-
Tahun Yobel Yehuwa—Waktu bagi Kita untuk BersukacitaMenara Pengawal—1987 (Seri 32) | Menara Pengawal—1987 (Seri 32)
-
-
8. (a) Kebebasan pendahuluan apa yang diberikan oleh Yesus? (b) Bagaimana ini digambarkan di Yohanes 9:1-34?
8 Kabar baik yang Yesus beritakan memberikan kebebasan rohani kepada orang-orang Yahudi yang menerimanya. Dengan terbukanya mata mereka kepada apa yang benar-benar diartikan dan dituntut dari ibadat sejati, mereka dibebaskan dari banyak gagasan yang salah. (Matius 5:21-48) Kebebasan ini mempunyai nilai yang lebih besar dari pada penyembuhan jasmani yang dilakukan oleh Yesus. Jadi, meskipun Yesus membuka mata seorang pria yang buta sejak lahir, kebaikan yang lebih bertahan lama dialami oleh pria itu pada waktu ia mengakui bahwa Yesus adalah nabi dari Allah. Kebebasan yang baru dari pria itu bertentangan dengan keadaan para pemimpin agama yang diperbudak kepada tradisi-tradisi dan kepercayaan-kepercayaan mereka yang salah. (Yohanes 9:1-34; Ulangan 18:18; Matius 15:1-20) Namun ini baru suatu pembebasan awal atau pendahuluan. Bahkan pada abad pertama, Yesus harus membantu dengan sejenis kebebasan lain yang serupa dengan tahun Yobel di Israel jaman purba. Mengapa masuk akal untuk menyimpulkan hal itu?
9. Bahkan bagi mereka yang telah dibebaskan secara rohani, bentuk perbudakan apa masih tetap ada?
9 Yesus mengatakan kepada pria yang sebelumnya buta itu, ”Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.” Kemudian ia mengatakan kepada orang-orang Farisi, ”Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu.” (Yohanes 9:35-41) Ya, dosa yang mengakibatkan kematian masih merupakan problem utama, sama seperti sekarang. (Roma 5:12) Orang-orang Yahudi, termasuk rasul-rasul, yang mendapat manfaat dari pembebasan pendahuluan, kebebasan rohani yang diberikan Yesus, tetap adalah manusia yang tidak sempurna. Mereka tetap diperbudak kepada dosa dan kematian yang diakibatkannya. Dapatkah Yesus mengubah hal tersebut? Apakah ia mau? Dan jika demikian, bilamana?
10. Yesus berjanji bahwa ia akan memberikan kebebasan tambahan apa?
10 Sebelumnya, Yesus mengatakan, ”Jikalau kamu tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Orang-orang Yahudi yang mendengarnya menjawab, ”Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” Yesus menjawab, ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.” (Yohanes 8:31-36) Maka, keturunan jasmani dari Abraham tidak dapat membebaskan orang-orang Yahudi dari perbudakan kepada dosa. Yesus memberikan pernyataan sejarah ini berkenaan kebebasan untuk menarik perhatian kepada sesuatu yang akan datang dan yang akan jauh lebih besar dari apa yang dialami orang-orang Israel dalam tahun Yobel manapun.
Tahun Yobel Kristen Mulai
11. Mengapa minat kita kepada tahun Yobel Kristen dipusatkan pada tahun 33 M.?
11 Orang-orang Yahudi tidak menyadari bahwa tahun Yobel dari perjanjian Taurat Musa merupakan gambaran dari tahun Yobel yang lebih besar. (Kolose 2:17; Efesus 2:14, 15) Tahun Yobel untuk orang-orang Kristen melibatkan ”kebenaran” yang dapat membebaskan manusia—yaitu kebenaran yang berpusat pada sang Putra, Yesus Kristus. (Yohanes 1:17)
-
-
Tahun Yobel Yehuwa—Waktu bagi Kita untuk BersukacitaMenara Pengawal—1987 (Seri 32) | Menara Pengawal—1987 (Seri 32)
-
-
Antara lain, mereka dibebaskan dari perjanjian Taurat Musa, yang Allah adakan dengan bangsa Israel jasmani namun yang kini telah Ia batalkan, dengan memakukannya pada tiang siksaan Yesus. (Kolose 2:13, 14; Galatia 3:13) Perjanjian itu digantikan oleh suatu perjanjian baru yang diadakan, bukan dengan bangsa Israel jasmani, melainkan dengan ”bangsa” baru yaitu Israel rohani. (Ibrani 8:6-13; Galatia 6:16) Perjanjian baru ini, yang dinubuatkan di Yeremia 31:31-34, diselenggarakan melalui perantara yang lebih besar dari nabi Musa pada jaman purba. Karena berminat kepada kebebasan, kita hendaknya teristimewa memperhatikan satu segi dari perjanjian baru itu. Rasul Paulus menarik perhatian kepada hal ini, dengan menulis, ”’Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu, . . . Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.’ Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.”—Ibrani 10:16-18.
15. Mengapa kita dapat mengatakan bahwa pada hari Pentakosta tahun 33 M. tahun Yobel Kristen mulai bagi kaum terurap? (Roma 6:6, 16-18)
15 Yesus memaksudkan kebebasan dari dosa ketika ia mengatakan, ”Apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” (Yohanes 8:36) Bayangkan—kebebasan dari dosa yang dimungkinkan atas dasar korban Kristus!
-