-
Apa Kata Orang LainSedarlah!—2010 | Agustus
-
-
Ukraina ”Saksi-Saksi Yehuwa menanamkan dalam diri anak-anak mereka prinsip moral yang luhur. Mereka mengajar anak-anak mereka untuk menghindari perilaku, tindakan dan bahkan sikap yang, [meski] dianggap normal dalam dunia dewasa ini, bisa mencelakai anak-anak mereka dan orang lain. Karena itu, mereka memperingatkan anak-anak mereka bahayanya memakai narkoba, merokok, dan penyalahgunaan alkohol. Mereka mengakui pentingnya kejujuran dan kerja keras. . . . Saksi-Saksi Yehuwa mengajar anak-anak mereka sifat-sifat moral, untuk merespek kalangan berwenang, orang lain dan properti mereka, serta untuk menjadi warga negara yang taat hukum.”—The History of Religion in Ukraine, diedit oleh Profesor Petro Yarotskyi.
-
-
Apa Kata Orang LainSedarlah!—2010 | Agustus
-
-
Meksiko Elio Masferrer, dosen dan peneliti di Sekolah Nasional Antropologi dan Sejarah, mengatakan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa membantu orang-orang yang ”menderita krisis keluarga yang parah seperti pemerkosaan, penganiayaan keluarga, alkoholisme, dan kecanduan narkoba”. Ajaran Saksi-Saksi, katanya, ”memberikan martabat kepada orang-orang yang dilanda perasaan tidak berharga” dan memungkinkan mereka ”hidup tanpa problem serius dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan Allah”.—Surat kabar Excélsior.
-