PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Menjawab Para Penuduhnya
    Tokoh Terbesar Sepanjang Masa
    • KETIKA para pemimpin agama Yahudi menuduh Yesus melanggar hari Sabat, ia menjawab, ”BapaKu bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.”

      Meski ada tuduhan dari orang Farisi, pekerjaan Yesus bukanlah dari jenis yang dilarang hukum Sabat. Kegiatannya mengabar dan menyembuhkan adalah tugas yang diberikan Allah, dan dalam meniru teladan Allah, ia terus melakukannya setiap hari.

  • Memetik Biji-bijian Pada Hari Sabat
    Tokoh Terbesar Sepanjang Masa
    • Pasal 31

      Memetik Biji-bijian Pada Hari Sabat

      SEGERA Yesus dan murid-muridnya meninggalkan Yerusalem untuk kembali ke Galilea. Saat itu musim semi, dan di ladang terdapat bulir-bulir gandum yang belum dipetik. Murid-murid merasa lapar. Maka mereka memetik bulir-bulir gandum dan memakannya. Akan tetapi, karena tepat hari Sabat, tindakan mereka diperhatikan orang.

      Para pemimpin agama di Yerusalem berusaha mencari jalan untuk membunuh Yesus karena tuduhan melanggar hari Sabat. Kini orang-orang Farisi mengajukan tuduhan. ”Lihatlah, murid-muridMu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat,” tuduh mereka.

      Orang-orang Farisi menyatakan bahwa memetik gandum dan melepaskan kulitnya dengan menggosokkan dalam tangan supaya dapat dimakan sama seperti menuai dan menampi. Akan tetapi, interpretasi mereka yang kaku mengenai tata cara kerja membuat hari Sabat menjadi beban, padahal seharusnya merupakan saat yang menggembirakan, dan membina secara rohani. Maka Yesus menjawab dengan contoh-contoh dari Alkitab untuk menunjukkan bahwa Allah Yehuwa tidak pernah menuntut penerapan keras demikian yang tidak perlu tentang hukum Sabat-Nya.

      Yesus berkata bahwa ketika Daud beserta anak buahnya lapar, mereka masuk ke dalam Bait Allah dan memakan roti sajian. Roti tersebut telah diambil dari hadapan Yehuwa dan diganti dengan yang baru, dan biasanya disediakan untuk dimakan para imam. Akan tetapi, dalam keadaan seperti itu, Daud dan orang-orangnya tidak dihukum karena makan roti tersebut.

      Yesus memberikan contoh lain, dengan berkata, ”Tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?” Ya, bahkan pada hari Sabat para imam menyembelih binatang dan melakukan pekerjaan lain dalam Bait Allah sewaktu menyediakan korban binatang! ”Aku berkata kepadamu,” kata Yesus, ”di sini ada yang melebihi Bait Allah.”

      Seraya menasihati orang-orang Farisi, Yesus melanjutkan, ”Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.” Kemudian ia mengakhiri, ”Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” Apa yang Yesus maksudkan dengan kata-kata itu? Yesus menunjuk kepada pemerintahan Kerajaan seribu tahunnya yang penuh damai.

      Sudah selama 6.000 tahun umat manusia menderita kesusahan di bawah perbudakan Setan si Iblis, berupa kekerasan dan peperangan yang merupakan keadaan sehari-hari. Sebaliknya, pemerintahan Sabat yang agung dari Kristus akan menjadi masa perhentian dari semua penderitaan dan tekanan. Matius 12:1-8; Imamat 24:5-9; 1 Samuel 21:1-6; Bilangan 28:9; Hosea 6:6.

  • Apa yang Diperbolehkan Pada Hari Sabat?
    Tokoh Terbesar Sepanjang Masa
    • Apa yang Diperbolehkan Pada Hari Sabat?

      PADA suatu hari Sabat yang lain Yesus mengunjungi sebuah sinagoge dekat Laut Galilea. Ada seorang yang mati tangan kanannya. Para ahli Taurat dan orang Farisi mengamat-amati apakah Yesus akan menyembuhkan dia. Akhirnya mereka bertanya, ”Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?”

      Para pemimpin agama Yahudi percaya bahwa menyembuhkan orang pada hari Sabat hanya diperbolehkan jika kehidupan terancam. Misalnya, mereka mengajar bahwa pada hari Sabat tidak diperbolehkan untuk membetulkan tulang yang patah atau membalut luka. Jadi para ahli Taurat dan orang Farisi menanyakan Yesus dalam upaya mencari alasan agar dapat mempersalahkan dia.

      Akan tetapi, Yesus mengetahui jalan pikiran mereka. Pada saat yang sama, ia menyadari bahwa mereka telah menerima pandangan yang ekstrem dan tidak berdasarkan Alkitab mengenai peraturan untuk melarang bekerja pada hari Sabat. Maka Yesus bersiap-siap untuk menghadapi konfrontasi yang dramatis, dengan berkata kepada orang yang mati sebelah tangan itu, ”Mari, berdirilah di tengah!”

      Kemudian, seraya berpaling kepada para ahli Taurat dan orang Farisi, Yesus berkata, ”Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya?” Karena seekor domba dianggap sebagai investasi keuangan, mereka tidak akan membiarkannya di dalam lubang sampai keesokan hari, dengan kemungkinan menjadi sakit dan merugikan mereka. Selain itu, Alkitab berkata, ”Orang benar memperhatikan hidup hewannya.”

      Yesus memberikan perbandingan yang sama, dengan melanjutkan, ”Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.” Para pemimpin agama tidak dapat membantah penjelasan yang logis, penalaran yang mengena itu, maka mereka diam saja.

      Dengan marah dan juga sedih karena kedegilan mereka, Yesus memandang sekelilingnya. Kemudian, ia berkata kepada orang itu, ”Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu mengulurkannya dan tangannya pun sembuh.

      Bukannya merasa senang karena tangan orang itu disembuhkan, orang-orang Farisi itu keluar dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Yesus. Rupanya partai politik ini mencakup anggota-anggota dari golongan Saduki yang religius. Biasanya, partai politik ini terang-terangan bermusuhan dengan orang Farisi, tetapi mereka bersatu sekali menentang Yesus. Matius 12:​9-14; Markus 3:​1-6; Lukas 6:​6-11; Amsal 12:10; Keluaran 20:8-10.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan