-
Yesus Menyembuhkan Gadis yang Kesurupan dan Pria yang TuliYesus—Jalan, Kebenaran, Kehidupan
-
-
Dari Fenisia, Yesus dan para muridnya pergi ke arah Sungai Yordan. Kelihatannya, mereka menyeberangi Sungai Yordan dari sebelah utara Laut Galilea lalu pergi ke daerah Dekapolis. Di sana, Yesus dan para murid naik ke gunung, tapi orang-orang berhasil menemukan mereka. Orang-orang itu datang membawa orang yang lumpuh, cacat, buta, dan bisu. Mereka membaringkan orang-orang sakit itu di dekat kaki Yesus, dan Yesus menyembuhkan mereka. Orang-orang sangat kagum melihatnya. Mereka pun memuji Yehuwa, Allah Israel.
Yesus memberikan perhatian khusus kepada seorang pria yang tuli dan sulit berbicara. Bayangkan perasaan pria itu ketika berada di antara kerumunan orang. Yesus kemungkinan tahu bahwa pria ini merasa tidak nyaman, jadi dia mengajaknya pergi ke tempat yang sepi. Sewaktu mereka hanya berdua saja, Yesus menunjukkan apa yang akan dia lakukan. Dia memasukkan kedua jarinya ke kedua telinga pria itu. Lalu, Yesus meludah dan menyentuh lidah pria tersebut. Setelah itu, Yesus melihat ke langit dan berkata, ”Effata,” yang berarti ”Terbukalah”. Pria itu langsung bisa mendengar dan berbicara dengan normal. Yesus melarang dia menceritakan hal ini kepada orang-orang. Dia mau orang beriman kepadanya karena melihat sendiri perbuatannya dan mendengar ajarannya.—Markus 7:32-36.
Mukjizat penyembuhan yang Yesus lakukan membuat orang ”benar-benar kagum”. Mereka berkata, ”Semua yang dia lakukan luar biasa! Dia bahkan membuat yang tuli mendengar dan yang bisu berbicara!”—Markus 7:37.
-
-
Yesus Melipatgandakan Roti dan Memperingatkan tentang RagiYesus—Jalan, Kebenaran, Kehidupan
-
-
Di Dekapolis, di sebelah timur Laut Galilea, kumpulan orang datang kepada Yesus. Mereka ingin mendengarkan ajarannya dan disembuhkan. Orang-orang ini membawa keranjang-keranjang besar berisi makanan.
Setelah beberapa waktu, Yesus memberi tahu murid-muridnya, ”Aku kasihan kepada orang-orang ini. Sudah tiga hari mereka bersamaku, dan mereka tidak punya makanan. Kalau aku menyuruh mereka pulang dengan lapar, mereka akan pingsan di jalan, dan di antara mereka ada yang datang dari jauh.” Murid-murid berkata, ”Tempat ini jauh dari mana-mana. Dari mana kita bisa dapat cukup roti untuk mengenyangkan orang-orang ini?”—Markus 8:2-4.
Yesus bertanya, ”Kalian punya berapa roti?” Murid-muridnya menjawab, ”Tujuh, dan ada beberapa ikan kecil.” (Matius 15:34) Yesus lalu menyuruh orang-orang duduk. Dia mengambil roti dan ikan itu, berdoa kepada Allah, dan memberikannya kepada para murid untuk dibagikan. Semua orang makan sampai kenyang! Sisanya bahkan tujuh keranjang besar, padahal yang makan jumlahnya 4.000 pria, belum termasuk wanita dan anak-anak!
Setelah Yesus meminta kumpulan orang itu pergi, dia dan para murid naik perahu ke Magadan, yang terletak di pesisir barat Laut Galilea.
-