PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Dijamu oleh Seorang Farisi
    Tokoh Terbesar Sepanjang Masa
    • ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu tidak dapat datang.”

      Dalih-dalih yang tidak masuk akal! Ladang atau ternak biasanya diperiksa sebelum dibeli, jadi bukanlah hal yang mendesak untuk memeriksanya setelah dibeli. Demikian juga, perkawinan seseorang seharusnya tidak mencegahnya untuk menerima undangan yang begitu penting. Maka sewaktu mendengar dalih-dalih tersebut, sang majikan menjadi marah serta memerintahkan hambanya:

      ”Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. . . . Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuanKu.”

  • Dijamu oleh Seorang Farisi
    Tokoh Terbesar Sepanjang Masa
    • ”hamba” yang menyampaikan undangan, Kristus Yesus;

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan