-
Saksi-Saksi Melawan Allah-Allah PalsuMenara Pengawal—1995 | 1 September
-
-
Saksi-Saksi Melawan Allah-Allah Palsu
”’Kamu inilah saksi-saksi-Ku,’ demikianlah firman [Yehuwa], ’dan hamba-Ku yang telah Kupilih.’”—YESAYA 43:10.
1. Siapakah Allah yang benar, dan dalam segi-segi apa Ia unggul di atas banyak allah yang disembah dewasa ini?
SIAPAKAH Allah yang benar? Dewasa ini, pertanyaan yang paling penting ini dihadapi oleh segenap umat manusia. Meskipun manusia menyembah banyak allah, hanya Satu yang dapat memberi kita kehidupan dan menawarkan kepada kita suatu masa depan yang bahagia. Hanya tentang Satu Pribadi ini dapat dikatakan, ”Oleh dia kita mempunyai kehidupan dan bergerak dan ada.” (Kisah 17:28) Sesungguhnya, hanya satu Allah yang memiliki hak untuk disembah. Sebagaimana dikatakan oleh paduan suara surgawi dalam buku Penyingkapan, ”Engkau layak, Yehuwa, ya Allah kami, untuk menerima kemuliaan dan kehormatan dan kuasa, karena engkau menciptakan segala sesuatu, dan karena kehendakmulah mereka ada dan diciptakan.”—Penyingkapan 4:11.
2, 3. (a) Bagaimana Setan dengan berdusta menantang hak Yehuwa untuk disembah? (b) Apa akibat dosa Hawa bagi Hawa dan anak-anaknya, dan apa hasilnya bagi Setan?
2 Di taman Eden, Setan dengan berdusta menantang hak Yehuwa untuk disembah. Dengan menggunakan seekor ular, ia memberi tahu Hawa bahwa jika ia memberontak melawan hukum Yehuwa dan makan dari pohon yang telah Yehuwa larang, ia sendiri akan menjadi seperti Allah. Kata-katanya adalah, ”Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” (Kejadian 3:5) Hawa percaya kepada ular itu dan memakan buah yang terlarang.
3 Tentu saja, Setan berdusta. (Yohanes 8:44) Satu-satunya hal yang membuat Hawa menjadi ”seperti Allah” sewaktu ia berdosa adalah bahwa ia mengambil tanggung jawab untuk memutuskan apa yang benar dan apa yang salah, sesuatu yang seharusnya merupakan wewenang Yehuwa. Dan bertentangan dengan dusta Setan, akhirnya Hawa mati. Jadi satu-satunya yang mendapat untung dari dosa Hawa adalah Setan. Sebenarnya, tujuan Setan yang terselubung dalam membujuk Hawa untuk melakukan dosa adalah agar ia sendiri menjadi allah. Ketika berdosa, Hawa menjadi manusia pertama yang menjadi pengikutnya, dan segera Adam bergabung dengan Hawa. Kebanyakan dari anak-anak mereka tidak hanya lahir ”dalam dosa” tetapi juga jatuh ke bawah pengaruh Setan, dan dalam waktu singkat, suatu dunia secara keseluruhan yang terasing dari Allah yang benar mulai terbentuk.—Kejadian 6:5; Mazmur 51:7.
4. (a) Siapakah allah dari dunia ini? (b) Akan hal apa terdapat kebutuhan yang mendesak?
4 Dunia tersebut dibinasakan dalam Air Bah. (2 Petrus 3:6) Setelah Air Bah, dunia kedua yang terasing dari Allah berkembang, dan masih ada hingga kini. Alkitab mengatakan tentangnya, ”Seluruh dunia terletak dalam kuasa si fasik.” (1 Yohanes 5:19) Dengan bertindak melawan makna dan isi hukum Yehuwa, dunia ini melayani kepentingan Setan. Ia adalah allah dunia ini. (2 Korintus 4:4) Namun, pada dasarnya ia adalah allah yang tidak berdaya. Ia tidak dapat membuat orang berbahagia atau memberi mereka kehidupan; hanya Yehuwa yang dapat melakukan hal itu. Oleh karena itu, orang-orang yang menginginkan kehidupan yang bermakna dan suatu dunia yang lebih baik harus pertama-tama belajar bahwa Yehuwa adalah Allah yang benar dan kemudian belajar melakukan kehendak-Nya. (Mazmur 37:18, 27, 28; Pengkhotbah 12:13) Maka, terdapat kebutuhan yang mendesak bagi pria dan wanita yang beriman untuk memberi kesaksian, atau memberitakan kebenaran, tentang Yehuwa.
5. ”Saksi bagaikan awan” apa yang Paulus sebutkan? Sebutkan beberapa orang yang ia daftarkan.
5 Sejak mula pertama, orang-orang yang setia demikian telah muncul di panggung dunia. Rasul Paulus, dalam Ibrani pasal 11, memberi kita suatu daftar yang panjang dari mereka dan menyebut mereka ”begitu banyak saksi bagaikan awan”. (Ibrani 12:1) Habel, putra kedua dari Adam dan Hawa, adalah yang pertama dalam daftar Paulus. Henokh dan Nuh juga disebutkan dari antara orang-orang pada zaman sebelum Air Bah. (Ibrani 11:4, 5, 7) Yang menonjol adalah Abraham, nenek moyang dari ras Yahudi. Abraham, yang disebut ”sahabat Yehuwa”, menjadi bapak leluhur Yesus, ”saksi yang setia dan benar”.—Yakobus 2:23; Penyingkapan 3:14.
Kesaksian Abraham bagi Kebenaran
6, 7. Dengan cara-cara apa kehidupan dan tindakan-tindakan Abraham menjadi suatu kesaksian bahwa Yehuwa adalah Allah yang benar?
6 Bagaimana Abraham menjadi seorang saksi? Melalui imannya yang kuat dan ketaatannya yang loyal kepada Yehuwa. Sewaktu ia diperintahkan untuk meninggalkan kota metropolis Ur dan menjalani sisa kehidupannya di sebuah negeri yang jauh, Abraham taat. (Kejadian 15:7; Kisah 7:2-4) Anggota-anggota suku yang mengembara sering kali akan meninggalkan kehidupan berkelana dan menetap di kota dengan kehidupan yang lebih terjamin. Maka, sewaktu Abraham meninggalkan kota untuk hidup di tenda-tenda, ia memberikan bukti yang kuat akan kepercayaannya kepada Allah Yehuwa. Ketaatannya menjadi suatu kesaksian bagi semua yang melihatnya. Yehuwa dengan limpah memberkati Abraham karena imannya. Meskipun hidup di tenda-tenda, Abraham makmur secara materi. Sewaktu Lot dan keluarganya dibawa sebagai tawanan, Yehuwa membuat upaya Abraham berhasil, sehingga Abraham dapat menyelamatkan mereka. Istri Abraham melahirkan seorang putra pada usia senjanya, dan dengan demikian janji Yehuwa bahwa Abraham akan menjadi ayah dari suatu benih diteguhkan. Melalui Abraham, orang-orang melihat bahwa Yehuwa adalah Allah yang hidup yang menepati janji-janji-Nya.—Kejadian 12:1-3; 14:14-16; 21:1-7.
7 Sewaktu kembali dari menyelamatkan Lot, Abraham ditemui oleh Melkisedek, raja Salem (belakangan dinamai Yerusalem), yang menyambut Abraham, dengan mengatakan, ”Diberkatilah kiranya Abram dari Allah Yang Mahatinggi” (NW). Raja Sodom juga menemui dia dan ingin memberinya hadiah. Abraham menolak. Mengapa? Ia tidak ingin ada keraguan apa pun sehubungan dengan Sumber dari berkat yang diterimanya. Ia mengatakan, ”Aku bersumpah demi [Yehuwa], Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi: Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya.” (Kejadian 14:17-24) Abraham benar-benar seorang saksi yang baik!
Suatu Bangsa Saksi-Saksi
8. Bagaimana Musa memperlihatkan iman yang besar kepada Yehuwa?
8 Musa, seorang keturunan Abraham, juga disebutkan dalam daftar saksi-saksi yang dibuat Paulus. Musa meninggalkan kekayaan Mesir dan belakangan dengan berani menghadapi penguasa dari kuasa dunia yang agung tersebut dengan maksud membawa anak-anak Israel kepada kebebasan. Dari mana ia mendapatkan keberanian? Dari imannya. Paulus mengatakan, ”[Musa] tetap kukuh seperti melihat Pribadi yang tidak kelihatan.” (Ibrani 11:27) Allah-allah Mesir dapat dilihat dan dapat disentuh. Bahkan dewasa ini, patung-patung mereka membuat orang terkesan. Namun Yehuwa, meskipun tidak kelihatan, jauh lebih nyata bagi Musa dibanding semua allah palsu tersebut. Musa tidak memiliki keraguan bahwa Yehuwa ada dan bahwa Ia akan memberikan upah kepada para penyembah-Nya. (Ibrani 11:6) Musa menjadi seorang saksi yang terkemuka.
9. Bagaimana bangsa Israel harus melayani Yehuwa?
9 Setelah memimpin orang-orang Israel kepada kebebasan, Musa menjadi perantara dari suatu perjanjian antara Yehuwa dan keturunan Abraham melalui Yakub. Sebagai hasilnya, bangsa Israel tampil sebagai milik istimewa Yehuwa. (Keluaran 19:5, 6) Untuk pertama kalinya, suatu kesaksian secara nasional akan diberikan. Kata-kata Yehuwa melalui Yesaya, kira-kira 800 tahun kemudian, berlaku secara prinsip sejak awal keberadaan bangsa tersebut, ”’Kamu inilah saksi-saksi-Ku,’ demikianlah firman [Yehuwa], ’dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia.’” (Yesaya 43:10) Bagaimana bangsa yang baru ini menjadi saksi-saksi Yehuwa? Melalui iman dan ketaatan mereka serta melalui tindakan Yehuwa demi kepentingan mereka.
10. Dengan cara apa perbuatan Yehuwa yang penuh kuasa demi kepentingan bangsa Israel menyediakan suatu kesaksian, dan dengan hasil apa?
10 Kira-kira 40 tahun setelah kelahirannya, bangsa Israel akan mengambil alih Negeri Perjanjian. Mata-mata pergi mengintai kota Yerikho, dan Rahab, penduduk Yerikho, melindungi mereka. Mengapa? Ia mengatakan, ”Kami mendengar, bahwa [Yehuwa] telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas. Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab [Yehuwa], Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah.” (Yosua 2:10, 11) Laporan tentang perbuatan-perbuatan Yehuwa yang penuh kuasa menggerakkan Rahab dan keluarganya untuk meninggalkan Yerikho dan allah-allah palsunya dan untuk menyembah Yehuwa bersama Israel. Jelaslah, Yehuwa telah memberikan suatu kesaksian yang penuh kuasa melalui bangsa Israel.—Yosua 6:25.
11. Tanggung jawab apa yang dimiliki oleh semua orang-tua Israel sehubungan dengan memberi kesaksian?
11 Sewaktu orang-orang Israel masih berada di Mesir, Yehuwa mengutus Musa kepada Firaun dan mengatakan, ”Pergilah menghadap Firaun, sebab Aku telah membuat hatinya dan hati para pegawainya berkeras, supaya Aku mengadakan tanda-tanda mujizat yang Kubuat ini di antara mereka, dan supaya engkau dapat menceritakan kepada anak cucumu, bagaimana Aku mempermain-mainkan orang Mesir dan tanda-tanda mujizat mana yang telah Kulakukan di antara mereka, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah [Yehuwa].” (Keluaran 10:1, 2) Orang-orang Israel yang taat akan memberi tahu anak-anak mereka tentang perbuatan Yehuwa yang perkasa. Anak-anak mereka, selanjutnya, akan menceritakan tentang hal tersebut kepada anak-anak mereka, dan demikianlah akan dilakukan dari generasi ke generasi. Jadi, perbuatan Yehuwa yang penuh kuasa akan diingat. Demikian pula dewasa ini, para orang-tua memiliki tanggung jawab untuk memberi kesaksian kepada anak-anak mereka.—Ulangan 6:4-7; Amsal 22:6.
12. Bagaimana berkat Yehuwa atas Salomo dan bangsa Israel menjadi suatu kesaksian?
12 Berkat limpah dari Yehuwa atas bangsa Israel pada waktu bangsa itu setia menjadi suatu kesaksian bagi bangsa-bangsa di sekitarnya. Seperti yang Musa katakan setelah menceritakan berkat-berkat yang dijanjikan Yehuwa, ”Segala bangsa di bumi akan melihat, bahwa nama [Yehuwa] telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu.” (Ulangan 28:10) Salomo diberi hikmat dan kekayaan karena imannya. Di bawah pemerintahannya, bangsa tersebut makmur dan menikmati masa perdamaian yang panjang. Sehubungan dengan masa itu kita membaca, “Datanglah orang dari segala bangsa mendengarkan hikmat Salomo . . . semua raja-raja di bumi, yang telah mendengar tentang hikmatnya itu.” (1 Raja 4:25, 29, 30, 34) Yang menonjol di antara tamu-tamu Salomo adalah ratu negeri Syeba. Setelah melihat sendiri berkat Yehuwa atas bangsa ini dan rajanya, ia mengatakan, “Terpujilah [Yehuwa], Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta-Nya sebagai raja untuk [Yehuwa], Allahmu! Karena Allahmu mengasihi orang Israel.”—2 Tawarikh 9:8.
13. Apa yang barangkali menjadi kesaksian yang paling efektif dari bangsa Israel, dan bagaimana kita masih mendapatkan manfaat darinya?
13 Rasul Paulus menyebutkan apa yang barangkali adalah kesaksian yang paling efektif dari bangsa Israel. Sewaktu membahas tentang bangsa Israel jasmani dengan sidang Kristen di Roma, ia mengatakan, ”Mereka dipercayakan dengan pernyataan-pernyataan suci Allah.” (Roma 3:1, 2) Dimulai dengan Musa, beberapa orang Israel yang setia diilhami untuk mencatat cara Yehuwa berurusan dengan bangsa Israel, berikut nasihat-Nya, hukum-Nya, dan nubuat-Nya. Melalui tulisan-tulisan ini, para penulis zaman purba tersebut memberi kesaksian kepada semua generasi yang akan datang—termasuk generasi kita dewasa ini—bahwa hanya ada satu Allah, dan nama-Nya adalah Yehuwa.—Daniel 12:9; 1 Petrus 1:10-12.
14. Mengapa beberapa orang yang memberi kesaksian tentang Yehuwa mengalami penganiayaan?
14 Sayang sekali, bangsa Israel berulang-kali gagal mempraktekkan iman, sehingga Yehuwa harus mengutus saksi-saksi kepada bangsa-Nya sendiri. Banyak di antara mereka dianiaya. Paulus mengatakan bahwa beberapa ”menerima cobaan mereka melalui cemoohan dan penyesahan, sesungguhnya, lebih daripada itu, melalui belenggu dan penjara”. (Ibrani 11:36) Benar-benar saksi-saksi yang setia! Alangkah menyedihkan bahwa penganiayaan mereka sering kali datang dari sesama anggota bangsa pilihan Yehuwa! (Matius 23:31, 37) Sebenarnya, dosa bangsa tersebut menjadi begitu besar sehingga pada tahun 607 SM, Yehuwa mendatangkan orang-orang Babilon untuk membinasakan Yerusalem dengan baitnya dan membawa pergi mayoritas orang-orang Israel yang selamat ke pembuangan. (Yeremia 20:4; 21:10) Apakah ini akhir dari kesaksian secara nasional bagi nama Yehuwa? Tidak.
Pengujian atas Allah-Allah
15. Bagaimana suatu kesaksian diberikan bahkan dalam pembuangan di Babilon?
15 Bahkan di pembuangan di Babilon, anggota-anggota yang setia dari bangsa ini tidak ragu-ragu memberi kesaksian tentang Keilahian dan kuasa Yehuwa. Misalnya, Daniel dengan berani menafsirkan mimpi-mimpi Nebukadnezar, menjelaskan tulisan di dinding untuk Belsyazar, dan menolak untuk berkompromi di hadapan Darius berkenaan hal doa. Ketiga orang Ibrani juga, sewaktu menolak sujud di hadapan sebuah patung, memberikan kepada Nebukadnezar suatu kesaksian yang luar biasa.—Daniel 3:13-18; 5:13-29; 6:5-28.
16. Bagaimana Yehuwa menubuatkan kembalinya bangsa Israel ke negeri mereka, dan apa tujuan dari kembalinya mereka ini?
16 Meskipun demikian, Yehuwa merencanakan bahwa suatu kesaksian secara nasional akan kembali diberikan di tanah Israel. Yehezkiel, yang bernubuat di antara orang-orang Yahudi yang dibuang di Babilon, menulis tentang tekad Yehuwa sehubungan dengan negeri yang hancur ini, ”Aku akan membuat manusia banyak di atasmu, yaitu segenap kaum Israel dalam keseluruhannya; kota-kota akan didiami lagi dan reruntuhan-reruntuhan akan dibangun kembali.” (Yehezkiel 36:10) Mengapa Yehuwa akan melakukan hal ini? Terutama sebagai suatu kesaksian bagi nama-Nya sendiri. Melalui Yehezkiel Ia mengatakan, ”Bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, tetapi karena nama-Ku yang kudus yang kamu najiskan di tengah bangsa-bangsa.”—Yehezkiel 36:22; Yeremia 50:28.
17. Apa konteks dari kata-kata di Yesaya 43:10?
17 Sewaktu menubuatkan tentang kembalinya Israel dari pembuangan di Babilon itulah nabi Yesaya diilhami untuk menulis kata-kata dari Yesaya 43:10, dengan mengatakan bahwa Israel adalah saksi Yehuwa, hamba-Nya. Dalam Yesaya 43 dan 44, Yehuwa digambarkan sebagai Pencipta, Pembentuk, Allah, Pribadi Yang Kudus, Juru Selamat, Pribadi yang Membeli, Raja, dan Pembuat Israel. (Yesaya 43:3, 14, 15; 44:2, NW) Pembuangan Israel diizinkan karena bangsa tersebut berulang-kali gagal memuliakan Dia sebagai Pribadi yang disebutkan di atas. Akan tetapi, mereka masih tetap umat-Nya. Yehuwa mengatakan kepada mereka, ”Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.” (Yesaya 43:1) Pembuangan Israel di Babilon akan berakhir.
18. Bagaimana pembebasan Israel dari Babilon membuktikan bahwa Yehuwa adalah satu-satunya Allah yang benar?
18 Memang, Yehuwa membuat pembebasan Israel dari Babilon menjadi pengujian atas allah-allah. Ia menantang allah-allah palsu dari bangsa-bangsa untuk menampilkan saksi-saksi mereka, dan Ia menyebut Israel sebagai saksi-Nya. (Yesaya 43:9, 12) Sewaktu ia mematahkan belenggu-belenggu pembuangan Israel, Ia membuktikan bahwa allah-allah Babilon sama sekali bukan allah dan bahwa Ia adalah satu-satunya Allah yang benar. (Yesaya 43:14, 15) Sewaktu, kira-kira 200 tahun sebelum peristiwa ini, Ia menyebut Kores dari Persia sebagai hamba-Nya untuk membebaskan orang-orang Yahudi, Ia memberikan bukti lebih lanjut akan Keilahian-Nya. (Yesaya 44:28) Israel akan dibebaskan. Mengapa? Yehuwa menjelaskan, ”Umat [Israel] yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.” (Yesaya 43:21) Ini akan memberikan kesempatan lebih jauh untuk suatu kesaksian.
19. Kesaksian apa yang diberikan oleh undangan Kores kepada orang-orang Israel untuk kembali ke Yerusalem dan oleh tindakan orang-orang Yahudi yang setia setelah mereka kembali?
19 Ketika saatnya tiba, Kores dari Persia menaklukkan Babilon tepat seperti yang dinubuatkan. Kores, meskipun seorang kafir, memberitakan Keilahian Yehuwa sewaktu ia mengeluarkan suatu pernyataan untuk orang-orang Yahudi di Babilon, ”Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah [Yehuwa], Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem.” (Ezra 1:3) Banyak orang Yahudi memberikan tanggapan. Mereka mengadakan perjalanan kembali ke Negeri Perjanjian dan mendirikan sebuah mezbah di lokasi bait purba. Meskipun adanya perasaan kecil hati dan tentangan yang keras, mereka pada akhirnya dapat membangun kembali bait dan kota Yerusalem. Semua ini terjadi, seperti yang Yehuwa katakan, ”bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh[-Nya]”. (Zakharia 4:6) Apa yang dicapai ini memberikan bukti lebih lanjut bahwa Yehuwa adalah Allah yang benar.
20. Meskipun adanya kelemahan pada bangsa Israel, apa yang dapat dikatakan berkenaan kesaksian yang mereka berikan tentang nama Yehuwa dalam dunia zaman purba?
20 Maka, Yehuwa terus menggunakan Israel, meskipun ini suatu bangsa yang terdiri dari orang-orang yang tidak sempurna dan kadang-kadang memberontak, sebagai saksi-Nya. Dalam dunia pra-Kristen, bangsa tersebut, dengan bait dan keimamannya, menjadi pusat dari ibadat yang benar sedunia. Siapa pun yang membaca dalam Kitab-Kitab Ibrani tentang perbuatan Yehuwa sehubungan dengan Israel tidak akan memiliki keraguan sedikit pun bahwa hanya ada satu Allah yang benar, dan nama-Nya adalah Yehuwa. (Ulangan 6:4; Zakharia 14:9) Akan tetapi, suatu kesaksian yang jauh lebih besar harus diberikan tentang nama Yehuwa, dan kita akan membahas hal ini dalam artikel selanjutnya.
-
-
Saksi-Saksi Kristen bagi Kedaulatan IlahiMenara Pengawal—1995 | 1 September
-
-
Saksi-Saksi Kristen bagi Kedaulatan Ilahi
”’Agar kamu menyatakan ke mana-mana keluhuran’ pribadi yang memanggilmu ke luar dari kegelapan ke dalam terangnya yang menakjubkan.”—1 PETRUS 2:9.
1. Kesaksian yang efektif apa diberikan tentang Yehuwa pada masa pra-Kristen?
PADA masa pra-Kristen, sederetan panjang saksi-saksi dengan berani memberi kesaksian bahwa Yehuwa adalah satu-satunya Allah yang benar. (Ibrani 11:4–12:1) Karena memiliki iman yang kuat, mereka tanpa gentar menaati hukum-hukum Yehuwa dan menolak untuk berkompromi dalam hal ibadat. Mereka memberi kesaksian yang penuh kuasa tentang kedaulatan universal Yehuwa.—Mazmur 18:22-24; 47:2, 3.
2. (a) Siapakah Saksi yang terbesar dari Yehuwa? (b) Siapa yang menggantikan bangsa Israel sebagai saksi Yehuwa? Bagaimana kita mengetahuinya?
2 Saksi yang terakhir dan terbesar pada zaman pra-Kristen adalah Yohanes Pembaptis. (Matius 11:11) Ia diberi hak istimewa untuk mengumumkan kedatangan Pribadi Yang Terpilih, dan ia memperkenalkan Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan. (Yohanes 1:29-34) Yesus adalah Saksi yang terbesar dari Yehuwa, ”saksi yang setia dan benar”. (Penyingkapan 3:14) Karena bangsa Israel jasmani menolak Yesus, Yehuwa menolak mereka dan mengangkat suatu bangsa baru, Israel rohani milik Allah, untuk menjadi saksi-Nya. (Yesaya 42:8-12; Yohanes 1:11, 12; Galatia 6:16) Petrus mengutip sebuah nubuat tentang Israel dan memperlihatkan bahwa hal ini berlaku atas ”Israel milik Allah”, sidang Kristen, sewaktu ia mengatakan, ”Kamu adalah ’ras yang dipilih, keimaman-raja, bangsa yang kudus, umat untuk milik yang istimewa, agar kamu menyatakan ke mana-mana keluhuran’ pribadi yang memanggilmu ke luar dari kegelapan ke dalam terangnya yang menakjubkan.”—1 Petrus 2:9; Keluaran 19:5, 6; Yesaya 43:21; 60:2.
3. Apa tanggung jawab utama dari Israel milik Allah dan dari ”kumpulan besar”?
3 Kata-kata Petrus memperlihatkan bahwa tanggung jawab utama dari Israel milik Allah adalah untuk memberi kesaksian di hadapan umum tentang kemuliaan Yehuwa. Pada zaman kita bangsa rohani ini telah disertai oleh ”suatu kumpulan besar” saksi-saksi yang juga memuliakan Allah di hadapan umum. Mereka berseru dengan suara lantang agar terdengar oleh semua, ”Kami berutang keselamatan kepada Allah kami, yang duduk di atas takhta, dan kepada Anak Domba.” (Penyingkapan 7:9, 10; Yesaya 60:8-10) Bagaimana Israel milik Allah ini dan rekan-rekannya melaksanakan kesaksian mereka? Dengan iman dan ketaatan mereka.
Saksi-Saksi Palsu
4. Mengapa orang-orang Yahudi pada zaman Yesus adalah saksi-saksi palsu?
4 Iman dan ketaatan menuntut kehidupan yang selaras dengan prinsip-prinsip yang saleh. Pentingnya hal ini tampak pada apa yang Yesus katakan tentang para pemimpin agama Yahudi di zamannya. Orang-orang ini ”mendudukkan diri di kursi Musa” sebagai guru-guru Hukum. Mereka bahkan mengutus para misionaris untuk mengubah agama orang-orang yang tidak percaya. Namun, Yesus mengatakan kepada mereka, ”Kamu mengarungi laut dan tanah kering untuk menjadikan satu proselit, dan apabila dia telah menjadi demikian kamu menjadikan dia subjek bagi Gehena dua kali lipat dirimu sendiri.” Para penganut agama ini adalah saksi-saksi palsu—angkuh, munafik, dan tidak pengasih. (Matius 23:1-12, 15) Pada suatu kesempatan Yesus mengatakan kepada beberapa orang Yahudi, ”Kamu berasal dari bapakmu si Iblis, dan kamu ingin melakukan hasrat bapakmu.” Mengapa Yesus berkata seperti itu kepada anggota-anggota dari bangsa pilihan Allah? Karena mereka tidak mau mengindahkan perkataan Saksi yang terbesar dari Yehuwa.—Yohanes 8:41, 44, 47.
5. Bagaimana kita mengetahui bahwa Susunan Kristen telah memberikan kesaksian palsu tentang Allah?
5 Dengan cara yang serupa, selama berabad-abad sejak zaman Yesus, ratusan juta orang dalam Susunan Kristen mengaku sebagai murid-muridnya. Akan tetapi, mereka tidak melakukan kehendak Allah dan dengan demikian tidak diakui oleh Yesus. (Matius 7:21-23; 1 Korintus 13:1-3) Susunan Kristen telah mengutus para misionaris, yang banyak di antaranya tidak diragukan adalah tulus. Namun, mereka mengajar orang untuk menyembah allah Tritunggal yang membakar para pedosa dalam api neraka, dan kebanyakan orang yang mereka ubah agamanya memperlihatkan sedikit bukti bahwa mereka adalah orang-orang Kristen. Misalnya, Rwanda di tanah Afrika merupakan ladang yang subur bagi para misionaris Katolik Roma. Namun, orang-orang Katolik Rwanda dengan sebulat hati turut serta dalam peperangan etnik baru-baru ini di negeri tersebut. Buah-buah dari ladang misionaris tersebut memperlihatkan bahwa mereka tidak menerima kesaksian Kristen yang sejati dari Susunan Kristen.—Matius 7:15-20.
Hidup Selaras dengan Prinsip-Prinsip yang Saleh
6. Dengan cara-cara apa tingkah laku yang benar menjadi bagian yang penting dari memberi kesaksian?
6 Tingkah laku yang salah dari orang-orang yang mengaku Kristen mendatangkan cela ke atas ”jalan kebenaran”. (2 Petrus 2:2) Seorang Kristen yang sejati hidup selaras dengan prinsip-prinsip yang saleh. Ia tidak mencuri, berdusta, menipu, atau melakukan perbuatan amoral. (Roma 2:22) Ia tentu saja tidak membunuh sesamanya. Para suami Kristen menjalankan pengawasan yang penuh kasih atas keluarga mereka. Para istri dengan penuh respek mendukung pengawasan tersebut. Anak-anak dilatih oleh orang-tua mereka dan dengan demikian dipersiapkan untuk menjadi orang-orang dewasa Kristen yang bertanggung jawab. (Efesus 5:21–6:4) Memang, kita semua tidak sempurna dan membuat kesalahan. Tetapi seorang Kristen yang sejati merespek standar-standar Alkitab dan membuat upaya yang tulus untuk menerapkannya. Hal ini dapat dilihat oleh orang-orang lain dan memberi kesaksian yang bagus. Kadang-kadang, orang-orang yang sebelumnya menentang kebenaran mengamati tingkah laku yang benar dari seorang Kristen dan dimenangkan.—1 Petrus 2:12, 15; 3:1.
7. Seberapa pentingkah halnya bahwa orang-orang Kristen mengasihi satu sama lain?
7 Yesus memperlihatkan suatu aspek yang vital dari tingkah laku Kristen sewaktu ia mengatakan, ”Dengan inilah semua akan mengetahui bahwa kamu adalah murid-muridku, jika kamu mempunyai kasih di antara kamu sendiri.” (Yohanes 13:35) Dunia Setan bercirikan ”ketidakadilbenaran, kefasikan, ketamakan akan milik orang lain, keburukan, penuh kedengkian, pembunuhan, percekcokan, tipu daya, senang melihat orang lain menderita, tukang bisik-bisik, orang yang suka berbicara buruk di belakang seseorang, pembenci Allah, suka menghina, angkuh, congkak, perancang hal-hal yang merugikan, tidak taat kepada orang-tua”. (Roma 1:29, 30) Dalam lingkungan demikian, suatu organisasi sedunia yang bercirikan kasih akan menjadi bukti yang sangat kuat akan bekerjanya roh Allah—suatu kesaksian yang efektif. Saksi-Saksi Yehuwa adalah organisasi semacam itu.—1 Petrus 2:17.
Saksi-Saksi Adalah Pelajar-Pelajar Alkitab
8, 9. (a) Bagaimana sang pemazmur dikuatkan dengan mempelajari Hukum Allah dan merenungkannya? (b) Dengan cara-cara apa pelajaran Alkitab dan renungan menguatkan kita untuk terus memberi kesaksian?
8 Agar berhasil dalam memberi kesaksian yang baik, seorang Kristen harus mengetahui dan mengasihi prinsip-prinsip Yehuwa yang adil-benar dan benar-benar membenci kebejatan dunia ini. (Mazmur 97:10) Dunia ini melancarkan bujuk rayu dalam mempropagandakan pemikirannya sendiri, dan rohnya bisa sulit untuk dilawan. (Efesus 2:1-3; 1 Yohanes 2:15, 16) Apa yang dapat membantu kita memelihara sikap mental yang patut? Pelajaran Alkitab yang tetap tentu dan bertujuan. Penulis dari Mazmur 119 berulang-kali menyebutkan kasihnya kepada Hukum Yehuwa. Ia membacanya dan merenungkannya terus-menerus, ”sepanjang hari”. (Mazmur 119:92, 93, 97-105) Sebagai hasilnya, ia dapat menulis, ”Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi Taurat-Mu kucintai.” Lagi pula, kasihnya yang dalam mendorong dia untuk bertindak. Ia mengatakan, ”Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.”—Mazmur 119:163, 164.
9 Dengan cara yang serupa, pelajaran kita yang tetap tentu dari Firman Allah dan renungan atasnya akan menyentuh hati kita dan menggerakkan kita untuk ’memuji Dia’—memberi kesaksian tentang Yehuwa—dengan sering, bahkan ”tujuh kali dalam sehari”. (Roma 10:10) Selaras dengan hal ini, penulis mazmur bagian pertama mengatakan bahwa orang yang dengan tetap tentu merenungkan firman Yehuwa akan ”seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil”. (Mazmur 1:3) Rasul Paulus juga memperlihatkan kuasa dari Firman Allah ketika ia menulis, ”Segenap Tulisan Kudus diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menegur, untuk meluruskan perkara-perkara, untuk mendisiplin dalam keadilbenaran, agar manusia Allah dapat menjadi cakap sepenuhnya, diperlengkapi secara menyeluruh untuk setiap pekerjaan yang baik.”—2 Timotius 3:16, 17.
10. Apa yang jelas sehubungan dengan umat Yehuwa pada hari-hari terakhir ini?
10 Pertambahan yang pesat dalam jumlah penyembah yang sejati pada abad ke-20 ini memperlihatkan adanya berkat Yehuwa. Tidak diragukan, sebagai suatu kelompok, saksi-saksi zaman modern bagi kedaulatan ilahi ini telah memupuk kasih akan hukum Yehuwa dalam hati mereka. Seperti sang pemazmur, mereka tergugah untuk menaati hukum-Nya dan dengan setia memberi kesaksian ”siang dan malam” tentang kemuliaan Yehuwa.—Penyingkapan 7:15.
Perbuatan-Perbuatan Yehuwa yang Perkasa
11, 12. Apa yang dicapai oleh mukjizat-mukjizat yang dilakukan oleh Yesus dan para pengikutnya?
11 Pada abad pertama, roh kudus memberi kuasa kepada saksi-saksi Kristen yang setia untuk melakukan mukjizat, yang memberikan bukti kuat bahwa kesaksian mereka adalah benar. Sewaktu Yohanes Pembaptis berada dalam penjara, ia mengutus murid-murid untuk bertanya kepada Yesus, ”Apakah engkau Pribadi Yang Akan Datang itu, atau apakah kami harus menantikan pribadi yang lain?” Yesus tidak menjawab ya atau tidak. Sebaliknya, ia mengatakan, ”Pergilah dan laporkan kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan lihat: Yang buta melihat lagi, dan yang timpang berjalan keliling, penderita kusta dibersihkan dan yang tuli mendengar, dan yang mati dibangkitkan, dan yang miskin mendapat kabar baik yang dinyatakan kepada mereka; dan berbahagialah dia yang tidak mendapati alasan untuk tersandung dalam diriku.” (Matius 11:3-6) Perbuatan-perbuatan yang penuh kuasa ini menjadi suatu kesaksian bagi Yohanes bahwa Yesus benar-benar adalah ”Pribadi yang Akan Datang itu”.—Kisah 2:22.
12 Dengan cara yang serupa, beberapa pengikut Yesus menyembuhkan orang sakit dan bahkan membangkitkan orang-orang mati. (Kisah 5:15, 16; 20:9-12) Mukjizat-mukjizat ini bagaikan suatu kesaksian dari Allah sendiri bagi kepentingan mereka. (Ibrani 2:4) Dan perbuatan-perbuatan demikian menunjukkan kuasa Yehuwa yang maha tinggi. Misalnya, memang benar bahwa Setan, ”penguasa dunia”, memiliki cara-cara untuk menyebabkan kematian. (Yohanes 14:30; Ibrani 2:14) Tetapi sewaktu Petrus membangkitkan Dorkas, wanita yang setia itu, dari kematian, ia hanya dapat melakukannya dengan kuasa Yehuwa, karena hanya Yehuwa yang dapat memulihkan kehidupan.—Mazmur 16:10; 36:10; Kisah 2:25-27; 9:36-43.
13. (a) Dengan cara apa mukjizat-mukjizat Alkitab masih memberi kesaksian tentang kuasa Yehuwa? (b) Bagaimana penggenapan nubuat memainkan bagian utama dalam membuktikan Keilahian Yehuwa?
13 Dewasa ini, perbuatan-perbuatan mukjizat demikian tidak terjadi lagi. Tujuannya telah tercapai. (1 Korintus 13:8) Meskipun demikian, kita masih memiliki catatan tentangnya di dalam Alkitab, yang dibuktikan kebenarannya oleh banyak orang yang melihat. Bila orang-orang Kristen dewasa ini menarik perhatian kepada catatan sejarah ini, perbuatan-perbuatan tersebut masih memberi kesaksian yang efektif tentang kuasa Yehuwa. (1 Korintus 15:3-6) Selain itu, kembali pada zaman Yesaya, Yehuwa menunjuk kepada nubuat yang akurat sebagai bukti yang menonjol bahwa Ia adalah Allah yang benar. (Yesaya 46:8-11) Banyak nubuat Alkitab yang diilhamkan ilahi sedang digenapi dewasa ini—beberapa di antaranya digenapi atas sidang Kristen. (Yesaya 60:8-10; Daniel 12:6-12; Maleakhi 3:17, 18; Matius 24:9; Penyingkapan 11:1-13) Selain menunjukkan bahwa kita sedang hidup pada ”hari-hari terakhir”, penggenapan dari nubuat-nubuat ini membenarkan Yehuwa sebagai satu-satunya Allah yang benar.—2 Timotius 3:1.
14. Dengan cara-cara apa sejarah zaman modern dari Saksi-Saksi Yehuwa merupakan kesaksian yang penuh kuasa bahwa Yehuwa adalah Tuan Yang Berdaulat?
14 Akhirnya, Yehuwa masih melakukan perkara-perkara besar, perkara-perkara yang mengherankan bagi umat-Nya. Terang yang bertambah atas kebenaran Alkitab dibimbing oleh roh Yehuwa. (Mazmur 86:10; Penyingkapan 4:5, 6) Pertambahan yang menonjol yang dilaporkan di seluas dunia adalah bukti bahwa Yehuwa ’mempercepatnya pada waktunya’. (Yesaya 60:22, NW) Ketika penganiayaan yang hebat timbul di negeri demi negeri selama hari-hari terakhir, ketekunan yang tabah dari umat Yehuwa dimungkinkan karena dukungan yang menguatkan dari roh kudus. (Mazmur 18:2, 3, 18, 19; 2 Korintus 1:8-10) Ya, sejarah zaman modern dari Saksi-Saksi Yehuwa sendiri merupakan suatu kesaksian yang penuh kuasa bahwa Yehuwa adalah Tuan Yang Berdaulat.—Zakharia 4:6.
Kabar Baik Harus Diberitakan
15. Kesaksian yang diperluas apa harus diberikan oleh sidang Kristen?
15 Yehuwa mengangkat bangsa Israel sebagai saksi-Nya bagi bangsa-bangsa. (Yesaya 43:10) Akan tetapi, hanya sedikit orang Israel yang mendapat perintah ilahi untuk pergi dan mengabar kepada orang-orang bukan Israel, dan ini biasanya untuk mengumumkan penghakiman Yehuwa. (Yeremia 1:5; Yunus 1:1, 2) Meskipun demikian, nubuat-nubuat dalam Kitab-Kitab Ibrani memperlihatkan bahwa Yehuwa pada suatu hari akan mengarahkan perhatian-Nya kepada bangsa-bangsa secara besar-besaran, dan ini telah Ia lakukan melalui Israel rohani milik Allah. (Yesaya 2:2-4; 62:2) Sebelum naik ke surga, Yesus memerintahkan para pengikutnya, ”Pergilah dan jadikanlah murid-murid dari orang-orang segala bangsa.” (Matius 28:19) Yesus memusatkan perhatian kepada ”domba-domba yang hilang dari rumah Israel”, sedangkan para pengikutnya diutus kepada ”orang-orang segala bangsa”, bahkan ”ke bagian yang paling jauh di bumi”. (Matius 15:24; Kisah 1:8) Kesaksian Kristen harus didengar oleh segenap umat manusia.
16. Tugas apa yang dipenuhi oleh sidang Kristen pada abad pertama, dan sejauh mana?
16 Paulus memperlihatkan bahwa ia memahami hal ini dengan baik. Pada tahun 61 M, ia dapat mengatakan bahwa kabar baik ”menghasilkan buah dan bertambah di seluruh dunia”. Kabar baik tidak dibatasi hanya kepada satu bangsa atau satu sekte, seperti sekte yang melakukan ”bentuk ibadat kepada malaikat-malaikat”. Sebaliknya, ini secara terbuka ”diberitakan dalam semua ciptaan yang ada di bawah langit”. (Kolose 1:6, 23; 2:13, 14, 16-18) Maka, Israel milik Allah pada abad pertama memenuhi tugasnya untuk ”’menyatakan ke mana-mana keluhuran’ pribadi yang memanggil [mereka] ke luar dari kegelapan ke dalam terangnya yang menakjubkan”.
17. Bagaimana Matius 24:14 terus digenapi dalam skala besar?
17 Namun, pekerjaan pemberitaan pada abad pertama hanya merupakan gambaran akan apa yang dilaksanakan selama hari-hari terakhir ini. Menatap khususnya ke zaman kita, Yesus mengatakan, ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk untuk suatu kesaksian kepada semua bangsa; dan kemudian akhir itu akan datang.” (Matius 24:14; Markus 13:10) Apakah nubuat ini telah digenapi? Ya. Sejak permulaan yang kecil pada tahun 1919, pemberitaan kabar baik kini telah diperluas ke lebih dari 230 negeri. Kesaksian telah terdengar di Kutub Utara yang luar biasa dingin dan negeri-negeri tropis yang panas. Benua-benua besar telah dicakup, dan pulau-pulau terpencil diupayakan untuk dicapai agar penduduknya dapat menerima kesaksian. Bahkan di tengah-tengah pergolakan besar, seperti perang di Bosnia dan Herzegovina, kabar baik terus diberitakan. Seperti pada abad pertama, kesaksian menghasilkan buah ”di seluruh dunia”. Kabar baik ini secara terbuka diumumkan ”dalam semua ciptaan yang ada di bawah langit”. Hasilnya? Pertama-tama, kaum sisa dari Israel milik Allah telah dikumpulkan ”dari setiap suku dan bahasa dan umat dan bangsa”. Kedua, jutaan orang dari ”kumpulan besar” mulai dibawa masuk dari ”semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa”. (Penyingkapan 5:9; 7:9) Matius 24:14 terus digenapi dalam skala besar.
18. Hal-hal apa saja yang dicapai melalui pemberitaan kabar baik di seluas dunia?
18 Pemberitaan kabar baik di seluas dunia turut membuktikan bahwa kehadiran Yesus sebagai raja telah dimulai. (Matius 24:3) Selain itu, ini adalah sarana utama untuk menuai ”panen bumi”, karena hal ini mengarahkan orang-orang kepada satu-satunya harapan yang sejati bagi umat manusia, Kerajaan Yehuwa. (Penyingkapan 14:15, 16) Karena hanya orang-orang Kristen sejati yang ambil bagian dalam pemberitaan kabar baik, pekerjaan penting ini membantu membedakan orang-orang Kristen yang sejati dari yang palsu. (Maleakhi 3:18) Dengan cara demikian, ini menghasilkan keselamatan bagi orang-orang yang mengabar dan juga keselamatan bagi orang-orang yang menanggapinya. (1 Timotius 4:16) Yang paling penting, pemberitaan kabar baik mendatangkan pujian dan hormat kepada Allah Yehuwa, pribadi yang memerintahkan agar hal itu dilakukan, yang mendukung orang-orang yang melakukannya, dan yang membuatnya berbuah.—2 Korintus 4:7.
19. Tekad apa yang dianjurkan untuk dimiliki oleh semua orang Kristen seraya mereka memasuki tahun dinas baru?
19 Tidak heran rasul Paulus tergerak untuk mengatakan, ”Celaka aku jika aku tidak menyatakan kabar baik!” (1 Korintus 9:16) Orang-orang Kristen dewasa ini merasakan hal yang sama. Adalah suatu hak istimewa yang mulia dan tanggung jawab yang besar untuk menjadi ”rekan sekerja Allah”, memancarkan terang kebenaran dalam dunia yang semakin gelap ini. (1 Korintus 3:9; Yesaya 60:2, 3) Pekerjaan yang memiliki permulaan yang kecil pada tahun 1919 kini telah mencapai proporsi yang menakjubkan. Hampir lima juta orang Kristen memberi kesaksian untuk kedaulatan ilahi seraya mereka menggunakan lebih dari satu milyar jam per tahun untuk membawa berita keselamatan kepada orang-orang lain. Sungguh suatu sukacita untuk ambil bagian dalam pekerjaan menyucikan nama Yehuwa ini! Seraya kita memasuki tahun dinas 1996, marilah kita bertekad untuk tidak memperlambat kecepatan. Sebaliknya, kita akan makin mengindahkan kata-kata Paulus kepada Timotius, ”Beritakanlah firman, tetaplah lakukan itu dengan mendesak.” (2 Timotius 4:2) Seraya kita melakukan hal itu, kita berdoa dengan segenap hati kita agar Yehuwa terus memberkati upaya kita.
-