PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Kerajaan Allah—Pemerintahan Baru atas Bumi
    Menara Pengawal—2000 | 15 Oktober
    • Kerajaan Allah—Pemerintahan Baru atas Bumi

      ”Kerajaan itu akan meremukkan dan mengakhiri semua kerajaan ini, dan akan tetap berdiri sampai waktu yang tidak tertentu.”​—DANIEL 2:44.

      1. Apa yang dapat kita yakini sehubungan dengan Alkitab?

      ALKITAB merupakan penyingkapan Allah bagi manusia. Rasul Paulus menulis, ”Pada waktu kamu menerima firman Allah, yang kamu dengar dari kami, kamu tidak menerima itu sebagai perkataan manusia, tetapi, sebagaimana itu sesungguhnya, yaitu sebagai perkataan Allah.” (1 Tesalonika 2:13) Alkitab memuat apa yang kita butuhkan untuk mengenal Allah: informasi tentang kepribadian-Nya, maksud-tujuan-Nya, dan tuntutan-tuntutan-Nya terhadap kita. Alkitab memiliki nasihat terbaik tentang kehidupan keluarga dan tingkah laku sehari-hari. Alkitab memerinci nubuat-nubuat yang telah tergenap di masa lalu, yang sedang tergenap sekarang, dan yang akan tergenap di masa depan. Ya, ”segenap Tulisan Kudus diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menegur, untuk meluruskan perkara-perkara, untuk mendisiplin dalam keadilbenaran, agar abdi Allah menjadi cakap sepenuhnya, diperlengkapi secara menyeluruh untuk setiap pekerjaan yang baik”.​—2 Timotius 3:​16, 17.

      2. Bagaimana Yesus menandaskan tema Alkitab?

      2 Hal terpenting dalam Alkitab adalah temanya: pembenaran kedaulatan Allah (hak-Nya untuk memerintah) melalui Kerajaan surgawi-Nya. Yesus menjadikan hal itu sebagai misi utama pelayanannya. ”Yesus mulai memberitakan dan mengatakan, ’Bertobatlah, kamu sekalian, sebab kerajaan surga sudah dekat.’ ” (Matius 4:​17) Ia memperlihatkan bagaimana kita seharusnya menempatkan Kerajaan itu dalam kehidupan kita, dengan mendesak, ”Teruslah cari dahulu kerajaan dan keadilbenarannya.” (Matius 6:​33) Ia juga memperlihatkan betapa pentingnya hal itu dengan mengajarkan para pengikutnya untuk berdoa kepada Allah, ”Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi.”​—Matius 6:​10.

      Pemerintahan Baru atas Bumi

      3. Mengapa Kerajaan Allah sangat penting bagi kita?

      3 Mengapa Kerajaan Allah sedemikian pentingnya bagi manusia? Karena Kerajaan itu akan segera mengambil tindakan yang akan mengubah pemerintahan bumi ini untuk selama-lamanya. Nubuat di Daniel 2:​44 menyatakan, ”Pada zaman raja-raja itu [yang sekarang memerintah bumi], Allah yang berkuasa atas surga akan mendirikan suatu kerajaan [suatu pemerintah di surga] yang tidak akan pernah binasa. Dan kerajaan itu tidak akan beralih kepada bangsa lain. Kerajaan itu akan meremukkan dan mengakhiri semua kerajaan ini [pemerintah-pemerintah bumi], dan akan tetap berdiri sampai waktu yang tidak tertentu.” Sewaktu Kerajaan surgawi Allah memerintah sepenuhnya, manusia tidak akan pernah lagi memegang kendali atas bumi. Pemerintahan manusia yang memecah belah dan tidak memuaskan akan berlalu untuk selama-lamanya.

      4, 5. (a) Mengapa Yesus yang paling memenuhi syarat untuk menjadi Raja Kerajaan itu? (b) Tugas apa yang akan Yesus emban dalam waktu dekat ini?

      4 Penguasa Utama Kerajaan surgawi ini, di bawah pengarahan langsung dari Yehuwa, adalah pribadi yang paling memenuhi syarat​—Kristus Yesus. Sebelum datang ke bumi, ia telah ada di surga sebagai ”pekerja ahli” Allah, sebagai yang pertama dari antara semua ciptaan Allah. (Amsal 8:​22-​31) ”Dia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung dari antara semua ciptaan; karena melalui dia segala perkara lain diciptakan di surga dan di bumi.” (Kolose 1:​15, 16) Dan, sewaktu Yesus diutus ke bumi oleh Allah, ia senantiasa melakukan kehendak Allah. Ia menanggung ujian-ujian tersulit dan mati setia bagi Bapaknya.​—Yohanes 4:34; 15:10.

      5 Karena keloyalannya kepada Allah bahkan sampai mati, Yesus mendapat pahala. Allah membangkitkan dia ke surga dan memberinya hak untuk menjadi Raja Kerajaan surgawi-Nya. (Kisah 2:​32-​36) Sebagai Raja Kerajaan itu, Kristus Yesus akan mengemban tugas mulia dari Allah yakni memimpin berlaksa-laksa makhluk roh yang perkasa dalam menyingkirkan pemerintahan manusia serta mengenyahkan segala kefasikan dari bumi kita. (Amsal 2:​21, 22; 2 Tesalonika 1:​6-9; Penyingkapan 19:​11-​21; 20:​1-3) Kemudian, Kerajaan surgawi Allah di bawah Kristus akan menjadi pemerintahan yang baru, satu-satunya pemerintah atas seluruh bumi.​—Penyingkapan 11:15.

      6. Pemerintahan macam apa yang kita harapkan dari Raja Kerajaan itu?

      6 Firman Allah berkata tentang Pemerintah baru atas bumi ini, ”Kepadanya diserahkan kekuasaan dan kehormatan dan kerajaan, agar semua orang dari berbagai bangsa, kelompok bangsa dan bahasa melayani dia.” (Daniel 7:​14) Karena Yesus akan meniru kasih Allah, sungguh besar kedamaian dan kebahagiaan di bawah pemerintahannya kelak. (Matius 5:5; Yohanes 3:​16; 1 Yohanes 4:​7-​10) ”Pemerintahan dan kedamaiannya akan berkembang hingga tidak berkesudahan, . . . menjunjungnya dengan keadilan dan dengan keadilbenaran.” (Yesaya 9:​7, Revised Standard Version) Benar-benar berkat yang luar biasa karena memiliki seorang Penguasa yang memerintah dengan kasih, keadilan, dan keadilbenaran! Itulah sebabnya 2 Petrus 3:​13 menubuatkan, ”Ada langit baru [Kerajaan surgawi Allah] dan bumi baru [masyarakat bumi yang baru] yang kita nantikan sesuai dengan janjinya, dan keadilbenaran akan tinggal di dalamnya.”

      7. Bagaimana Matius 24:14 sedang tergenap dewasa ini?

      7 Pastilah Kerajaan Allah merupakan kabar terbaik bagi semua pencinta kebenaran. Itulah sebabnya, sebagai bagian dari tanda bahwa kita sekarang berada pada ”hari-hari terakhir” sistem yang fasik ini, Yesus bernubuat, ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk sebagai suatu kesaksian kepada semua bangsa; dan kemudian akhir itu akan datang.” (2 Timotius 3:​1-5; Matius 24:14) Nubuat itu sedang tergenap sekarang, seraya sekitar enam juta Saksi-Saksi Yehuwa di 234 negeri membaktikan lebih dari satu miliar jam per tahun untuk memberitakan Kerajaan Allah kepada orang lain. Sungguh tepat, setiap tempat ibadat bagi sekitar 90.000 sidang mereka di seluas dunia disebut Balai Kerajaan. Di sana, orang-orang diajar tentang pemerintah baru yang akan datang tersebut.

      Rekan-Rekan Penguasa

      8, 9. (a) Dari mana rekan-rekan penguasa Kristus berasal? (b) Keyakinan apa yang dapat kita miliki akan pemerintahan sang Raja dan rekan-rekan penguasanya?

      8 Yesus Kristus akan didampingi oleh rekan-rekan penguasa dalam Kerajaan surgawi Allah. Penyingkapan 14:​1-4 menubuatkan bahwa 144.000 orang akan ”dibeli dari antara umat manusia” dan dibangkitkan untuk hidup di surga. Kelompok ini terdiri dari pria dan wanita yang, alih-alih dilayani, melayani Allah dan sesama manusia dengan rendah hati. ”Mereka akan menjadi imam Allah dan Kristus, dan akan memerintah sebagai raja bersama dia selama seribu tahun itu.” (Penyingkapan 20:6) Jumlah mereka jauh lebih kecil daripada ”kumpulan besar dari orang-orang yang jumlahnya tidak seorang pun dapat menghitungnya, dari semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa” yang akan selamat melewati akhir sistem ini. Mereka pun memberikan kepada Allah ’dinas suci siang dan malam’, tetapi mereka tidak mendapat panggilan surgawi. (Penyingkapan 7:​9, 15) Mereka membentuk inti bumi baru sebagai rakyat Kerajaan surgawi Allah.​—Mazmur 37:29; Yohanes 10:16.

      9 Dalam memilih rekan-rekan penguasa Kristus di surga, Yehuwa menyeleksi orang-orang setia yang telah merasakan pahit getirnya kehidupan. Boleh dikata tidak ada prahara kehidupan yang belum pernah dialami oleh golongan imam-raja ini. Jadi, kehidupan mereka semasa di bumi akan menambah kesanggupan mereka untuk memerintah umat manusia. Bahkan Yesus sendiri ”belajar ketaatan melalui perkara-perkara yang ia derita”. (Ibrani 5:8) Rasul Paulus berkata tentang dia, ”Imam besar kita ini bukanlah pribadi yang tidak dapat bersimpati terhadap kelemahan-kelemahan kita, tetapi pribadi yang telah diuji dalam segala hal seperti kita sendiri, namun tanpa dosa.” (Ibrani 4:​15) Alangkah leganya mengetahui bahwa di dunia baru Allah yang adil-benar, manusia akan diperintah oleh para raja dan imam yang pengasih dan bersimpati!

      Apakah Kerajaan itu Memang Bagian dari Maksud-Tujuan Allah?

      10. Mengapa Kerajaan surga bukanlah bagian dari maksud-tujuan Allah yang semula?

      10 Apakah Kerajaan surgawi memang bagian dari maksud-tujuan Allah yang semula sewaktu Ia menciptakan Adam dan Hawa? Dalam catatan penciptaan di buku Kejadian, tidak disebutkan tentang suatu Kerajaan untuk memerintah umat manusia. Yehuwa sendiri adalah Penguasa mereka, dan selama mereka mematuhi Dia, tidak dibutuhkan pemerintahan lain. Kejadian pasal 1 memperlihatkan bahwa Yehuwa, kemungkinan melalui Putra sulung surgawi-Nya, berurusan dengan Adam dan Hawa. Catatan itu menggunakan ungkapan seperti ”Allah berfirman kepada mereka” dan ”selanjutnya Allah berfirman”.​—Kejadian 1:​28, 29; Yohanes 1:1.

      11. Seperti apakah awal kehidupan manusia sempurna itu?

      11 Alkitab berkata, ”Allah melihat segala sesuatu yang telah ia buat dan lihat! semuanya itu sangat baik.” (Kejadian 1:​31) Segala sesuatu di taman Eden benar-benar sempurna. Adam dan Hawa tinggal di suatu firdaus. Mereka mempunyai pikiran yang sempurna dan tubuh yang sempurna. Mereka dapat berkomunikasi dengan Pencipta mereka dan Ia menyertai mereka. Dan, jika tetap setia, mereka akan melahirkan anak-anak yang sempurna. Tidak ada kebutuhan akan suatu pemerintah surgawi yang baru.

      12, 13. Seraya umat manusia yang sempurna bertambah banyak, mengapa Allah tetap akan sanggup berkomunikasi dengan mereka?

      12 Seraya manusia bertambah banyak, bagaimana Allah berkomunikasi dengan mereka semua? Perhatikanlah bintang-bintang di langit. Mereka dikelompokkan menjadi gugusan alam semesta, yang disebut galaksi. Beberapa galaksi berisi satu miliar bintang. Ada juga yang berisi kira-kira satu triliun bintang. Dan, para ilmuwan memperkirakan bahwa terdapat sekitar 100 miliar galaksi di alam semesta yang dapat terlihat! Namun, Sang Pencipta berkata, ”Layangkanlah pandanganmu ke tempat tinggi dan lihatlah. Siapa yang menciptakan hal-hal ini? Ini adalah Pribadi yang membawa keluar pasukan mereka menurut jumlahnya, yang semuanya ia panggil dengan namanya. Karena energi dinamisnya yang berlimpah, dan kekuasaannya sangat besar, tidak satu pun dari mereka tidak hadir.”​—Yesaya 40:26.

      13 Karena Allah sanggup memantau semua benda angkasa ini, tentulah tidak menjadi masalah bagi-Nya untuk memantau manusia yang jumlahnya jauh lebih sedikit. Bahkan sekarang, jutaan hamba-Nya berdoa kepada-Nya setiap hari. Doa-doa itu langsung sampai kepada Allah. Jadi, berkomunikasi dengan semua manusia yang sempurna tidak akan menjadi masalah bagi-Nya. Ia tidak membutuhkan suatu Kerajaan surgawi untuk memantau mereka. Benar-benar penyelenggaraan yang luar biasa​—memiliki Yehuwa sebagai Penguasa, mempunyai akses langsung kepada-Nya, dan memiliki prospek hidup selama-lamanya di bumi firdaus, tanpa pernah mati!

      ”Manusia Tidak Mempunyai Kuasa”

      14. Mengapa manusia akan senantiasa membutuhkan pemerintahan Yehuwa?

      14 Akan tetapi, manusia​—sekalipun sempurna​—akan senantiasa membutuhkan pemerintahan Yehuwa. Mengapa? Karena manusia diciptakan oleh Yehuwa tanpa kapasitas untuk hidup independen dengan sukses tanpa bimbingan pemerintahan-Nya. Itulah salah satu hukum yang mengatur kehidupan manusia, sebagaimana diakui nabi Yeremia, ”Aku tahu benar, oh, Yehuwa, bahwa manusia tidak mempunyai kuasa untuk menentukan jalannya sendiri. Manusia, yang berjalan, tidak mempunyai kuasa untuk mengarahkan langkahnya. Koreksilah aku, oh, Yehuwa.” (Yeremia 10:​23, 24) Merupakan kebodohan bila manusia berpikir bahwa ia dapat mengatur masyarakat tanpa kepemimpinan Yehuwa. Hal itu bertentangan dengan kodrat manusia. Sikap independen terhadap pemerintahan Allah pasti akan mengakibatkan munculnya sifat mementingkan diri, kebencian, kekejaman, kekerasan, peperangan, dan kematian. ’Manusia akan menguasai manusia sehingga ia celaka.’ ​—Pengkhotbah 8:9.

      15. Apa konsekuensi yang disebabkan oleh pilihan buruk orang-tua kita yang pertama?

      15 Sayang sekali, orang-tua kita yang pertama memutuskan bahwa mereka tidak membutuhkan Allah sebagai Penguasa, dan memilih untuk hidup independen terhadap Allah. Alhasil, Allah tidak lagi menunjang kehidupan mereka dengan kesempurnaan. Mereka sekarang bagaikan suatu barang elektronik yang terputus dari sumber listriknya. Jadi, pada waktunya, mereka akan melambat dan berhenti berfungsi​—yakni mati. Mereka bagaikan model yang cacat, dan hanya kondisi itulah yang dapat mereka wariskan kepada anak-cucunya. (Roma 5:​12) ”Gunung Batu [Yehuwa], sempurna kegiatannya, sebab segala jalannya adil. . . . Mereka sendirilah yang bertindak bejat; mereka bukan anak-anaknya, cacat itu berasal dari mereka sendiri.” (Ulangan 32:​4, 5) Memang, Adam dan Hawa dipengaruhi oleh makhluk roh yang memberontak dan menjadi Setan, tetapi mereka mempunyai pikiran yang sempurna dan sebenarnya bisa menolak ajakan Setan yang keliru.​—Kejadian 3:​1-​19; Yakobus 4:7.

      16. Bagaimana sejarah membuktikan akibat hidup independen terhadap Allah?

      16 Terdapat banyak bukti sejarah yang memperlihatkan akibat hidup independen terhadap Allah. Selama ribuan tahun, manusia telah mencoba segala bentuk pemerintahan, setiap sistem sosial dan ekonomi. Namun, kefasikan ”menjadi lebih buruk”. (2 Timotius 3:​13) Abad ke-20 membuktikan hal itu. Abad ini sarat dengan kebencian yang keji dan kejahatan, peperangan, kelaparan, kemiskinan, dan penderitaan terburuk sepanjang masa. Dan, sehebat apa pun kemajuan medis yang telah dicapai, cepat atau lambat semua orang akan mati. (Pengkhotbah 9:​5, 10) Dengan berupaya menetapkan langkah mereka sendiri, manusia justru menjadi bulan-bulanan Setan dan hantu-hantunya, sedemikian buruknya sehingga Alkitab menyebut Setan sebagai ”allah sistem ini”.​—2 Korintus 4:4.

      Karunia Kebebasan Berkehendak

      17. Bagaimana karunia Allah berupa kebebasan berkehendak seharusnya digunakan?

      17 Mengapa Yehuwa sampai membiarkan manusia menentukan jalannya sendiri? Karena manusia ciptaan-Nya diberikan karunia yang menakjubkan berupa kebebasan berkehendak, kesanggupan untuk memilih dengan bebas. ”Di mana roh Yehuwa berada, di situ ada kemerdekaan,” kata rasul Paulus. (2 Korintus 3:​17) Tidak seorang pun ingin hidup seperti robot, yang perkataan maupun perbuatannya selalu diatur oleh orang lain dari hari ke hari. Tetapi, Yehuwa menuntut agar manusia menggunakan karunia kebebasan berkehendak itu dengan penuh tanggung jawab, untuk memahami betapa berhikmatnya menjalankan kehendak Yehuwa dan tetap tunduk kepada-Nya. (Galatia 5:​13) Jadi, kebebasan itu bukanlah bersifat absolut, karena hal itu akan mengakibatkan anarki. Kebebasan itu haruslah ditertibkan dalam batas-batas hukum yang bajik dari Allah.

      18. Apa yang telah Allah perlihatkan dengan membiarkan manusia menggunakan kebebasan memilih?

      18 Dengan membiarkan umat manusia menentukan jalannya sendiri, Allah telah mempertunjukkan, sekali untuk selamanya, bahwa kita membutuhkan pemerintahan-Nya. Cara-Nya memerintah, kedaulatan-Nya, adalah satu-satunya jalan yang benar. Hal itu akan mendatangkan kebahagiaan, kepuasan, dan kemakmuran terbesar. Halnya demikian karena pikiran dan tubuh kita dirancang oleh Yehuwa untuk berfungsi dengan cara yang terbaik bila selaras dengan hukum-Nya. ”Aku, Yehuwa, adalah Allahmu, Pribadi yang mengajarkan hal-hal yang bermanfaat bagimu, Pribadi yang membuat engkau melangkah di jalan yang harus kautempuh.” (Yesaya 48:17) Kebebasan memilih di dalam batas-batas hukum Allah tidak akan membebani, tetapi akan menghasilkan beraneka ragam kesenangan berupa makanan, rumah, seni, dan musik. Bila digunakan dengan sepatutnya, kebebasan berkehendak tentulah telah menghasilkan suatu kehidupan yang indah dan senantiasa menakjubkan di bumi firdaus.

      19. Sarana apa yang Allah gunakan untuk merukunkan kembali manusia dengan Dia?

      19 Tetapi, karena salah memilih, manusia membuat dirinya sendiri terasing dari Yehuwa, menjadi tidak sempurna, mengalami kemerosotan dan kematian. Jadi, mereka perlu ditebus dari kondisi yang menyedihkan itu dan dikembalikan kepada hubungan yang sepatutnya dengan Allah sebagai putra-putri-Nya. Sarana yang Allah pilih untuk mewujudkan hal itu adalah Kerajaan Allah, dan sang Penebusnya, Yesus Kristus. (Yohanes 3:​16) Melalui penyelenggaraan ini, orang-orang yang benar-benar bertobat​—bagaikan anak yang hilang dalam perumpamaan Yesus​—akan dirukunkan kembali dengan Allah dan diterima sebagai putra-putra-Nya.​—Lukas 15:​11-​24; Roma 8:​21; 2 Korintus 6:​18.

      20. Bagaimana maksud-tujuan Allah akan terwujud di bawah Kerajaan?

      20 Kehendak Yehuwa pasti akan terwujud di bumi. (Yesaya 14:​24, 27; 55:11) Melalui Kerajaan-Nya di bawah Kristus, Allah akan sepenuhnya membenarkan (atau membuktikan) hak-Nya untuk menjadi Pribadi yang Berdaulat atas kita. Kerajaan-Nya akan menyudahi pemerintahan manusia dan hantu-hantu atas bumi ini, dan Kerajaan itu sajalah yang akan memerintah dari surga selama seribu tahun. (Roma 16:20; Penyingkapan 20:​1-6) Tetapi pada masa itu, bagaimana keunggulan cara Yehuwa memerintah akan dipertunjukkan? Dan, setelah seribu tahun, apa peranan Kerajaan tersebut? Artikel berikut akan membahas pertanyaan-pertanyaan ini.

  • Apa yang Akan Dilakukan Kerajaan Allah
    Menara Pengawal—2000 | 15 Oktober
    • Apa yang Akan Dilakukan Kerajaan Allah

      ”Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi.”​—MATIUS 6:10.

      Yesus dan murid-muridnya berdoa

      1. Datangnya Kerajaan Allah akan berarti apa?

      SEWAKTU Yesus mengajar para pengikutnya untuk mendoakan Kerajaan Allah, ia tahu bahwa datangnya Kerajaan itu akan menyudahi pemerintahan manusia yang independen terhadap Allah, yang telah berlangsung selama ribuan tahun. Selama periode tersebut, kehendak Allah tidak terlaksana di bumi secara keseluruhan. (Mazmur 147:19, 20) Tetapi, setelah berdirinya Kerajaan itu di surga, kehendak Allah akan terlaksana di mana-mana. Masa transisi yang menakjubkan dari pemerintahan manusia ke pemerintahan Kerajaan surgawi Allah kian mendekat.

      2. Apa yang akan menandai masa transisi dari pemerintahan manusia kepada pemerintahan Kerajaan?

      2 Masa transisi ini akan ditandai oleh periode waktu yang Yesus sebut sebagai ”kesengsaraan besar seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia hingga sekarang, tidak, dan juga tidak akan terjadi lagi”. (Matius 24:21) Alkitab tidak mengatakan berapa lama periode itu, tetapi malapetaka yang akan terjadi selama masa itu akan lebih buruk dibandingkan dengan apa pun yang pernah dialami dunia ini. Pada awal kesengsaraan besar, akan terjadi suatu peristiwa yang merupakan pukulan hebat bagi banyak orang di bumi: pembinasaan semua agama palsu. Peristiwa itu bukan kejutan lagi bagi Saksi-Saksi Yehuwa, karena mereka telah lama mengantisipasinya. (Penyingkapan 17:1, 15-17; 18:1-24) Kesengsaraan besar itu akan diakhiri dengan Armagedon, manakala Kerajaan Allah akan menghancurkan seluruh sistem Setan.—Daniel 2:44; Penyingkapan 16:14, 16.

      3. Bagaimana Yeremia menggambarkan nasib orang-orang yang tidak taat?

      3 Apa artinya hal ini bagi orang-orang ”yang tidak mengenal Allah dan yang tidak menaati kabar baik” tentang Kerajaan surgawi-Nya di tangan Kristus? (2 Tesalonika 1:6-9) Nubuat Alkitab memberi tahu kita, ”Lihat! Suatu malapetaka menjalar dari bangsa ke bangsa, dan badai yang sangat hebat akan berkecamuk dari bagian-bagian yang paling jauh di bumi. Dan orang-orang yang dibunuh oleh Yehuwa pada hari itu akan bergelimpangan dari ujung bumi sampai ke ujung bumi. Mereka tidak akan diratapi, juga tidak akan dikumpulkan atau dikuburkan. Mereka akan menjadi pupuk di permukaan tanah.”—Yeremia 25:32, 33.

      Akhir Kefasikan

      4. Mengapa Yehuwa dapat dibenarkan untuk menyudahi sistem yang fasik ini?

      4 Selama ribuan tahun, Allah Yehuwa telah mentoleransi berlangsungnya kefasikan, waktu yang cukup lama bagi orang-orang berhati jujur untuk melihat bahwa pemerintahan manusia merupakan malapetaka. Misalnya, pada abad ke-20 saja, lebih dari 150 juta orang tewas dalam peperangan, revolusi, dan berbagai kerusuhan sipil lainnya, kata salah satu narasumber. Kebiadaban manusia tampak nyata khususnya pada Perang Dunia II tatkala sekitar 50 juta jiwa terbunuh, kebanyakan tewas secara mengenaskan di kamp-kamp konsentrasi Nazi. Tepat seperti yang Alkitab nubuatkan, pada masa hidup kita, ’orang fasik dan penipu telah menjadi lebih buruk’. (2 Timotius 3:1-5, 13) Dewasa ini, perbuatan amoral, kejahatan, kekerasan, kebejatan, dan penghinaan terhadap standar-standar Allah telah merajalela. Oleh karena itu, Yehuwa sepenuhnya dapat dibenarkan untuk menyudahi sistem yang fasik ini.

      5, 6. Gambarkan kefasikan yang ada di Kanaan purba.

      5 Situasi sekarang serupa dengan situasi di Kanaan sekitar 3.500 tahun yang lalu. Alkitab berkata, ”Segala sesuatu yang memuakkan bagi Yehuwa, yang ia benci, itulah yang mereka lakukan untuk allah-allah mereka; karena mereka bahkan secara tetap membakar putra-putri mereka dalam api bagi allah-allah mereka.” (Ulangan 12:31) Yehuwa memberi tahu bangsa Israel, ”Karena kefasikan bangsa-bangsa inilah Yehuwa, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu.” (Ulangan 9:5) Sejarawan Alkitab Henry H. Halley menyatakan, ”Ibadat kepada Baal, Astoret, dan dewa-dewa Kanaan lain terdiri dari pesta-pesta seks liar yang sangat tidak terkendali; kuil-kuil mereka menjadi pusat kebejatan.”

      6 Halley memperlihatkan betapa parahnya taraf kefasikan mereka, karena di salah satu dari banyak tempat semacam itu, para arkeolog ”menemukan sejumlah besar guci berisi jasad anak-anak yang telah dikorbankan kepada Baal”. Ia mengatakan, ”Seluruh daerah itu ternyata adalah kuburan bagi bayi-bayi yang baru dilahirkan. . . . Orang-orang Kanaan beribadat, dengan pemuasan hawa nafsu yang amoral, sebagai upacara keagamaan, di hadapan dewa-dewa mereka; dan kemudian, dengan membunuh anak-anak sulung mereka, sebagai korban bagi dewa-dewa yang sama. Tampaknya, secara besar-besaran, negeri Kanaan telah menjadi semacam Sodom dan Gomora berskala nasional. . . . Apakah peradaban yang sedemikian najis, menjijikkan, dan brutal punya hak hidup lebih lama lagi? . . . Para arkeolog yang menggali reruntuhan kota-kota Kanaan bahkan merasa heran mengapa Allah tidak membinasakan mereka lebih cepat.”

      Mewarisi Bumi

      7, 8. Bagaimana Allah akan membersihkan bumi ini?

      7 Sebagaimana halnya Allah membersihkan Kanaan dahulu, Allah akan segera membersihkan seluruh bumi dan memberikannya kepada orang-orang yang melakukan kehendak-Nya. ”Orang yang lurus hatilah yang akan berdiam di bumi, dan orang yang tidak bercelalah yang akan disisakan di situ. Sedangkan orang fasik, mereka akan dimusnahkan dari bumi.” (Amsal 2:21, 22) Dan, sang pemazmur mengatakan, ”Hanya sedikit waktu lagi, orang fasik tidak akan ada lagi . . . Tetapi orang-orang yang lembut hati akan memiliki bumi, dan mereka akan benar-benar mendapatkan kesenangan yang besar atas limpahnya kedamaian.” (Mazmur 37:10, 11) Yang juga akan disingkirkan adalah Setan, sehingga ”dia tidak lagi menyesatkan bangsa-bangsa sampai seribu tahun itu berakhir”. (Penyingkapan 20:1-3) Ya, ”dunia ini sedang berlalu, demikian pula keinginannya, tetapi ia yang melakukan kehendak Allah akan tetap hidup untuk selamanya”.—1 Yohanes 2:17.

      8 Dalam merangkumkan harapan mulia bagi orang-orang yang ingin hidup abadi di bumi, Yesus berkata, ”Berbahagialah orang-orang yang berwatak lembut, karena mereka akan mewarisi bumi.” (Matius 5:5) Tampaknya, ia sedang mengacu ke Mazmur 37:29, yang menubuatkan, ”Orang-orang adil-benar akan memiliki bumi, dan mereka akan mendiaminya selama-lamanya.” Yesus mengetahui maksud-tujuan Yehuwa agar orang-orang yang berhati jujur hidup di bumi firdaus selama-lamanya. Yehuwa berkata, ”Akulah yang menjadikan bumi, manusia dan binatang yang ada di permukaan bumi dengan kuasaku yang besar . . . , dan aku memberikannya kepada orang yang benar di mataku.”—Yeremia 27:5.

      Dunia Baru yang Menakjubkan

      9. Dunia macam apa yang akan didatangkan oleh Kerajaan Allah?

      9 Setelah Armagedon, Kerajaan Allah akan mendatangkan suatu ”bumi baru” yang menakjubkan, dan di dalamnya ”keadilbenaran akan tinggal”. (2 Petrus 3:13) Ini benar-benar kelegaan besar bagi orang-orang yang selamat melewati Armagedon, dibebaskan dari sistem fasik yang menindas ini! Alangkah senangnya mereka kelak karena dapat memasuki dunia baru yang adil-benar di bawah pemerintahan Kerajaan surgawi, sambil menatap berkat-berkat menakjubkan dan kehidupan abadi!—Penyingkapan 7:9-17.

      10. Perkara buruk apa saja yang tidak akan ada lagi di bawah pemerintahan Kerajaan?

      10 Manusia tidak akan terancam lagi oleh perang, kejahatan, kelaparan, atau bahkan binatang-binatang pemangsa. ”Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan [umatku], dan aku pasti akan melenyapkan binatang buas yang mencelakakan dari negeri itu . . . Pohon di ladang akan memberikan buahnya, dan tanah pun akan memberikan hasilnya, dan mereka akan tinggal di tanah mereka dengan aman.” ”Mereka akan menempa pedang-pedang mereka menjadi mata bajak dan tombak-tombak mereka menjadi pisau pemangkas. Mereka tidak akan mengangkat pedang, bangsa melawan bangsa, mereka juga tidak akan belajar perang lagi. Dan mereka akan duduk, masing-masing di bawah tanaman anggurnya dan di bawah pohon aranya, dan tidak akan ada orang yang membuat mereka gemetar.”—Yehezkiel 34:25-28; Mikha 4:3, 4.

      11. Mengapa kita dapat merasa yakin bahwa gangguan kesehatan jasmani akan berakhir?

      11 Penyakit, dukacita, dan bahkan kematian akan ditiadakan. ”Tidak ada penghuni yang akan mengatakan, ’Aku sakit’. Penduduk yang tinggal di negeri itu adalah orang-orang yang diampuni kesalahannya.” (Yesaya 33:24) ”[Allah] akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit. Perkara-perkara yang terdahulu telah berlalu. . . . ’Lihat! Aku membuat segala sesuatu baru.’” (Penyingkapan 21:4, 5) Semasa berada di bumi, Yesus mempertunjukkan kesanggupannya untuk melakukan perkara-perkara itu dengan kuasa yang telah Allah berikan kepadanya. Dengan dukungan roh kudus, Yesus pergi ke seluruh negeri memulihkan yang timpang dan menyembuhkan yang sakit.—Matius 15:30, 31.

      12. Apa harapan yang tersedia bagi orang mati?

      12 Yesus bahkan melakukan hal yang lebih hebat lagi. Ia membangkitkan orang mati. Bagaimana tanggapan orang-orang yang rendah hati? Ketika ia membangkitkan seorang gadis berusia 12 tahun, orang-tuanya ”sangat takjub dengan kegembiraan yang meluap-luap”. (Markus 5:42) Ini merupakan salah satu contoh tentang apa yang akan Yesus lakukan di seluas bumi di bawah pemerintahan Kerajaan, karena pada masa itu ”akan ada kebangkitan untuk orang-orang yang adil-benar maupun yang tidak adil-benar”. (Kisah 24:15) Bayangkan besarnya luapan kegembiraan sewaktu sekelompok demi sekelompok orang mati dihidupkan dan dipersatukan kembali dengan orang-orang yang mereka kasihi! Tidak diragukan, akan ada suatu pekerjaan pendidikan besar-besaran di bawah pengawasan Kerajaan sehingga ”bumi pasti akan dipenuhi dengan pengetahuan akan Yehuwa seperti air menutupi dasar laut”.—Yesaya 11:9.

      Kebangkitan

      ”Akan ada kebangkitan untuk orang-orang yang adil-benar maupun yang tidak adil-benar”

      Kedaulatan Yehuwa Dibenarkan

      13. Bagaimana keadilbenaran pemerintahan Allah akan diperlihatkan?

      13 Menjelang akhir seribu tahun pemerintahan Kerajaan, keluarga manusia telah dipulihkan sehingga memiliki pikiran dan tubuh yang sempurna. Bumi akan menjadi taman Eden global, suatu firdaus. Kedamaian, kebahagiaan, keamanan, dan masyarakat manusia yang pengasih pun tercapai. Hal-hal seperti itu belum pernah dialami sepanjang sejarah manusia, selain di bawah pemerintahan Kerajaan. Akan terlihat betapa kontrasnya antara ribuan tahun pemerintahan manusia sebelumnya yang menyengsarakan dan seribu tahun pemerintahan Kerajaan surgawi Allah yang gemilang! Pemerintahan Allah melalui Kerajaan-Nya akan terbukti sepenuhnya lebih unggul dalam segala bidang. Hak Allah untuk memerintah, kedaulatan-Nya, akan sepenuhnya dibenarkan.

      14. Apa yang akan terjadi atas para pemberontak saat periode seribu tahun berakhir?

      14 Pada akhir masa seribu tahun, Yehuwa akan membiarkan umat manusia yang sempurna menggunakan kebebasan berkehendaknya untuk memilih siapa yang ingin mereka layani. Alkitab memperlihatkan bahwa ”Setan akan dilepaskan dari penjaranya”. Ia akan kembali berupaya menyesatkan umat manusia, beberapa di antaranya akan memilih bersikap independen terhadap Allah. Untuk mencegah agar ’kesesakan tidak timbul kedua kali’, Yehuwa akan membinasakan Setan, hantu-hantunya, dan semua yang memberontak melawan kedaulatan Yehuwa. Tak ada yang dapat menggugat bahwa semua manusia yang mati kekal pada waktu itu tidak diberi kesempatan atau bahwa perbuatan salah mereka adalah akibat ketidaksempurnaan. Mereka akan seperti Adam dan Hawa yang sempurna, yang dengan sengaja memilih memberontak terhadap pemerintahan Yehuwa yang adil-benar.—Penyingkapan 20:7-10; Nahum 1:9.

      Orang-orang setia yang selamat dari Armagedon

      Orang-orang yang loyal akan kembali memiliki hubungan yang sepatutnya dengan Yehuwa

      15. Hubungan apa akan terjalin antara Yehuwa dan orang-orang yang loyal?

      15 Di pihak lain, tampaknya mayoritas besar manusia akan memilih untuk menjunjung kedaulatan Yehuwa. Setelah semua pemberontak dibinasakan, orang-orang yang adil-benar akan berdiri di hadapan Yehuwa, setelah melewati ujian akhir keloyalan tersebut. Lalu, orang-orang yang loyal ini akan diterima oleh Yehuwa sebagai putra-putri-Nya. Dengan demikian, mereka akan menikmati kembali hubungan yang dimiliki Adam dan Hawa dengan Allah sebelum mereka memberontak. Oleh karena itu, Roma 8:21 akan tergenap, ”Ciptaan itu sendiri [umat manusia] juga akan dimerdekakan dari keadaan sebagai budak kefanaan dan akan mendapat kemerdekaan yang mulia sebagai anak-anak Allah.” Nabi Yesaya bernubuat, ”[Allah] akan menelan kematian untuk selama-lamanya, dan Tuan Yang Berdaulat Yehuwa pasti akan menghapus air mata dari semua muka.”—Yesaya 25:8.

      Harapan Kehidupan Abadi

      16. Mengapa pantas bagi kita untuk menanti-nantikan pahala kehidupan abadi?

      16 Alangkah indahnya prospek bagi orang-orang yang setia, mengetahui bahwa Allah akan mencurahkan berkat secara rohani dan materi dengan limpah untuk selama-lamanya! Pemazmur dengan tepat berkata, ”Engkau membuka tanganmu dan memuaskan keinginan [yang wajar dari] segala yang hidup.” (Mazmur 145:16) Yehuwa menganjurkan orang-orang yang berharap hidup di bumi untuk menjadikan harapan hidup di Firdaus sebagai bagian dari iman mereka kepada-Nya. Meskipun kedaulatan Yehuwa memang merupakan perkara yang lebih penting, Ia tidak meminta manusia untuk melayani-Nya tanpa mendapat imbalan apa-apa. Dalam seluruh Alkitab, keloyalan kepada Allah tidak terpisahkan dari harapan kehidupan abadi dan merupakan bagian penting dari iman seorang Kristen kepada Allah. ”Ia yang menghampiri Allah harus percaya bahwa dia ada dan bahwa dia memberikan upah kepada orang yang dengan sungguh-sungguh mencari dia.”—Ibrani 11:6.

      17. Bagaimana Yesus memperlihatkan bahwa adalah hal yang wajar bila kita dikuatkan oleh harapan kita?

      17 Yesus berkata, ”Ini berarti kehidupan abadi, bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan mengenai dirimu, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai pribadi yang engkau utus, Yesus Kristus.” (Yohanes 17:3) Di ayat ini, ia mengaitkan pengetahuan akan Allah dan maksud-tujuan-Nya dengan pahala yang dihasilkan. Sebagai contoh, ketika seorang pedosa meminta Yesus untuk mengingatnya setelah Yesus masuk ke dalam Kerajaannya, Yesus berkata, ”Engkau akan bersamaku di Firdaus.” (Lukas 23:43) Yesus tidak mengatakan agar pria itu beriman saja sekalipun ia tidak mendapat imbalan apa-apa. Yesus tahu bahwa Yehuwa ingin hamba-hamba-Nya memiliki harapan kehidupan abadi di bumi firdaus sebagai bantuan yang menguatkan mereka seraya menghadapi berbagai cobaan di dunia ini. Oleh karena itu, menanti-nantikan pahala tersebut merupakan bantuan vital dalam bertekun sebagai seorang Kristen.

      Masa Depan Kerajaan Itu

      18, 19. Apa yang akan terjadi atas Raja dan Kerajaan itu pada akhir Pemerintahan Milenium?

      18 Karena Kerajaan itu merupakan pemerintahan sekunder yang Allah gunakan untuk memulihkan kesempurnaan bumi maupun penduduknya serta memulihkan hubungan baik mereka dengan Allah, apa peranan Raja Yesus Kristus dan ke-144.000 imam-raja setelah Milenium? ”Berikutnya, kesudahannya, pada waktu ia menyerahkan kerajaan kepada Allah dan Bapaknya, pada waktu ia telah meniadakan semua pemerintah dan semua wewenang dan kuasa. Karena ia akan berkuasa sebagai raja sampai Allah menaruh semua musuh di bawah kakinya.”​—1 Korintus 15:24, 25.

      19 Saat Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah, bagaimana seharusnya kita memahami ayat-ayat yang mengatakan bahwa Kerajaan itu akan bertahan untuk selama-lamanya? Bahwa hasil-hasil yang dicapai Kerajaan itu akan bertahan untuk selama-lamanya. Kristus akan dihormati selama-lamanya karena peranan-Nya dalam mengupayakan pembenaran kedaulatan Allah. Tetapi, karena pada waktu itu, dosa dan kematian telah dilenyapkan sepenuhnya, dan umat manusia telah ditebus, maka hal ini mengakhiri peranannya sebagai Penebus. Pemerintahan Milenium dari Kerajaan itu juga akan tercapai sepenuhnya; maka, tidak dibutuhkan lagi suatu pemerintah sekunder antara Yehuwa dan umat manusia yang taat. Dengan demikian, ”Allah menjadi segala sesuatu bagi setiap orang.”—1 Korintus 15:28.

      20. Bagaimana kita dapat mengetahui peran yang tersedia bagi Kristus dan ke-144.000 di masa depan?

      20 Apa peranan Kristus dan rekan-rekan penguasanya kelak setelah Pemerintahan Milenium berakhir? Alkitab tidak mengatakannya. Namun, kita dapat merasa yakin bahwa Yehuwa akan memberi mereka banyak hak istimewa dinas lebih lanjut di seluruh ciptaan-Nya. Semoga kita semua sekarang menjunjung kedaulatan Yehuwa dan dikaruniai kehidupan kekal, sehingga di masa depan, kita akan menyaksikan maksud-tujuan Yehuwa bagi Raja dan rekan-rekan imam-rajanya, serta bagi seluruh alam semesta-Nya yang menakjubkan ini!

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan