PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Empat Murid Dipanggil
    Tokoh Terbesar Sepanjang Masa
    • Empat Murid Dipanggil

      SETELAH upaya untuk membunuh Yesus di kota asalnya Nazaret, ia pindah ke kota Kapernaum dekat Laut Galilea. Ini menggenapi nubuat Yesaya yang lain. Yakni nubuat bahwa orang-orang Galilea yang tinggal dekat laut akan melihat terang besar.

      Seraya Yesus di sini meneruskan pekerjaan pengabaran Kerajaannya yang membawa terang, ia mencari empat muridnya. Mereka ini sebelumnya telah mengadakan perjalanan bersama Yesus tetapi kembali kepada usaha menangkap ikan sewaktu pulang dari Yudea bersama dia. Kemungkinan, Yesus pada waktu itu mencari mereka, karena sudah waktunya mempunyai pembantu tetap yang dapat dilatih untuk meneruskan pelayanan setelah ia pergi.

      Maka seraya Yesus berjalan sepanjang pantai dan melihat Simon Petrus serta teman-temannya mencuci jala mereka, ia pergi mendekati mereka. Ia naik ke dalam perahu Petrus dan meminta dia bertolak meninggalkan daratan. Ketika mereka telah sedikit jauh, Yesus duduk dalam perahu dan mulai mengajar orang banyak yang berada di tepi pantai.

      Setelah itu, Yesus berkata kepada Petrus, ”Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”

      ”Guru,” Petrus menjawab, ”telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”

      Sewaktu jala diturunkan, begitu banyak ikan tertangkap sehingga jala mulai koyak. Dengan segera, mereka memberi isyarat kepada teman-teman mereka di perahu terdekat untuk datang membantu. Segera kedua perahu penuh dengan begitu banyak ikan sehingga mulai tenggelam. Ketika Petrus melihat hal ini, ia tersungkur di depan Yesus dan berkata, ”Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”

      ”Jangan takut,” jawab Yesus. ”Mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”

      Yesus juga mengundang Andreas, saudara dari Petrus. ”Mari, ikutlah Aku,” ia berkata kepada mereka, ”dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Teman nelayan mereka Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, diberikan undangan yang sama, dan mereka juga menyambutnya tanpa ragu-ragu. Maka keempat orang ini meninggalkan usaha menangkap ikan mereka dan menjadi empat pengikut pertama yang tetap dari Yesus. Lukas 5:1-11; Matius 4:13-22; Markus 1:16-20; Yesaya 8:23; 9:1.

  • Lebih Banyak Mukjizat di Kapernaum
    Tokoh Terbesar Sepanjang Masa
    • Lebih Banyak Mukjizat di Kapernaum

      PADA hari Sabat setelah Yesus memanggil empat murid pertamanya—Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes—mereka semua pergi ke sinagoge setempat di Kapernaum. Di sana Yesus mulai mengajar, dan orang-orang takjub karena ia mengajar mereka seperti orang yang berkuasa dan tidak seperti para ahli Taurat.

      Pada hari Sabat ini ada seorang yang kerasukan setan. Setelah beberapa waktu, ia berteriak dengan suara keras, ”Apa urusanMu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”

      Roh jahat yang menguasai orang tersebut sebenarnya adalah salah satu dari malaikat Setan. Yesus menghardik roh jahat dan berkata, ”Diam, keluarlah dari padanya!”

      Maka, roh jahat itu menggoncang-goncangkan orang itu dan menjerit dengan suara nyaring. Akan tetapi ia keluar dari orang tersebut tanpa menyakitinya. Semua orang benar-benar takjub! ”Apa ini?” tanya mereka. ”Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintahNya dan mereka taat kepadaNya.” Berita mengenai hal ini tersebar ke seluruh daerah sekitarnya.

      Setelah meninggalkan sinagoge, Yesus serta murid-muridnya pergi ke rumah Simon, atau Petrus. Di sana ibu mertua Petrus sakit keras dan demam tinggi. ‘Tolonglah dia,’ mereka memohon. Maka Yesus mendekat, memegang tangannya dan membangunkan dia. Segera ia sembuh dan mulai menyediakan makanan bagi mereka!

      Kemudian, sesudah matahari terbenam, orang-orang dari segala penjuru mulai berdatangan ke rumah Petrus membawa orang sakit. Segera seluruh penduduk kota berkerumun di depan pintu! Dan Yesus menyembuhkan semua orang sakit, apa pun penyakit mereka. Ia bahkan membebaskan orang dari roh-roh jahat. Seraya diusir ke luar, roh-roh jahat itu berteriak, ”Engkau adalah Anak Allah.” Akan tetapi Yesus menghardik dan melarang mereka berbicara karena mereka tahu bahwa ia adalah Kristus. Markus 1:21-34; Lukas 4:31-41; Matius 8:14-17.

  • Alasan Yesus Datang ke Bumi
    Tokoh Terbesar Sepanjang Masa
    • SAAT Yesus berada di Kapernaum bersama keempat muridnya merupakan hari yang sibuk, diakhiri dengan orang-orang Kapernaum membawa kepadanya semua orang sakit untuk disembuhkan pada sore hari itu. Tidak ada waktu bagi diri sendiri.

      Keesokan harinya pagi-pagi sekali, sewaktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi ke luar seorang diri. Ia berjalan ke tempat yang sepi untuk berdoa sendirian kepada Bapaknya. Akan tetapi, keadaan ini hanya sebentar karena ketika Petrus dan yang lain-lain tahu bahwa Yesus tidak ada, mereka pergi mencari dia.

      Sewaktu mereka bertemu Yesus, Petrus berkata, ”Semua orang mencari Engkau.” Orang-orang di Kapernaum ingin Yesus tinggal bersama mereka. Mereka sangat menghargai apa yang telah ia lakukan bagi mereka! Akan tetapi, apakah Yesus datang ke bumi hanya untuk melakukan penyembuhan secara mukjizat saja? Apa yang ia katakan tentang hal ini?

      Menurut salah satu kisah Alkitab, Yesus menjawab murid-muridnya, ”Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Walaupun orang-orang mendesak Yesus untuk tinggal, ia memberi tahu mereka, ”Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan