PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Bersukacitalah Orang-Orang yang Berjalan dalam Terang
    Menara Pengawal—2001 | 1 Maret
    • Bersukacitalah Orang-Orang yang Berjalan dalam Terang

      ”Datanglah dan mari kita berjalan dalam terang Yehuwa.”—YESAYA 2:5.

      1, 2. (a) Seberapa pentingkah terang itu? (b) Mengapa peringatan bahwa kegelapan akan menutupi bumi begitu serius?

      YEHUWA adalah Sumber terang. Alkitab menyebut Dia sebagai ”Pemberi matahari untuk penerangan pada siang hari, ketetapan bagi bulan dan bintang-bintang untuk penerangan pada malam hari”. (Yeremia 31:35; Mazmur 8:3) Dialah Pribadi yang menciptakan matahari, dan sebenarnya, matahari merupakan suatu tanur nuklir yang luar biasa besar, yang mengeluarkan ke ruang angkasa energi yang sangat besar, sebagian dalam bentuk cahaya dan panas. Sebagian kecil energi tersebut yang kita terima dalam bentuk sinar matahari menunjang kehidupan di bumi ini. Tanpa sinar matahari, kita tidak mungkin ada. Bumi akan menjadi planet tanpa kehidupan.

      2 Dengan mencamkan hal itu, kita dapat memahami seriusnya situasi yang digambarkan nabi Yesaya. Ia mengatakan, ”Lihat! kegelapan akan menutupi bumi, dan kesuraman menutupi kelompok-kelompok bangsa.” (Yesaya 60:2) Tentu saja, kata-kata itu tidak mengacu kepada kegelapan dalam arti fisik. Yang Yesaya maksudkan bukanlah bahwa suatu hari nanti matahari, bulan, dan bintang akan berhenti bersinar. (Mazmur 89:36, 37; 136:7-9) Sebaliknya, ia sedang berbicara tentang kegelapan rohani. Tetapi, kegelapan rohani ini sungguh memautkan. Dalam jangka panjang, kita tidak dapat hidup tanpa terang rohani, sebagaimana halnya kita tidak dapat hidup tanpa terang fisik.—Lukas 1:79.

      3. Ditinjau dari kata-kata Yesaya, apa yang seharusnya dilakukan oleh orang Kristen?

      3 Bila ditinjau dari hal ini, kita hendaknya memperhatikan dengan serius kata-kata Yesaya itu, yang sekalipun telah tergenap atas Yehuda zaman dahulu, namun memiliki penggenapan lebih besar dewasa ini. Ya, pada zaman kita, dunia ini diliputi kegelapan rohani. Dalam situasi yang berbahaya itu, terang rohanilah yang teramat sangat kita butuhkan. Itulah sebabnya orang Kristen diimbau untuk mengindahkan anjuran Yesus, ”Biarlah terangmu bersinar di hadapan manusia.” (Matius 5:16) Orang Kristen yang setia dapat menghalau kegelapan bagi orang-orang yang lembut hati, dengan demikian memberi mereka kesempatan untuk memperoleh kehidupan.—Yohanes 8:12.

      Masa Kegelapan di Israel

      4. Kapankah kata-kata nubuat Yesaya pertama kali tergenap, tetapi situasi apa yang telah ada pada zamannya?

      4 Kata-kata Yesaya tentang kegelapan yang menutupi bumi pertama kali tergenap sewaktu Yehuda ditelantarkan dan rakyatnya berada dalam pembuangan di Babilon. Akan tetapi, bahkan sebelum itu, pada zaman Yesaya sendiri, sebagian besar dari bangsa itu telah diliputi kegelapan rohani, dan kenyataan ini menggerakkan dia untuk mendesak rekan-rekan sebangsanya, ”Hai, kamu sekalian keturunan Yakub, datanglah dan mari kita berjalan dalam terang Yehuwa”!—Yesaya 2:5; 5:20.

      5, 6. Faktor apa saja yang menyebabkan kegelapan pada zaman Yesaya?

      5 Yesaya bernubuat di Yehuda ”pada zaman Uzzia, Yotam, Ahaz dan Hizkia, raja-raja Yehuda”. (Yesaya 1:1) Kala itu, situasi sedang kacau karena pergolakan politik, kemunafikan agama, korupsi di pengadilan, dan penindasan atas orang-orang miskin. Bahkan selama pemerintahan raja-raja yang setia, seperti Yotam, mezbah allah-allah palsu dapat terlihat di puncak-puncak bukit. Di bawah raja-raja yang tidak setia, situasinya lebih buruk lagi. Raja Ahaz yang fasik, misalnya, bahkan sampai hati mempersembahkan anaknya sendiri dalam upacara korban bagi dewa Molekh. Benar-benar masa kegelapan!—2 Raja 15:32-34; 16:2-4.

      6 Situasi internasional saat itu juga suram. Moab, Edom, dan Filistia telah bersiap-siap di perbatasan-perbatasan Yehuda. Kerajaan utara Israel, sekalipun masih bertalian darah, terang-terangan menyatakan diri sebagai musuh. Jauh di utara, Siria mengancam ketenteraman Yehuda. Bahkan yang lebih berbahaya adalah Asiria yang kejam, yang selalu mencari kesempatan untuk memperluas kekuasaannya. Selama periode Yesaya bernubuat, Asiria telah menaklukkan bangsa Israel dan hampir membinasakan Yehuda. Sekali waktu, setiap kota berbenteng di Yehuda, kecuali Yerusalem, telah dikuasai Asiria.—Yesaya 1:7, 8; 36:1.

      7. Jalan apa yang telah dipilih Israel dan Yehuda, dan bagaimana tanggapan Yehuwa?

      7 Umat perjanjian Allah menderita bencana seperti itu karena Israel dan Yehuda tidak loyal kepada-Nya. Seperti halnya orang-orang yang disebutkan dalam buku Amsal, mereka ”meninggalkan jalan kelurusan hati untuk berjalan di jalan kegelapan”. (Amsal 2:13) Namun, meskipun Yehuwa murka terhadap umat-Nya, Ia tidak sepenuhnya meninggalkan mereka. Sebaliknya, Ia mengutus Yesaya dan nabi-nabi lainnya untuk menyediakan terang rohani bagi siapa pun anggota bangsa itu yang masih berupaya melayani Yehuwa dengan setia. Terang yang dipancarkan melalui nabi-nabi ini memang sangat berharga. Terang itu mendatangkan kehidupan.

      Masa Kegelapan Dewasa Ini

      8, 9. Faktor apa saja yang menyebabkan kegelapan dunia dewasa ini?

      8 Situasi di zaman Yesaya sangat serupa dengan kondisi dewasa ini. Pada masa kita, para pemimpin manusia telah membelakangi Yehuwa dan Raja yang telah Ia takhtakan, Yesus Kristus. (Mazmur 2:2, 3) Para pemimpin agama Susunan Kristen telah memperdayai kawanan mereka. Para pemimpin itu mengaku melayani Allah, tetapi nyatanya, kebanyakan dari mereka menjunjung allah-allah dunia ini—nasionalisme, militerisme, kekayaan, dan para tokoh terkemuka—tak ketinggalan pula ajaran doktrin-doktrin kafir.

      9 Di berbagai tempat, agama-agama Susunan Kristen telah terlibat dalam peperangan dan pertikaian sipil yang bercirikan sapu bersih etnik dan kengerian lainnya. Selain itu, alih-alih berpaut erat pada moralitas Alkitab, banyak gereja mengabaikan atau bahkan aktif mendukung praktek-praktek amoral seperti percabulan dan homoseksualitas. Sebagai akibat ditolaknya standar-standar Alkitab, domba-domba Susunan Kristen mengalami keadaan seperti orang-orang yang dimaksudkan oleh pemazmur zaman dahulu, ”Mereka tidak tahu, dan mereka tidak mengerti; mereka terus berjalan dalam kegelapan.” (Mazmur 82:5) Memang, Susunan Kristen, seperti Yehuda zaman dahulu, berada di kegelapan yang pekat.—Penyingkapan 8:12.

      10. Bagaimana terang bersinar di kegelapan dewasa ini, dan bagaimana orang-orang yang lembut hati memperoleh manfaatnya?

      10 Di tengah-tengah kegelapan semacam itu, Yehuwa memancarkan terang bagi orang-orang yang lembut hati. Untuk itu, Ia menggunakan hamba-hamba terurap-Nya di bumi, ”budak yang setia dan bijaksana”, dan mereka ”bersinar sebagai penerang dalam dunia”. (Matius 24:45; Filipi 2:15) Golongan budak itu, dengan dukungan jutaan rekan ”domba-domba lain”, memantulkan terang rohani berdasarkan Firman Allah, Alkitab. (Yohanes 10:16) Di dunia yang kian gelap ini, terang semacam itu memberikan harapan bagi orang yang lembut hati, membantu mereka memiliki hubungan dengan Allah, dan membantu mereka menghindari jerat-jerat rohani. Terang itu berharga, menunjang kehidupan.

      ”Aku Menyanjung Namamu”

      11. Informasi apa yang Yehuwa sediakan pada zaman Yesaya?

      11 Di hari-hari yang gelap pada zaman Yesaya dan bahkan di hari-hari yang lebih gelap setelahnya saat Babilonia menggiring bangsa milik Yehuwa ke pembuangan, bimbingan macam apa yang Yehuwa sediakan? Selain menyediakan bimbingan moral, Ia dengan jelas menggariskan di muka bagaimana Ia akan menggenapi maksud-tujuan-Nya perihal umat-Nya. Misalnya, perhatikan nubuat-nubuat indah yang terdapat di Yesaya pasal 25 sampai 27. Kata-kata di pasal-pasal ini menunjukkan bagaimana Yehuwa menangani masalah pada masa itu dan bagaimana Ia berbuat hal yang sama dewasa ini.

      12. Ungkapan sepenuh hati apa yang Yesaya nyatakan?

      12 Pertama, Yesaya menyatakan, ”Oh, Yehuwa, engkaulah Allahku. Aku meninggikan engkau, aku menyanjung namamu.” Benar-benar ungkapan pujian yang sepenuh hati! Tetapi, apa yang menggerakkan sang nabi untuk menggunakan ungkapan itu dalam doanya? Faktor utamanya tersingkap dalam kata-kata selanjutnya dari ayat tersebut, ”Karena engkau [Yehuwa] telah melakukan hal-hal yang menakjubkan, rancangan-rancangan sejak purbakala, dengan setia dan dapat dipercaya.”—Yesaya 25:1.

      13. (a) Pengetahuan apa yang memperkuat penghargaan Yesaya akan Yehuwa? (b) Bagaimana kita dapat menarik hikmah dari teladan Yesaya?

      13 Pada zaman Yesaya, Yehuwa telah melakukan banyak hal yang menakjubkan bagi Israel, dan hal itu telah diabadikan dalam bentuk tulisan. Jelaslah, Yesaya sangat mengenal tulisan-tulisan itu. Misalnya, ia tahu bahwa Yehuwa membawa umat-Nya keluar dari perbudakan di Mesir dan menyelamatkan mereka dari murka pasukan Firaun di Laut Merah. Ia tahu bahwa Yehuwa membimbing umat-Nya melewati padang belantara dan membawa mereka ke Tanah Perjanjian. (Mazmur 136:1, 10-26) Catatan sejarah seperti itu memperlihatkan bahwa Allah Yehuwa itu setia dan dapat dipercaya. ”Rancangan-rancangan”-Nya—yakni, maksud-tujuan-Nya—menjadi kenyataan. Pengetahuan saksama yang Allah sediakan ini menguatkan Yesaya untuk terus berjalan dalam terang. Dengan demikian, ia menjadi teladan yang bagus bagi kita. Jika kita dengan saksama mempelajari Firman Allah yang tertulis dan menerapkannya dalam kehidupan kita, kita pun akan tetap berada dalam terang itu.—Mazmur 119:105; 2 Korintus 4:6.

      Sebuah Kota Dibinasakan

      14. Apa yang dinubuatkan tentang suatu kota, dan kemungkinan besar, kota apakah itu?

      14 Salah satu contoh rancangan Allah terdapat di Yesaya 25:2, ”Engkau telah membuat kota menjadi timbunan batu, kota berbenteng menjadi keping-keping puing, menara tempat tinggal orang asing tidak lagi menjadi kota, yang tidak akan dibangun kembali bahkan sampai waktu yang tidak tertentu.” Kota apakah ini? Yesaya tampaknya sedang bernubuat tentang kota Babilon. Memang, Babilon akhirnya menjadi timbunan batu belaka.

      15. ”Kota besar” apa yang muncul dewasa ini, dan apa yang akan terjadi atasnya?

      15 Apakah kota yang disebutkan oleh Yesaya itu mempunyai padanannya dewasa ini? Ya. Buku Penyingkapan berbicara tentang ”kota besar yang mempunyai kerajaan atas raja-raja di bumi”. (Penyingkapan 17:18) Kota besar itu adalah ”Babilon Besar”, imperium agama palsu sedunia. (Penyingkapan 17:5) Dewasa ini, bagian utama Babilon Besar adalah Susunan Kristen, yang para pemimpin agamanya memelopori tentangan terhadap pekerjaan pemberitaan Kerajaan yang dilakukan umat Yehuwa. (Matius 24:14) Akan tetapi, seperti Babilon zaman dahulu, Babilon Besar akan segera dibinasakan, tidak akan pernah muncul lagi.

      16, 17. Bagaimana musuh-musuh Yehuwa memuliakan Dia di zaman dahulu dan modern?

      16 Apa lagi yang Yesaya nubuatkan tentang ”kota berbenteng”? Kepada Yehuwa, Yesaya berkata, ”Mereka yang adalah bangsa yang kuat akan memuliakan engkau; kota bangsa-bangsa yang lalim, mereka akan takut kepadamu.” (Yesaya 25:3) Bagaimana kota yang kejam ini, ”kota bangsa-bangsa yang lalim”, memuliakan Yehuwa? Nah, ingatlah apa yang terjadi pada raja Babilon yang paling perkasa, Nebukhadnezar. Setelah mengalami peristiwa serius yang memperlihatkan betapa lemahnya dia, ia terpaksa mengakui keagungan Yehuwa dan kuasa-Nya yang mahadahsyat. (Daniel 4:34, 35) Sewaktu Yehuwa mengerahkan kuasa-Nya, bahkan musuh-musuh-Nya terpaksa mengakui, meski dengan berat hati, perbuatan-perbuatan-Nya yang penuh kuasa.

      17 Apakah Babilon Besar pernah terpaksa mengakui perbuatan-perbuatan Yehuwa yang penuh kuasa? Ya. Pada perang dunia pertama, hamba-hamba Yehuwa yang terurap mengabar di bawah kesengsaraan. Pada tahun 1918, mereka dibawa ke penawanan rohani sewaktu para tokoh terkemuka Lembaga Menara Pengawal dipenjarakan. Pekerjaan pengabaran yang terorganisasi hampir berhenti. Kemudian, pada tahun 1919, Yehuwa memulihkan mereka dan menggairahkan mereka kembali dengan roh-Nya, dan setelah itu mereka mulai memenuhi amanat untuk memberitakan kabar baik ke seluruh bumi yang berpenduduk. (Markus 13:10) Semua ini telah dinubuatkan dalam buku Penyingkapan, demikian pula pengaruh hal ini atas para penentangnya. Mereka ”menjadi takut dan memuliakan Allah yang berkuasa atas surga”. (Penyingkapan 11:3, 7, 11-13) Itu tidak berarti bahwa mereka semua ditobatkan, namun mereka terpaksa mengakui pekerjaan Yehuwa yang penuh kuasa dalam hal ini, seperti yang dinubuatkan Yesaya.

      ”Benteng bagi Orang Kecil”

      18, 19. (a) Mengapa para penentang gagal mematahkan integritas umat Yehuwa? (b) Bagaimana ”nyanyian orang-orang lalim” akan diredam?

      18 Dengan mengarahkan perhatian kepada kebaikan Yehuwa dalam berurusan dengan orang-orang yang berjalan dalam terang, Yesaya berkata kepada Yehuwa, ”Engkau telah menjadi benteng bagi orang kecil, benteng bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap badai hujan, naungan terhadap panas, pada waktu embusan orang-orang lalim itu bagaikan badai hujan yang menerpa tembok. Seperti panas di negeri yang gersang, kegaduhan orang-orang asing engkau redam, panas engkau redakan dengan naungan awan. Nyanyian orang-orang lalim diredam.”—Yesaya 25:4, 5.

      19 Sejak tahun 1919, para penguasa yang lalim telah mengupayakan segala cara untuk mematahkan integritas para penyembah sejati, tetapi mereka gagal. Mengapa? Karena Yehuwa adalah benteng dan tempat berlindung bagi umat-Nya. Ia menyediakan pernaungan yang sejuk dari panasnya sengat penindasan dan Ia berdiri bagaikan tembok yang kokoh terhadap badai tentangan. Kita yang berjalan dalam terang Allah dapat dengan yakin menanti-nantikan saatnya ”nyanyian orang-orang lalim diredam”. Ya, kita sangat menanti-nantikan hari manakala musuh-musuh Yehuwa dilenyapkan.

      20, 21. Perjamuan apa yang Yehuwa sediakan, dan apa yang akan termasuk dalam perjamuan ini di dunia baru?

      20 Yehuwa berbuat lebih dari sekadar melindungi hamba-hamba-Nya. Ia menyokong mereka sebagai Bapak yang pengasih. Setelah membebaskan umat-Nya dari Babilon Besar pada tahun 1919, Ia menyelenggarakan suatu perjamuan kemenangan, persediaan makanan rohani yang limpah. Hal ini dinubuatkan di Yesaya 25:6, di sana kita membaca, ”Yehuwa yang berbala tentara pasti akan membuat bagi semua bangsa, di gunung ini, suatu perjamuan dengan hidangan yang berlemak, suatu perjamuan dengan anggur yang diendapkan, hidangan yang berlemak dan bersumsum, anggur yang diendapkan, disaring.” Terberkatilah kita yang ambil bagian dalam perjamuan itu! (Matius 4:4) ”Meja Yehuwa” penuh dengan hidangan yang lezat-lezat. (1 Korintus 10:21) Melalui ”budak yang setia dan bijaksana”, kita diberi segala hal yang kita butuhkan secara rohani.

      21 Dan, masih ada lagi selain hidangan ilahi ini. Perjamuan rohani yang kita sekarang nikmati mengingatkan kita akan limpahnya makanan jasmani yang akan tersedia di dunia baru yang Allah janjikan. Pada waktu itu, ”hidangan yang berlemak” akan mencakup limpahnya makanan jasmani. Tak seorang pun akan kelaparan secara jasmani ataupun rohani. Alangkah leganya orang-orang setia yang sekarang menderita karena ”kekurangan makanan” yang telah dinubuatkan, yang merupakan bagian dari ”tanda” kehadiran Yesus! (Matius 24:3, 7) Bagi mereka, kata-kata pemazmur sungguh menghibur. Katanya, ”Akan ada banyak biji-bijian di bumi; di puncak pegunungan akan ada kelimpahan.”—Mazmur 72:16.

      22, 23. (a) ”Tenunan”, atau ”selubung” apa yang akan disingkirkan, dan bagaimana? (b) Bagaimana ’cela umat Yehuwa’ akan disingkirkan?

      22 Dengarkan sekarang janji yang bahkan lebih menakjubkan lagi. Dengan membandingkan dosa dan kematian seperti ”tenunan”, atau ”selubung”, Yesaya mengatakan, ”Di gunung ini [Yehuwa] akan menelan selubung yang menyelubungi semua bangsa, dan hasil tenunan yang melilit semua bangsa.” (Yesaya 25:7) Pikirkan! Dosa dan kematian, yang telah memberatkan kehidupan umat manusia bagaikan selimut yang membekap kita, tidak akan ada lagi. Kita sangat menanti-nantikan hari manakala manfaat tebusan Yesus sepenuhnya diberlakukan atas umat manusia yang taat dan setia!—Penyingkapan 21:3, 4.

      23 Dengan menunjuk ke masa yang gemilang itu, sang nabi yang terilham meyakinkan, ”[Yehuwa] akan menelan kematian untuk selama-lamanya, dan Tuan Yang Berdaulat Yehuwa pasti akan menghapus air mata dari semua muka. Dan cela umatnya akan ia singkirkan dari seluruh bumi, karena Yehuwa-lah yang telah mengatakannya.” (Yesaya 25:8) Tidak seorang pun akan mati oleh sebab-sebab alami ataupun meratap karena ditinggal mati orang yang dikasihi. Benar-benar perubahan besar! Selain itu, tidak akan pernah terdengar lagi di bumi celaan dan propaganda dusta yang telah begitu lama ditimpakan atas Allah dan hamba-hamba-Nya. Mengapa demikian? Karena Yehuwa akan menyingkirkan biang keladinya—sang bapak dusta, Setan si Iblis, beserta semua benih Setan.—Yohanes 8:44.

      24. Bagaimana orang-orang yang berjalan dalam terang menanggapi perbuatan Yehuwa yang penuh kuasa bagi mereka?

      24 Setelah memperhatikan manifestasi kuasa Yehuwa itu, orang-orang yang berjalan dalam terang tergerak untuk berseru, ”Lihat! Inilah Allah kita. Kita berharap kepadanya, dan ia akan menyelamatkan kita. Inilah Yehuwa. Kita berharap kepadanya. Marilah kita bergembira dan bersukacita atas keselamatan darinya.” (Yesaya 25:9) Tak lama kemudian, umat manusia yang adil-benar mempunyai banyak alasan untuk bersukacita. Kegelapan akan sepenuhnya dihalau, dan orang-orang yang setia akan bermandikan terang Yehuwa untuk selama-lamanya. Adakah harapan lain yang secemerlang itu? Tentu tidak!

  • Keselamatan bagi Orang-Orang yang Memilih Terang
    Menara Pengawal—2001 | 1 Maret
    • Keselamatan bagi Orang-Orang yang Memilih Terang

      ”Yehuwa adalah terangku dan keselamatanku. Kepada siapakah aku akan takut?”—MAZMUR 27:1.

      1. Persediaan apa yang menunjang kehidupan yang Yehuwa sediakan?

      YEHUWA adalah Sumber cahaya matahari yang memungkinkan kehidupan di bumi. (Kejadian 1:2, 14) Ia juga Pencipta terang rohani, yang menghalau kegelapan dunia Setan yang memautkan. (Yesaya 60:2; 2 Korintus 4:6; Efesus 5:8-11; 6:12) Orang-orang yang memilih terang dapat mengatakan bersama sang pemazmur, ”Yehuwa adalah terangku dan keselamatanku. Kepada siapakah aku akan takut?” (Mazmur 27:1a) Akan tetapi, sebagaimana yang terjadi pada zaman Yesus, orang-orang yang memilih kegelapan hanya akan menerima hukuman.—Yohanes 1:9-11; 3:19-21, 36.

      2. Di zaman dahulu, apa yang terjadi atas orang-orang yang menolak terang Yehuwa dan atas orang-orang yang mendengarkan Firman-Nya?

      2 Di zaman Yesaya, sebagian besar umat perjanjian Yehuwa menolak terang. Akibatnya, Yesaya menyaksikan kebinasaan kerajaan Israel di utara, seluruh bangsa. Dan, pada tahun 607 SM, Yerusalem dan baitnya dibinasakan dan penduduk Yehuda dibawa ke pembuangan. Akan tetapi, orang-orang yang mendengarkan firman Yehuwa dikuatkan untuk menolak kemurtadan pada zaman itu. Sehubungan dengan tahun 607 SM, Yehuwa berjanji bahwa orang-orang yang mendengarkan Dia akan selamat. (Yeremia 21:8, 9) Dewasa ini, kita yang mengasihi terang dapat belajar banyak dari apa yang terjadi pada masa itu.—Efesus 5:5.

      Kebahagiaan Orang-Orang yang Diterangi

      3. Dewasa ini, keyakinan apa dapat kita miliki, ”bangsa yang adil-benar” apa yang kita kasihi, dan ”kota yang kuat” apa yang dimiliki oleh ”bangsa” itu?

      3 ”Kita mempunyai kota yang kuat. [Allah] memasang keselamatan menjadi tembok dan kubu. Bukalah gerbang-gerbang, hai, kamu sekalian, agar bangsa yang adil-benar dan bertingkah laku setia dapat masuk.” (Yesaya 26:1, 2) Kata-kata penuh sukacita ini diucapkan oleh orang-orang yang percaya akan Yehuwa. Orang-orang Yahudi yang setia di zaman Yesaya berharap kepada Yehuwa, bukan kepada allah-allah palsu yang disembah rekan sebangsanya, sebagai satu-satunya Sumber keamanan sejati. Dewasa ini, kita mempunyai keyakinan yang sama. Selain itu, kita mengasihi ”bangsa yang adil-benar” milik Yehuwa—”Israel milik Allah”. (Galatia 6:16; Matius 21:43) Yehuwa juga mengasihi bangsa ini karena kesetiaan mereka. Atas berkat-Nya, Israel milik Allah mempunyai ”kota yang kuat”, suatu organisasi bagaikan kota yang memberikan dukungan dan perlindungan.

      4. Sikap mental apa yang harus kita pupuk?

      4 Orang-orang yang berada di ”kota” ini sadar sepenuhnya bahwa ”kecenderungan yang didukung dengan baik akan [Yehuwa] lindungi dengan kedamaian yang berkesinambungan, sebab kepada [Yehuwa]-lah orang menjadi percaya”. Yehuwa mendukung orang-orang yang berkecenderungan mental untuk percaya kepada-Nya dan menyelaraskan diri dengan prinsip-prinsip-Nya yang adil-benar. Oleh karena itu, orang-orang yang setia di Yehuda mengindahkan anjuran Yesaya, ”Kamu sekalian, percayalah kepada Yehuwa sepanjang zaman, karena Yah Yehuwa adalah Gunung Batu untuk waktu yang tidak tertentu.” (Yesaya 26:3, 4; Mazmur 9:10; 37:3; Amsal 3:5) Orang-orang dengan sikap mental demikian berharap kepada ”Yah Yehuwa” sebagai satu-satunya Gunung Batu yang aman. Mereka menikmati ”kedamaian yang berkesinambungan” dengan-Nya.—Filipi 1:2; 4:6, 7.

      Direndahkannya Musuh-Musuh Allah

      5, 6. (a) Bagaimana Babilon zaman dahulu direndahkan? (b) Dengan cara bagaimana ”Babilon Besar” direndahkan?

      5 Bagaimana jika orang-orang yang percaya kepada Yehuwa menderita kesengsaraan? Mereka tidak perlu takut. Yehuwa mengizinkan hal-hal itu terjadi untuk sementara waktu, tetapi Ia akan mendatangkan kelegaan pada akhirnya, dan para penyebab kesengsaraan itu akan menghadapi penghakiman-Nya. (2 Tesalonika 1:4-7; 2 Timotius 1:8-10) Perhatikan kasus yang melibatkan sebuah ”kota yang ditinggikan”. Yesaya mengatakan, ”[Yehuwa] telah merendahkan orang yang mendiami tempat yang tinggi, kota yang ditinggikan. Ia merendahkannya, ia merendahkannya sampai ke tanah, ia membuatnya menyentuh debu. Kaki akan menginjak-injaknya, kaki orang yang menderita, jejak orang kecil.” (Yesaya 26:5, 6) Kota yang ditinggikan yang disebutkan di sini mungkin memaksudkan Babilon. Kota itu jelaslah menimbulkan penderitaan atas umat Allah. Tetapi, apa yang terjadi dengan Babilon? Pada tahun 539 SM, kota itu jatuh ke tangan Media dan Persia. Benar-benar hina!

      6 Pada zaman kita, kata-kata nubuat Yesaya sangat cocok dengan apa yang terjadi atas ”Babilon Besar” sejak tahun 1919. Kota yang ditinggikan itu jatuh secara memalukan pada tahun itu sewaktu ia terpaksa membebaskan umat Yehuwa dari penawanan rohani. (Penyingkapan 14:8) Apa yang terjadi sesudahnya bahkan lebih memalukan lagi. Sekelompok kecil umat Kristen itu berbalik ’menginjak-injak’ bekas penawan mereka itu. Pada tahun 1922, mereka mulai mengumumkan mendekatnya akhir Susunan Kristen, memberitakan keempat tiupan terompet malaikat di Penyingkapan 8:7-12 dan ketiga celaka yang dinubuatkan di Penyingkapan 9:1–11:15.

      ”Jalan Orang yang Adil-Benar Adalah Kelurusan Hati”

      7. Bimbingan apa yang diterima orang-orang yang berpaling kepada terang Yehuwa, kepada siapa mereka berharap, dan apa yang mereka hargai?

      7 Yehuwa menyediakan keselamatan bagi orang-orang yang berpaling kepada terang-Nya, dan Ia membimbing jalan mereka, seperti yang diperlihatkan Yesaya berikutnya, ”Jalan orang yang adil-benar adalah kelurusan hati. Karena engkau berlaku lurus hati, engkau akan meratakan haluan orang yang adil-benar. Ya, untuk jalan penghakimanmu, oh, Yehuwa, kami berharap kepadamu. Hasrat jiwa adalah untuk namamu dan untuk mengingat engkau.” (Yesaya 26:7, 8) Yehuwa adalah Allah yang adil-benar, dan orang-orang yang beribadat kepada-Nya harus menaati standar-standar-Nya yang adil-benar. Apabila mereka melakukannya, Yehuwa membimbing mereka, melancarkan jalan mereka. Dengan mengindahkan bimbingan-Nya, orang-orang yang lembut hati ini memperlihatkan bahwa mereka berharap kepada Yehuwa dan dengan sepenuh hati menghargai nama-Nya—’mengingat’ Dia.—Keluaran 3:15.

      8. Sikap apa yang dapat kita teladani dari Yesaya?

      8 Yesaya menghargai nama Yehuwa. Hal itu nyata dari kata-katanya selanjutnya, ”Dengan jiwaku aku merindukan engkau pada malam hari; ya, dengan roh di dalam diriku aku terus mencarimu; karena, pada waktu ada penghakiman darimu bagi bumi, penduduk tanah yang produktif akan belajar keadilbenaran.” (Yesaya 26:9) Yesaya merindukan Yehuwa ’dengan jiwanya’—dengan sepenuh hatinya. Bayangkan sang nabi menggunakan saat-saat yang tenang di malam hari untuk berdoa kepada Yehuwa, menyatakan pikiran-pikirannya yang terdalam dan mencari bimbingan Yehuwa dengan sungguh-sungguh. Alangkah bagusnya teladan itu! Selain itu, Yesaya belajar tentang keadilbenaran dari cara Yehuwa menjalankan penghakiman. Dalam hal ini, Yesaya mengingatkan kita tentang perlunya selalu siap siaga, tetap tanggap untuk memahami kehendak Yehuwa.

      Ada yang Memilih Kegelapan

      9, 10. Tindakan kebaikan hati apa saja yang Yehuwa perbuat terhadap bangsa-Nya yang tidak setia, tetapi bagaimana sambutan mereka?

      9 Yehuwa memperlihatkan kasih kebaikan hati yang besar kepada Yehuda, tetapi sayang sekali tidak semua orang menyambut. Sering kali, mayoritas orang memilih pemberontakan dan kemurtadan ketimbang terang kebenaran Yehuwa. Yesaya berkata, ”Walaupun orang fasik dikasihani, ia tidak akan belajar keadilbenaran. Di negeri yang benar ia akan bertindak dengan tidak adil dan tidak akan melihat kehebatan Yehuwa.”—Yesaya 26:10.

      10 Pada zaman Yesaya, saat tangan Yehuwa melindungi Yehuda terhadap musuh-musuh-Nya, mayoritas orang tidak mau mengakui hal ini. Ketika Ia memberkati mereka dengan kedamaian-Nya, bangsa itu bersikap tidak tahu berterima kasih. Oleh karena itu, Yehuwa membiarkan mereka melayani ”majikan-majikan lain”, akhirnya membiarkan orang-orang Yahudi dibawa ke penawanan di Babilon pada tahun 607 SM. (Yesaya 26:11-13) Meskipun demikian, suatu sisa dari bangsa itu akhirnya kembali, dipulihkan, ke negeri asal mereka.

      11, 12. (a) Apa masa depan para penawan Yehuda? (b) Pada tahun 1919, apa masa depan bekas penawan hamba-hamba Yehuwa yang terurap?

      11 Bagaimana dengan para penawan Yehuda? Yesaya menjawab dengan nubuat, ”Mereka mati; mereka tidak akan hidup. Mereka tidak berdaya dalam kematian, dan tidak akan bangkit. Oleh karena itu, engkau telah memalingkan perhatianmu agar engkau dapat memusnahkan mereka sehingga mereka tidak disebut-sebut lagi.” (Yesaya 26:14) Ya, setelah kejatuhannya pada tahun 539 SM, Babilon tidak punya masa depan lagi. Akhirnya, kota itu tidak akan ada lagi. Babilon akan ”tidak berdaya dalam kematian”, dan imperiumnya yang besar hanya akan ada dalam buku-buku sejarah. Benar-benar peringatan keras bagi orang-orang yang berharap kepada para penguasa dunia ini!

      12 Aspek-aspek nubuat ini tergenap ketika Allah mengizinkan hamba-hamba-Nya yang terurap dibawa ke penawanan rohani pada tahun 1918 dan kemudian membebaskan mereka pada tahun 1919. Sejak saat itu, masa depan bekas penawan mereka, khususnya Susunan Kristen, sangat suram. Tetapi, berkat-berkat bagi umat Yehuwa telah disediakan dengan begitu limpahnya.

      ”Engkau Telah Menambahkan kepada Bangsa Itu”

      13, 14. Berkat limpah apa saja yang hamba-hamba terurap Yehuwa nikmati sejak tahun 1919?

      13 Allah memberkati sikap bertobat hamba-hamba terurap-Nya pada tahun 1919 dan memberi mereka pertambahan. Pertama, perhatian tertuju kepada pengumpulan anggota-anggota terakhir Israel milik Allah, dan kemudian ”suatu kumpulan besar” dari ”domba-domba lain”. (Penyingkapan 7:9; Yohanes 10:16) Berkat-berkat ini termaktub dalam nubuat Yesaya, ”Engkau telah menambahkan kepada bangsa itu; oh, Yehuwa, engkau telah menambahkan kepada bangsa itu; engkau telah memuliakan dirimu. Engkau telah memperluas semua batas negeri itu sampai jauh. Oh, Yehuwa, mereka memalingkan perhatian kepadamu selama kesesakan; mereka telah mencurahkan bisikan doa pada waktu mereka mendapat disiplin darimu.”—Yesaya 26:15, 16.

      14 Dewasa ini, batas-batas Israel milik Allah telah menjangkau seputar bumi, dan kumpulan besar yang telah ditambahkan kini berjumlah sekitar enam juta partisipan yang antusias dalam pekerjaan pemberitaan kabar baik. (Matius 24:14) Benar-benar berkat dari Yehuwa! Dan, hal ini benar-benar mengagungkan nama-Nya! Nama itu kini terdengar di 235 negeri—sungguh menakjubkan penggenapan janji itu.

      15. Kebangkitan simbolis apa terjadi pada tahun 1919?

      15 Yehuda membutuhkan bantuan Yehuwa untuk melepaskan diri dari penawanan di Babilon. Mereka tidak dapat melakukannya dengan kekuatan sendiri. (Yesaya 26:17, 18) Demikian pula, pembebasan Israel milik Allah pada tahun 1919 merupakan bukti dukungan Yehuwa. Itu tak mungkin terjadi tanpa Dia. Dan, perubahan kondisi mereka begitu mengejutkan sehingga Yesaya menyamakannya dengan kebangkitan, ”Orang-orangmu yang mati akan hidup. Mayat-mayat kami—itu akan bangun. Bangunlah dan bersoraklah dengan sukacita, kamu penghuni debu! Karena embunmu adalah seperti embun tanaman malow, dan bumi akan membiarkan lahir bahkan orang-orang yang tidak berdaya dalam kematian.” (Yesaya 26:19; Penyingkapan 11:7-11) Ya, orang-orang yang tidak berdaya dalam kematian seolah-olah dilahirkan kembali untuk menjalani kegiatan yang baru!

      Perlindungan di Masa-Masa Berbahaya

      16, 17. (a) Pada tahun 539 SM, apa yang orang Yahudi perlu lakukan agar selamat melewati kejatuhan Babilon? (b) Agaknya, apa yang dimaksud dengan ’kamar-kamar dalam’ dewasa ini, dan bagaimana kita dapat memperoleh manfaat darinya?

      16 Hamba-hamba Yehuwa selalu membutuhkan perlindungan-Nya. Namun, tak lama kemudian, Ia akan mengulurkan tangan-Nya untuk terakhir kalinya terhadap dunia Setan, dan para penyembah Allah akan membutuhkan bantuan-Nya lebih daripada sebelumnya. (1 Yohanes 5:19) Sehubungan dengan masa yang berbahaya itu, Yehuwa memperingatkan kita, ”Pergilah, umatku, masuklah ke kamar-kamar dalammu dan tutuplah pintu-pintu di belakangmu. Bersembunyilah untuk sesaat saja sampai pengecaman berlalu. Karena, lihat! Yehuwa keluar dari tempatnya untuk meminta pertanggungjawaban atas kesalahan penduduk negeri terhadapnya, dan negeri itu pasti akan menyingkapkan pertumpahan darahnya dan tidak menutup-nutupi lagi orang-orangnya yang terbunuh.” (Yesaya 26:20, 21; Zefanya 1:14) Peringatan ini memperlihatkan kepada orang Yahudi caranya selamat dari kejatuhan Babilon pada tahun 539 SM. Orang-orang yang mengindahkannya akan tetap tinggal di rumah mereka, aman dari pasukan penakluk yang berkeliaran di jalanan.

      17 Dewasa ini, ’kamar-kamar dalam’ yang dinubuatkan ini tampaknya menggambarkan puluhan ribu sidang umat Yehuwa di seputar dunia. Sidang-sidang itu merupakan perlindungan bahkan sekarang, dan di sana orang-orang Kristen menemukan keamanan di antara saudara-saudara mereka, di bawah perhatian yang pengasih dari para penatua. (Yesaya 32:1, 2; Ibrani 10:24, 25) Ini khususnya benar mengingat dekatnya akhir sistem ini, saat keselamatan akan bergantung pada ketaatan.—Zefanya 2:3.

      18. Bagaimana Yehuwa akan segera ”membunuh makhluk laut raksasa”?

      18 Sehubungan dengan masa itu, Yesaya bernubuat, ”Pada hari itu Yehuwa, dengan pedangnya yang keras, besar dan kuat, akan memalingkan perhatiannya kepada Lewiatan, ular yang meluncur, ya, kepada Lewiatan, ular yang bengkok, dan ia pasti akan membunuh makhluk laut raksasa yang ada di laut itu.” (Yesaya 27:1) Siapakah ”Lewiatan” zaman modern? Tampaknya, dialah ”ular yang semula”, Setan sendiri, beserta sistemnya yang fasik, yang ia gunakan untuk memerangi Israel milik Allah. (Penyingkapan 12:9, 10, 17; 13:14, 16, 17) Pada tahun 1919, Lewiatan itu kehilangan cengkeramannya atas umat Allah. Pada waktunya, makhluk itu akan dilenyapkan selama-lamanya. (Penyingkapan 19:19-21; 20:1-3, 10) Demikianlah Yehuwa akan ”membunuh makhluk laut raksasa”. Sementara itu, tidak satu pun aksi sang Lewiatan terhadap umat Yehuwa akan terbukti berhasil. (Yesaya 54:17) Betapa leganya kita karena diyakinkan akan hal itu!

      ”Kebun Anggur dengan Anggur yang Berbusa”

      19. Bagaimana kondisi kaum sisa dewasa ini?

      19 Jika memikirkan semua keterangan dari Yehuwa ini, tidakkah kita mempunyai banyak alasan untuk bersukacita? Ya, tentu! Yesaya dengan indah menggambarkan sukacita umat Yehuwa sewaktu ia menulis, ”Pada hari itu menyanyilah bagi wanita itu, hai, kamu sekalian, ’Suatu kebun anggur dengan anggur yang berbusa! Aku, Yehuwa, menjaganya. Setiap saat aku menyiraminya. Agar tidak seorang pun memalingkan perhatiannya untuk melawan dia, aku akan menjaganya bahkan malam dan siang.’” (Yesaya 27:2, 3) Yehuwa telah menjaga ”kebun anggur” milik-Nya, yakni sisa Israel milik Allah, serta rekan-rekannya yang bekerja keras. (Yohanes 15:1-8) Itu menghasilkan buah-buah yang mendatangkan kemuliaan bagi nama-Nya dan menyebabkan sukacita besar di antara hamba-hamba-Nya di bumi.

      20. Bagaimana Yehuwa melindungi sidang Kristen?

      20 Kita dapat merasa tergetar karena murka yang sebelumnya Yehuwa perlihatkan terhadap hamba-hamba terurap-Nya—yang menjadi alasan Allah membiarkan mereka dibawa ke penawanan rohani pada tahun 1918—telah reda. Yehuwa sendiri mengatakan, ”Tidak ada murka padaku. Siapa yang akan memberiku semak berduri dan lalang dalam pertempuran? Aku akan menginjaknya. Aku akan membakarnya sekaligus. Jika tidak, biarlah ia memegang erat bentengku, biarlah ia berdamai denganku; ya, biarlah ia berdamai denganku.” (Yesaya 27:4, 5) Untuk memastikan bahwa anggur-anggurnya terus menghasilkan berlimpah ”anggur yang berbusa”, Yehuwa menghancurkan dan membakar semua pengaruh yang bagaikan lalang, yang dapat merusak mereka. Oleh karena itu, jangan biarkan siapa pun membahayakan kesejahteraan sidang Kristen! Marilah kita semua ’memegang erat benteng Yehuwa’, mencari perkenan dan perlindungan-Nya. Dengan demikian, kita berdamai dengan Allah—sesuatu yang penting sehingga Yesaya menyebutkannya sebanyak dua kali.—Mazmur 85:1, 2, 8; Roma 5:1.

      21. Dengan cara bagaimana tanah yang produktif berlimpah dengan ”hasil”?

      21 Berkat-berkat pun berlanjut, ”Pada hari-hari yang akan datang Yakub akan berakar, Israel akan berbunga dan bertunas; dan mereka akan memenuhi permukaan tanah yang produktif dengan hasil.” (Yesaya 27:6) Ayat ini telah tergenap sejak tahun 1919, menyediakan bukti yang menakjubkan tentang kekuatan Yehuwa. Orang-orang Kristen terurap telah memenuhi bumi dengan ”hasil”, makanan rohani yang bergizi. Di tengah-tengah dunia yang bejat ini, mereka dengan sukacita melestarikan standar-standar Allah yang luhur. Dan, Yehuwa terus memberkati mereka dengan pertambahan. Sebagai hasilnya, jutaan rekan mereka, domba-domba lain, ”memberikan dinas suci kepada [Allah] siang dan malam”. (Penyingkapan 7:15) Semoga kita tidak pernah kehilangan pandangan tentang hak istimewa agung untuk menyantap ”hasil” dan membagikannya kepada orang lain!

      22. Berkat apa saja yang akan diterima orang-orang yang menerima terang?

      22 Pada masa-masa yang kritis ini, saat kegelapan meliputi bumi dan kegelapan yang pekat meliputi kelompok-kelompok bangsa, tidakkah kita bersyukur bahwa Yehuwa menerbitkan terang rohani atas umat-Nya? (Yesaya 60:2; Roma 2:19; 13:12) Bagi semua yang menerimanya, terang itu berarti kedamaian pikiran serta sukacita sekarang dan bahkan kehidupan abadi di masa depan. Itulah sebabnya, kita yang mengasihi terang berbesar hati memuji Yehuwa dan berkata bersama pemazmur, ”Yehuwa adalah benteng kehidupanku. Kepada siapakah aku akan gentar? Berharaplah kepada Yehuwa; tabahlah dan hendaklah hatimu kuat. Ya, berharaplah kepada Yehuwa.”—Mazmur 27:1b, 14.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan