-
KerajaanPemahaman Alkitab, Jilid 1
-
-
Kekuasaan Allah Yehuwa sebagai raja bersifat universal, meskipun selama suatu waktu secara kelihatan dinyatakan melalui kerajaan Israel. (1Taw 29:11, 12) Tidak soal apakah bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan manusia mengakuinya atau tidak, kedudukan-Nya sebagai raja bersifat mutlak serta tidak tergoyahkan, dan seluruh bumi adalah bagian dari daerah kekuasaan-Nya yang sah. (Mz 103:19; 145:11-13; Yes 14:26, 27) Berdasarkan kedudukan-Nya sebagai Pencipta, Yehuwa melaksanakan kehendak-Nya yang absolut di surga dan di bumi, sesuai dengan maksud-tujuan-Nya sendiri, yang tidak perlu dipertanggungjawabkan kepada siapa pun (Yer 18:3-10; Dan 4:25, 34, 35); tetapi Ia selalu bertindak selaras dengan standar-standar-Nya sendiri yang adil-benar.—Mal 3:6; Ibr 6:17, 18; Yak 1:17.
-
-
Kerajaan AllahPemahaman Alkitab, Jilid 1
-
-
Karena itu, apabila Yehuwa menerapkan gelar ”Raja [Meʹlekh]” pada diri-Nya, seperti yang terdapat dalam tulisan-tulisan pasca-Air Bah di Kitab-Kitab Ibrani, Allah hanya menggunakan gelar yang telah dibentuk dan dipakai oleh manusia. Dengan menggunakan istilah ini, Allah memperlihatkan bahwa Dialah, dan bukan para penguasa manusia yang lancang atau allah-allah buatan manusia, yang harus dipandang dan ditaati sebagai ”Raja”.—Yer 10:10-12.
-