-
Pemerintahan Allah yang Penuh DamaiSaudara Dapat Hidup Kekal dalam Firdaus di Bumi
-
-
MENEKANKAN PENTINGNYA KERAJAAN ITU
5. (a) Bagaimana Alkitab memperlihatkan pentingnya Kerajaan itu? (b) Apa kerajaan Allah itu, dan apa yang akan dilakukannya?
5 Selama di bumi, pekerjaan utama dari Kristus Yesus dan para pendukungnya adalah mengabar dan mengajar tentang kerajaan Allah yang akan datang. (Lukas 4:43; 8:1) Mereka menyebut tentang kerajaan itu lebih dari 140 kali dalam Alkitab. Yesus bahkan mengajar para pengikutnya untuk berdoa kepada Allah: “Datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga.” (Matius 6:10) Apakah kerajaan yang didoakan oleh umat Kristen benar-benar suatu pemerintahan? Mungkin ada yang menganggap bahwa tidak demikian halnya, tetapi ia memang suatu pemerintahan. Kristus Yesus putra Allah adalah raja dari Kerajaan itu. Seluruh bumi akan menjadi daerah yang akan diperintahnya. Betapa menyenangkan apabila umat manusia tidak lagi terpecah-belah menjadi banyak bangsa yang saling bertentangan, tetapi semuanya dipersatukan dengan damai di bawah pemerintahan Kerajaan Allah!
6. Pada waktu Yesus di bumi, mengapa dikatakan bahwa Kerajaan itu “sudah dekat” dan “ada di antara kamu”?
6 Yohanes Pembaptis mulai mengabarkan tentang pemerintahan ini, memberi tahu orang-orang: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Matius 3:1, 2) Mengapa Yohanes dapat mengatakan hal ini? Karena Yesus, pribadi yang akan menjadi penguasa dari pemerintahan surgawi Allah, akan dibaptis olehnya dan diurapi dengan roh suci Allah. Maka anda dapat mengerti mengapa Yesus belakangan mengatakan kepada orang-orang Farisi: “Sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” (Lukas 17:21) Yesus, yang Allah lantik menjadi raja, ada di sana bersama mereka. Selama tiga setengah tahun Yesus mengabar dan mengajar. Dengan setia kepada Allah sampai mati, ia membuktikan diri berhak menjadi raja.
7. Apa buktinya bahwa Kerajaan itu suatu sengketa penting pada waktu Yesus di bumi?
7 Untuk memperlihatkan bahwa kerajaan Allah suatu sengketa penting selama pelayanan Kristus, marilah kita perhatikan apa yang terjadi pada hari terakhir sebelum kematiannya. Alkitab memberi tahu kita bahwa orang-orang menuduh Yesus, katanya: “Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diriNya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja.” Mendengar hal-hal ini, gubernur Roma Pontius Pilatus bertanya kepada Yesus: “Engkaukah raja orang Yahudi?”—Lukas 23:1-3.
8. (a) Bagaimana jawaban Yesus ketika ditanya apakah ia seorang raja? (b) Apa yang Yesus maksudkan ketika ia mengatakan bahwa kerajaannya “bukan dari sini”?
8 Yesus tidak langsung menjawab pertanyaan Pilatus, tetapi mengatakan: “KerajaanKu bukan dari dunia ini; jika KerajaanKu dari dunia ini, pasti hamba-hambaKu telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi KerajaanKu bukan dari sini.” Yesus menjawab demikian karena kerajaannya kelak bukan suatu kerajaan duniawi. Ia akan memerintah dari surga, bukan dari suatu takhta di bumi sebagai seorang manusia. Karena yang menjadi sengketa adalah apakah Yesus berhak memerintah sebagai raja atau tidak, Pilatus sekali lagi bertanya kepada Yesus: “Jadi Engkau adalah raja?”
9. (a) Kebenaran-kebenaran yang menakjubkan apa diberitakan oleh Yesus? (b) Apa pertanyaan-pertanyaan yang utama dewasa ini?
9 Jelas, Yesus diadili untuk menentukan nasibnya, karena ia mengabar dan mengajarkan tentang suatu pemerintahan yang baru. Maka Yesus menjawab Pilatus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran.” (Yohanes 18:36, 37) Ya, Yesus menggunakan kehidupannya di bumi untuk memberitahukan kebenaran yang menakjubkan tentang pemerintahan Kerajaan Allah kepada orang banyak. Inilah berita utamanya. Kerajaan masih tetap menjadi sengketa yang paling penting dewasa ini.
-
-
Pemerintahan Allah yang Penuh DamaiSaudara Dapat Hidup Kekal dalam Firdaus di Bumi
-
-
[Gambar di hlm. 114]
Ketika kehidupannya diadili, Yesus terus memberitakan kerajaan Allah
-