang-orang Israel. Ular-ular menggigit mereka, dan banyak dari mereka mati.
Akhirnya mereka datang pada Musa dan berkata, ’Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan Yehuwa dan engkau. Berdoalah kepada Yehuwa supaya ular-ular ini dijauhkan dari kami.’
Maka Musa berdoa untuk mereka. Dan Yehuwa menyuruh Musa membuat ular tembaga ini. Ia mengatakan untuk menaruhnya pada sebuah tiang, dan bahwa setiap orang yang digigit harus melihat pada ular tembaga itu. Musa mengerjakan persis seperti yang Allah suruh. Dan orang-orang yang digigit ular melihat kepada ular tembaga itu dan mereka menjadi sehat kembali.
Ada sebuah pelajaran yang dapat kita ambil dari sini. Semuanya kita, sama seperti orang-orang Israel yang digigit oleh ular-ular itu. Kita semua dalam keadaan menuju kematian. Lihatlah di sekitarmu, dan kau akan melihat orang-orang menjadi tua, sakit, dan mati. Ini disebabkan karena lelaki dan perempuan yang pertama, Adam dan Hawa, berpaling dari Yehuwa, dan kita semua keturunan mereka. Tetapi Yehuwa telah membuat jalan supaya kita dapat hidup untuk selama-lamanya.
Yehuwa mengirimkan Putranya, Yesus Kristus, ke bumi. Yesus digantung pada sebuah tiang, karena banyak orang berpikir bahwa ia jahat. Tetapi Yehuwa memberikan Yesus untuk menyelamatkan kita. Jika kita melihat kepadanya, jika kita mengikuti teladannya, maka kita dapat memperoleh kehidupan kekal. Tetapi kita akan belajar lebih banyak tentang hal ini nanti.
-
-
Seekor Keledai BerbicaraBuku Cerita Alkitab
-
-
CERITA 42
Seekor Keledai Berbicara
PERNAHKAH kau dengar tentang seekor keledai yang dapat berbicara? ’Belum,’ mungkin begitu jawabanmu. ’Binatang tidak dapat berbicara.’ Tetapi Alkitab menceritakan mengenai seekor keledai yang dapat berbicara. Marilah kita lihat kejadiannya.
Orang-orang Israel sudah hampir siap untuk memasuki negeri Kanaan. Balak, raja dari Moab, takut kepada orang-orang Israel. Maka ia memanggil seorang yang pandai bernama Bileam untuk mengutuki orang-orang Israel. Balak berjanji untuk memberikan banyak uang kepada Bileam, maka Bileam menaiki keledainya dan berangkat menemui Balak.
Yehuwa tidak ingin agar Bileam mengutuki umat-Nya. Maka Ia mengirim malaikat dengan sebuah pedang panjang untuk berdiri di jalan menghentikan Bileam. Bileam tidak dapat melihat malaikat itu, tetapi keledainya dapat. Maka keledai itu terus berusaha untuk mengelakkan malaikat itu, dan akhirnya keledai itu meniarap saja di jalan. Bileam marah sekali, dan memukulnya dengan kayu.
Kemudian Yehuwa menyebabkan Bileam mendengar keledainya berbicara kepadanya. ’Apakah yang kulakukan kepadamu sehingga engkau memukulku?’ tanya si keledai.
’Engkau telah mempermainkan aku,’ kata Bileam. ’Seandainya aku ada pedang, aku akan membunuhmu!’
’Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?’ tanya si keledai.
’Tidak,’ jawab Bileam.
Kemudian Yehuwa menyebabkan Bileam dapat melihat malaikat dengan pedang berdiri di jalan. Malaikat berkata, ’Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu? Aku datang untuk menghalangimu, karena engkau tidak akan pergi untuk mengutuki Israel. Jika keledaimu tidak menyimpang dari padaku, aku telah membunuhmu, tetapi aku tidak akan menyakiti keledaimu.’
Bileam berkata, ’Aku telah berdosa. Aku tidak tahu bahwa engkau berdiri di jalan.’ Malaikat itu membiarkan Bileam pergi, dan Bileam meneruskan perjalanannya menemui Balak. Ia terus mencoba untuk mengutuki Israel, tetapi, sebaliknya, Yehuwa membuatnya memberkati Israel untuk tiga kali.
-
-
Yosua Menjadi PemimpinBuku Cerita Alkitab
-
-
CERITA 43
Yosua Menjadi Pemimpin
MUSA ingin memasuki negeri Kanaan bersama orang-orang Israel. Maka ia bertanya, ’Yehuwa, biarlah aku menyeberang Sungai Yordan, dan melihat negeri yang baik itu.’ Tetapi Yehuwa berkata, ’Cukup! Jangan lagi bicarakan perkara itu!’ Tahukah kau mengapa Yehuwa berkata begitu?
Itu adalah karena apa yang terjadi ketika Musa memukul bukit batu itu. Kau ingat, ia dan Harun tidak membawa kemuliaan kepada Yehuwa. Mereka tidak mengatakan kepada orang-orang bahwa Yehuwalah yang mengeluarkan air dari bukit batu itu. Untuk alasan ini Yehuwa berkata bahwa Ia tidak akan membiarkan mereka memasuki negeri Kanaan.
Maka beberapa bulan setelah kematian Harun, Yehuwa berkata kepada Musa, ’Ambillah Yosua, dan suruhlah ia berdiri di depan imam Eleazar dan segenap umat. Dan di depan mata mereka semua, katakanlah kepada semuanya bahwa Yosua adalah pemimpin yang baru.’ Musa melakukan apa yang Yehuwa suruh, seperti yang kaulihat pada gambar.
Kemudian Yehuwa mengatakan kepada Yosua, ’Kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Engkau akan membawa orang Israel ke negeri Kanaan yang telah Kujanjikan kepada mereka, dan Aku akan menyertaimu.’
Belakangan Yehuwa menyuruh Musa untuk naik ke atas puncak Gunung Nebo di dataran Moab. Dari atas sana Musa dapat menatap ke seberang Sungai Yordan dan melihat Kanaan negeri yang indah. Yehuwa berkata, ’Inilah negeri yang Kujanjikan untuk diberikan kepada anak-anak Abraham, Ishak dan Yakub. Aku mengizinkan engkau melihatnya, tetapi Aku tidak mengizinkan engkau memasukinya.’
Di sana di puncak Gunung Nebo Musa meninggal. Ia berumur 120 tahun. Ia masih kuat, dan matanya masih baik. Orang-orang sangat sedih dan menangis karena Musa telah mati. Tetapi mereka senang karena mempunyai Yosua sebagai pemimpin mereka yang baru.
-
-
Rahab Menyembunyikan Mata-MataBuku Cerita Alkitab
-
-
CERITA 44
Rahab Menyembunyikan Mata-Mata
ORANG-ORANG ini sedang menghadapi kesukaran. Mereka harus lari sebab kalau tidak, akan dibunuh. Mereka adalah mata-mata Israel, dan wanita yang membantu mereka adalah Rahab. Rumah Rahab berada di atas tembok kota Yerikho. Marilah kita cari tahu mengapa orang-orang ini berada dalam kesukaran.
Orang Israel sudah bersiap menyeberangi Sungai Yordan memasuki negeri Kanaan. Tetapi sebelumnya Yosua mengutus dua mata-mata dan berkata, ’Pergilah mengintai negeri itu dan kota Yerikho.’
Ketika sampai ke kota Yerikho, kedua mata-mata itu masuk ke rumah Rahab. Tetapi ada orang yang memberi tahu raja Yerikho, ’Ada dua orang Israel telah datang malam ini untuk mengintai negeri kita.’ Mendengar berita ini, raja mengirimkan orang-orangnya ke rumah Rahab, dan mereka berkata, ’Orang-orang itu yang ada di dalam rumahmu, suruhlah mereka keluar!’ Tetapi Rahab telah menyembunyikan mata-mata itu di atap rumahnya. Jadi ia berkata, ’Memang ada beberapa orang yang masuk ke rumahku, tetapi aku tidak tahu dari mana asal mereka. Mereka telah pergi sewaktu malam tiba, sebelum pintu gerbang ditutup. Jika kalian cepat-cepat mengejarnya, pasti mereka bisa tertangkap!’ Dan begitulah mereka meneruskan pengejaran.
Sesudah mereka pergi, Rahab bergegas ke atap rumah. ’Aku tahu bahwa Yehuwa akan memberikan negeri ini kepada kalian,’ katanya kepada mata-mata itu. ’Kami telah mendengar bagaimana Ia mengeringkan Laut Merah ketika kalian meninggalkan negeri Mesir, dan bagaimana kalian membunuh raja-raja Sihon dan Og. Aku telah berlaku baik terhadap kalian, jadi kumohon agar kalian berjanji kepadaku, bahwa kalian juga akan berbuat baik terhadapku. Selamatkanlah ayah dan ibuku, dan juga saudara-saudaraku.’
Mata-mata itu berjanji untuk melakukannya, tetapi Rahab harus berbuat sesuatu. ’Ambillah tali merah ini dan ikatkanlah pada jendela rumahmu,’ mata-mata itu berkata, ’dan kumpulkanlah seluruh keluargamu di dalam rumah bersama dirimu juga. Dan bila kami semua kembali lagi untuk menaklukkan Yerikho, kami akan melihat tali ini di jendelamu dan tidak seorang pun di dalam rumahmu akan terbunuh.’ Pada waktu mata-mata itu kembali kepada Yosua, mereka memberitahukan kepada dia segala sesuatu yang terjadi.
-