PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Para Rasul Bertanya tentang Peristiwa-Peristiwa di Masa Depan
    Yesus—Jalan, Kebenaran, Kehidupan
    • Para Rasul Bertanya tentang Peristiwa-Peristiwa di Masa Depan

      MATIUS 24:3-51 MARKUS 13:3-37 LUKAS 21:7-38

      • TANDA KEHADIRAN YESUS DAN PENUTUP ZAMAN

      • NUBUAT YESUS MENJADI KENYATAAN PADA ZAMAN DULU DAN ZAMAN SEKARANG

      • KITA HARUS SELALU BERJAGA-JAGA

      Sekarang hari Selasa sore, dan tanggal 11 Nisan sebentar lagi berakhir. Pelayanan Yesus di bumi juga hampir selesai. Beberapa hari ini, Yesus sibuk mengajar di bait pada siang hari, dan malamnya dia menginap di luar Yerusalem. Banyak orang senang mendengarkan Yesus, jadi ”pagi-pagi sekali, semua orang datang ke bait”. (Lukas 21:37, 38) Tapi, Yesus tidak akan ke bait lagi. Sekarang, dia duduk di Gunung Zaitun bersama empat rasulnya, yaitu Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes.

      Empat rasul ini mendatangi Yesus karena dia sebelumnya menubuatkan bahwa tidak akan ada batu dari bait yang dibiarkan tersusun. Jadi, mereka ingin tahu apa yang akan terjadi atas bait. Tapi, bukan hanya itu yang mereka pikirkan. Yesus sebelumnya menasihati mereka, ”Tetaplah siaga, karena Putra manusia akan datang pada jam yang tidak kalian sangka.” (Lukas 12:40) Dia juga pernah berbicara tentang ”hari Putra manusia menunjukkan kuasanya”. (Lukas 17:30) Para rasul ingin tahu apakah hal-hal itu ada hubungannya dengan kata-kata Yesus tentang bait. Mereka berkata, ”Beri tahu kami, kapan hal-hal itu akan terjadi, dan apa yang akan menjadi tanda kehadiranmu dan tanda penutup zaman ini?”​—Matius 24:3.

      Mereka mungkin ingin tahu tentang kehancuran bait di Yerusalem, yang terlihat dari tempat mereka duduk. Selain itu, mereka bertanya tentang kehadiran Putra manusia sebagai Raja. Mereka bisa jadi ingat perumpamaan Yesus tentang ’bangsawan yang pergi ke negeri yang jauh untuk menjadi raja, dan setelah itu akan kembali’. (Lukas 19:11, 12) Para rasul ini juga ingin tahu apa ”tanda penutup zaman ini”.

      Jawaban Yesus sangat terperinci. Dia memberitahukan tanda yang menunjukkan kapan zaman Yahudi pada waktu itu berakhir dan bait mereka dihancurkan. Tanda ini juga membantu orang Kristen untuk tahu apakah mereka sekarang hidup pada masa ’kehadiran’ Yesus, yang adalah penutup zaman akhir.

      Seiring berlalunya waktu, para rasul bisa melihat bahwa nubuat Yesus menjadi kenyataan. Banyak nubuat Yesus mulai terjadi pada zaman mereka. Karena itu, pada tahun 70 M, yaitu 37 tahun setelah Yesus menyampaikan nubuatnya, para pengikutnya bisa siap menghadapi akhir zaman Yahudi dan kehancuran bait mereka. Namun pada tahun itu, tidak semua nubuat Yesus sudah menjadi kenyataan. Masih ada nubuat yang akan terjadi selama kehadiran Yesus sebagai Raja Kerajaan Allah. Apa saja itu?

      Yesus menubuatkan bahwa akan ada ”peperangan dan berita-berita perang” dan ”bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan”. (Matius 24:6, 7) Dia juga mengatakan bahwa ”akan ada gempa bumi yang besar, dan di mana-mana akan ada kekurangan makanan dan wabah penyakit”. (Lukas 21:11) Yesus lalu memperingatkan murid-muridnya, ”Orang-orang akan menangkap dan menganiaya kalian.” (Lukas 21:12) Selain itu, akan ada nabi-nabi palsu yang menyesatkan banyak orang. Kejahatan akan meningkat, dan kebanyakan orang tidak akan memiliki kasih. Yesus juga berkata bahwa ”kabar baik tentang Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi, sebagai kesaksian bagi semua bangsa, kemudian akhir itu akan datang”.​—Matius 24:14.

      Sebagian nubuat itu terjadi sebelum dan selama Yerusalem dihancurkan oleh orang Romawi. Tapi, nubuat itu menjadi kenyataan dalam skala yang lebih besar pada zaman kita. Bukankah kita sekarang sudah melihat buktinya?

      Salah satu tanda kehadiran Yesus adalah munculnya ”hal menjijikkan yang membawa kehancuran”. (Matius 24:15) Ini terjadi pada tahun 66 M, ketika pasukan Romawi ”berkemah di sekeliling Yerusalem” dan merusak sebagian tembok kota itu. Mereka membawa bendera-bendera yang menunjukkan penyembahan berhala mereka. (Lukas 21:20) Jadi, ”hal menjijikkan” ini ada di tempat yang tidak seharusnya, yaitu di kota yang dianggap kudus oleh bangsa Yahudi.

      Yesus juga bernubuat, ”Akan ada kesengsaraan besar yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang, dan tidak akan terjadi lagi.” Pada tahun 70 M, pasukan Romawi menghancurkan Yerusalem, ”kota suci” itu, beserta baitnya. Orang Yahudi mengalami kesengsaraan yang besar, dan ribuan orang kehilangan nyawa. (Matius 4:5; 24:21) Yerusalem tidak pernah dihancurkan sampai seperti itu, dan orang Yahudi tidak pernah begitu sengsara. Karena bait sudah hancur, berakhirlah pengaturan ibadah yang telah dijalankan orang Yahudi selama berabad-abad. Jelaslah, sewaktu kata-kata Yesus terjadi dalam skala yang lebih besar nanti, keadaannya juga akan sangat parah.

      PARA PENGIKUT YESUS BISA TETAP OPTIMIS SELAMA AKHIR ZAMAN

      Yesus belum selesai menjelaskan tentang tanda kehadirannya sebagai Raja Kerajaan Allah dan tanda penutup zaman akhir. Sekarang, Yesus memperingatkan mereka bahwa banyak ’Kristus palsu dan nabi palsu’ akan mencoba menyesatkan ”orang-orang pilihan”. (Matius 24:24) Tapi, orang-orang pilihan ini tidak akan disesatkan, karena mereka tahu bahwa kehadiran Yesus tidak akan terlihat, sedangkan Kristus-Kristus palsu hanyalah manusia yang kelihatan.

      Yesus lalu menjelaskan apa yang akan terjadi selama kesengsaraan besar pada akhir zaman. Dia berkata, ”Matahari akan menjadi gelap, bulan tidak akan bercahaya, bintang-bintang akan jatuh dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan terguncang.” (Matius 24:29) Para rasul yang mendengar gambaran yang mengerikan itu tidak tahu pasti apa yang akan terjadi. Yang jelas, peristiwa itu pasti akan sangat dahsyat.

      Bagaimana reaksi orang-orang ketika peristiwa-peristiwa ini terjadi? Yesus menjelaskan, ”Orang akan pingsan karena ketakutan dan karena membayangkan apa yang akan menimpa bumi, sebab kuasa-kuasa langit akan terguncang.” (Lukas 21:26) Jelaslah, itu akan menjadi masa paling kelam sepanjang sejarah manusia.

      Namun, Yesus menunjukkan bahwa tidak semua orang akan takut saat Putra manusia datang ”dengan kuasa dan kemuliaan yang besar”. (Matius 24:30) Yesus berkata bahwa ada ”orang-orang pilihan” yang akan Allah selamatkan. (Matius 24:22) Jadi, bagaimana seharusnya tanggapan para pengikut Yesus ketika berbagai peristiwa menakutkan itu terjadi? Yesus berkata, ”Sewaktu hal-hal itu mulai terjadi, berdirilah dengan tegak dan angkat kepala kalian, karena kalian akan segera dibebaskan.”​—Lukas 21:28.

      Tapi, bagaimana orang Kristen bisa tahu bahwa akhir itu sudah dekat? Untuk menjelaskannya, Yesus memberikan perumpamaan tentang pohon ara. Dia berkata, ”Begitu dahan-dahan mudanya menjadi lembut dan berdaun, kalian tahu musim panas sudah dekat. Begitu juga, kalau kalian melihat semua hal itu, kalian harus tahu bahwa Putra manusia sudah di ambang pintu. Sesungguhnya kukatakan, generasi ini tidak akan lenyap sampai semuanya itu terjadi.”​—Matius 24:32-34.

      Jadi, ketika para pengikut Yesus melihat berbagai nubuat itu menjadi kenyataan, mereka bisa tahu bahwa akhir itu sudah dekat. Yesus kemudian memberikan peringatan bagi para pengikutnya yang hidup pada akhir zaman itu:

      ”Mengenai hari dan jamnya, tidak ada yang tahu. Malaikat-malaikat di surga tidak tahu, Putra pun tidak. Hanya Bapak yang tahu. Masa kehadiran Putra manusia akan sama seperti zaman Nuh. Sebelum Air Bah, orang-orang makan dan minum, pria-pria menikah dan wanita-wanita dinikahkan, sampai hari Nuh masuk ke dalam bahtera. Mereka tidak memperhatikan sampai Air Bah datang dan melenyapkan mereka semua. Begitulah keadaannya nanti pada masa kehadiran Putra manusia.” (Matius 24:36-39) Jadi, sama seperti Air Bah pada zaman Nuh melanda seluruh dunia, kehadiran Yesus akan memengaruhi semua manusia.

      Para rasul yang mendengarkan Yesus di Gunung Zaitun itu sadar bahwa mereka perlu tetap siap. Yesus memperingatkan, ”Hati-hatilah, jangan sampai hati kalian terbebani karena makan berlebihan, minum berlebihan, dan mengkhawatirkan hidup, supaya hari itu tidak tiba-tiba menimpa kalian seperti perangkap. Sebab hari itu akan menimpa semua orang yang tinggal di seluruh bumi. Jadi, kalian harus tetap waspada dan selalu memohon supaya kalian berhasil selamat dari semua hal yang harus terjadi itu, dan bisa berdiri di hadapan Putra manusia.”​—Lukas 21:34-36.

      Jelaslah, Yesus tidak berbicara tentang kehancuran kota Yerusalem yang hanya memengaruhi bangsa Yahudi. Sebaliknya, dia membicarakan hal-hal yang ”akan menimpa semua orang yang tinggal di seluruh bumi”. Jadi, Yesus sekali lagi menunjukkan bahwa nubuatnya akan terjadi dalam skala yang lebih besar.

      Yesus mengatakan bahwa murid-muridnya harus tetap waspada dan siap. Untuk menandaskan hal ini, Yesus memberikan perumpamaan lain. Dia berkata, ”Pikirkan ini: Kalau tuan rumah sudah tahu pada jam berapa pencuri akan datang, dia pasti tetap berjaga dan tidak membiarkan rumahnya dibobol. Jadi pastikan bahwa kalian siap, karena Putra manusia akan datang pada waktu yang tidak kalian sangka.”​—Matius 24:43, 44.

      Yesus lalu memberitahukan mengapa para pengikutnya bisa tetap optimis. Dia meyakinkan mereka bahwa sewaktu nubuatnya sedang terjadi, akan ada ”budak” yang tetap waspada dan rajin. Yesus memberikan perumpamaan ini: ”Siapa sebenarnya budak yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh majikannya untuk mengurus para pelayan rumahnya, untuk memberi mereka makanan pada waktu yang tepat? Bahagialah budak itu kalau saat majikannya datang, majikannya melihat dia sedang melakukan tugasnya! Sesungguhnya kukatakan, majikannya akan mengangkat dia untuk mengurus semua harta miliknya.” Tapi, seandainya budak itu menjadi jahat dan memperlakukan orang lain dengan buruk, sang majikan akan ”menghukum dia seberat-beratnya”.​—Matius 24:45-51; bandingkan Lukas 12:45, 46.

      Apa maksud Yesus? Dia tidak memaksudkan bahwa sekelompok pengikutnya akan menjadi jahat. Dia ingin mengingatkan para pengikutnya untuk selalu waspada dan rajin. Dia akan memperjelas hal ini dalam perumpamaan lain.

  • Perumpamaan tentang Sepuluh Gadis—Pentingnya Selalu Siap
    Yesus—Jalan, Kebenaran, Kehidupan
    • MATIUS 25:1-13

      • YESUS MENCERITAKAN PERUMPAMAAN TENTANG SEPULUH GADIS

      Yesus baru saja menjawab pertanyaan para rasul tentang tanda kehadirannya dan tanda penutup zaman. Sekarang, Yesus menceritakan sebuah perumpamaan tentang situasi pada masa kehadirannya, yang dapat terlihat jelas oleh orang-orang yang hidup pada masa itu. Perumpamaan ini diberikan agar para pengikut Yesus tahu sikap seperti apa yang harus mereka miliki.

      Yesus memulai perumpamaannya, ”Kerajaan surga bisa disamakan dengan sepuluh gadis yang membawa lampu minyak mereka dan keluar untuk menyambut pengantin laki-laki. Lima di antara mereka bodoh, dan lima lagi bijaksana.”​—Matius 25:1, 2.

      Yesus tidak memaksudkan bahwa setengah dari pengikutnya yang akan masuk ke Kerajaan surga itu bodoh dan setengah lainnya bijaksana. Tapi maksud Yesus, setiap muridnya bisa memilih untuk siap menantikan Kerajaan Allah atau malah sibuk melakukan hal-hal lain. Namun, Yesus yakin bahwa semua hambanya bisa tetap setia dan akhirnya diberkati Bapaknya.

      Dalam perumpamaan itu, sepuluh gadis tadi keluar untuk menyambut pengantin laki-laki dan mengikuti upacara pernikahan. Rencananya, ketika pengantin laki-laki datang, para gadis itu akan menerangi jalan dengan lampu-lampu yang mereka bawa. Mereka akan mengiringi pengantin laki-laki itu, yang mau membawa pengantin perempuan ke rumah yang sudah dia siapkan. Namun, apa yang terjadi?

      Yesus bercerita, ”Yang bodoh membawa lampu mereka tapi tidak membawa minyak, sedangkan yang bijaksana membawa lampu mereka dan juga minyak dalam botol mereka. Karena pengantin laki-laki belum datang juga, mereka semua mengantuk dan tertidur.” (Matius 25:3-5) Pengantin laki-laki itu tidak datang secepat yang diduga. Setelah menunggu cukup lama, gadis-gadis itu tertidur. Para rasul mungkin ingat perumpamaan Yesus lainnya tentang seorang bangsawan yang pergi ke negeri yang jauh dan ”akhirnya pulang” setelah menjadi raja.​—Lukas 19:11-15.

      Yesus lalu menceritakan apa yang terjadi ketika pengantin laki-laki akhirnya datang: ”Pada tengah malam, ada seruan, ’Pengantin laki-laki datang! Keluarlah untuk menyambutnya.’” (Matius 25:6) Apakah semua gadis itu siap menyambut kedatangannya?

      Yesus bercerita, ”Semua gadis itu bangun dan menyiapkan lampu mereka. Yang bodoh berkata kepada yang bijaksana, ’Beri kami sedikit minyak, karena lampu kami hampir mati.’ Yang bijaksana menjawab, ’Sepertinya tidak cukup untuk kami dan kalian. Pergi saja ke penjualnya dan beli sendiri.’”​—Matius 25:7-9.

      Lima gadis yang bodoh tidak siap menyambut sang pengantin laki-laki. Mereka tidak punya cukup minyak untuk lampu mereka, jadi mereka harus membelinya. Yesus mengatakan, ”Sementara mereka pergi membelinya, pengantin laki-laki datang. Gadis-gadis yang sudah siap pun masuk bersamanya ke pesta pernikahan, dan pintu ditutup. Setelah itu, gadis-gadis yang lain juga datang dan berkata, ’Pak, Pak, bukakan kami pintu!’ Dia menjawab, ’Saya katakan dengan sebenarnya kepada kalian, saya sama sekali tidak kenal kalian.’” (Matius 25:10-12) Karena mereka tidak siap, akibatnya sangat menyedihkan!

      Para rasul tahu bahwa pengantin laki-laki itu adalah Yesus sendiri. Sebelumnya, Yesus pernah menyamakan dirinya dengan seorang pengantin laki-laki. (Lukas 5:34, 35) Nah, siapakah para gadis itu? Ketika Yesus membahas tentang ”kawanan kecil” yang akan mewarisi Kerajaan Allah, Yesus pernah mengatakan, ”Berpakaianlah dan bersiaplah, dan pastikan lampu minyak kalian tetap menyala.” (Lukas 12:32, 35) Jadi, para rasul tahu bahwa gadis-gadis itu memaksudkan mereka sendiri dan anggota lainnya dari kawanan kecil. Peringatan apa yang ingin Yesus sampaikan melalui perumpamaan itu?

      Yesus dengan jelas memberitahukan hal itu di akhir perumpamaannya. Dia berkata, ”Teruslah berjaga-jaga, karena kalian tidak tahu hari ataupun jamnya.”​—Matius 25:13.

      Jadi, Yesus menasihati para pengikutnya untuk ’terus berjaga-jaga’ selama masa kehadirannya. Yesus akan datang, dan mereka harus siap menyambutnya seperti lima gadis yang bijaksana tadi. Dengan begitu, mereka akan terus mengingat harapan mereka yang luar biasa dan akhirnya mendapat berkat itu.

  • Perumpamaan tentang Talenta—Pentingnya Selalu Rajin
    Yesus—Jalan, Kebenaran, Kehidupan
    • MATIUS 25:14-30

      • YESUS MENCERITAKAN PERUMPAMAAN TENTANG TALENTA

      Beberapa hari sebelumnya di Yerikho, Yesus menceritakan perumpamaan tentang mina untuk menunjukkan bahwa Kerajaan Allah akan memerintah di masa depan. Sekarang, Yesus dan empat rasulnya masih ada di Gunung Zaitun, dan dia memberitahukan perumpamaan lain yang mirip dengan perumpamaan tersebut. Ini adalah bagian dari penjelasannya tentang tanda kehadirannya dan tanda penutup zaman. Lewat perumpamaan ini, Yesus menasihati para pengikutnya untuk dengan rajin melakukan pekerjaan yang dia percayakan kepada mereka.

      Yesus memulai perumpamaannya, ”Kerajaan itu juga sama seperti seorang pria yang akan pergi ke luar negeri, yang memanggil budak-budaknya dan memercayakan hartanya kepada mereka.” (Matius 25:14) Yesus sebelumnya menyamakan dirinya dengan seorang pria yang pergi ke luar negeri ”untuk menjadi raja”. Karena itu, para rasul langsung tahu bahwa pria dalam perumpamaan ini juga adalah Yesus.​—Lukas 19:12.

      Sebelum pria itu pergi ke luar negeri, dia memercayakan hartanya kepada budak-budaknya. Yesus sudah melayani di bumi selama tiga setengah tahun. Dia sibuk memberitakan kabar baik tentang Kerajaan Allah dan melatih para muridnya untuk melakukan pekerjaan yang sama. Sebentar lagi, Yesus akan meninggalkan murid-muridnya, dan dia yakin bahwa mereka akan terus melakukan pekerjaan itu.​—Matius 10:7; Lukas 10:1, 8, 9; bandingkan Yohanes 4:38; 14:12.

      Dalam perumpamaan itu, bagaimana pria tadi membagi hartanya? Yesus berkata, ”Yang satu dia beri lima talenta, yang lain dua talenta, dan yang lain lagi satu talenta, sesuai dengan kesanggupan masing-masing. Lalu dia pergi ke luar negeri.” (Matius 25:15) Setelah mendapat harta, apa yang akan dilakukan budak-budak ini? Apakah mereka akan dengan rajin menggunakan harta itu demi kepentingan sang majikan? Yesus melanjutkan ceritanya:

      ”Budak yang menerima lima talenta langsung pergi dan memakai talenta itu untuk menjalankan usaha, dan mendapat untung lima talenta lagi. Begitu juga, budak yang menerima dua talenta juga mendapat untung dua talenta lagi. Tapi budak yang hanya menerima satu talenta pergi mengubur uang majikannya dalam tanah.” (Matius 25:16-18) Apa yang terjadi saat sang majikan kembali?

      Yesus melanjutkan, ”Lama setelah itu, majikan budak-budak itu datang dan mengadakan perhitungan dengan mereka.” (Matius 25:19) Dua budak pertama telah berusaha sebaik-baiknya, ”sesuai dengan kesanggupan masing-masing”. Mereka berdua rajin dan mau bekerja keras sehingga talenta yang dipercayakan kepada mereka bertambah menjadi dua kali lipat. (Pada zaman itu, satu talenta adalah upah seorang pekerja selama kira-kira 19 tahun.) Sang majikan memuji dua budaknya ini, ”Bagus sekali, budak yang baik dan setia! Kamu setia mengurus sedikit hal. Saya akan mengangkat kamu untuk mengurus banyak hal. Ikutlah bersukacita bersama majikanmu.”​—Matius 25:21.

      1. Seorang budak menguburkan sekantong uang; 2. Budak itu diusir ke luar

      Bagaimana dengan budak yang mendapat satu talenta? Dia mengatakan, ”Tuan, saya tahu Tuan suka menuntut. Tuan menuai meski tidak menabur, dan mengumpulkan hasil panen meski tidak menampi. Jadi saya menjadi takut, dan saya pergi mengubur talenta Tuan dalam tanah. Ini saya kembalikan milik Tuan.” (Matius 25:24, 25) Budak itu tidak melakukan apa-apa untuk majikannya. Dia bahkan tidak menyerahkan uang itu kepada bankir, yang bisa memberikan bunga. Jadi, dia bisa dikatakan merugikan majikannya.

      Sangatlah tepat kalau sang majikan menyebut dia ”budak yang jahat dan malas”. Talenta yang dia miliki akhirnya diambil dan diberikan kepada budak yang rajin. Majikan itu lalu berkata, ”Setiap orang yang memiliki akan diberi lebih banyak, dan miliknya akan berlimpah. Tapi mengenai setiap orang yang tidak memiliki, bahkan apa yang dia miliki akan diambil darinya.”​—Matius 25:26, 29.

      Murid-murid Yesus mengabar

      Para murid perlu benar-benar memikirkan perumpamaan ini. Seperti budak-budak itu, mereka mendapat sesuatu yang berharga, yaitu tugas untuk menjadikan murid. Mereka tahu bahwa itu adalah kehormatan yang luar biasa. Yesus tidak mengharapkan hasil yang sama dari setiap orang, tapi mereka tidak boleh bersikap malas dan setengah hati dalam mengabar. Mereka harus rajin dan berusaha sebaik-baiknya, ”sesuai dengan kesanggupan masing-masing”.

      Jika para rasul menjalankan tugas mereka dengan rajin, Yesus mengatakan bahwa mereka ”akan diberi lebih banyak”. Janji ini pasti membuat mereka senang!

  • Kristus Akan Datang untuk Menghakimi Domba dan Kambing
    Yesus—Jalan, Kebenaran, Kehidupan
    • MATIUS 25:31-46

      • YESUS MENCERITAKAN PERUMPAMAAN TENTANG DOMBA DAN KAMBING

      Di Gunung Zaitun, Yesus telah menceritakan perumpamaan tentang sepuluh gadis dan tentang talenta. Dia sekarang menceritakan satu perumpamaan terakhir, yaitu perumpamaan mengenai domba dan kambing. Semua ini adalah jawaban atas pertanyaan rasul-rasulnya tentang tanda kehadirannya dan tanda penutup zaman.

      Yesus memulai perumpamaan ini dengan mengatakan, ”Sewaktu Putra manusia datang dalam kemuliaannya bersama semua malaikat, dia akan duduk di takhtanya yang mulia.” (Matius 25:31) Sebelumnya, Yesus sering menyebut dirinya sebagai ”Putra manusia”. Jadi, dialah tokoh utama dalam perumpamaan ini.​—Matius 8:20; 9:6; 20:18, 28.

      Yesus duduk di takhtanya yang mulia dan menghakimi orang yang setia sebagai domba

      Kapan perumpamaan ini akan menjadi kenyataan? Ini akan terjadi di masa depan, sewaktu Yesus ”datang dalam kemuliaannya” bersama para malaikat dan duduk ”di takhtanya yang mulia”. Sebelumnya, Yesus sudah mengatakan bahwa Putra manusia akan ”datang di atas awan-awan langit dengan kuasa dan kemuliaan yang besar” bersama para malaikatnya. Kapan Yesus akan datang? ”Segera setelah masa kesengsaraan itu.” (Matius 24:29-31; Markus 13:26, 27; Lukas 21:27) Apa yang akan dia lakukan pada saat itu?

      Yesus menjelaskan, ”Sewaktu Putra manusia datang . . . , semua bangsa akan dikumpulkan di hadapannya, dan dia akan memisahkan orang-orang, seperti gembala memisahkan domba dari kambing. Domba-domba akan dia tempatkan di sebelah kanannya, tapi kambing-kambing di sebelah kirinya.”​—Matius 25:31-33.

      Apa yang akan terjadi dengan domba-domba itu? Yesus mengatakan, ”Raja akan berkata kepada mereka yang di kanannya, ’Mari, kalian yang sudah diberkati Bapakku, warisilah Kerajaan yang disiapkan bagi kalian sejak permulaan dunia.’” (Matius 25:34) Mengapa sang Raja berkenan kepada domba-domba itu?

      Sang Raja menjelaskan, ”Sebab saat saya lapar, kalian memberi saya makan. Saya haus, dan kalian memberi saya minum. Saya datang sebagai orang tak dikenal, dan kalian menerima saya dengan baik hati. Saya tidak berpakaian, dan kalian memberi saya pakaian. Saya jatuh sakit, dan kalian merawat saya. Saya berada di penjara, dan kalian mengunjungi saya.” Ketika domba-domba itu, yaitu ”orang-orang yang benar”, bertanya apa maksud kata-kata sang Raja, dia menjawab, ”Sejauh kalian melakukannya untuk salah satu saudara saya yang paling kecil ini, kalian melakukannya untuk saya.” (Matius 25:35, 36, 40, 46) Di surga tidak ada orang yang sakit atau lapar. Jadi, semua kebaikan ini pasti dilakukan untuk saudara-saudara Kristus di bumi.

      Orang-orang yang tidak setia dianggap sebagai kambing

      Bagaimana dengan kambing-kambing, yang ditempatkan di sebelah kiri? Yesus mengatakan, ”[Sang Raja] akan berkata kepada mereka yang di kirinya, ’Orang-orang terkutuk, pergilah dari hadapan saya! Masuklah ke dalam api kekal yang disiapkan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab saya lapar, tapi kalian tidak memberi saya makan. Saya haus, tapi kalian tidak memberi saya minum. Saya datang sebagai orang tak dikenal, tapi kalian tidak menerima saya dengan baik hati. Saya tidak berpakaian, tapi kalian tidak memberi saya pakaian. Saya sakit dan berada di penjara, tapi kalian tidak merawat saya.’” (Matius 25:41-43) Kambing-kambing itu pantas dihukum karena mereka tidak memperlakukan saudara-saudara Kristus di bumi dengan baik.

      Yesus melanjutkan, ”Kemudian, [sang Raja] akan [mengatakan], ’Sesungguhnya saya katakan, sejauh kalian tidak melakukannya untuk salah satu saudara saya yang paling kecil ini, kalian tidak melakukannya untuk saya.’ Orang-orang ini akan menuju kemusnahan abadi, sedangkan orang-orang yang benar akan menuju kehidupan abadi.” (Matius 25:45, 46) Jadi, para rasul mengerti bahwa penghakiman ini menentukan apakah seseorang akan hidup abadi atau mati untuk selamanya.

      Yesus memberikan semua penjelasan ini untuk menjawab pertanyaan para rasulnya di Gunung Zaitun. Namun, semua pengikut Yesus perlu merenungkannya agar mereka bisa memeriksa sikap dan tingkah laku mereka.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan