-
Berkumpul Bersama untuk IbadatKerajaan Allah Memerintah!
-
-
PASAL 16
Berkumpul Bersama untuk Ibadat
1. Bantuan apa yang diterima para murid ketika mereka berkumpul, dan mengapa mereka membutuhkannya?
TIDAK lama setelah Yesus dibangkitkan, para murid berkumpul untuk saling menganjurkan. Tetapi, mereka mengunci pintu-pintu karena takut kepada musuh-musuh mereka. Pastilah rasa takut mereka itu sirna ketika Yesus muncul di tengah-tengah mereka dan berkata, ”Terimalah roh kudus”! (Baca Yohanes 20:19-22.) Beberapa waktu kemudian, para murid itu kembali berkumpul bersama, dan Yehuwa mencurahkan roh kudus-Nya ke atas mereka. Alangkah besar kekuatan yang mereka terima untuk pekerjaan pengabaran yang terbentang di hadapan mereka!—Kis. 2:1-7.
2. (a) Bagaimana Yehuwa memberi kita kekuatan, dan mengapa kita membutuhkannya? (b) Mengapa Ibadat Keluarga sangat penting? (Lihat catatan kaki dan kotak ”Ibadat Keluarga”, halaman 175.)
2 Kita menghadapi tantangan yang sama seperti saudara-saudara kita pada abad pertama itu. (1 Ptr. 5:9) Kadang, ada di antara kita yang takut kepada manusia. Dan, kita membutuhkan kekuatan dari Yehuwa untuk bertekun dalam pekerjaan pengabaran. (Ef. 6:10) Sebagian besar kekuatan itu Yehuwa sediakan melalui perhimpunan-perhimpunan kita. Kita sekarang punya kesempatan untuk menikmati dua perhimpunan mingguan. Yang pertama, Perhimpunan Umum dan Pelajaran Menara Pengawal. Yang kedua diadakan pada tengah pekan, yaitu Pelayanan dan Kehidupan Kristen.a Kita juga menikmati empat pertemuan tahunan—sebuah kebaktian regional, dua kebaktian wilayah, dan Peringatan kematian Kristus. Mengapa penting sekali untuk menghadiri semua pertemuan tersebut? Bagaimana perhimpunan di zaman modern berkembang? Dan, sikap kita terhadap perhimpunan menyingkapkan apa tentang diri kita?
Mengapa Perlu Berhimpun?
3, 4. Apa yang Yehuwa minta dari umat-Nya? Berikan contoh.
3 Yehuwa sejak lama meminta agar umat-Nya berkumpul bersama guna beribadat kepada-Nya. Misalnya, pada 1513 SM, Yehuwa memberikan Hukum-Nya kepada bangsa Israel, dan Hukum itu mencakup Sabat mingguan agar setiap keluarga bisa beribadat kepada-Nya dan diajar Hukum tersebut. (Ul. 5:12; 6:4-9) Sewaktu orang Israel mengikuti perintah itu, keluarga-keluarga dikuatkan dan seluruh bangsa itu pun tetap tahir dan kuat secara rohani. Sewaktu bangsa itu gagal menerapkan Hukum, melalaikan kewajiban untuk rutin berkumpul guna beribadat kepada Yehuwa, mereka kehilangan perkenan Allah.—Im. 10:11; 26:31-35; 2 Taw. 36:20, 21.
4 Perhatikan juga teladan yang Yesus tetapkan. Ia memiliki kebiasaan pergi ke sinagoga setiap minggu pada hari Sabat. (Luk. 4:16) Setelah kematian dan kebangkitan Yesus, murid-muridnya melanjutkan kebiasaan itu untuk rutin berkumpul bersama meskipun mereka tidak lagi berada di bawah hukum Sabat. (Kis. 1:6, 12-14; 2:1-4; Rm. 14:5; Kol. 2:13, 14) Pada pertemuan-pertemuan itu, orang Kristen abad pertama tidak hanya menerima pengajaran dan anjuran, tetapi juga mempersembahkan korban pujian kepada Allah melalui doa, komentar, dan nyanyian mereka.—Kol. 3:16; Ibr. 13:15.
Murid-murid Yesus berkumpul untuk saling menguatkan dan menganjurkan
5. Mengapa kita menghadiri perhimpunan mingguan dan kebaktian tahunan? (Lihat juga kotak ”Pertemuan Tahunan yang Mempersatukan Umat Allah”, halaman 176.)
5 Begitu pula, sewaktu menghadiri perhimpunan mingguan dan kebaktian tahunan, kita menunjukkan dukungan kita untuk Kerajaan Allah, menerima kekuatan dari roh kudus-Nya, dan menganjurkan orang lain melalui pernyataan iman kita. Yang lebih penting, kita memiliki kesempatan untuk beribadat kepada Yehuwa melalui doa, komentar, dan nyanyian kita. Perhimpunan kita mungkin diatur dengan cara yang berbeda dari pertemuan yang dihadiri orang Israel dan orang Kristen abad pertama, tetapi semuanya sama-sama penting. Bagaimana perhimpunan di zaman modern berkembang?
Perhimpunan Mingguan yang Menganjurkan ”Kasih dan Pekerjaan yang Baik”
6, 7. (a) Apa tujuan perhimpunan kita? (b) Bagaimana penyelenggaraan perhimpunan berbeda-beda di setiap kelompok?
6 Ketika Saudara Charles Taze Russell mulai mencari kebenaran dari Firman Allah, ia melihat perlunya berkumpul dengan orang lain yang memiliki tujuan yang sama. Pada 1879, Russell menulis, ”Saya, dengan ditemani orang-orang lain di Pittsburgh, mengorganisasi dan mengadakan kelas Alkitab untuk meneliti Tulisan-Tulisan Kudus, berkumpul setiap hari Minggu.” Para pembaca Zion’s Watch Tower dianjurkan untuk berkumpul bersama, dan pada 1881, perhimpunan-perhimpunan diadakan di Pittsburgh, Pennsylvania, setiap hari Minggu dan Rabu. Watch Tower November 1895 mengatakan bahwa tujuan perhimpunan tersebut adalah untuk memupuk ”persaudaraan, kasih dan persatuan Kristen” dan memberikan kesempatan kepada hadirin untuk saling menganjurkan.—Baca Ibrani 10:24, 25.
7 Selama bertahun-tahun, susunan perhimpunan dan seberapa sering itu diadakan berbeda-beda di setiap kelompok Siswa-Siswa Alkitab. Misalnya, surat dari sebuah kelompok di Amerika Serikat yang diterbitkan pada 1911 berbunyi, ”Kami menyelenggarakan setidaknya lima perhimpunan tiap minggu.” Perhimpunan mereka itu pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan dua kali pada hari Minggu. Surat lainnya, dari sebuah kelompok di Afrika, yang diterbitkan pada 1914 berbunyi, ”Kami menyelenggarakan perhimpunan dua kali sebulan, mulai hari Jumat sampai hari Minggu.” Namun pada akhirnya, muncullah bentuk perhimpunan seperti dewasa ini. Perhatikan sejarah singkat setiap perhimpunan.
8. Apa topik ceramah umum mula-mula?
8 Perhimpunan Umum. Pada 1880, satu tahun setelah Saudara Russell mulai menerbitkan Zion’s Watch Tower, ia mengikuti teladan yang Yesus tetapkan dan melakukan tur pengabaran. (Luk. 4:43) Selanjutnya, Saudara Russell menetapkan pola untuk apa yang kini menjadi Perhimpunan Umum. Ketika mengumumkan perjalanan tersebut, Watch Tower mengatakan bahwa Russell ”senang menyampaikan ceramah di pertemuan umum tentang ’Hal-hal menyangkut kerajaan Allah’”. Pada 1911, setelah kelas, atau sidang, didirikan di sejumlah negeri, setiap kelas dianjurkan untuk mengutus para pembicara yang cocok ke daerah sekitar guna memberikan rangkaian enam ceramah yang antara lain bertopik penghakiman dan tebusan. Pada akhir setiap khotbah, nama si pembicara dan tema khotbah untuk minggu berikutnya diumumkan.
9. Apa saja penyesuaian untuk Perhimpunan Umum, dan bagaimana Saudara mendukung perhimpunan ini?
9 Pada 1945, The Watchtower mengumumkan dimulainya kampanye Perhimpunan Umum di seluruh dunia yang mencakup rangkaian delapan ceramah Alkitab mengenai ”problem urgen masa ini”. Selama puluhan tahun, para pembicara yang ditugasi tidak hanya menggunakan topik-topik dari budak yang setia, tetapi juga memberikan khotbah yang mereka kembangkan sendiri. Tetapi pada 1981, semua pembicara diberi petunjuk agar mendasarkan khotbah mereka pada rangka yang diberikan ke sidang-sidang.b Hingga 1990, beberapa rangka ceramah umum menyertakan partisipasi hadirin atau pertunjukan; tetapi pada tahun itu petunjuknya direvisi, dan sejak itu ceramah umum disampaikan berupa khotbah saja. Pada Januari 2008, ada penyesuaian lebih lanjut sewaktu khotbah umum dikurangi waktunya dari 45 menit menjadi 30 menit. Walau formatnya berubah, khotbah-khotbah umum yang dipersiapkan dengan baik terus membangun iman akan Firman Allah dan mendidik kita tentang berbagai aspek Kerajaan Allah. (1 Tim. 4:13, 16) Apakah Saudara antusias mengundang kunjungan kembali Saudara dan orang non-Saksi lainnya untuk mendengar ceramah Alkitab yang penting tersebut?
10-12. (a) Apa saja perubahan dalam Pelajaran Menara Pengawal? (b) Pertanyaan apa saja yang perlu Saudara ajukan?
10 Pelajaran Menara Pengawal. Pada 1922, saudara-saudara yang dikenal sebagai musafir—rohaniwan yang diutus Lembaga Menara Pengawal untuk memberikan khotbah ke sidang-sidang dan memimpin pekerjaan pengabaran—menyarankan agar ada perhimpunan rutin yang khusus mempelajari Menara Pengawal. Saran ini diterapkan, dan pada awalnya, pelajaran Menara Pengawal diadakan pada pertengahan minggu atau pada hari Minggu.
Pelajaran Menara Pengawal, Ghana, 1931
11 Watchtower 15 Juni 1932 memberikan petunjuk lebih lanjut tentang caranya perhimpunan ini diadakan. Dengan menggunakan pelajaran yang diadakan di Rumah Betel sebagai contoh, artikel itu menyatakan bahwa seorang saudara hendaknya memimpin perhimpunan ini. Tiga saudara bisa duduk di depan dan bergantian membacakan paragraf-paragraf. Artikel-artikel kala itu tidak memuat pertanyaan tercetak, maka si pemandu diberi tahu agar meminta hadirin mengajukan pertanyaan tentang materi yang sedang dibahas. Setelah itu, ia akan meminta hadirin lainnya untuk menjawab pertanyaan tersebut. Jika perlu ada penjelasan tambahan, si pemandu diminta menyampaikan keterangan yang ”singkat dan seperlunya”.
12 Pada mulanya, setiap sidang boleh memilih majalah yang ingin dipelajari oleh mayoritas saudara. Namun, Watchtower 15 April 1933 menyarankan agar semua sidang menggunakan terbitan terkini. Pada 1937, petunjuk diberikan agar pelajaran ini diadakan pada hari Minggu. Pemurnian lebih lanjut yang menjadikan perhimpunan seperti yang kita kenal sekarang diterbitkan dalam Watchtower 1 Oktober 1942. Mula-mula, majalah itu mengumumkan bahwa pertanyaan akan muncul di bawah setiap halaman artikel pelajaran dan bahwa tiap pertanyaan ini perlu digunakan. Majalah itu lantas menyatakan bahwa perhimpunan ini sebaiknya berlangsung selama satu jam. Juga dianjurkan agar mereka yang memberikan jawaban mengutarakannya ”dengan kata-kata sendiri”, tidak sekadar membaca sebagian paragraf. Pelajaran Menara Pengawal terus menjadi perhimpunan utama yang digunakan budak yang setia untuk memberikan makanan rohani pada waktu yang tepat. (Mat. 24:45) Kita semua perlu bertanya, ’Apakah saya mempersiapkan pelajaran Menara Pengawal setiap minggu? Dan, apakah saya berupaya memberikan komentar jika saya sanggup?’
13, 14. Bagaimana perkembangan Pelajaran Alkitab Sidang, dan hal apa yang Saudara nikmati dari perhimpunan ini?
13 Pelajaran Alkitab Sidang. Pada pertengahan 1890-an, setelah sejumlah jilid Millennial Dawn dirilis, Saudara H.N. Rahn, seorang Siswa Alkitab yang tinggal di kota Baltimore, Maryland, AS, menyarankan diadakan ”Kelas-Kelas Fajar” (Dawn Circles) untuk belajar Alkitab. Pada awalnya, perhimpunan ini, yang sering diadakan di rumah-rumah pribadi, adalah percobaan. Tetapi, pada September 1895, Kelas Fajar sukses diadakan di banyak kota di Amerika Serikat. Maka, Watch Tower bulan itu menyarankan agar semua siswa kebenaran mengadakan perhimpunan tersebut. Ada petunjuk bahwa pemandu hendaknya pandai membaca. Ia harus membaca satu kalimat lalu menunggu hadirin memberikan komentar. Setelah membaca tiap kalimat dalam paragraf dan mengupasnya, ia harus membuka dan membaca ayat-ayat yang dikutip. Pada akhir pasal, setiap hadirin akan menyampaikan tinjauan singkat tentang materinya.
14 Nama perhimpunan ini sudah berubah beberapa kali. Ini pernah disebut sebagai Kelas Berea untuk Pelajaran Alkitab, menunjuk ke orang Berea abad pertama yang meneliti Kitab Suci dengan saksama. (Kis. 17:11) Lalu, namanya diganti menjadi Pelajaran Buku Sidang. Kini, namanya Pelajaran Alkitab Sidang, dan seluruh sidang berhimpun di Balai Kerajaan ketimbang dalam kelompok di rumah-rumah pribadi. Selama puluhan tahun, berbagai buku, brosur, dan bahkan artikel Menara Pengawal digunakan sebagai bahan pelajarannya. Sejak semula, semua hadirin dianjurkan untuk berperan serta dalam perhimpunan ini. Perhimpunan ini sangat memperdalam pengetahuan Alkitab kita. Apakah Saudara rutin mempersiapkan perhimpunan ini dan berpartisipasi sebisa-bisanya?
15. Sekolah Pelayanan Teokratis dirancang untuk apa?
15 Sekolah Pelayanan Teokratis. ”Pada Senin malam tanggal 16 Februari 1942,” kenang Carey Barber, yang waktu itu melayani di kantor pusat di Brooklyn, New York, ”semua anggota pria keluarga Betel Brooklyn diundang untuk mendaftar di apa yang sekarang disebut Sekolah Pelayanan Teokratis.” Saudara Barber, yang kemudian menjadi anggota Badan Pimpinan, menggambarkan sekolah ini sebagai ”salah satu perkembangan paling menonjol dari cara Yehuwa berurusan dengan umat-Nya pada zaman modern”. Sekolah ini sangat berhasil membantu saudara-saudara meningkatkan keterampilan mengajar dan mengabar sehingga dari 1943 buku kecil ”Kursus Pelayanan Teokratis” (Course in Theocratic Ministry) secara bertahap disediakan untuk sidang-sidang di seluruh dunia. Watchtower 1 Juni 1943 mengatakan bahwa Sekolah Pelayanan Teokratis dirancang agar umat Allah ”melatih diri menjadi saksi yang lebih baik dalam mengumumkan Kerajaan”.—2 Tim. 2:15.
16, 17. Apakah Sekolah Pelayanan Teokratis sekadar mengajarkan keterampilan teknis? Jelaskan.
16 Awalnya, banyak yang merasa tersiksa harus berkhotbah di hadapan banyak orang. Clayton Woodworth, Jr., yang ayahnya pernah secara tidak adil dipenjarakan bersama Saudara Rutherford dan yang lainnya pada 1918, mengenang apa yang ia rasakan ketika pertama kali mengikuti sekolah ini pada 1943. ”Sulit sekali bagi saya menyampaikan khotbah,” kata Saudara Woodworth. ”Lidah saya rasanya memanjang, mulut saya menjadi kering, dan suara saya kedengaran seperti bentakan dan tercekik.” Tetapi, seraya kesanggupannya meningkat, ia menerima hak istimewa menyampaikan banyak ceramah di tempat-tempat umum. Sekolah ini tidak sekadar mengajarnya banyak keterampilan teknis. Ia juga diajar pentingnya kerendahan hati dan bersandar pada Yehuwa. ”Saya akhirnya sadar,” katanya, ”bahwa pembicara itu sendiri tidak penting. Tetapi, bila ia membuat persiapan yang baik dan bersandar sepenuhnya pada Yehuwa, hadirin akan senang mendengar dan memetik pelajarannya.”
17 Pada 1959, saudari-saudari diundang untuk mendaftar di sekolah ini. Saudari Edna Bauer mengenang pengumuman di kebaktian yang ia hadiri tahun itu. ”Saya ingat betapa senangnya saudari-saudari,” ujarnya. ”Sekarang, mereka punya lebih banyak kesempatan.” Selama bertahun-tahun, banyak saudara-saudari mendaftar Sekolah Pelayanan Teokratis dan diajar oleh Yehuwa. Sekarang, kita terus mendapat pelatihan seperti itu di perhimpunan tengah pekan.—Baca Yesaya 54:13.
18, 19. (a) Sekarang, bagaimana kita menerima petunjuk untuk pelayanan? (b) Mengapa kita bernyanyi di perhimpunan? (Lihat kotak ”Menyanyikan Kebenaran”.)
18 Perhimpunan Dinas. Sudah sejak 1919, perhimpunan diadakan untuk mengorganisasi dinas lapangan. Kala itu, tidak semua di sidang menghadiri perhimpunan ini—hanya mereka yang terjun langsung menyiarkan lektur. Hampir sepanjang tahun 1923, Perhimpunan Dinas diadakan sekali sebulan, dan semua di kelas, atau sidang, hadir. Pada 1928, sidang-sidang didesak untuk mengadakan Perhimpunan Dinas tiap minggu, dan pada 1935, The Watchtower menganjurkan semua sidang agar mendasarkan Perhimpunan Dinas pada keterangan yang diterbitkan dalam Director (belakangan disebut Informant dan kemudian, Pelayanan Kerajaan Kita). Perhimpunan ini segera menjadi corak tetap setiap sidang.
19 Sekarang, kita selalu menerima petunjuk untuk pelayanan melalui perhimpunan tengah pekan. (Mat. 10:5-13) Bila Saudara memenuhi syarat untuk menerima lembar pelajaran untuk perhimpunan ini, apakah Saudara mempelajarinya dan menerapkan saran-sarannya sewaktu berdinas?
Pertemuan Paling Penting dalam Setahun
Sejak abad pertama M, orang Kristen sudah berkumpul setiap tahun untuk Peringatan kematian Kristus (Lihat paragraf 20)
20-22. (a) Mengapa kita memperingati kematian Yesus? (b) Manfaat apa yang Saudara peroleh dari menghadiri Peringatan setiap tahun?
20 Yesus menyuruh para pengikutnya memperingati kematiannya hingga ia tiba. Seperti perayaan Paskah, Peringatan kematian Kristus adalah acara tahunan. (1 Kor. 11:23-26) Jutaan orang menghadiri pertemuan ini. Hal ini mengingatkan kaum terurap akan hak istimewa mereka menjadi sesama waris Kerajaan. (Rm. 8:17) Dan bagi domba-domba lain, ini memperdalam respek dan keloyalan mereka kepada Raja Kerajaan Allah.—Yoh. 10:16.
21 Saudara Russell dan rekan-rekannya menyadari pentingnya memperingati Perjamuan Malam Tuan dan tahu bahwa itu hendaknya diadakan hanya sekali setahun. Watch Tower April 1880 berkata, ”Banyak dari kami di sini di Pittsburgh sudah beberapa tahun memiliki kebiasaan untuk . . . memperingati Paskah [Peringatan] dan menyantap lambang-lambang tubuh dan darah Tuan kita.” Segera, kebaktian-kebaktian diadakan bersama dengan Peringatan. Catatan pertama tentang acara seperti itu adalah catatan tahun 1889, ketika 225 orang hadir dan ada 22 yang dibaptis.
22 Sekarang, Peringatan tidak lagi diadakan sebagai bagian dari acara kebaktian, tetapi kita mengundang semua orang di daerah kita untuk bergabung bersama kita di Balai Kerajaan setempat atau fasilitas yang disewa. Pada 2013, lebih dari 19 juta orang memperingati kematian Yesus. Kita memiliki hak istimewa yang besar tidak hanya untuk menghadiri Peringatan, tetapi juga untuk menganjurkan orang lain bergabung bersama kita pada malam yang paling suci ini! Apakah Saudara antusias mengundang sebanyak mungkin orang ke Peringatan setiap tahun?
Apa yang Disingkapkan oleh Sikap Kita
23. Bagaimana Saudara memandang perhimpunan kita?
23 Hamba-hamba Yehuwa yang loyal tidak memandang instruksi untuk berkumpul bersama sebagai beban. (Ibr. 10:24, 25; 1 Yoh. 5:3) Raja Daud, misalnya, sangat suka pergi ke rumah Yehuwa untuk beribadat. (Mz. 27:4) Ia khususnya senang melakukannya dengan ditemani orang-orang lain yang mengasihi Allah. (Mz. 35:18) Dan, pikirkanlah teladan Yesus. Bahkan ketika masih muda, ia sangat ingin berada di rumah ibadat Bapaknya.—Luk. 2:41-49.
Hasrat kita untuk berkumpul bersama menyingkapkan betapa nyatanya Kerajaan Allah bagi kita
24. Saat berhimpun, kesempatan apa yang kita miliki?
24 Sewaktu berhimpun, kita menunjukkan kasih kita akan Yehuwa dan hasrat kita untuk membina rekan seiman. Kita juga mengungkapkan hasrat untuk belajar caranya hidup sebagai rakyat Kerajaan Allah karena di perhimpunan dan di kebaktianlah kita menerima pelatihan tersebut. Selain itu, perhimpunan memberi kita keterampilan dan kekuatan yang diperlukan untuk bertekun dalam salah satu kegiatan paling penting yang dilaksanakan Kerajaan Allah dewasa ini—membuat dan melatih murid-murid Raja Yesus Kristus. (Baca Matius 28:19, 20.) Hasrat kita untuk berkumpul bersama menyingkapkan betapa nyatanya Kerajaan Allah bagi kita masing-masing. Semoga kita selalu menghargai perhimpunan kita!
-
-
Melatih Para Pelayan KerajaanKerajaan Allah Memerintah!
-
-
PASAL 17
Melatih Para Pelayan Kerajaan
1-3. Bagaimana Yesus memperluas pekerjaan pengabaran, dan ini menimbulkan pertanyaan apa saja?
SELAMA dua tahun, Yesus mengabar di seluruh Galilea. (Baca Matius 9:35-38.) Ia mengunjungi banyak kota dan desa, mengajar di sinagoga dan memberitakan kabar baik Kerajaan. Ke mana pun ia mengabar, orang banyak mengerumuninya. ”Panenan memang besar,” kata Yesus, dan perlu lebih banyak pekerja.
2 Yesus mengatur agar pekerjaan pengabaran diperluas. Caranya? Dengan mengutus 12 rasulnya ”untuk memberitakan kerajaan Allah”. (Luk. 9:1, 2) Rasul-rasulnya boleh jadi bertanya-tanya tentang cara melaksanakan pekerjaan ini. Sebelum mengutus mereka, Yesus dengan pengasih memberikan sesuatu yang ia terima dari Bapak surgawinya—pelatihan.
3 Sejumlah pertanyaan timbul dalam benak kita: Pelatihan apa yang Yesus terima dari Bapaknya? Pelatihan apa yang Yesus berikan kepada rasul-rasulnya? Dan, bagaimana dewasa ini—apakah sang Raja Mesias melatih para pengikutnya untuk melaksanakan pelayanan mereka? Jika ya, bagaimana caranya?
’Aku Berbicara Sebagaimana Telah Diajarkan Bapak Kepadaku’
4. Kapan dan di mana Yesus diajar oleh Bapaknya?
4 Yesus dengan jelas mengakui bahwa ia diajar oleh Bapaknya. Ketika melakukan pelayanannya, Yesus berkata, ”Aku berbicara tentang hal-hal ini sebagaimana telah diajarkan Bapak kepadaku.” (Yoh. 8:28) Kapan dan di mana Yesus diajar? Pelatihannya tampaknya dimulai segera setelah ia—Putra sulung Allah—diciptakan. (Kol. 1:15) Di sisi Bapaknya di surga, sang Putra selama waktu yang tak terkira mendengarkan dan mengamati Sang ’Instruktur Agung’. (Yes. 30:20) Hasilnya, sang Putra menerima pendidikan yang mutunya tak terbandingkan mengenai sifat, pekerjaan, dan kehendak Bapaknya.
5. Instruksi apa yang diberikan Sang Bapak kepada sang Putra tentang pelayanan yang akan ia laksanakan di bumi?
5 Pada waktunya, Yehuwa mengajar Putra-Nya tentang pelayanan yang akan ia laksanakan di bumi. Perhatikan nubuat yang menggambarkan hubungan antara Instruktur Agung dan Putra sulung-Nya. (Baca Yesaya 50:4, 5.) Yehuwa membangunkan Putra-Nya ”setiap pagi”, kata nubuat itu. Gambaran tersebut menyampaikan gagasan tentang seorang guru yang membangunkan muridnya pagi-pagi untuk mengajarnya. Sebuah karya referensi tentang Alkitab menyatakan, ”Yehuwa . . . membawanya ke sekolah layaknya seorang murid, lalu mengajarnya tentang cara mengabar.” Di ”sekolah” surgawi itu, Yehuwa mengajar Putra-Nya ”apa yang harus diberitahukan dan apa yang harus dikatakan”. (Yoh. 12:49) Sang Bapak juga memberi Putra-Nya instruksi tentang cara mengajar.a Sewaktu di bumi, Yesus memanfaatkan sebaik-baiknya pelatihannya tidak hanya dengan melaksanakan pelayanannya, tetapi juga dengan melatih para pengikutnya memenuhi pelayanan mereka.
6, 7. (a) Pelatihan apa yang Yesus berikan kepada rasul-rasulnya, dan itu memperlengkapi mereka untuk melakukan apa? (b) Yesus memastikan agar para pengikutnya pada zaman kita menerima pelatihan apa?
6 Pelatihan apa yang Yesus berikan kepada rasul-rasulnya, seperti disebutkan sebelumnya? Menurut Matius pasal 10, ia memberi mereka instruksi yang spesifik tentang pelayanan, yang mencakup: mengabar ke mana (ayat 5, 6), apa beritanya (ayat 7), perlunya mengandalkan Yehuwa (ayat 9, 10), cara mendekati penghuni rumah (ayat 11-13), cara menanggapi penolakan (ayat 14, 15), dan cara menghadapi penganiayaan (ayat 16-23).b Pelatihan yang jelas yang Yesus berikan kepada rasul-rasulnya memperlengkapi mereka untuk menjadi ujung tombak pekerjaan pemberitaan kabar baik pada abad pertama M.
7 Bagaimana pada zaman kita? Yesus, Raja Kerajaan Allah, telah memberi para pengikutnya tugas yang sangat penting, yaitu memberitakan ”kabar baik kerajaan ini . . . di seluruh bumi yang berpenduduk sebagai suatu kesaksian kepada semua bangsa”. (Mat. 24:14) Apakah sang Raja sudah melatih kita melaksanakan tugas yang paling penting ini? Ya! Dari surga, sang Raja telah memastikan agar para pengikutnya menerima pelatihan tentang cara mengabar dan cara memenuhi tanggung jawab khusus yang menyertainya.
Melatih Para Pelayan Menjadi Penginjil
8, 9. (a) Apa tujuan utama Sekolah Pelayanan Teokratis? (b) Bagaimana perhimpunan tengah pekan membantu Saudara lebih efektif dalam dinas?
8 Organisasi Yehuwa sudah lama menggunakan berbagai kebaktian dan perhimpunan—misalnya Perhimpunan Dinas—untuk melatih umat Allah melakukan pelayanan. Namun, dari 1940-an, saudara-saudara yang menjalankan kepemimpinan di kantor pusat mulai mengatur pelatihan melalui berbagai sekolah.
9 Sekolah Pelayanan Teokratis. Seperti yang kita lihat di pasal sebelumnya, sekolah ini mulai diadakan pada 1943. Apakah tujuan sekolah ini semata-mata untuk melatih para siswa memberikan khotbah yang efektif di sidang? Tidak. Tujuan utama sekolah ini adalah untuk melatih umat Allah menggunakan karunia berbicara mereka untuk memuji Yehuwa dalam pelayanan. (Mz. 150:6) Sekolah ini memperlengkapi saudara-saudari yang terdaftar menjadi penyiar Kerajaan yang lebih efektif. Sekarang pelatihan ini diberikan melalui perhimpunan tengah pekan.
10, 11. Siapa yang kini bisa mengikuti Sekolah Gilead, dan apa tujuan kurikulumnya?
10 Sekolah Alkitab Gilead Menara Pengawal. Apa yang kini disebut Sekolah Alkitab Gilead Menara Pengawal dimulai hari Senin, 1 Februari 1943. Sekolah ini semula dirancang untuk melatih para perintis dan hamba sepenuh waktu lainnya untuk dinas utusan injil di ladang sedunia. Tetapi, sejak Oktober 2011, pendaftaran dibatasi hanya untuk mereka yang sudah berada dalam dinas sepenuh-waktu khusus, yaitu perintis istimewa, pengawas keliling dan istri, anggota Betel, dan utusan injil lapangan yang belum mengikuti sekolah ini.
11 Apa tujuan kurikulum Sekolah Gilead? Seorang instruktur kawakan menjawab, ”Untuk memperkuat iman para siswa melalui pelajaran Firman Allah yang saksama dan untuk membantu mereka mengembangkan sifat-sifat rohani yang diperlukan agar bisa menghadapi tantangan dalam tugas mereka. Tujuan mendasar lainnya adalah menanamkan hasrat yang lebih kuat untuk melaksanakan pekerjaan penginjilan.”—Ef. 4:11.
12, 13. Apa pengaruh Sekolah Gilead atas pekerjaan pengabaran sedunia? Berikan contoh.
12 Apa pengaruh Sekolah Gilead atas pekerjaan pengabaran sedunia? Sejak 1943, lebih dari 8.500 orang telah dilatih di sekolah ini,c dan utusan injil Gilead telah melayani di lebih dari 170 negeri di seluruh dunia. Para utusan injil ini menerapkan pelatihan yang mereka terima, menjadi teladan yang bersemangat dalam dinas dan melatih orang-orang lain melakukannya juga. Para utusan injil ini sering kali menjadi ujung tombak pekerjaan di daerah yang hanya ada sedikit penyiar Kerajaan.
13 Perhatikan apa yang terjadi di Jepang. Pada Perang Dunia II, pengabaran yang terorganisasi di sana terhenti. Pada Agustus 1949, jumlah penyiar di Jepang tidak sampai sepuluh. Namun pada akhir tahun itu, ada 13 utusan injil lulusan Gilead yang sibuk mengabar di Jepang. Lebih banyak utusan injil pun menyusul. Awalnya, para utusan injil ini memusatkan kegiatan mereka di kota-kota besar; belakangan, mereka pindah ke kota-kota lainnya. Mereka senang menyemangati PAR mereka dan saudara lainnya untuk terjun dalam dinas perintis. Upaya para utusan injil yang bergairah ini membuahkan hasil yang limpah. Kini, ada lebih dari 216.000 pemberita Kerajaan di Jepang, dan hampir 40 persen dari mereka melayani sebagai perintis!d
14. Sekolah-sekolah teokratis membuktikan apa? (Lihat juga kotak ”Sekolah-Sekolah yang Melatih Para Pelayan Kerajaan”, halaman 188.)
14 Sekolah teokratis lainnya. Sekolah Dinas Perintis, Sekolah Alkitab bagi Pasangan Kristen, dan Sekolah Alkitab bagi Saudara Lajang telah membantu mereka yang mengikutinya untuk berkembang secara rohani dan menjadi teladan yang bersemangat dalam pekerjaan penginjilan.e Semua sekolah teokratis ini menjadi bukti yang ampuh bahwa Raja kita telah memperlengkapi kita untuk melaksanakan sepenuhnya pelayanan kita.—2 Tim. 4:5.
Melatih Saudara-Saudara Menangani Tanggung Jawab Khusus
15. Dalam hal apa pria-pria yang mengemban tanggung jawab meniru Yesus?
15 Ingatlah nubuat Yesaya tentang Yesus yang diajar oleh Yehuwa. Di ”sekolah” surgawi tersebut, sang Putra belajar ”caranya menjawab orang yang lelah”. (Yes. 50:4) Yesus menerapkan pelajaran itu; sewaktu di bumi, ia menyegarkan orang-orang yang ”berjerih lelah dan dibebani tanggungan yang berat”. (Mat. 11:28-30) Dalam meniru Yesus, pria-pria yang mengemban tanggung jawab ingin menjadi sumber kesegaran bagi saudara-saudari mereka. Untuk itu, berbagai sekolah telah dibentuk untuk membantu saudara-saudara yang cakap menjadi lebih efektif melayani rekan-rekan seiman mereka.
16, 17. Apa tujuan Sekolah Pelayanan Kerajaan? (Lihat juga catatan kaki.)
16 Sekolah Pelayanan Kerajaan. Kelas pertama sekolah ini dimulai pada 9 Maret 1959, di South Lansing, New York. Pengawas keliling serta hamba sidang diundang menghadiri kursus ini selama satu bulan. Belakangan, kursus ini diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa lainnya, dan secara bertahap sekolah ini mulai melatih saudara-saudara di seluruh dunia.f
Saudara Lloyd Barry sedang mengajar di Sekolah Pelayanan Kerajaan di Jepang, 1970
17 Mengenai tujuan Sekolah Pelayanan Kerajaan, Buku Tahunan Saksi-Saksi Yehuwa 1962 (dalam bahasa Inggris) menyatakan, ”Dalam dunia yang sangat sibuk ini seorang pengawas di sidang saksi-saksi Yehuwa mestilah pria yang bisa mengatur kehidupannya agar bisa memberikan perhatian yang sepatutnya kepada semua di sidang dan menjadi berkat bagi mereka. Pada saat yang sama, ia tidak boleh menelantarkan keluarganya sendiri demi sidang, tetapi ia mesti menggunakan akal sehat. Alangkah bagus kesempatan yang diberikan kepada para hamba sidang di seluruh dunia yang datang ke Sekolah Pelayanan Kerajaan untuk mendapat pelatihan yang akan membantu mereka memenuhi persyaratan Alkitab sebagai seorang pengawas!”—1 Tim. 3:1-7; Tit. 1:5-9.
18. Bagaimana semua umat Allah memperoleh manfaat dari Sekolah Pelayanan Kerajaan?
18 Semua umat Allah memperoleh manfaat dari Sekolah Pelayanan Kerajaan. Bagaimana caranya? Bila penatua dan hamba pelayanan menerapkan apa yang dipelajari di sekolah itu, seperti Yesus, mereka menjadi sumber kesegaran bagi rekan seiman mereka. Tidakkah Saudara menghargai perkataan yang baik hati, telinga yang mau mendengar, atau kunjungan yang menguatkan dari seorang penatua atau hamba pelayanan yang peduli? (1 Tes. 5:11) Pria-pria yang cakap seperti itu memang merupakan berkat bagi sidang mereka!
19. Sekolah apa lagi yang diawasi Panitia Pengajaran, dan apa saja tujuannya?
19 Sekolah teokratis lainnya. Panitia Pengajaran dari Badan Pimpinan mengawasi sekolah-sekolah lain yang menyediakan pelatihan bagi saudara-saudara yang mengemban tanggung jawab dalam organisasi. Sekolah-sekolah ini dirancang untuk membantu saudara-saudara yang bertanggung jawab—penatua sidang, pengawas keliling, dan anggota Panitia Cabang—menjadi lebih efektif dalam memenuhi banyak tanggung jawab mereka. Kursus berdasarkan Alkitab ini menganjurkan saudara-saudara tersebut menjaga kerohanian mereka dan menerapkan prinsip Alkitab sewaktu berurusan dengan domba-domba berharga yang Yehuwa percayakan kepada mereka.—1 Ptr. 5:1-3.
Kelas pertama Sekolah Pelatihan Pelayanan yang diadakan di Malawi, 2007
20. Mengapa Yesus bisa mengatakan bahwa kita semua ”diajar oleh Yehuwa”, dan apa tekad Saudara?
20 Jelaslah, Raja Mesias telah memastikan agar para pengikutnya dilatih dengan baik. Semua pelatihan ini turun dari atas ke bawah: Yehuwa melatih Putra-Nya, dan sang Putra melatih para pengikutnya. Maka, Yesus bisa mengatakan bahwa kita semua ”diajar oleh Yehuwa”. (Yoh. 6:45; Yes. 54:13) Semoga kita bertekad memperoleh manfaat sepenuhnya dari pelatihan yang Raja kita telah sediakan untuk kita. Dan, ingatlah bahwa tujuan utama semua pelatihan ini adalah untuk membantu kita selalu menjaga kerohanian tetap kuat supaya bisa melaksanakan sepenuhnya pelayanan kita.
a Bagaimana kita tahu bahwa Bapak mengajar Putra-Nya cara mengajar? Pertimbangkan: Banyaknya perumpamaan yang Yesus gunakan sewaktu mengajar menggenapi sebuah nubuat yang dicatat berabad-abad sebelum kelahirannya. (Mz. 78:2; Mat. 13:34, 35) Jelaslah, Pengarang nubuat itu, Yehuwa, memastikan agar Putra-Nya mengajar dengan ilustrasi, atau perumpamaan.—2 Tim. 3:16, 17.
b Berbulan-bulan kemudian, Yesus ”menunjuk tujuh puluh orang lain dan mengutus mereka berdua-dua” untuk mengabar. Ia juga melatih mereka.—Luk. 10:1-16.
c Ada yang mengikuti Sekolah Gilead lebih dari sekali.
d Untuk perincian lebih lanjut tentang pengaruh para utusan injil lulusan Gilead atas ladang sedunia, lihat buku Saksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah, pasal 23.
e Dua sekolah yang disebutkan terakhir sudah digantikan dengan Sekolah bagi Penginjil Kerajaan.
f Kini, semua penatua memperoleh manfaat dari sesi Sekolah Pelayanan Kerajaan yang lamanya bervariasi dan diadakan setiap beberapa tahun. Sejak 1984, hamba pelayanan juga menerima pelatihan di sekolah ini.
-
-
Pendidikan Kerajaan—Melatih Hamba-Hamba sang RajaKerajaan Allah Memerintah!
-
-
Kiri: Perhimpunan di tempat terbuka di London, Inggris, 1945; kanan: Kebaktian istimewa di Malawi, Afrika, 2012
BAGIAN 5
Pendidikan Kerajaan—Melatih Hamba-Hamba Sang Raja
SAUDARA tersenyum bangga kepada si pembicara di mimbar. Ia saudara muda dari sidang Saudara, dan itu adalah khotbahnya yang pertama di acara kebaktian. Seraya menikmati khotbahnya, Saudara pun kagum akan pelatihan yang umat Allah terima. Saudara masih ingat upaya saudara muda ini ketika pertama kali maju ke mimbar—dan kini kemajuannya luar biasa! Ia maju dengan cepat setelah mengikuti Sekolah Dinas Perintis. Baru-baru ini, ia dan istrinya menikmati Sekolah bagi Penginjil Kerajaan. Ketika bertepuk tangan atas khotbahnya yang bagus, Saudara melihat ke sekeliling dan memikirkan pengajaran yang diterima seluruh umat Allah.
Alkitab menubuatkan masa manakala umat Allah seluruhnya akan ”diajar oleh Yehuwa”. (Yes. 54:13) Kita hidup pada masa itu. Kita menerima pendidikan bukan hanya melalui publikasi kita, tetapi juga melalui perhimpunan, kebaktian, dan berbagai sekolah yang dirancang guna mempersiapkan kita untuk tugas-tugas tertentu dalam organisasi Yehuwa. Pada bagian ini, kita akan membahas bagaimana semua pendidikan ini memberikan bukti yang teguh bahwa Kerajaan Allah sedang memerintah dewasa ini.
-