PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Yehuwa Layak Dipuji Selamanya
    Menara Pengawal—1990 | 15 September
    • Pujilah Perbuatan-Perbuatan Yehuwa

      8. (a) Bagaimana ”generasi demi generasi” memuji perbuatan Yehuwa? (b) Jika kita mengajar anak-anak kita tentang perbuatan dan tindakan Yehuwa, kemungkinan besar bagaimana mereka akan memandang ibadat kepada-Nya? (c) Sebagai ”generasi” yang bersukacita, apa yang telah dilakukan kaum sisa terurap?

      8 Begitu banyak yang dapat dikatakan sebagai pujian atas Allah kita yang agung dan tidak terselami sehingga Daud tergerak untuk mengatakan, ”Generasi demi generasi akan memuji perbuatan-Mu dan mewartakan tindakan-Mu yang penuh kuasa.” (Mazmur 145:4, NW) Generasi umat manusia secara turun-temurun telah memuji perbuatan-perbuatan Yehuwa dan berulang kali menceritakan tentang tindakan-tindakan-Nya yang penuh kuasa. Betapa besar hak istimewa untuk menceritakan hal-hal ini kepada mereka yang mendapat pengajaran Alkitab di rumah dari kita! Misalnya, kita dapat menceritakan kepada mereka bahwa Allah menciptakan segala sesuatu. (Kejadian 1:1–2:25; Wahyu 4:11) Kita dapat berbicara tentang tindakan-Nya yang penuh kuasa pada waktu Ia membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir, membantu mereka mengalahkan secara total orang-orang Kanaan musuh mereka, menyelamatkan mereka dari pembunuhan masal di Persia zaman dulu, dan masih banyak lagi. (Keluaran 13:8-10; Hakim 4:15; Ester 9:15-17) Dan tidakkah kita tergerak untuk menceritakan kepada anak-anak kita tentang banyak perbuatan dan tindakan Yehuwa? Jika kita memberikan pengajaran semacam itu kepada anak-anak kita dan mereka melihat kita melayani Allah dengan penuh sukacita, kemungkinan besar mereka akan memandang ibadat kepada-Nya sebagai kesukaan dan akan tumbuh dalam ’sukacita karena Yehuwa sebagai perlindungan mereka’. (Nehemia 8:11; Mazmur 78:1-4) Kaum sisa terurap merupakan satu ’keturunan’ atau generasi yang penuh sukacita dari Saksi-Saksi Yehuwa yang memuji perbuatan-perbuatan Allah di hadapan ”kumpulan besar”, yaitu sebagian dari generasi yang akan menghuni Firdaus di bumi.—Wahyu 7:9.

      9. Pada waktu kita merenungkan perbuatan dan tindakan Allah yang penuh kuasa, mengenai apa kita dapat yakin?

      9 Bila kita merenungkan banyak perbuatan dan tindakan Allah yang penuh kuasa, kita akan menjadi lebih yakin lagi bahwa ’[Yehuwa] tidak akan meninggalkan umat-Nya oleh karena nama-Nya yang besar’. (1 Samuel 12:22, Klinkert; Mazmur 94:14) Bila kita menghadapi pencobaan, kesukaran, dan penganiayaan, kita dapat tenang dan yakin bahwa ”damai sejahtera Allah” akan menjaga hati dan kekuatan mental kita. (Filipi 4:6, 7) Maka betapa tepat bagi kita untuk menceritakan kepada orang lain tentang Bapa kita yang penuh kasih dan suka melindungi!

      10. ’Perbuatan-perbuatan Yehuwa yang ajaib’ termasuk apa, dan bagaimana kita mendapat manfaat dengan merenungkan itu?

      10 Kita perlu mengambil waktu untuk merenungkan keagungan dan perbuatan-perbuatan Yehuwa, karena Daud menambahkan, ”Semarak kemuliaanMu yang agung dan perbuatan-perbuatanMu yang ajaib akan kunyanyikan [”kurenungkan”, ”BIS”].” (Mazmur 145:5) Keagungan Allah membangkitkan rasa takut dan tidak ada bandingannya. (Ayub 37:22; Mazmur 148:13) Maka, Daud merenungkan semarak kemuliaan dari keagungan Yehuwa. Pemazmur juga merenungkan hal-hal yang berkaitan dengan ’perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib’. Ini termasuk dijalankannya keadilan ilahi dalam membinasakan pedosa-pedosa dan menyelamatkan orang-orang yang saleh, seperti pada waktu Air Bah. (Kejadian 7:20-24; 2 Petrus 2:9) Merenungkan hal-hal demikian akan menguatkan hubungan kita dengan Yehuwa dan memungkinkan kita menceritakan kepada orang lain mengenai keagungan dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib. Selama 40 hari di padang gurun, Yesus dikuatkan untuk menghadapi godaan dengan merenungkan hal-hal yang telah dibawa kepada perhatiannya pada waktu langit terbuka. (Matius 3:13–4:11) Setelah itu ia memberitakan kepada orang-orang lain tentang keagungan Yehuwa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib.

      11. (a) Mengapa perasaan takut meliputi penduduk Yerikho? (b) Dengan semangat apa Saksi-Saksi Yehuwa berbicara tentang ’perbuatan-perbuatan Allah yang dahsyat’ dan ’kebesaran-Nya’?

      11 Bila kita berbicara tentang keagungan dan perbuatan-perbuatan Allah, kita mendorong orang-orang lain untuk membicarakan hal itu. Daud berkata, ”Kekuatan perbuatan-perbuatanMu yang dahsyat akan diumumkan mereka, dan kebesaranMu hendak kuceritakan.” (Mazmur 145:6) Rahab berbicara tentang perasaan takut yang meliputi penduduk Yerikho ketika mereka mendengar bagaimana Yehuwa telah menyelamatkan umat Israel di Laut Merah dan memberi mereka kemenangan atas dua raja orang Amori. Pasti ’perbuatan-perbuatan yang dahsyat’ semacam itu banyak dibicarakan orang di Yerikho. (Yosua 2:9-11) Dan pasti ’sengsara besar’ yang sudah dekat akan dahsyat atau membangkitkan rasa takut. (Matius 24:21, Bode) Tetapi hal-hal yang begitu menakutkan bagi orang-orang yang jauh dari Allah membangkitkan perasaan ”takut akan [Yehuwa]” dalam hati yang adil-benar, perasaan takut yang sehat kepada-Nya. (Amsal 1:7) Dengan semangat yang penuh respek demikian, Saksi-Saksi Yehuwa berbicara tentang pertunjukan kuasa Allah. Ya, Pembuat Mukjizat yang agung adalah pokok utama dari percakapan antara kaum terurap dan rekan-rekan mereka di bumi! Dan bahkan penganiayaan tidak mencegah mereka untuk menceritakan kepada orang lain tentang hal-hal ini dan tentang ’kebesaran’ Yehuwa.—Kisah 4:18-31; 5:29.

      Pujilah Yehuwa atas Kebajikan-Nya

      12. Bagaimana kebajikan Yehuwa membuat kita ”meluap-luap”?

      12 Allah layak mendapat pujian bukan hanya karena kebesaran-Nya tetapi juga karena kebajikan dan keadilan-Nya. Maka Daud berkata, ”Peringatan kepada besarnya kebajikanMu akan dimasyhurkan mereka [dengan meluap-luap, ”NW”], dan tentang keadilanMu mereka akan bersorak-sorai.” (Mazmur 145:7) Begitu besar kebajikan Yehuwa sehingga kita ”meluap-luap” dengan pernyataan penuh sukacita mengenai hal itu. Dalam bahasa Ibrani, gagasannya ialah tentang air yang memancar dengan keras dari sebuah mata air. Maka semoga kita dengan semangat menyatakan puji-pujian dan rasa syukur kepada Allah, sama seperti pancaran air yang deras. (Amsal 18:4) Israel melupakan kebajikan Yehuwa sehingga mereka mengalami kerugian rohani yang besar. (Mazmur 106:13-43) Tetapi biarlah hati kita dipenuhi dengan luapan perasaan terima kasih bahwa orang-orang akhirnya bertobat setelah mereka mengetahui betapa baik Yehuwa kepada Saksi-Saksi-Nya yang berbakti.—Roma 2:4.

      13. Pernyataan dari keadilan dan kebenaran ilahi seharusnya menghasilkan apa dalam diri kita?

      13 Semoga pernyataan dari keadilan dan kebenaran ilahi juga menggerakkan kita untuk bersorak-sorai. Jika kita merasa demikian, kita akan mencari dulu bukan hanya Kerajaan Allah tetapi juga kebenaran-Nya. Kita akan selalu ingin agar tingkah laku kita mendatangkan pujian bagi Yehuwa. Ya, kita akan menjadi pemberita Kerajaan yang tetap tentu dengan melakukan banyak pekerjaan dalam dinas Allah. Puji-pujian kita kepada Yehuwa tidak pernah akan dikubur dalam kuburan kesunyian.—Matius 6:33, NW; 1 Korintus 15:58, NW; Ibrani 10:23.

      Yehuwa Penyayang

      14. Apa buktinya bahwa ”[Yehuwa] itu pengasih dan penyayang”?

      14 Ketika menyebutkan sifat lain lagi yang patut dipuji dari Allah, Daud berkata, ”[Yehuwa] itu pengasih dan penyayang, panjang sabar [”lambat marah”, ”BIS”]; dan besar kasih setiaNya.” (Mazmur 145:8) Allah itu pengasih dalam hal Ia benar-benar baik dan murah hati. (Matius 19:17; Yakobus 1:5) Ia melakukan hal-hal yang baik bahkan bagi mereka yang tidak melayani Dia. (Kisah 14:14-17) Yehuwa juga penyayang, berbelas kasihan, ’mengingat bahwa kita ini debu’. Ia tidak membenci hati yang hancur atau berurusan dengan kita sesuai dengan dosa-dosa kita tetapi Ia jauh lebih berbelas kasihan daripada ayah manusiawi yang penuh kasih manapun. (Mazmur 51:19; 103:10-14) Ya, dalam pertunjukan belas kasihan yang paling besar, Ia mengutus Putra yang Ia kasihi untuk mati demi kita agar kita dapat diperdamaikan dengan Allah dan benar-benar mencicipi kasih kemurahan-Nya!—Roma 5:6-11.

      15. Mengapa dapat dikatakan bahwa Allah Yehuwa ”lambat marah” dan ”besar kasih setiaNya”?

      15 Bapa surgawi kita lambat marah. Ia tidak melampiaskan kemarahan dengan membabi buta. Yehuwa juga ”besar kasih setiaNya”. Di sini kata Ibrani aslinya menyatakan kebaikan yang berasal dari kasih dan yang berpaut kepada suatu obyek. Hal ini demikian sampai maksud-tujuannya sehubungan dengan obyek itu terwujud. Terjemahan lain ialah ”kasih yang loyal”. Antara lain, kasih setia Allah, atau kasih yang loyal, diperlihatkan dalam tindakan membebaskan, menyelamatkan, melindungi, melepaskan dari kesulitan, dan memulihkan dari dosa melalui tebusan. (Mazmur 6:5; 25:7; 31:17, 22; 40:12; 61:8; 119:88, 159; 143:12; Yohanes 3:16) Fakta bahwa Yehuwa tidak mendatangkan Armagedon segera setelah ”peperangan di sorga” memungkinkan jutaan orang memperoleh keselamatan, suatu pernyataan yang sangat bagus dari kasih setia ilahi.—Wahyu 12:7-12; 2 Petrus 3:15.

      16. Bagaimana Yehuwa terbukti ”baik kepada semua orang”?

      16 Mengingat belas kasihan Allah, dapat dikatakan bahwa Ia berhati besar. Daud menyatakan, ”[Yehuwa] itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikanNya.” (Mazmur 145:9) Ya, Allah berlaku baik kepada umat Israel. Untuk itu, Ia ”menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar”. (Matius 5:43-45) Di Eden, Yehuwa menjanjikan suatu ”keturunan” atau benih yang akan menjadi berkat. Belakangan Ia memberi tahu Abraham, ”Melalui benihmu segala bangsa di bumi pasti akan memberkati diri mereka sendiri.” (Kejadian 3:15; 22:18, NW) Dan kebaikan Allah begitu besar pada ”akhir zaman” ini sehingga setiap orang dapat ’datang dan mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma’. (Daniel 12:4; Wahyu 22:17) Yehuwa rela berbuat baik kepada semua makhluk yang cerdas, dan kebaikan-Nya hendaknya menarik kita lebih dekat lagi kepada-Nya.

      17. Dalam arti apa Yehuwa ”penuh rahmat terhadap segala yang dijadikanNya”?

      17 Yehuwa ”penuh rahmat terhadap segala yang dijadikanNya” dalam hal Ia membuat persediaan yang limpah bagi umat manusia dan binatang-binatang. Dialah ”yang memberikan roti kepada segala makhluk”. (Mazmur 136:25; 147:9) Allah tidak menghormati orang kaya dan menghina mereka yang tertindas, mengagungkan yang sombong dan membenci yang rendah hati, meninggikan orang bodoh dan merendahkan orang bijak. Manusia berdosa berbuat demikian tetapi Bapa surgawi kita yang berbelas kasihan tidak demikian. (Mazmur 102:18; Zefanya 3:11, 12; Pengkhotbah 10:5-7) Dan betapa besar rahmat atau belas kasihan, kebaikan, dan kasih setia Allah dalam memungkinkan keselamatan melalui korban tebusan dari Putra yang Ia kasihi!—1 Yohanes 4:9, 10.

      Orang-Orang yang Loyal Memuji Yehuwa

      18. (a) Bagaimana hasil karya Allah ”memuliakan” Dia? (b) Bilamana kita seharusnya tergerak untuk memuliakan Yehuwa?

      18 Allah layak mendapat pujian dari segala penjuru. Seperti Daud ungkapkan, ”Segala yang Kaujadikan itu akan memuliakan Engkau, O Yehuwa, dan orang-orang-Mu yang loyal akan memuji Engkau.” (Mazmur 145:10, NW) Karya ciptaan Allah ”memuliakan” Dia, sama seperti sebuah rumah yang dibangun dengan baik akan mendatangkan pujian bagi orang yang membangunnya dan sebuah bejana yang indah bagi tukang yang membentuknya dengan terampil. (Bandingkan Ibrani 3:4; Yesaya 29:16; 64:8.) Begitu menakjubkan karya penciptaan Yehuwa sehingga para malaikat dan manusia tergerak untuk memuji Dia. Malaikat-malaikat putra Allah dengan riang bersorak-sorai ketika Ia menjadikan bumi. (Ayub 38:4-7) Daud berkata bahwa ”langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tanganNya”. (Mazmur 19:2-7) Kita juga dapat memuliakan Yehuwa bila kita melihat seekor burung elang terbang tinggi di langit atau seekor kijang melompat-lompat di atas bukit yang hijau. (Ayub 39:29; Kidung Agung 2:17) Puji-pujian juga tepat bila kita menuai panen kita atau menikmati makanan bersama teman-teman. (Mazmur 72:16; Amsal 15:17) Tubuh kita yang telah dirancang dengan mengagumkan juga dapat mendorong dicetuskannya pernyataan puji-pujian dan rasa syukur kepada Allah.—Mazmur 139:14-16.

      19. Siapakah ’orang-orang yang loyal’, dan apa yang mereka lakukan?

      19 Dewasa ini, ’orang-orang yang loyal’ dari Yehuwa, di atas bumi yang diurapi dengan roh, memuji Dia. Mereka mengatakan hal-hal yang baik tentang Dia dan rindu melihat kehendak-Nya terjadi di bumi seperti di surga. (Matius 6:9, 10) Seraya kaum terurap menceritakan kepada orang lain tentang perbuatan-perbuatan Allah yang menakjubkan, kumpulan besar menyambutnya dalam jumlah yang terus bertambah. Bersama-sama dengan kaum terurap yang loyal, mereka melayani dengan bergairah sebagai pemberita Kerajaan. Apakah rasa syukur menggerakkan saudara untuk ambil bagian dengan tetap tentu dalam pekerjaan ini demi kepujian bagi Allah?

      20. (a) Bagaimana nama Yehuwa akan dikuduskan? (b) Mengenai Mazmur 145, pertanyaan-pertanyaan apa masih akan dibahas?

      20 Sebagai Saksi-Saksi Yehuwa, kita seperti Daud dalam memberikan pujian kepada Allah. Bagi kita pengudusan nama suci Yehuwa dan pujian untuk nama itu merupakan hal-hal yang sangat penting. Karena nama ilahi akan dikuduskan melalui Kerajaan Allah, ajaran Alkitab mengenai Kerajaan merupakan corak utama dari kabar baik yang kita beritakan.

  • Pujilah Nama Suci Yehuwa!
    Menara Pengawal—1990 | 15 September
    • Berbicaralah tentang Kedudukan Yehuwa sebagai Raja

      3. Jika kedudukan Yehuwa sebagai raja sangat berharga bagi kita, apa yang akan kita lakukan?

      3 Pemerintahan Yehuwa menjadi perhatian utama Daud, yang berkata, ”Mereka akan membicarakan tentang kemuliaan kedudukan-Mu sebagai raja, dan tentang keperkasaan-Mu, memberitahukan kepada anak-anak manusia perbuatan-perbuatan-Nya yang penuh kuasa dan kemuliaan semarak kedudukan-Nya sebagai raja.” (Mazmur 145:11, 12, NW) Orang berbicara tentang hal-hal yang menarik minat mereka. Jadi seorang pria akan berbicara mengenai keluarganya, rumahnya, hasil panennya. ”Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik,” kata Yesus. (Lukas 6:45) Jika pemerintahan Allah sangat berharga bagi hati kita, kita akan berdoa agar Kerajaan-Nya datang dan memberi tahu orang-orang lain tentang keadilan, perdamaian, dan kebenaran yang akan meliputi pemerintahan itu. Kita akan memuji Yehuwa sebagai ”Raja kekekalan”, dan kita akan berbicara tentang pernyataan kedaulatan-Nya melalui Kerajaan Mesias di tangan Putra-Nya yang dikasihi, Yesus Kristus. (Wahyu 15:3, NW; Yesaya 9:5, 6) Benar-benar suatu hak istimewa untuk berbicara tentang kemuliaan surgawi dari kedudukan Yehuwa sebagai raja, yang akan segera diperlihatkan dalam keindahan suatu Firdaus di bumi yang dipenuhi dengan makhluk-makhluk yang benar-benar bahagia!—Lukas 23:43, NW.

      4. Kapan kita mempunyai kesempatan untuk berbicara tentang ’keperkasaan’ Yehuwa, dan bagaimana kita didukung dalam kegiatan demikian?

      4 Penghargaan juga akan menggerakkan kita untuk berbicara tentang ’keperkasaan’ Yehuwa. Walaupun ’besar kekuasaan-Nya’, Ia tidak pernah menyalahgunakan itu. (Ayub 37:23) Ia menggunakan kekuasaan-Nya untuk menciptakan bumi dan umat manusia dan akan menggunakan itu untuk menghancurkan orang jahat. Kita mempunyai kesempatan untuk berbicara tentang keperkasaan Allah pada waktu kita memberitakan kabar baik. Dan tidakkah kita bersyukur bahwa Sumber kekuatan yang paling tinggi ini memberi kita kuasa untuk melakukan pekerjaan tersebut? (Yesaya 40:29-31) Ya, sebagai Saksi-Saksi Yehuwa, kita didukung dalam dinas suci oleh kekuatan dan roh Allah. Hanya dengan cara inilah berita Kerajaan diumumkan dengan sukses yang menakjubkan di seluruh dunia.—Mazmur 28:7, 8; Zakharia 4:6.

      5. Karena jutaan orang tidak mengetahui tentang ’perbuatan-perbuatan Yehuwa yang penuh kuasa’, apa yang patut kita lakukan?

      5 Kita perlu memberi tahu anak-anak manusia tentang ’perbuatan-perbuatan Yehuwa yang penuh kuasa’, sama seperti umat Israel bercerita kepada anak-anak mereka tentang bagaimana Allah membebaskan mereka dari perbudakan Mesir. (Keluaran 13:14-16) Orang membangun monumen bagi manusia yang perbuatannya mereka anggap penting, namun berapa banyak yang mengenal perbuatan-perbuatan yang penuh kuasa dari Allah? Seperti diungkapkan seorang sarjana, ”Mereka mengukir perbuatan mulia dari para pahlawan mereka di atas kuningan, tetapi perbuatan-perbuatan Yehuwa yang menakjubkan ditulis di atas pasir, dan zaman menghapusnya dari ingatan masa kini.” Perbuatan-perbuatan tersebut tidak benar-benar terhapus, walaupun memang tidak diketahui oleh jutaan orang. Maka dalam pekerjaan kesaksian umum kita, pada waktu memimpin pengajaran Alkitab di rumah, dan pada kesempatan-kesempatan lain, marilah kita dengan bergairah berbicara tentang perbuatan-perbuatan Allah yang penuh kuasa.

      6. (a) Pada kesempatan apa bertahun-tahun yang lalu semangat yang penuh gairah dengan mana kita melaksanakan pelayanan kita, dinyatakan dengan bagus? (b) Intinya, apa yang dikatakan pada tahun 1922 mengenai mengumumkan Kerajaan?

      6 Kita juga perlu dengan bergairah mengumumkan kemuliaan kedudukan Allah sebagai raja. Gairah untuk dinas Kerajaan demikian pasti nyata ketika, pada tahun 1922, J. F. Rutherford, yang pada waktu itu adalah presiden Lembaga Menara Pengawal, berkhotbah kepada hadirin di kebaktian di Cedar Point, Ohio, dan mengatakan, ”Sejak 1914 Raja kemuliaan telah memegang kekuasaan-Nya . . . Kerajaan surga sudah berkuasa; sang Raja memerintah; imperium Setan sedang jatuh; jutaan yang sekarang hidup tidak pernah akan mati. Apakah saudara percaya? . . . Maka kembalilah ke ladang, hai kalian putra-putra dari Allah yang mahatinggi! Siapkan perlengkapan senjata kalian! Hendaklah sadar, waspada, aktif, berani. Jadilah saksi-saksi yang setia dan benar bagi Tuhan. Majulah dalam pertempuran sampai semua sisa Babel hancur lebur. Umumkan berita ini ke mana-mana. Dunia harus tahu bahwa Yehuwa adalah Allah dan bahwa Yesus Kristus adalah Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan. Inilah hari yang paling penting. Lihat, sang Raja memerintah! Kalian adalah pemberita-pemberitanya. Karena itu umumkan, umumkan, umumkan sang Raja dan kerajaannya.”

      7. Bagaimana seharusnya perasaan kita atas kegiatan kita sebagai pemberita Kerajaan?

      7 Benar-benar suatu sukacita untuk ’menghormati nama Allah’, menceritakan kepada orang-orang lain tentang pemerintahan-Nya, dan mengumumkan Kerajaan Mesias dari Putra-Nya yang dikasihi! (Maleakhi 3:16) Sebagai pemberita dan pendukung Kerajaan, kita menghargai hak istimewa untuk memberitakan kabar baik dan memalingkan hati orang-orang lain kepada Allah, Kristus, dan Kerajaan. Dalam diri kita, seharusnya ada keinginan yang berkobar-kobar untuk menceritakan kepada orang-orang lain tentang semarak yang mulia dari kedudukan Yehuwa sebagai raja.—Bandingkan Yeremia 20:9.

      8. (a) Dengan apa pemerintahan Yehuwa dewasa ini dinyatakan? (b) Mengapa dapat dikatakan bahwa Allah memerintah ”sepanjang masa dari generasi ke generasi”?

      8 Kita hendaknya tergerak untuk mengumumkan Kerajaan Allah dengan gairah yang besar, karena Daud selanjutnya berkata, ”Kedudukan-Mu sebagai raja kekal selama-lamanya, dan pemerintahan-Mu tetap sepanjang masa dari generasi ke generasi.” (Mazmur 145:13, NW)

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan