PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • ”Kuatkan dan Teguhkanlah Hatimu”
    Menara Pengawal—1986 (Seri 31) | Menara Pengawal—1986 (Seri 31)
    • ”Kuatkan dan Teguhkanlah Hatimu”

      ”Janganlah takut kepada mereka, sebab [Yehuwa], Allahmu, Dialah yang berperang untukmu.”—ULANGAN 3:22.

      1. (a) Bagaimana keadaan di Israel pada akhir perjalanan di padang belantara? (b) Nasihat apa yang kemudian diberikan oleh Musa?

      WAKTUNYA tiba untuk peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Israel. Bangsa kudus Allah kini harus bersiap-siap untuk memasuki Negeri Perjanjian! Selama 40 tahun, Musa telah memimpin orang-orang Israel melalui padang belantara yang luas dan menimbulkan rasa takut. Namun kini, di daerah Sungai Yordan di negeri Moab, ia berbicara kepada umat Allah untuk yang terakhir kali. Pada usia 120 tahun, ”matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang,” demikian pula kemampuan untuk berbicaranya masih tetap baik. Yosua, yang akan menggantikan dia, dan seluruh bangsa Israel pasti tergetar mendengar Musa dengan penuh kuasa menjelaskan secara terinci hukum Yehuwa dan dengan tegas menasihati mereka agar tetap teguh bila mereka bergerak untuk merebut negeri itu.—Ulangan 1:1-5, 19, 21, 29, 30; 3:22; 31:6, 7, 23; 34:7.

      2. Bagaimana kita tahu bahwa catatan mengenai hal-hal ini dimaksudkan untuk menjadi pelajaran bagi kita dewasa ini?

      2 Apakah peristiwa-peristiwa yang terjadi begitu lama berselang hanya semata-mata sejarah belaka? Sama sekali tidak! Rasul Paulus memberitahu kita, ”Segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan, dari Kitab Suci.” (Roma 15:4) Catatan tersebut mempunyai peristiwa yang sama di jaman modern. Hal itu dapat menguatkan kita dewasa ini untuk peperangan rohani. Ini juga menjadi ”peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir [”akhir sistem ini,” NW] telah tiba,” yang membantu kita untuk menghindari jerat-jerat Setan.—1 Korintus 10:11; 1 Petrus 4:7.

      Kekuatan Yosua—Dari Sumber Mana?

      3, 4. (a) Mengapa kita perlu memupuk keberanian? (b) Bagaimana kita dapat melakukan hal ini?

      3 Tidak lama lagi umat Allah akan memasuki sistem baru Yehuwa. Mengingat peristiwa-peristiwa yang berkembang di dunia ini, kita perlu memupuk keberanian. Bagaimana kita dapat melakukan hal ini? Pada waktu Yosua bersiap-siap untuk memasuki Negeri Perjanjian, Allah memberi instruksi kepadanya, ”Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hambaKu Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”—Yosua 1:7, 8.

      4 Ya, itulah rahasianya! Baca Alkitab setiap hari. Di dalamnya terdapat hukum Allah untuk kita. Renungkan hal itu. Taati peringatan-peringatannya. Jangan biarkan diri saudara disimpangkan kepada dunia yang materialistis dan imoral di sekeliling saudara. Dalam keadaan apapun bertindaklah dengan menggunakan hikmat. Buatlah penerapan yang praktis dari pengetahuan yang saksama dan pengertian rohani yang telah saudara dapatkan melalui pelajaran dari Firman Allah. Berbicaralah tentang hal itu kepada orang-orang lain. Dengan berbuat demikian dan dengan bersandar kepada Yehuwa, saudara benar-benar dapat ’kuat, teguh hati, dan berhasil dalam perjalanan saudara.’—Bandingkan Mazmur 1:1-3; 93:5; 119:165-168.

      5. (a) Seperti Yosua, bagaimana rohaniwan-rohaniwan muda dewasa ini dapat memperoleh kekuatan? (b) Cita-cita yang bagus apa dapat dimiliki oleh Saksi-Saksi muda dewasa ini?

      5 Yosua ”sejak mudanya menjadi abdi Musa.” (Bilangan 11:28) Pasti pergaulan yang erat ini telah membantunya mendapatkan kekuatan rohani. Demikian pula, rohaniwan-rohaniwan muda dewasa ini dapat memperoleh kekuatan dengan bekerja bersama orangtua yang berbakti, perintis-perintis, Saksi-Saksi yang sudah lama dalam kebenaran, dan hamba-hamba Yehuwa lain yang loyal. Melakukan pekerjaan kesaksian dari rumah ke rumah dengan orang-orang yang bergairah itu dapat merupakan suatu sukacita dan dapat membantu membina dalam diri anak-anak muda kita kematangan dan keinginan untuk terus maju dalam pelayanan. (Kisah 20:20, 21; Yesaya 40:28-31) Tidak ada cita-cita lain yang lebih baik yang dapat dimiliki oleh Saksi-Saksi muda selain dari dinas sepenuh waktu demi kepentingan Kerajaan Yehuwa!—Mazmur 35:18; 145:10-12.

      6. Bagaimana Yosua menjadi teladan bagi kita sehubungan dengan kampanye melawan Amalek?

      6 Ketika Musa mengutus Yosua untuk berperang melawan orang-orang Amalek, ”Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya.” Ia taat; maka, ia mendapat kemenangan. Kita juga, akan ikut ambil bagian dalam pembenaran Yehuwa jika kita memperhatikan baik-baik petunjuk-petunjuk untuk bertempur yang kita terima melalui organisasiNya. Yehuwa menyuruh Musa menulis tentang kemenanganNya atas Amalek dalam sebuah buku untuk tetap mengingat peristiwa itu dan menyatakannya kepada Yosua. Pasti Yosua mengagungkan kemenangan Yehuwa lebih lanjut dengan berbicara tentang hal itu kepada orang-orang lain. Dengan cara yang sama, kita dewasa ini dapat memberitakan tentang perbuatan-perbuatan yang penuh kuasa dari Tuhan Yang Berdaulat Yehuwa, dan kita dapat mengumumkan ’hari pembalasanNya’ yang akan segera datang atas orang-orang jahat. —Keluaran 17:10, 13, 14; Yesaya 61:1, 2; Mazmur 145:1-4.

      7, 8. (a) Keyakinan apa yang dinyatakan oleh Yosua dan Kaleb ketika kembali dari Kanaan? (b) Peringatan dan anjuran apa dapat kita peroleh dalam cara Yehuwa menangani masalah-masalah pada waktu itu?

      7 Ketika Musa mengutus 12 kepala suku untuk memata-matai Negeri Perjanjian, ia juga menyuruh Yosua ikut dengan mereka. Pada waktu kembali, sepuluh dari mata-mata itu mengungkapkan rasa takut yang sangat terhadap orang-orang Kanaan penduduk negeri itu dan membujuk orang-orang agar mengadakan kampanye untuk kembali ke Mesir. Tetapi Yosua dan Kaleb dengan berani menyatakan, ”Jika [Yehuwa] berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada [Yehuwa], dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang [Yehuwa] menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.”—Bilangan 13:1–14:38.

      8 Tetapi, himpunan. orang-orang Israel itu terus bersungut-sungut, sehingga Yehuwa turun tangan dan menghukum orang-orang Israel yang takut itu. Mereka harus mengembara selama 40 tahun di padang belantara. Kecuali Kaleb dan Yosua, semua pejuang-pejuang mereka mati tanpa melihat Negeri Perjanjian. Benar-benar suatu peringatan bagi kita dewasa ini! Jangan sekali-kali bersungut-sungut terhadap penyelenggaraan Yehuwa. Meskipun kita mendapat daerah kesaksian yang sulit, hendaknya kita kuat dan teguh hati dalam mengunjungi rumah orang-orang dengan berita Kerajaan yang menyelamatkan kehidupan. Semoga kita sekali-kali tidak menjadi seperti orang-orang murtad pada jaman modern ini yang, sebaliknya dari memberikan kesaksian kepada umum, lebih senang memfitnah saudara-saudara mereka dan jatuh kembali kepada cara-cara dunia—imbangan dari Mesir.—Bilangan 14:1-4, 26-30; Lukas 12:45, 46; bandingkan Kisah 5:27-29, 41, 42.

      Nama Yehuwa Tampil ke Depan!

      9. Bagaimana Yosua bertindak selaras dengan nama barunya?

      9 Dalam daftar dari ke-12 mata-mata di Alkitab, Yosua disebut Hosea, yang berarti ”Keselamatan.” Tetapi setelah itu catatan tersebut berbunyi, ”Musa menamai Hosea bin Nun itu Yosua [Yehosua, artinya ’Yehuwa Adalah Keselamatan’].” Mengapa Musa dengan cara itu menandaskan nama Yehuwa? Karena Yosua melayani terutama demi pembenaran nama itu. Yosua menjadi teladan yang hidup dari ketaatan kepada perintah yang belakangan akan ditekankan oleh Musa kepada orang-orang Israel, ”Kasihilah [Yehuwa], Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” Dengan berbuat demikian, ia mendapat hak istimewa untuk memperlihatkan bahwa ’Yehuwa adalah keselamatan.’—Bilangan 13:8, 16; Ulangan 6:5.

      10. (a) Apa arti nama Yehuwa bagi saudara? (b) Kekuatan apa dapat kita tarik dari kata-kata Yehuwa selanjutnya kepada Yosua?

      10 Bukankah kita sekarang juga menganggap nama Yehuwa sangat berharga dan layak mendapat semua kepujian? Arti dari namaNya yang termasyhur ialah ”Ia Menyebabkan Ada” dalam hal menepati janji-janjiNya. Betapa membesarkan hati janji-janji KerajaanNya! Dengan gairah seperti yang dimiliki Yosua, kita seharusnya ingin mengagungkan nama dan maksud-tujuan Yehuwa di hadapan semua orang yang masih akan menerima harapan sistem baruNya yang bersih dan benar. Dalam masa-masa yang penuh ujian ini, kita dapat memperoleh kekuatan dari kata-kata Yehuwa selanjutnya kepada Yosua, ”Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab [Yehuwa], Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”—Yosua 1:9.a

      11. (a) Bagaimana arti dari nama Yesus ditandaskan ketika ia memasuki Yerusalem? (b) Bagaimana Yesus memandang nama Yehuwa, dan apa yang ditunjukkan oleh hal ini?

      11 Nama yang sama dengan Yosua, atau Yehosua, dalam bahasa Yunani ialah Yesus, yang juga berarti ”Yehuwa Adalah Keselamatan.” Melalui Yesus Kristus, Yehuwa menyediakan keselamatan bagi umat manusia. Pada tahun 33 M. ketika Yesus memasuki Yerusalem dengan menunggang seekor keledai, kumpulan banyak orang terus-menerus berseru, ”Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama [Yehuwa]!” (Markus 11:9; Zakharia 9:9) Yosua merupakan gambaran yang sesungguhnya dari Yesus, yang ’telah meninggalkan teladan bagi kita, supaya kita mengikuti jejaknya dengan saksama.’ (1 Petrus 2:21, NW) Seperti Yosua, Yesus menganggap nama Yehuwa berharga, dan menjunjung tinggi nama itu. Dua kali dalam doanya yang terakhir bersama murid-muridnya, ia menandaskan nama Allah, dengan mengatakan, ”Aku telah menyatakan namaMu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepadaKu dari dunia. . . . Aku telah memberitahukan namaMu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepadaKu ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.” (Yohanes 17:6, 26) Kita benar-benar mempunyai hak istimewa untuk memberitahukan itu kepada orang-orang lain!

      12. Perbuatan-perbuatan penuh kuasa apa kita nantikan dewasa ini, dan mengapa?

      12 Pada waktu kita membaca catatan Alkitab tentang kepemimpinan Yosua yang loyal, kita dapat mengingat bahwa Yosua yang Lebih Besar, Yesus Kristus, sedang memimpin umat Allah dewasa ini. ’Hari pembenaran Yehuwa’ kini sudah di ambang pintu. Dengan penuh harap kita menantikan penggenapan dari janjiNya akan suatu sistem baru yang benar yang akan terwujud setelah hari itu! (2 Petrus 3:10-13, 17, 18) Maka, dengan yakin, kita menantikan selanjutnya perbuatan-perbuatan Yehuwa yang penuh kuasa, bahkan yang lebih hebat dari pada yang Ia laksanakan melalui Yosua.

      Mujizat Yehuwa di Sungai Yordan

      13. (a) Keadaan apa nampaknya mustahil dihadapi oleh orang-orang Israel di sebelah timur Sungai Yordan? (b) Bagaimana ketaatan Israel diberkati?

      13 Waktu itu musim panen tahun 1473 S.M., dan air Sungai Yordan sedang pasang. Bagaimana mungkin beberapa juta jiwa, tua dan muda, pria, wanita, dan anak-anak, dapat menyeberangi arus yang begitu besar? Namun Yehuwa memerintahkan Yosua, ”Bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini.” Sebagai jawaban, umat itu mengatakan kepada Yosua, ”Segala yang kauperintahkan kepada kami akan kami lakukan.” Orang-orang Israel berkemas-kemas. Imam-imam berbaris di depan, mengangkat tabut perjanjian, yang dengan hati-hati telah ditutupi dan yang melambangkan kehadiran Yehuwa di tengah-tengah mereka. Yehuwa kemudian mulai ’melakukan perbuatan yang ajaib di antara mereka,’ karena ”segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu. . . . maka berhentilah air itu mengalir.” Aliran air ”terputus sama sekali,” dan mengalir ke Laut Mati, ”lalu menyeberanglah bangsa itu.” (Yosua 1:2, 16; 3:5-16) Benar-benar suatu mujizat yang sangat menakjubkan!

      14. Persamaan apa yang ada pada jaman sekarang, dan apa hasil dari kesaksian yang diberikan?

      14 Sungai Yordan yang meluap itu mempunyai persamaan dengan lautan umat manusia yang sekarang langsung menceburkan diri kepada kebinasaan di Armagedon. (Bandingkan Yesaya 57:20; Wahyu 17:15.) Dewasa ini, pada waktu umat manusia berdiri di ambang kejatuhan akhir itu, Yehuwa menguatkan umatNya, yang kini berjumlah lebih dari 3.000.000—sebanding dengan jumlah umat Allah yang pergi bersama Yosua.—Bandingkan Habakuk 2:3.

      15. (a) Pada jaman modern ini apa yang sama dengan tindakan yang teguh dari imam-imam pada jaman dulu? (b) Bagaimana ”kumpulan besar” dilukiskan dalam gambaran ini?

      15 Seraya jutaan orang Israel berjalan di atas dasar sungai, ”para imam pengangkat tabut perjanjian [Yehuwa] itu tetap berdiri di tanah yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan,” yang melambangkan campur-tangan Allah Yehuwa. (Yosua 3:17) Pada tahun 1919 sekelompok kecil dari Saksi-Saksi yang terurap melangkah dengan berani di hadapan ”air” umat manusia. Pada tahun 1922 mereka dengan berani menyambut seruan untuk ’mengumumkan, mengumumkan, mengumumkan Raja dan Kerajaannya,’ dan sebenarnya mengatakan, ”Ini aku, utuslah aku!” Yehuwa meyakinkan mereka, ”Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan.” Pada tahun 1931, Ia memberi mereka kehormatan dengan mengaruniakan nama Saksi-Saksi Yehuwa kepada mereka. (Yesaya 6:8; 43:2, 12) Di antara mereka yang menyeberangi Sungai Yordan terdapat orang-orang Israel yang bukan dari suku Lewi dan keturunan ”banyak orang dari berbagai-bagai bangsa” yang bukan Israel yang telah meninggalkan Mesir bersama-sama Musa. Demikian pula, ”kumpulan besar” dewasa ini ikut menyeberang memasuki sistem baru Allah, sedangkan kaum sisa dari golongan imam-imam rohani berdiri ’teguh, tidak goyah,’ yang patut ditiru dalam iman mereka.—Keluaran 12:38; Wahyu 7:9; 1 Korintus 15:58.

      Tetap Mengingat Mujizat Itu

      16. (a) Bagaimana mujizat Sungai Yordan diperingati? (b) Apa yang dinyatakan oleh hal ini berkenaan perbuatan-perbuatan Yehuwa yang penuh kuasa dewasa ini?

      16 Kemudian Yehuwa memerintahkan agar mujizat di Sungai Yordan ini tetap diingat, dengan menyuruh supaya 12 orang laki-laki, yang mewakili suku-suku Israel, mengambil 12 buah batu dari tepi sungai dan menumpuknya di pantai sebelah barat di Gilgal. Batu-batu itu akan berdiri di sana sebagai tanda peringatan yang abadi bagi nama Yehuwa dan perbuatan-perbuatanNya yang penuh kuasa. Putra-putra Israel di kemudian hari harus diberitahu bahwa tanda peringatan ini dimaksudkan ”supaya semua bangsa di bumi tahu, bahwa kuat tangan [Yehuwa], dan supaya mereka selalu takut kepada [Yehuwa], Allahmu.” (Yosua 4:1-8, 20-24) Pada jaman modern, perbuatan-perbuatan Yehuwa yang menakjubkan dalam menyelamatkan umatNya, meskipun adanya serangan yang keji dari para pemimpin politik dan agama, menjadi tanda peringatan bahwa Ia menyertai umatNya. Pasti perbuatan-perbuatanNya yang mulia pada jaman modern demi pembenaran namaNya akan diingat untuk selama-lamanya dalam sistem baruNya.—Wahyu 12:15, 16; Mazmur 135:6, 13.

      17. (a) Tanda peringatan apa lagi didirikan oleh Yosua? (b) Umat manusia tidak dapat menghindari bukti kesaksian apa yang serupa dewasa ini?

      17 Selanjutnya mereka membuat sebuah tanda peringatan lain, ”Pula Yosua menegakkan dua belas batu di tengah-tengah sungai Yordan itu, di tempat bekas berjejak kaki para imam pengangkat tabut perjanjian itu. Batu-batu itu masih ada di sana sampai sekarang.” Pada waktu imam-imam keluar dari dasar sungai dan Yehuwa mengalirkan kembali arus air yang tadinya membentuk sebuah bendungan, air mengalir mengelilingi ke-12 batu kesaksian itu. (Yosua 4:9) Dengan demikian, aliran air tidak dapat menghindari batu-batu tersebut. Demikian pula dewasa ini, umat manusia terjun makin lebih cepat menuju ”Laut Mati” yakni Armagedon. Tetapi mereka tidak dapat menghindari kesaksian yang telah ditimbun oleh Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia seraya mereka ”teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil.” (Filipi 1:27, 28) Catatan yang ada menunjukkan bahwa, selama ke-67 tahun sampai dengan tahun 1986 ini, di seluruh dunia Saksi-Saksi itu telah menempatkan di rumah orang, dalam lebih dari 200 bahasa, 570.000.000 lebih buku-buku terjilid dan lebih dari 6.400.000.000 majalah Menara Pengawal dan Sedarlah!, maupun juga jutaan langganan majalah—benar-benar suatu bukti kesaksian yang penting!

      18. (a) Sifat-sifat apa telah diperlihatkan oleh golongan imam-imam dewasa ini? (b) Bagaimana seluruh umat Allah telah digerakkan?

      18 Kita dapat berbahagia bahwa kesaksian itu terus berlangsung sampai tahun 1986 ini. Melakukan kehendak Allah berarti kerja keras, seperti ketika ke-12 orang laki-laki itu masing-masing mengangkut batu peringatannya dan membawanya sampai ke Gilgal. Tetapi semangat merintis yang besar telah mempersatukan umat Allah pada jaman modern, terus mendorong mereka untuk ’kuat dan teguh hati.’—Mazmur 27:14; 31:25; Zefanya 3:9.

  • Betapa Mulia Nama Yehuwa!
    Menara Pengawal—1986 (Seri 31) | Menara Pengawal—1986 (Seri 31)
    • Betapa Mulia Nama Yehuwa!

      ”Ya [Yehuwa], Tuhan kami, betapa mulianya namaMu di seluruh bumi!”—MAZMUR 8:2, 10.

      1. Mengapa Yehuwa akan menyebabkan negeri itu ’memuntahkan’ orang-orang Kanaan?

      AKHIRNYA, pada tahun 1473 S.M., bangsa Israel berada di negeri yang dijanjikan. Tetapi mereka masih harus melakukan peperangan teokratis selama beberapa tahun, karena negeri itu harus dibersihkan dari penduduk yang rusak akhlaknya. Apakah orang-orang Kanaan benar-benar begitu jahat? Memang demikian! Penyembahan berhala dan cara hidup mereka yang imoral sangat keji dalam pandangan Yehuwa dan merupakan bahaya bagi umat Allah. Maka, Allah memerintahkan Musa untuk mengumumkan bahwa Ia akan menggunakan bangsaNya yang kudus, Israel, sebagai pelaksana penghukumanNya. Jadi, Yehuwa akan menyebabkan negeri itu ’memuntahkan’ bangsa-bangsa yang najis tersebut.—Imamat 18:1-30; Ulangan 12:29-32.

      2. ’Buah-buah’ apa yang dihasilkan oleh sistem-sistem agama dunia?

      2 Dewasa ini, juga, kita dapat mengajukan pertanyaan, Apakah dunia ini begitu jahat sehingga layak dibinasakan? Nah, bagaimana dengan sistem-sistem agama di dunia ini? Menyedihkan sekali, mereka tidak menghormati sang Pencipta, Allah Yehuwa. Orang-orang dalam Susunan Kristen telah meninggalkan Dia, ”sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor yang tidak dapat menahan air.” (Yeremia 2:13) Kepercayaan-kepercayaan mereka yang terpecah-belah dalam sekte-sekte tidak berisi ”air” kebenaran. Mereka telah memperlihatkan diri sebagai bagian dari dunia dengan mendukung peperangan-peperangan serta politiknya dan menyetujui norma-normanya dalam bidang seks. Seperti kata Yesus, mereka dapat dikenali ’dari buahnya.’—Matius 7:16, 17; bandingkan Galatia 6:7, 8.

      3. Apa akibat dari pelanggaran hukum Allah oleh dunia ini?

      3 Bagaimana dengan moral dunia ini? Pada tahun-tahun belakangan, di seluruh dunia ada kenaikan dalam pengguguran kandungan, kehamilan remaja, dan keluarga-keluarga yang berantakan, khususnya di negeri-negeri yang disebut Kristen. Di beberapa negeri, sebanyak 50 persen dari semua perkawinan berakhir dengan perceraian. ”Revolusi seks” dari tahun 1960-an telah menimbulkan akibat-akibat lain yang mencelakakan. Salah satu dari padanya dikutip dalam The New York Times tanggal 13 Juni 1986, di bawah kepala berita di halaman depan, ”KENAIKAN SEPULUH KALI LIPAT DALAM JUMLAH KORBAN YANG MATI AKIBAT AIDS DIPERKIRAKAN MENJELANG ’91.” Artikel itu menunjukkan bahwa menjelang tahun 1991, jumlah pasien AIDS (Sindroma Kehilangan Kekebalan Tubuh) di Amerika Serikat saja kemungkinan akan lebih dari 100.000, dengan biaya pengobatan per tahun sebesar 16 milyar dollar. Penyakit yang memautkan ini ditularkan terutama melalui perbuatan homoseks, penyalahgunaan narkotika, dan transfusi darah—semuanya merupakan pelanggaran hukum Allah.—1 Korintus 6:9, 10; Galatia 5:19-21; Kisah 15:19, 20.

      4. (a) Bagaimana peperangan kita berbeda dari peperangan Israel pada jaman Yosua? (b) Sejauh mana kita harus berhubungan dengan orang-orang dunia, dan mengapa?

      4 Pada jaman Yosua, Yehuwa mengutus bangsaNya yang kudus untuk membersihkan Negeri Perjanjian melalui peperangan aksara. Dewasa ini, peperangan kita bersifat rohani. (2 Korintus 10:3, 4) Kita Saksi-Saksi, tidak menggunakan kekerasan untuk menyingkirkan orang-orang yang mengabaikan Firman Allah. Yehuwa akan menyingkirkan mereka pada waktu yang Ia sendiri tetapkan dan dengan caraNya sendiri. (Ulangan 32:41, 43) Kita tidak akan bergaul akrab dengan orang-orang yang tidak mengindahkan prinsip-prinsip moral, meskipun kita dapat memperlihatkan kasih yang sejati dengan memberitakan kabar baik dari Kerajaan kepada mereka. (1 Korintus 15:33) Kita dapat belajar Firman Allah bersama mereka dan menganjurkan mereka untuk ’sadar dan bertobat, agar dosa-dosa mereka dihapuskan.’—Kisah 3:19; Matius 21:31, 32; Lukas 5:27-32.

      Rahab dan Keluarganya

      5, 6. (a) Mengapa kedua mata-mata itu pergi ke Yerikho dan ke rumah Rahab? (b) Dewasa ini, bagaimana Yehuwa sering menjawab seruan memohonkan bantuan? (c) Bagaimana Rahab memperlihatkan diri sebagai ”orang yang suka damai”?

      5 Tepat sebelum Israel menyeberangi Sungai Yordan, Yehuwa mengarahkan perhatian kepada kota Yerikho. Yosua mengutus dua orang mata-mata, yang mewakili seluruh Israel, dan mengatakan kepada mereka, ”Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho.” Mengapa mereka harus memata-matai Yerikho? Meskipun kota itu kecil dan bukan tandingan bagi bala tentara Israel, posisi kota itu cocok sebagai jalan masuk untuk menaklukkan Kanaan. Ternyata kehadiran dari mata-mata itu di sana merupakan kesempatan bagi orang-orang di Yerikho untuk menyatakan diri dengan jelas, apakah mereka berpihak kepada atau melawan Yehuwa. ”Maka pergilah [kedua mata-mata itu] dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ.” (Yosua 2:1-7) Pasti kedua mata-mata itu sampai ke rumah Rahab atas bimbingan ilahi, sama seperti dewasa ini sering kali Saksi-Saksi Yehuwa karena bimbingan malaikat mengunjungi orang-orang yang berdoa memohonkan bantuan rohani. ”Mata [Yehuwa] tertuju kepada orang-orang benar, dan telingaNya kepada teriak mereka minta tolong.”—Mazmur 34:16; lihat juga 2 Tawarikh 16:9.

      6 Mengapa kedua mata-mata itu memasuki rumah seorang pelacur? Bukan untuk tujuan yang imoral tetapi kemungkinan besar untuk mengelabui orang-orang Kanaan yang sedang mengamat-amati mereka. Kata-kata Rahab kepada kedua mata-mata itu menunjukkan bahwa ia tidak mempunyai niat yang imoral terhadap mereka. Karena mengetahui bahwa mereka adalah hamba-hamba dari Yehuwa, ia dapat menyatakan kepada mereka tentang hasratnya yang sungguh-sungguh untuk menjadi penyembah dari Yehuwa. Ia bahkan mempertaruhkan kehidupannya dengan menyembunyikan mereka di atas sotoh rumahnya. Ia seperti ”domba-domba” dari perumpamaan Yesus, yang memperlihatkan kebaikan kepada ’saudara-saudara’ Tuhan. (Matius 25:31-46) Seraya bertindak dengan bijaksana, Saksi-Saksi Yehuwa dewasa ini tidak ragu-ragu mengunjungi dan belajar Alkitab bersama peminat-peminat ”yang suka damai.”—Lukas 10:5-7, BIS.

      7. (a) Bagaimana Rahab menyatakan imannya kepada Yehuwa? (b) Sikap apa yang harus diperlihatkan oleh orang-orang baru dewasa ini, dan bagaimana mereka harus bertindak?

      7 Rahab telah mendengar tentang perbuatan-perbuatan Yehuwa yang penuh kuasa. Kepada kedua mata-mata yang ia sembunyikan, ia dapat mengungkapkan imannya, dengan mengatakan, ”Aku tahu, bahwa [Yehuwa] telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu.” Setelah menceritakan tentang laporan yang ia dengar mengenai perbuatan-perbuatan Yehuwa yang penuh kuasa, Rahab selanjutnya mengatakan, ”[Yehuwa], Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah. Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi [Yehuwa], bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya.” (Yosua 2:9-13) Seperti Rahab, orang-orang yang baru belajar kebenaran Allah dewasa ini tidak perlu lagi merasa takut terhadap penghukuman yang tidak lama lagi akan dilaksanakan pada ”hari [Yehuwa].” (Zefanya 1:14-18) Sebaliknya, mereka berpaling dari jalan-jalan duniawi dan mencari bantuan dari Saksi-Saksi Yehuwa untuk mendapat keselamatan.—Mazmur 3:7-9; Amsal 18:10.

      8. (a) Apa yang dewasa ini sama dengan Rahab yang memperlihatkan ”tali-tali benang kirmizi” di jendelanya? (b) Mengapa Rahab dinyatakan benar, dan dengan hasil apa?

      8 Tanda yang diberikan oleh kedua mata-mata itu kepada Rahab ialah ”tali dari benang kirmizi” yang harus ia ikat pada jendela melalui mana kedua mata-mata itu melarikan diri. (Yosua 2:17-21) Karena Rahab memperlihatkan tanda ini, rumahnya akan diselamatkan pada waktu Yerikho dihancurkan. Demikian pula dewasa ini, mereka yang memperlihatkan iman seperti Rahab ditandai untuk diselamatkan sebagai penyembah Yehuwa yang berbakti dan dibaptis. Wahyu 7:9, 10, 14 menggambarkan mereka sebagai ”suatu kumpulan besar” yang telah ”mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.” Mereka beriman akan darah korban Yesus dan mendukung ini dengan perbuatan-perbuatan Kristen. (Roma 10:9, 10) Kita membaca di Yakobus 2:24, 25, ”Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman. Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?”

      9. (a) ’Perbuatan-perbuatan’ Rahab terdiri atas apa? (b) Apa hasil dari kesaksian yang berani dewasa ini?

      9 ’Perbuatan-perbuatan’ Rahab termasuk melindungi kedua mata-mata itu dan mengumpulkan orang-orang lain di rumahnya agar dapat diselamatkan. Dengan cara yang sama, ”kumpulan besar” pada jaman modern menyibukkan diri dalam mendukung dengan loyal ”hamba yang setia dan bijaksana” yang terurap seraya kelompok ini memberikan ’makanan rohani pada waktunya’ dan mengawasi kegiatan pengabaran Kerajaan di seluruh dunia. (Matius 24:45-47) Untuk peranannya, Rahab berlaku berani dalam memberi kesaksian kepada keluarga ayahnya—suatu kegiatan yang penuh bahaya, karena ia bisa saja dikhianati. (Bandingkan Matius 10:32-36.) Demikian pula dewasa ini di banyak negeri yang menentang, Saksi-Saksi Yehuwa harus berani memberikan kesaksian. Hal ini menghasilkan pengumpulan yang besar, dan sering kali satu keluarga seluruhnya keluar dari Babel Besar untuk berpihak kepada ibadat yang murni dari Yehuwa.—Mazmur 73:28; 107:21, 22.

      Yerikho—Dulu dan Sekarang

      10. Perhatian istimewa apa harus diberikan kepada Yerikho?

      10 Mari kita melihat peristiwa-peristiwa yang dramatis ini dari sudut lain. ”Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk.” Ini adalah kota pertama di Kanaan yang akan dihukum oleh pedang Yehuwa. Karena alasan itu, sebagai buah-buah pertama yang dibaktikan kepada Allah, ini harus mendapat perhatian istimewa. Yosua menjelaskan, ”Kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi [Yehuwa] untuk dimusnahkan.”—Yosua 6:1-17; bandingkan Keluaran 22:29; Imamat 27:26.

      11. (a) Persamaan menyolok apa yang kita lihat dewasa ini? (b) Sebutkan contoh tentang ”kengerian” yang dirasakan oleh Babel Besar.

      11 Hal ini benar-benar sama dengan Babel Besar, imperium agama palsu sedunia yang telah mencapai puncak kejahatannya dalam abad ke-20 yang bernoda darah ini! Ia telah berusaha untuk menutup pintu-pintu gerbangnya agar tidak dimasuki oleh Saksi-Saksi Yehuwa. Dengan kata-kata Rahab, ”kengerian” terhadap umat Allah telah menghinggapi kota itu. Misalnya, surat kabar Italia La Repubblica tanggal 12 Nopember 1985, memuat kepala berita ”JERIT KETAKUTAN DARI GEREJA TERHADAP SAKSI-SAKSI YEHUWA.” Artikel itu melaporkan tentang suatu rapat di Bologna, yang diikuti oleh seorang kardinal Katolik Roma untuk menangkis ”ancaman” dari Saksi-Saksi Yehuwa. Paus mengirim sebuah telegram yang berisi anjuran dan dukungan. Seruan didengungkan, ”Mereka sudah bergerak dalam jumlah besar di seluruh dunia,” dan diumumkan bahwa ”kini gereja akan mengerahkan diri” untuk menghadapi ”bahaya” ini. Tetapi apakah ia akan menang?—Yeremia 1:17-19.

      12. (a) Bagaimana gagasan Babel Besar tentang ”allah” bertentangan dengan kebenaran? (b) Mengapa Yehuwa akan berperang bagi saksi-saksiNya?

      12 Babel Besar mempunyai banyak sekali ilah-ilah yang membingungkan, dari Tritunggal yang mistik dari Susunan Kristen sampai jutaan dewa-dewa dari agama-agama di Negeri-Negeri Timur. Sebelum menugaskan Yosua, Musa menyatakan, ”Dengarlah, hai orang Israel: [Yehuwa] itu Allah kita, [Yehuwa] itu esa!” Dewasa ini, Saksi-Saksi Yehuwa saja yang tetap memuliakan ”satu Allah dan Bapa” ini. (Ulangan 6:4; Efesus 4:6) Yehuwa akan berperang bagi kita sama seperti yang Ia lakukan pada jaman Yosua dan pemimpin-pemimpin lain yang loyal di Israel.—2 Tawarikh 20:15, 17; 32:7, 8; Yesaya 54:17.

      Pelaksanaan Penghukuman

      13. (a) Peristiwa-peristiwa apa mengarah kepada penyerangan atas Yerikho? (b) Persamaan apa yang kita lihat dewasa ini?

      13 Yosua membuat persiapan yang saksama untuk menyerang Yerikho. Pria-pria yang menjadi dewasa di padang belantara disunat. Ini melambangkan bahwa mereka telah menyingkirkan segala sesuatu yang dapat menghalangi pembaktian sepenuh hati kepada Yehuwa. (Ulangan 10:16; 30:5, 6) Paskah mereka rayakan lagi. Orang-orang mulai mendapat makanan dari hasil-hasil negeri itu dan tidak mendapat lagi manna yang dulu disediakan secara mujizat. Selain itu, ”Panglima Balatentara [Yehuwa],” pasti Logos sebelum menjadi manusia, muncul di hadapan Yosua untuk meyakinkan dia. Dan Yosua dengan rendah hati mengakui kehadiran Pribadi itu. Dari semua hal tersebut, kita dapat melihat persamaan dalam pengalaman dari saksi-saksi Yehuwa pada jaman modern seraya mereka membaktikan diri kepada pekerjaan yang ada. Makanan rohani kita telah menjadi lebih beragam dan berbobot dalam isinya seraya ”hamba yang setia dan bijaksana” maju terus dengan progresif di bawah kepemimpinan Tuhan Yesus Kristus.—Yosua 5:1-15.

      14. Taktik-taktik aneh apa yang Yehuwa perintahkan dalam menyerang Yerikho?

      14 Sekarang mari kita melihat kancah peperangan. Yehuwa benar-benar menuntut digunakannya taktik-taktik yang aneh! Selama enam hari, satu kali tiap hari imam-imam Israel berbaris mengelilingi Yerikho, sambil mengangkat Tabut, yang melambangkan kehadiran Yehuwa. Mereka didahului oleh tujuh imam yang meniup tanduk-tanduk domba, dan prajurit-prajurit Israel berbaris di depan dan di belakang mereka. Tetapi pada hari ketujuh mereka bangun ”pagi-pagi, ketika fajar menyingsing,” dan berbaris mengelilingi kota itu tujuh kali. Orang-orang Yerikho pasti sangat ketakutan!—Yosua 6:2-15.

      15. Persamaan apa terlihat dalam kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa dewasa ini?

      15 Ada satu persamaan yang menonjol dari peristiwa-peristiwa tersebut dengan apa yang dilakukan oleh Saksi-Saksi Yehuwa dewasa ini di seluruh dunia. Baru-baru ini, perluasan dari kegiatan Kerajaan kita benar-benar menyolok. Dalam kelima tahun sampai 1985, barisan perintis meningkat 134 persen. Bala tentara perintis-perintis dan pemberita-pemberita Kerajaan lain yang setia bangun ”pagi-pagi,” sering dalam arti harfiah, dan dengan bergairah ambil bagian dalam memberitakan penghakiman Yehuwa. Bagi para pemimpin agama-agama Susunan Kristen, Saksi-Saksi ini nampak seperti ”suatu bangsa yang banyak dan kuat.” Kaum pendeta ”merasa sangat sakit hati” (NW) melihat bagaimana pemberitaan kebenaran membuat banyak orang yang jujur meninggalkan mereka dan berpihak kepada Yehuwa.—Yoel 2:1-3, 6.

      16. (a) Mujizat-mujizat apa menandai kejatuhan Yerikho? (b) Bagaimana iman Rahab diberkati?

      16 Akhirnya Yosua memberi perintah kepada orang-orang itu, ”Bersoraklah, sebab [Yehuwa] telah menyerahkan kota ini kepadamu!” Sorak peperangan yang keras mengguntur. Bumi berguncang dan—benar-benar suatu mujizat—tembok-tembok Yerikho runtuh. Orang-orang Israel dengan taat menyerbu untuk membinasakan semua makhluk hidup di kota itu. Mereka membakarnya dengan api. Namun lihat! Satu bagian kecil dari tembok sebelah luar masih tetap berdiri, dan di jendelanya terdapat sebuah tali merah. Rahab dan keluarga ayahnya dibawa ke luar tanpa cedera. Pada waktunya, iman Rahab diberkati lebih jauh dalam hal ia menjadi istri dari orang Israel bernama Salmon dan menjadi nenek moyang dari Yesus Kristus.—Yosua 6:16-26; Matius 1:5.

      17. Apa yang digambarkan oleh mujizat-mujizat ini?

      17 ”Dan [Yehuwa] menyertai Yosua dan terdengarlah kabar tentang dia di seluruh negeri [”bumi,” NW].” Dengan cara yang sama, nama Yehuwa yang mulia akan dibenarkan pada waktu Babel Besar dihancurkan dan harta serta kemegahannya dilucuti pada awal dari ’sengsara besar.’—Yosua 6:27; Wahyu 17:16; 18:9, 10, 15-17; Matius 24:21, 22, Bode.

      Seorang yang Murtad Gagal

      18. (a) Mengapa ’bangsa itu menjadi tawar hati’? (b) Bagaimana reaksi Yosua terhadap keadaan yang gawat itu?

      18 Tidak lama setelah kemenangan yang gemilang di Yerikho, suatu hal yang mengherankan terjadi. Pasukan penyerang yang diutus oleh Yosua untuk menjatuhkan Ai, kota yang berdekatan, dikalahkan! ”Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat.” Yosua yang kacau pikirannya berseru dalam doa, ”Ah, Tuhanku [Yehuwa], . . . apakah yang akan Kaulakukan untuk memulihkan namaMu yang besar itu?”—Yosua 7:2-9.

      19, 20. (a) Bagaimana Yehuwa menyingkirkan kebodohan Akhan dan dengan jaminan apa kepada Yosua? (b) Persamaan apa pada jaman modern yang dapat terlihat?

      19 Yehuwa kemudian menyingkapkan kepada Yosua bahwa suatu ’perbuatan noda’ telah dilakukan di Israel. Akhan dari suku Yehuda dinyatakan sebagai orang yang bersalah. Dari jarahan Yerikho ia telah mencuri sebuah jubah buatan Babel ”yang indah,” juga emas dan perak. Yehuwa ”mendatangkan kesusahan” (BIS) atas Akhan, ia dan keluarganya dilempari batu. Kemudian mereka beserta harta milik mereka dibakar dengan api. Sebagai kesaksian yang abadi dari pelaksanaan penghukuman Yehuwa itu, suatu timbunan yang besar dari batu-batu didirikan di atas Akhan sendiri, dan tempat itu disebut ”Lembah Akhor,” yang berarti ”Pengucilan; Kesusahan.” Sekali lagi, Yehuwa mengatakan kepada Yosua, ”Janganlah takut dan janganlah tawar hati.” Nama Yehuwa dimuliakan dalam hal Yosua tidak pernah kalah lagi dalam peperangan.—Yosua 7:10–8:1.

      20 Apakah ada yang dapat disamakan dengan dosa Akhan pada jaman modern ini? Ya, ada. Rasul Paulus memperingatkan kita terhadap ”serigala-serigala yang ganas” yang akan mengabaikan peraturan teokratis dan menempuh haluan mereka sendiri yang mementingkan diri. Sejak 1919, dari waktu ke waktu orang-orang yang tamak seperti itu muncul di kalangan umat Allah. Sebagai contoh baru-baru ini, selama pertengahan tahun 1970-an ada penatua-penatua terkemuka yang merasa tidak puas. Mereka merasa bahwa ”gengsi” mereka turun dengan memberi kesaksian dari rumah ke rumah, mengumumkan berita Kerajaan sesuai dengan pola dari rasul-rasul Yesus. (Kisah 5:42; 20:20, 21, 29, 30) Mereka ingin kembali kepada ajaran-ajaran Babel. Dengan licik mereka berusaha menimbulkan keragu-raguan mengenai ”zaman akhir” dan mengendurkan pekerjaan Saksi-Saksi Yehuwa. (2 Petrus 3:3, 4) Akhirnya, mereka harus dipecat.—2 Yohanes 10, 11; bandingkan Filipi 1:15-17; Ibrani 6:4-8.

      21. (a) Apa nampaknya salah satu alasan dari pengenduran pada akhir tahun 1970-an? (b) Apa yang telah membantu ’mempercepat’ pekerjaan sejak waktu itu?

      21 The Watchtower tanggal 15 Juli 1979 dengan terus terang memperlihatkan dasar Alkitab untuk pelayanan dari rumah ke rumah dan pentingnya hal itu. Saksi-Saksi yang loyal terus maju dengan penuh semangat memasuki tahun 1980-an! Kemungkinan besar adanya sejumlah kecil orang yang murtad telah menjadi penyebab mengendurnya pekerjaan Yehuwa selama bagian akhir dari tahun 1970-an—pada waktu itu rata-rata pertambahan per tahun dalam barisan Saksi-Saksi Yehuwa yang aktif turun sampai kurang dari 1 persen. Tetapi, pertambahan tiap tahun dalam lima tahun belakangan ini rata-rata lebih dari 6 persen. Penyiar-penyiar Kerajaan mencapai puncak seluas dunia sejumlah 3.024.131 pada tahun 1985, dibanding dengan 2.179.256 pada tahun 1975. Yehuwa terus ’mempercepat’ pekerjaanNya!—Yesaya 54:2, 3; 60:22, NW.

  • ”Kepada [Yehuwa], Allah Kita, Kami Akan Beribadah”
    Menara Pengawal—1986 (Seri 31) | Menara Pengawal—1986 (Seri 31)
    • 2. (a) Bagaimana Yosua memperlihatkan ketaatan bahkan sampai rincian yang sekecil-kecilnya? (b) Apa yang terjadi di gunung Ebal dan Gerizim?

      2 Setelah kemenangan yang menentukan di Ai, Yosua memberikan perhatian kepada petunjuk-petunjuk yang terinci yang dicatat di Ulangan 27:1–28:68. Di Gunung Ebal ia mendirikan sebuah mezbah dari batu yang tidak dipahat atau utuh, dan di sana ia melaksanakan perintah, ”Haruslah engkau mempersembahkan korban keselamatan, memakannya di sana dan bersukaria di hadapan [Yehuwa], Allahmu.” Batu-batu lain didirikan sebagai tanda peringatan, dikapur, dan kata-kata dari hukum Taurat ditulis di atasnya. Kemudian suku-suku itu dibagi dua, satu kelompok berdiri di Gunung Gerizim ”untuk memberkati bangsa itu” dan kelompok yang lain ”di gunung Ebal untuk mengutuki.” Dengan suara nyaring orang-orang Lewi menyebutkan kutukan untuk ketidaktaatan, dan seluruh bangsa itu menjawab, ”Amin!” Kemudian diucapkan berkat-berkat untuk ketaatan. Tetapi Israel akan mendapat celaka jika mereka gagal ’melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat dan takut akan Nama yang mulia dan dahsyat dari Allah Yehuwa’!—Yosua 8:32-35.

      3, 4. (a) Pelajaran yang ampuh apa dari haluan Israel tersedia bagi kita dewasa ini? (b) Mengapa kita sekali-kali tidak boleh bosan mendengar hal-hal yang sama berulang kali? (c) Apa yang dituntut untuk masuk melalui ”pintu yang sesak”?

      3 Apakah Israel tetap mentaati ”segala perkataan hukum Taurat”? Meskipun Musa, dan belakangan Yosua, sering mengulang-ulangi nasihat tersebut, menyedihkan sekali, mereka telah gagal. Hal ini benar-benar suatu pelajaran yang ampuh bagi kita dewasa ini! Meskipun terus diperingatkan, selalu ada orang-orang yang berpikir bahwa mereka dapat mencemoohkan tuntutan-tuntutan Allah, berbuat sekehendak hati, dan tetap selamat. Betapa bodohnya! Ketika menyebut pengalaman-pengalaman Israel pada jaman dahulu, Paulus mengatakan, ”Siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”—1 Korintus 10:12; Pengkhotbah 2:13.

      4 Ada dari umat Allah yang telah mengritik peringatan-peringatan yang diberikan, dengan mengatakan bahwa mereka bosan mendengarkan hal-hal yang sama berulang kali. Namun sering kali orang-orang semacam inilah yang terlebih dahulu jatuh ke dalam jerat Setan. Buku Alkitab yang terilham Ulangan (dalam bahasa Ibrani Mish·neh’ hat·to·rahʹ yang berarti, ”Pengulangan dari hukum Taurat”) Sebagian besar terdiri dari empat khotbah yang diucapkan Musa; hal ini membuat jelas kepada Israel bahwa mereka harus mentaati hukum-hukum Yehuwa yang dinyatakan sebelumnya. Lebih dari empat kali Musa menyatakan ”berkat” yang akan mereka peroleh, dan sebanyak itu pula ia memberikan peringatan terhadap ketidaktaatan dan ”kutuk” yang diakibatkan oleh hal itu. Di gunung Ebal, Yosua sekali lagi memberitahu Israel bahwa mereka harus taat. Bukankah hal ini menunjukkan kepada kita betapa penting untuk berusaha keras ’masuk melalui pintu yang sesak’?—Matius 7:13, 14, 24-27; 24:21, 22.

      5. Persekongkolan apa kini dihadapi oleh Israel, dan keadaan yang sama apa kita lihat dewasa ini?

      5 Kini mereka harus membuat penyelesaian yang terakhir. Kota Yerikho yang menjadi pintu gerbang telah disingkirkan, sama seperti agama palsu akan dihancurkan pada waktu ’sengsara besar’ mulai. Ai telah jatuh. Namun kini ”raja-raja di sebelah barat sungai Yordan, di Pegunungan, di Daerah Bukit dan sepanjang tepi pantai Laut Besar sampai ke seberang gunung Libanon, yakni raja-raja orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, bergabunglah . . . dengan seia sekata untuk memerangi Yosua dan orang Israel.” (Yosua 9:1, 2) Persamaan dari ini pada jaman modern, kita melihat bangsa-bangsa di atas bumi sekarang bersatu-padu membentuk apa yang disebut Perserikatan Bangsa Bangsa. Mereka mengusahakan perdamaian dan keamanan untuk diri sendiri dengan cara mereka sendiri, tetapi ”bermufakat bersama-sama melawan [Yehuwa] dan yang diurapiNya,” Yosua Yang Lebih Besar. (Mazmur 2:1, 2) Apa hasil akhirnya?

      Bertindak Bijaksana

      6, 7. (a) Dalam hal apa orang-orang Gibeon memperlihatkan minat, dan taktik apa yang mereka lakukan? (b) Bagaimana Yosua memutuskan persoalan itu?

      6 Seperti Rahab sebelumnya, orang-orang lain yang bukan Israel kini mulai memperlihatkan minat untuk selamat. Mereka adalah penduduk Gibeon, sebuah kota besar di sebelah utara Yebus, atau Yerusalem. Mereka telah mendengar tentang perbuatan-perbuatan Yehuwa yang penuh kuasa dan memutuskan untuk mencari perdamaian dan keamanan sesuai dengan persyaratan-persyaratan Yehuwa. Tetapi cara bagaimana? Mereka mengutus ke perkemahan Israel di Gilgal, orang-orang yang membawa bekal yang sudah kering dan tinggal remah-remah saja, kantung-kantung serta tempat-tempat anggur yang terbuat dari kulit yang sudah rusak, dan mengenakan pakaian dan kasut yang sudah usang. Ketika menghampiri Yosua, orang-orang ini mengatakan, ”Dari negeri yang sangat jauh hamba-hambamu ini datang karena nama [Yehuwa], Allahmu, sebab kami telah mendengar kabar tentang Dia.” Ketika mendengar ini, ”Yosua mengadakan persahabatan dengan mereka dan mengikat perjanjian dengan mereka, bahwa ia akan membiarkan mereka hidup.”—Yosua 9:3-15.

      7 Tetapi, tidak lama kemudian Israel mendengar bahwa orang-orang Gibeon sebenarnya ’diam di tengah-tengah mereka’! Kini bagaimana Yosua menanggapi muslihat mereka? Ia berpegang kepada sumpah yang sebelumnya telah ia ikrarkan kepada mereka, ’untuk membiarkan mereka hidup, dan menjadikan mereka tukang belah kayu dan tukang timba air untuk segenap umat.’—Yosua 9:16-27; bandingkan Ulangan 20:10, 11.

      8. Dalam hal-hal apa orang Gibeon menggambarkan ”kumpulan besar”?

      8 Banyak dari orang-orang Netinim, yang di tahun-tahun belakangan melayani di bait Yehuwa, kemungkinan besar adalah keturunan orang Gibeon. Jadi orang Gibeon dengan bagus menggambarkan ”kumpulan besar” yang kini memberikan kepada Allah ”dinas suci siang malam di baitNya.” (Wahyu 7:9, 15, NW) Meskipun hidup dalam dunia yang seperti Kanaan, dalam hati mereka ”bukan dari dunia.” Sebelumnya mereka harus puas dengan persediaan rohani berupa ”remah-remah,” seperti yang terdapat dalam gereja-gereja Susunan Kristen, dan mereka tidak mempunyai ”anggur” sukacita. Setelah berhubungan dengan umat Allah, mereka mengakui bahwa Yehuwa melaksanakan perbuatan-perbuatan yang penuh kuasa melalui saksi-saksiNya. Mereka telah menempuh perjalanan yang jauh dari dunia Setan untuk menukar ”pakaian” yang compang-camping dengan tanda pengenal baru sebagai hamba-hamba Yehuwa yang rendah hati, mengenakan kepribadian baru.—Yohanes 14:6; 17:11, 14, 16; Efesus 4:22-24.

      Dukungan Organisasi

      9. (a) Keadaan genting apa yang timbul selanjutnya? (b) Bagaimana tanggapan Yosua, dan dengan jaminan apa?

      9 Ketika Adoni-zedek, raja Yerusalem mendengar bahwa orang Gibeon telah menjalin perdamaian dengan Israel, ”maka ketakutanlah ia, karena Gibeon itulah negeri yang besar, seperti salah sebuah negeri kerajaan, . . . dan segala orangnya laki-lakipun berani.” (Bode) Ia menggabungkan kekuatannya dengan empat raja lain, dan mengepung Gibeon. Orang Gibeon langsung meminta bantuan kepada Yosua, ”Datanglah dengan segera kepada kami, lepaskanlah kami dan bantulah kami.” Yosua segera bertindak, dan Yehuwa meyakinkan dia, dengan mengatakan, ”Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyerahkan mereka kepadamu. Tidak seorangpun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau.” Yosua dan pejuang-pejuangnya yang gagah perkasa bergerak maju ”semalam-malaman” untuk menyerang musuh dengan sangat tiba-tiba.—Yosua 10:1-9.

      10. (a) Tindakan macam apa dewasa ini serupa dengan pengepungan atas Gibeon? (b) Tekad apa diungkapkan oleh orang Gibeon jaman modern?

      10 Seperti kelima raja itu, ada pemimpin-pemimpin di kalangan pemerintahan dewasa ini yang menjadi marah melihat begitu banyak dari rakyat mereka—bahkan ’laki-laki yang berani’—berpihak kepada Yosua Yang Lebih Besar dan Kerajaan kebenarannya yang meliputi seluruh bumi. Para penguasa ini berpendapat bahwa batas-batas nasional harus dipertahankan, meskipun bangsa-bangsa terus bertengkar dan berperang satu sama lain. Jadi mereka berusaha menghentikan persediaan makanan rohani dari ”kumpulan besar” yang cinta damai, melarang perhimpunan-perhimpunan di mana mereka ambil bagian dari ”makanan” ini, melarang mereka untuk berbicara kepada orang-orang tentang soal-soal rohani. Tetapi orang Gibeon modern ini tetap loyal bersama Israel rohani, dan berkata, ”Kami mau pergi menyertai kamu.”—Zakharia 8:23; bandingkan Kisah 4:19, 20; 5:29.

      11. Bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa menangani keadaan-keadaan yang gawat dewasa ini?

      11 Pada waktu ”kumpulan besar” memohon bantuan dari organisasi ”ibu” mereka, bantuan segera diberikan dan dalam jumlah yang cukup banyak. Kesigapan Saksi-Saksi Yehuwa dalam melaksanakan segala sesuatu juga terlihat dalam banyak hal lain—seperti langsung menyediakan bantuan setelah suatu bencana alam dan dalam waktu singkat membangun Balai Kerajaan yang diperlukan maupun tempat-tempat pertemuan lain untuk menyalurkan ”makanan.” Ketika sebuah kebaktian diadakan dalam bulan Juni yang lalu di Yankee Stadium, New York, suatu pasukan sukarelawan tenaga pembersihan memasuki tempat itu di tengah malam setelah suatu pertandingan baseball; stadion itu tidak pernah kelihatan begitu rapi dan bersih dari pada selama keempat hari setelah itu. Para penatua yang bertanggung jawab dari Saksi-Saksi Yehuwa juga segera bertindak untuk menangani keadaan-keadaan gawat yang timbul sehubungan dengan pengabaran kabar baik.—Filipi 1:6, 7.

      Yehuwa Berperang untuk Israel

      12. Mujizat-mujizat apa yang Yehuwa laksanakan ketika berperang untuk Israel dalam membela orang Gibeon? (Bandingkan Habakuk 3:1, 2, 11, 12.)

      12 Namun kini, perhatikan apa yang terjadi di Gibeon. Yehuwa mengacaukan bala tentara musuh. Israel mengejar mereka dan terjadilah pembantaian besar-besaran. Dan apa yang kita lihat berjatuhan dari langit? Potongan-potongan es yang besar! Lebih banyak yang dibunuh oleh hujan es yang besar ini dari pada oleh pejuang-pejuang Israel. Kini, dengarkan. Yosua berbicara kepada Yehuwa, dan apa yang ia katakan ”di hadapan orang Israel”? Ini, ”Matahari, berhentilah di atas Gibeon, dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!” Suatu mujizat lain yang sangat menakjubkan! ”Kira-kira sehari penuh,” matahari menerangi medan pertempuran, sampai pembalasan Allah terlaksana sepenuhnya. Kita tidak patut mempersoalkan cara bagaimana Yehuwa melaksanakan mujizat itu, sama seperti kita tidak akan meragukan bagaimana Ia ”menjadikan” dua benda penerang yang besar untuk bersinar pada ”hari” penciptaanNya yang keempat. (Kejadian 1:16-19; Mazmur 135:5, 6) Catatan itu meyakinkan, ”Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa [Yehuwa] mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah [Yehuwa].”—Yosua 10:10-14.

      13. Bagaimana Yosua selanjutnya menganjurkan para panglima tentaranya, dan dengan hasil akhir apa?

      13 Operasi pembersihan itu mencapai puncaknya dengan dibunuhnya kelima raja tersebut, ketika Yosua mengatakan kepada para panglima tentaranya, ”Janganlah takut dan janganlah tawar hati, kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab secara itulah akan dilakukan [Yehuwa] kepada semua musuhmu, yang kamu perangi.” Hal ini sudah terbukti benar sehubungan dengan tujuh raja dari Kanaan, dan hal ini tetap benar karena sejumlah 24 kerajaan lain telah digulingkan. Baru sesudah itu, setelah enam tahun peperangan, negeri ini benar-benar aman.—Yosua 10:16-25; 12:7-24.

      14. Dengan sikap dan keyakinan apa kita harus menghadapi Armagedon?

      14 Dewasa ini, seraya kita menghadapi perang terakhir Armagedon, semoga kita tetap kuat dan teguh hati seperti Yosua, para pejuangnya, dan segenap bangsa Israel. Kita dapat yakin bahwa, sama seperti Yehuwa telah membawa beberapa juta orang Israel tanpa cedera ke dalam Negeri Perjanjian, Ia juga dapat melaksanakan mujizat-mujizat lain yang dahsyat dalam membawa jutaan orangNya yang berani melampaui Armagedon memasuki sistem baruNya.—Wahyu 7:1-3, 9, 14; 19:11-21; 21:1-5.

      Tekad Kita

      15. Penugasan macam apa dapat diharapkan ”domba-domba lain” dalam sistem baru Allah?

      15 Meskipun telah mendekati usia 90 tahun, Yosua menghadapi suatu tugas besar lain—membagi negeri itu dengan adil di antara suku-suku Israel. Ini tidak berarti bahwa pada waktu itu orang-orang Israel dapat hidup santai. Sebenarnya, Kaleb meminta suatu wilayah di Hebron tempat kediaman orang-orang Enak yang seperti raksasa; ia ingin tetap mengerahkan tenaganya untuk menyingkirkan musuh Yehuwa yang terakhir. Ini tidak berarti bahwa selama Pemerintahan Milenium Kristus atas seluruh bumi masih akan ada musuh manusia. Tetapi ada pekerjaan yang harus dilakukan. Dalam sistem baru, jangan kita berharap untuk hidup santai, bermalas-malasan. Setelah menerima penugasan mereka dalam ’bumi baru,’ ”domba-domba lain” Tuhan mempunyai banyak sekali pekerjaan dalam proyek raksasa untuk memperindah bumi dan mengubahnya menjadi Firdaus aksara.—Yosua 14:6-15; Markus 10:29, 30; Roma 12:11.

      16. Apa yang dewasa ini digambarkan oleh penyelenggaraan Yehuwa berupa ”kota-kota perlindungan”?

      16 Dalam membagi negeri itu, Yosua menyisihkan enam kota dari orang-orang Lewi untuk menjadi ”kota-kota perlindungan,” tiga kota di tiap sisi Sungai Yordan. Ini adalah penyelenggaraan Yehuwa untuk melindungi pembunuh yang tidak sengaja yang dapat melarikan diri ke salah satu dari kota-kota ini. Pembunuh tersebut harus membuktikan bahwa ia mempunyai hati nurani yang bersih di hadapan Allah, dan ini ia lakukan dengan tetap tinggal di kota itu sampai imam besar di sana meninggal. Demikian pula, karena persekutuan mereka sebelumnya dengan dunia yang berhutang darah ini, ”kumpulan besar” harus mengusahakan hati nurani yang baik dengan Allah. Mereka mendapatkan hati nurani yang baik dengan mengaku dosa-dosa mereka, bertobat, berpaling, membuat pembaktian kepada Yehuwa dan dibaptis dalam air. Kemudian mereka harus tetap dalam kedudukan itu. ”Kumpulan besar” dituntut untuk tetap berada di dalam ”kota” sampai Yesus mati secara kiasan sehubungan dengan pekerjaannya sebagai imam besar, pada akhir Pemerintahan Seribu Tahunnya.—Yosua 20:1-9; Wahyu 20:4, 5; 1 Korintus 15:22, 25, 26.

      17. Hasil yang penuh sukacita apa kita harapkan dewasa ini?

      17 Yehuwa benar-benar telah memberkati umatNya Israel secara menakjubkan! Jalannya memang sulit, dan ujian-ujian banyak. Tetapi akhirnya mereka masuk ke Negeri Perjanjian dan menetap di sana. Hati mereka pasti meluap dengan penuh rasa syukur kepada Yehuwa! Dan dalam membuktikan diri setia kepada Allah, kita dapat mempunyai sukacita yang serupa pada waktu kita memasuki sistem baruNya, yang mencakup ’bumi baru.’ Sesungguhnya, hal itu akan benar bagi kita, seperti juga benar pada jaman Yosua, ”Dari segala yang baik yang dijanjikan [Yehuwa] kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.” (Yosua 21:45) Semoga saudara mempunyai bagian yang menyenangkan dalamnya!

      18. (a) Apa yang diceritakan kembali oleh Yosua kepada para penatua Israel? (b) Keinginan apa harus kita miliki sehubungan dengan sistem baru Yehuwa?

      18 Akhirnya, pada usia 110 tahun, Yosua mengumpulkan penatua-penatua Israel. Ia menceritakan kembali kepada mereka bagaimana Yehuwa dengan sangat menakjubkan telah memberkati umatNya yang setia dari jaman Abraham terus sampai waktu itu. Kini Yehuwa mengatakan kepada mereka, ”Demikianlah Kuberikan kepadamu negeri yang kamu peroleh tanpa bersusah-susah dan kota-kota yang tidak kamu dirikan, tetapi kamulah yang diam di dalamnya; juga kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun yang tidak kamu tanami, kamulah yang makan hasilnya.” Dengan persediaan yang limpah ini, pasti Israel mempunyai keinginan untuk ’takut akan Yehuwa dan beribadah kepadaNya dengan tulus ikhlas dan setia’ untuk selama-lamanya. Dan dengan memandang ke depan kepada sistem baru Yehuwa yang mulia untuk bumi ini, pasti kita masing-masing hendaknya mempunyai keinginan yang sama.—Yosua 24:13, 14.

      19. (a) Pilihan apa yang kemudian ditaruh Yosua di hadapan umat itu, dan bagaimana jawaban mereka? (b) Kita seharusnya ingin menjadi seperti siapa? (c) Pilihan apa yang harus kita buat, dan dengan tekad apa?

      19 Kemudian Yosua menyatakan dengan jelas kepada umat itu, ”Jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada [Yehuwa], pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; . . . TETAPI AKU DAN SEISI RUMAHKU, KAMI AKAN BERIBADAH KEPADA [YEHUWA]!” Apakah kita masing-masing secara pribadi, anggota-anggota keluarga kita yang beriman, sidang kita, ”keluarga Allah” seluas dunia dapat mengucapkan kata-kata ini juga? Pasti mereka dapat! (Efesus 2:19) Orang-orang pada jaman Yosua menjawabnya, dengan mengatakan, ”Kepada [Yehuwa], Allah kita, kami akan beribadah, dan firmanNya akan kami dengarkan.” (Yosua 24:15, 24) Tetapi, menyedihkan sekali, di tahun-tahun belakangan mereka gagal berbuat demikian. Kita tidak ingin menjadi seperti mereka yang gagal. Kita ingin menjadi seperti Yosua dan keluarganya, seperti Kaleb, seperti orang-orang Gibeon, dan seperti Rahab. Ya, ”KAMI AKAN BERIBADAH KEPADA [YEHUWA].” Semoga kita melakukan hal ini dengan teguh hati dan dengan keyakinan penuh bahwa tidak ada apapun yang ”akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”—Roma 8:39.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan