-
Kembali kepada Allah yang BenarPencarian Manusia akan Allah
-
-
Kembali ke Kebenaran Alkitab
19. Ajaran Susunan Kristen mana saja yang ditolak Siswa-Siswa Alkitab?
19 Sebagai hasil pelajaran Alkitab mereka, Russell dan rekan-rekannya menolak ajaran Susunan Kristen mengenai ”Tritunggal Mahakudus” yang misterius, jiwa manusia yang tak berkematian sejak lahir, dan siksaan kekal dalam api neraka. Mereka juga menolak perlunya golongan klerus eksklusif yang dilatih di seminari. Mereka ingin kembali kepada Kekristenan awal yang sederhana, dengan para penatua yang memenuhi syarat secara rohani untuk memimpin sidang tanpa memikirkan gaji atau upah.—1 Timotius 3:1-7; Titus 1:5-9.
20. Apa yang dipahami Siswa-Siswa Alkitab itu mengenai pa·rou·siʹa Kristus dan tahun 1914?
20 Ketika meneliti Firman Allah, Siswa-Siswa Alkitab itu sangat tertarik pada nubuat-nubuat dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen tentang ”kesudahan dunia” dan ’kedatangan’ Kristus. (Matius 24:3, TB) Dengan memeriksa teks bahasa Yunani, mereka mendapati bahwa ’kedatangan’ Kristus sebenarnya adalah ”pa·rou·siʹa”, atau kehadiran yang tidak kelihatan. Itulah sebabnya, Kristus telah memberikan informasi kepada murid-muridnya mengenai bukti kehadirannya yang tidak kelihatan pada zaman akhir, bukan kedatangan yang kelihatan di masa depan. Sejalan dengan penelitian ini, siswa-siswa Alkitab itu pun ingin sekali memahami kronologi Alkitab yang berkaitan dengan kehadiran Kristus. Tanpa memahami semua perinciannya, Russell dan rekan-rekannya sadar bahwa tahun 1914 akan menjadi tahun penting dalam sejarah manusia.—Matius 24:3-22; Lukas 21:7-33, Int.
-
-
Kembali kepada Allah yang BenarPencarian Manusia akan Allah
-
-
26. (a) Tanggung jawab apa yang semakin ditekankan oleh Siswa-Siswa Alkitab? (b) Pemahaman yang lebih jelas apa dari Alkitab yang diperoleh Siswa-Siswa Alkitab?
26 Selama tahun 1920-an dan 1930-an, Siswa-Siswa Alkitab semakin menekankan metode pengabaran umat Kristen masa awal—dari rumah ke rumah. (Kisah 20:20) Setiap orang yang percaya bertanggung jawab untuk memberikan kesaksian kepada sebanyak mungkin orang tentang pemerintahan Kerajaan Kristus. Mereka mulai mengerti dengan jelas dari Alkitab bahwa manusia dihadapkan pada sengketa besar mengenai kedaulatan universal dan bahwa ini akan dibereskan oleh Allah Yehuwa dengan memusnahkan Setan serta semua pekerjaannya yang merusak di bumi. (Roma 16:20; Penyingkapan 11:17, 18) Dalam kaitannya dengan sengketa ini, dipahami bahwa keselamatan manusia merupakan hal kedua setelah pembenaran Allah sebagai Penguasa yang sah. Karena itu, di bumi harus ada saksi-saksi yang setia yang mau memberikan kesaksian tentang maksud-tujuan dan keunggulan Allah. Bagaimana kebutuhan ini terpenuhi?—Ayub 1:6-12; Yohanes 8:44; 1 Yohanes 5:19, 20.
27. (a) Peristiwa penting apa yang terjadi pada tahun 1931? (b) Apa saja kepercayaan Saksi-Saksi yang berbeda?
27 Pada bulan Juli 1931, Siswa-Siswa Alkitab mengadakan kebaktian di Columbus, Ohio, AS, dan ada sebuah resolusi yang disetujui oleh ribuan hadirin. Dalam resolusi itu, mereka dengan penuh sukacita menerima ”nama yang telah disebutkan oleh mulut Tuan Allah kita”, dan mereka menyatakan, ”Kami ingin dikenal dan dipanggil dengan nama ’saksi-saksi Yehuwa’.” Sejak saat itu, Saksi-Saksi Yehuwa dikenal di seluruh dunia tidak saja karena kepercayaan mereka yang berbeda, tetapi juga karena pelayanan mereka yang bersemangat dari rumah ke rumah dan di jalan-jalan. (Lihat halaman 356-7.)—Yesaya 43:10-12; Matius 28:19, 20; Kisah 1:8.
28. Pada tahun 1935, Saksi-Saksi mendapat pengertian yang lebih jelas apa tentang pemerintahan Kerajaan?
28 Pada tahun 1935, Saksi-Saksi mendapat pengertian yang lebih jelas tentang golongan Kerajaan surgawi, yang akan memerintah bersama Kristus, dan mengenai rakyatnya di bumi. Mereka sudah tahu bahwa orang Kristen terurap yang dipanggil untuk memerintah bersama Kristus dari surga hanya berjumlah 144.000. Maka, apa harapan bagi manusia lainnya? Suatu pemerintahan memerlukan rakyat agar keberadaannya dapat diakui. Pemerintahan surgawi, atau Kerajaan itu, juga akan mempunyai jutaan rakyat yang taat di bumi ini. Mereka adalah ”kumpulan besar dari orang-orang yang jumlahnya tidak seorang pun dapat menghitungnya, dari semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa”, yang berseru, ”Kami berutang keselamatan kepada Allah kami [Yehuwa], yang duduk di atas takhta, dan kepada Anak Domba [Yesus Kristus].”—Penyingkapan 7:4, 9, 10; 14:1-3; Roma 8:16, 17.
29. Tantangan apa yang dipahami dan diterima Saksi-Saksi?
29 Pengertian mengenai kumpulan besar ini membantu Saksi-Saksi Yehuwa memahami bahwa ada tantangan yang sangat besar di hadapan mereka—untuk mencari dan mengajar jutaan orang yang mencari Allah yang benar dan yang akan membentuk ”kumpulan besar”.
-
-
Kembali kepada Allah yang BenarPencarian Manusia akan Allah
-
-
[Kotak/Gambar di hlm. 356, 357]
Apa yang Dipercayai Saksi-Saksi Yehuwa
Tanya: Apa gerangan jiwa itu?
Jawab: Dalam Alkitab, jiwa (bahasa Ibrani, neʹfes; bahasa Yunani, psy·kheʹ) adalah orang atau binatang atau kehidupan yang dimiliki oleh orang ataupun binatang itu.
”Selanjutnya Allah berfirman, ’Biarlah bumi mengeluarkan jiwa-jiwa yang hidup menurut jenisnya, binatang peliharaan dan binatang merayap dan binatang liar di bumi menurut jenisnya.’ Kemudian Allah Yehuwa membentuk manusia dari debu tanah dan mengembuskan ke dalam lubang hidungnya napas kehidupan, dan manusia itu menjadi jiwa yang hidup.”—Kejadian 1:24; 2:7.
Binatang dan manusia ADALAH jiwa yang hidup. Jiwa bukan sesuatu yang terpisah. Jiwa bisa mati dan memang mati. ”Lihat! Semua jiwa—milikkulah mereka. Baik jiwa bapak maupun jiwa anak—milikkulah mereka. Jiwa yang berbuat dosa—jiwa itulah yang akan mati.”—Yehezkiel 18:4.
Tanya: Apakah Allah suatu Tritunggal?
Jawab: Saksi-Saksi Yehuwa percaya bahwa Yehuwa adalah Tuan Yang Berdaulat atas alam semesta, yang tiada bandingnya. ”Dengarkanlah, hai, Israel: Yehuwa adalah Allah kita; Yehuwa itu esa.” (Ulangan 6:4) Kristus Yesus sebagai Firman adalah makhluk roh dan datang ke bumi karena menaati kehendak Bapaknya. Ia tunduk kepada Yehuwa. ”Namun apabila segala sesuatu sudah ditundukkan kepadanya [Kristus], Putra sendiri juga akan menundukkan diri kepada Pribadi yang menundukkan segala sesuatu kepadanya, agar Allah menjadi segala sesuatu bagi setiap orang.”—1 Korintus 15:28; lihat juga Matius 24:36; Markus 12:29; Yohanes 1:1-3, 14-18; Kolose 1:15-20.
Roh kudus adalah tenaga aktif Allah, atau energi yang digunakan untuk melakukan sesuatu, bukan suatu pribadi.—Kisah 2:1-4, 17, 18.
Tanya: Apakah Saksi-Saksi Yehuwa menyembah atau memuja patung?
Jawab: Saksi-Saksi Yehuwa tidak mempraktekkan bentuk penyembahan berhala apa pun, tidak soal itu patung, pribadi, atau organisasi.
”Kita tahu bahwa berhala tidak ada artinya di dunia ini, dan bahwa hanya ada satu Allah, tidak ada yang lain. Karena meskipun ada yang disebut ’allah-allah’, baik itu di surga maupun di bumi, sebagaimana ada banyak ’allah’ dan banyak ’tuan’, sesungguhnya bagi kita hanya ada satu Allah, sang Bapak, yang darinya segala sesuatu ada, dan kita, untuk dia; dan ada satu Tuan, Yesus Kristus, yang melalui dia segala sesuatu ada, dan kita, melalui dia.”—1 Korintus 8:4-6; lihat juga Mazmur 135:15-18.
Tanya: Apakah Saksi-Saksi Yehuwa mengadakan Misa atau Komuni?
Jawab: Saksi-Saksi Yehuwa tidak mempercayai ajaran Katolik Roma tentang transubstansiasi. Mereka mengadakan Perjamuan Malam Tuan pada tanggal yang sama dengan 14 Nisan kalender Yahudi (biasanya bulan Maret atau April) sebagai peringatan tahunan kematian Kristus. Pada pertemuan ini, mereka mengedarkan kepada seluruh jemaat roti tidak beragi dan anggur merah sebagai lambang tubuh Kristus yang tidak berdosa dan darah Kristus yang dikorbankan. Hanya orang-orang yang memiliki harapan untuk memerintah bersama Kristus dalam Kerajaan surgawinya yang ambil bagian dari lambang-lambang itu.—Markus 14:22-26; Lukas 22:29; 1 Korintus 11:23-26; Penyingkapan 14:1-5.e
[Gambar]
Saksi-Saksi Yehuwa berhimpun secara rutin di Balai Kerajaan untuk mempelajari Alkitab
Balai-Balai Kerajaan: Kota Ichihara, Jepang (halaman sebelah), dan Boituva, Brasil
[Catatan Kaki]
e Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai pokok ini, lihat Bertukar Pikiran mengenai Ayat-Ayat Alkitab, diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa, halaman 218-23 dan 294-7.
-