PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Berapa Lamakah Kita Dapat Hidup?
    Sedarlah!—1990 (No. 33) | Sedarlah!—1990 (No. 33)
    • Dalam pasal pertama dari buku Kejadian, kita membaca bahwa setelah menciptakan pasangan manusia yang pertama, ”Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: ’Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.’”—Kejadian 1:28.

      Agar pasangan manusia yang pertama, Adam dan Hawa, dapat menjalankan tugas itu, mereka perlu hidup lama sekali, dan begitu pula keturunan mereka. Tetapi untuk berapa lama? Membaca terus dalam buku Kejadian dalam Alkitab, kita tidak menemukan jangka hidup tertentu yang ditetapkan untuk Adam dan Hawa.

  • Berapa Lamakah Kita Dapat Hidup?
    Sedarlah!—1990 (No. 33) | Sedarlah!—1990 (No. 33)
    • [Kotak di hlm. 7]

      JANGKA WAKTU KEHIDUPAN

      Orang yang lahir pada akhir dari abad ke-18 di Amerika Utara atau Eropa Barat dapat berharap untuk hidup sampai usia 35 atau 40 tahun. Dewasa ini, pria dan wanita di Amerika Serikat dapat berharap untuk hidup selama kira-kira 71 tahun untuk pria dan 78 tahun untuk wanita, dan kemajuan yang sama terdapat pula di negeri-negeri lain. Kita sudah lebih mewujudkan potensi kita untuk hidup lama. Namun apakah ada batas dari seberapa lama jangka waktu kehidupan dapat diperpanjang?

      Tidak ada orang pada zaman sekarang yang pernah hidup atau diharapkan dapat hidup selama 500, 300, atau bahkan 200 tahun. Sekalipun kemajuan dalam ilmu kedokteran, jangka waktu kehidupan dewasa ini masih di bawah 80 tahun. Namun ada laporan mengenai orang-orang yang hidup sampai 140 atau bahkan 150 tahun. Dan pada zaman Alkitab, orang-orang hidup ratusan tahun lamanya. Apakah itu merupakan dongeng atau legenda belaka?

      Patut diperhatikan, The New Encyclopædia Britannica menyatakan bahwa ”tepatnya berapa lama jangka waktu kehidupan manusia tidak diketahui”. Sebagaimana dijelaskan oleh artikel itu, andai kata ada orang yang hidup sampai 150 tahun, ”tidak ada alasan yang sah untuk menolak kemungkinan bahwa orang lain dapat hidup sampai 150 tahun dan satu menit. Dan jika 150 tahun dan satu menit dapat diterima, tidakkah juga demikian halnya dengan 150 tahun dan dua menit, dan seterusnya?” Artikel itu melanjutkan, ”Berdasarkan pengetahuan yang ada mengenai umur panjang, tidak ada angka yang tepat untuk jangka kehidupan manusia.”

      Apa yang dapat kita simpulkan dari hal ini? Yaitu bahwa apa yang telah ditemukan oleh ilmu kedokteran mengenai proses ketuaan dan kematian didasarkan atas keadaan manusia sebagaimana yang kita lihat sekarang. Pertanyaan yang penting ialah apakah keadaan manusia memang selalu sama sejak dulu atau apakah keadaannya akan tetap sama. Janji Allah adalah, ”Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dalam dunia baru yang segera datang, ”Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”—Wahyu 21:4, 5.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan