-
Mengejar Tujuan Hidup yang BermaknaMenara Pengawal—2007 | 1 Oktober
-
-
13. Bagaimana sepasang suami istri membuat pengorbanan yang benar?
13 Perhatikan Hendri dan Susan. Mereka sangat beriman kepada janji Allah bahwa semua orang yang mendahulukan Kerajaan dalam kehidupan mereka akan menerima bantuan Allah. (Matius 6:33) Maka, mereka memutuskan untuk tinggal di sebuah rumah yang murah agar satu orang saja yang perlu bekerja sekuler, dan lebih banyak waktu dapat digunakan dalam kegiatan rohani bersama kedua putri mereka. (Ibrani 13:15, 16) Seorang teman mereka yang beritikad baik tidak dapat memahami keputusan mereka. Ia berkata, ”Susan, kalau kamu ingin tinggal di rumah yang lebih bagus, kamu memang harus mengorbankan sesuatu.” Tetapi, Hendri dan Susan tahu bahwa menomorsatukan Yehuwa ”mengandung janji untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang”. (1 Timotius 4:8; Titus 2:12) Setelah dewasa, putri-putri mereka menjadi penginjil sepenuh waktu yang bersemangat. Sebagai keluarga, mereka tidak merasa kehilangan apa pun; sebaliknya, mereka memetik banyak manfaat karena mengejar ”kehidupan yang sebenarnya”, yang mereka jadikan tujuan hidup.—Filipi 3:8; 1 Timotius 6:6-8.
-
-
Mengejar Tujuan Hidup yang BermaknaMenara Pengawal—2007 | 1 Oktober
-
-
Herman dan Yanti mengindahkan nasihat itu. ”Saya menjadi Saksi Yehuwa menjelang tamat sekolah kedokteran gigi,” Herman bercerita. ”Saya punya pilihan. Saya bisa menerima banyak pasien dan menghasilkan banyak uang, tetapi kehidupan rohani kami akan terganggu. Saya memilih untuk membatasi jumlah pasien agar ada lebih banyak waktu untuk memperhatikan kesejahteraan rohani dan emosi keluarga kami, yang anggotanya bertambah dengan lima putri. Meskipun kami jarang mempunyai uang ekstra, kami belajar menghemat, dan kebutuhan kami selalu terpenuhi. Kehidupan keluarga kami akrab, hangat, dan penuh sukacita. Akhirnya, kami semua memasuki dinas sepenuh waktu. Sekarang, putri-putri kami sudah menikah, tiga di antaranya telah memberi kami cucu. Keluarga mereka juga bahagia, karena mereka terus mendahulukan maksud-tujuan Yehuwa.”
-