PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Persekutuan Saudara-Saudara
    Saksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah
    • Bagian 3

      Persekutuan Saudara-Saudara

      Mungkinkah jutaan orang yang berasal dari semua bangsa dan bahasa bekerja bersama-sama sebagai suatu persekutuan saudara-saudara yang sejati?

      Catatan Saksi-Saksi Yehuwa zaman modern menjawab dengan suara nyaring Ya! Bagian ini (Pasal 15 sampai 21) memberi tahu cara organisasi mereka berfungsi. Ini mencakup diperlihatkannya gairah mereka dalam mengumumkan Kerajaan Allah dan kasih yang nyata seraya mereka bekerja bersama-sama dan seraya mereka memperhatikan satu sama lain dalam masa-masa sulit.

  • Perkembangan dalam Struktur Organisasi
    Saksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah
    • Pasal 15

      Perkembangan dalam Struktur Organisasi

      CARA BEKERJA organisasi Saksi-Saksi Yehuwa telah mengalami perubahan-perubahan penting sejak Charles Taze Russell dan rekan-rekannya pertama kali belajar Alkitab bersama-sama pada tahun 1870. Ketika Siswa-Siswa Alkitab masa permulaan masih berjumlah sedikit, mereka hampir tidak mempunyai apa yang orang luar anggap sebagai ciri khas suatu organisasi. Namun, dewasa ini, seraya orang-orang memperhatikan sidang-sidang dari Saksi-Saksi Yehuwa, kebaktian-kebaktian mereka, dan pemberitaan kabar baik mereka di lebih dari 200 negeri, mereka takjub akan betapa lancarnya organisasi ini bekerja. Bagaimana organisasi ini berkembang?

      Siswa-Siswa Alkitab sangat berminat untuk mengerti bukan hanya doktrin-doktrin Alkitab tetapi juga cara dinas Allah harus dilaksanakan, sebagaimana ditunjukkan oleh Alkitab. Mereka menyadari bahwa Alkitab tidak membuat ketentuan bagi adanya kaum pemimpin agama yang bergelar, dengan kaum awam yang menerima pengajaran mereka. Saudara Russell bertekad bahwa tidak akan ada golongan pemimpin agama di antara mereka.a Melalui kolom-kolom Watch Tower, para pembacanya sering diingatkan akan kata-kata Yesus kepada para pengikutnya, ”Hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias,” tetapi, ”Kamu semua adalah saudara.”—Mat. 23:8, 10.

      Perkumpulan Siswa-Siswa Alkitab yang Mula-mula

      Para pembaca Watch Tower dan publikasi-publikasi yang berkaitan segera melihat bahwa untuk menyenangkan Allah, mereka harus memutuskan ikatan dengan gereja mana pun yang telah terbukti tidak setia kepada Allah dengan menempatkan kredo-kredo dan tradisi manusia di atas Firman-Nya yang tertulis. (2 Kor. 6:14-18) Namun setelah mengundurkan diri dari gereja-gereja Susunan Kristen, ke mana mereka harus pergi?

      Dalam sebuah artikel berjudul ”Eklesia”,b Saudara Russell menunjukkan bahwa gereja sejati, yaitu sidang Kristen, bukanlah sebuah organisasi yang terdiri dari anggota-anggota yang menyetujui dan mendukung suatu kredo buatan manusia dan yang namanya tertulis dalam daftar anggota gereja. Sebaliknya, ia menjelaskan, gereja sejati terdiri dari orang-orang yang telah ”mengabdikan” (atau, membaktikan) waktu, bakat, dan kehidupan mereka untuk Allah, dan yang di hadapan mereka tersedia prospek untuk menjadi bagian dari Kerajaan surga bersama Kristus. Orang-orang ini, katanya, adalah umat Kristen yang dipersatukan dalam ikatan kasih Kristen dan minat yang sama, yang menyambut petunjuk roh Allah, dan yang tunduk kepada kekepalaan Kristus. Saudara Russell tidak ingin membuat pengaturan lain, dan ia sangat menentang dukungan dengan cara apa pun kepada sektarianisme yang ada di antara orang-orang yang mengaku kristen.

      Pada waktu yang sama, ia mengerti sepenuhnya kebutuhan hamba-hamba Tuhan untuk berkumpul bersama, selaras dengan nasihat di Ibrani 10:23-25. Ia secara pribadi mengadakan perjalanan untuk mengunjungi dan membina para pembaca Watch Tower dan untuk mempertemukan mereka dengan orang-orang lain di daerah mereka sendiri yang memiliki pendirian yang sama. Pada awal tahun 1881, ia meminta agar mereka yang secara tetap tentu mengadakan perhimpunan memberi tahu tempat perhimpunan diadakan kepada kantor Menara Pengawal. Ia melihat nilai dari tetap berhubungan satu sama lain.

      Akan tetapi, Saudara Russell menekankan bahwa mereka tidak berupaya mendirikan suatu ”organisasi duniawi”. Sebaliknya, dia berkata, ”kita berpaut hanya kepada organisasi surgawi itu—’yang nama-namanya terdaftar di sorga’. (Ibr. 12:23; Luk. 10:20.)” Karena sejarah Susunan Kristen yang kotor, sebutan ”organisasi gereja” biasanya mengingatkan seseorang kepada sektarianisme, dominasi golongan pemimpin agama, dan keanggotaan berdasarkan kepatuhan terhadap kredo yang dirumuskan oleh majelis gereja. Maka, sewaktu menunjuk kepada diri mereka sendiri, Saudara Russell merasa bahwa istilah ”perkumpulan” merupakan sebutan yang lebih baik.

      Ia benar-benar menyadari bahwa para rasul Kristus telah membentuk sidang-sidang dan melantik para penatua di tiap-tiap sidang. Namun ia percaya bahwa Kristus telah hadir kembali, walaupun secara tidak kelihatan, dan Yesus sendiri yang secara pribadi membimbing tuaian terakhir, yaitu orang-orang yang akan menjadi ahli-ahli waris bersamanya. Mengingat keadaan-keadaan ini, Saudara Russell pada mulanya merasa bahwa selama waktu menuai, penyelenggaraan bagi para penatua yang dulu dijalankan di sidang-sidang Kristen abad pertama tidak diperlukan lagi.

      Akan tetapi, seraya Siswa-Siswa Alkitab bertambah jumlahnya, Saudara Russell menyadari bahwa Tuhan mengatur segala perkara dengan cara yang berbeda dari cara yang diantisipasinya. Penyesuaian dalam sudut pandangan diperlukan. Namun atas dasar apa?

      Memenuhi Kebutuhan Masa Permulaan dari Perkumpulan yang Bertumbuh

      Terbitan Watch Tower 15 November 1895 hampir seluruhnya membahas pokok ”Dengan Sopan dan Tertib”. Dengan jujur, Saudara Russell mengakui, ”Para rasul telah berbicara banyak kepada Gereja masa awal berkenaan ketertiban dalam pertemuan orang-orang kudus; dan rupanya kita agak melalaikan nasihat bijaksana ini, merasa bahwa hal itu tidak begitu penting, karena menganggap Gereja hampir mendekati akhir dari haluannya dan masa penuaian sama dengan masa pemisahan.” Apa yang menggerakkan mereka untuk melihat nasihat itu dari sudut pandangan yang baru?

      Artikel itu menyebutkan empat keadaan: (1) Jelas bahwa perkembangan rohani setiap individu berbeda-beda. Ada godaan, cobaan, kesulitan, dan bahaya yang tidak semua orang siap menerima dengan kadar yang sama. Maka, dibutuhkan para pengawas yang arif dan bijaksana, pria-pria yang berpengalaman dan cakap, yang sangat berminat dalam mengurus kesejahteraan rohani dari semua dan mampu mengajar mereka dalam kebenaran. (2) Telah diperhatikan bahwa kawanan domba perlu dilindungi terhadap ’serigala yang menyamar seperti domba’. (Mat. 7:15, KJ) Mereka perlu dibentengi dengan dibantu untuk memperoleh pengetahuan yang saksama mengenai kebenaran. (3) Pengalaman memperlihatkan bahwa jika tidak ada pengaturan untuk melantik para penatua yang akan menjaga kawanan domba, ada orang-orang yang akan mengambil kedudukan itu dan mulai memandang kawanan sebagai miliknya sendiri. (4) Tanpa pengaturan yang sepatutnya, pribadi-pribadi yang loyal terhadap kebenaran dapat merasa bahwa pelayanan mereka tidak diperkenan karena pengaruh dari beberapa orang yang tidak setuju dengan mereka.

      Melihat hal-hal ini, Watch Tower menyatakan, ”Kami tidak merasa ragu untuk menganjurkan Gereja-Gerejac di mana saja, tidak soal jumlah mereka besar atau kecil, nasihat Kerasulan, bahwa di setiap kompi, para penatua dipilih dari antara mereka untuk ’memberi makan’ dan ’menjaga’ kawanan domba.” (Kis. 14:21-23; 20:17, 28) Sidang-sidang setempat mengikuti nasihat Alkitab yang bagus ini. Ini merupakan langkah penting dalam mendirikan struktur sidang yang selaras dengan yang ada pada zaman para rasul.

      Namun, selaras dengan pengertian mereka pada saat itu, pemilihan para penatua, serta para diaken untuk membantu mereka, dilaksanakan melalui pemungutan suara. Setiap tahun, atau lebih sering dari itu jika perlu, kualifikasi dari orang-orang yang dapat melayani dipertimbangkan, dan suatu pemungutan suara diadakan. Ini pada dasarnya merupakan prosedur demokratis, tetapi prosedur yang dikendalikan oleh batasan-batasan tertentu yang dirancang untuk bertindak sebagai pengaman. Semua dalam sidang didesak untuk meninjau dengan teliti kualifikasi Alkitab dan menyatakan melalui pemungutan suara, bukan pendapat mereka sendiri, tetapi apa yang mereka percayai sebagai kehendak Tuhan. Karena hanya mereka yang ”mengabdi sepenuhnya” yang memenuhi syarat untuk memberikan suara, maka suara mereka secara kolektif, ketika dibimbing oleh Firman dan roh dari Tuhan, dipandang sebagai ungkapan kehendak Tuhan dalam urusan ini. Walaupun Saudara Russell mungkin tidak sepenuhnya menyadari hal ini, rekomendasinya berkenaan penyelenggaraan tersebut bisa jadi dipengaruhi sampai tingkat tertentu bukan hanya oleh tekadnya yang hendak menghindari persamaan apa pun dengan golongan pemimpin agama yang ditinggikan tetapi juga oleh latar belakangnya sendiri sebagai remaja di Gereja Kongregasional.

      Ketika jilid buku Millennial Dawn berjudul The New Creation (diterbitkan pada tahun 1904) sekali lagi membahas secara terperinci peranan para penatua dan cara mereka harus dipilih, perhatian khusus ditujukan kepada Kisah 14:23. Konkordansi yang disusun oleh James Strong dan Robert Young disebutkan sebagai sumber bagi pandangan yang mengungkapkan bahwa pernyataan ”mereka telah mentahbiskan orang-orang itu sebagai penatua-penatua” (KJ) seharusnya diterjemahkan ”mereka telah memilih orang-orang itu sebagai penatua-penatua dengan cara mengacungkan tangan”.d Beberapa terjemahan Alkitab bahkan mengatakan bahwa para penatua ’dipilih dengan pemungutan suara’. (Literal Translation of the Holy Bible oleh Young; Emphasised Bible oleh Rotherham) Tetapi siapa yang akan mengadakan pemungutan suara tersebut?

      Menerima pandangan bahwa pemungutan suara seharusnya diadakan oleh sidang secara keseluruhan tidaklah selalu menghasilkan hal-hal yang diharapkan. Orang-orang yang memberikan suara haruslah mereka yang ”mengabdi sepenuhnya”, dan orang-orang yang dipilih haruslah mereka yang benar-benar telah memenuhi kualifikasi Alkitab dan dengan rendah hati melayani saudara-saudara mereka. Namun, pemungutan suara ini sering kali mencerminkan pilihan pribadi sebaliknya daripada Firman dan roh Allah. Demikianlah, di Halle, Jerman, ketika orang-orang tertentu yang menganggap diri layak menjadi penatua tidak mendapat kedudukan yang mereka inginkan, mereka segera menimbulkan perselisihan yang sengit. Di Barmen, Jerman, di antara mereka yang adalah para calon penatua pada tahun 1927 ada pria-pria yang menentang pekerjaan Lembaga, dan banyak yang berteriak-teriak selama acara mengacungkan tangan pada saat pemilihan. Maka, hal ini perlu diganti dengan penggunaan kartu pemungutan suara rahasia.

      Kembali ke tahun 1916, bertahun-tahun sebelum insiden-insiden ini terjadi, Saudara Russell, dengan keprihatinan yang dalam telah menulis, ”Peristiwa-peristiwa yang mengerikan terjadi di beberapa Kelas ketika pemilihan diadakan. Hamba-hamba Gereja mencoba untuk menjadi penguasa, diktator—kadang-kadang bahkan memegang kedudukan ketua dalam rapat pemilihan dengan tujuan nyata yaitu agar dapat melihat bahwa mereka dan teman-teman istimewa mereka dipilih sebagai para Penatua dan Diaken. . . . Ada yang dengan diam-diam mencoba memanfaatkan Kelas dengan mengadakan pemilihan pada waktu tertentu yang khususnya menguntungkan bagi mereka dan teman-teman mereka. Yang lain berupaya memadati pertemuan dengan teman-teman mereka, membawa serta orang-orang yang boleh dikata tidak dikenal, yang tidak bermaksud untuk secara tetap tentu hadir di kelas, melainkan datang sekadar memperlihatkan kesetiakawanan mereka dengan memberikan suara untuk salah seorang teman mereka.”

      Apakah mereka hanya perlu belajar cara mengadakan pemilihan melalui jalur-jalur demokratis yang lebih tertib, atau apakah ada hal-hal dari Firman Allah yang belum mereka pahami?

      Diorganisasi untuk Memberitakan Kabar Baik

      Sejak awal, Saudara Russell mengakui bahwa salah satu tanggung jawab yang paling penting dari setiap anggota sidang Kristen adalah melakukan pekerjaan penginjilan. (1 Ptr. 2:9) Watch Tower menjelaskan bahwa bukan hanya bagi Yesus tetapi juga bagi semua pengikutnya yang diurapi roh, kata-kata nubuat dari Yesaya 61:1 berlaku, yaitu, ”[Yehuwa] telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik,” atau, sebagaimana King James Version menerjemahkan kutipan Yesus dari bagian ayat ini, ”Ia telah mengurapi aku untuk mengabarkan injil.”—Luk. 4:18.

      Sudah sejak tahun 1881, majalah Watch Tower memuat artikel ”Dicari 1.000 Pengabar”. Ini merupakan seruan kepada semua anggota sidang untuk menggunakan seberapa pun waktu yang dapat ia gunakan (setengah jam, satu, atau dua, atau tiga jam) untuk ikut serta dalam menyebarkan kebenaran Alkitab. Pria dan wanita yang tidak mempunyai keluarga yang menjadi tanggungan mereka dan yang dapat secara eksklusif memberikan separuh atau lebih dari waktu mereka untuk pekerjaan Tuhan, dianjurkan untuk ikut dalam pekerjaan sebagai penginjil kolportir. Jumlahnya sangat beragam dari tahun ke tahun, tetapi hingga tahun 1885 sudah ada kira-kira 300 orang yang ikut serta dalam pekerjaan ini sebagai kolportir. Yang lain juga ambil bagian tetapi dalam skala yang lebih terbatas. Saran-saran diberikan kepada para kolportir mengenai cara melakukan pekerjaan mereka. Namun ladangnya sangat luas, dan setidaknya sebagai titik awal, mereka memilih daerah mereka sendiri dan berpindah dari satu daerah ke daerah lain, kebanyakan ke tempat yang mereka anggap paling baik. Lalu pada waktu mereka bertemu di kebaktian-kebaktian, mereka akan membuat penyesuaian yang dibutuhkan guna mengkoordinasi upaya mereka.

      Pada tahun yang sama ketika dinas kolportir dimulai, Saudara Russell mencetak sejumlah risalah (atau buku kecil) untuk dibagikan secara cuma-cuma. Yang menonjol di antara risalah-risalah ini adalah Food for Thinking Christians, yang dibagikan sebanyak 1.200.000 buah dalam empat bulan pertama. Pekerjaan yang mencakup pengaturan untuk pencetakan dan penyebaran risalah ini menjadi alasan dibentuknya Zion’s Watch Tower Tract Society yang akan mengurus perincian-perincian yang dibutuhkan. Agar pekerjaan tidak menjadi kacau setelah kematiannya, dan untuk memudahkan penanganan sumbangan yang digunakan dalam pekerjaan ini, Saudara Russell mengajukan permohonan agar Lembaga terdaftar secara hukum, dan hal ini secara resmi dilakukan pada tanggal 15 Desember 1884. Dengan demikian lahirlah sarana resmi yang dibutuhkan.

      Seraya kebutuhan meningkat, kantor-kantor cabang dari lembaga Menara Pengawal didirikan di negeri-negeri lain. Yang pertama di London, Inggris, pada tanggal 23 April 1900. Yang lain di Elberfeld, Jerman, pada tahun 1902. Dua tahun kemudian, di belahan lain dari dunia, sebuah cabang diorganisasi di Melbourne, Australia. Pada waktu buku ini ditulis, terdapat 99 cabang di seluruh dunia.

      Walaupun pengaturan organisasi yang diperlukan untuk menyediakan sejumlah besar lektur Alkitab sedang dikembangkan, pada mulanya pengaturan bagi penyebaran bahan-bahan itu kepada umum diserahkan kepada masing-masing sidang menurut kebutuhan setempat. Dalam suratnya tertanggal 16 Maret 1900, Saudara Russell menyatakan pandangannya berkenaan masalah ini. Surat itu, yang ditujukan kepada ”Alexander M. Graham, dan Gereja di Boston, Mass.,” berbunyi, ”Sebagaimana saudara semua ketahui, inilah maksud saya yang telah diputuskan yakni membiarkan setiap kompi dari umat Tuhan mengatur urusan mereka masing-masing, sesuai dengan penilaian mereka masing-masing, memberi saran, bukan dengan cara mencampuri urusan, tetapi sekadar memberi nasihat.” Hal ini bukan hanya mencakup soal perhimpunan tetapi juga soal cara mereka menjalankan dinas pengabaran. Karena itu, setelah memberikan beberapa nasihat praktis kepada saudara-saudara, ia menutup dengan komentar, ”Ini hanyalah saran.”

      Beberapa aktivitas membutuhkan petunjuk yang lebih spesifik dari Lembaga. Sehubungan dengan pertunjukan ”Drama-Foto Penciptaan”, setiap sidang boleh memutuskan apakah mereka bersedia dan mampu menyewa sebuah teater atau fasilitas lain untuk pertunjukan di tempat mereka. Akan tetapi, peralatan untuk pertunjukan tersebut harus diangkut dari kota ke kota, dan ada jadwal yang harus dipenuhi; maka untuk itu, petunjuk yang terpadu disediakan oleh Lembaga. Setiap sidang dianjurkan untuk mempunyai Panitia Drama yang akan mengurus pengaturan setempat. Namun, seorang pengawas diutus oleh Lembaga untuk memberikan perhatian yang saksama hingga perincian-perinciannya untuk memastikan segalanya berjalan dengan lancar.

      Seraya tahun 1914 dan kemudian 1915 berlalu, umat Kristen yang diurapi roh dengan penuh kerinduan menunggu penggenapan harapan surgawi mereka. Pada waktu yang sama, mereka dianjurkan untuk terus sibuk dalam dinas Tuhan. Walaupun mereka memandang waktu yang tersisa bagi mereka dalam tubuh jasmani sudah sangat singkat, jelas bagi mereka bahwa untuk melakukan pemberitaan kabar baik dengan cara yang tertib, dibutuhkan lebih banyak petunjuk daripada sebelumnya ketika jumlah mereka hanya beberapa ratus orang. Tidak lama setelah J. F. Rutherford menjadi presiden kedua Lembaga Menara Pengawal, petunjuk tersebut mencakup corak-corak baru. Terbitan The Watch Tower, 1 Maret 1917 mengumumkan bahwa, sejak itu, semua daerah yang akan dikerjakan oleh para kolportir dan oleh para pekerja penggembalaane dalam sidang-sidang akan ditentukan oleh kantor Lembaga. Bila di sebuah kota atau kabupaten, para pekerja setempat bekerja bersama para kolportir dalam dinas pengabaran, maka daerah pengabarannya akan dibagi di antara mereka oleh panitia distrik yang dilantik setempat. Pengaturan ini menyumbang kepada penyebaran yang luar biasa dari buku The Finished Mystery hanya dalam waktu beberapa bulan pada tahun 1917-18. Pengaturan ini juga sangat berharga dalam penyebaran kilat dari 10.000.000 eksemplar, tentang penyingkapan yang ampuh berkenaan Susunan Kristen dalam sebuah risalah yang memuat pokok ”Kejatuhan Babel”.

      Tidak lama setelah ini, anggota-anggota staf administrasi Lembaga ditahan, dan pada tanggal 21 Juni 1918, mereka dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun. Pemberitaan kabar baik nyaris terhenti. Apakah ini saat manakala mereka pada akhirnya dipersatukan dengan Tuhan dalam kemuliaan surgawi?

      Beberapa bulan kemudian, perang berakhir. Pada tahun berikutnya para pejabat Lembaga dibebaskan. Mereka masih ada dalam tubuh jasmani. Ini berbeda dengan apa yang mereka harapkan, tetapi mereka menarik kesimpulan bahwa Allah masih mempunyai pekerjaan yang harus mereka selesaikan di bumi ini.

      Mereka baru saja melewati ujian iman yang sulit. Akan tetapi, pada tahun 1919, majalah The Watch Tower menguatkan mereka dengan penelitian Alkitab yang menggetarkan atas tema ”Diberkatilah Mereka yang Tidak Takut”. Ini disusul dengan artikel ”Kesempatan untuk Dinas”. Namun saudara-saudara tersebut tidak pernah membayangkan terjadinya perkembangan organisasi yang luas selama dekade-dekade yang akan datang.

      Contoh yang Patut Bagi Kawanan Domba

      Saudara Rutherford memang memahami bahwa agar pekerjaan terus bergerak maju dengan cara yang tertib dan terpadu, tidak soal betapa singkat waktu yang ada, contoh yang patut bagi kawanan domba penting. Yesus menggambarkan para pengikutnya sebagai domba, dan domba mengikuti gembala mereka. Jelas, Yesus sendiri adalah Gembala yang Baik, namun ia juga menggunakan para tua-tua, atau penatua, sebagai gembala bawahan bagi umat-Nya. (1 Ptr. 5:1-3) Para penatua tersebut haruslah pria-pria yang juga berpartisipasi dalam pekerjaan yang Yesus tugaskan dan yang menganjurkan orang-orang lain untuk melakukan hal demikian. Mereka harus mempunyai semangat yang tulus untuk menginjil. Akan tetapi, pada waktu buku The Finished Mystery disebarkan, beberapa dari para penatua menahan diri; ada yang bahkan dengan terang-terangan melemahkan semangat orang-orang lain agar tidak berpartisipasi.

      Suatu langkah yang luar biasa penting untuk memperbaiki situasi ini dilakukan pada tahun 1919 ketika majalah The Golden Age mulai diterbitkan. Majalah ini akan menjadi alat yang ampuh untuk memberitakan Kerajaan Allah sebagai satu-satunya pemecahan yang kekal bagi problem-problem umat manusia. Setiap sidang yang ingin ikut serta dalam kegiatan ini diundang untuk mendaftarkan diri ke Lembaga sebagai sebuah ”organisasi pelayanan”. Kemudian, seorang direktur, atau yang belakangan dikenal sebagai direktur dinas, yang tidak dipilih setiap tahun, dilantik oleh Lembaga.f Sebagai wakil setempat dari Lembaga, ia harus mengorganisasi pekerjaan, menetapkan daerah, dan menganjurkan partisipasi sidang dalam dinas pengabaran. Jadi, bersamaan dengan para penatua dan diaken yang dipilih secara demokratis, jenis lain dari pengaturan organisasi mulai berfungsi, yaitu pengaturan yang mengakui wewenang yang ditetapkan di luar sidang setempat dan yang lebih menandaskan pemberitaan kabar baik dari Kerajaan Allah.g

      Selama tahun-tahun berikutnya, pekerjaan pemberitaan Kerajaan mendapatkan daya gerak yang luar biasa besar, seolah-olah berasal dari suatu kekuatan yang tidak tertahankan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada tahun 1914 dan sesudahnya membuktikan bahwa nubuat besar yang digambarkan Tuhan Yesus tentang akhir sistem tua ini sedang digenapi. Sehubungan dengan itu, pada tahun 1920, majalah The Watch Tower menunjukkan bahwa sebagaimana dinubuatkan di Matius 24:14, inilah waktunya untuk mengumumkan kabar baik tentang ”akhir dari susunan segala perkara tua ini dan berdirinya kerajaan Mesias”.h (Mat. 24:3-14) Setelah menghadiri kebaktian Siswa-Siswa Alkitab di Cedar Point, Ohio, pada tahun 1922, para delegasi pulang dengan slogan masih terngiang di telinga mereka, ”Umumkan, umumkan, umumkan, Raja dan kerajaannya”. Peranan umat Kristen sejati bahkan menjadi semakin jelas dimengerti dan ditandaskan pada tahun 1931 ketika nama Saksi-Saksi Yehuwa diterima.

      Jelaslah bahwa Yehuwa telah menugaskan kepada hamba-hamba-Nya suatu pekerjaan yang dapat dilaksanakan oleh semua. Sambutannya penuh semangat. Banyak orang membuat penyesuaian yang penting dalam kehidupan mereka agar dapat membaktikan sepenuh waktu mereka bagi pekerjaan ini. Bahkan di antara orang-orang yang membaktikan hanya sebagian waktu, banyak yang menggunakan seluruh hari selama akhir pekan untuk dinas pengabaran. Menanggapi anjuran yang terdapat dalam The Watchtower dan Informant pada tahun 1938 dan 1939, banyak dari Saksi-Saksi Yehuwa pada waktu itu sungguh-sungguh berupaya untuk membaktikan 60 jam setiap bulan dalam dinas pengabaran.

      Di antara Saksi-Saksi yang bergairah itu terdapat banyak hamba Yehuwa yang rendah hati dan berbakti yang melayani sebagai penatua di sidang-sidang. Namun, di beberapa tempat, pada tahun 1920-an dan awal tahun 1930-an, banyak perlawanan gagasan bahwa setiap orang harus berpartisipasi dalam dinas pengabaran. Para penatua yang dipilih secara demokratis sering kali sangat menyuarakan pendapat yang menentang apa yang dikatakan The Watch Tower tentang tanggung jawab untuk mengabar kepada orang-orang di luar sidang. Penolakan untuk mendengarkan apa yang dikatakan roh Allah, dengan perantaraan Alkitab, kepada sidang mengenai hal ini menghambat mengalirnya roh Allah dalam kelompok-kelompok tersebut.—Why. 2:5, 7.

      Langkah-langkah diambil pada tahun 1932 untuk mengoreksi situasi ini. Keprihatinan yang utama bukan apakah perasaan beberapa penatua terkemuka mungkin akan terluka atau apakah beberapa orang yang bergabung dengan sidang-sidang akan mengundurkan diri. Sebaliknya, hasrat dari saudara-saudara adalah untuk menyenangkan Yehuwa dan melakukan kehendak-Nya. Demi tujuan itu, terbitan The Watchtower tanggal 15 Agustus dan 1 September tahun itu menonjolkan pokok ”Organisasi Yehuwa”.

      Artikel-artikel tersebut memperlihatkan dengan jelas bahwa semua orang yang benar-benar menjadi bagian dari organisasi Yehuwa akan melaksanakan pekerjaan yang menurut Firman-Nya harus dilaksanakan selama periode waktu ini. Artikel-artikel tersebut mendukung pandangan bahwa kedudukan sebagai penatua Kristen bukan suatu jabatan yang diberikan kepada seseorang yang dipilih melainkan suatu kondisi yang dapat diraih sesuai dengan pertumbuhan rohani. Penekanan khusus diberikan kepada doa Yesus bahwa para pengikutnya ”semua menjadi satu”—dalam kesatuan dengan Allah dan Kristus, dan dengan demikian dipersatukan satu sama lain dalam melakukan kehendak Allah. (Yoh. 17:21) Dan dengan hasil apa? Artikel kedua menjawab bahwa ”setiap orang dari kaum sisa harus menjadi saksi bagi nama dan kerajaan Allah Yehuwa”. Pengawasan tidak boleh dipercayakan kepada siapa pun yang gagal atau menolak untuk melakukan apa yang secara masuk akal dapat mereka lakukan untuk ikut serta dalam kesaksian umum.

      Pada bagian penutup dari pembahasan artikel-artikel ini, sidang-sidang diundang untuk memberikan sebuah resolusi tanda persetujuan mereka. Maka pemilihan tahunan yang dilakukan di sidang-sidang bagi pria-pria yang akan menjadi penatua dan diaken dihapuskan. Di Belfast, Irlandia Utara, seperti juga di tempat-tempat lain, beberapa orang yang dulunya adalah ”penatua terpilih” meninggalkan sidang; orang-orang lain yang mendukung pandangan mereka turut keluar bersama mereka. Ini mengakibatkan penurunan jumlah orang yang bergabung dalam sidang tetapi justru itu yang memperkuat seluruh organisasi. Mereka yang tetap tinggal adalah orang-orang yang rela memikul tanggung jawab Kristen yaitu memberi kesaksian. Sebaliknya daripada menerapkan prosedur pemungutan suara bagi para penatua, sidang-sidang—masih menggunakan metode demokratis—memilih panitia dinasi yang terdiri dari pria-pria matang yang secara aktif ikut serta dalam kesaksian umum. Anggota-anggota sidang ini juga memberikan suara untuk memilih seorang ketua yang akan memimpin pertemuan-pertemuan, demikian juga halnya dalam memilih seorang sekretaris dan bendahara. Mereka semua adalah pria-pria yang tergolong saksi-saksi yang aktif dari Yehuwa.

      Karena pengawasan sidang kini dipercayakan kepada pria-pria yang tidak berminat kepada kedudukan pribadi melainkan kepada melakukan pekerjaan Allah—memberi kesaksian tentang nama dan Kerajaan-Nya—dan yang memberi teladan melalui partisipasi mereka sendiri di dalamnya, gerak maju dari pekerjaan ini menjadi semakin lancar. Walaupun pada saat itu mereka tidak mengetahuinya, namun ada banyak yang harus dikerjakan, suatu kesaksian yang lebih luas daripada yang sudah diberikan sebelumnya, suatu pengumpulan yang tidak pernah mereka duga. (Yes. 55:5) Yehuwa terbukti menyiapkan mereka untuk itu.

      Beberapa orang yang memiliki harapan untuk hidup kekal di bumi mulai bergabung dengan mereka.j Akan tetapi, Alkitab menubuatkan tentang pengumpulan dari perhimpunan besar (atau, kumpulan besar) dengan harapan akan terpelihara melampaui kesengsaraan besar mendatang. (Why. 7:9-14) Pada tahun 1935, identitas dari perhimpunan besar ini diperjelas. Perubahan dalam pemilihan para pengawas pada tahun 1930-an memperlengkapi organisasi dengan lebih baik untuk mengurus pekerjaan pengumpulan, pengajaran, dan pelatihan mereka.

      Bagi kebanyakan Saksi-Saksi Yehuwa, pekerjaan yang meluas ini merupakan suatu perkembangan yang menggetarkan. Dinas pengabaran mereka mempunyai arti baru. Akan tetapi, ada yang tidak bergairah untuk mengabar. Mereka menahan diri, dan mencoba membenarkan ketidakaktifan mereka dengan membantah bahwa perhimpunan besar tidak akan dikumpulkan hingga setelah Armagedon. Namun kebanyakan dari mereka menganggap ini sebagai kesempatan lain untuk memperlihatkan loyalitas mereka kepada Yehuwa dan kasih mereka kepada sesama.

      Bagaimana orang-orang dari kumpulan besar cocok dalam struktur organisasi? Kepada mereka diperlihatkan peranan yang Firman Allah tugaskan kepada ”kawanan kecil” dari orang-orang yang diurapi roh, dan dengan gembira mereka bekerja selaras dengan pengaturan itu. (Luk. 12:32-44) Mereka juga belajar bahwa, seperti orang-orang yang diurapi roh, mereka mempunyai tanggung jawab untuk membagikan kabar baik kepada orang-orang lain. (Why. 22:17) Karena mereka ingin menjadi rakyat dari Kerajaan Allah di bumi, Kerajaan itu harus menjadi hal yang utama dalam kehidupan mereka, dan hendaknya mereka bergairah dalam menceritakan kepada orang-orang lain tentang hal itu. Agar sesuai dengan gambaran Alkitab mengenai orang-orang yang akan dipelihara melampaui kesengsaraan besar ke dalam dunia baru Allah, mereka harus menjadi orang-orang yang ”terus berseru dengan keras, menyatakan, ’Kami berutang keselamatan kepada Allah kami, yang duduk di atas takhta, dan kepada Anak Domba.’” (Why. 7:10, 14, NW) Pada tahun 1937, seraya jumlah mereka makin bertambah dan gairah mereka kepada Tuhan menjadi nyata, mereka juga diundang untuk membantu memikul beban tanggung jawab dalam pengawasan sidang.

      Akan tetapi, mereka diingatkan bahwa organisasi ini milik Yehuwa, bukan milik manusia mana pun. Tidak boleh ada perpecahan di antara kaum sisa terurap dengan mereka yang termasuk dalam kumpulan besar dari domba-domba lain. Mereka harus bekerja sama sebagai saudara dan saudari dalam dinas Yehuwa. Sebagaimana Yesus katakan, ”Ada lagi padaKu domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.” (Yoh. 10:16) Penggenapan berkenaan hal ini menjadi nyata.

      Perkembangan yang menakjubkan dalam organisasi telah terjadi dalam jangka waktu yang relatif singkat. Namun apakah ada lagi yang perlu dikerjakan agar urusan-urusan sidang dapat ditangani selaras sepenuhnya dengan jalan-jalan Yehuwa sebagaimana diuraikan dalam Firman-Nya yang terilham?

      Organisasi Teokratis

      ”Teokrasi” berarti ”Pemerintahan Allah”. Apakah pemerintahan semacam ini yang memerintah sidang-sidang? Apakah mereka bukan hanya menyembah Yehuwa, melainkan juga berpaling kepada-Nya agar dibimbing dalam urusan-urusan sidang mereka? Apakah mereka menyesuaikan diri sepenuhnya dengan apa yang Ia katakan tentang perkara-perkara ini dalam Firman-Nya yang terilham? Artikel ”Organisasi” yang terdiri dari dua bagian yang muncul dalam terbitan The Watchtower tanggal 1 dan 15 Juni 1938, dengan tegas menyatakan, ”Organisasi Yehuwa sama sekali bukan bersifat demokratis. Yehuwa adalah Yang Mahatinggi, dan pemerintahan atau organisasi-Nya benar-benar teokratis.” Namun, dalam sidang-sidang setempat dari Saksi-Saksi Yehuwa pada waktu itu, prosedur demokratis masih digunakan dalam memilih sebagian besar dari orang-orang yang bertanggung jawab mengawasi perhimpunan dan dinas pengabaran. Penyesuaian-penyesuaian lebih lanjut patut dibuat.

      Namun, bukankah Kisah 14:23 menunjukkan bahwa para penatua di sidang-sidang ditetapkan kepada jabatan dengan ’mengacungkan tangan’, seperti pada pemungutan suara? Yang pertama dari artikel-artikel Watchtower yang berjudul ”Organisasi” mengakui bahwa ayat ini pada masa lalu telah disalahartikan. Pada abad pertama pengangkatan dilakukan di antara umat Kristen bukan dengan cara seluruh anggota sidang ’mengacungkan tangan’. Sebaliknya, diperlihatkan bahwa orang-orang yang ’mengacungkan tangan mereka’ adalah rasul-rasul dan orang-orang yang diberi wewenang oleh mereka. Hal ini dilakukan tidak melalui partisipasi mereka dalam suatu pemungutan suara di sidang tetapi dengan cara meletakkan tangan mereka pada pribadi-pribadi yang memenuhi syarat. Ini merupakan simbol pengesahan, persetujuan, atau pengangkatan.k Sidang-sidang Kristen masa awal pada waktu-waktu tertentu merekomendasi pria-pria yang memenuhi syarat, tetapi pemilihan terakhir atau persetujuan diberikan oleh para rasul, yang secara langsung ditugaskan oleh Kristus, atau oleh mereka yang menerima wewenang dari para rasul. (Kis. 6:1-6) The Watchtower menarik perhatian kepada fakta bahwa hanya dalam surat-surat kepada para pengawas yang bertanggung jawab (Timotius dan Titus) rasul Paulus, di bawah bimbingan roh kudus, memberikan instruksi untuk melantik para pengawas. (1 Tim. 3:1-13; 5:22; Tit. 1:5) Tidak satu pun dari surat-surat terilham yang ditujukan kepada sidang-sidang memuat instruksi-instruksi demikian.

      Maka, bagaimana pengangkatan berkenaan pelayanan dilakukan dewasa ini dalam sidang-sidang? Analisis Watchtower tentang organisasi teokratis memperlihatkan dari Alkitab bahwa Yehuwa melantik Yesus Kristus sebagai ”kepala . . . jemaat”; bahwa ketika Kristus sebagai Majikan kembali, ia akan mempercayakan ”hamba yang setia dan bijaksana” dengan tanggung jawab atas ”segala miliknya”; bahwa hamba yang setia dan bijaksana ini terdiri dari semua yang hidup di bumi yang telah diurapi dengan roh kudus untuk menjadi sesama waris bersama Kristus dan yang secara terpadu melayani di bawah bimbingannya; dan bahwa Kristus akan menggunakan golongan hamba itu sebagai sarananya dalam menyediakan pengawasan yang diperlukan bagi sidang-sidang. (Kol. 1:18; Mat. 24:45-47; 28:18) Adalah tugas dari golongan hamba itu untuk dengan sungguh-sungguh menerapkan instruksi-instruksi yang dinyatakan dengan jelas dalam Firman Allah yang terilham, menggunakannya untuk menentukan siapa yang memenuhi syarat untuk kedudukan dalam pelayanan.

      Karena hamba yang setia dan bijaksana menjadi wakil yang kelihatan yang akan Yesus gunakan (dan karena fakta-fakta sejarah zaman modern yang telah diteliti memperlihatkan bahwa ”hamba” ini menggunakan Lembaga Menara Pengawal sebagai sarana yang resmi), maka The Watchtower menjelaskan bahwa prosedur teokratis menuntut agar pengangkatan berkenaan pelayanan dilakukan melalui wakil ini. Bahkan sebagaimana sidang-sidang pada abad pertama mengakui badan pimpinan di Yerusalem, demikian pula dewasa ini sidang-sidang tidak akan sejahtera secara rohani tanpa pengawasan sentral.—Kis. 15:2-30; 16:4, 5.

      Akan tetapi, agar menjaga segala sesuatu berada dalam perspektif yang benar, dijelaskan juga bahwa ketika The Watchtower mengacu kepada ”Lembaga”, ini tidak mengartikan semata-mata sebuah sarana resmi, tetapi juga suatu badan terdiri dari orang-orang Kristen terurap yang telah membentuk wadah resmi tersebut dan menggunakannya. Jadi istilah itu mengartikan hamba yang setia dan bijaksana beserta Badan Pimpinannya.

      Bahkan sebelum artikel-artikel Watchtower yang berjudul ”Organisasi” terbit pada tahun 1938, ketika sidang-sidang di London, New York, Chicago, dan Los Angeles telah berkembang sedemikian rupa sampai dianggap layak untuk dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil, mereka telah meminta agar Lembaga mengangkat semua hamba mereka. Terbitan The Watchtower 15 Juni 1938 kemudian mengundang semua sidang lain agar mengambil tindakan serupa. Untuk tujuan itu, resolusi berikut diajukan,

      ”Kami, sebuah kompi dari umat Allah yang diambil bagi nama-Nya, dan sekarang di . . . . . . . . . . . . , mengakui bahwa pemerintahan Allah merupakan suatu teokrasi murni dan bahwa Yesus Kristus berada di bait dan dengan kuasa dan pengawasan yang penuh atas organisasi Yehuwa yang kelihatan, dan juga yang tidak kelihatan, dan bahwa ’LEMBAGA’ merupakan wakil Tuhan yang kelihatan di bumi, dan karena itu kami memohon agar ’Lembaga’ mengorganisasi kompi ini untuk pelayanan dan untuk melantik berbagai hamba, sehingga kami semua dapat bekerja sama dalam damai, keadilan, keharmonisan dan kesatuan yang sempurna. Bersama ini kami lampirkan daftar nama orang-orang yang ada dalam kompi ini yang bagi kami benar-benar tampak lebih matang dan yang dengan demikian tampak sangat cocok untuk mengisi kedudukan masing-masing yang telah ditetapkan untuk kepentingan pelayanan.”l

      Secara praktis, semua sidang Saksi-Saksi Yehuwa langsung setuju dengan hal ini. Beberapa orang yang menahan diri segera berhenti sama sekali dalam keikutsertaan memberitakan Kerajaan dan dengan demikian berhenti menjadi Saksi-Saksi Yehuwa.

      Manfaat dari Bimbingan Teokratis

      Jelas bahwa jika pengajaran, standar tingkah laku, dan prosedur organisasi dan prosedur memberi kesaksian dapat diputuskan sendiri oleh setiap sidang, maka identitas dan persatuan organisasi akan segera lenyap. Saudara-saudara dapat dengan mudah dipisahkan oleh perbedaan sosial, kebudayaan, dan nasional. Di lain pihak, bimbingan teokratis akan menjamin bahwa manfaat kemajuan rohani akan menjangkau semua sidang di seluruh dunia tanpa hambatan. Dengan demikian persatuan sejati sebagaimana didoakan Yesus akan terjadi di antara para pengikutnya yang benar, dan pekerjaan penginjilan yang ia perintahkan dapat diselesaikan dengan tuntas.—Yoh. 17:20-22.

      Akan tetapi, beberapa orang menuduh bahwa dengan menganjurkan perubahan organisasi, sebenarnya J. F. Rutherford hanya berupaya untuk memperoleh kekuasaan yang lebih besar atas Saksi-Saksi dan bahwa ia menggunakan cara ini untuk memaksakan wewenangnya sendiri. Apakah benar demikian halnya? Tidak diragukan bahwa Saudara Rutherford memiliki pendirian yang kuat. Ia berbicara dengan penuh kuasa dan tanpa kompromi terhadap apa yang diyakininya sebagai kebenaran. Ia dapat bersikap cukup kasar dalam menangani situasi-situasi bila ia memperhatikan bahwa orang-orang lebih prihatin mengenai diri sendiri daripada mengenai pekerjaan Tuhan. Namun Saudara Rutherford benar-benar rendah hati di hadapan Allah. Sebagaimana Karl Klein, yang menjadi anggota Badan Pimpinan pada tahun 1974, belakangan menulis, ”Doa-doa Saudara Rutherford yang dipersembahkan pada ibadah pagi . . . membuat saya mengasihinya. Walaupun ia mempunyai suara yang sedemikian kuat, namun pada waktu ia berbicara kepada Allah, suaranya kedengaran persis seperti suara seorang anak laki-laki yang berbicara kepada ayahnya. Betapa hal itu menyingkapkan hubungan yang baik dengan Yehuwa!” Saudara Rutherford yakin sepenuhnya akan identitas organisasi Yehuwa yang kelihatan, dan ia berupaya untuk memastikan bahwa tidak seorang atau kelompok orang mana pun yang dapat menghalangi saudara-saudara di wilayah mereka masing-masing untuk menerima manfaat yang penuh dari makanan rohani dan bimbingan yang Yehuwa sediakan bagi hamba-hamba-Nya.

      Meskipun Saudara Rutherford melayani selama 25 tahun sebagai presiden Lembaga Menara Pengawal dan membaktikan seluruh energinya untuk memajukan pekerjaan organisasi, ia bukanlah pemimpin dari Saksi-Saksi Yehuwa, dan ia tidak ingin menjadi pemimpin. Pada suatu kebaktian di St. Louis, Missouri, tahun 1941, tidak lama sebelum kematiannya, ia berbicara mengenai masalah kepemimpinan, dengan berkata, ”Saya ingin memberi kesempatan bagi semua orang baru di sini untuk mengetahui pandangan saudara-saudara tentang seorang pria yang dianggap sebagai pemimpin saudara, supaya mereka tidak akan lupa. Setiap kali sesuatu muncul dan mulai bertumbuh, mereka mengatakan bahwa ada seseorang, seorang pemimpin yang mempunyai banyak pengikut. Jika ada di antara hadirin yang menganggap bahwa saya, pria yang sedang berdiri di sini, adalah pemimpin dari saksi-saksi Yehuwa, hendaklah ia mengatakan Ya.” Ini ditanggapi dengan keheningan yang mengesankan, dan diakhiri hanya oleh kata ”Tidak” yang tegas yang diucapkan oleh beberapa orang yang hadir. Sang pembicara melanjutkan, ”Jika saudara-saudara yang berada di sini percaya bahwa saya hanyalah salah seorang hamba Tuhan, dan kita bekerja bahu-membahu dalam satu kesatuan, melayani Allah dan melayani Kristus, hendaklah katakan Ya.” Secara serempak, hadirin meneriakkan ”Ya!” dengan penuh keyakinan. Pada bulan berikutnya hadirin di Inggris memberi sambutan yang persis sama.

      Di beberapa daerah, manfaat dari organisasi teokratis cepat dirasakan. Di tempat-tempat lain, dibutuhkan waktu lebih lama; mereka yang tidak terbukti sebagai hamba-hamba yang matang dan rendah hati pada waktunya diganti, dan orang-orang lain dilantik.

      Namun demikian, karena prosedur teokratis diterapkan dengan lebih sepenuhnya, Saksi-Saksi Yehuwa bersukacita ketika mereka mengalami apa yang dinubuatkan di Yesaya 60:17. Dengan menggunakan istilah kiasan untuk melukiskan keadaan yang lebih baik yang akan ada di kalangan hamba-hamba Allah, di ayat tersebut Yehuwa berkata, ”Sebagai ganti tembaga Aku akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Aku akan membawa perak, sebagai ganti kayu, tembaga, dan sebagai ganti batu, besi; Aku akan memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupmu.” Hal Ini tidak menggambarkan apa yang manusia akan lakukan, tetapi sebaliknya, menggambarkan apa yang Allah sendiri akan lakukan dan manfaat-manfaat yang akan diterima oleh hamba-hamba-Nya seraya mereka tunduk kepada prosedur tersebut. Perdamaian harus ada di tengah-tengah mereka. Kasih akan kebenaran harus menjadi kekuatan yang mendorong mereka untuk melayani.

      Dari Brasil, Maud Yuille, istri dari pengawas cabang, menulis kepada Saudara Rutherford, ”Artikel ’Organisasi’ dalam terbitan Tower tanggal 1 dan 15 Juni [1938] mendorong saya untuk mengungkapkan beberapa patah kata kepada Saudara, yang dinas setianya dipakai Yehuwa, dan rasa syukur saya kepada Yehuwa atas pengaturan menakjubkan yang telah Ia buat bagi organisasi-Nya yang kelihatan, sebagaimana dijelaskan dalam dua majalah Watchtower ini. . . . Betapa leganya melihat akhir dari ’Otonomi Bagi Masing-Masing Wilayah’ termasuk ’hak-hak wanita’ dan prosedur lain yang tidak berdasarkan Alkitab yang membuat beberapa pribadi berpaling kepada pendapat setempat dan penilaian pribadi, bukan kepada [Allah Yehuwa dan Yesus Kristus], dengan demikian membawa celaan bagi nama Yehuwa. Memang benar bahwa baru ’belakangan ini saja Lembaga menunjuk semua orang yang ada dalam organisasi sebagai ”hamba-hamba”’, namun, saya perhatikan bahwa selama bertahun-tahun sebelum saat itu Saudara dalam surat kepada sesama Saudara, telah menyatakan diri sebagai ’saudaramu dan hambamu, bagi kemurahan-Nya’.”

      Mengenai penyesuaian organisasi ini, cabang di Kepulauan Inggris melaporkan, ”Pengaruh yang baik dari hal ini cukup mengagumkan. Gambaran yang puitis dan bersifat nubuat mengenai hal ini dalam Yesaya pasal enam puluh, penuh dengan hal-hal yang indah tetapi tidak dibesar-besarkan. Setiap orang yang berada dalam kebenaran membicarakan hal ini. Ini menjadi topik utama dalam percakapan. Mereka semua diliputi perasaan yang menyegarkan—kesediaan untuk dengan semangat melangsungkan perjuangan yang bertujuan baik. Seraya ketegangan dunia meningkat, sukacita dalam pemerintahan teokratis melimpah.”

      Pengawas Keliling Memperkuat Sidang-Sidang

      Ikatan organisasi semakin diperkuat sebagai hasil dari pelayanan para pengawas keliling. Pada abad pertama, rasul Paulus secara mencolok ikut dalam aktivitas demikian. Kadang-kadang, pria-pria lain seperti Barnabas, Timotius, dan Titus juga ikut serta. (Kis. 15:36; Flp. 2:19, 20; Tit. 1:4, 5) Mereka semua adalah penginjil yang bergairah. Selain itu, mereka menganjurkan sidang melalui khotbah-khotbah mereka. Jika timbul masalah yang dapat mempengaruhi persatuan sidang, masalah tersebut diteruskan kepada badan pimpinan pusat. Kemudian, ”dalam perjalanan keliling dari kota ke kota”, mereka yang dipercayakan dengan tanggung jawab ini akan ”menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.” Hasilnya? ”Jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya.”—Kis. 15:1–16:5; 2 Kor. 11:28.

      Sudah sejak tahun 1870-an, Saudara Russell mengunjungi kelompok Siswa-Siswa Alkitab—kelompok yang terdiri dari dua atau tiga orang maupun kelompok-kelompok yang lebih besar—untuk membina mereka secara rohani. Beberapa saudara lain ikut serta pada tahun 1880-an. Kemudian, pada tahun 1894, diatur agar Lembaga mempunyai pembicara-pembicara yang cakap yang berkeliling secara lebih tetap tentu untuk membantu Siswa-Siswa Alkitab bertumbuh dalam pengetahuan dan penghargaan akan kebenaran dan mempererat hubungan mereka satu sama lain.

      Jika mungkin, sang pembicara akan tinggal selama sehari atau mungkin beberapa hari bersama sebuah kelompok, menyampaikan satu atau dua khotbah umum dan kemudian mengunjungi kelompok-kelompok yang lebih kecil dan orang-perorangan untuk membahas beberapa perkara yang dalam dari Firman Allah. Upaya dikerahkan agar setiap kelompok di Amerika Serikat dan Kanada dikunjungi dua kali setahun, meskipun tidak selalu oleh saudara yang sama. Dalam memilih para pembicara keliling ini, yang diutamakan adalah kelemahlembutan, kerendahan hati, dan pengertian yang jelas akan kebenaran dan kepatuhan yang loyal kepada kebenaran dan kemampuan untuk mengajarkannya dengan jelas. Pelayanan mereka sama sekali bukan pelayanan yang dibayar. Mereka hanya mendapat makanan dan tempat bermalam yang disediakan oleh saudara-saudara setempat, dan sampai batas yang dibutuhkan, Lembaga membantu biaya perjalanan mereka. Mereka akhirnya dikenal sebagai para musafir.

      Banyak dari wakil-wakil keliling Lembaga ini sangat dikasihi oleh orang-orang yang mereka layani. A. H. Macmillan, seorang berkebangsaan Kanada, dikenang sebagai seorang saudara yang baginya Firman Allah terbukti ”seperti api yang menyala-nyala”. (Yer. 20:9) Ia merasa wajib untuk berbicara tentang Firman Allah, dan itulah yang ia lakukan, berbicara kepada hadirin tidak hanya di Kanada tetapi juga di banyak bagian Amerika Serikat dan negeri-negeri lain. Orang-orang memiliki kenangan yang manis tentang William Hersee, seorang musafir lain, karena perhatian khusus yang ia berikan kepada kaum muda. Doa-doanya juga meninggalkan kesan yang lama karena doa-doa tersebut mencerminkan kematangan rohani yang menyentuh hati kaum muda maupun orang-orang tua.

      Bagi para musafir, mengadakan perjalanan pada masa itu tidaklah mudah. Misalnya, untuk melayani sebuah kelompok di dekat Air terjun Klamath, Oregon, Edward Brenisen mengadakan perjalanan mula-mula dengan kereta api, kemudian dengan kereta kuda semalaman, dan akhirnya melintasi pegunungan menuju perladangan tempat mereka akan mengadakan perhimpunan dengan kereta buckboard (kendaraan terbuka roda empat yang ditarik oleh kuda) yang guncangannya serasa merontokkan tulang. Pagi-pagi benar, sehari setelah perhimpunan, seorang saudara menyediakan seekor kuda untuk ditungganginya sepanjang 100 kilometer ke stasiun kereta api terdekat agar ia dapat mengadakan perjalanan ke penugasan berikutnya. Kehidupan mereka berat, tetapi upaya para musafir ini mendatangkan hasil-hasil baik. Umat Yehuwa dikuatkan, dipersatukan dalam pengertian mereka akan Firman Allah, dan dipererat satu sama lain walaupun tersebar luas secara geografis.

      Pada tahun 1926, Saudara Rutherford mulai menerapkan pengaturan yang mengubah pekerjaan para musafir yang tadinya hanya sebagai pembicara keliling menjadi pengawas keliling dan promotor bagi dinas pengabaran yang diselenggarakan oleh sidang-sidang. Untuk menandaskan tanggung jawab mereka yang baru ini, pada tahun 1928 mereka disebut direktur dinas daerah. Mereka bekerja langsung bersama saudara-saudara setempat, memberikan kepada mereka petunjuk-petunjuk pribadi dalam dinas pengabaran. Pada waktu itu, mereka dapat menjangkau setiap sidang di Amerika Serikat dan di beberapa negeri lain kira-kira satu kali dalam setahun, dan sementara itu juga mengadakan kontak dengan pribadi-pribadi dan kelompok-kelompok kecil yang belum diorganisasi untuk melakukan dinas.

      Selama tahun-tahun berikutnya, pekerjaan para pengawas keliling mengalami berbagai modifikasi.a Pekerjaan ini semakin dipergiat pada tahun 1938 ketika semua hamba di sidang-sidang dilantik secara teokratis. Kunjungan ke sidang-sidang yang dilakukan dalam selang waktu yang tetap tentu selama beberapa tahun berikutnya memberikan kesempatan untuk pelatihan pribadi bagi setiap hamba yang terlantik dan untuk meningkatkan bantuan dalam dinas pengabaran bagi setiap orang. Pada tahun 1942, sebelum para pengawas keliling kembali diutus ke sidang-sidang, mereka diberi suatu pendidikan intensif; hasilnya, pekerjaan mereka dilaksanakan dengan lebih seragam. Kunjungan mereka cukup singkat (satu sampai tiga hari, bergantung pada besarnya sidang). Selama kunjungan tersebut mereka memeriksa catatan sidang, bertemu dengan semua hamba untuk memberikan nasihat yang diperlukan, menyampaikan satu khotbah atau lebih kepada sidang, dan mengambil pimpinan dalam dinas pengabaran. Pada tahun 1946 kunjungan diperpanjang menjadi satu minggu untuk setiap sidang.

      Pengaturan berkenaan kunjungan-kunjungan ini ke sidang-sidang ditambahkan pada tahun 1938 dengan dinas hamba daerah dalam peranan yang baru. Daerah yang dicakupnya lebih luas, secara berkala menggunakan waktu satu minggu bersama salah seorang saudara yang berkeliling dalam sebuah zona (wilayah) untuk mengunjungi sidang-sidang. Selama kunjungannya, ia melayani dalam acara suatu kebaktian yang dihadiri oleh semua sidang dalam zona tersebut.b Penyelenggaraan ini merupakan pendorong yang kuat bagi saudara-saudara dan secara tetap tentu menyediakan kesempatan untuk pembaptisan murid-murid baru.

      ”Seorang yang Mengasihi Dinas Ini”

      Di antara mereka yang ambil bagian dalam dinas ini mulai tahun 1936 adalah John Booth, yang pada tahun 1974 menjadi anggota Badan Pimpinan. Ketika diwawancarai sebagai calon pengawas keliling, ia diberi tahu, ”Yang diperlukan bukanlah pembicara yang fasih, melainkan seorang yang mengasihi dinas ini dan akan ambil pimpinan di dalamnya dan akan berbicara tentang pelayanan di perhimpunan-perhimpunan.” Saudara Booth memiliki kasih seperti itu kepada dinas Yehuwa, sebagaimana terbukti dari dinas perintisnya yang bergairah sejak tahun 1928, dan ia membangkitkan semangat menginjil dalam diri orang-orang lain lewat teladan maupun kata-kata anjuran.

      Sidang pertama yang dikunjunginya, pada bulan Maret 1936, adalah di Easton, Pennsylvania. Ia belakangan menulis, ”Saya biasanya akan tiba di suatu tempat tepat waktu untuk dinas pengabaran pada pagi hari, mengadakan pertemuan dengan hamba-hamba dari kompi itu menjelang sore hari dan setelah itu dengan seluruh kompi. Biasanya saya akan tinggal selama dua hari saja bersama sebuah kompi dan hanya satu hari bersama kelompok yang lebih kecil, kadang-kadang mengunjungi enam kelompok semacam itu dalam satu minggu. Saya selalu berpindah-pindah.”

      Dua tahun kemudian, pada tahun 1938, ia ditugaskan, sebagai hamba daerah, untuk mengurus sebuah kebaktian zona (sekarang dikenal sebagai kebaktian wilayah) setiap minggu. Kebaktian-kebaktian ini membantu menguatkan saudara-saudara pada waktu penganiayaan menghebat di beberapa daerah. Sambil mengenang masa-masa itu dan tanggung jawabnya yang beragam, Saudara Booth berkata, ”Pada minggu yang sama [pada saat saya menjadi saksi dalam sebuah kasus pengadilan yang melibatkan sekitar 60 Saksi-Saksi di Indianapolis, Indiana] saya menjadi terdakwa dalam kasus lain di Joliet, Illinois, kemudian menjadi pengacara untuk seorang saudara dalam kasus lain di Madison, Indiana, dan, tambahan pula, memimpin kebaktian zona pada setiap akhir pekan.”

      Dua tahun setelah kebaktian zona dihidupkan kembali pada tahun 1946 (kini disebut sebagai kebaktian wilayah), Carey Barber menjadi salah seorang di antara mereka yang diangkat sebagai hamba distrik. Ia telah menjadi anggota keluarga Betel di Brooklyn, New York, selama 25 tahun. Distriknya yang pertama mencakup seluruh bagian barat Amerika Serikat. Pada mulanya, jarak yang harus ditempuh setiap minggu dari satu kebaktian ke kebaktian lain adalah kira-kira 1.600 kilometer. Seraya jumlah dan besarnya sidang bertambah, jarak tersebut menyusut, dan beberapa kebaktian wilayah diadakan berulang kali di sebuah daerah metropolitan. Setelah pengalaman selama 29 tahun sebagai pengawas keliling, Saudara Barber diundang untuk kembali melayani di kantor pusat sedunia pada tahun 1977 sebagai anggota Badan Pimpinan.

      Selama masa perang dan penganiayaan yang hebat, para pengawas keliling sering kali mempertaruhkan kemerdekaan mereka dan kehidupan mereka demi kesejahteraan rohani saudara-saudara mereka. Selama masa pendudukan Nazi di Belgia, André Wozniak terus mengunjungi sidang-sidang dan membantu menyediakan lektur bagi mereka. Sudah beberapa kali Gestapo nyaris menangkapnya tetapi mereka tidak pernah berhasil.

      Di Rhodesia (sekarang dikenal sebagai Zimbabwe) menjelang akhir tahun 1970-an, orang-orang hidup dalam ketakutan, dan perjalanan mereka dibatasi selama periode perang saudara di negeri itu. Namun para pengawas keliling dari Saksi-Saksi Yehuwa, sebagai gembala dan pengawas yang pengasih, terbukti menjadi ”seperti tempat perteduhan dari angin” bagi saudara-saudara mereka. (Yes. 32:2) Ada yang berjalan kaki berhari-hari menerobos hutan belantara, mengadakan perjalanan naik turun gunung, menyeberangi sungai-sungai yang berbahaya, tidur pada malam hari di udara terbuka,—semua demi mencapai sidang-sidang dan penyiar-penyiar yang terpencil, untuk menganjurkan mereka tetap teguh dalam iman. Salah satu di antara mereka adalah Isaiah Makore, yang nyaris mati ketika peluru-peluru berdesingan di atas kepalanya selama berkecamuk perang antara pasukan pemerintah dan ”para pejuang kemerdekaan”.

      Pengawas keliling lain telah melayani organisasi dalam skala internasional selama bertahun-tahun. Presiden-presiden Lembaga Menara Pengawal sering mengadakan perjalanan ke negeri-negeri lain untuk memberikan perhatian kepada kebutuhan-kebutuhan organisasi dan untuk berbicara pada kebaktian-kebaktian. Kunjungan-kunjungan demikian sangat membantu Saksi-Saksi Yehuwa di mana-mana untuk selalu sadar akan persaudaraan internasional mereka. Saudara Knorr khususnya mengupayakan kegiatan ini secara tetap tentu, mengunjungi setiap cabang dan rumah utusan injil. Seraya organisasi bertumbuh, dunia dibagi menjadi sepuluh zona internasional, dan sejak tanggal 1 Januari 1956, saudara-saudara yang memenuhi syarat, di bawah petunjuk presiden, mulai membantu dinas ini sehingga kegiatan tersebut dapat diberi perhatian tetap tentu. Kunjungan-kunjungan zona tersebut, yang sekarang dilaksanakan di bawah petunjuk Panitia Dinas dari Badan Pimpinan, terus menyumbang kepada persatuan global dan gerak maju seluruh organisasi.

      Masih ada perkembangan-perkembangan penting lain yang menyumbang kepada struktur organisasi yang ada sekarang.

      Penyesuaian Teokratis Lebih Lanjut

      Di tengah berkecamuknya Perang Dunia II, Joseph F. Rutherford meninggal, pada tanggal 8 Januari 1942, dan Nathan H. Knorr menjadi presiden ketiga dari Lembaga Menara Pengawal. Organisasi berada di bawah tekanan berat karena larangan terhadap kegiatannya diberlakukan di banyak negeri, adanya serangan gerombolan yang berkedok patriotisme, dan penangkapan Saksi-Saksi ketika mereka menyiarkan lektur Alkitab dalam pelayanan umum mereka. Apakah perubahan administrasi akan memperlambat pekerjaan selama masa kritis demikian? Saudara-saudara yang menangani urusan administrasi berpaling kepada Yehuwa untuk memohon petunjuk dan berkat-Nya. Selaras dengan keinginan mereka akan bimbingan ilahi, mereka memeriksa kembali struktur organisasi itu sendiri untuk melihat apakah ada bagian-bagian yang dapat lebih disesuaikan dengan jalan-jalan Yehuwa.

      Kemudian, pada tahun 1944, suatu kebaktian dinas diadakan di Pittsburgh, Pennsylvania, sehubungan dengan pertemuan tahunan Lembaga Menara Pengawal. Pada tanggal 30 September, sebelum pertemuan tahunan itu dilangsungkan, serangkaian khotbah yang sangat penting berkenaan apa yang Alkitab katakan tentang organisasi dari hamba-hamba Yehuwa disampaikan.c Perhatian dipusatkan kepada Badan Pimpinan. Pada kesempatan itu, ditandaskan bahwa prinsip teokratis harus berlaku bagi semua wakil yang digunakan oleh golongan hamba yang setia dan bijaksana. Dijelaskan bahwa tidak segenap umat Allah ”yang mengabdi” adalah anggota-anggota dari badan hukum itu. Badan tersebut sekadar mewakili mereka, bertindak sebagai sarana resmi demi kepentingan mereka. Akan tetapi, karena Lembaga merupakan sarana penerbitan yang digunakan untuk menyediakan lektur yang berisi penerangan rohani bagi Saksi-Saksi Yehuwa, maka secara logis dan suatu keharusan bahwa Badan Pimpinan berhubungan erat dengan para pengurus dan direktur dari Lembaga resmi itu. Apakah prinsip-prinsip teokratis diterapkan sepenuhnya dalam setiap urusannya?

      Anggaran dasar Lembaga menetapkan aturan pemegang saham yang menyatakan bahwa untuk setiap jumlah sumbangan sebesar $10 (AS), sang penyumbang berhak memberikan satu suara sehubungan dengan pemilihan anggota-anggota dewan direksi dan para pengurus Lembaga. Mungkin sumbangan demikian tampaknya memberikan bukti adanya minat yang tulus dalam pekerjaan organisasi. Namun, penyelenggaraan ini menimbulkan problem-problem. Saudara Knorr, presiden Lembaga, menjelaskan, ”Dari ketentuan yang ada dalam anggaran dasar Lembaga, tampaknya untuk menjadi bagian dari badan pimpinan bergantung pada sumbangan kepada Lembaga resmi tersebut. Padahal menurut kehendak Allah, hal ini tidak boleh terjadi di antara umat pilihan-Nya yang sejati.”

      Memang suatu kenyataan bahwa Charles Taze Russell, yang menjadi pribadi terpenting dalam badan pimpinan selama 32 tahun pertama Lembaga, adalah pemberi sumbangan terbesar dalam bentuk uang, fisik, dan mental kepada Lembaga. Namun, bukan sumbangan moneter yang menentukan bagaimana Tuhan menggunakan dia. Pembaktiannya yang sepenuh hati, gairahnya yang tak pernah surut, pendiriannya yang tanpa kompromi kepada Kerajaan Allah, dan keloyalan serta kesetiaannya yang tidak terpatahkan itulah yang menandakan bahwa dalam pandangan Allah ia layak untuk dinas tersebut. Sehubungan dengan organisasi teokratis, peraturan ini berlaku, ”Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendakiNya.” (1 Kor. 12:18) ”Akan tetapi,” Saudara Knorr menjelaskan, ”karena anggaran dasar Lembaga menetapkan bahwa para penyumbang dana bagi pekerjaan Lembaga mendapat bagian dalam pemberian suara, maka hal itu cenderung meredupkan atau melanggar prinsip Teokratis ini sehubungan dengan badan pimpinan; dan hal itu juga cenderung membahayakan badan pimpinan atau menimbulkan penghalang baginya.”

      Oleh karena itu, pada pertemuan bisnis dari semua pemegang saham sekaligus pemberi suara dari Lembaga pada tanggal 2 Oktober 1944, diputuskan dengan suara bulat bahwa anggaran dasar Lembaga perlu direvisi dan lebih diselaraskan dengan prinsip-prinsip teokratis. Keanggotaan kini tidak lagi dibatasi jumlahnya tetapi berkisar antara 300 dan 500, semuanya adalah pria-pria yang akan dipilih oleh dewan direksi, bukan berdasarkan sumbangan moneter, tetapi karena mereka adalah Saksi-Saksi Yehuwa yang matang, aktif dan setia, yang melayani sepenuh waktu dalam pekerjaan organisasi atau rohaniwan yang aktif dalam sidang-sidang dari Saksi-Saksi Yehuwa. Anggota-anggota ini akan memberikan suara untuk dewan direksi, dan dewan direksi kemudian akan memilih para pengurusnya. Penyelenggaraan baru ini mulai berlaku pada tahun berikutnya, yaitu pada tanggal 1 Oktober 1945. Betapa hal ini telah terbukti sebagai perlindungan dalam era manakala faksi-faksi yang saling bermusuhan sering memanipulasi urusan-urusan bisnis agar dapat menguasai lembaga dan kemudian menatanya kembali sesuai dengan tujuan-tujuan mereka sendiri!

      Berkat Yehuwa atas langkah-langkah maju demi keselarasan dengan prinsip-prinsip teokratis ini menjadi nyata. Meskipun tekanan yang ekstrem dilancarkan ke atas organisasi ini selama Perang Dunia II, jumlah pemberita Kerajaan terus meningkat. Tanpa henti, mereka dengan bergairah terus memberi kesaksian tentang Kerajaan Allah. Dari tahun 1939 hingga 1946, ada peningkatan yang mengagumkan sebanyak 157 persen dalam jajaran Saksi-Saksi Yehuwa, dan mereka mencapai enam negeri lain dengan kabar baik. Selama 25 tahun berikutnya, Saksi-Saksi yang aktif bertambah jumlahnya hampir sebanyak 800 persen, dan laporan kegiatan mereka yang tetap tentu datang dari 86 negeri lain.

      Pelatihan yang Dikhususkan Bagi Para Pengawas

      Beberapa pengamat luar memandang bahwa pada waktu organisasi bertambah besar, tidak dapat dielakkan standar-standarnya pun akan menjadi longgar. Namun, bertentangan dengan itu, Alkitab menubuatkan bahwa keadilan dan damai sejahtera akan ada di antara hamba-hamba Yehuwa. (Yes. 60:17) Hal itu akan menuntut pendidikan yang saksama dan terus-menerus dalam Firman Allah bagi para pengawas yang bertanggung jawab, pengertian yang jelas akan standar-standar pengadilan-Nya, dan penerapan yang konsisten dari standar-standar tersebut. Pendidikan semacam itu telah disediakan. Suatu penelitian yang saksama mengenai tuntutan Allah yang adil-benar telah disediakan secara progresif dalam The Watchtower dan bahan ini telah dipelajari secara sistematis oleh setiap sidang dari Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia. Namun, selain itu, para pengawas dari kawanan domba tersebut telah diberi banyak instruksi tambahan.

      Pengawas-pengawas utama dari cabang-cabang Lembaga telah dikumpulkan untuk pelatihan khusus pada waktu kebaktian-kebaktian internasional diadakan. Dari tahun 1961 terus sampai 1965, kursus-kursus sekolah yang dirancang secara khusus, yang berlangsung delapan sampai sepuluh bulan, diselenggarakan bagi mereka di New York. Dari tahun 1977 sampai 1980, ada serangkaian kursus istimewa lain bagi mereka selama lima minggu. Pelatihan yang mereka terima mencakup penyelidikan ayat demi ayat dari semua buku Alkitab dan juga pembahasan atas perincian organisasi serta cara-cara yang dengannya akan memajukan pemberitaan kabar baik. Tidak ada perpecahan nasionalistik di kalangan Saksi-Saksi Yehuwa. Tidak soal di mana mereka tinggal, mereka berpaut kepada standar-standar tinggi Alkitab yang sama serta mempercayai dan mengajarkan hal-hal yang sama.

      Pengawas-pengawas wilayah dan distrik juga telah diberi perhatian khusus. Banyak di antara mereka telah mengikuti Sekolah Alkitab Gilead Menara Pengawal atau satu dari Sekolah Lanjutannya. Secara periodik, mereka juga dikumpulkan bersama di kantor-kantor cabang Lembaga, atau mereka bertemu di lokasi-lokasi lain yang sesuai, untuk mengadakan seminar selama beberapa hari atau satu minggu.

      Pada tahun 1959 persediaan lain yang luar biasa dibuat. Ini adalah Sekolah Pelayanan Kerajaan, yang dihadiri oleh para pengawas wilayah dan distrik dan juga para pengawas sidang. Pada mulanya ini berupa kursus pengajaran selama satu bulan penuh. Setelah satu tahun diadakan di Amerika Serikat, bahan-bahan untuk kursus ini diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain dan secara progresif digunakan di seluruh dunia. Karena tidak semua pengawas dapat meninggalkan pekerjaan duniawi mereka selama satu bulan penuh, kursus selama dua minggu mulai diadakan pada tahun 1966.

      Sekolah ini bukan sebuah seminari yang melatih pria-pria untuk persiapan pelantikan. Yang hadir justru sudah dilantik sebagai rohaniwan-rohaniwan. Banyak di antara mereka telah menjadi pengawas dan gembala dari kawanan domba selama puluhan tahun. Kursus pengajaran yang mereka terima merupakan kesempatan untuk membahas secara terperinci instruksi-instruksi Firman Allah berkenaan pekerjaan mereka. Yang sangat ditekankan di sini adalah pentingnya dinas pengabaran dan cara melakukannya dengan efektif. Karena perubahan standar-standar moral di dunia, banyak waktu juga digunakan untuk membahas cara menjunjung standar-standar Alkitab berkenaan moralitas. Kursus ini dilanjutkan belakangan dengan seminar-seminar yang diadakan setiap dua atau tiga tahun, dan juga pertemuan-pertemuan yang bermanfaat yang dipimpin oleh para pengawas keliling bersama para penatua setempat beberapa kali setiap tahun. Ini semua membuka kesempatan untuk memberikan perhatian kepada kebutuhan-kebutuhan yang ada pada waktu itu. Ini menjadi pelindung terhadap apa pun yang dapat menghanyutkan mereka dari standar-standar Alkitab, dan ini menyumbang kepada penanganan situasi dengan cara yang seragam di semua sidang.

      Saksi-Saksi Yehuwa mencamkan dalam hati nasihat di 1 Korintus 1:10, ”Aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.” Hal ini bukan suatu penyesuaian yang dipaksakan; ini dihasilkan dari pendidikan tentang jalan-jalan Allah sebagaimana tercatat dalam Alkitab. Saksi-Saksi Yehuwa senang akan jalan-jalan Allah dan maksud-tujuan-Nya. Jika ada yang tidak lagi merasa senang untuk hidup menurut standar Alkitab, mereka bebas untuk meninggalkan organisasi. Namun jika ada seseorang yang mulai mengajarkan kepercayaan lain atau mengabaikan moralitas Alkitab, para pengawas akan mengambil tindakan untuk menjaga kawanan. Organisasi menerapkan nasihat Alkitab, ”Supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!”—Rm. 16:17; 1 Kor. 5:9-13.

      Alkitab menubuatkan bahwa Allah hanya akan menciptakan suasana demikian di antara para hamba-Nya, suatu suasana yang di dalamnya terdapat keadilbenaran dan yang akan mendatangkan buah-buah perdamaian. (Yes. 32:1, 2, 17, 18) Kondisi seperti itu sangat menarik bagi orang-orang yang mengasihi apa yang benar.

      Berapa banyak pencinta keadilbenaran semacam itu akan dikumpulkan sebelum sistem tua ini berakhir? Saksi-Saksi Yehuwa tidak mengetahuinya. Namun Yehuwa mengetahui apa yang akan dituntut oleh pekerjaan-Nya, dan dalam waktu serta cara-Nya sendiri Ia memastikan bahwa organisasi-Nya telah diperlengkapi untuk menanganinya.

      Bersiap-siap untuk Pertumbuhan yang Luar Biasa Pesat

      Pada waktu riset sedang dilakukan di bawah pengawasan Badan Pimpinan dalam mempersiapkan karya referensi Aid to Bible Understanding, perhatian sekali lagi ditujukan kepada cara sidang Kristen abad pertama diorganisasi. Penyelidikan yang saksama mengenai istilah-istilah Alkitab seperti ”tua-tua”, ”pengawas”, dan ”rohaniwan” dilakukan. Dapatkah organisasi Saksi-Saksi Yehuwa zaman modern menyesuaikan diri dengan lebih sepenuhnya kepada pola yang terpelihara dalam Alkitab sebagai pembimbing?

      Hamba-hamba Yehuwa bertekad untuk terus tunduk kepada petunjuk ilahi. Dalam serangkaian kebaktian yang diadakan pada tahun 1971, perhatian ditujukan kepada pengaturan pimpinan dari sidang Kristen masa awal. Ditunjukkan bahwa istilah pre·sbyʹte·ros (tua-tua, penatua), sebagaimana digunakan dalam Alkitab, tidak terbatas hanya kepada orang-orang yang lanjut usia, itu juga tidak berlaku kepada semua orang dalam sidang yang matang secara rohani. Ini teristimewa digunakan dalam makna resmi sehubungan dengan para pengawas sidang-sidang. (Kis. 11:30; 1 Tim. 5:17; 1 Ptr. 5:1-3) Orang-orang ini menerima kedudukan mereka melalui pengangkatan, selaras dengan tuntutan yang menjadi bagian dari Alkitab terilham. (Kis. 14:23; 1 Tim. 3:1-7; Tit. 1:5-9) Di tempat yang tersedia cukup banyak pria yang memenuhi syarat, ada lebih dari satu penatua di sidang tersebut. (Kis. 20:17; Flp. 1:1) Orang-orang ini membentuk ”badan para tua-tua”, yang semuanya memiliki status kedudukan yang sama, dan tidak ada anggota yang lebih menonjol atau berkuasa di sidang itu. (1 Tim. 4:14) Dijelaskan bahwa untuk membantu para penatua, dilantik juga ”diaken-diaken” [”hamba pelayanan”, NW], sesuai dengan tuntutan yang diuraikan oleh rasul Paulus.—1 Tim. 3:8-10, 12, 13.

      Pengaturan-pengaturan ini langsung diterapkan agar organisasi menjadi lebih selaras dengan pola Alkitab. Ini semua dimulai dari Badan Pimpinan sendiri. Keanggotaannya diperbanyak sampai lebih dari tujuh orang, yang sebagai anggota-anggota dewan direksi dari Watch Tower Bible and Tract Society Pennsylvania, telah melayani sebagai suatu badan pimpinan bagi Saksi-Saksi Yehuwa. Tidak ada jumlah tertentu untuk anggota Badan Pimpinan yang ditetapkan. Pada tahun 1971, ada 11; selama beberapa tahun, ada sebanyak 18; pada tahun 1992, ada 12. Mereka semua adalah pria-pria terurap Allah sebagai rekan ahli waris bersama Yesus Kristus. Ke-12 orang yang melayani sebagai anggota Badan Pimpinan pada tahun 1992 menggunakan total lebih dari 728 tahun dalam dinas sepenuh waktu sebagai rohaniwan-rohaniwan dari Allah Yehuwa.

      Diputuskan pada tanggal 6 September 1971, bahwa kedudukan sebagai ketua pada rapat Badan Pimpinan akan digilir setiap tahun sesuai dengan pengaturan menurut abjad nama keluarga anggota-anggotanya. Tepatnya, ini mulai berlaku pada tanggal 1 Oktober. Setiap minggu anggota-anggota Badan Pimpinan juga bergilir memimpin ibadat pagi dan Pelajaran Watchtower bagi anggota staf kantor pusat.d Pengaturan ini mulai berlaku pada tanggal 13 September 1971, ketika Frederick W. Franz memimpin acara ibadat pagi di kantor pusat Lembaga di Brooklyn, New York.

      Selama tahun berikutnya, persiapan untuk penyesuaian dalam pengawasan sidang dilakukan. Tidak akan ada lagi hanya satu hamba sidang yang dibantu oleh beberapa hamba lain yang sudah ditentukan jumlahnya. Pria-pria yang memenuhi syarat Alkitab akan diangkat untuk melayani sebagai penatua. Yang lain, jika memenuhi tuntutan Alkitab, akan diangkat menjadi pelayan sidang. Ini membuka jalan bagi lebih banyak orang untuk ikut memikul tanggung jawab sidang dan dengan demikian memperoleh pengalaman yang berharga. Tidak seorang pun dari Saksi-Saksi Yehuwa menyangka bahwa jumlah sidang akan bertambah 156 persen selama 21 tahun berikutnya, mencapai total 69.558 pada tahun 1992. Namun Kepala sidang, Tuhan Yesus Kristus, jelas sedang membuat persiapan untuk sesuatu yang akan datang.

      Pada awal tahun 1970-an, suatu pemikiran yang saksama diberikan untuk mereorganisasi Badan Pimpinan lebih lanjut. Sejak dibentuknya Lembaga Menara Pengawal pada tahun 1884, penerbitan lektur, pengawasan atas pekerjaan penginjilan seluas bumi, dan penyelenggaraan sekolah dan kebaktian telah diurus di bawah petunjuk dari kantor presiden Watch Tower Bible and Tract Society. Namun setelah diadakan analisis yang saksama dan pembahasan tentang perinciannya selama jangka waktu berbulan-bulan, suatu pengaturan baru secara bulat disetujui pada tanggal 4 Desember 1975. Enam panitia dari Badan Pimpinan dibentuk.

      Panitia Ketua (terdiri atas ketua Badan Pimpinan saat itu, ketua yang sebelumnya, dan seorang yang akan mendapat giliran selanjutnya untuk menjadi ketua) menerima laporan tentang keadaan darurat, bencana, dan kampanye penganiayaan, dan panitia ini memastikan agar hal-hal ini segera ditangani oleh Badan Pimpinan. Panitia Penulisan mengawasi penuangan makanan rohani ke dalam bentuk tulisan, rekaman kaset, dan video bagi Saksi-Saksi Yehuwa dan untuk disalurkan kepada umum, dan panitia ini mengawasi pekerjaan penerjemahan ke dalam ratusan bahasa. Panitia Pengajaran bertanggung jawab mengawasi sekolah dan kebaktian, juga kebaktian distrik dan internasional, bagi umat Yehuwa, serta mengawasi instruksi bagi keluarga Betel dan pembuatan rangka bahan yang akan digunakan untuk tujuan-tujuan itu. Panitia Dinas mengawasi semua daerah pekerjaan penginjilan, termasuk aktivitas sidang dan aktivitas pengawas keliling. Pencetakan, penerbitan, dan pengiriman lektur dan juga bekerjanya percetakan serta penanganan urusan hukum dan bisnis semuanya diawasi oleh Panitia Penerbitan. Dan Panitia Personalia mengawasi pengaturan untuk bantuan pribadi dan rohani bagi anggota-anggota keluarga Betel dan bertanggung jawab untuk mengundang anggota-anggota baru melayani dalam keluarga-keluarga Betel di seputar dunia.

      Panitia-panitia pembantu tambahan ditugaskan untuk mengawasi percetakan, rumah Betel, dan perladangan yang berhubungan dengan kantor pusat sedunia. Mengenai panitia-panitia ini, Badan Pimpinan banyak memanfaatkan kemampuan dari anggota-anggota ”kumpulan besar”.—Why. 7:9, 15.

      Penyesuaian-penyesuaian juga dibuat dalam pengawasan cabang-cabang Lembaga. Sejak 1 Februari 1976, setiap cabang diawasi oleh sebuah panitia yang terdiri dari tiga anggota atau lebih, bergantung pada kebutuhan dan besarnya cabang. Mereka bekerja di bawah petunjuk Badan Pimpinan dalam mengurus pekerjaan Kerajaan di daerah mereka.

      Pada tahun 1992, bantuan lebih lanjut disediakan bagi Badan Pimpinan ketika sejumlah orang yang membantu, kebanyakan dari kumpulan besar, ditugaskan untuk ambil bagian dalam pertemuan dan pekerjaan dari panitia-panitia Penulisan, Pengajaran, Dinas, Penerbitan, dan Personalia.e

      Penyebaran tanggung jawab ini telah terbukti sangat bermanfaat. Seiring dengan diadakannya penyesuaian-penyesuaian yang telah dibuat di dalam sidang, penyebaran tanggung jawab ini telah membantu menyingkirkan rintangan apa pun yang dapat menyimpangkan pribadi-pribadi dari penghargaan akan Kristus sebagai Kepala sidang. Telah terbukti sangat bermanfaat bila sejumlah saudara merundingkan masalah-masalah yang dapat mempengaruhi pekerjaan Kerajaan. Lagi pula, reorganisasi ini telah memungkinkan tersedianya pengawasan yang diperlukan di banyak daerah yang secara mendesak membutuhkannya selama suatu era yang telah melihat adanya pertumbuhan organisasi dalam proporsi yang benar-benar luar biasa. Lama berselang, Yehuwa menubuatkan melalui nabi Yesaya, ”Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, [Yehuwa], akan melaksanakannya dengan segera [mempercepatnya, NW] pada waktunya.” (Yes. 60:22) Ia tidak hanya telah mempercepatnya tetapi Ia juga telah menyediakan petunjuk yang diperlukan sehingga organisasi-Nya yang kelihatan akan dapat melaksanakannya.

      Perhatian Saksi-Saksi Yehuwa segera diarahkan kepada pekerjaan yang Allah berikan untuk mereka lakukan selama hari-hari terakhir dari dunia tua ini, dan mereka diorganisasi dengan baik untuk menyelesaikannya. Saksi-Saksi Yehuwa melihat bukti yang tak salah lagi bahwa organisasi ini bukan milik manusia tetapi milik Allah dan bahwa Putra Allah sendiri, Yesus Kristus, sedang memimpinnya. Sebagai Raja yang berkuasa, Yesus akan menjaga para hamba bawahannya yang setia selamat melampaui kesengsaraan besar yang akan datang dan memastikan bahwa mereka diorganisasi secara efektif untuk melaksanakan kehendak Allah selama Milenium mendatang.

      [Catatan Kaki]

      a Pada tahun 1894, Saudara Russell mengatur agar Zion’s Watch Tower Tract Society mengutus saudara-saudara yang memenuhi syarat sebagai pembicara. Mereka diberi sertifikat yang ditandatangani, untuk digunakan dalam memperkenalkan diri mereka kepada kelompok-kelompok setempat. Sertifikat ini tidak memberikan wewenang untuk mengabar dan tidak juga menandakan bahwa apa yang dikatakan oleh pembawanya harus diterima tanpa penelitian yang sepatutnya dalam terang Firman Allah. Akan tetapi, karena beberapa orang telah salah menafsirkan tujuan sertifikat ini, dalam waktu setahun Saudara Russell meminta agar sertifikat-sertifikat itu ditarik kembali. Dengan sikap hati-hati ia berupaya untuk menghindari apa pun yang bahkan dapat dianggap oleh para pengamat sebagai petunjuk adanya golongan pemimpin agama.

      b Zion’s Watch Tower, Oktober-November 1881, hlm. 8-9.

      c Kadang-kadang, kelompok-kelompok setempat disebut sebagai ”gereja-gereja”, selaras dengan bahasa yang digunakan dalam King James Version. Mereka juga disebut eklesia-eklesia, selaras dengan istilah yang digunakan dalam teks Alkitab Yunani. Istilah ”kelas-kelas” juga digunakan, karena pada kenyataannya ini merupakan kelompok-kelompok pelajar yang bertemu secara tetap tentu untuk belajar. Belakangan, ketika mereka disebut kompi, ini mencerminkan bahwa mereka sadar mereka berada dalam peperangan rohani. (Lihat Mazmur 68:11, KJ, catatan pinggir.) Setelah New World Translation of the Christian Greek Scriptures diterbitkan pada tahun 1950, istilah Alkitab dalam bahasa modern yakni ”sidang” digunakan secara tetap di kebanyakan negeri.

      d Makna harfiah dari kata yang digunakan dalam teks Alkitab Yunani (khei·ro·to·neʹo) adalah ”mengulurkan, merentangkan, atau mengacungkan tangan”, dan, secara luas, itu juga dapat berarti ”mengangkat atau memilih untuk suatu kedudukan dengan cara mengacungkan tangan”.—A Greek and English Lexicon to the New Testament, oleh John Parkhurst, 1845, hlm. 673.

      e Untuk perinciannya, lihat Pasal 25, ”Mengabar Kepada Umum dan dari Rumah ke Rumah”.

      f Melalui direktur dinas, dinas pengabaran dari mereka yang tergabung dalam sidang, atau kelas, harus dilaporkan kepada Lembaga setiap minggu, mulai tahun 1919.

      g Sebagaimana diuraikan dalam brosur Organization Method, setiap sidang harus memilih seorang asisten direktur dan seorang pemegang stok lektur. Orang-orang ini, bersama dengan direktur yang dilantik Lembaga, membentuk panitia dinas setempat.

      h The Watch Tower, 1 Juli 1920, hlm. 195-200.

      i Panitia dinas pada saat itu terdiri dari paling banyak sepuluh orang. Salah satu di antaranya adalah direktur dinas, yang tidak dipilih oleh sidang setempat melainkan diangkat langsung oleh Lembaga. Anggota-anggota lain bekerja bersamanya dalam mengatur dan melaksanakan pekerjaan kesaksian.

      j Selama beberapa tahun, sejak tahun 1932 seterusnya, orang-orang ini disebut kaum Yonadab.

      k Pada waktu kata kerja Yunani khei·ro·to·neʹo didefinisikan hanya sebagai ’memilih dengan mengacungkan tangan’, arti lain dari kata ini diabaikan. Maka, A Greek-English Lexicon, yang disusun oleh Liddell dan Scott, diedit oleh Jones dan McKenzie dan dicetak ulang pada tahun 1968, mendefinisikan kata itu sebagai ”mengacungkan tangan, dengan tujuan memberikan suara dalam pertemuan . . . II. c. akus. org. [dengan akusatif orang], memilih, [secara] tepat dengan menunjukkan tangan . . . belakangan secara umum mengangkat, . . . mengangkat untuk suatu kedudukan di Gereja, [pre·sby·teʹrous] Kis. Ras. [Kisah Para Rasul] 14.23.” Penggunaan yang belakangan itu berlaku pada zaman para rasul; istilah tersebut digunakan dalam pengertian itu oleh sejarawan Yahudi abad pertama Josephus dalam Jewish Antiquities, Buku 6, pasal 4, paragraf 2, dan pasal 13, paragraf 9. Struktur gramatikal dari Kisah 14:23 itu sendiri dalam bahasa Yunani asli memperlihatkan bahwa Paulus dan Barnabas adalah orang-orang yang melakukan apa yang digambarkan di ayat tersebut.

      l Belakangan pada tahun yang sama, 1938, Organization Instructions, yang diterbitkan sebagai brosur empat halaman, memberikan perincian lebih lanjut. Brosur ini menjelaskan bahwa sidang setempat harus menunjuk sebuah panitia yang akan bertindak demi kepentingan sidang. Panitia itu harus mempertimbangkan saudara-saudara menurut kualifikasi yang digariskan dalam Alkitab dan memberi rekomendasi kepada Lembaga. Pada waktu wakil-wakil keliling dari Lembaga mengunjungi sidang-sidang, mereka meninjau kualifikasi dari saudara-saudara setempat dan kesetiaan mereka dalam mengemban tugas-tugas mereka. Rekomendasi mereka juga dipertimbangkan oleh Lembaga pada waktu melantik.

      a Dari tahun 1894 sampai 1927, pembicara-pembicara keliling yang diutus oleh Lembaga mula-mula dikenal sebagai wakil-wakil Tower Tract Society, dan belakangan sebagai musafir. Sejak tahun 1928 sampai 1936, dengan perhatian yang lebih besar kepada dinas pengabaran, mereka disebut direktur dinas daerah. Dimulai sejak bulan Juli 1936, untuk menekankan hubungan mereka yang sepatutnya dengan saudara-saudara setempat, mereka kemudian dikenal sebagai hamba-hamba daerah. Dari tahun 1938 sampai 1941, hamba-hamba zona ditugaskan untuk bekerja bersama sejumlah kecil sidang secara bergiliran, kemudian kembali kepada kelompok yang sama dalam selang waktu yang tetap. Setelah terhenti selama kira-kira setahun, dinas ini dihidupkan kembali pada tahun 1942 dengan tetap disebut hamba-hamba bagi saudara-saudara. Pada tahun 1948, sebutan hamba wilayah dipakai; sekarang, pengawas wilayah.

      Sejak tahun 1938 sampai 1941, hamba-hamba daerah, dengan peranan yang baru, secara tetap tentu melayani kebaktian-kebaktian setempat, di mana Saksi-Saksi dari suatu daerah yang terbatas (suatu zona) bertemu untuk acara khusus. Ketika pekerjaan ini dihidupkan kembali pada tahun 1946, para pengawas keliling ini dikenal sebagai hamba distrik; sekarang, pengawas distrik.

      b Penyelenggaraan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Oktober 1938. Selama tahun-tahun perang, kesulitan dalam menyelenggarakan kebaktian-kebaktian bertambah, maka kebaktian-kebaktian zona ditunda sampai akhir tahun 1941. Akan tetapi, sekali lagi pada tahun 1946, penyelenggaraan ini diperbarui, dan acara pertemuan bersama sejumlah sidang untuk pengajaran khusus tersebut, disebut kebaktian wilayah.

      c Isi dari khotbah-khotbah ini dimuat dalam terbitan The Watchtower 15 Oktober dan 1 November 1944.

      d Belakangan, mereka memilih anggota-anggota lain keluarga Betel untuk ambil bagian dalam melakukan tugas-tugas tersebut.

      e The Watchtower, 15 April 1992, hl. 7-17, 31.

      [Blurb di hlm. 204]

      Di antara mereka tidak terdapat golongan pemimpin agama

      [Blurb di hlm. 205]

      Tidak berupaya mendirikan suatu ”organisasi duniawi”

      [Blurb di hlm. 206]

      Bagaimana para penatua dipilih?

      [Blurb di hlm. 212]

      Seorang direktur dilantik oleh Lembaga

      [Blurb di hlm. 213]

      Beberapa penatua tidak mau mengabar di luar sidang

      [Blurb di hlm. 214]

      Penurunan jumlah tetapi memperkuat organisasi

      [Blurb di hlm. 218]

      Bagaimana pengangkatan harus dilakukan?

      [Blurb di hlm. 220]

      Apakah Rutherford hanya berupaya untuk memperoleh kekuasaan yang lebih besar?

      [Blurb di hlm. 222]

      Terus berhubungan dengan kelompok yang terdiri dari dua atau tiga orang maupun kelompok-kelompok yang lebih besar

      [Blurb di hlm. 223]

      Tanggung jawab baru bagi para pengawas keliling

      [Blurb di hlm. 234]

      Badan Pimpinan yang diperbanyak anggotanya dengan ketua yang beroperasi secara bergilir

      [Blurb di hlm. 235]

      Pengawasan yang diperlukan selama suatu era pertumbuhan yang luar biasa pesat

      [Kotak di hlm. 207]

      Mengapa Ada Perubahan?

      Ketika ditanya tentang perubahan pandangannya berkenaan pemilihan para penatua di berbagai kelompok dari umat Tuhan, C. T. Russell menjawab,

      ”Pertama-tama, saya bersegera meyakinkan saudara-saudara bahwa saya tidak pernah mengaku tidak bisa salah. . . . Kami tidak menyangkal bahwa kami sedang bertumbuh dalam pengetahuan, dan bahwa kami sekarang melihat terang yang agak berbeda dalam kehendak Tuhan berkenaan para Penatua atau para pemimpin dalam berbagai kelompok kecil dari umat-Nya. Kesalahan kami dalam menilai adalah dalam hal mengharapkan terlalu banyak dari saudara-saudara yang kami kasihi yang, karena masuk lebih dahulu ke dalam Kebenaran, dianggap sudah sewajarnya menjadi pemimpin-pemimpin dari kompi-kompi kecil ini. Pandangan ideal yang kami miliki dengan senang hati sehubungan dengan mereka adalah, bahwa pengetahuan akan Kebenaran mempunyai pengaruh yang membuat mereka menjadi sangat rendah hati, membuat mereka tergerak untuk menghargai keadaan mereka yang tidak berarti, dan bahwa apa pun yang mereka ketahui dan yang sanggup mereka sampaikan kepada orang-orang lain menjadikan mereka seperti juru bicara Allah dan karena digunakan oleh Dia. Harapan ideal kami adalah bahwa dalam segala hal orang-orang ini akan dapat menjadi teladan bagi kawanan; dan bahwa berkat pemeliharaan Tuhan, satu atau lebih saudara yang sama cakapnya, atau yang lebih cakap, dibawa masuk ke dalam kompi kecil ini, untuk menyampaikan Kebenaran, bahwa semangat kasih akan membimbing mereka untuk menghormati satu sama lain, dan dengan demikian membantu dan mendesak satu sama lain untuk berpartisipasi dalam dinas Gereja, yang adalah tubuh Kristus.

      ”Dengan pemikiran seperti ini, kami telah menyimpulkan bahwa takaran yang lebih besar bagi kemurahan dan kebenaran yang sepatutnya dipakai saat ini dan dihargai oleh umat Tuhan yang mengabdi membuat mereka tidak perlu mengikuti haluan yang dijelaskan oleh para rasul kepada Gereja masa awal. Kekeliruan kami adalah lalai untuk menyadari bahwa pengaturan yang digariskan oleh para rasul di bawah pengawasan ilahi lebih unggul daripada apa pun yang dapat dirumuskan oleh orang-orang lain, dan bahwa Gereja secara keseluruhan perlu memiliki peraturan-peraturan yang dibuat oleh para rasul sampai, melalui perubahan dalam kebangkitan, kita dinyatakan lengkap dan sempurna dan langsung berada dalam persatuan dengan sang Majikan.

      ”Lama-kelamaan kami sadar akan kekeliruan kami pada waktu kami memperhatikan adanya semangat bersaing sampai batas tertentu di antara saudara-saudara yang dikasihi, dan keinginan di pihak banyak saudara untuk memegang kepemimpinan dalam perhimpunan-perhimpunan sebagai suatu kedudukan bukan sebagai suatu pelayanan, dan mengucilkan serta menghambat saudara-saudara lain yang memiliki kemampuan alami yang sama dan pengetahuan akan Kebenaran serta kecakapan yang sama dalam menggunakan pedang Roh, untuk berkembang menjadi pemimpin-pemimpin.”—”Zion’s Watch Tower”, 15 Maret 1906, hlm. 90.

      [Kotak/Gambar di hlm. 208, 209]

      Fasilitas-Fasilitas yang Digunakan Lembaga Seabad yang Lalu di Daerah Pittsburgh

      Rumah Alkitab, yang diperlihatkan di sini, berfungsi sebagai kantor pusat selama 19 tahun, dari tahun 1890 sampai 1909f

      Saudara Russell belajar di sini

      Anggota-anggota keluarga Rumah Alkitab yang melayani di sini pada tahun 1902

      Gedung ini mencakup departemen penyusunan huruf dan komposisi (kanan atas), departemen pengiriman (kanan bawah), penyimpanan lektur, tempat tinggal untuk staf, dan sebuah kapel (balai kebaktian) yang dapat menampung kira-kira 300 orang

      [Catatan Kaki]

      f Pada tahun 1879, kantor pusat terletak di 101 Fifth Avenue, Pittsburgh, Pennsylvania. Kantor-kantor dipindahkan ke 44 Federal Street, Allegheny (Bagian Utara Pittsburgh), pada tahun 1884; dan belakangan pada tahun yang sama, ke 40 Federal Street. (Pada tahun 1887, ini disebut 151 Robinson Street.) Pada waktu lebih banyak ruangan dibutuhkan, pada tahun 1889, Saudara Russell membangun Rumah Alkitab, yang diperlihatkan di kiri, di 56-60 Arch Street, Allegheny. (Belakangan nomornya diubah menjadi 610-614 Arch Street.) Selama periode waktu yang singkat yaitu tahun 1918-19, kantor utama mereka sekali lagi terletak di Pittsburgh, di lantai tiga sebuah bangunan di 119 Federal Street.

      [Kotak di hlm. 211]

      Pekerjaan Siapakah Ini?

      Menjelang akhir kehidupannya di bumi, Charles Taze Russell menulis, ”Umat Allah terlalu sering lupa bahwa Tuhan Sendirilah yang menjadi kepala bagi pekerjaan-Nya. Kita terlalu sering berpikir bahwa, Kita akan melakukan suatu pekerjaan dan memohon Allah bekerja bersama kita dalam pekerjaan kita. Marilah kita mempunyai pandangan yang benar mengenai perkara ini, dan mengerti bahwa Allah telah merencanakan dan sedang melaksanakan suatu pekerjaan besar; dan bahwa itu akan berhasil, sama sekali tidak bergantung pada kita atau upaya kita; dan bahwa itu adalah hak istimewa yang besar yang dikaruniakan kepada umat Allah untuk bekerja bersama Pencipta mereka dalam melaksanakan rencana-Nya, rancangan-Nya, pengaturan-Nya, menurut cara-Nya. Dengan melihat segala sesuatu dari sudut pandangan ini, doa kita dan perhatian kita seharusnya disertai tujuan untuk mengetahui dan melaksanakan kehendak Tuhan, puas akan peranan apa pun yang diberikan kepada kita untuk kita penuhi, karena Allah kitalah yang memimpin kita. Inilah program yang diupayakan untuk diikuti oleh Watch Tower Bible and Tract Society.”—”The Watch Tower”, 1 Mei 1915.

      [Kotak/Gambar di hlm. 215]

      Pertanyaan-Pertanyaan V.D.M.

      Huruf-huruf V.D.M. adalah singkatan dari kata-kata Latin ”Verbi Dei Minister”, atau Rohaniwan dari Firman Ilahi.

      Pada tahun 1916, sebuah daftar pertanyaan mengenai perkara-perkara Alkitab disiapkan oleh Lembaga. Orang-orang yang akan mewakili Lembaga sebagai pembicara diminta untuk menjawab setiap pertanyaan secara tertulis. Hal ini memungkinkan Lembaga mengetahui pemikiran, perasaan, dan pengertian saudara-saudara ini berkenaan kebenaran dasar Alkitab. Jawaban tertulis diperiksa dengan teliti oleh suatu badan pemeriksa di kantor-kantor Lembaga. Mereka yang diakui memenuhi syarat sebagai pembicara sedikitnya harus sanggup menjawab dengan benar 85 persen dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

      Belakangan, banyak di antara para penatua, diaken, dan Siswa Alkitab lain menanyakan apakah mereka dapat memperoleh sebuah daftar pertanyaan. Pada waktunya, dinyatakan bahwa adalah bermanfaat jika kelas-kelas memilih sebagai wakil-wakil mereka hanya orang-orang yang memenuhi syarat sebagai V.D.M.

      Pada waktu Lembaga memberi gelar Rohaniwan dari Firman Ilahi, ini tidak berarti bahwa pribadi tersebut telah dinobatkan. Ini hanya mengartikan bahwa badan pemeriksa di kantor-kantor Lembaga telah meninjau perkembangan orang itu dalam hal doktrin, dan sampai batas yang masuk akal dalam hal reputasinya, serta menyimpulkan bahwa ia layak untuk disebut seorang Rohaniwan dari Firman Ilahi.

      Pertanyaan-pertanyaan V.D.M. adalah sebagai berikut:

      (1) Apa yang pertama-tama Allah ciptakan?

      (2) Apa arti kata ”Logos”, sebagaimana dihubungkan dengan Putra Allah? dan apa yang dimaksud dengan kata Bapa dan kata Putra?

      (3) Kapan dan bagaimana dosa masuk ke dalam dunia?

      (4) Apa hukuman Ilahi atas dosa dari para pedosa? dan siapakah para pedosa itu?

      (5) Mengapa ”Logos” perlu diubah ke dalam tubuh jasmani? dan apakah Ia mengalami ”inkarnasi”?

      (6) Bagaimana wujud Manusia Yesus Kristus sejak bayi sampai kematiannya?

      (7) Bagaimana wujud Yesus sejak kebangkitannya; dan apa hubungan resmi antara Dia dan Yehuwa?

      (8) Apa pekerjaan Yesus selama Masa Penginjilan—selama masa Pentakosta hingga sekarang?

      (9) Sejauh ini apa yang telah dilakukan Allah Yehuwa bagi dunia umat manusia? dan apa yang dilakukan oleh Yesus?

      (10) Apa maksud-tujuan Ilahi sehubungan dengan Gereja bila jumlahnya sudah lengkap?

      (11) Apa maksud-tujuan Ilahi sehubungan dengan dunia umat manusia?

      (12) Apa nasib orang-orang yang pada akhirnya tidak mau kembali ke jalan yang benar?

      (13) Pahala atau berkat-berkat apa yang akan datang ke atas dunia umat manusia melalui ketaatan kepada Kerajaan Mesias?

      (14) Dengan langkah-langkah apa seorang pedosa dapat memasuki hubungan yang sangat penting dengan Kristus dan dengan Bapa Surgawi?

      (15) Setelah seorang Kristen diperanakkan oleh Roh Kudus, haluan apa yang diambilnya, sebagaimana ditunjukkan dalam Firman Allah?

      (16) Apakah saudara telah berpaling dari dosa untuk melayani Allah yang hidup?

      (17) Apakah saudara sudah membaktikan sepenuhnya kehidupan dan segenap kekuatan serta bakat saudara untuk Tuhan dan dinas-Nya?

      (18) Apakah saudara telah melambangkan pembaktian ini dengan baptisan air?

      (19) Apakah saudara telah mengucapkan Sumpah dari I. B. S. A. [International Bible Students Association] berkenaan kekudusan hidup?

      (20) Apakah saudara telah membaca dengan saksama dan teliti keenam jilid dari STUDIES IN THE SCRIPTURES?

      (21) Apakah saudara telah memperoleh banyak penerangan dan manfaat dari buku tersebut?

      (22) Apakah saudara yakin bahwa saudara mempunyai pengetahuan Alkitab yang kuat dan permanen yang akan membuat saudara menjadi seorang hamba Tuhan yang lebih efisien sepanjang sisa hidup saudara?

      [Kotak/Gambar di hlm. 216, 217]

      Gedung yang Digunakan Selama Masa Awal di Brooklyn

      Rumah Betel

      122-124 Columbia Heights

      Ruang makan di Rumah Betel

      Tabernakel

      Kantor-kantor, penyimpanan lektur, departemen pengiriman, peralatan ”typesetting”, dan sebuah auditorium dengan 800 tempat duduk ada di tempat ini, di 17 Hicks Street (digunakan dari tahun 1909 sampai 1918)

      Auditorium

      Percetakan yang Mula-Mula

      Anggota keluarga Betel yang bekerja di percetakan di Myrtle Avenue pada tahun 1920 (kanan)

      35 Myrtle Avenue (1920-22)

      18 Concord Street (1922-27)

      117 Adams Street (1927- )

      [Kotak/Gambar di hlm. 224, 225]

      Pengawas-Pengawas Keliling—Beberapa dari Ribuan yang Telah Melayani

      Kanada, 1905-33

      Inggris, 1920-32

      Finlandia, 1921-26, 1947-70

      Amerika Serikat, 1907-15

      Mengadakan perjalanan dari sidang ke sidang—

      Greenland

      Venezuela

      Lesotho

      Meksiko

      Peru

      Sierra Leone

      Akomodasi bergerak di Namibia

      Ikut serta bersama Saksi-Saksi setempat dalam dinas pengabaran di Jepang

      Bertemu dengan para penatua setempat di Jerman

      Menyediakan nasihat praktis bagi para perintis di Hawaii

      Mengajar sebuah sidang di Prancis

      [Kotak/Gambar di hlm. 229]

      Badan Hukum Masa Permulaan

      Zion’s Watch Tower Tract Society. Pertama-tama dibentuk pada tahun 1881 dan kemudian sah menjadi badan hukum di negara bagian Pennsylvania pada tanggal 15 Desember 1884. Pada tahun 1896 namanya diubah menjadi Watch Tower Bible and Tract Society. Sejak tahun 1955 ini dikenal sebagai Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania.

      Peoples Pulpit Association. Dibentuk pada tahun 1909 sehubungan dengan kepindahan kantor-kantor utama Lembaga ke Brooklyn, New York. Pada tahun 1939 namanya diubah menjadi Watchtower Bible and Tract Society, Inc. Sejak tahun 1956 ini dikenal sebagai Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc.

      International Bible Students Association. Menjadi badan hukum di London, Inggris, pada tanggal 30 Juni 1914.

      Agar dapat memenuhi tuntutan hukum, badan-badan hukum lain telah dibentuk oleh Saksi-Saksi Yehuwa di banyak masyarakat dan negara. Akan tetapi, Saksi-Saksi Yehuwa tidak terpecah-pecah ke dalam organisasi nasional atau regional. Mereka merupakan persaudaraan sedunia yang terpadu.

      [Kotak di hlm. 234]

      ’Seperti Masyarakat Kristen yang Primitif’

      Publikasi keagamaan ”Interpretation” menyatakan pada bulan Juli 1956, ”Dalam organisasi dan pekerjaan kesaksian mereka, mereka [Saksi-Saksi Yehuwa] sangat mirip dengan kelompok masyarakat Kristen yang primitif. . . . Hanya sedikit kelompok lain yang menggunakan Alkitab secara ekstensif, secara lisan maupun tertulis seperti yang mereka lakukan dalam berita-berita mereka.”

      [Gambar di hlm. 210]

      Untuk menyediakan pengawasan yang lebih saksama, kantor-kantor cabang didirikan. Yang pertama di London, Inggris, di gedung ini

      [Gambar di hlm. 221]

      J. F. Rutherford pada tahun 1941. Para Saksi mengetahui bahwa ia bukan pemimpin mereka

      [Gambar di hlm. 226]

      John Booth, pengawas keliling di AS dari tahun 1936 hingga 1941

      [Gambar di hlm. 227]

      Carey Barber, yang distriknya mencakup bagian Amerika Serikat yang sangat luas

      [Gambar di hlm. 228]

      Saudara Knorr secara tetap tentu mengunjungi setiap cabang dan rumah utusan injil

      [Gambar di hlm. 230]

      Pengawas-pengawas utama dari cabang-cabang Lembaga telah dikumpulkan bersama untuk pelatihan khusus (New York, 1958)

      [Gambar di hlm. 231]

      Sekolah Pelayanan Kerajaan telah menyediakan instruksi berharga bagi para pengawas di seluruh dunia

      Sekolah Pelayanan Kerajaan di sebuah kamp pengungsi di Thailand, 1978; di Filipina, 1966 (kiri atas)

      [Gambar di hlm. 232]

      Instruksi-instruksi organisasi telah diterbitkan secara progresif (mula-mula dalam bahasa Inggris, kemudian dalam bahasa-bahasa lain) guna menyelaraskan kegiatan Saksi-Saksi dan untuk memberi tahu mereka semua tentang persediaan yang dibuat untuk membantu mereka dalam pelayanan mereka

  • Perhimpunan-Perhimpunan untuk Ibadat, Pengajaran, dan Anjuran
    Saksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah
    • Pasal 16

      Perhimpunan-Perhimpunan untuk Ibadat, Pengajaran, dan Anjuran

      PERHIMPUNAN-PERHIMPUNAN sidang merupakan bagian penting dari kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa. Bahkan dalam keadaan yang sangat sulit, mereka berupaya menghadiri perhimpunan secara tetap tentu, sesuai dengan anjuran Alkitab, ”Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibr. 10:24, 25) Sedapat mungkin, setiap sidang mengadakan perhimpunan tiga kali seminggu, seluruhnya 4 jam dan 45 menit. Akan tetapi, corak perhimpunan, maupun seberapa seringnya itu diadakan, bervariasi sesuai dengan kebutuhan pada waktu itu.

      Pada abad pertama, manifestasi dari karunia-karunia roh yang bersifat mukjizat merupakan ciri menonjol dari perhimpunan-perhimpunan Kristen. Mengapa? Karena dengan perantaraan karunia-karunia ini, Allah memberi kesaksian tentang fakta bahwa Ia tidak lagi menggunakan sistem agama Yahudi melainkan bahwa roh-Nya sekarang ada pada sidang Kristen yang baru terbentuk. (Kis. 2:1-21; Ibr. 2:2-4) Dalam perhimpunan-perhimpunan orang-orang Kristen masa awal itu, doa dipanjatkan, puji-pujian kepada Allah dinyanyikan, dan dititikberatkan hal bernubuat (yaitu, menyampaikan penyingkapan dari kehendak dan maksud-tujuan ilahi) dan hal memberi pengajaran yang akan membina mereka yang mendengarnya. Orang-orang Kristen tersebut hidup pada zaman ketika berlangsungnya perkembangan-perkembangan yang menakjubkan berkenaan maksud-tujuan Allah. Mereka perlu memahami hal-hal ini dan mengetahui bagaimana bekerja selaras dengan hal-hal tersebut. Akan tetapi, cara beberapa di antara mereka menangani berbagai hal di perhimpunan ternyata tidak seimbang, dan seperti diperlihatkan oleh Alkitab, nasihat diperlukan supaya segalanya dapat terlaksana dengan cara yang paling bermanfaat.—1 Kor. 14:1-40.

      Apakah ciri-ciri yang khas dari perhimpunan-perhimpunan umat Kristen masa awal tersebut juga terlihat ketika Siswa-Siswa Alkitab berhimpun bersama pada tahun 1870-an dan sesudahnya?

      Memenuhi Kebutuhan Rohani Siswa-Siswa Alkitab Masa Permulaan

      Charles Taze Russell dan sekelompok kecil rekan-rekan di dan sekitar Allegheny, Pennsylvania, membentuk sebuah kelas untuk pengajaran Alkitab pada tahun 1870. Sebagai hasil dari perhimpunan-perhimpunan mereka, secara bertahap mereka bertumbuh dalam kasih akan Allah dan Firman-Nya dan secara progresif mulai mengetahui apa yang diajarkan oleh Alkitab itu sendiri. Tidak ada karunia lidah secara mukjizat pada perhimpunan-perhimpunan ini. Mengapa tidak? Karunia-karunia mukjizat demikian telah mencapai tujuannya pada abad pertama, dan seperti telah dinubuatkan oleh Alkitab, karunia-karunia tersebut telah berhenti. ”Langkah maju berikutnya,” ulas Saudara Russell, ”adalah manifestasi buah-buah Roh, seperti dengan jelas sekali dikemukakan oleh St. Paulus.” (1 Kor. 13:4-10) Lagi pula, seperti juga pada abad pertama, ada pekerjaan penginjilan yang mendesak yang harus dilakukan, dan untuk hal ini mereka perlu dianjurkan. (Ibr. 10:24, 25) Tidak lama kemudian, mereka mengadakan dua perhimpunan secara tetap tentu setiap minggu.

      Saudara Russell menyadari pentingnya hamba-hamba Yehuwa menjadi umat yang dipersatukan, tidak soal di mana pun mereka tersebar di seluruh bumi. Maka, pada tahun 1879, tidak lama sesudah Watch Tower mulai diterbitkan, para pembacanya diundang untuk mengajukan permohonan agar Saudara Russell atau salah seorang rekannya mengunjungi mereka. Suatu ketentuan yang jelas dinyatakan adalah ”Tidak dikenakan biaya maupun dipungut bayaran”. Sesudah sejumlah permohonan masuk, Saudara Russell mulai mengadakan perjalanan selama sebulan sampai sejauh Lynn, Massachusetts, dengan mengadakan perhimpunan-perhimpunan selama empat hingga enam jam sehari di setiap perhentian. Pokok yang ditonjolkan ialah ”Hal-hal yang Berhubungan Dengan Kerajaan Allah”.

      Pada awal tahun 1881, Saudara Russell mendesak para pembaca Watch Tower yang hingga waktu itu belum menyelenggarakan perhimpunan secara tetap tentu di daerah mereka, ”Bentuklah perhimpunan di rumah saudara sendiri dengan keluarga saudara sendiri, atau bahkan dengan beberapa orang yang mungkin berminat. Baca, belajar, memuji dan beribadatlah bersama-sama, dan di tempat dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Nya, Tuhan akan berada di tengah-tengah saudara—guru saudara. Demikianlah ciri dari beberapa perhimpunan gereja di zaman para Rasul. (Lihat Filemon, 2).”

      Acara perhimpunan berkembang secara bertahap. Saran-saran diajukan, tetapi terserah masing-masing kelompok setempat untuk memutuskan apa yang terbaik sesuai keadaan mereka. Seorang pembicara sewaktu-waktu menyampaikan khotbah, tetapi perhimpunan-perhimpunan dengan setiap orang dapat berpartisipasi secara bebas lebih ditekankan. Beberapa kelompok Siswa-Siswa Alkitab pada mulanya tidak banyak menggunakan publikasi Lembaga dalam perhimpunan-perhimpunan mereka, tetapi para rohaniwan keliling, para musafir, membantu mereka untuk melihat nilai dari melakukan hal itu.

      Sesudah beberapa jilid Millennial Dawn (Fajar Milenium) diterbitkan, buku-buku ini mulai digunakan sebagai dasar untuk pelajaran. Pada tahun 1895, kelompok-kelompok pengajaran itu mulai dikenal sebagai ”Dawn Circles for Bible Study”a (Kumpulan Fajar untuk Pengajaran Alkitab). Beberapa orang di Norwegia kemudian menyebutnya sebagai ”pertemuan-pertemuan membaca dan bercakap-cakap”, menambahkan, ”Kutipan dari buku-buku Saudara Russell dibacakan dengan suara keras, dan bila orang-orang mempunyai komentar atau pertanyaan, mereka mengacungkan tangan.” Saudara Russell menganjurkan agar pada pengajaran-pengajaran demikian para peserta menggunakan berbagai terjemahan Kitab Suci, referensi pinggir, dan konkordansi Alkitab. Pengajaran-pengajaran itu sering diadakan dalam kelompok yang berukuran sedang, di rumah pribadi, pada malam hari yang cocok untuk para peserta. Ini memelopori apa yang dewasa ini disebut Pelajaran Buku Sidang.

      Saudara Russell menyadari bahwa lebih banyak yang diperlukan daripada sekadar menyelidiki soal-soal doktrin. Harus ada juga ungkapan-ungkapan pengabdian supaya hati orang-orang akan tergerak oleh penghargaan akan kasih Allah dan oleh keinginan untuk menghormati dan melayani Dia. Kelas-kelas itu dianjurkan untuk menyelenggarakan perhimpunan khusus untuk maksud ini satu kali seminggu. Perhimpunan-perhimpunan ini kadang-kadang disebut ”Cottage Meetings” (Perhimpunan Pondok) karena diadakan di rumah-rumah pribadi. Acaranya mencakup doa, kidung pujian, dan kesaksian pribadi yang disampaikan oleh mereka yang hadir.b Kesaksian ini kadang-kadang berupa pengalaman yang menganjurkan; termasuk juga pencobaan, kesulitan, dan kebingungan yang dihadapi selama hari-hari yang baru dilalui. Di beberapa tempat perhimpunan-perhimpunan ini sangat menyimpang dari tujuannya karena terlalu menitikberatkan pada diri sendiri. Dengan ramah saran-saran untuk perbaikan dikemukakan dalam The Watch Tower.

      Mengingat kembali perhimpunan-perhimpunan tersebut, Edith Brenisen, istri dari salah seorang musafir masa permulaan di Amerika Serikat, berkata, ”Itu merupakan malam untuk merenungkan pemeliharaan Yehuwa yang pengasih dan untuk bergaul akrab dengan para saudara dan saudari kita. Seraya kami mendengarkan beberapa pengalaman mereka kami dapat mengenal mereka lebih baik. Dengan mengamati kesetiaan mereka, dan melihat bagaimana mereka mengatasi kesulitan-kesulitan, kami sering kali dibantu untuk menanggulangi beberapa kerisauan kami.” Akan tetapi, pada waktunya menjadi nyata bahwa perhimpunan yang dirancang guna memperlengkapi setiap orang ikut dalam pekerjaan penginjilan adalah lebih bermanfaat.

      Cara perhimpunan hari Minggu diselenggarakan di beberapa tempat menjadi perhatian para saudara. Beberapa kelompok berusaha membahas Alkitab ayat demi ayat. Namun kadang-kadang perbedaan pendapat mengenai artinya menjadi sama sekali tidak membina. Untuk memperbaiki keadaan, saudara-saudara tertentu di sidang Los Angeles, Kalifornia, memperkembangkan rangka-rangka topik untuk pelajaran Alkitab, dengan pertanyaan-pertanyaan dan acuan untuk diperiksa oleh seluruh kelompok sebelum datang ke perhimpunan. Pada tahun 1902 Lembaga menyediakan sebuah Alkitab yang berisi ”Alat-Alat Bantu Pelajaran Alkitab Berea”, termasuk sebuah indeks topik.c Untuk lebih memudahkan, mulai dalam Watch Tower 1 Maret 1905, rangka-rangka untuk pembahasan sidang diterbitkan, dengan pertanyaan maupun acuan ke Alkitab dan publikasi-publikasi Lembaga sebagai bahan untuk riset. Ini berlangsung hingga tahun 1914, dan pada waktu itu soal-soal pelajaran mengenai jilid-jilid Studies in the Scriptures diterbitkan untuk digunakan sebagai dasar untuk Pelajaran Berea.

      Semua kelompok memiliki bahan yang sama, tetapi jumlah perhimpunan mingguan bervariasi antara satu hingga empat atau lebih, sesuai dengan pengaturan setempat. Di Kolombo, Sailan (sekarang Sri Lanka), mulai tahun 1914, perhimpunan benar-benar diadakan tujuh hari seminggu.

      Siswa-Siswa Alkitab dianjurkan untuk belajar mengadakan riset, untuk ”membuktikan segala sesuatu”, untuk menyatakan buah pikiran dengan kata-kata mereka sendiri. (1 Tes. 5:21, KJ) Saudara Russell menganjurkan pembahasan bahan pelajaran secara lengkap dan bebas. Ia juga memperingatkan, ”Jangan sekali-kali lupa bahwa Alkitab adalah Standar kita dan bahwa walaupun bantuan merupakan karunia Allah, hal tersebut tetap merupakan ’bantuan’ dan bukan pengganti Alkitab.”

      Peringatan Kematian Tuhan

      Mulai kira-kira tahun 1876, penyelenggaraan diadakan setiap tahun oleh Siswa-Siswa Alkitab untuk memperingati kematian Tuhan.d Mula-mula, kelompok di Pittsburgh, Pennsylvania, dan sekitarnya berhimpun di rumah salah seorang saudara. Sampai tahun 1883, jumlah hadirin telah meningkat menjadi kira-kira seratus di sana, dan sebuah balai yang disewa digunakan. Untuk menampung hadirin dalam jumlah besar yang diharapkan hadir di Pittsburgh pada tahun 1905, saudara-saudara memutuskan untuk menggunakan Carnegie Hall yang luas.

      Siswa-Siswa Alkitab menyadari bahwa ini merupakan peringatan tahunan, bukan sesuatu yang harus dilakukan setiap minggu. Tanggal yang mereka peringati sesuai dengan 14 Nisan di kalender Yahudi, saat Yesus wafat. Seraya tahun-tahun berlalu, beberapa pemurnian diadakan mengenai cara tanggal tersebut dihitung.e Tetapi yang terutama diperhatikan adalah makna dari peristiwa itu sendiri.

      Walaupun untuk peringatan ini Siswa-Siswa Alkitab berhimpun dalam kelompok dengan jumlah hadirin yang bervariasi di banyak tempat, siapa pun yang dapat bergabung dengan saudara-saudara di Pittsburgh disambut dengan tangan terbuka. Dari tahun 1886 hingga 1893, para pembaca Watch Tower teristimewa diundang untuk datang ke Pittsburgh, jika mungkin, dan mereka datang, dari berbagai bagian Amerika Serikat dan dari Kanada. Dengan demikian mereka tidak saja dapat merayakan Peringatan bersama-sama tetapi juga membantu mereka untuk memperkokoh ikatan persatuan rohani. Namun, dengan meningkatnya jumlah kelas di Amerika Serikat maupun di bagian lain dari dunia, tidak lagi praktis untuk mencoba berhimpun di satu lokasi, dan mereka menyadari bahwa lebih banyak hal baik akan dicapai dengan berhimpun bersama rekan-rekan seiman di daerah sekitar rumah.

      Sebagaimana dikemukakan oleh Watch Tower, ada banyak yang mengaku percaya kepada tebusan, dan tidak satu pun di antara mereka tidak diperbolehkan mengikuti peringatan tahunan. Tetapi peristiwa itu memiliki makna khusus bagi mereka yang sungguh-sungguh menjadi bagian dari ”kawanan kecil” milik Kristus. Mereka inilah yang akan ambil bagian di dalam Kerajaan surgawi. Pada malam sebelum kematian Yesus, ketika ia mulai menyelenggarakan Peringatan, kepada orang-orang yang menerima harapan demikianlah Kristus berkata, ”[Teruslah, NW] perbuat ini menjadi peringatan akan Aku.”—Luk. 12:32; 22:19, 20, 28-30.

      Teristimewa mulai tahun 1930-an, calon-calon anggota dari ”perhimpunan besar” atau ”kumpulan besar” dari domba-domba lain, mulai muncul. (Why. 7:9, 10, KJ; Yoh. 10:16) Waktu itu mereka disebut kaum Yonadab. Untuk pertama kali, dalam terbitan 15 Februari 1938, The Watchtower secara khusus mengundang mereka untuk hadir pada Peringatan ini, bunyinya, ”Sesudah jam enam petang pada tanggal 15 April hendaklah setiap kompi dari kaum terurap berhimpun dan merayakan Peringatan, dan rekan-rekan mereka kaum Yonadab juga hadir.” Mereka memang hadir, bukan sebagai peserta yang ambil bagian, tetapi sebagai pengamat. Dengan kehadiran mereka, jumlah yang hadir pada Peringatan kematian Kristus membengkak. Pada tahun 1938, jumlah hadirin adalah 73.420, sedangkan mereka yang mengambil bagian dari roti dan anggur lambang berjumlah 39.225. Pada tahun-tahun berikutnya, mereka yang hadir sebagai pengamat juga mulai mencakup sejumlah besar orang yang baru berminat dan orang-orang lain yang belum menjadi Saksi-Saksi Yehuwa yang aktif. Maka, pada tahun 1992, puncak dari jumlah mereka yang ikut serta dalam dinas pengabaran adalah 4.472.787, jumlah hadirin pada Peringatan adalah 11.431.171, dan jumlah mereka yang mengambil bagian dari lambang-lambang hanyalah 8.683. Di beberapa negeri angka hadirin adalah sebanyak lima atau enam kali jumlah Saksi-Saksi yang aktif.

      Karena penghargaan mereka yang dalam akan makna kematian Kristus, Saksi-Saksi Yehuwa memperingati Peringatan itu bahkan ketika mereka harus menghadapi keadaan-keadaan yang sangat sulit. Selama tahun 1970-an, sewaktu jam malam masa perang berlaku di Rhodesia (kini Zimbabwe), sehingga mustahil untuk keluar pada malam hari, saudara-saudara di beberapa daerah semua berkumpul di rumah salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa sejak siang hari dan kemudian merayakan Peringatan itu pada malam hari. Tentu saja, mereka tidak bisa pulang sesudah perhimpunan, jadi mereka menginap. Mereka menggunakan jam-jam selebihnya pada malam itu untuk menyanyikan lagu-lagu Kerajaan dan menceritakan pengalaman-pengalaman, yang menjadi sumber penyegaran tambahan.

      Di kamp-kamp konsentrasi selama Perang Dunia II, Peringatan ini dirayakan, walaupun melakukannya dapat mengakibatkan hukuman berat jika diketahui oleh para penjaga. Sewaktu diasingkan dalam penjara di Cina Komunis dari tahun 1958 hingga 1963 karena iman Kristennya, Harold King merayakan Peringatan itu sebisa-bisanya sejauh keadaannya mengizinkan. Belakangan ia berkata, ”Dari jendela penjara, saya mengamati bulan semakin penuh menjelang awal musim semi. Secermat mungkin saya menghitung tanggal perayaan.” Ia membuat seadanya lambang-lambang yang diperlukan, dengan membuat sedikit anggur dari kismis hitam dan menggunakan nasi, yang adalah tidak beragi, untuk roti. Ia juga berkata, ”Saya menyanyi dan berdoa dan menyampaikan khotbah sebagaimana lazimnya untuk peristiwa itu, sebagaimana halnya dilakukan di sidang mana pun dari umat Yehuwa. Maka saya merasakan bahwa tiap-tiap tahun saya dipersatukan dengan saudara-saudara saya di seluruh dunia pada peristiwa yang paling penting ini.”

      Tempat Anak-Anak Muda Ikut Berperan

      Selama tahun-tahun permulaan, publikasi dan perhimpunan Siswa-Siswa Alkitab tidak khusus memberi perhatian kepada kebutuhan kaum muda. Mereka dapat menghadiri perhimpunan, dan beberapa di antara mereka melakukannya dan mendengarkan dengan sepenuh hati. Tetapi tidak ada upaya khusus untuk melibatkan mereka dengan apa yang berlangsung. Mengapa tidak?

      Pengertian saudara-saudara pada waktu itu ialah bahwa hanya sedikit sekali waktu yang tersisa sampai semua anggota pengantin Kristus akan dipersatukan dengan dia dalam kemuliaan surgawi. Watch Tower, pada tahun 1883, menjelaskan, ”Kita yang sedang dalam pelatihan untuk panggilan dari atas tidak dapat berpaling dari pekerjaan khusus dalam kurun waktu ini—pekerjaan mempersiapkan ’Sang Pengantin Perempuan, istri Anak Domba’. Sang Pengantin Perempuan harus menyiapkan diri; dan tepat pada saat sekarang, tatkala sentuhan terakhir dari dandanan sedang dikenakan sebagai persiapan untuk perkawinan, dinas setiap anggota dituntut dalam pekerjaan sekarang yang teramat penting ini.”

      Para orang-tua sangat didesak untuk memikul tanggung jawab mereka sendiri yang diberikan oleh Allah untuk memelihara anak-anak mereka dengan memberikan pengajaran rohani. Mengadakan sekolah-sekolah Minggu yang terpisah untuk anak-anak tidaklah dianjurkan. Jelas bahwa penggunaan sekolah Minggu oleh Susunan Kristen telah menimbulkan banyak kerugian. Orang-tua yang mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah demikian sering kali berpandangan bahwa penyelenggaraan ini membebaskan mereka dari tanggung jawab memberikan pengajaran rohani kepada anak-anak mereka. Sebaliknya, bagi anak-anak sendiri, karena mereka tidak memandang orang-tua sebagai sumber utama pengajaran tentang Allah, mereka tidak tergerak untuk menghormati orang-tua dan mematuhi mereka sebagaimana sepatutnya.

      Akan tetapi, dari tahun 1892 sampai 1927, Watch Tower memang menyisihkan tempat untuk komentar mengenai ayat yang dibahas dalam ”Pelajaran Sekolah Minggu Internasional” yang pada saat itu populer di banyak gereja Protestan. Ayat-ayat ini selama bertahun-tahun dipilih oleh F. N. Peloubet, seorang pemimpin agama Kongregasional, dan rekan-rekannya. Watch Tower membahas ayat-ayat ini dari sudut pandangan pengertian Siswa-Siswa Alkitab yang lebih maju mengenai Alkitab, bebas dari kredo-kredo Susunan Kristen. Diharapkan bahwa dengan cara ini Watch Tower dapat diperkenalkan masuk ke dalam beberapa gereja, sehingga dengan demikian kebenaran dikemukakan, dan beberapa jemaat gereja dapat menerimanya. Tentu saja, perbedaannya mencolok, dan hal ini menimbulkan kemarahan para pemimpin agama Protestan.

      Tibalah tahun 1918, kaum sisa, atau yang masih tinggal dari kaum terurap, masih berada di bumi. Jumlah anak-anak di perhimpunan mereka juga telah sangat bertambah. Sering kali anak-anak itu dibiarkan saja bermain-main seraya orang-tua mereka belajar. Namun, anak-anak juga perlu belajar untuk ’mencari keadilan, mencari kerendahan hati’, supaya mereka ’terlindung pada hari kemurkaan TUHAN’. (Zef. 2:3, KJ) Maka, pada tahun 1918, Lembaga menganjurkan sidang-sidang untuk menyelenggarakan kelas untuk anak-anak muda yang berusia antara 8 hingga 15 tahun. Di beberapa tempat bahkan ada kelas dasar anak-anak bagi mereka yang masih terlalu muda untuk mengikuti kelas anak-anak muda. Pada waktu yang sama, tanggung jawab orang-tua terhadap anak-anak kembali ditandaskan.

      Ini membawa kepada perkembangan-perkembangan lain. The Golden Age, pada tahun 1920, memuat sebuah artikel berjudul ”Pengajaran Alkitab Bagi Anak-Anak Muda”, dengan pertanyaan-pertanyaan yang disertai kutipan-kutipan Alkitab sebagai jawabannya. Pada tahun yang sama, The Golden Age ABC diterbitkan; ini merupakan buku kecil bergambar untuk digunakan oleh orang-tua dalam mengajarkan kebenaran-kebenaran dasar Alkitab dan sifat-sifat Kristen kepada anak-anak mereka. Sebuah buku berjudul The Way to Paradise (Jalan Menuju Firdaus), ditulis oleh W. E. Van Amburgh, menyusul pada tahun 1924. Buku ini disesuaikan bagi ”siswa-siswa Alkitab tingkat menengah”. Selama beberapa waktu, buku tersebut digunakan dalam perhimpunan untuk anak muda. Selain itu, di Amerika, ”Saksi-Saksi Muda” mengadakan penyelenggaraan sendiri untuk dinas pengabaran. Di Swiss, sekelompok kaum muda membentuk suatu perkumpulan yang disebut ”Kaum Muda Yehuwa”, bagi mereka yang berusia antara 13 dan 25 tahun. Mereka mempunyai kantor sekretaris sendiri di Berne, dan sebuah majalah khusus, Jehovah’s Youth (Kaum Muda Yehuwa), diedit dan dicetak dengan mesin-mesin cetak Lembaga di sana. Kaum muda ini mengadakan perhimpunan mereka sendiri dan bahkan mementaskan drama-drama Alkitab, seperti yang mereka lakukan di gedung Volkshaus di Zurich untuk hadirin sebanyak 1.500 orang.

      Akan tetapi, apa yang terjadi adalah bahwa sebuah organisasi berkembang di dalam organisasi hamba-hamba Yehuwa. Hal ini tidak akan menyumbang kepada persatuan, dan penyelenggaraan tersebut dihentikan pada tahun 1936. Pada bulan April 1938, selama suatu kunjungan ke Australia, J. F. Rutherford, presiden Lembaga mendapati bahwa suatu kelas untuk anak-anak diadakan terpisah dari kebaktian untuk orang dewasa. Ia segera mengatur agar semua anak dibawa ke kebaktian utama, yang ternyata sangat bermanfaat bagi mereka.

      Pada tahun yang sama, The Watchtower meninjau kembali seluruh persoalan mengenai kelas terpisah bagi kaum muda di dalam sidang. Penelitian tersebut kembali menandaskan fakta bahwa orang-tua bertanggung jawab untuk mengajar anak-anak mereka sendiri. (Ef. 6:4; bandingkan Ulangan 4:9, 10; Yeremia 35:6-10.) Penelitian itu juga memperlihatkan bahwa Alkitab tidak memberikan preseden untuk memisahkan anak-anak melalui sarana kelas-kelas anak muda. Sebaliknya, mereka harus hadir bersama orang-tua mereka untuk mendengarkan Firman Allah. (Ul. 31:12, 13; Yos. 8:34, 35) Sewaktu diperlukan penjelasan lebih lanjut mengenai bahan pengajaran, hal ini dapat diberikan oleh orang-tua di rumah. Selanjutnya, artikel-artikel itu menjelaskan bahwa penyelenggaraan untuk kelas-kelas terpisah demikian sesungguhnya mengalihkan perhatian dari pemberitaan kabar baik dari rumah ke rumah. Dengan cara bagaimana? Karena para pengajar tidak lagi mendukung dinas pengabaran agar dapat mempersiapkan kelas-kelas ini dan memimpinnya. Maka, semua kelas terpisah untuk kaum muda dihentikan.

      Sampai saat ini juga, tetap menjadi kebiasaan di antara Saksi-Saksi Yehuwa untuk mengajak seluruh keluarga menghadiri perhimpunan-perhimpunan sidang bersama-sama. Anak-anak dibantu oleh orang-tua mereka untuk mengadakan persiapan agar mereka dapat berpartisipasi dengan cara yang patut. Tambahan pula, serangkaian publikasi yang bagus telah disediakan bagi orang-tua untuk digunakan dalam mengajar anak-anak di rumah. Di antaranya ialah buku Children, pada tahun 1941; Mendengar kepada Guru yang Agung (dalam bahasa Inggris), pada tahun 1971; Masa Remaja—Manfaatkanlah Sebaik-baiknya (dalam bahasa Inggris), pada tahun 1976; Buku Cerita Alkitab (dalam bahasa Inggris), pada tahun 1978; dan Pertanyaan Kaum Muda—Jawaban yang Praktis, pada tahun 1989.

      Memperlengkapi Semua untuk Menjadi Penginjil yang Aktif

      Sejak terbitnya nomor-nomor pertama dari Watch Tower, para pembacanya secara tetap tentu diingatkan mengenai hak istimewa dan tanggung jawab semua orang Kristen sejati untuk memberitakan kabar baik tentang maksud-tujuan Allah. Perhimpunan-perhimpunan sidang telah membantu menyiapkan hati dan pikiran mereka untuk kegiatan ini dengan membina kasih mereka akan Yehuwa dan pengetahuan mereka mengenai maksud-tujuan-Nya. Akan tetapi, khususnya setelah kebaktian di Cedar Point, Ohio, pada tahun 1922, perhatian yang lebih besar diberikan kepada apa yang dihasilkan dalam dinas pengabaran dan bagaimana ambil bagian di dalamnya secara effektif.

      Bulletin,f sebuah brosur berisikan informasi yang langsung berkaitan dengan dinas pengabaran, memuat suatu kesaksian singkat, pada waktu itu disebut ”canvass” (penawaran kepada orang-orang), yang dimaksudkan untuk dihafalkan dan digunakan pada saat memberi kesaksian kepada orang-orang. Untuk menggerakkan upaya terpadu dalam memberitakan Kerajaan selama hampir seluruh tahun 1923, pada hari pertama setiap bulan, setengah dari acara Perhimpunan Doa, Puji-Pujian, dan Kesaksian yang diadakan pada hari Rabu malam, disisihkan untuk kesaksian tentang dinas pengabaran.

      Setidaknya sampai tahun 1926, perhimpunan-perhimpunan bulanan yang membahas dinas pengabaran dinamakan Perhimpunan Para Pekerja. Mereka yang benar-benar mengambil bagian dalam dinas demikianlah yang biasanya hadir. Dalam perhimpunan-perhimpunan ini, metode-metode untuk bersaksi kepada orang lain dibahas, dan rencana untuk kegiatan yang akan datang disusun. Menjelang tahun 1928 Lembaga mendesak sidang-sidang untuk mengadakan perhimpunan demikian setiap pekan. Empat tahun setelahnya, sidang-sidang mulai menggantikan Perhimpunan Kesaksian (atau, Perhimpunan Deklarasi) dengan apa yang akhirnya dinamakan Perhimpunan Dinas, dan Lembaga menganjurkan semua untuk hadir. Selama lebih dari 60 tahun, perhimpunan mingguan ini telah diadakan oleh sidang-sidang. Melalui khotbah, pembahasan yang melibatkan partisipasi hadirin, pertunjukan, dan wawancara, bantuan spesifik diberikan sehubungan dengan segala segi pelayanan Kristen.

      Perhimpunan semacam ini pasti tidak dimulai pada abad ke-20. Yesus sendiri memberikan instruksi-instruksi terperinci kepada murid-muridnya sebelum mengutus mereka untuk mengabar. (Mat. 10:5-11:1; Luk. 10:1-16) Belakangan, mereka membina satu sama lain dengan berhimpun guna menceritakan pengalaman-pengalaman yang mereka alami selama ambil bagian dalam pelayanan.—Kis. 4:21-31; 15:3.

      Mengenai pelatihan untuk berbicara di muka umum, pada tahun-tahun permulaan hal ini tidak dilakukan di perhimpunan-perhimpunan sidang yang lazim. Akan tetapi, setidaknya sampai tahun 1916, diusulkan bahwa mereka yang sedikit banyak merasa mempunyai kesanggupan sebagai pembicara umum dapat mengadakan pertemuan di antara mereka sendiri, mungkin dengan seorang penatua hadir sebagai moderator untuk mendengarkan mereka dan memberikan nasihat untuk perbaikan dalam hal isi dan penyampaian khotbah mereka. Pertemuan-pertemuan ini yang hanya dihadiri oleh kaum pria di dalam sidang di kemudian hari dikenal sebagai Sekolah Para Nabi. Sewaktu meninjau kembali peristiwa-peristiwa pada masa itu, Grant Suiter mengenang, ”Kritik membangun yang saya peroleh di sekolah belum apa-apa dibanding dengan apa yang saya secara pribadi terima dari ayah saya sesudah ia menghadiri salah satu acara perhimpunan untuk mendengarkan saya berupaya menyampaikan khotbah.” Untuk membantu mereka yang berupaya membuat kemajuan, saudara-saudara menyusun dan mencetak sendiri sebuah buku pedoman mengenai cara-cara berbicara, disertai rangka-rangka untuk berbagai khotbah. Akan tetapi, pada waktunya, Sekolah Para Nabi ini dihentikan. Untuk memenuhi kebutuhan khusus yang ada pada waktu itu, perhatian penuh difokuskan kepada hal memperlengkapi setiap anggota sidang untuk ambil bagian sepenuhnya dalam penginjilan dari rumah ke rumah.

      Apakah mungkin untuk memperlengkapi setiap anggota dari organisasi internasional yang sedang bertumbuh ini, bukan saja untuk memberikan kesaksian singkat dan menawarkan lektur Alkitab, melainkan juga untuk berbicara secara efektif dan menjadi pengajar Firman Allah? Itulah tujuan dari sebuah sekolah khusus yang didirikan di tiap sidang Saksi-Saksi Yehuwa sejak tahun 1943. Sekolah ini sudah berjalan di kantor pusat sedunia dari Saksi-Saksi Yehuwa sejak Februari tahun 1942. Setiap pekan petunjuk-petunjuk diberikan, dan para siswa menyampaikan khotbah dan diberi nasihat mengenainya. Mula-mula, hanya pria yang memberikan khotbah di sekolah, walaupun seluruh sidang dianjurkan untuk hadir, mempersiapkan pelajaran, dan ambil bagian dalam tinjauan kembali. Pada tahun 1959, saudari-saudari juga mendapat hak istimewa untuk mendaftarkan diri, untuk pelatihan dalam hal membahas pokok-pokok Alkitab dengan adegan dua orang saudari yang saling berhadapan muka.

      Mengenai dampak sekolah ini, cabang Lembaga Menara Pengawal di Afrika Selatan melaporkan, ”Penyelenggaraan yang sangat bagus ini dalam waktu singkat berhasil membantu banyak saudara yang dahulu mengira tidak akan pernah menjadi pembicara di muka umum, menjadi sangat efisien di mimbar dan lebih efektif di lapangan. Di seluruh Afrika Selatan saudara-saudara menyambut persediaan Yehuwa yang baru ini dan mulai menjalankannya dengan penuh semangat. Hal ini dilakukan meskipun sejumlah saudara mengalami hambatan besar karena bahasa dan kurangnya pendidikan.”

      Sekolah Pelayanan Teokratis terus menjadi perhimpunan yang penting di dalam sidang Saksi-Saksi Yehuwa. Hampir semua yang sanggup melakukannya didaftarkan. Saksi-Saksi baru, tua dan muda, dan mereka yang memiliki banyak pengalaman ikut serta. Ini merupakan program pendidikan yang berkesinambungan.

      Khalayak Umum Diundang untuk Melihat dan Mendengar

      Saksi-Saksi Yehuwa sama sekali bukan suatu perkumpulan rahasia. Kepercayaan mereka yang berdasarkan Alkitab dijelaskan sepenuhnya dalam publikasi-publikasi yang tersedia bagi siapa saja. Tambahan pula, mereka mengerahkan upaya khusus untuk mengundang khalayak umum agar menghadiri perhimpunan-perhimpunan guna melihat dan mendengar sendiri apa yang berlangsung.

      Yesus Kristus memberikan petunjuk secara pribadi kepada murid-muridnya, tetapi ia juga berbicara di depan umum—di tepi pantai, di lereng gunung, dalam sinagoge, dalam kompleks bait di Yerusalem—tempat orang banyak dapat mendengar. (Mat. 5:1, 2; 13:1-9; Yoh. 18:20) Dalam meniru hal ini, sudah sejak tahun 1870-an, Siswa-Siswa Alkitab mulai menyelenggarakan perhimpunan-perhimpunan tempat teman-teman dan tetangga-tetangga dan orang-orang lain yang mungkin berminat dapat mendengar khotbah tentang maksud-tujuan Allah bagi umat manusia.

      Upaya khusus dilakukan agar khotbah-khotbah ini disampaikan di tempat-tempat yang cocok untuk umum. Ini dikenal sebagai pekerjaan pengembangan kelas. Pada tahun 1911, sidang-sidang yang mempunyai cukup pengkhotbah yang berbakat dianjurkan untuk mengatur agar beberapa dari mereka pergi ke kota dan desa di sekitarnya, untuk menyelenggarakan perhimpunan-perhimpunan di gedung-gedung pertemuan umum. Di tempat-tempat yang memungkinkan, mereka menyelenggarakan suatu rangkaian enam khotbah. Pada penutup khotbah terakhir, pembicara bertanya tentang berapa banyak di antara hadirin yang merasa cukup berminat akan pengajaran Alkitab dan ingin berkumpul bersama secara tetap tentu. Lebih dari 3.000 khotbah demikian diadakan pada tahun pertama.

      Mulai tahun 1914, ”Drama-Foto Penciptaan” juga dipertunjukkan kepada umum. Saudara-saudara menyelenggarakannya secara gratis. Sejak itu, mereka telah mempertunjukkan film-film dan pertunjukan slide lainnya. Mulai tahun 1920-an, penggunaan radio secara meluas oleh Lembaga Menara Pengawal memungkinkan orang-orang untuk mendengarkan khotbah Alkitab di rumah mereka sendiri. Kemudian, pada tahun 1930-an, khotbah-khotbah yang disampaikan oleh J. F. Rutherford direkam dan diperdengarkan di ribuan pertemuan umum.

      Menjelang tahun 1945, ada sejumlah besar pembicara umum yang telah dilatih di Sekolah Pelayanan Teokratis. Pada bulan Januari tahun itu, suatu kampanye perhimpunan umum yang terkoordinasi dengan baik dilancarkan. Lembaga menyediakan rangka-rangka untuk suatu rangkaian delapan khotbah yang tepat waktu. Surat selebaran, dan kadang-kadang plakat, digunakan untuk menyampaikan pengumuman. Selain menggunakan tempat-tempat perhimpunan sidang yang lazim, saudara-saudara mengerahkan upaya khusus untuk menyelenggarakan perhimpunan umum ini di daerah-daerah yang belum ada sidang. Semua di dalam sidang dapat mengambil bagian—dengan mengundang orang untuk datang ke perhimpunan, dengan secara pribadi mendukungnya, maupun dengan menyambut orang-orang baru dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Selama tahun pertama kegiatan istimewa ini ada 18.646 perhimpunan umum yang diselenggarakan di Amerika Serikat, dengan total hadirin 917.352 orang. Tahun berikutnya jumlah perhimpunan umum meningkat menjadi 28.703 di ladang Amerika. Di Kanada, pada tahun 1945 diselenggarakan 2.552 perhimpunan demikian, 4.645 pada tahun berikutnya.

      Di kebanyakan sidang Saksi-Saksi Yehuwa, Perhimpunan Umum sekarang merupakan bagian dari jadwal perhimpunan mingguan yang tetap. Perhimpunan-perhimpunan umum ini berupa sebuah khotbah, dan selama khotbah itu setiap orang dianjurkan untuk membuka ayat-ayat kunci dalam Alkitab seraya ini dibacakan dan dibahas. Perhimpunan-perhimpunan ini merupakan sumber pengajaran rohani yang limpah bagi sidang maupun orang-orang baru.

      Orang-orang yang menghadiri perhimpunan Saksi-Saksi Yehuwa untuk pertama kali sering kali merasa heran bercampur senang. Seorang politikus terkemuka di Zimbabwe mengunjungi sebuah Balai Kerajaan untuk mencari tahu apa yang berlangsung di sana. Ia seorang yang berwatak keras, dan ia sengaja pergi ke sana tanpa bercukur dulu dan tidak menyisir rambutnya. Ia mengira bahwa para Saksi akan mengusirnya ke luar. Ternyata sebaliknya, mereka menunjukkan minat yang tulus kepadanya dan menganjurkan dia untuk menerima pengajaran Alkitab di rumah. Sekarang ia seorang Saksi Kristen yang rendah hati dan suka damai.

      Ada jutaan orang yang karena telah menghadiri perhimpunan-perhimpunan Saksi-Saksi Yehuwa tergerak untuk berkata, ”Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu.”—1 Kor. 14:25.

      Tempat yang Cocok untuk Berhimpun

      Pada zaman para rasul Yesus Kristus, umat Kristen sering kali mengadakan perhimpunan mereka di rumah-rumah pribadi. Di beberapa tempat mereka dapat berbicara di sinagoge Yahudi. Di Efesus selama dua tahun rasul Paulus menyampaikan khotbah-khotbah di sebuah auditorium sekolah. (Kis. 19:8-10; 1 Kor. 16:19; Flm. 1, 2) Serupa dengan itu, pada bagian akhir dari abad ke-19, Siswa-Siswa Alkitab berhimpun di rumah-rumah pribadi, kadang-kadang berbicara di kapel-kapel gereja, dan menggunakan balai-balai lain yang dapat disewa. Dalam beberapa kesempatan, mereka kemudian membeli gedung yang dahulunya digunakan oleh kelompok agama lain dan menggunakannya secara tetap tentu. Demikianlah halnya dengan Tabernakel Brooklyn dan Tabernakel London.

      Tetapi mereka tidak memerlukan dan juga tidak menginginkan gedung yang penuh hiasan untuk perhimpunan mereka. Beberapa sidang membeli dan memugar bangunan yang cocok; sidang-sidang lain membangun balai-balai yang baru. Setelah tahun 1935 nama Balai Kerajaan secara bertahap mulai digunakan untuk menunjukkan tempat ini sebagai tempat perhimpunan sidang. Balai-balai ini biasanya tampak menarik tetapi tidak mewah. Arsitekturnya dapat bervariasi menurut keadaan setempat, tetapi tujuan dari bangunan itu adalah penggunaan praktisnya.

      Suatu Program Pengajaran yang Terpadu

      Selama bagian akhir dari abad ke-19 dan bagian permulaan dari abad ke-20, pertumbuhan dan kegiatan rohani sangat beraneka ragam dari satu sidang ke sidang lain. Sidang-sidang menganut kepercayaan dasar tertentu yang sama yang memisahkan mereka dari Susunan Kristen. Namun, meskipun sejumlah saudara sangat menghargai sarana yang Yehuwa gunakan untuk memberi makanan kepada umat-Nya, yang lainnya mudah terombang-ambing oleh pendapat dari oknum-oknum yang menonjolkan pandangan pribadi mengenai beberapa hal.

      Sebelum kematiannya, Yesus berdoa agar para pengikutnya ”semua menjadi satu”—dalam persatuan dengan Allah dan Kristus dan dengan satu sama lain. (Yoh. 17:20, 21) Ini bukan dimaksudkan sebagai persatuan yang dipaksakan. Ini merupakan hasil dari suatu program pengajaran terpadu yang mendapat tanggapan dari hati yang rela menerima. Sebagaimana lama berselang telah dinubuatkan, ”Semua anakmu akan menjadi murid [Yehuwa], dan besarlah kesejahteraan [”kedamaian”, NW] mereka.” (Yes. 54:13) Agar menikmati kedamaian itu sepenuhnya, mereka semua memerlukan kesempatan untuk menarik manfaat dari pengajaran progresif yang Yehuwa sedang sediakan melalui saluran komunikasi-Nya yang kelihatan.

      Selama bertahun-tahun Siswa-Siswa Alkitab menggunakan berbagai jilid Studies in the Scriptures, bersama dengan Alkitab, sebagai dasar untuk pembahasan. Isinya memang merupakan ”makanan pada waktunya”. (Mat. 24:45) Akan tetapi, penelitian Alkitab yang terus-menerus di bawah pengarahan roh Allah membuktikan bahwa masih banyak yang harus dipelajari dan bahwa masih banyak pembersihan rohani yang dibutuhkan oleh hamba-hamba Yehuwa. (Mal. 3:1-3; Yes. 6:1-8) Selain itu, sesudah didirikannya Kerajaan pada tahun 1914, banyak nubuat digenapi secara berturut-turut dengan cepat, dan hal-hal ini menunjuk kepada pekerjaan mendesak yang harus dilakukan oleh semua orang Kristen sejati. Informasi berdasarkan Alkitab yang tepat waktu ini disediakan secara tetap tentu melalui kolom-kolom The Watch Tower.

      Karena menyadari bahwa tidak semua di dalam sidang mendapat manfaat dari artikel-artikel ini, beberapa wakil keliling dari Lembaga mengusulkan kepada kantor pusat agar semua sidang mempelajari The Watch Tower secara tetap tentu di perhimpunan mingguan. Usul tersebut diteruskan ke sidang-sidang, dan ”Pertanyaan-Pertanyaan Berea” untuk digunakan dalam mempelajari artikel-artikel utama Watch Tower menjadi ciri yang tetap dari majalah itu, mulai dengan terbitan 15 Mei 1922. Kebanyakan sidang mengadakan pelajaran demikian satu kali atau lebih setiap minggu, tetapi ada perbedaan dalam hal seberapa jauh mereka sungguh-sungguh mempelajari isi majalah itu. Di beberapa tempat, karena si pemimpin banyak bicara, pelajaran ini berlangsung selama dua jam atau lebih.

      Akan tetapi selama tahun 1930-an, organisasi teokratis mengganti tata-cara demokratis. Hal ini sangat mempengaruhi cara pelajaran The Watchtowerg itu dipandang. Lebih banyak perhatian dicurahkan kepada soal memahami bahan pengajaran yang disediakan oleh Lembaga. Mereka yang telah menggunakan perhimpunan ini sebagai kesempatan untuk menyampaikan pendapat pribadi dan yang menolak tanggung jawab untuk ambil bagian dalam dinas pengabaran berangsur-angsur mengundurkan diri. Dengan bantuan yang diberikan dengan sabar, saudara-saudara belajar cara membatasi pelajaran itu menjadi satu jam. Sebagai hasilnya, ada partisipasi yang lebih besar; perhimpunan menjadi lebih hidup. Suatu semangat persatuan yang sejati juga makin meresap ke dalam sidang-sidang, berdasarkan suatu program pemberian makanan rohani yang terpadu dengan Firman Allah sebagai standar kebenaran.

      Pada tahun 1938, The Watchtower terbit dalam kira-kira 20 bahasa. Segala sesuatu muncul pertama kali dalam bahasa Inggris. Majalah ini biasanya belum tersedia dalam bahasa lain selama beberapa bulan, atau barangkali bahkan setahun, karena dibutuhkan waktu untuk menerjemahkan dan mencetaknya. Namun dengan adanya perubahan dalam metode pencetakan, selama tahun 1980-an, penerbitan The Watchtower secara serentak dalam banyak bahasa tercapai. Menjelang tahun 1992, sidang-sidang yang mengerti salah satu dari 66 bahasa dapat belajar bahan yang sama pada waktu yang sama. Dengan demikian bagian terbesar dari Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia menyantap makanan rohani yang sama minggu demi minggu. Di seluruh Amerika Utara dan Selatan, di sebagian besar Eropa, di sejumlah negeri di Asia, di banyak tempat di Afrika, dan di sejumlah besar pulau sekitar bola bumi, umat Yehuwa menikmati penyelenggaraan pemberian makanan rohani yang serentak. Bersama-sama mereka ”erat bersatu dan sehati sepikir”.—1 Kor. 1:10.

      Angka-angka jumlah hadirin untuk perhimpunan sidang mereka menunjukkan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa menganggap serius perhimpunan-perhimpunan mereka. Di Italia, tempat adanya kira-kira 172.000 Saksi yang aktif pada tahun 1989, jumlah hadirin setiap minggu di perhimpunan Balai Kerajaan adalah 220.458. Sebaliknya, suatu perwakilan pers Katolik berkata bahwa 80 persen orang Italia menyebut diri Katolik tetapi hanya sekitar 30 persen menghadiri kebaktian di gereja secara teratur sampai taraf tertentu. Jika dibandingkan, gambarannya serupa di Brasil. Di Denmark, pada tahun 1989, Gereja Nasional mengaku bahwa 89,7 persen dari penduduk adalah anggotanya, tetapi hanya 2 persen hadir di gereja seminggu sekali! Di kalangan Saksi-Saksi Yehuwa di Denmark, angka hadirin setiap minggu pada waktu itu berjumlah 94,7 persen. Di Jerman, suatu pengumpulan pendapat umum oleh Institut Riset Pendapat Allensbach pada tahun 1989 menunjukkan bahwa 5 persen dari penganut gereja Lutheran dan 25 persen orang Katolik di Republik Federal menghadiri gereja dengan tetap tentu. Akan tetapi, di Balai-Balai Kerajaan Saksi-Saksi Yehuwa, angka hadirin setiap minggu melebihi jumlah Saksi-Saksi.

      Mereka yang hadir sering kali telah mengerahkan upaya yang luar biasa untuk datang. Pada tahun 1980-an, seorang wanita yang berusia 70 tahun di Kenya secara tetap tentu berjalan kaki sekitar 10 kilometer dan mengarungi sebuah sungai untuk sampai ke perhimpunan setiap minggu. Untuk menghadiri perhimpunan dalam bahasanya sendiri, seorang Saksi Korea di Amerika Serikat secara tetap tentu melakukan perjalanan tiga jam sekali jalan, dengan naik bus, kereta api, dan kapal kecil, dan juga berjalan kaki. Di Suriname, satu keluarga yang berpenghasilan rendah menggunakan upah sehari penuh untuk ongkos bus setiap minggu agar dapat sampai ke perhimpunan. Di Argentina, satu keluarga secara tetap tentu mengadakan perjalanan sepanjang 50 kilometer dan mengeluarkan seperempat dari penghasilan keluarga untuk menghadiri perhimpunan untuk mempelajari Alkitab. Apabila penyakit sama sekali menghambat beberapa orang untuk menghadiri perhimpunan sidang, sering kali dibuat penyelenggaraan bagi mereka untuk dihubungkan dengan telepon atau mendengarkan acara melalui rekaman kaset.

      Saksi-Saksi Yehuwa memandang serius nasihat Alkitab untuk tidak melalaikan perhimpunan bersama untuk pembinaan rohani. (Ibr. 10:24, 25) Mereka bukan saja hadir di perhimpunan-perhimpunan sidang setempat. Hadir di kebaktian-kebaktian bersama juga merupakan bagian penting dari acara tahunan mereka.

      [Catatan Kaki]

      a Belakangan, pertemuan-pertemuan ini dinamakan Berean Circles for Bible Study (Kumpulan Berea untuk Pengajaran Alkitab), dengan meniru orang-orang Berea pada abad pertama yang dipuji karena ”menyelidiki Kitab Suci [dengan teliti, NW]”.—Kis. 17:11.

      b Karena isi acaranya, perhimpunan-perhimpunan ini juga disebut Perhimpunan Doa, Puji-pujian, dan Kesaksian. Mengingat pentingnya doa, pada waktunya diusulkan agar setiap tiga bulan sekali perhimpunan ini hanya berupa kebaktian doa, termasuk kidung rohani tetapi tanpa pengalaman.

      c Pada tahun 1907, alat-alat bantu pelajaran Berea direvisi, sangat diperluas, dan diperbarui. Kira-kira 300 lebih halaman dengan bahan yang bermanfaat ditambahkan dalam cetakan tahun 1908.

      d Kadang-kadang ini disebut sebagai antitypical Passover, yaitu peringatan kematian Yesus Kristus, yang digambarkan oleh anak domba Paskah dan dengan demikian dinamakan ”anak domba Paskah kita Kristus”, di 1 Korintus 5:7. Selaras dengan 1 Korintus 11:20 (KJ), ini juga dinamakan Perjamuan Malam Tuhan. Kadang-kadang ini diberi istilah ”Peringatan Ulang Tahun Perjamuan Malam”, sehingga menarik perhatian kepada fakta bahwa ini merupakan peringatan tahunan.

      e Bandingkan terbitan Watchtower Maret 1891, halaman 33-4; 15 Maret 1907, halaman 88; l Februari 1935, halaman 46; dan 1 Februari 1948, halaman 41-3.

      f Bahkan sebelum tahun 1900, sebuah pamflet berjudul Suggestive Hints to Colporteurs (Petunjuk yang Disarankan Bagi Para Kolportir), dikirimkan kepada mereka yang mendaftarkan diri untuk dinas khusus ini. Mulai tahun 1919, Bulletin diterbitkan guna memberikan dorongan untuk dinas pengabaran, pertama-tama dalam hal menyebarkan The Golden Age dan belakangan sehubungan berbagai macam kegiatan penginjilan.

      g Nama Zion’s Watch Tower and Herald of Christ’s Presence diubah pada tanggal 1 Januari 1909, menjadi The Watch Tower and Herald of Christ’s Presence. Sejak tanggal 15 Oktober 1931, namanya menjadi The Watchtower and Herald of Christ’s Presence.

      [Blurb di hlm. 237]

      Perhimpunan yang meminta partisipasi pribadi

      [Blurb di hlm. 238]

      Bukan sekadar filsafat mental melainkan pernyataan-pernyataan yang menggerakkan hati

      [Blurb di hlm. 246]

      Semua dalam keluarga dianjurkan untuk menghadiri perhimpunan-perhimpunan bersama-sama

      [Blurb di hlm. 252]

      Memadukan program pemberian makanan rohani

      [Blurb di hlm. 253]

      Para Saksi menganggap serius perhimpunan-perhimpunan mereka

      [Gambar di hlm. 239]

      Sidang-Sidang Masa Permulaan

      Menjelang tahun 1916, terdapat sekitar 1.200 kelompok Siswa-Siswa Alkitab di seluruh dunia

      Durban, Afrika Selatan, 1915 (kanan atas); Guiana Inggris (Guyana), 1915 (kanan tengah); Trondheim, Norwegia, 1915 (kanan bawah); Hamilton, Ont., Kanada, 1912 (bawah); Sailan (Sri Lanka), 1915 (kiri bawah); India, 1915 (kiri atas)

      [Kotak/Gambar di hlm. 240, 241]

      Memuji Yehuwa Dengan Nyanyian

      Sebagaimana orang-orang Israel purba dan Yesus sendiri menggunakan nyanyian dalam ibadat, demikian pula Saksi-Saksi Yehuwa pada zaman modern. (Neh. 12:46; Mrk. 14:26) Seraya menyatakan puji-pujian kepada Yehuwa dan penghargaan untuk karya-Nya, nyanyian demikian telah membantu mengesankan kebenaran-kebenaran Alkitab ke dalam pikiran dan juga hati.

      Banyak koleksi nyanyian telah digunakan oleh Saksi-Saksi Yehuwa selama bertahun-tahun. Kata-kata telah disesuaikan selaras dengan pengertian yang progresif mengenai Firman Allah.

      1879: ”Songs of The Bride”

      (144 kidung yang mengungkapkan keinginan dan harapan pengantin perempuan Kristus)

      1890: ”Poems and Hymns of Millennial Dawn”

      (151 puisi dan 333 kidung, diterbitkan tanpa musik. Kebanyakan merupakan karya para penulis terkenal)

      1896: ”Watch Tower” tanggal 1 Februari dibaktikan kepada ”Zion’s Glad Songs of the Morning”

      (Kata-kata untuk 11 nyanyian, dengan musik; lirik ditulis oleh Siswa-Siswa Alkitab)

      1900: ”Zion’s Glad Songs”

      (82 nyanyian, banyak di antaranya ditulis oleh seorang Siswa Alkitab; tambahan kepada koleksi terdahulu)

      1905: ”Hymns of the Millennial Dawn”

      (333 nyanyian yang diterbitkan pada tahun 1890, tetapi dengan musik)

      1925: ”Kingdom Hymns”

      (80 nyanyian, dengan musik, khusus untuk anak-anak)

      1928: ”Songs of Praise to Jehovah”

      (337 nyanyian, gabungan nyanyian-nyanyian baru yang ditulis oleh Siswa-Siswa Alkitab dan kidung-kidung terdahulu. Di dalam liriknya, upaya khusus dilakukan untuk melepaskan diri dari sentimen agama palsu dan dari penyembahan makhluk)

      1944: ”Kingdom Service Song Book”

      (62 nyanyian. Disesuaikan dengan kebutuhan dinas Kerajaan pada zaman itu. Nama pengarang atau penggubah tidak disebutkan)

      1950: ”Songs to Jehovah’s Praise”

      (91 nyanyian. Buku nyanyian ini mempunyai tema-tema yang lebih aktual dan meniadakan bahasa kuno. Diterjemahkan ke dalam 18 bahasa)

      1966: ”Singing and Accompanying Yourselves With Music in Your Hearts”

      (119 nyanyian yang meliputi setiap segi kehidupan dan ibadat Kristen. Musik yang diketahui berasal dari sumber duniawi atau agama palsu tidak digunakan lagi. Rekaman orkes dari seluruh buku telah dibuat dan digunakan secara luas sebagai pengiring dalam perhimpunan-perhimpunan sidang. Beberapa pilihan vokal juga direkam. Mulai tahun 1980 telah diproduksi rekaman ”Kingdom Melodies” berupa aransemen orkes agar memungkinkan pribadi-pribadi menikmati musik yang membina di rumah)

      1984: ”Nyanyikanlah Pujian bagi Yehuwa”

      (225 nyanyian Kerajaan, dengan lirik dan melodi yang seluruhnya digubah oleh hamba-hamba Yehuwa yang berbakti dari segenap bagian bumi. Rekaman piringan hitam dan kaset audio telah diproduksi untuk mengiringi bernyanyi)

      Di Perhimpunan Pondok mereka pada masa permulaan, Siswa-Siswa Alkitab juga menyanyikan lagu-lagu pujian. Menyanyi juga segera menjadi ciri dari kebaktian mereka. Beberapa menyanyikan salah satu dari nyanyian sebelum makan pagi, bersamaan dengan ibadat pagi mereka, sebagaimana dilakukan selama bertahun-tahun di Rumah Alkitab. Walaupun bernyanyi dalam sidang-sidang setempat sebagian besar ditiadakan kira-kira pada tahun 1938, ini dihidupkan kembali pada tahun 1944 dan terus menjadi ciri yang penting dari perhimpunan sidang dan acara kebaktian dari Saksi-Saksi Yehuwa.

      [Gambar]

      Karl Klein memimpin orkes kebaktian pada tahun 1947

      [Grafik di hlm. 242]

      (Untuk keterangan lengkap, lihat publikasinya)

      Peringatan Kematian Kristus

      Saksi-Saksi yang Aktif

      Hadirin

      11.000.000

      10.000.000

      9.000.000

      8.000.000

      7.000.000

      6.000.000

      5.000.000

      4.000.000

      3.000.000

      2.000.000

      1.000.000

      1935 1945 1955 1965 1975 1985 1992

      [Gambar di hlm. 243]

      Walaupun diasingkan dalam sebuah penjara Cina, Harold King terus merayakan Peringatan itu

      [Gambar di hlm. 244]

      Kelas Alkitab bagi anak-anak muda di Jerman, pada awal tahun 1930-an

      [Gambar di hlm. 244]

      Di Swiss, pada pertengahan tahun 1930-an, kaum muda Saksi menerbitkan majalah ini (bawah) dan mementaskan drama-drama Alkitab (seperti diperlihatkan di bawah di bagian tengah) bagi banyak hadirin

      [Gambar di hlm. 247]

      ”Bulletin” (1919-35), ”Director” (1935-36), ”Informant” (1936-56), dan kini ”Pelayanan Kerajaan Kita” dalam 100 bahasa—semua telah menyediakan petunjuk-petunjuk secara tetap tentu untuk dinas pengabaran yang terpadu oleh Saksi-Saksi Yehuwa

      [Gambar di hlm. 248]

      Pertunjukan-pertunjukan pada Perhimpunan Dinas membantu Saksi-Saksi untuk memperbaiki dinas pengabaran mereka secara pribadi (Swedia)

      [Gambar di hlm. 249]

      Saksi muda di Kenya memperoleh pengalaman dengan memberikan khotbah kepada ayahnya dalam Sekolah Pelayanan Teokratis

      [Gambar di hlm. 250]

      Sejak tahun 1992, bahan pengajaran Alkitab untuk sidang-sidang Saksi-Saksi Yehuwa diterbitkan secara serentak dalam 66 bahasa, dan makin bertambah banyak

  • Kebaktian-Kebaktian Bukti dari Persaudaraan Kita
    Saksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah
    • Pasal 17

      Kebaktian-Kebaktian Bukti dari Persaudaraan Kita

      KEBAKTIAN-KEBAKTIAN telah menjadi corak yang tetap dari organisasi Saksi-Saksi Yehuwa zaman modern. Namun pertemuan-pertemuan nasional atau internasional dari para penyembah Yehuwa sudah diadakan jauh sebelum abad ke-20.

      Yehuwa memerintahkan agar semua pria di Israel purba berkumpul di Yerusalem untuk tiga perayaan musiman setiap tahun. Beberapa dari antara pria-pria tersebut membawa serta seluruh keluarga mereka. Sebenarnya, Hukum Musa memerintahkan agar setiap anggota keluarga—pria, wanita, dan anak-anak kecil—hadir dalam peristiwa-peristiwa tertentu. (Kel. 23:14-17; Ul. 31:10-13; Luk. 2:41-43) Pada mulanya, hadirinnya adalah orang-orang yang tinggal di wilayah Israel. Belakangan, ketika orang-orang Yahudi tersebar di mana-mana, mereka yang hadir datang dari berbagai bangsa. (Kis. 2:1, 5-11) Mereka terdorong untuk datang berkumpul bukan saja karena Israel dan Abraham adalah nenek moyang mereka tetapi karena mereka mengakui Yehuwa sebagai Bapa surgawi mereka yang agung. (Yes. 63:16) Perayaan-perayaan ini adalah peristiwa yang menyenangkan. Ini juga membantu semua yang hadir untuk tetap memusatkan pikiran mereka pada firman Allah dan tidak menjadi sangat terlibat dalam urusan kehidupan sehari-hari sehingga mungkin saja melupakan perkara-perkara rohani yang lebih penting.

      Dengan cara yang sama, kebaktian-kebaktian dari Saksi-Saksi Yehuwa pada zaman modern berpusat pada kepentingan rohani. Bagi para pengamat yang tulus hati, kebaktian-kebaktian ini memberikan bukti yang tidak dapat disangkal bahwa Saksi-Saksi dipersatukan oleh ikatan persaudaraan Kristen yang kuat.

      Kebaktian-Kebaktian yang Mula-Mula dari Siswa-Siswa Alkitab

      Penyelenggaraan untuk pertemuan Siswa-Siswa Alkitab dari berbagai kota dan negeri berkembang secara bertahap. Tidak seperti kelompok-kelompok gereja tradisional, Siswa-Siswa Alkitab, melalui kebaktian-kebaktian mereka, dengan segera berkenalan dengan rekan-rekan seiman di tempat-tempat lain. Pada mulanya, kebaktian-kebaktian ini diadakan di Allegheny, Pennsylvania, berkaitan dengan peringatan tahunan kematian Tuhan. Pada tahun 1891 secara spesifik diumumkan bahwa akan ada suatu ”kebaktian untuk pengajaran Alkitab dan untuk merayakan Peringatan Perjamuan Malam Tuhan”. Tahun berikutnya, Watch Tower memuat judul yang mencolok yang mengumumkan ”KEBAKTIAN ORANG-ORANG PERCAYA, DI ALLEGHENY, PA., . . . TANGGAL 7 SAMPAI DENGAN 14 APRIL 1892.”

      Masyarakat umum tidak diundang ke kebaktian-kebaktian yang mula-mula tersebut. Akan tetapi, pada tahun 1892, sekitar 400 orang yang telah membuktikan iman kepada tebusan dan mempunyai minat yang tulus dalam pekerjaan Tuhan hadir. Acaranya mencakup lima hari pengajaran Alkitab yang intensif dan dua hari berikutnya nasihat yang berguna bagi para kolportir.

      Seseorang yang hadir untuk pertama kalinya di salah satu pertemuan ini mengatakan, ”Saya telah menghadiri banyak Kebaktian, tetapi belum pernah ke kebaktian yang seperti ini, karena kehendak dan rencana Allah adalah satu-satunya topik yang tidak putus-putusnya sejak bangun pagi hingga akan tidur; di dalam rumah, di jalan, di perhimpunan, pada saat makan siang dan di mana saja.” Berkenaan semangat yang diperlihatkan oleh para delegasi, seseorang dari Wisconsin, AS, menulis, ”Saya sangat terkesan oleh semangat kasih dan kebaikan persaudaraan yang dinyatakan pada setiap kesempatan.”

      Suatu perubahan dalam penyelenggaraan kebaktian tahunan terjadi pada tahun 1893. Untuk dapat memanfaatkan harga karcis kereta api yang murah yang berkaitan dengan Columbian Exposition pada musim panas itu, Siswa-Siswa Alkitab berkumpul di Chicago, Illinois, mulai tanggal 20 hingga 24 Agustus. Ini adalah kebaktian mereka yang pertama di luar daerah Pittsburgh. Akan tetapi, agar dapat menggunakan waktu dan uang sebaik-baiknya demi pekerjaan Tuhan, selama beberapa tahun kebaktian umum tidak diadakan lagi.

      Kemudian, mulai tahun 1898, Siswa-Siswa Alkitab di berbagai tempat mulai mengambil inisiatif secara lokal untuk menyelenggarakan kebaktian-kebaktian, yang dihadiri oleh orang-orang di daerah yang terbatas. Pada tahun 1900, 3 kebaktian umum diorganisasi oleh Lembaga; namun selain itu juga ada 13 kebaktian lokal di Amerika Serikat dan Kanada, yang kebanyakan hanya berlangsung satu hari dan sering kali diadakan berkaitan dengan kunjungan salah seorang musafir. Jumlahnya terus meningkat. Menjelang tahun 1909, sedikitnya ada 45 kebaktian lokal di Amerika Utara, selain dari kebaktian-kebaktian yang dilayani oleh Saudara Russell pada tur-tur khusus yang membawanya ke berbagai bagian benua itu. Bagian utama dari acara kebaktian satu hari khusus dirancang untuk menggugah minat masyarakat umum. Hadirin berkisar antara seratus sampai beberapa ribu orang.

      Selain itu, kebaktian-kebaktian umum, yang dihadiri terutama oleh Siswa-Siswa Alkitab, menekankan pengajaran bagi mereka yang sudah cukup kuat dalam jalan kebenaran. Untuk kebaktian-kebaktian ini, kereta-kereta api khusus dipenuhi dengan para delegasi yang datang dari kota-kota besar. Kadang-kadang, hadirin mencapai 4.000 orang, bahkan termasuk beberapa delegasi dari Eropa. Inilah waktu penyegaran rohani yang sejati yang menghasilkan bertambahnya gairah dan kasih di pihak umat Yehuwa. Seorang saudara berkata pada penutup kebaktian demikian pada tahun 1903, ”Saya tidak mau menerima seribu dolar sebagai ganti hal-hal baik yang telah saya terima dari Kebaktian ini;—walaupun saya seorang yang miskin.”

      Saudara-saudara musafir yang kebetulan berada di daerah tersebut berkhotbah dalam kebaktian-kebaktian ini. Saudara Russell juga berupaya hadir dan melayani pada acara kebaktian-kebaktian lokal seperti pada kebaktian-kebaktian besar di Amerika Serikat dan sering kali di Kanada. Itu berarti banyak perjalanan. Kebanyakan perjalanan dilakukan pada akhir pekan. Namun, pada tahun 1909, seorang saudara di Chicago menyewa beberapa gerbong kereta api untuk mengangkut para delegasi yang mengadakan perjalanan bersama Saudara Russell dari satu kebaktian ke kebaktian lain pada suatu tur. Pada tahun 1911 dan 1913, seluruh kereta api disewa oleh saudara yang sama untuk membawa ratusan delegasi pada tur-tur kebaktian selama satu bulan atau lebih dan yang meliputi bagian barat Amerika Serikat dan Kanada.

      Perjalanan dengan kereta api kebaktian seperti itu adalah pengalaman yang mengesankan. Pada tahun 1913, Malinda Keefer naik salah satu kereta api di Chicago, Illinois. Bertahun-tahun kemudian, ia mengatakan, ”Kami segera menyadari bahwa kami adalah satu keluarga besar . . . dan kereta api ini menjadi rumah kami selama satu bulan.” Seraya kereta api meninggalkan stasiun, orang-orang yang mengantarkan mereka menyanyikan ”God Be With You Till We Meet Again” (Allah Bersamamu Sampai Kita Jumpa Lagi), sambil melambaikan topi dan saputangan hingga kereta api hilang dari pandangan. Saudari Keefer menambahkan, ”Pada setiap perhentian dalam perjalanan ini ada kebaktian yang sedang diselenggarakan—kebanyakan selama tiga hari, dan kami tinggal selama satu hari untuk setiap kebaktian. Selama perhentian-perhentian ini Saudara Russell menyampaikan dua khotbah, satu untuk saudara-saudara pada siang hari, dan satu lagi untuk masyarakat umum pada sore hari dengan tema ’Di Balik Kuburan’.”

      Di negeri-negeri lain juga, jumlah kebaktian meningkat. Sering kali ini berupa kebaktian-kebaktian kecil. Sekitar 15 orang hadir pada kebaktian pertama di Norwegia, pada tahun 1905; namun ini baru permulaan. Enam tahun kemudian, ketika Saudara Russell mengunjungi Norwegia, upaya khusus dikerahkan untuk mengundang masyarakat umum, dan hadirin pada kesempatan itu diperkirakan ada 1.200 orang. Selama tahun 1909, ketika ia menghadiri kebaktian-kebaktian di Skotlandia, ia berbicara kepada kira-kira 2.000 orang di Glasgow dan kepada 2.500 lainnya di Edinburgh mengenai pokok yang membangkitkan minat, ”Pencuri di Firdaus, Orang Kaya di Neraka, dan Lazarus di Pangkuan Abraham”.

      Pada penutup kebaktian masa permulaan, saudara-saudara mengadakan apa yang mereka sebut suatu perjamuan kasih, yang mencerminkan rasa persaudaraan Kristen mereka. Apa yang dilakukan pada ”perjamuan kasih” ini? Sebagai contoh, para pembicara akan berjejer dengan membawa piring yang berisi potongan-potongan roti, kemudian hadirin akan berjalan rapi melaluinya, memakan roti itu, berjabatan tangan, dan menyanyikan, ”Blest Be the Tie That Binds Our Hearts in Christian Love” (Diberkatilah Ikatan yang Memadukan Hati Kita Dalam Kasih Kristen). Air mata sukacita sering kali mengalir di pipi seraya mereka menyanyi. Belakangan, seraya jumlah mereka bertambah, mereka tidak lagi berjabatan tangan dan memakan roti tetapi menutup dengan nyanyian dan doa dan, sering kali dengan tepuk tangan panjang untuk mengungkapkan penghargaan mereka.

      Melancarkan Kampanye Sedunia untuk Pemberitaan Kerajaan

      Kebaktian besar pertama setelah Perang Dunia I diadakan di Cedar Point, Ohio (di Danau Erie, 96 kilometer sebelah barat Cleveland), dari tanggal 1 hingga 8 September 1919. Setelah kematian Saudara Russell, beberapa orang yang telah bergabung dengan organisasi, dan menonjol, meninggalkan kebenaran. Saudara-saudara mengalami ujian berat. Pada awal tahun 1919 presiden Lembaga dan rekan-rekannya dibebaskan dari pemenjaraan mereka yang tidak adil. Maka ada antisipasi yang bersemangat. Walaupun hadirin pada hari pertama agak sedikit, namun beberapa waktu kemudian semakin banyak delegasi yang datang dengan kereta-kereta api khusus. Maka hotel-hotel yang telah menawarkan untuk menampung para delegasi dibanjiri tamu. R. J. Martin dan A. H. Macmillan (kedua orang ini termasuk dalam kelompok yang baru saja dibebaskan dari penjara) menawarkan diri untuk membantu. Mereka bekerja membagikan kamar-kamar hingga lewat tengah malam, dan Saudara Rutherford dan banyak saudara lain merasa senang melayani sebagai pegawai hotel, membawa kopor-kopor dan mengantar saudara-saudara ke kamar mereka. Ada semangat kegairahan yang menular di antara mereka semua.

      Sekitar 2.500 orang diharapkan hadir. Akan tetapi, dalam segala hal, kebaktian itu terbukti menjadi lebih daripada yang telah diantisipasikan. Sampai hari kedua, auditorium telah penuh sesak dan ruangan-ruangan lain digunakan. Ketika itu ternyata tidak mencukupi, acara dipindahkan ke luar gedung ke suatu daerah dengan rumpun pohon-pohon yang menyenangkan. Sekitar 6.000 Siswa-Siswa Alkitab dari Amerika Serikat dan Kanada hadir.

      Pada khotbah utama hari Minggu, sedikitnya 1.000 orang dari kalangan masyarakat juga datang, sehingga jumlah hadirin bertambah menjadi genap 7.000, dan kepada mereka pembicara berkhotbah di udara terbuka tanpa bantuan mikrofon atau sistem pengeras suara apa pun. Dalam khotbah itu, ”Harapan Bagi Umat Manusia yang Menderita”, J. F. Rutherford menjelaskan bahwa Kerajaan Mesianik Allah adalah jalan keluar bagi problem-problem umat manusia, dan ia juga memperlihatkan bahwa Liga Bangsa-Bangsa (pada waktu itu baru didirikan dan sudah didukung oleh para pemimpin agama) sama sekali bukan pernyataan politik dari Kerajaan Allah. Surat kabar Sandusky Register (surat kabar setempat) memuat laporan yang panjang tentang khotbah umum itu, maupun suatu ringkasan dari kegiatan Siswa-Siswa Alkitab. Salinan-salinan dari surat kabar itu dikirim untuk dimuat dalam surat-surat kabar di seluruh Amerika Serikat dan Kanada. Namun ada sesuatu yang lebih penting daripada publisitas yang ditimbulkan oleh kebaktian ini.

      Klimaks sesungguhnya dari seluruh kebaktian ini adalah ”Pesan Kepada Rekan-Rekan Pekerja”, yang disampaikan oleh Saudara Rutherford, yang belakangan diterbitkan di bawah judul ”Mengumumkan Kerajaan”. Khotbah ini ditujukan kepada Siswa-Siswa Alkitab sendiri. Selama khotbah itu, arti dari huruf-huruf GA yang telah dipajang pada acara kebaktian dan di berbagai lokasi kebaktian ini menjadi jelas. Pengumuman dibuat tentang diterbitkannya sebuah majalah baru yaitu, The Golden Age (Abad Keemasan), untuk digunakan dalam mengarahkan perhatian orang-orang kepada Kerajaan Mesianik. Setelah menguraikan pekerjaan yang perlu dilakukan, Saudara Rutherford berkata kepada para hadirin, ”Pintu kesempatan terbuka di hadapan saudara. Cepatlah masuk. Ingat bahwa seraya saudara maju dalam pekerjaan ini, saudara tidak semata-mata mengajukan permohonan untuk menjadi agen sebuah majalah, tetapi saudara adalah duta dari Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan, mengumumkan kepada orang-orang dengan cara yang berwibawa ini tentang datangnya Abad Keemasan, kerajaan yang mulia dari Tuhan dan Majikan kita, yang telah diharapkan dan didoakan selama berabad-abad oleh umat Kristen sejati.” (Lihat Wahyu 3:8.) Ketika pembicara bertanya berapa banyak yang berhasrat untuk ikut dalam pekerjaan itu, tanggapan yang antusias sungguh menggugah untuk diamati. Secara serentak, hadirin sebanyak 6.000 orang, bangkit berdiri. Hingga tahun berikutnya, lebih dari 10.000 orang ikut serta dalam dinas pengabaran. Kebaktian itu secara keseluruhan mempunyai pengaruh yang mempersatukan dan menguatkan bagi mereka yang hadir.

      Tiga tahun kemudian, pada tahun 1922, kebaktian lain yang patut dikenang diadakan di Cedar Point. Ini adalah acara selama sembilan hari, dari tanggal 5 hingga 13 September. Selain delegasi dari Amerika Serikat dan Kanada, beberapa datang dari Eropa. Pertemuan-pertemuan diadakan dalam sepuluh bahasa. Rata-rata hadirin tiap hari sekitar 10.000 orang; dan sewaktu khotbah ”Jutaan orang yang Sekarang Hidup Tidak Akan Pernah Mati”, disampaikan, begitu banyak dari kalangan masyarakat ada di antara hadirin sehingga jumlahnya menjadi hampir dua kali lipat.

      Siswa-Siswa Alkitab tidak berkumpul pada kebaktian ini dengan pikiran bahwa mereka sedang merencanakan pekerjaan di bumi ini yang akan diperpanjang sampai beberapa dekade di masa depan. Sesungguhnya, mereka mengatakan bahwa boleh jadi ini adalah kebaktian umum terakhir mereka sebelum ”penyelamatan gereja . . . ke dalam tahap surgawi dari kerajaan Allah, dan sesungguhnya ke dalam kehadiran yang sebenarnya dari Tuhan kita dan Allah kita”. Namun, seberapa singkat pun waktunya, melakukan kehendak Allah adalah perhatian utama mereka. Dengan mengingat hal itu, pada hari Jumat, 8 September, Saudara Rutherford menyampaikan khotbah ”Kerajaan” yang selalu dikenang.

      Sebelum peristiwa ini, spanduk-spanduk besar bertuliskan huruf-huruf ADV digantung di berbagai bagian dari lapangan. Selama khotbah tersebut, arti dari huruf-huruf itu menjadi jelas ketika pembicara mendesak, ”Jadilah saksi-saksi yang setia dan benar bagi Tuhan. Majulah dalam pertempuran sampai semua sisa Babel hancur lebur. Umumkan berita ini ke mana-mana. Dunia harus tahu bahwa Yehuwa adalah Allah dan bahwa Yesus Kristus adalah Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan. Inilah hari yang paling penting. Lihat sang Raja memerintah! Kalian adalah pemberita-pemberitanya. Karena itu umumkan, umumkan, umumkan, Raja dan kerajaannya.” Pada saat itu, sebuah spanduk yang besar, panjangnya 11 meter, dibentangkan di hadapan hadirin. Padanya tertulis slogan yang membangkitkan semangat ”Umumkan [Inggris: ”Advertise”, disingkat ADV”] Raja dan Kerajaan”. Itu adalah saat yang dramatis. Hadirin bertepuk tangan dengan penuh semangat. Saudara Pfannebecker yang sudah lanjut usia, dalam orkes kebaktian, melambaikan biolanya tinggi-tinggi dan berkata dengan suara keras dengan logat Jermannya yang kental, ”Ah, ya! Dan sekarang kita akan melakukannya, bukan?” Dan mereka memang melakukannya.

      Empat hari kemudian, seraya kebaktian masih berjalan, Saudara Rutherford secara pribadi ikut dengan beberapa peserta kebaktian lain dalam pekerjaan pemberitaan Kerajaan dari rumah ke rumah di kawasan 72 kilometer dari lokasi kebaktian. Ini tidak berhenti sampai di situ. Pekerjaan pengabaran Kerajaan telah mendapat dorongan yang kuat yang akan mencapai seluruh bumi. Pada tahun itu, lebih dari 17.000 pekerja yang bergairah di 58 negeri ikut memberikan kesaksian. Beberapa dekade setelah itu, George Gangas, yang hadir di kebaktian dan yang belakangan menjadi anggota Badan Pimpinan, berkata mengenai acara di Cedar Point itu, ”Ini adalah sesuatu yang tertulis dalam pikiran dan hati saya tanpa dapat dihapus lagi, yang tidak akan pernah dilupakan selama hidup saya.”

      Tonggak-Tonggak Bersejarah Dalam Pertumbuhan Rohani

      Semua kebaktian merupakan saat-saat penyegaran dan pengajaran dalam Firman Allah. Akan tetapi beberapa di antaranya telah diingat selama berpuluh-puluh tahun sebagai tonggak bersejarah rohani.

      Tujuh dari kebaktian-kebaktian ini berlangsung, berturut-turut setiap tahun, dari tahun 1922 sampai 1928, di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris. Satu alasan kebaktian-kebaktian ini begitu penting adalah disampaikannya resolusi-resolusi yang sangat ampuh yang disetujui, ketujuhnya tertera dalam kotak pada halaman berikut. Walaupun jumlah Saksi-Saksi relatif sedikit, mereka menyebarkan sebanyak 45 juta eksemplar untuk setiap resolusi, dan 50 juta eksemplar untuk resolusi lain, dalam banyak bahasa di seluruh dunia. Beberapa disiarkan melalui pemancar-pemancar radio internasional. Maka, suatu kesaksian yang luar biasa telah diberikan.

      Kebaktian lain yang juga bersejarah diselenggarakan di Columbus, Ohio, pada tahun 1931. Pada hari Minggu, 26 Juli, setelah mendengarkan argumen dari Alkitab, Siswa-Siswa Alkitab menerima sebuah nama baru—Saksi-Saksi Yehuwa. Betapa cocok! Inilah nama yang mengarahkan perhatian utama kepada sang Pencipta sendiri dan yang dengan jelas menunjukkan tanggung jawab dari mereka yang menyembah-Nya. (Yes. 43:10-12) Dengan menerima nama itu, saudara-saudara dikuatkan untuk menjadi pemberita-pemberita nama dan kerajaan Allah yang lebih bergairah daripada sebelumnya. Sebagaimana dinyatakan sebuah surat yang ditulis pada tahun itu oleh seorang Saksi dari Denmark, ”Oh, benar-benar nama yang hebat, Saksi-Saksi Yehuwa, ya, semoga kita semua benar-benar demikian.”

      Pada tahun 1935, suatu kebaktian lain yang patut dikenang diselenggarakan, di Washington, DC. Pada hari kedua kebaktian itu, Jumat, 31 Mei, Saudara Rutherford membahas tentang perhimpunan besar, atau kumpulan besar, yang disebutkan di Wahyu 7:9-17. Selama lebih dari setengah abad, Siswa-Siswa Alkitab telah mencoba tanpa hasil untuk mengetahui siapa kelompok itu dengan tepat. Sekarang, pada waktu yang Yehuwa tentukan, mengingat peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi, ditunjukkan bahwa mereka ini adalah orang-orang yang memiliki prospek hidup selama-lamanya di bumi ini. Pengertian ini memberi arti penting yang menyegarkan bagi pekerjaan penginjilan dan menjelaskan berdasarkan Alkitab suatu perubahan besar yang pada waktu itu baru saja mulai diadakan dalam susunan organisasi Saksi-Saksi Yehuwa zaman modern.

      Kebaktian di St. Louis, Missouri, pada tahun 1941 diingat oleh banyak orang yang hadir pada khotbah hari pembukaan yang berjudul ”Integritas”, yang dalam khotbah itu Saudara Rutherford memusatkan perhatian kepada sengketa besar yang dihadapi semua mahkluk ciptaan yang cerdas. Sejak khotbah ”Penguasa Bagi Orang-Orang”, pada tahun 1928, sengketa-sengketa yang ditimbulkan oleh pemberontakan Setan telah berulang kali mendapat perhatian. Akan tetapi, sekarang ditunjukkan bahwa ”sengketa utama yang diajukan oleh tantangan yang bersifat menentang Setan dulu dan sekarang adalah mengenai KEDAULATAN UNIVERSAL”. Pengertian akan sengketa itu dan pentingnya memelihara integritas kepada Yehuwa sebagai Penguasa Universal telah menjadi faktor motivasi yang kuat dalam kehidupan hamba-hamba Yehuwa.

      Di tengah berkecamuknya Perang Dunia II, pada tahun 1942, ketika beberapa orang bertanya-tanya apakah pekerjaan pengabaran mungkin sudah hampir selesai, khotbah umum di kebaktian yang disampaikan oleh N. H. Knorr, presiden Lembaga Menara Pengawal yang baru diangkat, ialah ”Perdamaian—Dapatkah Itu Bertahan Lama?” Penjelasan dalam khotbah itu tentang ”binatang buas merah ungu” simbolis dari Wahyu pasal 17 telah membuka pandangan Saksi-Saksi Yehuwa akan suatu masa setelah Perang Dunia II yang akan memberi kesempatan untuk menuntun lebih banyak orang lagi menuju Kerajaan Allah. Hal ini memberikan dorongan kepada suatu kampanye sedunia yang selama bertahun-tahun telah menjangkau lebih dari 235 negeri dan yang masih belum selesai.

      Sebuah tonggak bersejarah lain dicapai selama kebaktian di Yankee Stadium di New York pada tanggal 2 Agustus 1950. Pada kesempatan itu, hadirin begitu takjub dan sangat gembira saat pertama kali menerima New World Translation of the Christian Greek Scriptures (Kitab-Kitab Yunani Kristen Terjemahan Dunia Baru). Bagian-bagian lain dari New World Translation diterbitkan secara bertahap selama dekade berikutnya. Terjemahan Alkitab dalam bahasa modern ini mengembalikan nama pribadi Allah ke tempatnya yang benar dalam Firman-Nya. Kemurnian terjemahan itu seperti yang terdapat dalam bahasa-bahasa asli Alkitab telah menjadi suatu aset yang luar biasa bagi Saksi-Saksi Yehuwa dalam penelitian mereka sendiri akan Alkitab maupun dalam pekerjaan penginjilan mereka.

      Sehari sebelum hari terakhir kebaktian itu, F. W. Franz, wakil presiden Lembaga Menara Pengawal saat itu, memberikan khotbah kepada hadirin mengenai ”Sistem Perkara Baru”. Selama bertahun-tahun Saksi-Saksi Yehuwa telah mempercayai bahwa bahkan sebelum Armagedon beberapa hamba Yehuwa pra-Kristen akan dibangkitkan dari antara orang-orang mati untuk menjadi pangeran-pangeran dari dunia baru, sebagai penggenapan dari Mazmur 45:17. Maka, saudara dapat membayangkan pengaruhnya atas hadirin yang banyak itu ketika pembicara bertanya, ”Apakah saudara-saudara dalam kebaktian internasional ini berbahagia untuk mengetahui bahwa di sini, pada sore ini, di tengah-tengah kita, ada sejumlah calon pangeran dari bumi baru?” Ada tepuk tangan yang panjang dan bergemuruh disertai seruan sukacita. Kemudian sang pembicara memperlihatkan bahwa digunakannya istilah yang diterjemahkan ”pangeran” dalam Alkitab serta adanya catatan kesetiaan banyak orang dari ”domba-domba lain” zaman modern membuat mereka percaya bahwa beberapa yang hidup sekarang dapat saja dipilih oleh Yesus Kristus untuk dinas sebagai pangeran. Akan tetapi, ia juga menunjukkan bahwa tidak akan ada pemberian gelar-gelar kepada orang-orang yang dipercayakan dinas demikian. Sebagai penutup khotbahnya, ia mendesak, ”Maka, majulah dengan mantap, kita semua bersama-sama, sebagai masyarakat Dunia Baru!”

      Ada banyak khotbah penting lain yang disampaikan pada kebaktian-kebaktian Saksi-Saksi Yehuwa: Pada tahun 1953, ”Masyarakat Dunia Baru Diserang dari Ujung Utara” merupakan penjelasan yang memukau tentang pengertian serangan Gog dari Magog sebagaimana digambarkan dalam Yehezkiel pasal 38 dan 39. Pada tahun itu juga, khotbah ”Memenuhi Rumah Dengan Kemuliaan” membuat mereka yang mendengarnya merasa tergetar seraya melihat di hadapan mata mereka sendiri bukti yang nyata atas penggenapan janji Yehuwa di Hagai 2:7, (NW) untuk membawa barang-barang berharga, barang yang indah-indah, dari segala bangsa masuk ke dalam rumah Yehuwa.

      Akan tetapi, kebaktian yang paling menonjol pada zaman modern diadakan di New York pada tahun 1958, ketika lebih dari seperempat juta orang membanjiri fasilitas terbesar yang ada untuk mendengarkan khotbah ”Kerajaan Allah Memerintah—Apakah Kesudahan Dunia Sudah Dekat?” Delegasi-delegasi hadir dari 123 negeri, dan laporan-laporan mereka yang diberikan kepada hadirin kebaktian membantu menguatkan ikatan persaudaraan internasional. Guna menyumbang kepada pertumbuhan rohani dari mereka yang hadir dan untuk mereka gunakan dalam mengajar orang-orang lain, publikasi-publikasi dalam 54 bahasa diperkenalkan pada kebaktian yang luar biasa itu.

      Pada tahun 1962, serangkaian khotbah dengan tema ”Ketundukan kepada Kalangan Berwenang yang Lebih Tinggi” memperbaiki pengertian yang telah dimiliki Saksi-Saksi berkenaan arti dari Roma 13:1-7. Pada tahun 1964, ”Melewati Kematian Menuju Kehidupan” dan ”Keluar dari Kuburan Kepada Kebangkitan” meluaskan penghargaan mereka akan belas kasihan Yehuwa yang besar sebagaimana nyata dalam persediaan akan kebangkitan. Dan banyak, banyak hal penting lain dari kebaktian tersebut dapat disebutkan.

      Setiap tahun puluhan ribu, ya, ratusan ribu, orang baru hadir pada kebaktian-kebaktian. Walaupun informasi yang dipersembahkan tidak selalu baru bagi organisasi secara keseluruhan, hal ini sering kali membuka suatu pengertian kepada para pendatang baru akan kehendak ilahi yang sungguh menggetarkan hati mereka. Mereka dapat mengerti dan tergerak untuk meraih kesempatan melayani yang akan mengubah seluruh haluan hidup mereka.

      Pada banyak kebaktian, perhatian sering dipusatkan pada pengertian akan kitab-kitab tertentu dalam Alkitab. Sebagai contoh, pada tahun 1958 dan sekali lagi tahun 1977, buku-buku berjilid telah diperkenalkan yang khusus membahas nubuat-nubuat yang dicatat oleh nabi Daniel sehubungan dengan maksud-tujuan Allah untuk mewujudkan satu pemerintahan dunia dengan Kristus sebagai Raja. Pada tahun 1971, perhatian diberikan pada buku Yehezkiel, dengan menandaskan pernyataan ilahi, ”Bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah [Yehuwa]”. (Yeh. 36:23) Pada tahun 1972, nubuat-nubuat yang dicatat oleh Zakharia dan Hagai diamati dengan terperinci. Pada tahun 1963, 1969, dan 1988, ada pembahasan yang panjang mengenai nubuat-nubuat Wahyu yang menggetarkan, yang dengan gamblang menubuatkan kejatuhan Babel Besar dan datangnya langit baru dan bumi baru Allah yang mulia.

      Kebaktian-kebaktian ini menandaskan berbagai tema—Pertambahan Teokrasi, Ibadat yang Bersih, Para Penyembah yang Bersatu, Pelayan-Pelayan yang Berani, Buah-Buah Roh, Menjadikan Murid, Kabar Baik untuk Segala Bangsa, Nama Ilahi, Kedaulatan Ilahi, Dinas Suci, Iman yang Berkemenangan, Loyalitas Kerajaan, Para Pemelihara Integritas, Percaya Kepada Yehuwa, Pengabdian Ilahi, Para Pembawa Terang dan banyak lagi. Setiap kebaktian ini telah menyumbang kepada pertumbuhan rohani organisasi dan mereka yang tergabung.

      Pendorong Bagi Pekerjaan Penginjilan

      Kebaktian-kebaktian besar, maupun kecil, telah menjadi sumber anjuran yang besar sehubungan dengan pemberitaan kabar baik. Khotbah-khotbah dan pertunjukan-pertunjukan telah menjadi pengajaran yang praktis. Dalam acara kebaktian selalu ada pengalaman-pengalaman dalam dinas pengabaran maupun yang diceritakan oleh orang-orang yang belum lama telah dibantu untuk belajar kebenaran Alkitab. Selain itu, terjun langsung ke dinas pengabaran yang dijadwalkan pada waktu kebaktian-kebaktian selama bertahun-tahun sangatlah bermanfaat. Ini merupakan kesaksian yang bagus di kota kebaktian dan merupakan sumber anjuran besar bagi Saksi-Saksi itu sendiri.

      Dinas pengabaran menjadi bagian dari kegiatan kebaktian yang dijadwalkan di Winnipeg, Manitoba, Kanada, pada bulan Januari 1922. Ini juga ditonjolkan selama kebaktian umum yang diadakan belakangan pada tahun itu juga di Cedar Point, Ohio. Sejak saat itu, menjadi kebiasaan tetap bagi para delegasi untuk menyisihkan satu hari, atau beberapa jam dalam satu hari atau beberapa jam selama beberapa hari tertentu, untuk bekerja bersama dalam kegiatan pengabaran di kota kebaktian itu dan di sekitarnya. Di daerah-daerah metropolitan yang besar, hal ini memberi kesempatan kepada orang-orang yang barangkali jarang dihubungi Saksi-Saksi untuk mendengar kabar baik tentang maksud-tujuan Allah dalam memberikan kehidupan kekal kepada para pencinta keadilbenaran.

      Di Denmark, hari-hari dinas semacam itu pertama kali diselenggarakan di suatu kebaktian pada tahun 1925, ketika 400 sampai 500 orang bertemu di Nørrevold. Dari 275 orang yang ambil bagian dalam dinas pengabaran di kebaktian itu, banyak yang baru pertama kali mengikutinya. Beberapa orang merasa ragu-ragu. Namun, setelah mereka mencobanya, mereka menjadi penginjil-penginjil yang bergairah di daerah tempat tinggal mereka sendiri. Setelah kebaktian itu dan sampai akhir Perang Dunia II, banyak kebaktian dinas satu hari diadakan di Denmark, dan saudara-saudara dari kota-kota sekitarnya diundang. Jelas sekali bahwa kegairahan meningkat seraya mereka secara terpadu ikut dalam pelayanan dan kemudian bertemu untuk mendengarkan khotbah-khotbah. Kebaktian-kebaktian dinas serupa—tetapi yang lamanya dua hari—diadakan di Inggris dan Amerika Serikat.

      Pada kebaktian-kebaktian yang lebih besar, kegiatan pengabaran dari para delegasi sering kali mencakup bagian yang lebih luas. Dimulai pada tahun 1936, khotbah umum kebaktian diiklankan melalui pawai yang tertib dari Saksi-Saksi yang mengenakan plakat-plakat dan membagikan selebaran-selebaran. (Plakat-plakat itu pada mulanya disebut sebagai ”papan sandwich” karena mereka mengenakan satu papan di depan dan satu papan di belakang.) Kadang-kadang, seribu atau lebih Saksi-Saksi berpartisipasi dalam pawai semacam itu pada kebaktian tertentu. Yang lain ambil bagian dalam kunjungan dari rumah ke rumah yang lazim dilakukan, mengundang semua untuk datang dan mendengarkan acara. Adalah sangat menganjurkan bagi Saksi-Saksi secara perorangan untuk bekerja bersama yang lain dan melihat ratusan, bahkan ribuan Saksi-Saksi lain ikut dalam pelayanan bersama mereka. Pada waktu yang sama, masyarakat umum dalam radius tertentu mengetahui bahwa Saksi-Saksi Yehuwa sedang berkunjung ke kota itu; orang-orang memiliki kesempatan untuk mendengarkan sendiri apa yang Saksi-Saksi ajarkan dan mengamati langsung tingkah laku mereka.

      Khotbah-khotbah yang disampaikan pada kebaktian-kebaktian ini sering kali didengarkan oleh jauh lebih banyak daripada hadirin yang terlihat. Ketika Saudara Rutherford, pada sebuah kebaktian di Toronto, Kanada, tahun 1927, menyampaikan khotbah ”Kemerdekaan Bagi Bangsa-Bangsa”, khotbah ini disiarkan oleh suatu rangkaian bersejarah dari 53 stasiun pemancar kepada banyak sekali pendengar radio internasional. Tahun berikutnya, dari Detroit, Michigan (AS), khotbah ”Penguasa Bagi Orang-Orang” disiarkan oleh stasiun-stasiun radio yang jumlahnya dua kali lebih banyak, dan radio gelombang pendek membawanya kepada para pendengar yang ada di tempat-tempat yang jauh seperti Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan.

      Pada tahun 1931, jaringan-jaringan radio utama menolak untuk bekerja sama dalam rencana menyiarkan sebuah khotbah kebaktian oleh Saudara Rutherford; maka Lembaga Menara Pengawal, bekerja sama dengan Perusahaan Telepon dan Telegraf Amerika, mengupayakan jaringannya sendiri yang terdiri dari 163 stasiun, termasuk jaringan telekomunikasi terbesar yang pernah mengudara, untuk menyiarkan berita ”Kerajaan, Harapan Dunia Ini”. Selain itu, lebih dari 300 stasiun lain di banyak bagian dari dunia menyiarkan acara ini dengan menggunakan rekaman gramofon.

      Selama kebaktian di Washington, DC, pada tahun 1935, Saudara Rutherford berbicara tentang pokok ”Pemerintahan”, dengan tandas menarik perhatian kepada kenyataan bahwa Kerajaan Yehuwa di bawah Kristus akan segera menggantikan semua pemerintahan manusia. Lebih dari 20.000 orang di Auditorium Washington mendengarkannya. Khotbah ini diteruskan oleh saluran radio dan telepon ke seluruh dunia, yang menjangkau Amerika Tengah dan Selatan, Eropa, Afrika Selatan, kepulauan Pasifik, dan negeri-negeri Timur. Mereka yang mendengarkan khotbah itu dengan cara ini dapat mencapai jumlah jutaan. Dua surat kabar terkemuka di Washington melanggar kontrak mereka untuk mempublikasikan khotbah tersebut. Namun mobil-mobil dengan pengeras suara disebarkan oleh saudara-saudara ke 3 lokasi di kota itu dan 40 tempat lain di sekitar Washington, dan dari mobil-mobil ini, khotbah tersebut kembali disiarkan kepada lebih banyak pendengar yang diperkirakan berjumlah 120.000 orang.

      Lalu, pada tahun 1938, dari Royal Albert Hall, di London, Inggris, khotbah yang terus terang berjudul ”Hadapi Kenyataan” disampaikan kepada kira-kira 50 kota kebaktian di seluruh dunia, dengan total hadirin kira-kira 200.000 orang. Selain itu, banyak sekali pendengar radio mendengarkan khotbah tersebut.

      Jadi, walaupun jumlah Saksi-Saksi Yehuwa relatif sedikit, kebaktian-kebaktian mereka memainkan peranan penting dalam mengabarkan berita Kerajaan kepada umum.

      Kebaktian-Kebaktian di Eropa Pascaperang

      Bagi mereka yang hadir, kebaktian-kebaktian tertentu tampil lebih menonjol daripada yang lainnya. Hal ini benar sehubungan dengan kebaktian-kebaktian di Eropa segera setelah Perang Dunia II.

      Satu kebaktian semacam ini diadakan di Amsterdam, Belanda, pada tanggal 5 Agustus 1945, kurang dari empat bulan setelah Saksi-Saksi dibebaskan dari kamp-kamp konsentrasi Jerman. Kira-kira 2.500 delegasi diharapkan datang; 2.000 dari mereka memerlukan pemondokan. Guna memenuhi kebutuhan tempat untuk tidur, Saksi-Saksi setempat menebarkan tikar di atas lantai rumah-rumah mereka. Dari segenap penjuru, para delegasi datang dengan segala sarana yang mungkin—dengan perahu, dengan truk, bersepeda, dan ada yang menumpang kendaraan yang lewat.

      Pada kebaktian itu mereka tertawa dan menangis, mereka bernyanyi, dan bersyukur kepada Yehuwa atas kebaikan-Nya. Sebagaimana dikatakan oleh seorang yang hadir, ”Apa yang mereka alami benar-benar suatu sukacita yang tak terkatakan sehubungan dengan organisasi teokratis yang baru saja dibebaskan dari belenggu!” Sebelum perang, terdapat kurang dari 500 Saksi di Belanda; sejumlah 426 ditahan dan dipenjarakan; 117 meninggal sebagai akibat langsung dari penganiayaan. Betapa bersukacitanya ketika di kebaktian itu, beberapa orang bertemu dengan orang-orang yang mereka kasihi yang mereka kira telah mati! Yang lain mencucurkan air mata karena tidak menemukan orang yang mereka cari. Pada sore itu, 4.000 orang dengan penuh perhatian mendengarkan khotbah umum yang menerangkan alasan Saksi-Saksi Yehuwa menjadi objek penganiayaan kejam demikian. Tidak soal penderitaan apa yang telah mereka alami, mereka siap diorganisasi untuk maju dengan pekerjaan yang Allah berikan kepada mereka.

      Pada tahun berikutnya, 1946, saudara-saudara di Jerman mengatur sebuah kebaktian di Nuremberg. Mereka diizinkan untuk menggunakan Zeppelinwiese, bekas lapangan parade masa Hitler dulu. Pada hari kedua dari kebaktian itu, Erich Frost, yang telah merasakan sendiri kebrutalan Gestapo dan telah mendekam selama bertahun-tahun dalam sebuah kamp konsentrasi Nazi, menyampaikan khotbah umum ”Umat Kristen Dalam Pengujian”. Masyarakat umum sebanyak 3.000 orang dari Nuremberg bergabung dengan 6.000 Saksi-Saksi yang hadir pada acara ini.

      Hari terakhir dari kebaktian itu ternyata adalah hari diumumkannya vonis pada pengadilan para penjahat perang di Nuremberg. Kalangan berwenang militer menetapkan jam malam untuk hari itu, tetapi setelah perundingan yang lama mereka setuju bahwa mengingat pendirian yang diambil Saksi-Saksi Yehuwa dalam menghadapi perlawanan Nazi, maka tidak tepat untuk menghalangi mereka menyelesaikan kebaktian dengan damai. Maka, pada hari terakhir itu, saudara-saudara berkumpul untuk mendengarkan khotbah yang membangkitkan semangat ”Tidak Takut Walaupun Ada Persekongkolan Dunia”.

      Mereka melihat tangan Yehuwa dalam apa yang sedang terjadi. Justru pada waktu orang-orang yang mewakili suatu rezim yang telah berupaya memusnahkan mereka sedang dijatuhi hukuman, Saksi-Saksi Yehuwa berkumpul untuk menyembah Yehuwa di tempat Hitler pernah memperlihatkan sebagian dari pertunjukan kekuatan Nazinya yang paling spektakuler. Ketua kebaktian berkata, ”Untuk dapat mengalami hari ini saja, yang hanyalah pertunjukan pendahuluan dari kemenangan umat Allah atas musuh-musuh mereka di perang Armagedon, maka sembilan tahun dalam kamp konsentrasi tidak sia-sia.”

      Kebaktian-Kebaktian Lain yang Patut Dikenang

      Seraya kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa meluas, kebaktian-kebaktian telah diadakan di seputar dunia. Semuanya memiliki corak-corak yang menonjol bagi mereka yang hadir.

      Di Kitwe, Rhodesia Utara (sekarang Zambia), di pusat Copperbelt, suatu kebaktian dijadwalkan akan diadakan selama kunjungan presiden Lembaga Menara Pengawal pada tahun 1952. Lokasinya adalah suatu daerah yang luas di pinggir salah sebuah kamp pertambangan, di tempat yang sekarang dikenal sebagai Chamboli. Puncak sebuah bukit sarang semut yang telah ditinggalkan diratakan, dan sebuah los beratap jerami dibangun di atasnya yang berfungsi sebagai podium. Los-los beratap jerami lain untuk tidur, dengan dua tingkat, terbentang sepanjang 180 meter dari lokasi tempat duduk utama mirip seperti jari-jari sebuah roda. Pria-pria dan anak-anak lelaki tidur di beberapa los; wanita dan anak-anak perempuan di los-los lain. Beberapa delegasi telah mengadakan perjalanan selama dua minggu dengan sepeda untuk dapat hadir. Yang lain berjalan kaki berhari-hari dan menyelesaikan perjalanan dengan sebuah bus yang primitif.

      Selama acara, hadirin benar-benar penuh perhatian, walaupun hanya duduk di atas bangku-bangku bambu yang keras di udara terbuka. Mereka datang untuk mendengarkan, dan mereka tidak ingin kehilangan sepatah kata pun. Nyanyian dari hadirin sejumlah 20.000 memancing air mata haru—luar biasa indah. Tidak ada iringan alat-alat musik, tetapi keharmonisan suaranya sungguh memesona. Tidak hanya pada nyanyian mereka tetapi dalam segala hal, persatuan nyata di antara Saksi-Saksi ini, walaupun mereka berasal dari berbagai latar belakang dan suku.

      Dan dapatkah saudara bayangkan perasaan Saksi-Saksi Yehuwa di Portugal ketika setelah perjuangan selama hampir 50 tahun untuk mendapatkan kebebasan beribadat, Saksi-Saksi di sana memperoleh pengakuan resmi pada tanggal 18 Desember 1974. Pada waktu itu jumlah mereka kira-kira hanya 14.000 orang. Hanya beberapa hari setelahnya, 7.586 dari mereka memenuhi gedung olahraga di Porto. Hari berikutnya, 39.284 orang lainnya membanjiri sebuah stadion sepak bola di Lisbon. Saudara Knorr dan Franz ada bersama mereka untuk kesempatan yang berbahagia itu, yang tidak akan dilupakan oleh banyak orang.

      Mengorganisasi Pertemuan-Pertemuan Internasional

      Selama kira-kira lebih dari setengah abad, Saksi-Saksi Yehuwa telah mengadakan kebaktian-kebaktian besar di berbagai kota secara serentak di banyak negeri. Perasaan persaudaraan internasional mereka telah ditingkatkan pada kesempatan-kesempatan ini seraya mereka dapat mendengarkan khotbah-khotbah utama yang disampaikan dari satu kota utama.

      Akan tetapi, baru pada tahun 1946, sebuah kebaktian internasional yang besar mengumpulkan delegasi-delegasi dari banyak bagian bumi di satu kota. Ini adalah di Cleveland, Ohio (AS). Walaupun mengadakan perjalanan pada masa pascaperang masih sulit, hadirin mencapai 80.000, termasuk 302 delegasi dari 32 negeri di luar Amerika Serikat. Acara diadakan dalam 20 bahasa. Banyak instruksi praktis disampaikan dengan tujuan memperluas pekerjaan penginjilan. Salah satu acara penting kebaktian adalah khotbah Saudara Knorr tentang masalah-masalah rekonstruksi dan ekspansi. Hadirin bertepuk tangan penuh semangat ketika mereka mendengar rencana untuk memperluas fasilitas-fasilitas percetakan dan kantor di kantor pusat Lembaga, dan juga fasilitas-fasilitas pemancar radio, untuk mendirikan kantor-kantor cabang di negeri-negeri utama di dunia, dan untuk memperluas pekerjaan utusan injil. Segera setelah kebaktian tersebut, perincian disusun supaya Saudara Knorr dan Henschel dapat mengadakan perjalanan keliling dunia guna melaksanakan apa yang telah dibahas.

      Selama tahun-tahun berikutnya, kebaktian-kebaktian yang sungguh bersejarah diadakan di Yankee Stadium di New York City. Pada kebaktian yang pertama, dari 30 Juli hingga 6 Agustus 1950, delegasi-delegasi dari 67 negeri hadir. Laporan singkat yang disampaikan oleh para hamba cabang, utusan injil, dan delegasi lain dimasukkan ke dalam acara. Semua ini memperlihatkan pandangan sekilas yang menggetarkan kepada hadirin kebaktian tentang pekerjaan penginjilan yang hebat yang sedang dilakukan di semua negeri asal mereka. Pada hari terakhir, jumlah hadirin meningkat sampai 123.707 orang untuk acara khotbah ”Dapatkah Saudara Hidup Selama-lamanya Dalam Kebahagiaan di Bumi?” Tema kebaktian ini adalah ”Pertambahan Teokrasi”. Perhatian ditujukan kepada pertambahan jumlah yang besar. Meskipun demikian, sebagai ketua, Grant Suiter, dengan tegas menunjukkan bahwa ini dilakukan bukan untuk menyanjung pemikiran cerdas mana pun dalam organisasi yang kelihatan. Sebaliknya, ia menyatakan, ”Kekuatan jumlah yang baru ini dibaktikan demi kehormatan Yehuwa. Ini memang sepatutnya demikian, dan tidak mungkin lain.”

      Pada tahun 1953, kebaktian lain diadakan di Yankee Stadium, New York. Kali ini hadirin mencapai puncak 165.829 orang. Sebagaimana halnya pada kebaktian pertama di sana, acaranya padat dengan pembahasan tentang nubuat-nubuat Alkitab yang menggetarkan, nasihat praktis tentang cara melaksanakan pemberitaan kabar baik, dan laporan dari banyak negeri. Walaupun acara dimulai sekitar pukul 9.30 pagi, biasanya acara belum berakhir hingga pukul 9.00 atau 9.30 malam. Kebaktian ini menyuguhkan delapan hari penuh pesta rohani yang membawa sukacita.

      Untuk kebaktian mereka yang terbesar, di New York pada tahun 1958, perlu untuk menggunakan bukan hanya Yankee Stadium tetapi juga Polo Grounds yang berdekatan maupun daerah-daerah luberan di luar stadion-stadion itu untuk menampung banyak orang di kebaktian ini. Pada hari terakhir, ketika semua kursi telah ditempati, izin khusus diberikan bahkan untuk menggunakan lapangan pertandingan Yankee Stadium, dan betapa pemandangan yang menggetarkan sewaktu ribuan orang mengalir masuk, melepaskan sepatu mereka, dan duduk di atas rumput! Perhitungan memperlihatkan ada 253.922 yang hadir untuk mendengarkan khotbah umum. Bukti lebih lanjut dari berkat Yehuwa pada pelayanan hamba-hamba-Nya terlihat ketika 7.136 orang pada kebaktian ini melambangkan pembaktian diri mereka dengan baptisan air—lebih dari dua kali lipat jumlah yang dibaptis pada peristiwa bersejarah Pentakosta tahun 33 M, sebagaimana dilaporkan dalam Alkitab!—Kis. 2:41.

      Seluruh pelaksanaan kebaktian-kebaktian ini memberikan bukti mengenai sesuatu yang jauh lebih daripada sekadar organisasi yang efisien. Itu merupakan manifestasi dari roh Allah yang bekerja di antara umat-Nya. Kasih persaudaraan yang didasarkan atas kasih akan Allah nyata di mana-mana. Tidak ada organisator-organisator dengan bayaran tinggi. Setiap departemen diawasi oleh para sukarelawan yang tidak dibayar. Saudara-saudara dan saudari-saudari Kristen, sering kali kelompok-kelompok keluarga, mengurus stan-stan makanan ringan dan minuman. Mereka juga menyiapkan makanan hangat, dan di dalam tenda-tenda besar di luar stadion, mereka melayani para delegasi dengan kecepatan rata-rata seribu orang per menit. Puluhan ribu orang—mereka semua gembira dapat ikut bekerja—melayani sebagai para pengurus dan menangani semua pembangunan yang diperlukan, memasak dan menyajikan makanan, membersihkan, dan banyak lagi.

      Lebih banyak sukarelawan membaktikan ratusan ribu jam guna memenuhi kebutuhan pemondokan para delegasi. Pada tahun-tahun tertentu, untuk menampung setidaknya sebagian dari para peserta kebaktian, trailer dan lokasi-lokasi perkemahan diorganisasi. Pada tahun 1953 Saksi-Saksi memanen 16 hektare ladang gandum, secara cuma-cuma, untuk seorang petani di New Jersey yang menyewakan tanahnya kepada mereka sebagai lokasi trailer-trailer mereka. Fasilitas-fasilitas sanitasi, penerangan, kamar-kamar mandi, ruang-ruang untuk mencuci pakaian, kafetaria, dan kios-kios bahan makanan dibangun untuk memenuhi keperluan suatu populasi sejumlah lebih dari 45.000 orang. Seraya mereka datang untuk menempatinya, sebuah kota muncul dalam semalam. Ribuan lagi ditampung di hotel-hotel dan rumah-rumah pribadi di dalam dan sekitar New York. Ini benar-benar pekerjaan raksasa. Dengan berkat Yehuwa, semuanya dilaksanakan dengan sukses.

      Kebaktian-kebaktian yang Bergerak

      Anggota-anggota dari persaudaraan internasional ini sangat berminat akan rekan-rekan Saksi di negeri-negeri lain. Karena itu, mereka menggunakan kesempatan untuk menghadiri kebaktian-kebaktian di luar negeri.

      Pada kebaktian pertama dari rangkaian Kebaktian Ibadat yang Bersih yang berlangsung di Wembley Stadium, London, Inggris, pada tahun 1951, Saksi-Saksi dari 40 negeri hadir. Acaranya menekankan segi praktis dari ibadat sejati dan cara menjadikan pelayanan sebagai karier dalam hidup seseorang. Dari Inggris, banyak Saksi mengadakan perjalanan ke Benua Eropa, tempat sembilan kebaktian lainnya diadakan selama dua bulan berikutnya. Yang paling besar dari semua ini ada di Frankfurt am Main, Jerman, dan di sana 47.432 orang hadir dari 24 negeri. Kehangatan saudara-saudara ditunjukkan pada penutup acara ketika orkes dimulai dan saudara-saudara dari Jerman dengan spontan segera menyanyikan lagu perpisahan yang memuji Allah karena rekan Saksi-Saksi telah datang dari luar negeri untuk bergabung bersama mereka. Saputangan dilambai-lambaikan dan ratusan orang berkelompok melintasi lapangan, untuk mengungkapkan penghargaan pribadi atas pesta teokratis yang besar ini.

      Pada tahun 1955, lebih banyak Saksi mengatur untuk mengunjungi saudara-saudara Kristen mereka di luar negeri pada waktu kebaktian. Dengan dua kapal yang dicarter (masing-masing dengan 700 penumpang) dan 42 pesawat terbang yang dicarter, delegasi-delegasi dari Amerika Serikat dan Kanada pergi ke Eropa. Edisi Eropa dari surat kabar The Stars and Stripes, yang diterbitkan di Jerman, menggambarkan arus datangnya Saksi-Saksi sebagai ”pergerakan massa yang mungkin paling besar dari orang-orang Amerika melalui Eropa sejak serangan Sekutu selama Perang Dunia II.” Delegasi-delegasi lain datang dari Amerika Tengah dan Selatan, Asia, Afrika, dan Australia. Sekalipun ada upaya dari para pemimpin agama Susunan Kristen untuk mencegah Saksi-Saksi mengadakan kebaktian mereka di Roma dan Nuremberg, dua kebaktian ini dan enam lainnya diselenggarakan di Eropa selama musim panas. Hadirin mencapai antara 4.351 di Roma sampai 107.423 di Nuremberg. Kelompok lain sebanyak 17.729 orang berkumpul di Waldbühne tempat yang pada waktu itu disebut Berlin Barat, yang dapat dicapai dengan risiko yang lebih kecil oleh saudara-saudara dari zona Timur pada zaman itu. Banyak dari mereka pernah dipenjara karena iman atau memiliki anggota-anggota keluarga yang pada waktu itu ada di penjara, tetapi mereka tetap teguh dalam iman. Betapa cocok tema kebaktian itu—”Kerajaan yang Berkemenangan”!

      Walaupun sudah ada banyak kebaktian internasional, apa yang terjadi pada tahun 1963 adalah yang pertama kalinya. Ini adalah kebaktian keliling dunia. Dimulai di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat, kebaktian ini bergerak ke New York; selanjutnya, ke empat kota utama di Eropa; melalui Timur Tengah; ke India, Birma (sekarang Myanmar), Thailand, Hong Kong, Singapura, Filipina, Indonesia, Australia, Taiwan, Jepang, Selandia Baru, Fiji, Republik Korea, dan Hawaii; dan kembali ke benua Amerika Utara. Seluruhnya, delegasi dari 161 negeri hadir. Total hadirin melebihi 580.000. Ada 583 orang, dari kira-kira 20 negeri, yang mengikuti rute kebaktian ini, pergi dari satu negeri ke negeri lain, mengelilingi bumi. Tur-tur khusus memungkinkan mereka melihat tempat-tempat yang menarik secara keagamaan, dan mereka juga ikut dengan saudara-saudara dan saudari-saudari setempat dalam pelayanan dari rumah ke rumah. Orang-orang yang mengadakan perjalanan ini membayar sendiri ongkos-ongkos mereka.

      Delegasi dari Amerika Latin selalu hadir dalam kebanyakan kebaktian internasional. Namun pada tahun 1966-67, giliran merekalah untuk menjadi tuan rumah kebaktian. Mereka yang hadir tidak akan pernah melupakan drama yang menampilkan kisah Alkitab tentang Yeremia dan yang membantu setiap orang menghargai maknanya bagi zaman kita.a Ikatan kasih Kristen diperkuat seraya para pengunjung menyaksikan sendiri apa yang melatarbelakangi kampanye besar pendidikan Alkitab yang sedang dilaksanakan di Amerika Latin. Mereka sangat terharu oleh iman yang kuat dari rekan-rekan seiman, banyak di antaranya telah mengatasi hambatan-hambatan yang tampaknya tak teratasi—perlawanan keluarga, banjir, kehilangan harta milik—untuk dapat hadir. Mereka sangat dianjurkan oleh pengalaman-pengalaman demikian seperti dari seorang saudari perintis istimewa yang lemah secara fisik dari Uruguay yang diwawancarai dan bersamanya di podium ada sebanyak 80 orang yang telah ia bantu untuk maju sampai pada taraf pembaptisan Kristen! (Hingga tahun 1992, ia telah membantu 105 orang sampai pada taraf pembaptisan. Ia masih lemah secara fisik dan masih melayani sebagai perintis istimewa!) Betapa menghangatkan hati pula untuk bertemu dengan para utusan injil dari kelas-kelas Gilead paling awal yang masih bekerja dalam penugasan-penugasan mereka! Kebaktian-kebaktian tersebut adalah pendorong yang bagus bagi pekerjaan yang sedang dilakukan di belahan dunia sana. Di banyak negeri itu sekarang, para pemuji Yehuwa berjumlah 10, 15, atau bahkan 20 kali lipat lebih banyak dibandingkan pada waktu itu.

      Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1970-71, Saksi-Saksi dari negeri-negeri lain dapat bergaul dengan saudara-saudara mereka pada kebaktian-kebaktian internasional yang diadakan di Afrika. Yang paling besar dari kebaktian-kebaktian ini diadakan di Lagos, Nigeria, dan semua fasilitas harus dibangun mulai dari tanah kosong. Untuk melindungi para delegasi dari panas matahari, sebuah kota dari bambu dibangun—tempat-tempat duduk, tempat-tempat bermalam, kafetaria, dan departemen-departemen lain. Ini membutuhkan 100.000 batang bambu dan 36.000 tikar besar dari anyaman lalang—semuanya dipersiapkan oleh saudara-saudara dan saudari-saudari. Acara disampaikan dalam 17 bahasa secara serentak. Hadirin mencapai 121.128 orang, dan 3.775 Saksi-Saksi baru, dibaptis. Berbagai golongan suku diwakili, dan banyak dari mereka yang hadir adalah orang-orang yang dulu sering berperang satu sama lain. Namun sekarang, betapa bersukacitanya untuk melihat mereka bersatu dalam ikatan persaudaraan Kristen yang sejati!

      Setelah kebaktian itu, beberapa delegasi asing mengadakan perjalanan dengan bus ke Igboland untuk melihat daerah yang mengalami kerusakan paling parah akibat perang saudara yang baru terjadi. Ini menimbulkan sensasi besar di kota demi kota seraya para pengunjung itu disambut dan dirangkul oleh Saksi-Saksi setempat. Masyarakat bergegas lari ke jalan untuk melihat. Pertunjukan kasih dan persatuan demikian antara kulit hitam dan kulit putih adalah hal yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.

      Di negeri-negeri tertentu, jumlah Saksi-Saksi Yehuwa tidak memungkinkan mereka semua datang berkumpul di satu tempat. Akan tetapi, kadang-kadang, beberapa kebaktian besar diadakan pada waktu yang sama, diikuti dengan kebaktian-kebaktian lain, minggu demi minggu. Pada tahun 1969, persatuan yang dirasakan pada kebaktian-kebaktian yang diadakan dengan cara ini diperkuat oleh kenyataan bahwa beberapa pembicara utama pergi mondar-mandir dengan pesawat terbang dari satu kebaktian ke kebaktian lain, sehingga dapat melayani mereka semua. Pada tahun 1983 dan 1988, persatuan serupa dirasakan ketika sejumlah kebaktian besar yang menggunakan bahasa yang sama dihubungkan satu sama lain, bahkan secara internasional, dengan sambungan telepon untuk khotbah-khotbah utama yang disampaikan oleh anggota-anggota Badan Pimpinan. Akan tetapi, dasar sesungguhnya dari persatuan di kalangan Saksi-Saksi Yehuwa adalah fakta bahwa mereka semua menyembah Yehuwa sebagai satu-satunya Allah yang benar, mereka semua berpegang pada Alkitab sebagai pedoman mereka, mereka semua mengambil manfaat dari program pemberian makanan rohani yang sama, mereka semua memandang kepada Yesus Kristus sebagai Pemimpin mereka, mereka semua berupaya menyatakan buah-buah roh Allah dalam kehidupan mereka, mereka semua menaruh kepercayaan mereka kepada Kerajaan Allah, dan mereka semua ikut membawa kabar baik tentang Kerajaan itu kepada orang-orang lain.

      Diorganisasi untuk Pujian Internasional Kepada Yehuwa

      Saksi-Saksi Yehuwa telah meningkat jumlahnya sampai pada tingkat melebihi jumlah penduduk dari banyak bangsa tertentu. Agar kebaktian-kebaktian mereka dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya, diperlukan banyak perencanaan yang teliti. Akan tetapi, permintaan sederhana yang diterbitkan mengenai tempat-tempat ke mana Saksi-Saksi dari berbagai daerah diharapkan hadir biasanya sudah cukup merupakan jaminan bahwa ada tempat bagi semua. Jika kebaktian-kebaktian internasional direncanakan, sering kali Badan Pimpinan perlu mempertimbangkan bukan hanya jumlah Saksi-Saksi dari negeri-negeri lain yang ingin datang dan dapat menghadirinya tetapi juga besarnya fasilitas kebaktian yang tersedia, jumlah Saksi-Saksi setempat yang akan hadir, dan jumlah pemondokan yang tersedia bagi para delegasi; kemudian angka maksimum dapat diberikan untuk setiap negeri. Hal itulah yang dilakukan pada waktu tiga Kebaktian ”Pengabdian Ilahi” diadakan di Polandia pada tahun 1989.

      Untuk kebaktian-kebaktian itu, kira-kira 90.000 Saksi-Saksi Yehuwa diharapkan datang dari Polandia, selain dari ribuan peminat baru. Banyak juga yang diundang untuk hadir dari Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat. Delegasi-delegasi besar disambut dari Italia, Prancis, dan Jepang. Yang lain-lain datang dari Skandinavia dan Yunani. Sedikitnya ada 37 negeri yang diwakili. Untuk bagian-bagian acara tertentu, khotbah-khotbah dalam bahasa Polandia atau Inggris perlu diterjemahkan ke dalam 16 bahasa lain. Total hadirin ada 166.518 orang.

      Kelompok-kelompok besar Saksi-Saksi pada kebaktian ini datang dari negeri yang pada waktu itu disebut Uni Soviet dan dari Cekoslowakia; kelompok-kelompok yang cukup besar juga hadir dari negeri-negeri Eropa Timur lain. Hotel-hotel dan asrama-asrama sekolah tidak dapat menampung semuanya. Dengan murah hati, Saksi-Saksi Polandia membuka hati mereka dan rumah-rumah mereka, dengan senang membagi apa yang ada pada mereka. Sebuah sidang yang terdiri dari 146 orang menyediakan pemondokan untuk lebih dari 1.200 delegasi. Bagi beberapa orang yang menghadiri kebaktian-kebaktian ini, inilah pertama kalinya mereka berada dalam pertemuan besar umat Yehuwa yang terdiri atas lebih dari 15 atau 20 orang. Hati mereka dipenuhi dengan rasa syukur seraya mereka melihat puluhan ribu orang di stadion-stadion itu, bergabung dengan mereka dalam doa, dan memadukan suara dalam nyanyian untuk memuji Yehuwa. Mereka bergaul bersama sewaktu istirahat antara satu acara ke acara lain, mereka berangkulan dengan hangat, walaupun perbedaan bahasa sering kali menahan mereka untuk mengucapkan dengan kata-kata hal-hal yang ada dalam hati mereka.

      Menjelang akhir kebaktian ini, hati mereka dipenuhi dengan syukur kepada Yehuwa, yang memungkinkan semua ini terjadi. Di Warsawa, setelah kata-kata perpisahan oleh ketua, hadirin meledak dalam tepuk tangan yang tidak putus-putusnya setidaknya selama sepuluh menit. Setelah nyanyian dan doa terakhir, tepuk tangan dilanjutkan, dan hadirin tinggal berlama-lama di tribun. Mereka telah menantikan peristiwa ini selama bertahun-tahun, dan mereka tidak ingin ini berakhir.

      Pada tahun berikutnya, 1990, kurang dari lima bulan setelah dicabutnya larangan yang telah berlangsung selama 40 tahun atas Saksi-Saksi Yehuwa di tempat yang pada waktu itu dikenal sebagai Jerman Timur, kebaktian internasional lain yang menggetarkan diadakan, kali ini di Berlin. Di antara 44.532 orang yang hadir ada delegasi dari 65 negeri lain. Dari beberapa negeri, hanya beberapa yang datang; dari Polandia, sekitar 4.500 orang. Kata-kata tidak dapat mengungkapkan dalamnya perasaan mereka yang sebelumnya tidak pernah mempunyai kebebasan untuk menghadiri kebaktian semacam itu, dan ketika seluruh hadirin bersatu dalam nyanyian-nyanyian pujian kepada Yehuwa, mereka tidak sanggup membendung air mata sukacita mereka.

      Belakangan pada tahun itu, sewaktu kebaktian serupa diadakan di São Paulo, Brasil, dua stadion besar diperlukan untuk menampung hadirin internasional sejumlah 134.406 orang. Ini diikuti dengan sebuah kebaktian di Argentina, di sana sekali lagi dua stadion digunakan secara serentak untuk menampung hadirin internasional itu. Seraya tahun 1991 mulai, kebaktian-kebaktian internasional lainnya mulai berlangsung di Filipina, Taiwan, dan Thailand. Sejumlah besar hadirin dari banyak bangsa juga hadir pada tahun itu untuk kebaktian-kebaktian di Eropa Timur—di Hongaria, Cekoslowakia, dan daerah yang sekarang adalah Kroatia. Dan pada tahun 1992, delegasi dari 28 negeri menganggap suatu hak istimewa khusus untuk berada di antara 46.214 orang di St. Petersburg untuk kebaktian pertama dari Saksi-Saksi Yehuwa di Rusia yang benar-benar bersifat internasional.

      Kesempatan untuk Penyegaran Rohani yang Tetap Tentu

      Tidak semua kebaktian yang diselenggarakan oleh Saksi-Saksi Yehuwa merupakan pertemuan internasional. Akan tetapi, Badan Pimpinan mengatur kebaktian-kebaktian besar sekali setahun, dan acara yang sama dinikmati di seluruh dunia dalam banyak bahasa. Kebaktian-kebaktian ini bisa jadi cukup besar, yang memberikan kesempatan untuk bergaul dengan Saksi-Saksi lain dari banyak tempat, atau bisa saja lebih kecil dan diadakan di banyak kota, yang memudahkan orang-orang baru untuk datang dan memungkinkan masyarakat umum di ratusan kota yang lebih kecil untuk melihat dengan baik dan dari dekat contoh khas tentang Saksi-Saksi Yehuwa.

      Selain itu, sekali setahun setiap wilayah (yang terdiri dari sekitar 20 sidang) berkumpul untuk acara nasihat rohani dan anjuran selama dua hari.b Juga, sejak bulan September 1987, hari kebaktian istimewa, acara yang membina selama satu hari, diatur untuk setiap wilayah setahun sekali. Di tempat-tempat yang memungkinkan, seorang anggota staf kantor pusat Lembaga atau seseorang dari kantor cabang setempat diutus untuk ambil bagian dalam acara itu. Acara-acara ini sangat dihargai oleh Saksi-Saksi Yehuwa. Di banyak daerah, lokasi-lokasi kebaktian tidak jauh atau sulit dicapai. Namun halnya tidak selalu demikian. Seorang pengawas keliling mengingat satu pasangan lanjut usia yang berjalan kaki sejauh 76 kilometer sambil membawa koper-koper dan selimut untuk menghadiri sebuah kebaktian wilayah di Zimbabwe.

      Dinas pengabaran selama kebaktian tidak lagi menjadi corak dalam semua kebaktian ini, tetapi hal itu bukanlah karena Saksi-Saksi memandangnya kurang penting. Pada umumnya, orang-orang yang tinggal di dekat lokasi kebaktian sekarang telah dikunjungi secara tetap tentu oleh Saksi-Saksi setempat—dalam beberapa keadaan, setiap beberapa minggu. Delegasi kebaktian terus waspada akan kesempatan untuk kesaksian tidak resmi, dan dengan cara lain tingkah laku Kristen mereka menjadi kesaksian yang ampuh.

      Bukti dari Persaudaraan yang Sejati

      Persaudaraan yang nyata di antara Saksi-Saksi pada kebaktian-kebaktian mereka sangat jelas bagi para pengamat. Mereka dapat melihat bahwa tidak ada perpecahan di antara Saksi-Saksi dan kehangatan sejati nyata bahkan di antara mereka yang mungkin baru pertama kali saling berkenalan. Pada waktu Kebaktian Internasional Kehendak Ilahi di New York tahun 1958, surat kabar New York Amsterdam News (2 Agustus) melaporkan, ”Di mana-mana, orang-orang Negro, kulit putih dan Asia, dari semua lingkungan hidup dan semua bagian dunia, bergaul dengan riang dan bebas. . . . Saksi-Saksi yang sedang beribadat dari 120 negeri ini hidup dan beribadat bersama dengan damai, memperlihatkan kepada orang-orang Amerika betapa mudahnya itu dapat dilakukan. . . . Kebaktian itu adalah contoh yang gemilang tentang bagaimana orang-orang dapat bekerja dan hidup bersama.”

      Baru-baru ini, ketika Saksi-Saksi Yehuwa mengadakan kebaktian-kebaktian serentak di Durban dan Johannesburg, Afrika Selatan, pada tahun 1985, para delegasinya termasuk semua kelompok ras dan bahasa utama di Afrika Selatan, dan juga wakil-wakil dari 23 negeri lain. Pergaulan yang hangat di antara 77.830 orang yang hadir sangat jelas. ”Ini benar-benar indah,” kata seorang wanita India yang masih muda. ”Melihat orang-orang kulit berwarna, orang-orang India, orang-orang kulit putih, dan hitam semua bergaul bersama telah mengubah seluruh pandangan hidup saya.”

      Rasa persaudaraan ini jauh melampaui senyuman, jabatan tangan, dan panggilan ”saudara” dan ”saudari” kepada satu sama lain. Sebagai contoh, ketika pengaturan sedang dibuat untuk Kebaktian ”Kabar Kesukaan yang Kekal” di seluruh dunia pada tahun 1963, Saksi-Saksi Yehuwa diberi tahu bahwa jika mereka senang membantu yang lain secara keuangan untuk menghadiri sebuah kebaktian, Lembaga senang untuk mengupayakan agar dana itu dapat dinikmati oleh saudara-saudara di semua bagian bumi. Tidak ada penagihan, dan tidak dipungut biaya administrasi. Semua dana digunakan untuk tujuan yang disebutkan. Dengan cara ini, 8.179 orang dibantu untuk menghadiri kebaktian. Delegasi-delegasi dari setiap negeri di Amerika Tengah dan Selatan diberi bantuan, sebagaimana juga ribuan dari Afrika dan banyak di Timur Tengah dan Timur Jauh. Sebagian besar dari mereka yang dibantu adalah saudara-saudara dan saudari-saudari yang telah membaktikan diri bertahun-tahun dalam dinas sepenuh waktu.

      Menjelang akhir tahun 1978, sebuah kebaktian direncanakan akan diadakan di Auckland, Selandia Baru. Saksi-Saksi di Kepulauan Cook mengetahui hal ini dan ingin sekali datang. Namun keadaan ekonomi di pulau tersebut sedemikian rupa sehingga untuk mengadakan perjalanan itu dibutuhkan biaya yang besar bagi setiap orang sehingga kecil kemungkinannya. Akan tetapi, saudara dan saudari rohani yang pengasih di Selandia Baru menyumbangkan biaya pulang-pergi untuk kira-kira 60 orang dari pulau itu. Betapa bahagianya mereka dapat hadir untuk ikut dalam pesta rohani dengan saudara-saudara mereka orang-orang Maori, Samoa, Niue, dan Kaukasoid!

      Semangat yang khas di kalangan Saksi-Saksi Yehuwa juga terlihat pada penutup Kebaktian Distrik ”Keadilan Ilahi” di Montreal, Kanada, pada tahun 1988. Selama empat hari, delegasi-delegasi Arab, Inggris, Prancis, Yunani, Italia, Portugis, dan Spanyol telah menikmati acara yang sama dalam bahasa mereka sendiri. Akan tetapi, pada akhir dari bagian penutup, mereka semua yang berjumlah 45.000 orang bergabung bersama-sama di Olympic Stadium dalam suatu pertunjukan persaudaraan dan kesatuan tujuan yang mengharukan. Bersama-sama mereka menyanyikan, masing-masing kelompok dengan bahasanya sendiri, ”Ayo nyanyi: ’Yehuwa t’lah memerintah; bumi, . . . bersukacita’.”

      [Catatan Kaki]

      a Ada tujuh puluh lebih drama seperti itu dipersembahkan pada kebaktian-kebaktian selama 25 tahun berikutnya.

      b Dari tahun 1947 hingga 1987, kebaktian-kebaktian ini diadakan dua kali setahun. Terus sampai tahun 1972, kebaktian-kebaktian ini diadakan selama tiga hari; setelah itu acara dua hari diadakan.

      [Blurb di hlm. 255]

      ”Saya sangat terkesan oleh semangat kasih dan kebaikan persaudaraan”

      [Blurb di hlm. 256]

      Kereta-kereta api kebaktian—semua naik!

      [Blurb di hlm. 275]

      Bukan organisator-organisator kebaktian dengan bayaran tinggi, melainkan para sukarelawan yang tidak dibayar

      [Blurb di hlm. 278]

      Persatuan antara kulit hitam dan kulit putih

      [Kotak/Gambar di hlm. 261]

      Tujuh Resolusi Kebaktian yang Penting

      Pada tahun 1922, resolusi yang berjudul ”Suatu Tantangan Kepada Para Pemimpin Dunia” meminta mereka membuktikan bahwa umat manusia memiliki hikmat untuk memerintah bumi ini atau mengakui bahwa perdamaian, kehidupan, kemerdekaan, dan kebahagiaan kekal hanya dapat datang dari Yehuwa melalui Yesus Kristus.

      Pada tahun 1923, ada ”Suatu Peringatan Kepada Semua Orang Kristen” tentang kebutuhan yang mendesak untuk melarikan diri dari organisasi yang dengan curang mengaku mewakili Allah dan Kristus.

      Pada tahun 1924, ”Kependetaan Didakwa” menyingkapkan doktrin-doktrin dan praktek-praktek para pemimpin agama Susunan Kristen yang tidak berdasarkan Alkitab.

      Pada tahun 1925, ”Berita Harapan” memperlihatkan mengapa mereka yang mengaku sebagai terang yang membimbing dunia telah gagal memuaskan kebutuhan manusia yang terbesar dan bagaimana hanya Kerajaan Allah dapat melakukannya.

      Pada tahun 1926, ”Suatu Kesaksian Kepada Para Penguasa Dunia” memberi tahu mereka bahwa Yehuwa adalah satu-satunya Allah yang benar dan bahwa Yesus Kristus sekarang memerintah sebagai Raja yang paling berhak atas bumi. Resolusi ini mendesak para penguasa agar menggunakan pengaruh mereka untuk memalingkan pikiran orang-orang kepada Allah yang benar sehingga bencana tidak menimpa mereka.

      Pada tahun 1927, ”Resolusi Bagi Bangsa-Bangsa Susunan Kristen” menyingkapkan gabungan ekonomi-politik-agama yang menekan umat manusia. Resolusi ini mendesak orang-orang untuk meninggalkan Susunan Kristen dan menaruh kepercayaan mereka kepada Yehuwa dan Kerajaan-Nya di tangan Kristus.

      Pada tahun 1928, ”Pernyataan Melawan Setan dan Mendukung Yehuwa” menjelaskan bahwa Raja yang diurapi Yehuwa, Yesus Kristus, akan segera mengikat Setan dan menghancurkan organisasinya yang fasik, dan resolusi ini mendesak semua yang mengasihi keadilbenaran untuk berpihak pada Yehuwa.

      [Kotak/Gambar di hlm. 272, 273]

      Corak-Corak dari Beberapa Kebaktian Besar

      Ratusan delegasi yang antusias tiba dengan kapal, ribuan dengan pesawat terbang, puluhan ribu dengan mobil dan bus

      Pengorganisasian yang baik dan banyak sukarelawan diperlukan untuk mencari dan menentukan kamar-kamar pemondokan yang memadai

      Selama kebaktian-kebaktian delapan hari ini, makanan utama—yang jumlahnya puluhan ribu—disajikan dengan teratur kepada para delegasi

      Pada tahun 1953, sebuah lokasi untuk ”trailer” dan perkemahan menampung lebih dari 45.000 delegasi

      Di New York, pada tahun 1958, 7.136 orang dibaptis—lebih banyak daripada tahun mana pun sejak Pentakosta 33 M.

      Spanduk-spanduk salam dari banyak negeri terpampang, dan acara disampaikan dalam 21 bahasa, di New York pada tahun 1953

      [Gambar di hlm. 256]

      Para delegasi kebaktian IBSA di Winnipeg, Man., Kanada, pada tahun 1917

      [Gambar di hlm. 258]

      J. F. Rutherford berkhotbah di Cedar Point, Ohio, pada tahun 1919. Ia mendesak semua untuk dengan bergairah ikut mengumumkan Kerajaan Allah, menggunakan ”The Golden Age”

      [Gambar di hlm. 259]

      Kebaktian di Cedar Point pada tahun 1922. Panggilan berkumandang, ”Umumkan Raja dan Kerajaan”

      [Gambar di hlm. 260]

      George Gangas berada di Cedar Point pada tahun 1922. Selama kira-kira 70 tahun sejak itu ia memberitakan Kerajaan Allah dengan bergairah

      [Gambar di hlm. 262, 263]

      Para delegasi untuk kebaktian tahun 1931 di Columbus, Ohio, yang dengan penuh semangat menerima nama Saksi-Saksi Yehuwa

      [Gambar di hlm. 264]

      ”New World Translation of the Christian Greek Scriptures” diperkenalkan oleh N. H. Knorr pada tahun 1950

      [Gambar di hlm. 264]

      Khotbah-khotbah oleh F. W. Franz mengenai penggenapan nubuat Alkitab adalah hal yang ditonjolkan dalam kebaktian (New York, 1958)

      [Gambar di hlm. 265]

      Selama bertahun-tahun dinas pengabaran merupakan suatu bagian penting dalam setiap kebaktian.

      Los Angeles, AS, 1939 (bawah); Stockholm, Swedia, 1963 (inset)

      [Gambar di hlm. 266]

      Pada waktu J. F. Rutherford berkhotbah dari Washington, DC, pada tahun 1935, beritanya disiarkan melalui radio dan sambungan telepon ke enam benua

      [Gambar di hlm. 268]

      Di Nuremberg, Jerman, pada tahun 1946, Erich Frost memberikan khotbah yang berapi-api berjudul ”Umat Kristen Dalam Pengujian”

      [Gambar di hlm. 269]

      Kebaktian di udara terbuka di Kitwe, Rhodesia Utara, selama kunjungan N. H. Knorr pada tahun 1952

      [Gambar di hlm. 270, 271]

      Pada tahun 1958 hadirin sejumlah 253.922 orang membanjiri dua stadion besar di New York mendengar berita ”Kerajaan Allah Memerintah—Apakah Kesudahan Dunia Sudah Dekat?”

      Polo Grounds

      Yankee Stadium

      [Gambar di hlm. 274]

      Grant Suiter, ketua kebaktian di Yankee Stadium pada tahun 1950

      [Gambar di hlm. 274]

      John Groh (duduk), membahas organisasi kebaktian dengan George Couch pada tahun 1958

      [Gambar di hlm. 277]

      Pada tahun 1963, suatu kebaktian keliling dunia diadakan, dengan delegasi dari kira-kira 20 negeri mengadakan perjalanan mengikuti kebaktian itu mengelilingi bumi

      Kyoto, Jepang (kiri bawah), adalah salah satu dari 27 kota kebaktian. Para delegasi di Republik Korea saling berkenalan (tengah). Seorang Maori memberi salam di Selandia Baru (kanan bawah)

      [Gambar di hlm. 279]

      Sebuah kebaktian yang melayani 17 kelompok bahasa secara serentak, di sebuah kota bambu yang dibangun untuk peristiwa itu (Lagos, Nigeria, 1970)

      [Gambar di hlm. 280]

      Tiga kebaktian besar diadakan di Polandia pada tahun 1989, dengan dihadiri oleh delegasi dari 37 negeri

      T. Jaracz (sebelah kanan) berbicara kepada para delegasi di Poznan

      Ribuan orang dibaptis di Chorzów

      Hadirin bertepuk tangan lama sekali di Warsawa

      Delegasi-delegasi dari negeri yang pada waktu itu disebut Uni Soviet (bawah)

      Bagian-bagian dari acara di Chorzów diterjemahkan ke dalam 15 bahasa

  • ”Carilah Dahulu Kerajaan”
    Saksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah
    • Pasal 18

      ”Carilah Dahulu Kerajaan”

      TEMA utama Alkitab ialah penyucian nama Yehuwa dengan perantaraan Kerajaan. Yesus Kristus mengajar para pengikutnya untuk mencari dahulu Kerajaan, mendahulukannya dari segala kepentingan lain dalam kehidupan. Mengapa?

      The Watchtower berulang kali menjelaskan bahwa berdasarkan fakta bahwa Ia adalah Pencipta, maka Yehuwa adalah Penguasa Tertinggi di Alam Semesta. Ia layak dihormati setinggi-tingginya oleh makhluk-makhluk ciptaan-Nya. (Why. 4:11) Akan tetapi, pada awal sejarah umat manusia, satu putra rohani Allah yang menjadikan dirinya Setan si Iblis secara terang-terangan menantang kedaulatan Yehuwa. (Kej. 3:1-5) Selanjutnya, Setan menuduh bahwa semua yang melayani Yehuwa didorong motif mementingkan diri. (Ayb. 1:9-11; 2:4, 5; Why. 12:10) Dengan demikian damai di alam semesta terganggu.

      Sudah selama puluhan tahun publikasi-publikasi dari Menara Pengawal mengemukakan bahwa Yehuwa telah membuat persediaan untuk menyelesaikan sengketa-sengketa ini dengan cara yang bukan saja menonjolkan kemahakuasaan-Nya melainkan juga kebesaran hikmat-Nya, keadilan-Nya, dan kasih-Nya. Bagian utama dari persediaan tersebut adalah Kerajaan Mesias Allah. Dengan perantaraan Kerajaan itu, umat manusia diberi cukup kesempatan untuk mempelajari jalan keadilbenaran. Dengan perantaraan Kerajaan tersebut, orang-orang jahat akan dibinasakan, kedaulatan Yehuwa akan dibenarkan, dan maksud-tujuan-Nya akan tercapai untuk membuat bumi suatu firdaus yang dihuni oleh orang-orang yang sungguh-sungguh mengasihi Allah dan satu sama lain dan yang diberkati dengan kesempurnaan hidup.

      Karena pentingnya hal itu, Yesus menasihati para pengikutnya, ”Maka, teruslah cari dahulu kerajaan.” (Mat. 6:10, 33, NW) Saksi-Saksi Yehuwa di zaman modern telah memberikan banyak sekali bukti bahwa mereka berupaya mengindahkan nasihat tersebut.

      Mengorbankan Segalanya Demi Kerajaan

      Sejak semula, Siswa-Siswa Alkitab menaruh perhatian kepada makna dari mencari dahulu Kerajaan. Mereka membahas perumpamaan Yesus ketika ia membandingkan Kerajaan itu dengan sebuah mutiara yang begitu tinggi nilainya sehingga seseorang ”menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu”. (Mat. 13:45, 46) Mereka dengan sungguh-sungguh memikirkan makna nasihat Yesus kepada seorang penguasa muda dan kaya untuk menjual segala sesuatu, membagikan kepada orang miskin, dan mengikuti dia. (Mrk. 10:17-30)a Mereka menyadari bahwa agar terbukti layak untuk ambil bagian dalam Kerajaan Allah, mereka harus menjadikan Kerajaan itu sebagai perhatian mereka yang pertama, dengan senang hati menggunakan kehidupan mereka, kemampuan mereka, sumber daya mereka, di dalam dinasnya. Segala sesuatu yang lain dalam kehidupan harus berada di tempat kedua.

      Charles Taze Russell secara pribadi mengikuti nasihat tersebut. Ia menjual bisnis toko perlengkapan pakaian pria miliknya yang sedang berkembang baik, secara bertahap mengurangi minat bisnis lainnya, dan kemudian menggunakan semua harta duniawinya untuk menolong orang secara rohani. (Bandingkan Matius 6:19-21.) Ini bukan sesuatu yang ia lakukan hanya untuk beberapa tahun. Terus sampai kematiannya, ia menggunakan seluruh sumber dayanya—kesanggupan mentalnya, kesehatan fisiknya, harta miliknya—untuk mengajarkan berita penting tentang Kerajaan Mesias kepada orang lain. Pada pemakaman Russell seorang rekan, Joseph F. Rutherford, menyatakan, ”Charles Taze Russell loyal kepada Allah, loyal kepada Yesus Kristus, loyal kepada kepentingan Kerajaan Mesias.”

      Pada bulan April 1881 (ketika baru beberapa ratus orang menghadiri perhimpunan Siswa-Siswa Alkitab), Watch Tower menerbitkan sebuah artikel berjudul ”Dicari 1.000 Pengabar”. Di dalamnya termasuk undangan kepada para pria dan wanita yang tidak mempunyai keluarga yang menjadi tanggungan mereka untuk menerima pekerjaan sebagai penginjil kolportir. Dengan menerapkan bahasa perumpamaan Yesus di Matius 20:1-16, Watch Tower bertanya, ”Siapa yang mempunyai keinginan berapi-api untuk pergi dan bekerja dalam Kebun Anggur, dan telah berdoa agar Tuhan berkenan membuka jalan”? Mereka yang sedikitnya dapat memberikan setengah dari waktu mereka secara eksklusif kepada pekerjaan Tuhan dianjurkan untuk melamar. Sebagai bantuan biaya perjalanan, makanan, pakaian, dan penginapan bagi mereka, Zion’s Watch Tower Tract Society menyediakan lektur Alkitab bagi para kolportir masa permulaan untuk disebarkan, menyatakan harga sumbangan sekadarnya yang dapat diminta untuk lektur tersebut, dan mempersilakan para kolportir untuk mengambil sebagian uang yang diterima. Siapa yang menanggapi penyelenggaraan ini dan memulai dinas kolportir?

      Menjelang tahun 1885, terdapat sekitar 300 kolportir yang tergabung dengan Lembaga. Pada tahun 1914, jumlah tersebut akhirnya melampaui 1.000. Pekerjaan ini tidak mudah. Sesudah berkunjung ke rumah-rumah di empat kota kecil dan menjumpai hanya tiga atau empat orang yang menunjukkan minat sampai taraf tertentu, salah seorang kolportir menulis, ”Terus-terang saya merasa agak kesepian setelah sejauh ini berkeliling, menjumpai begitu banyak orang, dan menemukan begitu sedikit perhatian yang nyata kepada rencana Allah dan Gereja-Nya. Bantulah saya dengan doa-doa saudara, agar saya dengan patut dan tanpa takut dapat menyampaikan kebenaran, dan tidak menjadi jemu berbuat baik.”

      Mereka Memberikan Diri Dengan Rela

      Para kolportir tersebut benar-benar merintis jalan. Mereka menembus pelosok-pelosok pedalaman yang paling sulit dilalui sewaktu sarana transportasi sangat primitif dan jalan-jalan di kebanyakan daerah tidak lebih daripada jejak roda kereta. Saudari Early, di Selandia Baru, adalah salah seorang yang melakukan hal itu. Ia mulai beberapa waktu sebelum Perang Dunia I, dan membaktikan 34 tahun dalam dinas sepenuh waktu demikian sebelum ia meninggal pada tahun 1943. Ia mengerjakan banyak bagian dari negeri itu dengan bersepeda. Bahkan ketika ia menjadi lumpuh karena arthritis (radang persendian) dan tidak bisa mengayuh sepedanya, ia menggunakan sepeda itu sebagai alat penopang dan untuk mengangkut buku-bukunya mengelilingi kawasan bisnis di Christchurch. Ia dapat menaiki tangga, tetapi pada waktu turun tangga ia harus melangkah mundur karena cacatnya. Meskipun demikian, selama ia masih memiliki cukup tenaga, ia menggunakannya dalam dinas Yehuwa.

      Orang-orang yang menerima pekerjaan ini bukan karena mereka merasa yakin akan diri mereka sendiri. Beberapa berwatak sangat pemalu, namun mereka mengasihi Yehuwa. Sebelum memberi kesaksian di kawasan bisnis, salah seorang saudari yang berwatak demikian meminta setiap orang dari Siswa-Siswa Alkitab di daerahnya untuk berdoa baginya. Pada waktunya, seraya ia memperoleh pengalaman, ia menjadi sangat antusias akan kegiatan itu.

      Sewaktu Malinda Keefer berbicara kepada Saudara Russell pada tahun 1907 tentang hasratnya untuk memasuki dinas sepenuh waktu, ia mengatakan bahwa ia merasa perlu untuk mendapat lebih banyak pengetahuan terlebih dahulu. Sesungguhnya, baru pada tahun sebelumnya ia pertama kali mengadakan kontak dengan lektur dari Siswa-Siswa Alkitab. Jawaban Saudara Russell adalah, ”Jika Saudari mau menunggu sampai Saudari mengetahui semuanya, Saudari tidak akan pernah mulai, tetapi Saudari akan belajar seraya Saudari melakukannya.” Tanpa menahan diri ia segera mulai di Ohio, di Amerika Serikat. Ia sering mengingat Mazmur 110:3, yang berbunyi, ”Bangsamu merelakan diri untuk maju.” Selama 76 tahun berikutnya, hanya itulah yang terus dilakukannya.b Ia mulai sewaktu masih lajang. Selama 15 tahun ia menikmati pelayanan dengan status menikah. Namun setelah suaminya meninggal, ia tetap bertahan, dengan bantuan Yehuwa. Seraya mengenang kembali tahun-tahun yang berlalu, ia berkata, ”Betapa saya bersyukur bahwa saya telah memberi diri dengan rela sebagai perintis sewaktu masih muda dan senantiasa mendahulukan kepentingan Kerajaan!”

      Sewaktu kebaktian-kebaktian umum diadakan pada masa-masa permulaan, sering kali dibuat penyelenggaraan untuk pertemuan khusus dengan para kolportir. Pertanyaan-pertanyaan dijawab, pelatihan disediakan bagi mereka yang baru, dan anjuran diberikan.

      Sejak tahun 1919 dan seterusnya terdapat lebih banyak lagi hamba-hamba Yehuwa yang menghargai Kerajaan Allah begitu tinggi sehingga mereka juga benar-benar membangun kehidupan mereka di sekitar Kerajaan tersebut. Beberapa di antara mereka berhasil menyingkirkan ambisi-ambisi duniawi dan membaktikan diri sepenuhnya kepada pelayanan.

      Memenuhi Kebutuhan Materi

      Bagaimana mereka memenuhi kebutuhan materi mereka? Anna Petersen (belakangan Rømer), seorang penginjil sepenuh waktu di Denmark, mengenang kembali, ”Untuk biaya sehari-hari kami dibantu oleh penempatan lektur, dan kebutuhan kami tidaklah banyak. Jika ada pengeluaran yang lebih besar, dengan satu atau lain cara selalu saja dapat ditutupi. Saudari-saudari suka memberikan kepada kami pakaian, gaun atau mantel, dan kami dapat langsung mengenakannya dan memakainya, sehingga kami berbusana layak. Pada musim-musim dingin tertentu saya melakukan pekerjaan kantor selama beberapa bulan. . . . Dengan membeli bila ada penjualan obral, saya dapat membeli pakaian yang saya perlukan untuk setahun penuh. Semuanya berjalan baik. Kami tidak pernah kekurangan.” Perkara-perkara materi bukanlah yang terutama mereka pikirkan. Kasih mereka akan Yehuwa dan jalan-jalan-Nya bagaikan kobaran api dalam diri mereka, dan mereka benar-benar harus menyatakannya.

      Untuk penginapan mereka bisa saja menyewa sebuah kamar yang sederhana sementara mengunjungi orang-orang di daerah itu. Beberapa di antara mereka menggunakan sebuah trailer—sederhana saja, sekadar tempat untuk tidur dan makan. Yang lain tidur di tenda-tenda seraya mereka pindah dari satu tempat ke tempat lain. Di beberapa tempat saudara-saudara mengatur ”kamp-kamp perintis”. Saksi-Saksi di daerah itu bisa jadi menyediakan sebuah rumah, dan satu orang ditugaskan untuk mengawasinya. Para perintis yang melayani di kawasan tersebut dapat menggunakan akomodasi itu, dan mereka menanggung bersama biaya-biaya yang tersangkut.

      Para pekerja sepenuh waktu ini tidak membiarkan kurangnya uang menghalangi orang-orang yang bersifat domba memperoleh lektur Alkitab. Para perintis sering menukarnya dengan hasil bumi seperti kentang, mentega, telur, buah segar dan buah kaleng, ayam, sabun, dan hampir apa saja. Mereka tidak menjadi kaya; melainkan, hal itu merupakan sarana untuk membantu orang-orang yang tulus mendapatkan berita Kerajaan, seraya pada saat yang sama memperoleh keperluan jasmani untuk hidup sehingga para perintis dapat meneruskan dinas mereka. Mereka yakin akan janji Yesus bahwa jika mereka ”terus mencari dahulu kerajaan dan kebenaran [Allah]”, maka makanan dan pakaian yang dibutuhkan akan disediakan.—Mat. 6:33, NW.

      Rela Melayani di Mana Pun Dibutuhkan

      Hasrat mereka yang tulus untuk melakukan pekerjaan yang ditugaskan oleh Yesus kepada murid-muridnya, membawa para pekerja sepenuh waktu ke daerah-daerah baru, bahkan ke negeri-negeri baru. Ketika Frank Rice diundang untuk meninggalkan Australia guna membuka pemberitaan kabar baik di Jawa (sekarang bagian dari Indonesia) pada tahun 1931, ia telah berpengalaman sepuluh tahun dalam pelayanan sepenuh waktu sebelumnya. Namun, kini ada kebiasaan-kebiasaan baru, seperti bahasa-bahasa baru yang harus dipelajari. Ia dapat menggunakan bahasa Inggris untuk memberi kesaksian kepada beberapa orang di toko-toko dan kantor-kantor, tetapi ia ingin memberi kesaksian kepada orang-orang lain juga. Ia belajar dengan giat, dan dalam tiga bulan ia mengetahui cukup banyak bahasa Belanda untuk mulai pergi dari rumah ke rumah. Kemudian ia belajar bahasa Melayu.

      Frank baru berusia 26 tahun ketika ia pergi ke Jawa, dan selama sebagian besar dari enam tahun masa penugasannya di sana dan di Sumatra, ia bekerja seorang diri. (Menjelang akhir tahun 1931, Clem Deschamp dan Bill Hunter datang dari Australia untuk membantu pekerjaan itu. Sebagai satu tim, mereka mengadakan suatu tur pemberitaan ke pedalaman, sementara Frank bekerja di dan sekitar ibu kota Jawa. Belakangan, Clem dan Bill juga menerima penugasan yang membawa mereka ke daerah-daerah yang terpisah.) Tidak ada perhimpunan sidang yang dapat dihadiri oleh Frank. Kadang-kadang ia merasa sangat kesepian, dan lebih dari satu kali ia bergumul dengan pikiran-pikiran untuk menyerah dan pulang kembali ke Australia. Tetapi ia tetap bertahan. Bagaimana caranya? Makanan rohani yang terdapat dalam The Watch Tower membantu menguatkannya. Pada tahun 1937, ia pindah ke penugasan di Indocina, dan di sana ia nyaris kehilangan nyawanya selama pergolakan-pergolakan berdarah yang terjadi setelah Perang Dunia II. Semangat rela melayani masih tetap hidup pada tahun 1970-an ketika ia menulis untuk menyatakan sukacitanya atas kenyataan bahwa seluruh keluarganya melayani Yehuwa dan untuk mengatakan bahwa ia dan istrinya sekali lagi bersiap-siap untuk pindah ke suatu tempat di Australia yang lebih memerlukan tenaga pengabar.

      ’Mengandalkan Yehuwa Dengan Segenap Hati Mereka’

      Claude Goodman bertekad untuk ’mengandalkan Yehuwa dengan segenap hatinya dan tidak bersandar pada pengertiannya sendiri’, maka ia memilih dinas kolportir sebagai penginjil Kristen, sebaliknya daripada peluang bisnis duniawi. (Ams. 3:5, 6) Bersama Ronald Tippin, yang telah membantunya belajar kebenaran, ia melayani sebagai kolportir di Inggris selama lebih dari setahun. Kemudian, pada tahun 1929 keduanya mempersiapkan diri untuk pergi ke India.c Betapa besar tantangan yang mereka hadapi!

      Pada tahun-tahun berikutnya, mereka melakukan perjalanan bukan saja dengan berjalan kaki dan dengan kereta api dan bus penumpang melainkan juga dengan kereta api barang, pedati yang ditarik oleh lembu, unta, sampan, ricksha (kereta beroda dua yang dihela oleh orang), dan bahkan dengan pesawat terbang dan kereta api pribadi. Kadang-kadang mereka menggelar kasur lipat mereka di ruang tunggu stasiun kereta api, di kandang ternak, di atas rumput hutan belantara, atau di atas hamparan kotoran sapi dalam sebuah pondok, tetapi ada kalanya pula mereka tidur di hotel mewah dan di istana seorang raja. Seperti rasul Paulus, mereka belajar rahasia untuk merasa puas pada saat tidak mempunyai apa-apa atau pada saat berkelimpahan. (Flp. 4:12, 13) Biasanya mereka memiliki sedikit sekali barang berharga, tetapi mereka tidak pernah tanpa barang-barang yang benar-benar mereka butuhkan. Mereka secara pribadi mengalami penggenapan janji Yesus bahwa jika mereka mencari dahulu Kerajaan dan kebenaran Allah, kebutuhan materi dalam kehidupan akan tersedia.

