PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Hari Penghakiman Yehuwa Sudah Dekat!
    Menara Pengawal—2001 | 15 Februari
    • Hari Penghakiman Yehuwa Sudah Dekat!

      ”Hari besar Yehuwa sudah dekat. Itu sudah dekat, dan sangat bergegas.”—ZEFANYA 1:14.

      1. Peringatan apa yang Allah serukan melalui Zefanya?

      ALLAH YEHUWA hendak mengambil tindakan terhadap orang fasik. Dengarkan! Beginilah peringatan dari Allah yang benar, ”Aku akan menghabisi manusia . . . Aku akan memusnahkan umat manusia dari permukaan bumi.” (Zefanya 1:3) Firman dari Tuan Yang Berdaulat Yehuwa itu disampaikan melalui nabi-Nya, Zefanya, yang kemungkinan adalah keturunan kelima dari Raja Hizkia yang setia. Pernyataan itu, yang disampaikan pada zaman Raja Yosia yang baik, tidak meramalkan kebaikan bagi orang-orang fasik yang tinggal di negeri Yehuda.

      2. Mengapa tindakan Yosia tidak mencegah datangnya hari penghakiman Yehuwa?

      2 Keberanian Zefanya dalam bernubuat pastilah membuat Yosia muda tersadar akan perlunya menyingkirkan ibadat yang najis dari Yehuda. Namun, tindakan sang raja dalam menyapu bersih agama palsu dari negeri itu tidak menyingkirkan semua kefasikan di antara orang-orang ataupun mendamaikan dosa kakeknya, Raja Manasye, yang telah ”memenuhi Yerusalem dengan darah yang tidak bersalah”. (2 Raja 24:3, 4; 2 Tawarikh 34:3) Jadi, hari penghakiman Yehuwa pasti akan datang.

      3. Bagaimana kita dapat yakin bahwa adalah mungkin untuk selamat dari ”hari kemarahan Yehuwa”?

      3 Namun, akan ada yang selamat dari hari yang membangkitkan rasa takut itu. Oleh karena itu, nabi Allah mendesak, ”Sebelum ketetapan melahirkan apa-apa, sebelum hari itu berlalu bagaikan sekam, sebelum datang kemarahan Yehuwa yang menyala-nyala ke atas kamu sekalian, sebelum datang hari kemarahan Yehuwa ke atasmu, carilah Yehuwa, kamu semua yang lembut hati di bumi, yang telah mempraktekkan keputusan hukum-Nya. Carilah keadilbenaran, carilah kelembutan hati. Mungkin kamu akan disembunyikan pada hari kemarahan Yehuwa.” (Zefanya 2:2, 3) Sambil mencamkan harapan keselamatan pada hari penghakiman Yehuwa, marilah kita memeriksa buku Zefanya dari Alkitab. Buku ini ditulis di Yehuda sebelum tahun 648 SM, dan merupakan bagian dari ”firman nubuat” Allah, yang hendaknya kita semua beri perhatian dengan segenap hati.—2 Petrus 1:19.

      Tangan Yehuwa Teracung

      4, 5. Bagaimana Zefanya 1:1-3 tergenap atas orang-orang fasik di Yehuda?

      4 ”Firman Yehuwa” kepada Zefanya diawali dengan peringatan yang dikutip sebelumnya. Allah menyatakan, ”’Aku pasti akan menghabisi segala sesuatu dari permukaan bumi,’ demikian ucapan Yehuwa. ’Aku akan menghabisi manusia dan binatang. Aku akan menghabisi makhluk terbang di langit dan ikan di laut, dan balok-balok sandungan bersama orang-orang fasik; dan aku akan memusnahkan umat manusia dari permukaan bumi,’ demikian ucapan Yehuwa.”—Zefanya 1:1-3.

      5 Ya, Yehuwa akan mengakhiri dengan tuntas kefasikan besar di tanah Yehuda. Siapa yang akan Allah gunakan untuk ”menghabisi segala sesuatu dari permukaan bumi”? Karena Zefanya tampaknya bernubuat pada bagian awal masa pemerintahan Raja Yosia, yang dimulai pada tahun 659 SM, kata-kata nubuat tersebut tergenap sewaktu Yehuda dan ibu kotanya, Yerusalem, dihancurkan di tangan orang Babilonia pada tahun 607 SM. Pada waktu itu, orang-orang fasik di Yehuda memang ’dihabisi’.

      6-8. Apa yang dinubuatkan di Zefanya 1:4-6, dan bagaimana nubuat itu digenapi di Yehuda zaman dahulu?

      6 Sewaktu menubuatkan tindakan Allah terhadap para penganut ibadat palsu, Zefanya 1:4-6 mengatakan, ”Aku akan mengacungkan tanganku terhadap Yehuda dan terhadap seluruh penduduk Yerusalem, dan aku akan memusnahkan dari tempat ini apa yang tersisa dari Baal, nama imam-imam allah asing beserta para imamnya, juga mereka yang sujud di atas atap kepada bala tentara langit, dan mereka yang membungkuk, bersumpah kepada Yehuwa namun juga bersumpah demi Malkam; serta mereka yang undur dan berhenti mengikuti Yehuwa dan yang tidak mencari Yehuwa dan tidak meminta petunjuk darinya.”

      7 Tangan Yehuwa teracung terhadap orang Yehuda dan Yerusalem. Ia telah memutuskan untuk memusnahkan para penyembah Baal, dewa kesuburan orang Kanaan. Berbagai dewa setempat dinamakan Baal karena para penyembahnya menganggap bahwa dewa-dewa itu berkuasa dan berpengaruh atas tempat-tempat tertentu. Misalnya, ada dewa Baal yang disembah oleh orang Moab dan orang Midian di Gunung Peor. (Bilangan 25:1, 3, 6) Di seluruh Yehuda, Yehuwa akan memusnahkan imam-imam Baal, serta imam-imam Lewi yang tidak setia yang melanggar hukum Allah dengan bergaul bersama mereka.—Keluaran 20:2, 3.

      8 Allah juga akan memusnahkan ’mereka yang sujud kepada bala tentara langit’, yang tampaknya mempraktekkan astrologi dan penyembahan matahari. (2 Raja 23:11; Yeremia 19:13; 32:29) Murka ilahi juga akan ditimpakan ke atas orang-orang yang berupaya mencampurkan ibadat sejati dengan agama palsu, dengan ’bersumpah kepada Yehuwa namun juga demi Malkam’. Malkam kemungkinan adalah nama lain untuk Molekh, dewa utama orang Ammon. Ibadat kepada Molekh mencakup pengorbanan anak.—1 Raja 11:5; Yeremia 32:35.

      Akhir Susunan Kristen Sudah Dekat!

      9. (a) Atas hal apa Susunan Kristen bersalah? (b) Tidak seperti orang-orang yang tidak setia di Yehuda, kita hendaknya bertekad melakukan apa?

      9 Semua ini benar-benar mengingatkan kita akan Susunan Kristen, yang berkubang dalam ibadat palsu dan astrologi. Dan, kiprahnya dalam mengorbankan jutaan nyawa di altar peperangan yang didukung oleh para pemimpin agama, benar-benar menjijikkan! Jangan sekali-kali kita menjadi seperti orang-orang Yehuda yang tidak setia, yang ”undur dan berhenti mengikuti Yehuwa”, bersikap masa bodoh dan tidak lagi mencari-Nya atau meminta petunjuk-Nya. Sebaliknya, marilah kita memelihara integritas kita kepada Allah.

      10. Bagaimana saudara menjelaskan arti penting nubuat di Zefanya 1:7?

      10 Kata-kata sang nabi berikutnya cocok untuk menggambarkan para pelaku kesalahan di Yehuda dan orang-orang fasik di zaman kita. Zefanya 1:7 berkata, ”Berdiam dirilah di hadapan Tuan Yang Berdaulat Yehuwa; karena hari Yehuwa sudah dekat; karena Yehuwa telah mempersiapkan korban; ia telah menyucikan orang-orangnya yang diundang.” ’Orang-orang yang diundang’ ini tampaknya memaksudkan musuh-musuh Yehuda, yakni orang Khaldea. ”Korban” adalah Yehuda sendiri, termasuk ibu kotanya. Dengan demikian, Zefanya mengumumkan maksud-tujuan Allah untuk menghancurkan Yerusalem, dan nubuat ini juga menunjuk ke penghancuran Susunan Kristen. Sebenarnya, karena hari penghakiman Allah sudah begitu dekat sekarang, seluruh dunia hendaknya ’berdiam diri di hadapan Tuan yang Berdaulat Yehuwa’ dan mendengar apa yang Ia katakan melalui ”kawanan kecil” para pengikut Yesus yang terurap dan rekan-rekan mereka, ”domba-domba lain”-nya. (Lukas 12:32; Yohanes 10:16) Pemusnahan menanti semua orang yang tidak mau mendengarkan dan yang dengan demikian menentang Kerajaan Allah.—Mazmur 2:1, 2.

      Segera—Hari Raungan!

      11. Apa makna inti Zefanya 1:8-11?

      11 Mengenai hari Yehuwa, Zefanya 1:8-11 menambahkan, ”’Pasti terjadi pada hari persembahan korban Yehuwa bahwa aku akan memperhatikan para pembesar, putra-putra raja, dan semua orang yang mengenakan pakaian asing. Aku akan memperhatikan setiap orang yang naik ke atas panggung pada hari itu, mereka yang memenuhi rumah majikan mereka dengan kekerasan dan tipu daya. Pasti terjadi pada hari itu,’ demikian ucapan Yehuwa, ’bahwa akan ada suara jeritan dari Gerbang Ikan, dan raungan dari bagian kedua dari kota, dan bunyi keruntuhan yang hebat dari bukit-bukit. Menangislah meraung-raung, kamu penduduk Maktes, karena semua orang yang adalah pedagang telah dibungkam; semua orang yang menimbang perak telah dimusnahkan.’”

      12. Bagaimana sampai beberapa orang didapati ”mengenakan pakaian asing”?

      12 Raja Yosia akan digantikan oleh Yehoahaz, Yehoyakim, dan Yehoyakhin. Kemudian, akan muncul pemerintahan Zedekia, yang ditandai dengan kebinasaan Yerusalem. Meskipun malapetaka itu akan menimpa mereka, beberapa orang yang tampaknya mencari perkenan bangsa-bangsa tetangga dengan cara ”mengenakan pakaian asing”. Demikian pula, banyak orang dewasa ini sengaja memperlihatkan dengan beragam cara bahwa mereka bukan bagian dari organisasi Yehuwa. Karena mereka jelas merupakan bagian dari organisasi Setan, mereka akan dihukum.

      13. Selaras dengan nubuat Zefanya, apa yang akan terjadi sewaktu orang Babilonia menyerang Yerusalem?

      13 ”Hari” perhitungan atas Yehuda menggambarkan hari Yehuwa untuk melaksanakan penghakiman ke atas musuh-musuh-Nya, untuk mengakhiri kefasikan, dan untuk membuktikan keunggulan-Nya. Sewaktu orang Babilonia menyerang Yerusalem, jerit tangis akan terdengar dari Gerbang Ikan. Kemungkinan, gerbang itu dinamakan demikian karena letaknya dekat pasar ikan. (Nehemia 13:16) Pasukan Babilon akan memasuki sektor yang disebut bagian kedua, dan ”keruntuhan yang hebat dari bukit-bukit” mungkin mengartikan suara orang-orang Khaldea yang mendekat. Akan ada ”raungan” dari penduduk Maktes, barangkali di sebelah atas Lembah Tyropoeon. Mengapa mereka akan meraung? Karena kegiatan perdagangan di sana, termasuk yang dilakukan ”semua orang yang menimbang perak”, akan terhenti.

      14. Seberapa ekstensifkah pemeriksaan Yehuwa atas orang-orang yang mengaku menyembah-Nya?

      14 Seberapa luaskah jangkauan pemeriksaan Yehuwa atas orang-orang yang mengaku sebagai penyembah-Nya? Nubuat itu berlanjut, ”Pasti terjadi pada waktu itu bahwa aku akan menggeledah Yerusalem secara teliti dengan pelita, dan aku akan memperhatikan pria-pria yang, seperti anggur, mengental di atas endapan mereka dan yang mengatakan dalam hati mereka, ’Yehuwa tidak akan melakukan yang baik, dan ia tidak akan melakukan yang buruk.’ Kekayaan mereka pasti menjadi jarahan dan rumah-rumah mereka menjadi tempat yang tandus dan telantar. Mereka akan membangun rumah-rumah, tetapi mereka tidak akan menghuninya; mereka akan membuat kebun-kebun anggur, tetapi mereka tidak akan meminum anggurnya.”—Zefanya 1:12, 13.

      15. (a) Apa yang akan terjadi atas imam-imam yang murtad di Yerusalem? (b) Apa yang menanti orang-orang yang mempraktekkan agama palsu dewasa ini?

      15 Para imam yang murtad di Yerusalem mencampur ibadat Yehuwa dengan agama palsu. Meskipun mereka merasa aman, Allah akan mencari mereka seolah-olah dengan pelita yang benderang yang menembus kegelapan rohani tempat mereka berlindung. Tak seorang pun akan terluput dari pengumuman dan pelaksanaan penghakiman ilahi. Orang-orang murtad yang berpuas diri itu telah mapan bagaikan anggur yang mengental di dasar wadahnya. Mereka tidak ingin diusik oleh segala pernyataan tentang intervensi ilahi dalam urusan manusia, namun mereka tidak akan lolos dari pelaksanaan penghakiman Allah atas mereka. Juga, tidak akan ada keluputan bagi orang yang mempraktekkan agama palsu dewasa ini, termasuk anggota Susunan Kristen dan orang-orang yang murtad dari ibadat Yehuwa. Dengan menyangkal bahwa sekaranglah ”hari-hari terakhir”, mereka berkata dalam hati, ”Yehuwa tidak akan melakukan yang baik, dan ia tidak akan melakukan yang buruk”. Betapa kelirunya mereka!—2 Timotius 3:1-5; 2 Petrus 3:3, 4, 10.

      16. Apa yang akan terjadi sewaktu penghakiman ilahi dilaksanakan atas Yehuda, dan bagaimana hendaknya pengetahuan ini mempengaruhi kita?

      16 Orang-orang murtad di Yehuda diperingatkan bahwa orang-orang Babilonia akan menjarah kekayaan mereka, menelantarkan rumah-rumah mereka, dan merampas hasil-hasil kebun anggur mereka. Perkara-perkara materi tidak akan ada nilainya sewaktu penghakiman ilahi dilaksanakan ke atas Yehuda. Halnya akan sama sewaktu hari penghakiman Yehuwa datang ke atas sistem sekarang ini. Oleh karena itu, semoga kita memiliki sudut pandang rohani dan ’menimbun harta di surga’ dengan menomorsatukan dinas Yehuwa dalam kehidupan kita!—Matius 6:19-21, 33.

      ”Hari Besar Yehuwa Sudah Dekat”

      17. Menurut Zefanya 1:14-16, seberapa dekatkah hari penghakiman Yehuwa?

      17 Seberapa dekatkah hari penghakiman Yehuwa? Menurut Zefanya 1:14-16, Allah memberikan jaminan ini, ”Hari besar Yehuwa sudah dekat. Itu sudah dekat, dan sangat bergegas. Suara hari Yehuwa pahit. Di sana seorang pria yang perkasa berteriak. Hari itu adalah hari kemurkaan, hari kesesakan dan penderitaan, hari badai dan kehancuran, hari yang gelap dan suram, hari yang berawan dan kelam, hari peniupan tanduk dan tanda bahaya, terhadap kota-kota berbenteng dan terhadap menara-menara penjuru yang tinggi.”

      18. Mengapa kita hendaknya tidak menyimpulkan bahwa hari penghakiman Yehuwa masih lama?

      18 Para imam, pangeran, dan orang-orang Yehuda yang berdosa diperingatkan bahwa ”hari besar Yehuwa sudah dekat”. Bagi Yehuda, ’hari Yehuwa sangat bergegas’. Demikian pula halnya di zaman kita, jangan sekali-kali berpikir bahwa pelaksanaan penghakiman Yehuwa atas orang-orang fasik masih lama. Sebaliknya, sebagaimana Allah cepat bertindak di Yehuda, demikian pula Ia akan ’mempercepat’ hari penghukumannya. (Penyingkapan 16:14, 16) Betapa pahitnya saat ini nanti bagi semua orang yang mengabaikan peringatan Yehuwa melalui para Saksi-Nya dan yang tidak mau memeluk ibadat sejati!

      19, 20. (a) Apa saja yang terjadi sewaktu murka Allah dinyatakan atas Yehuda dan Yerusalem? (b) Mengingat pembinasaan selektif yang akan menimpa sistem ini, pertanyaan-pertanyaan apa yang muncul?

      19 Pelaksanaan murka Allah atas Yehuda dan Yerusalem adalah ”hari kesesakan dan penderitaan”. Para penyerbu dari Babilonia menimbulkan banyak penderitaan bagi penduduk Yehuda, termasuk penderitaan mental karena menghadapi kematian dan kehancuran. ”Hari badai dan kehancuran” itu menjadi hari yang gelap, berawan, dan kelam, bisa jadi tidak hanya secara figuratif namun juga secara harfiah, karena asap dan pembantaian besar-besaran terjadi di mana-mana. Itu merupakan ”hari peniupan tanduk dan tanda bahaya”, namun peringatan itu sudah tidak ada gunanya lagi.

      20 Para penjaga Yerusalem tidak berdaya seraya balok-balok penggempur Babilonia menumbangkan ”menara-menara penjuru yang tinggi”. Pertahanan sistem sekarang yang fasik ini juga akan terbukti sia-sia melawan persenjataan surgawi Allah, yang siap Ia gunakan dalam pembinasaan selektif. Apakah saudara berharap untuk luput? Sudahkah saudara mengambil pendirian teguh di pihak Yehuwa, yang ’menjaga semua orang yang mengasihi-Nya tetapi akan memusnahkan semua orang fasik’?—Mazmur 145:20.

      21, 22. Bagaimana Zefanya 1:17, 18 akan digenapi di zaman kita?

      21 Betapa mengerikannya hari penghakiman yang dinubuatkan di Zefanya 1:17, 18! ”Aku akan menyebabkan kesesakan atas umat manusia, dan mereka pasti akan berjalan seperti orang buta; karena terhadap Yehuwa-lah mereka telah berdosa. Darah mereka akan dicurahkan seperti debu, dan usus besar mereka seperti tahi. Baik perak mereka ataupun emas mereka tidak akan dapat melepaskan mereka pada hari kemurkaan Yehuwa; tetapi oleh api gairahnya, seluruh bumi akan dilalap, karena ia akan mengadakan pembasmian, ya, yang sungguh mengerikan, atas seluruh penduduk bumi.”

      22 Sebagaimana yang Yehuwa lakukan di zaman Zefanya, Ia pun akan mendatangkan penderitaan atas ”seluruh penduduk bumi”, yang menolak untuk mengindahkan peringatan-Nya. Karena berdosa terhadap Allah, mereka akan berjalan meraba-raba seperti orang buta, tidak dapat menemukan kelepasan. Pada hari penghakiman Yehuwa, darah mereka ”akan dicurahkan seperti debu”, sedemikian tidak berharganya. Akhir mereka benar-benar akan mendatangkan aib, karena Allah akan menyerakkan tubuh orang-orang fasik ini—bahkan organ tubuh bagian dalamnya—ke atas bumi, ”seperti tahi”.

      23. Meskipun para pelaku kesalahan tidak akan luput ”pada hari kemurkaan Yehuwa”, harapan apa yang diulurkan oleh nubuat Zefanya?

      23 Tidak seorang pun dapat menyelamatkan orang-orang yang memerangi Yehuwa dan umat-Nya. Perak maupun emas tidak dapat menyelamatkan para pelaku kesalahan di Yehuda, bahkan timbunan kekayaan dan suap tidak akan menyediakan perlindungan atau keluputan ”pada hari kemurkaan Yehuwa” atas Susunan Kristen serta seluruh sistem ini. Pada hari keputusan itu, ”seluruh bumi akan dilalap” api kegairahan Allah seraya ia membasmi orang-orang fasik. Karena kita memiliki iman akan firman nubuat Allah, kita yakin bahwa kita sudah jauh memasuki ”zaman akhir”. (Daniel 12:4) Hari penghakiman Yehuwa sudah dekat, dan Ia akan segera melaksanakan pembalasan terhadap musuh-musuh-Nya. Namun, nubuat Zefanya mengulurkan harapan kelepasan. Jadi, apa yang dituntut dari kita jika kita ingin disembunyikan pada hari kemarahan Yehuwa?

  • Carilah Yehuwa Sebelum Hari Kemarahan-Nya Tiba
    Menara Pengawal—2001 | 15 Februari
    • Carilah Yehuwa Sebelum Hari Kemarahan-Nya Tiba

      ”Carilah Yehuwa . . . Carilah keadilbenaran, carilah kelembutan hati. Mungkin kamu akan disembunyikan pada hari kemarahan Yehuwa.”—ZEFANYA 2:3

      1. Bagaimana kondisi rohani di Yehuda ketika Zefanya mulai bernubuat?

      ZEFANYA mulai bernubuat pada masa genting dalam sejarah Yehuda. Kondisi rohani bangsa itu sangat merosot. Bukannya menaruh kepercayaan pada Yehuwa, orang-orang malah berpaling kepada imam-imam kafir dan para astrolog untuk meminta petunjuk. Ibadat kepada Baal, beserta upacara kesuburannya, merajalela di negeri itu. Para pemuka masyarakat—pangeran, bangsawan dan hakim—menindas orang-orang yang seharusnya mereka lindungi. (Zefanya 1:9; 3:3) Tidak heran Yehuwa memutuskan untuk ’mengacungkan tangan-Nya’ terhadap Yehuda dan Yerusalem untuk menghancurkannya!—Zefanya 1:4.

      2. Harapan apa tersedia bagi hamba-hamba Allah yang setia di Yehuda?

      2 Akan tetapi, seburuk-buruknya situasi itu, masih ada secercah harapan. Putra Amon, Yosia, sekarang naik takhta. Meskipun masih belia, Yosia memiliki kasih yang tulus kepada Yehuwa. Jika raja baru tersebut memulihkan ibadat sejati di Yehuda, sedikit orang yang dengan setia melayani Allah di sana pastilah akan merasa lega! Yang lain mungkin tergerak untuk bergabung bersama mereka dan juga akan diluputkan pada hari kemarahan Yehuwa.

      Persyaratan untuk Keluputan

      3, 4. Tiga persyaratan apa yang harus dipenuhi agar dapat diluputkan pada ”hari kemarahan Yehuwa”?

      3 Benarkah ada orang-orang yang akan diluputkan pada hari kemarahan Yehuwa? Ya, asalkan mereka memenuhi tiga syarat yang diuraikan di Zefanya 2:2, 3. Seraya kita membaca ayat-ayat ini, marilah kita memperhatikan persyaratan ini dengan cermat. Zefanya menulis, ”Sebelum ketetapan melahirkan apa-apa, sebelum hari itu berlalu bagaikan sekam, sebelum datang kemarahan Yehuwa yang menyala-nyala ke atas kamu sekalian, sebelum datang hari kemarahan Yehuwa ke atasmu, carilah Yehuwa, kamu semua yang lembut hati di bumi, yang telah mempraktekkan keputusan hukum-Nya. Carilah keadilbenaran, carilah kelembutan hati. Mungkin kamu akan disembunyikan pada hari kemarahan Yehuwa.”

      4 Jadi, agar dapat luput, seseorang harus (1) mencari Yehuwa, (2) mencari keadilbenaran, dan (3) mencari kelembutan hati. Persyaratan ini hendaknya sangat menarik minat kita sekarang. Mengapa? Karena sebagaimana Yehuda dan Yerusalem menghadapi hari perhitungan pada abad ketujuh SM, bangsa-bangsa Susunan Kristen—bahkan, semua orang fasik—sedang menuju saat penentuan yang ditetapkan Allah Yehuwa pada ”kesengsaraan besar” mendatang. (Matius 24:21) Siapa pun yang ingin disembunyikan pada saat itu harus mengambil tindakan tegas sekarang. Caranya? Dengan mencari Yehuwa, mencari keadilbenaran, dan mencari kelembutan hati sebelum terlambat!

      5. Apa yang tercakup dalam ’mencari Yehuwa’ dewasa ini?

      5 Saudara mungkin berkata, ’Saya hamba Allah yang berbakti dan dibaptis, salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa. Bukankah saya sudah memenuhi persyaratan itu?’ Sebenarnya, ada lebih banyak yang tersangkut selain daripada membaktikan diri kita kepada Yehuwa. Israel adalah bangsa yang dibaktikan, namun pada zaman Zefanya, orang-orang Yehuda tidak hidup selaras dengan pembaktian itu. Akibatnya, bangsa itu akhirnya dibuang. ’Mencari Yehuwa’ dewasa ini mencakup mengembangkan dan memelihara hubungan pribadi yang hangat dengan-Nya bersama-sama dengan organisasi-Nya di bumi. Itu berarti berupaya memahami cara Allah memandang segala sesuatu dan berupaya mempertimbangkan perasaan-Nya. Kita mencari Yehuwa bila kita dengan saksama mempelajari Firman-Nya, merenungkannya, dan menerapkan nasihatnya dalam kehidupan. Seraya kita juga mencari bimbingan Yehuwa melalui doa yang sungguh-sungguh dan mengikuti arahan roh kudus-Nya, hubungan kita dengan-Nya akan semakin erat dan kita akan terdorong untuk melayani Dia ’dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap tenaga hidup kita’.—Ulangan 6:5; Galatia 5:22-25; Filipi 4:6, 7; Penyingkapan 4:11.

      6. Bagaimana kita ’mencari keadilbenaran’, dan mengapa hal ini mungkin kita lakukan di dunia ini?

      6 Persyaratan kedua yang disebutkan di Zefanya 2:3 adalah ’mencari keadilbenaran’. Kebanyakan dari kita membuat perubahan penting agar dapat memenuhi syarat untuk dibaptis menjadi orang Kristen, namun kita harus terus menjunjung standar-standar Allah yang adil-benar sepanjang hidup kita. Beberapa orang yang melakukan hal ini dengan baik pada awalnya telah membiarkan diri dicemari oleh dunia. Tidak mudah untuk mencari keadilbenaran, karena kita dikelilingi oleh orang-orang yang memandang perbuatan seksual yang amoral, dusta, dan dosa-dosa lainnya sebagai hal yang wajar. Namun, hasrat kuat untuk menyenangkan Yehuwa dapat mengalahkan segala kecenderungan untuk mencari perkenan dunia dengan mencoba melebur ke dalamnya. Yehuda kehilangan perkenan Allah karena berupaya meniru bangsa-bangsa tetangganya yang tidak saleh. Jadi, sebaliknya daripada meniru dunia ini, marilah kita menjadi ”peniru Allah”, memupuk ”kepribadian baru yang diciptakan menurut kehendak Allah, dengan keadilbenaran yang sejati dan loyalitas”.—Efesus 4:24; 5:1.

      7. Bagaimana kita ’mencari kelembutan hati’?

      7 Pokok ketiga dari Zefanya 2:3 adalah bahwa jika kita ingin disembunyikan pada hari kemarahan Yehuwa, kita harus ’mencari kelembutan hati’. Setiap hari, kita berurusan dengan pria, wanita, dan kaum remaja yang sama sekali tidak lembut hati. Bagi mereka, kelemahlembutan adalah cacat. Ketundukan dianggap sebagai kelemahan serius. Mereka bersikap banyak menuntut, egois, dan mau menang sendiri, yakin bahwa ”hak” pribadi serta selera mereka harus dipenuhi tidak soal bagaimana caranya. Benar-benar menyedihkan jika beberapa dari sifat-sifat itu telah menjangkiti kita! Sekaranglah waktunya untuk ’mencari kelembutan hati’. Caranya? Dengan tunduk kepada Allah, menerima disiplin-Nya dengan rendah hati dan menyelaraskan diri dengan kehendak-Nya.

      Mengapa Masih ”Mungkin” Disembunyikan?

      8. Apa yang ditunjukkan dengan digunakannya kata ”mungkin” di Zefanya 2:3?

      8 Perhatikan bahwa Zefanya 2:3 mengatakan, ”Mungkin kamu akan disembunyikan pada hari kemarahan Yehuwa.” Mengapa kata ”mungkin” digunakan untuk menganjurkan orang-orang ”yang lembut hati di bumi”? Nah, orang-orang yang lembut hati itu sudah mengambil langkah-langkah positif, namun mereka tidak boleh terlalu percaya diri. Haluan kesetiaan mereka belum berakhir. Bisa saja beberapa di antara mereka jatuh ke dalam dosa. Demikian pula halnya kita. Yesus berkata, ”Dia yang telah bertekun sampai ke akhir adalah orang yang akan diselamatkan.” (Matius 24:13) Ya, keselamatan pada hari kemarahan Yehuwa bergantung pada apakah kita terus melakukan apa yang benar di mata-Nya. Itukah tekad teguh saudara?

      9. Langkah-langkah benar apa yang diambil oleh Raja Yosia yang masih muda?

      9 Tampaknya, sebagai tanggapan atas kata-kata Zefanya, Raja Yosia tergerak untuk ’mencari Yehuwa’. Alkitab berkata, ”Pada tahun kedelapan masa pemerintahannya, ketika [Yosia] masih muda [kira-kira berusia 16 tahun], ia mulai mencari Allah Daud, bapak leluhurnya.” (2 Tawarikh 34:3) Yosia juga terus ’mencari keadilbenaran’, karena kita membaca, ”Pada tahun kedua belas [sewaktu Yosia berusia kira-kira 20 tahun], ia mulai membersihkan Yehuda dan Yerusalem dari segala tempat tinggi, tonggak suci, patung ukiran, dan patung tuangan. Mezbah-mezbah para Baal kemudian dirobohkan di hadapannya.” (2 Tawarikh 34:3, 4) Yosia juga ’mencari kelembutan hati’, dengan rendah hati bertindak untuk menyenangkan Yehuwa dengan membersihkan negeri itu dari penyembahan berhala dan praktek-praktek agama palsu lainnya. Pastilah orang-orang lain yang lembut hati sangat bersukacita melihat perkembangan ini!

      10. Apa yang terjadi di Yehuda pada tahun 607 SM, namun siapa yang terluput?

      10 Banyak orang Yahudi berpaling kepada Yehuwa selama pemerintahan Yosia. Akan tetapi, setelah kematian sang raja, kebanyakan orang kembali ke haluan mereka yang lama—kepada praktek-praktek yang sama sekali tidak diperkenan Yehuwa. Seperti yang telah dimaklumatkan Yehuwa, orang-orang Babilonia menaklukkan Yehuda dan menghancurkan ibu kotanya, Yerusalem, pada tahun 607 SM. Namun, tidak semuanya dibinasakan. Nabi Yeremia, Ebed-melekh orang Etiopia, keturunan Yonadab, dan orang-orang lain yang setia kepada Allah disembunyikan pada hari kemarahan Yehuwa itu.—Yeremia 35:18, 19; 39:11, 12, 15-18.

      Musuh-Musuh Allah—Perhatikan!

      11. Mengapa merupakan tantangan untuk tetap setia kepada Allah dewasa ini, namun apa yang hendaknya diperhatikan oleh musuh-musuh umat Yehuwa?

      11 Seraya menunggu hari kemarahan Yehuwa atas sistem fasik ini, kita ”menghadapi berbagai cobaan”. (Yakobus 1:2) Di sejumlah negeri yang mengaku menjunjung kebebasan beribadat, para pemimpin agama yang manipulatif telah memanfaatkan pengaruh mereka atas kalangan berwenang duniawi untuk melancarkan penindasan yang keji terhadap umat Allah. Beberapa oknum tak bermoral memfitnah Saksi-Saksi Yehuwa, mencap mereka sebagai ”kultus berbahaya”. Allah melihat tindakan mereka—dan ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Musuh-musuh-Nya seharusnya memperhatikan apa yang terjadi terhadap musuh-musuh umat-Nya di zaman dahulu, seperti misalnya orang-orang Filistin. Nubuat itu berkata, ”Sehubungan dengan Gaza, ia akan menjadi kota yang ditinggalkan; dan Askelon akan menjadi tempat yang tandus dan telantar. Sehubungan dengan Asdod, pada rembang tengah hari mereka akan mengusirnya; dan sehubungan dengan Ekron, ia akan dicabut.” Kota-kota Filistin seperti Gaza, Askelon, Asdod, dan Ekron, akan dibinasakan.—Zefanya 2:4-7.

      12. Apa yang terjadi atas Filistia, Moab, dan Ammon?

      12 Nubuat itu melanjutkan, ”Aku telah mendengar celaan oleh Moab dan cacian putra-putra Ammon, yang mereka lontarkan kepada umatku dan dengan itu mereka terus berlagak besar terhadap daerah mereka.” (Zefanya 2:8) Memang, Mesir dan Etiopia menderita di tangan para penyerbu dari Babilonia. Namun, penghakiman apa yang Allah timpakan ke atas Moab dan Ammon, bangsa-bangsa keturunan Lot keponakan Abraham? Yehuwa menubuatkan, ”Moab sendiri akan menjadi seperti Sodom, dan putra-putra Ammon, seperti Gomora.” Tidak seperti nenek moyang mereka—kedua putri Lot, yang selamat dari pembinasaan Sodom dan Gomora—Moab dan Ammon yang congkak tidak akan luput dari penghakiman Allah. (Zefanya 2:9-12; Kejadian 19:16, 23-26, 36-38) Sekarang, di manakah bangsa Filistia dan kota-kotanya? Bagaimana dengan Moab dan Ammon yang congkak? Meskipun saudara mencarinya, saudara tidak akan dapat menemukannya.

      13. Penemuan arkeologis apa yang diperoleh di Niniwe?

      13 Pada zaman Zefanya, Imperium Asiria berada di puncak kekuasaannya. Arkeolog Austen Layard, sewaktu menggambarkan salah satu bagian istana kerajaan yang telah ditemukannya di ibu kota Asiria, Niniwe, menulis, ”Langit-langitnya . . . dibagi menjadi bagian-bagian persegi, dilukisi bunga-bunga, atau gambar binatang. Ada yang dihiasi dengan gading, setiap ruangan dikelilingi lapisan pinggir dan hiasan yang anggun. Balok-baloknya, dan juga sisi ruangannya, mungkin disepuh, atau bahkan dilapisi, dengan emas dan perak; dan untuk kayu-kayunya, digunakan jenis yang paling langka, salah satunya yang paling mencolok adalah kayu aras.” Namun, seperti dinubuatkan dalam nubuat Zefanya, Asiria akan dihancurkan dan ibu kotanya, Niniwe, akan menjadi ”tempat yang tandus dan telantar”.—Zefanya 2:13.

      14. Bagaimana nubuat Zefanya tergenap atas Niniwe?

      14 Hanya 15 tahun setelah Zefanya mengucapkan nubuat itu, Niniwe yang perkasa dibinasakan, istananya menjadi puing-puing. Ya, kota yang angkuh itu rata dengan tanah. Seberapa hebat kehancuran itu dengan gamblang dinubuatkan dalam kata-kata ini, ”Baik burung pelikan maupun landak akan bermalam di antara kepala-kepala pilarnya [yang roboh]. Suatu suara akan terus bernyanyi di jendela. Akan ada kehancuran pada ambang pintu.” (Zefanya 2:14, 15) Bangunan-bangunan megah di Niniwe hanya akan menjadi sarang landak dan pelikan. Jalan-jalan kota kini sunyi sepi, lenyap sudah suara orang berdagang, pekik para pejuang, nyanyian para imam. Di jalan raya yang dahulu hiruk-pikuk, hanya akan terdengar suara nyanyian yang mencekam di jendela, barangkali siulan burung yang menyayat hati atau suara raungan angin. Dengan cara seperti itulah semua musuh Allah akan menemui ajalnya!

      15. Hikmah apa dapat ditarik dari apa yang terjadi atas Filistia, Moab, Ammon, dan Asiria?

      15 Hikmah apa yang dapat kita tarik dari apa yang menimpa Filistia, Moab, Ammon, dan Asiria? Hikmahnya: Sebagai hamba-hamba Yehuwa, kita tidak perlu takut terhadap musuh-musuh kita. Allah melihat apa yang dilakukan oleh orang-orang yang menentang umat-Nya. Yehuwa bertindak terhadap musuh-musuh-Nya di masa lalu, dan penghakiman-Nya akan dilaksanakan atas seluruh bumi yang berpenduduk dewasa ini. Namun, akan ada yang selamat—’suatu kumpulan besar dari semua bangsa’. (Penyingkapan 7:9) Saudara dapat termasuk di antara mereka—asalkan saudara terus mencari Yehuwa, mencari keadilbenaran, dan mencari kelembutan hati.

      Celaka bagi Para Pelaku Kesalahan yang Suka Menghina!

      16. Apa yang dikatakan nubuat Zefanya tentang para pangeran dan pemimpin agama di Yehuda, dan mengapa kata-kata itu cocok menggambarkan Susunan Kristen?

      16 Nubuat Zefanya sekali lagi ditujukan kepada Yehuda dan Yerusalem. Zefanya 3:1, 2 berkata, ”Celaka bagi dia yang memberontak dan mencemari dirinya, kota yang menindas! Ia tidak mendengarkan perkataan; ia tidak mau menerima disiplin. Kepada Yehuwa ia tidak percaya. Kepada Allahnya ia tidak mendekat.” Sungguh tragis, upaya Yehuwa untuk mendisiplin umat-Nya tidak dihiraukan! Yang benar-benar memprihatinkan adalah kekejaman para pangeran, bangsawan, dan hakim. Zefanya mencela para pemimpin agama yang tidak tahu malu itu, dengan berkata, ”Para nabinya suka menghina, mereka adalah orang-orang yang berkhianat. Para imamnya menodai apa yang kudus; mereka memperkosa hukum.” (Zefanya 3:3, 4) Kata-kata itu sungguh cocok untuk menggambarkan situasi para nabi dan imam Susunan Kristen dewasa ini! Dengan sangat angkuh, mereka telah menyingkirkan nama ilahi dari terjemahan Alkitab mereka dan telah mengajarkan doktrin yang menyalahgambarkan Pribadi yang mereka akui mereka sembah.

      17. Tidak soal orang mendengarkan atau tidak, mengapa kita hendaknya terus menyatakan kabar baik?

      17 Yehuwa dengan penuh perhatian memperingatkan umat-Nya di zaman dahulu tentang tindakan yang hendak Ia ambil. Ia mengutus hamba-hamba-Nya para nabi—Zefanya dan Yeremia, juga yang lain—untuk mendesak orang-orang agar bertobat. Ya, ”Yehuwa . . . tidak akan melakukan ketidakadilbenaran. Setiap pagi ia terus memberikan keputusan hukumnya. Pada siang hari, itu terbukti tetap ada.” Apa tanggapannya? ”Tetapi orang yang tidak adil-benar tidak tahu malu,” kata Zefanya. (Zefanya 3:5) Peringatan serupa diserukan pada zaman sekarang. Jika saudara adalah penyiar kabar baik, saudara turut serta mengumandangkan peringatan ini. Teruslah menyatakan kabar baik tanpa henti! Entah orang mendengarkan atau tidak, pelayanan saudara berhasil di pandangan Allah selama saudara melaksanakannya dengan setia; saudara tidak perlu merasa malu seraya melakukan pekerjaan Allah dengan bergairah.

      18. Bagaimana Zefanya 3:6 akan digenapi?

      18 Pelaksanaan penghakiman Allah tidak akan terbatas hanya pada kehancuran Susunan Kristen. Yehuwa meluaskan kecaman-Nya kepada semua bangsa, ”Aku memusnahkan bangsa-bangsa; menara-menara penjuru mereka ditelantarkan. Aku menghancurkan jalan-jalan mereka, sehingga tidak ada yang lewat. Kota-kota mereka ditelantarkan.” (Zefanya 3:6) Begitu dapat diandalkannya kata-kata yang Yehuwa ucapkan tentang kehancuran ini sampai seolah-olah hal itu sudah terjadi. Apa yang terjadi atas kota-kota Filistia, Moab dan Ammon? Dan, bagaimana dengan ibu kota Asiria, Niniwe? Kehancuran mereka menjadi contoh peringatan bagi bangsa-bangsa dewasa ini. Allah tidak dapat dipermainkan.

      Teruslah Mencari Yehuwa

      19. Pertanyaan menggugah pikiran apa saja yang dapat kita tanyakan?

      19 Pada zaman Zefanya, kemarahan Allah tercurah ke atas orang-orang yang dengan fasik ”melakukan perbuatan yang bejat”. (Zefanya 3:7) Hal yang sama akan terjadi di zaman kita. Apakah saudara melihat bukti bahwa hari kemarahan Yehuwa sudah dekat? Apakah saudara terus ’mencari Yehuwa’ dengan membaca Firman-Nya secara teratur—setiap hari? Apakah saudara ’mencari keadilbenaran’ dengan menjalani kehidupan yang bersih secara moral selaras dengan standar-standar Allah? Dan, apakah saudara ’mencari kelembutan hati’ dengan memperlihatkan sikap yang lembut hati dan tunduk kepada Allah dan penyelenggaraan-Nya untuk keselamatan?

      20. Pertanyaan apa saja yang akan kita bahas dalam artikel terakhir dari seri nubuat Zefanya ini?

      20 Jika kita dengan setia terus mencari Yehuwa, keadilbenaran, dan kelembutan hati, kita dapat berharap untuk menikmati berkat-berkat melimpah sekarang juga—ya, bahkan di ”hari-hari terakhir” yang menguji iman ini. (2 Timotius 3:1-5; Amsal 10:22) Namun, kita mungkin ingin bertanya, ’Dengan cara bagaimana kita diberkati sebagai hamba-hamba Yehuwa zaman sekarang, dan berkat-berkat masa depan apa yang disediakan nubuat Zefanya bagi orang-orang yang akan disembunyikan pada hari kemarahan Yehuwa yang mendekat dengan cepat?’

  • Umat Yehuwa yang Dipulihkan Memuji-Nya di Seluruh Dunia
    Menara Pengawal—2001 | 15 Februari
    • Umat Yehuwa yang Dipulihkan Memuji-Nya di Seluruh Dunia

      ”Aku akan memberikan perubahan kepada bangsa-bangsa ke suatu bahasa yang murni, supaya mereka semua berseru kepada nama Yehuwa.”—ZEFANYA 3:9.

      1. Mengapa berita kebinasaan tergenap atas Yehuda dan bangsa-bangsa lain?

      BENAR-BENAR dahsyat berita penghakiman yang diilhamkan Yehuwa untuk Zefanya sampaikan! Berita kebinasaan itu digenapi atas bangsa Yehuda dan ibu kotanya, Yerusalem, karena pemimpin dan rakyatnya secara keseluruhan tidak melakukan kehendak Yehuwa. Bangsa-bangsa tetangganya, seperti Filistia, Moab, Ammon, juga akan merasakan murka Allah. Mengapa? Karena tentangan kejam yang mereka timpakan ke atas umat Allah selama berabad-abad. Untuk alasan yang sama itu, kuasa dunia Asiria akan dihancurkan, tidak akan pernah dibangun kembali.

      2. Siapa yang tampaknya dibicarakan di Zefanya 3:8?

      2 Akan tetapi, ada beberapa orang yang berkecenderungan benar di Yehuda pada saat itu. Mereka menanti-nantikan pelaksanaan penghakiman ilahi terhadap orang fasik dan tampaknya kepada merekalah kata-kata ini ditujukan, ”’Tetaplah nantikan aku,’ demikian ucapan Yehuwa, ’sampai pada hari aku bangkit untuk mengambil hasil rampasan, karena keputusan hukumku adalah untuk menghimpunkan bangsa-bangsa, supaya aku mengumpulkan kerajaan-kerajaan, untuk mencurahkan ke atas mereka kecamanku, seluruh kemarahanku yang menyala-nyala; sebab oleh api gairahku seluruh bumi akan dilalap.’”—Zefanya 3:8.

      ”Bahasa yang Murni” bagi Siapa?

      3. Berita harapan terilham apa yang harus disampaikan Zefanya?

      3 Ya, Zefanya menyampaikan berita pembinasaan dari Yehuwa. Namun, sang nabi juga diilhami untuk menyertakan berita pengharapan yang menakjubkan—berita yang akan sangat menghibur orang-orang yang terus setia kepada Yehuwa. Seperti dicatat di Zefanya 3:9, Allah Yehuwa menyatakan, ”Pada waktu itu aku akan memberikan perubahan kepada bangsa-bangsa ke suatu bahasa yang murni, supaya mereka semua berseru kepada nama Yehuwa, untuk melayani dia bahu-membahu.”

      4, 5. (a) Apa yang akan terjadi atas orang yang tidak adil-benar? (b) Siapa yang memperoleh manfaat karenanya, dan mengapa?

      4 Akan ada orang-orang yang tidak akan diberi bahasa yang murni. Nubuat itu menyoroti mereka, dengan mengatakan, ”Aku akan menyingkirkan dari tengah-tengahmu orang-orangmu yang dengan angkuh bersukacita.” (Zefanya 3:11) Jadi, orang-orang angkuh yang melecehkan hukum-hukum Allah dan mempraktekkan ketidakadilbenaran akan disingkirkan. Dan, siapa yang memperoleh manfaat karenanya? Zefanya 3:12, 13 menyatakan, ”Aku pasti akan membiarkan tertinggal di tengah-tengahmu suatu umat yang rendah hati dan lembut hati, dan mereka akan benar-benar berlindung dalam nama Yehuwa. Mengenai orang-orang yang tersisa dari Israel, mereka tidak akan melakukan ketidakadilbenaran, juga tidak mengatakan dusta, juga tidak akan didapati pada mulut mereka lidah yang penuh muslihat; karena mereka sendiri akan makan dan berbaring, dan tidak akan ada seorang pun yang membuat mereka gemetar.”

      5 Suatu kaum sisa yang setia di Yehuda zaman dahulu akan memperoleh manfaat. Mengapa? Karena mereka telah bertindak selaras dengan kata-kata, ”Carilah Yehuwa, kamu semua yang lembut hati di bumi, yang telah mempraktekkan keputusan hukum-Nya. Carilah keadilbenaran, carilah kelembutan hati. Mungkin kamu akan disembunyikan pada hari kemarahan Yehuwa.”—Zefanya 2:3.

      6. Apa yang terjadi pada penggenapan pertama nubuat Zefanya?

      6 Pada penggenapan pertama nubuat Zefanya, Allah menghukum Yehuda yang tidak setia dengan membiarkan Kuasa Dunia Babilonia menaklukkan mereka dan menawan umat-Nya pada tahun 607 SM. Beberapa orang, termasuk nabi Yeremia, diluputkan, dan yang lain tetap setia kepada Yehuwa sewaktu ditawan. Pada tahun 539 SM, Babilon ditumbangkan oleh Media dan Persia di bawah pemerintahan Raja Kores. Kira-kira dua tahun kemudian, Kores mengeluarkan dekret yang mengizinkan sisa orang Yahudi kembali ke tanah air mereka. Pada waktunya, bait Yerusalem dibangun kembali, dan keimaman kembali dipulihkan untuk membimbing umat itu menurut Hukum. (Maleakhi 2:7) Jadi, Yehuwa menyejahterakan sisa umat yang dipulihkan itu—selama mereka terus setia.

      7, 8. Kepada siapa kata-kata nubuat Zefanya 3:14-17 diterapkan, dan mengapa saudara menjawab demikian?

      7 Mengenai orang-orang yang akan menikmati pemulihan itu, Zefanya menubuatkan, ”Bersoraklah dengan sukacita, hai, putri Zion! Meluaplah dengan sorak-sorai, hai, Israel! Bersukacita dan bersukarialah dengan segenap hati, hai, putri Yerusalem! Yehuwa telah menyingkirkan keputusan penghakiman atasmu. Ia telah menghalau musuhmu. Raja Israel, Yehuwa, ada di tengah-tengahmu. Engkau tidak akan takut lagi kepada malapetaka. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem, ’Jangan takut, hai, Zion. Hendaklah tanganmu tidak terkulai. Yehuwa, Allahmu, ada di tengah-tengahmu. Sebagai Pribadi yang perkasa, ia akan menyelamatkan. Ia akan bersukaria karena engkau dengan sukacita. Ia akan berdiam diri dalam kasihnya. Ia akan bersukacita karena engkau dengan seruan bahagia.’”—Zefanya 3:14-17.

      8 Kata-kata nubuat itu tertuju kepada sisa umat yang keluar dari penawanan Babilonia dan dipulangkan ke negeri nenek moyang mereka. Hal ini diperjelas di Zefanya 3:18-20, bunyinya, ”’Orang-orang yang dirundung kepedihan hati karena tidak hadir pada musim perayaanmu pasti akan aku [Yehuwa] kumpulkan; mereka tidak hadir sebab menanggung celaan oleh karena dia. Lihat, aku akan bertindak melawan semua yang membuat engkau menderita, pada waktu itu; dan aku akan menyelamatkan dia yang berjalan timpang, dan dia yang tercerai-berai akan aku kumpulkan. Aku akan membuat mereka mendapat pujian dan nama baik di seluruh negeri di mana mereka dipermalukan. Pada waktu itu aku akan membawa kamu sekalian masuk, yaitu pada waktu aku mengumpulkan kamu. Karena aku akan membuat kamu sekalian mendapat nama baik dan pujian di antara semua bangsa di bumi, pada waktu aku mengumpulkan kembali orang-orangmu yang ditawan di depan matamu,’ kata Yehuwa.”

      9. Bagaimana Yehuwa memperoleh nama yang mulia sehubungan dengan Yehuda?

      9 Bayangkan betapa terperanjatnya bangsa-bangsa tetangga yang memusuhi umat Allah! Penduduk Yehuda telah ditawan oleh Babilon yang perkasa, dan tampaknya tak ada harapan untuk dibebaskan. Selain itu, negeri mereka telantar. Akan tetapi, dengan kuasa Allah, mereka dipulihkan ke tanah air mereka setelah 70 tahun, sementara bangsa-bangsa musuh mereka menuju kehancuran. Alangkah mulianya nama yang Yehuwa peroleh dengan membawa kembali sisa umat yang setia itu! Ia membuat mereka ”mendapat nama baik dan pujian di antara semua bangsa”. Pemulihan itu benar-benar mendatangkan pujian bagi Yehuwa dan bagi mereka yang menyandang nama-Nya!

      Ibadat Yehuwa Ditinggikan

      10, 11. Kapan penggenapan utama nubuat pemulihan Zefanya terjadi, dan bagaimana kita mengetahui hal ini?

      10 Pemulihan lain terjadi pada abad pertama Masehi, sewaktu Yesus Kristus mengumpulkan sisa umat Israel ke dalam ibadat yang sejati. Itu merupakan suatu gambaran pendahuluan tentang hal-hal yang akan terjadi, karena penggenapan utama tentang pemulihan masih akan terjadi di masa depan. Mikha menubuatkan, ”Pasti terjadi pada akhir masa itu bahwa gunung rumah Yehuwa akan berdiri teguh mengatasi puncak gunung-gunung, dan akan ditinggikan mengatasi bukit-bukit; dan ke sana suku-suku bangsa akan berduyun-duyun.”—Mikha 4:1.

      11 Kapan ini akan terjadi? Seperti yang dikatakan nubuat itu, ”pada akhir masa itu”—ya, selama ”hari-hari terakhir”. (2 Timotius 3:1) Ini akan terjadi sebelum akhir sistem yang fasik sekarang ini, sementara bangsa-bangsa masih menyembah allah-allah palsu. Mikha 4:5 berkata, ”Sebab semua suku bangsa, masing-masing akan berjalan dengan nama allahnya.” Dan, bagaimana mengenai para penyembah yang sejati? Nubuat Mikha menjawab, ”Tetapi kami, kami akan berjalan dengan nama Yehuwa, Allah kami, sampai waktu yang tidak tertentu, ya, selama-lamanya.”

      12. Bagaimana ibadat sejati telah ditinggikan di hari-hari terakhir ini?

      12 Jadi, pada hari-hari terakhir, ”gunung rumah Yehuwa [telah] berdiri teguh mengatasi puncak gunung-gunung”. Ibadat sejati yang agung kepada Yehuwa telah dipulihkan, diteguhkan, dan ditinggikan di atas semua jenis agama lain. Sebagaimana dinubuatkan Mikha, ”ke sana suku-suku bangsa akan berduyun-duyun”. Dan, mereka yang mempraktekkan agama sejati ”akan berjalan dengan nama Yehuwa, Allah [mereka], sampai waktu yang tidak tertentu, ya, selama-lamanya”.

      13, 14. Kapan dunia ini memasuki ”akhir masa itu”, dan apa yang telah terjadi sejak saat itu sehubungan dengan ibadat yang sejati?

      13 Peristiwa-peristiwa yang menggenapi nubuat Alkitab memperlihatkan bahwa dunia ini memasuki ”akhir masa itu”—hari-hari terakhirnya—pada tahun 1914. (Markus 13:4-10) Sejarah memperlihatkan bahwa Yehuwa mulai mengumpulkan sisa kaum terurap yang setia, yang memiliki harapan surgawi ke dalam ibadat sejati. Ini telah diikuti dengan pengumpulan ”suatu kumpulan besar . . . dari semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa”—orang-orang yang memiliki harapan untuk hidup selama-lamanya di bumi.—Penyingkapan 7:9.

      14 Sejak Perang Dunia I hingga saat ini, ibadat kepada Yehuwa oleh orang-orang yang menyandang nama-Nya telah bergerak maju dengan perkasa di bawah pengarahan-Nya. Dari beberapa ribu saja setelah Perang Dunia I, para penyembah Yehuwa sekarang meningkat jumlahnya menjadi sekitar enam juta, berhimpun bersama di kira-kira 91.000 sidang di 235 negeri. Setiap tahun, para pemberita Kerajaan ini membaktikan lebih dari satu miliar jam untuk memuji Allah di hadapan umum. Jelaslah, Saksi-Saksi Yehuwa ini adalah orang-orang yang menggenapi kata-kata nubuat Yesus, ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk sebagai suatu kesaksian kepada semua bangsa; dan kemudian akhir itu akan datang.”—Matius 24:14.

      15. Bagaimana Zefanya 2:3 sedang digenapi sekarang?

      15 Zefanya 3:17 mengatakan, ”Yehuwa, Allahmu, ada di tengah-tengahmu. Sebagai Pribadi yang perkasa, ia akan menyelamatkan.” Kemakmuran rohani yang dinikmati hamba-hamba Yehuwa di hari-hari terakhir ini adalah hasil langsung karena memiliki Dia ’di tengah-tengah mereka’ sebagai Allah mereka yang mahakuasa. Dewasa ini, hal ini terbukti benar sebagaimana ketika pemulihan Yehuda dahulu pada tahun 537 SM. Jadi, kita dapat melihat bagaimana Zefanya 2:3 mengalami penggenapan utamanya di zaman kita, yang berbunyi, ”Carilah Yehuwa, kamu semua yang lembut hati di bumi.” Pada tahun 537 SM, kata ”semua” mencakup sisa orang Yahudi yang kembali dari penawanan di Babilon. Sekarang, kata itu menggambarkan orang-orang yang lembut hati dari segala bangsa di seluruh bumi, mereka yang menyambut baik pekerjaan pemberitaan Kerajaan global dan yang berduyun-duyun menuju ”gunung rumah Yehuwa”.

      Ibadat Sejati Menikmati Kemakmuran

      16. Bagaimana kemungkinan reaksi musuh-musuh kita terhadap kemakmuran hamba-hamba Yehuwa di zaman modern?

      16 Setelah tahun 537 SM, banyak orang dari bangsa-bangsa tetangga takjub melihat pemulihan hamba-hamba Allah kepada ibadat sejati di tanah air mereka. Namun, pemulihan itu hanyalah dalam skala yang relatif kecil. Dapatkah saudara bayangkan apa yang dikatakan oleh beberapa orang—bahkan musuh-musuh umat Allah—sewaktu melihat pertumbuhan yang mengesankan, kemakmuran, dan kemajuan hamba-hamba Yehuwa di zaman modern? Kemungkinan besar, beberapa dari musuh-musuh ini merasa seperti yang dirasakan orang Farisi sewaktu mereka melihat orang-orang berbondong-bondong mendatangi Yesus. Mereka berseru, ”Lihat! Dunia telah pergi mengikuti dia.”—Yohanes 12:19.

      17. Apa yang dikatakan seorang penulis mengenai Saksi-Saksi Yehuwa, dan pertumbuhan apa yang telah mereka alami?

      17 Dalam bukunya These Also Believe, Profesor Charles S. Braden berkata, ’Saksi-Saksi Yehuwa secara harfiah telah meliputi bumi dengan kesaksian mereka. Sesungguhnya, dapat dikatakan bahwa tidak ada kelompok agama mana pun di dunia ini yang menandingi Saksi-Saksi Yehuwa dalam hal kegairahan dan kegigihan yang besar untuk memberitakan kabar baik Kerajaan. Kegiatan ini kemungkinan besar akan terus meningkat.’ Kata-katanya sungguh tepat! Sewaktu ia menulis kata-kata itu 50 tahun yang lalu, hanya ada sekitar 300.000 Saksi-Saksi yang mengabar di seputar dunia. Apa yang akan ia katakan sekarang, bila melihat bahwa jumlah yang memberitakan kabar baik meningkat kira-kira 20 kali lipat—menjadi sekitar enam juta orang?

      18. Apakah bahasa yang murni itu, dan kepada siapa Allah telah memberikannya?

      18 Melalui nabi-Nya, Allah berjanji, ”Aku akan memberikan perubahan kepada bangsa-bangsa ke suatu bahasa yang murni, supaya mereka semua berseru kepada nama Yehuwa, untuk melayani dia bahu-membahu.” (Zefanya 3:9) Di hari-hari terakhir ini, Saksi-Saksi Yehuwa-lah yang berseru kepada nama Yehuwa, yang melayani Dia bersatu padu dalam suatu ikatan kasih yang tak terpatahkan—ya, ”bahu-membahu”. Kepada merekalah Yehuwa telah memberikan bahasa yang murni. Bahasa yang murni ini mencakup pemahaman yang tepat akan kebenaran tentang Allah dan maksud-tujuan-Nya. Hanya Yehuwa yang dapat menyediakan pemahaman ini melalui roh kudus-Nya. (1 Korintus 2:10) Kepada siapa roh-Nya telah Ia berikan? Hanya ”kepada orang-orang yang menaati dia sebagai penguasa”. (Kisah 5:32) Saksi-Saksi Yehuwa sendiri bersedia menaati Allah sebagai Penguasa dalam segala hal. Itulah sebabnya mereka menerima roh Allah dan berbicara bahasa yang murni, kebenaran mengenai Yehuwa dan maksud-tujuan-Nya yang luar biasa. Mereka menggunakan bahasa yang murni ini untuk memuji Yehuwa di seluas bumi dalam skala yang kian besar.

      19. Berbicara bahasa yang murni mencakup apa?

      19 Berbicara bahasa yang murni bukan sekadar mempercayai kebenaran dan mengajarkannya kepada orang lain, melainkan juga menyelaraskan tingkah laku dengan hukum dan prinsip-prinsip Allah. Orang Kristen terurap telah mengambil pimpinan dalam mencari Yehuwa dan berbicara bahasa yang murni. Pikirkan apa yang telah dicapai! Meskipun kaum terurap telah berkurang jumlahnya menjadi kurang dari 8.700 orang, hampir enam juta orang lain meniru iman mereka dengan mencari Yehuwa dan berbicara bahasa yang murni. Mereka adalah kumpulan besar yang kian bertambah jumlahnya dari segala bangsa, yang memperlihatkan iman akan korban tebusan Yesus, memberikan dinas suci di halaman bait rohani Allah di bumi, dan akan selamat melampaui ”kesengsaraan besar” yang akan segera menimpa dunia yang tidak adil-benar ini.—Penyingkapan 7:9, 14, 15.

      20. Apa yang terbentang di hadapan kaum terurap yang setia dan orang-orang yang membentuk kumpulan besar?

      20 Kumpulan besar akan dibawa masuk ke dalam suatu dunia baru Allah yang adil-benar. (2 Petrus 3:13) Yesus Kristus dan ke-144.000 kaum terurap yang dibangkitkan ke kehidupan surgawi untuk melayani sebagai raja dan imam bersamanya akan membentuk badan pemerintahan baru atas bumi. (Roma 8:16, 17; Penyingkapan 7:4; 20:6) Orang-orang yang selamat dari kesengsaraan besar akan bekerja untuk menjadikan bumi suatu firdaus dan akan terus berbicara bahasa yang murni pemberian Allah. Pada prinsipnya, ke atas merekalah berlaku kata-kata, ”Semua putramu [dan putrimu] akan menjadi orang-orang yang diajar oleh Yehuwa, dan damai putra-putramu akan berlimpah. Engkau akan didirikan dengan kokoh dalam keadilbenaran.”—Yesaya 54:13, 14.

      Pekerjaan Pengajaran Terbesar dalam Sejarah

      21, 22. (a) Seperti diperlihatkan oleh Kisah 24:15, siapa yang nantinya perlu diajar bahasa yang murni? (b) Pekerjaan pengajaran terbesar apa yang akan dilaksanakan di bumi di bawah pemerintahan Kerajaan?

      21 Suatu kelompok yang sangat besar yang akan diberi kesempatan untuk belajar bahasa yang murni di dunia baru adalah mereka yang disebutkan di Kisah 24:15, yang berbunyi, ”Akan ada kebangkitan untuk orang-orang yang adil-benar maupun yang tidak adil-benar.” Di masa lalu, miliaran orang yang pernah hidup, telah mati tanpa pengetahuan yang saksama mengenai Yehuwa. Secara tertib, Ia akan menghidupkan mereka kembali. Dan, orang-orang yang dibangkitkan ini nantinya perlu diajar bahasa yang murni.

      22 Sungguh luar biasa hak istimewa untuk ambil bagian dalam pekerjaan pengajaran yang besar itu! Itu akan menjadi pekerjaan pendidikan terbesar dalam sejarah umat manusia. Semua hal itu akan dicapai di bawah pemerintahan Kristus Yesus yang penuh kebajikan dalam kuasa Kerajaan. Sebagai hasilnya, umat manusia akhirnya akan melihat penggenapan Yesaya 11:9, yang mengatakan, ”Bumi pasti akan dipenuhi dengan pengetahuan akan Yehuwa seperti air menutupi dasar laut.”

      23. Mengapa saudara dapat mengatakan bahwa hak istimewa kita sebagai umat Yehuwa sangat besar?

      23 Alangkah besar hak istimewa kita di hari-hari terakhir ini untuk bersiap-siap menyambut masa menakjubkan manakala pengetahuan tentang Yehuwa akan benar-benar memenuhi bumi! Dan, sungguh besar hak istimewa yang kita miliki sekarang untuk menjadi umat Allah, orang-orang yang mengalami penggenapan agung kata-kata nubuat yang dicatat di Zefanya 3:20! Di ayat itu, kita mendapat jaminan Yehuwa, ”Aku akan membuat kamu sekalian mendapat nama baik dan pujian di antara semua bangsa di bumi.”

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan