-
Bagaimana Aku Bisa Menjadi Sahabat Allah?Pertanyaan Kaum Muda—Jawaban yang Praktis, Jilid 2
-
-
Pentingnya Belajar
Dalam persahabatan harus ada komunikasi dua arah—mendengarkan dan berbicara. Demikian pula dalam persahabatan dengan Allah. Membaca dan belajar Alkitab adalah cara kita mendengarkan apa yang Allah katakan kepada kita.—Mazmur 1:2, 3.
Memang, kamu mungkin tidak hobi belajar. Banyak anak muda lebih suka menonton TV, bermain game, atau nongkrong bersama teman-teman. Tetapi, jika kamu ingin memupuk persahabatan dengan Allah, tidak ada jalan pintas. Kamu perlu mendengarkan Dia dengan mempelajari Firman-Nya.
Namun, jangan khawatir. Pelajaran Alkitab tidak harus menjadi beban. Kamu bisa belajar untuk menikmatinya—sekalipun kamu bukan orang yang suka belajar. Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menyisihkan waktu untuk belajar Alkitab. ”Aku punya jadwal,” kata gadis bernama Lais. ”Aku membaca satu pasal Alkitab begitu bangun tidur.” Maria, 15 tahun, punya kebiasaan yang berbeda. ”Aku membaca beberapa ayat setiap malam sebelum tidur,” katanya.
Untuk memulai program belajarmu sendiri, lihat kotak di halaman 292. Kemudian, di bawah ini, tulis kapan kamu bisa menyisihkan waktu sekitar 30 menit saja untuk belajar Firman Allah.
․․․․․
Membuat jadwal barulah langkah awal. Begitu benar-benar mulai belajar, kamu bisa jadi menemui kenyataan bahwa Alkitab tidak selalu enak dibaca. Kamu mungkin sependapat dengan Jerry, 11 tahun, yang dengan terus terang menyatakan, ”Beberapa bagian Alkitab berat dan tidak terlalu menarik.” Jika kamu merasa begitu, jangan menyerah. Selalu pandang pelajaran Alkitab sebagai kesempatan untuk mendengarkan Allah Yehuwa, sahabatmu. Pada akhirnya, belajar Alkitab bakal mengasyikkan dan bermanfaat, sesuai dengan upaya yang kamu kerahkan!
Doa Sangat Penting
-
-
Bagaimana Aku Bisa Menjadi Sahabat Allah?Pertanyaan Kaum Muda—Jawaban yang Praktis, Jilid 2
-
-
[Kotak/Gambar di hlm. 292]
Selidiki Alkitabmu
1. Pilih sebuah kisah Alkitab yang ingin kamu baca. Berdoalah memohon hikmat untuk memahaminya.
2. Bacalah dengan saksama. Jangan terburu-buru. Sambil membaca, gunakan imajinasimu. Pakailah sebanyak mungkin indramu: Coba lihat adegannya, dengar suara tokoh-tokohnya, cium aromanya, rasakan makanannya, dan seterusnya. Hidupkan kisah itu dalam benakmu!
3. Pikirkan apa yang baru saja kamu baca. Renungkan pertanyaan berikut ini:
● Mengapa Yehuwa menyertakan kisah ini dalam Firman-Nya?
● Tokoh-tokoh mana yang layak ditiru, dan tokoh mana saja yang menjadi contoh peringatan?
● Pelajaran praktis apa yang bisa aku petik dari kisah ini?
● Apa yang diajarkan oleh kisah ini tentang Yehuwa dan cara Ia bertindak?
4. Panjatkan doa singkat kepada Yehuwa. Beri tahu Dia apa yang kamu pelajari dari Alkitab dan bagaimana rencanamu untuk menerapkan bahan itu dalam hidupmu. Selalu ucapkan syukur kepada Yehuwa untuk pemberian-Nya—Firman-Nya, Alkitab!
[Gambar]
”Firmanmu adalah pelita bagi kakiku, dan terang bagi jalanku.”—Mazmur 119:105.
-