PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Yesus Secara Mukjizat Memberi Makan Ribuan Orang
    Tokoh Terbesar Sepanjang Masa
    • Mereka naik perahu, kemungkinan dekat Kapernaum, menuju suatu tempat yang terpencil, rupanya ke sebelah timur Yordan di luar Betsaida. Akan tetapi, banyak orang melihat mereka pergi, dan yang lain mengetahuinya. Orang banyak ini mendahului dengan menyusuri pantai, dan ketika perahu mendarat, orang-orang itu ada di sana untuk menemui mereka.

      Ketika turun dari perahu dan melihat sejumlah besar orang banyak, Yesus tergerak oleh belas kasihan karena orang-orang itu seperti domba tanpa gembala. Maka ia menyembuhkan penyakit mereka dan mulai mengajarkan banyak hal.

  • Pemimpin Adi-Manusiawi yang Didambakan
    Tokoh Terbesar Sepanjang Masa
    • Ia menyuruh orang banyak itu pulang dan memerintahkan murid-muridnya untuk naik ke perahu mereka dan kembali ke Kapernaum. Ia kemudian menyingkir ke bukit untuk berdoa. Malam itu Yesus seorang diri di sana.

      Sesaat sebelum fajar Yesus mengawasi dari tempat tinggi yang strategis dan mengamati ombak berkecamuk di laut karena angin kencang. Dalam cahaya bulan yang hampir purnama, karena sudah mendekati Paskah, Yesus melihat perahu dengan murid-muridnya yang sedang berjuang melawan gelombang. Orang-orang mendayung sekuat-kuatnya.

      Melihat hal ini, Yesus menuruni bukit dan mulai berjalan ke arah perahu menyeberangi gelombang. Perahu itu telah berlayar kira-kira 4,8 atau 6,4 kilometer ketika Yesus mencapainya. Akan tetapi, ia meneruskan seakan-akan mau lewat saja. Sewaktu murid-murid melihat dia, mereka berteriak, ”Itu hantu!”

      Yesus menjawab dengan menenangkan, ”Aku ini, jangan takut.”

      Namun Petrus berkata, ”Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepadaMu berjalan di atas air.”

      ”Datanglah!” jawab Yesus.

      Lalu, Petrus, turun dari perahu, berjalan di atas air ke arah Yesus. Akan tetapi, ketika melihat badai, Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam, ia berteriak, ”Tuhan, tolonglah aku!”

      Segera Yesus mengulurkan tangannya, memegang dia dan berkata, ”Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”

      Setelah Petrus dan Yesus kembali ke perahu, angin pun reda, dan murid-murid tercengang. Namun haruskah demikian? Seandainya mereka mengerti ”peristiwa roti itu” dengan menghargai mukjizat besar yang Yesus lakukan beberapa jam sebelumnya ketika ia memberi makan ribuan orang hanya dengan lima ketul roti dan dua ekor ikan, maka tidak seharusnya kelihatan begitu mengherankan bahwa ia dapat berjalan di atas air dan meredakan angin. Akan tetapi, sekarang, murid-murid menyembah kepada Yesus dan berkata, ”Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”

      Tidak berapa lama, mereka tiba di Genesaret, suatu dataran yang indah dan subur dekat Kapernaum. Di sana mereka menambatkan perahu.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan