PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • ”Sungguh, Orang Ini Adalah Anak Allah”
    Tokoh Terbesar Sepanjang Masa
    • Pada sore hari, kira-kira pukul tiga, Yesus berkata, ”Aku haus!” Yesus merasa bahwa Bapaknya seolah-olah telah menarik kembali perlindungan-Nya agar integritasnya dapat diuji sampai batas. Maka ia berseru dengan suara nyaring, ”Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di dekatnya berkata, ”Lihat, Ia memanggil Elia.” Seseorang dari antara mereka segera datang membawa bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada ujung sebatang buluh dan memberi Yesus minum. Namun orang-orang lain berkata, ”Biarkan dia! Mari kita lihat apakah Elia akan datang untuk menurunkan dia.” (NW)

      Setelah Yesus menerima anggur asam itu, ia berteriak, ”Sudah terlaksana!” (NW) Ya, ia telah menyelesaikan segala sesuatu yang ditugaskan Bapaknya ketika ia diutus ke bumi. Akhirnya, ia berkata, ”Ya Bapa, ke dalam tanganMu Kuserahkan nyawaKu.” Dengan demikian Yesus menyerahkan tenaga hidupnya kepada Allah dengan keyakinan bahwa Allah akan mengembalikan itu kepadanya lagi. Kemudian, ia menundukkan kepalanya dan mati.

  • Dikubur Hari Jumat—Hari Minggu Kuburan Kosong
    Tokoh Terbesar Sepanjang Masa
    • KINI adalah hari Jumat sore, dan hari Sabat tanggal 15 Nisan akan mulai pada saat matahari terbenam. Mayat Yesus tergantung lemas pada tiang, tetapi kedua penyamun di sebelahnya masih hidup. Hari Jumat sore disebut hari Persiapan karena ini adalah saat orang-orang mempersiapkan makanan dan menyelesaikan pekerjaan lain yang mendesak yang tidak dapat ditunda sampai hari Sabat berakhir.

      Hari Sabat yang tidak lama lagi akan mulai bukan hanya Sabat biasa (hari ketujuh dalam satu minggu) tetapi juga Sabat ganda, atau Sabat ”besar”. Itu disebut demikian karena tanggal 15 Nisan yang adalah hari pertama Perayaan Roti Tak Beragi yang berlangsung tujuh hari (dan yang selalu suatu Sabat, tidak soal perayaan ini jatuh pada hari apa dalam minggu itu), jatuh pada hari yang sama seperti Sabat biasa.

      Menurut Hukum Allah, mayat-mayat tidak boleh ditinggalkan tergantung pada tiang semalaman. Maka, orang-orang Yahudi meminta kepada Pilatus agar kematian orang-orang yang dieksekusi dipercepat dengan mematahkan kaki mereka. Oleh karena itu, para prajurit mematahkan kaki kedua penyamun. Namun karena Yesus kelihatannya sudah meninggal, kakinya tidak dipatahkan. Hal ini menggenapi ayat Alkitab, ”Tidak ada tulangNya yang akan dipatahkan.”

      Akan tetapi, untuk menghilangkan keraguan bahwa Yesus benar-benar mati, salah seorang prajurit menikam lambungnya dengan tombak. Tombak itu menembus daerah jantungnya, dan segera darah dan air mengalir. Rasul Yohanes, seorang saksi mata, melaporkan bahwa hal ini menggenapi ayat lain, ”Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam.”

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan