PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Dengarkan​—Penjaga dari Yehuwa Berbicara!
    Menara Pengawal—1988 (Seri 52) | Menara Pengawal—1988 (Seri 52)
    • Nubuat-Nubuat yang Diperankan

      9. (a) Bagaimana Yehezkiel memberi teladan bagi kita? (b) Apa yang dilakukan Yehezkiel untuk menggambarkan pengepungan atas Yerusalem, dan apa yang diartikan oleh ke-390 hari dan ke-40 hari?

      9 Yehezkiel kemudian memerankan pantomim nubuat-nubuat dengan rendah hati dan berani, memberikan contoh yang seharusnya menggerakkan kita untuk melaksanakan dengan rendah hati dan penuh keberanian tugas-tugas yang diberikan Allah. Untuk menggambarkan pengepungan Babel, ia harus berbaring menghadap sebuah batu bata yang telah ia ukir dengan gambar Yerusalem. Yehezkiel harus berbaring pada sisi kirinya selama 390 hari untuk menanggung kesalahan kerajaan sepuluh suku Israel, kemudian pada sisi kanannya selama 40 hari untuk menanggung dosa kerajaan dua suku Yehuda. Satu hari melambangkan satu tahun. Jadi ke-390 tahun berlangsung sejak berdirinya Israel pada tahun 997 S.M. sampai kepada penghancuran Yerusalem pada tahun 607 S.M. Keempat puluh tahun bagi Yehuda berlangsung sejak Yeremia diangkat sebagai nabi Allah pada tahun 647 S.M. sampai Yehuda dihancurkan pada tahun 607 S.M.—Yehezkiel 4:1-8; Yeremia 1:1-3.

      10. Bagaimana Yehezkiel memerankan pengaruh dari pengepungan, dan pelajaran apa yang dapat kita tarik bahwa Yehuwa memeliharanya?

      10 Selanjutnya Yehezkiel memerankan pengaruh pengepungan tersebut. Untuk menggambarkan kelaparan, ia hidup hanya dengan delapan ons makanan dan kira-kira setengah liter air setiap hari. Rotinya (campuran yang melanggar hukum terdiri dari gandum, jelai, buncis besar, kacang merah kecil, jawan dan sekoi dibakar di atas kotoran hewan) adalah najis. (Imamat 19:19) Tindakan ini menunjukkan bahwa penghuni Yerusalem akan mengalami kelaparan yang besar. Tetapi betapa membesarkan hati untuk mengetahui bahwa sama seperti Yehuwa memelihara Yehezkiel melalui keadaan-keadaan yang sulit, Allah juga akan membantu kita tetap setia dan memenuhi penugasan pengabaran kita meskipun menghadapi semua kesukaran!—Yehezkiel 4:9-17.

      11. (a) Tindakan-tindakan apa disebut dalam Yehezkiel 5:1-4, dan apa artinya? (b) Fakta bahwa Allah menggenapi peran-peran yang dimainkan Yehezkiel hendaknya membawa pengaruh apa atas kita?

      11 Menggunakan sebuah pedang, Yehezkiel kemudian mencukur rambut dan janggutnya. (Baca Yehezkiel 5:1-4.) Mereka yang mati karena kelaparan dan penyakit sampar akan seperti sepertiga dari rambut sang nabi yang ia bakar di tengah-tengah Yerusalem. Mereka yang mati karena perang akan seperti sepertiga yang dipotong dengan pedang. Mereka yang selamat akan diceraiberaikan di antara bangsa-bangsa seperti sepertiga dari rambutnya yang dihamburkan ke angin. Tetapi beberapa orang yang dibuang akan menjadi seperti segelintir rambut yang diambil dari yang diceraiberaikan tersebut dan dibungkus di dalam punca jubah Yehezkiel untuk menunjukkan bahwa mereka akan kembali kepada ibadat sejati di Yehuda setelah ke-70 tahun pembuangan. (Yehezkiel 5:5-17) Fakta bahwa Yehuwa menggenapi hal ini dan peran-peran nubuat lain seharusnya menggerakkan kita untuk percaya kepada-Nya sebagai Penggenap nubuat.—Yesaya 42:9; 55:11.

      Menghadapi Kehancuran!

      12. (a) Yehezkiel 6:1-7 menunjukkan bahwa para penyerbu akan melakukan apa? (b) Menurut nubuat Yehezkiel, siapakah Yerusalem jaman modern, dan apa yang akan terjadi atasnya?

      12 Pada tahun 613 S.M., Yehezkiel berbicara kepada negeri itu untuk menunjukkan apa yang akan menimpa penduduk Yehuda yang murtad. (Baca Yehezkiel 6:1-7.) Para penyerbu akan menghancurkan bukit-bukit pengorbanan, pedupaan-pedupaan, dan mezbah-mezbah yang digunakan dalam ibadat palsu. Pemikiran akan datangnya kehancuran melalui kelaparan, penyakit, dan peperangan akan membuat seseorang berteriak ”Awas!” dan menekankan hal ini dengan bertepuk tangan dan menghentakkan kaki. Para pezinah rohani akan rebah mati mengotori tempat-tempat tinggi. Pada waktu Susunan Kristen, gambaran dari Yerusalem, menderita penghancuran yang serupa, ia akan tahu bahwa malapetakanya datang dari Yehuwa.—Yehezkiel 6:8-14.

      13. Apakah ”tunas” di tangan Yehuwa, dan apa akibat penggunaannya?

      13 ’Akhirnya segera datang atas keempat penjuru tanah itu,’ sistem agama Yehuda yang tidak setia. Suatu ”malapetaka” dari hal-hal yang mengerikan akan mengelilingi para pezinah rohani ketika ”tunas” di tangan Allah—Nebukadnezar dan pasukan Babelnya—bertindak melawan umat Yehuwa dan mezbah-Nya. Mereka yang terdiri dari para pembeli dan penjual Yehuda akan dibunuh atau dibawa ke pembuangan, dan tangan dari mereka yang mungkin tetap hidup akan jatuh karena lelah. Pada saat kehancuran sistem agama palsu mereka, mereka seolah-olah mencukur gundul kepala mereka dalam perkabungan.—Yehezkiel 7:1-18.

      14. Bagaimana suap tidak berguna bagi Yerusalem, dan hal itu menunjukkan apa mengenai Susunan Kristen?

      14 Yehuwa dan kuasa pelaksana penghukuman-Nya tidak dapat disuap. (Baca Yehezkiel 7:19.) Suap tidak dapat menyelamatkan ’rumah yang berharga,’ Ruang Maha Kudus, dari kenajisan seraya ”perampok-perampok” dari Kasdim mengambil perkakas suci dan meninggalkan bait dalam keadaan hancur. Yehuwa ’mengakhiri kecongkakan mereka, yang ditimbulkan oleh kekuatan mereka’ ketika Raja Zedekia ditangkap dan orang-orang terkemuka dalam imamat Lewi dibunuh. (2 Raja 25:4-7, 18-21) Tidak, para pedosa di Yerusalem yang terkepung tidak dapat menghindari penghukuman melalui suap ketika Allah ’menghukum mereka’ sebagai pelanggar perjanjian. Demikian pula, pada saat pencemaran yang sudah dekat atas perkara-perkara yang dianggap suci oleh Susunan Kristen, ia tidak dapat meloloskan diri dari pelaksanaan penghukuman ilahi atasnya melalui suap. Pada waktu itu sudah akan terlambat untuk mendengarkan ”penjaga” dari Yehuwa.—Yehezkiel 7:20-27.

  • Dengarkan​—Penjaga dari Yehuwa Berbicara!
    Menara Pengawal—1988 (Seri 52) | Menara Pengawal—1988 (Seri 52)
    • Ditandai untuk Selamat

      17. Tujuh laki-laki apa dilihat, dan apa yang mereka lakukan?

      17 Berikutnya, kita melihat tujuh orang laki-laki—seorang penulis dengan pakaian lenan dan enam lainnya dengan senjata pemukul. (Baca Yehezkiel 9:1-7.) Ke-”enam laki-laki” menggambarkan pasukan pelaksana penghukuman surgawi dari Yehuwa, meskipun Ia dapat juga menggunakan wakil-wakil duniawi. Mereka yang ditandai di dahi oleh ’laki-laki berpakaian lenan’ akan mendapat belas kasihan Allah karena mereka tidak setuju dengan hal-hal najis yang dilakukan di bait. Pelaksanaan penghukuman oleh ke-”enam laki-laki” dimulai di situ dengan ke-70 tua-tua yang berzinah, perempuan yang menangis di hadapan Tamus, dan ke-25 penyembah matahari. Mereka ini dan orang-orang lain yang tidak setia kepada Allah dibunuh oleh orang Babel pada tahun 607 S.M.

      18. (a) Siapakah ’laki-laki berpakaian lenan’ dewasa ini? (b) Apakah ”tanda” itu, siapa yang memilikinya dewasa ini, dan memilikinya akan menghasilkan apa?

      18 Gambaran ’laki-laki berpakaian lenan’ adalah golongan Kristen yang terurap. Mereka pergi dari rumah ke rumah untuk membubuhi tanda simbolis pada dahi mereka yang akan menjadi bagian dari ”kumpulan besar” ”domba-domba lain” milik Kristus. ”Tanda” ini adalah bukti bahwa domba demikian telah berbakti, orang-orang yang terbaptis yang memiliki kepribadian seperti Kristus. Mereka ’berkeluh kesah atas kekejian yang dilakukan’ di Susunan Kristen, dan mereka telah keluar dari Babel Besar, imperium agama palsu sedunia. (Wahyu 18:4, 5) ”Tanda” mereka akan membuat jelas bagi para pelaksana penghukuman Allah bahwa mereka harus diselamatkan selama ”siksaan yang dahsyat.” Mereka dapat mempertahankan ”tanda” itu dengan ambil bagian bersama golongan terurap untuk membubuhi tanda pada dahi orang-orang lain lagi. Jadi, jika saudara telah diberikan ’tanda itu,’ rajinlah ambil bagian dalam pekerjaan ’memberi tanda.’—Yehezkiel 9:8-11.

      Kehancuran yang Menghanguskan Ada di Hadapan!

      19. Apa yang disebarkan ke seluruh Susunan Kristen oleh ”laki-laki yang berpakaian lenan”?

      19 Laki-laki yang berpakaian lenan masuk di antara roda-roda dari kereta perang surgawi untuk mengambil bara api. Ini kemudian dihamburkan ke atas Yerusalem, memberikan peringatan di muka bahwa kehancurannya akan merupakan pernyataan murka Yehuwa yang menyala-nyala. (Yehezkiel 10:1-8; Ratapan 2:2-4; 4:11) Pada jaman Yehezkiel, murka Yehuwa dicurahkan melalui orang Babel. (2 Tawarikh 36:15-21; Yeremia 25:9-11) Tetapi bagaimana dengan jaman kita? ’Laki-laki berpakaian lenan’ dewasa ini menyebarkan berita Allah yang menghanguskan kepada Susunan Kristen sebagai pemberitahuan bahwa murka ilahi segera akan dijatuhkan atasnya dan seluruh bagian lain dari Babel Besar. Tentu, mereka yang menolak untuk mendengar kepada ”penjaga” dari Yehuwa tidak memiliki harapan untuk selamat.—Yesaya 61:1, 2; Wahyu 18:8-10, 20.

      20. (a) Bagaimana hendaknya keharmonisan di antara roda-roda kereta perang surgawi dan para kerub mempengaruhi kita? (b) Apa yang dilakukan beberapa pangeran, dan dengan salah mereka mengumpamakan Yerusalem seperti apa?

      20 Perhatian sekali lagi dibawa kepada kereta perang surgawi, organisasi surgawi Allah. Memperhatikan keselarasan antara roda-roda kereta dengan para kerub, kita hendaknya tergerak untuk sepenuhnya bekerjasama dengan organisasi Allah di bumi. Karena loyal, kita juga ingin menjaganya dari pria-pria yang jahat. (Yehezkiel 10:9-22) Di jaman Yehezkiel, terdapat pria-pria demikian karena ia melihat 25 pangeran pemerintahan merencanakan pemberontakan melawan kuasa penghukum yang ditunjuk Allah dengan bekerjasama dan meminta bantuan Mesir. Mereka mengumpamakan Yerusalem sebagai periuk, dan diri mereka sendiri adalah daging yang aman di dalamnya. Tetapi betapa salah mereka! ”Pedang” ”orang-orang asing” Babel akan membunuh beberapa dari mereka ini, sedangkan yang lain akan menjadi tawanan. Ini akan terjadi seraya Allah menuntut orang Yahudi atas tindakan mereka melanggar perjanjian-Nya. (Yehezkiel 11:1-13; Keluaran 19:1-8; 24:1-7; Yeremia 52:24-27) Karena Susunan Kristen mengaku memiliki perjanjian dengan Allah namun menaruh keyakinan mereka kepada persekutuan-persekutuan duniawi, ia akan dihancurkan di bawah kuasa pelaksana penghukuman yang ditunjuk Yehuwa.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan