-
Kasih—Sifat yang Sangat BagusMenara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2017 | Agustus
-
-
Yesus mengorbankan nyawanya untuk melakukan kehendak Allah. Itulah bukti bahwa dia mengasihi manusia. Rasul Paulus berkata, ”Dengan ’kehendak’ tersebut kita telah disucikan melalui persembahan tubuh Yesus Kristus, sekali untuk selamanya.” (Ibr. 10:9, 10) Tidak ada manusia lain yang punya kasih sebesar itu. Yesus berkata, ”Tidak seorang pun mempunyai kasih yang lebih besar daripada ini, bahwa seseorang menyerahkan jiwanya demi kepentingan sahabat-sahabatnya.” (Yoh. 15:13) Apakah manusia yang tidak sempurna bisa meniru kasih yang Yehuwa dan Yesus tunjukkan? Ya!
-
-
Kasih—Sifat yang Sangat BagusMenara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2017 | Agustus
-
-
Kedua, pikirkan contoh Yesus yang tetap mengasihi meski diperlakukan dengan tidak baik. (1 Ptr. 2:21, 23) Kalau Saudara disakiti atau diperlakukan dengan tidak adil, pikirkan, ’Kalau Yesus mengalami ini, apa yang akan dia lakukan?’ Menurut pengalaman seorang saudari bernama Leigh, sewaktu dia memikirkan contoh Yesus, dia bisa tetap tenang dan tidak terburu-buru bertindak. Dia berkata, ”Ada teman kantor yang pernah mengirim e-mail ke teman-teman lain. Dia menjelek-jelekkan saya dan pekerjaan saya. Saya sangat sakit hati. Tapi, saya berpikir, ’Bagaimana saya bisa meniru Yesus dalam situasi ini?’ Setelah memikirkan contoh Yesus, saya memutuskan untuk melupakan saja masalah itu. Belakangan, saya tahu kalau teman saya itu punya penyakit berat dan sangat stres. Jadi, saya pikir dia sebenarnya tidak mau menjelek-jelekkan saya. Karena memikirkan contoh Yesus yang tetap mengasihi meski disakiti, saya juga bisa tetap mengasihi teman saya itu.” Kalau kita meniru Yesus, kita akan selalu mengasihi orang lain.
-