PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Apa yang Anda Ketahui tentang Saksi-Saksi Yehuwa?
    Sedarlah!—2010 | Agustus
    • Apa yang Anda Ketahui tentang Saksi-Saksi Yehuwa?

      ”Saya banyak membaca tentang Saksi-Saksi Yehuwa di Internet dan mendengar selentingan serta banyak sekali omongan yang berprasangka,” tulis seorang reporter magang di Denmark. ”Akibatnya, terbentuklah pandangan yang sangat negatif tentang Saksi-Saksi Yehuwa.”

      REPORTER itu lalu mewawancarai sebuah keluarga Saksi. Hasilnya? ”Pandangan saya tentang mereka berubah saat memasuki rumah mereka!” tulisnya. ”Mungkin orang-orang belum cukup mengenal mereka, atau mungkin kita terlalu cepat menghakimi. Seperti itulah saya. Dan, ternyata saya keliru.”​—Cecilie Feyling, untuk Jydske Vestkysten.

      Dari interaksinya dengan Saksi-Saksi Yehuwa dalam urusan pekerjaan, seorang konsultan sumber daya manusia untuk jaringan pertokoan di Eropa mengetahui bahwa mereka adalah karyawan yang jujur. Alhasil, ia senang mempekerjakan Saksi-Saksi.

      Tentu saja, Saksi-Saksi Yehuwa dikenal terutama karena pekerjaan pemberitaan mereka. Mereka mendapati bahwa ada yang kurang senang membahas Alkitab, tetapi ada juga yang senang. Malah, lebih dari tujuh juta orang, di hampir setiap negeri, rutin belajar Alkitab dengan Saksi-Saksi, dan beberapa dari pelajar ini belakangan menjadi guru Alkitab juga. Di Amerika Serikat, misalnya, laporan Dewan Gereja Nasional menyatakan bahwa dari 25 agama terbesar, Saksi-Saksi Yehuwa adalah 1 dari hanya 4 agama yang menunjukkan peningkatan.

      Mengapa jutaan orang belajar Alkitab dengan Saksi-Saksi? Bagaimana pelajaran ini dipandu? Apakah para pelajar diharapkan untuk menjadi Saksi juga? Bagaimanapun, Anda berhak mendapatkan jawaban yang benar. Jadi, jangan dengarkan kabar angin yang berprasangka, atau selentingan, tetapi carilah fakta-fakta. Alkitab mengatakan di Amsal 14:15, ”Orang yang lugu percaya pada setiap perkataan yang ia dengar; orang yang cerdas tahu bahwa bukti diperlukan.”​—The New English Bible.

      Kiranya Sedarlah! edisi ini membantu Anda memahami Saksi-Saksi Yehuwa dengan lebih sepenuhnya dan akurat. Ya, fakta bahwa Anda sedang membaca majalah ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki pikiran yang terbuka dan tidak memihak. Jadi, cobalah lakukan hal ini: Seraya Anda membaca empat artikel berikut dan kotak yang menyertainya, periksalah ayat-ayat yang dikutip dalam Alkitab Anda sendiri.a Dengan demikian, Anda berlaku arif dan, sebagaimana Alkitab katakan, ”berbudi luhur”.​—Kisah 17:11.

      a Jika Anda tidak memiliki Alkitab tetapi bisa mengakses Internet, Anda bisa memeriksa ayat-ayat di www.watchtower.org. Di dalamnya, Anda akan melihat kotak ”Bacalah Alkitab di Internet”. Selain itu, situs Web ini memuat lektur Alkitab dalam lebih dari 380 bahasa.

  • Apa Kata Orang Lain
    Sedarlah!—2010 | Agustus
    • Apa Kata Orang Lain

      Prancis ”Saksi-Saksi Yehuwa adalah warga negara yang merespek hukum Republik. . . . Mereka bukan ancaman bagi ketertiban umum. Mereka bekerja, membayar pajak, berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi negeri kita dan memberikan sumbangan kepada badan sosial. Perpaduan orang-orang dari segala ras dan asal ini, yang berkumpul bersama dengan damai, sungguh menyenangkan untuk dilihat. . . . Seandainya semua orang adalah Saksi-Saksi Yehuwa, kami polisi akan kehilangan pekerjaan.”​—Juru bicara untuk serikat polisi Prancis.

