PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w90 15/4 hlm. 29
  • Apakah Saudara Ingat?

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Apakah Saudara Ingat?
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1990
  • Bahan Terkait
  • Ikutilah Teladan Yesus dalam Pengabdian Ilahi
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1990
  • Kejarlah Pengabdian Ilahi sebagai Umat Kristiani yang Dibaptis
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1990
  • Tambahkanlah Pengabdian yang Saleh kepada Ketekunan Saudara
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—2002
  • Pengabdian yang Saleh
    Pemahaman Alkitab, Jilid 2
Lihat Lebih Banyak
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1990
w90 15/4 hlm. 29

Apakah Saudara Ingat?

Apakah saudara mendapati terbitan Menara Pengawal baru-baru ini memiliki nilai praktis bagi saudara? Jika demikian ujilah daya ingat saudara dengan pertanyaan-pertanyaan berikut.

◻ Apa yang harus kita lakukan jika kita ingin mewujudkan keharmonisan dan perdamaian bagi orang-orang dari segala bangsa yang dinubuatkan dalam Yesaya 2:4?

Pertama, kita harus mengakui bahwa Pencipta kita, Yehuwa, mempunyai hak untuk mengajar kita ”tentang jalan-jalanNya”. Dan kedua, kita harus mempunyai keinginan yang sungguh-sungguh untuk bertindak sesuai dengan hukum-hukum Allah dengan mengatakan, ”Kita akan mengikuti jalannya.” (Yesaya 2:2, 3, BIS)—15/12, halaman 5, 6.

◻ Mengapa Saksi-Saksi Yehuwa tidak kehilangan semangat dan tidak kecil hati menghadapi kebencian serta tentangan seluas dunia?

Yesus menubuatkan bahwa tentangan dan kebencian seperti itu akan menjadi tanda pengenal para penyembah yang sejati. (Yohanes 15:20, 21; 2 Timotius 3:12) Maka para pemberita kabar baik diyakinkan bahwa mereka mendapat perkenan ilahi. Selain itu, Saksi-Saksi Yehuwa tahu bahwa mereka mendapat dukungan dari Allah Yang Mahatinggi, Yehuwa.—1/1, halaman 12.

◻ Apa beberapa persyaratan dasar yang harus kita penuhi agar doa kita dijawab?

Kita harus benar-benar yakin bahwa Allah ada. Kita harus ”sungguh-sungguh mencari Dia”, yakin bahwa Ia akan memberi upah kepada mereka yang melakukan ini. (Ibrani 11:6) Selain itu, kita harus menghampiri Yehuwa melalui Yesus Kristus dan dia saja. (Yohanes 14:6, 14)—15/1, halaman 4, 6.

◻ Apa ”pengabdian ilahi” itu? (1 Timotius 3:16, NW)

Pengabdian ilahi ialah penghormatan, penyembahan, dan pelayanan kepada Allah, dengan loyalitas kepada kedaulatan universal-Nya.—15/1, halaman 11.

◻ Siapakah ”manusia durhaka” yang Paulus maksudkan dalam 2 Tesalonika 2:3?

Paulus tidak memaksudkan suatu pribadi tunggal, karena ia mengatakan bahwa ”manusia” itu telah nyata pada zaman Paulus dan akan terus ada hingga Yehuwa membinasakan dia pada akhir sistem ini. Jadi, ”manusia durhaka” adalah suatu ungkapan simbolik. Bukti menunjukkan bahwa ia adalah golongan pendeta Susunan Kristen yang ambisius dan sombong, yang selama berabad-abad telah menganggap diri mereka sendiri sebagai hukum yang berwenang.—1/2, halaman 11.

◻ Bagaimana ketamakan dapat disingkirkan?

Ketamakan di antara umat manusia hanya dapat disingkirkan melalui pendidikan dan pelatihan yang benar, dengan mengikuti patokan-patokan, atau aturan perilaku yang tegas. Pendidikan semacam itu harus berasal dari suatu sumber yang bebas dari ketamakan. Hanya Allah di surga yang dapat menyediakan pendidikan demikian, dan ini terdapat dalam buku pelajaran-Nya yang tertulis, Alkitab.—15/2, halaman 5.

◻ Agar pelajaran Alkitab pribadi menghasilkan diperkembangkannya pengabdian ilahi, apa yang harus tercakup dalam pelajaran tersebut?

Tujuan pelajaran pribadi tidak cukup sekedar mempelajari halaman-halaman bahan dan kemudian mengisi pikiran dengan informasi. Sebaliknya, pada waktu bagian dari Firman Allah dibaca, siswa harus menyediakan waktu untuk membayangkan bahan tersebut guna menentukan apa yang diajarkannya mengenai sifat-sifat dan jalan-jalan Yehuwa sehingga ia dapat menjadi lebih seperti Yehuwa dalam hal-hal ini.—1/3, halaman 13.

◻ Mengapa pelajaran Alkitab pribadi hendaknya termasuk membaca Injil tentang Yesus dengan tetap tentu?

Teladan Yesus membantu kita memupuk pengabdian ilahi. Yesus mengenal Bapanya lebih baik daripada siapapun juga, maka ia dapat dengan saksama meniru jalan-jalan dan sifat-sifat Yehuwa. Jadi, ia memberi kita teladan pengabdian ilahi yang sempurna. (Yohanes 1:18; 14:9; Roma 13:14)—1/3, halaman 18.

◻ Dalam perumpamaan Yesus mengenai talenta, apa artinya menggunakan talenta? (Matius 25:19-23)

Menggunakan talenta berarti dengan setia bertindak sebagai duta-duta Allah, menjadikan murid, dan menyalurkan kebenaran-kebenaran rohani kepada rumah tangga Allah. (Matius 24:45; 28:19, 20; 2 Korintus 5:20)—15/3, halaman 13.

◻ Dalam tiga segi apa Alkitab unik dibandingkan semua sumber nasihat lain?

Pertama, nasihatnya selalu bermanfaat. (Mazmur 93:5) Kedua, Alkitab telah diuji oleh waktu. (Yesaya 40:8; 1 Petrus 1:25) Ketiga, wawasan yang luas dari nasihat Alkitab tidak tertandingi. Tidak soal problem atau keputusan apa yang kita hadapi, ada hikmat dalam Alkitab yang dapat membantu kita.—1/4, halaman 13.

◻ Dua bukti apakah yang memperlihatkan bahwa Alkitab adalah Firman Allah, bukan kata-kata manusia?

Hikmat yang tiada bandingnya dari Alkitab dan kuasanya untuk mengubah orang. (Amsal 2:1, 5, 6; Ibrani 4:12, Bode)—1/4, halaman 21.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan