PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Mengapa Kita Tertarik pada Kerajaan Allah?
    Menara Pengawal—2014 | 1 Oktober
    • Orang-orang dari berbagai bangsa belajar tentang Kerajaan Allah

      TOPIK UTAMA | KERAJAAN ALLAH​—APA ARTINYA BAGI ANDA?

      Mengapa Kita Tertarik pada Kerajaan Allah?

      Jutaan orang di seputar dunia menggantungkan harapan mereka pada Kerajaan Allah. Mereka mengikuti contoh Yesus, yang mengajar pengikutnya untuk berdoa, ”Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.”—Matius 6:10, Terjemahan Baru.

      Anehnya, meskipun banyak orang sangat tertarik pada Kerajaan Allah, kebanyakan agama tampaknya tidak begitu peduli soal itu. Mengenai ini, sejarawan H.G. Wells menyatakan betapa luar biasanya bahwa Yesus ”sangat menonjolkan ajaran tentang apa yang ia sebut Kerajaan Surga”, tetapi menurut Wells ajaran ini justru ”diremehkan dalam . . . ajaran kebanyakan gereja-gereja Kristen”.

      Tidak seperti gereja-gereja tersebut, Saksi-Saksi Yehuwa sangat menekankan Kerajaan Allah. Pikirkan ini: Jurnal utama kami, yang sedang Anda baca, diterbitkan dalam 220 bahasa. Hampir 46 juta eksemplar dicetak tiap terbitan, sehingga menjadi majalah yang peredarannya paling luas di dunia. Dan, apa inti berita jurnal ini? Perhatikan judul lengkapnya: Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa.a

      Mengapa Saksi-Saksi Yehuwa mau repot-repot memberitakan, atau mengumumkan, Kerajaan Allah? Antara lain, kami percaya bahwa Kerajaan Allah adalah berita utama buku yang paling penting di dunia—Alkitab. Kami juga yakin bahwa Kerajaan Allah adalah satu-satunya jalan keluar sejati dari problem umat manusia dewasa ini.

      Sewaktu mengarahkan perhatian kepada Kerajaan Allah, Saksi-Saksi Yehuwa berupaya keras mengikuti teladan Yesus. Ketika di bumi, kehidupan dan pelayanan Yesus berpusat pada Kerajaan Allah. (Lukas 4:43) Mengapa Kerajaan begitu berarti bagi Yesus? Dan, apa artinya itu bagi Anda? Silakan baca jawaban Alkitab yang dibahas dalam artikel-artikel berikut.

      a Yehuwa adalah nama Allah yang disebutkan dalam Alkitab.

  • Kerajaan Allah​—Apa Artinya bagi Yesus
    Menara Pengawal—2014 | 1 Oktober
    • Yesus mengajar para pengikutnya tentang Kerajaan Allah

      TOPIK UTAMA | KERAJAAN ALLAH​—APA ARTINYA BAGI ANDA?

      Kerajaan Allah​—Apa Artinya bagi Yesus

      Selama pelayanannya di bumi, Yesus berbicara tentang banyak hal. Misalnya, ia mengajar pengikutnya cara berdoa, cara menyenangkan Allah, dan cara memperoleh kebahagiaan sejati. (Matius 6:5-13; Markus 12:17; Lukas 11:28) Tapi, hal yang paling sering Yesus bicarakan​—yang dekat di hatinya—​adalah Kerajaan Allah.​—Lukas 6:45.

      Seperti disebutkan dalam artikel sebelumnya, Yesus memusatkan kehidupannya pada ”memberitakan dan menyatakan kabar baik tentang kerajaan Allah”. (Lukas 8:1) Ia mengerahkan upaya, berjalan ratusan kilometer ke seluruh negeri Israel untuk mengajar orang-orang mengenai Kerajaan Allah. Pelayanan Yesus dicatat dalam keempat Injil, yang berisi lebih dari 100 rujukan tentang Kerajaan. Kebanyakan dari rujukan ini adalah kata-kata Yesus, tapi itu hanyalah sebagian kecil dari semua yang ia katakan tentang Kerajaan Allah!​—Yohanes 21:25.

      Mengapa Kerajaan begitu berarti bagi Yesus sewaktu ia di bumi? Satu alasannya, Yesus tahu bahwa Allah telah memilihnya untuk menjadi Penguasa Kerajaan itu. (Yesaya 9:6; Lukas 22:28-30) Tapi, Yesus tidak mementingkan kedudukan atau kemuliaan dirinya. (Matius 11:29; Markus 10:17, 18) Ia memberitakan Kerajaan bukan demi keuntungannya sendiri. Dulu maupun sekarang,a Yesus sangat peduli pada Kerajaan Allah karena apa yang akan dilakukan Kerajaan itu bagi mereka yang ia kasihi, yaitu Bapak surgawinya dan pengikutnya yang saleh.

      APA YANG AKAN DILAKUKAN KERAJAAN UNTUK BAPAKNYA YESUS

      Yesus sangat menyayangi Bapak surgawinya. (Amsal 8:30; Yohanes 14:31) Ia mengagumi sifat-sifat Bapaknya yang menyentuh hati, seperti kasih, keibaan hati, dan keadilan-Nya. (Ulangan 32:4; Yesaya 49:15; 1 Yohanes 4:8) Jadi, Yesus pasti sangat tidak suka mendengar dusta yang beredar mengenai Bapaknya​—dusta seperti Allah masa bodoh terhadap penderitaan manusia dan Allah ingin kita menderita. Ini adalah salah satu alasan mengapa Yesus sangat antusias memberitakan ”kabar baik kerajaan”​—ia tahu bahwa pada waktunya Kerajaan akan membersihkan nama baik Bapaknya. (Matius 4:23; 6:9, 10) Bagaimana caranya?

      Melalui Kerajaan itu, Yehuwa akan membuat perubahan besar-besaran demi manfaat keluarga manusia. ”Ia akan menghapus segala air mata” dari mata manusia yang saleh. Yehuwa akan menghapus penyebab air mata tersebut, dengan memastikan bahwa ”kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit”. (Penyingkapan [Wahyu] 21:3, 4) Melalui Kerajaan, Allah akan menghapus semua penderitaan manusia.b

      Tak heran Yesus sangat bersemangat memberi tahu orang-orang tentang Kerajaan Allah! Ia tahu bahwa itu akan menyingkapkan kuasa dan keibaan hati Bapaknya. (Yakobus 5:11) Yesus juga tahu bahwa Kerajaan akan mendatangkan manfaat bagi mereka yang ia kasihi—manusia yang saleh.

      APA YANG AKAN DILAKUKAN KERAJAAN UNTUK MANUSIA YANG SALEH

      Lama sebelum datang ke bumi, Yesus tinggal di surga bersama Bapaknya. Sang Bapak menggunakan Putra-Nya untuk menciptakan segala sesuatu, dari langit yang menakjubkan dengan bintang dan galaksi yang tak terhitung banyaknya hingga planet kita yang indah dan satwa liarnya. (Kolose 1:15, 16) Tapi, dari semua itu, yang ’sangat Yesus sukai’ adalah manusia.​—Amsal 8:31.

      Kasih akan manusia menjadi ciri pelayanan Yesus. Sejak awal, Yesus menjelaskan bahwa ia datang ke bumi untuk ”menyatakan kabar baik” kepada orang-orang yang tidak beruntung. (Lukas 4:18) Tapi, Yesus tidak sekadar berkata soal membantu orang-orang. Berkali-kali, ia menunjukkan kasihnya kepada manusia. Misalnya, sewaktu banyak orang berkumpul untuk mendengar dia, Yesus ”merasa kasihan kepada mereka, dan ia menyembuhkan orang-orang yang sakit di antara mereka”. (Matius 14:14) Sewaktu seorang pria yang menderita sakit parah beriman bahwa Yesus bisa menyembuhkannya jika mau, Yesus tergerak oleh kasih. Ia menyembuhkan pria itu, dan dengan iba hati mengatakan, ”Aku mau. Jadilah tahir.” (Lukas 5:12, 13) Sewaktu Yesus melihat Maria sahabatnya berkabung karena kematian saudaranya, Lazarus, Yesus ”mengerang dalam roh”, ”merasa susah”, dan ”meneteskan air mata”. (Yohanes 11:32-36) Lalu, Yesus melakukan hal yang tak terbayangkan, ia membangkitkan Lazarus meskipun Lazarus sudah mati selama empat hari!​—Yohanes 11:38-44.

      Tentu saja, Yesus tahu bahwa kelegaan yang ia berikan hanyalah sementara. Ia sadar bahwa cepat atau lambat, semua orang yang ia sembuhkan akan sakit lagi dan semua yang ia bangkitkan akan mati lagi. Tapi, Yesus juga tahu bahwa Kerajaan Allah akan mengakhiri problem-problem itu untuk selamanya. Karena itulah Yesus tidak hanya melakukan mukjizat; ia juga bersemangat memberitakan ”kabar baik kerajaan”. (Matius 9:35) Mukjizat yang Yesus lakukan menjadi gambaran kecil-kecilan tentang apa yang akan segera dilakukan Kerajaan Allah di seluruh bumi. Perhatikanlah apa yang Alkitab janjikan sehubungan dengan masa itu.

      • Seorang pria yang memakai kursi roda berjalan lagi

        Tidak ada lagi problem kesehatan.

        ”Pada waktu itu, mata orang buta akan terbuka, dan telinga orang tuli akan dibuka penyumbatnya. Pada waktu itu, orang timpang akan berjalan mendaki seperti rusa jantan, dan lidah orang bisu akan bersorak-sorai.” Juga, ”Tidak ada penghuni yang akan mengatakan, ’Aku sakit’.”​—Yesaya 33:24; 35:5, 6.

      • Gadis kecil yang sudah meninggal dihidupkan kembali

        Tidak ada lagi kematian.

        ”Orang-orang adil-benar akan memiliki bumi, dan mereka akan mendiaminya selama-lamanya.”​—Mazmur 37:29.

        ”Ia akan menelan kematian untuk selama-lamanya, dan Tuan Yang Berdaulat Yehuwa pasti akan menghapus air mata dari semua muka.”​—Yesaya 25:8.

      • Yang mati akan hidup lagi.

        ”Semua orang yang di dalam makam peringatan akan mendengar suaranya lalu keluar.”​—Yohanes 5:28, 29.

        ”Akan ada kebangkitan.”​—Kisah 24:15.

      • Orang-orang membangun rumah

        Tidak ada lagi tunawisma atau pengangguran.

        ”Mereka akan membangun rumah dan menghuninya; dan mereka akan membuat kebun anggur dan memakan buahnya. Mereka tidak akan membangun dan orang lain yang menghuni; mereka tidak akan menanam dan orang lain yang makan. . . . Orang-orang pilihanku akan menggunakan sepenuhnya hasil karya tangan mereka.”​—Yesaya 65:21, 22.

      • Orang-orang dari berbagai bangsa menikmati kedamaian sejati

        Tidak ada lagi perang.

        ”Ia menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi.”​—Mazmur 46:9.

        ”Bangsa tidak akan mengangkat pedang melawan bangsa, mereka juga tidak akan belajar perang lagi.”​—Yesaya 2:4.

      • Orang-orang menikmati berlimpah makanan

        Tidak ada lagi kekurangan makanan.

        ”Bumi pasti akan memberikan hasilnya; Allah, Allah kita, akan memberkati kita.”​—Mazmur 67:6.

        ”Akan ada banyak biji-bijian di bumi; di puncak pegunungan akan ada kelimpahan.”​—Mazmur 72:16.

      • Tidak ada lagi kemiskinan.

        ”Tidak selamanya orang miskin akan dilupakan.”​—Mazmur 9:18.

        ”Ia akan membebaskan orang miskin yang berseru meminta tolong, juga orang yang menderita dan siapa pun yang tidak mempunyai penolong. Ia akan merasa kasihan terhadap orang kecil dan orang miskin, dan jiwa orang-orang miskin akan ia selamatkan.”​—Mazmur 72:12, 13.

      Sewaktu Anda memikirkan janji-janji tentang Kerajaan Allah itu, apakah Anda bisa melihat mengapa Kerajaan begitu berarti bagi Yesus? Ketika di bumi, ia sangat antusias berbicara tentang Kerajaan Allah kepada siapa saja yang mau mendengarkan, karena ia tahu bahwa Kerajaan akan mengakhiri semua problem yang menyusahkan manusia.

      Apakah janji Alkitab tentang Kerajaan menarik bagi Anda? Jika ya, bagaimana Anda bisa tahu lebih banyak tentang Kerajaan itu? Dan, apa yang bisa Anda lakukan agar bisa menikmati berkat-berkatnya? Artikel terakhir dalam seri ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

      a Yesus sekarang hidup di surga, dan Kerajaan pastilah masih tetap dekat di hatinya.​—Lukas 24:51.

      b Untuk keterangan tentang mengapa Allah mengizinkan manusia menderita untuk sementara waktu, lihat pasal 11 buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.

  • Kerajaan Allah​—Apa Artinya bagi Anda?
    Menara Pengawal—2014 | 1 Oktober
    • Sepasang suami istri belajar tentang Kerajaan Allah melalui sebuah Pelajaran Alkitab

      TOPIK UTAMA | KERAJAAN ALLAH​—APA ARTINYA BAGI ANDA?

      Kerajaan Allah​—Apa Artinya bagi Anda?

      Anda kemungkinan besar memahami dari artikel-artikel sebelumnya bahwa Kerajaan Allah sangat berarti bagi Saksi-Saksi Yehuwa. Dan, Anda mungkin tergugah oleh berkat-berkat Kerajaan Allah di masa depan. Tapi, Anda barangkali merasa bahwa janji seperti itu sulit dipercaya.

      Ya, Anda sebaiknya tidak gampang percaya pada apa yang Anda dengar. (Amsal 14:15) Dalam beberapa hal, sikap hati-hati seperti itu bisa disamakan dengan sikap orang Berea zaman dulu.a Sewaktu pertama kali diberi tahu tentang kabar baik Kerajaan, orang Berea menerima apa yang mereka dengar, tapi bukan sekadar karena ingin itu terjadi. Sebaliknya, mereka dengan teliti memeriksa Alkitab ”untuk mengetahui apakah hal-hal itu benar demikian”. (Kisah 17:11) Dengan kata lain, orang Berea membandingkan kabar baik yang mereka dengar dengan apa yang Alkitab katakan. Akhirnya, mereka yakin bahwa kabar baik itu memang berdasarkan Firman Allah.

      Saksi-Saksi Yehuwa senang mengundang Anda untuk melakukan itu juga. Melalui program pelajaran Alkitab cuma-cuma bersama kami, Anda bisa membandingkan apa yang Saksi-Saksi Yehuwa percayai tentang Kerajaan dengan apa yang Alkitab ajarkan.

      Selain belajar tentang Kerajaan Allah, pelajaran Alkitab ini bisa membantu Anda menemukan jawaban atas beberapa pertanyaan terpenting dalam kehidupan.

      • Dari mana kita berasal?

      • Apa tujuan hidup ini?

      • Mengapa Allah mengizinkan penderitaan?

      • Bagaimana keadaan orang mati?

      • Apakah bumi ini akan hancur?

      • Apa kunci kebahagiaan keluarga?

      Yang terpenting, dengan belajar Alkitab Anda bisa ’mendekat kepada Allah’. (Yakobus 4:8) Dan, semakin Anda mendekat kepada Allah, Anda akan semakin melihat bagaimana Kerajaan Allah bisa berarti hal-hal baik bagi Anda, sekarang dan selamanya. Yesus sendiri berkata dalam doa kepada Bapaknya, ”Ini berarti kehidupan abadi, bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan mengenai dirimu, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai pribadi yang engkau utus, Yesus Kristus.”​—Yohanes 17:3.

      Saksi-Saksi Yehuwa menggunakan publikasi ini untuk belajar Alkitab dengan Anda.

      Untuk meminta pelajaran Alkitab gratis, bicaralah dengan salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa atau isi formulir di www.pr418.com/id. (Lihat BELAJAR ALKITAB GRATIS di halaman beranda)

      a Berea adalah kota di Makedonia kuno.

      Apa Arti Kerajaan Allah Baginya

      Folake

      Baru-baru ini, gadis kecil berusia sepuluh tahun bernama Folake mendapat tugas di sekolahnya untuk menulis sebuah karangan berjudul ”Yang Paling Aku Sukai di Dunia Ini”. Folake memilih untuk menulis tentang mengapa dia suka bercerita kepada orang lain soal Kerajaan Allah.

      Folake menjelaskan, ”Kerajaan Allah itu pemerintahan sungguhan. Tapi, itu tidak kelihatan, jadi biarpun pakai kacamata, kita tidak bisa melihatnya!”

      Folake lalu menulis tentang berkat-berkat Kerajaan yang sangat ia nantikan. Mengenai beberapa problem yang akan diatasi Kerajaan, ia menulis, ”Aku sedih lihat orang-orang yang tidak punya rumah tinggal di jalanan,” juga ”anak-anak yang mati kelaparan di banyak tempat di dunia”. Ia juga menulis, ”Aku jadi senang kalau baca Yesaya 65:21.” Mengenai manusia yang akan tinggal di bawah pemerintahan Kerajaan Allah, ayat itu berjanji, ”Mereka akan membangun rumah dan menghuninya; dan mereka akan membuat kebun anggur dan memakan buahnya.”

      Folake juga mengatakan bahwa dia menanti-nantikan saatnya Allah, melalui Kerajaan-Nya, akan menyingkirkan semua penyakit. Dalam karangannya, ia mengutip Penyingkapan 21:4, yang berkata bahwa Allah ”akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit”. Ia menutup karangannya dengan kembali menyatakan bahwa bercerita tentang Yehuwa dan Kerajaan-Nya itu yang paling dia sukai di dunia ini. Jelaslah, Kerajaan Allah sangat berarti di hati gadis kecil ini!

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan