-
Belajar Itu BermanfaatMemperoleh Manfaat dari Pendidikan Sekolah Pelayanan Teokratis
-
-
Belajar Itu Bermanfaat
PERNAHKAH Saudara melihat orang memilih buah? Banyak yang mengamati warna dan ukurannya untuk menentukan masak-tidaknya buah itu. Ada pula yang mencium aroma buah itu. Ada juga yang menyentuhnya, bahkan menekannya. Ada pula yang menimbangnya, memegang tiap-tiap buah dengan kedua tangannya untuk memilih mana yang lebih banyak sari buahnya. Kegiatan apa yang sedang berlangsung dalam pikiran mereka? Mereka sedang menganalisis perincian, mengevaluasi perbedaan, mengingat-ingat pilihan mereka sebelumnya, dan membandingkan apa yang mereka lihat sekarang dengan apa yang telah mereka ketahui. Hasilnya, mereka akan mendapat buah yang lezat, karena telah memilihnya dengan cermat.
Tentu saja, manfaat karena mempelajari Firman Allah jauh lebih besar lagi. Apabila mempelajari Firman Allah berperan penting dalam kehidupan kita, iman kita akan diperkuat, kasih kita akan diperdalam, pelayanan kita akan lebih produktif, dan keputusan kita akan lebih mencerminkan daya pengamatan dan hikmat ilahi. Tentang manfaat-manfaat itu, Amsal 3:15 mengatakan, ”Segala kesenanganmu yang lain tidak dapat disetarakan dengannya.” Pernahkah Saudara merasakan manfaat semacam itu? Cara belajar Saudara mungkin adalah salah satu faktornya.—Kol. 1:9, 10.
Untuk memperoleh manfaat sepenuhnya dari pelajaran Saudara, persiapkanlah hati Saudara
Apakah belajar itu? Yang tercakup memang lebih dari sekadar membaca sepintas lalu. Belajar menuntut digunakannya kesanggupan mental Saudara untuk memahami suatu pokok bahasan secara cermat dan mendalam. Belajar juga menuntut Saudara menganalisis apa yang Saudara baca, membandingkannya dengan pengetahuan Saudara sebelumnya, dan mencermati alasan-alasan di balik pernyataan yang tertera. Sewaktu belajar, pikirkan dalam-dalam semua buah pikiran yang tampak baru bagi Saudara. Pertimbangkan pula bagaimana Saudara secara pribadi dapat menerapkan nasihat Alkitab lebih sepenuhnya. Sebagai Saksi Yehuwa, Saudara tentu ingin memikirkan kesempatan untuk menggunakan bahan ini dalam membantu orang lain. Jelaslah, belajar mencakup renungan.
Memiliki Kerangka Berpikir yang Benar
Pastikan untuk memeriksa Alkitab
Sewaktu hendak belajar, Saudara mempersiapkan perlengkapan seperti Alkitab, publikasi yang hendak digunakan, pensil atau pena, dan mungkin buku catatan. Tetapi, apakah Saudara juga mempersiapkan hati Saudara? Alkitab memberi tahu kita bahwa Ezra ”mempersiapkan hatinya untuk meminta nasihat dari hukum Yehuwa dan untuk melakukannya dan mengajarkan peraturan dan keadilan di Israel”. (Ezra 7:10) Apa yang tercakup dalam mempersiapkan hati?
Doa memungkinkan kita mempelajari Firman Allah dengan sikap yang patut. Kita ingin agar hati kita, batin kita, siap menerima petunjuk yang Yehuwa berikan. Setiap kali hendak belajar, mohonlah bantuan Yehuwa melalui roh-Nya. (Luk. 11:13) Mintalah Dia membantu Saudara memahami makna dari bahan yang hendak Saudara pelajari, bagaimana bahan itu berkaitan dengan maksud-tujuan-Nya, bagaimana itu dapat membantu Saudara memahami mana yang baik dan mana yang buruk, bagaimana Saudara dapat menerapkan prinsip-prinsip-Nya dalam kehidupan, dan bagaimana bahan itu mempengaruhi hubungan Saudara dengan Dia. (Ams. 9:10) Seraya belajar, ’teruslah meminta kepada Allah’, memohonkan hikmat. (Yak. 1:5) Evaluasilah dengan jujur diri Saudara berdasarkan bahan yang Saudara pelajari seraya Saudara mencari bantuan Yehuwa untuk menyingkirkan gagasan-gagasan yang keliru dan hasrat-hasrat yang mencelakakan. Hendaklah selalu ’memberikan tanggapan dengan ucapan syukur bagi Yehuwa’ atas hal-hal yang Ia singkapkan. (Mz. 147:7) Dengan bersikap khusyuk sewaktu belajar, kita dapat menjalin keakraban dengan Yehuwa, karena hal itu memungkinkan kita menanggapi Dia seraya Ia berbicara kepada kita melalui Firman-Nya.—Mz. 145:18.
Sikap terbuka semacam itu membedakan umat Yehuwa dari siswa-siswa lainnya. Bagi orang-orang yang tidak memiliki pengabdian yang saleh, kecenderungannya adalah meragukan dan menantang apa yang tertulis. Tetapi, sikap kita semestinya tidak demikian. Kita percaya kepada Yehuwa. (Ams. 3:5-7) Jika kita tidak memahami sesuatu, kita tidak akan dengan lancang menyimpulkan bahwa pasti ada kesalahan. Seraya mencari dan menggali jawabannya, kita menantikan bimbingan Yehuwa. (Mi. 7:7) Seperti Ezra, tujuan kita belajar adalah untuk menerapkan dan mengajarkan apa yang telah kita pelajari. Dengan kecenderungan hati seperti itu, kita akan menuai manfaat limpah dari kegiatan belajar kita.
Cara Belajar
Daripada langsung menekuni bahan dari paragraf 1 hingga selesai, sebaiknya gunakan waktu untuk meninjau terlebih dahulu seluruh artikel atau pasal yang akan Saudara pelajari. Mulailah dengan menganalisis kata-kata pada judulnya. Itulah tema bahan pelajaran Saudara. Kemudian, perhatikan dengan saksama bagaimana tiap-tiap subjudulnya berkaitan dengan tema itu. Periksalah ilustrasi gambar, bagan, atau kotak pengajaran yang terdapat pada bahan. Tanyakan kepada diri sendiri, ’Berdasarkan tinjauan saya, hikmah apa yang kira-kira akan saya peroleh dari bahan ini? Apa saja manfaat bahan ini bagi saya?’ Jawabannya akan menentukan arah pelajaran Saudara.
Gunakan waktu untuk mengadakan renungan
Sekarang kumpulkanlah fakta-faktanya. Artikel pelajaran Menara Pengawal dan beberapa buku dilengkapi dengan pertanyaan tercetak. Seraya Saudara membaca tiap-tiap paragraf, sebaiknya Saudara menandai jawabannya. Bahkan apabila bahan yang Saudara pelajari tidak dilengkapi dengan pertanyaan tercetak, tandailah hal-hal yang ingin Saudara ingat. Jika suatu buah pikiran tampak masih baru bagi Saudara, berikan sedikit waktu untuk memastikan bahwa Saudara memahaminya dengan baik. Amatilah ilustrasi atau alur penalaran yang dapat Saudara gunakan dalam dinas pengabaran atau yang dapat Saudara gunakan dalam tugas khotbah Saudara yang akan datang. Pikirkan orang-orang tertentu yang imannya dapat dikuatkan jika Saudara membagikan hasil pelajaran ini dengan mereka. Tandailah hal-hal yang hendak Saudara gunakan, dan tinjaulah setelah Saudara merampungkan pelajaran Saudara.
Sewaktu Saudara menekuni bahannya, bukalah ayat-ayat yang dikutip. Analisislah bagaimana tiap-tiap ayat berhubungan dengan pokok utama paragraf.
Saudara mungkin menemukan buah-buah pikiran yang Saudara belum mengerti atau yang perlu diselidiki lebih dalam. Daripada membiarkan diri tersimpangkan, catatlah buah pikiran itu untuk diselidiki nanti. Buah-buah pikiran itu sering kali akan menjadi jelas seraya Saudara terus membaca lanjutan penjelasannya. Kalaupun tidak, Saudara dapat melakukan riset tambahan. Hal-hal apa yang perlu diberi perhatian dalam hal ini? Mungkin, ada sebuah kutipan ayat yang belum Saudara pahami betul. Atau, Saudara mungkin belum paham tentang bagaimana penerapan ayat itu terhadap pokok bahasan. Mungkin, Saudara merasa sudah memahami buah pikiran tertentu dalam bahan tetapi merasa belum sanggup menjelaskannya kepada orang lain. Daripada membiarkan permasalahan itu berlalu begitu saja, sebaiknya Saudara merisetnya setelah Saudara selesai mempelajari bahan itu.
Kenalilah sarana riset yang tersedia dalam bahasa Saudara
Sewaktu rasul Paulus menulis suratnya yang terperinci kepada orang-orang Kristen Ibrani, ia menyelingi tulisannya dengan pernyataan, ”Inilah pokok utamanya.” (Ibr. 8:1) Apakah Saudara mengingatkan diri seperti itu dari waktu ke waktu? Perhatikan mengapa Paulus berbuat demikian. Dalam pasal-pasal pembukaan suratnya yang terilham itu, ia telah memperlihatkan bahwa Kristus sebagai Imam Besar agung Allah telah memasuki surga. (Ibr. 4:14–5:10; 6:20) Namun, dengan menonjolkan dan menandaskan pokok utama tersebut, di permulaan pasal 8, Paulus mempersiapkan pikiran pembacanya untuk sungguh-sungguh memikirkan bagaimana keterangan itu berkaitan dengan kehidupan mereka. Ia menunjukkan bahwa Kristus telah menghadap pribadi Allah demi kepentingan mereka dan telah membuka jalan agar mereka dapat masuk ke ”tempat kudus” surgawi. (Ibr. 9:24; 10:19-22) Harapan yang pasti ini turut menggerakkan mereka untuk menerapkan nasihat selanjutnya yang terdapat dalam surat itu perihal iman, ketekunan, dan tingkah laku Kristen. Demikian pula, sewaktu kita belajar, memusatkan perhatian pada pokok-pokok utama akan membantu kita memahami perkembangan tema serta mencamkan alasan-alasan kuat untuk bertindak selaras dengannya.
Dapatkah pelajaran pribadi Saudara menggerakkan Saudara untuk bertindak? Itu adalah pertanyaan yang penting. Sewaktu Saudara mempelajari sesuatu, tanyakan kepada diri sendiri, ’Bagaimana bahan ini mempengaruhi sikap dan tujuan saya dalam hidup ini? Bagaimana saya dapat menerapkan informasi ini dalam memecahkan masalah, mengambil keputusan, atau mencapai tujuan tertentu? Bagaimana saya dapat menggunakan informasi ini bersama keluarga, dalam dinas pengabaran, di sidang?’ Pertimbangkan pertanyaan-pertanyaan itu dengan sungguh-sungguh, sambil merenungkan situasi nyata yang menuntut Saudara menerapkan pengetahuan itu.
Seusai mempelajari satu pasal atau sebuah artikel, gunakan waktu untuk mengadakan tinjauan singkat. Pastikan apakah Saudara dapat mengingat kembali pokok-pokok utamanya dan argumen-argumen pendukungnya. Langkah ini akan membantu Saudara tetap mengingat informasi tersebut untuk digunakan di kemudian hari.
Apa yang Sebaiknya Dipelajari
Sebagai umat Yehuwa, kita mempunyai banyak bahan untuk dipelajari. Tetapi, dari mana kita mulai? Setiap hari, kita sebaiknya mempelajari ayat harian dan komentarnya dari buku Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari. Setiap minggu, kita menghadiri perhimpunan dan, jika kita mempersiapkan diri dengan mempelajari bahan yang akan dibahas, kita akan dibantu untuk memperoleh manfaat sebesar-besarnya. Selain itu, ada pula yang dengan bijaksana menyediakan waktu untuk mempelajari beberapa publikasi Kristen kita yang dicetak sebelum mereka mengenal kebenaran. Ada pula yang memilih beberapa bagian pembacaan Alkitab mingguan mereka dan menyelidiki ayat-ayatnya secara mendalam.
Bagaimana jika keadaan tidak memungkinkan Saudara mempelajari dengan saksama semua informasi yang akan dibahas pada perhimpunan mingguan? Jangan sampai Saudara sekadar mempelajari bahannya sekilas atau, lebih buruk lagi, Saudara tidak mempelajarinya sama sekali karena merasa kewalahan. Sebaliknya, tentukan hingga seberapa jauh Saudara dapat mempelajari bahan itu, dan pelajarilah bahan itu dengan sungguh-sungguh. Lakukanlah setiap minggu. Pada waktunya, upayakanlah untuk menambah porsi belajar Saudara hingga mencakup perhimpunan-perhimpunan lainnya.
”Bangunlah Rumah Tanggamu”
Yehuwa mengakui bahwa kepala keluarga harus bekerja keras untuk menafkahi anggota keluarganya yang terkasih. ”Persiapkanlah pekerjaanmu di luar rumah,” kata Amsal 24:27, ”dan siapkanlah itu di ladang.” Namun, kebutuhan rohani keluarga Saudara tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, ayat itu melanjutkan, ”Setelah itu, bangunlah rumah tanggamu.” Bagaimana kepala keluarga dapat melakukan hal itu? Amsal 24:3 mengatakan, ”Dengan daya pengamatan [rumah tangga] akan berdiri teguh.”
Bagaimana daya pengamatan Saudara bermanfaat bagi seluruh anggota keluarga? Daya pengamatan adalah kesanggupan mental untuk mengamati di balik apa yang tampak. Jadi, boleh dikata bahwa pelajaran keluarga yang efektif dimulai dari mempelajari situasi keluarga Saudara sendiri. Bagaimana kemajuan rohani tiap-tiap anggota keluarga Saudara? Dengarkan baik-baik sewaktu Saudara bercakap-cakap dengan mereka. Apakah terdengar nada mengeluh atau resah? Apakah pengejaran harta materi dipandang begitu penting? Sewaktu Saudara sedang berdinas bersama anak Saudara, apakah mereka merasa leluasa menyatakan diri sebagai Saksi-Saksi Yehuwa di hadapan teman-temannya? Apakah mereka menikmati program pembacaan Alkitab dan pelajaran keluarga yang Saudara tetapkan? Apakah mereka benar-benar menjadikan jalan Yehuwa sebagai jalan hidup mereka? Apabila Saudara mengamati hal-hal tersebut dengan saksama, akan tersingkaplah hal-hal yang perlu Saudara lakukan, sebagai kepala keluarga, untuk menetapkan dan membangun sifat-sifat rohani dalam diri tiap-tiap anggota keluarga.
Periksalah Menara Pengawal dan Sedarlah! untuk mencari artikel-artikel yang membahas kebutuhan tertentu. Lalu, beri tahu keluarga Saudara jauh di muka tentang hal-hal yang akan dipelajari agar mereka dapat memikirkan informasi tersebut. Upayakan agar suasana kasih tetap nyata sewaktu pelajaran berlangsung. Tanpa memojokkan atau mempermalukan siapa pun, tonjolkan nilai dari bahan yang sedang dibahas, buatlah penerapan spesifik sesuai kebutuhan keluarga Saudara. Libatkanlah tiap-tiap anggota keluarga. Bantulah tiap-tiap anggota keluarga untuk memahami bagaimana Firman Yehuwa itu ”sempurna” dalam menyediakan hal-hal yang paling dibutuhkan dalam hidup ini.—Mz. 19:7.
Menuai Manfaat
Tanpa disertai pemahaman rohani, orang yang jeli bisa saja mempelajari alam semesta, peristiwa-peristiwa dunia, dan bahkan mempelajari tentang dirinya sendiri, tetapi mereka gagal memahami apa makna sesungguhnya dari hal-hal yang mereka lihat. Di pihak lain, dengan bantuan roh Allah, orang-orang yang mempelajari Firman Allah secara teratur dapat memahami bahwa di balik perkara-perkara ini terdapat karya kreatif Allah, penggenapan nubuat Alkitab, dan penjabaran maksud-tujuan Allah untuk memberkati umat manusia yang taat.—Mrk. 13:4-29; Rm. 1:20; Pny. 12:12.
Meski pengetahuan itu sungguh menakjubkan, kita tidak boleh sombong karenanya. Sebaliknya, memeriksa Firman Allah setiap hari akan membantu kita tetap rendah hati. (Ul. 17:18-20) Itu juga akan melindungi kita agar tidak jatuh ke dalam ”tipu daya dosa” karena apabila Firman Allah hidup dalam hati kita, kecillah kemungkinan godaan dosa mengalahkan tekad kita untuk melawannya. (Ibr. 2:1; 3:13; Kol. 3:5-10) Dengan demikian, kita akan ”berjalan dengan layak di hadapan Yehuwa untuk menyenangkan dia sepenuhnya seraya [kita] terus menghasilkan buah dalam setiap pekerjaan yang baik”. (Kol. 1:10) Itulah tujuan kita mempelajari Firman Allah, dan manfaatnya yang terbesar adalah mencapai tujuan itu.
-
-
Cara Melakukan RisetMemperoleh Manfaat dari Pendidikan Sekolah Pelayanan Teokratis
-
-
Cara Melakukan Riset
RAJA SALOMO ”memikirkan secara mendalam dan melakukan penyelidikan yang saksama, agar ia dapat menyusun banyak peribahasa”. Mengapa? Karena ia sangat berminat untuk menuliskan ”kata-kata kebenaran yang tepat”. (Pkh. 12:9, 10) Lukas ”menelusuri segala sesuatu dari asal mulanya dengan saksama” agar dapat menceritakan dengan urutan yang logis peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Kristus. (Luk. 1:3) Kedua hamba Allah ini melakukan riset.
Apakah riset itu? Riset berarti pencarian informasi secara cermat tentang pokok tertentu. Selain membaca, yang tercakup dalam melakukan riset adalah menerapkan prinsip-prinsip penelitian. Di samping itu, riset kadang-kadang membutuhkan wawancara.
Keadaan apa saja yang membuat kita perlu melakukan riset? Perhatikan beberapa contoh berikut ini. Pelajaran pribadi atau pembacaan Alkitab Saudara mungkin menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang penting bagi Saudara. Orang yang Saudara beri kesaksian mungkin mengajukan pertanyaan dan Saudara ingin menjawabnya dengan menyertakan informasi spesifik. Saudara mungkin ditugasi menyampaikan sebuah khotbah.
Perhatikan sebuah tugas khotbah. Bahan khotbah yang ditugaskan kepada Saudara mungkin tampaknya terlalu umum. Bagaimana Saudara dapat menerapkannya sesuai kebutuhan setempat? Perkayalah khotbah Saudara dengan riset. Apabila didukung oleh satu atau dua statistik atau oleh sebuah contoh yang cocok dengan bahan khotbah dan yang menyentuh kehidupan hadirin, suatu buah pikiran yang tampaknya umum akan menjadi informatif, bahkan menggugah. Bacaan yang menjadi sumber khotbah Saudara mungkin ditujukan bagi pembaca seluas dunia, tetapi Saudara perlu menjabarkan, mengilustrasikan, dan menerapkan buah-buah pikiran pada bacaan itu sesuai kebutuhan sidang atau pribadi. Bagaimana caranya memulai riset?
Sebelum Saudara mulai mencari informasi, pertimbangkanlah hadirin Saudara. Apa yang kira-kira sudah mereka ketahui? Apa yang perlu mereka ketahui? Lalu, tentukan maksud riset Saudara. Apakah untuk menjelaskan? untuk meyakinkan? untuk menyanggah? atau untuk memotivasi? Untuk menjelaskan, Saudara membutuhkan informasi tambahan guna memperjelas suatu pokok bahasan. Meskipun fakta-fakta dasarnya mungkin sudah dimengerti, Saudara perlu mengembangkannya dengan menerangkan kapan atau bagaimana caranya melakukan hal-hal yang dikemukakan. Untuk meyakinkan, Saudara perlu memberi alasan yang menjelaskan mengapa halnya benar demikian, termasuk memberikan bukti-bukti. Untuk menyanggah, Saudara membutuhkan pengetahuan saksama dari kedua sisi permasalahan, disertai analisis yang saksama dari bukti-bukti yang diajukan. Tentu saja, yang hendak kita upayakan bukanlah menyampaikan argumen-argumen yang keras, melainkan menyajikan fakta-fakta dengan ramah. Untuk memotivasi, Saudara perlu mencapai hati. Itu berarti Saudara memberikan dorongan moril kepada hadirin serta membangkitkan hasrat mereka untuk bertindak selaras dengan hakikat pembahasan. Contoh kehidupan nyata orang-orang yang telah berbuat demikian, sekalipun menghadapi kesulitan, dapat turut mencapai hati.
Bisakah riset Saudara dimulai sekarang? Tunggu dulu. Pertimbangkanlah berapa banyak informasi yang Saudara butuhkan. Waktu merupakan faktor yang penting. Jika Saudara hendak menyampaikan informasi kepada orang lain, berapa banyak durasi (rentang waktu) yang tersedia bagi Saudara? Lima menit? Empat puluh lima menit? Apakah waktunya sudah ditentukan, seperti pada perhimpunan atau, apakah fleksibel, seperti sewaktu memberikan pengajaran Alkitab atau kunjungan penggembalaan?
Yang terakhir, sarana riset apa yang dapat Saudara gunakan? Selain apa yang Saudara miliki di rumah, apakah di perpustakaan Balai Kerajaan Saudara tersedia publikasi yang dibutuhkan? Apakah saudara-saudara yang telah bertahun-tahun melayani Yehuwa bersedia meminjamkan sarana risetnya kepada Saudara? Apakah ada perpustakaan umum di daerah Saudara yang mempunyai buku referensi yang Saudara butuhkan?
Menggunakan Sarana Riset yang Utama—Alkitab
Jika proyek riset Saudara adalah mencari makna sebuah ayat, mulailah dari Alkitab itu sendiri.
Selidikilah Konteksnya. Tanyakanlah kepada diri sendiri, ’Kepada siapa ayat ini ditujukan? Apa yang ditunjukkan oleh ayat-ayat sebelumnya dan sesudahnya tentang penyebab situasi atau sikap orang-orang yang disebutkan di situ?’ Perincian-perincian itu dapat membantu kita memahami makna sebuah ayat, dan itu dapat membuat khotbah Saudara menjadi hidup.
Misalnya, Ibrani 4:12 sering dikutip untuk memperlihatkan kuasa Firman Allah dalam menyentuh hati dan mempengaruhi kehidupan. Konteksnya memperdalam penghargaan kita tentang makna sesungguhnya dari kata-kata itu. Pokok bahasannya adalah tentang pengalaman bangsa Israel selama 40 tahun mengembara di padang belantara sebelum memasuki negeri yang telah Yehuwa janjikan kepada Abraham. (Ibr. 3:7–4:13) ”Firman Allah”, atau janji-Nya untuk membawa mereka ke tempat peristirahatan selaras dengan perjanjian-Nya dengan Abraham, tidaklah mati; janji itu hidup dan bergerak maju menuju penggenapannya. Bangsa Israel tidak kekurangan alasan untuk beriman akan janji itu. Akan tetapi, sewaktu Yehuwa menuntun mereka dari Mesir ke Gunung Sinai dan ke Tanah Perjanjian, mereka berulang kali memperlihatkan kurangnya iman. Dengan demikian, dari reaksi mereka terhadap cara Allah menjalankan firman-Nya, tersingkaplah kondisi hati mereka. Demikian pula di zaman kita, janji yang Allah firmankan menyingkapkan isi hati manusia.
Periksalah Referensi Silangnya. Beberapa Alkitab mempunyai referensi silang. Bagaimana dengan Alkitab Saudara? Jika Saudara memilikinya, itu dapat sangat menolong. Perhatikan Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru. Satu Petrus 3:6 menyebutkan Sara sebagai teladan yang patut ditiru oleh para istri Kristen. Salah satu referensi silangnya, Kejadian 18:12, mendukung pernyataan itu dengan menyingkapkan bahwa Sara menyebut Abraham sebagai tuan ”dalam hatinya”. Oleh karena itu, ketundukannya benar-benar sepenuh hati. Selain pemahaman ini, referensi silang mungkin membawa Saudara ke ayat-ayat yang memperlihatkan penggenapan sebuah nubuat Alkitab atau pola perjanjian Hukum. Akan tetapi, ketahuilah bahwa beberapa referensi silang tidak dimaksudkan untuk memberikan penjelasan. Ayat-ayatnya mungkin hanya mengacu ke gagasan sejenis atau ke informasi tentang seorang tokoh atau lokasi tertentu.
Mencari Ayat dengan Konkordansi Alkitab. Konkordansi Alkitab adalah indeks kata-kata yang terdapat dalam Alkitab dan disusun menurut abjad. Konkordansi dapat membantu Saudara menemukan ayat yang berhubungan dengan topik yang sedang Saudara riset. Sewaktu Saudara menelusuri konkordansi itu, Saudara akan mendapatkan perincian-perincian lain yang membantu. Saudara akan melihat bukti tentang adanya ”pola” kebenaran pada Firman Allah. (2 Tim. 1:13) Terjemahan Dunia Baru memuat daftar ”Indeks Kata-Kata Alkitab”. Comprehensive Concordance (Konkordansi Komprehensif) jauh lebih lengkap lagi. Jika telah tersedia dalam bahasa Saudara, konkordansi ini akan menunjukkan semua ayat yang memuat tiap-tiap kata utama dalam Alkitab.
Belajar Menggunakan Sarana Riset Lainnya
Kotak pada halaman 33 mencantumkan sejumlah sarana riset lainnya yang telah disediakan oleh ”budak yang setia dan bijaksana”. (Mat. 24:45-47) Kebanyakan dari publikasi ini mempunyai daftar isi, dan banyak pula yang mempunyai indeks pada halaman belakang yang dirancang untuk membantu Saudara menemukan informasi spesifik. Di setiap akhir tahun, indeks topik diterbitkan di Menara Pengawal dan Sedarlah! yang mencantumkan kumpulan artikel selama tahun tersebut.
Jika Saudara mengenal baik jenis informasi yang terdapat di publikasi pelajaran Alkitab, hal itu dapat mempercepat proses riset. Misalnya, katakanlah Saudara ingin mencari informasi tentang nubuat, doktrin, tingkah laku Kristen, atau penerapan prinsip Alkitab. Menara Pengawal kemungkinan besar akan memuat apa yang Saudara cari. Sedarlah! memuat peristiwa-peristiwa terkini, masalah-masalah zaman modern, agama, sains, dan serba-serbi kehidupan manusia di berbagai negeri. Ulasan tiap-tiap kisah di Injil secara kronologis terdapat di buku Tokoh Terbesar Sepanjang Masa. Pembahasan ayat per ayat dari seluruh buku Alkitab terdapat dalam publikasi seperti Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!, Perhatikanlah Nubuat Daniel!, dan kedua jilid buku Nubuat Yesaya—Terang Bagi Seluruh Umat Manusia. Dalam buku Bertukar Pikiran mengenai Ayat-Ayat Alkitab, Saudara akan menemukan jawaban yang memuaskan atas ratusan pertanyaan Alkitab yang sering muncul dalam dinas pengabaran. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang agama-agama lain, ajarannya, serta latar belakang sejarahnya, lihat buku Pencarian Manusia Akan Allah. Catatan terperinci tentang sejarah zaman modern Saksi-Saksi Yehuwa terdapat dalam buku Saksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah. Untuk memperoleh laporan tentang perkembangan terkini pemberitaan kabar baik di seluas dunia, periksalah Buku Kegiatan terbaru. Insight on the Scriptures adalah ensiklopedia dan atlas Alkitab. Jika Saudara membutuhkan informasi terperinci tentang orang, tempat, benda, bahasa, atau peristiwa sejarah yang berkaitan dengan Alkitab, buku itu adalah sarana yang bagus.
”Indeks Publikasi Menara Pengawal”. Indeks ini, yang diterbitkan dalam lebih dari 20 bahasa, akan membantu Saudara menemukan informasi dari beragam publikasi kita. Buku itu dibagi menjadi indeks pokok bahasan dan indeks ayat. Untuk menggunakan indeks pokok bahasan, carilah kata yang mewakili topik yang akan Saudara selidiki. Untuk menggunakan indeks ayat, carilah ayat pada daftar tersebut yang hendak Saudara pahami lebih lanjut. Jika dalam bahasa Saudara telah diterbitkan publikasi yang membahas pokok atau ayat dalam tahun yang tercakup pada Indeks, Saudara akan menemukan daftar referensinya. Gunakan kunci di halaman muka Indeks untuk memahami arti singkatan nama-nama publikasi yang tercantum. (Misalnya, dengan kunci itu, Saudara mengerti bahwa w99 1/3 15 memaksudkan Menara Pengawal tahun 1999, terbitan 1 Maret, halaman 15.) Judul utama seperti ”Pengalaman Dinas Pengabaran” dan ”Kisah Hidup Saksi-Saksi Yehuwa”, dapat digunakan untuk mempersiapkan persembahan yang memotivasi sidang.
Karena riset dapat sangat mengasyikkan, berhati-hatilah agar tidak tersimpangkan. Tetaplah terfokus pada tujuan Saudara meriset pokok bahasan yang sedang Saudara kerjakan. Jika Indeks merujuk ke sumber-sumber tertentu, bukalah halaman(-halaman) yang tertera, kemudian gunakan subjudul dan kalimat pembuka pada paragraf-paragrafnya untuk menuntun Saudara ke bahan yang cocok dengan kebutuhan Saudara. Jika Saudara sedang mencari makna ayat Alkitab tertentu, pertama-tama carilah kutipan pada halaman yang hendak Saudara rujuk. Kemudian, periksalah komentar-komentar yang menyertainya.
CD-ROM ”Watchtower Library”. Jika saudara mempunyai akses ke komputer, Saudara dapat memanfaatkan Watchtower Library (Perpustakaan Menara Pengawal) di CD-ROM, yang berisi sejumlah besar kumpulan publikasi kita. Program yang mudah digunakan ini memungkinkan Saudara mencari kata, kombinasi kata, atau kutipan ayat di publikasi mana pun yang terdapat di Watchtower Library. Apabila sarana riset ini tidak tersedia dalam bahasa Saudara, Saudara dapat memanfaatkan Watchtower Library dalam salah satu bahasa internasional yang Saudara kuasai.
Perpustakaan Teokratis Lainnya
Dalam surat terilhamnya yang kedua kepada Timotius, Paulus meminta pemuda itu untuk membawakan ”gulungan-gulungan kitab itu, teristimewa perkamen-perkamen itu” untuknya ke Roma. (2 Tim. 4:13) Paulus sangat menghargai tulisan-tulisan tertentu dan menyimpannya. Saudara dapat melakukan hal yang sama. Apakah Saudara menyimpan publikasi pribadi Saudara, seperti Menara Pengawal, Sedarlah!, dan Pelayanan Kerajaan Kita, bahkan setelah dibahas di perhimpunan? Jika demikian, Saudara akan dapat menggunakannya sebagai sarana riset, beserta publikasi Kristen lainnya yang Saudara miliki. Kebanyakan sidang berupaya memelihara koleksi publikasi teokratis di perpustakaan Balai Kerajaan. Semua publikasi tersebut adalah demi manfaat seluruh sidang, untuk digunakan sewaktu di Balai Kerajaan.
Simpanlah Arsip-Arsip Pribadi
Bersikaplah tanggap dalam memperhatikan hal-hal menarik yang dapat Saudara gunakan untuk berkhotbah dan mengajar. Jika di sebuah surat kabar atau majalah Saudara menemukan sepenggal berita, statistik, atau contoh yang dapat Saudara gunakan dalam pelayanan, buatlah klipingnya atau fotokopilah informasi tersebut. Sertakan tanggal, judul publikasi, dan mungkin nama penulis atau penerbitnya. Di perhimpunan, kutiplah penalaran atau ilustrasi yang dapat membantu Saudara menjelaskan kebenaran kepada orang lain. Pernahkah Saudara memikirkan tentang ilustrasi yang bagus namun tidak sempat menggunakannya? Catat dan arsipkanlah itu. Setelah Saudara cukup lama mengikuti Sekolah Pelayanan Teokratis, Saudara pasti telah mempersiapkan sejumlah besar khotbah. Daripada semua catatan khotbah Saudara dibuang, simpanlah itu. Riset yang telah Saudara lakukan pasti akan berguna.
Bicaralah kepada Orang Lain
Ingatlah bahwa orang-orang adalah sumber informasi yang berharga. Sewaktu Lukas menyusun catatan Injilnya, rupanya ia mengumpulkan banyak informasi dengan mewawancarai para saksi mata. (Luk. 1:1-4) Bisa jadi, seorang rekan Kristen dapat dengan jelas menerangkan materi yang sedang Saudara riset. Menurut Efesus 4:8, 11-16, Kristus menggunakan ”pemberian berupa manusia” untuk membantu kita bertumbuh dalam ”pengetahuan yang saksama tentang Putra Allah”. Mewawancarai orang-orang yang telah berpengalaman dalam melayani Allah dapat menghasilkan gagasan yang berguna. Bercakap-cakap dengan orang-orang dapat menyingkapkan apa yang mereka pikirkan, dan itu dapat membantu Saudara mempersiapkan materi yang benar-benar praktis.
Evaluasilah Hasil Riset Saudara
Setelah padi dituai, biji-bijinya harus dibersihkan dari sekamnya. Demikian pula hasil riset Saudara. Sebelum digunakan, Saudara perlu memisah-misahkan mana yang penting dan mana yang kurang penting.
Jika Saudara hendak menggunakan suatu informasi dalam khotbah, tanyakan kepada diri sendiri, ’Apakah buah pikiran yang hendak saya gunakan ini benar-benar memberikan sesuatu yang bernilai pada pokok bahasan yang saya persembahkan? Atau, semenarik apa pun hasil riset itu, apakah itu hanya akan menyimpangkan perhatian dari pokok bahasan yang hendak saya kupas?’ Jika Saudara hendak menggunakan peristiwa-peristiwa terkini atau bahan dalam bidang sains atau kedokteran yang selalu berubah, pastikan untuk menggunakan informasi yang terbaru. Sadari pula bahwa beberapa buah pikiran dalam publikasi-publikasi kita terbitan lama mungkin sudah diperbarui, jadi gunakan bahan dari terbitan terbaru yang membahas topik itu.
Saudara perlu sangat berhati-hati jika hendak menyusun informasi dari narasumber duniawi. Jangan pernah lupa bahwa Firman Allah adalah kebenaran. (Yoh. 17:17) Yesus menempati peranan kunci dalam penggenapan maksud-tujuan Allah. Oleh karena itu, Kolose 2:3 mengatakan, ”Di dalam dia semua harta hikmat dan harta pengetahuan tersembunyi dengan cermat.” Evaluasilah hasil riset Saudara dari sudut pandang itu. Sehubungan dengan riset bahan-bahan duniawi, tanyakan kepada diri sendiri, ’Apakah bahan ini bersifat melebih-lebihkan, spekulatif, atau dangkal? Apakah bahan ini ditulis dengan motif-motif yang mementingkan diri atau komersial? Apakah narasumber lainnya sependapat dengan hal ini? Dan yang terpenting, apakah ini selaras dengan kebenaran Alkitab?’
Amsal 2:1-5 menganjurkan kita untuk terus mencari pengetahuan, pengertian, dan daya pengamatan ”seperti untuk perak, dan seperti untuk harta terpendam”. Hal itu menunjukkan kerja keras yang disertai imbalan besar. Riset membutuhkan upaya, tetapi itu akan membantu Saudara menemukan jalan pikiran Allah sehubungan dengan segala sesuatu, mengoreksi gagasan yang keliru, dan membuat Saudara lebih erat berpegang pada kebenaran. Riset juga akan membuat persembahan Saudara berbobot dan hidup, sehingga nikmat untuk dibawakan dan menyenangkan untuk didengar.
-