      Ukraina ”Saksi-Saksi Yehuwa menanamkan dalam diri anak-anak mereka prinsip moral yang luhur. Mereka mengajar anak-anak mereka untuk menghindari perilaku, tindakan dan bahkan sikap yang, [meski] dianggap normal dalam dunia dewasa ini, bisa mencelakai anak-anak mereka dan orang lain. Karena itu, mereka memperingatkan anak-anak mereka bahayanya memakai narkoba, merokok, dan penyalahgunaan alkohol. Mereka mengakui pentingnya kejujuran dan kerja keras. . . . Saksi-Saksi Yehuwa mengajar anak-anak mereka sifat-sifat moral, untuk merespek kalangan berwenang, orang lain dan properti mereka, serta untuk menjadi warga negara yang taat hukum.”​—The History of Religion in Ukraine, diedit oleh Profesor Petro Yarotskyi.

      Italia ”Tiga puluh ribu orang di Stadion Olimpiade duduk dengan senyap . . . Tidak ada sampah, tidak ada kegaduhan, tidak ada teriakan. Itulah pemandangan di Stadion Olimpiade kemarin . . . Tidak ada isyarat yang tidak patut, tidak ada rokok, tidak ada satu pun kaleng [minuman]. Hanya Alkitab yang terbuka, orang-orang mencatat, dan anak-anak duduk dengan tenang.”​—L’Unità, sewaktu meliput kebaktian Saksi-Saksi Yehuwa di Roma.

      ”Saksi-Saksi Yehuwa mengajar anak-anak mereka sifat-sifat moral . . . serta untuk menjadi warga negara yang taat hukum”

      Inggris ”Asisten Uskup Cheltenham mengatakan [Gereja Inggris] membutuhkan kelompok umat berbakti yang berkeliling seperti Saksi-Saksi Yehuwa.”​—The Gazette, Dioses Gloucester.

      Belanda Para tetangga Balai Kerajaan di kota Leeuwarden menyampaikan surat kepada Saksi-Saksi yang bunyinya, ”Kami ingin memuji kalian karena pengaruh kalian yang luar biasa atas citra Noorderweg [Jalan Noorder]. Anggota kalian selalu berpakaian rapi, dan mereka sangat bertata krama. Anak-anak bertingkah laku baik, orang dewasa tidak pernah memarkir mobil sembarangan, mereka tidak membuang sampah di jalan, dan lingkungan Balai Kerajaan selalu bersih dan apik. Kami harap kalian akan terus menjadi tetangga kami untuk waktu yang lama, karena kami sangat senang menjadi tetangga kalian.”

      Meksiko Elio Masferrer, dosen dan peneliti di Sekolah Nasional Antropologi dan Sejarah, mengatakan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa membantu orang-orang yang ”menderita krisis keluarga yang parah seperti pemerkosaan, penganiayaan keluarga, alkoholisme, dan kecanduan narkoba”. Ajaran Saksi-Saksi, katanya, ”memberikan martabat kepada orang-orang yang dilanda perasaan tidak berharga” dan memungkinkan mereka ”hidup tanpa problem serius dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan Allah”.​—Surat kabar Excélsior.

      Kebaktian besar Saksi-Saksi Yehuwa

      ’Orang-orang dari segala ras dan asal ini berkumpul bersama dengan damai’

      Brasil Sebuah surat kabar melaporkan, ”Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa benar-benar mengesankan. Tempat-tempat pertemuan mereka selalu bersih. Segalanya sangat terorganisasi . . . Sewaktu acara mereka usai, lokasinya lebih bersih daripada sebelumnya. Selama khotbah, semuanya benar-benar hening. Tidak ada yang saling mendorong atau berdesakan. Semuanya bertata krama. . . . Ini memang agama yang tertib. Mereka tahu apa artinya beribadat kepada Allah.”​—Comércio da Franca.

      Saksi-Saksi Yehuwa dengan teguh percaya bahwa sang Pencipta lebih mengetahui daripada siapa pun prinsip-prinsip yang harus dijalani manusia ciptaan-Nya. (Yesaya 48:17, 18) Karena itu, sewaktu tingkah laku mereka menghasilkan pernyataan positif dari orang lain, Saksi-Saksi mengarahkan pujian kepada-Nya. Yesus berkata, ”Biarlah terangmu bersinar di hadapan manusia, agar mereka melihat perbuatan baikmu dan memuliakan Bapakmu yang di surga.”​—Matius 5:16.

  • Apa yang Dipercayai Saksi-Saksi Yehuwa?
    Sedarlah!—2010 | Agustus
    • Apa yang Dipercayai Saksi-Saksi Yehuwa?

      Kepercayaan Saksi-Saksi Yehuwa bukan rahasia, karena lektur mereka mudah diperoleh dalam ratusan bahasa. Berikut ini adalah ringkasan beberapa kepercayaan utama mereka.

      1. Alkitab

      Saksi-Saksi percaya bahwa ”segenap Tulisan Kudus diilhamkan Allah”. (2 Timotius 3:16) Jason D. BeDuhn, lektor kepala kajian keagamaan, menulis, ”[Saksi-Saksi Yehuwa membangun] sistem kepercayaan serta kebiasaan mereka berdasarkan Alkitab tanpa mengubah-ubah atau menentukan sebelumnya apa yang dimaksud di dalamnya.” Mereka menyelaraskan kepercayaan mereka dengan Alkitab; mereka tidak menafsirkannya agar cocok dengan keinginan mereka. Pada waktu yang sama, mereka mengakui bahwa tidak semua ayat dalam Alkitab harus dipahami secara harfiah. Tujuh hari penciptaan, misalnya, bersifat simbolis, memaksudkan periode waktu yang lama.​—Kejadian 1:31; 2:4.

      2. Pencipta

      Allah yang benar telah memberi diri-Nya nama pribadi​—Yehuwa (atau Yahweh, sebagaimana digunakan dalam terjemahan Katolik Roma Jerusalem Bible dan lebih disukai oleh pakar zaman modern)​—untuk membedakan diri-Nya dengan allah-allah palsu.a (Mazmur 83:18) Bentuk Ibrani nama ilahi muncul sekitar 7.000 kali dalam teks asli Alkitab. Sewaktu menandaskan pentingnya nama itu, Yesus berkata dalam doa Bapak Kami, ”Dikuduskanlah nama-Mu.” (Matius 6:9, Terjemahan Baru) Allah layak menuntut pengabdian yang eksklusif, tidak bercabang. Karena itu, Saksi-Saksi tidak menggunakan ikon atau patung dalam ibadat mereka.​—1 Yohanes 5:21.

      Yesus Kristus

      ”Bapak lebih besar daripada aku.”​—Yohanes 14:28

      3. Yesus Kristus

      Ia adalah Juru Selamat, ”Putra Allah”, dan ”yang sulung dari antara semua ciptaan”. (Yohanes 1:34; Kolose 1:15; Kisah 5:31) Sebagai makhluk yang diciptakan, ia bukan bagian dari Tritunggal. ”Bapak lebih besar daripada aku,” kata Yesus. (Yohanes 14:28) Yesus telah hidup di surga sebelum datang ke bumi, dan setelah mati sebagai korban dan dibangkitkan, ia kembali ke surga. ”Tidak seorang pun datang kepada Bapak kecuali melalui[nya].”​—Yohanes 14:6.

      4. Kerajaan Allah

      Ini adalah pemerintah surgawi yang nyata dengan seorang Raja​—Yesus Kristus​—dan 144.000 rekan penguasa, yang ”dibeli dari bumi”. (Penyingkapan [Wahyu] 5:9, 10; 14:1, 3, 4; Daniel 2:44; 7:13, 14) Mereka akan memerintah atas bumi, yang akan dibersihkan dari semua kefasikan dan akan dihuni oleh jutaan manusia yang takut akan Allah.​—Amsal 2:21, 22.

      5. Bumi

      Pengkhotbah 1:4 menyatakan, ”Bumi tetap selama-lamanya.” (Kitab Suci Komunitas Kristiani) Setelah kebinasaan orang fasik, bumi akan dibuat menjadi firdaus dan didiami selama-lamanya oleh manusia yang adil-benar. (Mazmur 37:10, 11, 29) Dengan demikian, kata-kata Yesus dalam doa ”jadilah kehendak-Mu di bumi” akan tergenap.​—Matius 6:10, Terjemahan Baru.

      6. Nubuat Alkitab

      ”Allah . . . tidak dapat berdusta.” (Titus 1:2) Maka, apa yang Ia nubuatkan selalu menjadi kenyataan, termasuk nubuat Alkitab tentang akhir dunia ini. (Yesaya 55:11; Matius 24:3-14) Siapa yang akan selamat dari kebinasaan yang akan datang? ”Ia yang melakukan kehendak Allah,” kata 1 Yohanes 2:17.

      7. Kalangan berwenang sekuler

      ”Bayarlah kembali perkara-perkara Kaisar kepada Kaisar, tetapi perkara-perkara Allah kepada Allah,” kata Yesus. (Markus 12:17) Jadi, Saksi-Saksi Yehuwa menaati hukum negara apabila itu tidak bertentangan dengan hukum Allah.​—Kisah 5:29; Roma 13:1-3.

      Dua wanita membahas Alkitab

      ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk sebagai suatu kesaksian kepada semua bangsa; dan kemudian akhir itu akan datang.”​—Matius 24:14

      8. Pengabaran

      Yesus menubuatkan, ”Kabar baik kerajaan ini” akan diumumkan ke seluruh bumi sebelum akhir dunia ini. (Matius 24:14) Saksi-Saksi Yehuwa merasa bangga untuk ikut melakukan pekerjaan yang menyelamatkan kehidupan itu. Tentu saja, entah orang-orang mendengarkan atau tidak, itu pilihan mereka. Alkitab mengatakan, ”Siapa pun yang ingin, biarlah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma.”​—Penyingkapan 22:17.

      9. Baptisan

      Saksi-Saksi Yehuwa membaptis hanya orang-orang yang, atas dasar pelajaran Alkitab yang saksama, ingin melayani Allah sebagai salah seorang Saksi-Saksi-Nya. (Ibrani 12:1) Mereka melambangkan pembaktian pribadi kepada Allah melalui pembenaman dalam air.​—Matius 3:13, 16; 28:19.

      10. Pembedaan golongan pemimpin dan kaum awam

      ”Kamu semua adalah saudara,” kata Yesus kepada para pengikutnya. (Matius 23:8) Orang Kristen masa awal, termasuk para penulis Alkitab, tidak mempunyai golongan pemimpin agama. Pola Alkitab ini adalah salah satu hal yang Saksi-Saksi Yehuwa ikuti.

      a Saksi-Saksi Yehuwa tidak mengarang-ngarang nama ”Yehuwa”. Nama Allah telah dialihbahasakan menjadi ”Yehuwa” dalam sejumlah bahasa non-Alkitab, termasuk bahasa Jawa. Sayangnya, beberapa penerjemah Alkitab zaman modern telah mengganti nama ilahi itu dengan gelar, seperti ”Allah” dan ”Tuhan”, dengan demikian sangat tidak merespek Pengarang Alkitab.

  • Seorang Pengacara Menyelidiki Saksi-Saksi Yehuwa
    Sedarlah!—2010 | Agustus
    • Seorang Pengacara Menyelidiki Saksi-Saksi Yehuwa

      ”PENGETAHUAN saya tentang Saksi-Saksi Yehuwa sangat terbatas,” kata Les Civin, seorang pengacara dan direktur sebuah firma hukum di Afrika Selatan. Mengapa ia menyelidiki kepercayaan Saksi-Saksi? Apa yang ia simpulkan tentang kepercayaan itu? Berikut penuturannya kepada Sedarlah!

      Apa latar belakang agama Anda?

      Saya berlatar belakang Yahudi, tetapi pada awal 1970-an, saya menikahi Carol, yang beragama Anglikan. Dia tidak tertarik pada agama, dan agama tidak memiliki pengaruh pada kehidupan kami waktu itu. Tetapi, ketika putra kami, Andrew, berumur delapan tahun, Carol merasa bahwa kami harus melakukan sesuatu untuk memperkenalkan agama kepadanya. Seorang Rabi memberi tahu saya bahwa jika Carol pindah agama ke Yudaisme, Andrew otomatis akan menjadi Yahudi dan mendapat status Bar Mitzvah (dewasa secara agama dan hukum) saat menginjak usia 13 tahun. Maka, kami mulai menghadiri kelas agama setiap minggu di sinagoga.

      Bagaimana Anda sampai berhubungan dengan Saksi-Saksi Yehuwa?

      Ketika Saksi-Saksi datang ke rumah kami, saya selalu memotong percakapan. ”Saya orang Yahudi dan tidak percaya dengan Perjanjian Baru,” kata saya. Kemudian, Carol memberi tahu saya bahwa salah seorang temannya adalah Saksi dan bahwa dia sangat mengenal Alkitab. Carol menyarankan agar kami mencari tahu lebih banyak tentang Alkitab. Jadi, saya dengan berat hati setuju untuk belajar dengan Saksi-Saksi.

      Apa tanggapan Anda terhadap pelajaran Alkitab itu?

      Saya sangat memandang rendah orang lain. Saya telah menemukan kembali nilai-nilai rohani agama Yahudi saya dan merasa bahwa saya berasal dari ras pilihan. ’Memangnya apa yang bisa diajarkan orang-orang ini kepada saya?’ pikir saya. Pada pembahasan pertama kami, saya memberi tahu Saksi yang datang ke rumah kami, ”Saya lahir sebagai orang Yahudi. Saya sudah punya agama, dan saya akan mati sebagai orang Yahudi. Apa pun yang Anda katakan, saya tidak akan berubah.” Ia dengan ramah menghormati pendirian saya. Jadi, Jumat dan Senin malam, kami mengikuti kelas agama Yahudi, dan Minggu pagi (kalau saya tidak bisa menghindar) kami belajar dengan Saksi-Saksi. Yang menarik, belajar dengan mereka itu gratis, tidak seperti kelas-kelas di sinagoga.

      Saya menggunakan Alkitab Yahudi karena menurut saya Saksi-Saksi memakai terjemahan yang dicocokkan dengan pandangan mereka. Tetapi, saya kaget bahwa kedua Alkitab itu begitu selaras. Ini justru membuat saya lebih bertekad untuk membuktikan bahwa Saksi-Saksi tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

      Setelah menghadiri beberapa pelajaran dengan rabi, Carol memberi tahu saya bahwa menurutnya rabi itu kurang memahami Alkitabnya. Dia mengatakan bahwa dia tidak ingin melanjutkan kelas-kelas itu lagi, dan dia tidak mau menyangkal Kristus. Saya sangat terpukul dan berpikir untuk mengakhiri perkawinan kami. Tetapi, sewaktu saya sudah lebih tenang, saya memilih strategi lain​—saya akan gunakan latar belakang saya di bidang hukum untuk membuktikan kepada CaroI bahwa ’sekte sinting’ ini salah.

      Apakah Anda berhasil?

      Seorang rabi memberi saya sebuah buku yang ditulis untuk menyanggah berbagai nubuat tentang Mesias. Selama 18 bulan, saya dan Carol mempelajari buku itu bersama-sama. Kami juga terus belajar dengan Saksi-Saksi setiap minggu. Tetapi, seraya kami memeriksa setiap nubuat yang dikupas dalam buku sang rabi, saya semakin gelisah. Bertentangan dengan argumen dalam buku itu, nubuat-nubuat tentang Mesias dalam Alkitab secara konsisten hanya menunjuk ke satu orang​—Yesus Kristus. Klimaksnya adalah ketika kami mempelajari nubuat di Daniel 9:24-27, yang meramalkan bahwa Mesias akan muncul pada tahun 29 M.a Saksi itu membawa Alkitab Ibrani dengan terjemahan bahasa Inggris secara harfiah di bawah setiap kata. Saya memeriksa kata-katanya, menghitung sendiri kronologinya, dan berkata, ”OK, nubuat itu menunjuk ke tahun 29 M. Lalu, apa hubungannya?”

      ”Pada tahun itu Yesus dibaptis,” kata Saksi itu.

      Saya tertegun! Saya juga terkagum-kagum akan betapa akuratnya nubuat-nubuat Alkitab dan betapa erat kaitannya satu sama lain.

      Apa reaksi teman-teman Anda tentang perubahan pandangan Anda?

      Ada yang sangat prihatin dan berjanji akan memperkenalkan kepada saya dan istri saya orang-orang yang bisa menunjukkan bahwa kami sedang dicuci otak. Tetapi, keyakinan kami didasarkan atas riset yang saksama dan penalaran yang logis​—yang sangat bertolak belakang dengan cuci otak.

      Apa yang membuat Anda memutuskan untuk menjadi Saksi?

      Awalnya, saya mulai menghadiri beberapa perhimpunan di Balai Kerajaan dengan istri saya, yang pada waktu itu sudah menjadi Saksi.b Saya terkesan oleh keramahan Saksi-Saksi dan kasih mereka kepada satu sama lain, tidak soal ras. Saya tidak melihat ini dalam agama saya. Jadi, setelah sekitar tiga tahun belajar lebih lanjut, saya dibaptis.

      Bagaimana perasaan Anda tentang keputusan Anda menjadi Saksi?

      Merupakan suatu kehormatan bisa mengatakan, ”Saya Saksi Yehuwa.” Tetapi, sewaktu merenungkan bagaimana saya telah menyerang kebenaran, rasanya saya tidak layak menerima harta rohani yang Yehuwa berikan ini. Saya tidak akan pernah menyesali keputusan ini.

      Berkat apa saja yang Anda nikmati?

      Banyak. Antara lain, saya sangat menghargai hak istimewa melayani sebagai penatua, atau gembala rohani dan guru, di sidang jemaat kami. Selain itu, saya dapat membantu Departemen Hukum di kantor cabang Saksi-Saksi Yehuwa Afrika Selatan. Tetapi tak diragukan, berkat terbesar adalah mengenal Yehuwa dan Putra-Nya serta memahami gentingnya zaman kita dan peristiwa-peristiwa penting yang mengguncang dunia.

      [Catatan Kaki]

      a M memaksudkan ”Tarikh Masehi”. Untuk pembahasan tentang nubuat Daniel mengenai Mesias, lihat halaman 197 buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?

      b Carol meninggal pada tahun 1994, dan Les Civin kemudian menikah lagi.

      [Kutipan di hlm. 11]

      Saya . . . terkagum-kagum akan betapa akuratnya nubuat-nubuat Alkitab dan betapa erat kaitannya satu sama lain

  • Pertanyaan yang Sering Diajukan
    Sedarlah!—2010 | Agustus
    • Pertanyaan yang Sering Diajukan

      Mengapa ada orang yang berbicara menentang Saksi-Saksi Yehuwa?

      Banyak orang sekadar mendapat informasi yang keliru. Yang lainnya mungkin tidak suka dengan pekerjaan penginjilan Saksi-Saksi. Namun faktanya, Saksi-Saksi melakukan pekerjaan ini atas dasar kasih kepada sesama, karena mereka tahu bahwa ”setiap orang yang berseru kepada nama Yehuwa akan diselamatkan”.​—Roma 10:13.

      Apakah Saksi-Saksi Yehuwa itu Protestan, Fundamentalis, atau sekte?

      Saksi-Saksi Yehuwa adalah Kristen, tetapi mereka bukan Protestan dan juga bukan Katolik karena mereka tahu bahwa beberapa ajaran agama-agama tersebut tidak berdasarkan Alkitab. Misalnya, Alkitab tidak mengajarkan bahwa Allah​—yang adalah personifikasi kasih​—menyiksa orang selama-lamanya di neraka yang bernyala-nyala. Alkitab juga tidak mengajarkan bahwa manusia memiliki jiwa yang tidak berkematian atau bahwa orang Kristen harus terlibat dalam politik.​—Yehezkiel 18:4; Yohanes 15:19; 17:14; Roma 6:23.a

      ”Fundamentalisme adalah gerakan yang luas cakupannya dalam Protestanisme di Amerika Serikat,” kata The World Book Encyclopedia. Beberapa organisasi Fundamentalis ”telah mengambil sikap sosial dan politik atas dasar penerapan ayat-ayat Alkitab secara harfiah”. Definisi itu tidak cocok untuk Saksi-Saksi Yehuwa. Seperti disebutkan, mereka tidak terlibat dalam politik dan tidak memaksakan pandangan mereka terhadap orang lain melalui politik atau sarana lain apa pun. Sebaliknya, mereka berbincang dengan orang-orang, biasanya secara pribadi, menggunakan penalaran dan bukti yang meyakinkan, meniru orang Kristen masa awal.​—Kisah 19:8.

      Sekte adalah kelompok yang tidak sepaham dalam suatu komunitas agama atau yang memisahkan diri untuk membentuk agama baru. Saksi-Saksi Yehuwa tidak memisahkan diri dari gereja mana pun. Mereka bukan sekte.

      Bagaimana pertemuan ibadat Saksi berlangsung?

      Pertemuan ibadah Saksi-Saksi Yehuwa

      Pertemuan ibadat mereka, atau disebut perhimpunan, yang terbuka untuk umum, pada dasarnya adalah pelajaran Alkitab, yang kerap mengajak hadirin berpartisipasi. Salah satu perhimpunan mingguan mereka, Sekolah Pelayanan Teokratis, membantu anggota sidang mengembangkan keterampilan mengajar, membaca, dan meriset. Ada juga ceramah Alkitab selama 30 menit tentang topik yang khususnya menarik bagi non-Saksi. Itu biasanya dilanjutkan dengan pelajaran Alkitab menggunakan majalah Menara Pengawal. Perhimpunan dimulai dan diakhiri dengan nyanyian serta doa, dan tidak ada pemungutan dana atau pengedaran kolekte.​—2 Korintus 8:12.

      Bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa dibiayai?

      Seseorang memberikan sumbangan

      Pekerjaan mereka dibiayai oleh sumbangan sukarela. Saksi-Saksi tidak memungut biaya untuk pembaptisan, pernikahan, pemakaman, atau upacara keagamaan lainnya. Mereka juga tidak mewajibkan perpuluhan. Siapa pun yang ingin menyumbang dapat memasukkannya ke dalam kotak sumbangan yang diletakkan di tempat yang tidak mencolok di Balai Kerajaan. Saksi-Saksi Yehuwa memproduksi lektur Alkitab yang mereka gunakan, sehingga menekan biaya, dan Balai Kerajaan serta fasilitas kantor cabang mereka yang bersahaja sebagian besar dibangun oleh sukarelawan.

      Apakah Saksi-Saksi Yehuwa menerima perawatan medis?

      Suami istri sedang berbicara dengan dokter mereka

      Ya. Malah, mereka mengupayakan perawatan terbaik untuk mereka dan orang-orang yang mereka sayangi. Lagi pula, banyak Saksi bekerja di dunia medis sebagai perawat, paramedis, dokter, dan ahli bedah. Namun, Saksi-Saksi Yehuwa menolak transfusi darah. ’Jauhkanlah diri dari darah,’ Alkitab menyatakan. (Kisah 15:28, 29) Sungguh menarik bahwa semakin banyak dokter memandang perawatan medis nondarah sebagai ”standar emas” karena melaluinya banyak risiko kesehatan yang berkaitan dengan penggunaan produk darah dihindari.

      a Pandangan Alkitab tentang hal ini dan banyak topik penting lainnya bisa ditemukan dalam dbuku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.

      DI SINI ADA TOLERANSI

      Kota Bejucal de Ocampo di bagian selatan Meksiko cukup unik. ”Mayoritas penduduknya adalah Saksi-Saksi Yehuwa”, lapor surat kabar Excélsior, dan menambahkan, ”Iklim toleransi beragama dan pemerintahan di sini sangat bagus. . . . Penduduknya tidak lagi bermabuk-mabukan dan merokok tetapi menyanyi dan membaca Alkitab. Mereka juga merespek kalangan berwenang.”

      Kendati ada agama-agama lain di kota itu, ”konflik keagamaan atau perdebatan tidak pernah muncul”, kata laporan itu. Juga dikatakan, ”Tidak ada permusuhan, dan keanekaragaman agama tidak mencegah para tetangga untuk saling memberi salam . . . Setiap keluarga bebas memeluk agamanya, dan ini tidak mencegah mereka hidup bersama dengan damai. Tampaknya tidak aneh bagi siapa pun bahwa ada banyak sekali Saksi-Saksi Yehuwa di Bejucal.” Bukan itu saja, anak-anak mereka ’berpakaian dengan bersahaja, berprestasi, dan berperilaku baik di kelas’, komentar seorang guru SMA di sana, yang bukan Saksi.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan