PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • ”Di Manakah Tuhan?”
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2018 | No. 3
    • Orang-orang memegang lilin dengan wajah sedih

      ”Di Manakah Tuhan?”

      ”SAYA SERING BERTANYA: DI MANAKAH TUHAN?”​—Paus Benediktus XVI, ketika mengunjungi bekas kamp konsentrasi di Auschwitz, Polandia.

      SAAT ADA MUSIBAH, PERNAHKAH ANDA BERPIKIR, ’DI MANAKAH ALLAH?’ ATAU PERNAHKAH ANDA SENDIRI MENGALAMI PERISTIWA YANG MENGGUNCANG KEHIDUPAN SEHINGGA ANDA BERTANYA-TANYA APAKAH ALLAH PEDULI KEPADA ANDA?

      Anda mungkin pernah merasa seperti Sheila. Dia tinggal di Amerika Serikat dan dibesarkan dalam keluarga yang taat beragama. Sheila bercerita, ”Sejak kecil, saya suka memikirkan Allah karena Dia adalah Pencipta kita. Tapi, saya tidak pernah merasa akrab dengan-Nya. Saya merasa Dia melihat saya, tapi Dia tidak benar-benar mengenal saya. Saya merasa Allah tidak membenci saya, tapi saya juga tidak yakin kalau Dia sayang sama saya.” Mengapa Sheila punya perasaan seperti itu? Dia menjelaskan, ”Keluarga saya terus-terusan mengalami musibah, dan sepertinya Allah tidak pernah menolong kami.”

      Seperti Sheila, Anda mungkin juga yakin bahwa ada Allah yang Mahakuasa. Tapi, Anda mungkin ragu apakah Dia benar-benar peduli kepada Anda. Ayub, seorang pria yang baik, beriman bahwa Sang Pencipta punya kuasa dan kebijaksanaan. Tapi, Ayub juga dilanda keraguan. (Ayub 2:3; 9:4) Ayub ditimpa berbagai musibah yang sepertinya tidak ada habisnya. Dia pun bertanya kepada Allah, ”Kenapa Engkau membuang muka dan menganggap aku musuh-Mu?”​—Ayub 13:24.

      Apa kata Alkitab? Apakah Allah yang menyebabkan terjadinya musibah? Apakah ada bukti bahwa Allah peduli kepada manusia secara umum dan secara perorangan? Nah, bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah Allah benar-benar memperhatikan Anda, memahami Anda, merasakan penderitaan Anda, dan menolong Anda sewaktu ada masalah?

      Dalam artikel-artikel berikutnya, kita akan membahas apa yang bisa kita pelajari tentang Allah dari cara kita diciptakan. (Roma 1:20) Lalu, kita akan memeriksa apa saja yang Alkitab katakan tentang Allah. Semakin Anda ’mengenal Allah’ melalui ciptaan dan Firman-Nya, semakin Anda yakin bahwa ”Dia peduli”.​—1 Yohanes 2:3; 1 Petrus 5:7.

  • Apakah Allah Memperhatikan Anda?
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2018 | No. 3
    • Suami istri duduk di bangku taman dan melihat burung-burung

      ”Kalian lebih berharga.”​—MATIUS 10:31

      Apakah Allah Memperhatikan Anda?

      BAGAIMANA KITA DICIPTAKAN

      Bagi seorang bayi yang baru lahir, 60 menit pertama adalah saat yang penting dalam hidupnya. Kenapa? Jika seorang bayi langsung dipeluk ibunya, pengaruhnya sangat baik atas pertumbuhan dan perkembangan anak itu.a

      Apa yang terjadi saat seorang ibu memeluk bayinya yang baru lahir? Profesor Jeannette Crenshaw menjelaskan dalam The Journal of Perinatal Education bahwa hormon oksitoksin dalam tubuh sang ibu akan meningkat. Hormon itu ”memicu naluri keibuan begitu seorang ibu memeluk, melihat, dan menyusui bayinya yang baru lahir”. Selain itu, muncul juga hormon lain yang memicu naluri ”seorang ibu untuk tanggap terhadap kebutuhan bayinya” dan senang berinteraksi dengan anaknya. Bagaimana hal yang luar biasa ini bisa terjadi?

      Hubungan yang akrab antara ibu dan bayinya dirancang oleh Pencipta kita yang pengasih, Allah Yehuwa.b Raja Daud mengatakan bahwa Allah-lah yang ”mengeluarkan [dia] dari rahim” dan membuat dia merasa aman di pangkuan ibunya. Daud berdoa, ”Engkau merawat aku sejak lahir; sejak dari rahim ibuku, Engkau sudah menjadi Allahku.”​—Mazmur 22:9, 10.

      PIKIRKAN: Kalau Allah menciptakan sistem hormon yang rumit agar seorang ibu secara naluri bisa menyayangi dan tanggap terhadap kebutuhan bayinya, tidakkah masuk akal bahwa Allah akan memperhatikan kita semua, yang adalah ”anak-anak Allah”?​—Kisah 17:29.

      APA KATA ALKITAB

      Yesus Kristus, yang paling mengenal Sang Pencipta, mengatakan, ”Dua burung pipit hanya dijual seharga satu uang logam kecil, kan? Tapi tidak satu pun dari mereka jatuh ke tanah tanpa diketahui Bapak kalian. Dia bahkan tahu jumlah rambut di kepala kalian. Jadi jangan takut, kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit.”​—Matius 10:29-31.

      Kita mungkin tidak tahu ada berapa burung kecil yang terbang di sekitar kita, apalagi jika ada ’satu burung yang jatuh ke tanah’. Tapi Bapak kita yang di surga memperhatikan setiap burung! Meski begitu, manusia lebih berharga daripada banyak burung. Jadi, pelajarannya jelas: Jangan takut Allah tidak memperhatikan Anda. Dia justru sangat peduli kepada Anda!

      Allah sangat berminat terhadap kesejahteraan kita dan memperhatikan kita dengan pengasih

      Ayat Alkitab yang menghibur kita

      • ”Mata Yehuwa ada di mana-mana, memperhatikan orang jahat dan orang baik.”​—AMSAL 15:3.

      • ”Mata Yehuwa memperhatikan orang benar, dan telinga-Nya mendengarkan teriakan mereka minta tolong.”​—MAZMUR 34:15.

      • ”Aku akan sangat gembira karena kasih setia-Mu, karena Engkau melihat deritaku; Engkau tahu betapa sengsaranya aku.”​—MAZMUR 31:7.

      ”SAYA SERING MERASA TIDAK DISAYANGI YEHUWA”

      Apa manfaatnya jika kita tahu bahwa Allah sangat peduli dan memperhatikan kita? Inilah yang dirasakan Hana,c dari Inggris:

      ”Saya sering merasa tidak disayangi Yehuwa, dan doa-doa saya tidak dijawab. Saya pikir Allah menghukum saya gara-gara saya kurang iman. Saya juga merasa Allah mengabaikan saya karena saya bukan siapa-siapa. Pokoknya saya merasa Allah tidak peduli.”

      Tapi, Hana tidak lagi meragukan perhatian dan kasih Yehuwa. Apa yang membantunya? Dia berkata, ”Pelan-pelan, cara berpikir saya mulai berubah. Beberapa tahun yang lalu, ada khotbah yang sangat menyentuh saya. Khotbah itu menjelaskan dari Alkitab tentang korban tebusan Yesus. Saya jadi diingatkan dan yakin bahwa Yehuwa mengasihi saya. Saat doa-doa saya akhirnya dijawab, saya merasa terharu karena saya sadar bahwa Yehuwa memang mengasihi saya. Selain itu, saya juga jadi lebih mengenal Yehuwa, sifat-sifat-Nya, dan perasaan-Nya dengan mempelajari Alkitab dan hadir di pertemuan ibadah. Sekarang, saya bisa lihat dengan jelas kalau Yehuwa benar-benar mendukung dan mengasihi kita semua. Dia juga sangat memperhatikan kita masing-masing.”

      Hana akhirnya menyadari bahwa Yehuwa memedulikan dia. Tapi, bagaimana Anda sendiri bisa yakin bahwa Allah memahami dan memedulikan perasaan Anda? Artikel berikut akan menjawabnya.

      a Beberapa ibu yang mengalami depresi pasca melahirkan mungkin kesulitan untuk merasa dekat dengan anaknya. Tapi, mereka tidak perlu merasa bersalah. Menurut Institut Kesehatan Mental Nasional AS, depresi pasca melahirkan ”kemungkinan terjadi akibat gabungan dari faktor fisik dan emosi . . . tapi itu tidak disebabkan oleh apa yang dilakukan atau yang tidak dilakukan sang ibu”. Untuk informasi lebih lanjut tentang topik ini, lihat artikel ”Memahami Depresi Pascapersalinan” di Sedarlah! terbitan 8 Juni 2003.

      b Yehuwa adalah nama Allah yang dicatat dalam Alkitab.​—Mazmur 83:18.

      c Beberapa nama dalam artikel ini telah diubah.

  • Apakah Allah Memahami Anda?
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2018 | No. 3
    • Foto seorang pria sewaktu bayi, anak-anak, menikah, dan bersama keluarganya

      “Mata-Mu melihat bahkan saat aku masih janin.”​—MAZMUR 139:16

      Apakah Allah Memahami Anda?

      BAGAIMANA KITA DICIPTAKAN

      Apa salah satu hubungan antar manusia yang paling akrab? Hubungan antara anak kembar identik. Mereka punya ikatan yang istimewa. Beberapa anak kembar identik bahkan ”bisa saling mengerti tanpa harus menjelaskan panjang lebar”, kata Nancy Segal, direktur Pusat Penelitian Anak Kembar, yang juga seorang anak kembar. Seorang wanita menjelaskan kedekatannya dengan saudara kembar identiknya, ”Tidak ada yang kami tidak tahu tentang satu sama lain.”

      Kenapa ikatan yang istimewa itu bisa terjadi? Memang, faktor lingkungan dan pendidikan dari orang tua bisa berpengaruh pada seberapa dekat hubungan antara anak kembar. Tapi sebenarnya, yang terpenting adalah faktor genetik.

      PIKIRKAN: Sang Pencipta-lah yang merancang kode genetik yang luar biasa dari setiap orang. Karena itu, tidak ada yang lebih memahami kita daripada Dia. Sang pemazmur Daud, menyatakan, ”Engkau menutupi aku dalam rahim ibuku. Tulang-tulangku tidak tersembunyi dari-Mu saat aku dibuat di tempat rahasia. . . . Mata-Mu melihat bahkan saat aku masih janin; semua bagiannya tertulis di buku-Mu.” (Mazmur 139:13, 15, 16) Jelaslah, hanya Allah yang paling tahu dan memahami gen kita. Dia juga tahu apa saja yang telah kita lalui dalam hidup kita yang membentuk kepribadian kita. Hal ini meyakinkan kita bahwa Allah benar-benar memahami kita sampai hal-hal terkecil.

      APA KATA ALKITAB

      Daud berdoa, ”Oh Yehuwa, Engkau menyelidiki aku, dan Engkau mengenal aku. Engkau tahu saat aku duduk dan saat aku berdiri. Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Belum ada satu kata pun terucap dari mulutku, Engkau sudah memahaminya, oh Yehuwa.” (Mazmur 139:1, 2, 4) Yehuwa juga mengetahui lubuk hati kita dan bahkan ”memahami setiap niat dan pikiran”. (1 Tawarikh 28:9; 1 Samuel 16:6, 7) Dari ayat-ayat itu, apa yang kita pelajari tentang Allah?

      Meski kita tidak mengungkapkan apa yang kita pikirkan dan rasakan dalam doa, Sang Pencipta melihat apa yang kita lakukan, dan juga mengerti kenapa kita melakukannya. Selain itu, Allah paham bahwa kita sebenarnya ingin berbuat baik, tapi kita tidak bisa melakukannya karena keterbatasan kita. Allah sejak awal menaruh kasih dalam hati kita. Jadi jelaslah, Dia sangat ingin melihat dan memahami cara berpikir dan motif kita yang tulus.​—1 Yohanes 4:7-10.

      Tidak ada yang luput dari perhatian Allah. Orang lain mungkin tidak mengetahui atau tidak merasakan apa yang kita alami, tapi Yehuwa memahaminya

      Ayat Alkitab yang menghibur kita

      • ”Mata Yehuwa memperhatikan orang benar, dan telinga-Nya mendengarkan permohonan mereka.”​—1 PETRUS 3:12.

      • Allah berjanji, ”Aku akan membuatmu mengerti dan menunjukkan ke mana kamu harus berjalan. Aku akan menasihatimu dengan mata-Ku tertuju kepadamu.”​—MAZMUR 32:8.

      ALLAH SANGAT BERBELASKASIHAN

      Apa manfaatnya jika kita tahu bahwa Allah memahami situasi dan perasaan kita? Coba kita perhatikan pengalaman Anna dari Nigeria. Dia mengatakan, ”Masalah saya terlalu berat sampai-sampai saya berpikir buat apa saya hidup. Saya janda dan putri saya yang masih kecil dirawat di rumah sakit karena menderita hidrosefalus (penumpukan cairan di otak). Pada saat yang sama, saya divonis mengidap kanker payudara dan harus menjalani operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Saya benar-benar kewalahan karena saya dan putri saya sama-sama harus dirawat di rumah sakit.”

      Apa yang membantu Anna bertahan? ”Saya merenungkan Filipi 4:6, 7, yang mengatakan bahwa ’kedamaian dari Allah, yang bisa mengalahkan pemikiran apa pun, akan menjaga hati dan pikiran’ kita. Tiap kali ingat ayat ini, saya merasa sangat dekat dengan Yehuwa karena saya tahu Dia lebih memahami saya dibanding saya sendiri. Saya juga dikuatkan oleh rekan-rekan seiman di sidang jemaat saya.

      ”Saya masih tetap berjuang menghadapi masalah kesehatan, tapi keadaan saya dan putri saya sudah lebih baik. Kami tahu Yehuwa selalu menyertai kami, jadi kami berupaya untuk tidak memikirkan hal-hal buruk sewaktu menghadapi kesulitan seperti itu. Kami dikuatkan oleh kata-kata di Yakobus 5:11, ’Kita menyebut orang-orang yang bertekun itu bahagia. Kalian mendengar tentang ketekunan Ayub, dan kalian melihat berkat yang Yehuwa berikan, sehingga kalian tahu bahwa Yehuwa itu penuh kasih sayang dan belas kasihan.’” Ya, Yehuwa sangat memahami keadaan Ayub, dan kita bisa yakin bahwa Dia juga memahami kesulitan apa pun yang harus kita hadapi.

  • Apakah Allah Merasakan Penderitaan Anda?
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2018 | No. 3
    • Seorang anak perempuan menghibur temannya yang jatuh dari sepeda; seorang wanita menghibur temannya yang sedang menangis

      Apakah Allah Merasakan Penderitaan Anda?

      BAGAIMANA KITA DICIPTAKAN

      Menurut Dr. Rick Hanson, seorang ahli kesehatan mental, ”sewaktu lahir kita sudah punya empati”. Itu adalah kemampuan untuk tahu dan mengerti perasaan orang lain atau apa yang dialaminya, dan membayangkan bagaimana rasanya kalau kita sendiri yang mengalaminya.

      PIKIRKAN: Kemampuan itu hanya dimiliki oleh manusia. Kenapa kita bisa punya kemampuan seperti itu? Alkitab menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia mirip dengan-Nya. (Kejadian 1:26) Itu berarti kita punya kemampuan untuk menunjukkan sifat-sifat yang dimiliki Allah. Jadi sewaktu kita menolong orang lain karena kita ikut merasakan penderitaannya, sebenarnya kita meniru Pencipta kita yang pengasih, Allah Yehuwa.​—Amsal 14:31.

      APA KATA ALKITAB

      Allah tidak senang melihat kita menderita dan Dia bisa ikut merasakan penderitaan kita. Dulu, bangsa Israel menjadi budak di Mesir dan diperlakukan dengan kejam. Lalu, mereka harus mengembara di padang belantara selama 40 tahun. Alkitab berkata, ”Saat mereka susah, Dia pun merasa susah.” (Yesaya 63:9) Yehuwa tidak hanya tahu penderitaan mereka, tapi juga ikut merasakannya. Dia berkata, ”Aku tahu betul penderitaan mereka.” (Keluaran 3:7) ”Siapa pun yang menyentuh kalian berarti menyentuh biji mata-Ku”, kata Allah. (Zakharia 2:8) Jadi, jika kita disakiti, Allah pun ikut merasa sakit hati.

      Kadang kita mungkin terus merasa bersalah dan tidak layak dikasihani Allah. Tapi, Alkitab meyakinkan kita bahwa ”Allah lebih besar daripada hati kita dan tahu segala sesuatu”. (1 Yohanes 3:19, 20) Allah lebih mengenal kita dibanding diri kita sendiri. Dia tahu betul keadaan, pikiran, dan perasaan kita. Jelaslah, Dia bisa ikut merasakan penderitaan kita.

      Kita bisa meminta penghiburan, kebijaksanaan, dan pertolongan dari Allah. Kita yakin Dia akan membantu orang yang menderita

      Ayat Alkitab yang menghibur kita

      • ”Saat kamu memanggil, Aku, Yehuwa, akan menjawab; saat kamu minta tolong, Aku akan berkata, ’Aku ada di sini!’”—YESAYA 58:9.

      • ”’Sebab Aku tahu apa yang ingin Aku lakukan kepada kalian,’ kata Yehuwa, ’Aku ingin memberi kalian kedamaian, bukan bencana, supaya kalian punya masa depan yang cerah dan harapan. Kalian akan memanggil-Ku dan datang untuk berdoa kepada-Ku, dan Aku akan mendengarkan kalian.’”​—YEREMIA 29:11, 12.

      • ”Tampunglah air mataku dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya tertulis di buku-Mu?”​—MAZMUR 56:8.

      ALLAH MELIHAT DAN MEMAHAMI KITA

      Apa manfaatnya mengetahui bahwa Allah ikut merasakan penderitaan kita? Perhatikan pengalaman Maria.

      ”Saya merasa hidup ini berat dan tidak adil. Putra saya yang berumur 18 tahun meninggal setelah dua tahun berjuang melawan kanker. Saya sedih sekali dan saya marah kepada Yehuwa karena tidak menolong dan menyembuhkan anak saya!

      ”Enam tahun kemudian, saya mencurahkan isi hati saya kepada rekan seiman yang baik hati. Saya cerita berjam-jam kalau Yehuwa tidak mengasihi saya. Dia mau mendengarkan dan tidak menyela cerita saya. Setelah itu, dia mengutip satu ayat yang menyentuh hati saya, yaitu 1 Yohanes 3:19, 20, yang bunyinya, ’Allah lebih besar daripada hati kita dan tahu segala sesuatu.’ Dia bilang kalau Yehuwa memahami penderitaan kita.

      ”Meski begitu, saya masih tetap marah! Kemudian saya membaca Mazmur 94:19, yang mengatakan, ’Sewaktu rasa khawatir meliputi aku, Engkau menghibur dan menenangkan aku.’ Saya merasa ayat ini ditulis khusus buat saya! Akhirnya, saya lega karena bisa mencurahkan hati saya kepada Yehuwa. Saya yakin Dia mendengarkan dan memahami saya.”

      Senang rasanya mengetahui bahwa Yehuwa mengerti dan ikut merasakan apa yang kita rasakan! Kalau begitu, kenapa sekarang ada banyak penderitaan? Apakah ini hukuman akibat dosa-dosa kita? Apakah Allah akan bertindak untuk mengakhiri penderitaan kita? Artikel berikut akan menjawabnya.

  • Penderitaan—Hukuman dari Allah?
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2018 | No. 3
    • Yesus menyembuhkan seorang anak laki-laki. Orang tuanya dan orang lain pun bahagia

      Penderitaan Hukuman dari Allah?

      LUZIA MEMILIKI KAKI KIRI YANG PINCANG. Waktu kecil, dia terkena polio, penyakit yang sangat menular dan menyerang sistem saraf tubuh. Saat berumur 16 tahun, majikannya mengatakan kepadanya, ”Kamu cacat karena dihukum Allah. Pasti kamu melawan dan kurang ajar sama ibumu.” Bertahun-tahun kemudian, Luzia masih ingat betapa hancur hatinya saat itu.

      SAAT DAMARIS TAHU KALAU DIA TERKENA KANKER OTAK, ayahnya berkata, ”Kamu buat salah apa sampai jadi begini? Kamu pasti sudah berbuat dosa, makanya kamu dihukum Tuhan.” Kata-kata ayahnya membuat Damaris semakin terpuruk.

      Dari dulu, banyak orang berpikir bahwa penyakit adalah hukuman dari Allah. Buku Manners and Customs of Bible Lands mengatakan bahwa pada abad pertama, orang-orang percaya bahwa ”orang yang sakit itu dihukum karena dosanya sendiri atau karena dosa kerabatnya”. Pada Abad Pertengahan (500-1500 M), ”ada orang yang percaya bahwa Allah menghukum manusia yang berbuat dosa dengan wabah penyakit”, kata buku Medieval Medicine and the Plague. Contohnya, pada abad ke-14 jutaan orang di Eropa mati karena wabah penyakit. Nah, apakah itu hukuman dari Allah atas orang-orang jahat? Atau, apakah itu murni karena penularan bakteri, seperti yang telah dibuktikan oleh hasil penelitian medis? Mungkin Anda juga pernah bertanya, apakah Allah memang memberikan penyakit supaya orang-orang yang berdosa menderita?a

      PIKIRKAN: Kenapa Putra Allah sendiri, Yesus, menyembuhkan orang sakit jika penyakit dan penderitaan memang hukuman dari Allah? Bukankah itu sama saja dengan mempertanyakan tindakan Allah yang adil dan benar? (Matius 4:23, 24) Yesus tidak pernah melawan keputusan Allah. Yesus berkata, ”Aku melakukan apa yang Bapak perintahkan kepadaku”, dan ”selalu melakukan hal-hal yang menyenangkan Dia”.​—Yohanes 8:29; 14:31.

      Alkitab dengan jelas berkata bahwa Allah Yehuwa ”selalu adil”. (Ulangan 32:4) Contohnya, Allah tidak mungkin menyebabkan pesawat jatuh sehingga ratusan penumpang mati hanya karena Dia ingin menghukum satu orang! Abraham, hamba Allah yang setia, berkata bahwa Allah tidak akan ”melenyapkan orang benar bersama orang jahat”. Menurut Abraham, hal itu ”mustahil”. (Kejadian 18:23, 25) Alkitab juga berkata, ”Allah pasti tidak akan bertindak jahat.” Dia tidak ”berbuat salah”.​—Ayub 34:10-12.

      APA KATA ALKITAB

      Penderitaan bukan hukuman dari Allah atas kesalahan kita. Yesus menjelaskan hal ini ketika dia dan murid-muridnya melihat orang yang buta sejak lahir. ”Murid-muridnya bertanya kepadanya, ’Rabi, siapa yang berdosa sampai orang ini buta sejak lahir? Dia atau orang tuanya?’ Yesus menjawab, ’Ini bukan karena dosanya atau dosa orang tuanya, tapi dengan begini, pekerjaan Allah bisa menjadi nyata melalui dia.’”​—Yohanes 9:1-3.

      Murid-murid Yesus pasti kaget saat Yesus berkata bahwa pria itu buta bukan karena kesalahan dia atau orang tuanya. Hal ini bertentangan dengan pandangan yang umum pada saat itu. Jadi, Yesus tidak hanya menyembuhkan penyakit orang itu, tapi juga sekaligus meluruskan pandangan yang keliru bahwa penderitaan adalah hukuman dari Allah. (Yohanes 9:6, 7) Sekarang, orang yang menderita penyakit serius bisa terhibur karena tahu bahwa Allah bukanlah penyebab penderitaan mereka.

      Untuk apa Yesus menyembuhkan orang sakit kalau itu adalah hukuman dari Allah atas kesalahan mereka?

      Ayat Alkitab yang menghibur kita

      • ”Allah tidak bisa dicobai, dan Dia juga tidak mencobai siapa pun dengan hal-hal jahat.” (YAKOBUS 1:13) Jadi, ”hal-hal jahat” yang membuat manusia menderita selama berabad-abad, termasuk penyakit, kesedihan, dan kematian, akan segera dilenyapkan.

      • Yesus Kristus ”menyembuhkan semua orang yang sakit”. (MATIUS 8:16) Dengan menyembuhkan semua orang yang datang kepadanya, Putra Allah menunjukkan apa yang akan Kerajaan Allah lakukan bagi manusia di seluruh bumi.

      • ”Dia [Allah] akan menghapus semua air mata mereka. Kematian tidak akan ada lagi. Perkabungan, tangisan, ataupun rasa sakit juga tidak akan ada lagi. Hal-hal yang dulu terjadi sudah tidak ada lagi.”​—WAHYU 21:3-5.

      SIAPA PENYEBABNYA?

      Jadi, kenapa ada begitu banyak penderitaan dan kesusahan? Pertanyaan itu sudah ada selama berabad-abad. Kalau bukan Allah, siapa penyebabnya? Jawabannya akan dibahas di artikel berikutnya.

      a Dulu, Allah memang pernah menghukum orang-orang yang berdosa. Tapi, Alkitab tidak pernah menunjukkan bahwa Yehuwa sekarang menggunakan penyakit atau musibah untuk menghukum orang-orang.

  • Siapa Penyebabnya?
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2018 | No. 3
    • Tim pemadam kebakaran di lokasi kecelakaan mobil

      Siapa Penyebabnya?

      Kalau bukan Allah yang menyebabkan penderitaan, kenapa ada begitu banyak kelaparan, kemiskinan, perang, wabah penyakit, dan bencana alam? Menurut Firman Allah, Alkitab, ada tiga penyebab utama penderitaan manusia:

      1. Sifat Egois, Keserakahan, dan Kebencian. ”Manusia menguasai manusia sehingga merugikan diri sendiri.” (Pengkhotbah 8:9) Karena tidak sempurna, banyak orang menjadi egois dan kejam. Kita pun menjadi korbannya.

      2. Waktu dan Kejadian yang Tidak Terduga. Manusia sering mengalami kesusahan akibat ”waktu dan kejadian yang tidak terduga”. (Pengkhotbah 9:11) Artinya, kita bisa tertimpa musibah karena kebetulan berada di tempat dan waktu yang salah. Kita juga mungkin menjadi korban karena orang lain tidak hati-hati atau tidak sengaja membuat kesalahan.

      3. Penguasa Dunia yang Jahat. Alkitab memberi tahu kita penyebab utama penderitaan manusia. Alkitab berkata, ”Seluruh dunia dikuasai oleh si jahat.” (1 Yohanes 5:19) ”Si jahat” adalah makhluk roh yang kuat yang disebut Setan si Iblis. Awalnya, dia adalah malaikat tapi ”dia tidak berdiri teguh dalam kebenaran”. (Yohanes 8:44) Belakangan, malaikat-malaikat lain ikut bertindak semaunya dan memberontak melawan Allah. Mereka pun disebut hantu-hantu. (Kejadian 6:1-5) Sejak itu, Setan dan hantu-hantunya mengendalikan peristiwa-peristiwa di bumi dengan kejam. Ini benar-benar kita rasakan sekarang. Setan marah besar dan ”sedang menyesatkan seluruh dunia” sehingga ”celakalah bumi”. (Wahyu 12:9, 12) Setan memang penguasa yang semena-mena. Dia merasakan kepuasan tersendiri saat menyaksikan manusia menderita. Jadi, Setan-lah yang menyebabkan manusia menderita, bukan Allah.

      PIKIRKAN: Hanya penjahat gila yang senang melihat korban yang tidak bersalah menderita. Sebaliknya, Alkitab berkata, ”Allah adalah kasih”. (1 Yohanes 4:8) Karena itu, ”tidak mungkin Allah yang benar bertindak jahat, dan mustahil yang Mahakuasa berbuat salah!”​—Ayub 34:10.

      Tapi Anda mungkin berpikir, ’Sampai kapan Allah Yang Mahakuasa akan membiarkan Setan membuat kekacauan di bumi?’ Seperti yang telah kita pelajari, Allah membenci kejahatan dan Dia sangat sedih melihat kita menderita. Bahkan, Alkitab berkata, ”Lemparkan semua kekhawatiran kalian kepada Dia, karena Dia peduli kepada kalian.” (1 Petrus 5:7) Allah menyayangi kita dan Dia mahakuasa. Jadi, Dia akan segera menyingkirkan penderitaan dan ketidakadilan. Artikel berikut akan menjelaskan hal ini.a

      a Untuk keterangan lebih lanjut tentang kenapa ada begitu banyak penderitaan, lihat pelajaran 26 dari buku Hidup Bahagia Selamanya!, yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa dan bisa didownload gratis di www.pr418.com/id.

  • Allah Akan Segera Mengakhiri Semua Derita
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2018 | No. 3
    • Matahari terbenam

      Allah Akan Segera Mengakhiri Semua Derita

      ”Oh Yehuwa, sampai kapan aku harus berseru minta tolong? Kapan Engkau akan mendengarkan aku? Sampai kapan aku harus meminta tolong? Kapan Engkau akan menyelamatkan kami dari kekerasan?” (Habakuk 1:2, 3) Kata-kata ini diucapkan oleh Habakuk, seorang hamba Allah yang baik. Apakah dia kurang iman? Sama sekali tidak. Allah meyakinkan Habakuk bahwa Dia sudah menentukan waktu untuk mengakhiri semua penderitaan.​—Habakuk 2:2, 3.

      Saat kita sendiri atau orang yang kita sayangi menderita, bisa jadi ada yang berpikir bahwa Allah seharusnya langsung bertindak untuk menolong kita. Tapi, Alkitab meyakinkan kita, ”Yehuwa tidak lambat menepati janji-Nya seperti anggapan beberapa orang. Sebaliknya, Dia sabar kepada kalian karena Dia tidak ingin seorang pun dimusnahkan. Dia ingin agar semuanya bertobat.”​—2 Petrus 3:9.

      KAPAN ALLAH AKAN BERTINDAK?

      Segera! Yesus menunjukkan bahwa ada satu generasi yang akan menyaksikan berbagai peristiwa yang dia sebut sebagai ”tanda penutup zaman ini”. (Matius 24:3-42) Semua peristiwa itu akan terjadi pada satu masa yang sama. Kata-kata Yesus menjadi kenyataan pada masa hidup kita sekarang. Ini menunjukkan bahwa Allah akan segera bertindak.a

      Bagaimana caranya Allah menghapus semua penderitaan? Saat Yesus di bumi, dia memperlihatkan bahwa Allah sanggup menyingkirkan penderitaan manusia. Perhatikan beberapa contoh ini.

      Bencana Alam: Saat Yesus dan murid-muridnya sedang berlayar di Laut Galilea, ada badai besar yang hampir menenggelamkan kapal mereka. Tapi, Yesus memperlihatkan bahwa dia dan Bapaknya bisa mengendalikan kekuatan alam. (Kolose 1:15, 16) Yesus hanya berkata, ”Diam! Tenang!” Hasilnya? ”Angin pun reda, dan keadaannya menjadi tenang sekali.”​—Markus 4:35-39.

      Penyakit: Yesus dikenal bisa menyembuhkan orang buta dan orang timpang, dan juga orang yang menderita penyakit ayan, kusta, dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Dia ”menyembuhkan semua orang yang sakit”.​—Matius 4:23, 24; 8:16; 11:2-5.

      Kekurangan Makanan: Yesus menggunakan kuasa yang Bapaknya berikan untuk memberi makan banyak orang secara mukjizat. Alkitab mencatat bahwa Yesus pernah dua kali memberi makan ribuan orang.​—Matius 14:14-21; 15:32-38.

      Kematian: Yehuwa memiliki kuasa untuk menghidupkan orang mati. Alkitab mencatat bahwa Yesus pernah membangkitkan tiga orang. Salah satu dari mereka bahkan sudah mati selama empat hari.​—Markus 5:35-42; Lukas 7:11-16; Yohanes 11:3-44.

      a Untuk informasi lebih lanjut tentang hari-hari terakhir, lihat pelajaran 32 dari buku Hidup Bahagia Selamanya!, yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa dan bisa didownload secara gratis di www.pr418.com/id.

  • Manfaatnya Karena Allah Memedulikan Anda
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2018 | No. 3
    • Orang-orang dari berbagai suku dan usia berjalan menuju dunia baru

      Manfaatnya Karena Allah Memedulikan Anda

      Tubuh kita diciptakan Allah dengan kemampuan yang luar biasa untuk menyembuhkan diri. Dalam keadaan sehat, jika terluka, tubuh kita ”bisa memulai serangkaian proses yang rumit untuk menyembuhkan luka besar maupun kecil”. (Johns Hopkins Medicine) Tubuh kita langsung bekerja untuk menghentikan pendarahan, melebarkan pembuluh darah, menyembuhkan luka, dan memperkuat jaringan tubuh.

      PIKIRKAN: Sang Pencipta merancang tubuh kita untuk bisa menyembuhkan luka di tubuh. Maka, Allah pasti juga bisa membantu kita pulih jika kita menderita luka emosi. Buku Mazmur berjanji, ”Dia menyembuhkan orang yang hancur hatinya; Dia membalut luka mereka.” (Mazmur 147:3) Jika Anda menderita luka emosi karena trauma masa lalu atau sedang stres, bagaimana Anda bisa yakin bahwa Yehuwa bisa membalut luka Anda—baik sekarang maupun di masa depan?

      APA KATA ALKITAB TENTANG KASIH ALLAH

      Allah berjanji, ”Jangan takut, karena Aku bersamamu. Jangan khawatir, karena Akulah Allahmu. Aku akan melindungimu, Aku akan menolongmu.” (Yesaya 41:10) Jika kita tahu bahwa Yehuwa menyayangi kita, pikiran kita akan tenang dan kita jadi lebih tabah untuk menghadapi tantangan. Rasul Paulus menyebut hal ini sebagai ”kedamaian dari Allah, yang bisa mengalahkan pemikiran apa pun”. Dia juga mengatakan, ”Saya sanggup menghadapi segala sesuatu dengan kekuatan yang saya dapatkan dari Allah.”​—Filipi 4:4-7, 9, 13.

      Alkitab dapat membantu kita beriman akan janji Yehuwa tentang masa depan manusia. Misalnya, Wahyu 21:4, 5 (yang dikutip di halaman sebelah) memberi tahu kita apa saja yang akan Dia lakukan dan kenapa kita bisa memercayai-Nya:

      • ”Dia akan menghapus semua air mata.” Yehuwa akan menyingkirkan semua penderitaan dan kekhawatiran kita, bahkan yang mungkin orang lain anggap tidak penting.

      • Sang Raja Yang Mahakuasa akan ”duduk di takhta” yang mulia di surga. Saat itu, Dia akan menggunakan kekuasaan dan wewenangnya atas semua ciptaan untuk melenyapkan penderitaan dan menolong kita.

      • Yehuwa menjamin bahwa janji-janji-Nya ”benar dan dapat dipercaya”. Nama dan reputasi-Nya sebagai Allah yang benar menjadi jaminan bahwa semua janji-Nya akan terwujud.

      ”’Dia akan menghapus semua air mata mereka. Kematian tidak akan ada lagi. Perkabungan, tangisan, ataupun rasa sakit juga tidak akan ada lagi. Hal-hal yang dulu terjadi sudah tidak ada lagi.’ Dia yang duduk di takhta itu berkata, ’Lihatlah, Aku membuat semuanya jadi baru.’ Dia juga berkata, ’Tuliskanlah hal ini, karena kata-kata ini benar dan dapat dipercaya.’” —Wahyu 21:4, 5.

      Kita bisa mengetahui sifat-sifat Bapak kita yang di surga dari alam semesta dan Alkitab. Melalui karya ciptaan-Nya, Yehuwa menunjukkan bahwa ada Pencipta yang mengasihi manusia. Tapi melalui Alkitab, Yehuwa secara langsung mengundang kita untuk menjadi sahabat-Nya, ”Mendekatlah kepada Allah, dan Dia akan mendekat kepada kalian.” (Yakobus 4:8) Menurut Kisah 17:27, ”Dia sebenarnya tidak jauh dari kita masing-masing.”

      Kalau kita meluangkan waktu untuk mengenal Allah, kita akan semakin yakin bahwa ”Dia peduli”. (1 Petrus 5:7) Apa manfaatnya jika kita mempunyai keyakinan seperti itu?

      Perhatikan pengalaman Toru dari Jepang. Dia dibesarkan oleh ibunya yang Kristen. Belakangan, dia ikut geng yakuza, atau Mafia Jepang. Dia mengenang, ”Saya merasa Allah membenci saya. Saya merasa kalau kematian orang-orang yang saya sayangi adalah hukuman dari Allah.” Toru mengakui bahwa akibat pergaulan dan lingkungan yang keras, dia menjadi ”orang yang kejam dan tidak punya perasaan”. Dia juga bercerita tentang cita-citanya yang aneh, ”Saya ingin membunuh orang yang terkenal dan setelah itu mati muda supaya saya bisa dikenang sebagai orang hebat.”

      Meski begitu, setelah dia dan istrinya belajar Alkitab, Toru membuat perubahan besar dalam kehidupan dan cara berpikirnya. Hannah, istrinya, berkata, ”Saya lihat dengan mata kepala sendiri kalau suami saya berubah.” Sekarang, Toru dengan yakin berkata, ”Allah memang benar-benar peduli kepada kita masing-masing. Dia tidak ingin siapa pun mati, dan Dia rela mengampuni orang yang benar-benar bertobat. Dia mau mendengarkan hal-hal yang tidak mungkin kita ceritakan kepada orang lain dan hal-hal yang orang lain mungkin tidak mengerti. Sebentar lagi, Yehuwa akan menyingkirkan semua masalah, penderitaan, dan rasa sakit. Tapi sekarang pun, Dia bantu kita dengan cara yang tidak kita duga. Dia menyayangi kita dan menolong kita saat kita terpuruk.”​—Mazmur 136:23.

      Seperti yang dialami Toru, ada manfaatnya untuk tahu bahwa Allah bisa dan akan segera menyingkirkan semua penderitaan dan menghapus air mata. Kita jadi punya masa depan yang cerah dan kehidupan yang lebih baik sekarang. Ya, bahkan di dunia yang penuh dengan penderitaan ini, Anda bisa mendapat manfaat dari kepedulian Allah.

  • Bagaimana Perasaan Allah Melihat Anda Menderita?
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2018 | No. 3
    • Orang-orang mengais-ngais puing sisa kebakaran

      Bagaimana Perasaan Allah Melihat Anda Menderita?

      Ada yang merasa bahwa Allah tidak melihat atau tidak peduli saat kita menderita.

      PERHATIKAN APA KATA ALKITAB

      • Allah melihat dan juga peduli

        ”Yehuwa melihat bahwa kejahatan di bumi sangat parah . . . , dan hati-Nya sakit.”​—Kejadian 6:5, 6.

      • Allah akan menyingkirkan semua penderitaan

        ”Sebentar lagi, orang jahat tidak akan ada lagi; saat kamu melihat tempat dia biasa berada, dia sudah tidak ada di situ. Tapi orang-orang yang lembut hati akan memiliki bumi, dan mereka akan sangat bahagia karena kedamaian yang limpah.”​—Mazmur 37:10, 11.

      • Yang Allah ingin berikan kepada kita

        ”’Aku tahu apa yang ingin Aku lakukan kepada kalian,’ kata Yehuwa, ’Aku ingin memberi kalian kedamaian, bukan bencana, supaya kalian punya masa depan yang cerah dan harapan. Kalian akan memanggil-Ku dan datang untuk berdoa kepada-Ku, dan Aku akan mendengarkan kalian.’”​—Yeremia 29:11, 12.

        ”Mendekatlah kepada Allah, dan Dia akan mendekat kepada kalian.”​—Yakobus 4:8.

      Untuk keterangan lebih lanjut tentang kenapa Allah membiarkan penderitaan, lihat pelajaran 26 dari buku Hidup Bahagia Selamanya!, yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa dan tersedia di www.pr418.com/id

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan