PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • ”Injil Harus Diberitakan Dahulu”
    Menara Pengawal—1988 (Seri 44) | Menara Pengawal—1988 (Seri 44)
    • ”Injil Harus Diberitakan Dahulu”

      ”Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.”—MARKUS 13:10.

      1. Apa satu hal yang membuat Saksi-Saksi Yehuwa berbeda dari semua agama dalam Susunan Kristen, dan mengapa?

      DARI semua orang yang mengaku Kristen, hanya Saksi-Saksi Yehuwa yang memandang serius pengabaran kabar baik ini. Mereka membentuk satu-satunya kelompok yang tiap anggotanya merasa suatu kewajiban pribadi untuk mendekati sesamanya secara tetap tentu dan berbicara kepadanya tentang maksud-tujuan Allah. Mengapa demikian? Karena tiap Saksi merasa bahwa, sebagai seorang Kristen, ia harus menjadi pengikut jejak kaki Kristus. (1 Petrus 2:21) Apa yang dinyatakan oleh hal ini?

      2. Bagaimana pandangan banyak orang tentang Yesus Kristus, tetapi apa kegiatannya yang utama di bumi?

      2 Dalam pikiran banyak orang, Yesus Kristus hanya seorang pria yang melakukan perbuatan-perbuatan baik. Ia menyembuhkan orang sakit, memberi makan orang lapar, dan memperlihatkan kasih serta kebaikan kepada mereka yang membutuhkan. Tetapi Yesus berbuat lebih banyak lagi. Ia terutama seorang pemberita yang bergairah dari kabar baik tentang Kerajaan Allah. Beberapa bulan setelah ia dibaptis di Sungai Yordan, Yesus mulai mengabar kepada umum: ”Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Matius 4:17) Kisah Markus berbunyi: ”Datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kataNya: ’Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!’”—Markus 1:14, 15.

      3, 4. (a) Meskipun Yesus menyembuhkan segala macam penyakit, apa yang ia tandaskan dalam pelayanannya? (b) Mengapa Yesus diutus? (c) Dengan apa Yesus menyamakan pekerjaan pengabarannya, dan apa yang ia perintahkan untuk dilakukan murid-muridnya?

      3 Yesus mengajak Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes untuk mengikuti dia, dan kita membaca: ”Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.” Ketika kumpulan orang banyak di Galilea mencoba menahan dia, ia mengatakan: ”Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” Kemudian ia pergi mengabar di sinagoga-sinagoga di Yudea.—Matius 4:18-23; Lukas 4:43, 44.

      4 Ketika kembali lagi ke Galilea, Yesus ”berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah.” (Lukas 8:1) Ia menyamakan pekerjaan pengabarannya dengan penuaian dan mengatakan: ”Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Matius 9:35-38) Bahkan ketika kumpulan orang banyak tidak membiarkannya beristirahat, ”Ia menerima mereka [dengan ramah, NW] dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.”—Lukas 9:11.

      5. Pada waktu Yesus mengutus rasul-rasul dan murid-muridnya yang lain dalam pelayanan, petunjuk-petunjuk apa yang ia berikan kepada mereka?

      5 Memang, Yesus menyembuhkan orang sakit dan sewaktu-waktu memberi makan kepada mereka yang lapar. Tetapi yang paling utama, ia sibuk menceritakan kepada orang-orang tentang Kerajaan Allah. Dan ia ingin agar para pengikutnya melakukan hal yang sama. Setelah melatih rasul-rasulnya, ia mengutus mereka dua berdua untuk memberitakan, dengan mengatakan: ”Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.” (Matius 10:7) Lukas menyatakan: ”Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang.” (Lukas 9:2) Kepada ke-70 murid, Yesus juga memberikan perintah untuk ’menyembuhkan orang-orang sakit dan mengatakan kepada mereka bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.’—Lukas 10:9.

      6. Sebelum naik ke surga, Yesus memberikan petunjuk-petunjuk apa mengenai pelayanan mereka kepada para pengikutnya?

      6 Sebelum naik ke surga, Yesus menugaskan para pengikutnya untuk terus melakukan pekerjaan pengabaran dan bahkan meluaskannya. Ia memerintahkan mereka: ”Karena itu pergilah dan jadikanlah murid-murid dari segala bangsa . . . ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu.” (Matius 28:19, 20, NW) Selanjutnya, ia mengatakan: ”Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah 1:8) Jadi, Yesus maupun rasul-rasulnya memberikan perhatian pertama kepada pemberitaan kabar baik tentang Kerajaan Allah.

      Kerajaan Itu Harus Diberitakan pada Jaman Kita

      7. Apa yang Yesus katakan mengenai pekerjaan pengabaran yang harus dilakukan pada ”kesudahan dunia”?

      7 Dalam nubuatnya mengenai peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada ”kesudahan dunia,” Yesus mengatakan: ”Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (Matius 24:3, 14) Atau, seperti dinyatakan di Markus 13:10: ”Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.”—Lihat juga Wahyu 14:6, 7.

      8. (a) Apa yang tercakup dalam kabar baik pada jaman rasul-rasul? (b) Apa yang termasuk dalam berita Injil dewasa ini?

      8 Pada ”hari-hari terakhir,” kabar baik dari Kerajaan menyangkut lebih banyak hal daripada ketika Yesus berada di bumi. Yesus mengabar bahwa Kerajaan itu sudah dekat, dengan menarik perhatian kepada kenyataan bahwa ia berada di antara orang-orang sebagai Mesias dan Rajanya. (2 Timotius 3:1; Matius 4:17; Lukas 17:21) Kabar baik yang diberitakan oleh orang-orang Kristen yang mula-mula termasuk soal kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga, dan ini menganjurkan orang-orang yang lemah lembut untuk menaruh iman dalam Kerajaan yang akan datang itu. (Kisah 2:22-24, 32; 3:19-21; 17:2, 3; 26:23; 28:23, 31) Sekarang setelah kita sampai pada ”kesudahan dunia,” pemberitaan kabar baik tentang kerajaan itu mencakup berita yang penting bahwa Kerajaan itu sudah didirikan di surga.—Wahyu 11:15-18; 12:10.

      Siapa Akan Memberitakan Kabar Baik?

      9. (a) Bagaimana beberapa orang membantah bahwa pengabaran kabar baik bukan kewajiban orang Kristen dewasa ini? (b) Siapa yang Yehuwa gunakan pada jaman dulu untuk memberitakan firmanNya, dan apa artinya ini bagi kita jaman sekarang?

      9 Siapa, dewasa ini, seharusnya ambil bagian dalam pekerjaan pengabaran? Jelas, Susunan Kristen merasa ini bukan kewajiban bagi setiap orang, dan memang, ketika Yesus mengatakan bahwa kabar baik akan diberitakan, ia tidak menyebutkan secara spesifik siapa yang akan melakukan pekerjaan itu. Tetapi, siapa lagi yang akan Yehuwa gunakan dalam pekerjaan sedemikian kalau bukan mereka yang menaruh iman dalam FirmanNya dan mulai menerapkan hal itu dalam kehidupan mereka? Ketika Yehuwa pada jaman Nuh memutuskan untuk memperingatkan dunia umat manusia yang jahat tentang kebinasaan yang akan datang, Ia menggunakan seorang pria yang ”hidup bergaul dengan Allah [yang benar, NW].” (Kejadian 6:9, 13, 14; 2 Petrus 2:5) Ketika Ia ingin agar berita-berita nubuat disampaikan kepada Israel, Ia mengutus ’hamba-hambaNya, para nabi.’ (Yeremia 7:25; Amos 3:7, 8) Bangsa Israel yang berbakti adalah bangsa dari saksi-saksiNya. (Keluaran 19:5, 6; Yesaya 43:10-12) Ya, Yehuwa menggunakan hamba-hambaNya yang berbakti sebagai saksi-saksiNya.

      10. Bagaimana dapat terlihat dari kata-kata dalam Matius 28:19, 20 bahwa perintah untuk menjadikan murid-murid berlaku untuk semua orang Kristen?

      10 Ada yang mengatakan bahwa perintah untuk menjadikan murid, yang diberikan di Matius 28:19, 20, hanya diberikan kepada rasul-rasul dan karena itu tidak berlaku bagi orang-orang Kristen pada umumnya. Namun perhatikan apa yang Yesus katakan: ”Karena itu pergilah dan jadikanlah murid-murid dari segala bangsa . . . ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu.” (NW) Para pengikut Yesus harus mengajar murid-murid baru untuk melakukan segala sesuatu yang telah Yesus perintahkan. Dan salah satu hal yang ia perintahkan adalah untuk ’pergi dan menjadikan murid-murid.’ Tentu, semua murid baru harus diajar untuk melakukan perintah khusus ini juga.

      11. (a) Kewajiban apa yang diletakkan atas sidang Kristen pada abad pertama? (b) Apa yang perlu agar seseorang diselamatkan, dan ini termasuk apa?

      11 Sidang Kristen pada abad pertama disebut ’umat kepunyaan Allah sendiri, supaya mereka memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil mereka keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib.’ (1 Petrus 2:9) Para anggotanya dengan bergairah memberi kesaksian tentang Kerajaan Allah. (Kisah 8:4, 12) Di Roma, semua ”orang-orang kudus,” orang-orang Kristen yang terurap, diberitahu bahwa dengan ”mulut orang mengaku [di depan umum, NW] dan diselamatkan” dan bahwa ”barangsiapa yang berseru kepada nama [Yehuwa], akan diselamatkan.” (Roma 1:7; 10:9, 10, 13) Pernyataan kepada umum untuk mendapat keselamatan, yang dibuat pada saat seseorang dibaptis, juga termasuk memberitakan kabar baik dari Kerajaan Yehuwa kepada umum.

      12, 13. (a) Apa yang termasuk dalam ”pengakuan di depan umum tentang pengharapan kita” yang disebutkan di Ibrani 10:23? (b) Bagaimana Mazmur 96 menunjukkan perlunya pernyataan di depan umum di luar sidang, dan bagaimana Wahyu 7:9, 10 mendukung hal ini?

      12 Rasul Paulus menulis kepada orang-orang Kristen Ibrani: ”Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan [di depan umum, NW] tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.” (Ibrani 10:23) Pengakuan kepada umum ini tidak terbatas pada perhimpunan-perhimpunan. (Mazmur 40:10, 11) Di Mazmur 96:2, 3, 10 kita jelas melihat suatu perintah yang bersifat nubuat untuk mengabar di luar sidang, kepada bangsa-bangsa, dalam kata-kata berikut: ”Kabarkanlah keselamatan yang dari padaNya dari hari ke hari. Ceritakanlah kemuliaanNya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatanNya yang ajaib di antara segala suku bangsa. Katakanlah di antara bangsa-bangsa: ’[Yehuwa] itu Raja!’” Sesungguhnya, di Matius 28:19, 20 dan Kisah 1:8, Yesus memerintahkan orang-orang Kristen untuk mengabar kepada bangsa-bangsa.

      13 Pengabaran kepada umum ini disebutkan dalam kata-kata Paulus selanjutnya kepada orang-orang Kristen Ibrani yang terurap: ”Marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan namaNya [di depan umum, ”NW”].” (Ibrani 13:15) Dalam buku Wahyu, ”kumpulan besar,” yang dikumpulkan dari segala bangsa, juga terlihat berseru dengan suara nyaring: ”Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” (Wahyu 7:9, 10) Jadi, dalam masa kesudahan dari sistem ini, pemberitaan kabar baik dilakukan oleh Saksi-Saksi yang berbakti dari Yehuwa, kaum sisa dari saudara-saudara rohani Kristus dan rekan-rekan mereka yang seperti domba yang membentuk ”kumpulan besar.” Tetapi cara bagaimana sebenarnya mereka harus melakukan pekerjaan ini?

      ”Di Muka Umum dan dari Rumah ke Rumah”

      14. Di mana Yesus melaksanakan pengabarannya, dan prinsip apa yang dapat kita pelajari dari ini?

      14 Yesus memberitakan langsung kepada orang-orang. Kita membaca, misalnya, bahwa ia mengabar di sinagoga-sinagoga. Mengapa? Karena orang-orang berkumpul di sana pada hari Sabat dan mendengarkan pembacaan serta pembahasan mengenai Alkitab. (Matius 4:23; Lukas 4:15-21) Yesus juga mengabar kepada orang-orang di pinggir jalan, di dekat laut, di lereng gunung, di sebuah sumur di luar kota, dan di rumah-rumah. Di manapun ada orang, Yesus mengabar kepada mereka.—Matius 5:1, 2; Markus 1:29-34; 2:1-4, 13; 3:19; 4:1, 2; Lukas 5:1-3; 9:57-60; Yohanes 4:4-26.

      15. (a) Petunjuk-petunjuk apa yang Yesus berikan kepada murid-muridnya pada waktu ia mengutus mereka untuk mengabar? (b) Bagaimana beberapa komentator Alkitab menjelaskan ini?

      15 Pada waktu Yesus mengutus murid-muridnya untuk mengabar, ia juga mengutus mereka langsung kepada orang-orang. Ini terlihat dalam petunjuk-petunjuknya yang dicatat di Matius 10:1-15, 40-42. Dalam ayat 11 ia mengatakan: ”Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.” The Jerusalem Bible menerjemahkan ayat ini: ”Tanyalah siapa yang dapat dipercaya,” seolah-olah murid-murid itu harus bertanya kepada seseorang yang terkemuka atau yang mengetahui banyak hal di desa itu untuk mengetahui siapa yang mempunyai nama baik dan dengan demikian layak mendengarkan berita itu. (Lihat juga Weymouth dan King James Version.) Dan inilah penjelasan yang diberikan oleh beberapa komentator Alkitab mengenai ayat 11.

      16. Pertimbangan yang lebih obyektif apa terhadap kata-kata Yesus di Matius 10:11 menunjukkan bagaimana rasul-rasul harus mencari orang-orang yang layak?

      16 Tetapi, hendaknya diingat bahwa kebanyakan, ahli-ahli teologia dari Susunan Kristen tidak pergi dari rumah ke rumah, dan banyak komentator Alkitab cenderung menafsirkan Alkitab berdasarkan pengalaman mereka sendiri. Pertimbangan yang lebih obyektif mengenai instruksi Yesus menunjukkan bahwa ia berbicara tentang murid-muridnya yang mencari orang-orang secara perorangan, dari rumah ke rumah maupun di tempat umum, dan mempersembahkan kepada mereka berita Kerajaan. (Matius 10:7) Sambutan mereka akan menunjukkan apakah mereka layak atau tidak.—Matius 10:12-15.

      17. Apa yang membuktikan bahwa murid-murid Yesus tidak hanya mengunjungi orang-orang yang layak berdasarkan saran atau perjanjian?

      17 Ini terlihat dalam kata-kata Yesus di Matius 10:14: ”Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.” Yesus sedang berbicara tentang murid-muridnya yang tanpa diundang berkunjung kepada orang-orang untuk mengabar kepada mereka. Memang, mereka juga akan diberi penginapan oleh salah seorang dari keluarga-keluarga yang menyambut berita itu. (Matius 10:11) Tetapi hal yang terutama ialah pekerjaan pengabaran. Dalam Lukas 9:6 dikatakan: ”Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.” (Lihat juga Lukas 10:8, 9.) Orang-orang yang layak yang menerima murid-murid itu dalam rumah mereka sebagai nabi-nabi, mungkin dengan memberi mereka ”air sejuk secangkir” atau bahkan penginapan, tidak akan kehilangan upah mereka. Mereka akan mendengar berita Kerajaan.—Matius 10:40-42.

      18, 19. (a) Menurut Kisah 5:42, bagaimana orang-orang Kristen yang mula-mula melakukan pekerjaan pengabaran mereka? (b) Bagaimana kata-kata Paulus di Kisah 20:20, 21 menunjukkan bahwa ia sedang berbicara mengenai pelayanan kepada orang-orang yang tidak percaya, bukan pekerjaan penggembalaan yang bersifat intern?

      18 Setelah sidang Kristen didirikan, kita membaca mengenai rasul-rasul: ”Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang [”dari rumah ke rumah,” NW] dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.” (Kisah 5:42; lihat catatan kaki Alkitab Referensi NW.) Ungkapan dalam bahasa Yunani yang diterjemahkan ”dari rumah ke rumah” ialah kat’ oiʹkon. Di sini ka·taʹ adalah dalam arti membagikan. Jadi, dapat dikatakan bahwa pengabaran murid-murid itu dibagikan dari rumah ke rumah. Mereka tidak hanya mengadakan kunjungan ramah-tamah yang sudah diatur sebelumnya. Penggunaan yang serupa dari ka·taʹ terdapat di Lukas 8:1 dalam ungkapan ”dari kota ke kota dan dari desa ke desa.”

      19 Ungkapan yang sama dalam bentuk jamak, kat’ oiʹkous, digunakan oleh rasul Paulus di Kisah 20:20 (NW). Di sana ia mengatakan: ”Aku tidak pernah menahan diri untuk . . . kepada kamu di muka umum dan dari rumah ke rumah.” Ungkapan ”dari rumah ke rumah,” dalam banyak terjemahan, diterjemahkan ”di rumah kamu.” Jadi beberapa komentator Alkitab dari Susunan Kristen mengatakan bahwa Paulus di sini memaksudkan kunjungan penggembalaan di rumah orang-orang yang percaya. Tetapi kata-kata Paulus selanjutnya menunjukkan bahwa ia sedang berbicara mengenai pelayanan kepada orang-orang yang tidak percaya, karena ia mengatakan: ”Aku senantiasa bersaksi [dengan saksama, NW] kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.”—Kisah 20:21.

      20. (a) Sejauh mana Saksi-Saksi Yehuwa telah memberitakan kabar baik dari Kerajaan pada jaman kita? (b) Bagaimana beberapa orang mungkin akan memandang soal untuk terus mengabar ini?

      20 Maka, cara mencapai orang-orang ini hendaknya digunakan pada jaman kita manakala ”Injil Kerajaan” harus ”diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa.” (Matius 24:14) Selama lebih dari 65 tahun, Saksi-Saksi Yehuwa di muka umum dan dari rumah ke rumah dengan bergairah memberitakan kabar baik dari Kerajaan Allah yang telah didirikan—sekarang dalam 200 negeri. Kesaksian yang luar biasa sedang dilaksanakan! Dan hal ini meskipun kenyataan bahwa kebanyakan orang dewasa ini mendengar berita itu ”tanpa memberikan tanggapan,” ada yang bahkan dengan perasaan jengkel. (Matius 13:15) Mengapa Saksi-Saksi Yehuwa bertekun memberitakan di daerah-daerah yang orang-orangnya tidak mau mendengarkan atau bahkan menentang mereka? Pertanyaan ini akan dibahas dalam artikel berikut.

  • Terus Memberitakan Kerajaan
    Menara Pengawal—1988 (Seri 44) | Menara Pengawal—1988 (Seri 44)
    • Terus Memberitakan Kerajaan

      ”Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”—MATIUS 24:14.

      1, 2. (a) Apa pekerjaan yang paling penting dari abad ini, dan sejauh mana ini sedang dilakukan? (b) Apa buktinya bahwa Yehuwa memberkati pekerjaan ini?

      MEMBERITAKAN kabar baik dari Kerajaan Allah adalah pekerjaan yang paling penting dari abad ini. Allah Yang Mahakuasa ingin agar hal itu dilaksanakan sekarang, dan memang sedang dilaksanakan sebagai penggenapan dari Firman nubuatNya. Tanggapan saudara terhadapnya akan mempengaruhi keadaan akhir saudara.—1 Korintus 9:16, 23.

      2 Menggembirakan untuk melihat bahwa jumlah yang ambil bagian dalam pekerjaan pengabaran ini terus bertambah, sekarang lebih dari tiga juta ambil bagian. Jumlah yang lebih besar daripada yang pernah ada memasuki dinas sepenuh waktu dan ada lebih banyak lagi orang berminat yang menerima pelajaran Alkitab dan mengerahkan usaha untuk belajar melakukan kehendak Allah.

      3. Apa yang mungkin dikatakan beberapa orang mengenai perlunya terus memberitakan kabar baik?

      3 Tetapi, kadang-kadang ada yang mungkin ”tidak lagi melakukan apa yang baik” dan merasa ”jemu” dalam hal pekerjaan pengabaran. (Galatia 6:9, NW; Ibrani 12:3) Mereka mungkin mengatakan bahwa kabar baik sudah diberitakan secara luas di daerah mereka dan bahwa orang-orang telah mengambil sikap dan sekarang merasa jengkel bila kita berkunjung ke rumah mereka. Orang-orang yang melakukan pekerjaan pengabaran di sana mendapat hasil yang sangat sedikit atau sama sekali tidak ada hasil. Jadi, mereka merasa, mungkin pekerjaan ini pada dasarnya sudah terlaksana, dan tidak perlu dilanjutkan lagi. Apa yang salah dalam cara berpikir ini?

      Mengapa Bertekun?

      4. Apa yang hendaknya menggerakkan kita untuk terus memberitakan bahkan di daerah yang hanya memberikan sedikit sambutan?

      4 Pertama, bertekun dengan setia dalam pekerjaan pengabaran tidak boleh bergantung pada apakah orang-orang mendengarkan kita atau tidak. Yeremia mengabar selama 40 tahun di Yerusalem meskipun sangat sedikit yang mendengarkan dan banyak orang menentangnya dengan keras. Mengapa ia bertekun? Karena ia sedang melakukan pekerjaan yang Yehuwa perintahkan dan karena pengetahuannya yang bersifat nubuat mengenai apa yang akan terjadi atas Yerusalem memaksa dia untuk terus berbicara. (Yeremia 1:17-19) Ia mengatakan: ”Dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.” (Yeremia 20:7-10) Keadaan kita sama. Yehuwalah, melalui Yesus Kristus, yang memerintahkan agar ”Injil” diberitakan di seluruh dunia. (Matius 24:14) Bila orang-orang tidak mau mendengarkan, ini memberi kita kesempatan untuk memperlihatkan dalamnya kasih dan pengabdian kita kepada Yehuwa dengan bertekun melakukan apa yang benar. (1 Yohanes 5:3) Selain itu, bila kita merenungkan apa yang ditawarkan masa depan yang dekat kepada umat manusia, bagaimana kita dapat menahan diri dan tidak berusaha memperingatkan sesama kita?—2 Timotius 4:2.

      5. (a) Untuk alasan lain apa kita harus bertekun dalam pekerjaan pengabaran? (b) Bagaimana pekerjaan pengabaran merupakan dasar untuk mengadili?

      5 Selain itu, pengabaran Yeremia benar-benar suatu pekerjaan pengadilan. Pada tahun 607 S.M, tidak seorang pun dari mereka yang akhirnya mati atau dijadikan budak pada waktu Yerusalem jatuh dapat menyatakan bahwa mereka tidak tahu mengapa hal ini terjadi atas mereka. Selama 40 tahun sebelumnya, Yeremia telah memperingatkan mereka mengenai akibat yang persis sama seperti itu jika mereka terus memberontak melawan Yehuwa. (Bandingkan Yehezkiel 2:5.) Demikian pula dewasa ini, pengabaran kabar baik sebagai ”kesaksian bagi semua bangsa” merupakan dasar untuk mengadili. Rasul Paulus membuat ini jelas ketika ia mengatakan bahwa Kristus Yesus akan mendatangkan pembalasan ke atas ”mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.” (2 Tesalonika 1:8, 9) Orang-orang akan diadili melalui sambutan mereka terhadap kabar baik. Jadi, pekerjaan pengabaran harus terus dilakukan dengan nyaring dan jelas sampai akhir. (Wahyu 14:6, 7) Apapun tidak boleh menghalangi berita yang penting ini dibawa kepada orang-orang sesering mungkin. Ini merupakan tanggung jawab besar atas semua hamba Yehuwa yang berbakti.

      6. Meskipun berita kita mungkin sudah dikenal secara luas, mengapa kita perlu terus mengabar?

      6 Memang, kita mungkin sudah memberitakan kabar baik secara luas di daerah kita. Tetapi begitu banyak hal terjadi di dunia ini sehingga meskipun banyak orang telah mendengar berita kita, mereka segera akan melupakannya jika kita berhenti mengabar. Pikirkan mengenai revolusi-revolusi, aksi-aksi teroris, pemogokan, skandal-skandal, dan kejadian-kejadian lain yang diberitakan secara luas. Kemudian ada banyak bentuk hiburan populer dan hal-hal lain yang menyimpangkan perhatian. Kita harus terus mengabar agar berita kita tetap ditaruh di hadapan orang-orang meskipun semua hal lain ini menuntut perhatian mereka.

      7. Bagaimana reaksi banyak orang dewasa ini sama dengan reaksi orang-orang Israel kepada nubuat yang diucapkan Yesaya, namun mengapa hal ini tidak boleh menghalangi kita untuk memberitakan?

      7 Bila banyak orang berusaha mengabaikan kita, hendaknya kita ingat kepada orang-orang macam apa nabi Yesaya harus mengabar. Yehuwa mengatakan kepadanya: ”Sebab mereka itu suatu bangsa pemberontak, anak-anak yang suka bohong anak-anak yang enggan mendengar akan pengajaran [Yehuwa]; yang mengatakan kepada para tukang tilik: ’Jangan menilik,’ dan kepada para pelihat: ’Janganlah lihat bagi kami hal-hal yang benar, tetapi katakanlah kepada kami hal-hal yang manis, lihatlah bagi kami hal-hal yang semu, menyisihlah dari jalan dan ambillah jalan lain, janganlah susahi kami dengan Yang Mahakudus, Allah Israel.’” Meskipun demikian, Yesaya dengan setia memberitahu orang-orang: ”[Yehuwa] adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia.” (Yesaya 30:9-11, 18) Kita harus melakukan hal yang sama. Selama kita bertekun, berita kita akan menembus sampai suatu tingkat tertentu. Ada yang akan mengindahkan dan yang lain-lain tidak. Tetapi semua akan mendapat kesempatan untuk mendengar.

      ’Bagaimana Mereka Akan Mendengar?’

      8. Walaupun orang-orang mungkin nampaknya telah mengambil sikap terhadap kebenaran, faktor-faktor apa dapat mengubah pikiran mereka?

      8 Mungkin kita merasa bahwa orang-orang di daerah tertentu telah mengambil sikap yang tegas dan bertekad untuk menolak berita kita atau bahkan menentangnya. Tetapi ingat, keadaan dalam kehidupan orang-orang terus berubah. Mereka mungkin menghadapi problem-problem atau keadaan yang baru esok harinya, minggu berikutnya, atau bulan berikutnya yang akan membuat mereka mau menerima kebenaran. Mereka mungkin mendengar kejadian-kejadian yang menguatirkan di dunia atau mungkin menderita kemunduran ekonomi, penyakit, atau kematian dalam keluarga. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan mereka sadar dan ingin mengetahui alasan dari kesusahan mereka. Jika kita terus mengabar, mereka akan tahu ke mana mereka harus berpaling.

      9. Bagaimana pekerjaan pengabaran kita dapat disamakan dengan tugas para pekerja regu penyelamatan di daerah bencana?

      9 Keadaan kita dapat dibandingkan dengan para petugas regu penyelamatan di daerah yang terkena bencana, seperti misalnya setelah suatu gempa bumi. Ada yang mungkin bekerja di suatu daerah dengan lebih sedikit orang yang masih hidup ditemukan, tetapi kenyataan bahwa rekan-rekan sekerja mereka menemukan lebih banyak orang yang masih hidup di daerah lain tidak akan menyebabkan mereka mengendur dan berhenti. Sebaliknya, semua petugas regu penyelamatan bertekun tanpa mengenal lelah bahkan meskipun mereka merasa tidak ada lagi orang-orang yang masih hidup di daerah penugasan mereka. Kemudian, kadang-kadang mereka menemukan lagi seseorang yang masih hidup. Pencarian ini dihentikan hanya bila waktu yang telah berlalu menunjukkan bahwa tidak ada harapan lagi. Ya, pencarian kita masih belum dihentikan, dan kita masih menemukan ribuan demi ribuan yang ingin diselamatkan dari dunia tua ini dan selamat melampaui ”kesusahan yang besar.” (Wahyu 7:9, 14) Bahkan di daerah-daerah yang telah dikerjakan dengan saksama dan di mana kebanyakan orang tidak memberikan tanggapan, masih ada beberapa hasil. Dan ada alasan-alasan tambahan untuk terus mengabar.

      10. Hanya dengan cara bagaimana orang-orang akan mengetahui ke mana mereka harus berpaling jika mereka ingin mencari kebenaran, menurut Roma 10:13, 14?

      10 Orang-orang perlu terus diingatkan bahwa ”barangsiapa yang berseru kepada nama [Yehuwa], akan diselamatkan.” Tetapi, seperti Paulus lanjutkan dalam suratnya kepada orang-orang Roma, ”bagaimana mereka dapat berseru kepadaNya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakanNya?” (Roma 10:13, 14) Kata-kata ini hendaknya menanamkan dalam diri kita masing-masing perlunya untuk bertekun memberitakan kabar baik dari Kerajaan Allah.

      11. Tanggung jawab apa yang ada pada kita terhadap orang-orang muda yang tumbuh menjadi dewasa?

      11 Seraya jaman akhir terus berlangsung, anak-anak dilahirkan dan tumbuh menjadi orang-orang dewasa atau mencapai usia manakala mereka harus memikul tanggung jawab. Sering kali orang-orang muda ini tidak menaruh perhatian apapun kepada kebenaran. Orangtua mereka mungkin telah menolak berita itu dan bahkan berbicara menentangnya. Namun sekarang remaja-remaja ini sudah cukup dewasa untuk berpikir sendiri dengan serius mengenai keadaan dunia, mengenai masa depan, dan tentang tujuan mereka dalam kehidupan. Mereka juga perlu berseru kepada nama Yehuwa jika mereka ingin diselamatkan. Tetapi ”bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia”? (Roma 10:14) Dalam banyak kasus remaja-remaja dan orang-orang dewasa yang masih muda ini senang menyambut kebenaran, jadi kita perlu mencari mereka dan mengabar kepada mereka.

      12. Dengan terus melakukan pekerjaan pengabaran, bagaimana ini merupakan pernyataan dari belas kasihan Yehuwa?

      12 Kenyataan bahwa jalan masih terbuka untuk memberitakan merupakan pernyataan belas kasihan Yehuwa. Rasul Petrus menulis: ”[Yehuwa] tidak lalai [’lambat,’ Bode] menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian [”lambat,” Bode], tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat.” (2 Petrus 3:9, 15) Keinginan Yehuwa agar segala macam orang diselamatkan dinyatakan bukan hanya dengan sabar memberikan waktu sebelum Ia melaksanakan hukuman tetapi juga, Ia terus menghimbau orang-orang untuk berpaling kepadaNya dan diselamatkan. (1 Timotius 2:4) Seraya kita terus memberitakan kabar baik, kita menonjolkan belas kasihan Allah, dan dengan cara demikian kita memuji Dia.

      Menghindari Hutang Darah

      13, 14. (a) Bagaimana pekerjaan pengabaran kita dapat dibandingkan dengan pekerjaan seorang penjaga, seperti disebutkan dalam nubuat Yehezkiel? (b) Mengapa Paulus mengatakan bahwa ia ”lepas dari pada darah sekalian orang,” dan hanya dengan cara bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa dapat mengatakan ini pada jaman sekarang?

      13 Tanggung jawab dari Saksi-Saksi Yehuwa yang berbakti untuk memperingatkan orang-orang terhadap penghukuman Allah yang akan datang dapat dibandingkan dengan tanggung jawab Yehezkiel pada jamannya. Ia ditunjuk untuk menjadi penjaga kaum Israel. Tugasnya ialah memperingatkan orang-orang Israel bahwa penghukuman akan datang ke atas mereka jika mereka tidak berpaling dari jalan-jalan mereka yang jahat. Jika ia sebagai penjaga tidak menyerukan peringatan itu, penghukuman tetap akan menimpa orang-orang jahat, tetapi darah mereka akan ditanggungkan ke atas kepala penjaga yang lalai itu. Dalam hal ini Yehuwa memperlihatkan sikapNya terhadap pelaksanaan penghukuman itu: ”Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?”—Yehezkiel 33:1-11.

      14 Rasul Paulus mengakui tanggung jawabnya sebagai penjaga, dengan mengatakan kepada para penatua di Efesus: ”Oleh sebab itu pada hari ini aku menyatakan kepada kamu, bahwa aku lepas daripada darah sekalian orang.” Mengapa ia dapat mengatakan hal itu? Ia melanjutkan: ”Karena tiada kusembunyikan apa-apa, melainkan kuberitakan kepadamu segenap kehendak Allah.” (Kisah 20:26, 27, Bode) Demikian halnya dengan golongan penjaga dewasa ini, kaum sisa dari para pengikut Yesus Kristus yang terurap. Semuanya, bersama lebih dari tiga juta rekan mereka yang mempunyai harapan untuk selamat melewati akhir sistem ini dan mendapat hidup kekal di bumi, sekali-kali tidak boleh mengendur dari memberitakan kabar baik dari Kerajaan Allah dan memperingatkan tentang pelaksanaan penghukumanNya yang akan datang. Dengan demikian mereka menghindari hutang darah.

      15. Menurut Yehezkiel pasal 9, siapa yang ditandai, dan siapa yang memberikan tanda itu?

      15 Pekerjaan pengabaran dewasa ini digambarkan secara nubuat dalam Yehezkiel pasal 9. Di sini, hukuman Yehuwa ditetapkan atas kota Yerusalem. Sebelum pelaksanaan penghukuman itu, seorang pria yang berpakaian lenan dengan alat penulis di pinggangnya diperintahkan untuk mengelilingi kota dan menaruh tanda pada dahi semua orang yang berkeluh-kesah atas hal-hal keji yang sedang dilakukan di sana. Bila pekerjaan memberi tanda ini selesai, semua di dalam kota kecuali mereka yang ditandai untuk selamat akan dihukum mati. Setelah dengan berhasil menyelesaikan pekerjaan memberi tanda ini, pria itu melaporkan: ”Aku sudah kerjakan seperti Engkau perintahkan kepadaku.” (Yehezkiel 9:11) Dengan setia ia melaksanakan tugasnya sampai akhir.

      16. (a) Siapa yang digambarkan oleh pria berpakaian lenan dewasa ini? (b) Bagaimana masalah pembenaran kedaulatan Yehuwa mendorong kita untuk terus mengabar?

      16 Pria yang berpakaian lenan itu menggambarkan kaum sisa dari para pengikut Kristus yang terurap, dan mereka disertai ”kumpulan besar” dari ”domba-domba lain.” Masalah besar dewasa ini, seperti pada jaman Yehezkiel, ialah pembenaran kedaulatan Yehuwa. Mengenai akhir dari sistem sekarang yang jahat ini pada peperangan di hari besar Allah Yang Mahakuasa, Yehuwa mengatakan: ”Bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah [Yehuwa].” (Wahyu 7:9; Yohanes 10:16; Yehezkiel 39:7) Agar bangsa-bangsa mengetahui ini, penting sekali bagi hamba-hamba Yehuwa di bumi untuk terus memberitakan nama dan maksud-tujuanNya sebagai kesaksian bagi semua bangsa.

      17, 18. (a) Dengan terus mengabar, bagaimana kita dibantu untuk tetap waspada? (b) Laporan apa yang kita semua ingin berikan kepada Yehuwa bila Ia mengakhiri pekerjaan pengabaran, dan hanya dengan cara bagaimana kita dapat melakukan ini?

      17 Dengan terus memberitakan kabar baik dari Kerajaan, kita memelihara kewaspadaan kita sendiri. Kita tetap sadar akan pentingnya nama dan maksud-tujuan Yehuwa. Jika kita mengendur, harapan Kerajaan kita dapat menjadi lemah, dan kita dapat dihanyutkan oleh ”kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga . . . tidak menghasilkan buah yang matang.” (Lukas 8:14) Dengan bergairah bertekun memberitakan ”Injil,” kita dengan setia mentaati perintah Majikan kita, Yesus Kristus: ”Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!”—Markus 13:10, 33, 37.

      18 Maka, marilah kita semua bertekun mencari ”orang-orang yang berkeluh kesah” selama Yehuwa memberikan waktu untuk itu. Semoga kita semua, dari kaum sisa terurap maupun ”domba-domba lain,” setia melaksanakan tugas kita untuk memberitakan kabar baik dari Kerajaan di seluruh dunia sebagai kesaksian bagi segala bangsa. (Matius 24:14) Pada waktu Yehuwa sendiri mengakhiri pekerjaan ini dengan memulai ”kesusahan yang besar,” semoga kita masing-masing dapat mengatakan kepada Yehuwa, ’Kami sudah kerjakan seperti Engkau perintahkan.’

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan