PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • hp psl. 4 hlm. 30-40
  • Belajar tentang Apa yang Tak Dapat Dilihat

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Belajar tentang Apa yang Tak Dapat Dilihat
  • Kebahagiaan—Cara Memperolehnya
  • Subjudul
  • Bahan Terkait
  • BAGAIMANA KEADAANNYA?
  • SUATU KEPRIBADIAN YANG MENARIK
  • ”SATU-SATUNYA” ALLAH
  • PRIBADI-PRIBADI LAIN YANG TAK DAPAT DILIHAT
  • KITA MEMBUTUHKAN ALLAH
  • Allah—Siapakah Dia?
    Saudara Dapat Hidup Kekal dalam Firdaus di Bumi
  • Siapakah Allah?
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—2002
  • Fakta tentang Allah dan Yesus
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Umum)—2020
  • Siapakah Allah yang Benar?
    Pengetahuan yang Membimbing kepada Kehidupan Abadi
Lihat Lebih Banyak
Kebahagiaan—Cara Memperolehnya
hp psl. 4 hlm. 30-40

Pasal 4

Belajar tentang Apa yang Tak Dapat Dilihat

Bagaimana mungkin kita dapat mempelajari tentang Allah yang tidak dapat dilihat? (1-3)

BANYAK hal yang sangat menakjubkan, namun tidak dapat kita lihat. Misalnya, keajaiban pertumbuhan bayi dalam rahim adalah suatu ”mujizat” yang cukup lama tidak dapat dilihat. Maka, potret-potret yang mula-mula dibuat mengenai proses itu benar-benar menimbulkan rasa kagum.

2 Ada hal-hal penting lainnya yang tidak mungkin kita lihat, misalnya kekuatan magnit dan gaya berat. Namun hal-hal itu bukan khayalan. Banyak yang dapat kita pelajari tentang kenyataan-kenyataan ini apabila kita mengamati akibat yang dihasilkannya. Demikian juga dengan Allah. Tetapi, jika kita memang sungguh-sungguh ingin mengetahui tentang Pencipta kita—suatu hal yang patut—kita perlu berusaha mengetahuinya.—Bandingkan Yohanes 3:12.

3 Pada dasarnya, ada dua cara untuk belajar tentang Allah, yang tak dapat kita lihat. Paulus, seorang rasul dari Yesus Kristus, menyebutkan salah satu cara. Ia menulis, ”Sebab apa yang tidak nampak dari padaNya, yaitu kekuatanNya yang kekal dan keilahianNya, dapat nampak kepada pikiran dari karyaNya sejak dunia diciptakan.” (Roma 1:20) Ya, karya ciptaan memberi kesaksian mengenai adanya Pribadi Yang Mahatinggi. Selain itu, karya ciptaan menunjukkan sifat-sifatNya, bagaimana keadaanNya. Cara kedua jauh lebih penting, sebab keterangan tentang Allah diberikan dengan lebih tepat. Cara ini adalah penyingkapan tertulis yang terdapat dalam Alkitab.

BAGAIMANA KEADAANNYA?

Apa yang menjamin kekuatan yang maha dahsyat dari Allah serta kemampuanNya untuk menggunakannya? (4-8)

4 Sebagaimana dicatat dalam Alkitab, Yesus berkata bahwa ”Allah itu Roh”. (Yohanes 4:24) Ini berarti bahwa Pencipta tidak mempunyai tubuh jasmani yang kelihatan seperti yang kita miliki. Ini tentu tidak sulit diterima oleh orang-orang yang memahami kenyataan yang tidak kelihatan seperti gaya berat, kekuatan magnit dan gelombang radio. Namun, perbedaan utama pada diri Allah adalah bahwa Ia merupakan Pribadi yang hidup dan mempunyai sifat-sifat yang dapat kita pahami. Apa antara lain sifat-sifatNya ini?

5 Pernahkah anda mengamati ombak-ombak raksasa yang menghempas ke pantai berkarang? Atau pernahkah anda memperhatikan kekuatan yang maha dahsyat dari gunung berapi? Semua itu barulah petunjuk kecil-kecilan mengenai kekuatan yang pasti dimiliki oleh Pencipta, sebab Ia menjadikan bumi serta kekuatan-kekuatan yang ada di bumi.

6 Dengan persamaan Einstein yang termasyhur E=mc2, para ilmiawan menjelaskan bahwa semua zat tidak lain dari pada energi yang terkunci rapat dalam atom-atom yang menjadi unit dasar. Manusia telah membuktikan kenyataan ini melalui ledakan bom-bom atom. Namun, tahukah anda bahwa ledakan-ledakan maha hebat sedemikian hanya melepaskan kurang dari pada satu persen energi yang tersimpan dalam atom-atom tersebut? Bayangkanlah kekuatan maha dahsyat dari Pencipta yang mengikat semua atom-atom di alam semesta. Ribuan tahun sebelum Einstein lahir, Alkitab mengakui bahwa sumber energi yang maha hebat tidak lain dari Pribadi Yang Mahatinggi. (Yesaya 40:29) Cukup beralasan bahwa Alkitab berulang kali menyebutNya ”Allah Yang Mahakuasa”.—Kejadian 17:1; Wahyu 11:17.

7 Telah sering Allah menggunakan kekuatanNya dengan cara-cara yang langsung mempengaruhi manusia. Salah satu contoh adalah peristiwa Keluaran, sewaktu Allah membebaskan Musa beserta orang Israel keluar dari Mesir. Mungkin anda ingin membaca dengan bersuara catatan ringkas di Keluaran 13:21–14:31. Bayangkan diri anda di antara orang-orang yang dilindungi oleh tiang awan yang dahsyat pada siang hari dan tiang api yang bernyala di malam hari. Bagaimana perasaan anda ketika tentara yang mengejar dan Laut Merah kelihatannya menjebak anda? Namun, bayangkan anda menyaksikan Allah menggunakan kekuatanNya untuk membentuk air menjadi tembok yang menjulang di sebelah kiri dan kanan sehingga anda dapat meluputkan diri. Alangkah hebatnya Allah ini!—Keluaran 15:1, 2, 11; Daniel 4:35.

8 Kitab Keluaran juga memperlihatkan kesanggupan Allah melakukan sesuatu dari jauh. Untuk ini, Ia menggunakan tenaga aktifNya yang tak kelihatan, rohNya atau roh suci. Walaupun tenaga aktif ini bukan suatu pribadi, ia dapat, seperti hembusan udara yang sangat kuat, menjalankan kuasa. Allah menggunakan rohNya dalam menciptakan alam semesta yang kelihatan. (Mazmur 33:6; Kejadian 1:2) Tetapi Ia juga dapat menggunakannya untuk menguatkan dan membantu pribadi-pribadi lain.—Hakim 14:5, 6; Mazmur 143:10.

Apa yang hendaknya kita ketahui tentang Allah sehubungan dengan pengetahuan? Sehubungan dengan hikmat? (9-11)

9 Perancang dan pembuat mesin tentu mengetahui struktur maupun kegunaan mesin itu. Karena itu, bukankah apa yang kita saksikan di bumi maupun di langit memberi jaminan bahwa Allah memiliki pengetahuan yang sangat banyak? Para ahli kimia menggunakan seluruh umur hidup mereka untuk mencoba memahami susunan zat-zat alamiah. Pastilah sangat hebat pengetahuan yang dimiliki oleh Pribadi yang menciptakan zat-zat ini! Juga, para ilmiawan mempelajari sel dan bentuk-bentuk kehidupan yang kecil. Pastilah Pencipta mengetahui bidang-bidang ini dengan saksama agar Ia dapat menghasilkan kehidupan untuk pertama kali!

10 Pengetahuan Allah meliputi seluruh alam semesta. Ia dapat memanggil nama dari semua bintang ciptaanNya yang bermilyar-milyar jumlahnya. (Yesaya 40:26) Setelah sebagian dari pengetahuan Allah yang luar biasa dituturkan, seorang pria bernama Ayub mengakui dengan rendah hati, ”Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencanaMu yang gagal.” (Ayub 42:2) Apakah tidak cukup alasan bagi kita untuk merasakan hal yang sama?

11 Allah juga merupakan perwujudan dari hikmat, sebab Ia berhasil menerapkan pengetahuanNya. Umpamanya, Ia merancang tumbuh-tumbuhan sehingga dapat menggabungkan air dan karbon dioksida dari udara untuk membentuk gula dan tepung, sebagai makanan bagi manusia dan binatang. Tumbuh-tumbuhan juga dapat membuat lemak yang rumit, protein dan vitamin yang kita gunakan agar tubuh kita tetap sehat. Semua makanan kita bergantung pada siklus yang menakjubkan yang melibatkan matahari, hujan, kilat dan bakteri dalam tanah. (Yeremia 10:12; Yesaya 40:12-15) Apabila seseorang memahami perbuatan Allah, ia mulai menyadari dalam hatinya mengapa seorang penulis Alkitab menyerukan, ”O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah!” (Roma 11:33) Bukankah perasaan sedemikian yang anda inginkan terhadap suatu Allah yang akan menerima ibadat anda?

SUATU KEPRIBADIAN YANG MENARIK

Bagaimana anda memperoleh manfaat dengan memperhatikan kepribadian Allah? (12-14)

12 Tidak sulit dimengerti bahwa Pencipta adalah penyedia yang penuh perhatian dan murah tangan. Kita telah menyebut beberapa hal mengenai caraNya mengadakan makanan. Tetapi seorang penulis mazmur Alkitab berkata:

”Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung, memberi minum segala binatang di padang, . . . Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia.”—Mazmur 104:10-15.

Allah mempersiapkan bumi begitu rupa sehingga terdapat lebih dari cukup makanan bagi seluruh umat manusia. Kekurangan makanan yang gawat dan menyedihkan yang menyebabkan begitu banyak penderitaan biasanya timbul karena ketamakan atau salah urus oleh manusia.

13 Pencipta kita bukan saja menyediakan kebutuhan hidup dengan limpah. Ia juga membuat makanan itu terasa nikmat. Bisa saja Allah menyediakan makanan yang bergizi, namun tanpa cita rasa. Tetapi, justru diadakan variasi yang tak habis-habisnya dari cita rasa makanan yang sehat dan nikmat. Juga, jangan dilupakan bahwa Allah membuat kita sanggup menikmati keindahan warna, misalnya warna bunga dan buah-buah. Dan Ia memberikan kita kesanggupan untuk menikmati bunyi yang indah dari musik. Mengingat semua ini, bagaimana perasaan anda terhadap Allah?

14 Setelah merenungkan hal ini, banyak orang berkesimpulan bahwa Allah sangat bersifat kasih. Mereka yakin akan hal ini. Alkitab setuju, sebab rasul Yohanes menulis, ”Allah adalah kasih.” (1 Yohanes 4:8) Kepribadian Pencipta penuh dengan kasih; kasih adalah sifatNya yang paling menonjol. Jika ada yang menanyakan anda bagaimana Allah itu, tentu inilah jawaban anda pertama-tama. Dengan penuh kasih Ia menyatakan perasaan sayang yang hangat terhadap manusia. Allah bukan suatu gagasan abstrak atau suatu dewa yang sangat jauh. Ia justru suatu pribadi yang hangat, dan dengan Dia kita dapat mengadakan hubungan yang penuh kasih. Yesus berkata bahwa para pengikutnya dapat berdoa kepada Allah sebagai Bapa mereka, sebagai seseorang yang akrab dengan mereka dan berminat kepada mereka.—Matius 6:9.

Seberapa nyata minat Allah yang penuh kasih terhadap anda? Bagaimana anda menanggapinya? (Mazmur 30:5, 6) (15-17)

15 Jika anda benar-benar mencintai seseorang, tentu anda ingin supaya hal-hal yang baik dialami oleh orang itu. Demikian pula perasaan Allah terhadap manusia. Karena kasih, Ia memperingatkan kita terhadap hal-hal yang dapat merugikan. Peringatan-peringatan ini menjadi suatu perlindungan. Juga, ini membantu kita memahami patokan dan cara Allah bertindak atau menanggapi. Misalnya, Alkitab mengatakan bahwa Ia membenci dusta. (Amsal 6:16-19; 8:13; Zakharia 8:17) Ini menjamin bahwa Allah sendiri tak dapat berdusta; kita dapat mempercayai apapun yang Ia katakan. (Titus 1:2; Ibrani 6:18) Jadi jika ada pernyataan Alkitab yang mungkin terasa seolah-olah membatasi, pernyataan demikian patut kita pandang sebagai cermin dari kepribadian Allah yang penuh kasih, adil, serta minatNya kepada kita.

16 Lebih jauh Alkitab membantu kita memandang Allah sebagai pribadi yang dapat berhubungan dengan kita, yang mempunyai perasaan-perasaan selain kasih. Misalnya, Ia ’Ia sakit hati’ bila manusia memberontak melawan jalanNya yang benar. (Mazmur 78:8-12, 32, 41) Ia ’bersukacita’ bila manusia menjunjung apa yang benar. (Amsal 27:11; Lukas 15:10) Jika kita keliru, Ia turut merasakan, berbelas kasihan dan mengerti. Akan terasa menggugah hati bila anda membacanya di Mazmur 103:8-14. Dan Pencipta tidak berat sebelah. Ia menyediakan matahari dan hujan bagi semua orang, dan menerima penyembahan dari orang-orang tanpa membedakan ras atau kebangsaan.—Kisah 14:16, 17; 10:34, 35.

17 Semua kita mendambakan kebahagiaan. Maka cukup pantas bagi kita untuk berusaha mengenal Yang Mahatinggi. Alkitab melukiskannya sebagai ”Allah yang . . . maha bahagia” dan Alkitab memperlihatkan bahwa Ia ingin supaya kita bahagia. (1 Timotius 1:11; Ulangan 12:7) Ia selalu memberi imbalan kepada orang-orang yang percaya kepadaNya. (Ibrani 11:6; 13:5) Dan Allah telah memungkinkan manusia untuk sehat dan bahagia selama-lamanya, sebagaimana akan kita bahas dalam pasal-pasal yang menyusul kemudian.

”SATU-SATUNYA” ALLAH

Apa yang dapat kita ketahui tentang nama Allah dan umurNya? (18, 19)

18 Suatu hal penting lainnya yang diungkapkan oleh Alkitab mengenai Pencipta adalah bahwa Ia memiliki nama pribadi. Dalam bahasa Ibrani nama ini ditulis dengan empat huruf mati, sebagai berikut: יהוה. Kebanyakan bahasa modern dengan seragam menyalin nama yang khas ini. Dalam bahasa Inggris nama ini adalah Jehovah, dan dalam bahasa Indonesia Yehuwa. Mazmur 83:19 memberitahu kita bahwa orang-orang hendaknya ’mengetahui, bahwa Engkau sendiri juga dengan namaMu Hua [Yehuwa] Allah yang Mahatinggi atas seluruh bumi ini’. (Klinkert; bandingkan Yohanes 17:6.) Perhatikan bahwa Ia sendirilah Yang Mahatinggi. Hanya ada satu Pribadi Yang Mahatinggi. Orang Israel purbakala sering mengungkapkan hal ini, ”Sesungguhnya Hua, Allah kita, Hua itu esa adanya. Hendaklah kamu mengasihi akan Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segala kuatmu.”—Ulangan 6:4, 5, Klinkert; bandingkan Yohanes 17:3.

19 Yehuwa, Allah kita, tidak dibatasi oleh waktu, sebagaimana dapat disimpulkan oleh akal sehat. Para ilmiawan mengatakan bahwa alam semesta telah berusia ribuan juta tahun. Maka tentulah Pencipta alam semesta telah ada sebelumnya. Ini sesuai dengan pernyataan Alkitab yang menyebutNya ”Raja yang kekal”, tanpa permulaan tanpa akhir. (1 Timotius 1:17, Bode; Wahyu 4:11; 10:6) Beberapa ribu tahun yang telah dijalani oleh umat manusia di bumi hanyalah masa yang singkat dibandingkan dengan keadaan Yehuwa yang tidak dibatasi oleh waktu.—Mazmur 90:2, 4.

PRIBADI-PRIBADI LAIN YANG TAK DAPAT DILIHAT

Mengapa Allah tidak sendirian di surga? (20, 21)

20 Alkitab mengungkapkan adanya pribadi-pribadi yang diciptakan sebagai roh. Setelah Yang Mahakuasa lama hidup sendirian, Ia memutuskan untuk menciptakan pribadi-pribadi roh lain. Mula-mula, Ia menghasilkan ”yang sulung, [yang] lebih utama dari segala yang diciptakan” dan ”permulaan dari ciptaan Allah”. (Kolose 1:15; Wahyu 3:14) Yang sulung ini berada bersama Allah Yang Mahakuasa pada awal penciptaan. Belakangan Yehuwa menggunakan dia juga sebagai juru bicara, atau Firman, dalam berkomunikasi dengan pribadi-pribadi lain. (Yohanes 1:1-3; Kolose 1:16, 17) Akhirnya, Putra sulung ini diutus ke bumi untuk menjadi manusia. Ia dikenal sebagai Yesus Kristus.—Galatia 4:4; Lukas 1:30-35.

21 Allah bekerja melalui Putra yang pertama diciptakan ini, dalam menjadikan makhluk-makhluk roh lain, yang dikenal sebagai malaikat-malaikat. Pribadi-pribadi ini melayani Allah sebagai utusan dan melakukan tugas di alam semesta, termasuk pekerjaan-pekerjaan demi kepentingan manusia.—2 Petrus 2:11; Ibrani 2:6, 7; Mazmur 34:8; 103:20.

Bagaimana hubungan antara Bapa dan Putra? (22, 23)

22 Berdasarkan akal sehat maupun Alkitab, dapat dimengerti bahwa Putra sulung ini, yang diciptakan dan diutus ke bumi oleh Allah tentu tidak sama dengan Bapanya. Ada orang yang mengaku diri percaya kepada Alkitab, tetapi mengajarkan bahwa Yesus dan Bapanya adalah bagian-bagian yang sama derajat yang membentuk suatu allah. Ini bukan gagasan baru, sebab banyak agama kuno menyembah kelompok dewa-dewa. Tetapi bertentangan dengan itu, Alkitab jelas mengatakan bahwa Yesus, sebagai pribadi tersendiri, menerima kuasa dari Bapanya yang mahakuasa. Dalam Alkitab ditegaskan bahwa Yang Mahakuasa mengetahui hal-hal yang Yesus tidak ketahui, dan bahwa sewaktu di bumi maupun sesudahnya Yesus Kristus tidak pernah sederajat dengan Bapanya.—Yohanes 5:30; 8:28; 14:10, 28; Markus 13:32.

23 Selama ribuan tahun di surga, Putra ini memiliki hubungan akrab dengan Allah Yang Mahakuasa, sehingga ia dapat belajar dari Allah dan meniru jalan-jalanNya. Maka sewaktu seorang murid bertanya, ”tunjukkanlah Bapa itu kepada kami”, Yesus menjawab, ”Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” (Yohanes 14:8, 9; 1:18) Dengan mempelajari uraian Alkitab tentang kehidupan Yesus di bumi, kita dapat belajar banyak tentang Bapa, seperti misalnya tentang alasan di balik perbuatan Allah dan keadaan yang bagaimana Ia harapkan untuk kita capai. Yesus pernah berkata, ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” (Yohanes 14:6) Sangat penting untuk mengenal Yesus, sebab dengan demikian kita pun mengenal Bapa. Salah satu bantuan yang bagus adalah membaca Injil Yohanes. Jika anda membacanya, janganlah hanya memusatkan perhatian pada fakta atau perincian, tetapi usahakan menyerap semangat dari sifat Kristus. Dialah manusia paling penting yang dapat dipelajari.

KITA MEMBUTUHKAN ALLAH

Mengapa sepatutnya Allah penting dalam kehidupan anda? (24, 25)

24 Dengan belajar tentang Yang Mahakuasa melalui pengamatan atas ciptaan dan dengan membaca Alkitab, jelas bahwa manusia dicipta bukan untuk hidup terpisah dari Dia. Kita dicipta untuk memiliki hubungan dengan Allah, sebab dari Dia kita memperoleh kehidupan dan Dia yang menyediakan kebutuhan hidup kita setiap hari. Mencoba melepaskan diri dari padaNya dan dari firmanNya, Alkitab, sama saja seperti seseorang yang berusaha melintasi padang belantara yang asing baginya tanpa peta yang baik. Suatu waktu ia bisa tersesat sama sekali dan meninggal karena kehabisan perbekalan. Halnya sama jika manusia mengesampingkan Allah dari kehidupannya. Alkitab dan sejarah memberi jaminan bahwa untuk menikmati kehidupan terbaik, yang perlu bukan hanya makanan, pakaian dan perteduhan. Agar benar-benar bahagia, kita membutuhkan bimbingan dan bantuan dari Pribadi yang menjadikan kita.—Matius 4:4; Yohanes 4:34.

25 Banyak orang lain yang hanya tahu sedikit tentang Pencipta. Apabila anda ketemu orang-orang sedemikian dan ada kesempatan, bukankah patut kalau anda meneruskan beberapa hal bagus yang telah kita bahas? Sungguh hal yang baik apabila orang-orang cenderung memberikan kepada orang lain lagi kebenaran-kebenaran penting yang mereka ketahui tentang Yehuwa, Bapa surgawi kita yang penuh kasih.—Mazmur 40:6.

[Gambar di hlm. 33]

Kuasa Allah memisahkan Laut Merah

[Gambar di hlm. 36]

Apa yang ditunjukkan oleh matahari, hujan dan tanah yang subur mengenai Allah?

Bukankah Dia Penyedia yang murah tangan dan penuh kasih?

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan