PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Yehuwa Sang Organisator Agung
    Menara Pengawal—2014 | 15 Mei
    • 4. Mengapa masuk akal untuk berpikir bahwa Allah mengorganisasi umat-Nya di bumi?

      4 Para malaikat di surga serta semua bintang dan planet di alam semesta diorganisasi secara menakjubkan. (Yes. 40:26) Jadi, kita bisa yakin bahwa Pencipta kita juga mengorganisasi umat-Nya di bumi. Mereka perlu diorganisasi dengan baik karena ada banyak pekerjaan penting yang harus mereka lakukan. Selama ribuan tahun, Yehuwa mengorganisasi umat-Nya agar mereka bisa terus beribadat kepada-Nya. Banyak contoh membuktikan bahwa Ia menyertai mereka dan bahwa Ia ”bukanlah Allah kekacauan, tetapi Allah kedamaian”.​—Baca 1 Korintus 14:33, 40.

      ALLAH MENGORGANISASI UMATNYA PADA ZAMAN DULU

      5. Mengapa kehendak Allah atas bumi tertunda?

      5 Sewaktu Yehuwa menciptakan manusia pertama, Ia memberi tahu mereka, ”Beranakcuculah dan bertambah banyak dan penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, tundukkanlah ikan-ikan di laut dan makhluk-makhluk terbang di langit dan segala makhluk hidup yang merayap di bumi.” (Kej. 1:28) Yehuwa tidak menciptakan jutaan manusia sekaligus. Adam dan Hawa akan punya anak, lalu anak-anak mereka juga akan punya anak, sampai keluarga manusia menyebar ke seluruh bumi. Allah ingin agar mereka membuat bumi menjadi Firdaus. Sewaktu Adam dan Hawa tidak taat, kehendak Allah itu tertunda untuk sementara. (Kej. 3:1-6) Sebagian besar keturunan Adam dan Hawa tidak melayani Yehuwa, dan setelah beberapa waktu, ”Yehuwa melihat bahwa kejahatan manusia sangat banyak di bumi dan setiap kecenderungan niat hatinya selalu jahat semata-mata”. Akibat semua kejahatan ini, ”bumi telah rusak” dan ”penuh dengan kekerasan”. Maka, Allah memutuskan untuk membinasakan semua orang jahat dan mendatangkan banjir besar ke seluruh bumi.—Kej. 6:5, 11-13, 17.

      6, 7. (a) Mengapa Yehuwa menyelamatkan Nuh? (Lihat gambar di awal artikel.) (b) Apa yang terjadi atas orang-orang yang mengabaikan Nuh?

      6 Tidak semua orang dibinasakan di Air Bah. Nuh ”mendapat perkenan di mata Yehuwa” karena ia ”orang yang adil-benar” yang ”berjalan dengan Allah yang benar”. Yehuwa memerintahkan Nuh untuk membuat bahtera yang sangat besar dan memberi tahu dia caranya. (Kej. 6:8, 9, 14-16) Bahtera itu dirancang untuk mengapung di air sehingga semua orang dan binatang di dalamnya bisa selamat. Nuh dan keluarganya melakukan tepat seperti yang Yehuwa perintahkan. Setelah mereka memasukkan binatang-binatang, ”Yehuwa menutup pintu” bahtera.​—Kej. 7:5, 16.

      7 Nuh memperingatkan orang-orang tentang Air Bah itu, tapi kebanyakan dari mereka tidak mau mendengarkan. (2 Ptr. 2:5) Pada tahun 2370 SM, Air Bah pun datang. Yehuwa membinasakan ”segala yang ada di atas permukaan bumi”, tapi Ia menyelamatkan Nuh, putra-putranya, dan istri mereka di dalam bahtera. (Kej. 7:23) Semua orang yang ada di bumi sekarang adalah keturunan Nuh dan keluarganya. Tapi, semua orang yang mengabaikan peringatan Nuh binasa di Air Bah.

      Nuh, keluarganya, dan binatang di luar bahtera setelah Air Bah

      Dengan pengaturan yang baik, delapan orang selamat dari Air Bah (Lihat paragraf 6, 7)

      8. Bagaimana Allah mengorganisasi bangsa Israel ketika Ia memerintahkan mereka untuk masuk ke Tanah Perjanjian?

      8 Lebih dari 800 tahun setelah Air Bah, Allah mengorganisasi orang Israel menjadi suatu bangsa. Ia mengatur semua segi kehidupan mereka, terutama cara mereka beribadat kepada-Nya. Misalnya, selain para imam dan orang Lewi, Ia juga mengorganisasi wanita-wanita untuk melayani ”di pintu masuk kemah pertemuan”. (Kel. 38:8) Belakangan, sewaktu Yehuwa memerintahkan bangsa itu untuk tinggal di Kanaan, kebanyakan dari mereka takut dan tidak mau pergi ke sana. Jadi, Ia memberi tahu mereka, ”Kamu tidak akan masuk ke negeri yang telah kujanjikan dengan mengangkat tanganku dalam sumpah tempat aku akan berdiam bersamamu, kecuali Kaleb putra Yefune dan Yosua putra Nun.” Hanya Yosua dan Kaleb yang membawa laporan baik setelah memata-matai Tanah Perjanjian. (Bil. 14:30, 37, 38) Belakangan, Yehuwa menugasi Yosua untuk memimpin bangsa Israel. (Bil. 27:18-23) Sebelum Yosua membawa bangsa itu ke Kanaan, Yehuwa memberi tahu dia, ”Engkau harus berani dan kuat. Jangan guncang atau menjadi gentar, sebab Yehuwa, Allahmu, menyertai engkau ke mana pun engkau pergi.”​—Yos. 1:9.

      9. Bagaimana perasaan Rahab terhadap Yehuwa dan umat-Nya?

      9 Allah Yehuwa selalu menyertai Yosua ke mana pun ia pergi. Misalnya, pada tahun 1473 SM, bangsa Israel berkemah di dekat Kota Yerikho di Kanaan. Yosua mengutus dua pria untuk memata-matai Yerikho. Di sana, kedua mata-mata ini bertemu seorang pelacur bernama Rahab. Sewaktu para petugas mau menangkap mereka, Rahab menyembunyikan mereka di atap rumahnya. Ia berkata kepada mata-mata Israel itu, ”Aku tahu bahwa Yehuwa pasti akan menyerahkan negeri ini kepadamu, . . . , sebab kami telah mendengar bagaimana Yehuwa mengeringkan air Laut Merah di hadapanmu . . . dan apa yang kamu lakukan terhadap dua raja orang Amori.” Ia menambahkan, ”Yehuwa, Allahmu, adalah Allah di surga di atas dan di bumi di bawah.” (Yos. 2:9-11) Rahab dan keluarganya mendukung umat pilihan Yehuwa. Belakangan, sewaktu bangsa Israel menaklukkan Yerikho, Yehuwa memastikan bahwa Rahab dan keluarganya selamat. (Yos. 6:25) Rahab yang setia sangat menghormati Yehuwa dan organisasi-Nya.

      ORANG KRISTEN MASA AWAL DIORGANISASI

      10. Apa yang Yesus katakan kepada para pemimpin agama Yahudi, dan mengapa?

      10 Sewaktu Yosua memimpin bangsa Israel, mereka berhasil menaklukkan tanah Kanaan, kota demi kota. Tapi, selama kira-kira 1.500 tahun setelah itu, bangsa Israel berulang kali tidak setia. Ketika Yesus berada di bumi, orang Israel telah menjadi sangat tidak taat kepada Yehuwa dan nabi-nabi-Nya. Bahkan, Yesus menyebut orang Israel di Yerusalem sebagai pembunuh para nabi. (Baca Matius 23:37, 38.) Yehuwa menolak para pemimpin agama Yahudi karena ketidaktaatan mereka. Yesus memberi tahu mereka, ”Kerajaan Allah akan diambil darimu dan diberikan kepada suatu bangsa yang menghasilkan buahnya.”​—Mat. 21:43.

      11, 12. (a) Apa buktinya Yehuwa memperkenan organisasi yang baru dan bukan bangsa Israel? (b) Siapa saja yang menjadi bagian dari organisasi baru ini?

      11 Tidak lama setelah Yesus datang ke bumi, Yehuwa menolak bangsa Israel. Tapi, Ia masih punya organisasi di bumi yang terdiri dari hamba-hamba yang menaati Kristus dan ajarannya. Pada Pentakosta tahun 33 M, Yehuwa mulai mengalihkan perkenan-Nya kepada organisasi itu sebagai ganti bangsa Israel. Pada waktu itu, sekitar 120 murid Yesus sedang berkumpul dan ”tiba-tiba dari langit terdengarlah bunyi gaduh sama seperti tiupan angin kencang, dan itu memenuhi seluruh rumah”. Lalu, ”terlihatlah oleh mereka lidah-lidah seperti api yang dibagi-bagikan dan hinggap di atas mereka masing-masing, dan mereka semua dipenuhi dengan roh kudus dan mulai berbicara dengan berbagai bahasa”. (Kis. 2:1-4) Peristiwa yang luar biasa itu jelas menunjukkan bahwa Yehuwa mendukung organisasi baru ini yang terdiri dari murid-murid Kristus.

      12 Pada hari yang sama, sekitar 3.000 orang bergabung dengan organisasi Yehuwa yang baru ini. Alkitab juga menceritakan bahwa ”setiap hari Yehuwa terus menambahkan kepada mereka orang-orang yang diselamatkan”. (Kis. 2:41, 47) Murid-murid Yesus sangat berhasil dalam pengabaran sehingga Alkitab mengatakan, ”Firman Allah semakin bertumbuh, dan jumlah murid semakin berlipat ganda secara luar biasa di Yerusalem.” Banyak orang yang tulus, termasuk para imam, menerima ajaran Kristus. (Kis. 6:7) Belakangan, Yehuwa membawa orang-orang non-Yahudi ke dalam sidang Kristen. Itu juga menjadi bukti bahwa Ia mendukung organisasi baru ini.​—Baca Kisah 10:44, 45.

      13. Pekerjaan apa yang Allah berikan kepada organisasi baru-Nya?

      13 Pekerjaan yang diberikan kepada para pengikut Kristus sudah jelas. Sewaktu di bumi, Yesus telah memberikan teladan untuk mereka. Tidak lama setelah dibaptis, Yesus mulai mengabar tentang ”kerajaan surga”. (Mat. 4:17) Yesus mengajar murid-muridnya untuk melakukan pekerjaan yang sama. Dia juga memberi tahu mereka bahwa mereka akan menjadi saksi-saksinya ”di Yerusalem maupun di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke bagian yang paling jauh di bumi”. (Kis. 1:8) Apakah murid-murid Yesus memahami apa yang seharusnya mereka lakukan? Ya! Pada suatu kesempatan, Paulus dan Barnabas memberi tahu orang-orang Yahudi bahwa murid-murid Yesus sekarang akan mengabar kepada orang dari segala bangsa. Paulus dan Barnabas mengatakan, ”Yehuwa telah menetapkan perintah atas kami dengan kata-kata ini, ’Aku telah menetapkan engkau sebagai terang bagi bangsa-bangsa, agar engkau menjadi keselamatan sampai ke ujung bumi.’” (Kis. 13:14, 45-47) Sejak abad pertama, organisasi Allah sudah memberitakan apa yang telah Ia lakukan untuk menyelamatkan umat manusia.

      UMAT ALLAH SELAMAT

      14. Apa yang terjadi dengan Yerusalem pada abad pertama, tapi siapa yang selamat?

      14 Kebanyakan orang Yahudi tidak mau menerima kabar baik tentang Yesus, dan mereka mengabaikan peringatan Yesus bahwa Yerusalem akan dibinasakan. Dia memperingatkan murid-muridnya, ”Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh bala tentara yang berkemah, kemudian ketahuilah bahwa penghancuran atasnya sudah dekat. Kemudian hendaklah orang-orang yang di Yudea mulai melarikan diri ke pegunungan, dan hendaklah orang-orang yang berada di tengah-tengah kota itu mengundurkan diri, dan hendaklah orang-orang yang berada di daerah-daerah pedesaan jangan masuk ke sana.” (Luk. 21:20, 21) Tepat seperti yang Yesus nubuatkan, Yerusalem dibinasakan. Saat itu, orang Yahudi memberontak terhadap orang Romawi, dan pada tahun 66 M, pasukan Romawi mengepung Yerusalem dan bersiap-siap menghancurkannya. Tapi tiba-tiba pasukan itu pergi, dan para pengikut Yesus pun bisa meninggalkan Yerusalem dan Yudea. Banyak yang melarikan diri dengan menyeberangi Sungai Yordan dan naik ke gunung. Pada tahun 70 M, pasukan Romawi kembali dan menghancurkan Yerusalem. Apa yang terjadi dengan orang-orang Kristen? Mereka selamat karena mendengarkan peringatan Yesus.

      15. Mengapa jumlah orang Kristen terus bertambah?

      15 Pada abad pertama, orang Kristen dianiaya dan iman mereka diuji. Meskipun demikian, jumlah orang Kristen terus bertambah. (Kis. 11:19-21; 19:1, 19, 20) Mengapa ini bisa terjadi? Karena sidang Kristen diperkenan oleh Allah.​—Ams. 10:22.

      16. Apa yang harus dilakukan semua orang Kristen agar iman mereka tetap kuat?

      16 Agar iman mereka tetap kuat dan agar mereka tetap bersatu, setiap orang Kristen harus mengerahkan upaya. Mereka harus mempelajari Tulisan-Tulisan Kudus, menghadiri perhimpunan dengan rutin, dan bersemangat dalam pelayanan. Sidang-sidang diorganisasi dengan baik. Ada penatua dan hamba pelayanan yang siap membantu mereka, dan sidang mendapat manfaat dari kerja keras saudara-saudara ini. (Flp. 1:1; 1 Ptr. 5:1-4) Juga, mereka menikmati kunjungan pengawas keliling, seperti Paulus. (Kis. 15:36, 40, 41) Sungguh menakjubkan untuk melihat bahwa ibadat kita sekarang sangat mirip dengan ibadat orang Kristen abad pertama. Kita sangat bersyukur bahwa Yehuwa selalu mengorganisasi hamba-hamba-Nya!a

      17. Apa yang akan dibahas di artikel berikutnya?

      17 Kita sekarang hidup pada hari-hari terakhir, dan dunia Setan akan segera dibinasakan. Walaupun demikian, bagian organisasi Allah di bumi sedang bergerak maju dengan lebih cepat. Apakah Saudara maju bersama organisasi Yehuwa? Artikel berikutnya akan membahas bagaimana Saudara bisa melakukannya.

      a Lihat artikel ”Orang Kristen Menyembah dengan Roh dan Kebenaran” dan ”Mereka Terus Berjalan dalam Kebenaran” di Menara Pengawal 15 Juli 2002. Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai bagian organisasi Allah di bumi dewasa ini, lihat buku Saksi-Saksi Yehuwa​—Pemberita Kerajaan Allah.

  • Apakah Saudara Maju Bersama Organisasi Yehuwa?
    Menara Pengawal—2014 | 15 Mei
    • Orang Kristen abad pertama meninggalkan Yerusalem

      Apakah Saudara Maju Bersama Organisasi Yehuwa?

      ”Mata Yehuwa tertuju kepada orang-orang yang adil-benar.”​—1 PTR. 3:12.

      APA JAWABAN SAUDARA?

      • Apa yang akan Yehuwa lakukan ketika umat-Nya diserang?

      • Apa saja yang Yehuwa minta dari umat-Nya?

      • Mengapa kita harus maju bersama organisasi Yehuwa?

      1. Organisasi apa yang menggantikan bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah? (Lihat gambar di atas.)

      DEWASA ini, umat Yehuwa di bumi beribadat kepada-Nya dengan cara yang menyenangkan Dia. Di masa lalu, bangsa Israel menjadi umat pilihan Allah. Tapi belakangan mereka murtad. Karena itu, Yehuwa membentuk bangsa baru yang terdiri dari para pengikut Kristus. Mereka menjadi sebuah organisasi yang mewakili Yehuwa. Walaupun Yerusalem dihancurkan pada tahun 70 M, organisasi itu tetap ada. (Luk. 21:20, 21) Pada hari-hari terakhir, bangsa baru itu masih mewakili Yehuwa. Organisasi itu akan tetap bertahan ketika dunia Setan dibinasakan untuk selamanya. (2 Tim. 3:1) Mengapa kita bisa yakin?

      2. Apa yang Yesus katakan tentang ”kesengsaraan besar”? Kapan itu dimulai?

      2 Yesus menubuatkan apa yang akan terjadi pada hari-hari terakhir, ”Akan ada kesengsaraan besar seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia hingga sekarang, tidak, dan juga tidak akan terjadi lagi.” (Mat. 24:3, 21) Kesengsaraan ini akan dimulai ketika Yehuwa menghancurkan ”Babilon Besar”, atau imperium agama palsu sedunia. Dia akan menggunakan pemerintahan dunia untuk melakukan hal itu. (Pny. 17:3-5, 16) Apa yang akan terjadi selanjutnya?

      SERANGAN SETAN MENYULUT ARMAGEDON

      3. Setelah agama palsu dihancurkan, apa yang akan terjadi atas umat Yehuwa?

      3 Setelah agama palsu dihancurkan, Saksi-Saksi Yehuwa akan menjadi satu-satunya organisasi agama yang tersisa di bumi. Lalu, Setan dan dunianya akan menyerang hamba-hamba Allah. Alkitab mengatakan tentang ”Gog dari tanah Magog”, ”Engkau akan datang seperti badai. Engkau akan menjadi seperti awan yang menutupi negeri, engkau bersama seluruh pasukanmu dan banyak bangsa yang menyertai engkau.” Mereka pikir, umat Allah yang suka damai itu mangsa empuk. Tapi, mereka salah besar!​—Yeh. 38:1, 2, 9-12.

      4, 5. Apa yang akan Yehuwa lakukan ketika umat-Nya diserang?

      4 Ketika Setan dan para pengikutnya menyerang umat Yehuwa, mereka sebenarnya menyerang Yehuwa sendiri. (Baca Zakharia 2:8.) Apa tanggapan Yehuwa? Tuan yang Berdaulat atas alam semesta akan segera menyelamatkan umat-Nya. Dia tidak akan membiarkan mereka dimusnahkan. Setelah itu, Yehuwa akan memulai perang Armagedon dan menghancurkan dunia Setan sampai tuntas.​—Pny. 16:14, 16.

      5 Yeremia bernubuat bahwa Yehuwa sendiri akan berperang melawan semua bangsa di Armagedon. ”’Ia secara pribadi akan menghakimi semua makhluk. Mengenai orang fasik, ia akan menyerahkan mereka kepada pedang,’ demikian ucapan Yehuwa. Inilah firman Yehuwa yang berbala tentara, ’Lihat! Suatu malapetaka menjalar dari bangsa ke bangsa, dan badai yang sangat hebat akan berkecamuk dari bagian-bagian yang paling jauh di bumi. Dan orang-orang yang dibunuh oleh Yehuwa pada hari itu akan bergelimpangan dari ujung bumi sampai ke ujung bumi. Mereka tidak akan diratapi, juga tidak akan dikumpulkan atau dikuburkan. Mereka akan menjadi pupuk di permukaan tanah.’” (Yer. 25:31-33) Armagedon akan mengakhiri dunia Setan. Tapi, organisasi Yehuwa akan tetap ada.

      MENGAPA ORGANISASI YEHUWA TERUS BERTUMBUH

      6, 7. (a) Dari mana datangnya ”kumpulan besar”? (b) Sebutkan pertambahan pada tahun-tahun terakhir ini.

      6 Dewasa ini, bagian organisasi Yehuwa di bumi terus bertumbuh karena anggotanya adalah orang-orang yang diperkenan Allah. Alkitab mengatakan, ”Mata Yehuwa tertuju kepada orang-orang yang adil-benar, dan telinganya kepada permohonan mereka.” (1 Ptr. 3:12) Orang-orang adil-benar ini mencakup ”suatu kumpulan besar”, sekumpulan orang yang sangat banyak jumlahnya, yang akan selamat melewati ”kesengsaraan besar”. (Pny. 7:9, 14) Bayangkan bagaimana rasanya selamat melewati kesengsaraan besar sebagai anggota kumpulan besar!

      7 Kumpulan besar ini terdiri atas orang-orang dari segala bangsa. Mereka dikumpulkan melalui pekerjaan pengabaran. Yesus menubuatkan, ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk sebagai suatu kesaksian kepada semua bangsa; dan kemudian akhir itu akan datang.” (Mat. 24:14) Itulah sebabnya pengabaran menjadi pekerjaan utama umat Allah. Hasilnya, jutaan orang beribadat kepada Yehuwa ”dengan roh dan kebenaran”. (Yoh. 4:23, 24) Misalnya, antara tahun 2003 dan 2012, lebih dari 2.707.000 orang membaktikan diri kepada Yehuwa dan dibaptis. Dewasa ini, ada lebih dari 7.900.000 Saksi, dan jutaan orang lainnya ikut menghadiri Peringatan kematian Kristus setiap tahun. Kita bersukacita karena kumpulan besar bertumbuh dengan pesat, dan kita tahu bahwa Yehuwa-lah yang menumbuhkannya.​—1 Kor. 3:5-7.

      8. Mengapa organisasi Yehuwa berkembang dengan pesat?

      8 Bagian organisasi Yehuwa di bumi berkembang pesat karena Ia mendukung mereka. (Baca Yesaya 43:10-12.) Yesaya telah menubuatkan pertambahan ini, ”Yang sedikit akan menjadi seribu, dan yang kecil akan menjadi bangsa yang perkasa. Aku, Yehuwa, akan mempercepatnya pada waktunya.” (Yes. 60:22) Dulu, kaum sisa terurap bagaikan ”yang sedikit” itu, tapi mereka bertambah banyak seraya orang Israel rohani lainnya dikumpulkan ke organisasi Allah. (Gal. 6:16) Yehuwa memberkati pekerjaan pengabaran mereka. Hasilnya, jutaan orang lainnya telah bergabung dengan kumpulan besar.

      APA YANG YEHUWA MINTA DARI KITA

      9. Apa yang harus kita lakukan untuk menikmati masa depan yang menakjubkan?

      9 Yehuwa telah menjanjikan masa depan yang menakjubkan bagi kita semua, tidak soal kita kaum terurap atau kumpulan besar. Untuk menikmati masa depan itu, kita harus mematuhi perintah-perintah-Nya. (Yes. 48:17, 18) Yehuwa dulu meminta bangsa Israel mematuhi Hukum-Nya. Hukum melindungi dan mengajar mereka caranya memiliki keluarga bahagia, menjalin persahabatan, berbisnis dengan jujur, dan memperlakukan orang lain dengan baik. (Kel. 20:14; Im. 19:18, 35-37; Ul. 6:6-9) Halnya sama bagi kita dewasa ini. Perintah-perintah Allah melindungi kita dan bermanfaat. Perintah-perintah itu tidak terlalu sulit untuk dipatuhi. (Baca 1 Yohanes 5:3.) Jika kita menaatinya, kehidupan kita akan lebih bahagia, dan yang terpenting, iman kita kepada Yehuwa semakin kuat.​—Tit. 1:13.

      10. Mengapa kita perlu mempelajari Alkitab dan mengadakan ibadat keluarga secara rutin?

      10 Bagian organisasi Yehuwa di bumi bergerak maju dalam berbagai bidang. Organisasi ini membantu kita semakin memahami kebenaran Alkitab. Itulah yang Alkitab janjikan, ”Jalan orang-orang adil-benar adalah seperti cahaya terang yang semakin terang hingga rembang tengah hari.” (Ams. 4:18) Tapi, kita masing-masing perlu bertanya, ’Apakah saya tahu pemahaman terbaru tentang ayat tertentu? Apakah saya membaca Alkitab setiap hari? Apakah saya bersemangat membaca setiap publikasi baru? Apakah saya mengadakan ibadat keluarga setiap minggu?’ Hal-hal ini tidak sulit dilakukan, tapi kita memang perlu menjadwalkannya. Kita perlu terus mempelajari Firman Allah, menerapkannya, dan maju bersama organisasi Allah. Semua itu penting, terlebih lagi sekarang, karena kesengsaraan besar sudah sangat dekat!

      11. Mengapa umat Yehuwa menghadiri perhimpunan dan kebaktian?

      11 Organisasi Yehuwa menganjurkan kita untuk mengikuti nasihat Paulus, ”Biarlah kita memperhatikan satu sama lain untuk menggerakkan kepada kasih dan perbuatan yang baik, dengan tidak mengabaikan pertemuan kita, sebagaimana kebiasaan beberapa orang, tetapi saling menganjurkan, dan terlebih lagi demikian seraya kamu melihat hari itu mendekat.” (Ibr. 10:24, 25) Bangsa Israel kuno berkumpul secara teratur untuk beribadat kepada Yehuwa dan diajar oleh-Nya. Salah satu acara yang penuh sukacita adalah Perayaan Pondok pada zaman Nehemia. (Kel. 23:15, 16; Neh. 8:9-18) Dewasa ini, ada juga perhimpunan dan kebaktian. Kita hendaknya berusaha menghadiri semua acara ini supaya kita tetap dekat dengan Yehuwa dan bersukacita melayani Dia.​—Tit. 2:2.

      12. Bagaimana seharusnya perasaan kita terhadap pekerjaan pengabaran?

      12 Sebagai anggota organisasi Yehuwa, kita harus memberitakan kabar baik. Ini adalah hak istimewa besar untuk kita. Malah, Alkitab menyebut pekerjaan ini ”kudus”, atau suci. (Rm. 15:16) Sewaktu mengabar, kita bekerja sama dengan ”Pribadi Kudus”, Yehuwa. (1 Ptr. 1:15; 1 Kor. 3:9) Kita juga ikut memuliakan nama Yehuwa yang kudus. Ya, memberitakan ”kabar baik yang mulia dari Allah yang bahagia” membuat kita sangat bersukacita.​—1 Tim. 1:11.

      13. Apa yang perlu kita lakukan untuk memperoleh kehidupan dan bersahabat dengan Yehuwa?

      13 Yehuwa menginginkan yang terbaik bagi kita. Karena itu, Ia ingin agar kita tetap dekat dengan-Nya dan organisasi-Nya. Kita diberi pilihan seperti bangsa Israel. Musa memberi tahu mereka, ”Aku menaruh kehidupan dan kematian di hadapan engkau, berkat dan laknat; dan pilihlah kehidupan agar engkau tetap hidup, engkau dan keturunanmu, dengan mengasihi Yehuwa, Allahmu, dengan mendengarkan perkataannya dan dengan berpaut padanya; sebab dia berarti kehidupanmu.” (Ul. 30:19, 20) Pilihlah kehidupan. Kasihilah Yehuwa, dan tetaplah loyal kepada-Nya dan organisasi-Nya.

      14. Apa yang dikatakan seorang saudara tentang organisasi Allah?

      14 Saudara Pryce Hughes, yang belajar kebenaran sebelum tahun 1914, tetap loyal kepada Yehuwa dan organisasi-Nya seumur hidup. Dalam kisah hidupnya, dia mengatakan bahwa hal terpenting baginya adalah tetap dekat dengan organisasi Yehuwa dan tidak mengandalkan pikiran manusia. Ini membantu dia bertekun menghadapi ujian iman sepanjang hidupnya. Menurut Saudara Hughes, satu-satunya cara memperoleh perkenan Yehuwa adalah dengan selalu mengikuti arahan organisasi-Nya.

      TERUSLAH MAJU BERSAMA ORGANISASI ALLAH

      15. Sebutkan contoh Alkitab yang mengajarkan bagaimana seharusnya kita menanggapi pemahaman baru.

      15 Yehuwa ingin agar kita mendukung organisasi-Nya dan mau menerima penyesuaian dalam pemahaman akan kebenaran Alkitab dan dalam cara kita mengabar. Pada abad pertama, ada orang Kristen Yahudi yang masih ingin menjalankan Hukum. (Kis. 21:17-20) Tapi, Paulus mengoreksi mereka dan membantu mereka menyadari bahwa dosa mereka bisa diampuni atas dasar korban Yesus, bukan korban binatang. (Ibr. 10:5-10) Sebagian besar dari mereka mau menerima nasihat Paulus dan mengubah pandangan mereka. Ada pelajaran penting yang bisa kita ambil dari contoh ini. Kita harus mempelajari Alkitab dan publikasi kita dengan saksama, dan sewaktu organisasi Yehuwa membuat penyesuaian, kita perlu menerimanya dengan rendah hati.

      16. (a) Mengapa kehidupan di Firdaus akan sangat menyenangkan? (b) Apa yang Saudara nanti-nantikan di dunia baru?

      16 Semua yang tetap loyal kepada Yehuwa dan organisasi-Nya akan memperoleh berkat. Kaum terurap akan memerintah sebagai raja bersama Yesus Kristus di surga. (Rm. 8:16, 17) Yang lainnya menantikan kehidupan abadi di bumi Firdaus. Umat Yehuwa di seputar dunia punya kesempatan yang unik untuk memberi tahu orang lain mengenai harapan ini. (2 Ptr. 3:13) ”Orang-orang yang lembut hati akan memiliki bumi, dan mereka akan benar-benar mendapatkan kesenangan yang besar atas limpahnya kedamaian.” (Mz. 37:11) Semua orang akan menikmati pekerjaan yang memuaskan. ”Mereka akan membangun rumah dan menghuninya.” (Yes. 65:21, 22) Tidak ada yang akan memperlakukan orang lain dengan buruk. Tidak ada orang miskin, dan semuanya akan punya cukup makanan. (Mz. 72:13-16) Tidak akan ada lagi agama palsu, yang mengajarkan kebohongan tentang Allah. (Pny. 18:8, 21) Orang mati akan dibangkitkan dan mendapat kesempatan hidup abadi di bumi. (Yes. 25:8; Kis. 24:15) Jika kita memperkuat hubungan kita dengan Yehuwa dan terus maju bersama organisasi-Nya, kita bisa menikmati hal-hal luar biasa yang dijanjikan itu.

      Hamba-hamba Allah yang setia menikmati kehidupan di bumi Firdaus

      Bisakah Saudara membayangkan kehidupan Saudara di Firdaus? (Lihat paragraf 16)

      17. Bagaimana seharusnya perasaan kita terhadap Yehuwa dan organisasi-Nya?

      17 Sistem Setan akan segera berakhir. Agar bisa selamat, kita harus menjaga iman kita tetap kuat dan beribadat kepada Yehuwa dengan loyal bersama organisasi-Nya. Kita merasa seperti Daud sewaktu ia bernyanyi, ”Satu hal telah kuminta dari Yehuwa​—itulah yang akan kucari, agar aku boleh tinggal di rumah Yehuwa sepanjang hari-hari kehidupanku, untuk melihat kebaikan Yehuwa dan untuk memandang baitnya dengan penghargaan.” (Mz. 27:4) Semoga kita semua tetap dekat dengan Yehuwa dan maju bersama organisasi-Nya.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan