-
Perkembangan dalam Struktur OrganisasiSaksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah
-
-
Saudara Russell tidak ingin membuat pengaturan lain, dan ia sangat menentang dukungan dengan cara apa pun kepada sektarianisme yang ada di antara orang-orang yang mengaku kristen.
Pada waktu yang sama, ia mengerti sepenuhnya kebutuhan hamba-hamba Tuhan untuk berkumpul bersama, selaras dengan nasihat di Ibrani 10:23-25. Ia secara pribadi mengadakan perjalanan untuk mengunjungi dan membina para pembaca Watch Tower dan untuk mempertemukan mereka dengan orang-orang lain di daerah mereka sendiri yang memiliki pendirian yang sama. Pada awal tahun 1881, ia meminta agar mereka yang secara tetap tentu mengadakan perhimpunan memberi tahu tempat perhimpunan diadakan kepada kantor Menara Pengawal. Ia melihat nilai dari tetap berhubungan satu sama lain.
Akan tetapi, Saudara Russell menekankan bahwa mereka tidak berupaya mendirikan suatu ”organisasi duniawi”. Sebaliknya, dia berkata, ”kita berpaut hanya kepada organisasi surgawi itu—’yang nama-namanya terdaftar di sorga’. (Ibr. 12:23; Luk. 10:20.)” Karena sejarah Susunan Kristen yang kotor, sebutan ”organisasi gereja” biasanya mengingatkan seseorang kepada sektarianisme, dominasi golongan pemimpin agama, dan keanggotaan berdasarkan kepatuhan terhadap kredo yang dirumuskan oleh majelis gereja. Maka, sewaktu menunjuk kepada diri mereka sendiri, Saudara Russell merasa bahwa istilah ”perkumpulan” merupakan sebutan yang lebih baik.
Ia benar-benar menyadari bahwa para rasul Kristus telah membentuk sidang-sidang dan melantik para penatua di tiap-tiap sidang. Namun ia percaya bahwa Kristus telah hadir kembali, walaupun secara tidak kelihatan, dan Yesus sendiri yang secara pribadi membimbing tuaian terakhir, yaitu orang-orang yang akan menjadi ahli-ahli waris bersamanya. Mengingat keadaan-keadaan ini, Saudara Russell pada mulanya merasa bahwa selama waktu menuai, penyelenggaraan bagi para penatua yang dulu dijalankan di sidang-sidang Kristen abad pertama tidak diperlukan lagi.
Akan tetapi, seraya Siswa-Siswa Alkitab bertambah jumlahnya, Saudara Russell menyadari bahwa Tuhan mengatur segala perkara dengan cara yang berbeda dari cara yang diantisipasinya. Penyesuaian dalam sudut pandangan diperlukan. Namun atas dasar apa?
Memenuhi Kebutuhan Masa Permulaan dari Perkumpulan yang Bertumbuh
Terbitan Watch Tower 15 November 1895 hampir seluruhnya membahas pokok ”Dengan Sopan dan Tertib”. Dengan jujur, Saudara Russell mengakui, ”Para rasul telah berbicara banyak kepada Gereja masa awal berkenaan ketertiban dalam pertemuan orang-orang kudus; dan rupanya kita agak melalaikan nasihat bijaksana ini, merasa bahwa hal itu tidak begitu penting, karena menganggap Gereja hampir mendekati akhir dari haluannya dan masa penuaian sama dengan masa pemisahan.” Apa yang menggerakkan mereka untuk melihat nasihat itu dari sudut pandangan yang baru?
Artikel itu menyebutkan empat keadaan: (1) Jelas bahwa perkembangan rohani setiap individu berbeda-beda. Ada godaan, cobaan, kesulitan, dan bahaya yang tidak semua orang siap menerima dengan kadar yang sama. Maka, dibutuhkan para pengawas yang arif dan bijaksana, pria-pria yang berpengalaman dan cakap, yang sangat berminat dalam mengurus kesejahteraan rohani dari semua dan mampu mengajar mereka dalam kebenaran. (2) Telah diperhatikan bahwa kawanan domba perlu dilindungi terhadap ’serigala yang menyamar seperti domba’. (Mat. 7:15, KJ) Mereka perlu dibentengi dengan dibantu untuk memperoleh pengetahuan yang saksama mengenai kebenaran. (3) Pengalaman memperlihatkan bahwa jika tidak ada pengaturan untuk melantik para penatua yang akan menjaga kawanan domba, ada orang-orang yang akan mengambil kedudukan itu dan mulai memandang kawanan sebagai miliknya sendiri. (4) Tanpa pengaturan yang sepatutnya, pribadi-pribadi yang loyal terhadap kebenaran dapat merasa bahwa pelayanan mereka tidak diperkenan karena pengaruh dari beberapa orang yang tidak setuju dengan mereka.
Melihat hal-hal ini, Watch Tower menyatakan, ”Kami tidak merasa ragu untuk menganjurkan Gereja-Gerejac di mana saja, tidak soal jumlah mereka besar atau kecil, nasihat Kerasulan, bahwa di setiap kompi, para penatua dipilih dari antara mereka untuk ’memberi makan’ dan ’menjaga’ kawanan domba.” (Kis. 14:21-23; 20:17, 28) Sidang-sidang setempat mengikuti nasihat Alkitab yang bagus ini. Ini merupakan langkah penting dalam mendirikan struktur sidang yang selaras dengan yang ada pada zaman para rasul.
Namun, selaras dengan pengertian mereka pada saat itu, pemilihan para penatua, serta para diaken untuk membantu mereka, dilaksanakan melalui pemungutan suara. Setiap tahun, atau lebih sering dari itu jika perlu, kualifikasi dari orang-orang yang dapat melayani dipertimbangkan, dan suatu pemungutan suara diadakan. Ini pada dasarnya merupakan prosedur demokratis, tetapi prosedur yang dikendalikan oleh batasan-batasan tertentu yang dirancang untuk bertindak sebagai pengaman. Semua dalam sidang didesak untuk meninjau dengan teliti kualifikasi Alkitab dan menyatakan melalui pemungutan suara, bukan pendapat mereka sendiri, tetapi apa yang mereka percayai sebagai kehendak Tuhan. Karena hanya mereka yang ”mengabdi sepenuhnya” yang memenuhi syarat untuk memberikan suara, maka suara mereka secara kolektif, ketika dibimbing oleh Firman dan roh dari Tuhan, dipandang sebagai ungkapan kehendak Tuhan dalam urusan ini. Walaupun Saudara Russell mungkin tidak sepenuhnya menyadari hal ini, rekomendasinya berkenaan penyelenggaraan tersebut bisa jadi dipengaruhi sampai tingkat tertentu bukan hanya oleh tekadnya yang hendak menghindari persamaan apa pun dengan golongan pemimpin agama yang ditinggikan tetapi juga oleh latar belakangnya sendiri sebagai remaja di Gereja Kongregasional.
Ketika jilid buku Millennial Dawn berjudul The New Creation (diterbitkan pada tahun 1904) sekali lagi membahas secara terperinci peranan para penatua dan cara mereka harus dipilih, perhatian khusus ditujukan kepada Kisah 14:23. Konkordansi yang disusun oleh James Strong dan Robert Young disebutkan sebagai sumber bagi pandangan yang mengungkapkan bahwa pernyataan ”mereka telah mentahbiskan orang-orang itu sebagai penatua-penatua” (KJ) seharusnya diterjemahkan ”mereka telah memilih orang-orang itu sebagai penatua-penatua dengan cara mengacungkan tangan”.d Beberapa terjemahan Alkitab bahkan mengatakan bahwa para penatua ’dipilih dengan pemungutan suara’. (Literal Translation of the Holy Bible oleh Young; Emphasised Bible oleh Rotherham) Tetapi siapa yang akan mengadakan pemungutan suara tersebut?
Menerima pandangan bahwa pemungutan suara seharusnya diadakan oleh sidang secara keseluruhan tidaklah selalu menghasilkan hal-hal yang diharapkan. Orang-orang yang memberikan suara haruslah mereka yang ”mengabdi sepenuhnya”, dan orang-orang yang dipilih haruslah mereka yang benar-benar telah memenuhi kualifikasi Alkitab dan dengan rendah hati melayani saudara-saudara mereka. Namun, pemungutan suara ini sering kali mencerminkan pilihan pribadi sebaliknya daripada Firman dan roh Allah. Demikianlah, di Halle, Jerman, ketika orang-orang tertentu yang menganggap diri layak menjadi penatua tidak mendapat kedudukan yang mereka inginkan, mereka segera menimbulkan perselisihan yang sengit. Di Barmen, Jerman, di antara mereka yang adalah para calon penatua pada tahun 1927 ada pria-pria yang menentang pekerjaan Lembaga, dan banyak yang berteriak-teriak selama acara mengacungkan tangan pada saat pemilihan. Maka, hal ini perlu diganti dengan penggunaan kartu pemungutan suara rahasia.
Kembali ke tahun 1916, bertahun-tahun sebelum insiden-insiden ini terjadi, Saudara Russell, dengan keprihatinan yang dalam telah menulis, ”Peristiwa-peristiwa yang mengerikan terjadi di beberapa Kelas ketika pemilihan diadakan. Hamba-hamba Gereja mencoba untuk menjadi penguasa, diktator—kadang-kadang bahkan memegang kedudukan ketua dalam rapat pemilihan dengan tujuan nyata yaitu agar dapat melihat bahwa mereka dan teman-teman istimewa mereka dipilih sebagai para Penatua dan Diaken. . . . Ada yang dengan diam-diam mencoba memanfaatkan Kelas dengan mengadakan pemilihan pada waktu tertentu yang khususnya menguntungkan bagi mereka dan teman-teman mereka. Yang lain berupaya memadati pertemuan dengan teman-teman mereka, membawa serta orang-orang yang boleh dikata tidak dikenal, yang tidak bermaksud untuk secara tetap tentu hadir di kelas, melainkan datang sekadar memperlihatkan kesetiakawanan mereka dengan memberikan suara untuk salah seorang teman mereka.”
Apakah mereka hanya perlu belajar cara mengadakan pemilihan melalui jalur-jalur demokratis yang lebih tertib, atau apakah ada hal-hal dari Firman Allah yang belum mereka pahami?
Diorganisasi untuk Memberitakan Kabar Baik
Sejak awal, Saudara Russell mengakui bahwa salah satu tanggung jawab yang paling penting dari setiap anggota sidang Kristen adalah melakukan pekerjaan penginjilan. (1 Ptr. 2:9) Watch Tower menjelaskan bahwa bukan hanya bagi Yesus tetapi juga bagi semua pengikutnya yang diurapi roh, kata-kata nubuat dari Yesaya 61:1 berlaku, yaitu, ”[Yehuwa] telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik,” atau, sebagaimana King James Version menerjemahkan kutipan Yesus dari bagian ayat ini, ”Ia telah mengurapi aku untuk mengabarkan injil.”—Luk. 4:18.
Sudah sejak tahun 1881, majalah Watch Tower memuat artikel ”Dicari 1.000 Pengabar”. Ini merupakan seruan kepada semua anggota sidang untuk menggunakan seberapa pun waktu yang dapat ia gunakan (setengah jam, satu, atau dua, atau tiga jam) untuk ikut serta dalam menyebarkan kebenaran Alkitab. Pria dan wanita yang tidak mempunyai keluarga yang menjadi tanggungan mereka dan yang dapat secara eksklusif memberikan separuh atau lebih dari waktu mereka untuk pekerjaan Tuhan, dianjurkan untuk ikut dalam pekerjaan sebagai penginjil kolportir. Jumlahnya sangat beragam dari tahun ke tahun, tetapi hingga tahun 1885 sudah ada kira-kira 300 orang yang ikut serta dalam pekerjaan ini sebagai kolportir. Yang lain juga ambil bagian tetapi dalam skala yang lebih terbatas. Saran-saran diberikan kepada para kolportir mengenai cara melakukan pekerjaan mereka. Namun ladangnya sangat luas, dan setidaknya sebagai titik awal, mereka memilih daerah mereka sendiri dan berpindah dari satu daerah ke daerah lain, kebanyakan ke tempat yang mereka anggap paling baik. Lalu pada waktu mereka bertemu di kebaktian-kebaktian, mereka akan membuat penyesuaian yang dibutuhkan guna mengkoordinasi upaya mereka.
Pada tahun yang sama ketika dinas kolportir dimulai, Saudara Russell mencetak sejumlah risalah (atau buku kecil) untuk dibagikan secara cuma-cuma. Yang menonjol di antara risalah-risalah ini adalah Food for Thinking Christians, yang dibagikan sebanyak 1.200.000 buah dalam empat bulan pertama. Pekerjaan yang mencakup pengaturan untuk pencetakan dan penyebaran risalah ini menjadi alasan dibentuknya Zion’s Watch Tower Tract Society yang akan mengurus perincian-perincian yang dibutuhkan. Agar pekerjaan tidak menjadi kacau setelah kematiannya, dan untuk memudahkan penanganan sumbangan yang digunakan dalam pekerjaan ini, Saudara Russell mengajukan permohonan agar Lembaga terdaftar secara hukum, dan hal ini secara resmi dilakukan pada tanggal 15 Desember 1884. Dengan demikian lahirlah sarana resmi yang dibutuhkan.
Seraya kebutuhan meningkat, kantor-kantor cabang dari lembaga Menara Pengawal didirikan di negeri-negeri lain. Yang pertama di London, Inggris, pada tanggal 23 April 1900. Yang lain di Elberfeld, Jerman, pada tahun 1902. Dua tahun kemudian, di belahan lain dari dunia, sebuah cabang diorganisasi di Melbourne, Australia. Pada waktu buku ini ditulis, terdapat 99 cabang di seluruh dunia.
Walaupun pengaturan organisasi yang diperlukan untuk menyediakan sejumlah besar lektur Alkitab sedang dikembangkan, pada mulanya pengaturan bagi penyebaran bahan-bahan itu kepada umum diserahkan kepada masing-masing sidang menurut kebutuhan setempat. Dalam suratnya tertanggal 16 Maret 1900, Saudara Russell menyatakan pandangannya berkenaan masalah ini. Surat itu, yang ditujukan kepada ”Alexander M. Graham, dan Gereja di Boston, Mass.,” berbunyi, ”Sebagaimana saudara semua ketahui, inilah maksud saya yang telah diputuskan yakni membiarkan setiap kompi dari umat Tuhan mengatur urusan mereka masing-masing, sesuai dengan penilaian mereka masing-masing, memberi saran, bukan dengan cara mencampuri urusan, tetapi sekadar memberi nasihat.” Hal ini bukan hanya mencakup soal perhimpunan tetapi juga soal cara mereka menjalankan dinas pengabaran. Karena itu, setelah memberikan beberapa nasihat praktis kepada saudara-saudara, ia menutup dengan komentar, ”Ini hanyalah saran.”
Beberapa aktivitas membutuhkan petunjuk yang lebih spesifik dari Lembaga. Sehubungan dengan pertunjukan ”Drama-Foto Penciptaan”, setiap sidang boleh memutuskan apakah mereka bersedia dan mampu menyewa sebuah teater atau fasilitas lain untuk pertunjukan di tempat mereka. Akan tetapi, peralatan untuk pertunjukan tersebut harus diangkut dari kota ke kota, dan ada jadwal yang harus dipenuhi; maka untuk itu, petunjuk yang terpadu disediakan oleh Lembaga. Setiap sidang dianjurkan untuk mempunyai Panitia Drama yang akan mengurus pengaturan setempat. Namun, seorang pengawas diutus oleh Lembaga untuk memberikan perhatian yang saksama hingga perincian-perinciannya untuk memastikan segalanya berjalan dengan lancar.
Seraya tahun 1914 dan kemudian 1915 berlalu, umat Kristen yang diurapi roh dengan penuh kerinduan menunggu penggenapan harapan surgawi mereka. Pada waktu yang sama, mereka dianjurkan untuk terus sibuk dalam dinas Tuhan. Walaupun mereka memandang waktu yang tersisa bagi mereka dalam tubuh jasmani sudah sangat singkat, jelas bagi mereka bahwa untuk melakukan pemberitaan kabar baik dengan cara yang tertib, dibutuhkan lebih banyak petunjuk daripada sebelumnya ketika jumlah mereka hanya beberapa ratus orang. Tidak lama setelah J. F. Rutherford menjadi presiden kedua Lembaga Menara Pengawal, petunjuk tersebut mencakup corak-corak baru. Terbitan The Watch Tower, 1 Maret 1917 mengumumkan bahwa, sejak itu, semua daerah yang akan dikerjakan oleh para kolportir dan oleh para pekerja penggembalaane dalam sidang-sidang akan ditentukan oleh kantor Lembaga. Bila di sebuah kota atau kabupaten, para pekerja setempat bekerja bersama para kolportir dalam dinas pengabaran, maka daerah pengabarannya akan dibagi di antara mereka oleh panitia distrik yang dilantik setempat. Pengaturan ini menyumbang kepada penyebaran yang luar biasa dari buku The Finished Mystery hanya dalam waktu beberapa bulan pada tahun 1917-18. Pengaturan ini juga sangat berharga dalam penyebaran kilat dari 10.000.000 eksemplar, tentang penyingkapan yang ampuh berkenaan Susunan Kristen dalam sebuah risalah yang memuat pokok ”Kejatuhan Babel”.
Tidak lama setelah ini, anggota-anggota staf administrasi Lembaga ditahan, dan pada tanggal 21 Juni 1918, mereka dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun. Pemberitaan kabar baik nyaris terhenti. Apakah ini saat manakala mereka pada akhirnya dipersatukan dengan Tuhan dalam kemuliaan surgawi?
Beberapa bulan kemudian, perang berakhir. Pada tahun berikutnya para pejabat Lembaga dibebaskan. Mereka masih ada dalam tubuh jasmani. Ini berbeda dengan apa yang mereka harapkan, tetapi mereka menarik kesimpulan bahwa Allah masih mempunyai pekerjaan yang harus mereka selesaikan di bumi ini.
Mereka baru saja melewati ujian iman yang sulit. Akan tetapi, pada tahun 1919, majalah The Watch Tower menguatkan mereka dengan penelitian Alkitab yang menggetarkan atas tema ”Diberkatilah Mereka yang Tidak Takut”. Ini disusul dengan artikel ”Kesempatan untuk Dinas”. Namun saudara-saudara tersebut tidak pernah membayangkan terjadinya perkembangan organisasi yang luas selama dekade-dekade yang akan datang.
Contoh yang Patut Bagi Kawanan Domba
Saudara Rutherford memang memahami bahwa agar pekerjaan terus bergerak maju dengan cara yang tertib dan terpadu, tidak soal betapa singkat waktu yang ada, contoh yang patut bagi kawanan domba penting. Yesus menggambarkan para pengikutnya sebagai domba, dan domba mengikuti gembala mereka. Jelas, Yesus sendiri adalah Gembala yang Baik, namun ia juga menggunakan para tua-tua, atau penatua, sebagai gembala bawahan bagi umat-Nya. (1 Ptr. 5:1-3) Para penatua tersebut haruslah pria-pria yang juga berpartisipasi dalam pekerjaan yang Yesus tugaskan dan yang menganjurkan orang-orang lain untuk melakukan hal demikian. Mereka harus mempunyai semangat yang tulus untuk menginjil. Akan tetapi, pada waktu buku The Finished Mystery disebarkan, beberapa dari para penatua menahan diri; ada yang bahkan dengan terang-terangan melemahkan semangat orang-orang lain agar tidak berpartisipasi.
Suatu langkah yang luar biasa penting untuk memperbaiki situasi ini dilakukan pada tahun 1919 ketika majalah The Golden Age mulai diterbitkan. Majalah ini akan menjadi alat yang ampuh untuk memberitakan Kerajaan Allah sebagai satu-satunya pemecahan yang kekal bagi problem-problem umat manusia. Setiap sidang yang ingin ikut serta dalam kegiatan ini diundang untuk mendaftarkan diri ke Lembaga sebagai sebuah ”organisasi pelayanan”. Kemudian, seorang direktur, atau yang belakangan dikenal sebagai direktur dinas, yang tidak dipilih setiap tahun, dilantik oleh Lembaga.f Sebagai wakil setempat dari Lembaga, ia harus mengorganisasi pekerjaan, menetapkan daerah, dan menganjurkan partisipasi sidang dalam dinas pengabaran. Jadi, bersamaan dengan para penatua dan diaken yang dipilih secara demokratis, jenis lain dari pengaturan organisasi mulai berfungsi, yaitu pengaturan yang mengakui wewenang yang ditetapkan di luar sidang setempat dan yang lebih menandaskan pemberitaan kabar baik dari Kerajaan Allah.g
Selama tahun-tahun berikutnya, pekerjaan pemberitaan Kerajaan mendapatkan daya gerak yang luar biasa besar, seolah-olah berasal dari suatu kekuatan yang tidak tertahankan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada tahun 1914 dan sesudahnya membuktikan bahwa nubuat besar yang digambarkan Tuhan Yesus tentang akhir sistem tua ini sedang digenapi. Sehubungan dengan itu, pada tahun 1920, majalah The Watch Tower menunjukkan bahwa sebagaimana dinubuatkan di Matius 24:14, inilah waktunya untuk mengumumkan kabar baik tentang ”akhir dari susunan segala perkara tua ini dan berdirinya kerajaan Mesias”.h (Mat. 24:3-14) Setelah menghadiri kebaktian Siswa-Siswa Alkitab di Cedar Point, Ohio, pada tahun 1922, para delegasi pulang dengan slogan masih terngiang di telinga mereka, ”Umumkan, umumkan, umumkan, Raja dan kerajaannya”. Peranan umat Kristen sejati bahkan menjadi semakin jelas dimengerti dan ditandaskan pada tahun 1931 ketika nama Saksi-Saksi Yehuwa diterima.
Jelaslah bahwa Yehuwa telah menugaskan kepada hamba-hamba-Nya suatu pekerjaan yang dapat dilaksanakan oleh semua. Sambutannya penuh semangat. Banyak orang membuat penyesuaian yang penting dalam kehidupan mereka agar dapat membaktikan sepenuh waktu mereka bagi pekerjaan ini. Bahkan di antara orang-orang yang membaktikan hanya sebagian waktu, banyak yang menggunakan seluruh hari selama akhir pekan untuk dinas pengabaran. Menanggapi anjuran yang terdapat dalam The Watchtower dan Informant pada tahun 1938 dan 1939, banyak dari Saksi-Saksi Yehuwa pada waktu itu sungguh-sungguh berupaya untuk membaktikan 60 jam setiap bulan dalam dinas pengabaran.
Di antara Saksi-Saksi yang bergairah itu terdapat banyak hamba Yehuwa yang rendah hati dan berbakti yang melayani sebagai penatua di sidang-sidang. Namun, di beberapa tempat, pada tahun 1920-an dan awal tahun 1930-an, banyak perlawanan gagasan bahwa setiap orang harus berpartisipasi dalam dinas pengabaran. Para penatua yang dipilih secara demokratis sering kali sangat menyuarakan pendapat yang menentang apa yang dikatakan The Watch Tower tentang tanggung jawab untuk mengabar kepada orang-orang di luar sidang. Penolakan untuk mendengarkan apa yang dikatakan roh Allah, dengan perantaraan Alkitab, kepada sidang mengenai hal ini menghambat mengalirnya roh Allah dalam kelompok-kelompok tersebut.—Why. 2:5, 7.
Langkah-langkah diambil pada tahun 1932 untuk mengoreksi situasi ini. Keprihatinan yang utama bukan apakah perasaan beberapa penatua terkemuka mungkin akan terluka atau apakah beberapa orang yang bergabung dengan sidang-sidang akan mengundurkan diri. Sebaliknya, hasrat dari saudara-saudara adalah untuk menyenangkan Yehuwa dan melakukan kehendak-Nya. Demi tujuan itu, terbitan The Watchtower tanggal 15 Agustus dan 1 September tahun itu menonjolkan pokok ”Organisasi Yehuwa”.
Artikel-artikel tersebut memperlihatkan dengan jelas bahwa semua orang yang benar-benar menjadi bagian dari organisasi Yehuwa akan melaksanakan pekerjaan yang menurut Firman-Nya harus dilaksanakan selama periode waktu ini. Artikel-artikel tersebut mendukung pandangan bahwa kedudukan sebagai penatua Kristen bukan suatu jabatan yang diberikan kepada seseorang yang dipilih melainkan suatu kondisi yang dapat diraih sesuai dengan pertumbuhan rohani. Penekanan khusus diberikan kepada doa Yesus bahwa para pengikutnya ”semua menjadi satu”—dalam kesatuan dengan Allah dan Kristus, dan dengan demikian dipersatukan satu sama lain dalam melakukan kehendak Allah. (Yoh. 17:21) Dan dengan hasil apa? Artikel kedua menjawab bahwa ”setiap orang dari kaum sisa harus menjadi saksi bagi nama dan kerajaan Allah Yehuwa”. Pengawasan tidak boleh dipercayakan kepada siapa pun yang gagal atau menolak untuk melakukan apa yang secara masuk akal dapat mereka lakukan untuk ikut serta dalam kesaksian umum.
Pada bagian penutup dari pembahasan artikel-artikel ini, sidang-sidang diundang untuk memberikan sebuah resolusi tanda persetujuan mereka. Maka pemilihan tahunan yang dilakukan di sidang-sidang bagi pria-pria yang akan menjadi penatua dan diaken dihapuskan. Di Belfast, Irlandia Utara, seperti juga di tempat-tempat lain, beberapa orang yang dulunya adalah ”penatua terpilih” meninggalkan sidang; orang-orang lain yang mendukung pandangan mereka turut keluar bersama mereka. Ini mengakibatkan penurunan jumlah orang yang bergabung dalam sidang tetapi justru itu yang memperkuat seluruh organisasi. Mereka yang tetap tinggal adalah orang-orang yang rela memikul tanggung jawab Kristen yaitu memberi kesaksian. Sebaliknya daripada menerapkan prosedur pemungutan suara bagi para penatua, sidang-sidang—masih menggunakan metode demokratis—memilih panitia dinasi yang terdiri dari pria-pria matang yang secara aktif ikut serta dalam kesaksian umum. Anggota-anggota sidang ini juga memberikan suara untuk memilih seorang ketua yang akan memimpin pertemuan-pertemuan, demikian juga halnya dalam memilih seorang sekretaris dan bendahara. Mereka semua adalah pria-pria yang tergolong saksi-saksi yang aktif dari Yehuwa.
Karena pengawasan sidang kini dipercayakan kepada pria-pria yang tidak berminat kepada kedudukan pribadi melainkan kepada melakukan pekerjaan Allah—memberi kesaksian tentang nama dan Kerajaan-Nya—dan yang memberi teladan melalui partisipasi mereka sendiri di dalamnya, gerak maju dari pekerjaan ini menjadi semakin lancar. Walaupun pada saat itu mereka tidak mengetahuinya, namun ada banyak yang harus dikerjakan, suatu kesaksian yang lebih luas daripada yang sudah diberikan sebelumnya, suatu pengumpulan yang tidak pernah mereka duga. (Yes. 55:5) Yehuwa terbukti menyiapkan mereka untuk itu.
Beberapa orang yang memiliki harapan untuk hidup kekal di bumi mulai bergabung dengan mereka.j Akan tetapi, Alkitab menubuatkan tentang pengumpulan dari perhimpunan besar (atau, kumpulan besar) dengan harapan akan terpelihara melampaui kesengsaraan besar mendatang. (Why. 7:9-14) Pada tahun 1935, identitas dari perhimpunan besar ini diperjelas. Perubahan dalam pemilihan para pengawas pada tahun 1930-an memperlengkapi organisasi dengan lebih baik untuk mengurus pekerjaan pengumpulan, pengajaran, dan pelatihan mereka.
Bagi kebanyakan Saksi-Saksi Yehuwa, pekerjaan yang meluas ini merupakan suatu perkembangan yang menggetarkan. Dinas pengabaran mereka mempunyai arti baru. Akan tetapi, ada yang tidak bergairah untuk mengabar. Mereka menahan diri, dan mencoba membenarkan ketidakaktifan mereka dengan membantah bahwa perhimpunan besar tidak akan dikumpulkan hingga setelah Armagedon. Namun kebanyakan dari mereka menganggap ini sebagai kesempatan lain untuk memperlihatkan loyalitas mereka kepada Yehuwa dan kasih mereka kepada sesama.
Bagaimana orang-orang dari kumpulan besar cocok dalam struktur organisasi? Kepada mereka diperlihatkan peranan yang Firman Allah tugaskan kepada ”kawanan kecil” dari orang-orang yang diurapi roh, dan dengan gembira mereka bekerja selaras dengan pengaturan itu. (Luk. 12:32-44) Mereka juga belajar bahwa, seperti orang-orang yang diurapi roh, mereka mempunyai tanggung jawab untuk membagikan kabar baik kepada orang-orang lain. (Why. 22:17) Karena mereka ingin menjadi rakyat dari Kerajaan Allah di bumi, Kerajaan itu harus menjadi hal yang utama dalam kehidupan mereka, dan hendaknya mereka bergairah dalam menceritakan kepada orang-orang lain tentang hal itu. Agar sesuai dengan gambaran Alkitab mengenai orang-orang yang akan dipelihara melampaui kesengsaraan besar ke dalam dunia baru Allah, mereka harus menjadi orang-orang yang ”terus berseru dengan keras, menyatakan, ’Kami berutang keselamatan kepada Allah kami, yang duduk di atas takhta, dan kepada Anak Domba.’” (Why. 7:10, 14, NW) Pada tahun 1937, seraya jumlah mereka makin bertambah dan gairah mereka kepada Tuhan menjadi nyata, mereka juga diundang untuk membantu memikul beban tanggung jawab dalam pengawasan sidang.
Akan tetapi, mereka diingatkan bahwa organisasi ini milik Yehuwa, bukan milik manusia mana pun. Tidak boleh ada perpecahan di antara kaum sisa terurap dengan mereka yang termasuk dalam kumpulan besar dari domba-domba lain. Mereka harus bekerja sama sebagai saudara dan saudari dalam dinas Yehuwa. Sebagaimana Yesus katakan, ”Ada lagi padaKu domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.” (Yoh. 10:16) Penggenapan berkenaan hal ini menjadi nyata.
Perkembangan yang menakjubkan dalam organisasi telah terjadi dalam jangka waktu yang relatif singkat. Namun apakah ada lagi yang perlu dikerjakan agar urusan-urusan sidang dapat ditangani selaras sepenuhnya dengan jalan-jalan Yehuwa sebagaimana diuraikan dalam Firman-Nya yang terilham?
Organisasi Teokratis
”Teokrasi” berarti ”Pemerintahan Allah”. Apakah pemerintahan semacam ini yang memerintah sidang-sidang? Apakah mereka bukan hanya menyembah Yehuwa, melainkan juga berpaling kepada-Nya agar dibimbing dalam urusan-urusan sidang mereka? Apakah mereka menyesuaikan diri sepenuhnya dengan apa yang Ia katakan tentang perkara-perkara ini dalam Firman-Nya yang terilham? Artikel ”Organisasi” yang terdiri dari dua bagian yang muncul dalam terbitan The Watchtower tanggal 1 dan 15 Juni 1938, dengan tegas menyatakan, ”Organisasi Yehuwa sama sekali bukan bersifat demokratis. Yehuwa adalah Yang Mahatinggi, dan pemerintahan atau organisasi-Nya benar-benar teokratis.” Namun, dalam sidang-sidang setempat dari Saksi-Saksi Yehuwa pada waktu itu, prosedur demokratis masih digunakan dalam memilih sebagian besar dari orang-orang yang bertanggung jawab mengawasi perhimpunan dan dinas pengabaran. Penyesuaian-penyesuaian lebih lanjut patut dibuat.
Namun, bukankah Kisah 14:23 menunjukkan bahwa para penatua di sidang-sidang ditetapkan kepada jabatan dengan ’mengacungkan tangan’, seperti pada pemungutan suara? Yang pertama dari artikel-artikel Watchtower yang berjudul ”Organisasi” mengakui bahwa ayat ini pada masa lalu telah disalahartikan. Pada abad pertama pengangkatan dilakukan di antara umat Kristen bukan dengan cara seluruh anggota sidang ’mengacungkan tangan’. Sebaliknya, diperlihatkan bahwa orang-orang yang ’mengacungkan tangan mereka’ adalah rasul-rasul dan orang-orang yang diberi wewenang oleh mereka. Hal ini dilakukan tidak melalui partisipasi mereka dalam suatu pemungutan suara di sidang tetapi dengan cara meletakkan tangan mereka pada pribadi-pribadi yang memenuhi syarat. Ini merupakan simbol pengesahan, persetujuan, atau pengangkatan.k Sidang-sidang Kristen masa awal pada waktu-waktu tertentu merekomendasi pria-pria yang memenuhi syarat, tetapi pemilihan terakhir atau persetujuan diberikan oleh para rasul, yang secara langsung ditugaskan oleh Kristus, atau oleh mereka yang menerima wewenang dari para rasul. (Kis. 6:1-6) The Watchtower menarik perhatian kepada fakta bahwa hanya dalam surat-surat kepada para pengawas yang bertanggung jawab (Timotius dan Titus) rasul Paulus, di bawah bimbingan roh kudus, memberikan instruksi untuk melantik para pengawas. (1 Tim. 3:1-13; 5:22; Tit. 1:5) Tidak satu pun dari surat-surat terilham yang ditujukan kepada sidang-sidang memuat instruksi-instruksi demikian.
Maka, bagaimana pengangkatan berkenaan pelayanan dilakukan dewasa ini dalam sidang-sidang? Analisis Watchtower tentang organisasi teokratis memperlihatkan dari Alkitab bahwa Yehuwa melantik Yesus Kristus sebagai ”kepala . . . jemaat”; bahwa ketika Kristus sebagai Majikan kembali, ia akan mempercayakan ”hamba yang setia dan bijaksana” dengan tanggung jawab atas ”segala miliknya”; bahwa hamba yang setia dan bijaksana ini terdiri dari semua yang hidup di bumi yang telah diurapi dengan roh kudus untuk menjadi sesama waris bersama Kristus dan yang secara terpadu melayani di bawah bimbingannya; dan bahwa Kristus akan menggunakan golongan hamba itu sebagai sarananya dalam menyediakan pengawasan yang diperlukan bagi sidang-sidang. (Kol. 1:18; Mat. 24:45-47; 28:18) Adalah tugas dari golongan hamba itu untuk dengan sungguh-sungguh menerapkan instruksi-instruksi yang dinyatakan dengan jelas dalam Firman Allah yang terilham, menggunakannya untuk menentukan siapa yang memenuhi syarat untuk kedudukan dalam pelayanan.
Karena hamba yang setia dan bijaksana menjadi wakil yang kelihatan yang akan Yesus gunakan (dan karena fakta-fakta sejarah zaman modern yang telah diteliti memperlihatkan bahwa ”hamba” ini menggunakan Lembaga Menara Pengawal sebagai sarana yang resmi), maka The Watchtower menjelaskan bahwa prosedur teokratis menuntut agar pengangkatan berkenaan pelayanan dilakukan melalui wakil ini. Bahkan sebagaimana sidang-sidang pada abad pertama mengakui badan pimpinan di Yerusalem, demikian pula dewasa ini sidang-sidang tidak akan sejahtera secara rohani tanpa pengawasan sentral.—Kis. 15:2-30; 16:4, 5.
Akan tetapi, agar menjaga segala sesuatu berada dalam perspektif yang benar, dijelaskan juga bahwa ketika The Watchtower mengacu kepada ”Lembaga”, ini tidak mengartikan semata-mata sebuah sarana resmi, tetapi juga suatu badan terdiri dari orang-orang Kristen terurap yang telah membentuk wadah resmi tersebut dan menggunakannya. Jadi istilah itu mengartikan hamba yang setia dan bijaksana beserta Badan Pimpinannya.
Bahkan sebelum artikel-artikel Watchtower yang berjudul ”Organisasi” terbit pada tahun 1938, ketika sidang-sidang di London, New York, Chicago, dan Los Angeles telah berkembang sedemikian rupa sampai dianggap layak untuk dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil, mereka telah meminta agar Lembaga mengangkat semua hamba mereka. Terbitan The Watchtower 15 Juni 1938 kemudian mengundang semua sidang lain agar mengambil tindakan serupa. Untuk tujuan itu, resolusi berikut diajukan,
”Kami, sebuah kompi dari umat Allah yang diambil bagi nama-Nya, dan sekarang di . . . . . . . . . . . . , mengakui bahwa pemerintahan Allah merupakan suatu teokrasi murni dan bahwa Yesus Kristus berada di bait dan dengan kuasa dan pengawasan yang penuh atas organisasi Yehuwa yang kelihatan, dan juga yang tidak kelihatan, dan bahwa ’LEMBAGA’ merupakan wakil Tuhan yang kelihatan di bumi, dan karena itu kami memohon agar ’Lembaga’ mengorganisasi kompi ini untuk pelayanan dan untuk melantik berbagai hamba, sehingga kami semua dapat bekerja sama dalam damai, keadilan, keharmonisan dan kesatuan yang sempurna. Bersama ini kami lampirkan daftar nama orang-orang yang ada dalam kompi ini yang bagi kami benar-benar tampak lebih matang dan yang dengan demikian tampak sangat cocok untuk mengisi kedudukan masing-masing yang telah ditetapkan untuk kepentingan pelayanan.”l
Secara praktis, semua sidang Saksi-Saksi Yehuwa langsung setuju dengan hal ini. Beberapa orang yang menahan diri segera berhenti sama sekali dalam keikutsertaan memberitakan Kerajaan dan dengan demikian berhenti menjadi Saksi-Saksi Yehuwa.
Manfaat dari Bimbingan Teokratis
Jelas bahwa jika pengajaran, standar tingkah laku, dan prosedur organisasi dan prosedur memberi kesaksian dapat diputuskan sendiri oleh setiap sidang, maka identitas dan persatuan organisasi akan segera lenyap. Saudara-saudara dapat dengan mudah dipisahkan oleh perbedaan sosial, kebudayaan, dan nasional. Di lain pihak, bimbingan teokratis akan menjamin bahwa manfaat kemajuan rohani akan menjangkau semua sidang di seluruh dunia tanpa hambatan. Dengan demikian persatuan sejati sebagaimana didoakan Yesus akan terjadi di antara para pengikutnya yang benar, dan pekerjaan penginjilan yang ia perintahkan dapat diselesaikan dengan tuntas.—Yoh. 17:20-22.
Akan tetapi, beberapa orang menuduh bahwa dengan menganjurkan perubahan organisasi, sebenarnya J. F. Rutherford hanya berupaya untuk memperoleh kekuasaan yang lebih besar atas Saksi-Saksi dan bahwa ia menggunakan cara ini untuk memaksakan wewenangnya sendiri. Apakah benar demikian halnya? Tidak diragukan bahwa Saudara Rutherford memiliki pendirian yang kuat. Ia berbicara dengan penuh kuasa dan tanpa kompromi terhadap apa yang diyakininya sebagai kebenaran. Ia dapat bersikap cukup kasar dalam menangani situasi-situasi bila ia memperhatikan bahwa orang-orang lebih prihatin mengenai diri sendiri daripada mengenai pekerjaan Tuhan. Namun Saudara Rutherford benar-benar rendah hati di hadapan Allah. Sebagaimana Karl Klein, yang menjadi anggota Badan Pimpinan pada tahun 1974, belakangan menulis, ”Doa-doa Saudara Rutherford yang dipersembahkan pada ibadah pagi . . . membuat saya mengasihinya. Walaupun ia mempunyai suara yang sedemikian kuat, namun pada waktu ia berbicara kepada Allah, suaranya kedengaran persis seperti suara seorang anak laki-laki yang berbicara kepada ayahnya. Betapa hal itu menyingkapkan hubungan yang baik dengan Yehuwa!” Saudara Rutherford yakin sepenuhnya akan identitas organisasi Yehuwa yang kelihatan, dan ia berupaya untuk memastikan bahwa tidak seorang atau kelompok orang mana pun yang dapat menghalangi saudara-saudara di wilayah mereka masing-masing untuk menerima manfaat yang penuh dari makanan rohani dan bimbingan yang Yehuwa sediakan bagi hamba-hamba-Nya.
Meskipun Saudara Rutherford melayani selama 25 tahun sebagai presiden Lembaga Menara Pengawal dan membaktikan seluruh energinya untuk memajukan pekerjaan organisasi, ia bukanlah pemimpin dari Saksi-Saksi Yehuwa, dan ia tidak ingin menjadi pemimpin. Pada suatu kebaktian di St. Louis, Missouri, tahun 1941, tidak lama sebelum kematiannya, ia berbicara mengenai masalah kepemimpinan, dengan berkata, ”Saya ingin memberi kesempatan bagi semua orang baru di sini untuk mengetahui pandangan saudara-saudara tentang seorang pria yang dianggap sebagai pemimpin saudara, supaya mereka tidak akan lupa. Setiap kali sesuatu muncul dan mulai bertumbuh, mereka mengatakan bahwa ada seseorang, seorang pemimpin yang mempunyai banyak pengikut. Jika ada di antara hadirin yang menganggap bahwa saya, pria yang sedang berdiri di sini, adalah pemimpin dari saksi-saksi Yehuwa, hendaklah ia mengatakan Ya.” Ini ditanggapi dengan keheningan yang mengesankan, dan diakhiri hanya oleh kata ”Tidak” yang tegas yang diucapkan oleh beberapa orang yang hadir. Sang pembicara melanjutkan, ”Jika saudara-saudara yang berada di sini percaya bahwa saya hanyalah salah seorang hamba Tuhan, dan kita bekerja bahu-membahu dalam satu kesatuan, melayani Allah dan melayani Kristus, hendaklah katakan Ya.” Secara serempak, hadirin meneriakkan ”Ya!” dengan penuh keyakinan. Pada bulan berikutnya hadirin di Inggris memberi sambutan yang persis sama.
Di beberapa daerah, manfaat dari organisasi teokratis cepat dirasakan. Di tempat-tempat lain, dibutuhkan waktu lebih lama; mereka yang tidak terbukti sebagai hamba-hamba yang matang dan rendah hati pada waktunya diganti, dan orang-orang lain dilantik.
Namun demikian, karena prosedur teokratis diterapkan dengan lebih sepenuhnya, Saksi-Saksi Yehuwa bersukacita ketika mereka mengalami apa yang dinubuatkan di Yesaya 60:17. Dengan menggunakan istilah kiasan untuk melukiskan keadaan yang lebih baik yang akan ada di kalangan hamba-hamba Allah, di ayat tersebut Yehuwa berkata, ”Sebagai ganti tembaga Aku akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Aku akan membawa perak, sebagai ganti kayu, tembaga, dan sebagai ganti batu, besi; Aku akan memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupmu.” Hal Ini tidak menggambarkan apa yang manusia akan lakukan, tetapi sebaliknya, menggambarkan apa yang Allah sendiri akan lakukan dan manfaat-manfaat yang akan diterima oleh hamba-hamba-Nya seraya mereka tunduk kepada prosedur tersebut. Perdamaian harus ada di tengah-tengah mereka. Kasih akan kebenaran harus menjadi kekuatan yang mendorong mereka untuk melayani.
Dari Brasil, Maud Yuille, istri dari pengawas cabang, menulis kepada Saudara Rutherford, ”Artikel ’Organisasi’ dalam terbitan Tower tanggal 1 dan 15 Juni [1938] mendorong saya untuk mengungkapkan beberapa patah kata kepada Saudara, yang dinas setianya dipakai Yehuwa, dan rasa syukur saya kepada Yehuwa atas pengaturan menakjubkan yang telah Ia buat bagi organisasi-Nya yang kelihatan, sebagaimana dijelaskan dalam dua majalah Watchtower ini. . . . Betapa leganya melihat akhir dari ’Otonomi Bagi Masing-Masing Wilayah’ termasuk ’hak-hak wanita’ dan prosedur lain yang tidak berdasarkan Alkitab yang membuat beberapa pribadi berpaling kepada pendapat setempat dan penilaian pribadi, bukan kepada [Allah Yehuwa dan Yesus Kristus], dengan demikian membawa celaan bagi nama Yehuwa. Memang benar bahwa baru ’belakangan ini saja Lembaga menunjuk semua orang yang ada dalam organisasi sebagai ”hamba-hamba”’, namun, saya perhatikan bahwa selama bertahun-tahun sebelum saat itu Saudara dalam surat kepada sesama Saudara, telah menyatakan diri sebagai ’saudaramu dan hambamu, bagi kemurahan-Nya’.”
Mengenai penyesuaian organisasi ini, cabang di Kepulauan Inggris melaporkan, ”Pengaruh yang baik dari hal ini cukup mengagumkan. Gambaran yang puitis dan bersifat nubuat mengenai hal ini dalam Yesaya pasal enam puluh, penuh dengan hal-hal yang indah tetapi tidak dibesar-besarkan. Setiap orang yang berada dalam kebenaran membicarakan hal ini. Ini menjadi topik utama dalam percakapan. Mereka semua diliputi perasaan yang menyegarkan—kesediaan untuk dengan semangat melangsungkan perjuangan yang bertujuan baik. Seraya ketegangan dunia meningkat, sukacita dalam pemerintahan teokratis melimpah.”
-
-
Perkembangan dalam Struktur OrganisasiSaksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah
-
-
[Kotak di hlm. 207]
Mengapa Ada Perubahan?
Ketika ditanya tentang perubahan pandangannya berkenaan pemilihan para penatua di berbagai kelompok dari umat Tuhan, C. T. Russell menjawab,
”Pertama-tama, saya bersegera meyakinkan saudara-saudara bahwa saya tidak pernah mengaku tidak bisa salah. . . . Kami tidak menyangkal bahwa kami sedang bertumbuh dalam pengetahuan, dan bahwa kami sekarang melihat terang yang agak berbeda dalam kehendak Tuhan berkenaan para Penatua atau para pemimpin dalam berbagai kelompok kecil dari umat-Nya. Kesalahan kami dalam menilai adalah dalam hal mengharapkan terlalu banyak dari saudara-saudara yang kami kasihi yang, karena masuk lebih dahulu ke dalam Kebenaran, dianggap sudah sewajarnya menjadi pemimpin-pemimpin dari kompi-kompi kecil ini. Pandangan ideal yang kami miliki dengan senang hati sehubungan dengan mereka adalah, bahwa pengetahuan akan Kebenaran mempunyai pengaruh yang membuat mereka menjadi sangat rendah hati, membuat mereka tergerak untuk menghargai keadaan mereka yang tidak berarti, dan bahwa apa pun yang mereka ketahui dan yang sanggup mereka sampaikan kepada orang-orang lain menjadikan mereka seperti juru bicara Allah dan karena digunakan oleh Dia. Harapan ideal kami adalah bahwa dalam segala hal orang-orang ini akan dapat menjadi teladan bagi kawanan; dan bahwa berkat pemeliharaan Tuhan, satu atau lebih saudara yang sama cakapnya, atau yang lebih cakap, dibawa masuk ke dalam kompi kecil ini, untuk menyampaikan Kebenaran, bahwa semangat kasih akan membimbing mereka untuk menghormati satu sama lain, dan dengan demikian membantu dan mendesak satu sama lain untuk berpartisipasi dalam dinas Gereja, yang adalah tubuh Kristus.
”Dengan pemikiran seperti ini, kami telah menyimpulkan bahwa takaran yang lebih besar bagi kemurahan dan kebenaran yang sepatutnya dipakai saat ini dan dihargai oleh umat Tuhan yang mengabdi membuat mereka tidak perlu mengikuti haluan yang dijelaskan oleh para rasul kepada Gereja masa awal. Kekeliruan kami adalah lalai untuk menyadari bahwa pengaturan yang digariskan oleh para rasul di bawah pengawasan ilahi lebih unggul daripada apa pun yang dapat dirumuskan oleh orang-orang lain, dan bahwa Gereja secara keseluruhan perlu memiliki peraturan-peraturan yang dibuat oleh para rasul sampai, melalui perubahan dalam kebangkitan, kita dinyatakan lengkap dan sempurna dan langsung berada dalam persatuan dengan sang Majikan.
”Lama-kelamaan kami sadar akan kekeliruan kami pada waktu kami memperhatikan adanya semangat bersaing sampai batas tertentu di antara saudara-saudara yang dikasihi, dan keinginan di pihak banyak saudara untuk memegang kepemimpinan dalam perhimpunan-perhimpunan sebagai suatu kedudukan bukan sebagai suatu pelayanan, dan mengucilkan serta menghambat saudara-saudara lain yang memiliki kemampuan alami yang sama dan pengetahuan akan Kebenaran serta kecakapan yang sama dalam menggunakan pedang Roh, untuk berkembang menjadi pemimpin-pemimpin.”—”Zion’s Watch Tower”, 15 Maret 1906, hlm. 90.
-
-
Perkembangan dalam Struktur OrganisasiSaksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah
-
-
[Kotak/Gambar di hlm. 215]
Pertanyaan-Pertanyaan V.D.M.
Huruf-huruf V.D.M. adalah singkatan dari kata-kata Latin ”Verbi Dei Minister”, atau Rohaniwan dari Firman Ilahi.
Pada tahun 1916, sebuah daftar pertanyaan mengenai perkara-perkara Alkitab disiapkan oleh Lembaga. Orang-orang yang akan mewakili Lembaga sebagai pembicara diminta untuk menjawab setiap pertanyaan secara tertulis. Hal ini memungkinkan Lembaga mengetahui pemikiran, perasaan, dan pengertian saudara-saudara ini berkenaan kebenaran dasar Alkitab. Jawaban tertulis diperiksa dengan teliti oleh suatu badan pemeriksa di kantor-kantor Lembaga. Mereka yang diakui memenuhi syarat sebagai pembicara sedikitnya harus sanggup menjawab dengan benar 85 persen dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Belakangan, banyak di antara para penatua, diaken, dan Siswa Alkitab lain menanyakan apakah mereka dapat memperoleh sebuah daftar pertanyaan. Pada waktunya, dinyatakan bahwa adalah bermanfaat jika kelas-kelas memilih sebagai wakil-wakil mereka hanya orang-orang yang memenuhi syarat sebagai V.D.M.
Pada waktu Lembaga memberi gelar Rohaniwan dari Firman Ilahi, ini tidak berarti bahwa pribadi tersebut telah dinobatkan. Ini hanya mengartikan bahwa badan pemeriksa di kantor-kantor Lembaga telah meninjau perkembangan orang itu dalam hal doktrin, dan sampai batas yang masuk akal dalam hal reputasinya, serta menyimpulkan bahwa ia layak untuk disebut seorang Rohaniwan dari Firman Ilahi.
Pertanyaan-pertanyaan V.D.M. adalah sebagai berikut:
(1) Apa yang pertama-tama Allah ciptakan?
(2) Apa arti kata ”Logos”, sebagaimana dihubungkan dengan Putra Allah? dan apa yang dimaksud dengan kata Bapa dan kata Putra?
(3) Kapan dan bagaimana dosa masuk ke dalam dunia?
(4) Apa hukuman Ilahi atas dosa dari para pedosa? dan siapakah para pedosa itu?
(5) Mengapa ”Logos” perlu diubah ke dalam tubuh jasmani? dan apakah Ia mengalami ”inkarnasi”?
(6) Bagaimana wujud Manusia Yesus Kristus sejak bayi sampai kematiannya?
(7) Bagaimana wujud Yesus sejak kebangkitannya; dan apa hubungan resmi antara Dia dan Yehuwa?
(8) Apa pekerjaan Yesus selama Masa Penginjilan—selama masa Pentakosta hingga sekarang?
(9) Sejauh ini apa yang telah dilakukan Allah Yehuwa bagi dunia umat manusia? dan apa yang dilakukan oleh Yesus?
(10) Apa maksud-tujuan Ilahi sehubungan dengan Gereja bila jumlahnya sudah lengkap?
(11) Apa maksud-tujuan Ilahi sehubungan dengan dunia umat manusia?
(12) Apa nasib orang-orang yang pada akhirnya tidak mau kembali ke jalan yang benar?
(13) Pahala atau berkat-berkat apa yang akan datang ke atas dunia umat manusia melalui ketaatan kepada Kerajaan Mesias?
(14) Dengan langkah-langkah apa seorang pedosa dapat memasuki hubungan yang sangat penting dengan Kristus dan dengan Bapa Surgawi?
(15) Setelah seorang Kristen diperanakkan oleh Roh Kudus, haluan apa yang diambilnya, sebagaimana ditunjukkan dalam Firman Allah?
(16) Apakah saudara telah berpaling dari dosa untuk melayani Allah yang hidup?
(17) Apakah saudara sudah membaktikan sepenuhnya kehidupan dan segenap kekuatan serta bakat saudara untuk Tuhan dan dinas-Nya?
(18) Apakah saudara telah melambangkan pembaktian ini dengan baptisan air?
(19) Apakah saudara telah mengucapkan Sumpah dari I. B. S. A. [International Bible Students Association] berkenaan kekudusan hidup?
(20) Apakah saudara telah membaca dengan saksama dan teliti keenam jilid dari STUDIES IN THE SCRIPTURES?
(21) Apakah saudara telah memperoleh banyak penerangan dan manfaat dari buku tersebut?
(22) Apakah saudara yakin bahwa saudara mempunyai pengetahuan Alkitab yang kuat dan permanen yang akan membuat saudara menjadi seorang hamba Tuhan yang lebih efisien sepanjang sisa hidup saudara?
-