      Sewaktu-waktu mereka terjangkit penyakit yang cukup parah seperti demam berdarah, malaria, dan tifus, tetapi perawatan yang pengasih diberikan oleh rekan-rekan Saksi. Ada dinas yang harus dilaksanakan di tengah-tengah kemelaratan kota seperti Kalkuta, dan ada pekerjaan kesaksian yang harus dilakukan di perkebunan teh di pegunungan Sailan (sekarang dikenal sebagai Sri Lanka). Untuk memenuhi kebutuhan rohani dari orang-orang, lektur ditawarkan, rekaman-rekaman diperdengarkan dalam bahasa-bahasa setempat, dan khotbah-khotbah disampaikan. Seraya pekerjaan bertambah, Claude juga belajar cara mengoperasikan sebuah mesin cetak dan menangani pekerjaan di kantor cabang Lembaga.

      Pada usianya yang ke-87, ia dapat mengenang kembali kehidupan yang kaya akan pengalaman dalam dinas Yehuwa di Inggris, India, Pakistan, Sri Lanka, Birma (kini Myanmar), Malaya, Thailand, dan Australia. Baik sebagai pemuda lajang maupun sebagai suami dan ayah, ia terus mendahulukan Kerajaan dalam kehidupannya. Kurang dari dua tahun setelah pembaptisannya ia terjun dalam dinas sepenuh waktu, dan ia memandangnya sebagai kariernya selama sisa hidupnya.

      Kuasa Allah Disempurnakan Dalam Kelemahan

      Ben Brickell, satu lagi di antara Saksi-Saksi yang bergairah tersebut—sama halnya dengan orang-orang lain, dalam hal mempunyai kebutuhan dan kelemahan yang sama. Ia menonjol dalam iman. Pada tahun 1930 ia memasuki pekerjaan kolportir di Selandia Baru, tempat ia memberi kesaksian di daerah-daerah yang baru dikerjakan kembali beberapa dekade setelahnya. Dua tahun kemudian, di Australia, ia melakukan suatu perjalanan pemberitaan selama lima bulan menjelajah daerah gurun tempat kesaksian pernah diberikan. Sepedanya sarat dimuati selimut, pakaian, makanan, dan buku-buku besar yang akan ditempatkan. Walaupun pria-pria lain tewas sewaktu berusaha menempuh daerah ini, ia maju terus, yakin kepada Yehuwa. Kemudian, ia melayani di Malaysia, di sana jantungnya mengalami gangguan serius. Ia pantang mundur. Sesudah melewati masa pemulihan kesehatan, ia memulai lagi kegiatan pemberitaan sepenuh waktu di Australia. Kira-kira satu dekade kemudian ia harus masuk rumah sakit karena sakit parah, dan sewaktu keluar dari rumah sakit, dokter mengatakan kepadanya bahwa ia ”tidak mampu bekerja 85 persen”. Ia bahkan tidak dapat berjalan kaki untuk berbelanja di dekat rumahnya tanpa beberapa kali beristirahat.

      Namun Ben Brickell bertekad untuk mulai aktif lagi, dan itulah yang dilakukannya, berhenti untuk beristirahat bilamana perlu. Segera ia kembali memberi kesaksian di wilayah yang keras dan masih terbelakang di Australia. Ia sedapat mungkin memelihara kesehatannya, tetapi dinasnya kepada Yehuwa merupakan perkara utama dalam kehidupannya sampai ia meninggal 30 tahun kemudian pada usia sekitar 65 tahun.d Ia mengakui bahwa kekurangan yang ada akibat kelemahannya dapat diimbangi oleh kekuatan Yehuwa. Pada suatu kebaktian di Melbourne pada tahun 1969, ia melayani di meja perintis dengan lencana besar di dada jasnya, yang bertuliskan, ”Jika Saudara ingin tahu mengenai soal merintis, tanyalah kepada saya.”—Bandingkan 2 Korintus 12:7-10.

      Mencapai Desa-Desa di Hutan Rimba dan Kamp-Kamp Pertambangan di Gunung

      Gairah untuk dinas Yehuwa bukan saja menggerakkan para pria melainkan juga para wanita untuk terjun dalam pekerjaan di ladang yang belum terjamah. Freida Johnson adalah salah seorang dari kaum terurap, berperawakan agak kecil dan berusia 50-an ketika ia bekerja seorang diri menjelajah bagian-bagian dari Amerika Tengah, mengerjakan daerah-daerah seperti pantai utara Honduras dengan menunggang kuda. Iman dituntut darinya agar dapat bekerja seorang diri di daerah ini, mengunjungi perkebunan-perkebunan pisang yang bertebaran, kota La Ceiba, Tela, dan Trujillo, dan bahkan desa-desa Karibia yang terpencil di seberang. Ia memberi kesaksian di sana pada tahun 1930 dan 1931, dan kembali pada tahun 1934, dan pada tahun 1940 dan 1941, dengan menempatkan ribuan lektur yang berisikan kebenaran Alkitab.

      Selama tahun-tahun tersebut seorang pekerja lain yang bergairah memulai kariernya dalam dinas sepenuh waktu. Ia adalah Kathe Palm, yang lahir di Jerman. Yang menggerakkannya untuk bertindak ialah karena menghadiri kebaktian di Columbus, Ohio, pada tahun 1931, ketika Siswa-Siswa Alkitab mulai menyandang nama Saksi-Saksi Yehuwa. Pada waktu itulah ia bertekad untuk mencari dahulu Kerajaan, dan pada tahun 1992, pada usia 89 tahun, ia masih terus melakukannya.

      Dinas perintisnya mulai di New York City. Belakangan, di South Dakota ia mempunyai partner selama beberapa bulan tetapi kemudian ia melanjutkannya seorang diri, melakukan perjalanan dengan menunggang kuda. Ketika diundang untuk melayani di Kolombia, Amerika Selatan, ia segera menerimanya, dan tiba di sana menjelang akhir tahun 1934. Sekali lagi, ia mendapat partner untuk beberapa waktu namun kemudian sendiri lagi. Hal ini tidak membuatnya merasa bahwa ia harus berhenti.

      Sepasang suami-istri mengundangnya untuk bergabung bersama mereka di Cile. Ini juga merupakan daerah yang luas sekali, daerah yang terbentang 4.265 kilometer di sepanjang pantai barat benua Amerika Selatan. Sesudah menginjil di gedung-gedung kantor di ibu kota, ia dengan penuh gairah mulai menuju ke bagian utara yang terpencil. Di setiap kamp pertambangan, setiap kompleks pemukiman perusahaan, besar atau kecil, ia memberi kesaksian dari pintu ke pintu. Para pekerja di dataran tinggi Andes heran melihat seorang wanita sendirian mengunjungi mereka, tetapi ia bertekad untuk tidak melewati seorang pun di daerah yang ditugaskan kepadanya. Belakangan, ia pindah ke selatan, dan di sana ada sejumlah estancias (peternakan domba) meliputi daerah seluas 100.000 hektare. Orang-orang di situ ramah dan suka memberi tumpangan dan mengundang dia makan. Dengan cara ini dan cara-cara lain Yehuwa memeliharanya, sehingga ia mendapatkan kebutuhan jasmani untuk hidup.

      Memberitakan kabar baik tentang Kerajaan Allah telah mengisi kehidupannya.e Mengenang kembali tahun-tahun dinasnya, ia berkata, ”Aku merasa sangat diperkaya dalam hidupku. Setiap tahun apabila aku menghadiri kebaktian umat Yehuwa, aku diliputi perasaan yang hangat dan puas karena melihat begitu banyak orang yang pernah belajar Alkitab denganku memberitakan kabar baik, membantu orang-orang lain untuk datang ke air kehidupan.” Ia telah bersukacita karena dapat melihat jumlah pemuji Yehuwa di Cile meningkat dari kira-kira 50 menjadi lebih dari 44.000.

      ”Ini Aku, Utuslah Aku!”

      Sesudah mendengar sebuah khotbah berdasarkan undangan Yehuwa untuk berdinas seperti tercatat di Yesaya 6:8 dan tanggapan positif dari sang nabi, ”Ini aku, utuslah aku!”, Martin Poetzinger, di Jerman, dibaptis. Dua tahun kemudian, pada tahun 1930, ia terjun dalam dinas sepenuh waktu di Bavaria.f Tidak lama kemudian, para pejabat di situ melarang pemberitaan oleh Saksi-Saksi, tempat-tempat berhimpun ditutup, dan lektur disita. Gestapo mengancam. Tetapi perkembangan-perkembangan yang terjadi pada tahun 1933 tersebut tidak mengakhiri pelayanan Saudara Poetzinger.

      Ia diundang untuk melayani di Bulgaria. Kartu-kartu kesaksian dalam bahasa Bulgaria digunakan untuk memperkenalkan lektur Alkitab. Tetapi banyak orang masih buta huruf. Jadi, Saudara Poetzinger mengikuti kursus untuk belajar bahasa mereka, yang menggunakan abjad Cyrillic. Apabila lektur ditinggalkan di suatu keluarga, sering kali anak-anak kecil harus membacakannya untuk orang-tua mereka.

      Selama sebagian besar dari tahun pertama, Saudara Poetzinger sendirian, dan ia menulis, ”Pada malam Peringatan (Perjamuan Malam), saya menyampaikan khotbah sendirian, saya berdoa sendirian, dan saya menutup perhimpunan semuanya sendirian.” Selama tahun 1934, orang-orang asing dideportasi, maka ia pergi ke Hongaria. Di sini bahasa baru lain harus dipelajari agar ia dapat membagikan kabar baik. Dari Hongaria ia pergi ke negara-negara yang belakangan dikenal sebagai Cekoslowakia dan Yugoslavia.

      Ia menikmati banyak pengalaman yang menyenangkan—menemukan pencinta-pencinta kebenaran seraya ia berjalan kaki menempuh daerah pedalaman dan pedesaan, membawa banyak lektur di punggungnya; merasakan pemeliharaan Yehuwa sewaktu orang-orang yang murah tangan menawarkan makanan dan bahkan tempat tidur untuk bermalam; berbicara sampai larut malam kepada mereka yang datang ke tempat ia menginap untuk mendengarkan lebih banyak mengenai berita Kerajaan yang menghibur.

      Ada juga ujian-ujian iman yang berat. Sewaktu melayani di luar tanah airnya, dan tanpa uang, ia mengalami penyakit yang parah. Tidak ada dokter yang bersedia memeriksanya. Tetapi Yehuwa besertanya. Bagaimana? Akhirnya, konsultan senior dari rumah sakit setempat dihubungi. Pria ini, seorang yang teguh percaya kepada Alkitab, merawat Saudara Poetzinger seperti yang akan dilakukannya kepada putranya, tanpa bayaran. Dokter ini terkesan oleh semangat rela berkorban pemuda ini, yang nyata dari pekerjaan yang dilakukannya, dan ia menerima satu set buku Lembaga sebagai hadiah.

      Ujian berat lainnya datang empat bulan sesudah pernikahan. Saudara Poetzinger ditangkap pada bulan Desember 1936 dan pada mulanya ditahan di satu kamp konsentrasi dan kemudian di kamp lain, sementara istrinya ditahan di kamp lain lagi. Mereka tidak pernah bertemu satu sama lain selama sembilan tahun. Yehuwa tidak mencegah penindasan yang kejam demikian, tetapi Ia menguatkan Martin, Gertrud istrinya, dan ribuan lain untuk bertekun.

      Sesudah ia dan istrinya dibebaskan, Saudara Poetzinger menikmati dinas selama bertahun-tahun sebagai pengawas keliling di Jerman. Ia hadir di kebaktian-kebaktian yang menggetarkan hati yang diadakan pada masa pascaperang di lapangan bekas tentara Hitler dulu berbaris di Nuremberg. Tetapi kini lapangan tersebut penuh dengan sejumlah besar pendukung Kerajaan Allah yang loyal. Ia menghadiri berbagai kebaktian yang tak terlupakan di Yankee Stadium New York. Ia menikmati sepenuhnya pelatihan di Sekolah Alkitab Gilead Menara Pengawal. Dan pada tahun 1977, ia menjadi anggota Badan Pimpinan dari Saksi-Saksi Yehuwa. Pandangannya, sampai saat ia mengakhiri pelayanannya di bumi pada tahun 1988, dapat dilukiskan paling baik dengan kata-kata, ’Satu hal ini saya lakukan—mencari dahulu Kerajaan.’

      Mempelajari Apa Arti Hal Itu Sebenarnya

      Semangat rela berkorban jelas bukan sesuatu yang baru di kalangan Saksi-Saksi Yehuwa. Ketika jilid yang pertama sekali dari Millennial Dawn diterbitkan pada tahun 1886, soal pengabdian (atau, sebagaimana kita sebut sekarang, pembaktian) dibahas secara terus terang. Berdasarkan Alkitab dikemukakan bahwa umat Kristen sejati ”mengabdikan” segala sesuatu kepada Allah; hal itu termasuk kesanggupan mereka, harta milik mereka, bahkan kehidupan mereka. Maka umat Kristen menjadi pengurus dari apa yang telah ”diabdikan” kepada Allah, dan sebagai pengurus, mereka harus memberi pertanggungjawaban—bukan kepada manusia melainkan kepada Allah.

      Sekelompok Siswa-Siswa Alkitab yang makin meningkat jumlahnya dengan sungguh-sungguh menyerahkan diri mereka dalam dinas Allah. Mereka menggunakan kesanggupan mereka, milik mereka, kekuatan vital mereka sepenuhnya untuk melakukan kehendak-Nya. Di lain pihak, ada di antara mereka yang merasa bahwa yang paling penting adalah memperkembangkan apa yang mereka sebut kepribadian Kristen supaya mereka dapat memenuhi syarat untuk ambil bagian dalam Kerajaan bersama Kristus.

      Walaupun tanggung jawab setiap orang Kristen sejati untuk bersaksi kepada orang-orang lain tentang Kerajaan Allah telah sering dinyatakan oleh Saudara Russell, hal ini bahkan lebih ditekankan sesudah Perang Dunia I. Artikel ”Karakter Atau Perjanjian—yang Mana?”, dalam The Watch Tower 1 Mei 1926, merupakan contoh yang mencolok. Dengan terus terang disinggung di situ mengenai dampak merugikan dari apa yang disebut perkembangan karakter dan kemudian ditegaskan pentingnya memenuhi kewajiban seseorang kepada Allah dengan tindakan.

      Sebelumnya, The Watch Tower 1 Juli 1920, telah meneliti nubuat utama Yesus tentang ’tanda kehadirannya dan akhir dunia’. (Mat. 24:3, KJ) Perhatian difokuskan kepada pekerjaan pemberitaan yang harus dilakukan sebagai penggenapan Matius 24:14 dan memperkenalkan kabar yang harus diberitakan, dengan mengatakan, ”Kabar baik di sini adalah mengenai akhir dari susunan segala perkara tua ini dan berdirinya kerajaan Mesias.” The Watch Tower menjelaskan bahwa atas dasar di mana Yesus menyatakan hal ini dalam pasal tersebut sehubungan dengan corak-corak lain dari tanda itu, pekerjaan ini harus dilaksanakan ”di antara waktu perang sedunia yang besar [Perang Dunia I] dan waktu dari ’siksaan dahsyat’ [’sengsara besar’, Bode] yang disebut oleh sang Majikan di Matius 24:21, 22.” Pekerjaan tersebut sangat mendesak. Siapa gerangan yang akan melakukannya?

      Tanggung jawab ini jelas terletak pada anggota-anggota ”gereja itu”, yakni sidang Kristen yang sejati. Akan tetapi, pada tahun 1932, melalui The Watchtower terbitan 1 Agustus, mereka ini dinasihati agar menganjurkan ”kaum Yonadab” untuk ikut bersama mereka dalam pekerjaan tersebut, selaras dengan semangat Wahyu 22:17. Kaum Yonadab—yang memiliki harapan hidup kekal di bumi Firdaus—menyambut, dan banyak di antara mereka menyambut dengan penuh gairah.

      Betapa pentingnya pekerjaan ini telah dengan tegas ditekankan, ”Adalah sama pentingnya untuk berpartisipasi dalam dinas Tuhan sebagaimana halnya menghadiri perhimpunan,” kata The Watch Tower pada tahun 1921. ”Setiap orang harus menjadi pemberita injil,” demikian dikemukakan pada tahun 1922. ”Yehuwa telah membuat pemberitaan sebagai pekerjaan yang paling penting yang dapat dilakukan di dunia ini oleh siapa pun di antara kita,” demikian dinyatakan pada tahun 1949. Pernyataan rasul Paulus di 1 Korintus 9:16 telah sering dikutip, ”Itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.” Ayat ini telah diterapkan kepada setiap Saksi-Saksi Yehuwa.

      Berapa Banyak yang Memberitakan? Sampai Seberapa Jauh? Mengapa?

      Apakah ada yang dipaksa untuk ikut serta dalam pekerjaan ini padahal bertentangan dengan kehendaknya? ”Tidak,” jawab The Watch Tower dalam terbitan 1 Agustus 1919, ”tidak ada yang dipaksa untuk melakukan apa pun. Ini merupakan dinas yang benar-benar sukarela, yang dilakukan karena kasih akan Tuhan dan demi kepentingan keadilbenaran-Nya. Yehuwa tidak pernah mewajibkan siapa pun.” Mengenai motivasi yang mendorong dinas ini, The Watch Tower 1 September 1922 selanjutnya menyatakan, ”Seorang yang sungguh-sungguh bersyukur dalam hatinya dan menghargai apa yang telah dilakukan Allah bagi dirinya tentu ingin berbuat sesuatu sebagai balasan; dan makin besar penghargaannya akan kemurahan Allah baginya, makin besar pula kasihnya; dan makin besar kasihnya, makin besar pula keinginannya untuk melayani Dia.” Majalah itu menjelaskan bahwa kasih akan Allah diperlihatkan dengan memelihara hukum-hukum-Nya, dan salah satu dari hukum-hukum tersebut adalah memberitakan kabar baik tentang kedatangan Kerajaan Allah.—Yes. 61:1, 2; 1 Yoh. 5:3.

      Mereka yang telah terjun dalam kegiatan ini tidaklah tergoda oleh gagasan ambisi duniawi apa pun. Mereka telah diberi tahu secara terus terang bahwa apabila mereka pergi dari rumah ke rumah atau menawarkan bacaan di sudut jalan, mereka akan dipandang ”bodoh, lemah, hina”, bahwa mereka akan ”dipandang rendah, dianiaya”, dan bahwa mereka akan digolongkan sebagai ”tidak terpandang dari pendirian duniawi”. Tetapi mereka tahu bahwa Yesus dan murid-muridnya masa awal telah diperlakukan dengan cara yang sama.—Yoh. 15:18-20; 1 Kor. 1:18-31, NW.

      Apakah Saksi-Saksi Yehuwa berpendapat bahwa bagaimanapun mereka akan memperoleh keselamatan karena kegiatan pemberitaan mereka? Sama sekali tidak! Buku Bersatu Dalam Ibadat dari Satu-Satunya Allah yang Benar, yang telah digunakan sejak 1983 untuk membantu siswa-siswa agar maju ke kematangan Kristen, membahas hal ini. Dinyatakan di situ, ”Korban Yesus juga membuka kesempatan bagi kita untuk hidup kekal . . . Ini bukanlah upah yang layak kita peroleh. Tidak soal betapa banyak yang kita lakukan dalam dinas Yehuwa, kita tidak pernah akan dapat menghasilkan jasa sedemikian sehingga Allah berhutang kehidupan kepada kita. Hidup kekal adalah ”karunia Allah . . . dalam Kristus Yesus, Tuhan kita”. (Rm. 6:23; Ef. 2:8-10) Meskipun demikian, jika kita memiliki iman kepada karunia tersebut dan menghargai caranya hal itu diwujudkan, kita akan membuatnya nyata. Karena menyadari betapa menakjubkan Yehuwa telah menggunakan Yesus untuk melaksanakan kehendakNya dan betapa penting agar kita semua mengikuti jejak Yesus dengan saksama, kita akan menjadikan pelayanan Kristen salah satu perkara yang paling penting dalam kehidupan kita.”

      Dapatkah dikatakan bahwa semua Saksi Yehuwa adalah pemberita Kerajaan Allah? Ya! Itulah artinya menjadi salah seorang dari Saksi-Saksi Yehuwa. Lebih dari setengah abad yang lampau, ada beberapa yang berpendapat bahwa mereka tidak perlu ambil bagian dalam dinas pengabaran, pergi kepada umum dan dari rumah ke rumah. Namun, dewasa ini tidak ada di antara Saksi-Saksi Yehuwa yang dapat meminta pengecualian dari dinas ini karena kedudukan dalam sidang setempat atau dalam organisasi seluas dunia. Pria dan wanita maupun tua dan muda berpartisipasi. Mereka menganggapnya sebagai suatu hak istimewa yang sangat berharga, suatu dinas suci. Tidak sedikit yang melakukannya walaupun menderita kelemahan yang serius. Dan kalaupun ada yang memang secara fisik tidak sanggup pergi dari rumah ke rumah, mereka menemukan cara-cara lain untuk mencapai orang-orang dan memberikan kesaksian kepada mereka secara pribadi.

      Dahulu, kadang-kadang ada kecenderungan untuk terlalu cepat mengizinkan orang-orang baru berpartisipasi dalam dinas pengabaran. Namun dalam beberapa dekade belakangan ini lebih ditekankan bahwa mereka harus memenuhi syarat sebelum diundang. Apa artinya itu? Bukan berarti bahwa mereka harus bisa menjelaskan segala sesuatu dalam Alkitab. Tetapi, sebagaimana diterangkan oleh buku Diorganisir Untuk Melaksanakan Pelayanan Kita, mereka harus mengetahui dan mempercayai ajaran-ajaran dasar Alkitab. Mereka juga harus menempuh kehidupan yang bersih, selaras dengan standar-standar Alkitab. Setiap orang harus benar-benar ingin menjadi salah seorang dari Saksi-Saksi Yehuwa.

      Tidak diharapkan bahwa semua Saksi-Saksi Yehuwa akan melakukan pengabaran dalam jumlah yang sama banyak. Keadaan mereka secara perorangan berbeda-beda. Usia, kesehatan, tanggung jawab keluarga, dan dalamnya penghargaan merupakan faktor-faktor penentu. Ini senantiasa diakui. Hal tersebut ditandaskan oleh The Watchtower dalam terbitan 1 Desember 1950 ketika membahas ”tanah yang baik” dalam perumpamaan Yesus mengenai sang penabur, di Lukas 8:4-15. Kursus Sekolah Pelayanan Kerajaan yang dipersiapkan bagi para penatua pada tahun 1972 menganalisis tuntutan untuk ’mengasihi Yehuwa dengan segenap jiwa’ dan menjelaskan bahwa ”apa yang penting bukanlah kuantitas yang dilakukan seseorang dibandingkan apa yang dilakukan orang lain, melainkan melakukannya sebisanya.” (Mrk. 14:6-8) Namun dengan menganjurkan analisis pribadi secara bijaksana, diperlihatkan juga bahwa kasih demikian berarti ”bahwa setiap segi kehidupan kita terlibat dalam hal melayani Allah dengan kasih; tidak ada fungsi, kemampuan atau keinginan dalam kehidupan yang terkecuali.” Segenap kemampuan kita, seluruh jiwa kita harus dikerahkan untuk melakukan kehendak Allah. Buku pelajaran itu menegaskan bahwa ”Allah menuntut bukan sekadar partisipasi, melainkan dinas sepenuh jiwa.”—Mrk. 12:30.

      Sayangnya, kecenderungan manusia yang tidak sempurna ialah berlaku ekstrem, menekankan satu hal seraya melalaikan hal lain. Maka, kembali ke tahun 1906, Saudara Russell menganggap perlu untuk mengingatkan bahwa kerelaan berkorban bukanlah berarti mengorbankan orang lain. Hal itu tidaklah berarti lalai untuk mencari nafkah yang wajar bagi istri, anak-anak yang menjadi tanggungan, atau orang-tua yang lanjut usia agar dapat bebas mengabar kepada orang lain. Dari waktu ke waktu semenjak itu, pengingat-pengingat serupa telah terbit dalam publikasi-publikasi Menara Pengawal.

      Tahap demi tahap, dengan bantuan Firman Allah, seluruh organisasi telah berupaya untuk mencapai keseimbangan Kristen—menunjukkan gairah dinas Allah, seraya memberikan perhatian yang sepatutnya kepada semua segi yang tercakup dalam hal menjadi seorang Kristen sejati. Walaupun ”perkembangan karakter” dibentuk atas pengertian yang salah, The Watchtower telah menunjukkan bahwa buah-buah roh dan tingkah laku Kristen tidak boleh diremehkan. Pada tahun 1942, The Watchtower dengan cukup tegas mengatakan, ”Beberapa orang secara tidak bijaksana berkesimpulan bahwa jika mereka ikut dalam pekerjaan kesaksian dari rumah ke rumah maka mereka dapat mengejar haluan apa pun menurut kemauan mereka dan bebas dari hukuman. Hendaknya diingat bahwa sekadar ikut serta dalam pekerjaan kesaksian tidaklah berarti telah memenuhi semua tuntutan.”—1 Kor. 9:27.

      Menetapkan Prioritas Dengan Benar

      Saksi-Saksi Yehuwa telah menyadari bahwa ’mencari dahulu Kerajaan dan kebenaran Allah’ merupakan soal menetapkan prioritas mereka dengan benar. Hal itu mencakup memberi tempat yang patut dalam kehidupan kepada pelajaran pribadi mengenai Firman Allah dan secara tetap tentu menghadiri perhimpunan-perhimpunan sidang dan tidak membiarkan usaha-usaha lain didahulukan. Ini menyangkut, mengambil keputusan yang mencerminkan keinginan yang tulus untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan Kerajaan Allah sebagaimana digariskan dalam Alkitab. Hal itu mencakup penggunaan prinsip-prinsip Alkitab sebagai dasar untuk keputusan-keputusan yang menyangkut kehidupan keluarga, rekreasi, pendidikan duniawi, pekerjaan, berbagai praktek bisnis, dan hubungan dengan sesama.

      Mencari dahulu Kerajaan berarti lebih daripada sekadar ambil bagian setiap bulan berbicara kepada orang lain tentang maksud-tujuan Allah. Itu berarti mengutamakan kepentingan Kerajaan dalam seluruh kehidupan seseorang, seraya sepatutnya memelihara kewajiban-kewajiban lain yang sesuai dengan Alkitab.

      Ada banyak cara yang ditempuh Saksi-Saksi Yehuwa yang berbakti untuk memajukan kepentingan Kerajaan.

      Hak Istimewa Dinas Betel

      Ada yang melayani sebagai anggota keluarga Betel sedunia. Ini adalah staf rohaniwan sepenuh waktu yang telah merelakan diri untuk melakukan tugas apa pun yang diberikan kepada mereka dalam menyiapkan dan menerbitkan lektur Alkitab, dalam mengurus pekerjaan kantor yang perlu, dan dalam menyediakan pelayanan penunjang untuk berbagai kegiatan. Ini bukanlah pekerjaan yang akan memberi mereka kedudukan terkemuka secara pribadi atau harta materi. Keinginan mereka adalah untuk menghormati Yehuwa, dan mereka puas dengan persediaan yang diadakan bagi mereka berupa makanan, penginapan, dan penggantian ongkos sekadarnya untuk pengeluaran pribadi. Oleh karena cara hidup keluarga Betel, maka kalangan berwenang duniawi di Amerika Serikat misalnya, memandang mereka sebagai anggota suatu ordo keagamaan yang telah mengambil ikrar untuk hidup bersahaja. Mereka yang hidup di Betel menemukan sukacita karena dapat menggunakan kehidupan mereka sepenuhnya dalam dinas Yehuwa dan karena melakukan pekerjaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar saudara Kristen mereka dan orang-orang yang baru berminat, kadang-kadang secara internasional. Seperti Saksi-Saksi Yehuwa lainnya, mereka juga ambil bagian secara tetap tentu dalam dinas pengabaran.

      Keluarga Betel yang pertama (atau keluarga Rumah Alkitab, sebagaimana mereka dikenal waktu itu) berlokasi di Allegheny, Pennsylvania. Mulai tahun 1896, stafnya berjumlah 12 orang. Pada tahun 1992 terdapat lebih dari 12.900 anggota keluarga Betel, yang melayani di 99 negeri. Selain itu, apabila tidak tersedia cukup tempat tinggal di kompleks milik Lembaga, ratusan sukarelawan lainnya pulang pergi dari rumah ke percetakan-percetakan Betel setiap hari agar dapat ambil bagian dalam pekerjaan. Mereka menganggapnya suatu hak istimewa untuk berperan dalam pekerjaan yang sedang dilakukan. Seraya ada kebutuhan, ribuan Saksi lainnya menawarkan diri dengan meninggalkan pekerjaan duniawi dan kegiatan lainnya selama berbagai jangka waktu untuk membantu pembangunan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh Lembaga untuk penggunaan yang berkaitan dengan pemberitaan kabar baik tentang Kerajaan Allah seluas dunia.

      Banyak di antara para anggota keluarga Betel sedunia telah menjadikannya sebagai pekerjaan mereka seumur hidup. Frederick W. Franz yang pada tahun 1977 menjadi presiden keempat dari Lembaga Menara Pengawal, pada waktu itu sudah menjadi anggota keluarga Betel di New York selama 57 tahun dan ia terus melayani di Betel selama 15 tahun berikutnya, sampai ia wafat pada tahun 1992. Heinrich Dwenger memulai dinas Betelnya di Jerman pada tahun 1911, dan semenjak itu dengan bersahaja melayani di mana saja ia ditugaskan; dan pada tahun 1983, tahun kematiannya, ia masih sempat menikmati dinasnya sebagai anggota keluarga Betel di Thun, Swiss. George Phillips, dari Skotlandia, menerima penugasan ke kantor cabang di Afrika Selatan pada tahun 1924 (ketika kantor cabang tersebut mengawasi kegiatan pemberitaan dari Cape Town hingga Kenya) dan terus melayani di Afrika Selatan hingga kematiannya pada tahun 1982 (pada waktu ada tujuh kantor Cabang Lembaga dan kira-kira 160.000 Saksi-Saksi yang aktif di daerah tersebut). Saudari-saudari Kristen, seperti Kathryn Bogard, Grace DeCecca, Irma Friend, Alice Berner, dan Mary Hannan, juga membaktikan masa dewasa dari kehidupan mereka dalam dinas Betel, dan melakukannya sampai akhir hayat. Banyak anggota keluarga Betel lainnya juga melayani selama 10, 30, 50, 70 tahun dan lebih lama lagi.g

      Para Pengawas Keliling yang Rela Berkorban

      Di seluruh dunia, ada kurang lebih 3.900 pengawas wilayah dan distrik yang, bersama istri mereka, juga melaksanakan penugasan ke mana pun mereka dibutuhkan, biasanya di negara asal mereka. Banyak di antara mereka telah meninggalkan rumah mereka dan sekarang berpindah setiap minggu atau beberapa minggu sekali untuk melayani sidang-sidang yang ditugaskan. Mereka tidak menerima gaji tetapi mereka bersyukur untuk makanan dan penginapan di tempat mereka melayani, beserta persediaan untuk pengeluaran pribadi yang bersahaja. Di Amerika Serikat, tempat 499 pengawas wilayah dan distrik melayani pada tahun 1992, para penatua yang bertugas keliling ini rata-rata berusia 54 tahun, dan beberapa di antara mereka telah melayani dalam penugasan ini selama lebih dari 30, 40 tahun atau lebih. Di sejumlah negeri, pengawas-pengawas ini melakukan perjalanan dengan mobil. Daerah di kawasan Pasifik sering kali menuntut penggunaan pesawat terbang dan kapal laut komersial. Di banyak tempat para pengawas wilayah mencapai sidang yang terpencil dengan menunggang kuda atau berjalan kaki.

      Para Perintis Mengisi Kebutuhan Penting

      Agar dapat memulai pemberitaan kabar baik di tempat-tempat yang belum ada Saksi-Saksi, atau untuk menyediakan bantuan yang bisa jadi secara khusus dibutuhkan di suatu daerah, Badan Pimpinan dapat mengatur untuk mengirimkan perintis-perintis istimewa. Mereka adalah penginjil-penginjil sepenuh waktu yang membaktikan sedikitnya 140 jam setiap bulan untuk dinas pemberitaan. Mereka mempersiapkan diri untuk melayani di mana saja mereka diperlukan di negeri mereka sendiri atau, dalam beberapa hal, di negeri yang berdekatan. Karena tuntutan dinas itu menyisakan sedikit atau sama sekali hampir tidak ada waktu bagi mereka untuk melakukan pekerjaan duniawi guna menyediakan kebutuhan materi, maka mereka diberi penggantian ongkos sekadarnya untuk tempat tinggal dan kebutuhan-kebutuhan lain. Pada tahun 1992 ada lebih dari 14.500 perintis istimewa di berbagai bagian di bumi.

      Ketika perintis-perintis istimewa yang pertama diutus pada tahun 1937, mereka memelopori pekerjaan memperdengarkan rekaman-rekaman khotbah Alkitab bagi penghuni rumah langsung di depan pintu-pintu rumah mereka dan menggunakan rekaman-rekaman sebagai dasar pembahasan Alkitab pada kunjungan-kunjungan kembali. Hal ini dilakukan di kota-kota besar yang sudah mempunyai sidang-sidang. Sesudah beberapa tahun, perintis-perintis istimewa mulai diarahkan teristimewa ke daerah-daerah yang tidak ada sidang atau yang sidang-sidangnya sangat perlu dibantu. Sebagai hasil pekerjaan mereka yang efektif, ratusan sidang baru dibentuk.

      Sebaliknya daripada mengerjakan suatu daerah dan terus berpindah ke daerah berikut, mereka akan mengerjakan berkali-kali suatu daerah yang ditugaskan, mengunjungi kembali semua peminat dan memimpin pengajaran Alkitab. Perhimpunan diselenggarakan bagi mereka yang berminat. Maka, di Lesotho, Afrika bagian selatan, pada minggu pertama di tempat penugasannya yang baru, seorang perintis istimewa mengundang semua orang yang ditemuinya untuk datang melihat bagaimana caranya Saksi-Saksi Yehuwa memimpin Sekolah Pelayanan Teokratis. Ia dan keluarganya menyelenggarakan seluruh acara. Kemudian ia mengundang semuanya ke Pelajaran Menara Pengawal. Sesudah rasa ingin tahu yang mula-mula terpuaskan, 30 orang terus menghadiri Pelajaran Menara Pengawal, dan rata-rata hadirin pada acara Sekolah adalah 20 orang. Di negeri-negeri tempat para utusan injil keluaran sekolah Gilead berbuat banyak untuk memulai pemberitaan kabar baik, kadang-kadang terjadi perkembangan yang lebih cepat ketika Saksi-Saksi pribumi mulai memenuhi syarat untuk dinas perintis istimewa, karena mereka sering kali bahkan dapat bekerja lebih efektif di kalangan penduduk setempat.

      Selain pekerja-pekerja yang bergairah ini, ada lagi ratusan ribu Saksi-Saksi Yehuwa yang juga dengan penuh semangat memajukan kepentingan Kerajaan. Mereka termasuk tua dan muda, pria dan wanita, sudah menikah dan masih lajang. Perintis-perintis biasa membaktikan setidaknya 90 jam setiap bulan untuk dinas pengabaran; para perintis ekstra, sedikitnya 60 jam. Mereka menentukan tempat mereka akan mengabar. Sebagian besar dari mereka bekerja dengan sidang-sidang yang sudah berdiri; beberapa pindah ke daerah terpencil. Mereka memenuhi kebutuhan fisik mereka sendiri dengan melakukan suatu pekerjaan duniawi, atau anggota keluarga mereka mungkin membantu menyediakan kebutuhan mereka. Selama tahun 1992, lebih dari 914.500 orang ambil bagian dalam dinas semacam ini sebagai perintis biasa atau perintis ekstra sedikitnya dalam sebagian dari tahun itu.

      Sekolah-Sekolah Dengan Tujuan Khusus

      Untuk memperlengkapi para sukarelawan dalam jenis pelayanan tertentu, pendidikan khusus disediakan. Misalnya, sejak tahun 1943, Sekolah Gilead telah melatih ribuan rohaniwan yang berpengalaman untuk pekerjaan utusan injil, dan lulusan-lulusannya telah diutus ke segala penjuru bumi. Pada tahun 1987, Sekolah Pelatihan Pelayanan dimulai untuk membantu memenuhi kebutuhan khusus, termasuk memelihara sidang dan tanggung jawab lain. Pengaturan agar sekolah ini diadakan di berbagai tempat membuat para siswa tidak perlu lagi mengadakan perjalanan ke suatu lokasi sentral dan juga mengurangi kebutuhan untuk belajar bahasa lain guna mendapat manfaat dari sekolah tersebut. Semua yang diundang untuk menghadiri sekolah ini adalah penatua-penatua atau pelayan-pelayan sidang yang telah membuktikan bahwa mereka benar-benar mencari dahulu Kerajaan. Banyak dari mereka merelakan diri untuk melayani di negeri-negeri lain. Semangat mereka sama seperti semangat nabi Yesaya, yang berkata, ”Ini aku, utuslah aku!”—Yes. 6:8.

      Untuk meningkatkan keefektifan mereka yang sudah melayani sebagai perintis biasa dan istimewa, Sekolah Dinas Perintis dimulai sejak tahun 1977. Di tempat yang memungkinkan, sekolah itu diselenggarakan di setiap wilayah di seluruh dunia. Semua perintis diundang untuk mendapat manfaat dari kursus dua minggu ini. Sejak itu secara progresif, para perintis yang telah menyelesaikan tahun pertama dinas mereka, telah diberi pelatihan yang sama. Hingga tahun 1992, lebih dari 100.000 perintis telah dilatih di sekolah ini di Amerika Serikat saja, dan lebih dari 10.000 sedang dilatih setiap tahun. Ada 55.000 lagi yang telah dilatih di Jepang, 38.000 di Meksiko, dan 25.000 di Brasil, dan 25.000 di Italia. Sebagai tambahan dari kursus ini, secara tetap tentu para perintis menikmati suatu pertemuan khusus dengan pengawas wilayah selama kunjungan tengah tahunnya ke setiap sidang dan suatu acara pelatihan khusus dengan pengawas wilayah maupun pengawas distrik pada waktu kebaktian wilayah tahunan. Dengan demikian, mereka yang membentuk tentara besar pemberita Kerajaan yang melayani sebagai perintis bukan saja merupakan pekerja yang rela melainkan juga rohaniwan yang terlatih dengan baik.

      Melayani di Tempat yang Lebih Memerlukan Tenaga

      Ribuan Saksi-Saksi Yehuwa—beberapa di antaranya perintis, yang lainnya bukan—telah merelakan diri untuk melayani bukan saja dalam lingkungan masyarakat sekitar mereka sendiri melainkan juga di daerah-daerah lain yang lebih memerlukan tenaga pemberita kabar baik. Setiap tahun, ribuan meluangkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan, sesuai dengan apa yang dapat mereka atur secara pribadi, di daerah yang sering kali cukup jauh dari rumah mereka agar dapat memberi kesaksian kepada orang-orang yang tidak dikunjungi oleh Saksi-Saksi Yehuwa secara tetap tentu. Ada ribuan lagi yang telah meninggalkan tempat tinggal mereka dan pindah tempat agar dapat menyediakan bantuan demikian selama jangka waktu yang lebih lama. Banyak di antara mereka adalah pasangan suami-istri atau keluarga dengan anak-anak. Kepindahan mereka sering kali relatif berjarak dekat, tetapi beberapa telah berkali-kali pindah selama bertahun-tahun. Banyak Saksi-Saksi yang bergairah ini bahkan telah melakukan dinas di negeri asing—ada yang selama beberapa tahun, yang lain secara permanen. Mereka melakukan pekerjaan duniawi apa saja untuk memenuhi kebutuhan mereka, dan mereka pindah dengan biaya sendiri. Keinginan mereka satu-satunya adalah untuk ikut serta sepenuhnya, sejauh keadaan mengizinkan, dalam menyebarkan berita Kerajaan.

      Jika kepala keluarga bukan seorang Saksi, ia mungkin pindah bersama keluarganya karena pekerjaan. Akan tetapi para anggota keluarga yang adalah Saksi-Saksi dapat melihat hal ini sebagai kesempatan untuk memperluas berita Kerajaan. Demikianlah halnya dengan dua orang Saksi dari Amerika Serikat yang suatu waktu berada di sebuah kamp pembangunan di hutan rimba di Suriname pada akhir tahun 1970-an. Dua kali seminggu mereka bangun pukul 4.00 dini hari, menaiki bus perusahaan untuk perjalanan yang berat selama satu jam ke sebuah desa, dan mereka mengabar seharian. Tidak berapa lama kemudian mereka memimpin 30 pengajaran Alkitab setiap minggu dengan orang-orang yang lapar akan kebenaran. Sekarang, ada sebuah sidang di daerah hutan tropis tersebut yang tadinya tidak terjamah.

      Meraih Setiap Kesempatan yang Cocok untuk Bersaksi

      Memang, tidak semua Saksi-Saksi Yehuwa pindah ke negeri-negeri lain, atau bahkan ke kota-kota lain, untuk melaksanakan pelayanan mereka. Keadaan mereka mungkin tidak mengizinkan mereka untuk merintis. Meskipun demikian mereka betul-betul menyadari anjuran Alkitab untuk mengerahkan ”semua upaya yang sungguh-sungguh” dan untuk ’giat selalu dalam pekerjaan Tuhan’. (2 Ptr. 1:5-8, NW; 1 Kor. 15:58) Mereka menunjukkan bahwa mereka mencari dahulu Kerajaan sewaktu mereka mendahulukan kepentingannya dibanding pekerjaan duniawi dan rekreasi. Mereka yang hatinya dipenuhi dengan penghargaan akan Kerajaan dengan tetap tentu mengambil bagian dalam pelayanan pemberitaan sejauh keadaan mengizinkan, dan banyak di antara mereka mengubah keadaan mereka supaya dapat ikut serta dengan lebih sepenuhnya. Mereka juga senantiasa waspada untuk menggunakan peluang-peluang yang cocok untuk bersaksi kepada orang lain tentang Kerajaan.

      Sebagai contoh, John Furgala, yang memiliki sebuah usaha toko besi di Guayaquil, Ekuador, memamerkan lektur Alkitab dengan cara yang menarik di tokonya. Seraya pembantunya melayani pesanan, John memberi kesaksian kepada pelanggan.

      Di Nigeria seorang Saksi yang bergairah yang memberi nafkah keluarganya dengan bekerja sebagai kontraktor listrik juga bertekad untuk memanfaatkan hubungan dengan para relasinya guna memberikan kesaksian. Karena bisnis itu miliknya, ia menentukan jadwal kegiatan. Setiap pagi, sebelum memulai pekerjaan sehari-hari, ia bersama istri dan anak-anaknya, para pegawainya, dan mereka yang kerja praktek padanya, berkumpul untuk membahas ayat harian dari Alkitab, disertai pengalaman-pengalaman dari Yearbook of Jehovah’s Witnesses (Buku Kegiatan). Pada tiap awal tahun, ia juga memberikan kepada para pelanggannya sebuah kalender dari Lembaga Menara Pengawal, bersama dua majalah. Sebagai hasilnya, beberapa orang pegawainya dan beberapa pelanggan telah bergabung dengan dia dalam ibadat kepada Yehuwa.

      Ada banyak di antara Saksi-Saksi Yehuwa yang memiliki semangat yang sama seperti itu. Tidak soal apa pun yang mereka lakukan, mereka senantiasa mencari kesempatan untuk membagikan kabar baik itu kepada orang lain.

      Suatu Tentara Besar Penginjil Sepenuh Waktu yang Berbahagia

      Dengan berlalunya waktu, gairah Saksi-Saksi Yehuwa untuk memberitakan kabar baik tidak kendur. Meskipun banyak penghuni rumah dengan cukup tegas telah memberi tahu Saksi-Saksi bahwa mereka tidak berminat, ada sejumlah besar yang bersyukur bahwa Saksi-Saksi telah membantu mereka mengerti Alkitab. Tekad Saksi-Saksi Yehuwa adalah untuk terus mengabar sampai Yehuwa sendiri memberikan petunjuk yang jelas bahwa pekerjaan ini selesai.

      Sebaliknya daripada mengendur, persekutuan Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia sesungguhnya telah makin meningkatkan kegiatan pemberitaannya. Pada tahun 1982 laporan tahunan di seluruh bola bumi menunjukkan bahwa 384.856.662 jam telah dibaktikan untuk pelayanan pemberitaan. Sepuluh tahun kemudian (pada tahun 1992) 1.024.910.434 jam dibaktikan kepada pekerjaan ini. Apa yang menyebabkan peningkatan kegiatan yang demikian besar?

      Memang benar bahwa jumlah Saksi-Saksi Yehuwa telah bertumbuh. Tetapi tidak sejauh itu. Selama jangka waktu tersebut, seraya jumlah Saksi bertambah sebanyak 80 persen, jumlah perintis melonjak 250 persen. Rata-rata setiap bulan, hampir 1 di antara setiap 7 dari Saksi-Saksi Yehuwa sedunia berada di salah satu cabang dari pekerjaan pemberitaan sepenuh waktu.

      Siapakah gerangan mereka yang ikut dalam dinas perintis demikian? Sebagai contoh, di Republik Korea, banyak Saksi yang adalah ibu rumah tangga. Tanggung jawab keluarga mungkin tidak mengizinkan mereka semua untuk merintis secara tetap tentu, tetapi sejumlah besar telah menggunakan liburan sekolah yang panjang pada musim dingin sebagai kesempatan untuk dinas perintis ekstra. Sebagai hasilnya 53 persen dari jumlah Saksi-Saksi di Republik Korea berada di salah satu corak dinas sepenuh waktu pada bulan Januari 1990.

      Pada tahun-tahun permulaan, semangat merintis yang bergairah dari Saksi-Saksi di Filipina telah memungkinkan mereka mencapai ratusan pulau yang berpenduduk di Filipina dengan berita Kerajaan. Gairah itu bahkan makin jelas sejak itu. Pada tahun 1992, setiap bulan rata-rata 22.205 penyiar ikut serta dalam pelayanan pemberitaan sebagai perintis di Filipina. Di antara mereka ada banyak orang muda yang memilih untuk ’mengingat Pencipta mereka’ dan menggunakan tenaga muda mereka dalam dinas-Nya. (Pkh. 12:1) Sesudah satu dekade dalam dinas perintis, seorang di antara orang-orang muda demikian berkata, ”Saya telah belajar untuk bersabar, menempuh kehidupan yang sederhana, mengandalkan Yehuwa, dan rendah hati. Memang benar bahwa saya juga telah mengalami kesukaran dan kekecewaan, tetapi semua ini tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan berkat-berkat yang dihasilkan oleh dinas perintis.”

      Selama bulan April dan Mei 1989, The Watchtower memuat artikel-artikel yang menelanjangi Babel Besar, yakni agama palsu dalam banyak bentuknya di seluruh dunia. Artikel-artikel itu diterbitkan secara serentak dalam 39 bahasa dan disebarkan secara intensif. Di Jepang, yang jumlah Saksi-Saksi yang merintis sering melebihi 40 persen, suatu puncak baru 41.055 perintis ekstra mendaftar untuk membantu dalam pekerjaan selama bulan April itu. Di Sidang Otsuka, Kota Takatsuki, Distrik Osaka, 73 dari 77 penyiar terbaptis ada dalam salah satu corak dinas perintis pada bulan tersebut. Pada tanggal 8 April, sewaktu semua penyiar di Jepang didesak untuk ikut ambil bagian dalam menyebarkan berita yang sangat penting ini, ratusan sidang, seperti Sidang Ushioda, di Kota Yokohama, menyelenggarakan dinas di jalan-jalan dan dari rumah ke rumah sepanjang hari, dari pukul 7.00 pagi hingga 8.00 malam, agar sedapat mungkin mencapai setiap orang di kawasan itu.

      Seperti halnya di mana-mana, Saksi-Saksi Yehuwa di Meksiko bekerja untuk memelihara kebutuhan jasmani mereka. Walaupun demikian, setiap bulan selama tahun 1992, rata-rata 50.095 Saksi-Saksi Yehuwa di sana juga menyediakan waktu dalam kehidupan mereka untuk dinas perintis guna membantu orang-orang yang lapar akan kebenaran, belajar tentang Kerajaan Allah. Di beberapa keluarga, seluruh anggota keluarga bekerja sama agar memungkinkan seluruh keluarga, atau sedikitnya beberapa di antara mereka, merintis. Mereka menikmati pelayanan yang produktif. Selama tahun 1992 Saksi-Saksi Yehuwa di Meksiko secara tetap tentu memimpin lebih dari 502.017 pengajaran Alkitab di rumah dengan orang perseorangan dan kelompok-kelompok keluarga.

      Para penatua yang melayani kebutuhan sidang Saksi-Saksi Yehuwa mempunyai tanggung jawab berat. Kebanyakan penatua di Nigeria adalah pria-pria berkeluarga dan memang demikian halnya penatua-penatua di banyak tempat lain juga. Namun, selain membuat persiapan untuk memimpin atau ambil bagian dalam perhimpunan sidang, maupun melakukan penggembalaan yang perlu untuk kawanan domba Allah, beberapa di antara pria-pria ini juga merintis. Bagaimana mungkin? Jadwal waktu yang cermat dan kerja sama yang baik dalam keluarga sering kali merupakan faktor-faktor yang penting.

      Jelaslah, bahwa di seluruh dunia, Saksi-Saksi Yehuwa telah mencamkan nasihat Yesus untuk ’terus mencari dahulu kerajaan’. (Mat. 6:33, NW) Apa yang mereka lakukan merupakan ungkapan yang keluar dari hati karena kasih mereka akan Yehuwa dan penghargaan mereka akan kedaulatan-Nya. Seperti pemazmur Daud, mereka berkata, ”Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji namaMu untuk seterusnya dan selamanya.”—Mzm. 145:1.

      [Catatan Kaki]

      a Watch Tower, 15 Agustus 1906, hlm. 267-71.

      b Lihat The Watchtower, 1 Februari 1967, hlm. 92-5.

      c Lihat The Watchtower, 15 Desember 1973, hlm. 760-5.

      d Lihat The Watchtower, 1 September 1972, hlm. 533-6.

      e The Watchtower, 15 Desember 1963, hlm. 764-6.

      f Lihat The Watchtower, 1 Desember 1969, hlm. 729-32; 15 September 1988, hlm. 31.

      g Lihat The Watchtower, 1 Mei 1987, hlm. 22-30 (wIN S-37 hlm. 23-31); 1 April 1964, hlm. 212-15; 1 Desember 1956, hlm. 712-19; 15 Agustus 1970, hlm. 507-10; 1 Oktober 1960, hlm. 601-5; 15 Juni 1968, hlm. 378-81; 1 April 1968, hlm. 217-21; 1 April 1959, hlm. 220-3.

      [Blurb di hlm. 292]

      Semakin ditandaskan mengenai tanggung jawab untuk bersaksi

      [Blurb di hlm. 293]

      Mereka memandang kesaksian dari rumah ke rumah sebagai hak istimewa yang berharga

      [Blurb di hlm. 294]

      Mengerti apa artinya dinas sepenuh jiwa

      [Blurb di hlm. 295]

      Apa sesungguhnya arti dari ’mencari dahulu Kerajaan’

      [Blurb di hlm. 301]

      Saksi-Saksi yang bergairah mendahulukan kepentingan Kerajaan daripada pekerjaan duniawi dan rekreasi

      [Kotak/Gambar di hlm. 288]

      ”Di Manakah yang Sembilan Itu?”

      Pada Peringatan kematian Kristus, pada tahun 1928, satu risalah diberikan kepada semua yang hadir berjudul ”Di Manakah yang Sembilan Itu?” Pembahasannya mengenai Lukas 17:11-19 menyentuh hati Claude Goodman dan menggerakkan dia untuk terjun menjadi kolportir, atau perintis, bekerja dan bertahan dalam dinas tersebut.

      [Kotak/Gambar di hlm. 296, 297]

      Dinas Betel

      Sampai tahun 1992, ada 12.974 yang ikut dalam dinas Betel di 99 negeri

      [Gambar]

      Pelajaran pribadi penting bagi para anggota keluarga Betel

      Spanyol

      Di setiap Rumah Betel, hari dimulai dengan pembahasan suatu ayat Alkitab

      Finlandia

      Sebagaimana halnya Saksi-Saksi Yehuwa di mana-mana, anggota keluarga Betel ikut serta dalam dinas pengabaran

      Swiss

      Setiap hari Senin malam keluarga Betel mempelajari ”Menara Pengawal” bersama-sama

      Italia

      Pekerjaan beraneka ragam, tetapi semuanya dilakukan untuk mendukung pemberitaan Kerajaan Allah

      Prancis

      Papua Nugini

      Amerika Serikat

      Jerman

      Filipina

      Meksiko

      Inggris

      Nigeria

      Belanda

      Brasil

      Jepang

      Afrika Selatan

      [Kotak/Gambar di hlm. 298]

      Beberapa Orang yang Sudah Lama Dalam Dinas Betel

      F. W. Franz—Amerika Serikat (1920—92)

      Heinrich Dwenger—Jerman (kira-kira 15 tahun dari tahun 1911-33), Hongaria (1933-35), Cekoslowakia (1936-39), kemudian Swiss (1939-83)

      George Phillips—Afrika Selatan (1924-66, 1976-82)

      Kakak beradik (Kathryn Bogard dan Grace DeCecca) yang bersama-sama membaktikan sejumlah 136 tahun dalam dinas Betel—Amerika Serikat

      [Grafik di hlm. 303]

      (Untuk keterangan lengkap, lihat publikasinya)

      Para Perintis Bertambah!

      Perintis

      Penyiar

      Pertambahan Persentase Sejak tahun 1982

      250%

      200%

      150%

      100%

      50%

      1982 1984 1986 1988 1990 1992

      [Gambar di hlm. 284]

      Saudari Early menjelajahi banyak bagian dari Selandia Baru dengan bersepeda untuk membagikan berita Kerajaan

      [Gambar di hlm. 285]

      Selama 76 tahun—dalam keadaan lajang, menikah, dan kemudian sebagai seorang janda—Malinda Keefer mengabdikan dirinya kepada pelayanan sepenuh waktu

      [Gambar di hlm. 286]

      Mobil-rumah yang sederhana menjadi penginapan untuk beberapa perintis masa permulaan seraya mereka pindah dari satu tempat ke tempat lain

      Kanada

      India

      [Gambar di hlm. 287]

      Frank Rice (berdiri di kanan), Clem Deschamp (duduk di depan Frank dengan istri Clem, Jean, di sebelah mereka), dan suatu kelompok di Jawa bersama rekan-rekan Saksi-Saksi dan para peminat baru

      [Gambar di hlm. 288]

      Kehidupan Claude Goodman dalam pelayanan sepenuh waktu membawa dia kepada dinas di India dan tujuh negeri lain

      [Gambar di hlm. 289]

      Sewaktu Ben Brickell masih sehat, ia senang menggunakannya dalam dinas Yehuwa; problem kesehatan yang parah pada tahun-tahun berikutnya tidak menghentikannya

      [Gambar di hlm. 290]

      Kathe Palm bersaksi di segala macam daerah, dari gedung-gedung kantor di kota besar sampai ke kamp pertambangan dan peternakan domba yang paling terpencil di Cile

      [Gambar di hlm. 291]

      Tekad Martin maupun Gertrud Poetzinger dilukiskan dalam kata-kata, ’Satu hal ini saya lakukan—mencari dahulu Kerajaan’

      [Gambar di hlm. 300]

      Sekolah Dinas Perintis (seperti ditunjukkan di sini di Jepang) telah menyediakan pelatihan khusus bagi puluhan ribu pekerja yang bergairah

  • Bertumbuh Bersama dalam Kasih
    Saksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah
    • Pasal 19

      Bertumbuh Bersama dalam Kasih

      KETIKA menulis kepada rekan-rekan Kristen, rasul-rasul Yesus Kristus menunjukkan perlunya seseorang bertumbuh bukan hanya dalam pengetahuan yang saksama melainkan juga dalam kasih. Dasarnya adalah kasih yang diperlihatkan oleh Allah sendiri dan kasih yang rela berkorban dari Kristus, yang jejaknya mereka upayakan untuk ikuti. (Yoh. 13:34, 35; Ef. 4:15, 16; 5:1, 2; Flp. 1:9; 1 Yoh. 4:7-10) Mereka adalah satu persaudaraan, dan ketika mereka saling membantu, ikatan kasih bahkan menjadi semakin kuat.

      Ketika bencana kelaparan menimbulkan kesukaran ekonomi bagi saudara-saudara di Yudea, orang-orang Kristen di Suriah dan di Yunani membagikan harta bendanya untuk membantu mereka. (Kis. 11:27-30; Rm. 15:26) Ketika beberapa dianiaya, penderitaan yang dialami sangat dirasakan oleh orang-orang Kristen lainnya, dan mereka ini berupaya memberikan bantuan.​—1 Kor. 12:26; Ibr. 13:3.

      Tentu saja, semua manusia mempunyai kemampuan untuk mengasihi, dan orang-orang selain umat Kristen melakukan perbuatan kemanusiaan yang baik hati. Tetapi masyarakat pada zaman Romawi mengakui bahwa kasih yang ditunjukkan umat Kristen berbeda. Tertullian, seorang ahli hukum di Roma, mengutip komentar masyarakat di Roma mengenai umat Kristen, mengatakan, ”’Lihat,’ kata mereka, ’betapa mereka saling mengasihi . . . dan betapa mereka siap untuk mati bagi satu sama lain.’” (Apology, XXXIX, 7) John Hurst, dalam karyanya History of the Christian Church (Jilid I, halaman 146), menuturkan bahwa orang-orang di Kartago dan Aleksandria dahulu kala, selama berkecamuknya wabah, menyingkirkan orang-orang yang terkena wabah dari tengah-tengah mereka dan melucuti apa saja yang bernilai dari tubuh orang-orang yang sekarat. Sebaliknya, demikian dilaporkannya, umat Kristen di tempat-tempat ini membagi harta benda mereka, merawat yang sakit, dan menguburkan yang mati.

      Apakah Saksi-Saksi Yehuwa pada zaman modern melakukan pekerjaan-pekerjaan yang menunjukkan perhatian demikian terhadap kesejahteraan orang-orang lain? Jika demikian halnya, apakah ini hanya dilakukan oleh beberapa pribadi di sana-sini, atau apakah organisasinya secara keseluruhan menganjurkan dan mendukung upaya-upaya demikian?

      Bantuan Pengasih Dalam Sidang-Sidang Setempat

      Di kalangan Saksi-Saksi Yehuwa, memperhatikan para yatim piatu dan janda-janda di dalam sidang, maupun siapa saja yang setia yang mengalami musibah besar, dipandang sebagai bagian dari ibadat mereka. (Yak. 1:27; 2:15-17; 1 Yoh. 3:17, 18) Pemerintahan duniawi pada umumnya menyediakan rumah-rumah sakit, panti-panti werda, dan penyelenggaraan bantuan sosial untuk para penganggur dalam lingkungan masyarakat, dan Saksi-Saksi Yehuwa mendukung penyelenggaraan tersebut dengan cara membayar pajak mereka dengan tulus ikhlas. Namun, karena menyadari bahwa hanya Kerajaan Allah yang dapat menanggulangi problem-problem umat manusia secara permanen, maka Saksi-Saksi Yehuwa membaktikan diri dan sumber daya mereka terutama untuk mengajar orang-orang lain tentang hal tersebut. Ini adalah pelayanan yang penting sekali yang tidak disediakan oleh pemerintahan manusia mana pun.

      Dalam lebih dari 69.000 sidang Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia, kebutuhan-kebutuhan khusus dari orang perorangan yang timbul karena usia lanjut dan cacat biasanya diurus secara pribadi. Seperti diperlihatkan di 1 Timotius 5:4, 8, adalah terutama tanggung jawab setiap orang Kristen untuk memelihara rumah tangganya sendiri. Anak-anak, cucu-cucu, atau sanak-saudara dekat lainnya menunjukkan kasih Kristen dengan menyediakan bantuan bagi orang-orang yang berusia lanjut dan yang cacat sesuai dengan kebutuhan mereka. Sidang-sidang Saksi-Saksi Yehuwa tidak mengurangi makna tanggung jawab ini dengan mengambil alih kewajiban-kewajiban keluarga. Akan tetapi, jika tidak ada anggota keluarga dekat, atau jika mereka yang memiliki tanggung jawab itu memang tidak dapat menanggung sendiri beban mereka, maka yang lain-lain di dalam sidang dengan pengasih datang membantu. Apabila perlu, sidang secara keseluruhan dapat mengatur untuk sekadar memberikan bantuan kepada seorang saudara atau saudari yang sudah lama berdinas dengan setia dan yang membutuhkan bantuan.​—1 Tim. 5:​3-10.

      Perhatian akan kebutuhan-kebutuhan ini tidak sekadar diserahkan kepada kemungkinan yang ada. Dalam kursus-kursus Sekolah Pelayanan Kerajaan, yang telah dihadiri berkali-kali oleh para penatua sejak tahun 1959, kewajiban mereka di hadapan Allah dalam hal ini sebagai gembala kawanan domba telah sering kali diberikan perhatian khusus. (Ibr. 13:1, 16) Halnya bukan karena mereka tidak menyadari kebutuhan ini sebelumnya. Misalnya, pada tahun 1911, bantuan materi telah disediakan oleh Sidang Oldham di Lancashire, Inggris, bagi mereka yang menghadapi problem ekonomi yang berat. Akan tetapi, sejak itu organisasi sedunia berkembang, jumlah yang mengalami problem berat meningkat, dan Saksi-Saksi Yehuwa makin sadar akan kewajiban mereka menurut Alkitab dalam situasi-situasi demikian. Teristimewa pada tahun-tahun belakangan ini, tanggung jawab setiap orang Kristen terhadap saudara-saudara mereka yang mempunyai kebutuhan khusus​—yang lanjut usia, yang cacat, keluarga dengan orang-tua tunggal, dan mereka yang mengalami kesulitan ekonomi​—telah dibahas oleh semua sidang pada perhimpunan-perhimpunan mereka.a

      Kepedulian para Saksi secara perorangan terhadap orang lain jauh melebihi ucapan, ”Kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!” Mereka menunjukkan minat pribadi yang pengasih. (Yak. 2:15, 16) Pertimbangkan beberapa contoh.

      Ketika seorang wanita muda Swedia, seorang dari Saksi-Saksi Yehuwa, terkena meningitis (radang selaput otak) sewaktu sedang berkunjung ke Yunani pada tahun 1986, ia juga mengalami apa artinya memiliki saudara dan saudari Kristen di banyak negeri. Ayahnya di Swedia diberi tahu. Ia segera menghubungi seorang penatua sidang Saksi-Saksi Yehuwa setempat di Swedia dan, melalui penatua itu, menghubungi seorang Saksi di Yunani. Hingga saudari Saksi muda itu dapat kembali ke Swedia tiga minggu kemudian, teman-teman barunya di Yunani tidak pernah membiarkannya tidak terurus.

      Begitu juga, sewaktu seorang Saksi yang lanjut usia, seorang duda, di Wallaceburg, Ontario, Kanada, memerlukan bantuan, satu keluarga yang pernah dibantunya secara rohani menunjukkan penghargaan mereka dengan mengajak dia menjadi anggota keluarga itu. Beberapa tahun kemudian sewaktu mereka pindah ke Barry’s Bay, ia ikut bersama mereka. Ia tinggal bersama mereka dan diurus secara pengasih oleh mereka selama 19 tahun, sampai ia meninggal pada tahun 1990.

      Di New York City, sepasang suami-istri Saksi mengurus seorang saudara yang lanjut usia yang menghadiri perhimpunan-perhimpunan di Balai Kerajaan mereka, dan hal ini mereka lakukan selama 15 tahun, sampai ia meninggal pada tahun 1986. Bila ia kena stroke, mereka yang berbelanja, membersihkan, memasak, dan mencuci pakaian untuknya. Mereka memperlakukan dia bagaikan ayah mereka sendiri.

      Berbagai kebutuhan lain juga mendapat perhatian yang pengasih. Sepasang suami-istri Saksi di Amerika Serikat telah menjual rumah mereka dan pindah ke Montana untuk membantu sebuah sidang di sana. Akan tetapi menjelang saudara itu ”dikeluarkan” dari pekerjaan, masalah kesehatan yang serius terjadi, dan dana mereka habis. Bagaimana mereka dapat mengatasinya? Saudara itu berdoa kepada Yehuwa memohon bantuan. Sewaktu ia selesai berdoa, seorang rekan Saksi mengetuk pintu. Bersama-sama mereka keluar untuk minum kopi. Ketika saudara itu kembali, ia mendapati meja dapur penuh dengan bahan pangan. Bersama dengan bahan pangan itu ada sebuah amplop berisi uang dan catatan yang berbunyi, ”Dari saudara-saudara dan saudari-saudarimu, yang sangat mengasihi kalian.” Sidang itu menyadari kebutuhan pasangan tersebut, dan mereka semua ikut memenuhinya. Karena sangat terharu oleh kasih mereka, ia dan istrinya tidak bisa menahan diri untuk mencucurkan air mata dan bersyukur kepada Yehuwa karena teladan kasih yang menggerakkan para hamba-Nya.

      Perhatian yang murah hati yang ditunjukkan Saksi-Saksi Yehuwa terhadap orang-orang yang dalam keadaan kekurangan telah dikenal di kalangan luas. Sewaktu-waktu ada penipu-penipu yang menyalahgunakannya. Maka Saksi-Saksi harus belajar bersikap hati-hati, seraya tidak meredam keinginan mereka untuk membantu orang-orang yang layak dibantu.

      Bila Perang Membuat Orang Melarat

      Di banyak bagian bumi, orang-orang telah dibuat melarat karena perang. Organisasi-organisasi bantuan kemanusiaan berupaya memberikan bantuan, tetapi sistem organisasi ini sering kali bekerja lamban. Saksi-Saksi Yehuwa tidak berpandangan bahwa upaya yang dilakukan oleh lembaga-lembaga bantuan demikian membebaskan mereka dari tanggung jawab terhadap saudara-saudara Kristen mereka di daerah-daerah ini. Bila mereka mengetahui bahwa saudara-saudara mereka menderita kekurangan, mereka tidak ’menutup pintu hati mereka’ terhadap saudara-saudara demikian melainkan segera berbuat sedapat mungkin untuk meringankan penderitaan saudara-saudara mereka.​—1 Yoh. 3:​17, 18.

      Selama Perang Dunia II, bahkan di negeri-negeri yang menderita kekurangan, Saksi-Saksi di daerah pedalaman yang masih mempunyai persediaan makanan membaginya dengan saudara-saudara yang kurang beruntung di kota. Di Belanda hal ini dilakukan dengan risiko besar karena pembatasan-pembatasan ketat yang diberlakukan oleh Nazi. Sewaktu melakukan upaya bantuan demikian pada suatu kesempatan, Gerrit Böhmermann memimpin sekelompok saudara mengendarai sepeda angkutan yang dimuati makanan yang ditutupi dengan terpal. Tiba-tiba mereka sampai di sebuah pos pemeriksaan di kota Alkmaar. ”Tidak ada pilihan lain kecuali mengandalkan Yehuwa sepenuhnya,” kata Gerrit. Tanpa banyak mengurangi kecepatan, ia berseru sambil bertanya kepada si perwira, ”Wo ist Amsterdam?” (Mana jalan ke Amsterdam?) Perwira tersebut melangkah ke samping dan menunjuk ke muka seraya berteriak, ”Geradeaus!” (Terus saja!) ”Danke schön!” (Terima kasih!) jawab Gerrit sementara seluruh pasukan sepeda angkutan berlalu dengan kecepatan penuh di depan mata sekumpulan orang yang terkesima. Pada kesempatan lain Saksi-Saksi berhasil membawa masuk satu kapal penuh kentang untuk saudara-saudara mereka di Amsterdam.

      Justru di dalam kamp-kamp konsentrasi di Eropa, semangat ini diperlihatkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa. Sewaktu meringkuk dalam sebuah kamp dekat Amersfoort, Belanda, seorang yang berumur 17 tahun berat badannya turun hingga ia menjadi seperti tengkorak berjalan. Tetapi pada tahun-tahun berikutnya, ia tidak pernah melupakan ketika setelah mereka dipaksa untuk berolahraga di bawah curahan hujan hingga tengah malam dan kemudian tidak diberi makan, seorang Saksi dari bagian lain kamp itu berhasil menemuinya dan menyelipkan sepotong roti ke dalam tangannya. Dan dalam kamp konsentrasi Mauthausen di Austria, seorang Saksi yang tugasnya mengharuskan dia pergi dari satu bagian ke bagian lain kamp, sering kali mempertaruhkan kehidupannya dengan membawa makanan yang disisihkan oleh Saksi-Saksi dari jatah mereka yang sedikit untuk Saksi-Saksi lain yang mendapat jatah lebih sedikit lagi.

      Sesudah perang, Saksi-Saksi Yehuwa yang keluar dari penjara dan kamp-kamp konsentrasi Jerman tidak punya apa-apa lagi selain baju penjara yang melekat di tubuh mereka. Harta benda dari banyak saudara yang tidak masuk penjara telah musnah. Persediaan makanan, pakaian, dan bahan bakar sangat sedikit di banyak bagian Eropa. Saksi-Saksi Yehuwa di negeri-negeri ini segera mengorganisasi perhimpunan-perhimpunan sidang dan mulai membantu orang-orang lain secara rohani dengan membagikan kabar baik tentang Kerajaan Allah kepada mereka. Tetapi mereka sendiri membutuhkan bantuan dalam hal-hal lain. Banyak di antara mereka begitu lemah karena lapar sehingga mereka sering kali jatuh pingsan selama perhimpunan.

      Ini adalah situasi yang belum pernah dihadapi oleh Saksi-Saksi sebelumnya dalam skala yang demikian besar. Namun, justru pada bulan berakhirnya perang secara resmi di kawasan Pasifik, Saksi-Saksi Yehuwa mengadakan kebaktian istimewa di Cleveland, Ohio, dan di sana mereka membicarakan apa yang perlu dilakukan untuk menyediakan bantuan bagi saudara-saudara Kristen mereka di negeri-negeri yang menderita karena perang dan cara melaksanakannya. Khotbah yang menghangatkan hati ”Karunia-Nya yang Tak Terkatakan”, yang disampaikan oleh F. W. Franz, mengetengahkan nasihat Alkitab yang benar-benar memenuhi kebutuhan pada situasi itu.b

      Dalam beberapa minggu, segera sesudah diizinkan untuk mengadakan perjalanan di kawasan itu, N. H. Knorr, presiden Lembaga Menara Pengawal, dan M. G. Henschel bertolak ke Eropa untuk menyaksikan keadaan secara langsung. Bahkan sebelum mereka berangkat memulai perjalanan tersebut, penyelenggaraan bantuan dilaksanakan.

      Pengiriman awal dengan kapal diberangkatkan dari Swiss dan Swedia. Yang lain-lain menyusul dari Kanada, Amerika Serikat, dan negeri-negeri lain. Walaupun Saksi-Saksi di negeri-negeri yang mampu memberikan bantuan demikian pada waktu itu hanya berjumlah kira-kira 85.000, mereka berusaha mengirimkan pakaian dan makanan kepada rekan-rekan Saksi di Austria, Belanda, Belgia, Bulgaria, Cekoslowakia, Cina, Denmark, Filipina, Finlandia, Hongaria, Inggris, Italia, Jerman, Norwegia, Polandia, Prancis, Romania, dan Yunani. Hal itu tidak terbatas pada upaya satu kali itu saja. Pengiriman bantuan kemanusiaan berlangsung terus selama dua setengah tahun. Antara bulan Januari 1946 dan Agustus 1948, mereka mengirimkan 479.114 kilogram pakaian, 124.110 pasang sepatu, dan 326.081 kilogram makanan sebagai pemberian untuk rekan-rekan Saksi. Tidak ada dari dana itu yang dipotong untuk biaya administrasi. Pekerjaan menyortir dan mengepak dilakukan oleh para sukarelawan yang tidak dibayar. Dana yang disumbangkan seluruhnya digunakan untuk membantu orang-orang kepada siapa dana tersebut ditujukan.

      Tentu saja, kebutuhan akan bantuan untuk para pengungsi dan untuk orang-orang lain yang menjadi melarat karena perang, tidak berakhir pada masa tahun 1940-an itu. Telah terjadi ratusan perang sejak tahun 1945. Dan perhatian pengasih yang sama terus-menerus diperlihatkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa. Hal ini dilakukan selama dan sesudah perang Biafra di Nigeria, dari tahun 1967 hingga 1970. Bantuan serupa diberikan di Mozambik selama tahun 1980-an.

      Di Liberia juga terjadi bencana kelaparan akibat perang yang dimulai pada tahun 1989. Seraya orang-orang melarikan diri, perkampungan Menara Pengawal di Monrovia penuh sesak dengan ratusan pengungsi. Makanan apa pun yang tersedia di situ, juga air dari sumur, dibagikan kepada Saksi-Saksi dan para tetangga yang bukan Saksi. Kemudian, segera sesudah keadaan mengizinkan, persediaan bantuan lebih lanjut datang dari Saksi-Saksi di Sierra Leone dan Pantai Gading, Afrika Barat, Belanda dan Italia di Eropa, dan Amerika Serikat.

      Selanjutnya, pada tahun 1990, pascaperang di Lebanon telah mengakibatkan beberapa bagian Beirut dalam keadaan seolah-olah baru diguncangkan oleh gempa bumi, para penatua di antara Saksi-Saksi Yehuwa mengorganisasi suatu panitia bantuan darurat untuk memberikan bantuan yang diperlukan kepada saudara-saudara. Mereka tidak perlu meminta tenaga-tenaga sukarela; setiap hari banyak yang menawarkan bantuan.

      Selama suatu masa pergolakan politik dan ekonomi yang hebat di Eropa, Saksi-Saksi Yehuwa di Austria, Cekoslowakia, Hongaria, dan Yugoslavia mengirim lebih dari 70 ton barang yang diperlukan kepada saudara-saudara Kristen mereka di Romania pada tahun 1990.

      Ini disusul oleh lebih banyak misi bantuan ke Eropa Timur. Badan Pimpinan meminta kantor cabang Lembaga Menara Pengawal di Denmark untuk mengorganisasi bantuan bagi para Saksi yang membutuhkan di Ukraina. Sidang-sidang diberi tahu dan bergairah untuk ambil bagian. Pada tanggal 18 Desember 1991 lima truk dan dua mobil barang yang dikemudikan oleh para sukarelawan Saksi tiba di Lviv dengan 22 ton barang​—suatu pernyataan keprihatinan yang pengasih terhadap saudara-saudara Kristen mereka. Terus berlanjut ke tahun 1992, pengiriman-pengiriman dengan kapal juga tiba dari Saksi-Saksi di Austria—lebih dari 100 ton makanan dan pakaian. Lebih banyak perbekalan dikirimkan dari Saksi-Saksi di Belanda​—pertama 26 ton makanan, kemudian suatu konvoi terdiri dari 11 truk yang memuat pakaian, kemudian lebih banyak bahan makanan untuk menanggulangi kebutuhan yang berlanjut. Para penerimanya bersyukur kepada Allah dan bersandar kepada-Nya untuk hikmat dalam menggunakan segala persediaan tersebut. Mereka bersatu dalam doa sebelum membongkar muatan truk, sekali lagi pada waktu pembongkaran selesai dilakukan. Bantuan besar lainnya juga dikirimkan oleh Saksi-Saksi di Italia, Finlandia, Swedia, dan Swiss. Pada waktu segalanya ini berlangsung, keadaan yang bergolak di antara republik-republik yang dahulu membentuk Yugoslavia menimbulkan kebutuhan yang meningkat di situ. Perbekalan makanan, pakaian, dan obat-obatan juga dikirimkan ke daerah tersebut. Sementara itu, Saksi-Saksi dalam kota-kota di sana membuka rumah-rumah mereka untuk menampung mereka yang rumahnya telah dihancurkan.

      Kadang-kadang mereka yang benar-benar membutuhkan pertolongan berada di tempat-tempat yang terpencil, dan situasi mereka tidak diketahui secara luas. Demikianlah yang terjadi dengan 35 keluarga Saksi-Saksi Yehuwa di Guatemala. Desa-desa mereka telah diserang oleh faksi-faksi yang berperang satu sama lain. Sewaktu mereka akhirnya dapat pulang kembali pada tahun 1989, mereka membutuhkan bantuan untuk mengadakan pembangunan kembali. Untuk melengkapi bantuan yang disediakan oleh pemerintah bagi orang-orang yang kembali dari pengungsian, kantor cabang Lembaga Menara Pengawal membentuk suatu panitia darurat untuk membantu keluarga-keluarga Saksi ini, dan sekitar 500 orang Saksi lainnya dari 50 sidang menawarkan diri secara sukarela untuk membantu dalam pembangunan kembali tersebut.

      Ada situasi-situasi lain yang juga menyebabkan orang-orang mengalami musibah bukan karena kesalahan sendiri. Gempa bumi, badai, dan banjir adalah peristiwa yang sering terjadi. Rata-rata, kata orang, dunia ditimpa oleh lebih dari 25 bencana besar setiap tahun.

      Bila Kekuatan Alam Mengamuk

      Bila timbul keadaan darurat serius yang menimpa Saksi-Saksi Yehuwa karena bencana, maka segera diambil langkah-langkah untuk memberikan bantuan yang diperlukan. Penatua-penatua setempat telah belajar bahwa bila menghadapi situasi demikian, mereka harus mengerahkan upaya yang sungguh-sungguh untuk menghubungi setiap orang di dalam sidang. Kantor cabang dari Lembaga Menara Pengawal yang mengawasi pekerjaan Kerajaan di daerah tersebut segera memeriksa situasinya dan kemudian melaporkan ke kantor pusat sedunia. Di tempat-tempat yang memerlukan lebih banyak bantuan daripada yang dapat diberikan secara lokal, penyelenggaraan dikoordinasi dengan saksama, kadang-kadang bahkan dalam skala internasional. Tujuannya bukanlah untuk mencoba meningkatkan standar kehidupan dari mereka yang bersangkutan melainkan untuk membantu mereka memperoleh kebutuhan pokok yang lazim.

      Sebuah laporan yang ditayangkan televisi saja tentang bencana yang terjadi sudah cukup menggerakkan Saksi-Saksi untuk menelepon para penatua yang bertanggung jawab di daerah itu guna menawarkan jasa mereka atau memberikan uang atau bahan-bahan. Yang lain mungkin mengirimkan dana ke kantor cabang atau ke kantor pusat sedunia untuk digunakan bagi tujuan bantuan kemanusiaan. Mereka tahu bahwa bantuan dibutuhkan, dan mereka ingin ikut serta. Bila ada yang lebih membutuhkan, Lembaga Menara Pengawal bisa jadi memberi tahu saudara-saudara di suatu daerah yang terbatas sehingga mereka dapat membantu sesuai kemampuan mereka. Sebuah panitia bantuan kemanusiaan dibentuk untuk mengkoordinasi penanganan masalah-masalah di daerah bencana.

      Maka, sewaktu sebagian besar dari kota Managua, di Nikaragua, hancur karena suatu gempa bumi yang kuat pada bulan Desember 1972, para pengawas sidang-sidang Saksi-Saksi Yehuwa di daerah itu bertemu dalam jangka waktu beberapa jam untuk mengkoordinasi upaya-upaya mereka. Pemeriksaan segera dilakukan sehubungan dengan kesejahteraan setiap Saksi di dalam kota. Pada hari itu juga bantuan perbekalan mulai tiba dari sidang-sidang yang berdekatan; kemudian bantuan cepat datang dari Kosta Rika, Honduras, dan El Salvador. Empat belas tempat penyalur bantuan didirikan di sekitar pinggiran kota Managua. Uang dan barang-barang dari Saksi-Saksi di banyak bagian dari dunia disalurkan ke Nikaragua melalui kantor pusat internasional Lembaga Menara Pengawal. Makanan dan perbekalan lain (termasuk lilin, korek api, dan sabun) dibagikan sesuai besarnya setiap rumah tangga, persediaan untuk tujuh hari diberikan kepada setiap keluarga. Pada puncak operasi tersebut, sekitar 5.000 orang​—Saksi-Saksi, keluarga-keluarga mereka, dan sanak-saudara yang tinggal bersama mereka​—diberi makan. Operasi bantuan ini berlangsung selama sepuluh bulan. Setelah melihat apa yang sedang dilakukan, instansi-instansi pemerintah dan Palang Merah juga menyediakan makanan, tenda-tenda, dan perbekalan lain.

      Pada tahun 1986, sewaktu letusan-letusan gunung berapi memaksa 10.000 orang mengungsi dari Pulau Izu-Oshima, dekat pantai Jepang, kapal-kapal yang membawa para pengungsi disambut oleh Saksi-Saksi Yehuwa yang dengan rajin mencari saudara-saudara rohani mereka. Salah seorang pengungsi mengatakan, ”Sewaktu meninggalkan Oshima, kami sendiri tidak tahu ke mana kami pergi.” Segala sesuatu terjadi begitu cepat. ”Namun, sewaktu kami turun dari kapal, kami melihat sebuah papan tanda yang bertuliskan, ’Saksi-Saksi Yehuwa’. . . . Mata istri saya berkaca-kaca karena merasa lega menemukan saudara-saudara kita ada di sana untuk menjemput kami di dermaga.” Sesudah mengamati bagaimana Saksi-Saksi yang mengungsi itu diurus, bukan hanya sewaktu mereka tiba melainkan juga sesudahnya, bahkan orang-orang yang dahulu mengucilkan mereka berkata, ”Kalian berbuat baik dengan tetap berpegang pada agama itu.”

      Setiap upaya dikerahkan oleh Saksi-Saksi agar bantuan tiba di tempat bencana secepat mungkin. Pada tahun 1970, sewaktu Peru dihantam oleh salah satu gempa bumi yang paling dahsyat dalam sejarah, dana darurat untuk bantuan segera dikirimkan dari kantor pusat sedunia di New York, dan 15 ton pakaian menyusul. Akan tetapi, bahkan sebelum pengiriman dengan kapal itu tiba, Saksi-Saksi sudah tiba dengan sebuah iring-iringan mobil membawa bantuan perbekalan ke daerah yang kota-kota dan desa-desanya telah hancur, dan ini dilakukan hanya dalam beberapa jam setelah jalan-jalan dibuka. Secara bertahap pada hari-hari dan minggu-minggu sesudahnya, mereka memberikan bantuan yang diperlukan, baik secara materi maupun rohani, kepada berbagai kelompok di dataran tinggi Andes. Dan pada tahun 1980, sewaktu sebagian dari Italia diguncang oleh suatu gempa bumi yang hebat sepanjang malam tanggal 23 November, muatan perbekalan truk pertama yang dikirimkan oleh Saksi-Saksi tiba di daerah yang dilanda bencana tepat pada keesokan harinya. Mereka segera membangun dapur mereka sendiri, dan di sana makanan yang dimasak oleh saudari-saudari dibagikan setiap hari. Seorang pengamat upaya bantuan kemanusiaan di sebuah pulau di Karibia mengatakan, ”Saksi-Saksi bekerja lebih cepat daripada pemerintah.” Kadang-kadang memang demikian, namun Saksi-Saksi Yehuwa pasti menghargai bantuan para pejabat yang memudahkan upaya mereka sehingga dapat mencapai daerah-daerah bencana tersebut dengan cepat.

      Selama suatu masa kelaparan di Angola pada tahun 1990, diberitakan bahwa Saksi-Saksi di sana sangat kekurangan makanan dan pakaian. Akan tetapi, upaya mencapai mereka dapat menimbulkan problem, karena sudah bertahun-tahun lamanya Saksi-Saksi Yehuwa dilarang di negara tersebut. Meskipun demikian, saudara-saudara Kristen mereka di Afrika Selatan memuati sebuah truk dengan 25 ton bantuan perbekalan. Dalam perjalanan, mereka mengunjungi konsulat Angola dan diberi izin untuk melintasi perbatasan. Untuk dapat mencapai saudara-saudara, mereka harus melalui 30 perintang jalan yang dibangun oleh militer, dan di tempat sebuah jembatan telah diledakkan, mereka harus menyeberangi sungai yang sedang meluap melalui jembatan sementara yang telah didirikan sebagai gantinya. Meskipun menghadapi semua hal ini, seluruh pengiriman disampaikan dengan selamat.

      Bila ada bencana, lebih banyak yang dilakukan daripada sekadar mengirimkan bantuan perbekalan ke daerah tersebut. Sewaktu ledakan dan kebakaran menghancurkan suatu daerah di pinggiran Meksiko City pada tahun 1984, Saksi-Saksi segera tiba untuk memberikan pertolongan. Tetapi banyak Saksi di daerah itu tidak dapat ditemukan, maka para penatua mengorganisasi suatu pencarian yang sistematis untuk menemukan mereka satu per satu. Ada yang telah berpencar ke tempat-tempat lain. Walaupun demikian, para penatua berupaya terus sampai mereka menemukan semuanya. Bantuan diberikan sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal seorang saudari yang telah kehilangan suami dan seorang putranya, itu termasuk mengurus penyelenggaraan pemakaman dan kemudian memberikan tunjangan penuh, secara materi dan rohani, untuk saudari itu dan anak-anaknya yang masih ada.

      Sering kali bantuan yang dibutuhkan lebih daripada sekadar persediaan obat-obatan, beberapa porsi makanan, dan sejumlah pakaian. Pada tahun 1989 suatu badai menghancurkan rumah-rumah dari 117 Saksi di Guadeloupe dan merusak dengan hebat rumah-rumah dari 300 Saksi lain. Saksi-Saksi Yehuwa di Martinik segera datang membantu mereka; lalu Saksi-Saksi di Prancis mengirim lebih dari 100 ton bahan bangunan sebagai pemberian untuk membantu mereka. Di Pulau St. Croix, sewaktu seorang Saksi yang kehilangan rumahnya menceritakan kepada teman-teman kerja bahwa rekan-rekan Saksi akan datang dari Puerto Riko untuk membantu, mereka mengatakan, ”Mereka tidak akan berbuat apa-apa untukmu. Engkau berkulit hitam, bukan orang Spanyol seperti mereka.” Alangkah terkejutnya teman-teman kerjanya itu sewaktu ia tidak lama kemudian mempunyai rumah yang sama sekali baru! Sesudah suatu gempa bumi di Kosta Rika pada tahun 1991, Saksi-Saksi setempat dan sukarelawan-sukarelawan internasional bekerja bersama-sama untuk membantu rekan-rekan Saksi di daerah bencana. Tanpa mengharapkan imbalan apa pun, mereka membangun kembali 31 rumah dan 5 Balai Kerajaan dan memperbaiki yang lain-lain. Para pengamat menyatakan, ’Golongan lain berbicara tentang kasih; kalian mempertunjukkannya.’

      Efisiensi yang telah dilaksanakan oleh Saksi-Saksi Yehuwa dalam upaya bantuan kemanusiaan sering kali telah mencengangkan para pengamat. Di Kalifornia, AS, pada tahun 1986, sebuah tanggul di Sungai Yuba bobol dan luapan air memaksa puluhan ribu orang mengungsi dari rumah mereka. Para penatua Kristen di daerah itu menghubungi kantor pusat di New York, dan sebuah panitia bantuan dibentuk. Segera sesudah air mulai surut, ratusan tenaga sukarela siap bekerja. Sebelum lembaga bantuan kemanusiaan duniawi berhasil bergerak, rumah-rumah dari Saksi-Saksi sudah diperbarui kembali. Mengapa mereka dapat bergerak begitu cepat?

      Satu faktor utama adalah kerelaan Saksi-Saksi untuk segera menawarkan diri tanpa bayaran maupun kerelaan mereka untuk menyumbangkan bahan-bahan yang diperlukan. Faktor lain ialah bahwa mereka berpengalaman dalam hal mengorganisasi dan bekerja sama, karena mereka melakukan ini secara tetap tentu untuk menyelenggarakan kebaktian-kebaktian mereka dan membangun Balai-Balai Kerajaan yang baru. Namun faktor lain yang penting sekali ialah bahwa mereka telah banyak memikirkan makna dari apa yang Alkitab katakan, ”Kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain.”​—1 Ptr. 4:8.

      Sumbangan yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan demikian sering kali datang dari orang-orang yang tidak memiliki banyak untuk mereka sendiri. Seperti sering kali dapat kita baca dari surat-surat yang mengiringinya, yang mengatakan, ’Pemberian ini kecil, tetapi dengan sepenuh hati kami mengasihi saudara-saudara dan saudari-saudari.’ ’Mudah-mudahan saya dapat mengirimkan lebih banyak, tetapi apa yang Yehuwa izinkan saya miliki ingin saya bagikan.’ Seperti halnya orang-orang Kristen di Makedonia pada abad pertama, mereka dengan sungguh-sungguh memohonkan hak istimewa untuk ikut serta memberikan barang-barang kebutuhan pokok dalam kehidupan untuk mereka yang berkekurangan. (2 Kor. 8:​1-4) Sewaktu lebih dari 200.000 orang Korea kehilangan rumah mereka sebagai akibat dari banjir pada tahun 1984, Saksi-Saksi Yehuwa di Republik Korea menyambut dengan begitu murah hati kebutuhan saudara-saudara mereka, sehingga kantor cabang harus membuat pengumuman bahwa bantuan tidak dibutuhkan lagi.

      Para pengamat dapat segera melihat bahwa Saksi-Saksi bukan sekadar digerakkan oleh perasaan bertanggung jawab atau sifat kemanusiaan yang umum terdapat. Mereka sungguh-sungguh mengasihi saudara dan saudari Kristen mereka.

      Di samping memenuhi kebutuhan jasmani, Saksi-Saksi Yehuwa memberikan perhatian khusus kepada kebutuhan rohani dari saudara-saudara mereka di daerah bencana. Dibuat penyelenggaraan secepat mungkin agar perhimpunan sidang dimulai kembali. Di Yunani pada tahun 1986, sebuah tenda besar perlu dipasang di luar kota Kalamata untuk digunakan sebagai Balai Kerajaan, dan beberapa tenda yang lebih kecil di berbagai lokasi untuk Pelajaran Buku Sidang tengah pekan. Serupa halnya, setelah kebutuhan jasmani bagi mereka yang selamat dari bencana longsor tanah lumpur di Armero, Kolombia, pada tahun 1985, tercukupi, maka dana yang tersisa digunakan untuk membangun Balai Kerajaan yang baru bagi tiga sidang di daerah itu.

      Bahkan seraya pekerjaan pembangunan kembali itu sedang berlangsung, Saksi-Saksi Yehuwa terus menghibur orang lain dengan jawaban-jawaban memuaskan yang diberikan oleh Firman Allah atas pertanyaan-pertanyaan mereka tentang tujuan hidup ini, penyebab bencana dan kematian, dan harapan untuk masa depan.

      Upaya bantuan kemanusiaan dari Saksi-Saksi tidak dimaksudkan untuk menyediakan kebutuhan jasmani dari setiap orang di daerah bencana. Selaras dengan Galatia 6:10, ini terutama dimaksudkan untuk ’kawan-kawan mereka seiman’. Pada waktu yang sama, mereka dengan senang hati membantu orang-orang lain menurut kemampuan mereka. Mereka telah melakukan hal ini misalnya, sewaktu menyediakan makanan untuk korban-korban gempa bumi di Italia. Di Amerika Serikat, pada waktu membantu para korban banjir dan badai, mereka juga membersihkan dan memperbaiki rumah dari tetangga-tetangga para Saksi yang sedang putus asa. Sewaktu ditanya apa sebabnya mereka mau melakukan perbuatan kebaikan demikian untuk orang yang tidak mereka kenal, mereka hanya menjawab bahwa mereka mengasihi sesama mereka. (Mat. 22:39) Setelah suatu badai yang menghancurkan di Florida bagian selatan, AS, tahun 1992, program bantuan yang diorganisasi dengan baik dari Saksi-Saksi begitu terkenal sehingga beberapa perusahaan dagang dan pribadi-pribadi yang bukan Saksi yang ingin memberikan sumbangan bantuan perbekalan yang cukup bernilai menyerahkannya kepada Saksi-Saksi. Mereka menyadari bahwa pemberian mereka tidak akan dibiarkan menumpuk atau digunakan untuk mencari keuntungan namun akan benar-benar dimanfaatkan bagi korban-korban badai, baik Saksi-Saksi maupun yang bukan Saksi-Saksi. Kerelaan mereka untuk membantu orang-orang yang bukan Saksi pada waktu bencana, begitu dihargai di Davao del Norte, Filipina, sehingga para pejabat kota mengeluarkan sebuah resolusi yang menyatakan hal itu.

      Akan tetapi, tidak setiap orang mengasihi umat Kristen sejati. Sering kali, mereka menjadi sasaran penganiayaan yang keji. Situasi ini juga menggerakkan persaudaraan sedunia untuk dengan murah hati mencurahkan dukungan yang pengasih kepada sesama Kristen.

      Menghadapi Penganiayaan Keji

      Rasul Paulus membandingkan sidang Kristen dengan tubuh manusia dan berkata, ”Supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita.” (1 Kor. 12:25, 26) Itulah tanggapan Saksi-Saksi Yehuwa bila mereka mendengar laporan-laporan tentang penganiayaan yang dialami saudara-saudara Kristen mereka.

      Di Jerman selama zaman Nazi, pemerintah mengambil tindakan-tindakan keras untuk menekan Saksi-Saksi Yehuwa. Pada waktu itu hanya ada sekitar 20.000 Saksi di Jerman, kelompok yang relatif kecil yang dibenci oleh Hitler. Dibutuhkan tindakan yang terpadu. Pada tanggal 7 Oktober 1934, setiap sidang Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh Jerman berhimpun secara rahasia, berdoa bersama, dan mengirimkan sepucuk surat kepada pemerintah yang menyatakan tekad mereka untuk terus melayani Yehuwa. Kemudian banyak dari mereka yang hadir tanpa gentar keluar untuk memberi kesaksian kepada para tetangga mereka tentang nama dan Kerajaan Yehuwa. Pada hari yang sama, Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh bagian lain dari bumi juga berhimpun di sidang-sidang mereka dan, sesudah doa yang bersatu-padu, mereka mengirimkan telegram kepada pemerintahan Hitler sebagai dukungan bagi saudara-saudara Kristen mereka.

      Pada tahun 1948, sesudah penganiayaan terhadap Saksi-Saksi Yehuwa di Yunani yang dihasut oleh golongan pemimpin agama disingkapkan, presiden Yunani dan berbagai menteri di pemerintahan menerima ribuan surat dari Saksi-Saksi Yehuwa demi kepentingan saudara-saudara Kristen mereka. Surat-surat itu dikirim dari Filipina, Australia, Amerika Utara dan Selatan, dan daerah-daerah lain.

      Sewaktu majalah Awake! menyingkapkan metode-metode inkwisisi yang dilaksanakan terhadap Saksi-Saksi di Spanyol pada tahun 1961, surat-surat protes membanjiri kalangan berwenang di sana. Para pejabat terkejut karena orang-orang di seluruh dunia mengetahui persis apa yang sedang mereka lakukan, dan hasilnya, walaupun penganiayaan terus berlanjut, beberapa dari polisi mulai lebih mengekang diri dalam memperlakukan Saksi-Saksi. Di berbagai negeri Afrika juga, para pejabat telah mendengar dari Saksi-Saksi di banyak bagian lain dari dunia sewaktu mereka mengetahui perlakuan kejam terhadap saudara-saudara dan saudari-saudari Kristen mereka di sana.

      Jika tidak ada tanggapan yang baik dari pemerintah, Saksi-Saksi yang dianiaya tidaklah dilupakan. Oleh karena penganiayaan agama yang terus-menerus selama bertahun-tahun, beberapa pemerintah telah berkali-kali dibanjiri surat imbauan dan protes. Itulah yang terjadi di Argentina. Suatu ketika pada tahun 1959, sekretaris Departemen Luar Negeri dan Agama membawa seorang saudara kita ke sebuah ruangan dan di sana terdapat beberapa lemari buku yang dipenuhi dengan surat-surat yang telah mengalir dari seluruh dunia. Ia terheran-heran bahwa ada seorang sejauh Fiji menulis imbauan mengenai kebebasan beribadat di Argentina.

      Dalam beberapa hal, lebih banyak kebebasan telah diberikan sewaktu para penguasa menyadari bahwa orang-orang di seluruh dunia mengetahui apa yang mereka lakukan dan bahwa ada banyak orang yang benar-benar memedulikan. Demikianlah halnya di Liberia pada tahun 1963. Serdadu-serdadu pemerintah telah berlaku biadab terhadap para delegasi kebaktian di Gbarnga. Presiden Liberia dibanjiri surat-surat protes dari seputar dunia, dan Departemen Luar Negeri AS turun tangan karena seorang warga negara AS ikut menjadi korban. Akhirnya, Presiden Tubman mengirim telegram ke kantor pusat Lembaga Menara Pengawal yang menyatakan kesediaannya untuk menerima delegasi Saksi-Saksi Yehuwa guna membicarakan permasalahannya. Dua orang delegasi​—Milton Henschel dan John Charuk​—telah berada di Gbarnga. Tn. Tubman mengakui bahwa kejadian itu merupakan ”sesuatu yang keterlaluan” dan berkata, ”Saya menyesal terjadinya peristiwa ini.”

      Sesudah wawancara tersebut, suatu Perintah Eksekutif dikeluarkan yang memberitahukan ”semua orang di seluruh negara, bahwa Saksi-Saksi Yehuwa memiliki hak dan hak istimewa untuk mengunjungi dengan bebas setiap bagian dari negeri untuk melaksanakan pekerjaan misionaris dan ibadat agama mereka tanpa gangguan dari siapa pun. Mereka akan mendapat perlindungan hukum untuk pribadi mereka maupun harta benda mereka dan hak untuk menyembah Allah dengan bebas sesuai dengan suara hati nurani mereka, seraya mematuhi hukum Republik dengan menunjukkan respek kepada bendera nasional bilamana dinaikkan atau diturunkan pada upacara-upacara dengan berdiri tegak.” Namun mereka tidak diwajibkan untuk salut, yang merupakan pelanggaran hati nurani Kristen mereka.

      Akan tetapi, sampai tahun 1992 belum ada pengumuman resmi demikian dikeluarkan di Malawi, meskipun tindak kekerasan terhadap Saksi-Saksi telah berkurang hingga taraf yang lebih dapat diterima. Saksi-Saksi Yehuwa di sana telah menjadi korban dari beberapa di antara penganiayaan agama yang paling keji dalam sejarah Afrika. Suatu gelombang penganiayaan demikian melanda negeri itu pada tahun 1967; gelombang lain mulai pada awal tahun 1970-an. Puluhan ribu surat telah ditulis demi kepentingan mereka dari segala penjuru dunia. Protes-protes melalui telepon dilakukan. Telegram-telegram dikirimkan. Atas dasar kemanusiaan banyak orang terkemuka di dunia telah tergerak untuk berbicara.

      Kebuasan mereka begitu ekstrem sehingga sekitar 19.000 Saksi-Saksi Yehuwa dan anak-anak mereka melarikan diri melintasi perbatasan ke Zambia pada tahun 1972. Sidang-sidang terdekat dari Saksi-Saksi di Zambia dengan cepat mengumpulkan makanan dan selimut untuk saudara-saudara mereka. Uang dan barang-barang yang disumbangkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia mengalir ke kantor-kantor cabang Menara Pengawal dan disalurkan ke para pengungsi oleh kantor pusat di New York. Ada lebih dari cukup yang masuk untuk semua kebutuhan para pengungsi dalam tempat penampungan di Sinda Misale. Seraya berita menyebar di tempat penampungan tentang tibanya truk-truk yang mengangkut makanan, pakaian, dan terpal untuk tempat berteduh, saudara-saudara dari Malawi tidak dapat membendung air mata sukacita karena bukti kasih dari saudara-saudara Kristen mereka ini.

      Bila siapa pun di antara mereka ditahan, rekan-rekan Saksi tidak meninggalkan mereka, bahkan walaupun menyangkut risiko pribadi. Selama pelarangan di Argentina, sewaktu sekelompok Saksi ditahan selama 45 jam, empat orang Saksi lainnya membawa makanan dan pakaian untuk mereka, namun ternyata mereka sendiri dipenjarakan. Pada tahun 1989, istri seorang pengawas wilayah di Burundi, sewaktu mendengar mengenai penderitaan saudara-saudara Kristennya, berupaya membawa makanan ke penjara untuk mereka. Namun ia sendiri ditangkap dan disandera selama dua minggu, karena polisi sedang berupaya menangkap suaminya.

      Apa pun yang dapat mereka lakukan dengan cara-cara ini, kasih akan saudara-saudara Kristen mereka menggerakkan Saksi-Saksi Yehuwa untuk mengangkat suara dalam doa kepada Allah demi kepentingan mereka. Mereka tidak berdoa agar Allah segera menghentikan peperangan dan kekurangan makanan, karena Yesus Kristus menubuatkan perkara-perkara ini untuk zaman kita. (Mat. 24:7) Mereka juga tidak berdoa agar Allah mencegah semua penganiayaan, karena Alkitab jelas menyatakan bahwa umat Kristen sejati akan dianiaya. (Yoh. 15:20; 2 Tim. 3:12) Tetapi mereka memang dengan sungguh-sungguh memohon agar saudara-saudara dan saudari-saudari Kristen mereka dikuatkan untuk berdiri teguh dalam iman seraya menghadapi kesukaran apa pun yang menimpa diri mereka. (Bandingkan Kolose 4:12.) Catatan yang memberikan kesaksian tentang kekuatan rohani mereka merupakan bukti limpah bahwa doa-doa demikian telah dijawab.

      [Catatan Kaki]

      a Lihat The Watchtower, 15 September 1980, halaman 21-6; Menara Pengawal s-29 halaman 22-32 (The Watchtower, 15 Oktober 1986); Menara Pengawal s-37 halaman 1-11 (The Watchtower, 1 Juni 1987 halaman 4-18); The Watchtower, 15 Juli 1988, halaman 21-3; Menara Pengawal 1 Maret 1990, halaman 20-2.

      b Lihat The Watchtower, 1 Desember 1945, halaman 355-63.

      [Blurb di hlm. 305]

      Perhatian akan kasus-kasus kebutuhan khusus tidak sekadar diserahkan kepada kemungkinan yang ada

      [Blurb di hlm. 307]

      Bantuan yang dihasilkan karena minat pribadi yang pengasih

      [Blurb di hlm. 308]

      Berusaha mengatasi kebutuhan yang besar akan bantuan kemanusiaan

      [Blurb di hlm. 312]

      Pencarian yang sistematis untuk menemukan setiap Saksi di daerah bencana

      [Blurb di hlm. 315]

      Berbuat baik juga kepada mereka yang bukan Saksi-Saksi

      [Blurb di hlm. 317]

      Air mata sukacita karena kasih yang ditunjukkan oleh saudara-saudara Kristen mereka

      [Kotak di hlm. 309]

      ”Kalian Sungguh Mengasihi Satu Sama Lain”

      Sesudah mengamati para sukarelawan Saksi di Lebanon, yang porak-poranda akibat perang, memugar sepenuhnya rumah salah seorang saudari Kristen mereka yang rusak berat, para tetangganya terdorong untuk bertanya, ”Dari mana datangnya kasih ini? Orang macam apakah kalian ini?” Seorang wanita Muslim, seraya mengamati bagaimana rumah seorang Saksi dibersihkan dan diperbaiki, menyatakan, ”Kalian sungguh mengasihi satu sama lain. Agama kalian adalah agama yang benar.”

      [Kotak di hlm. 316]

      Saudara dan Saudari yang Sejati

      Mengenai para pengungsi Saksi dari Kuba di Fort Chaffee, Arkansas, ”Arkansas Gazette” mengatakan, ”Merekalah yang pertama-tama ditampung dalam rumah-rumah yang baru karena ’saudara-saudara dan saudari-saudari’ Amerika mereka​—sesama Saksi-Saksi Yehuwa​—mencari mereka. . . . Bila Saksi-Saksi menyebut rekan-rekan rohani mereka di negeri mana pun sebagai ’saudara dan saudari’, mereka sungguh-sungguh memaksudkannya.”​—Terbitan 19 April 1981.

      [Gambar di hlm. 306]

      Sesudah Perang Dunia II, mereka mengirim makanan dan pakaian kepada rekan-rekan Saksi yang membutuhkan di 18 negeri

      Amerika Serikat

      Swiss

      [Gambar di hlm. 310]

      Pada tahun 1990, Saksi-Saksi di negeri-negeri yang berdekatan memadukan upaya mereka untuk membantu rekan-rekan seiman di Romania

      [Gambar di hlm. 311]

      Saksi-Saksi yang selamat melewati sebuah gempa bumi di Peru membangun tempat pengungsian mereka sendiri dan membantu satu sama lain

      Bantuan perbekalan yang dibawa oleh Saksi-Saksi lain (bawah) merupakan salah satu di antara yang pertama-tama sampai ke lokasi

      [Gambar di hlm. 313]

      Upaya bantuan kemanusiaan sering kali mencakup menyediakan bahan dan tenaga sukarela untuk membantu rekan-rekan Saksi membangun kembali rumah-rumah mereka

      Guatemala

      Meksiko

      [Gambar di hlm. 314]

      Upaya bantuan kemanusiaan dari para Saksi mencakup pembinaan rohani. Baik di Kalamata, Yunani, maupun di luar kota itu tenda-tenda segera didirikan untuk perhimpunan

  • Membangun Bersama dalam Skala Global
    Saksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah
    • Pasal 20

      Membangun Bersama dalam Skala Global

      RASA persaudaraan yang tulus ikhlas di kalangan Saksi-Saksi Yehuwa nyata dalam banyak cara. Orang-orang yang menghadiri perhimpunan mereka melihat buktinya. Di kebaktian-kebaktian mereka hal itu terlihat dalam skala yang lebih besar. Hal itu juga nyata sekali seraya mereka bekerja sama menyediakan tempat berhimpun yang cocok untuk sidang mereka.

      Seraya dekade 1990-an mulai, terdapat lebih dari 60.000 sidang Saksi-Saksi Yehuwa di seluas dunia. Selama dekade sebelumnya, rata-rata 1.759 sidang baru telah ditambahkan setiap tahun. Menjelang awal 1990-an, angka rata-rata tersebut telah meningkat menjadi lebih dari 3.000 setiap tahun. Menyediakan tempat-tempat yang cocok agar mereka semua dapat berhimpun merupakan tugas raksasa.

      Balai-Balai Kerajaan

      Sebagaimana halnya umat Kristen abad pertama, banyak sidang Saksi-Saksi Yehuwa mula-mula menggunakan rumah pribadi untuk kebanyakan perhimpunan mereka. Di Stokholm, Swedia, beberapa orang yang pertama-tama mengadakan perhimpunan tetap tentu di sana memakai sebuah bengkel kayu, yang mereka sewa untuk digunakan sesudah pekerjaan sehari-hari di tempat tersebut selesai. Karena adanya penganiayaan, sebuah kelompok kecil di propinsi La Coruña, Spanyol, mengadakan perhimpunan-perhimpunan mereka yang pertama di sebuah gudang kecil atau lumbung.

      Bila ruangan yang lebih besar diperlukan, di negeri-negeri yang ada kebebasan melakukan hal tersebut, sidang-sidang setempat dari Saksi-Saksi Yehuwa akan menyewa suatu tempat pertemuan. Akan tetapi, jika ini adalah suatu ruangan yang juga digunakan oleh organisasi lain, maka peralatan harus diangkut dan dipasang untuk setiap perhimpunan, dan sering kali masih terdapat bau rokok yang tidak mau hilang. Di tempat-tempat yang memungkinkan, saudara-saudara akan menyewa suatu toko atau ruangan di lantai atas yang tidak terpakai, yang dapat khusus dipakai oleh sidang tersebut. Tetapi, menjelang waktu, di banyak tempat harus diupayakan pengaturan lain karena ongkos sewa makin mahal dan tempat yang cocok tidak ada. Dalam beberapa keadaan bangunan dibeli dan direnovasi.

      Sebelum Perang Dunia II, ada beberapa sidang yang membangun tempat berhimpun yang khusus dirancang untuk digunakan oleh mereka. Bahkan sudah sejak dini yakni tahun 1890, sekelompok Siswa-Siswa Alkitab di Amerika Serikat, di Mount Lookout, West Virginia, membangun tempat berhimpun mereka sendiri.a Namun, pembangunan Balai Kerajaan dalam skala luas baru dimulai pada tahun 1950-an.

      Nama Balai Kerajaan disarankan pada tahun 1935 oleh J. F. Rutherford, yang pada waktu itu adalah presiden Lembaga Menara Pengawal. Sehubungan dengan fasilitas-fasilitas kantor cabang Lembaga di Honolulu, Hawaii, ia mengatur agar saudara-saudara membangun sebuah balai tempat perhimpunan dapat diadakan. Sewaktu James Harrub bertanya bagaimana Saudara Rutherford akan menamakan bangunan itu, ia menjawab, ”Saya kira sudah sepatutnya kita menamakannya ’Balai Kerajaan’, karena bukankah itu yang sedang kita lakukan, memberitakan kabar baik mengenai Kerajaan?” Sejak itu, bilamana mungkin, balai-balai yang secara tetap tentu digunakan oleh Saksi-Saksi secara bertahap mulai dikenali dengan papan tanda yang berbunyi ”Balai Kerajaan”. Maka, sewaktu Tabernakel London dipugar pada tahun 1937-38, gedung itu diberi nama baru Balai Kerajaan. Pada waktunya, tempat perhimpunan utama setempat dari sidang-sidang di seluruh dunia mulai dikenal sebagai Balai Kerajaan Saksi-Saksi Yehuwa.

      Lebih dari Satu Cara untuk Melakukannya

      Keputusan mengenai soal menyewa atau membangun Balai Kerajaan dibuat secara setempat oleh masing-masing sidang. Sidang setempat juga menanggung biaya pembangunan dan pemeliharaan yang ada. Agar dapat menghemat dana, kebanyakan sidang telah berupaya melakukan sebanyak mungkin pekerjaan pembangunan tanpa menggunakan jasa kontraktor komersial.

      Balai-balai itu sendiri mungkin dibangun dari batu bata, batu, kayu, atau bahan lain, tergantung pada biaya maupun apa yang tersedia di daerah itu. Di Katima Mulilo, Namibia, rumput panjang digunakan untuk atap lalang, dan tanah lumpur dari sarang semut (yang menjadi keras bila mengering) dibentuk menjadi dinding dan lantai. Saksi-Saksi di Segovia, Kolombia, membuat sendiri balok-balok dari semen untuk bangunan. Bongkahan lahar beku dari Gunung Lassen, digunakan di Colfax, Kalifornia.

      Karena jumlah hadirin di perhimpunan sering melebihi 200 orang pada tahun 1972, maka sidang di Maseru, Lesotho, tahu bahwa mereka perlu membangun sebuah Balai Kerajaan yang cocok. Semua saudara membantu proyek itu. Saudara-saudara yang lanjut usia berjalan kaki sampai 32 kilometer untuk turut ambil bagian. Anak-anak menggelindingkan drum-drum berisi air ke tempat pembangunan itu. Saudari-saudari menyediakan makanan. Mereka juga menggunakan kaki mereka untuk menumbuk-numbuk tanah, memadatkannya sebagai persiapan untuk mengecor beton pelat untuk lantai, sambil menyanyikan lagu-lagu Kerajaan dan menghentak-hentakkan kaki mengikuti irama musik. Batu pasir, yang dapat diambil dari gunung-gunung terdekat secara gratis asalkan bersedia mengambilnya sendiri, digunakan untuk dinding. Hasilnya adalah sebuah Balai Kerajaan yang dapat menampung kira-kira 250 tempat duduk.

      Sewaktu-waktu, Saksi-Saksi dari sidang-sidang terdekat membantu pekerjaan pembangunan. Maka pada tahun 1985, sewaktu Saksi-Saksi Yehuwa di Imbali, sebuah kota kecil berpenduduk kulit hitam di Afrika Selatan, membangun sebuah balai yang menampung 400 tempat duduk dengan nyaman, rekan-rekan Saksi-Saksi dari Pietermaritzburg dan Durban datang membantu. Dapatkah Saudara membayangkan betapa tercengangnya para tetangga ketika, di tengah-tengah pergolakan rasial di Afrika Selatan, mereka melihat sejumlah besar Saksi-Saksi yang berkulit putih, Kulit Berwarna, dan kebangsaan India mengalir ke kota kecil itu dan bekerja bahu-membahu dengan saudara-saudara mereka orang Afrika yang berkulit hitam? Seperti walikota setempat menyatakan, ”Itu hanya dapat dilakukan dengan kasih.”

      Tidak soal betapa besar kerelaan yang ada, sidang-sidang mendapati bahwa keadaan-keadaan setempat membatasi apa yang dapat dilakukan oleh saudara-saudara. Pria-pria di dalam sidang mempunyai tanggungan keluarga dan biasanya dapat bekerja di proyek demikian hanya pada akhir pekan dan barangkali sedikit pada malam hari. Di banyak sidang, kalaupun ada, hanya sedikit yang memiliki keterampilan dalam bidang bangunan. Meskipun demikian, suatu struktur yang relatif sederhana dan agak terbuka, yang cocok untuk daerah tropis dapat dibangun dalam beberapa hari atau barangkali beberapa minggu. Dengan bantuan Saksi-Saksi dari sidang-sidang sekitarnya, bangunan yang lebih kokoh dapat diselesaikan dalam lima atau enam bulan. Dalam keadaan-keadaan lain mungkin diperlukan satu atau dua tahun.

      Namun, seraya mereka memasuki tahun 1970-an, Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia meningkat dengan rata-rata dua hingga tiga sidang baru setiap hari. Menjelang awal tahun 1990-an, angka rata-rata pertumbuhan adalah hingga sembilan sidang setiap hari. Dapatkah kebutuhan mereka yang mendesak akan Balai-Balai Kerajaan yang baru dipenuhi?

      Mengembangkan Teknik-Teknik Pembangunan Kilat

      Pada awal tahun 1970-an, di Amerika Serikat, lebih dari 50 Saksi-Saksi dari sidang-sidang terdekat bekerja sama untuk membantu pembangunan sebuah Balai Kerajaan yang baru di Carterville, Missouri, untuk kelompok yang berhimpun di Webb City. Pada satu akhir pekan mereka membangun kerangka utamanya dan melakukan cukup banyak pekerjaan pada atap. Masih banyak yang harus dilakukan, dan memakan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikan pekerjaan; tetapi satu bagian penting telah diselesaikan dalam jangka waktu yang sangat singkat.

      Selama dekade berikutnya, seraya saudara-saudara mengerjakan bersama-sama kira-kira 60 balai, rintangan-rintangan dapat diatasi, dan metode-metode yang lebih efisien dikembangkan. Pada waktunya, mereka menyadari bahwa seusai mengerjakan fondasinya, mereka mungkin bisa menyelesaikan seluruh Balai Kerajaan hanya dalam hampir satu akhir pekan.

      Beberapa pengawas sidang—semuanya dari Amerika Serikat bagian barat tengah—mulai berupaya mencapai cita-cita itu. Bila sidang-sidang meminta bantuan untuk pembangunan Balai Kerajaan mereka, seorang atau lebih dari saudara-saudara ini membicarakan proyek itu dengan mereka dan memberikan perincian mengenai persiapan setempat yang harus diadakan sebelum pekerjaan dapat dilaksanakan. Antara lain, izin bangunan harus sudah diperoleh, fondasi dan lempengan lantai beton harus dicor, pelayanan listrik harus ada, saluran pipa ledeng bawah tanah harus ada pada tempatnya, dan pengaturan yang dapat diandalkan harus dibuat untuk pengiriman bahan-bahan bangunan. Kemudian suatu tanggal dapat ditentukan untuk mendirikan Balai Kerajaan itu sendiri. Bangunan itu tidak akan dibangun dengan cara merakit bagian-bagian yang tinggal dipasang melainkan akan didirikan di tanah kosong di lokasi itu juga.

      Siapa yang akan melakukan pekerjaan pembangunan itu sebenarnya? Sedapat mungkin, itu dilakukan oleh tenaga kerja sukarela yang tidak dibayar. Sering kali seluruh keluarga mengambil bagian. Mereka yang mengorganisasi proyek itu menghubungi Saksi-Saksi yang adalah pekerja-pekerja ahli dan yang telah menyatakan kesediaan untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek ini. Banyak di antara mereka dengan penuh gairah menantikan setiap proyek pembangunan yang baru. Saksi-Saksi lain yang mendengar tentang proyek-proyek itu ingin mengambil bagian; ratusan dari daerah di sekitarnya—dan dari tempat-tempat yang lebih jauh—berduyun-duyun pergi ke lokasi bangunan, ingin sekali menawarkan jasa mereka dengan cara apa pun menurut kesanggupan mereka. Kebanyakan dari mereka bukan ahli bangunan yang profesional, tetapi mereka jelas memberikan bukti bahwa mereka cocok dengan gambaran mengenai para pendukung Raja Mesias dari Yehuwa seperti dikemukakan di Mazmur 110:3 (NW), yang berbunyi, ”Umatmu akan menawarkan diri dengan rela.”

      Pada hari Kamis malam sebelum kegiatan besar dimulai, para pengawas proyek bertemu untuk menyusun perincian-perincian terakhir. Malam berikutnya, kepada para pekerja diperlihatkan pertunjukan slide mengenai prosedur supaya mereka mengerti bagaimana pekerjaan akan dilakukan. Pentingnya sifat-sifat yang saleh ditandaskan. Saudara-saudara dianjurkan untuk bekerja sama dalam kasih, bersikap ramah, menunjukkan kesabaran dan tenggang rasa. Masing-masing dianjurkan untuk bekerja dengan kecepatan yang tetap namun jangan tergesa-gesa dan jangan segan-segan menyisihkan beberapa menit untuk membagi suatu pengalaman yang membina dengan seseorang. Pagi-pagi sekali keesokan harinya, pembangunan dimulai.

      Pada waktu yang ditentukan pada hari Sabtu pagi-pagi, setiap orang akan menghentikan apa yang sedang dilakukannya untuk mendengarkan suatu pembahasan ayat Alkitab untuk hari itu. Doa dipanjatkan, sebab sangat disadari bahwa sukses dari semua yang sedang dikerjakan bergantung kepada berkat Yehuwa.—Mzm. 127:1.

      Pada waktu pekerjaan mulai, itu berlangsung dengan cepat. Dalam waktu satu jam dinding sudah naik. Rangka atap menyusul. Lembar-lembar kayu lapis untuk dinding dipakukan pada tempatnya. Para tukang listrik mulai memasang kabel-kabel. Pipa-pipa pendingin dan penghangat udara dipasang. Lemari-lemari dibuat dan ditaruh pada tempatnya. Kadang-kadang hujan turun sepanjang akhir pekan, atau cuaca berbalik menjadi dingin yang menggigilkan badan atau panas luar biasa, tetapi pekerjaan berlangsung terus. Tidak ada persaingan, tidak ada semacam pertandingan di antara para pekerja ahli.

      Sering kali, sebelum matahari terbenam pada hari kedua, Balai Kerajaan telah selesai—didekorasi dengan bagus di dalam, bahkan mungkin dengan taman yang sudah ditata di luar. Bila dianggap lebih praktis, pekerjaan dijadwalkan berlangsung tiga hari, atau mungkin dua akhir pekan. Seusai proyek, banyak dari para pekerja akan tinggal, lelah namun sangat bahagia, untuk menikmati perhimpunan sidang pertama yang secara tetap tentu diadakan, suatu pelajaran Menara Pengawal.

      Karena ragu bahwa pekerjaan yang bermutu dapat begitu cepat dilaksanakan, beberapa orang di Guymon, Oklahoma, AS, memanggil inspektur bangunan kota. ”Saya katakan kepada mereka bahwa jika mereka ingin melihat sesuatu yang dilakukan dengan benar, mereka harus mengunjungi balai itu!” kata inspektur itu ketika ia belakangan menceritakan peristiwa itu kepada Saksi-Saksi. ”Kalian bahkan melakukan dengan benar apa yang akan tersembunyi dan tidak kelihatan!”

      Seraya kebutuhan akan Balai Kerajaan meningkat, saudara-saudara yang telah mengembangkan banyak metode pembangunan kilat melatih saudara-saudara lain. Laporan-laporan mengenai apa yang telah dilakukan menyebar ke negeri-negeri lain. Dapatkah metode-metode pembangunan demikian dilakukan juga di sana?

      Pembangunan Kilat Mulai Berskala Internasional

      Pembangunan Balai Kerajaan di Kanada tertinggal jauh di belakang kebutuhan sidang-sidang. Saksi-Saksi di Kanada mengundang mereka yang mengorganisasi proyek-proyek pembangunan kilat di Amerika Serikat untuk menjelaskan cara mereka menanganinya. Mula-mula, saudara-saudara di Kanada agak ragu bahwa hal itu dapat dilakukan di Kanada, tetapi mereka memutuskan untuk mencobanya. Balai Kerajaan pertama yang dibangun dengan cara ini di Kanada adalah di Elmira, Ontario, pada tahun 1982. Menjelang tahun 1992, ada 306 Balai Kerajaan di Kanada yang telah dibangun dengan cara ini.

      Saksi-Saksi di Northampton, Inggris, berpikir mereka juga dapat melakukannya. Proyek mereka, pada tahun 1983, adalah yang pertama di Eropa. Saudara-saudara yang berpengalaman dalam jenis pembangunan ini melakukan perjalanan dari Amerika Serikat dan Kanada untuk mengawasi proyek itu dan membantu Saksi-Saksi setempat belajar cara melakukannya. Sukarelawan-sukarelawan lainnya datang dari tempat-tempat sejauh Jepang, India, Prancis, dan Jerman. Mereka ada di sana sebagai sukarelawan, bukan untuk dibayar. Bagaimana segala hal itu mungkin? Seperti dikatakan oleh pengawas regu Saksi-Saksi dari Irlandia yang bekerja di proyek demikian, ’Itu berhasil baik karena semua saudara dan saudari bekerja sama di bawah pengaruh roh Yehuwa.’

      Bahkan bilamana peraturan-peraturan pembangunan setempat tampaknya membuat proyek-proyek demikian mustahil, Saksi-Saksi mendapati bahwa, sering kali, sewaktu perincian-perincian diuraikan kepada para pejabat kota, mereka senang bekerja sama.

      Seusai suatu proyek pembangunan kilat di Norwegia, di sebelah utara Lingkar Kutub Utara, surat kabar Finnmarken berseru, ”Benar-benar luar biasa. Itulah satu-satunya ungkapan yang dapat kami temukan untuk melukiskan apa yang dilakukan oleh Saksi-Saksi Yehuwa pada akhir pekan yang lalu.” Sama halnya, sewaktu Saksi-Saksi di North Island, Selandia Baru membangun sebuah Balai Kerajaan yang menarik dalam dua setengah hari, kepala berita di halaman muka dari surat kabar setempat menyatakan, ”Proyek yang Mirip Suatu Mukjizat.” Artikel itu menambahkan, ”Mungkin segi yang paling menakjubkan mengenai proyek itu adalah cara mengorganisasi dan cara mengoperasikannya yang benar-benar tanpa gembar-gembor.”

      Keadaan terpencil dari lokasi tempat Balai Kerajaan diperlukan ternyata bukan rintangan yang tak teratasi. Di Belize sebuah proyek pembangunan kilat dilakukan, walaupun harus mengangkut setiap potong bahan ke sebuah pulau yang letaknya 68 kilometer dari Kota Belize. Sewaktu pada suatu akhir pekan sebuah Balai Kerajaan dengan alat pendingin udara dibangun di Port Hedland, Australia Barat, hal itu dilakukan dengan bahan-bahan dan tenaga kerja yang boleh dikata seluruhnya datang dari tempat sejauh 1.600 kilometer atau lebih. Biaya perjalanan ditanggung sendiri oleh para pekerja. Kebanyakan di antara mereka yang ambil bagian dalam proyek itu tidak mengenal secara pribadi Saksi-Saksi di Sidang Port Hedland, dan sangat sedikit di antara mereka pernah menghadiri perhimpunan di sana. Tetapi hal itu tidak menghalangi mereka untuk menyatakan kasih mereka dengan cara ini.

      Bahkan di tempat yang tidak ada banyak Saksi-Saksi, hal ini tidak menghalangi penggunaan metode-metode demikian untuk membangun balai. Sekitar 800 Saksi dari Trinidad secara sukarela menempuh perjalanan ke Tobago untuk membantu 84 saudara dan saudari Kristen mereka di sana membangun sebuah balai di Scarborough pada tahun 1985. Ke-17 orang Saksi (kebanyakan di antara mereka wanita-wanita dan anak-anak) di Goose Bay, Labrador, pasti memerlukan bantuan jika mereka ingin memiliki Balai Kerajaan sendiri. Pada tahun 1985, Saksi-Saksi dari tempat-tempat lain di Kanada menyewa tiga pesawat terbang guna mengangkut 450 orang di antara mereka ke Goose Bay untuk mengerjakannya. Sesudah dua hari bekerja keras, mereka mengadakan acara penahbisan di dalam balai yang telah selesai pada hari Minggu sore.

      Ini tidak berarti bahwa sekarang semua Balai Kerajaan dibangun dengan metode pembangunan kilat, tetapi semakin banyak yang didirikan dengan metode tersebut.

      Panitia Pembangunan Regional

      Menjelang pertengahan 1986 rata-rata kebutuhan Balai Kerajaan baru meningkat sangat cepat. Selama tahun sebelumnya ada 2.461 sidang baru dibentuk di seluruh dunia; 207 di antaranya ada di Amerika Serikat. Beberapa Balai Kerajaan digunakan oleh tiga, empat, atau bahkan lima sidang. Seperti dinubuatkan Alkitab, Yehuwa sungguh mempercepat pekerjaan pengumpulan.—Yes. 60:22.

      Untuk menjamin penggunaan tenaga kerja sebaik mungkin dan untuk memungkinkan agar semua yang membangun Balai Kerajaan mendapat manfaat dari pengalaman yang telah diperoleh, Lembaga mulai mengkoordinasi kegiatan mereka. Sebagai permulaan, pada tahun 1987 Amerika Serikat dibagi atas 60 Panitia Pembangunan Regional. Ada banyak pekerjaan untuk mereka semuanya; beberapa di antara mereka segera menghadapi sejumlah proyek yang antre untuk setahun atau lebih. Mereka yang diangkat untuk melayani dalam panitia-panitia ini adalah pria-pria yang, pertama-tama, memenuhi persyaratan secara rohani, penatua sidang, menjadi teladan dalam mempraktekkan buah-buah roh Allah. (Gal. 5:22, 23) Banyak di antara mereka juga berpengalaman dalam real estate, rekayasa, pembangunan, manajemen bisnis, keselamatan kerja, dan bidang-bidang yang berkaitan.

      Sidang-sidang dianjurkan untuk berunding dengan Panitia Pembangunan Regional sebelum memilih tempat lokasi Balai Kerajaan yang baru. Bilamana ada lebih dari satu sidang dalam suatu kota, mereka juga didesak untuk berunding dengan pengawas wilayah, pengawas kota, dan penatua-penatua dari sidang-sidang yang berdekatan, sidang-sidang yang merencanakan untuk merenovasi besar-besaran atau membangun sebuah Balai Kerajaan disarankan untuk memanfaatkan pengalaman saudara-saudara dalam Panitia Pembangunan Regional untuk daerah mereka dan dari pedoman yang telah disediakan oleh Lembaga bagi mereka. Melalui panitia tersebut, penyelenggaraan dapat dikoordinasi untuk menghimpun tenaga kerja terampil yang dibutuhkan dari antara saudara dan saudari dalam kurang lebih 65 jenis pekerjaan, yang telah merelakan diri untuk membantu dalam proyek-proyek demikian.

      Seraya prosedur-prosedur lebih cermat diperinci, jumlah pekerja yang terlibat dalam setiap proyek dapat dikurangi. Sebaliknya daripada ada ribuan orang di lokasi pembangunan yang menonton atau yang menawarkan jasa mereka, jarang kelihatan lebih dari 200 orang di satu tempat pada suatu waktu. Daripada meluangkan seluruh akhir pekan di sana, pekerja-pekerja hanya datang kalau keterampilan khusus mereka dibutuhkan. Dengan demikian mereka mempunyai lebih banyak waktu untuk digunakan bersama keluarga mereka dan untuk kegiatan dengan sidang asal mereka. Bila saudara-saudara setempat dapat melakukan jenis pekerjaan tertentu selama waktu yang masuk akal, sering ternyata lebih praktis untuk mendatangkan kelompok pembangunan kilat hanya untuk segi-segi pekerjaan tertentu yang lebih membutuhkan tenaga mereka secara mendesak.

      Walaupun seluruh kegiatan bergerak dengan kecepatan luar biasa, ini bukanlah pertimbangan utama. Yang lebih penting adalah menyediakan konstruksi yang bermutu untuk Balai-Balai Kerajaan yang sederhana yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan setempat. Perencanaan yang cermat dilakukan agar hal ini dapat dilaksanakan seraya biaya ditekan seminimum mungkin. Langkah-langkah diambil agar keselamatan kerja diberikan prioritas yang utama—keselamatan kerja para pekerja, tetangga, orang-orang yang lewat, dan calon-calon pemakai Balai Kerajaan.

      Seraya laporan-laporan mengenai penyelenggaraan pembangunan Balai-Balai Kerajaan ini sampai ke negeri-negeri lain, kantor-kantor cabang Lembaga yang berpendapat bahwa hal-hal itu bermanfaat untuk daerah-daerah mereka, diberi perincian-perincian yang diperlukan. Menjelang tahun 1992, Panitia-Panitia Pembangunan Regional yang ditunjuk oleh Lembaga, membantu pembangunan Balai Kerajaan di negara-negara seperti Afrika Selatan, Argentina, Australia, Inggris, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Prancis, dan Spanyol. Metode-metode pembangunan disesuaikan dengan keadaan-keadaan setempat. Apabila untuk pembangunan Balai Kerajaan diperlukan bantuan dari cabang lain hal ini diatur melalui kantor pusat Lembaga. Di beberapa tempat di dunia, balai-balai baru dibangun dalam beberapa hari; di tempat lain, dalam beberapa minggu atau barangkali dalam beberapa bulan. Dengan perencanaan yang cermat dan upaya yang terkoordinasi, waktu yang diperlukan untuk menyediakan Balai Kerajaan yang baru pasti berkurang.

      Kegiatan pembangunan oleh Saksi-Saksi Yehuwa tidak terbatas pada Balai-Balai Kerajaan. Fasilitas-fasilitas yang lebih luas dibutuhkan bila sejumlah sidang berhimpun untuk hari-hari kebaktian wilayah dan kebaktian istimewa yang diadakan setiap tahun.

      Memenuhi Kebutuhan Akan Balai Kebaktian

      Selama bertahun-tahun, berbagai macam fasilitas telah digunakan untuk kebaktian wilayah. Saksi-Saksi Yehuwa telah menyewa tempat-tempat seperti balai kota, sekolah, teater, gedung militer, gelanggang olahraga, dan arena pekan raya. Di beberapa tempat, fasilitas yang bagus sekali tersedia dengan harga yang pantas. Sering kali diperlukan banyak waktu dan upaya untuk membersihkan tempat itu, memasang perlengkapan pengeras suara, mendirikan podium, dan mengangkut kursi-kursi. Kadang-kadang ada pembatalan menjelang saat pemakaian. Seraya jumlah sidang meningkat, makin hari makin sulit untuk menemukan tempat yang cukup memadai. Apa yang dapat dilakukan?

      Sekali lagi, jalan keluarnya adalah bahwa Saksi-Saksi Yehuwa perlu memiliki tempat sendiri. Ini mencakup merenovasi bangunan-bangunan yang cocok dan membangun gedung-gedung baru. Balai Kebaktian yang pertama semacam itu di Amerika Serikat adalah sebuah teater di Long Island City, New York, yang direnovasi dan mulai digunakan oleh Saksi-Saksi Yehuwa menjelang akhir tahun 1965.

      Kira-kira pada waktu yang bersamaan, Saksi-Saksi di Guadeloupe, Kepulauan Karibia, merancang sebuah Balai Kebaktian untuk memenuhi kebutuhan mereka. Mereka merasa bermanfaat jika dapat mengadakan kebaktian wilayah di banyak lokasi yang berbeda. Tetapi kebanyakan kota kecil tidak memiliki fasilitas yang cukup luas. Maka Saksi-Saksi membangun sebuah bangunan yang dapat dipindah-pindahkan terbuat dari pipa baja dan atap aluminium, sesuatu yang memadai untuk 700 orang dan yang dapat didirikan di mana saja terdapat sebidang tanah yang cukup datar. Berkali-kali mereka harus memperluas balai itu, sampai mencapai kapasitas 5.000 orang. Bayangkan bagaimana memindahkan, mendirikan, dan membongkar 30 ton bahan bangunan untuk setiap kebaktian! Balai Kebaktian tersebut telah dibangun dan dibongkar beberapa kali dalam setahun selama 13 tahun, sampai tanah untuk tempat mendirikan balai yang dapat dipindah-pindahkan itu menjadi begitu sulit untuk didapatkan sehingga mereka perlu membeli sebidang tanah dan mendirikan Balai Kebaktian yang permanen, yang sekarang digunakan untuk kebaktian wilayah dan kebaktian distrik.

      Di cukup banyak tempat, proyek Balai Kebaktian menggunakan bangunan-bangunan yang sudah ada. Di Inggris, di Hays Bridge, Surrey, sebuah kompleks sekolah yang berumur 50 tahun dibeli dan direnovasi. Kompleks ini terletak di atas tanah seluas 11 hektare di pinggiran kota yang indah. Bekas gedung-gedung bioskop dan sebuah gudang industri telah diubah bentuknya dan mulai digunakan di Spanyol; sebuah pabrik tekstil yang tidak dipakai lagi di Australia; sebuah balai dansa di Quebec, Kanada; sebuah ruang boling di Jepang; sebuah gudang di Republik Korea. Semuanya ini diubah menjadi Balai Kebaktian yang menarik yang dapat digunakan dengan baik sebagai pusat pendidikan Alkitab yang berukuran besar.

      Balai-Balai Kebaktian lain sama sekali baru, dan telah dibangun mulai dari fondasi-fondasi. Desain segi delapan yang unik dari balai di Hellaby, South Yorkshire, Inggris, disertai kenyataan bahwa banyak dari pekerjaan itu dilakukan oleh pekerja sukarela, menyebabkan munculnya sebuah artikel di surat kabar Institut Rekayasa Bangunan. Balai Kebaktian di Saskatoon, Saskatchewan, Kanada, dirancang untuk menampung 1.200 orang; tetapi apabila sekat-sekat di dalam gedung dipasang, bangunan itu dapat digunakan sebagai empat Balai Kerajaan yang saling bersebelahan. Balai Kebaktian di Haiti (dengan bahan-bahan yang tinggal dipasang dan dikapalkan dari Amerika Serikat) terbuka pada dua sisinya sehingga mereka yang duduk di dalam dapat senantiasa disejukkan oleh angin yang mengembus—sambutan yang melegakan terhadap sengatan matahari Haiti. Balai di Port Moresby, Papua Nugini, dirancang sedemikian rupa sehingga bagian-bagian dari dinding dapat dibuka seperti pintu untuk menampung lebih banyak orang yang melimpah ruah.

      Keputusan untuk membangun sebuah Balai Kebaktian tidak diambil oleh beberapa pengawas yang kemudian mengharapkan semua yang lain mendukungnya. Sebelum Balai Kebaktian yang baru mana pun dibangun, Lembaga memastikan bahwa analisis yang cermat dibuat mengenai apakah memang dibutuhkan dan seberapa seringkah itu akan digunakan. Yang dipertimbangkan bukan hanya semangat setempat untuk proyek itu melainkan juga kebutuhan secara keseluruhan dari dinas pengabaran. Hal itu dibicarakan dengan semua sidang yang akan tersangkut, agar dapat memastikan keinginan dan kesanggupan saudara-saudara untuk mendukungnya.

      Dengan demikian, pada waktu pekerjaan dimulai, Saksi-Saksi Yehuwa di daerah itu dengan sepenuh hati mendukungnya. Setiap proyek dibiayai oleh Saksi-Saksi itu sendiri. Kebutuhan dana dijelaskan, tetapi semua sumbangan bersifat sukarela dan nama para penyumbang tidak diumumkan. Perencanaan cermat dilakukan sebelumnya, dan proyek itu memanfaatkan pengalaman yang telah diperoleh sewaktu membangun Balai-Balai Kerajaan dan, sering kali, dari proyek-proyek Balai Kebaktian di tempat lain. Bilamana perlu, beberapa aspek pekerjaan mungkin diserahkan kepada kontraktor komersial, tetapi kebanyakan dari pekerjaan tersebut biasa dilakukan oleh Saksi-Saksi yang penuh semangat. Dengan demikian biaya dapat dihemat hingga setengahnya.

      Dengan tenaga kerja yang terdiri dari saudara-saudara profesional yang terampil dan saudara-saudara lain yang merelakan waktu dan bakat mereka, seluruh proyek biasanya berjalan cepat. Beberapa proyek mungkin memerlukan lebih dari setahun. Tetapi di Vancouver Island, Kanada, pada tahun 1985, sekitar 4.500 sukarelawan menyelesaikan sebuah Balai Kebaktian yang luasnya 2.300 meter persegi dalam waktu hanya sembilan hari. Termasuk dalam bangunan itu sebuah Balai Kerajaan yang dapat menampung 200 tempat duduk untuk digunakan oleh sidang-sidang setempat. Di Kaledonia Baru, jam malam diberlakukan oleh pemerintah pada tahun 1984 karena gejolak politik, namun sekitar 400 sukarelawan mengerjakan Balai Kebaktian itu secara serentak, dan Balai itu diselesaikan hanya dalam waktu empat bulan. Di dekat Stokholm, Swedia, sebuah Balai Kebaktian yang indah dan praktis, dengan 900 kursi dari kayu pohon ek dilapisi jok yang empuk, dibangun dalam tujuh bulan.

      Kadang-kadang diperlukan upaya yang terus-menerus di pengadilan untuk memperoleh izin membangun Balai-Balai Kebaktian ini. Hal itu terjadi di Kanada di Surrey, British Columbia. Sewaktu tanah dibeli, peraturan mengenai izin bangunan memungkinkan dibangunnya tempat ibadat yang demikian. Namun sesudah rencana bangunan diserahkan, pada tahun 1974, Dewan untuk Distrik Surrey mengeluarkan suatu peraturan setempat yang menetapkan bahwa gereja dan balai kebaktian hanya dapat dibangun di Zona P-3—sebuah zona yang tidak ada! Namun, sebelumnya sudah ada 79 gereja dibangun di kota madya itu tanpa kesulitan. Perkara itu diajukan ke pengadilan. Berkali-kali dikeluarkan keputusan yang menguntungkan Saksi-Saksi Yehuwa. Sewaktu hambatan dari pihak pejabat-pejabat yang berprasangka akhirnya teratasi, para pekerja sukarela melaksanakan proyek itu dengan begitu bergairah sehingga mereka menyelesaikannya dalam waktu sekitar tujuh bulan. Seperti halnya Nehemia dalam upayanya untuk membangun kembali tembok-tembok Yerusalem dahulu kala, mereka merasa bahwa ’tangan Allah melindungi mereka’ dalam melaksanakan pekerjaan itu.—Neh. 2:18.

      Sewaktu Saksi-Saksi Yehuwa di Amerika Serikat membeli Stanley Theater di Jersey City, New Jersey, bangunan itu ada dalam daftar negara sebagai tempat bersejarah. Walaupun gedung teater itu sudah dalam keadaan rusak yang menyedihkan, gedung itu berpotensi bagus sekali untuk digunakan sebagai Balai Kebaktian. Namun, sewaktu Saksi-Saksi ingin melakukan perbaikan yang diperlukan, para pejabat kota menolak memberikan izin. Walikota tidak menginginkan Saksi-Saksi Yehuwa di daerah tersebut; ia mempunyai rencana lain untuk tempat itu. Tindakan pengadilan diperlukan untuk menahan para pejabat agar tidak menggunakan wewenang mereka secara tidak sah. Pengadilan mengeluarkan keputusan yang menguntungkan Saksi-Saksi. Segera sesudah itu, para warga setempat dalam pemilihan suara menyingkirkan walikota itu dari jabatannya. Pekerjaan pada balai itu bergerak maju dengan cepat. Hasilnya adalah sebuah Balai Kebaktian yang indah yang menampung lebih dari 4.000 tempat duduk. Tempat itu menjadi kebanggaan para pengusaha maupun penduduk kota.

      Selama 27 tahun terakhir, di banyak tempat di dunia, Balai-Balai Kebaktian yang menarik dan praktis telah dibangun oleh Saksi-Saksi Yehuwa untuk dipakai sebagai pusat pendidikan Alkitab. Balai-balai yang demikian kini semakin banyak terdapat di Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Afrika, dan di negeri-negeri Timur, maupun juga di banyak kepulauan. Di beberapa negeri—misalnya, Nigeria, Italia, dan Denmark—Saksi-Saksi Yehuwa bahkan telah membangun fasilitas-fasilitas permanen yang lebih luas di udara terbuka yang dapat digunakan untuk kebaktian distrik mereka.

      Walaupun demikian, Balai Kebaktian dan Balai Kerajaan bukanlah satu-satunya proyek pembangunan di kalangan Saksi-Saksi Yehuwa untuk memajukan pemberitaan Kerajaan Allah.

      Kantor, Percetakan, dan Rumah Betel Seluas Dunia

      Di seputar bola bumi pada tahun 1992 terdapat 99 kantor cabang Lembaga Menara Pengawal, yang masing-masing mengkoordinasi kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa pada bagiannya masing-masing di ladang dunia. Lebih dari sebagian cabang-cabang ini melakukan berbagai pencetakan untuk memajukan pekerjaan pendidikan Alkitab. Mereka yang bekerja di kantor-kantor cabang kebanyakan diberi pemondokan sebagai suatu keluarga besar di rumah-rumah yang dinamakan Betel, artinya ”Rumah Allah”. Karena ekspansi dalam jumlah Saksi-Saksi Yehuwa dan kegiatan pengabaran mereka, maka ada kebutuhan untuk memperluas fasilitas-fasilitas ini dan membangun yang baru.

      Begitu cepatnya laju pertumbuhan organisasi sehingga sering kali ada 20 hingga 40 program perluasan kantor cabang demikian yang berlangsung pada suatu waktu. Ini mengharuskan adanya suatu program pembangunan internasional yang berskala luas.

      Oleh karena besarnya jumlah pekerjaan pembangunan yang sedang dilakukan di seluas dunia, maka Lembaga Menara Pengawal mempunyai Departemen Rekayasa dan Gambar Rancang Bangun sendiri di kantor pusatnya di New York. Insinyur-insinyur dengan pengalaman bertahun-tahun telah meninggalkan pekerjaan duniawi mereka dan dengan sukarela membantu sepenuh waktu proyek-proyek pembangunan yang berhubungan langsung dengan kegiatan Kerajaan. Selain itu, mereka yang berpengalaman telah melatih pria dan wanita lain dalam pekerjaan rekayasa, desain, dan rancang bangun. Dengan mengkoordinasi pekerjaan melalui departemen ini, maka pengalaman yang diperoleh dalam pembangunan kantor cabang di banyak tempat di dunia dapat bermanfaat bagi mereka yang bekerja pada proyek-proyek di negeri-negeri lain.

      Pada waktunya, karena banyaknya pekerjaan yang dilakukan, maka bermanfaat untuk membuka Kantor Rekayasa Regional di Jepang untuk membantu pembuatan cetak biru bangunan untuk proyek-proyek di Asia. Kantor-kantor Rekayasa Regional yang lain dibuka di Eropa dan Australia, dengan personel yang diambil dari berbagai negeri. Kantor-kantor ini erat bekerja sama dengan kantor pusat, dan jasa pelayanannya bersamaan dengan penggunaan teknologi komputer, menghemat juru gambar yang dibutuhkan di setiap lokasi pembangunan.

      Beberapa proyek secara relatif tidak berukuran terlalu besar. Demikian halnya dengan kantor cabang yang dibangun di Tahiti pada tahun 1983. Bangunan ini mencakup ruang untuk kantor, gudang, dan akomodasi untuk delapan pekerja sukarela. Demikian pula halnya dengan bangunan kantor cabang empat tingkat yang didirikan di Pulau Martinik, Karibia selama tahun 1982 hingga 1984. Bangunan-bangunan ini mungkin kelihatannya tidak luar biasa bagi para warga kota besar di negeri-negeri lain, tetapi bangunan-bangunan ini menarik; perhatian masyarakat. Surat kabar France-Antilles menyatakan bahwa gedung kantor cabang di Martinik merupakan ”sebuah mahakarya arsitektur” yang mencerminkan ”kasih yang besar untuk pekerjaan yang dilaksanakan dengan baik”.

      Sebagai kontras dalam soal ukuran, gedung-gedung yang selesai dibangun di Kanada pada tahun 1981 mencakup sebuah percetakan yang luasnya lebih dari 9.300 meter persegi dan sebuah bangunan tempat tinggal untuk 250 sukarelawan. Di Cesario Lange, Brasil, kompleks Menara Pengawal yang selesai pada tahun yang sama mencakup delapan bangunan, dengan luas lantai hampir 46.000 meter persegi. Diperlukan semen, batu, dan pasir sebanyak 10.000 truk dan juga tiang-tiang beton yang cukup untuk mencapai dua kali ketinggian Gunung Everest! Pada tahun 1991, sewaktu sebuah percetakan baru yang besar selesai dibangun di Filipina, dianggap perlu juga untuk membangun sebuah bangunan tempat tinggal 11 tingkat.

      Untuk memenuhi kebutuhan para pemberita Kerajaan yang jumlahnya meningkat di Nigeria, sebuah proyek pembangunan yang luas dimulai di Igieduma pada tahun 1984. Proyek ini mencakup sebuah gedung percetakan, sebuah bangunan kantor yang luas, empat bangunan tempat tinggal yang saling berhubungan, dan fasilitas-fasilitas lain yang diperlukan. Direncanakan untuk membangun seluruh percetakan itu dengan bahan-bahan yang siap dipasang dan dikapalkan dari Amerika Serikat. Namun kemudian saudara-saudara dihadapkan kepada berbagai batas waktu impor yang tampaknya mustahil untuk dipenuhi. Sewaktu batas-batas waktu ini dipenuhi dan segala sesuatu tiba dengan selamat di lokasi pembangunan, Saksi-Saksi tidak menganggap mereka yang berjasa melainkan mengucapkan syukur kepada Yehuwa atas berkat-Nya.

      Ekspansi yang Pesat di Seputar Bola Bumi

      Begitu pesatnya kemajuan pekerjaan pemberitaan Kerajaan, sehingga bahkan sesudah ekspansi besar dari fasilitas kantor cabang di suatu negeri, sering kali perlu untuk mulai membangun lagi dalam waktu yang relatif singkat. Pertimbangkan beberapa contoh.

      Di Peru sebuah kantor cabang baru yang bagus—dengan ruang kantor, 22 kamar tidur maupun fasilitas-fasilitas penting lainnya untuk para anggota keluarga Betel, dan sebuah Balai Kerajaan—selesai pada akhir tahun 1984. Tetapi sambutan kepada berita Kerajaan di negeri Amerika Selatan tersebut lebih besar daripada yang diantisipasi. Empat tahun kemudian kompleks yang sudah ada terpaksa harus dilipatgandakan, kali ini dengan menggunakan suatu desain anti gempa bumi.

      Sebuah kompleks kantor cabang baru yang luas selesai dibangun di Kolombia pada tahun 1979. Kelihatannya ini akan memberikan tempat yang cukup untuk bertahun-tahun yang akan datang. Akan tetapi, dalam waktu tujuh tahun jumlah Saksi-Saksi di Kolombia telah hampir berlipatganda, dan kantor cabang kini mencetak majalah La Atalaya (Menara Pengawal) dan ¡Despertad! (Sedarlah!) bukan saja untuk Kolombia melainkan juga untuk empat negeri tetangga. Mereka harus mulai membangun lagi pada tahun 1987—kali ini di tanah yang tersisa untuk ekspansi.

      Selama tahun 1980, Saksi-Saksi Yehuwa di Brasil membaktikan sekitar 14.000.000 jam untuk pengabaran berita Kerajaan kepada umum. Angka ini melonjak menjadi hampir 50.000.000 jam pada tahun 1989. Lebih banyak orang menunjukkan keinginan untuk dipuaskan rasa lapar rohaninya. Fasilitas kantor cabang yang luas yang ditahbiskan pada tahun 1981 sudah tidak memadai lagi. Menjelang bulan September 1988, penggalian untuk gedung percetakan yang baru sudah berlangsung. Gedung ini akan menyediakan ruangan 80 persen lebih luas daripada yang terdapat di gedung percetakan yang sudah ada, dan tentu saja, fasilitas tempat tinggal untuk keluarga Betel yang diperbanyak juga diperlukan.

      Di Selters/Taunus, Jerman, kompleks percetakan Lembaga Menara Pengawal terbesar kedua ditahbiskan pada tahun 1984. Lima tahun kemudian, karena pertambahan di Jerman maupun peluang-peluang untuk meluaskan pekerjaan kesaksian di negeri-negeri yang lektur mereka biasa dicetak oleh kantor cabang di sana, maka dibuat perencanaan untuk memperluas percetakan hingga lebih dari 85 persen dan untuk menambah fasilitas-fasilitas pendukung lainnya.

      Kantor cabang Jepang telah pindah dari Tokyo ke fasilitas-fasilitas baru yang luas di Numazu pada tahun 1972. Ada ekspansi besar selanjutnya pada tahun 1975. Menjelang tahun 1978 tanah milik lainnya diperoleh, di Ebina; dan pembangunan gedung percetakan yang luasnya lebih dari tiga kali gedung yang ada di Numazu segera dimulai. Ini selesai pada tahun 1982. Itu masih belum mencukupi; lebih banyak bangunan ditambahkan pada tahun 1989. Apakah tidak mungkin untuk membangun sekali saja dan membuatnya cukup luas? Tidak. Jumlah pemberita Kerajaan di Jepang telah berlipat ganda berulang kali dengan cara yang tidak dapat diantisipasi oleh manusia mana pun. Dari 14.199 pada tahun 1972, barisan mereka telah melonjak hingga menjadi 137.941 pada tahun 1989, dan sebagian besar di antara mereka membaktikan diri sepenuh waktu untuk pelayanan.

      Pola yang serupa terlihat di bagian-bagian lain di dunia. Dalam jangka waktu satu dekade—dan kadang-kadang dalam beberapa tahun—sesudah pembangunan kantor-kantor cabang yang luas yang diperlengkapi untuk percetakan, adalah perlu untuk melaksanakan ekspansi yang besar. Itu terjadi antara lain di Meksiko, Kanada, Afrika Selatan, dan Republik Korea.

      Siapa yang sebenarnya melakukan pekerjaan pembangunan? Bagaimana semuanya itu terlaksana?

      Ribuan yang Ingin Sekali Membantu

      Di Swedia, dari 17.000 Saksi-Saksi di negara itu pada waktu pembangunan kantor cabang mereka dilaksanakan di Arboga, kurang lebih 5.000 orang dengan sukarela membantu pekerjaan. Kebanyakan sekadar membantu dengan rela, tetapi terdapat juga cukup tenaga profesional yang sangat terampil, yang memperhatikan agar pekerjaan dilakukan dengan benar. Motivasi mereka? Kasih kepada Yehuwa.

      Sewaktu seorang pejabat di sebuah kantor pertanahan di Denmark mendengar bahwa segala pekerjaan pada pembangunan kantor cabang yang baru di Holbæk semuanya akan dilakukan oleh Saksi-Saksi Yehuwa, ia menyatakan keraguannya. Meskipun demikian, di antara Saksi-Saksi yang sukarela membantu, segala kecakapan teknik yang diperlukan bisa didapatkan. Namun, tidakkah lebih baik bagi mereka untuk menyewa kontraktor-kontraktor komersial untuk pekerjaan itu? Sesudah proyek itu selesai, para pakar dari departemen pembangunan kota meninjau kompleks bangunan tersebut dan memberi komentar atas pengerjaan yang baik sekali—sesuatu yang jarang mereka lihat pada pekerjaan-pekerjaan komersial dewasa ini. Sang pejabat yang sebelumnya telah menyatakan keraguan tersenyum dan berkata, ”Soalnya, waktu itu saya belum mengenal organisasi macam apa yang kalian miliki.”

      Kota-kota di Australia tersebar jauh satu sama lain; jadi, kebanyakan dari 3.000 orang yang dengan sukarela membantu di fasilitas kantor cabang di Ingleburn antara tahun 1978 dan 1983 harus menempuh perjalanan sedikitnya 1.600 kilometer. Akan tetapi, bus perjalanan untuk kelompok-kelompok sukarelawan dikoordinasi, dan sidang-sidang yang dilewati pada rute perjalanan dengan murah hati menawarkan makanan dan pergaulan bagi saudara-saudara di tempat-tempat perhentian untuk beristirahat. Ada saudara-saudara yang menjual rumah mereka, menutup usaha bisnis, mengambil cuti, dan membuat pengorbanan lain supaya dapat mengambil bagian dalam proyek itu. Berbagai tim pekerja ahli datang—beberapa di antara mereka lebih dari sekali—untuk mengecor beton, memasang langit-langit, membangun pagar. Yang lain-lainnya menyumbang bahan-bahan.

      Mayoritas sukarelawan pada proyek-proyek ini bukan tenaga terampil, tetapi dengan sedikit pelatihan, beberapa di antara mereka menangani tanggung jawab besar dan bekerja dengan sempurna. Mereka belajar cara membuat jendela, menjalankan traktor, membuat adukan beton, dan memasang batu bata. Mereka menikmati keuntungan yang nyata dibandingkan orang-orang bukan Saksi yang melakukan jenis pekerjaan yang sama secara komersial. Dengan cara bagaimana? Mereka yang berpengalaman rela membagi pengetahuan mereka. Tidak ada yang takut bahwa yang lain akan mengambil alih pekerjaannya; ada banyak pekerjaan untuk semuanya. Serta ada motivasi kuat untuk melakukan pekerjaan yang bermutu tinggi, karena dilakukan sebagai pernyataan kasih kepada Allah.

      Di semua lokasi pembangunan, beberapa Saksi membentuk inti dari ”keluarga” pembangunan. Selama pekerjaan yang dilakukan di Selters/Taunus, Jerman, dari tahun 1979 hingga 1984, beberapa ratus saudara pada umumnya membentuk inti dari para pekerja tersebut. Ribuan saudara lain bergabung dengan mereka selama jangka waktu yang berbeda-beda, banyak pada akhir pekan. Ada perencanaan yang cermat sehingga pada waktu para sukarelawan tiba, ada banyak yang dapat mereka kerjakan.

      Selama manusia masih belum sempurna, tentu ada saja masalah-masalah, tetapi mereka yang bekerja pada proyek-proyek ini berusaha untuk memecahkannya berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab. Mereka tahu bahwa melakukan berbagai hal menurut cara Kristen lebih penting daripada efisiensi. Sekadar sebagai pengingat, di lokasi pembangunan di Ebina, Jepang, ada tanda-tanda besar dengan gambar para pekerja yang mengenakan helm proyek, dan di setiap helm tertulis dengan huruf-huruf Jepang salah satu dari buah-buah roh Allah: kasih, sukacita, perdamaian, panjang sabar, kebaikan hati, kebaikan, iman, kelemahlembutan, pengendalian diri. (Gal. 5:22, 23, NW) Mereka yang mengunjungi lokasi pekerjaan dapat melihat dan mendengar perbedaannya. Sewaktu mengutarakan pengamatannya, seorang reporter berita yang meninjau lokasi pembangunan kantor cabang di Brasil berkata, ”Tidak ada kekacauan atau kurangnya kerja sama. . . . Suasana Kristen ini membuat keadaan di sini berbeda daripada yang biasa terlihat di pembangunan sipil di Brasil.”

      Pertumbuhan yang Berkesinambungan di Kantor Pusat Sedunia

      Sementara kantor-kantor cabang Lembaga Menara Pengawal terus bertumbuh, maka perlu juga untuk terus meluaskan fasilitas-fasilitas kantor pusat sedunia. Penambahan besar pada percetakan dan perkantorannya di Brooklyn dan di lokasi-lokasi lain di New York State sudah dilakukan, lebih dari sepuluh kali sejak Perang Dunia II. Untuk menampung personelnya, perlu membangun atau membeli dan merenovasi sejumlah gedung, baik besar maupun kecil. Perluasan besar selanjutnya di Brooklyn diumumkan pada bulan Agustus 1990 dan pada bulan Januari 1991—bahkan sementara pembangunan di sebelah utara New York City yang dimulai pada tahun 1989 terus berlanjut di Pusat Pendidikan Menara Pengawal yang luas sekali, yang dirancang untuk menampung 1.200 orang, termasuk staf yang menetap dan siswa-siswa.

      Sejak tahun 1972, pekerjaan pembangunan berlangsung terus-menerus di kantor pusat sedunia di Brooklyn dan fasilitas-fasilitas yang berhubungan erat dengannya di tempat-tempat lain di New York dan di New Jersey. Pada waktunya, nyatalah bahwa walaupun para pekerja pembangunan yang reguler berjumlah ratusan, mereka kewalahan menangani pekerjaan yang ada. Maka pada tahun 1984, suatu program pekerja sementara yang berkelanjutan diperkenalkan. Surat-surat dikirim kepada 8.000 sidang yang ada pada waktu itu di Amerika Serikat untuk mengundang saudara-saudara yang memenuhi syarat agar datang membantu selama seminggu atau lebih. (Program yang serupa sudah berjalan baik di beberapa kantor cabang, termasuk Australia, di sana mereka yang dapat tinggal selama dua minggu diundang untuk merelakan diri.) Bagi para pekerja akan disediakan pemondokan dan makanan tetapi mereka akan membayar ongkos perjalanannya sendiri dan tidak akan menerima upah. Siapa gerangan yang akan menyambut?

      Menjelang tahun 1992, lebih dari 24.000 permohonan telah diproses! Sedikitnya 3.900 di antaranya adalah untuk orang-orang yang datang kembali untuk ke-2 atau ke-3, bahkan ke-10 atau ke-20 kali. Kebanyakan di antara mereka adalah penatua, pelayan sidang, atau perintis—pribadi-pribadi yang memiliki persyaratan rohani yang bagus. Mereka semua merelakan diri untuk melakukan apa pun yang diperlukan, tidak soal apakah mereka perlu menggunakan keahlian mereka atau tidak. Sering kali pekerjaan itu berat dan kotor. Tetapi mereka menganggap sebagai hak istimewa dapat menyumbang dengan cara ini demi kemajuan kepentingan Kerajaan. Ada yang merasa bahwa mereka dibantu untuk lebih dapat menghargai semangat rela berkorban yang mencirikan pekerjaan yang dilakukan di kantor pusat sedunia. Mereka semua merasa sangat beruntung karena dapat hadir bersama keluarga Betel untuk acara ibadat pagi dan bersama keluarga mengikuti pelajaran Menara Pengawal setiap minggu.

      Sukarelawan Internasional

      Karena meningkatnya kebutuhan untuk ekspansi yang cepat, penyelenggaraan untuk sukarelawan internasional dimulai pada tahun 1985. Itu sama sekali bukan awal dari kerja sama internasional dalam hal membangun, tetapi penyelenggaraan itu kini dikoordinasi dengan cermat dari kantor pusat. Semua yang ambil bagian adalah Saksi-Saksi yang secara sukarela membantu pekerjaan pembangunan di luar negeri. Mereka adalah pekerja-pekerja terampil, dan juga istri-istri yang menyertai suami mereka untuk membantu dengan cara apa pun yang dapat mereka lakukan. Kebanyakan dari mereka membiayai sendiri perjalanan mereka; tidak ada yang mendapat upah untuk apa yang mereka kerjakan. Beberapa di antara mereka pergi untuk jangka pendek, biasanya tinggal antara dua minggu hingga tiga bulan. Yang lainnya adalah sukarelawan jangka panjang, tinggal selama setahun atau lebih, barangkali sampai proyek itu selesai. Lebih dari 3.000 orang Saksi Yehuwa dari 30 negeri yang berlainan mengambil bagian di dalamnya selama lima tahun pertama, dan ada lebih banyak lagi yang ingin sekali ambil bagian seraya keterampilan mereka diperlukan. Mereka menganggapnya sebagai hak istimewa untuk mengerahkan diri dan sumber daya materi mereka demi memajukan kepentingan Kerajaan Allah dengan cara ini.

      Kepada para sukarelawan internasional ini disediakan tempat penampungan dan makanan. Soal kenyamanan sering kali hanya minimal. Saksi-Saksi setempat sangat menghargai apa yang dilakukan oleh saudara-saudara mereka yang berkunjung, dan di tempat yang memungkinkan, mereka menyambut para sukarelawan untuk tinggal bersama mereka betapa pun sederhananya rumah mereka. Mengenai makanan, lebih sering disediakan di tempat bekerja.

      Saudara-saudara dari luar negeri tidak berada di sana untuk melakukan seluruh pekerjaan. Tujuan mereka adalah untuk bekerja berdampingan dengan tim pembangunan setempat. Dan ratusan, bahkan ribuan saudara lainnya di negeri tersebut juga datang membantu pada akhir pekan atau selama seminggu atau lebih secara serentak. Di Argentina, 259 sukarelawan dari negara-negara lain bekerja bersama beberapa ribu saudara setempat, dan beberapa di antara mereka datang bekerja setiap hari, yang lain selama beberapa minggu, dan lebih banyak lagi pada akhir pekan. Di Kolombia, lebih dari 830 sukarelawan internasional membantu selama berbagai jangka waktu. Juga ada lebih dari 200 sukarelawan setempat yang ikut serta sepenuh waktu dalam proyek tersebut dan 250 lagi atau lebih datang membantu setiap akhir pekan. Seluruhnya ada lebih dari 3.600 orang berlainan yang ambil bagian.

      Perbedaan bahasa dapat menimbulkan masalah, tetapi ini tidak menghalangi kelompok-kelompok internasional itu untuk bekerja bersama-sama. Bahasa isyarat, ekspresi wajah, perasaan humor yang baik, dan keinginan untuk melaksanakan pekerjaan yang akan menghormati Yehuwa membantu terlaksananya pekerjaan dengan berhasil.

      Perkembangan yang luar biasa dalam organisasi—dengan sendirinya kebutuhan akan fasilitas-fasilitas kantor cabang yang lebih luas—kadang-kadang dialami di negeri-negeri yang tidak memiliki cukup orang yang terampil dalam bidang bangunan. Tetapi ini bukan merupakan halangan di kalangan Saksi-Saksi Yehuwa, yang dengan senang hati membantu satu sama lain. Mereka bekerja sama sebagai bagian dari keluarga sedunia yang tidak terpecah-belah oleh kebangsaan, warna kulit, atau bahasa.

      Di Papua Nugini, masing-masing sukarelawan yang datang dari Australia dan Selandia Baru melatih seorang Papua Nugini menurut keahliannya, sesuai dengan permintaan Departemen Tenaga Kerja Pemerintah. Dengan demikian, seraya mengerahkan diri, Saksi-Saksi setempat mempelajari keahlian yang dapat membantu mereka memelihara kebutuhan diri mereka sendiri dan keluarga mereka.

      Sewaktu sebuah kantor cabang yang baru dibutuhkan di El Salvador, 326 sukarelawan dari luar negeri bergabung dengan saudara-saudara setempat. Untuk proyek di Ekuador, 270 Saksi-Saksi dari 14 negeri bekerja berdampingan dengan saudara dan saudari mereka dari Ekuador. Beberapa sukarelawan internasional membantu beberapa proyek yang sedang berjalan bersamaan waktu. Mereka secara bergiliran bekerja di lokasi pembangunan di Eropa dan di Afrika, sesuai kebutuhan akan bidang keterampilan mereka.

      Menjelang tahun 1992, sukarelawan internasional telah dikirim ke 49 lokasi kantor cabang untuk membantu para pekerja pembangunan setempat. Dalam beberapa peristiwa mereka yang menerima bantuan dari program ini pada gilirannya dapat membantu yang lainnya. Maka, setelah mendapat manfaat dari jerih payah kurang lebih 60 hamba internasional jangka panjang yang membantu proyek pembangunan kantor cabang di Filipina, maupun juga lebih dari 230 sukarelawan dari luar negeri yang membantu selama jangka waktu yang lebih pendek, beberapa saudara Filipina merelakan diri untuk membantu membangun fasilitas di tempat-tempat lain di Asia Tenggara.

      Pekerjaan pembangunan dilakukan oleh Saksi-Saksi Yehuwa karena kebutuhan yang ada sekarang berkaitan dengan pemberitaan kabar baik. Dengan bantuan roh Yehuwa, mereka ingin memberikan kesaksian yang terbesar yang mungkin selama waktu yang masih tersisa sebelum Armagedon. Mereka yakin bahwa dunia baru Allah sudah sangat dekat, dan mereka memiliki iman bahwa mereka sebagai umat yang terorganisasi akan selamat memasuki dunia baru itu, di bawah pemerintahan Kerajaan Mesias dari Allah. Adalah juga harapan mereka bahwa barangkali banyak dari fasilitas-fasilitas bagus yang telah mereka bangun dan baktikan kepada Yehuwa akan terus digunakan sesudah Armagedon sebagai pusat-pusat yang dapat menyebarluaskan pengetahuan mengenai satu-satunya Allah yang benar sampai hal itu benar-benar memenuhi bumi.—Yes. 11:9.

      [Catatan Kaki]

      a Itu dikenal sebagai Gereja ”Terang Baru”, karena mereka yang bergabung di situ merasa mendapat penerangan baru mengenai Alkitab sebagai hasil membaca publikasi-publikasi Menara Pengawal.

      [Blurb di hlm. 322]

      Saksi-Saksi dari sidang-sidang yang berdekatan membantu dalam pekerjaan

      [Blurb di hlm. 323]

      Pekerjaan pembangunan dilakukan oleh tenaga kerja sukarela yang tidak dibayar

      [Blurb di hlm. 324]

      Pentingnya sifat-sifat rohani ditandaskan

      [Blurb di hlm. 326]

      Konstruksi yang bermutu, keselamatan kerja, biaya minimum, kecepatan

      [Blurb di hlm. 328]

      Balai kebaktian portabel!

      [Blurb di hlm. 331]

      Menggugat ke pengadilan

      [Blurb di hlm. 332]

      Ekspansi internasional dalam skala besar

      [Blurb di hlm. 333]

      Para pekerja memuji Yehuwa, bukan diri mereka

      [Blurb di hlm. 334]

      Pertumbuhan dengan kecepatan yang tak seorang manusia pun dapat meramalkan

      [Blurb di hlm. 336]

      Mereka menganggap sebagai hak istimewa untuk membantu pembangunan di kantor pusat

      [Blurb di hlm. 339]

      Mereka bekerja sebagai keluarga sedunia yang tidak terpecah-belah oleh kebangsaan, warna kulit, atau bahasa

      [Kotak/Gambar di hlm. 320, 321]

      Bekerja Bersama untuk Membangun Balai Kerajaan Secara Kilat

      Ribuan sidang baru dibentuk setiap tahun. Kebanyakan, Balai Kerajaan baru dibangun sendiri oleh Saksi-Saksi. Foto-foto ini diambil pada waktu pembangunan sebuah Balai Kerajaan di Connecticut, AS, pada tahun 1991

      Hari Jumat, pukul 7.40 pagi

      Hari Jumat, pukul 12 tengah hari

      Hari Sabtu, pukul 7.41 sore

      Pekerjaan besar selesai, hari Minggu, pukul 6.10 sore

      Mereka mengharapkan berkat Yehuwa, dan mereka menyisihkan waktu untuk membahas nasihat dari Firman-Nya

      Semuanya sukarelawan yang tak dibayar, senang untuk bekerja bahu-membahu

      [Kotak/Gambar di hlm. 327]

      Balai Kerajaan di Berbagai Negeri

      Tempat-tempat berhimpun yang digunakan oleh Saksi-Saksi Yehuwa biasanya bersahaja. Lingkungan tersebut bersih, nyaman, menarik

      Peru

      Filipina

      Prancis

      Republik Korea

      Jepang

      Papua Nugini

      Irlandia

      Kolombia

      Norwegia

      Lesotho

      [Kotak/Gambar di hlm. 330]

      Balai-Balai Kebaktian Saksi-Saksi Yehuwa

      Untuk menampung peserta kebaktian berkala mereka, Saksi-Saksi Yehuwa di beberapa daerah menganggap praktis membangun Balai Kebaktian mereka sendiri. Banyak pekerjaan pembangunan ini dilakukan oleh Saksi-Saksi setempat. Ini beberapa di antara balai-balai yang digunakan pada awal tahun 1990-an

      Inggris

      Venezuela

      Italia

      Jerman

      Kanada

      Jepang

      [Kotak/Gambar di hlm. 338]

      Program Pembangunan Internasional Memenuhi Kebutuhan yang Mendesak

      Perkembangan yang pesat dari organisasi memerlukan ekspansi yang berkelanjutan dari kantor, percetakan, dan rumah-rumah Betel di seputar bola bumi

      Sukarelawan internasional membantu Saksi-Saksi setempat

      Spanyol

      Metode-metode pembangunan yang digunakan memungkinkan banyak sukarelawan dengan pengalaman terbatas melakukan pekerjaan berharga

      Puerto Riko

      Pekerja-pekerja terampil dengan senang hati menyediakan jasa mereka

      Selandia Baru

      Yunani

      Brasil

      Penggunaan bahan-bahan yang kuat membantu agar biaya pemeliharaan jangka panjang dapat ditekan

      Inggris

      Pekerjaan bermutu tinggi dihasilkan oleh minat pribadi dari pihak yang melakukannya; ini merupakan pernyataan kasih mereka kepada Yehuwa

      Kanada

      Proyek-proyek ini adalah peristiwa-peristiwa yang menyenangkan hati; banyak persahabatan yang tahan lama terjalin

      Kolombia

      Papan tanda di Jepang mengingatkan para pekerja kepada langkah-langkah keselamatan kerja, juga perlunya menunjukkan buah-buah roh Allah

      [Gambar di hlm. 318]

      Bangunan pertama yang disebut Balai Kerajaan, di Hawaii

      [Gambar di hlm. 319]

      Banyak Balai Kerajaan masa permulaan adalah gedung yang disewa atau sekadar ruangan di atas toko; beberapa dibangun oleh Saksi-Saksi

      [Gambar di hlm. 329]

      Dua di antara Balai-Balai Kebaktian yang pertama

      New York City

      Guadeloupe

      [Gambar di hlm. 337]

      Para pekerja pembangunan sementara yang baru tiba di kantor pusat sedunia di New York

      Setiap kelompok diingatkan bahwa menjadi seorang yang bersifat rohani dan melakukan pekerjaan yang bermutu lebih diprioritaskan daripada melakukan pekerjaan dengan cepat

  • Bagaimanakah Segalanya Dibiayai?
    Saksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah
    • Pasal 21

      Bagaimanakah Segalanya Dibiayai?

      PEKERJAAN yang dilaksanakan oleh Saksi-Saksi Yehuwa jelas memerlukan uang. Membangun Balai-Balai Kerajaan, Balai-Balai Kebaktian, kantor-kantor cabang, percetakan-percetakan, dan rumah-rumah Betel menyangkut uang, dan lebih banyak lagi yang dibutuhkan untuk pemeliharaannya. Ada juga pengeluaran guna menerbitkan dan menyebarkan lektur untuk pengajaran Alkitab. Bagaimanakah semua ini dibiayai?

      Spekulasi-spekulasi yang tidak ada dasarnya mengenai hal ini telah dipublikasikan oleh orang-orang yang menentang pekerjaan Saksi-Saksi Yehuwa. Tetapi tinjauan kembali mengenai buktinya mendukung jawaban yang diberikan oleh Saksi-Saksi sendiri. Apakah itu? Sebagian besar pekerjaan dilakukan oleh para sukarelawan, yang tidak mengharapkan atau menginginkan imbalan keuangan untuk jasa-jasa mereka, dan segala pengeluaran organisasi tertutup oleh sumbangan-sumbangan sukarela.

      ”Tempat Duduk Gratis. Tidak Ada Kolekte”

      Bahkan sejak terbitan kedua Watch Tower bulan Agustus 1879, Saudara Russell menyatakan, ”’Zion’s Watch Tower’, kami percaya, mempunyai YEHUWA sebagai pendukungnya, dan karena itu tidak akan pernah mengemis ataupun memohon manusia untuk mendukungnya. Bila Ia yang mengatakan, ’Semua emas dan perak di gunung-gunung adalah kepunyaanKu,’ tidak lagi menyediakan dana yang diperlukan, kami akan mengerti bahwa itulah waktunya untuk menghentikan penerbitannya.” Maka, konsisten dengan hal tersebut, lektur Saksi-Saksi Yehuwa tidak pernah meminta-minta uang.

      Sebagaimana halnya lektur mereka, demikian pula perhimpunan mereka. Tidak ada imbauan emosional akan dana dalam sidang mereka atau di kebaktian mereka. Tidak ada piring kolekte yang diedarkan; tidak ada amplop yang dibagikan untuk memasukkan uang; tidak ada surat pemungutan sumbangan yang dikirimkan kepada anggota-anggota sidang. Sidang-sidang tidak pernah menyelenggarakan bazar atau penjualan dengan undian untuk mencari dana. Bahkan sejak tahun 1894, sewaktu Lembaga Menara Pengawal mengutus pembicara-pembicara keliling, pemberitahuan berikut diterbitkan untuk kepentingan setiap orang, ”Hendaklah dimengerti sejak permulaan bahwa kolekte-kolekte atau pemungutan lain untuk mengumpulkan dana tidak disahkan atau disetujui oleh Lembaga ini.”

      Maka, sejak permulaan sekali dalam sejarah modern mereka, surat-surat edaran dan undangan-undangan tercetak lainnya untuk mengundang masyarakat umum menghadiri perhimpunan Saksi-Saksi Yehuwa telah memuat slogan ”Tempat Duduk Gratis. Tidak Ada Kolekte”.

      Mulai awal tahun 1914, Siswa-Siswa Alkitab menyewa teater-teater maupun aula-aula lain dan mengundang masyarakat umum ke tempat-tempat ini untuk menyaksikan ”Drama-Foto Penciptaan”. Ini merupakan persembahan dalam empat bagian, seluruhnya selama delapan jam, terdiri dari ”slides” dan gambar hidup yang disinkronkan dengan suara. Selama tahun pertama saja, jutaan orang menyaksikannya di Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Selandia Baru. Walaupun beberapa pemilik teater menarik biaya untuk tempat duduk yang dipesan, Siswa-Siswa Alkitab tidak pernah meminta bayaran untuk masuk. Dan tidak pernah diadakan kolekte.

      Belakangan, selama lebih dari 30 tahun, Lembaga Menara Pengawal mengoperasikan stasiun radio WBBR di New York City. Saksi-Saksi Yehuwa juga menggunakan jasa dari ratusan stasiun radio lain untuk menyiarkan acara-acara pendidikan Alkitab. Tetapi mereka tidak pernah menggunakan siaran-siaran ini untuk meminta-minta uang.

      Maka, bagaimana sumbangan yang membiayai kegiatan mereka diperoleh?

      Didukung Oleh Sumbangan Sukarela

      Alkitab memberikan pola. Di bawah Hukum Musa, ada sumbangan-sumbangan tertentu yang bersifat sukarela. Sumbangan lainnya diwajibkan bagi orang-orang. Pemberian perpuluhan, atau sepersepuluh bagian, adalah salah satu dari yang disebut belakangan. (Kel. 25:2; 30:11-16; Bil. 15:17-21; 18:25-32) Namun Alkitab juga menunjukkan bahwa Kristus menggenapi Hukum, dan Allah mengakhirinya; maka umat Kristen tidak terikat pada peraturan-peraturannya. Mereka tidak membayar perpuluhan, dan mereka juga tidak diwajibkan untuk memberikan sumbangan lain apa pun yang ditentukan jumlahnya atau yang ditentukan waktunya.​—Mat. 5:17; Rm. 7:6; Kol. 2:13, 14.

      Sebaliknya, mereka dianjurkan untuk memupuk semangat suka memberi dan murah hati dengan meniru teladan yang menakjubkan yang diberikan oleh Yehuwa sendiri dan oleh Putra-Nya, Yesus Kristus. (2 Kor. 8:7, 9; 9:8-15; 1 Yoh. 3:16-18) Maka, berkenaan soal memberi, rasul Paulus menulis kepada sidang Kristen di Korintus, ”Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” Ketika diberi tahu mengenai adanya suatu kebutuhan, mereka dihadapkan kepada ’ujian keikhlasan kasih mereka’, seperti diterangkan oleh Paulus. Ia juga berkata, ”Jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.”​—2 Kor. 8:8, 12; 9:7.

      Dipandang dari sudut ini, menarik sekali komentar Tertullian berkenaan perhimpunan yang diadakan oleh orang-orang yang berupaya mempraktekkan kekristenan pada zamannya (± 155–sesudah 220 M). Ia menulis, ”Bahkan jika ada semacam peti, itu tidak berisi uang yang dibayar sebagai ongkos masuk, seolah-olah agama merupakan soal kontrak. Setiap orang sekali sebulan membawa uang logam sekadarnya—atau kapan saja ia ingin, dan hanya jika ia memang ingin, dan jika ia dapat; sebab tidak ada yang dipaksa; itu merupakan suatu persembahan sukarela.” (Apology, XXXIX, 5) Akan tetapi, selama berabad-abad sejak itu, gereja-gereja Susunan Kristen telah melakukan segala rencana yang mungkin untuk mengumpulkan dana guna membiayai kegiatan mereka.

      Charles Taze Russell menolak untuk meniru gereja-gereja. Ia menulis, ”Menurut penilaian kami, uang yang dikumpulkan dengan berbagai cara mengemis atas nama Tuhan kita adalah memuakkan, tidak dapat diterima oleh-Nya, dan Ia tidak akan memberkati para pemberi maupun pekerjaan yang dihasilkan.”

      Daripada mencoba membujuk untuk mencari perkenan dari mereka yang kaya, Saudara Russell dengan jelas menyatakan, selaras dengan Alkitab, bahwa mayoritas umat Tuhan miskin dalam harta benda dunia ini tetapi kaya dalam iman. (Mat. 19:23, 24; 1 Kor. 1:26-29; Yak. 2:5) Sebaliknya daripada menekankan kebutuhan akan uang untuk menyebarkan kebenaran Alkitab, ia memusatkan perhatian pada pentingnya mengembangkan semangat kasih, keinginan untuk memberi, dan keinginan untuk membantu orang-orang lain, khususnya dengan membagikan kebenaran kepada mereka. Kepada mereka yang pintar cari uang, dan yang menganggap bahwa dengan terutama mengabdikan diri kepada urusan bisnis, mereka dapat memperoleh lebih banyak untuk disumbangkan secara keuangan, ia berkata bahwa adalah lebih baik untuk membatasi kegiatan seperti itu dan memberikan diri mereka sendiri dan waktu mereka untuk menyebarkan kebenaran. Itu masih merupakan pendirian yang diambil oleh Badan Pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa.a

      Dalam praktek yang sebenarnya, seberapa besarkah yang diberikan orang? Apa yang mereka lakukan adalah keputusan pribadi. Akan tetapi, dalam soal memberi, hendaknya diperhatikan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa tidak sekadar berpikir mengenai harta benda. Pada kebaktian distrik mereka tahun 1985-86, mereka membahas pokok ”Memuliakan Yehuwa Dengan Harta Kita”. (Ams. 3:9, NW) Ditandaskan bahwa harta ini mencakup bukan saja materi tetapi juga aset fisik, mental, rohani.

      Kembali ke tahun 1904, Saudara Russell menunjukkan bahwa seseorang yang telah mengabdikan diri sepenuhnya (atau membaktikan diri, istilah sekarang) kepada Allah ”sudah memberikan semua yang dimilikinya kepada Tuhan”. Maka, ia sekarang harus ”menganggap diri ditunjuk oleh Tuhan sebagai pengurus dari waktu, pengaruh, uang, dsb, miliknya sendiri, dan masing-masing hendaknya berupaya menggunakan talenta-talenta ini dengan sebaik-baiknya sesuai kemampuannya, demi kemuliaan sang Majikan.” Ia menambahkan bahwa, dengan dibimbing oleh hikmat dari atas, ”sebanding dengan berkembangnya kasih dan gairahnya untuk Tuhan hari demi hari melalui pengetahuan tentang Kebenaran dan perolehan roh-Nya, maka ia akan mendapati dirinya memberikan semakin banyak waktu, semakin banyak pengaruh, dan semakin banyak sumber daya yang dapat dikerahkannya untuk pelayanan Kebenaran.”​—Studies in the Scriptures, ”The New Creation”, hlm. 344-5.

      Selama tahun-tahun permulaan tersebut, Lembaga Menara Pengawal mempunyai apa yang dinamakan Dana Risalah Menara. Apakah gerangan itu? Berikut ini adalah perincian menarik yang tertera di belakang surat-surat kantor yang kadang-kadang dipakai oleh Saudara Russell, ”Dana ini terdiri dari persembahan sukarela dari mereka yang telah diberi makan dan dikuatkan oleh ’makanan pada waktunya’ yang oleh publikasi-publikasi di atas [disediakan oleh Lembaga Menara Pengawal], sebagai alat-alat dari Allah, sekarang dipersembahkan kepada orang-orang suci yang mengabdi, di seluruh dunia.

      ”Dana ini senantiasa digunakan untuk mengirimkan, secara gratis, ribuan eksemplar dari ZION’S WATCH TOWER and OLD THEOLOGY TRACTS yang sangat cocok bagi para pembaca yang baru. Ini juga membantu penyebaran edisi berjilid dari serial DAWN, dengan membantu mereka yang ingin menyebarkannya—para kolportir dan yang lain. Ia juga menyediakan ’dana miskin’ dan dengan ini setiap anak Tuhan yang, karena usia tua, atau penyakit, atau karena sebab-sebab lain, tidak dapat berlangganan WATCH TOWER akan memperolehnya secara gratis, asalkan mereka mengirim sepucuk surat atau kartu pada tiap awal tahun, yang menyatakan keinginan dan ketidakmampuan mereka.

      ”Tidak seorang pun pernah diminta untuk menyumbang kepada dana ini: semua sumbangan harus bersifat sukarela. Kami mengingatkan para pembaca kami kepada kata-kata sang Rasul (1 Kor. 16:1, 2) dan menegaskannya dengan mengatakan bahwa mereka yang dapat menyumbang dan memang menyumbang untuk menyebarkan kebenaran pasti akan mendapat balasan berupa berkat-berkat rohani.”

      Kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa secara global dalam memasyhurkan kabar baik tentang Kerajaan Allah terus didukung oleh sumbangan-sumbangan sukarela. Di samping Saksi-Saksi itu sendiri, banyak peminat yang menaruh penghargaan menganggapnya sebagai hak istimewa untuk mendukung pekerjaan Kristen ini dengan sumbangan sukarela mereka.

      Membiayai Tempat-Tempat Perhimpunan Setempat

      Setiap sidang dari Saksi-Saksi Yehuwa mempunyai kotak-kotak sumbangan yang cocok tempat orang dapat memasukkan sumbangan apa pun yang mereka inginkan​—bila mereka ingin melakukannya dan jika mereka mampu. Hal itu diselenggarakan secara pribadi sehingga orang lain biasanya tidak tahu apa yang mungkin dilakukan oleh seseorang. Hal itu adalah antara dia dengan Allah.

      Tidak ada gaji yang dibayarkan, tetapi memang diperlukan biaya untuk memelihara suatu tempat berhimpun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, anggota-anggota sidang harus diberi tahu. Akan tetapi, lebih dari 70 tahun yang lalu, The Watch Tower menegaskan berkenaan sumbangan, janganlah memohon atau mendesak—melainkan sekadar menyatakan fakta-fakta dengan jelas dan jujur. Sejalan dengan sudut pandangan ini, perhimpunan-perhimpunan sidang tidak sering memasukkan pembahasan tentang masalah-masalah keuangan.

      Akan tetapi, kadang-kadang ada kebutuhan-kebutuhan khusus. Bisa jadi ada rencana untuk memperbarui atau memperluas sebuah Balai Kerajaan atau mungkin untuk membangun yang baru. Agar dapat memastikan besarnya dana yang bakal tersedia, para penatua dapat meminta mereka yang ada dalam sidang untuk menulis di atas secarik kertas apa yang menurut mereka dapat disumbangkan secara pribadi atau, mungkin, disediakan untuk proyek itu selama sejumlah tahun. Selain itu, para penatua dapat meminta agar pribadi-pribadi atau keluarga-keluarga menulis di kertas kira-kira jumlah yang menurut perkiraan mereka dapat disumbangkan setiap minggu atau setiap bulan, dengan berkat Yehuwa. Tidak ada nama yang ditandatangani. Ini bukan surat utang, tetapi memang akan menjadi dasar untuk perencanaan yang cermat.​—Luk. 14:28-30.

      Di Tarma, Liberia, sidang memperoleh dana yang dibutuhkan dengan cara yang agak berbeda. Beberapa orang dalam sidang menanam padi untuk seorang Saksi di sawahnya, sementara ia bekerja setahun penuh hanya menebang pohon dan menggergaji papan, yang kemudian dijual untuk memperoleh dana guna proyek pembangunan mereka. Di Paramaribo, Suriname, walaupun bahan-bahan harus dibeli, ada suatu sidang yang tidak memerlukan uang untuk tanah, karena seorang Saksi menyumbangkan tanahnya untuk Balai Kerajaan dan saudari tersebut hanya meminta supaya rumahnya dipindahkan ke bagian belakang tanah miliknya itu. Harga real-estate yang luar biasa tinggi di Tokyo, Jepang, menyulitkan sidang-sidang di sana memperoleh tanah untuk membangun Balai-Balai Kerajaan. Untuk membantu mengatasi problem ini, beberapa keluarga menawarkan penggunaan tanah tempat rumah mereka sendiri berdiri. Mereka hanya meminta agar setelah rumah mereka diubah menjadi sebuah Balai Kerajaan yang baru, mereka sendiri disediakan sebuah apartemen di tingkat atas.

      Seraya sidang-sidang berkembang dan dibagi, mereka yang berlokasi dalam suatu daerah tertentu sering berupaya saling membantu untuk menyediakan Balai Kerajaan yang memadai. Walaupun adanya semangat kemurahan hati tersebut, sesuatu yang lain dibutuhkan. Harga tanah dan biaya pembangunan telah membubung tinggi, dan masing-masing sidang sering kewalahan menanggulanginya. Apa yang dapat dilakukan?

      Pada Kebaktian Distrik ”Persatuan Kerajaan” tahun 1983, Badan Pimpinan menggariskan suatu penyelenggaraan yang menuntut penerapan prinsip di 2 Korintus 8:14, 15, yang menganjurkan agar kelebihan dari mereka yang memilikinya mengimbangi kekurangan dari orang-orang lain sehingga ”ada keseimbangan”. Maka mereka yang berkekurangan tidak menjadi begitu kekurangan sehingga terhalang dalam upaya mereka untuk melayani Yehuwa.

      Setiap sidang diundang untuk mengatur tersedianya sebuah kotak yang ditandai ”Sumbangan untuk Dana Balai Kerajaan Lembaga”. Segala sesuatu yang dimasukkan ke dalam kotak itu hanya akan digunakan untuk maksud tersebut. Dengan demikian uang yang disumbangkan dari seluruh negeri dapat mengimbangi kekurangan sidang-sidang yang sangat membutuhkan sebuah Balai Kerajaan tetapi tidak dapat mengatur hal tersebut sesuai persyaratan yang dituntut bank-bank setempat. Sesudah suatu survai yang cermat untuk memastikan tempat-tempat yang kebutuhannya betul-betul paling mendesak, Lembaga mulai menyediakan uang bagi sidang-sidang yang membutuhkan untuk membangun atau dengan cara lain memperoleh Balai Kerajaan yang baru. Seraya lebih banyak sumbangan diterima dan pinjaman dilunasi, lebih banyak sidang dapat dibantu.

      Penyelenggaraan ini mula-mula berlaku di Amerika Serikat dan Kanada, dan semenjak itu telah menyebar ke lebih dari 30 negeri di Eropa, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Jauh. Menjelang akhir tahun 1992, dari hanya delapan diantara negeri-negeri ini, uang sudah berhasil didapatkan untuk membantu tersedianya 2.737 Balai Kerajaan, yang menampung 3.840 sidang.

      Bahkan di negeri-negeri yang penyelenggaraan ini tidak dapat diterapkan, namun ada kebutuhan mendesak akan Balai-Balai Kerajaan yang tidak dapat dibiayai secara lokal, Badan Pimpinan berupaya mengadakan penyelenggaraan lain untuk memberikan bantuan. Maka terjadilah keseimbangan, sehingga mereka yang berkekurangan tidak terlalu berkekurangan.

      Mengurus Ekspansi Kantor Pusat Sedunia

      Mengoperasikan kantor pusat sedunia juga memerlukan dana. Sesudah Perang Dunia I, sewaktu Watch Tower Bible and Tract Society mendapati bahwa lebih menguntungkan untuk mencetak dan menjilid sendiri buku-bukunya, suatu penyelenggaraan diatur yakni membeli mesin-mesin yang diperlukan atas nama perorangan​—rekan-rekan hamba dari Yehuwa. Sebaliknya daripada memberi keuntungan kepada sebuah perusahaan komersial untuk memproduksi buku-buku, Lembaga memakai uang tersebut setiap bulan guna mengurangi utang untuk perlengkapan itu. Seraya manfaat-manfaat dari hal ini direalisasi, harga dari banyak lektur untuk umum berkurang kira-kira setengahnya. Apa yang sedang dilakukan adalah untuk memajukan pemberitaan kabar baik, bukan untuk memperkaya Lembaga Menara Pengawal.

      Dalam beberapa tahun, jelaslah bahwa fasilitas-fasilitas yang lebih luas diperlukan di kantor pusat sedunia untuk mengurus pekerjaan pemberitaan Kerajaan di seluruh dunia. Berkali-kali, seraya organisasi telah berkembang dan kegiatan pengabaran ditingkatkan, fasilitas-fasilitas ini perlu ditambahkan. Daripada pergi ke bank untuk mendapatkan dana yang diperlukan guna memperluas dan melengkapi kantor-kantor dan percetakan di kantor pusat maupun fasilitas pendukung di dalam dan di sekitar New York, Lembaga menjelaskan kebutuhan ini kepada saudara-saudara. Hal ini tidak sering dilakukan, tetapi hanya 12 kali selama jangka waktu 65 tahun.

      Tidak pernah diadakan pengumpulan dana. Setiap orang yang ingin memberikan sumbangan diundang untuk melakukannya. Mereka yang lebih suka untuk meminjamkan dana mendapat jaminan bahwa jika timbul kebutuhan yang tidak terduga dan mendesak, pinjaman mereka akan dibayarkan kembali segera setelah permintaan mereka itu diterima. Maka dalam menangani berbagai hal, Lembaga berupaya menghindari timbulnya kesulitan atas seseorang dan sidang-sidang yang dengan murah hati telah menyediakan dana. Dukungan yang diberikan oleh Saksi-Saksi Yehuwa melalui sumbangan-sumbangan mereka senantiasa telah memungkinkan Lembaga untuk membayar kembali semua pinjaman. Sumbangan-sumbangan demikian yang dikirimkan kepada Lembaga tidaklah dianggap sudah semestinya. Sedapat mungkin, sumbangan-sumbangan ini dibalas dengan surat dan pernyataan penghargaan lainnya.

      Pekerjaan organisasi tidaklah ditopang oleh sumbangan dari sekelompok penyumbang yang kaya. Kebanyakan sumbangan adalah dari individu-individu yang kehidupannya sederhana​—banyak di antara mereka tidak berada. Di antaranya adalah anak-anak kecil yang dengan cara demikian ingin ikut mendukung pekerjaan Kerajaan. Hati dari semua penyumbang ini tergugah oleh penghargaan yang dalam akan kebaikan Yehuwa dan keinginan untuk membantu orang-orang lain mempelajari persediaan-persediaan-Nya yang murah hati.​—Bandingkan Markus 12:42-44.

      Membiayai Ekspansi Fasilitas Kantor Cabang

      Karena pekerjaan pemberitaan Kerajaan makin meningkat di berbagai bagian di dunia, maka perlu untuk memperluas fasilitas-fasilitas cabang dari organisasi. Ini dilakukan di bawah pengarahan Badan Pimpinan.

      Demikianlah, sesudah meninjau kembali usul-usul dari cabang di Jerman, pengarahan diberikan pada tahun 1978 untuk mencari tanah yang cocok dan kemudian membangun sebuah kompleks yang sama sekali baru. Dapatkah Saksi-Saksi di Jerman menanggung pembiayaannya? Kesempatan itu diberikan kepada mereka. Sewaktu proyek tersebut selesai pada tahun 1984, di Selters, di sisi sebelah barat dari Pegunungan Taunus, cabang tersebut melaporkan, ”Puluhan ribu Saksi-Saksi Yehuwa—kaya dan miskin, tua dan muda​—menyumbang jutaan dolar untuk membantu pembiayaan fasilitas-fasilitas baru. Karena kemurahan hati mereka, seluruh proyek dapat diselesaikan tanpa perlu meminjam uang dari lembaga-lembaga duniawi atau harus berutang.” Selain itu, kira-kira 1 dari setiap 7 Saksi di Republik Federasi Jerman telah ikut serta dalam pekerjaan pembangunan yang sesungguhnya di Selters/Taunus.

      Di beberapa negeri lain, ekonomi setempat atau keadaan keuangan dari Saksi-Saksi Yehuwa telah membuat keadaan sangat sulit, bahkan mustahil, bagi mereka untuk membangun kantor cabang yang diperlukan guna mengawasi pekerjaan atau percetakan untuk menerbitkan lektur Alkitab dalam bahasa-bahasa setempat. Saksi-Saksi di negeri tersebut telah diberikan kesempatan untuk berupaya sedapat mungkin. (2 Kor. 8:11, 12) Tetapi kurangnya dana di suatu negeri tidak dibiarkan menjadi rintangan untuk menyebarkan berita Kerajaan di sana jika dana yang diperlukan tersedia di tempat lain.

      Maka, sementara Saksi-Saksi setempat berupaya sedapat mungkin, di sebagian besar bagian dunia sejumlah besar uang yang diperlukan untuk gedung-gedung kantor cabang disediakan melalui sumbangan-sumbangan Saksi-Saksi Yehuwa di negeri-negeri lain. Demikianlah yang terjadi dengan pembangunan kompleks-kompleks luas di Afrika Selatan yang selesai pada tahun 1987, di Nigeria pada tahun 1990, dan di Filipina pada tahun 1991. Demikian pula halnya dengan Zambia, tempat fasilitas percetakan yang berpotensi masih sedang dibangun pada tahun 1992. Demikian pula halnya dengan banyak proyek yang lebih kecil, seperti yang di selesaikan di India pada tahun 1985; di Cile pada tahun 1986; Kosta Rika, Ekuador, Guyana, Haiti, dan Papua Nugini pada tahun 1987; Ghana pada tahun 1988; dan Honduras pada tahun 1989.

      Akan tetapi, di beberapa negeri, saudara-saudara terkejut dengan apa yang dapat mereka capai secara lokal dengan berkat Yehuwa atas upaya mereka yang terpadu. Pada awal tahun 1980-an, misalnya, cabang di Spanyol mengambil langkah ke arah perluasan besar fasilitas-fasilitasnya. Kantor cabang meminta Badan Pimpinan untuk menyediakan dana yang diperlukan. Tetapi karena pada waktu itu ada berbagai pengeluaran yang besar untuk hal-hal lain, maka bantuan demikian tidak tersedia pada saat itu. Jika diberi kesempatan, dapatkah Saksi-Saksi di Spanyol, dengan gaji mereka yang relatif rendah, memberikan dana yang cukup untuk upaya yang berani ini?

      Situasinya dijelaskan kepada mereka. Dengan senang hati mereka datang dengan permata, cincin, dan gelang mereka agar perhiasan-perhiasan ini dapat dijadikan uang tunai. Sewaktu seorang Saksi yang lanjut usia ditanya apakah ia benar-benar yakin ingin menyumbangkan gelang emas yang berat yang ia serahkan itu, ia menjawab, ”Saudara, itu akan jauh lebih berguna untuk membiayai sebuah Betel yang baru daripada di pergelangan tangan saya!” Seorang saudari yang sudah berumur menggali ke luar setumpuk uang kertas yang sudah lusuh, yang telah ia sembunyikan di bawah lantai rumahnya selama bertahun-tahun. Beberapa pasang suami-isteri menyumbangkan uang yang telah mereka tabung untuk perjalanan rekreasi. Anak-anak menyumbangkan uang tabungan mereka. Seorang anak muda yang merencanakan untuk membeli sebuah gitar, kemudian menyumbangkan uangnya itu kepada proyek kantor cabang. Seperti orang-orang Israel pada waktu tabernakel dibangun di padang belantara, Saksi-Saksi di Spanyol terbukti menjadi penyumbang yang murah hati dan rela memberikan segala yang dibutuhkan secara materi. (Kel. 35:4-9, 21, 22) Kemudian mereka merelakan diri—sepenuh waktu, selama liburan, pada tiap akhir pekan—untuk melakukan pekerjaan itu sendiri. Dari segenap penjuru Spanyol mereka datang​—ribuan di antara mereka. Saksi-Saksi lain, bergabung bersama mereka guna menyelesaikan apa yang semula tampak sebagai tugas yang mustahil, di antaranya dari Jerman, Swedia, Inggris, Yunani, dan Amerika Serikat.

      Apakah Ada Keuntungan dari Lektur?

      Sampai tahun 1992, lektur Alkitab diterbitkan di kantor pusat sedunia dan di 32 cabang di seluruh dunia. Sejumlah besar di antaranya disediakan untuk disebarkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa. Tetapi tidak ada yang dilakukan demi keuntungan komersial. Keputusan mengenai bahasa-bahasa dari lektur yang akan dicetak dan negeri-negeri yang dituju untuk pengiriman lektur tersebut tidak diambil untuk keuntungan komersial melainkan semata-mata dengan maksud untuk melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh Yesus Kristus kepada para pengikutnya.

      Bahkan sejak bulan Juli 1879, sewaktu nomor pertama dari Watch Tower diterbitkan, majalah itu memuat suatu pemberitahuan bahwa mereka yang terlalu miskin untuk membayar langganan (pada waktu itu hanya 50 sen dolar AS per tahun) dapat memperolehnya secara gratis jika mereka sekadar mengajukan permohonan tertulis. Tujuan utamanya ialah untuk membantu orang agar dapat belajar tentang maksud-tujuan yang mulia dari Yehuwa.

      Untuk maksud tersebut, sejak tahun 1879 lektur Alkitab dalam jumlah yang luar biasa telah disebarkan kepada umum tanpa dipungut bayaran. Pada tahun 1881 dan sesudahnya, kira-kira 1.200.000 eksemplar Food for Thinking Christians (Makanan untuk Orang-Orang Kristen yang Suka Berpikir) disebarkan secara gratis. Banyak di antaranya adalah dalam bentuk buku dengan 162 halaman; yang lainnya dalam format surat kabar. Tak terhitung banyaknya risalah dalam berbagai ukuran diterbitkan selama tahun-tahun sesudahnya. Sebagian besar di antaranya (secara harfiah sebanyak ratusan juta buah) disebarkan tanpa dipungut bayaran. Jumlah risalah dan publikasi lain yang dibagi-bagikan terus bertambah. Pada tahun 1915 saja, laporan menunjukkan bahwa 50.000.000 lembar risalah dalam sekitar 30 bahasa disalurkan untuk disebarkan di seluruh dunia tanpa dipungut bayaran. Dari mana datangnya uang untuk semua ini? Sebagian besar dari sumbangan sukarela untuk Dana Risalah Lembaga.

      Ada juga lektur yang ditawarkan dengan memungut sumbangan selama dekade-dekade permulaan dari sejarah Lembaga, tetapi sumbangan yang disarankan tetap ditekan serendah mungkin. Lektur ini mencakup buku-buku berjilid dengan 350 hingga 744 halaman. Sewaktu para kolportir Lembaga (yang pada waktu itu dikenal sebagai pemberita sepenuh waktu) menawarkan buku-buku ini kepada umum, mereka menyatakan jumlah yang disarankan sebagai sumbangan. Akan tetapi, tujuan mereka bukanlah untuk mencari uang melainkan untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran Alkitab yang sangat penting itu ke tangan orang-orang. Mereka ingin agar orang-orang membaca lektur dan mendapat manfaatnya.

      Mereka lebih daripada sekadar bersedia memberikan lektur kepada seseorang (hitung-hitung sebagai sumbangan mereka sendiri) jika penghuni rumah sangat miskin. Tetapi menurut pengamatan ternyata banyak orang lebih cenderung membaca sebuah publikasi jika mereka memberikan sesuatu sebagai gantinya, dan apa yang mereka sumbangkan tentunya dapat digunakan untuk mencetak lebih banyak lektur. Namun, untuk menandaskan fakta bahwa Siswa-Siswa Alkitab tidak mencari keuntungan uang, lembaran petunjuk dinas dari Lembaga, Bulletin, 1 Oktober 1920, mengatakan, ”Sepuluh hari sesudah memberikan buku kecil [yang terdiri dari 128 halaman], kunjungilah kembali orang-orang itu dan cari tahu apakah mereka telah membacanya. Kalau belum, mintalah mereka untuk mengembalikan buku itu dan kembalikan uang mereka. Katakan kepada mereka bahwa Saudara bukanlah seorang agen buku, melainkan bahwa Saudara berminat memberikan berita yang menghibur dan menggembirakan ini kepada semua orang, dan bahwa jika mereka tidak cukup berminat kepada fakta yang begitu penting bagi mereka . . . , Saudara ingin menyampaikan buku ini ke tangan seseorang yang menaruh minat.” Saksi-Saksi Yehuwa tidak terus menggunakan metode tersebut, sebab mereka mendapati bahwa anggota keluarga lainnya kadang-kadang mengambil lektur itu dan memperoleh manfaat darinya; namun apa yang dilakukan dahulu itu jelas mengemukakan tujuan yang sesungguhnya dari Saksi-Saksi.

      Selama bertahun-tahun mereka menggunakan istilah ”menjual” untuk penyebaran lektur mereka. Tetapi istilah ini agak menimbulkan kebingungan, maka mulai tahun 1929, istilah ini lambat laun disingkirkan. Istilah itu sesungguhnya tidak cocok untuk kegiatan mereka, sebab pekerjaan mereka tidak bersifat komersial. Tujuan mereka bukanlah untuk mencari uang. Motivasi mereka sepenuhnya adalah memberitakan kabar baik tentang Kerajaan Allah. Oleh karena hal ini, pada tahun 1943 Mahkamah Agung Amerika Serikat menganggap Saksi-Saksi Yehuwa tidak perlu diwajibkan untuk memiliki izin dagang komersial sebelum menyebarkan lektur mereka. Sesudah itu kehakiman Kanada mengutip dengan menyetujui alasan yang dikemukakan oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat dalam keputusan tersebut.b

      Di banyak negeri Saksi-Saksi Yehuwa secara tetap tentu telah menawarkan lektur mereka atas dasar sumbangan. Sumbangan yang disarankan begitu rendah dibandingkan dengan buku dan majalah lainnya, sehingga banyak orang telah menawarkan untuk menyumbang lebih banyak. Tetapi organisasi berupaya keras agar sumbangan yang disarankan tetap ditekan serendah-rendahnya sehingga dapat terjangkau oleh berjuta-juta orang yang hanya mempunyai sedikit harta dunia ini namun yang bersyukur untuk menerima sebuah Alkitab atau lektur Alkitab. Akan tetapi, tujuan dari sumbangan yang disarankan tidak untuk memperkaya organisasi Saksi-Saksi Yehuwa.

      Di negeri mana pun yang mempunyai undang-undang yang menganggap setiap penyalur lektur Alkitab bersifat komersial jika si penyalur menyarankan sumbangan untuk lektur itu, Saksi-Saksi Yehuwa dengan senang hati memberikannya cuma-cuma kepada siapa pun yang menunjukkan minat yang tulus dan berjanji membacanya. Orang-orang yang ingin menyumbangkan sesuatu untuk memajukan pekerjaan pendidikan Alkitab dapat memberikan berapa pun yang mereka inginkan. Hal itu dilakukan misalnya di Jepang. Di Swiss, sampai belakangan ini, sumbangan sukarela hanya dapat diterima sampai batas harga yang dicantumkan untuk sebuah publikasi; maka jika penghuni rumah ingin memberikan lebih, Saksi-Saksi akan mengembalikannya atau memberikan lektur tambahan kepada penghuni rumah. Keinginan mereka adalah, bukan untuk mengumpulkan uang, melainkan untuk memberitakan kabar baik tentang Kerajaan Allah.

      Pada tahun 1990, karena adanya skandal-skandal keuangan yang banyak dipublikasikan di beberapa agama Susunan Kristen, ditambah lagi kecenderungan yang meningkat dari pihak pemerintah untuk menggolongkan kegiatan agama sebagai usaha komersial, Saksi-Saksi Yehuwa membuat beberapa penyesuaian dalam kegiatan mereka untuk menghindari adanya salah pengertian. Badan Pimpinan memberi petunjuk agar di Amerika Serikat, semua lektur yang disebarkan oleh Saksi-Saksi​—Alkitab, maupun risalah, buku kecil, majalah, dan buku berjilid yang menjelaskan Alkitab—​diberikan kepada orang-orang dengan satu syarat saja yaitu bahwa mereka membacanya, tidak ada sumbangan yang disarankan. Kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa sama sekali tidak bersifat komersial, dan penyelenggaraan ini selanjutnya berguna untuk membedakan mereka dari kelompok-kelompok agama yang mengkomersialkan agama. Tentu, kebanyakan orang mengetahui bahwa untuk mencetak lektur demikian dibutuhkan uang, dan mereka yang menghargai dinas yang dilakukan oleh Saksi-Saksi bisa jadi ingin menyumbang sesuatu untuk membantu pekerjaan tersebut. Kepada orang-orang ini dijelaskan bahwa pekerjaan pendidikan Alkitab seluas dunia yang dilakukan oleh Saksi-Saksi Yehuwa didukung oleh sumbangan-sumbangan sukarela. Sumbangan diterima dengan senang hati, tetapi tidak dengan sengaja diminta.

      Mereka yang ambil bagian dalam dinas pengabaran tidaklah melakukannya untuk keuntungan finansial. Mereka menyumbangkan waktu mereka, dan mereka membiayai transportasi mereka sendiri. Jika seseorang menunjukkan minat, mereka mengatur untuk datang kembali setiap minggu, sama sekali tidak dipungut bayaran, untuk memberikan petunjuk dari Alkitab secara pribadi. Hanyalah kasih akan Allah dan sesama yang dapat memotivasi mereka untuk terus ambil bagian dalam kegiatan demikian, walaupun sering berhadapan dengan sikap acuh tak acuh dan permusuhan yang sengit.

      Dana yang diterima di kantor pusat sedunia dari Saksi-Saksi Yehuwa atau di kantor-kantor cabangnya digunakan, bukan untuk memperkaya organisasi atau pribadi mana pun, tetapi untuk memajukan pemberitaan kabar baik. Kembali ke tahun 1922, The Watch Tower melaporkan bahwa karena situasi ekonomi di Eropa, buku-buku yang dicetak di sana untuk Lembaga dibayar terutama oleh kantor di Amerika dan sering ditinggalkan kepada orang-orang dengan harga di bawah ongkos cetak. Walaupun Saksi-Saksi Yehuwa kini menjalankan usaha-usaha percetakan di banyak negeri, beberapa negeri yang menerima pengiriman lektur tidak dapat mengirimkan dana sedikit pun ke luar negeri untuk menutup biaya. Sumbangan sukarela yang diberikan dengan murah hati oleh Saksi-Saksi Yehuwa di negeri-negeri yang memiliki sumber daya yang memadai membantu mengimbangi kekurangan dana di negeri-negeri yang membutuhkan.

      Lembaga Menara Pengawal senantiasa berupaya menggunakan segala sumber daya yang ada padanya guna memajukan pemberitaan kabar baik. Pada tahun 1915, Charles Taze Russell, sebagai presiden Lembaga, mengatakan, ”Lembaga kita tidak berupaya menimbun kekayaan duniawi, melainkan sebaliknya adalah lembaga yang membelanjakan uang. Apa pun yang Allah karuniakan kepada kita tanpa meminta-minta telah kami upayakan untuk dibelanjakan sebijaksana mungkin selaras dengan Firman dan Roh Tuhan. Lama berselang telah kami umumkan bahwa bilamana dana berhenti, kegiatan dari Lembaga akan berhenti secara proporsional; dan bahwa jika dana bertambah, maka kegiatan Lembaga akan diperluas.” Lembaga senantiasa telah melakukannya tepat seperti itu.

      Terus sampai saat ini, organisasi menggunakan dana yang tersedia untuk mengutus pengawas-pengawas keliling guna menguatkan sidang-sidang dan untuk menganjurkan mereka dalam pelayanan mereka kepada umum. Lembaga terus mengirim utusan-utusan injil dan lulusan-lulusan dari Sekolah Pelatihan Pelayanan ke negeri-negeri yang khususnya membutuhkan. Lembaga juga menggunakan dana apa pun yang tersedia untuk mengutus perintis-perintis istimewa ke daerah-daerah yang hingga kini baru sedikit atau belum mendapat pengabaran mengenai berita Kerajaan. Sebagaimana dilaporkan dalam Buku Kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa 1993, selama tahun dinas sebelumnya telah digunakan $45.218.257,56 (AS) dengan cara-cara ini.

      Tidak Melayani Demi Keuntungan Pribadi

      Tidak ada keuntungan finansial dicapai oleh anggota-anggota dari Badan Pimpinan, pejabat-pejabat dari lembaga hukumnya, atau pribadi-pribadi terkemuka lain mana pun yang tergabung dengan organisasi sebagai hasil pekerjaan Saksi-Saksi Yehuwa.

      Mengenai C. T. Russell yang melayani sebagai presiden Lembaga Menara Pengawal selama lebih dari 30 tahun, salah seorang rekannya menulis, ”Sebagai cara untuk memastikan apakah haluannya selaras dengan Alkitab, dan juga sebagai cara untuk mempertunjukkan ketulusannya sendiri, ia memutuskan untuk menguji perkenan Tuhan sebagai berikut: (1) Membaktikan kehidupannya kepada tujuan yang diyakininya; (2) Menginvestasikan kekayaannya untuk memajukan pekerjaan; (3) Melarang kolekte di semua perhimpunan; (4) Bergantung kepada sumbangan yang tidak sengaja diminta (sepenuhnya sukarela) untuk meneruskan pekerjaan sesudah kekayaannya habis.”

      Sebaliknya daripada menggunakan kegiatan agama untuk menimbun kekayaan materi bagi dirinya sendiri, Saudara Russell menggunakan seluruh sumber dayanya bagi pekerjaan Tuhan. Sesudah kematiannya, The Watch Tower melaporkan, ”Ia membaktikan seluruh kekayaan pribadinya untuk tujuan yang diyakininya, yang kepadanya ia memberikan kehidupannya. Ia menerima uang dengan nilai nominal $11.00 per bulan untuk pengeluaran pribadinya. Ia meninggal, tanpa mewariskan sesuatu milik atau tanah apa pun.”

      Berkenaan mereka yang akan meneruskan pekerjaan Lembaga, Saudara Russell menetapkan di dalam surat wasiatnya, ”Mengenai soal kompensasi, saya pikir adalah bijaksana untuk mempertahankan haluan Lembaga di masa lalu berkenaan gaji​—bahwa tidak ada yang dibayar; bahwa sekadar pengeluaran yang wajar diizinkan bagi mereka yang melayani Lembaga atau pekerjaannya dengan cara apa pun.” Mereka yang melayani di rumah-rumah Betel, kantor-kantor, dan percetakan-percetakan Lembaga, maupun juga wakil-wakil kelilingnya, akan disediakan sekadar makanan, pemondokan, dan penggantian ongkos ala kadarnya​—cukup untuk kebutuhan pokok tetapi ”tidak ada pengaturan . . . untuk mengumpulkan uang.” Standar yang sama tersebut berlaku dewasa ini.

      Mereka yang diterima untuk dinas istimewa sepenuh waktu di kantor pusat sedunia dari Saksi-Saksi Yehuwa semuanya berikrar untuk hidup bersahaja sebagaimana halnya dengan semua anggota Badan Pimpinan dan semua anggota lainnya dari keluarga Betel di sana. Ini tidak berarti bahwa mereka menempuh kehidupan yang menjemukan, tanpa kenyamanan sama sekali. Namun, ini memang berarti bahwa mereka, tanpa pandang bulu, sama-sama hidup dari persediaan makanan, pemondokan, dan penggantian ongkos sekadarnya yang diberikan untuk semua yang ada dalam dinas ini.

      Demikianlah organisasi melaksanakan pekerjaannya dengan bergantung sepenuhnya pada pertolongan yang Allah berikan. Tanpa dipaksa melainkan sebagai persaudaraan rohani yang sejati yang menjangkau ke seluruh penjuru bumi, Saksi-Saksi Yehuwa dengan senang hati menggunakan sumber daya mereka untuk menunaikan pekerjaan yang telah diberikan oleh Yehuwa, Bapa surgawi mereka yang mulia untuk mereka lakukan.

      [Catatan Kaki]

      a Lihat The Watchtower, 1 September 1944, hlm. 269; 15 Desember 1987, hlm. 19-20.

      b Murdock v. Commonwealth of Pennsylvania, 319 U.S. 105 (1943); Odell v. Trepanier, 95 C.C.C. 241 (1949).

      [Blurb di hlm. 340]

      ”Pemungutan lain untuk mengumpulkan dana tidak disahkan atau disetujui oleh Lembaga ini”

      [Blurb di hlm. 342]

      Yang terutama ditandaskan ialah nilai untuk membagikan kebenaran kepada orang-orang lain

      [Blurb di hlm. 343]

      Menyatakan fakta-fakta dengan jelas dan jujur

      [Blurb di hlm. 344]

      Sidang-sidang saling membantu untuk mendapatkan Balai Kerajaan yang diperlukan

      [Blurb di hlm. 345]

      Kebanyakan sumbangan adalah dari individu-individu yang kehidupannya sederhana

      [Blurb di hlm. 348]

      Banyak lektur disebarkan tanpa memungut bayaran—siapa yang membiayainya?

      [Blurb di hlm. 349]

      Mereka dengan senang hati memberikan lektur secara cuma-cuma kepada siapa pun yang menunjukkan minat yang tulus dan berjanji membacanya

      [Blurb di hlm. 350]

      Apa yang dilakukan dengan uang yang disumbangkan?

      [Blurb di hlm. 351]

      ”Ia membaktikan seluruh kekayaan pribadinya untuk tujuan yang diyakininya, yang kepadanya ia memberikan kehidupannya”

      [Kotak di hlm. 341]

      Allah Tidak Mengemis

      ”Ia yang berkata, ’Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punyaKulah dunia dan segala isinya. . . . Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu, sebab punyaKulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung’ (Mzm. 50:12, 9, 10), mampu untuk melaksanakan pekerjaan-Nya yang besar tanpa mengemis dana dari dunia atau dari anak-anak-Nya. Ia juga tidak akan memaksa anak-anak-Nya untuk mengorbankan apa pun dalam dinas-Nya, dan Ia juga tidak akan menerima sesuatu pun dari mereka kecuali persembahan yang riang gembira dan sukarela.”—”Zion’s Watch Tower”, September 1886, hlm. 6.

      [Kotak di hlm. 347]

      Sumbangan Tidak Selalu Dalam Bentuk Uang

      Saksi-Saksi jauh di utara Queensland menyiapkan dan mengirimkan empat ”semitrailer” dengan muatan kayu gelondongan yang terbaik yang waktu itu diperkirakan bernilai antara A$60.000 sampai A$70.000 ke lokasi pembangunan Watch Tower di Sydney, Australia.

      Sewaktu percetakan Watch Tower di Elandsfontein, Afrika Selatan, sedang diperluas, seorang saudara berkebangsaan India menelepon dan meminta agar mereka mengambil sumbangan 500 sak (masing-masingnya 50 kilogram) semen—pada waktu semen sangat langka di negeri itu. Yang lain menawarkan truk-truk mereka untuk digunakan oleh Lembaga. Seorang saudari Afrika membayar sebuah perusahaan untuk mengirimkan pasir bangunan sebanyak 15 meter kubik.

      Di Belanda, sewaktu fasilitas kantor cabang yang baru dibangun di Emmen, sejumlah besar peralatan dan pakaian kerja disumbangkan. Seorang saudari, walaupun sedang sakit parah, merajut sepasang kaus kaki panjang dari kain wol untuk setiap pekerja selama waktu musim dingin.

      Untuk membangun sebuah gedung kantor cabang yang baru dan percetakan yang potensial di Lusaka, Zambia, bahan-bahan bangunan dibeli dengan dana yang diberikan oleh Saksi-Saksi di negeri-negeri lain. Bahan-bahan dan perlengkapan yang tidak tersedia di sana diangkut dengan truk-truk ke Zambia sebagai sumbangan untuk pekerjaan di sana.

      Seorang Saksi di Ekuador, pada tahun 1977, menyumbangkan sebidang tanah seluas 34 hektare. Di sini dibangun suatu Balai Kebaktian dan suatu kompleks kantor cabang yang baru.

      Saksi-Saksi setempat di Panama membuka rumah mereka untuk menampung pekerja-pekerja sukarela; beberapa yang memiliki bus menyediakan pengangkutan; yang lain ikut serta dalam menyediakan 30.000 porsi makanan yang dihidangkan di lokasi pembangunan.

      Untuk para pekerja di proyek di Arboga, Swedia, satu sidang memanggang dan mengirimkan 4.500 kue kismis. Yang lainnya mengirimkan madu, buah-buahan, dan selai. Seorang petani yang tinggal dekat lokasi pembangunan, meskipun bukan seorang Saksi, memberikan dua ton wortel.

  • Kantor Pusat dan Kantor-Kantor Penting Sedunia dari Saksi-Saksi Yehuwa​—Di dalam Gambar-Gambar
    Saksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah
    • Kantor Pusat dan Kantor-Kantor Penting Sedunia dari Saksi-Saksi Yehuwa​—Di dalam Gambar-Gambar

      KANTOR PUSAT SEDUNIA DARI SAKSI-SAKSI YEHUWA

      [Gambar di hlm. 352, 353]

      Aktivitas seluas dunia dari Saksi-Saksi Yehuwa telah diatur dari Brooklyn, New York, AS, sejak tahun 1909. Gedung-gedung ini telah digunakan sebagai kantor pusat sejak tahun 1980

      [Gambar di hlm. 352]

      Pusat Pendidikan Menara Pengawal, di Patterson, New York (sedang dibangun pada tahun 1992)

      [Gambar di hlm. 353]

      Beberapa gedung tempat tinggal bagi ribuan orang yang melayani di kantor pusat sedunia

      [Gambar di hlm. 354]

      Gedung-gedung bekas hotel di Brooklyn direnovasi sehingga tersedia kamar bagi lebih dari 1.476 pekerja sukarela

      [Gambar di hlm. 354]

      Tempat tinggal bagi keluarga Betel di Wallkill, New York

      [Gambar di hlm. 354, 355]

      Dalam gedung-gedung percetakan ini (di Brooklyn, New York), Alkitab, buku, dan brosur dalam 180 bahasa diproduksi untuk disebarkan ke seluas dunia

      [Gambar di hlm. 356]

      Jutaan kaset audio yang berisi bahan Alkitab diproduksi di kantor percetakan Brooklyn ini setiap tahun. Pengiriman juga dikoordinasi dari sini. Lebih dari 15.000 ton lektur Alkitab dan bahan lain dikirim per tahun ke seluruh belahan dunia

      [Gambar di hlm. 356]

      Di kantor percetakan di Perladangan Menara Pengawal, dekat Wallkill, New York, ratusan juta majalah ”Menara Pengawal” dan ”Sedarlah!”, dalam 14 bahasa, dicetak setiap tahun

      Saksi-Saksi Yehuwa dan badan hukum yang mereka gunakan memiliki kantor dan percetakan di banyak bagian dunia. Gambar pada halaman-halaman berikut memperlihatkan banyak dari fasilitas tersebut, meskipun tidak semua. Setiap gedung baru yang sedang dibangun pada tahun 1992, gambar arsitekturnya diperlihatkan. Statistik yang diberikan adalah dari tahun 1992.

      AMERIKA UTARA DAN HINDIA BARAT

      ALASKA

      [Gambar di hlm. 357]

      Pengunjung kantor cabang Lembaga mendapat sambutan hangat. Di sini di Alaska, sebagaimana di tempat lain, Saksi-Saksi Yehuwa mengabar dari rumah ke rumah, meskipun kadang-kadang suhu mencapai -50°C.

      [Gambar di hlm. 357]

      Pesawat digunakan untuk membawa para pemberita Kerajaan menjangkau daerah-daerah terpencil di negeri ini

      BAHAMA

      [Gambar di hlm. 357]

      Publikasi Menara Pengawal mencapai Bahama menjelang tahun 1901. Di sini pengabaran secara tetap tentu pertama kali dilakukan pada tahun 1926. Sejak itu lektur Alkitab yang berjumlah jauh di atas 4.600.000 telah disebarkan di pulau-pulau yang sekarang diawasi dari kantor ini.

      BARBADOS

      [Gambar di hlm. 358]

      Lebih dari 140 kelompok agama di Barbados mengaku diri Kristen. Sejak tahun 1905, Saksi-Saksi Yehuwa telah membantu orang-orang di sini melihat sendiri apa yang dikatakan Alkitab.

      BELIZE

      [Gambar di hlm. 358]

      Kira-kira separuh dari penduduk Belize tinggal di daerah pedesaan. Untuk mencapai desa-desa pedalaman tertentu, Saksi-Saksi Yehuwa setiap tahun pergi berjalan kaki dengan membawa ransel dan aktentas (tas kantor).

      KOSTA RIKA

      [Gambar di hlm. 358]

      Lembaga pertama kali mendirikan kantor cabang di Kosta Rika pada tahun 1944. Sejak tahun 1950-an, orang-orang Kosta Rika yang ambil bagian dalam ibadat yang sejati telah berjumlah ribuan.

      REPUBLIK DOMINIKA

      [Gambar di hlm. 359]

      Lektur Menara Pengawal sudah disebarkan di sini sejak tahun 1932. Namun pengajaran pribadi kepada orang-orang berminat mulai pada tahun 1945, yaitu ketika para utusan injil yang terlihat di sini di sebelah kiri tiba. Pada tahun-tahun belakangan, sewaktu puluhan ribu orang berhasrat untuk belajar Alkitab dengan Saksi-Saksi, fasilitas-fasilitas kantor cabang ini dirasakan perlu.

      EL SALVADOR

      [Gambar di hlm. 359]

      Pengabaran pernah dilakukan di sini pada tahun 1916. Akan tetapi, baru pada tahun 1945 setidaknya satu orang di El Salvador siap untuk menjalani pembaptisan Kristen (tampak di sini). Sejak itu, ribuan lainnya telah menjadi hamba-hamba Yehuwa.

      GUADELOUPE

      [Gambar di hlm. 359]

      Rasio penyiar-penduduk di wilayah yang dilayani kantor cabang ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Banyak orang di Guadeloupe dengan penuh penghargaan menyambut kabar baik.

      KANADA

      [Gambar di hlm. 360, 361]

      Kantor Lembaga di Kanada mengawasi pemberitaan kabar baik di negeri nomor dua terbesar di dunia ini. Lebih dari 100.000 pemberita Kerajaan sibuk di negeri ini.

      Gedung administratif (yang tertindih ini adalah foto kompleks kantor cabang yang sekarang)

      [Gambar di hlm. 360]

      Wilayah Barat Laut

      [Gambar di hlm. 360]

      Kamp penebang kayu di Kolombia Inggris

      [Gambar di hlm. 360]

      Peternakan sapi di Alberta

      [Gambar di hlm. 361]

      Quebec Prancis

      [Gambar di hlm. 361]

      Propinsi Bahari

      GUATEMALA

      [Gambar di hlm. 360]

      Meskipun bahasa Spanyol merupakan bahasa resmi Guatemala, berbagai bahasa Indian Amerika yang rumit digunakan di sini. Kantor Lembaga berupaya untuk memastikan agar setiap orang memiliki kesempatan untuk mendengar tentang Kerajaan Allah.

      HAITI

      [Gambar di hlm. 361]

      Melayani Yehuwa membawa sukacita besar bagi Saksi-Saksi Yehuwa di Haiti, meskipun mereka sering berada di bawah kondisi yang sulit.

      HONDURAS

      [Gambar di hlm. 362]

      Sejak tahun 1916, lebih dari 23.000.000 jam telah dibaktikan untuk pengajaran Alkitab kepada penduduk negeri ini. Kadang-kadang, Saksi-Saksi Yehuwa juga harus mengajar orang-orang cara membaca dan menulis (seperti saudara lihat di sini) agar mereka secara pribadi dapat mempelajari Firman Allah.

      JAMAIKA

      [Gambar di hlm. 362]

      Ratusan orang di Jamaika menjadi hamba Yehuwa yang berbakti selama masa pengumpulan calon waris Kerajaan surgawi. Sejak tahun 1935, ribuan orang lain telah bergabung dalam mengabarkan berita Kerajaan. Kantor cabang ini dibangun untuk membantu memenuhi kebutuhan rohani mereka.

      KEPULAUAN LEEWARD (ANTIGUA)

      [Gambar di hlm. 362]

      Sudah sejak tahun 1914, kabar baik diberitakan di kepulauan yang kini diatur oleh kantor ini. Sejak itu, orang-orang di bagian bumi ini terus-menerus diundang untuk ”mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma”.​—Why. 22:17.

      MEKSIKO

      [Gambar di hlm. 363]

      Pusat untuk pendidikan Alkitab yang baru sedang dibangun oleh Saksi-Saksi Yehuwa di Meksiko

      [Gambar di hlm. 363]

      Fasilitas kantor yang digunakan pada tahun 1992

      [Gambar di hlm. 363]

      Lektur Alkitab yang diterbitkan di sini memperlengkapi lebih dari 410.000 Saksi yang bergairah di Meksiko dan negeri-negeri berbahasa Spanyol lain yang letaknya berdekatan.

      [Gambar di hlm. 363]

      Dari tahun 1986 hingga 1992, lebih dari 10 persen dari jumlah pengajaran Alkitab di rumah yang dipimpin oleh Saksi-Saksi seluas dunia terdapat di Meksiko, banyak di antaranya dilakukan dengan kelompok-kelompok keluarga.

      [Grafik di hlm. 363]

      (Untuk keterangan lengkap, lihat publikasinya)

      Pengajaran Alkitab di Meksiko

      500.000

      250.000

      1950 1960 1970 1980 1992

      MARTINIK

      [Gambar di hlm. 364]

      Benih kebenaran ditaburkan di sini sudah sejak tahun 1946. Tetapi ketika Xavier dan Sara Noll (tampak di sini) tiba dari Prancis pada tahun 1954, mereka dapat menetap dan memupuk minat yang ditemukan. Menjelang tahun 1992, lebih dari 3.200 orang ambil bagian bersama mereka dalam mengabarkan berita Kerajaan.

      ANTILLA BELANDA (CURAÇAO)

      [Gambar di hlm. 364]

      Dua puluh tiga utusan injil telah melayani di wilayah kantor cabang ini. Dua dari antara kelompok mula-mula (tampak di sini) yang tiba pada tahun 1946 masih melakukan pekerjaan ini pada tahun 1992.

      NIKARAGUA

      [Gambar di hlm. 364]

      Sejak tahun 1945, ketika para utusan injil tiba, jumlah Saksi-Saksi Yehuwa di Nikaragua mulai meningkat. Menjelang tahun 1992, mereka berjumlah lebih dari 9.700. Jumlah orang yang ingin mendapat pengajaran Alkitab dari Saksi-Saksi sekarang jauh melebihi jumlah Saksi-Saksi setempat.

      PANAMA

      [Gambar di hlm. 365]

      Sejak akhir abad ke-19, orang-orang di Panama telah menerima bantuan dalam mempelajari tuntutan Allah untuk memperoleh kehidupan kekal.

      PUERTO RIKO

      [Gambar di hlm. 365]

      Sejak tahun 1930, lebih dari 83.000.000 lektur Alkitab telah disebarkan di Puerto Riko, dan 25.000.000 kunjungan kembali telah diadakan untuk memberikan bantuan lebih lanjut kepada orang-orang berminat. Pekerjaan terjemahan yang dilakukan di sini membantu menyediakan lektur Alkitab bagi kira-kira 350.000.000 orang seluas dunia yang berbahasa Spanyol.

      TRINIDAD

      [Gambar di hlm. 365]

      Kabar baik telah diberitakan dengan gencar di Trinidad bahkan sejak tahun 1912. Banyak Saksi, termasuk tiga saudari ini yang dilatih di Sekolah Gilead, telah membaktikan waktu mereka sepenuhnya untuk melakukan pekerjaan ini.

      AMERIKA SELATAN

      ARGENTINA

      [Gambar di hlm. 366]

      Seorang pemberita Kerajaan diutus pertama kali ke negeri ini pada tahun 1924. Banyak bantuan belakangan diberikan oleh para utusan injil keluaran sekolah Gilead, termasuk Charles Eisenhower (tampak di sini), yang tiba bersama istrinya pada tahun 1948. Menjelang tahun 1992, pengawasan umum, dan juga lektur Alkitab, disediakan dari fasilitas ini bagi lebih dari 96.000 Saksi-Saksi Yehuwa di Argentina. Lektur juga dikirim dari sini untuk memperlengkapi lebih dari 44.000 Saksi lain di Cile.

      BOLIVIA

      [Gambar di hlm. 367]

      Orang-orang Bolivia telah mendengar berita Kerajaan sejak tahun 1924. Ribuan orang menerima lektur Alkitab dengan penuh penghargaan dan menarik manfaat dari pengajaran Alkitab di rumah secara tetap tentu.

      CILE

      [Gambar di hlm. 367]

      Menjelang tahun 1919, lektur Menara Pengawal telah mencapai Cile. Pengabaran yang diawasi oleh kantor ini sekarang meluas dari peternakan domba yang banyak anginnya di selatan sampai kamp-kamp pertambangan yang terpencil di utara, dari Pegunungan Andes sampai ke Lautan Pasifik.

      EKUADOR

      [Gambar di hlm. 367]

      Sumbangan besar bagi pemberitaan kabar baik di Ekuador dilakukan oleh lebih dari 870 Saksi (seperti kedua orang yang tampak di sini) yang meninggalkan tanah air mereka untuk melayani di tempat yang lebih memerlukan tenaga. Kantor cabang ini sekarang memberikan bantuan bagi lebih dari 22.000 pemuji Yehuwa yang bergairah.

      BRASIL

      [Gambar di hlm. 368, 369]

      Pada tahun 1992, pada waktu kantor cabang Lembaga, percetakan, dan Rumah Betel sedang diperbesar sampai seperti ini, Saksi-Saksi Yehuwa di Brasil berjumlah lebih dari 335.000 dan lebih dari 27.000 murid dibaptis setiap tahun. Percetakan di sini juga menyediakan lektur untuk disebarkan di Bolivia, Paraguay, dan Uruguay.

      [Gambar di hlm. 369]

      Dua stadion besar yang digunakan untuk kebaktian internasional Saksi-Saksi Yehuwa di São Paulo pada tahun 1990; lebih dari 100 kebaktian tambahan juga dijadwalkan

      [Grafik di hlm. 369]

      (Untuk keterangan lengkap, lihat publikasinya)

      Pemberita Kerajaan di Brasil

      300.000

      200.000

      100.000

      1950 1960 1970 1980 1992

      GUYANA

      [Gambar di hlm. 368]

      Lembaga telah memiliki sebuah kantor cabang di Guyana sejak tahun 1914. Saksi-Saksi telah menjangkau jauh ke pedalaman dan berupaya untuk memberi kesempatan kepada setiap orang untuk mendengar kabar baik. Meskipun jumlah penduduk negeri ini bahkan sekarang kurang dari satu juta, namun Saksi-Saksi telah membaktikan lebih dari 10.000.000 jam untuk mengabar dan mengajar di negeri ini.

      PARAGUAY

      [Gambar di hlm. 369]

      Pemberitaan kabar baik dilakukan di Paraguay menjelang pertengahan tahun 1920-an. Sejak tahun 1946, 112 utusan injil keluaran sekolah Gilead telah membantu memberi kesaksian. Untuk mencapai kelompok-kelompok bahasa selain Spanyol dan Guarani, Saksi-Saksi lain dari berbagai negeri juga dengan sukarela pindah ke negeri ini.

      Dari Jerman

      Dari Korea

      Dari Jepang

      KOLOMBIA

      [Peta/Gambar di hlm. 370, 371]

      Bahkan pada tahun 1915, sudah ada publikasi Menara Pengawal yang dikirim kepada seorang peminat di Kolombia. Menjelang tahun 1992, lektur Alkitab yang dicetak di fasilitas-fasilitas ini dikirimkan ke luar negeri untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 184.000 penginjil di Kolombia, Ekuador, Panama, Peru, dan Venezuela.

      [Peta]

      (Untuk keterangan lengkap, lihat publikasinya)

      KOLOMBIA

      PERU

      EKUADOR

      PANAMA

      VENEZUELA

      PERU

      [Gambar di hlm. 370]

      Sudah sejak tahun 1924 lektur Alkitab disebarkan di Peru melalui kunjungan seorang Siswa Alkitab. Sidang pertama dibentuk di sini 21 tahun yang lalu. Kini ada lebih dari 43.000 pemberita Kerajaan Allah di Peru.

      [Gambar di hlm. 370]

      Para perintis mengabar di pegunungan Andes

      SURINAME

      [Gambar di hlm. 371]

      Sekitar tahun 1903 kelompok pengajaran pertama dibentuk di sini. Sekarang fasilitas cabang ini dibutuhkan untuk mengawasi sidang-sidang di seluruh negeri ini​—di daerah primitif, distrik, dan kota.

      URUGUAY

      [Gambar di hlm. 372]

      Sejak tahun 1945, lebih dari 80 utusan injil telah menyumbang kepada pekerjaan pemberitaan Kerajaan di Uruguay. Saudari-saudari yang terlihat di sini telah melayani di Uruguay sejak tahun 1950-an. Menjelang tahun 1992, lebih dari 8.600 Saksi setempat melayani bersama mereka.

      VENEZUELA

      [Gambar di hlm. 372]

      Beberapa lektur Menara Pengawal telah disebarkan di Venezuela pada pertengahan tahun 1920-an. Satu dasawarsa kemudian satu tim perintis terdiri dari ibu dan anak dari Amerika Serikat memulai suatu periode pengabaran yang bergairah di sini, mengerjakan ibu kota berulang kali dan mengadakan perjalanan ke kota-kota di seluruh negeri. Sekarang ada lebih dari 60.000 Saksi aktif di Venezuela.

      [Gambar di hlm. 372]

      Terdapat 74.600 hadirin kebaktian istimewa pada tahun 1988 di arena adu banteng, Valencia.

      EROPA DAN MEDITERANIA

      AUSTRIA

      [Gambar di hlm. 373]

      Sudah sejak tahun 1890-an, beberapa orang di Austria diberi kesempatan untuk mengambil manfaat dari kabar baik. Sejak tahun 1920-an, terdapat pertumbuhan yang sedang namun mantap dalam jumlah pemuji Yehuwa di negeri ini.

      [Gambar di hlm. 373]

      Lebih dari 270 sidang bertemu di Balai-Balai Kerajaan di seluruh Austria

      BELGIA

      [Gambar di hlm. 373]

      Belgia telah menjadi salah satu persimpangan kebudayaan di dunia. Untuk mengatasi perbedaan penduduk yang terdapat di sini, cabang ini menyalurkan lektur Alkitab dalam lebih dari 100 bahasa.

      INGGRIS

      [Gambar di hlm. 374]

      Aktivitas dari 125.000 lebih Saksi-Saksi Yehuwa di Inggris diawasi dari kantor cabang ini. Saksi-Saksi dari Inggris juga telah menerima penugasan untuk menyebarkan berita Kerajaan di negeri-negeri Eropa yang lain dan juga Afrika, Amerika Selatan, Australia, Negeri-Negeri Timur, dan kepulauan-kepulauan.

      Rumah IBSA

      Rumah Menara Pengawal

      [Gambar di hlm. 374]

      Lektur Alkitab dicetak di sini dalam bahasa Inggris, Malta, Gujarati, dan Swahili

      [Gambar di hlm. 374]

      Departemen Dinas mengurus lebih dari 1.300 sidang di Inggris

      [Gambar di hlm. 374]

      Persediaan lektur dikirim ke semua daerah di Inggris, Skotlandia, Wales, Irlandia, dan Malta, serta tempat-tempat di Afrika dan Karibia

      PRANCIS

      [Gambar di hlm. 375]

      Terjemahan dan komposisi foto semua publikasi Menara Pengawal untuk orang-orang berbahasa Prancis di seluruh dunia dilakukan di cabang Prancis. (Lebih dari 120.000.000 orang berbahasa Prancis.) Lektur dalam berbagai bahasa dicetak secara tetap tentu di sini dan dikirim ke negeri-negeri di Eropa, Afrika, Timur Tengah, Samudra Hindia, dan Samudra Pasifik.

      Percetakan/kantor di Louviers

      Terjemahan

      Komposisi foto

      [Gambar di hlm. 375]

      Kantor/tempat tinggal di Boulogne-Billancourt

      [Gambar di hlm. 375]

      Tempat tinggal di Incarville untuk menampung keluarga Betel

      JERMAN

      [Gambar di hlm. 376, 377]

      Meskipun adanya upaya yang kejam untuk membasmi mereka di Jerman selama era Nazi, Saksi-Saksi Yehuwa tidak melepaskan iman mereka. Sejak tahun 1946, mereka telah membaktikan lebih dari 646.000.000 jam untuk menyebarkan kebenaran Alkitab di seluruh negeri ini.

      Fasilitas yang diperbesar di Selters/Taunus

      [Gambar di hlm. 376]

      Selain menerjemahkan lektur Alkitab ke dalam bahasa Jerman, kantor cabang di Selters/Taunus ini mencetak dalam lebih dari 40 bahasa

      [Gambar di hlm. 377]

      Lektur dalam jumlah besar yang diproduksi di sini dikirim secara tetap tentu ke lebih dari 20 negeri; majalah dicetak dalam banyak bahasa dan dikirim ke lebih dari 30 negeri.

      [Gambar di hlm. 377]

      Truk-truk milik Lembaga digunakan untuk mengirimkan lektur ke seluruh Jerman

      SIPRUS

      [Gambar di hlm. 376]

      Tidak lama setelah kematian Yesus Kristus, kabar baik diberitakan kepada orang-orang Siprus. (Kis. 4:​32-37; 11:19; 13:​1-12) Pada zaman modern, pemberitaan itu telah diperbarui, dan kesaksian yang saksama terus diberikan di bawah pengawasan kantor cabang ini.

      DENMARK

      [Gambar di hlm. 377]

      Sejak tahun 1890-an, kesaksian yang ekstensif telah dilakukan di Denmark. Pencetakan lektur Alkitab yang dilakukan di sini bukan hanya dalam bahasa Dansk tetapi juga bahasa Faeroe, Eskimo Greenland, dan Islandia.

      Tampak kantor cabang dari udara (jalan masuk tampak pada inset)

      ITALIA

      [Gambar di hlm. 378, 379]

      Lektur Alkitab berbahasa Italia diterjemahkan dan juga dicetak di sini. Cabang ini mencetak dan menjilid buku yang akan digunakan terutama di Italia dan negeri-negeri lain yang berdekatan.

      Berbagai pemandangan fasilitas cabang dekat Roma

      [Gambar di hlm. 379]

      Puluhan ribu orang, setelah melihat apa yang sesungguhnya dikatakan Alkitab, mulai bergabung dengan Saksi-Saksi Yehuwa

      [Gambar di hlm. 379]

      Dalam menghadapi sikap bermusuhan yang berkepanjangan dari Gereja Katolik Roma, Saksi-Saksi Yehuwa di Italia telah membaktikan lebih dari 550.000.000 jam sejak tahun 1946 dalam mengadakan kunjungan pribadi kepada para tetangga untuk membahas Alkitab bersama mereka. Hasilnya, 194.000 orang di Italia sekarang menjadi penyembah Yehuwa yang aktif

      FINLANDIA

      [Gambar di hlm. 378]

      Kebenaran Alkitab mencapai Finlandia dari Swedia pada tahun 1906. Sejak itu, kebenaran ini telah disampaikan ke segala penjuru negeri, bahkan jauh di atas Lingkaran Arktik. Banyak saudara dari sini telah mengikuti Sekolah Gilead untuk dilatih siap melayani di mana pun mereka diperlukan di ladang dunia. Yang lain telah pindah atas kemauan sendiri untuk melayani di negeri-negeri yang lebih memerlukan tenaga pengabar.

      ISLANDIA

      [Gambar di hlm. 379]

      Di Islandia, yang penduduknya hanya sekitar 260.000 orang, lebih dari 1.620.000 lektur Alkitab telah disebarkan untuk membantu orang-orang memilih hidup. Sekarang lebih dari 260 orang di sini melayani Yehuwa, Allah yang benar.

      [Gambar di hlm. 379]

      Georg Lindal, yang merintis di sini dari tahun 1929 hingga 1953; selama sebagian besar dari waktu tersebut, ia merupakan satu-satunya Saksi di negeri ini

      YUNANI

      [Gambar di hlm. 380]

      Rasul Paulus adalah salah seorang yang pertama memberitakan kabar baik di Yunani. (Kis. 16:9-14; 17:15; 18:1; 20:2) Meskipun Gereja Ortodoks Yunani telah menganiaya Saksi-Saksi Yehuwa dengan hebat selama bertahun-tahun, ada lebih dari 24.000 hamba Yehuwa yang setia di negeri ini. Kantor cabang yang tampak di sini terletak kira-kira 40 mil sebelah utara Athena.

      [Gambar di hlm. 380]

      Memberi kesaksian di Athena

      [Gambar di hlm. 380]

      Foto diambil pada tahun 1990 sewaktu terjadi demonstrasi yang dipimpin oleh pemimpin agama terhadap Saksi-Saksi

      IRLANDIA

      [Gambar di hlm. 380]

      Selama bertahun-tahun sambutan terhadap berita Alkitab lambat di Irlandia. Banyak perlawanan dari pemimpin agama harus dihadapi. Tetapi setelah kesaksian diberikan terus-menerus selama 100 tahun, sekarang ada panen rohani yang berlimpah.

      Kantor cabang di Dublin

      [Gambar di hlm. 380]

      Dua saudari yang sudah lama menjadi perintis dalam dinas pengabaran

      POLANDIA

      [Gambar di hlm. 381]

      Fasilitas-fasilitas ini digunakan untuk menyediakan bantuan kepada lebih dari 100.000 Saksi di Polandia. Dari tahun 1939 hingga 1945, ibadat mereka dilarang, tetapi jumlah mereka meningkat dari 1.039 pada tahun 1939 menjadi 6.994 pada tahun 1946. Ketika dilarang kembali pada tahun 1950, mereka berjumlah 18.116; tetapi tidak lama setelah larangan itu dicabut pada tahun 1989, laporan memperlihatkan bahwa ada lebih dari 91.000 orang.

      [Gambar di hlm. 381]

      Selama bertahun-tahun mereka mengadakan kebaktian-kebaktian kecil di dalam hutan; sekarang kebaktian mereka diselenggarakan di stadion terbesar di negeri ini​—dan lebih dari satu stadion pada waktu yang sama

      Poznan (1985)

      LUKSEMBURG

      [Gambar di hlm. 382]

      Luksemburg merupakan salah satu negeri yang sangat kecil di Eropa. Tetapi selama kira-kira 70 tahun, berita Kerajaan telah dikabarkan juga di sini. Teristimewa sebelum Perang Dunia II, bantuan diberikan oleh Saksi-Saksi yang datang dari Prancis, Jerman, dan Swiss.

      BELANDA

      [Gambar di hlm. 382]

      Dari cabang ini di Emmen, pengawasan diberikan bagi aktivitas dari 32.000 lebih Saksi yang bergairah di Belanda. Penerjemahan semua publikasi ke dalam bahasa Belanda dilakukan di fasilitas-fasilitas ini. Banyak reproduksi kaset video yang berdasarkan Alkitab dalam bahasa-bahasa Eropa juga ditangani dari sini.

      NORWEGIA

      [Gambar di hlm. 383]

      Seratus tahun yang lalu, seorang Norwegia yang telah pindah ke Amerika dan belajar kebenaran Alkitab di sana membawa kembali kabar baik itu ke kota kelahirannya. Sejak itu, Saksi-Saksi Yehuwa telah berulang kali mengunjungi setiap daerah di Norwegia untuk berbicara kepada orang-orang tentang Kerajaan Allah.

      PORTUGAL

      [Gambar di hlm. 383]

      Selama beberapa dasawarsa setelah pemerintah menandatangani sebuah konkordat dengan Vatikan, polisi menangkap Saksi-Saksi dan mendeportasi para utusan injil mereka. Tetapi Saksi-Saksi yang tersisa terus berhimpun untuk beribadat, mengabar kepada orang-orang lain, dan menjadi berlipat ganda. Akhirnya, pada tahun 1974 mereka diberi pengakuan hukum.

      Kantor ini mengawasi aktivitas lebih dari 40.000 Saksi di Portugal. Juga diberikan banyak bantuan ke negeri-negeri Afrika yang memiliki hubungan erat dengan Portugal

      [Gambar di hlm. 383]

      Kebaktian internasional diadakan di Lisbon pada tahun 1978

      SWEDIA

      [Gambar di hlm. 383]

      Selama lebih dari 100 tahun, Saksi-Saksi Yehuwa telah mengabar di Swedia. Dalam sepuluh tahun terakhir, mereka telah membaktikan lebih dari 38.000.000 jam untuk aktivitas ini. Banyak sidang di Swedia sekarang menggunakan salah satu dari banyak bahasa selain bahasa Swensk.

      [Gambar di hlm. 383]

      Untuk membantu segala macam orang di Swedia, publikasi dalam 70 bahasa disediakan di sini

      SPANYOL

      [Gambar di hlm. 384]

      Cabang ini menangani lebih dari 92.000 Saksi di Spanyol. Di sini ”Menara Pengawal” dan ”Sedarlah!” dicetak untuk Spanyol maupun Portugal. Meskipun ada upaya yang tak henti-hentinya dari para pemimpin agama Katolik untuk menggunakan Negara agar menghentikan Saksi-Saksi Yehuwa, Saksi-Saksi terus membagikan kebenaran Alkitab kepada orang-orang Spanyol sejak tahun 1916. Akhirnya, pada tahun 1970, ketika Saksi-Saksi Yehuwa di Spanyol berjumlah lebih dari 11.000, mereka mendapat pengakuan hukum. Sejak itu, jumlah mereka meningkat kira-kira delapan kali lipat.

      [Gambar di hlm. 384]

      Lebih dari 1.100 sidang sekarang dengan leluasa bertemu di Balai-Balai Kerajaan yang terdapat di seluruh negeri ini

      SWISS

      [Gambar di hlm. 384]

      Sejak tahun 1903, Lembaga Menara Pengawal memiliki sebuah kantor di Swiss. Salah satu percetakan paling awal di Eropa terdapat di negeri ini. Selama bertahun-tahun cabang di Thun ini mencetak majalah-majalah yang akan digunakan oleh banyak orang di negeri-negeri lain.

      AFRIKA

      BENIN

      [Gambar di hlm. 385]

      Benin terdiri dari sekitar 60 kelompok etnis yang berbicara dalam 50 dialek. Ketika ribuan dari orang-orang ini membebaskan diri dari agama mereka yang terdahulu, para dukun maupun pemimpin agama Susunan Kristen sama-sama naik pitam. Namun gelombang penganiayaan yang terjadi berulang kali tidak menghentikan pertumbuhan dari ibadat sejati di negeri ini.

      [Gambar di hlm. 385]

      Kebaktian diadakan pada tahun 1990

      REPUBLIK AFRIKA TENGAH

      [Gambar di hlm. 385]

      Sudah sejak tahun 1947, berita Kerajaan menjangkau orang-orang di sini. Seorang pria yang telah menghadiri perhimpunan Saksi di tempat lain menceritakan hal-hal yang telah ia pelajari kepada orang-orang lain. Sebuah kelompok pengajaran segera terbentuk, mereka yang hadir dengan cepat mulai memberi kesaksian, dan jumlah mereka yang menyembah Yehuwa meningkat.

      PANTAI GADING

      [Gambar di hlm. 386]

      Para utusan injil keluaran sekolah Gilead membantu memperkenalkan ibadat sejati di negeri Afrika Barat ini pada tahun 1949. Lebih dari seratus utusan injil tersebut telah melayani di sini. Sekarang setiap tahun, jauh di atas sejuta jam dibaktikan untuk mencari orang-orang yang lapar akan kebenaran di daerah yang diurus oleh kantor cabang ini.

      GHANA

      [Gambar di hlm. 386, 387]

      Pemberitaan kabar baik di Ghana mulai dilakukan pada tahun 1924. Sekarang kantor di Akra ini mengawasi lebih dari 640 sidang di Ghana. Kantor ini juga menangani penerjemahan lektur Alkitab ke dalam bahasa Ewe, Ga, dan Twi serta mencetaknya dalam bahasa-bahasa ini.

      [Gambar di hlm. 387]

      Perhimpunan di Balai Kerajaan terletak berdampingan dengan kantor cabang

      KENYA

      [Peta/Gambar di hlm. 387]

      Pada tahun 1931, dua Saksi Yehuwa berangkat dari Afrika Selatan untuk mengabar di Kenya. Sejak tahun 1963, kantor Lembaga di Kenya, pada berbagai waktu tertentu, memberikan pengawasan atas penginjilan di banyak negeri lain di Afrika Timur (seperti tampak di bawah). Kebaktian internasional di Kenya pada tahun 1973, 1978, dan 1985 telah menyumbang kepada kesaksian yang telah diberikan.

      [Peta]

      (Untuk keterangan lengkap, lihat publikasinya)

      KENYA

      UGANDA

      SUDAN

      ETIOPIA

      JIBUTI

      SOMALIA

      YAMAN

      SEYCHELLES

      TANZANIA

      BURUNDI

      RWANDA

      [Gambar di hlm. 387]

      Kebaktian Nairobi (1978)

      NIGERIA

      [Gambar di hlm. 388, 389]

      Kabar baik telah diberitakan di negeri ini sejak awal tahun 1920-an. Para penginjil dari Nigeria juga telah diutus ke daerah-daerah lain di Afrika Barat, dan lektur Alkitab yang dicetak di sini terus memenuhi kebutuhan di negeri-negeri yang berdekatan. Di Nigeria sendiri, Saksi-Saksi Yehuwa telah menempatkan lebih dari 28.000.000 lektur kepada orang-orang untuk membantu mereka memahami Firman Allah.

      [Gambar di hlm. 388]

      Dari Departemen Dinas, pengawasan diberikan bagi lebih dari 160.000 pemberita Kerajaan di Nigeria

      [Gambar di hlm. 389]

      Kebaktian di Calabar, Nigeria (1990)

      LIBERIA

      [Gambar di hlm. 388]

      Di sini, mereka yang telah menjadi Saksi-Saksi Yehuwa mengalami banyak ujian iman​—ketika melepaskan diri dari takhayul setempat, ketika meninggalkan poligami, ketika dianiaya oleh para pejabat yang telah mendapat keterangan tidak benar tentang mereka, dan ketika dikelilingi dengan perang antar kelompok politik dan etnis. Namun, ibadat yang sejati terus mempersatukan segala macam orang di negeri ini.

      MAURITIUS

      [Gambar di hlm. 389]

      Sudah sejak tahun 1933, para Saksi yang bergairah dari Afrika Selatan mengunjungi pulau di Samudra Hindia ini. Sekarang ada lebih dari seribu Saksi di Mauritius yang mendesak sesama mereka untuk mencari Yehuwa agar mereka dapat dipandang patut mendapat perkenan-Nya ketika Ia menghancurkan sistem jahat yang ada sekarang.​—Zef. 2:3.

      AFRIKA SELATAN

      [Gambar di hlm. 390, 391]

      Selama lebih dari 80 tahun, Lembaga Menara Pengawal memiliki sebuah kantor cabang di Afrika Selatan. Para penginjil yang bergairah dari negeri ini telah berbuat banyak dalam menyebarkan berita Kerajaan ke negeri-negeri lain di Afrika bagian selatan dan timur. Di wilayah yang tadinya berada di bawah pengawasan kantor cabang ini (yang memiliki 14.674 pemberita Kerajaan pada tahun 1945), sekarang terdapat lebih dari 300.000 Saksi-Saksi Yehuwa yang aktif.

      [Gambar di hlm. 391]

      Lebih dari 110 penerjemah bekerja di bawah pengarahan cabang ini untuk menyiapkan lektur Alkitab dalam 16 bahasa Afrika

      [Gambar di hlm. 391]

      Pencetakan dilakukan di sini dalam lebih dari 40 bahasa

      SENEGAL

      [Gambar di hlm. 390]

      Meskipun jumlah Saksi di sini sedikit, kantor cabang berupaya mengatur agar setiap kota, setiap kelompok etnis, dan orang-orang dari setiap agama, bukan hanya di Senegal tetapi juga di negeri-negeri sekitarnya, memiliki kesempatan untuk mendengar berita Alkitab yang menghangatkan hati.

      SIERRA LEONE

      [Gambar di hlm. 391]

      Pemberitaan kabar baik di Sierra Leone dimulai pada tahun 1915. Pertumbuhan kadang-kadang lambat. Namun ketika mereka yang tidak berpaut kepada standar-standar tinggi Yehuwa dikeluarkan dan mereka yang tidak melayani dengan motif yang benar menarik diri, orang-orang yang loyal kepada Yehuwa menjadi makmur secara rohani.

      ZAMBIA

      [Gambar di hlm. 392]

      Kantor cabang ini mengawasi aktivitas dari 110.000 lebih Saksi di Afrika tengah bagian selatan. Kantor Lembaga yang pertama di sini didirikan pada tahun 1936. Sejak itu, Saksi-Saksi Yehuwa di Zambia telah mencapai lebih dari 186.000.000 kunjungan kembali guna memberi bantuan tambahan kepada orang-orang yang berminat. Mereka juga telah mengajar banyak orang membaca supaya mereka dapat belajar Alkitab secara pribadi dan membagikannya kepada orang-orang lain.

      [Gambar di hlm. 392]

      Suatu rangkaian kebaktian di Zambia pada tahun 1992 dihadiri oleh 289.643 orang

      ZIMBABWE

      [Gambar di hlm. 392]

      Saksi-Saksi Yehuwa telah aktif di Zimbabwe sejak tahun 1920-an. Selama tahun-tahun berikutnya, mereka dihadapkan dengan pemberangusan lektur mereka, pelarangan atas penyelenggaraan kebaktian, dan penolakan izin bagi utusan injil untuk mengabar kepada penduduk Afrika. Secara bertahap, rintangan dapat diatasi, dan kantor cabang ini sekarang menangani lebih dari 20.000 Saksi.

      NEGERI-NEGERI TIMUR

      HONG KONG

      [Gambar di hlm. 393]

      Publikasi Menara Pengawal di sini diterjemahkan ke dalam bahasa Cina, yang dengan banyak dialeknya, digunakan oleh lebih dari satu miliar orang. Di Hong Kong sendiri, pemberitaan kabar baik mulai ketika C. T. Russell memberi ceramah di balai kota pada tahun 1912.

      INDIA

      [Gambar di hlm. 393]

      Cabang ini mengawasi pengabaran berita Kerajaan kepada lebih dari seperenam jumlah penduduk bumi. Sekarang, kantor ini membimbing penerjemahan ke dalam 18 bahasa dan pencetakan dalam 19 bahasa. Di antaranya adalah Hindi (digunakan oleh 367 juta orang) juga bahasa Assam, Bengali, Gujarati, Kannada, Malayalam, Marathi, Nepali, Oriya, Punjabi, Tamil, Telugu, dan Urdu (masing-masing digunakan oleh puluhan juta orang).

      [Gambar di hlm. 393]

      Saksi-Saksi yang mengabar dalam bahasa Malayalam

      . . . dalam bahasa Nepali

      . . . dalam bahasa Gujarati

      JEPANG

      [Gambar di hlm. 394]

      Saksi-Saksi Yehuwa di Jepang, seperti halnya di negeri lain, adalah para pemberita Kerajaan Allah yang bergairah. Pada tahun 1992 saja, mereka membaktikan lebih dari 85.000.000 jam untuk memberitakan kabar baik. Rata-rata, sekitar 45 persen dari Saksi-Saksi Jepang ambil bagian dalam dinas perintis setiap bulan.

      [Gambar di hlm. 394]

      Lektur Alkitab diterbitkan di sini dalam banyak bahasa, termasuk Jepang, Cina, dan bahasa-bahasa negara Filipina

      [Gambar di hlm. 394]

      Kantor Rekayasa Regional membantu pekerjaan di fasilitas-fasilitas cabang di berbagai negeri

      [Grafik di hlm. 394]

      (Untuk keterangan lengkap, lihat publikasinya)

      Perintis di Jepang

      75.000

      50.000

      25.000

      1975 1980 1985 1992

      REPUBLIK KOREA

      [Gambar di hlm. 395]

      Kira-kira 16 juta lektur Alkitab, selain risalah, diproduksi di sini setiap tahun untuk disalurkan kepada lebih dari 70.000 Saksi di Republik Korea. Sekitar 40 persen Saksi Korea berada dalam dinas perintis.

      MYANMAR

      [Gambar di hlm. 395]

      Ketika Lembaga Menara Pengawal mendirikan kantor cabang di sini pada tahun 1947, hanya ada 24 orang Saksi-Saksi Yehuwa di negeri ini. Lebih dari 2.000 Saksi yang kini aktif di Myanmar berupaya menjangkau tidak hanya penduduk di kota-kota tetapi juga populasi pedesaan yang jumlahnya lebih banyak.

      FILIPINA

      [Gambar di hlm. 396]

      Pada tahun 1912, C.T. Russell berkhotbah di Gedung Opera Besar Manila dengan judul ”Di Mana Orang Mati?” Sejak itu Saksi-Saksi Yehuwa di sini telah membaktikan lebih dari 483.000.000 jam untuk memberi kesaksian kepada orang-orang yang ditemukan di kurang lebih 900 pulau yang berpenduduk di Filipina. Pengawasan umum bagi lebih dari 110.000 Saksi di 3.200 sidang dilakukan dari cabang ini. Pencetakan dilakukan di sini dalam delapan bahasa untuk memenuhi kebutuhan setempat.

      [Gambar di hlm. 396]

      Saksi-Saksi dari beberapa kelompok bahasa utama di Filipina

      SRI LANKA

      [Gambar di hlm. 397]

      Sebelum Perang Dunia I, kabar baik diberitakan di Sailan (sekarang Sri Lanka), sebelah selatan India. Sebuah kelompok pengajaran segera diorganisasi. Sejak tahun 1953, Lembaga telah memiliki sebuah kantor cabang di ibu kota, untuk memberi kesempatan kepada suku Sinhala, Tamil, dan kelompok etnis lain di negeri ini untuk mendengar berita Kerajaan.

      TAIWAN

      [Gambar di hlm. 397]

      Kesaksian diberikan secara terbatas di sini pada tahun 1920-an. Tetapi ini dilakukan secara lebih konsisten pada tahun 1950-an. Kini fasilitas cabang yang baru ini sedang dibangun agar dapat berfungsi sebagai pusat bagi aktivitas yang meningkat di bagian bumi ini.

      [Gambar di hlm. 397]

      Sidang di Taipei

      THAILAND

      [Gambar di hlm. 397]

      Selama tahun 1930-an, para Saksi perintis datang dari Inggris, Jerman, Australia, dan Selandia Baru untuk membagikan kebenaran Alkitab kepada orang-orang Thailand (ketika itu dikenal dengan Siam). Delegasi dari banyak negeri menghadiri kebaktian internasional di sini pada tahun 1963, 1978, 1985, dan 1991 untuk menganjurkan Saksi-Saksi setempat dan merangsang penyebaran berita Kerajaan.

      [Gambar di hlm. 397]

      Kebaktian tahun 1963

      [Gambar di hlm. 397]

      Delegasi dari luar negeri pada tahun 1991

      KEPULAUAN DI PASIFIK

      FIJI

      [Gambar di hlm. 398]

      Kantor di Fiji didirikan pada tahun 1958. Selama waktu tertentu kantor ini mengawasi pekerjaan pemberitaan Kerajaan di 12 negeri dan 13 bahasa. Kini cabang Fiji memusatkan perhatiannya kepada kira-kira seratus pulau yang berpenghuni di kelompok Fiji.

      [Gambar di hlm. 398]

      Kebaktian internasional di sini pada tahun 1963, 1969, 1973, dan 1978 membantu mempererat hubungan Saksi-Saksi setempat dengan mereka yang di negeri-negeri lain

      GUAM

      [Gambar di hlm. 398]

      Kantor di Guam membimbing pemberitaan kabar baik di kepulauan yang terbentang sepanjang kira-kira 7.770.000 kilometer persegi di Samudra Pasifik. Penerjemahan lektur Alkitab ke dalam sembilan bahasa berada di bawah pengawasannya.

      [Gambar di hlm. 398]

      Pengawas wilayah sering mengadakan perjalanan antar pulau dengan pesawat terbang

      [Gambar di hlm. 398]

      Saksi-Saksi setempat (seperti tampak di sini di Mikronesia) dapat menggunakan perahu untuk mencapai wilayah mereka

      HAWAII

      [Gambar di hlm. 399]

      Lembaga Menara Pengawal telah memiliki kantor cabang di Honolulu sejak tahun 1934. Beberapa orang dari Hawaii telah ambil bagian dalam pekerjaan penginjilan tidak hanya di kepulauan Hawaii tetapi juga di Jepang, Taiwan, Guam, dan pulau-pulau di Mikronesia.

      KALEDONIA BARU

      [Gambar di hlm. 399]

      Meskipun menghadapi rintangan dari para penentang agamais, Saksi-Saksi Yehuwa membawa berita tentang Kerajaan Allah ke Kaledonia Baru. Banyak orang mendengarkan dengan penuh penghargaan. Pada tahun 1956, sidang pertama dibentuk. Kini ada lebih dari 1.300 pemuji Yehuwa di sini.

      SELANDIA BARU

      [Gambar di hlm. 399]

      Pada tahun 1947, Lembaga Menara Pengawal mendirikan sebuah kantor cabang di Selandia Baru untuk memberikan pengawasan yang lebih saksama bagi pemberitaan kabar baik di sini.

      [Gambar di hlm. 399]

      Penerjemahan yang dilakukan di cabang ini memungkinkan penduduk di Samoa, Rarotonga, dan Niue menerima pembinaan rohani secara teratur.

      [Gambar di hlm. 399]

      Para penerjemah dan ”proofreader” bekerja sama dalam menyediakan publikasi yang berkualitas tinggi

      AUSTRALIA

      [Gambar di hlm. 400]

      Lembaga Menara Pengawal telah memiliki sebuah kantor cabang di Australia sejak tahun 1904. Pada masa lalu, cabang ini mengawasi pekerjaan pemberitaan Kerajaan di hampir seperempat permukaan bumi, termasuk Cina, Asia Tenggara, dan kepulauan di Pasifik Selatan.

      [Gambar di hlm. 400]

      Kantor Rekayasa Regional membantu pembangunan kantor cabang di Pasifik Selatan dan Asia Tenggara

      [Gambar di hlm. 400]

      Sekarang, cabang ini mencetak lektur Alkitab dalam lebih dari 25 bahasa. Percetakan di sini membantu menyalurkan lektur yang dibutuhkan oleh kira-kira 78.000 Saksi di daerah-daerah yang diawasi oleh delapan cabang di Pasifik Selatan.

      [Peta/Gambar di hlm. 400]

      Negeri-negeri yang mendapat lektur dari cabang Australia

      [Peta]

      (Untuk keterangan lengkap, lihat publikasinya)

      AUSTRALIA

      PAPUA NUGINI

      KALEDONIA BARU

      KEPULAUAN SOLOMON

      FIJI

      SAMOA BARAT

      TAHITI

      SELANDIA BARU

      PAPUA NUGINI

      [Gambar di hlm. 400]

      Suatu tantangan istimewa dihadapi oleh Saksi-Saksi Yehuwa di negeri ini​—penduduknya menggunakan kira-kira 700 bahasa yang berbeda-beda. Saksi-Saksi dari sedikitnya sepuluh negeri lain pindah ke sini untuk ambil bagian dalam pekerjaan ini. Mereka telah bekerja keras untuk mempelajari bahasa setempat. Para peminat menerjemahkan bagi mereka yang berbicara dalam bahasa lain. Gambar juga digunakan secara efektif sebagai sarana dalam mengajar.

      KEPULAUAN SOLOMON

      [Gambar di hlm. 401]

      Suatu pengajaran Alkitab yang diadakan secara internasional melalui pos membawa berita Kerajaan masuk ke Kepulauan Solomon pada awal tahun 1950-an. Meskipun menghadapi rintangan yang hebat, kebenaran Alkitab tetap menyebar. Kantor cabang dan Balai Kebaktian yang sangat luas ini merupakan hasil dari kreativitas setempat, kerja sama internasional, dan berlimpahnya roh Yehuwa.

      TAHITI

      [Gambar di hlm. 401]

      Menjelang awal tahun 1930-an, Saksi-Saksi Yehuwa telah mencapai Tahiti dengan berita Kerajaan. Di sini, di tengah-tengah Samudra Pasifik, suatu kesaksian yang saksama diberikan. Selama empat tahun terakhir, pekerjaan memberi kesaksian dilakukan hingga mencapai jumlah lima jam bicara, rata-rata, kepada setiap pria, wanita, anak di pulau ini.

      SAMOA BARAT

      [Gambar di hlm. 401]

      Samoa Barat merupakan salah satu negara terkecil di dunia, namun Saksi-Saksi Yehuwa bahkan memiliki sebuah kantor cabang di sana. Fasilitas ini dibangun pada tahun 1992 untuk menangani aktivitas di kepulauan ini dan kepulauan lain yang berdekatan, termasuk Samoa Amerika.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan