PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Pelajari Sifat-Sifat Yehuwa Melalui Ciptaan-Nya
    Menara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2023 | Maret
    • ARTIKEL PELAJARAN 12

      Pelajari Sifat-Sifat Yehuwa Melalui Ciptaan-Nya

      ”Meskipun Allah tidak kelihatan, mereka bisa melihat dengan jelas seperti apa Dia itu sejak dunia diciptakan.”​—RM. 1:20.

      NYANYIAN 6 Langit Singkap Kemuliaan Yehuwa

      YANG DIBAHASa

      1. Apa salah satu hal yang membuat Ayub lebih mengenal sifat-sifat Yehuwa?

      SEPANJANG hidupnya, Ayub pasti sering bercakap-cakap dengan orang lain. Tapi, ada satu percakapan yang pasti sangat berkesan baginya, yaitu percakapannya dengan Allah Yehuwa. Waktu itu, Yehuwa meminta Ayub memperhatikan beberapa ciptaan-Nya yang luar biasa. Yehuwa ingin meyakinkan Ayub bahwa Dia sangat berhikmat dan sanggup memenuhi kebutuhan hamba-hamba-Nya. Misalnya, Allah mengingatkan Ayub bahwa Dia bisa menyediakan kebutuhan binatang, jadi Dia juga pasti bisa memenuhi kebutuhan Ayub. (Ayb. 38:39-41; 39:1, 5, 13-16) Dengan memikirkan berbagai ciptaan, Ayub belajar banyak tentang sifat-sifat Allahnya.

      2. Mengapa mengamati ciptaan kadang tidak mudah?

      2 Seperti Ayub, kita juga bisa belajar banyak tentang Allah kita dengan mengamati ciptaan-Nya. Tapi itu mungkin tidak mudah. Kalau kita tinggal di kota, kita mungkin jarang melihat keindahan alam. Dan kalaupun kita tinggal lebih dekat dengan alam, kita mungkin merasa bahwa kita tidak sempat mengamati alam di sekitar kita. Jadi, mari kita bahas apa manfaatnya kalau kita meluangkan waktu dan berupaya mengamati ciptaan Yehuwa. Kita juga akan membahas bagaimana Yehuwa dan Yesus mengajar dengan menggunakan ciptaan dan bagaimana kita bisa belajar lebih banyak dari ciptaan.

      MENGAPA KITA PERLU MENGAMATI CIPTAAN?

      Adam mengamati seekor siput yang ada di atas batu.

      Yehuwa ingin Adam menikmati ciptaan-Nya dan menamai setiap binatang (Lihat paragraf 3)

      3. Dari mana kita tahu bahwa Yehuwa ingin Adam menikmati ciptaan-Nya?

      3 Yehuwa ingin manusia pertama, Adam, menikmati ciptaan-Nya. Sewaktu Allah menciptakan Adam, Dia memberi Adam tempat tinggal yang indah, yaitu Taman Eden. Dan, Dia menugasi Adam untuk mengurus dan memperluas taman itu. (Kej. 2:8, 9, 15) Itu benar-benar tugas yang istimewa! Adam pasti sangat senang sewaktu melihat benih bertumbuh dan bunga bermekaran. Yehuwa juga meminta Adam untuk menamai setiap binatang. (Kej. 2:19, 20) Sebenarnya, Yehuwa bisa saja melakukan itu sendiri, tapi Dia memberikan tugas itu kepada Adam. Sebelum menamai setiap binatang, Adam pasti mengamati binatang itu baik-baik untuk melihat tingkah laku dan penampilannya yang unik. Adam pasti sangat menikmati tugas tersebut. Tugas itu membantu dia untuk memahami bahwa Bapaknya sangat berhikmat dan bahwa ciptaan-Nya sangat menarik dan indah.

      4. (a) Apa salah satu alasan kita perlu mengamati ciptaan? (b) Ciptaan mana yang paling Saudara sukai?

      4 Salah satu alasan mengapa kita perlu mengamati ciptaan adalah karena Yehuwa ingin kita melakukannya. Dia mengatakan, ”Pandanglah langit dan lihatlah. Siapa yang menciptakan semua ini?” Jawabannya jelas. (Yes. 40:26) Yehuwa membuat berbagai ciptaan yang mengagumkan di langit, di bumi, dan di laut. Kita bisa belajar banyak dari semua ciptaan itu. (Mz. 104:24, 25) Selain itu, coba pikirkan bagaimana Allah menciptakan kita. Dia membuat kita bisa menikmati keindahan alam. Kita juga diberi indra untuk melihat, mendengar, meraba, mencium, dan mengecap rasa sehingga kita bisa menikmati ciptaan-Nya yang beraneka ragam.

      5. Menurut Roma 1:20, apa manfaatnya kalau kita mengamati ciptaan Yehuwa?

      5 Alkitab memberi tahu kita alasan lain mengapa kita perlu mengamati ciptaan: Kita bisa belajar tentang sifat-sifat Yehuwa. (Baca Roma 1:20.) Misalnya, coba perhatikan berbagai hal yang Dia rancang dengan luar biasa di alam sekitar kita. Semua itu menunjukkan bahwa Dia sangat berhikmat. Dan, coba pikirkan berbagai macam makanan yang bisa kita nikmati. Itu dengan jelas membuktikan bahwa Allah sangat mengasihi manusia. Kalau kita mempelajari sifat-sifat Yehuwa dengan mengamati ciptaan-Nya, kita bisa lebih mengenal Dia dan tergerak untuk mendekat kepada-Nya. Sekarang, mari kita bahas beberapa hal yang Yehuwa ajarkan kepada kita melalui ciptaan.

      ALLAH MENGGUNAKAN CIPTAAN UNTUK MENGAJAR KITA TENTANG DIRINYA

      6. Apa yang bisa kita pelajari dari burung-burung yang bermigrasi?

      6 Yehuwa memiliki jadwal. Setiap tahun, di antara akhir bulan Februari dan pertengahan bulan Mei, bangsa Israel biasanya bisa melihat burung-burung bangau terbang untuk bermigrasi ke arah utara. Allah memberi tahu bangsa Israel, ’Burung bangau tahu kapan waktunya untuk pindah.’ (Yer. 8:7) Sama seperti Yehuwa sudah menetapkan kapan burung-burung itu bermigrasi, Dia sudah menetapkan kapan Dia akan mengakhiri dunia ini. Jadi, sewaktu kita melihat burung-burung bermigrasi, kita bisa ingat bahwa Yehuwa sudah menetapkan kapan akhir dunia ini akan tiba.​—Hab. 2:3.

      7. Apa yang bisa kita pelajari dari caranya burung terbang tinggi? (Yesaya 40:31)

      7 Yehuwa memberikan kekuatan kepada hamba-hamba-Nya. Melalui Yesaya, Yehuwa berjanji bahwa sewaktu umat-Nya merasa lemah atau kecil hati, Dia akan menguatkan mereka supaya mereka bisa ’terbang tinggi seperti elang’. (Baca Yesaya 40:31.) Bangsa Israel sering melihat elang terbang tinggi tanpa harus terus mengepakkan sayap. Elang bisa melakukan itu karena mereka memanfaatkan arus udara yang mendorong mereka naik. Sama seperti Yehuwa memberikan kekuatan kepada burung elang, Dia juga bisa memberi kita kekuatan. Jadi, sewaktu Saudara melihat burung terbang tinggi di langit tanpa harus terus mengepakkan sayapnya, ingatlah bahwa Yehuwa bisa memberi Saudara kekuatan untuk melewati kesulitan Saudara.

      8. Apa yang Ayub pelajari dari ciptaan Allah, dan apa yang bisa kita pelajari?

      8 Yehuwa benar-benar bisa dipercaya. Yehuwa membantu Ayub untuk semakin percaya kepada-Nya. (Ayb. 32:2; 40:6-8) Sewaktu bercakap-cakap dengan Ayub, Allah menyebutkan beberapa ciptaan-Nya, seperti bintang-bintang, awan, dan kilat. Yehuwa juga menyebutkan beberapa binatang, seperti sapi jantan dan kuda. (Ayb. 38:32-35; 39:9, 19, 20) Semua hal tersebut menunjukkan bahwa Yehuwa memiliki kuasa, hikmat, dan kasih yang luar biasa. Setelah percakapan itu, Ayub menjadi semakin percaya kepada Yehuwa. (Ayb. 42:1-6) Begitu juga, kalau kita mengamati ciptaan, kita akan ingat bahwa Yehuwa jauh lebih berhikmat dan lebih berkuasa daripada kita. Dia bisa mengakhiri semua kesulitan kita, dan Dia pasti akan melakukannya. Kalau kita terus mengingat hal itu, kita bisa semakin percaya kepada-Nya.

      YESUS MENGGUNAKAN CIPTAAN UNTUK MENGAJAR TENTANG BAPAKNYA

      9-10. Apa yang kita pelajari tentang Yehuwa dari sinar matahari dan hujan?

      9 Yesus tahu banyak tentang alam. Sewaktu Bapaknya menciptakan alam semesta, Yesus membantu-Nya sebagai ”pekerja ahli”. (Ams. 8:30) Belakangan, sewaktu Yesus di bumi, dia menggunakan ciptaan untuk mengajar murid-muridnya tentang Bapaknya. Mari kita bahas beberapa hal yang dia ajarkan.

      10 Yehuwa menunjukkan kasih kepada semua orang. Dalam Khotbah di Gunung, Yesus berbicara tentang dua ciptaan yang dianggap biasa oleh kebanyakan orang, yaitu sinar matahari dan hujan. Kita sangat membutuhkan kedua hal itu untuk tetap hidup. Sebenarnya, Yehuwa bisa saja memutuskan untuk tidak memberikan sinar matahari atau hujan kepada orang-orang yang tidak melayani Dia. Tapi, Dia dengan pengasih menyediakannya untuk semua orang. (Mat. 5:43-45) Yesus menyebutkan hal-hal itu untuk mengajar murid-muridnya bahwa Yehuwa ingin kita mengasihi semua orang. Jadi, setiap kali kita menikmati matahari terbenam yang indah atau hujan rintik-rintik yang menyegarkan, kita bisa memikirkan kasih Yehuwa yang tidak berat sebelah. Teladan-Nya bisa menggerakkan kita untuk menunjukkan kasih yang sama dengan mengabar kepada semua orang.

      11. Apa manfaatnya kalau kita mengamati burung-burung di langit?

      11 Yehuwa selalu memenuhi kebutuhan kita. Di khotbah yang sama, Yesus juga berkata, ”Coba amati burung-burung di langit. Mereka tidak menabur benih atau memanen atau mengumpulkan makanan di gudang, tapi Bapak kalian yang di surga memberi mereka makan.” Orang-orang yang mendengarkan Yesus mungkin bisa melihat burung-burung yang terbang di langit sewaktu Yesus melanjutkan, ”Bukankah kalian lebih berharga daripada mereka?” (Mat. 6:26) Yesus dengan pengasih meyakinkan kita bahwa Yehuwa akan selalu memenuhi kebutuhan kita. (Mat. 6:31, 32) Pelajaran yang bagus ini masih terus menguatkan hamba-hamba Yehuwa sampai sekarang. Seorang saudari muda yang melayani sebagai perintis di Spanyol sempat merasa kecil hati karena tidak bisa menemukan tempat tinggal yang cocok. Tapi, setelah melihat burung-burung yang sedang memakan biji-bijian dan buah, dia merasa lebih tenang. Dia berkata, ”Sewaktu melihat bagaimana Yehuwa memenuhi kebutuhan burung-burung itu, saya jadi yakin bahwa Yehuwa juga akan memenuhi kebutuhan saya.” Tidak lama setelah itu, dia pun menemukan tempat tinggal yang cocok.

      12. Sesuai dengan Matius 10:29-31, apa yang bisa kita pelajari tentang Yehuwa dari burung pipit?

      12 Yehuwa menganggap kita masing-masing berharga. Sebelum Yesus mengutus para rasulnya untuk mengabar, dia membantu mereka agar mereka tidak takut saat menghadapi tentangan. (Baca Matius 10:29-31.) Dia menyebutkan salah satu burung yang paling banyak ditemukan di Israel, yaitu burung pipit. Di zaman Yesus, burung pipit harganya sangat murah. Tapi, Yesus memberi tahu murid-muridnya, ”Tidak satu pun dari mereka jatuh ke tanah tanpa diketahui Bapak kalian.” Dia menambahkan, ”Kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit.” Yesus meyakinkan murid-muridnya bahwa Yehuwa menghargai mereka masing-masing, jadi mereka tidak perlu takut menghadapi penganiayaan. Sewaktu mereka mengabar di berbagai kota dan desa, mereka pasti mengingat kata-kata Yesus itu saat melihat burung pipit. Jadi, setiap kali Saudara melihat seekor burung kecil, ingatlah bahwa Yehuwa menghargai Saudara karena Saudara ”lebih berharga daripada banyak burung pipit”. Dengan dukungan Yehuwa, Saudara bisa tetap berani sewaktu menghadapi tentangan.​—Mz. 118:6.

      BAGAIMANA KITA BISA BELAJAR TENTANG YEHUWA DARI CIPTAAN?

      13. Bagaimana kita bisa belajar tentang Yehuwa dari ciptaan?

      13 Kita bisa mendapat banyak pelajaran lainnya tentang Yehuwa dari ciptaan. Bagaimana caranya? Pertama, kita perlu meluangkan waktu untuk mengamati ciptaan. Lalu, kita perlu memikirkan apa yang bisa kita pelajari tentang Yehuwa dari ciptaan itu. Ini tidak selalu mudah. Géraldine, seorang saudari dari Kamerun, berkata, ”Karena saya dibesarkan di kota, saya tidak terbiasa mengamati alam. Jadi, saya butuh upaya lebih untuk memperhatikannya.” Seorang penatua bernama Alfonso mengatakan, ”Saya sadar bahwa saya perlu meluangkan waktu untuk menyendiri supaya saya bisa mengamati ciptaan Yehuwa dan merenungkan apa yang bisa saya pelajari tentang Yehuwa dari ciptaan-Nya.”

      Daud memandang langit malam sewaktu menjaga kawanan dombanya.

      Daud mengamati ciptaan yang ada di sekitarnya dan merenungkan apa yang bisa dia pelajari tentang Yehuwa (Lihat paragraf 14)

      14. Apa yang Daud pelajari sewaktu dia merenungkan ciptaan Allah?

      14 Daud sering merenungkan tentang ciptaan Allah. Dia berkata kepada Yehuwa, ”Saat aku melihat langit-Mu, karya tangan-Mu, bulan dan bintang yang Engkau buat, aku pun berpikir: Apalah manusia itu sampai Engkau mengingat dia?” (Mz. 8:3, 4) Sewaktu Daud memandang langit di malam hari, dia tidak sekadar mengagumi keindahan bintang-bintang. Tapi, dia juga merenungkan apa yang bisa dia pelajari tentang Allah dari bintang-bintang itu. Dia pun menyadari bahwa Yehuwa benar-benar hebat. Daud juga pernah merenungkan tentang bagaimana dia dibentuk dalam kandungan ibunya. Sewaktu dia memikirkan proses yang menakjubkan itu, dia pun semakin menghargai hikmat Yehuwa yang luar biasa.​—Mz. 139:14-17.

      15. Ciptaan apa saja yang membantu Saudara mempelajari sifat-sifat Yehuwa? (Mazmur 148:7-10)

      15 Seperti Daud, kita bisa belajar dari ciptaan yang ada di sekitar kita. Ada banyak hal yang bisa membantu kita lebih memahami sifat-sifat Yehuwa. Misalnya, pikirkan tentang kuasa Yehuwa sewaktu Saudara merasakan kehangatan sinar matahari. (Yer. 31:35) Renungkan tentang hikmat Yehuwa sewaktu Saudara melihat seekor burung membuat sarangnya. Pikirkan tentang rasa humor yang Yehuwa miliki sewaktu Saudara melihat anak anjing mengejar ekornya sendiri. Dan, bersyukurlah kepada Yehuwa atas kasih-Nya setiap kali Saudara melihat seorang ibu bermain dengan bayinya. Ya, ada banyak kesempatan untuk belajar tentang Yehuwa, karena semua ciptaan-Nya memuji Dia, baik yang besar maupun yang kecil dan yang dekat maupun yang jauh.​—Baca Mazmur 148:7-10.

      16. Apa seharusnya tekad kita?

      16 Allah kita benar-benar berhikmat, pengasih, dan mahakuasa. Semua yang Dia ciptakan sangat indah. Kita bisa belajar tentang sifat-sifat-Nya kalau kita mengamati ciptaan di sekitar kita. Jadi, semoga kita selalu meluangkan waktu untuk mengamati ciptaan dan memikirkan apa yang bisa kita pelajari tentang Yehuwa. Dengan begitu, kita akan semakin dekat dengan Pencipta kita. (Yak. 4:8) Di artikel berikutnya, kita akan membahas bagaimana orang tua bisa menggunakan ciptaan untuk membantu anak mereka mendekat kepada Yehuwa.

  • Gunakan Ciptaan untuk Mengajar Anak Saudara tentang Yehuwa
    Menara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2023 | Maret
    • ARTIKEL PELAJARAN 13

      Gunakan Ciptaan untuk Mengajar Anak Saudara tentang Yehuwa

      ”Siapa yang menciptakan semua ini?”​—YES. 40:26.

      NYANYIAN 11 Ciptaan Memuji Allah

      YANG DIBAHASa

      1. Apa yang diinginkan semua orang tua Kristen?

      ORANG TUA, kalian pasti ingin membantu anak kalian mengenal dan menyayangi Yehuwa. Tapi, Allah tidak kelihatan. Jadi, bagaimana kalian bisa membantu anak kalian untuk menyadari bahwa Yehuwa benar-benar ada dan untuk mendekat kepada-Nya?​—Yak. 4:8.

      2. Bagaimana orang tua bisa mengajar anak mereka tentang sifat-sifat Yehuwa?

      2 Salah satu cara penting untuk membantu anak-anak mendekat kepada Yehuwa adalah dengan mempelajari Alkitab bersama mereka. (2 Tim. 3:14-17) Tapi, Alkitab memberi tahu kita cara lain anak-anak bisa belajar tentang Yehuwa. Di buku Amsal, ada kata-kata seorang ayah, yang sepertinya mengingatkan anaknya untuk tidak melupakan sifat-sifat Yehuwa, yang terlihat dari ciptaan. (Ams. 3:19-21) Mari kita bahas beberapa cara orang tua bisa menggunakan ciptaan untuk membantu anak mereka belajar tentang sifat-sifat Yehuwa.

      BAGAIMANA SAUDARA BISA MENGGUNAKAN CIPTAAN UNTUK MENGAJAR ANAK SAUDARA?

      3. Orang tua perlu membantu anak mereka untuk melakukan apa?

      3 Alkitab mengatakan, ”Meskipun Allah tidak kelihatan, mereka bisa melihat dengan jelas seperti apa Dia itu sejak dunia diciptakan . . . karena hal-hal itu bisa dipahami dari ciptaan-Nya.” (Rm. 1:20) Orang tua, kalian mungkin senang menghabiskan waktu bersama anak kalian di tempat terbuka. Pada kesempatan seperti itu, bantulah anak kalian untuk mempelajari sifat-sifat Yehuwa yang luar biasa dari ciptaan-Nya. Bagaimana caranya? Coba perhatikan teladan Yesus.

      4. Bagaimana Yesus menggunakan ciptaan untuk mengajar murid-muridnya? (Lukas 12:24, 27-30)

      4 Yesus sering menggunakan ciptaan untuk mengajar. Suatu kali, dia meminta murid-muridnya untuk memperhatikan burung gagak dan bunga lili. (Baca Lukas 12:24, 27-30.) Yesus bisa saja menyebutkan binatang atau tanaman lain. Tapi, dia sengaja memilih burung dan bunga yang dikenal oleh murid-muridnya. Mereka mungkin sudah pernah melihat burung gagak terbang di atas mereka dan bunga lili bermekaran di padang. Yesus mungkin menunjuk ke arah burung atau bunga itu saat menyebutkan hal-hal tersebut. Apa yang dia lakukan setelah itu? Dia mengajarkan sebuah pelajaran penting tentang kemurahan hati dan kebaikan hati Bapaknya: Yehuwa akan memastikan hamba-hamba-Nya yang setia memiliki makanan dan pakaian, sama seperti yang Dia lakukan untuk burung gagak dan bunga lili.

      5. Bagaimana orang tua bisa menggunakan ciptaan untuk mengajar anak mereka tentang Yehuwa?

      5 Orang tua, bagaimana kalian bisa meniru Yesus sewaktu mengajar anak kalian? Kalian mungkin bisa memberi tahu anak kalian salah satu ciptaan yang kalian sukai, seperti binatang atau tanaman tertentu. Lalu, kalian bisa menjelaskan apa yang kalian pelajari tentang Yehuwa dari ciptaan tersebut. Setelah itu, kalian bisa bertanya kepada anak kalian apa binatang atau tanaman kesukaan mereka. Kalau kalian membicarakan sesuatu yang menarik bagi anak kalian, mereka mungkin akan lebih memperhatikan saat kalian mengajar mereka tentang sifat-sifat Yehuwa.

      6. Apa yang bisa kita pelajari dari teladan orang tua Christopher?

      6 Orang tua tidak harus menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari tentang binatang atau tanaman tertentu sebelum menggunakan ciptaan itu untuk mengajar anak-anak tentang Yehuwa. Dulu, Yesus tidak memberikan penjelasan secara terperinci tentang bagaimana burung gagak makan atau bagaimana bunga lili bertumbuh. Memang, anak Saudara mungkin senang membahas lebih dalam tentang ciptaan. Tapi, kadang komentar atau pertanyaan yang singkat sudah cukup untuk membantu mereka. Perhatikan pengalaman seorang saudara bernama Christopher. Dia menceritakan tentang masa kecilnya: ”Mama saya sering mengucapkan komentar singkat tentang ciptaan di sekitar kami agar kami bisa lebih menghargai ciptaan itu. Misalnya, sewaktu kami di daerah pegunungan, dia mengatakan, ’Wah, gunungnya besar dan indah sekali, ya! Yehuwa benar-benar hebat!’ Atau, sewaktu kami pergi ke pantai, dia mengatakan, ’Coba lihat ombak yang sangat kuat itu! Yehuwa kuat sekali, ya!’” Christopher mengatakan, ”Komentar-komentar yang singkat tapi bermakna itu sangat berpengaruh bagi kami.”

      7. Bagaimana Saudara bisa melatih anak Saudara untuk memikirkan tentang ciptaan?

      7 Sewaktu anak Saudara semakin besar, Saudara bisa melatih mereka untuk memikirkan tentang ciptaan dan mempelajari sifat-sifat Yehuwa dari ciptaan itu. Saudara bisa menyebutkan salah satu ciptaan Allah dan bertanya kepada mereka, ”Apa yang kamu pelajari dari ciptaan ini tentang Yehuwa?” Saudara mungkin akan terkejut sewaktu mendengar jawaban mereka.​—Mat. 21:16.

      KAPAN SAUDARA BISA MENGGUNAKAN CIPTAAN UNTUK MENGAJAR ANAK SAUDARA?

      8. Kesempatan apa yang dimiliki orang tua Israel ”saat dalam perjalanan” bersama anak mereka?

      8 Para orang tua di zaman Israel diperintahkan untuk mengajar anak mereka tentang hukum Yehuwa ”saat dalam perjalanan”. (Ul. 11:19) Sewaktu keluarga mereka melakukan perjalanan dan melewati daerah pedesaan di Israel, mereka bisa melihat berbagai binatang, burung, dan bunga. Orang tua Israel bisa menggunakan kesempatan itu untuk membahas ciptaan Yehuwa bersama anak mereka. Sekarang, orang tua juga punya kesempatan yang sama untuk mengajar anak mereka dengan menggunakan ciptaan. Perhatikan bagaimana beberapa orang tua melakukannya.

      9. Apa yang kita pelajari dari pengalaman Punitha dan Katya?

      9 Seorang ibu bernama Punitha, yang tinggal di kota besar di India, mengatakan, ”Sewaktu kami mengunjungi keluarga kami di pedesaan, kami menggunakan kesempatan itu untuk mengajar anak-anak kami tentang ciptaan Yehuwa yang luar biasa. Saya merasa, anak-anak saya bisa belajar lebih banyak dari ciptaan saat mereka tidak berada di tempat yang ramai dan penuh kemacetan.” Orang tua, anak kalian kemungkinan besar tidak akan melupakan waktu yang kalian habiskan bersama mereka di tempat yang indah. Katya, seorang saudari dari Moldova, mengatakan, ”Dulu, orang tua saya beberapa kali mengajak saya ke pedesaan. Itu adalah kenangan masa kecil yang paling saya ingat. Saya sangat bersyukur karena mereka mengajar saya sejak kecil untuk mengamati ciptaan dan belajar tentang Yehuwa dari ciptaan itu.”

      Seorang ibu mengajak anak perempuannya yang masih kecil melihat kupu-kupu di taman di luar apartemen mereka.

      Meskipun Saudara tinggal di kota, Saudara bisa menemukan berbagai ciptaan yang bisa Saudara gunakan untuk mengajar anak Saudara tentang Yehuwa (Lihat paragraf 10)

      10. Apa yang bisa orang tua lakukan kalau mereka tidak bisa pergi ke pedesaan? (Lihat kotak ”Bantuan untuk Orang Tua”.)

      10 Bagaimana kalau Saudara tidak bisa pergi ke daerah pedesaan? Seorang saudara yang juga tinggal di India mengatakan, ”Di daerah saya, orang tua harus bekerja seharian, dan dibutuhkan biaya yang besar untuk bisa pergi ke pedesaan. Tapi, kami masih bisa mengamati ciptaan Yehuwa dan membahas tentang sifat-sifat-Nya sewaktu kami berada di taman atau di balkon.” Kalau Saudara memperhatikan baik-baik, Saudara juga mungkin akan menemukan banyak ciptaan yang bisa ditunjukkan kepada anak Saudara. (Mz. 104:24) Saudara mungkin melihat berbagai jenis burung, serangga, tumbuhan, dan yang lainnya. Karina, seorang saudari dari Jerman, mengatakan, ”Mama saya sangat suka dengan bunga. Jadi, waktu saya masih kecil, dia sering menunjukkan bunga-bunga yang cantik kepada saya setiap kali kami berjalan bersama-sama.” Orang tua, kalian juga bisa mengajar anak kalian dengan menggunakan berbagai video dan publikasi dari organisasi kita yang membahas tentang ciptaan. Ya, tidak soal di mana kita tinggal, kita bisa membantu anak-anak mengamati ciptaan Allah. Sekarang, mari kita bahas beberapa sifat Yehuwa yang bisa orang tua ajarkan kepada anak mereka.

      Bantuan untuk Orang Tua

      Saudara bisa memanfaatkan bahan-bahan berikut ini, yang tersedia di jw.org

      • Artikel dan video dari seri ”Apakah Ini Dirancang?”

      • Brosur Benarkah Kehidupan Diciptakan?

      • Video Keajaiban Ciptaan Menyingkapkan Kemuliaan Allah

      • Seri video Pendapat tentang Asal Mula Kehidupan

      SIFAT-SIFAT YEHUWA ’TERLIHAT JELAS DARI CIPTAANNYA’

      11. Bagaimana orang tua bisa membantu anak mereka melihat kasih Yehuwa?

      11 Untuk membantu anak Saudara melihat kasih Yehuwa, Saudara bisa membahas tentang bagaimana induk binatang dengan lembut mengurus anaknya. (Mat. 23:37) Saudara juga bisa menunjukkan bahwa ciptaan memiliki berbagai variasi. Karina, yang disebutkan sebelumnya, mengatakan, ”Sewaktu kami berjalan bersama-sama, mama saya sering meminta saya untuk berhenti sebentar dan mengamati keunikan setiap bunga. Dia juga meminta saya memikirkan bagaimana keindahan bunga-bunga itu menunjukkan kasih Yehuwa. Bertahun-tahun setelah itu, saya masih suka mengamati berbagai macam bunga dengan bentuk dan warna yang berbeda-beda. Itu semua mengingatkan saya bahwa Yehuwa sangat mengasihi kita.”

      Seorang ayah memegang perban dan berbicara kepada anak laki-lakinya. Ada juga gambar yang menunjukkan luka pada lutut anak laki-lakinya.

      Saudara bisa membahas tentang rancangan tubuh kita yang luar biasa untuk mengajar anak Saudara tentang hikmat Allah (Lihat paragraf 12)

      12. Bagaimana orang tua bisa membantu anak mereka melihat hikmat Yehuwa? (Mazmur 139:14) (Lihat juga gambar.)

      12 Saudara juga perlu membantu anak Saudara untuk melihat hikmat Yehuwa. Yehuwa jauh lebih berhikmat daripada kita. (Rm. 11:33) Saudara bisa memberi tahu mereka bahwa air bisa berubah menjadi awan dan dengan mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lain. (Ayb. 38:36, 37) Saudara juga bisa membahas tentang tubuh manusia yang dirancang dengan luar biasa. (Baca Mazmur 139:14.) Itulah yang dilakukan oleh seorang ayah bernama Vladimir. Dia berkata, ”Suatu hari, anak kami jatuh dari sepeda dan terluka. Setelah beberapa hari, lukanya sembuh. Saya dan istri saya menjelaskan bahwa Yehuwa menciptakan sel-sel kita dengan kemampuan untuk memperbaiki diri. Kami juga menjelaskan bahwa tidak ada benda buatan manusia yang bisa seperti itu. Misalnya, sebuah mobil yang rusak karena kecelakaan tidak bisa memperbaiki dirinya sendiri. Ini membantu anak kami memahami hikmat Yehuwa.”

      13. Bagaimana orang tua bisa membantu anak mereka melihat kuasa Yehuwa? (Yesaya 40:26)

      13 Yehuwa meminta kita untuk memandang ke langit dan memikirkan bagaimana Dia menggunakan kuasa yang luar biasa untuk menjaga bintang-bintang tetap berada di tempatnya. (Baca Yesaya 40:26.) Saudara juga bisa meminta anak Saudara untuk memandang ke langit dan memikirkan apa yang mereka lihat. Seorang saudari dari Taiwan menceritakan tentang masa kecilnya, ”Suatu kali, mama saya mengajak saya berkemah, dan kami bisa melihat banyak bintang di langit karena kami jauh dari kota, yang penuh dengan lampu. Saat itu, saya sedang khawatir tentang tekanan teman, dan saya ragu apakah saya bisa terus melayani Yehuwa dengan setia. Mama saya mengatakan bahwa saya bisa memikirkan tentang kuasa yang Yehuwa gunakan saat menciptakan semua bintang itu dan mengingat bahwa Dia bisa menggunakan kuasa itu juga untuk membantu saya menghadapi kesulitan. Setelah mengamati bintang-bintang itu, saya tergerak untuk lebih mengenal Yehuwa, dan saya semakin bertekad untuk terus melayani Dia.”

      14. Bagaimana orang tua bisa membantu anak mereka melihat bahwa Yehuwa adalah Allah yang bahagia?

      14 Ciptaan Yehuwa menunjukkan bahwa Yehuwa adalah Allah yang bahagia dan memiliki rasa humor. Para ilmuwan memperhatikan bahwa kebanyakan binatang suka bermain, termasuk burung dan ikan. (Ayb. 40:20) Apakah anak Saudara pernah tertawa karena melihat tingkah laku yang lucu dari seekor binatang? Mereka mungkin melihat anak kucing yang mengejar-ngejar sebuah gulungan benang wol atau anak-anak anjing yang bermain bersama. Sewaktu Saudara melihat anak Saudara tertawa karena hal itu, coba ingatkan mereka bahwa kita melayani Allah yang bahagia.​—1 Tim. 1:11.

      MENIKMATI CIPTAAN YEHUWA BERSAMA KELUARGA

      Seorang anak perempuan sedang bercerita kepada ibunya sewaktu mereka duduk di taman.

      Anak Saudara mungkin akan merasa lebih santai dan mau menceritakan perasaannya sewaktu mereka menikmati keindahan alam bersama Saudara (Lihat paragraf 15)

      15. Apa yang bisa membantu orang tua untuk mencari tahu apa yang dipikirkan anak mereka? (Amsal 20:5) (Lihat juga gambar.)

      15 Kadang, anak-anak mungkin segan untuk menceritakan masalah mereka kepada orang tua. Kalau anak Saudara juga seperti itu, Saudara mungkin perlu berupaya untuk mencari tahu apa yang mereka pikirkan. (Baca Amsal 20:5.) Beberapa orang tua merasa bahwa itu lebih mudah dilakukan sewaktu mereka menikmati keindahan alam bersama anak mereka. Mengapa? Salah satu alasannya adalah karena pada saat itu, tidak ada banyak hal yang bisa menyimpangkan perhatian anak-anak dan orang tua. Masahiko, seorang ayah di Taiwan, menyebutkan alasan lainnya, ”Sewaktu kami menghabiskan waktu bersama anak-anak kami di tempat terbuka, misalnya sewaktu kami mendaki gunung atau berjalan-jalan di pantai, anak-anak kami biasanya merasa lebih santai. Kami jadi lebih mudah mencari tahu apa yang sedang mereka pikirkan.” Katya, yang disebutkan sebelumnya, mengatakan, ”Setelah saya pulang sekolah, mama saya biasanya mengajak saya ke taman yang indah. Karena suasananya santai, saya bisa lebih mudah menceritakan kepada mama saya apa yang terjadi di sekolah atau hal-hal yang membuat saya khawatir.”   

      16. Bagaimana keluarga mengamati ciptaan Yehuwa sambil bersantai dan berekreasi?

      16 Orang tua dan anak-anak bisa mengamati ciptaan Yehuwa sambil bersantai dan berekreasi. Dengan begitu, mereka akan menjadi semakin akrab. Alkitab mengatakan bahwa ada ”waktu untuk tertawa” dan ”waktu untuk melompat-lompat”. (Pkh. 3:1, 4, juga catatan kaki) Yehuwa telah menciptakan tempat-tempat yang indah di bumi supaya kita bisa menikmati berbagai kegiatan yang menyenangkan. Banyak keluarga senang menghabiskan waktu bersama-sama di pantai, pegunungan, atau pedesaan. Dan, anak-anak biasanya senang berlari dan bermain di taman, memperhatikan binatang, atau berenang di sungai, danau, atau laut. Ya, kita punya banyak kesempatan untuk menikmati keindahan alam dan berbagai hal yang Yehuwa ciptakan!

      17. Mengapa orang tua perlu membantu anak mereka menikmati ciptaan Allah?

      17 Di dunia baru yang Allah janjikan, orang tua dan anak-anak akan menikmati ciptaan Yehuwa dengan lebih sepenuhnya. Nanti, kita tidak akan lagi takut dengan binatang, dan mereka tidak akan takut dengan kita. (Yes. 11:6-9) Kita akan punya waktu yang tidak terbatas untuk menikmati apa yang Yehuwa ciptakan. (Mz. 22:26) Tapi orang tua, kalian tidak perlu menunggu sampai dunia baru. Dari sekarang, kalian bisa membantu anak kalian menikmati ciptaan. Kalau kalian menggunakan ciptaan untuk mengajar anak kalian tentang Yehuwa, mereka bisa merasa seperti Raja Daud, yang mengatakan, ”Oh Yehuwa, perbuatan-Mu tak tertandingi.”​—Mz. 86:8.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan