-
Pria yang Mengubah DuniaMenara Pengawal—2010 | 1 April
-
-
Pria yang Mengubah Dunia
Miliaran orang telah hidup dan mati di bumi ini. Kebanyakan tidak menggoreskan apa-apa dalam catatan sejarah dunia. Namun, ada beberapa yang telah memengaruhi jalannya sejarah—dan boleh jadi kehidupan Anda sehari-hari.
ANDA bangun pagi-pagi dan bersiap untuk pergi bekerja. Lampu Anda nyalakan selagi becermin. Anda menyambar buku atau majalah untuk dibaca di bus. Karena sedang menderita infeksi, Anda tidak lupa meminum obat antibiotik yang diresepkan. Hari Anda baru saja mulai, tetapi Anda sudah mendapat manfaat dari pengaruh beberapa orang terkenal.
Michael Faraday Fisikawan Inggris ini, yang lahir pada tahun 1791, adalah penemu motor listrik dan dinamo. Berkat terobosannya, listrik semakin berguna bagi manusia.
Ts’ai Lun Ia seorang pejabat di istana kekaisaran Cina, dan dianggap berjasa mengembangkan proses pembuatan kertas sekitar tahun 105 M sehingga kertas bisa diproduksi secara massal.
Johannes Gutenberg Sekitar tahun 1450, penemu asal Jerman ini mengembangkan mesin cetak pertama yang menggunakan huruf lepasan. Mesin cetak itu membuat pencetakan menjadi murah, sehingga terbukalah akses yang luas untuk mendapatkan informasi mengenai beragam topik.
Alexander Fleming Pada tahun 1928, peneliti asal Skotlandia ini menemukan zat antibiotik yang ia namai penisilin. Antibiotik kini banyak digunakan untuk mengobati infeksi bakteri.
Jelaslah, berbagai penemuan dan inovasi dari segelintir pria telah memungkinkan miliaran orang mendapat manfaat tertentu atau menikmati kesehatan yang lebih baik.
Tetapi, ada seorang pria yang paling menonjol. Ia dikenal bukan karena penemuan ilmiah atau terobosan medis. Sebaliknya, pria dari latar belakang sederhana ini, yang wafat hampir 2.000 tahun yang lalu, meninggalkan suatu berita—berita yang penuh kuasa tentang harapan dan penghiburan. Jika diukur dari seberapa besar pengaruh beritanya atas kehidupan orang-orang di seluruh bumi, banyak orang akan setuju bahwa ia benar-benar pria yang mengubah dunia.
Pria itu adalah Yesus Kristus. Berita apa yang ia kabarkan? Dan, berita itu bisa memberikan pengaruh apa atas kehidupan Anda?
-
-
Yesus Kristus—Jangkauan BeritanyaMenara Pengawal—2010 | 1 April
-
-
Yesus Kristus—Jangkauan Beritanya
”Tidak diragukan, bukti yang paling bertahan tentang eksistensi pria bijak dari Kapernaum itu adalah bahwa ia dengan lembut terus menawan pikiran dan hati banyak orang.”a—PENGARANG GREGG EASTERBROOK.
KATA-KATA memiliki kuasa. Kata-kata berhikmat yang dipilih dengan baik bisa menyentuh hati, menggugah harapan, dan mengubah kehidupan. Tidak ada orang yang kata-katanya lebih berkuasa daripada kata-kata Yesus Kristus. Seseorang yang mendengar Yesus menyampaikan apa yang kini terkenal sebagai Khotbah di Gunung belakangan menulis, ”Ketika Yesus mengakhiri perkataan ini, pengaruhnya adalah bahwa kumpulan orang itu terpukau oleh cara ia mengajar.”—Matius 7:28.
Hingga hari ini, banyak perkataan Yesus sangat dikenal oleh orang-orang di seluruh dunia. Perhatikan beberapa contoh perkataannya yang kaya makna.
”Kamu tidak dapat bekerja bagaikan budak bagi Allah dan bagi Kekayaan.”—Matius 6:24.
”Segala sesuatu yang kamu ingin orang lakukan kepadamu, demikian juga harus kamu lakukan kepada mereka.”—Matius 7:12.
”Bayarlah kembali perkara-perkara Kaisar kepada Kaisar, tetapi perkara-perkara Allah kepada Allah.”—Matius 22:21.
”Lebih bahagia memberi daripada menerima.”—Kisah 20:35.
Tetapi, kata-kata Yesus tidak sekadar mengesankan. Berita yang ia kabarkan memiliki kuasa karena menyampaikan kebenaran tentang Allah, mengajar orang-orang cara menemukan makna sejati dalam kehidupan, dan dengan jelas menunjukkan jalan keluar bagi segala penderitaan manusia—Kerajaan Allah. Seraya kita memeriksa berita ini pada halaman-halaman berikut, kita akan melihat mengapa Yesus ”dengan lembut terus menawan pikiran dan hati” jutaan orang.
[Catatan Kaki]
a Kapernaum dianggap sebagai kampung halaman Yesus di distrik Galilea.—Markus 2:1.
-
-
Apa yang Yesus Ajarkan tentang DirinyaMenara Pengawal—2010 | 1 April
-
-
Apa yang Yesus Ajarkan tentang Dirinya
”Yesus sama sekali tidak ragu tentang siapa dirinya, dari mana ia berasal, mengapa ia datang ke dunia ini, dan apa masa depannya.”—PENGARANG HERBERT LOCKYER.
SEBELUM kita dapat menerima dan beriman akan hal-hal yang Yesus ajarkan, ada yang perlu kita ketahui tentang dirinya. Siapa sebenarnya Yesus? Dari mana asalnya? Apa tujuan hidupnya? Dalam Injil—Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes—kita seolah-olah bisa mendengar jawabannya dari mulut Yesus sendiri.
Ia telah hidup sebelum ia lahir di bumi Yesus pernah berkata, ”Sebelum Abraham ada, aku telah ada.” (Yohanes 8:58) Abraham hidup kira-kira 2.000 tahun sebelum Yesus lahir. Namun, Yesus telah hidup bahkan sebelum patriark yang setia itu hidup. Tetapi, di mana? ”Aku telah turun dari surga,” jelasnya.—Yohanes 6:38.
Putra Allah Yehuwa mempunyai banyak putra, yaitu para malaikat. Tetapi, Yesus unik. Ia menyebut dirinya sebagai ”satu-satunya Putra Allah yang diperanakkan”. (Yohanes 3:18) Ungkapan itu memaksudkan bahwa hanya Yesus yang diciptakan langsung oleh Allah. Melalui Putra satu-satunya yang diperanakkan ini, Allah menciptakan segala sesuatu.—Kolose 1:16.
”Putra manusia” Yesus lebih sering menyebut dirinya dengan ungkapan ini. (Matius 8:20) Dengan demikian, ia menunjukkan bahwa ia bukan malaikat yang menjelma atau suatu inkarnasi. Sebaliknya, ia adalah manusia seutuhnya. Melalui roh kudus-Nya, Allah memindahkan kehidupan Putra-Nya dari surga ke bumi, menyebabkan pembuahan dalam rahim perawan Maria. Alhasil, Yesus dilahirkan sebagai manusia sempurna, tanpa dosa.—Matius 1:18; Lukas 1:35; Yohanes 8:46.
Mesias yang dijanjikan ”Aku tahu bahwa Mesias akan datang,” kata seorang wanita Samaria kepada Yesus. Dan, ia pun berkata, ”Akulah dia, yang sedang berbicara dengan engkau.” (Yohanes 4:25, 26) Kata ”Mesias”, seperti kata ”Kristus”, berarti ”Pribadi yang Diurapi”. Yesus diurapi, atau dilantik oleh Allah, untuk memenuhi peranan khusus dalam penggenapan janji-janji Allah.
Misi utamanya Yesus pernah berkata, ”Aku harus menyatakan kabar baik tentang kerajaan Allah, karena untuk itulah aku diutus.” (Lukas 4:43) Meski ia melakukan banyak perbuatan baik untuk orang-orang yang berkekurangan, memberitakan Kerajaan Allah adalah fokus utamanya dalam kehidupan. Apa yang ia ajarkan tentang Kerajaan itu akan dibahas nanti.
Jelaslah, Yesus bukan pria biasa.a Sebagaimana akan kita lihat, kehidupan yang telah ia miliki di surga menambah makna pada kata-kata yang ia ucapkan di bumi. Maka, tidaklah mengherankan bahwa berita yang ia kabarkan bisa memengaruhi kehidupan jutaan orang di seluruh dunia.
[Catatan Kaki]
a Untuk informasi lebih lanjut tentang Yesus dan peranannya dalam maksud-tujuan Allah, lihat pasal 4 buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
-
-
Apa yang Yesus Ajarkan tentang AllahMenara Pengawal—2010 | 1 April
-
-
Apa yang Yesus Ajarkan tentang Allah
”Satu-satunya pribadi yang benar-benar mengenal Bapak adalah Putra. Tetapi, Putra ingin memberi tahu orang-orang lain tentang Bapak, sehingga mereka juga dapat mengenal Bapak.”—LUKAS 10:22, CONTEMPORARY ENGLISH VERSION.
DALAM kehidupannya sebelum menjadi manusia, Putra sulung Allah telah bergaul akrab dengan Bapaknya selama waktu yang tak terhitung panjangnya. (Kolose 1:15) Sang Putra dengan demikian mengetahui pikiran, perasaan, dan cara bertindak Bapaknya. Sewaktu Putra ini belakangan datang ke bumi sebagai manusia Yesus, ia bersemangat mengajarkan kebenaran tentang Bapaknya. Kita bisa belajar banyak tentang Allah dengan mendengarkan apa yang dikatakan Putra ini.
Nama Allah Nama ilahi, Yehuwa, teramat penting bagi Yesus. Putra yang terkasih ini ingin agar orang-orang lain tahu dan menggunakan nama Bapaknya. Nama Yesus sendiri berarti ”Yehuwa Adalah Keselamatan”. Pada malam sebelum kematiannya, Yesus dapat berkata dalam doa kepada Yehuwa, ”Aku telah memberitahukan namamu.” (Yohanes 17:26) Tidak mengherankan bahwa Yesus menggunakan nama Allah dan memberitahukannya kepada orang-orang lain. Karena, bagaimana mungkin para pendengar Yesus bisa memahami kebenaran tentang Yehuwa kalau mereka tidak tahu siapa nama-Nya dan apa arti nama itu?a
Kasih Allah yang besar Yesus pernah berkata dalam doa kepada Allah, ”Bapak, . . . engkau mengasihi aku sebelum dunia dijadikan.” (Yohanes 17:24) Karena telah merasakan kasih Allah di surga, Yesus ketika di bumi berupaya menyingkapkan kasih tersebut dalam banyak seginya yang indah.
Yesus menunjukkan bahwa kasih Yehuwa luas jangkauannya. Yesus menyatakan, ”Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, ia memberikan Putra satu-satunya yang diperanakkan, agar setiap orang yang memperlihatkan iman akan dia tidak akan dibinasakan melainkan memperoleh kehidupan abadi.” (Yohanes 3:16) Kata Yunani yang diterjemahkan menjadi ”dunia” tidak mengartikan ”bumi”. Sebagaimana digunakan di sini, kata itu memaksudkan manusia—ya, seluruh umat manusia. Begitu besar kasih Allah kepada keluarga manusia sehingga Ia memberikan Putra yang paling dikasihi-Nya agar manusia yang setia bisa dibebaskan dari cengkeraman dosa serta kematian dan memiliki prospek kehidupan abadi. Sungguh tak terbayangkan betapa luas atau dalamnya kasih yang luar biasa itu.—Roma 8:38, 39.
Yesus menegaskan kebenaran yang paling menenteramkan hati: Yehuwa sangat mengasihi penyembah-Nya secara perorangan. Yesus mengajarkan bahwa Yehuwa seperti seorang gembala yang menganggap setiap dombanya unik dan berharga. (Matius 18:12-14) Yesus mengatakan bahwa tidak seekor burung pipit pun bisa jatuh ke tanah tanpa diketahui Yehuwa. Yesus menambahkan, ”Bahkan rambut kepalamu semuanya terhitung.” (Matius 10:29-31) Jika Yehuwa sanggup memerhatikan bahwa seekor burung pipit terjatuh dari sarangnya, tidakkah Ia terlebih lagi pasti mengamati dan memedulikan setiap manusia yang beribadat kepada-Nya? Jika setiap helai rambut kita bisa dihitung dan diperhatikan oleh Yehuwa, adakah perincian lain tentang kehidupan kita—kebutuhan, pergulatan, dan kekhawatiran kita—yang tidak dapat Ia ketahui?
Bapak surgawi Sebagaimana kita perhatikan di artikel sebelumnya, Yesus adalah Putra Allah satu-satunya yang diperanakkan. Itu sebabnya, Putra yang terkasih ini paling sering menyapa Yehuwa dan berbicara tentang Dia sebagai ”Bapak”-nya. Malah, dalam kata-kata pertamanya yang dicatat, yang ia ucapkan di bait ketika baru berusia 12 tahun, Yesus menyebut Yehuwa sebagai ”Bapakku”. (Lukas 2:49) Istilah ”Bapak” muncul hampir 190 kali dalam Injil. Yesus berbicara tentang Yehuwa dengan berbagai panggilan seperti ”Bapakmu”, ”Bapak kami”, dan ”Bapakku”. (Matius 5:16; 6:9; 7:21) Dengan menggunakan sebutan ini secara leluasa, Yesus menunjukkan bahwa manusia yang berdosa dan tidak sempurna bisa menjalin hubungan yang hangat dan penuh kepercayaan dengan Yehuwa.
Berbelaskasihan dan suka mengampuni Yesus tahu bahwa manusia yang tidak sempurna membutuhkan belas kasihan Yehuwa yang limpah. Dalam perumpamaannya tentang anak yang hilang, Yesus menyamakan Yehuwa dengan bapak yang beriba hati dan suka mengampuni yang membuka tangannya untuk menyambut kembali putranya yang bertobat. (Lukas 15:11-32) Jadi, kata-kata Yesus meyakinkan kita bahwa Yehuwa mencari perubahan apa pun dalam hati manusia yang berdosa agar ada dasar bagi-Nya untuk mempertunjukkan belas kasihan. Yehuwa ingin sekali mengampuni pedosa yang bertobat. ”Aku memberi tahu kamu,” jelas Yesus, ”bahwa demikian pula akan ada lebih banyak sukacita di surga atas satu orang berdosa yang bertobat, daripada atas sembilan puluh sembilan orang adil-benar yang tidak membutuhkan pertobatan.” (Lukas 15:7) Siapa yang tidak akan merasa tertarik dengan Allah yang berbelaskasihan seperti itu?
Pendengar doa Sewaktu di surga sebelum datang ke bumi, Yesus melihat sendiri bahwa Yehuwa adalah sang ”Pendengar doa” dan bahwa Ia senang akan doa para penyembah-Nya yang setia. (Mazmur 65:2) Karena itu, selama pelayanannya, Yesus mengajar para pendengarnya cara berdoa dan apa yang perlu didoakan. ”Jangan mengatakan hal-hal yang sama berulang-ulang,” nasihatnya. Ia mendesak para pendengarnya untuk berdoa agar kehendak Allah ”terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi”. Kita pun bisa berdoa memohon makanan sehari-hari, juga agar dosa-dosa kita diampuni dan agar kita dapat menolak godaan. (Matius 6:5-13) Yesus mengajarkan bahwa Yehuwa secara kebapakan menanggapi doa hamba-hamba-Nya, menjawab permohonan tulus mereka yang disampaikan dengan iman.—Matius 7:7-11.
Ya, Yesus berupaya mengajarkan kebenaran tentang Yehuwa, dan Allah seperti apa Dia. Tetapi, ada hal lain lagi tentang Yehuwa yang ingin sekali Yesus sampaikan. Itu adalah sarana yang akan Yehuwa gunakan untuk mengadakan perubahan di seluruh dunia guna mewujudkan maksud-tujuan-Nya bagi bumi ini dan manusia. Sesungguhnya, aspek berita Yesus inilah yang menjadi tema pengabarannya.
[Catatan Kaki]
a Nama Yehuwa muncul sekitar 7.000 kali dalam teks asli Alkitab. Makna yang berkaitan dengan nama itu adalah ”Aku akan menjadi apa pun yang Aku inginkan”. (Keluaran 3:14) Allah dapat menjadi apa pun yang Ia anggap perlu demi melaksanakan maksud-tujuan-Nya. Jadi, nama ini menjamin bahwa Allah akan selalu menepati perkataan-Nya dan bahwa apa pun yang Ia janjikan akan terwujud.
-
-
Apa yang Yesus Ajarkan tentang Kerajaan AllahMenara Pengawal—2010 | 1 April
-
-
Apa yang Yesus Ajarkan tentang Kerajaan Allah
”Ia mengadakan perjalanan dari kota ke kota dan dari desa ke desa, memberitakan . . . kabar baik tentang kerajaan Allah.”—LUKAS 8:1.
KITA senang berbicara tentang hal-hal yang penting bagi kita, yang dekat di hati kita. Sebagaimana Yesus sendiri katakan, ”dari kelimpahan hatilah mulut berbicara”. (Matius 12:34) Berdasarkan apa yang Yesus bicarakan selama pelayanannya, dapat disimpulkan bahwa Kerajaan Allah dekat di hatinya.
Apa Kerajaan Allah itu? Kerajaan adalah pemerintahan yang dikuasai seorang raja. Jadi, Kerajaan Allah adalah pemerintahan yang didirikan oleh Allah. Yesus berbicara panjang lebar tentang Kerajaan Allah, menjadikan itu tema beritanya. Ada lebih dari 110 kali Kerajaan itu disebutkan dalam keempat Injil. Tetapi, Yesus tidak mengajar dengan kata-kata saja. Berbagai tindakannya juga mengajarkan banyak hal tentang Kerajaan Allah dan apa yang bakal dilakukannya.
Siapa Rajanya? Raja Kerajaan Allah tidak dipilih oleh manusia melalui pemilu. Sebaliknya, Penguasa ini dipilih oleh Allah sendiri. Dalam pengajarannya, Yesus menyingkapkan bahwa dialah yang dipilih oleh Allah untuk menjadi Raja.
Yesus tahu bahwa nubuat-nubuat Alkitab telah memberi tahu di muka bahwa Mesias yang dijanjikan akan memerintah atas suatu Kerajaan yang kekal. (2 Samuel 7:12-14; Daniel 7:13, 14; Matius 26:63, 64) Ingatlah, Yesus terus terang menyatakan dirinya sebagai Mesias yang dinubuatkan. Dengan demikian, Yesus mengakui bahwa ia adalah Raja yang dilantik oleh Allah. (Yohanes 4:25, 26) Maka, tepatlah bahwa ia beberapa kali menggunakan istilah ”kerajaanku”.—Yohanes 18:36.
Yesus juga mengajarkan bahwa ada orang-orang lain yang akan memerintah bersama dia dalam Kerajaan itu. (Lukas 22:28-30) Ia menyebut para rekan penguasa ini ”kawanan kecil”, karena jumlah mereka terbatas. Ia berkata tentang mereka, ”Bapakmu telah berkenan memberikan kerajaan itu kepadamu.” (Lukas 12:32) Buku terakhir dalam Alkitab menunjukkan bahwa akan ada sejumlah 144.000 orang yang mendapat hak istimewa memerintah bersama Kristus.—Penyingkapan (Wahyu) 5:9, 10; 14:1.
Di mana lokasi Kerajaan itu? ”Kerajaanku bukan bagian dari dunia ini,” kata Yesus kepada penguasa Romawi Pontius Pilatus. (Yohanes 18:36) Kerajaan Allah di bawah Kristus tidak akan memerintah melalui lembaga-lembaga manusia. Yesus berulang kali menyebut Kerajaan Allah sebagai ”kerajaan surga”.a (Matius 4:17; 5:3, 10, 19, 20) Karena itu, Kerajaan Allah adalah pemerintahan di surga.
Yesus tahu betul bahwa ia akan kembali ke surga setelah kehidupannya di bumi. Ia berkata bahwa di surga ia akan ”menyiapkan tempat”, membuka jalan bagi rekan-rekan penguasanya untuk bergabung dengannya.—Yohanes 14:2, 3.
Apa yang dilaksanakan Kerajaan itu? Yesus mengajar para pendengarnya untuk berdoa kepada Allah, ”Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi.” (Matius 6:9, 10) Kehendak Allah sedang terjadi di surga. Kerajaan itu adalah sarana untuk mewujudkan maksud-tujuan Allah bagi bumi. Agar hal itu tercapai, Kerajaan tersebut akan mengadakan perubahan yang dramatis di bumi.
Apa yang akan dilakukan Kerajaan itu di bumi? Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Allah akan melenyapkan kejahatan dengan menyingkirkan orang-orang yang berkeras mempraktekkannya. (Matius 25:31-34, 46) Itu akan berarti akhir dari segala bentuk kebejatan dan kefasikan. Yesus juga mengajarkan bahwa bumi akan dipenuhi dengan orang-orang yang ”berwatak lembut”, adil-benar, berbelaskasihan, ”murni hatinya”, dan suka damai.—Matius 5:5-9.
Apakah orang-orang yang setia tersebut harus tinggal di planet yang tercemar? Sama sekali tidak! Yesus berjanji bahwa bumi akan mengalami perubahan yang luar biasa di bawah Kerajaan Allah. Seorang pria yang akan dieksekusi di samping Yesus berkata, ”Yesus, ingatlah aku apabila engkau masuk ke dalam kerajaanmu.” Sebagai jawaban, Yesus berkata, ”Dengan sungguh-sungguh aku mengatakan kepadamu hari ini: Engkau akan bersamaku di Firdaus.” (Lukas 23:42, 43) Ya, Kerajaan Allah akan mentransformasi seluruh bumi menjadi firdaus—sama dengan yang ada di Taman Eden.
Apa lagi yang akan dilakukan Kerajaan itu bagi umat manusia? Yesus tidak sekadar menjanjikan apa yang akan dilakukan Kerajaan Allah. Ia juga menunjukkan apa yang akan dilakukan Kerajaan itu. Yesus melakukan banyak mukjizat penyembuhan, dengan demikian mempertunjukkan dalam skala kecil apa yang akan ia lakukan dalam skala yang jauh lebih besar di masa depan selama pemerintahan Kerajaannya. Catatan Injil terilham berkata tentang Yesus, ”Ia mengelilingi seluruh Galilea, mengajar di sinagoga-sinagoga mereka dan memberitakan kabar baik kerajaan dan menyembuhkan setiap jenis penyakit dan setiap jenis kelemahan jasmani di antara orang-orang.”—Matius 4:23.
Yesus menyembuhkan berbagai macam penyakit. Ia ”mencelikkan mata orang yang lahir buta”. (Yohanes 9:1-7, 32, 33) Dengan sentuhan lembut, Yesus menyembuhkan seorang pria yang menderita kusta yang sangat menjijikkan. (Markus 1:40-42) Ketika ”seorang pria yang tuli dan terganggu kemampuan bicaranya” dibawa kepadanya, Yesus mempertunjukkan bahwa ia dapat membuat ”yang tuli mendengar dan yang bisu berbicara”.—Markus 7:31-37.
Bahkan kematian itu sendiri bisa diatasi oleh Raja yang dilantik Allah ini. Ada tiga peristiwa yang dicatat ketika Yesus menghidupkan kembali orang mati. Ia membangkitkan putra satu-satunya seorang janda, gadis berusia 12 tahun, dan sahabat karibnya Lazarus.—Lukas 7:11-15; 8:41-55; Yohanes 11:38-44.
Yesus menggambarkan masa depan menakjubkan yang menanti rakyat Kerajaan Allah dengan bernubuat melalui rasul Yohanes, ”Lihat! Kemah Allah ada di tengah-tengah umat manusia, dan ia akan berdiam bersama mereka, dan mereka akan menjadi umatnya. Dan Allah akan ada bersama mereka. Dan ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit. Perkara-perkara yang terdahulu telah berlalu.” (Penyingkapan 1:1; 21:3, 4) Bayangkan—suatu dunia tanpa air mata dukacita, rasa sakit, dan kematian! Pada saat itulah, doa agar kehendak Allah terjadi di bumi seperti di surga akan terwujud sepenuhnya.
Kapan Kerajaan Allah akan datang? Yesus mengajarkan bahwa awal pemerintahan kerajaannya akan bertepatan dengan periode khusus yang ia sebut ”kehadiran”-nya. Yesus memberikan nubuat yang terperinci untuk menunjukkan kapan kehadirannya dalam kuasa kerajaan akan dimulai. Periode ini akan ditandai oleh kesusahan global, yang mencakup peperangan, bala kelaparan, gempa bumi, sampar, dan meningkatnya pelanggaran hukum. (Matius 24:3, 7-12; Lukas 21:10, 11) Hal-hal ini dan banyak corak lain yang Yesus nubuatkan telah nyata khususnya sejak 1914, tahun pecahnya Perang Dunia I. Jadi, Yesus sekarang sedang memerintah sebagai Raja. Segera, Kerajaan Allah akan datang dan menyebabkan kehendak Allah terjadi di bumi.b
Apa artinya kedatangan Kerajaan Allah bagi Anda secara pribadi? Itu semua bergantung pada cara Anda memilih untuk menanggapi berita Yesus.
[Catatan Kaki]
a Ungkapan ”kerajaan surga” muncul sekitar 30 kali dalam Injil Matius.
b Untuk pembahasan yang terperinci tentang bagaimana kita tahu bahwa kedatangan Kerajaan Allah sudah dekat, lihat pasal 9, ”Apakah Kita Hidup pada ’Hari-Hari Terakhir’?”, di buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
-
-
Yesus Kristus—Beritanya dan AndaMenara Pengawal—2010 | 1 April
-
-
Yesus Kristus—Beritanya dan Anda
”Aku telah datang agar mereka dapat memiliki kehidupan dan memilikinya dengan limpah.”—YOHANES 10:10.
YESUS KRISTUS datang ke bumi terutama untuk memberi, bukan untuk menerima. Melalui pelayanannya, ia memberikan pemberian yang tak ternilai bagi umat manusia—berita yang menyingkapkan kebenaran tentang Allah dan kehendak-Nya. Orang-orang yang menyambut berita tersebut dapat menikmati kehidupan yang lebih baik sekarang, sebagaimana bisa dibuktikan oleh jutaan orang Kristen sejati.a Tetapi, inti berita yang Yesus kabarkan adalah tentang pemberian yang paling berharga—kehidupan sempurna yang ia berikan demi kepentingan kita. Kesejahteraan kekal kita bergantung pada cara kita menanggapi aspek terpenting dari beritanya ini.
Apa yang Allah dan Kristus berikan Yesus tahu bahwa ia akan mati dengan cara yang menyakitkan di tangan musuh-musuhnya. (Matius 20:17-19) Namun, dalam kata-katanya yang terkenal di Yohanes 3:16, ia berkata, ”Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, ia memberikan Putra satu-satunya yang diperanakkan, agar setiap orang yang memperlihatkan iman akan dia tidak akan dibinasakan melainkan memperoleh kehidupan abadi.” Yesus juga berkata bahwa ia datang untuk ”memberikan jiwanya [atau, kehidupannya] sebagai tebusan untuk penukar bagi banyak orang”. (Matius 20:28) Mengapa ia berkata bahwa kehidupannya akan diberikan dan bukannya diambil?
Karena dimotivasi oleh kasih yang tak terbandingkan, Allah membuat persediaan agar manusia diselamatkan dari dosa warisan dan konsekuensinya—ketidaksempurnaan dan kematian. Allah melakukan ini dengan mengutus Putra satu-satunya yang diperanakkan ke bumi untuk mati sebagai korban. Yesus rela mematuhinya, memberikan kehidupan manusianya yang sempurna demi kepentingan kita. Persediaan ini, yang disebut tebusan, adalah pemberian terbesar dari Allah bagi umat manusia.b Itu adalah pemberian yang dapat menghasilkan kehidupan abadi.
Apa yang perlu Anda lakukan Apakah tebusan adalah pemberian bagi Anda secara pribadi? Itu terserah pada Anda. Sebagai ilustrasi: Bayangkan seseorang mengulurkan kepada Anda sebuah kado. Nah, pemberian itu tidak akan menjadi milik Anda kalau Anda tidak meraih untuk menerimanya. Demikian pula, Yehuwa mengulurkan tebusan kepada Anda, tetapi pemberian ini baru menjadi milik Anda secara pribadi kalau Anda meraih untuk menerimanya. Caranya?
Yesus berkata bahwa orang-orang yang ”memperlihatkan iman” akan dialah yang akan menerima kehidupan abadi. Iman mencakup cara hidup Anda. (Yakobus 2:26) Memperlihatkan iman akan Yesus berarti menyelaraskan kehidupan Anda dengan hal-hal yang ia katakan dan lakukan. Untuk itu, Anda mesti mengenal baik Yesus dan Bapaknya. ”Ini berarti kehidupan abadi,” kata Yesus, ”bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan mengenai dirimu, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai pribadi yang engkau utus, Yesus Kristus.”—Yohanes 17:3.
Kira-kira 2.000 tahun yang lalu, Yesus Kristus menyampaikan berita yang telah mengubah kehidupan jutaan orang di seluruh dunia. Maukah Anda mengetahui lebih banyak tentang berita itu dan bagaimana Anda serta orang-orang yang Anda kasihi bisa memperoleh manfaat darinya, bukan hanya sekarang, tetapi selama-lamanya? Saksi-Saksi Yehuwa akan senang membantu Anda.
Artikel-artikel berikutnya akan memberikan lebih banyak penjelasan mengenai Yesus Kristus, pria yang mengabarkan berita yang bisa mengubah kehidupan Anda selama-lamanya.
[Catatan Kaki]
a Tidak semua orang yang mengaku Kristen adalah pengikut Kristus yang sejati. Para pengikut Kristus yang sejati adalah orang-orang yang hidup selaras dengan kebenaran yang ia ajarkan tentang Allah dan kehendak-Nya.—Matius 7:21-23.
b Untuk informasi lebih lanjut tentang ajaran Alkitab mengenai tebusan, lihat pasal 5, ”Tebusan—Pemberian Allah yang Paling Berharga”, di buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
-
-
Mitos Versus Fakta—Kebenaran tentang YesusMenara Pengawal—2010 | 1 April
-
-
Mitos Versus Fakta—Kebenaran tentang Yesus
BAGAIMANA MENURUT ANDA? APAKAH PERNYATAAN BERIKUT FAKTA ATAU MITOS?
Yesus lahir pada tanggal 25 Desember.
Tiga orang majus mengunjungi Yesus pada saat kelahirannya.
Yesus satu-satunya anak Maria.
Yesus adalah Allah yang menjelma.
Yesus bukan sekadar orang baik.
BANYAK orang akan mengatakan bahwa semua pernyataan di atas itu benar. Yang lain mungkin mengatakan bahwa sulit—bahkan mustahil—untuk mengetahuinya dengan pasti. Bisa jadi mereka merasa bahwa asalkan kita percaya kepada Yesus, jawabannya tidak penting.
Namun, Alkitab mengatakan yang sebaliknya. Kita dianjurkan untuk memiliki ”pengetahuan yang saksama tentang Tuan kita, Yesus Kristus”. (2 Petrus 1:8) Kita memperoleh pengetahuan tersebut dengan memeriksa catatan Injil, yang menyingkapkan kebenaran tentang Yesus sehingga kita bisa membedakan mana mitos dan mana fakta. Maka, marilah kita simak apa yang ditunjukkan catatan Injil mengenai berbagai kepercayaan di atas.
KEPERCAYAAN: Yesus lahir pada tanggal 25 Desember.
STATUS: MITOS.
Tidak ada pernyataan langsung dalam Alkitab tentang bulan atau tanggal kelahiran Yesus. Kalau begitu, dari mana asalnya tanggal 25 Desember? Menurut The Encyclopædia Britannica, beberapa orang yang mengaku Kristen ”ingin agar tanggalnya bertepatan dengan perayaan kafir Romawi untuk memperingati . . . titik balik matahari pada musim dingin, ketika siang hari mulai lebih panjang dan matahari mulai naik lebih tinggi di langit”. Karya referensi yang sama menyebutkan bahwa banyak kebiasaan Natal berasal dari ”perayaan pertanian dan matahari pada pertengahan musim dingin yang bersifat kafir”.
Apakah Yesus akan setuju kelahirannya dirayakan pada tanggal 25 Desember? Perhatikan: Tanggal kelahiran Yesus tidak diketahui. Tidak ada ayat dalam Alkitab yang menyuruh kita merayakan kelahiran tersebut, juga tidak ada petunjuk bahwa orang Kristen masa awal merayakannya. Sebagai kontras, Alkitab menyebutkan kapan persisnya tanggal kematian Yesus, dan ia memerintahkan para pengikutnya untuk memperingati hari itu.a (Lukas 22:19) Jelaslah, Yesus ingin agar bukan kelahirannya yang ditonjolkan, melainkan nilai kematiannya sebagai korban.—Matius 20:28.
KEPERCAYAAN: Tiga orang majus (atau raja menurut beberapa kisah turun-temurun) mengunjungi Yesus pada saat kelahirannya.
STATUS: MITOS.
Anda mungkin pernah melihat lukisan atau diorama Natal yang menggambarkan bayi Yesus terbaring di palungan, dikelilingi tiga orang majus yang membawa hadiah. Namun, gambaran ini adalah fiksi, bukan fakta.
Memang benar ada rombongan dari Timur yang datang memberikan penghormatan kepada Yesus yang masih kecil. Namun, para tamu ini sebenarnya adalah ahli nujum. (Matius 2:1, The New English Bible; The Bible—An American Translation) Dan, apakah mereka menemukan Yesus terbaring di palungan? Tidak; mereka mengunjungi dia di sebuah rumah. Tampaknya, mereka datang beberapa bulan setelah Yesus lahir.—Matius 2:9-11.
Mengenai jumlah tamu-tamu itu, apakah ada 2? 3? 30? Alkitab tidak menyebutkannya. Anggapan umum bahwa mereka berjumlah tiga orang mungkin timbul karena ada tiga jenis hadiah yang dibawa.b (Matius 2:11) Malah, ada pendapat bahwa ketiga orang majus itu masing-masing mewakili ras manusia yang berbeda. Namun, gagasan itu tidak terdapat dalam Alkitab. Sebaliknya, menurut sebuah ulasan tentang Injil, mitos yang satu ini adalah cetusan ”seorang sejarawan yang penuh imajinasi dari abad kedelapan”.
KEPERCAYAAN: Yesus satu-satunya anak Maria.
STATUS: MITOS.
Yesus punya adik-adik sebagaimana dengan jelas disebutkan dalam Injil. Injil Lukas menyebut Yesus sebagai ”anak sulung” Maria, yang menyiratkan bahwa ia belakangan melahirkan anak-anak lain.c (Lukas 2:7) Injil Markus melaporkan bahwa ada orang-orang di kota Nazaret yang menyetarakan Yesus dengan adik-adiknya, menganggap dia bukan orang istimewa. Mereka bertanya, ”Bukankah Yakobus, Yusuf, Yudas, dan Simon itu saudara-saudara lelakinya? Bukankah saudara-saudara perempuannya tinggal di kota kita?”—Markus 6:3, Contemporary English Version; Matius 12:46; Yohanes 7:5.
Tidak soal apa yang dikatakan catatan Injil, banyak teolog berkeras bahwa Yesus adalah satu-satunya anak Maria. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan saudara lelaki dan perempuannya sebenarnya adalah sepupu Yesus.d Yang lain berspekulasi bahwa adik-adiknya ini adalah anak-anak tiri Maria. Namun pikirkan: Jika Yesus adalah satu-satunya anak Maria, apakah orang-orang Nazaret tersebut akan berkata seperti itu? Sebaliknya, beberapa di antara mereka kemungkinan besar menyaksikan sendiri kehamilan Maria. Mereka tahu betul bahwa Yesus adalah salah satu di antara banyak anak yang dilahirkan Maria.
KEPERCAYAAN: Yesus adalah Allah yang menjelma.
STATUS: MITOS.
Gagasan bahwa Allah datang ke bumi dan hidup sebagai manusia Yesus, yang merupakan inti doktrin Tritunggal, telah ada untuk waktu yang lama—tetapi tidak berasal dari zaman Yesus. Sebaliknya, The Encyclopædia Britannica mengatakan, ”Kata Tritunggal, maupun doktrin yang jelas tentang hal itu, tidak terdapat dalam Perjanjian Baru . . . Doktrin tersebut berkembang secara bertahap selama beberapa abad dan melalui banyak perdebatan.”
Agama sebenarnya merendahkan Yesus dengan mengajarkan bahwa ia adalah Allah yang menjelma.e Mengapa? Perhatikan sebuah ilustrasi. Beberapa karyawan mengajukan permintaan kepada atasan mereka, tetapi ia mengatakan bahwa ia tidak berwenang mengabulkannya. Jika pernyataannya benar, sang atasan memang bijaksana karena menyadari keterbatasannya. Namun, jika ia sebenarnya bisa mengabulkan permintaan mereka tetapi ia tidak mau—ia berdusta.
Nah, bagaimana tanggapan Yesus sewaktu dua rasulnya menginginkan kedudukan terkemuka? Ia memberi tahu mereka, ”Berkenaan dengan duduk di sebelah kananku dan di sebelah kiriku, aku tidak berhak memberikannya, tetapi itu telah dipersiapkan oleh Bapakku untuk orang-orang tertentu.” (Matius 20:23) Jika Yesus sebenarnya adalah Allah, tidakkah itu suatu dusta? Sebaliknya, dengan menyerahkan keputusan kepada Pribadi yang lebih berwenang, Yesus memberikan teladan yang bagus dalam hal kesahajaan—dan ia memperlihatkan bahwa ia tidak setara dengan Allah.
KEPERCAYAAN: Yesus bukan sekadar orang baik.
STATUS: FAKTA.
Yesus dengan jelas menyatakan bahwa ia bukan sekadar orang yang baik. Ia mengatakan, ”Aku Putra Allah.” (Yohanes 10:36) Tentu saja, siapa pun bisa mengaku sebagai Putra Allah. Namun, jika pengakuan Yesus tidak benar, apa artinya? Artinya, ia bukan orang baik, melainkan penipu ulung!
Bukti tepercaya diberikan oleh Allah sendiri. Dua kali Ia mengatakan tentang Yesus, ”Inilah Putraku.” (Matius 3:17; 17:5) Coba pikirkan: Menurut Alkitab, suara Allah sendiri terdengar di bumi hanya pada beberapa peristiwa—tetapi dalam dua di antaranya Ia menegaskan bahwa Yesus adalah Putra-Nya! Ini benar-benar bukti terbaik bahwa pengakuan Yesus memang benar.
Apakah artikel ini menyingkapkan fakta-fakta tentang Yesus yang tidak Anda ketahui sebelumnya? Jika demikian, tidakkah Anda sebaiknya memeriksa lebih lanjut catatan Injil yang terilham? Pelajaran seperti itu bisa menyenangkan serta bermanfaat. Bagaimanapun juga, Yesus sendiri mengatakan bahwa belajar kebenaran tentang dia dan Bapaknya ”berarti kehidupan abadi”.—Yohanes 17:3.
[Catatan Kaki]
a Yesus wafat pada hari Paskah, atau tanggal 14 Nisan, menurut kalender Yahudi.—Matius 26:2.
b Matius melaporkan bahwa orang-orang asing itu ”membuka perbendaharaan mereka” dan mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur kepada Yesus. Yang menarik, hadiah-hadiah mahal tersebut bisa jadi tepat waktu, karena keluarga Yesus—yang agaknya miskin—tidak lama kemudian harus lari mengungsi.—Matius 2:11-15.
c Meski Yesus dikandung secara mukjizat, anak-anak Maria lainnya dikandung secara alami dari ayah mereka, Yusuf.—Matius 1:25.
d Gagasan ini, yang dinyatakan oleh Yerome kira-kira tahun 383 M, populer di kalangan orang-orang yang percaya bahwa Maria tetap perawan seumur hidup. Yerome belakangan mengungkapkan keraguan tentang teorinya, namun di benak banyak orang—dan dalam pendirian resmi Gereja Katolik—gagasan itu tetap bertahan.
e Untuk pembahasan lengkap tentang doktrin Tritunggal, lihat brosur Haruskah Anda Percaya kepada Tritunggal? yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
[Kotak/Gambar di hlm. 14]
Fakta-Fakta Tambahan yang Mungkin Mengejutkan Anda
Orang macam apakah Yesus itu? Apakah ia terlalu serius, dingin dan tidak peduli, sehingga ia sulit bergaul dengan orang biasa? Ada yang menjawab ya. Mungkin itulah sebabnya mereka akan terkejut sewaktu mengetahui bahwa Yesus . . .
• menghadiri acara sosial yang penuh kegembiraan.—Yohanes 2:1-11.
• memberikan pujian.—Markus 14:6-9.
• senang dengan anak-anak.—Markus 10:13, 14.
• menangis di depan orang lain.—Yohanes 11:35.
• beriba hati.—Markus 1:40, 41.
-
-
Tahukah Anda?Menara Pengawal—2010 | 1 April
-
-
Tahukah Anda?
Bukti apa yang ada di luar Alkitab bahwa Yesus benar-benar tokoh sejarah?
▪ Sejumlah penulis sekuler yang hidup sekitar zaman Yesus secara spesifik menyebutkan tentang dia. Salah seorang di antaranya adalah Cornelius Tacitus, yang mencatat sejarah Romawi di bawah para kaisar. Mengenai kebakaran yang menghancurkan kota Roma pada tahun 64 M, Tacitus menuturkan bahwa konon Kaisar Nero bertanggung jawab atas bencana tersebut. Nero, kata Tacitus, berupaya menimpakan kesalahan pada suatu kelompok yang disebut Kristen oleh masyarakat. Tacitus menulis, ”Kristus, asal kata nama mereka, dieksekusi di tangan prokurator Pontius Pilatus semasa pemerintahan Tiberius.”—Annals, XV, 44.
Sejarawan Yahudi Flavius Yosefus juga menyebutkan Yesus. Sewaktu mengulas peristiwa yang terjadi antara kematian Festus, gubernur Romawi untuk Yudea sekitar tahun 62 M, dan saat penerusnya, Albinus, naik jabatan, Yosefus mengatakan bahwa Imam Besar Ananus (Ananias) ”memanggil para hakim Sanhedrin dan membawa ke hadapan mereka seorang pria yang bernama Yakobus, saudara Yesus yang disebut Kristus, dan beberapa orang lain.”—Jewish Antiquities, XX, 200 (ix, 1).
Mengapa Yesus disebut Kristus?
▪ Catatan Injil mengisahkan bahwa ketika malaikat Gabriel menampakkan diri kepada Maria untuk memberitahukan bahwa ia akan hamil, Gabriel mengatakan kepada Maria bahwa ia harus menamai putranya Yesus. (Lukas 1:31) Nama ini cukup lazim di kalangan orang Yahudi pada zaman Alkitab. Sejarawan Yahudi Yosefus menulis tentang 12 orang, selain yang disebutkan dalam Alkitab, yang menggunakan nama itu. Putra Maria disebut ”orang Nazaret”, yang menunjukkan bahwa dia adalah Yesus yang berasal dari Nazaret. (Markus 10:47) Ia juga dikenal sebagai ”Kristus”, atau Yesus Kristus. (Matius 16:16) Apa artinya ini?
Kata ”Kristus” dalam bahasa Indonesia berasal dari kata Yunani Khri·stosʹ, padanan kata Ibrani Ma·shiʹach (Mesias). Kedua kata itu secara harfiah berarti ”Pribadi yang Diurapi”. Istilah ini cocok diterapkan untuk orang-orang lain sebelum Yesus. Misalnya mengenai Musa, Harun, dan Raja Daud, dikatakan bahwa mereka diurapi, artinya mereka dilantik untuk mengemban tanggung jawab dan wewenang yang Allah berikan. (Imamat 4:3; 8:12; 2 Samuel 22:51; Ibrani 11:24-26) Yesus, Mesias yang dinubuatkan, adalah wakil Yehuwa yang terkemuka. Karena itu, Yesus cocok menerima sebutan ”Kristus, Putra dari Allah yang hidup”.—Matius 16:16; Daniel 9:25.
[Gambar di hlm. 15]
Flavius Josefus, sketsa seniman
-