PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Kedua Raja Berganti Identitas
    Perhatikanlah Nubuat Daniel!
    • BANGKIT MELAWAN RAJA SELATAN

      16, 17. (a) Siapa yang mengambil alih peran raja utara yang disebutkan di Daniel 11:25? (b) Siapa yang menduduki posisi raja selatan, dan bagaimana ini terjadi?

      16 Malaikat Allah melanjutkan nubuat ini, dengan berkata, ”Ia [raja utara] akan membangkitkan kekuatannya dan keberaniannya untuk melawan raja selatan dengan pasukan militer yang besar; dan raja selatan, dia akan bangkit untuk berperang bersama pasukan militer yang luar biasa besar dan perkasa. Tetapi dia [raja utara] tidak dapat bertahan, karena mereka akan merancang siasat terhadap dia. Dan orang-orang yang makan makanannya yang enak-enak akan mendatangkan kehancurannya. Dan pasukan militernya akan dihanyutkan, dan pasti banyak yang akan jatuh terbunuh.”—Daniel 11:25, 26.

      17 Sekitar 300 tahun setelah Oktavianus menjadikan Mesir sebuah provinsi Romawi, Kaisar Aurelianus dari Roma mengambil alih peran raja utara.

  • Kedua Raja Berganti Identitas
    Perhatikanlah Nubuat Daniel!
    • Karena khawatir dengan ambisi Zenobia, Aurelianus membangkitkan ”kekuatannya dan keberaniannya” untuk maju melawan dia.

      18. Apa kesudahan konflik antara Kaisar Aurelianus, si raja utara, dan Ratu Zenobia, si raja selatan?

      18 Sebagai pemerintahan yang dikepalai oleh Zenobia, raja selatan ”bangkit” untuk berperang melawan raja utara ”bersama pasukan militer yang luar biasa besar dan perkasa” di bawah dua jenderal, Zabdas dan Zabai. Namun, Aurelianus merebut Mesir dan kemudian memulai ekspedisi ke Asia Kecil dan Siria. Zenobia dikalahkan di Emesa (kini Homs), sehingga ia harus mundur ke Palmira. Sewaktu Aurelianus mengepung kota tersebut, Zenobia dengan gagah berani mempertahankannya, namun tanpa hasil. Ia dan putranya melarikan diri ke arah Persia, tetapi akhirnya tertangkap oleh orang Romawi di Sungai Efrat. Orang Palmira menyerahkan kota mereka pada tahun 272 M. Aurelianus tidak membunuh Zenobia tetapi menjadikan dia tontonan utama dalam pawai kemenangannya melewati Roma pada tahun 274 M. Zenobia menjalani sisa hidupnya sebagai wanita terhormat di Roma.

      19. Bagaimana Aurelianus jatuh ’karena siasat yang dirancang terhadap dia’?

      19 Aurelianus sendiri ’tidak dapat bertahan karena siasat yang dirancang terhadapnya’. Pada tahun 275 M, ia pergi melakukan ekspedisi melawan orang Persia. Sementara menunggu di Trake untuk menyeberangi selat menuju Asia Kecil, orang-orang yang ”makan makanannya” merancang siasat terhadap dia dan mendatangkan ”kehancurannya”. Ia hendak menghukum sekretarisnya, Eros, karena ketidakjujuran yang dia lakukan. Namun, Eros memalsukan daftar nama beberapa perwira yang ditandai untuk dibunuh. Karena melihat daftar ini, para perwira tergerak untuk bersekongkol membunuh Aurelianus dan menghabisinya.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan