-
”Tiada Damai bagi Orang-Orang Fasik”Menara Pengawal—1987 (Seri 38) | Menara Pengawal—1987 (Seri 38)
-
-
Pada ”Waktu yang Ditetapkan”
11. (a) Pada tahun 1914, apa identitas dari raja utara dan raja selatan? (b) Nubuat apa digenapi pada ”waktu yang ditetapkan”?
11 Akhirnya, nubuat itu membawa kita kepada ”waktu yang ditetapkan”, tahun 1914. (Daniel 11:27; Lukas 21:24) Pada waktu itu, ada perubahan dalam identitas umat Allah. Karena Israel jasmani menolak Mesias, umat pilihan Yehuwa menjadi Israel rohani, sidang dari orang-orang Kristen yang terurap. (1 Petrus 2:9, 10) Identitas dari kedua raja itu juga berubah. Britania, dengan pasangan politiknya Amerika Serikat, jelas telah menjadi raja selatan, sedangkan raja utara sekarang adalah Jerman. Perang Dunia I telah dinubuatkan dalam kata-kata berikut, ”Pada waktu yang ditetapkan [raja utara] akan memasuki pula negeri Selatan, tetapi kali yang kedua ini tidak akan sama dengan yang pertama.” (Daniel 11:29) Raja selatan menang dalam peperangan itu. Jadi keadaannya berbeda dengan apa yang terjadi pada ”yang pertama”, yaitu ketika Roma yang berkuasa penuh berperan sebagai raja utara.
-
-
”Tiada Damai bagi Orang-Orang Fasik”Menara Pengawal—1987 (Seri 38) | Menara Pengawal—1987 (Seri 38)
-
-
”Akhir Zaman”
13. (a) Apa yang dimaksud dengan istilah ”akhir zaman” dalam bagian dari nubuat ini? (b) Siapa yang telah menggenapi peranan raja utara dan raja selatan sejak akhir perang dunia kedua?
13 Jaman apakah ini? Kadang-kadang istilah ”akhir zaman” memaksudkan masa akhir dari sistem ini, dari tahun 1914 sampai Armagedon. (Daniel 8:17, 19; 12:4) Tetapi peristiwa-peristiwa pada tahun 1914, ”waktu yang ditetapkan”, sudah dinubuatkan dalam ayat 29, dan nubuat dari malaikat telah membawa kita jauh melewati masa itu.c Jadi, ”akhir zaman” di sini, dalam ayat 40, pasti memaksudkan tahap-tahap terakhir dari perjuangan selama 2.300 tahun lamanya antara raja utara dan raja selatan. Kemudian, kita dapat membaca terus, dengan minat yang besar, karena kita sekarang akan mengetahui peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan yang dekat ini. Sekarang, pergantian kekuasaan di panggung dunia mengarah kepada perkembangan selanjutnya dalam identitas dari kedua raja itu. Sejak jatuhnya kekuasaan Fasis-Nazi pada akhir Perang Dunia II, kita menyaksikan persaingan antara dua negara adikuasa, satu yang dilambangkan sebagai raja utara, yang menguasai blok bangsa-bangsa yang sebagian besar sosialis, dan yang satunya dilambangkan sebagai raja selatan, yang menguasai blok yang sebagian besar bersifat kapitalis.
14. Bagaimana malaikat itu menggambarkan raja utara?
14 Keadaan dari raja utara yang terakhir digambarkan dengan bagus dalam ayat 37, 38, ”Juga para allah nenek moyangnya tidak akan diindahkannya; . . . Tetapi sebagai ganti semuanya itu ia akan menghormati dewa benteng-benteng: dewa yang tidak dikenal oleh nenek moyangnya akan dihormatinya dengan membawa emas dan perak dan permata dan barang-barang yang berharga.” Dapatkah seseorang tidak mengenali gambaran ini? Raja utara dewasa ini secara resmi memperkembangkan ateisme, menolak allah-allah agama dari raja-raja utara sebelumnya. Ia lebih senang percaya kepada persenjataan, ”dewa benteng-benteng”. Hal ini telah menimbulkan perlombaan senjata secara gila-gilaan dan untuk itulah kedua raja tersebut harus memikul tanggung jawab bersama. Biaya tahunan yang dikeluarkan oleh raja utara untuk pertahanan saja mencapai hampir 300 milyar dollar pada tahun 1985. Benar-benar suatu korban raksasa berupa ”emas dan perak dan permata dan barang-barang yang berharga” kepada allah persenjataan yang tidak pernah puas!
15, 16. (a) Bagaimana perkembangan keadaan antara raja utara dan raja selatan? (b) Apa artinya ini bagi umat Allah?
15 Jadi, apa yang akhirnya akan terjadi antara kedua raja ini? Malaikat itu mengatakan, ”Pada akhir zaman [akhir dari sejarah kedua raja itu] raja negeri Selatan akan berperang dengan dia, dan raja negeri Utara itu akan menyerbunya dengan kereta dan orang-orang berkuda dan dengan banyak kapal.” (Daniel 11:40; Matius 24:3) Jelas, konferensi-konferensi tingkat tinggi bukan merupakan jalan keluar untuk persaingan antar negara-negara adikuasa. Ketegangan yang disebabkan oleh ’perang’ yang dilancarkan raja selatan dan ekspansionisme (perluasan wilayah) dari raja utara bisa berlangsung dalam tahap-tahap yang kurang lebih keras sekali; tetapi akhirnya, dengan suatu cara tertentu, raja utara akan digusarkan untuk melakukan tindakan yang luar biasa keras seperti digambarkan oleh Daniel.d
16 Hari-hari terakhir ini teristimewa sangat sulit bagi umat Allah, yang selama abad ini telah ditindas oleh kedua raja. Malaikat itu memperingatkan bahwa ”juga Tanah Permai akan dimasuki [raja utara], dan banyak orang [”negeri”, NW] akan jatuh”. ”Tanah Permai” adalah negeri dari umat Allah secara kiasan. Maka, kata-kata malaikat itu pasti berarti bahwa selain mengalahkan banyak bangsa, raja utara akan menyerang negeri rohani dari umat Yehuwa. (Daniel 8:9; 11:41-44; Yehezkiel 20:6) Dalam ayat 45, nubuat itu menambahkan ”Ia akan mendirikan kemah kebesarannya di antara laut dan gunung Permai yang kudus itu.” Dengan kata lain, ia akan mengatur posisinya untuk mengadakan serangan terakhir atas firdaus rohani mereka.
”Ia Akan Menemui Ajalnya”
17. Perkembangan-perkembangan yang tidak terduga apa akan menggusarkan raja utara?
17 Tetapi pada waktu itu sesuatu sudah akan terjadi yang tidak dapat diketahui sebelumnya oleh raja utara maupun raja selatan. Malaikat itu bernubuat, ”Tetapi kabar-kabar dari sebelah timur dan dari sebelah utara akan mengejutkan hati [raja utara], sehingga ia akan keluar dengan kegeraman yang besar untuk memusnahkan dan membinasakan banyak orang.”—Daniel 11:44.
18. (a) Apa sumber dari ”kabar-kabar” yang dinubuatkan oleh malaikat itu? (b) Apa hasil akhir bagi raja utara?
18 Apa gerangan kabar-kabar ini? Malaikat itu tidak menyatakannya, tetapi ia memang menyingkapkan sumbernya. Kabar-kabar itu datang ”dari sebelah timur”, dan Allah Yehuwa serta Yesus Kristus disinggung sebagai ”raja-raja yang datang dari sebelah timur”. (Wahyu 16:12) Kabar-kabar ini juga datang ”dari sebelah utara”, dan Alkitab secara kiasan berbicara tentang Gunung Sion, kota dari Raja yang agung Yehuwa, sebagai ”jauh di sebelah utara”. (Mazmur 48:3) Jadi, ini adalah ”kabar-kabar” dari Allah Yehuwa dan Yesus Kristus yang menggiring raja utara kepada kampanye besarnya yang terakhir. Tetapi hasilnya akan menghancurkan baginya. Bagian terakhir dari ayat 45 memberitahu kita, ”Kemudian ia akan menemui ajalnya dan tidak ada seorangpun yang menolongnya.”
19. (a) Apa hasil akhir yang berbeda bagi dunia ini dan bagi ’orang-orang jujur’? (b) Pertanyaan-pertanyaan apa masih harus dijawab?
19 Sesungguhnya, ”tiada damai bagi orang-orang fasik itu”. (Yesaya 57:21) Sebaliknya, sejarah dari raja utara akan ditandai oleh peperangan terus sampai akhirnya.
-