-
Bagian 12: 100-476 M.—Memadamkan Cahaya InjilSedarlah!—1990 (No. 35) | Sedarlah!—1990 (No. 35)
-
-
Kelompok-kelompok Gnostik berpendapat bahwa keselamatan bergantung pada pengetahuan khusus yang bersifat mistik mengenai hal-hal yang dalam yang tidak diketahui oleh orang-orang Kristiani biasa. Mereka merasa bahwa dengan memiliki pengetahuan tersebut mereka bisa mengajarkan, sebagaimana dikatakan The Encyclopedia of Religion, ”kebenaran inti yang disingkapkan oleh Yesus”.
-
-
Bagian 12: 100-476 M.—Memadamkan Cahaya InjilSedarlah!—1990 (No. 35) | Sedarlah!—1990 (No. 35)
-
-
Andrew M. Greeley dari Universitas Arizona mengatakan, ”Yesus dari orang-orang Gnostik kadang-kadang membingungkan, kadang-kadang tidak dapat dimengerti dan kadang-kadang agak mengerikan.”
-
-
Bagian 12: 100-476 M.—Memadamkan Cahaya InjilSedarlah!—1990 (No. 35) | Sedarlah!—1990 (No. 35)
-
-
[Kotak di hlm. 17]
Contoh-Contoh Kepercayaan Gnostik
Marcion (abad kedua) membuat perbedaan antara Allah ”Perjanjian Lama” yang tidak sempurna dan lebih rendah daripada Yesus, dengan Bapa Yesus, Allah yang pengasih yang tidak dikenal dari ”Perjanjian Baru”. Gagasan ”allah yang tidak dikenal merupakan tema pokok dari ajaran Gnostik”, demikian penjelasan The Encyclopedia of Religion. Allah yang tidak dikenal ini dinyatakan sebagai ”Intelek tertinggi, tidak dapat dipahami oleh akal manusia”. Sebaliknya, pencipta dari dunia materi lebih rendah dan kecerdasannya tidak mutlak dan dikenal sebagai sang Demiurge.
Montanus (abad kedua) memberitakan kedatangan Kristus yang sudah sangat dekat dan didirikannya Yerusalem Baru di tempat yang dewasa ini adalah Turki. Karena lebih memperhatikan kelakuan daripada doktrin, dia berupaya memulihkan nilai-nilai Kekristenan yang mula-mula, namun karena berlaku ekstrem, gerakan ini akhirnya menjadi korban dari sikap berlaku santai (kendur) situasi yang semula dikutuknya.
Valentinus (abad kedua), seorang penyair Yunani dan penganut Gnostik yang paling terkenal, menyatakan bahwa sekalipun tubuh Yesus yang sangat halus melewati Maria, ia tidak benar-benar dilahirkan oleh Maria. Ini karena orang Gnostik memandang semua materi jahat. Maka, Yesus tidak mungkin memiliki tubuh jasmani karena dengan demikian ia juga jahat. Orang Gnostik yang dikenal sebagai orang Dosetis mengajarkan bahwa segala sesuatu mengenai kemanusiaan Yesus hanya merupakan penampilan dan ilusi. Ini termasuk kematian dan kebangkitannya.
-