PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Pokok-Pokok Penting Buku Ayub
    Menara Pengawal—2006 | 15 Maret
    • Kisah Ayub ditulis dengan begitu indah sehingga tulisan itu dianggap sebagai suatu mahakarya kesusastraan. Namun, bukan hanya itu saja; isinya menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: Mengapa orang baik menderita? Mengapa Yehuwa mengizinkan kejahatan berlangsung? Dapatkah manusia yang tidak sempurna mempertahankan integritas kepada Allah? Sebagai bagian dari Firman Allah yang terilham, pesan dari buku Ayub itu hidup dan mengerahkan kuasa bahkan dewasa ini.​—Ibrani 4:12.

  • Pokok-Pokok Penting Buku Ayub
    Menara Pengawal—2006 | 15 Maret
    • Pelajaran bagi Kita:

      1:8-11; 2:3-5. Seperti yang diperlihatkan dalam kasus Ayub, selain perbuatan dan tutur kata yang pantas, integritas juga menuntut motif yang benar dalam melayani Yehuwa.

      1:21, 22. Dengan tetap loyal kepada Yehuwa tidak soal di bawah keadaan yang menyenangkan atau tidak, kita dapat membuktikan Setan pendusta.—Amsal 27:11.

      2:9, 10. Seperti Ayub, kita harus tetap kuat dalam iman walaupun anggota keluarga tidak menghargai tujuan-tujuan rohani kita atau menekan kita untuk mengkompromikan atau meninggalkan iman kita.

      2:13. Teman-teman Ayub tidak mempunyai kata-kata penghiburan tentang Allah dan janji-janji-Nya karena mereka tidak memiliki cara pandang Allah.

  • Pokok-Pokok Penting Buku Ayub
    Menara Pengawal—2006 | 15 Maret
    • Pelajaran bagi Kita:

      4:7, 8; 8:5, 6; 11:13-15. Jangan cepat-cepat menyimpulkan bahwa orang yang menderita sedang menuai apa yang dia tabur dan tidak mendapat perkenan Allah.

      4:18, 19; 22:2, 3. Nasihat kita hendaknya didasarkan atas Firman Allah, bukan atas gagasan pribadi.—2 Timotius 3:16.

      10:1. Perasaan getir membutakan Ayub, sehingga dia tidak mempertimbangkan kemungkinan lain yang bisa menyebabkan penderitaannya. Janganlah kita merasa getir jika mengalami penderitaan, apalagi karena kita sudah memiliki pemahaman yang jelas tentang sengketa yang tersangkut.

      14:7, 13-15; 19:25; 33:24. Selama pencobaan apa pun yang mungkin ditimpakan Setan atas diri kita, harapan kebangkitan dapat menguatkan kita.

      16:5; 19:2. Kata-kata kita hendaknya menganjurkan dan menguatkan orang lain, bukannya menjengkelkan mereka.—Amsal 18:21.

      22:5-7. Nasihat yang diberikan atas dasar tuduhan tanpa bukti yang jelas tidak ada nilainya dan merusak.

      27:2; 30:20, 21. Untuk mempertahankan integritas tidak dibutuhkan kesempurnaan. Ayub secara keliru mengritik Allah.

      27:5. Integritas Ayub benar-benar bergantung pada dirinya sendiri karena integritas ditentukan oleh kasih seseorang kepada Allah. Oleh karena itu, kita harus memupuk kasih yang kuat kepada Yehuwa.

      28:1-28. Manusia tahu tempat harta bumi terpendam. Seraya dia mencarinya, kecerdikannya membawanya ke jalan-jalan yang tersembunyi yang bahkan tidak dapat dilihat burung-burung pemangsa yang tajam penglihatannya. Namun, hikmat Allah diperoleh karena takut akan Yehuwa.

      29:12-15. Kita hendaknya rela mengulurkan kebaikan hati yang penuh kasih kepada orang yang berkekurangan.

      31:1, 9-28. Ayub memberikan teladan bagi kita dalam hal menghindari perbuatan menggoda lawan jenis, perzinaan, perlakuan yang tidak adil dan tak berbelas kasihan, materialisme, dan penyembahan berhala.

  • Pokok-Pokok Penting Buku Ayub
    Menara Pengawal—2006 | 15 Maret
    • Pelajaran bagi Kita:

      32:8, 9. Hikmat tidak diperoleh hanya karena bertambahnya usia. Dibutuhkan pemahaman Firman Allah dan bimbingan roh-Nya.

      34:36. Integritas dibuktikan apabila dengan satu atau lain cara kita ’diuji sampai batas’.

      35:2. Elihu mendengar dengan cermat dan memastikan dengan jelas persoalan yang sesungguhnya sebelum berbicara. (Ayub 10:7; 16:7; 34:5) Sebelum memberikan nasihat, para penatua Kristen perlu mendengarkan dengan cermat, mendapatkan fakta-fakta, dan memahami dengan jelas persoalan yang terkait.—Amsal 18:13.

      37:14; 38:1–39:30. Merenungkan hasil karya Yehuwa yang menakjubkan—pernyataan kuasa dan hikmat-Nya—membuat kita rendah hati dan membantu kita menyadari bahwa pembenaran kedaulatan-Nya jauh lebih penting daripada segala kepentingan kita.—Matius 6:9, 10.

      40:1-4. Jika kita cenderung mengeluh kepada Yang Mahakuasa, kita perlu ’menaruh tangan di mulut kita’.

      40:15–41:34. Alangkah besarnya tenaga yang dimiliki Behemot (kuda Nil) dan Lewiatan (buaya)! Agar bertekun dalam dinas kepada Allah, kita juga membutuhkan kekuatan dari Pembuat satwa yang luar biasa kuat ini, yang dapat memberikan kuasa kepada kita.—Filipi 4:13.

      42:1-6. Dengan mendengar firman Yehuwa dan dengan diingatkan akan manifestasi dari kuasa-Nya, Ayub dibantu untuk ”melihat Allah”, atau melihat kebenaran tentang Dia. (Ayub 19:26) Hal ini memperbaiki cara berpikirnya. Apabila kita dikoreksi berdasarkan Alkitab, kita hendaknya mau mengakui kesalahan kita dan membuat perbaikan.

      Perkembangkan dan Milikilah ”Ketekunan Ayub”

      Buku Ayub dengan jelas memperlihatkan bahwa bukan Allah yang bertanggung jawab atas penderitaan manusia, melainkan Setan. Dengan Allah mengizinkan kejahatan terjadi di bumi, kita secara pribadi diberi kesempatan untuk menyatakan pendirian kita dalam sengketa kedaulatan Yehuwa dan sengketa integritas kita.

      Seperti Ayub, semua yang mengasihi Yehuwa akan diuji. Catatan tentang Ayub meyakinkan kita bahwa kita dapat bertekun. Hal itu mengingatkan kita bahwa problem kita tidak akan berlangsung selama-lamanya. Yakobus 5:11 berkata, ”Kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan telah melihat kesudahan yang Yehuwa berikan.” Yehuwa memberikan imbalan kepada Ayub karena mempertahankan integritas. (Ayub 42:10-17) Betapa luar biasanya harapan yang disediakan bagi kita—kehidupan abadi dalam Firdaus di bumi! Oleh karena itu, sama seperti Ayub marilah kita bertekad untuk mempertahankan integritas kita.​—Ibrani 11:6.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan