-
Pita JamangPemahaman Alkitab, Jilid 2
-
-
Akan tetapi, beberapa waktu setelah mereka kembali dari Babilon, orang-orang Yahudi mengembangkan suatu agama formalitas yang didasarkan pada tradisi manusia (Mat 15:3, 9), dengan menerapkan hukum tersebut secara harfiah. Setrip-setrip perkamen digunakan dan di atasnya ditulisi empat bagian Alkitab, yakni Keluaran 13:1-10, 11-16; Ulangan 6:4-9; 11:13-21. Setidak-tidaknya pada masa belakangan, perkamen tersebut digulung dan diletakkan dalam kotak-kotak kecil dari kulit anak lembu dan diikatkan pada dahi serta lengan kiri. Kaum pria Yahudi mengenakannya pada waktu doa pagi, kecuali pada hari-hari perayaan dan Sabat.
Yesus Kristus mengutuk kemunafikan para penulis dan orang Farisi, yang memperlebar kotak-kotak berisi ayat yang mereka pakai sebagai pelindung itu supaya orang lain terkesan akan keadilbenaran mereka. (Mat 23:2, 5) Kata Yunani fy·la·kteʹri·on, ”filakteri”, yang memaksudkan kotak seperti itu yang berisi ayat, terutama berarti pos penjaga, kubu, atau pelindung. Oleh karena itu, kotak tersebut dikenakan sebagai pelindung atau jimat.
Filakteri pada lengan dikenakan oleh orang Yahudi yang menerapkan hukum Yehuwa untuk formalitas
-