-
Pokok-Pokok Penting Buku AyubMenara Pengawal—2006 | 15 Maret
-
-
’BIARLAH BINASA HARI KELAHIRANKU’
Pada suatu hari, Setan menantang Allah dengan mempertanyakan integritas Ayub. Yehuwa menanggapi tantangan itu dan membiarkan Setan mendatangkan malapetaka demi malapetaka atas diri Ayub. Tetapi, Ayub menolak untuk ’mengutuki Allah’.—Ayub 2:9.
Ketiga teman Ayub datang untuk ”menunjukkan simpati kepadanya”. (Ayub 2:11) Mereka duduk bersamanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun sampai Ayub memecahkan keheningan dengan berkata, ”Biarlah binasa hari ketika aku lahir.” (Ayub 3:3) Dia ingin ”seperti anak-anak yang tidak pernah melihat terang”, atau seperti bayi yang lahir mati.—Ayub 3:11, 16.
-
-
Pokok-Pokok Penting Buku AyubMenara Pengawal—2006 | 15 Maret
-
-
”AKU TIDAK AKAN MENYINGKIRKAN INTEGRITASKU DARI DIRIKU!”
Pada hakikatnya, dalam ceramah yang diberikan oleh ketiga teman Ayub, mereka menuduh bahwa Ayub pasti telah melakukan sesuatu yang sangat jahat sehingga Allah memberinya hukuman yang begitu berat. Elifaz yang pertama angkat suara. Bildad berbicara setelah Elifaz, menggunakan kata-kata yang lebih menyakitkan. Zofar malah lebih mengejek.
Ayub tidak bisa menerima penalaran palsu tamu-tamunya. Karena tidak dapat memahami mengapa Allah mengizinkan penderitaannya, dia cenderung terlalu membenarkan diri. Namun, Ayub mengasihi Allah dan berkata, ”Sampai aku mati aku tidak akan menyingkirkan integritasku dari diriku!”—Ayub 27:5.
-
-
Pokok-Pokok Penting Buku AyubMenara Pengawal—2006 | 15 Maret
-
-
”AKU BERTOBAT DALAM DEBU DAN ABU”
Seorang pengamat yang masih muda bernama Elihu telah dengan sabar mengikuti jalannya perdebatan. Sekarang, dia mulai angkat bicara. Dia mengoreksi Ayub dan ketiga penindasnya.
Seusai Elihu berbicara, Yehuwa menjawab dari badai. Dia tidak menjelaskan alasan penderitaan Ayub. Namun, dengan mengajukan serangkaian pertanyaan, Yang Mahakuasa membuat Ayub sadar akan kuasa-Nya yang menakjubkan dan hikmat-Nya yang besar. Ayub mengaku telah berbicara tanpa pemahaman dan berkata, ”Aku menariknya kembali, dan aku bertobat dalam debu dan abu.” (Ayub 42:6) Seraya ujian Ayub berakhir, integritasnya diberi imbalan.
-